Pendidikan -->

Sabtu, 24 September 2022

KPSK Gelar Pentas Seni dan Festival Budaya Asal Mula Benang Sutera Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.com,-Wakil Bupati Soppeng Ir H Lutfi Halide, MP menghadiri pembukaan festival Abbatireng’ na Wennang Sabbe yang dilangsungkan di Lapangan Gasis Kabupaten Soppeng, Jumat malam (23/9/2022).

Kegiatan yang digelar oleh Komunitas Pekerja Seni Kreatif (KPSK) Bumi Latemmamala Soppeng ini juga turut dihadiri Ketua DPRD kabupaten Soppeng Syaharuddin Adam, Para Anggota Forkopimda Kabupaten Soppeng, Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten soppeng, Andi Sumangerukka, Kepala dinas pariwisata, Kepemudaan dan olahraga kabupaten soppeng Andi Nurlina, kepala dinas perdagangan, perindustrian koperasi dan usaha kecil menengah kabupaten soppeng Andi Agus Salim dan para kepala sekolah/ guru serta para pelaku usaha UMKM Soppeng.


Ketua panitia pelaksana Abd. Rahman, S.Pd menjelaskan bahwa Latar belakang terbentuknya acara ini sebagai rasa keprihatinan kami terhadap produk sutera yang lebih di angkat dan terkenal di kabupaten tetangga sedangkan di wilayah atau asal muasal benang sutera itu terlupakan, jelasnya.

Dikatakannya, "Tujuan kegiatan ini yakni mengangkat sisi sutera dari sisi budaya agar tidak dapat di tiru dari pihak mana pun.

Sementara inti pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai wadah berkreasi bagi para pelaku seni yang ada di Kabupaten Soppeng, terang Rahman.

Dirinya menyebut bahwa, "Kegiatan ini diselenggarakan selama 2 hari yaitu hari ini 23/9 dan besok 24 September 2022, karena ada beberapa item kegiatan yang dilakukan yaitu pementasan sanggar seni yang ada di kabupaten soppeng dan ada beberapa undangan dari luar kabupaten soppeng, Katanya.

"Tak hanya itu, Pameran lokal produk sutera, permainan rakyat yang pesertanya adalah siswa siswi dari sekolah dasar, serta tarian massal yang di peragakan oleh siswa siswi tingkat SMP, kata Ketua Panitia.


Wakil Bupati Soppeng Ir. H. Lutfi Halide, MP dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara festival Abbatireng’na Wennang Sabbe mengatakan bahwa,"Festival Abbatirenna Wenna Sabbe (dalam Bahasa Indonesia, Asal Mula Benang Sutera) yang dilaksanakan oleh Komunitas Pekerja Seni Kreatif (KPSK) La Temmamala Kabupaten Soppeng ini adalah kreativitas yang luar biasa dalam bentuk pelestarian budaya sebagai penguatan karakter generasi muda, yang juga membawa nuansa hiburan masyarakat.

"Artinya kegiatan ini merupakan ‘ruang’ atau ‘panggung’ untuk menunjukkan upaya pelestarian budaya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, di mana Soppeng pernah sangat tersohor karena merupakan kabupaten penghasil benang sutera di masa lalu, tutur Wabup yang akrab di sapa LHD ini.

Kata Wabup, "Atas nama Pemerintah Kabupaten Soppeng menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi atas bantuannya kepada KPSK La Temmamala melalui Program Fasilitasi Bidang Kebudayaan untuk menyelenggarakan festival ini.


"Kemudian atas nama Pemerintah Kabupaten Soppeng juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Komunitas Pekerja Seni Kreatif (KPSK) La Temmamala Kabupaten Soppeng bersama seluruh Panitia atas penyelenggaraan Festival ini.

Selain itu, "Kami juga mengajak seluruh pecinta seni budaya dan kelompok seni budaya yang turut ambil bagian pada festival ini untuk dapat mempersembahkan penampilan terbaik di hadapan masyarakat kita, pungkas Wabup Lutfi Halide.

(Red/Issan)

Rabu, 14 September 2022

Edukasi Anak Tentang Alam dan Lingkungan, Sejumlah Murid Belajar Pertanian di BBPP Batangkaluku



Gowa, Teropongsulawesi.com,-Puluhan murid Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Fikri Makassar melakukan kunjungan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Gowa. Rabu. 14/09.

Sebanyak 77 Murid-Murid kelas I dan III ini terlihat gembira berlari kesana kemari melihat tanaman yang berjejer di jalan masuk BBPP Batangkaluku seakan menyambut mereka.

Bermain sambil belajar mengenai tanaman menjadikan murid cepat mengerti jenis tanaman yang di jelaskan pendamping BBPP Batangkaluku.

Tema pembelajaran kali ini menyangkut pengenalan berbagai macam jenis sayuran seperti sayur Pakcoy sayuran Hijau yang Kaya Manfaat, memanen sawi, kacang panjang serta murid-murid juga menanam jagung secara langsung di lahan BBPP Batangkaluku.

Guru pendamping Sumarni mengatakan Kegiatan ini sudah direncanakan jauh sehari sebelumnya, namun bisa terlaksana sekarang, terangnya.

"Salah tujuan kegiatan ini adalah untuk memupuk sejak dini kecintaan terhadap pertanian, karena mengenalkan dan mengedukasi anak tentang alam juga penting, tandasnya.

“Selain itu kunjungan ini juga bertujuan agar murid-murid lebih mengenal alam lingkungan sekitar mereka.

"Khususnya, pertanian mengenalkan mereka sejak dini, karena masih banyak murid belum mengerti mengenai jenis tanaman sayur dan buah,” jelas Sumarni.

Dirinya berharap kedepannya agar murid-murid bisa mencintai dan melindungi tanaman, ungkapnya.


Sementara itu, Resky Yulianti Widyaiswara BBPP Batangkaluku mengatakan, " Pengenalan dan edukasi pertanian memang sebaiknya diterapkan sejak dini, sehingga memunculkan kecintaan anak - anak terhadap pertanian,mengingat mereka adalah generasi penerus pembangunan pertanian, tukasnya.

“Kegiatan menanam langsung seperti ini akan mengajarkan banyak hal serta membentuk karakter penting pada anak mulai dari kedisiplinan, kesabaran, hingga bagaimana kita harus kerja keras untuk menghasilkan sesuatu yang diharapkan” ungkap Rezky.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong materi pertanian ditanamkan sejak dini kepada masyarakat. Ia ingin materi pertanian masuk dalam pelajaran di sekolah.

Ia menilai memperkenalkan pertanian kepada siswa akan mendukung program ketahanan pangan pemerintah di masa depan.

"Pengetahuan tentang pertanian bisa menjadi skill bagi anak-anak, bukan hanya hidupnya tapi juga masa depannya," kata Syahrul.

Senada dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi menjelaskan, seluruh kegiatan pendidikan, pelatihan dan penyuluhan akan mendukung penumbuhan pertanian milenial, salah satunya pertanian masuk sekolah.

(tim humas bbpp-bk/AL-Ilhm)

Sabtu, 10 September 2022

Hadiri Dies Natalis Unhas ke 66, Mentan SYL Ajak Unhas Jadi Pilar Pertanian


Makassar, Teropongsulawesi.com,-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meminta perguruan tinggi untuk ikut merespons persoalan pangan yang menjadi krisis dalam beberapa waktu terakhir. 

Mentan SYL mengatakan, perguruan tinggi mesti menciptakan ekosistem bagi tumbuhnya kreativitas dan inovasi, ikut mendorong percepatan hilirisasi pertanian.

Hal itu diungkapkan saat melakukan orasi ilmiah di acara Dies Natalis Universitas Hasanuddin (Unhas) ke-66 dengan judul Menjaga Kekuatan Nalar dan Gengsi Kultural, Mewujudkan Unhas di Kawasan Timur Indonesia (KTI) Menjadi Pilar Menuju Indonesia Maju, Mandiri dan Modern di Tengah Krisis Global yang dilangsungkan mulai pukul 09.00 Wita di Gedung Baruga A.P. Pettarani, Kampus Tamalanrea, Makassar, dan terhubung secara daring melalui zoom meeting dan youtobe Unhas, Sabtu (10/09)..

Dalam kesempatan itu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan bahwa nalar merupakan basis kekuatan sebuah perguruan tinggi termasuk Universitas hasanuddin. 

"Perguruan tinggi seperti Unhas diisi oleh insan akademik yang berkualifikasi tinggi. 

"Kekuatan nalar bermakna sebagai kekuatan untuk melihat suatu realitas dalam basis kebenaran ilmiah. 

"Kebenaran ini menurut SYL adalah kaidah koherensi, korespondensi dan pragmatis,. katanya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa, "Salah satu tanggungjawab perguruan tinggi adalah membangun dan menghasilkan benih nalar yang paripurna. 

"Nalar yang paripurna hadir dari hati yang bersih dan memiliki idealisme kuat dan mendasar. 

"Perguruan tinggi harus menjadi pengemudi yang menumbuhkan visi dan misi sosial sebagai landasan kehidupan masyarakat.

Selain kemampuan nalar, SYL juga menekankan pada penguatan kebudayaan. 

Ia menjelaskan, masyarakat Sulsel yang merupakan lingkungan terdekat Unhas memiliki sistem nilai dan norma atau karakter budaya yang menjadikannya disegani oleh suku bangsa lain di Indonesia, bahkan dunia. 

Pada tantangan yang semakin berat, SYL menyakini Unhas mampu tampil membangkitkan kekuatan nalar dan gengsi kultural sebagai landasan menuju Indonesia maju, mandiri dan modern guna menjawab tantangan global.

"Unhas sebagai perguruan tinggi pada kawasan timur Indonesia telah menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang terbukti mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas dengan bingkai akademi intelektual mumpuni. 

"Unhas juga telah berkiprah melahirkan sosok yang mempunyai kemampuan berkiprah memajukan ekonomi dan menata politik kebangsaan," jelas SYL.

Menurutnya, banyak SDM pada kawasan timur Indonesia yang mampu mengisi posisi strategi nasional. 

"Hal ini terlihat dari memimpinnya di lembaga tinggi negara, bahkan menteri hingga presiden dan wakil presiden. 

"Dengan berbagai potensi akademik, inovasi dan infrastruktur yang dimiliki, Unhas sebagai pendidikan tinggi terkemuka mampu mewarnai KTI menjadi salah satu penopang utama pembangunan nasional wilayah timur, sebut SYL.

Mentan SYL menegaskan bahwa, "Dalam menghadapi krisis global yang berdampak langsung pada pangan, telah melakukan sejumlah mitigasi dan beberapa bentuk upaya guna mengurangi bahkan menghapus kemungkinan kerugian yang akan terjadi akibat krisis.

"Salah satunya terus mendorong tumbuhnya peningkatan kemampuan adaptasi staf Kementan dan masyarakat luas, terutama petani, agar adaptif dengan perubahan lingkungan yang ada.

"Untuk itu pendekatan yang saya gunakan adalah melalui penguatan jejaring kerja (network,- red) dan kolaborasi. 

"Penguatan jejaring kerja (network) dengan pemangku kepentingan, melibatkan semua komponen antara lain pemerintah daerah, swasta, BUMN, UMKM, pelaku usaha pangan dan pertanian lainnya bahkan lembaga pembiayaan dan lembaga pendidikan untuk penguatan ekosistem pangan dan pertanian," katanya.

"Oleh karena itu, penting kita dorong perguruan tinggi untuk membentuk Badan Usaha Pertanian Kampus. 

"Badan usaha ini diharapkan dapat memperpendek rantai pasok komoditi pangan sekaligus instrumen penguatan ekosistem pangan dan pertanian. 

"Program KUR akan menjadi pilihan bagi badan-badan ini untuk permodalannya," tuturnya.

Mentan SYL menuturkan ke depan tantangan pembangunan pertanian makin besar, sebab sudah terjadi di berbagai negara, yakni terjadi kenaikan harga energi, pupuk, gangguan iklim global dan kebijakan pembatasan ekspor negara eksportir makin meningkatkan risiko tersebut. 

"Hal itu untuk mengantisipasi agar ancaman krisis pangan tidak terjadi di Indonesia, tandasnya.

Ditempat terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa dalam kondisi apapun pertanian tidak boleh bermasalah, pertanian tidak boleh berhenti, katanya.

"Oleh sebab itu, petani dan penyuluh selalu turun ke lapangan untuk memastikan produksi pertanian bisa tetap berjalan.

"Penyedia sentral pangan telah melakukan restriksi, beberapa negara mengalami inflasi dan harga beberapa komoditas pangan yang melejit.

"Tidak itu saja, tingkat inflasi luar biasa. Kondisi saat ini menuntut kerja yang luar biasa," ujar Dedi.

"Kita harapkan dapat saling bersinergi dengan konsep pentahelix atau multipihak, termasuk perguruan tinggi, badan atau pelaku usaha, pemerintah, akademisi, serta masyarakat, dalam menciptakan lumbung pangan baru dan mencapai ketahanan pangan nasional, Pungkas Dedi. 

Penta helix merupakan perluasan dari strategi triple helix dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat maupun lembaga-lembaga non profit dalam rangka mewujudkan inovasi. 

Melalui kolaborasi sinergis tersebut diharapkan terwujud suatu inovasi yang didukung oleh berbagai sumberdaya yang berinteraksi secara sinergis.

(Tim humas bbpp-bk/ Ilham. AL)

Rabu, 08 Juni 2022

Demi Mengikuti Ujian Sekolah, Siswa SD Harus Berangkat Dini Hari Dengan Sebilah Parang Untuk Sampai Ke Sekolah



Lerang, (Desa Tapong), Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, Teropongsulawesi.com,-


Kisah seorang anak Sekolah Dasar yang menempuh perjalanan selama 5 jam untuk sampai ke sekolah mengikuti Ujian Sekolah dengan berjalan kaki.


Anak ini tinggal di lereng gunung camara' yang terletak jauh di atas dari tempat mereka bersekolah.


Siswa ini bersekolah di SD Inpres 5/81 Tapong, Desa Tapong, kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.


Anak ini bersama ke 3 saudara (i) berangkat dari rumah ke sekolah dari jam 2 dini hari dan paling lambat jam 3 dini hari untuk sampai ke sekolah jam 7 pagi.


Nama dari ke empat bersaudara (i) ini yakni, kamriani, Gulman, Yudding dan adiknya Nur Sabbi, inilah keempat bersaudara yang tinggal di lereng gunung Camara'.


Keempat anak ini adalah anak dari pasangan bapak Kure' dengan ibu Upe', yang menempuh perjalanan jauh selama 5 jam untuk sampai ke sekolah tempat nya menuntut ilmu.

Yudding Ketika di Wawancarai Gurunya


Ketika di tanya Yudding menyampaikan bahwasanya jarak dari sekolah itu harus menempuh perjalanan jauh selama kurang lebih 5 jam untuk sampai ke sekolah. Pungkas Abdul Rahman saat dikonfirmasi oleh Ismail di kediaman nya di Abbarangnge.


Abdul Rahman juga membenarkan bahwasanya anak itu membawa parang ke sekolah dikarenakan untuk berjaga-jaga didalam perjalanan dari rumah ke sekolah sebab sering nya ditemui ular piton ditengah perjalanan, Pungkasnya.


Terakhir Abdul Rahman menyatakan anak ini menempuh perjalanan kurang lebih 7-8 jam pulang pergi setiap harinya untuk ke sekolah dari rumah nya, ujarnya.

(Ismail)

Selasa, 25 Mei 2021

Pelatihan Dasar Adalah Wajib Bagi ASN Fungsional Penyuluh Pertanian

Para peserta pelatihan di BBPP Batangkaluku (Foto Istimewa)

Gowa (Sulsel), Teropongsulawesi.com,-Sebanyak 53 orang peserta yang berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Maluku mengikuti pelatihan Fungsional Alih Kelompok dan Pelatihan Fungsional Dasar bagi Penyuluh Pertanian Ahli yang dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku mulai Senin tanggal 24 hingga 7 Juli 2021. Selasa. 25/05.

Pelatihan ini adalah upaya mempercepat terwujudnya SDM yang professional dan kompeten dilakukan melalui kegiatan pelatihan terstruktur dan terprogram. Untuk menjamin mutu penyuluh dan peningkatan profesionalisme demi mencapai tujuan pertanian tersebut maka dibutuhkan sosok penyuluh yang pintar, gesit, dan cerdas, karena problem sektor ini makin kompleks. “Jadilah penyuluh yang luar biasa karena tugas penyuluh dalam peningkatan produksi bukan tugas yang biasa” ujar Dedi Nursyamsi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).



Fitriani, Koordinator Program dan Evaluasi menjelaskan bahwa pelatihan ini wajib sebagai ASN yang menduduki jabatan fungsional penyuluh pertanian. Saat ini penyuluh dituntut untuk bekerja lebih professional, kreatif, inovatif, dan responsif. Artinya di lapangan nanti penyuluh mampu memecahkan permasalahan di lapangan sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki.

Baik itu dari segi pengetahuan, teknologi, metodologi hingga substansi teknis sesuai dengan potensi wilayahnya masing-masing.

Tuntutan penyuluh selanjutnya yaitu meneruskan program – program Kementerian Pertanian hingga program unggulan BPPSDMP demi peningkatan produksi. Penyuluhpun harus mengikuti perkembangan teknologi di era 4.0 sehingga menjadi penyuluh yang milenial, bukan lagi kolonial.

Hal ini senada kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, bahwa saat ini generasi muda/milenial adalah penentu kemajuan pembangunan pertanian dengan kemampuannya untuk membuat perubahan serta mengadopsi inovasi dan teknologi baru. Kita meyakini tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada pundak mereka.

Tidak lupa juga beliau terus menghimbau untuk seluruh peserta untuk tetap melaksanakan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 walaupun beberapa dari kita telah divaksin.

"Vaksin ini merupakan salah satu upaya kita untuk memutus rantai penyebarannya tapi tetap ingat 3M yaitu Menjaga Jarak/Jauhi Kerumunan, Mencuci tangan dan Menggunakan Masker selama berada di lingkungan BBPP Batangkaluku, tutup koordinator program dan kerjasama", jelas Fitriani. (Al Aziz / Yuli N)

Sabtu, 01 Mei 2021

Gelar Penyebarluasan Perda Wajib Belajar, Andi Nurhidayati Undang Penyuluh Agama dan Guru


Legislator PPP Sulsel Andi Nurhidayati saat menggelar Sosialisasi Perda No 2/2017 tentang wajib belajar pendidikan menengah (Foto Istimewa)

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com., - Anggota DPRD Sulsel Fraksi PPP, Andi Nurhidayati Zainuddin menggelar Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Wajib Belajar Pendidikan Menengah di Kelurahan Lalabata Rilau Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng, Sabtu (1/5/2021).

Kegiatan sosialiassi yang dihadiri ratusan penyuluh agama dan guru dari berbagai sekolah mengundang Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Soppeng, Nur Alim dan Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Soppeng, H. Andi Muhammad Darwis dan dimoderatori Ridwan Majid (ASN).

"Kehadiran perda ini merupakan salah satu usaha pemerintah agar generasi muda kita mendapatkan pendidikan yang layak, minimal harus menamatkan sekolah hingga SMA sederajat," ujar Andi Nurhidayati.

Andi Etti sapaannya mengungkapkan, kehadiran penyuluh agama sebagai garda terdepan di tengah-tengah masyarakat sebagai aktor sosial sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan.

"Pada kesempatan ini sengaja Kami mengundang penyuluh agama untuk hadir agar perda ini nantinya dapat disebarluaskan kepada masyarakat. Harapan Kami dalam kegiatan kepenyuluhannya, persoalan pendidikan menjadi poin penting yang disampaikan kepada masyarakat," jelas Waki Ketua Komisi B DPRD Sulsel.

"Perda wajib belajar pendidikan menengah merupakan usaha dalam rangka meningkatkan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan minimal sampai pada jenjang pendidikan menengah," tegas Ketua IGI Kabupaten Soppeng, Nur Alim. (Red/Ismail).

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved