-->

Kamis, 13 Februari 2020

BBPP Batangkaluku Gelar Pelatihan Bisnis Kewirausahaan Bagi P4S Se-Sulawesi, Ini Tujuannya

Teropongsulawesi.com, Gowa - Suatu bentuk peningkatan pendapatan  rumah tangga petani diwilayah pedesaan merupakan salah satu tujuan pokok dalam dinamika pengembangan nasional yang berkelanjutan. Hal ini menjadi suatu yang penting diperhatikan karena mengingat tekanan ancaman kemiskinan pada masyarakat petani di pedesaan masih relatif  tinggi.

Persoalan kemiskinan pada petani bukan hanya dikarenakan  tekanan dominan dari faktor ekonomi sehubungan dengan keterbatasan modal produksi,.akan tetapi, faktor lain justru lebih berpengaruh ialah kualitas sumber daya manusia petani  yang rendah , selain itu tingkat produktivitas, kreativitas kerja , posisi tawar dan kemampuan kewirausahaan yang dimiliki  petani dalam mengelola bisnis juga masih tergolong rendah.

Berdasarkan hal tersebut di atas  Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menyelenggarakan Pelatihan Bisnis Kewirausahaan Bagi Pengelola P4S.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 orang pengelola/anggota dari Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S).

Ke 30 orang tersebut  berasal dari 6 provinsi Se Sulawesi di antaranya Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.

Kegiatan ini berlangsung selama 7 hari dan efektif dari tanggal 10 februari lalu dan berakhir pada 17 Februari 2020 yang dilaksanakan di BBP Batangkaluku, Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan.

Dengan dilatihnya pengelola/anggota P4S yang merupakan salah satu perpanjangan tangan dari BBPP Batangkaluku kepada petani  khususnya di wilayah pedesaan  diharapkan mampu mendokrak perekonomian masyarakat petani di pedesaan sebagaimana arahan dari kepala BPPSD Dedi Nursyamsi beberapa  waktu lalu dan juga untuk meggenjot SDM yang profesional mandiri yang berdaya saing dan berjiwa wirausaha agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Disela aktivitas pembelajaran dikelas Lukman Widyaiswara BBPP Batangkaluku mengatakan dengan pelatihan ini diharapkan mampu memberikan bakat kepada peserta yang bergerak dibidang agribisnis dalam meningkatkan kemampuan dan pemahamannya  serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan sikap serta mental pengelola P4S dalam pengembangan usaha taninya yang berorientasi agribisnis.

“Tak lupa mereka juga harus mampu mengembangkan jiwa wirausaha agribisnis yang inovatif, profesional, mandiri dan berwawasan global sehingga kedepannya bisa lebih maju dan meningkat” katanya, harap Lukaman.

Dijelaskannya bahwa Sikap kewirauasahaan dan komptensi petani merupakan salah satu faktor terpenting yang menentukan penerapan teknologi, petani yang belum dan kurang mempunyai jiwa kewirausahaan senantiasa kesulitan mengelola dan mengembangkan diversifikasi usaha secara produktif ditengah potensi sumber daya lokal yang melimpah di sekeliling lingkungan mukimnya, jelasnya.

Untuk itu tak dapat dielakkan sesungguhnya kewirausahaan  memang mempunyai fungsi penting sebagai motor penggerak  petani dalam mengembangkan ragam jenis usaha bisnis pertanian secara produktif secara kreatif.

“Kewirausahaan termasuk salah satu kebutuhan strategis bagi petani dalam mengelola usaha bisnis mikro berbasis sumber daya lokal di pedesaan, urai Lukman. 

Lebih lanjut Widyaiswara ini mengungkapkan bahwa Intervensi efek globalisasi yang memasuki ranah kawasan kehidupan masyarakat petani dipedesaan menuntut optimalisasi fungsi kewirausahaan yang diharapkan mampu mengarahkan  perilaku berorientasi pada bertani lebih baik (better farming), bertani yang menguntungkan (better business), dan hidup lebih sejahtera (better living)”, pungkasnya.

Untuk diketahui, Disaat bersamaan juga dilaksanakan Pelatihan Manajemen Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Angkatan I, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan para pengurus kelompok UPJA dalam mengembangkan UPJA yang berorientasi bisnis sebagai bagian dari Kelompok Ekonomi Petani (KEP) guna meningkatkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian bantuan pemerintrah  menjadi usaha yang layak ekonomi. (Al-Az).

Jumat, 17 Juni 2022

Lahirkan Wirausaha Millenial di Bidang Pertanian, Kementan Terus Tingkatkan SDM Melalui TOT Proposal Bisnis

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi saat bersama Para peserta pelatihan di BBPP Batangkaluku (Ist).

Gowa, Celebesindo.com,-Program milenial yang dikembangkan Kementerian Pertanian (Kementan) telah merangkul ribuan petani milenial di Provinsi Sulawesi Selatan. Sulawesi Selatan merupakan salah satu dari empat provinsi di Indonesia yang dibina Kementerian Pertanian bersama Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS) yang dibangun Kementan bekerja sama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) tersebut sudah berjalan sejak 2019.

Program ini bertujuan melahirkan wirausaha milenial di bidang pertanian.

Saat ini Indonesia membutuhkan petani milenial yang memiliki jiwa wirausaha tinggi untuk mendorong peningkatan produksi pangan nasional ke depan.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo kerap menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia untuk mengoptimalisasi sektor pertanian ke depan.

Menurut dia, sektor pertanian merupakan sektor yang paling menjanjikan karena akses pasar yang sudah terbuka lebar.

"Bicara pertanian adalah sumber daya yang paling pasti, sebab semua potensinya sudah terbuka lebar dan sangat menjanjikan," terang Mentan.


Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, "Petani yang seperti itu (memiliki jiwa wirausaha tinggi) yang akan mampu menggenjot produktivitas sehingga ke depan produk kita bertambah bahkan bisa diekspor dan diterima di pasar internasional," papar Dedi Nursyamsi.

Saat ini semakin banyak milenial yang terjun ke pertanian, namun tak jarang yang jatuh bertumbangan karena kurangnya skill analisa pasar.

Dengan melakukan analisa pasar yang baik dan tepat kita akan lebih bisa memahami keadaan pasar yang sesungguhnya sehingga strategi yang dilakukan untuk memasarkan produk akan berjalan dengan baik, sehingga keuntungan yang didapatkan akan meningkat.

Selanjutnya dalam sambutannya Dedi Nursyamsi memberikan 2 amunisi untuk Staff BDSP, Mobilizer, dan Fasilitator yaitu smart farming pertanian cerdas, dan amunisi kedua yaitu memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membangun agribisnisnya masing-masing, (KUR) ini adalah anggaran yang didedikasikan untuk rakyat, petani, dan UMKM di Indonesia.


“Kredit Usaha Rakyat ini adalah bensin, tenaga,energi untuk menggerakan roda agribisnis kita, untuk amunisi-amunisi ini.

"Saya titipkan ke kalian untuk menggenjot produktivitas,kualitas, dan kontinitas produk pertanian kita.

"Dan KUR untuk menggerakkan roda Agribisnis kita” tutur Dedy Nursyamsi.


Acara ini langsung dibuka oleh Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi, yang dilangsungkan di Aula Hasanuddin Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, Jumat (17 Juni 2022).

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ToT Proposal Bisnis ini yaitu untuk meningkatkan kapasitas Staff BDSP, Mobilizer, dan Fasilitator dalam melakukan pelatihan dan pendampingan kepada Penerima Manfaat Program YESS terutama yang berkaitan dengan identifikasi dan penyusunan Proposal Bisnis.

"Saya berharap begitu banyak kepada kalian untuk membangun pertanian di Indonesia, BPPSDMP siap all out untuk demi kemajuan petani milenial diseluruh pelosok tanah air.

“10-20 tahun pertanian ini akan bergantung kepada kalian petani millennial, petani milenial yang hebat, petani millennial yang handal serta petani milenial proposional, dan mandiri berdaya saing berjiwa entership yang sangat tinggi maka pertanian akan bangkit maju, mandiri dan modern.” tandasnya.

Turut mendampingi Kepala BPPDSMP Dedi Nursyamsi, Kepala Pusat Penyuluh Pertanian Bustanul Arifin Caya, Direktur POLBANGTAN Gowa Syaifuddin, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku Muhammad Sidiq.

(Timhumas bbppk- iLHm/AL)

Selasa, 10 Agustus 2021

Presiden Jokowi : Petani Indonesia Harus Kompetitif Dalam Keterampilan Tekhnis Serta Pemanfaatan Model Bisnis dan Managemen

Petani dan penyuluh di Sulawesi Selatan saat mengikuti pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh yang dibuka secara resmi presiden Jokowi (Ist).

Gowa (Sulsel), Teropongsulawesi.com,- Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh yang dilaksanakan Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian BPPSDMP yang saat ini masih berlangsung hingga 14 Agustus 2021 mendatang.

BBPP Batangkaluku sebagai salah satu UPT dibawah BPPSDMP turut mengawal bersama beberapa stakeholder guna menyukseskan Pelatihan ini, seperti BPP Barembeng di Kabupaten Gowa, BPP Mappakasunggu dan P4S Alam Hijau Lestari di Kabupaten Takalar yang mengikuti pelatihan melalui zoom meeting di lokasi masing-masing bersama penyuluh pendamping dan petani.

P4S Alam Hijau Lestari Kabupaten Takalar (Ist).

Materi yang diajarkan pada pelatihan ini diharapkan mampu membuka wawasan peserta mulai dari Kebijakan Pemupukan Nasional, Program KUR pertanian Tahun 2021, Proses Penyaluran dan Penyusunan Anggaran untuk KUR dan Strategi Pengajuan KUR. Lewat pelatihan KUR ini, diharapkan hadir sumber daya manusia pertanian yang berkompeten menghadapi tantangan dan perubahan cepat pada era industri 4.0.

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (6/8/2021). Saat itu, beliau mengatakan petani dan kelompok tani diharapkan dapat menggarap sektor hulu hingga hilir baik on-farm maupun off-farm.

“Kita harus tahu persaingan produk pertanian sekarang sudah lintas negara. Petani Indonesia harus kompetitif dalam keterampilan teknis, pemanfaatan model bisnis, model bisnis dan manajemennya," jelasnya.


Sementara itu, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan SDM berkualitas menjadi target yang harus dipenuhi agar pertanian semakin berdaya saing. Pertanian itu dibutuhkan hari ini, besok dan kapan saja dalam kondisi apa saja. Sebab pertanian itu bukan hanya makanan saja, tapi juga lapangan kerja dan menyentuh relung relung negara dan pemerintahan serta menghadirkan dimensi yang kuat seperti rasa gotong royong dan mengajak aspek sosial lain untuk berkembang baik,” terang Mentan SYL.

Pada pelatihan gelombang ke delapan ini, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, memberikan materi secara virtual mengenai pemupukan nasional. Menurutnya, pemupukan berimbang merupakan pemberian pupuk sesuai permintaan tanaman.

“Kami mendorong agar para petani di seluruh Indonesia membantu pemerintah dengan cara menerapkan pemupukan berimbang. Guna meningkatkan produktivitas, meningkatkan efesiensi, meningkatkan kesuburan tanah sehingga hasil optimum dan petani akan tersenyum” tuturnya.

Petani dan penyuluh sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini, walapun dilaksanakan melalui zoom meeting namun tidak mengurangi semangat petani dan penyuluh.

Turut juga memantau langsung pelatihan sejuta penyuluh dan petani di daerahnya, Muslimin Bando, Bupati Enrekang mengungkapkan bahwa pelatihan seperti ini sangat baik untuk memotivasi petani agar memanfaatkan program pemerintah dalam meningkatkan akses pembiayaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja khususnya bagi petani yang terus mengembangkan usaha mereka ditengah pandemi ini. (Al-Aziz/Yuli N).

Minggu, 30 Mei 2021

Berkunjung ke IPB, Mentan SYL dan Menkop UKM Siap Kembangkan Inovasi Perguruan Tinggi Berbasis Korporasi



Teropongsulawesi.com,- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) bersama Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM? berkunjung ke Institut Pertanian Bogor (IPB) guna mengkongkretkan kerjasama mereplikasi inovasi dan teknologi suatu perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan produksi pangan nasional dan kesejahteraan petani berbasis korporasi. Salah satunya Kampus IPB yang memiliki banyak inovasi dan teknologi pertanian terbaru dan dapat mengkolosidasikan kelembagaan petani.

"Hari ini bersama Pak Menteri Koperasi dan Rektor IPB mencoba sebuah teknologi baru dimana pertanaman tidak harus di tanah, tapi di atas air, danau. Tapi ini baru uji coba. Kita akan coba kembangkan bersama Menteri Koperasi, menteri lainnya dan perguruan tinggi khususnya IPB. Hasilnya hari ini kita lihat, tanaman kangkung rasanya lebih renyah," demikian dikatakan Mentan SYL pada kunjungan tersebut yang dirangkaikan dengan Fun Gowes dan Panen Melon di Kampus IPB, Bogor, Minggu (30/5/2021).

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan produksi pangan nasional yang berkontribusi memacu pertumbuhan ekonomi dan membuat pertanian semakin diminati generasi milenial. Karena itu, upaya menggandeng perguruan tinggi adalah untuk terus mengawal akselerasi dan pemulihan ekonomi melalui pertanian dan koperasi karena produksi pangan tidak hanya untuk ketahanan pangan nasional tapi juga harus dapat diekspor.

"Ini adalah sesuatu terobosan baru yang diminta Bapak Presiden Jokowi, harus ada temuan-temuan baru untuk dikembangkan ke masyarakat. Peningkatan produksi pertanian dan hingga ada kepastian pasar bagi hasil pertanian petani berkualitas bagus, diolah dan dikemas menarik," tutur SYL.

Lebih lanjut SYL menjelaskan dengan sinergi dengan Menkop UKM, aspek hilirisasi, pemasaran dan pengkoorporasian dapat diimplementasi dengan nyata. Tapi dibalik itu, berbagai hasil riset pertanian akademik, Kementan memberikan bagi 15 perguruan tinggi, salah satunya IPB. 

"Kerja sama dengan IPB dan 15 perguruan tinggi ini untuk sama-sama menemukan varietas unggul dan ini sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi. Perguruan tinggu harus menjadi rumah inovasi dan menerobos kebaruan dan tantangan-tantangan era, termasuk mekanisasi untuk meningkatkan produktivitas di masa mendatang karena kita akan bersaing secara global," jelasnya.

Menkop UKM, Teten Masduki mengatakan peran Kemenkop dan UKM dalam kerja sama antar kementerian dalam hal ini Kementan bersama perguruan tinggi yakni fokus pada pengembangan model bisnis pertanian. Yang tak penting juga adalah mengkoorporatisasi petani-petani perorangan dan skala kecil kemudian dikoperasikan sehingga masuk dalam skala ekonomis. 

"Model bisnis seperti ini perlu kita lakukan agar petani lebih produktif menggunakan bibit-bibit varietas unggul hasil riset, lalu petani terhubung dengan market dan pembiayaan. Kami sekarang dengan Pak Mentan Syahrul seperti itu. Dan ini kami sesuai perintah Bapak Presiden Jokowi untuk membuat piloting produk pangan tropis untuk ekspor," ungkapnya.

"Dan hari ini adalah sinergi kami bertiga (Menkop UKM, Mentan SYL dan Rektor IPB,- red) harapan ke depan dapat mengembangkan model bisnis pertanian yang dapat terintegrasi dengan riset, pasar dan pembiayaan. Dengan begitu, produk petani dalam mensuplay kebutuhan pasar baik segi kuantitas maupun kualitas," tambah Teten. 

Sementara itu, Rektor IPB, Arif Satri mengapresiasi gebrakan Mentan SYL dalam menggandeng menteri lainnya untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi agar inovasi dan teknologi yang dihasilkan dapat direplikasi ke masyarakat dan mengkoorporasikan petanu. Tak hanya itu, keterlibatan perguruan tinggi juga untuk mengkosolidasikan petani dalam suatu kelembagaan dengan manajemen yang membuat pertanian dan petani itu sendiri maju dan mandiri.

"Hari ini kami sangat gembira sekali karena Pak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berkenan berkunjung ke IPB untuk bersinergi dalam membangun pertanian yang lebih maju dan modern. Ini menunjukkan bahwa membangun pertanian itu bisa sendiri-sendiri," ujar Arif.

Arif menilai langkah Mentan SYL bersama Menkop UKM Teten Masduki bekerja sama dengan 15 perguruan tinggi, utamanya IPB adalah sangat tepat. Sebab perguruan tinggi adalah institusi yang melahirkan riset, inovasi dan lulusan yang handal bidang pertanian harus didukung kebijakan yang kuat termasuk pengembangan pembiayaan, pemasaran dan pengembangan usaha tani. 

"Oleh karena itu, kehadiran Pak Mentan dan Menkop ini adalah untuk memberikan support kepada perguruan tinggi untuk bersinergi dengan masyarakat. Agribusnis Technology Park ini adalah satu satu etalase IPB untuk mensupport petani lintas kampus dan dapat mengakses pasar modern dengan kualitas pangan yang bagus," ujarnya.

"Ini komitmen kita semua, terutama dorongan dari Pak Mentan SYL untuk terus meningkatkan kesejahteraan petani dan mengembangan komoditas pangan yang berdaya saing. Petani menikmati harga yamg lebih tinggi ketimbang menjualnya ke pasar konvensional," tandas Arif.

Kamis, 26 Agustus 2021

Majukan Ekonomi Nasional, Kadin Bone Jalin Kerjasama Dengan BMPD Bosowa

Pertemuan pengurus Kadin Bone dengan pihak perbankan bahas strategi peningkatan ekonomi masyarakat Bone (Ist).

Bone (Sulsel), Teropongsulawesi.com,-
Kamar dagang dan industri (KADIN) sebagai induk organisasi para pelaku ekonomi dan pengusaha nasional senantiasa membuat terobosan terobosan yang inovatif untuk kelangsungan hidup pembangunan perekonomian Nasional sampai ketingkat daerah.

Kadin yang merupakan Organisasi Nasional yang pengurusannya sampai ketingkat kabupaten kota itu dengan segala programnya yang berbasis ekonomi rakyat dan telah berupaya menumbuh kembangkan ekonomi masyarakat dengan berkerja sama dengan semua pihak serta menjalin sinergitas di semua stakeholder dan pelaku ekonomi, termasuk sinergitas dengan pihak perbankan.

Seperti yang dilakukan oleh Kadin Bone yang berlangsung di Kopitiam Cafe Jalan jenderal Sudirman kelurahan Masumpu Tanete Riattang kab Bone menggelar audiensi dengan pimpinan perbankan yang tergabung dalam Badan musyawarah perbankan daerah yang disingkat BMPD untuk Sub wilayah Bosowa (Bone, Soppeng dan Wajo, Kamis (26-08-2021).

Audiensi yang dikemas dalam bentuk pertemuan silaturahmi ini adalah upaya dan komitmen bersama untuk memperkuat kemitraan strategis antara Kadin dan BMPD di Kabupaten Bone.

Ketua umum Kadin Bone Dr. Hj. Cheriani, S.Si., S.Pd., M.Pd dalam kesempatannya berharap kepada BMPD agar dapat diberikan support dan semangat kebersamaan untuk terus mendorong penguatan permodalan pada anggota Kadin dan masyarakat produktif untuk memperkuat laju perekonomian di Kabupaten Bone.

Selain itu dalam pertemuan ini juga membahas kerjasama dan support BMPD untuk kegiatan Dialog Bisnis dengan para pelaku ekonomi, UMKM, Koperasi dan Bundes Se kecamatan Dua Boccoe serta pelaksanaan kegiatan vaksinasi yang pertama kali akan di lakukan di wilayah kecamatan Oleh Kadin Bone.

Ketum Kadin Bone mengatakan, "Kami berharap pertemuan ini adalah tindak lanjut pertemuan awal sebelumnya, sebagai upaya kemitraan strategis dan produktif untuk mendorong agar seluruh pelaku ekonomi bisa bergerak bersama majukan ekonomi di Kab Bone, ujar Hj. Cheriani.

"Selain itu kedepan juga kami berharap bersama organisasi Kadin bisa menjadi barometer baik dalam penerapan kerja kerja produktif dan sinergi yang kuat dengan berbagai mitra bisnis dan stakeholder, jelas "Ketua umum Kadin Bone Dr. Hj Cheriani.

Ketua umum Kadin Bone bersama pengurus dan pengurus BMPD Bosowa (Ist).

Sementara itu, Abdul Kadir Arisaid Ketua BMPD sub Bosowa dalam kesempatannya mengatakan," kerjasama dan sinergitas itu bisa
melalui kemitraan dengan pelayanan KUR PEN Super micro, Micro kecil di berbagai sektor produktif, Kredit Kontruksi, kredit kepemilikan kendaraan, layanan Keagenan, layanan digitalisasi perbankan dan berbagai macam layanan produk holding lainnya, tandas" Abdul Kadir Arisaid yang juga pimpinan bank Mandiri Cabang Bone ini.

Semoga kemitraan nantinya dapat berjalan sesuai harapan kita bersama, pungkasnya.

Sekedar diketahui dalam kegiatan ini dihadiri oleh Ketua BMPD Sub Bosowa dan sekaligus Branch Manager Bank Mandiri KC Watampone, Ketua umum KADIN BONE bersama jajarannya ,
Kepala Cabang BPD Kabupaten Bone,Kepala Cabang BPD Kab Wajo, Kepala Cabang Pembantu BPD Siwa, Kepala Cabang BRI KC Watampone,Kepala Cab.Bank Mega, dan perwakilan kepala Cab.BNI KCP.Bone. (MIH).

Jumat, 27 November 2020

Husain Djunaid Dilantik Sebagai Komisaris Utama PT Jamkrida


Teripongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),-■ Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, melantik Husain Djunaid sebagai Komisaris Utama PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Sulsel, dan Prof Gagaring Pagalung sebagai Komisaris Independen, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat, 26 November 2020.

Nurdin Abdullah setelah pembacaan keputusan kemudian menyerahkan surat keputusan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam sambutannya, ia menyampaikan, keputusan ini memiliki tanggungjawab yang lebih untuk membesarkan perusahaan daerah plat merah ini.

"Saya sangat berharap ini adalah perusahaan kita, tentu tanggungjawab untuk membesarkan," kata Nurdin Abdullah.

Ia mengatakan, Jamkrida berperan memberikan jaminan, baik perbankan dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam hal menjamin seluruh aktivitas ekonomi yang ada.

"Asuransi penting dalam rangka memperoteksi kegiatan usaha, termasuk bisnis," ujarnya.

Ia juga memotivasi Jamkrida untuk tidak menjadi penonton di Sulsel, tetapi aktif ikut berperan dan dapat menjadi profit center bagi Sulsel.

"Jangan hanya menjadi penonton di rumah sendiri, tetapi harus dapat menjadi profit center bagi provinsi. Negara memasuki resesi berat, tentu membutuhkan kepiawaian untuk mendorong kegiatan ekonomi daerah," pesannya.

Jamkrida juga diharapkan membackup kegiatan Perseroda Sulsel (PT Sulsel Citra Indonesia) yang baru saja membuat bisnis plan. Sulsel mengoptimalkan potensi yang ada dalam hal Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Selama ini kita melihat aset kita tidur, kita ingin aset kita kerja keras. Hadir Perseroda hadir untuk memanfaatkan ini," pungkasnya

■ A2M
NASIONAL
Publikh Hawaya IWO 💙

Sabtu, 05 Juni 2021

Mentan SYL: Perkuat Peran SDM Pertanian untuk Tingkatkan Produksi Pertanian



Makassar, (Sulsel) Teropongsulawesi.com,- Kementerian Pertanian (Kementan) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Islam Makassar (UIM) sebagai tindak lanjut memperluas sinergi dengan perguruan tinggi dalam membangun pertanian yang maju, Sabtu (5/6/21). Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat peran generasi muda sebagai SDM pertanian dalam peningkatan produksi pertanian melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan saat ini para generasi muda telah masuk di era teknologi digital sehingga perlu beradaptasi dalam memanfaatkan peluang dan memenangkan kompetisi. Para generasi muda didorong mengambil peran khususnya dalam bidang pertanian melalui berbagai kegiatan yang produktif.


"Pertanian saat ini tidak sama lagi dengan pertanian sebelumnya. Kita masuk pertanian internet of thinking, menggunakan artificial intelegent, satelit sudah main, pertanian itu keren," ujar Mentan SYL dalam Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-55 Sekaligus Wisuda Sarjana dan Profesi, Pascasarjana Mahasiswa UIM dan penandatangan MoU Kementan dengan UIM.

Melansir data BPS, sektor pertanian tumbuh positf pada triwulan II 2020 PDB sektor pertanian tumbuh 16,24 persen q to q. Ekspor produk pertanian juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Nilai ekspor kumulatif selama Januari- Desember 2020 mencapai 451,8 triliun atau meningkat 15,79 persen dibandingkan periode yang sama tahin 2019 sebesar 390,2 triliun.

"Besok, kalian (mahasiswa,- red) yang harus terjun. Pertanian itu bukan hanya tentang makan. Pertanian itu lapangan kerja. Pertanian itu memperkuat perekonomian suatu daerah, dalam krisis apapun jawabannya panganmu aman," tegas SYL.

Oleh karena itu, mantan Gubernur Sulsel dua periode ini mendorong para lulusan UIM untuk terlibat dalam kemajuan sektor pertanian mulai dari hulu hingga hilir dengan membangun pertanian berskala ekonomi dan bisnis dengan melibatkan teknologi pertanian yang modern. UIM salah satu perguruan tinggi yang menjadi rumah inovasi teknologi dan mengorganisir petani ke dalam korporasi pertanian.

"Besok jadilah sarjana dari UIM dengan karakter bugis, islam dan makassar. Hadirlah para sarjana yg komunikator di masyarakat, jadilah benar dengan cita cita tinggi, cerdas dan bersih," ucapnya.

Pada kesempatan ini, Kementan menandatangani MoU dengan UIM pada beberapa subsektor diantaranya dengan Direktorat Tanaman Pangan, Direktorat Perkebunan, Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Rektor UIM, Andi Majdah M Zain mengatakan UIM menjadi universitas dalam mempersiapkan SDM yang unggul dalam menyambut Indonesia maju dan modern. UIM menyadari bahwa SDM memberikan supporting sistem yang penting dalam menggerakkan organisasi.

"UIM terus berupaya meningkatkan tenaga dosen serta terus meningkatkan kemampuan dalam skill dalam penguasaan teknologi dan informasi sehingga mampu menopang kinerja UIM yang lebih baik, efisien dan optimal,"kata nya.

Majdah juga mengatakan UIM saat ini telah membangun sistem terintegrasi yang meliputi sistem akademik, learning management system, sistem informasi keuangam dan kepegawaian serta ditunjang dengan penyediaan internet yang disetiap sudut kampus 

"Melalui MoU dengan Kementan kita berharap UIM dapat meningkatkan perannya dalam masyarakat dan melahirkan sarjana yang kompetitif dan penelitian yang inovatif yang bisa didimanfaatkan dalam dunia pertanian," tutup Majdah.

Rabu, 24 Maret 2021

Bersinergi Dengan Dinas Pertanian Polman, BBPP Batangkaluku Gelar Pelatihan Teknis Tematik Jagung Bagi Non Aparatur


Pelatihan Teknik Tematik Jagung di Polman Provinsi Sulbar dibuka Kepala BBPP Batangkaluku dan dihadiri Kadis Pertanian Kabupaten Polman (Foto Istimewa)

Polman (Sulbar), Teropongsulawesi.com, -Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan sektor pertanian merupakan harapan dan tulang punggung di tengah upaya penanggulangan wabah covid-19.

Meskipun banyak hal yang harus dirubah untuk mencegah penyebaran virus ini secara cepat. Salah satu trobosan yang dilakukan Kementerian Pertanian di bidang pelatihan yaitu pelatihan teknis tematik bagi petani.

Program/kegiatan pelatihan teknis tematik ini bertujuan agar sasaran pembangunan pertanian dicapai dan masyarakat dalam hal ini petani dan buruh tani langsung merasakan manfaat dari pelatihan tersebut.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) memberi instruksi kepada seluruh UPT untuk dapat berperan aktif di tengah pandemi ini sesuai dengan tupoksinya yaitu peningkatan kompetensi SDM pertanian, salah satunya melalui pelaksanaan pelatihan.

Untuk mewujudkan pertanian yang maju mandiri dan modern sebagaimana tujuan pembangunan pertanian saat ini, maka dibutuhkan SDM pertanian yang kompeten dan berdaya saing sebagai kunci utama pembangunan pertanian, tegas Dedi.

Menindaklanjuti hal tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku bersinergi dengan Dinas Pertanian Kab. Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat dalam melaksanakan kegiatan pelatihan teknis tematik  Jagung bagi non aparatur dari tanggal 24 - 26 Maret 2021. Ikut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Dinas Pertanian Kab. Polewali Mandar, Koordinator Nasional Komando Kawasan Terpaut Pemuda Tani Indonesia (KKT-PTI), Ketua FK-P4S Kab. Polman,  Ketua P4S Kontara, Ketua PERHIPTANI Prov. Sulbar serta Koordinator/Penyuluh BPP.

Peserta pelatihan ini merupakan pengurus/anggota kelompok tani yang mengembangkan tanaman jagung yang berjumlah 30 orang peserta antaranya dari Kabupaten Polewali Mandar, Mamasa, Majene, Mamuju dan Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Cahaya Dutta Palili  Desa Bunga-Bunga, Kec. Mata kali, Kab. Polewali Mandar, Sulbar.

Komando Kawasan Terpaut Pemuda Tani Indonesia (KKT-PTI),  Jamaluddin yang akrab di sapa Daeng Jamal mengatakan agar kegiatan ini menjadi motivasi bagi seluruh pemuda tani di Indonesia.

Tentunya pertanian kita terus bisa meningkat khususnya di Kab. Polman bersama KKT-PTI dengan  program Integrasi satu juta pemuda tani milenial melalui satu juta perluasan areal tanam dan ternak.

"Bersama dengan pelatihan ini berharap nantinya bisa meningkatkan hasil pertanian dan peternakan, kedepannya dan untuk para peserta mengobarkan semangatnya mengikuti pelatihan ini sehingga bisa menambah wawasan, ilmu, pemahaman dan kreatifitasnya serta sekembali dari pelatihan berbagi pengalaman kepada petani yang ada di daerahnya masing-masing, yang dimana nantinya akan meningkatkan hasil pertanian dan peternakan, "ujarnya.


Kepala BBPP Batangkaluku saat membuka kegiatan pelatihan teknis tematik jagung di Polman (Foto Istimewa).

Sabir, Kepala BBPP Batangkaluku membuka langsung kegiatan ini yang dalam arahannya mengatakan salah tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan dan tercapainya kompetensi pengurus/anggota kelompok tani tanaman jagung,  sehingga dapat dibudidayakan dengan mengacu pada Good Agricultural Practices (GAP)  atau Good Manufacturing Practice (GMP) untuk mencapai tujuan optimal.

Dengan hadirnya  KKT-PTI ini tentunya menambah energi baru bagi kemajuan dan membangun pertanian yang di komandoi oleh Menteri Pertanian, Shahrul Yasin Limpo untuk menjadikan pertanian maju, mandiri dan modern.

"Maju dalam artian dalam kondisi apapun pertanian tetap tidak boleh berhenti, pertanian harus terus maju dalam kondisi apapun pertanian harus terus beraktifitas, berproduksi dan produktif, meski saat ini kita masih dalam Pandemi Covid-19, " Ungkapnya.

Konstratani ikut serta dalam pelatihan tingkatkan kompetensi (Foto Istimewa).

Lanjut beliau mengatakan bahwa pertanian adalah bisnis yang sangat menguntungkan, maka pertanian harus dikelola secara profesional. Agar pertanian kita bisa untung tentunya menerapkan aspek-aspek yang mendukung pertanian itu sendiri. Tentunya pertanian ini harus dikelola secara efisien, untuk itu harus menggunakan teknologi.

“Apabila teknologi dimanfaatkan dengan tepat, maka akan mampu memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan produksi pangan nasional pada masa mendatang,"katanya.

Ditambahkan Ketua P4S Cahaya Duta Palili, Sunarsi mengatakan dengan terlaksananya pelatihan ini kiranya peserta mengikuti pembelajaran secara baik sehingga dampak dan momentum kegiatan ini terhadap produktivitas jagung sesuai harapan kita semua.

"Tentunya dengan beragamnya asal peserta diharapkan antar peserta pelatihan juga bisa saling berbagi pengalaman dan permasalahan yang di temukan di masing-masing daerah, " Jelasnya.

Berlangsung selama 3 hari efektif, pelatihan tematik ini tentunya tetap menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat, yaitu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak. (Al Aziz / Yuli N)

Selasa, 06 April 2021

Pulihkan Ekonomi Pertanian BNI Kucurkan Dana KUR Komoditi Jagung, Ini Harapan Wabup Soppeng


Wakil Bupati Soppeng saat menyerahkan dana KUR Tani dari BNI (Foto Istimewa)

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com, -Wakil bupati Soppeng Ir.H.Lutfi Halide, MP menghadiri acara Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani Jagung Komoditi di Kabupaten Soppeng 2021 "Bersama BNI petani maju dan sejahtera" , di Lapangan sepak bola Tetewatu kecamatan Lilirilau, Selasa 6/4/2021.

Wakil Bupati Soppeng Ir.H.Lutfi Halide, MP dalam kesempatan tersebut mengatakan kalau kita berbicara yang namanya kredit program, ada 3 hal yang perlu di lakukan yaitu bagaimana sukses penyaluran, bagaimana sukses penggunaan dan bagaimana sukses pengembalian.

Wabup juga menyampaiakan kepada pimpinan wilayah BNI 07 agar jangan segan-segan membantu petani masyarakat Soppeng.




Sebelumnya, kepala Wilayah 07 PT.Bank Negara Indonesia (persero)Tbk. Hadi Santoso dalam sambutannya mengatakan kami hadir di sini menjadi titik point untuk Kabupaten Soppeng dengan kami menunjukan bahwa komitmen bank negara indonesia dalam rangka ikut serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional khususnya melalui pemberian kredit KUR untuk petani jagung.

Percepatan program pemulihan nasional yang sekarang di galakan pemerintah , diawali dari sektor yang paling dasar yaitu sektor pertanian , nelayan, perkebunan dan perikanan.

Sektor inilah yang diharapkan lebih cepat mampu menggerakkan roda perekonomian yang lebih besar, jadi kalau peran petani tidak bisa berproduksi lebih maksimal , maka akan berdampak pada sektor yang lebih besar lagi , jadi pemulihan ekonomi kita tentu bergantung produktivitas dari petani.

Khusus di Kabupaten Soppeng daerah penghasil jagung yang cukup besar harus terus kita kembangkan.




Dalam kegiatan tersebut dilakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (pks) antara PT .BNI (persero)tbk cabang sengkang dengan PT.Adhy Multy Quality (offtaker) , di saksikan Wakil Bupati Soppeng didampingi wakil kepala Wilayah 07 bisnis commercial dalam hal ini Bimawan Singgih.

Dilanjutkan dengan penyerahan bantuan KUR kepada para petani jagung secara simbolis oleh kepala Wilayah 07 PT.Bank Negara Indonesia (persero)Tbk. Wakil bupati Soppeng, Dandim 1423 Soppeng. (Red/Humas).

Senin, 09 Mei 2022

Tren Dunia Perjalanan & Pariwisata Indonesia Pasca Cuti Lebaran, Ini Kata Puan Maharani


Oleh: Mirah Kusumaningrum

Jatim, Teropongsulawesi.com,-COVID-19 telah menyebabkan tragedi yang luar biasa. 

Jumlah orang yang menderita penyakit, kematian, pengangguran dan kemiskinan sangat besar di berbagai belahan dunia.

Sektor Perjalanan & Pariwisata Indonesia tentu saja tidak kebal terhadap pandemi itu.

Dalam semalam ratusan penerbangan ditangguhkan, perjalanan internasional dihentikan. Bahkan di dalam negeri, yurisdiksi nasional dan sub-nasional melembagakan pembatasan.

Satu juta pekerjaan sektor perjalanan & pariwisata hilang setiap hari.

Dampak ekonominya adalah Perjalanan & Pariwisata yang pada tahun 2019 meliputi 10,4% atau USD 9.170 Milyar dari GDP global turun tajam menjadi 5,5% di tahun pertamanya saja yakni di tahun 2020 atau  tinggal USD 4.671Milyar.

Jika kita renungkan peristiwa-ini, kita baru menyadari bahwa pandemi itu hanyalah sejenis alarm perubahan bagi lanskap dan tren dunia Perjalanan & Pariwisata. 

Pembaharuan tren yang akan dan sudah terjadi setidaknya meliputi:

1. Permintaan content yang makin kreatif dan beragam, 

2. Kesehatan dan kebersihan menjadi kewajiban, 

3. Digitalisasi di berbagai sector usaha

4. Perjalanan dan pariwisata yang berkesinambungan dengan menjaga lingkungan hidup.

Tren tadi bisa kita gali dari empat pemangku kepentingan utama perjalanan dan pariwisata, yakni : pelancong, dunia bisnis wisata, tenaga kerja, dan komunitas.

Tidak ketinggalan regulasi baru pemerintah juga harus peka mendukung perubahan tren sektor Perjalanan & Pariwisata ini untuk memulihkan jutaan pekerjaan yang terkena dampak dan untuk membangun ketahanannya di masa depan.

Perayaan tren baru dunia perjalanan dan pariwisata diletupkan bersamaan dengan saat Hari Raya Idul Fitri tahun 2022.

Berita berita semarak yang masuk selama liburan lebaran tahun ini adalah juga merupakan tantangan bagi dunia pariwisata agar segera melakukan adaptasi terhadap perubahan.  

Lihat saja: Volume kendaraan mudik keluar Jabodetabek pecah rekor, Pemotor padati jalur Pantura, ribuan kendaraan terjebak macet di Cipali, 500 ribuan kendaraan masuk DIY, Kereta Api masa angkutan lebaran 22 hari, PELNI siapkan 49 ribu kursi angkutan lebaran,  KAI tambah 92 perjalanan untuk angkutan lebaran 2022, Terjadi lonjakan pengguna transportasi udara, Bandara Soekarno -Hatta padat calon penumpang.

Ada lagi : Hunian hotel di Bali, Semarang, Bandung, Surabaya, Padang, Cirebon,  Jogja hingga Anyer membludak, Villa dan Apartemen diburu selama libur lebaran.

Dan lagi : kemacetan total menuju puncak, taman safari, padat merayap di Lembang, 27 ribu pengunjung di Borobudur hari ini, bagai es cendol di Pantai Santolo Garut, antrian kendaraan di gerbang masuk TMII, pengunjung 2 jam menunggu bisa masuk dufan sampai kelaparan, pantai Kuta diserbu wisatawan, obyek wisata di Medan membludak, hutan Mangrove Brebes  full.

Tentunya ledakan arus perjalanan dan wisatawan selama liburan lebaran perlu mendapatkan antisipasi dari pemerintah. 

Hal tersebut juga disampaikan oleh Ketua DPRRI Puan Maharani menjelang Idul Fitri, yaitu antusiasme mudik yang tinggi ini harus disikapi dengan persiapan matang dari pihak otoritas, agar masyarakat dapat mudik dan menikmati liburan Idul Fitri dengan selamat dan tenang. 

Sehingga berbagai infrastruktur terkait lalu lintas, jasa angkutan, dan fasilitas kesehatan perlu didukung secara sinergis.

Rp. 72 Trilyun uang berputar selama pergerakan manusia di saat lebaran 2022. 

Hal ini tentu menjadi kesempatan yang baik untuk diolah oleh para praktisi dunia Perjalanan & Pariwisata Indonesia. Dan peluang untuk menguatnya roda perekonomian mulai menggeliat.

Selamat beradaptasi dengan tren baru dunia Perjalanan & Pariwisata.

Mirah Kusumaningrum, Pengamat Ekonomi Rakyat, Tinggal di Jawa Timur.

Published : Hila

Selasa, 17 Mei 2022

Puan Maharani Bicara Dampak Global Pelarangan Ekspor CPO Hingga Prioritaskan Kepentingan Rakyat

Puan Maharani saat kunjungi salah satu pasar tradisional (Ist).

Jakarta, Teropongsulawesi.com,-Akibat kelangkaan pasokan minyak goreng di tanah air, akhirnya mulai tanggal 28 April 2022 Pemerintahan presiden Joko Widodo melarang ekspor produk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), minyak sawit merah atau red palm oil (RPO), palm oil mill effluent (POME), serta refined, bleached, deodorized (RBD) palm olein dan used cooking oil untuk batas waktu yang tidak ditentukan.

Menyikapi kelangkaan minyak goreng di tanah air usai kebijakan penetapan harga eceran tertinggi (HET) diberlakukan Ketua DPRRI Dr. (H.C) Puan Maharani menegaskan persoalan minyak goreng yang berkepanjangan dapat berpengaruh terhadap ketertiban umum yang berdampak luas. 

Pelarangan  sementara ekspor minyak goreng ini menunjukkan keberpihakan yang kuat dari pemerintah untuk memprioritaskan kepentingan rakyat. 

"Oleh sebab itu, setiap pelanggaran yang terjadi akan ditindak dengan tegas. 

Pemerintah akan tegas menindak siapa saja yang melanggar keputusan tersebut.

Pelarangan ekspor minyak sawit ini tentu saja berdampak sangat besar pada perekonomian global, mengingat Indonesia adalah negara pengekspor minyak sawit terbesar di dunia.

Tahun lalu saja (2021) nilai ekspor minyak sawit Indonesia mencapai USD 35,5 Milyar dari penjualan global 26,9 Juta Ton minyak sawit dengan pasar terbesarnya adalah China (4,7 Juta Ton), Uni Eropa (4,0 Juta Ton), India (3,03 Juta Ton) dan Pakistan (1,6 Juta Ton).
Awalnya dunia berharap Indonesia dapat menjadi stabilisator harga di pasar minyak goreng dunia yang terganggu akibat pasokan minyak biji bunga matahari dari Ukraina dan Russia terhenti karena perang dua negara tersebut.

Sedangkan pemasok besar lainnya adalah negara Kanada yang sayangnya sedang mengalami gagal panen biji bunga matahari akibat cuaca yang ekstrim.

Cuaca ekstrim juga mengganggu panen dan produksi subtitusi minyak goreng lainnya yang berbahan baku dari kacang kedelai asal negara2 Amerika Selatan.
 
Jadilah harga minyak sawit naik sejalan dengan kelangkaan minyak biji bunga matahari tersebut dan harga pasar dunia yang naik menggiurkan ini dimanfaatkan oleh para usahawan minyak sawit untuk menggenjot ekspor mereka seraya melupakan keamanan suplai pasar domestik.

Lihat saja harga CPO yang pada bulan juli 2021 sebesar USD 780 per Ton pada saat ini menjadi USD 1.600 . Ini adalah masa keemasan minyak sawit.
 
Akibat Pelarangan ekspor minyak sawit Indonesia ini terjadi gelombang kekacauan pada rantai suplai mulai dari rumah tangga, usaha makanan, restaurant hingga  industri global khususnya industri  turunan yang menggunakan minyak sawit sebagai bahan bakunya.
 
Minyak goreng hilang dari rak rak supermarket Rewe, Aldi, Edeka di Eropa dan Walmart, Stop & Shop, Safeway Amerika.

Restaurant dan bisnis makanan mulai dari Inggris, India hingga ke Korea Selatan yang menggunakan minyak goreng tampak K.O. terkena pukulan telak dua kali yakni : Pandemi Covid 19 dan langkanya minyak goreng.

Perusahaan-perusahaan Farmasi dan Sabun serta jenis perusahaan lainnya yang berbahan baku minyak sawit di China tampak mengurangi produksinya.

Sebuah komoditi yang pernah dianggap remeh oleh Uni Eropa dengan cara pelarangan peredarannya di U.E. saat ini telah nyaris melumpuhkan berbagai bidang usaha dan perekonomian dunia.
 
Naiknya harga minyak goreng mempengaruhi kenaikan disegala sektor dan pada akhirnya menyumbang angka Inflasi global. Sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia Indonesia mempunyai potensi penguasaan sumber energi bahan bakar diluar energi fossil minyak bumi.

Minyak sawit telah menjadi primadona sumber Biofuel masa depan.
 
Oleh karena itu, kelangkaan minyak goreng yang terjadi di tanah air dan dunia harus kita anggap bukan sebagai malapetaka atau ironi negara produsen minyak goreng terbesar, akan tetapi sebagai pemanasan untuk perbaikan regulasi dan tataniaga sekaligus tatakelola dari hulu ke hilir pertanian dan industri minyak sawit sang juara dunia.


Oleh : Mirah Kusumaningrum, Pengamat Ekonomi Rakyat, Tinggal di Jawa Timur

Published : HB

Minggu, 05 Juni 2022

Wabup Lutfi Halide Hadiri Pelantikan Andi Nurhidayati Zainuddin Sebagai Ketua HNSI Cabang Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.com ,- Wakil Bupati Soppeng Ir H Lutfi Halide, MP menghadiri acara pelantikan pengurus cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) kabupaten Soppeng yang dilangsungkan di Ballroom Hotel Grand Saota Watansoppeng, Ahad, 5/5/2022.

Selain Wabup Soppeng juga di hadiri yang mewakil Kapolres Soppeng Iptu Asep Sibli, Ketua KTNA dan sejumlah OPD terkait serta masyarakat nelayan.

Adapun Pengurus yang dilantik yakni sebagai Ketua Dr Hj Andi Nurhidayati Zainuddin, S.Sos, SE, M.Si sementara Sekretaris di jabat oleh Muh Hasbi, S.PIi, M.Si serta bendahara di jabat oleh Ir Usmaniar.

Ketua DPD HNSI Provinsi Sulawesi Selatan Andi Chairil dalam sambutan kegiatan pelantikan mengatakan bahwa komposisi kepengurusan DPC HNSI Kabupaten Soppeng Periode 2022- 2027 ini terbentuk berdasarkan musyawarah cabang HNSI Kabupaten Soppeng tanggal 28 Januari 2022 lalu, Ujarnya.

Andi Chairil Anwar Abdullah selaku ketua DPD HNSI Sulsel berharap kepada para pengurus HNSI Cabang Soppeng agar dapat membantu memperjuangkan kesejahteraan masyarakat nelayan di Kabupaten Soppeng sesuai arah perjuangan organisasi HNSI.

" Saya berharap usai pelantikan ini, HNSI kelihatan bekerja dilapangan, kita ini tidak butuh simbol, namun yang ingin kita lihat adalah karya", terang Andi Chairil.

Sementara itu Wakil Bupati Soppeng Lutfi Halide sangat merespon dengan hadirnya HNSI di kabupaten Soppeng.

Kata Wabup, Kehadiran HSNI kami sambut dengan gembira, sebagai mitra pemerintah, dan dengan hadirnya HNSI tentu semakin bertambah pihak yang memikirkan tentang peningkatan kesejahteraan para nelayan" jelas Lutfi Halide.

Lutfi Halide berharap HNSI berperan aktif untuk mencari solusi yang terbaik seperti masalah ikan Tokek yang selama ini dianggap sebagai hama di Danau Tempe.

Dikatakannya," Ikan Tokek yang selama ini dianggap hama mungkin bisa diolah menjadi pakan ternak, sehingga nantinya keberadaan Ikan Tokek mempunyai nilai tambah bagi nelayan".

Sementara itu, Andi Nurhidayati selaku ketua terpilih HNSI Soppeng bertekad akan memperjuangkan nasib dan kesejahteraan para nelayan di Kabupaten Soppeng.

"Kita hadir ini tentu bertujuan untuk menampung dan menyerap segala aspirasi para nelayan yang ada di Kabupaten Soppeng yang nantinya akan kita carikan solusi dalam penanganannya,” ujar Ketua HNSI Cabang Soppeng Andi Nurhidayati.

Berikut nama-nama pengurus DPC HNSI Kabupaten Soppeng periode 2022-2027.

Ketua : Hj A Nurhidayati Zainuddin.
Wakil Ketua I : Ir Hj A Nurjamhuriah.
Wakil ketua II : H Lasau.

Sekertaris : Muh Hasbi Rasyad.
Wakil Sekretaris: Taufik.
Bendahara: Ir Usmaniar.
Wakil Bendahara : A.Taweng.

Seksi - Seksi

Seksi Organisasi dan keanggotaan

Koordinator : Muhraeni.
Anggota : 1. Mistar.
2. Ismail.

Seksi Advokasi Hukum dan Perlindungan Nelayan

Koordinator : Mappasessu.
Anggota:Lukman Sulaeman.
Nurul Wardani.

3. Seksi Litbang Informasi Diklat dan Publikasi Penyuluhan:

Koordinator : Abd Rahman.
Anggota : Naharuddin.
Sainal Galib.

4. Seksi UKM dan pengembangan Bisnis Perikanan:

Koordinator : Muh Yusri.
Anggota: Ahmad Rahim.
Muh Gaffar.

5. Seksi Pemberdayaan Perempuan Pemuda dan Anak Nelayan:

Koordinator : Fauline.
Anggota : Guntur Bratama.
Herwin.

Diakhir pelantikan, Ketua DPD HNSI Sulawesi Selatan Andi Chairil menyerahkan Panji HSNI kepada Ketua DPC HNSI Soppeng Andi Nurhidayati untuk dikibarkan di seluruh pelosok Kabupaten Soppeng.

(Red/Ismail)

Kamis, 16 Juni 2022

Penyuluh Adalah Kopassusnya Kementan, Pertanian Tidak Terpengaruh Pandemi Covid 19


Gowa, Teropongsulawesi.com,-Pertanian sebagai salah satu sector strategis dalam pembangunan, Diharapkan mampu memberi kontribusi yang signifikan. Kemajuan sector pertanian tentu membutuhkan dukungan dari segala aspek, termasuk peningkatan kualitas SDM Aparatur Pertanian.

Peran SDM Aparatur pertanian dalam hal ini penyuluh sangat dibutuhkan untuk memberikan wawasan dan bimbingan kepada petani sehingga petani dapat menggarap lahan dan menghasilkan hasil pertanian yang optimal.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyampaikan penyuluh pertanian adalah kopassusnya Kementerian Pertanian.

"Saya apresiasi penyuluh pertanian ini. Bagaimana pertanian bisa baik salah satu penentu utamanya adalah penyuluh. Kalian itu penting banget. Adalah Kopassusnya Kementerian Pertanian," ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo.


Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr, menambahkan bahwa Kementan tetap berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Pertanian posisinya penting bagi ketahanan pangan. Secara bisnis, pertanian juga sangat kompetitif dan tidak terpengaruh Pandemi Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, sebanyak 30 orang penyuluh pertanian kabupaten luwu timur mengikuti Pelatihan Penyuluh Pertanian yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu timur.

Amrullah, selaku Kepala dinas ketahanan Pangan Luwu Timur, hadir pada kegiatan ini untuk membuka secara resmi.

Amrullah, mengatakan bahwa teknologi yang semakin canggih dan tantangan yang semakin besar menuntut para penyuluh untuk dapat mengasah kemampuannya sehingga keberadaannya dapat dirasakan oleh para petani.

"Saya berharap penyuluh dapat memperbaiki kinerja dan kualitas diri, dengan begitu penyuluh bisa semakin giat memberikan inovasi kepada para petani agar dapat meningkatkan produksi dan kreativitas sehingga petani semakin berhasil," ujarnya.

"Semoga pelatihan ini bisa menggali potensi-potensi Bapak/Ibu penyuluh.

"Diharapkan juga harus ada evaluasi dalam setiap pekerjaan dan harus ada perubahan kedepannya," sambung Amrullah.


Di kesempatan yang sama Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku Muhammad Sidiq, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sudah dilaksanakan terus menerus untuk kemajuan sector pertanian tentunya termasuk untuk peningkatan kualitas SDM Aparatur Pertanian.

"Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yaitu untuk menciptakan Sumber Daya Manusia penyuluh pertanian Kabupaten Luwu Timur yang berkualitas, handal serta berdaya saing. Selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan, kompetensi dan wawasan serta keahlian para penyuluh pertanian," jelasnya.

Selanjutnya dalam meningkatakan kapasitas penyuluh pertanian, maka para penyuluh perlu dibekali kompetensi, baik teori, maupun praktek dalam program pelatihan. Dengan bekal pelatihan yang diberikan kepada para penyuluh, maka diharapkan mampu menjadi wadah untuk meningkatkan, mengkolaborasikan dan membangun karakter seorang abdi pemerintah dan masyarakat yang berkompent dan mampu melihat dan menjawab tantangan jaman.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 8 hari, yakni tanggal 13-20 Juni 2022.

Turut hadir dalam pembukaan pelatihan ini Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur, Amrullah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, Muhammad Sidiq, Koordinator Program dan Evaluasi Fitriani,Sub Koordinator Program dan Kerjasama Yuli Nurnaningsih.

(timhumas bbpp-bk/ ILhm/AL)

Kamis, 25 Maret 2021

Wabup Soppeng Buka Pelatihan Teknis Tematik Pupuk Organik Bagi Non Aparatur di Desa Maccile


Wabup Soppeng Ir.Lutfi Halide, MP saat memberikan sambutan di acara pelatihan teknis tematik bagi non aparatur (Foto Istimewa

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com, - Wakil Bupati Soppeng Ir. H. Lutfi Halide, MP membuka secara resmi acara Pelatihan Teknis Tematik Pupuk Organik Bagi Non Aparatur di Desa Maccile Kec. Lalabata, Kamis (25/03/2021)

Dikesempatan itu Wakil Bupati Soppeng dalam sambutannya mengatakan, "Saya tidak mau peningkatan produksi, tapi peningkatan pendapatan petani karena hal ini tertuang pada visi Bupati yaitu kesejahteraan. Ujarnya.

"Saya mau ada nilai tambah di padi dan bebek dimana kita bisa mebuat MOU antara kelompok tani dengan para pemilik warung makan, sehingga nanti kedepannya orang mengatakan jangan mati sebelum makan Nasu Palekko di Soppeng. Papar Mantan Kadis Pertanian provinsi Sulawesi Selatan ini.

"Saya ingin melihat ada contoh yang dapat dilihat untuk masyarakat lainnya. Jangan ragu untuk memulai sesuatu dan saya akan minta kepada kepala desa dan kantor untuk tanam sayur. Sebutnya.

"Selama 3 hari ini, saya berharap yang hadir di tempat ini, setelah kembali ke tempatnya masing-masing agar membuka pelatihan ke masyarakat lainnya. Oleh karena itu, saya berharap semuanya memperhatikan pelatihan ini dengan baik, serta kita akan membuat organisasi petani organik sebagai ajang diskusi untuk membenahi apa yang kurang. Kata Wabup berlatar belakang pendidikan pertanian ini.

Dikatakannya, Menjelang memasuki bulan suci ramadhan, saya mohon untuk semuanya agar kiranya tetap menjaga kebersihan, imbuhnya. 


Kepala BBPP Batangkaluku DR.Sabir (paling kanan) bersama Anggota DPRD kabupaten Soppeng Eka Syafri Agelsyah, SE (paling kiri), Kadis Pertanian Ir.Fajar dan Wabup Soppeng (Foto Istimewa).

Sementara itu, Sambutan Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku,  DR. Sabir, S.Pt, M.Si menyampaikan, "Materi ini diangkat karena dilatarbelakangi oleh beberapa persoalan diantaranya saat ini kita diperhadapkan suatu masalah, dimana ketersedian pupuk bersubsidi kurang dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengkomsumsi pangan sehat, sehingga hal ni melatarbelakangi kita kembali menggunakan pupuk organik. Paparnya.

"Karena pertanian kita ini bukan lagi pertanian dulu, dimana dulu kita bertani dalam rangka memenuhi kebutuhan  hidup keluarga, tapi sekarang pertanian sudah menjadi kewajiban dalam mendapatan keuntungan dan berorientasi bisnis, sehingga pertanian ini harus diolah secara efisien dan profesional dengan cara kita membutuhkan ilmunya. Jelas Kepala BBPP Batangkaluku.


Dikegiatan yang sama Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan, Ir. Fajar, MMA dalam pemaparannya mengatakan, "Terkait pelatihan ini dilakukan untuk menjawab tantangan yang dihadapi para petani tentang ketersediaan pupuk khususnya kouta pupuk subsidi di Soppeng tahun ini yaitu hanya 70% dan ini merupakan tantangan tersendiri, ujar Kadis Pertanian Kabupaten Soppeng.

Kata Fajar, "Apa yang dilakukan pada hari ini merupakan salah satu solusi karena ini teknologinya sangat sederhana dan mudah dilakukan. Katanya.

Lanjutnya, "Karena disini saya melihat ada suatu inovasi yang bisa di contoh dan merupakan tindaklanjut dati perintah Wabup dimana kedepannya bukan hanya berorientasi pada peningkatan produksi tapi lebih kepada peningkatan pendapatan. Tandas Kadis Pertanian Ir.Fajar.

Sebelumnya ketua panitia A.Nur Hafida, S.Hut, M.Si dalam laporannya mengatakan, Pelatihan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang cara mengolah limbah pertanian menjadi pupuk organik. 

Peserta pelatihan berasal dari pengurus/anggota kelompok tani di Kab. Soppeng. 

Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu dari tanggal 25 s/d 27 Maret 2021. 

Turut hadir, anggota Dewan Komisi II Kab. Soppeng Muhammad Eka Syafri Agelsya, para narasumber, para tim fasilitator. (Red/Ismail).

Minggu, 23 Februari 2020

Peserta Diklat Vokasi Alsintan BBPP Batangkaluku Praktek Lapang di Klp Tani Bontorita I Limbung

Teropongsulawesi.com, Gowa - Sebanyak 30 peserta Pelatihan Vokasi Alat dan Mesin Pertanian melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapang) yang dilangsungkan di Limbung, Kabupaten Gowa, Minggu (23/2/2020).

Peserta PKL tersebut mengunjungi salah satu petani sukses dan juga sebagai ketua kelompok tani “Bontorita I” yaitu Sapri dg. Sigollo.

Dalam kunjungannya para peserta di arahkan ke Dapok media persemaian padi buatan Sapri yang sangat terkenal di daerah limbung utamnya produk buatan beliau yang bisa dibandingkan dengan hasil buatan luar yang ternama, bahkan hampir semua kelompok tani yang ada disekitarnya lebih memilih menggunakan dapok buatannya.

Sapri Daeng Sigollo itu, selain aktif membina kelompok tani dan disekitarnya, dia juga membantu petani-petani yang ingin memodifikasi ALSINTAN mereka, sehingga lebih mudah dalam penggunaan sehari-hari.

Menurut keterangan Sapri, salahsatu dampak perubahan yang berhasil dibuat di sekitarnya yaitu dengan mengajak petani-petani untuk mau menggunakan Transplanter.

ALSINTAN ini awalnya susah untuk mau digunakan oleh kelompok tani disekitarnya, tapi dengan usahanya untuk mau mengubah pola pikir petani, diapun mencoba untuk menggunakan dilahannya terlebih dahulu.

Kerja kerasnya itupun membuahkan hasil walaupun diawal penggunannya, dia mengalami kegagalan.

Tapi dari kegagalan itu, dia menemukan masalah yang berhasil dia lalui, sehingga hasil produksi padinya lebih meningkat, dan dengan menggunakan teknologi ALSINTAN ini, semuanya terasa lebih efisien.

Adapun proses bisnis yang beliau jalankan dengan menerapkan ilmunya, dilihat dari peningkatan pemesanan dapok buatan sapri yang terus menerus dengan memberikan harga Rp. 20.000 /kotak.

Bayangkan jika terdapat 2 hingga 3 Ha lahan yang dimiliki konsumennya, Sapri dapat meraup untung 2 hingga 4 Juta untuk sekali pembuatan, bagaimana jika ditotal pesanannya selama masa tanam berlangsung?.

Petani seperti inilah yang sering dibicarakan oleh Mentan, petani itu harus modern dan inovatif. Ini akan terealisasi dengan dukungan penyuluh yang memiliki kompetensi yang baik dan terus dikembangkan.

Setelah mendapatkan materi dan motivasi dari salah satu petani sukses, peserta selanjutnya mendapatkan arahan dari Ismail S.Pi yang juga selaku koordinator penyuluh pertanian kabupaten gowa.

Ismail berharap kepada seluruh peserta pelatihan agar memanfaatkan momen pembelajarannya selama di BBPP Batangkaluku.

"Ini merupakan peluang bagi petani, setelah dapatkan ilmunya langsung terapkan dilapangan, gagal itu urusan belakangan. Intinya Action dilapangan !! “ungkap ismail.

Selanjutnya dalam arahannya Ismail mengajak kepada seluruh peserta untuk tidak memiliki mental-mental petani/kelompok tani yang terus berharap dengan bantuan pemerintah saja.

Jadilah petani yang maju, mandiri, modern, buktikan saja semuanya dengan hasil kita dan menjadi orang yang bermanfaat untuk sekitar, sehingga bantuan itu akan datang dengan sendirinya, tandasnya.

Adapun saran yang disampaikan koordinator penyuluh  untuk kelompok-kelompok tani, agar menerapkan manajemen yang baik di tempatnya, baik itu anggaran, kegiatan, dan pelaporan, karena manajemen merupakan inti agar usaha itu berjalan dengan sistematis dan baik.

Untuk yang ingin meningkatkan usahanya seperti yang kita ketahui sekarang ini, telah hadir program KUR dari pemerintah untuk petani yang ingin memulai usahanya. Ini merupakan program yang baik untuk meningkatkan fasilitas dan usaha petani hingga ke pelosok daerah, pungkas Ismail. (Al-Az/Her).

Kamis, 04 Maret 2021

Sejumlah Lembaga Masih Minta Photo Copy KTP el, Berarti Belum Gunakan Card Reader


Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrullah (Foto Istimewa).

Jakarta, Teropongsulawesi.com,- KTP elektronik atau KTP-el menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bermula cuitan akun Twitter bernama @catuaries yang bercerita soal KTP-el yang untuk urusan birokrasi selalu diminta fotokopinya. Tidak pernah dengan cara tap seperti proses bisnis e-money.

Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrullah menduga bahwa lembaga yang meminta photo copy KTP-el belum bekerja sama dengan Ditjen Dukcapil dan belum menggunakan Card Reader. Sebab, lazimnya sudah ada beberapa lembaga yang tidak memakai fotokopi KTP-el lagi.

"Kalau ada lembaga yang meminta fotokopi, Saya menduga belum kerja sama dengan Dukcapil. Jadi dia masih kerja manual. Coba lihat contoh urusan di BPJS Kesehatan, itu kan sudah tidak minta lagi. KTP-el sudah dibaca dengan card reader. Sebagian besar bank seperti Bank BRI, Bank BCA, Bank Mandiri, BNI itu sudah tidak menggunakan fotokopi lagi," ujarnya menjelaskan kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

Bahkan, kata Dirjen Zudan mencontohkan, verifikasi tamu yang datang ke Kemendagri di Medan Merdeka Utara atau di Dukcapil Pasar Minggu hanya perlu tap layaknya e-money. "Kalau datang ke kantor Kemendagri, sudah di-tap seperti itu," ucapnya.

Lebih jauh Dirjen Zudan menjelaskan bahwa KTP-el sudah dilengkapi chip yang berisi data kependudukan.

"Chip dalam KTP elektronik itu bisa terbaca hanya dengan men-tap di card reader," kata Dirjen Zudan.

Zudan mengungkapkan ada tiga cara untuk proses verifikasi KTP-el.

"Pertama dengan NIK. Kedua, akses biometrik berupa foto dan sidik jari. Ketiga menggunakan alat baca yang bernama card reader. Jadi kalau lembaga-lembaga sudah menggunakan tiga cara itu, maka tidak perlu fotokopi. Jadi kalau ada bank sudah membuka data nasabah akses NIK, dia nggak perlu fotokopi. Lembaga sudah menggunakan sidik jari atau sidik wajah, dia nggak perlu fotokopi. Atau yang ketiga tadi, pakai card reader," ungkapnya menjelaskan.

Zudan menambahkan, fungsi utama KTP-el dengan nomor induk kependudukan (NIK) adalah untuk penunggalan data. Sehingga penduduk tidak terdata lebih dari satu kali.

"Data ini bisa diakses oleh lembaga-lembaga untuk penunggalan data. Mereka melakukan verifikasi dengan mencocokkan NIK. Sudah ada 2.851 lembaga yang sudah bekerja sama dengan Dukcapil," katanya. (Ismail).

Rabu, 02 Oktober 2019

Kadis Kominfo Kab. Wajo Apresiasi Kunjungan Ketua Tim Evaluator SPBE Kemenpan RB


Teropongsulawesi. Com, Wajo (Sulsel) - Wajo menerima kunjungan dari Ketua Tim Evaluator SPBE Kemenpan RB membahas Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik 

Rencana Aksi Peningkatan Tingkat Kematangan/Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kabupaten Wajo Tahun 2019 - 2020 dibahas di ruang Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Selasa, 1 Oktober 2019.

Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE dan Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo H. Amiruddin A, S.Sos., M.M. menerima kunjungan dari Ketua Tim Evaluator SPBE Kemenpan.


Hasri As, S.STP., M.AP  yang merupakan Kadis Kominfo Kabupaten Wajo dan sekaligus leading sektor dari kegiatan ini sangat mengapresiasi dengan kedatangan tim yang langsung memaparkan dari Rencana Aksi dari Kegiatan hari ini.

Kegiatan ini sendiri merupakan tindak lanjut dari Penandatanganan kerjasama pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ( SPBE ) antara Pemerintah Kabupaten Wajo oleh Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S. Sos., M.Si. dengan pihak Universitas Telkom yang diwakili oleh Rektor Prof.Dr Adiwijaya berlangsung di Gedung rektorat Universitas Telkom Bandung, Rabu, 11 September 2019 yang lalu.


Prof Adiwijaya berharap pada saat itu nantinya kerjasama pendampingan SPBE dapat meningkatkan proses bisnis dan inovasi daerah pada pemerintah Kabupaten Wajo, demikian juga Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. menyambut baik kerjasama pendampingan SPBE antara Universitas Telkom Bandung dengan Pemerintah Kabupaten Wajo. 

Dengan membahas beberapa Target (Rencana Aksi) pada hari ini dengan maksud dan Tujuan dengan terselenggaranya  kegiatan ini indeks atau tingkat kematangan SPBE pada evaluasi tahun 2019 dapat ditingkatkan.

Dalam kegiatan ini dijelaskan kalau Kominfo Kabupaten Wajo sedapat mungkin kalau nantinya mengadakan Pusat data terpadu, bahwa seluruh server yang ada di Kabupaten Wajo terpusat di Kominfo dengan Jaringan intra pemerintah, lab. Wajo tersebar pada 3 titik sistem penghubung layanan pemerintah,
aplikasi layanan SPBE , keamanan informasi pemerintah.

Dengan tahap pelaksanaan penilaian mandiri Indeks yang dijelaskan, dimana indeks itu sendiri terdiri atas 3 domain, 7 aspek dan 35 indikator . Indeks yang dimaksud disini adalah kebijakan, tata kelola, layanan

Adapun dasar dari pelaksanaan kegiatan ini yakni Perpres 95 tahun 2018 tentang sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, Permenpan RB Nomor 5 tahun 2018 tentang Pedoman Evaluasi SPBE, Surat Menpan No.  B/812/M.KT.03/2019 tanggal 25 seeptember 2019 perihal Evaluasi SPBE tahun 2019, serta hasil evaluasi SPBE Kabupaten Wajo tahun 2018 yang masih kurang (1,41). 

Rabu, 10 Maret 2021

BBPP Batangkaluku Bekali Ilmu Pertanian Bagi Pemuda Tani Untuk Persiapan Magang Ke Jepang


Para peserta pelatihan di BBPP Batangkaluku (Foto Istimewa).

Gowa (Sulsel), Teropongsulawesi.com, -Sektor pertanian diyakini akan turut menentukan kemajuan sebuah negara. Menyadari hal tersebut, Kementerian Pertanian terus meningkatkan sektor pertanian dengan menyiapkan SDM berkualitas, salah satunya melalui program magang ke Jepang.

Pada tahun 2021 ini, secara bertahap Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Peyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) akan mengirimkan 1000 orang pemuda tani calon tenaga kerja profesional di bidang pertanian untuk dimagangkan di Jepang. Salah satu UPT. Kementan yang ditugaskan untuk menyeleksi dan melatih calon tenaga kerja magang ke Jepang adalah Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku. Saat ini, BBPP Batangkaluku sedang melatih 30 petani muda dalam program magang petani ke Jepang. Rabu. 10/03/2021.

Sebelum kegiatan pelatihan persiapan magang ke Jepang, beberapa hari yang sebelumnya, tepatnya pada Hari Rabu – Sabtu atau Tanggal 03 – 06 Maret 2021 telah dilakukan seleksi kepada calon peserta yang telah dinyatakan lolos dalam tahap verifikasi.

Dari 266 orang yang melakukan pendaftaran, terdapat 226 orang yang dinyatakan lolos verifikasi untuk melanjutkan dalam proses seleksi.

Para peserta pelatihan dari 5 provinsi (foto istimewa).

Dari hasil seleksi tersebut diperoleh 100 orang pemuda tani yang siap untuk mengikuti program SSW dan Magang di Jepang dan 30 orang terbaik telah dipilih untuk mengikuti pelatihan persiapan Magang bagi Pemuda Tani di BBPP Batangkaluku yang akan dilaksanakan terhitung mulai Tanggal 08 Maret – 22 Mei 2021.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa peran SDM dalam pertanian sangat penting.

"Peran SDM dalam pembangunan pertanian sangat vital. Oleh karena itu, kita terus menggenjot kemampuan, pengetahuan dan skill SDM pertanian, salah satunya dengan program magang ke Jepang," ujarnya.

Pelatihan ini akan berlangsung selama 75 hari efektif pada tanggal 08 Maret – 22 Mei 2021, bertempat di Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku dan P4S IKAMAJA yaitu P4S Asamayama, Kab. Maros.

Materi dalam kegiatan pelatihan sepenuhnya mengacu pada Petunjuk Teknis yag telah disusun oleh Pusat Pelatihan Pertanian, Kementerian Peertanian, berupa peningkatan kemampuan yang diarahkan pada : Peningkatan Jiwa Nasionalisme; Peningkatan Kemampuan Fisik dan Disiplin; Peningkatan Kemampuan Bahasa untuk Komunikasi dan untuk pencapaian Sertifikat N4 (JLPT) atau A2 (JFT) dan Sertifikat ASAT; Pengetahuan Budaya Jepang, dan Kemampuan Teknis Pertanian.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi saat membuka kegiatan secara Virtual (Foto screenshoot).

Sebagaimana arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi saat membuka kegiatan ini melalui video telekonfrence Zoom Meeting mengatakan, kemajuan suatu negara diawali dari kemajuan pertanian.

Kita bisa lihat negara-negara maju didunia, seperti China, Jepang, Korea dan lainnya, mereka maju karena diawali majunya sektor pertanian. Jadi Jika negara kita maju, harus maju dulu sektor pertaniannya. Tentunya yang memengang peranan dalam kemajuan sektor pertanian adalah Sumber Daya Manusianya.

"Dan ternyata, negara maju itu yang menonjol bukan teknologinya, bukan prasarana atau alsintannya. Tapi ternyata yang paling menonjol sumber daya manusia nya (SDM). Berarti kalo sektor pertanian ingin maju, harus dimulai dari kemajuan sumber daya manusi”,ujarnya.

Beliau juga mengatakan majunya pembangunan pertanian utamanya bukan karena pupuk, ASLINTAN, sarana prasarana, irigasi dan lain sebagainya, tetapi yang pertama dan utama adalah kontribusi sumber daya manusia pertaniannya.

SDM pertanian memberikan kontribusi paling besar terhadap peningkatan produktivitas pertanian, oeh karena itu pembangunan pertanian adalah hal yang pertama harus diperhatikan pertama kali harus digarap adalah SDMnya
Kementerian Pertanian melalui pendidikan, pelatihan vokasi akan menghasilkan qualified job creator dan qualified job seeker yang artinya alumni-alumni mampu menjadi pengusaha pertanian yang berkualitas alumni yang mampu mengisi pos-pos SDM pertanian yang berkualitas.

“Kalian adalah petani milenial, pemuda-pemuda yang terpilih yang akan dididik, digembleng melalui berbagai pelatihan persiapan keberangkatan ke Jepang”, tegasnya kepada peserta magang jepang.


Kepala BBPP Batangkaluku bersama jajaran saat pembukaan pelatihan (Foto Istimewa).

Kepala BBPP Batangkaluku, Sabir, mengatakan bawah,  pelatihan yang dilaksanakan ini diharapkan mampu menghasilkan para peserta yang betul betul nanti menguasai seluruh persyaratan untuk pergi magang ke Jepang.

“Mulai dari bahasanya, budayanya dan sebagainya, karena dengan menguasai bahasanya nantinya akan juga menguasai budayanya, menguasai teknologi, seluk-beluk bisnis pertaniannya, yang pasti sudah berangkat ke Jepang harus betul-betul menguasai, meresapi apa yang harus dilakukan, mulai dari cara berbisnis hortikultura, tanaman pangan, peternakan, olahan dari berbagai komoditas dan nantinya sekembalinya di indonesia menerapkan dari apa yang telah dipelajari selama di Jepang”, ungkap Sabir.

Pemuda tani yang merupakan calon peserta magang di Jepang berasal dari 5 (lima) Provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara, dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. (Al AzIz / Yuli N)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved