Pendidikan -->

Minggu, 27 September 2026

GEN SIGAP 2026 di Soppeng, 10 SD Adu Keterampilan dan Kepedulian Kemanusiaan


Soppeng, Teropogsulawesi.com, Semangat kemanusiaan, kesiapsiagaan bencana dan kepalangmerahan mewarnai pelaksanaan GEN SIGAP (Generasi Tangguh Siaga Bencana Peduli Sesama) 2026, lomba PMR tingkat Mula SD/MI sederajat se-Kabupaten Soppeng.

Kegiatan yang digelar SMP Perguruan Islam Ganra di Yayasan Perguruan Islam Ganra, Sabtu (26/9/2026), diikuti 10 sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kabupaten Soppeng.

GEN SIGAP 2026 tidak sekadar menjadi ajang perlombaan. Para peserta juga mendapatkan pengalaman edukatif melalui kegiatan yang mengasah pengetahuan, kreativitas, keterampilan, serta kemampuan menghadapi situasi kebencanaan.

Kegiatan tersebut merupakan inisiatif PMR Madya Unit SMP Perguruan Islam Ganra dalam rangka memperingati Hari PMI sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang tangguh, peduli dan memiliki pengetahuan dasar kepalangmerahan.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Ketua PMI Kabupaten Soppeng yang diwakili Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Soppeng, Abdul Aziz Muhammad.

Dalam sambutannya, Abdul Aziz menilai pengenalan nilai kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana perlu dilakukan sejak usia sekolah.

“GEN SIGAP ini menjadi wadah yang sangat baik bagi anak-anak untuk belajar tentang kepalangmerahan, kesiapsiagaan bencana, serta kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya membangun kemampuan berkompetisi, tetapi juga membentuk karakter anak agar memiliki sikap tangguh, sigap dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

GEN SIGAP 2026 dikemas dalam lima cabang perlombaan, yakni Cerdas Cermat PMI, Menggambar, Ular Tangga Kebencanaan, Video Senam Mitigasi Bencana, dan Video Simulasi Bencana.

Sepuluh sekolah yang ambil bagian yakni SDN 261 Watanbelo, SDN 7 Salotungo, SDN 38 Labokong, SDN 211 Attang Benteng, SD Perguruan Islam Ganra, SDN 1 Lamappoloware, SDN 29 Cenrana, SDN 116 Mattanru, SDN 79 Enrekeng, dan SDN 56 Madining.

Kepala SMP Perguruan Islam Ganra, Rosmiati, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak sehingga kegiatan dapat terlaksana.

“Kami sangat bersyukur dan bangga karena GEN SIGAP dapat terlaksana dengan baik. Antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi peserta didik,” katanya.

Rosmiati berharap GEN SIGAP tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi ruang membangun persahabatan, kepedulian dan semangat kemanusiaan antarpelajar.

Sementara itu, Pembina PMR SMP Perguruan Islam Ganra, Muh. Irfan Kadir, S.Pd., Gr., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi.

Menurutnya, perlombaan sengaja dikemas melalui perpaduan edukasi, permainan dan kreativitas agar materi kepalangmerahan serta kebencanaan lebih mudah dipahami anak-anak.

“Harapan kami, setelah mengikuti GEN SIGAP, peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman dari perlombaan, tetapi juga membawa pengetahuan tentang bagaimana menjaga kesehatan, menghadapi bencana dan membantu sesama,” jelasnya.

Persaingan dalam lima cabang lomba berlangsung kompetitif. SDN 7 Salotungo berhasil keluar sebagai Juara Umum GEN SIGAP 2026.

Berikut hasil perlombaan:

Ular Tangga Kebencanaan

SDN 79 Enrekeng
SDN 29 Cenrana
SDN 7 Salotungo

Lomba Menggambar

SDN 1 Lamappoloware — Zafirah Lathifah Falmi
SDN 7 Salotungo — Hikayah Alfi Laila Irfaniyah
SDN 79 Enrekeng — Nadhya Nur Az Zahra

Cerdas Cermat PMI

SDN 1 Lamappoloware
SDN 7 Salotungo
SD Perguruan Islam Ganra

Video Simulasi Bencana

SDN 7 Salotungo
SDN 79 Enrekeng

Video Senam Mitigasi Bencana

SDN 7 Salotungo
SDN 38 Labokong
SDN 1 Lamappoloware

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan PMI Kabupaten Soppeng, BPBD Kabupaten Soppeng, Pemerintah Kecamatan Ganra, Pemerintah Desa Ganra, Pemerintah Desa Belo, Pemerintah Desa Enrekeng, Ketua Yayasan Perguruan Islam Ganra, pembina pondok yayasan, kepala sekolah/madrasah Yayasan Perguruan Islam Ganra, serta kepala sekolah dan guru pendamping peserta.

GEN SIGAP 2026 menjadi bagian dari upaya SMP Perguruan Islam Ganra menanamkan nilai kemanusiaan, kepedulian, kesiapsiagaan dan persahabatan kepada generasi muda.

Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi berbagai unsur ekstrakurikuler SMP Perguruan Islam Ganra, yakni PMR, OSIS, Pramuka, Keagamaan, SRMTC, Drum Corps 41, dan Raga Line Squad.

(Red)

Jumat, 25 September 2026

AMIKAPEDIA 2026, STMIK Amika Soppeng Dorong Mahasiswa Tak Sekadar Jadi Pengguna Teknologi


Soppeng, Teropongsulawesi.com, STMIK Amika Soppeng mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai modal menciptakan inovasi dan membangun usaha.

Pesan tersebut mengemuka dalam Kuliah Umum 2026 bertajuk “AMIKAPEDIA: Preparing Young Technopreneurs for the Digital Future” yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya STMIK Amika Soppeng memperkuat wawasan mahasiswa terkait perkembangan teknologi sekaligus peluang kewirausahaan di tengah transformasi digital.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd., saat memberikan opening speech mengatakan, perkembangan teknologi telah membawa perubahan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia kerja dan bisnis.

Karena itu, kata dia, generasi muda perlu memiliki kemampuan beradaptasi dan meningkatkan kompetensi agar mampu menghadapi persaingan yang semakin terbuka.

“Perkembangan teknologi tidak hanya mengubah cara kita bekerja, tetapi juga menuntut peningkatan kualitas generasi muda agar mampu bersaing secara global,” ujar Nur Alim.

Sementara itu, Ketua Yayasan Nabigh Akademik Prof. Dr. H. Imran Ismail, M.S., dalam keynote speech menyoroti besarnya peluang yang tersedia bagi generasi muda dalam ekosistem digital.

Menurutnya, perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan ekonomi kreatif menjadi bagian penting dari perubahan yang harus dipahami oleh mahasiswa.

Kuliah umum tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembahasan yang lebih aplikatif. Dua narasumber, Nurhidayah Jafar, S.E., M.Ak. dan Chyntia Bella Aprilia, mengajak peserta memahami konsep technopreneurship serta strategi memanfaatkan platform digital dalam membangun dan mengembangkan bisnis.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dan dipandu Subhan Akbar Abbas, S.E., M.M. sebagai moderator. Sementara Firdayani, S.Pd., M.Pd. bertindak sebagai host.

Melalui AMIKAPEDIA 2026, STMIK Amika Soppeng memperkuat komitmennya sebagai “Kampus Technopreneur”.

Konsep tersebut diarahkan untuk membentuk mahasiswa yang memiliki kemampuan teknologi sekaligus keberanian mengembangkan gagasan menjadi inovasi dan peluang usaha.

Di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, mahasiswa diharapkan mampu mengambil posisi sebagai generasi yang adaptif, kreatif, dan produktif dalam memanfaatkan ruang digital.

(Red)

Disdikbud Soppeng Perkuat PAUDHI, 54 Kepala Satuan Ikuti Bimtek


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng memperkuat implementasi Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas pada satuan PAUD.

Kegiatan tersebut dibuka Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd., di TK Negeri Pembina Watansoppeng, Jalan Kayangan, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Jumat (25/9/2026).

Sebanyak 54 peserta dari unsur Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Soppeng mengikuti kegiatan tersebut.

Bimtek berlangsung selama dua hari, 25–26 September 2026, dengan fokus memperkuat peran komunitas belajar (kombel) kepala satuan PAUD dalam penerapan standar layanan anak usia dini.

Dalam arahannya, Nur Alim mengingatkan bahwa pendidikan anak usia dini harus diberikan secara menyeluruh. Menurutnya, layanan PAUD tidak cukup hanya menitikberatkan pada pembelajaran dan perkembangan kognitif anak.

“Penyelenggaraan PAUD harus mencakup pemenuhan hak esensial anak secara menyeluruh, yang meliputi layanan kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, hingga perlindungan melalui 8 indikator PAUDHI,” ujarnya.

Ia meminta kepala satuan PAUD memastikan prinsip tersebut diterapkan dalam pengelolaan satuan pendidikan.

Nur Alim juga menekankan pentingnya optimalisasi komunitas belajar sebagai ruang kolaborasi antarkepala satuan PAUD.

Menurutnya, kombel dapat dimanfaatkan untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi satuan pendidikan, mengevaluasi capaian pemenuhan indikator PAUDHI, serta berbagi praktik baik.

“Komunitas belajar harus menjadi wadah yang efektif untuk berdiskusi, mengevaluasi capaian, dan merumuskan solusi bersama terhadap berbagai tantangan di lapangan,” katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus mengawal peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.

Penguatan tersebut diharapkan mampu mendorong layanan pendidikan anak usia dini yang semakin bermutu, merata, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Melalui Bimtek ini, para peserta diharapkan dapat membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.

Upaya tersebut diharapkan memperkuat terwujudnya layanan PAUD yang mampu mendukung anak-anak Soppeng tumbuh sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia.

(Red)

Jumat, 18 September 2026

UNIPOL Soppeng Perkuat Gerakan Riset, Pendanaan 2026 Jadi Pengungkit Inovasi


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) Soppeng terus memperluas langkahnya dalam membangun perguruan tinggi yang produktif di bidang riset dan inovasi.

Salah satu langkah tersebut ditunjukkan melalui penandatanganan kontrak Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun 2026 yang dihadiri langsung Rektor UNIPOL, Dr. Hj. Andi Adawiah, S.E., M.M., di Kantor LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Tamalanrea, Makassar, Jumat (18/9/2026).

Program pendanaan ini menjadi peluang bagi UNIPOL untuk memperkuat aktivitas penelitian di lingkungan kampus. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong dosen dan peneliti menghasilkan karya yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga memiliki manfaat praktis.

Penandatanganan kontrak tersebut turut dihadiri Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M.(K)., M.MedEd., serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi swasta di Sulawesi Selatan.

Rektor UNIPOL, Dr. Hj. Andi Adawiah, mengatakan pendanaan penelitian harus menjadi pemicu untuk membangun budaya riset yang lebih kuat di lingkungan kampus.

Menurutnya, penelitian tidak cukup hanya menghasilkan dokumen ilmiah. Hasil riset harus memiliki peluang untuk diterapkan dan memberikan kontribusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Penandatanganan kontrak pendanaan riset ini menjadi momentum penting bagi UNIPOL untuk terus memacu budaya inovasi di kalangan civitas akademika. Kami berkomitmen memanfaatkan riset ini agar tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mendorong para dosen agar lebih aktif memanfaatkan skema pendanaan penelitian untuk menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas.

Penguatan tradisi penelitian, lanjutnya, merupakan bagian penting dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia di perguruan tinggi.

“Riset yang dilakukan secara konsisten akan memperkuat kapasitas akademik sekaligus membuka ruang lahirnya inovasi baru,” ujarnya.

UNIPOL juga menempatkan riset sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat. Pengetahuan yang dihasilkan dari penelitian diharapkan dapat diterjemahkan menjadi inovasi maupun solusi yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Partisipasi dalam Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun 2026 pun menjadi bagian dari langkah UNIPOL Soppeng memperkuat identitasnya sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan pendidikan, penelitian, kewirausahaan, dan inovasi.

Arah tersebut sejalan dengan visi UNIPOL untuk menjadi perguruan tinggi yang Unggul, Profesional, Entrepreneurship, dan Global.

(RAT)

Sabtu, 12 September 2026

Bukan di Aula, IAI Rawa Aopa Gelar PBAK Mahasiswa Baru di Pasar Rakyat Potoro


Konawe Selatan, Teropongsulawesi.com, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memilih cara berbeda dalam menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2026. Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tidak digelar di dalam aula kampus, melainkan di tengah aktivitas masyarakat di Pasar Rakyat Potoro, Jumat (11/9/2026).

Ratusan mahasiswa baru mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang tidak sekadar sebagai pengenalan lingkungan kampus. Mereka diajak melihat langsung dinamika kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kegiatan tersebut dibuka Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dr. Basrin Melamba, M.A. Hadir pula Ketua Yayasan Al Asri, Marda, SKM., M.Si., Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., jajaran wakil rektor, dekan, serta ketua program studi.

Basrin mengatakan, pilihan pasar rakyat sebagai lokasi PBAK memiliki pesan penting. Mahasiswa sejak awal didorong untuk tidak berjarak dengan persoalan masyarakat.

“Mahasiswa tidak boleh terasing dari denyut nadi masyarakatnya. Pasar adalah laboratorium sosial dan ekonomi yang paling autentik untuk belajar memahami kehidupan nyata,” kata Basrin.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus membangun kemampuan mahasiswa dalam membaca perubahan dan menemukan peluang.

Karena itu, mahasiswa baru diarahkan mengamati aktivitas perdagangan, pola interaksi pedagang dan pembeli, perputaran ekonomi hingga persoalan yang dihadapi pelaku usaha kecil.

Mereka juga berkesempatan berdialog langsung dengan pedagang mengenai sejumlah persoalan, seperti perubahan harga komoditas, permodalan dan pemasaran produk.

Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, mengatakan mahasiswa perlu memiliki cara pandang yang lebih luas terhadap potensi daerah.

“Konawe Selatan memiliki potensi sumber daya yang sangat besar. Sejak hari pertama di kampus ini, mahasiswa harus mulai berpikir kreatif untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dari lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Asri, Marda, menilai konsep PBAK tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa baru. Menurutnya, pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas.

Dalam kegiatan itu, para dekan dan ketua program studi juga mengarahkan mahasiswa menghubungkan fenomena yang ditemukan di pasar dengan bidang keilmuan masing-masing.

Selain observasi lapangan, peserta mendapatkan materi mengenai tata kelola akademik, pengenalan fakultas dan program studi, etika kemahasiswaan, wawasan kebangsaan serta moderasi beragama.

PBAK IAI Rawa Aopa berlangsung hingga Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus membangun karakter mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik sekaligus kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

Dengan konsep tersebut, mahasiswa baru IAI Rawa Aopa memulai perjalanan akademiknya bukan hanya dengan mengenal kampus, tetapi juga dengan melihat langsung realitas kehidupan masyarakat di sekitarnya.

(Red)

Rabu, 09 September 2026

Jelang Grand Final OSN, Bupati Suwardi Ajak Andi Jo Bicara Ekonomi dari Kehidupan Sehari-hari


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Tak banyak seremoni dalam pertemuan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dengan Andi Jo Karim Mappatunru, siswa SMAN 1 Soppeng yang akan berlaga di Grand Final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026.

Bertempat di ruang kerja Bupati Soppeng, Rabu (9/9/2026), pertemuan itu justru diisi percakapan santai seputar ilmu Ekonomi, bidang yang akan diikuti Andi Jo pada kompetisi tingkat nasional tersebut.

Andi Jo datang bersama Kepala UPT SMAN 1 Soppeng, guru pendamping dan orang tuanya.

Di awal pertemuan, Suwardi memberikan semangat kepada siswa tersebut.

“Jo, semangat terus. Tidak mudah mencapai Grand Final OSN. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Soppeng dan Sulsel,” kata Suwardi.

Percakapan kemudian masuk pada persoalan ekonomi yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Suwardi mengambil contoh petani dan pelaku UMKM. Keduanya sering membutuhkan tambahan modal melalui pembiayaan perbankan untuk menjalankan maupun mengembangkan usaha.

Dari contoh tersebut, Suwardi mengajak Andi Jo melihat bagaimana sebuah keputusan ekonomi harus dibuat berdasarkan perhitungan.

Petani, misalnya, harus memperhitungkan modal, biaya produksi, hasil panen dan kemampuan membayar pinjaman. Begitu pula pelaku UMKM harus menghitung kebutuhan modal, biaya usaha, potensi keuntungan serta risiko yang mungkin muncul.

Pembicaraan kemudian berkembang pada ekonomi mikro, ekonomi makro dan finansial.

Inflasi, suku bunga, harga barang hingga daya beli masyarakat menjadi bagian dari diskusi.

Tidak ada agenda khusus dalam percakapan tersebut. Semuanya berlangsung secara spontan. Namun, diskusi itu menjadi tambahan wawasan bagi Andi Jo sebelum menghadapi persaingan di tingkat nasional.

Bagi Suwardi, kemampuan memahami ilmu juga harus dibarengi dengan kemampuan melihat persoalan nyata di tengah masyarakat.

Selain berdiskusi, Bupati juga menyampaikan pesan kepada para pelajar di Kabupaten Soppeng agar tidak takut mengejar prestasi.

Menurutnya, proses mengejar prestasi akan membentuk pengalaman, kemampuan dan kepercayaan diri siswa.

“Juara bukan tujuan utama. Prestasi adalah modal utama,” ujar Suwardi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Kepala UPT SMAN 1 Soppeng, guru dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi para siswa hingga mampu bersaing di tingkat nasional.

Suwardi menilai keberhasilan Andi Jo merupakan hasil dari proses panjang. Ada ketekunan siswa, pembinaan guru, dukungan sekolah serta peran keluarga yang turut mengantarkannya sampai ke Grand Final.

Andi Jo merupakan siswa kelas XI.10 SMAN 1 Soppeng. Ia telah melewati rangkaian seleksi OSN 2026 hingga berhasil menembus semifinal nasional dan kemudian memastikan diri lolos ke babak final.

Ia menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Selatan pada bidang Ekonomi yang berhasil mencapai Grand Final OSN 2026.

Babak final akan berlangsung secara luring pada 14–20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.

Sebanyak 60 peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia akan berkompetisi pada bidang Ekonomi.

Dari ruang kerja Bupati Soppeng, Andi Jo kemudian bersiap melanjutkan perjuangannya.

Bukan hanya membawa nama pribadi, ia akan membawa nama SMAN 1 Soppeng, Kabupaten Soppeng dan Sulawesi Selatan ke panggung nasional.

(RAT)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved