Pendidikan -->

Rabu, 28 Oktober 2026

Kapolres Soppeng Buka Jalan Pengembangan Karier Personel Lewat Program S2 Magister Manajemen


Soppeng, Teropongsulawesi.news, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mendorong anggotanya terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan tinggi. Salah satu langkah yang ditempuh yakni memperkenalkan peluang pendidikan pascasarjana melalui sosialisasi Program S2 Magister Manajemen Universitas Lamappapoleonro, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Soppeng, Jalan Latenri Bali, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, tersebut diikuti perwakilan personel yang telah menyelesaikan pendidikan strata satu (S1).

Sosialisasi ini menjadi kesempatan bagi personel untuk mengenal lebih jauh program pendidikan magister sekaligus mempertimbangkan peningkatan kompetensi akademik sebagai bekal dalam menjalankan tugas kepolisian.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa kualitas personel merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kinerja institusi Polri. Karena itu, peningkatan kemampuan anggota perlu dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui pengalaman kedinasan maupun pendidikan formal.

“Peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan investasi penting bagi institusi Polri. Personel yang memiliki pengetahuan, wawasan, dan kemampuan manajerial yang baik akan lebih siap menghadapi dinamika tugas serta tuntutan pelayanan masyarakat yang semakin berkembang,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar upaya memperoleh gelar akademik, tetapi juga diharapkan mampu memperluas wawasan, meningkatkan pola pikir, serta membentuk kemampuan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab.

Kapolres pun mendorong personel yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius, sembari tetap memperhatikan kewajiban dan tanggung jawab kedinasan.

“Pendidikan harus menjadi landasan untuk membentuk personel yang semakin profesional, berintegritas, dan mampu mengambil keputusan secara tepat serta bertanggung jawab. Saya berharap kesempatan ini dapat menjadi motivasi bagi anggota untuk terus mengembangkan diri, tanpa mengesampingkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri,” lanjutnya.

Perkuat Profesionalisme Melalui Pendidikan

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I Universitas Lamappapoleonro, Dr. Asmini, S.E., M.Si., menyampaikan pemaparan mengenai Program Magister Manajemen kepada peserta sosialisasi.

Penjelasan tersebut diharapkan memberikan gambaran kepada personel mengenai peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 serta manfaat pengembangan kompetensi akademik dan manajerial.

Melalui kegiatan ini, Polres Soppeng berharap semakin banyak personel yang termotivasi meningkatkan kualitas diri, sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas secara profesional dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Sosialisasi berlangsung mulai pukul 08.25 Wita hingga 09.45 Wita. Selama kegiatan berjalan, situasi terpantau aman dan tertib.

(Taggi)

Bunda PAUD Soppeng Pastikan Revitalisasi Tiga TK Berjalan, Fasilitas Belajar Anak Jadi Perhatian


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Bunda PAUD Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, melakukan monitoring pelaksanaan revitalisasi tiga Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Lalabata dan Kecamatan Liliriaja, Rabu (28/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat perkembangan pembenahan fasilitas pendidikan sekaligus memastikan kebutuhan lingkungan belajar anak usia dini menjadi perhatian.

Tiga sekolah yang menjadi sasaran monitoring yakni TK Aisyiyah Bustanul Athfal Jerae Pioli dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bila di Kecamatan Lalabata, serta TK PKK Mujahidin Lamogo di Kecamatan Liliriaja.

Dalam kegiatan tersebut, Hj. Suarni Suwardi meninjau secara langsung kondisi sarana dan prasarana pendidikan serta perkembangan pelaksanaan revitalisasi di masing-masing sekolah.

Ia menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak.

Menurutnya, fasilitas yang memadai bukan hanya menunjang kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Karena itu, ia berharap pelaksanaan revitalisasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata terhadap kenyamanan peserta didik maupun tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas pendidikan sehari-hari.

Selain meninjau proses pembenahan, perhatian juga diberikan pada keberlanjutan pemanfaatan fasilitas yang telah diperbaiki. Ia berharap seluruh sarana dan prasarana tersebut dapat dirawat bersama agar tetap berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Kegiatan monitoring turut dihadiri pengelola dan tenaga pendidik dari masing-masing TK serta pihak terkait yang mendampingi peninjauan.

Monitoring ini menjadi salah satu upaya untuk melihat langsung perkembangan revitalisasi satuan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Soppeng. Dengan fasilitas yang semakin memadai, diharapkan layanan PAUD dapat terus ditingkatkan guna mendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak sejak usia dini.

(Taggi)

Minggu, 18 Oktober 2026

Siswa SLBN 1 Soppeng Berjaya di Pesonas II 2026, Herianto Bawa Pulang Medali Emas


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Membanggakan! Herianto, siswa kelas X Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Soppeng, sukses mengharumkan nama Kabupaten Soppeng dan Provinsi Sulawesi Selatan setelah meraih medali emas pada ajang Pekan Special Olympic Indonesia (Pesonas) II Tahun 2026.

Herianto keluar sebagai juara 1 cabang olahraga tolak peluru klasifikasi disabilitas intelektual dengan catatan lemparan sejauh 6,35 meter. Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada 14–18 Oktober 2026 dan diikuti kontingen dari 22 provinsi lainnya.

Prestasi ini melanjutkan keberhasilan Herianto yang sebelumnya juga meraih juara 1 di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa peserta didik penyandang disabilitas memiliki potensi besar untuk berprestasi apabila memperoleh kesempatan, pembinaan, dan dukungan yang memadai.

Guru SLBN 1 Soppeng yang juga bertindak sebagai pelatih pendamping, Anzarul Samsu, S.Pd., mengungkapkan harapannya agar keberhasilan Herianto dapat memotivasi siswa disabilitas lainnya untuk terus menggali dan mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakat masing-masing.

Menurut Anzarul, olahraga bukan sekadar ajang untuk mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter, meningkatkan kepercayaan diri, melatih kemandirian, serta menanamkan kedisiplinan dan sportivitas.

“Semoga seluruh siswa SLB mendapatkan dukungan, kesempatan, dan apresiasi untuk terus berkembang, berprestasi, serta membanggakan orang tua, sekolah, dan daerah,” harapnya.

Ia menilai setiap siswa memiliki peluang untuk berkembang dan meraih cita-cita. Karena itu, keterbatasan tidak seharusnya menjadi alasan untuk membatasi ruang bagi anak-anak penyandang disabilitas dalam menunjukkan kemampuan mereka.

Sementara itu, Kepala SLBN 1 Soppeng, Suriadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan kebanggaannya atas prestasi yang berhasil diraih Herianto di tingkat nasional.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat dipertahankan sekaligus menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya agar terus berusaha mengukir prestasi di bidang yang diminati.

“Sebagai kepala sekolah, saya berharap agar prestasi yang telah diukir oleh Herianto dapat dipertahankan, tetap rendah hati, dan menjadi inspirasi bagi teman-teman lainnya,” ungkap Suriadi.

Ia juga berpesan kepada seluruh siswa penyandang disabilitas agar tidak merasa rendah diri. Setiap anak, menurutnya, mempunyai potensi dan keistimewaan yang berbeda sehingga perlu mendapatkan ruang untuk belajar, berlatih, dan berkembang.

Selain memberikan motivasi kepada siswa, Suriadi turut berharap pemerintah meningkatkan dukungan terhadap pendidikan bagi penyandang disabilitas. Perhatian tersebut diharapkan diwujudkan melalui fasilitas pendidikan yang ramah disabilitas, sarana dan prasarana yang memadai, pendampingan, serta akses yang lebih luas untuk mengikuti kompetisi dan mengembangkan bakat.

“Semoga semua siswa disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama untuk berprestasi, berkarya, mandiri, dan meraih cita-cita. Prestasi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang keberanian untuk mencoba, semangat untuk belajar, dan kemauan untuk terus berkembang,” tutupnya.

Keberhasilan Herianto meraih emas di Pesonas II 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi SLBN 1 Soppeng. Lebih dari sekadar medali, prestasi ini menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan, meraih impian, dan mengharumkan nama daerah.

(Red)

Rabu, 14 Oktober 2026

Bupati Suwardi Haseng Bangga, Siswi MAN 1 Soppeng Tembus Grand Final OPI IPB 2026 dan Kantongi Golden Ticket


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Prestasi gemilang ditorehkan Falihah Shobiroh R. Hasruddin, siswi MAN 1 Soppeng, setelah berhasil melaju ke Grand Final Olimpiade Penelitian Indonesia (OPI) Institut Pertanian Bogor (IPB) Tahun 2026 dan meraih Golden Ticket.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., dalam pertemuan di Ruang Kerja Bupati Soppeng, Rabu (14/10/2026). Keberhasilan Falihah menjadi kabar membanggakan sekaligus membawa nama Kabupaten Soppeng dalam ajang kompetisi penelitian tingkat nasional.

Bupati Suwardi Haseng menyambut positif pencapaian tersebut. Ia menilai prestasi Falihah menunjukkan bahwa generasi muda Soppeng memiliki kemampuan dan potensi untuk bersaing, asalkan mendapat kesempatan, pembinaan, dan dukungan yang memadai.

Ia berharap keberhasilan itu tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Falihah dan pihak madrasah, tetapi juga mampu membangkitkan semangat pelajar lainnya untuk terus mengejar prestasi.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dengan memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, serta keberanian dalam menghadapi persaingan.

Dukungan dari pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua, lanjutnya, menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya pelajar berprestasi yang mampu membawa nama baik daerah.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian yang diraih peserta didiknya.

“Alhamdulillah, kami keluarga besar MAN 1 Soppeng menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan yang luar biasa atas keberhasilan salah satu peserta didik kami menembus Grand Final Olimpiade Penelitian Indonesia (OPI) IPB Tahun 2026 sekaligus berhasil mengamankan Golden Ticket,” ujarnya.

Musmuliadi menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras Falihah yang didukung oleh pendampingan para guru, peran orang tua, serta komitmen madrasah dalam membangun budaya riset dan inovasi.

Ia menegaskan, prestasi itu menjadi bukti bahwa pelajar dari Kabupaten Soppeng mampu menunjukkan kapasitasnya di tingkat nasional. Karena itu, capaian Falihah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengasah kemampuan dan berani mengambil peluang.

“Keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi dan menggapai cita-cita setinggi mungkin,” tegasnya.

Ia juga memastikan MAN 1 Soppeng akan terus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki keimanan, karakter, kreativitas, dan daya saing.

“MAN 1 Soppeng akan terus berkomitmen melahirkan generasi yang beriman, cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Dari madrasah di Kabupaten Soppeng, kita buktikan bahwa prestasi dan inovasi mampu menembus panggung nasional,” tuturnya.

Keberhasilan Falihah Shobiroh R. Hasruddin diharapkan menjadi dorongan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Soppeng untuk terus memperkuat pembinaan peserta didik, khususnya dalam bidang penelitian dan inovasi, sehingga semakin banyak generasi muda daerah yang mampu meraih prestasi membanggakan.

(Red)

Selasa, 13 Oktober 2026

Bupati Suwardi Haseng: Jangan Berpuas Diri, Integritas Pendidikan Soppeng Harus Terus Diperkuat


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., menegaskan bahwa capaian Indeks Integritas Pendidikan (IIP) 2026 harus menjadi penyemangat sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, keberhasilan menempati peringkat pertama di Sulawesi Selatan pada jenjang SD dan sederajat dengan nilai 79,71 patut diapresiasi. Namun, capaian tersebut harus diiringi komitmen untuk terus melakukan pembenahan, terutama pada jenjang SMP dan sederajat yang berada di peringkat keempat dengan nilai 76,81.

“Kita patut bersyukur atas capaian ini, tetapi jangan sampai membuat kita berpuas diri. Hasil IIP 2026 harus menjadi motivasi untuk terus berbenah dan memastikan integritas benar-benar menjadi budaya di setiap satuan pendidikan,” ujar Suwardi. Selasa (13/10/2026).

Ia menekankan bahwa pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter peserta didik yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai antikorupsi.

“Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya kejujuran dan keteladanan. Karena itu, seluruh proses pendidikan harus berjalan secara transparan, adil, dan akuntabel, baik dalam pembelajaran maupun dalam pengelolaan anggaran pendidikan,” tegasnya.

Suwardi juga mengajak Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam membangun lingkungan pendidikan yang bersih dari praktik kecurangan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus mendorong perbaikan tata kelola pendidikan secara berkelanjutan, termasuk menjadikan hasil pengukuran integritas sebagai bahan evaluasi untuk menentukan langkah pembenahan yang lebih tepat sasaran.

“Yang paling penting bukan sekadar peringkat, melainkan bagaimana kita memastikan anak-anak Soppeng memperoleh pendidikan yang bermutu dan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, serta dapat dipercaya,” tandasnya.

(Red)

Kamis, 08 Oktober 2026

PKBM Rumah Amma Hadirkan Pendidikan Kesetaraan di Rutan Watansoppeng, Dr. Nur Alim Resmi Membuka Program Paket A, B dan C


Soppeng, Teropongsulawesi.com, PKBM Rumah Amma memperluas layanan pendidikan nonformal dengan menghadirkan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan C bagi warga pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Watansoppeng, Kamis (8/10/2026).

Program yang dilengkapi penguatan literasi tersebut secara resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd.

Kegiatan ini menjadi langkah untuk memberikan akses pendidikan kepada warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal, sekaligus mendukung proses pembinaan melalui kegiatan belajar yang terarah.

Penyelenggara PKBM Rumah Amma, Rima Aprilyani, S.E., mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaganya untuk menjangkau masyarakat yang masih memiliki keterbatasan akses pendidikan.

Menurut Rima, kesempatan belajar harus terbuka bagi siapa saja. Status dan kondisi seseorang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk memperoleh pengetahuan serta meningkatkan kemampuan diri.

Ia berharap peserta tidak hanya mengejar ijazah, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang dapat membantu membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan masa depan.

Pembelajaran Rutin dengan Tiga Tutor

Program yang dijalankan PKBM Rumah Amma bersama Rutan Watansoppeng dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng ini dijadwalkan berlangsung dua kali dalam sepekan dengan pendampingan tiga tutor.

Pendidikan kesetaraan yang disediakan meliputi Paket A setara sekolah dasar, Paket B setara sekolah menengah pertama, dan Paket C setara sekolah menengah atas.

Peserta yang mengikuti pembelajaran dan memenuhi persyaratan yang berlaku berkesempatan memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan.

Selain materi akademik, penguatan literasi juga menjadi bagian dari kegiatan. Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, memahami informasi, berkomunikasi, dan berpikir kritis.

Dengan pola pembelajaran tersebut, warga pemasyarakatan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan secara bertahap selama mengikuti program.

Dr. Nur Alim Apresiasi Kolaborasi Pendidikan

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim, mengapresiasi kerja sama PKBM Rumah Amma dengan Rutan Kelas IIB Watansoppeng dalam menghadirkan layanan pendidikan di lingkungan pemasyarakatan.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara dan perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, pendidikan bukan sekadar sarana memperoleh ijazah, melainkan juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membangun karakter, dan mendorong kemandirian.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan nonformal, dan pihak Rutan dinilai penting untuk memastikan kesempatan belajar dapat diakses oleh warga pemasyarakatan.

Pendidikan sebagai Bagian dari Pembinaan

Kepala Rutan Kelas IIB Watansoppeng, Dedi Nugroho, A.Md.IP., S.H., M.MM., menyambut baik penyelenggaraan program tersebut.

Ia menilai pendidikan memiliki peran penting dalam pembinaan karena memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Dedi berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik sehingga masa pembinaan menjadi momentum untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas diri.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri Plt. Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Andi Nur Alam, S.Pd., M.Pd., Penilik PAUD dan PNF Zulkifli Suhardi, S.Pd., jajaran Rutan, pengelola serta tutor PKBM Rumah Amma, dan warga pemasyarakatan peserta program.

Melalui program ini, PKBM Rumah Amma bersama Rutan Watansoppeng dan pemerintah daerah berupaya memperluas kesempatan pendidikan bagi warga binaan.

Pendidikan kesetaraan diharapkan tidak hanya membuka jalan untuk menyelesaikan jenjang pendidikan, tetapi juga menjadi bekal pengetahuan dan keterampilan bagi peserta dalam mempersiapkan kehidupan setelah masa pembinaan.

(RAT)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved