All Posts - TEROPONG SULAWESI -->

Jumat, 11 Juli 2025

Kementan Perkuat Pembentukan Brigade Pangan di Sulawesi Tengah, Dorong Optimalisasi Lahan untuk Ketahanan Pangan


Palu, Sulawesi Tengah, Teropongsulawesi.com, Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) terus memperkuat strategi ketahanan pangan nasional melalui pembentukan Brigade Pangan, yang kini mulai digencarkan di Provinsi Sulawesi Tengah.

Langkah ini dikawal langsung oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, yang menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Sulawesi Tengah, Jumat (11/06/2025).

Rapat
tersebut membahas pembentukan struktur Brigade Pangan tingkat kabupaten, optimalisasi lahan tidur, serta penunjukan Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan kabupaten/kota.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya percepatan pembentukan Brigade Pangan sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.

“Brigade Pangan adalah ujung tombak. Mereka harus bergerak cepat dan memastikan tidak ada musim tanam yang terlewat. Kolaborasi pusat dan daerah adalah kunci menjaga ketahanan pangan berkelanjutan,” tegas Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyoroti pentingnya sinergi antara Brigade Pangan dan penyuluh pertanian di lapangan.

“Penyuluh adalah ujung tombak pendampingan petani. Brigade harus bersinergi agar program berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Rapat koordinasi ini dipimpin oleh Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, selaku Penanggung Jawab Brigade Pangan wilayah Sulawesi Tengah.

Ia menyampaikan bahwa Brigade Pangan tidak hanya berfungsi sebagai unit tanggap darurat, tetapi juga sebagai penggerak percepatan tanam dan pendampingan budidaya pertanian.

“Brigade Pangan adalah respons strategis menghadapi tantangan perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan krisis pangan global. Kami siap dukung dari sisi pelatihan dan mobilisasi SDM,” jelas Jamaluddin.

Kepala Dinas TPHP Sulawesi Tengah turut menyambut baik program ini dan menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan seluruh elemen pertanian, termasuk penyuluh, petugas lapangan, dan kelembagaan petani.

Senada, Kepala BRMP Sulawesi Tengah menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur pemerintah daerah demi tercapainya swasembada pangan di wilayahnya.

Hasil rapat menetapkan bahwa setiap kabupaten/kota di Sulawesi Tengah akan memiliki PJ Brigade Pangan yang bertugas memantau perkembangan lapangan, berkoordinasi dengan penyuluh, serta melaporkan progres ke tingkat provinsi dan pusat.

Dengan sinergi antara pusat dan daerah, serta penguatan SDM pertanian melalui pelatihan yang berkelanjutan, Kementan optimis langkah ini akan menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya kedaulatan pangan Indonesia yang mandiri dan berkelanjutan.

(Red)

Kamis, 10 Juli 2025

Manager PLN UP3 Kendari Gelar Pertemuan Strategis dengan DPD APERSI Sultra di Hotel Claro


Kendari, Teropongsulawesi.com, Manager PLN UP3 Kendari, Munawir Liling, mengadakan pertemuan resmi dengan jajaran pengurus DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulawesi Tenggara.

Pertemuan yang berlangsung di Hotel Claro Kendari ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara PLN dan pelaku usaha sektor perumahan. Kamis (10/7/2025).

Diskusi strategis yang dilakukan fokus pada kemudahan dan percepatan layanan kelistrikan, terutama dalam hal penyambungan baru, keandalan suplai listrik, serta dukungan PLN terhadap pembangunan perumahan rakyat di Sulawesi Tenggara.

Munawir Liling menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara PLN dan pengembang perumahan. “PLN sangat terbuka terhadap masukan dari asosiasi seperti APERSI.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap proyek perumahan mendapatkan layanan kelistrikan yang cepat, andal, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ketua DPD APERSI Sultra menyambut baik langkah ini sebagai bentuk kemitraan yang lebih erat antara PLN dan pengembang.

Ia berharap pertemuan ini menjadi awal peningkatan layanan serta penyelesaian tantangan pengurusan kelistrikan yang selama ini dihadapi oleh para pengembang.

Pertemuan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dan komitmen bersama untuk terus membangun sinergi dalam menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah perusahaan milik negara yang bertanggung jawab atas penyediaan tenaga listrik di Indonesia.

PLN berkomitmen untuk menyediakan layanan kelistrikan yang andal, cepat, dan ramah lingkungan demi mendukung pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

(Red)

Ayo Bangun Kelembagaan Sawit yang Kuat! Pasangkayu Jadi Contoh, Mentan : Indonesia Butuh Program Berkelanjutan


Palu, Teropongsulawesi.com, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, meningkatkan pengetahuan manajemen warga Pasangkayu melalui kegiatan Pelatihan Penguatan Kelembagaan Tahun 2025.

Sumber Daya Manusia (SDM) memegang peran penting dan strategis dalam sistem produksi kelapa sawit. Pengelolaan kebun rakyat membutuhkan tata kelola kelembagaan yang baik, ditopang oleh SDM yang kompeten dan terlatih. Pelatihan ini digelar di salah satu hotel di Kota Palu, Selasa (8/7/2025).

Pelatihan berlangsung selama sepuluh hari, mulai tanggal 7 hingga 16 Juli 2025, bertempat di Hotel Aston Palu. Sebanyak 59 peserta yang berasal dari berbagai kelembagaan pekebun di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, mengikuti kegiatan ini.

Mereka terdiri dari pengurus kelompok tani, gabungan kelompok tani, hingga koperasi pekebun yang selama ini menjadi motor penggerak sektor pertanian sawit di daerah tersebut.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan  aspek pertumbuhan produksi, ekspor, dan keberlanjutan sawit.

“Indonesia butuh program pembangunan yang berkelanjutan, tidak hanya untuk menjaga dan meningkatkan produksi sawit dalam negeri, hal ini dibutuhkan juga untuk mendorong akselerasi baik pada aspek hilirisasi maupun tata kelola sawit secara berkelanjutan.” Tegas Menteri Pertanian Amran.

Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, juga menyampaikan bahwa bagian dari strategi pembangunan pertanian berbasis SDM adalah hal penting dalam peningkatan ilmu pengetahuan.

“Pembangunan pertanian berkelanjutan membutuhkan SDM yang unggul. Penguatan kapasitas kelembagaan adalah cara untuk mendorong petani lebih mandiri, berdaya, dan mampu mengelola usahanya secara profesional,” ujar Idha Widi Arsanti.

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, yang membuka kegiatan ini pada Selasa (8/7/2025) menyampaikan, pelatihan ini menjadi bukti perhatian nyata pemerintah pusat terhadap penguatan sektor sawit, terutama dari aspek kelembagaan.

Ia menyebut, kelembagaan merupakan fondasi penting bagi petani untuk memiliki daya tawar yang lebih baik, terutama dalam menjalin kerja sama dengan perusahaan mitra maupun menghadapi fluktuasi harga komoditas di pasar.

Menurut Jamaluddin, selama ini banyak petani yang bergerak secara individu sehingga kurang memiliki posisi tawar dalam negosiasi. Ketika petani terorganisir dalam kelembagaan yang kuat dan memiliki kesepakatan kerja yang jelas melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) maupun Memorandum of Understanding (MoU), maka hak dan kewajiban dapat terpenuhi secara seimbang.

Ia juga menyoroti pentingnya aspek manajerial dan kepemimpinan dalam kelembagaan tani. Oleh karena itu, pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman teknis, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan tentang kemitraan usaha, pengelolaan ekonomi rumah tangga, serta kepemimpinan yang efektif di tingkat kelompok.

Menariknya, pelatihan tahun ini diikuti oleh banyak peserta muda dari generasi milenial. Jamaluddin melihat hal ini sebagai sinyal positif bahwa regenerasi di sektor pertanian mulai berjalan.

Ia pun berharap Pasangkayu ke depan semakin dikenal sebagai wilayah dengan kelembagaan petani sawit yang solid dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Salah satu hal yang mendapat perhatian khusus adalah tingginya partisipasi perempuan dalam pelatihan ini.

Jamaluddin menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan kaum perempuan, terutama dalam peran-peran penting seperti pengelolaan keuangan kelembagaan.

Dengan gaya berseloroh, ia mengatakan bahwa jika ingin keuangan kelompok aman, serahkan saja kepada ibu-ibu petani yang dikenal lebih teliti.

Sementara itu, Ketua Panitia, Yuli Nurnaningsih menjelaskan, pelatihan ini dirancang dengan pendekatan seimbang antara teori dan praktik.

Sekitar 30 hingga 40 persen materi disampaikan dalam bentuk teori di kelas, sementara 60 hingga 70 persen sisanya berupa praktik lapangan, termasuk simulasi identifikasi kelembagaan dan praktik kerja lapangan (PKL) di Kelompok Tani Jaya Mandiri, Pasangkayu.

Materi yang diberikan mencakup dua kelompok utama, yakni materi inti yang berkaitan langsung dengan peningkatan kompetensi kerja, serta materi penunjang untuk memperkaya pemahaman peserta.

Selama pelatihan, para peserta juga akan mendapatkan pendampingan dari narasumber yang berasal dari Dinas Perkebunan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Widyaiswara BBPP Batangkaluku sendiri.

Evaluasi terhadap peserta dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Di akhir pelatihan, peserta akan melalui penilaian komprehensif yang menjadi bagian dari indikator kelulusan.

Dengan pelatihan ini, BBPP Batangkaluku berharap lahirnya petani-petani sawit yang tidak hanya tangguh secara teknis, tetapi juga memiliki visi kelembagaan dan keberlanjutan usaha tani yang kuat.

Pemerintah berharap kegiatan ini menjadi pemicu perubahan positif dalam tata kelola pertanian sawit di Pasangkayu, serta menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

(Red)

Rabu, 09 Juli 2025

Pemkab Soppeng Dorong Kepatuhan RUP dan Penggunaan Produk Dalam Negeri


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Kabupaten Soppeng, Drs. Andi Muhammad Surahman, M.Si., secara resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) tentang penguatan pengelolaan Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun Anggaran 2025, Rabu (9/7/2025).

FGD yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng ini diikuti oleh 120 peserta, terdiri dari admin dan operator SiRUP dari seluruh perangkat daerah di Kabupaten Soppeng.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Nomor 11 Tahun 2021 dan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang percepatan peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Soppeng, Muhammad Ihsan, S.STP., M.Si., CPSp., selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan pentingnya pemahaman yang mendalam tentang kriteria dan persyaratan dalam RUP untuk meminimalisir kendala dalam proses pengadaan barang/jasa.

“Dengan pemahaman yang sama, kita dapat memastikan proses pengadaan berjalan on the track sesuai aturan dan mendukung kebijakan pemerintah dalam penggunaan produk dalam negeri, khususnya untuk memberdayakan UMKM,” ujarnya.

FGD ini bertujuan untuk mengonsolidasikan pengelolaan RUP TA 2025 dan mengevaluasi penyusunan paket kegiatan yang akan diumumkan di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP_LKPP). Muhammad Ihsan melaporkan bahwa hingga 31 Maret 2025, input RUP telah mencapai 100%, merupakan salah satu pencapaian penting dalam penilaian MCSP KPK Tahun 2025.

Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Drs. Andi Muhammad Surahman, M.Si., yang mewakili Bupati Soppeng dalam sambutannya, menekankan pentingnya peran aktif seluruh pihak dalam pengelolaan RUP.

“Input RUP bukan hanya tanggung jawab admin dan operator SiRUP, tetapi juga PA/KPA yang harus memonitor dan mendampingi prosesnya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap batas waktu pengumuman RUP paling lambat 31 Maret, sesuai Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Nomor 11 Tahun 2021 dan pedoman dari KPK.

Andi Muhammad Surahman juga menyoroti 10 paket strategis pembangunan infrastruktur dan ekonomi yang tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Soppeng Nomor 198/V/2025. Ia berharap perangkat daerah terkait segera mengumumkan RUP-nya agar proses pengadaan dapat segera dimulai.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya memperhatikan penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dan produk UMKM dalam setiap pengadaan, sesuai Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2025. Ia pun mendorong Tim P3DN Kabupaten Soppeng untuk lebih aktif dalam monitoring dan pengawasan PDN.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan integritas pengadaan barang/jasa di Kabupaten Soppeng, sejalan dengan visi Kabupaten Soppeng yang berdaya saing berbasis agropolitan.

FGD ini dihadiri oleh para Kepala SKPD, Kabag Setda, Camat, serta admin dan operator SiRUP.

(Silviana)

Selasa, 08 Juli 2025

BP3MI Sulsel dan Pemkab Soppeng Sinergi Lindungi Pekerja Migran


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Balai Pelayanan, Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Sulawesi Selatan (BP3MI Sulsel) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng menggelar sosialisasi bertajuk “Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI)”.

Acara yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng ini dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai kalangan masyarakat, sebagai bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran akan pentingnya prosedur aman dan legal bagi calon PMI. Rabu (8/7/2025).

Kepala BP3MI Sulsel, Dharma Saputra, dalam laporannya menegaskan pentingnya mengikuti prosedur resmi di setiap tahap keberangkatan PMI.

“Memahami regulasi dan mekanisme yang berlaku sangat krusial agar para pekerja migran terhindar dari praktik ilegal yang merugikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kamaluddin, Staf Khusus Menteri Bidang Reformasi Birokrasi dan Penguatan Pelayanan Publik KemenP2MI, menyampaikan sambutan mewakili Menteri P2MI.

Ia menekankan komitmen pemerintah pusat dalam melindungi PMI melalui jalur resmi dan mendorong pemanfaatan Sistem Informasi dan Koordinasi P2MI Terintegrasi (SIKOP2MI) untuk memastikan setiap PMI terdaftar dan terlindungi.

Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, turut memberikan sambutan dan mengapresiasi terselenggaranya sosialisasi ini.

Ia menegaskan dukungan Pemkab Soppeng dalam perlindungan PMI dan menjelaskan pentingnya perubahan istilah dari “Tenaga Kerja Indonesia” menjadi “Pekerja Migran Indonesia” sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka.

Selle juga mengajak pemerintah Desa untuk aktif memetakan potensi PMI dan berkoordinasi dengan BP3MI agar proses rekrutmen dan penempatan berjalan sesuai prosedur.

Ia menambahkan, “Budaya ‘passompe’ atau merantau yang telah lama menjadi tradisi masyarakat Soppeng harus tetap dilakukan secara aman dan sesuai regulasi.”

Pemkab Soppeng berkomitmen mempermudah proses pengurusan berkas bagi warga yang ingin bekerja di luar negeri secara prosedural.

Rencana pembentukan lembaga khusus yang bertugas mengatur dan merekrut PMI di Soppeng, baik dari BUMD maupun sektor swasta, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung perlindungan pekerja migran.

Acara ini juga dihadiri berbagai perwakilan dari DPRD, dinas terkait, kepala desa, LSM, perusahaan penempatan PMI, akademisi, serta keluarga PMI purna, mencerminkan upaya komprehensif menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang berkaitan dengan isu PMI.

Balai Pelayanan, Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Sulawesi Selatan (BP3MI Sulsel) adalah lembaga pemerintah yang berkomitmen melindungi hak dan keselamatan para Pekerja Migran Indonesia dengan menyediakan layanan penempatan dan perlindungan yang aman, legal, dan terpercaya.

(Silviana)

KTNA dan Kementan Kolaborasi Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Rembug Madya


Gowa, Teropongsulawesi.com, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku memfasilitasi pelaksanaan Rembug Madya Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Sulawesi Selatan, yang dilangsungkan di Aula Syekh Yusuf BBPP Batangkaluku, Selasa-Rabu (7-8 Juli 2025).

Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk menyatukan visi para petani dan nelayan dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam pernyataannya kembali menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Perlunya sinergi untuk pembangunan pertanian. Tanpa Anda sekalian, kami tidak bisa melakukan apa-apa. Kita harus kuat bersama dan menjadi lumbung pangan dunia,” tegasnya.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyebut penguatan kelembagaan dan inovasi teknologi sebagai kunci transformasi sektor pertanian.

“Pertanian ke depan harus tangguh, modern, dan berdaya saing,” katanya.

Rembug Madya KTNA tahun ini mengusung tema “Penguatan Kelembagaan KTNA Menuju Kemandirian Petani dan Nelayan” dan diikuti oleh 65 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel.

Ketua KTNA Sulsel, Muhammad Yunus, mengajak seluruh pengurus dan pembina KTNA untuk aktif membangun koordinasi dan berbagi pengetahuan ke daerah-daerah lain.

“Mari berkolaborasi dan saling menyebarkan informasi yang bermanfaat,” ajaknya.

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani, menambahkan bahwa KTNA memiliki posisi strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Ia juga mendorong keterlibatan generasi muda melalui program Brigade Pangan.

“Kami ingin anak muda tertarik bertani. Pemerintah siap fasilitasi,” ungkap Jamaluddin.

Dengan adanya kegiatan ini, KTNA Sulsel diharapkan semakin solid dalam memperkuat kelembagaan petani serta menjadi motor penggerak pembangunan pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.

(Red)

Minggu, 06 Juli 2025

Momentum Hari Asyura, Bupati Soppeng: Mari Tingkatkan Kepedulian Sosial


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam suasana penuh kekhidmatan, Pemerintah Kabupaten Soppeng memperingati Hari Asyura 10 Muharram 1447 H yang jatuh pada Ahad, 6 Juli 2025.

Kegiatan dzikir, tausiah, dan doa bersama tersebut digelar di Masjid Agung Darussalam Watansoppeng, dan dihadiri langsung oleh Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, serta Wakil Bupati Soppeng.

Acara yang diselenggarakan oleh TP PKK Kabupaten Soppeng melalui Pokja I, bekerja sama dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda, diawali dengan pembagian bubur Asyura kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan shalat berjamaah, dzikir, dan tausiah oleh Al Ustadz KM. Sulaiman, S.Pd.I, Pimpinan Pondok Pesantren Perguruan Islam Ganra.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum bulan Muharram sebagai ajang untuk memperkuat nilai spiritual dan kepedulian sosial.

“Bulan Muharram adalah bulan istimewa. Mari kita manfaatkan momen ini untuk memperbaiki diri, menjauhi perpecahan, dan meningkatkan kepedulian, terutama kepada anak yatim dan kaum dhuafa,” ujar Bupati.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Daerah dalam terus menjalankan program sosial demi meningkatkan kesejahteraan warga, sembari mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan menjaga keamanan wilayah.

Turut hadir dalam acara ini unsur Forkopimda, Ketua DPRD, Ketua Pengadilan Negeri dan Agama, Pj. Sekda, Ketua TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, para Camat, pimpinan SKPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pengurus majelis taklim dan pondok pesantren se-Kabupaten Soppeng.

Agar seluruh lapisan masyarakat dapat ikut serta, acara ini juga disiarkan secara langsung melalui platform media sosial oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Soppeng.

Peringatan Hari Asyura ini diharapkan mampu menjadi pengingat pentingnya nilai keimanan, ketakwaan, serta semangat kebersamaan yang menjadi fondasi dalam membangun daerah yang sejahtera dan harmonis.

(Red)

Sabtu, 05 Juli 2025

Pelantikan Kelompok Kerja dan Pengukuhan Bunda PAUD di Kabupaten Soppeng Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng kembali menegaskan komitmennya terhadap pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui pelantikan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD serta pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan dan Desa/Kelurahan se-Kabupaten Soppeng. 

Acara yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi pendidikan dan karakter anak sejak dini. Sabtu (5/7/2025). 

Ketua Bunda PAUD Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, menegaskan bahwa PAUD bukan sekadar tahap awal pendidikan, melainkan landasan utama dalam membentuk karakter dan potensi anak. 

“Bunda PAUD bukan hanya gelar, tapi tugas mulia untuk memastikan anak-anak kita mendapat awal kehidupan yang penuh kasih, aman, dan bermakna,” ujarnya penuh haru. 

Ia menekankan pentingnya dedikasi, empati, dan kerja sama dalam menjalankan peran ini.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, juga menekankan pentingnya masa usia dini sebagai periode emas perkembangan anak. “80% pertumbuhan otak terjadi pada masa 0-8 tahun, sehingga peran Bunda PAUD menjadi sangat strategis dalam membentuk generasi unggul,” katanya. 

Bupati juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung program ini dengan sepenuh hati karena PAUD merupakan fondasi peradaban dan masa depan Soppeng. 

Ia mendorong Pokja dan Bunda PAUD yang baru dikukuhkan agar aktif berinovasi dan bersinergi dengan pemangku kepentingan demi pemerataan layanan PAUD yang berkualitas.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh Pejabat Sekda, para Kepala SKPD, Camat, Kepala Desa, dan Lurah. 

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen tinggi, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimis pelantikan ini akan menjadi titik awal penguatan sistem PAUD yang mampu mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat global.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di semua jenjang, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini, sebagai bagian dari upaya membangun generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing.

Melalui berbagai program dan kolaborasi dengan berbagai pihak, pemerintah daerah terus berupaya mewujudkan layanan pendidikan yang merata dan berkualitas.

(Silviana)

Arziqy dan Tim Sabet Medali Emas Kata Beregu di Sandeq Open Karate Championship 2025 di Polman


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Muh Arziqy Herdi Pratama, atlet karate muda asal Kabupaten Soppeng, kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang Sandeq Open Karate Championship 2025 yang berlangsung di Gedung Gadis, Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada 4–5 Juli 2025.

Kejuaraan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai perguruan karate se-Sulawesi ini menjadi panggung pembuktian bagi Arziqy yang turun di beberapa nomor sekaligus: Kumite, Kata Beregu, dan Kata Perorangan.

Putra pertama dari pasangan Capt. Muh. Ferdinan, M.MAR dan Sri Herawati Abubakar, SS, ini berhasil menyabet medali emas pada kategori Kumite kelas -45 kg. Tidak hanya itu, di nomor Kata Beregu Pemula, Arziqy bersama timnya juga sukses meraih emas, menunjukkan kekompakan dan teknik yang matang dalam gerakan.

Sementara itu, di nomor Kata Perorangan kelas Pemula, Arziqy yang merupakan atlet dari perguruan Karate Gojukai (sabuk coklat Kyu 1) harus puas membawa pulang medali perunggu, setelah bersaing ketat dengan atlet-atlet unggulan lainnya.

Alumni SDN 1 Lamappoloware yang akan melanjutkan pendidikannya di SMP Atira Kota Makassar ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan selama ini oleh pelatih dan keluarganya.

"Terima kasih kepada seluruh pelatih Simpai dan Shihan yang telah membina dan melatih saya hingga bisa meraih apa yang menjadi cita-cita saya sebagai atlet.

"Juga untuk kedua orang tua dan keluarga saya yang selalu mendukung dan memberikan semangat".

"Ini adalah bentuk persembahan kami untuk Kabupaten Soppeng dan perguruan Karate Gojukai," ungkap Arziqy dengan penuh rasa bangga.

Prestasi ini bukan yang pertama bagi Arziqy. Dalam berbagai kejuaraan sebelumnya, ia kerap menyumbangkan medali untuk timnya, berkat kegigihan berlatih, baik di dojo maupun secara mandiri di rumah dan tempat latihan khusus.

Sementara itu, sang ibu, Sri Herawati, yang hadir menyaksikan langsung setiap pertandingan, turut mengungkapkan rasa syukur dan harapannya.

"Alhamdulillah, kami bangga dengan pencapaian Arziqy. Semoga ini menjadi awal dari prestasi-prestasi berikutnya dan menjadi motivasi untuk terus berkembang di dunia olahraga, khususnya karate," tuturnya.

(Red/*)

Penerapan 7 Kebiasaan Anak di SDN 3 Lemba Raih Penghargaan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SD Negeri 3 Lemba Kabupaten Soppeng. Dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025 beberapa bulan yang lalu, sekolah ini menerima penghargaan dari Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen RI pada ajang nasional "Cerita Penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat". Sabtu (5/7/2025). 


Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan SDN 3 Lemba dalam menerapkan dan membudayakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yaitu: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, hingga tidur cepat.

Yang lebih membanggakan lagi, Ayuki Syabila T, siswi kelas 4B SDN 3 Lemba, dipercaya menjadi salah satu perwakilan anak-anak Indonesia hebat untuk menceritakan pengalaman dan kebiasaan baiknya dari seluruh penjuru Nusantara. 

Dalam sesi ceritanya, Ayuki dengan percaya diri menyampaikan bagaimana kebiasaan disiplin dan tanggung jawab ia jalankan setiap hari di sekolah maupun di rumah.

"Saya bangga bisa mewakili teman-teman untuk berbagi cerita. Semoga bisa menjadi contoh bagi anak-anak lain," ujar Ayuki dengan penuh semangat.

Kepala SDN 3 Lemba, Falmunadi, S.Pd, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kepercayaan serta penghargaan yang diterima. “Ini bukan hanya penghargaan untuk sekolah, tetapi juga untuk seluruh siswa, guru, dan orang tua yang mendukung gerakan pembiasaan karakter ini,” ungkapnya.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter yang ditanamkan sejak dini mampu membentuk anak-anak yang hebat, percaya diri, dan berdaya saing tinggi. SD Negeri 3 Lemba terus berkomitmen untuk mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berakhlak mulia.

(Red/*) 
© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved