-->

Kamis, 13 Februari 2020

BBPP Batangkaluku Gelar Pelatihan Bisnis Kewirausahaan Bagi P4S Se-Sulawesi, Ini Tujuannya

Teropongsulawesi.com, Gowa - Suatu bentuk peningkatan pendapatan  rumah tangga petani diwilayah pedesaan merupakan salah satu tujuan pokok dalam dinamika pengembangan nasional yang berkelanjutan. Hal ini menjadi suatu yang penting diperhatikan karena mengingat tekanan ancaman kemiskinan pada masyarakat petani di pedesaan masih relatif  tinggi.

Persoalan kemiskinan pada petani bukan hanya dikarenakan  tekanan dominan dari faktor ekonomi sehubungan dengan keterbatasan modal produksi,.akan tetapi, faktor lain justru lebih berpengaruh ialah kualitas sumber daya manusia petani  yang rendah , selain itu tingkat produktivitas, kreativitas kerja , posisi tawar dan kemampuan kewirausahaan yang dimiliki  petani dalam mengelola bisnis juga masih tergolong rendah.

Berdasarkan hal tersebut di atas  Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menyelenggarakan Pelatihan Bisnis Kewirausahaan Bagi Pengelola P4S.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 orang pengelola/anggota dari Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S).

Ke 30 orang tersebut  berasal dari 6 provinsi Se Sulawesi di antaranya Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.

Kegiatan ini berlangsung selama 7 hari dan efektif dari tanggal 10 februari lalu dan berakhir pada 17 Februari 2020 yang dilaksanakan di BBP Batangkaluku, Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan.

Dengan dilatihnya pengelola/anggota P4S yang merupakan salah satu perpanjangan tangan dari BBPP Batangkaluku kepada petani  khususnya di wilayah pedesaan  diharapkan mampu mendokrak perekonomian masyarakat petani di pedesaan sebagaimana arahan dari kepala BPPSD Dedi Nursyamsi beberapa  waktu lalu dan juga untuk meggenjot SDM yang profesional mandiri yang berdaya saing dan berjiwa wirausaha agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Disela aktivitas pembelajaran dikelas Lukman Widyaiswara BBPP Batangkaluku mengatakan dengan pelatihan ini diharapkan mampu memberikan bakat kepada peserta yang bergerak dibidang agribisnis dalam meningkatkan kemampuan dan pemahamannya  serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan sikap serta mental pengelola P4S dalam pengembangan usaha taninya yang berorientasi agribisnis.

“Tak lupa mereka juga harus mampu mengembangkan jiwa wirausaha agribisnis yang inovatif, profesional, mandiri dan berwawasan global sehingga kedepannya bisa lebih maju dan meningkat” katanya, harap Lukaman.

Dijelaskannya bahwa Sikap kewirauasahaan dan komptensi petani merupakan salah satu faktor terpenting yang menentukan penerapan teknologi, petani yang belum dan kurang mempunyai jiwa kewirausahaan senantiasa kesulitan mengelola dan mengembangkan diversifikasi usaha secara produktif ditengah potensi sumber daya lokal yang melimpah di sekeliling lingkungan mukimnya, jelasnya.

Untuk itu tak dapat dielakkan sesungguhnya kewirausahaan  memang mempunyai fungsi penting sebagai motor penggerak  petani dalam mengembangkan ragam jenis usaha bisnis pertanian secara produktif secara kreatif.

“Kewirausahaan termasuk salah satu kebutuhan strategis bagi petani dalam mengelola usaha bisnis mikro berbasis sumber daya lokal di pedesaan, urai Lukman. 

Lebih lanjut Widyaiswara ini mengungkapkan bahwa Intervensi efek globalisasi yang memasuki ranah kawasan kehidupan masyarakat petani dipedesaan menuntut optimalisasi fungsi kewirausahaan yang diharapkan mampu mengarahkan  perilaku berorientasi pada bertani lebih baik (better farming), bertani yang menguntungkan (better business), dan hidup lebih sejahtera (better living)”, pungkasnya.

Untuk diketahui, Disaat bersamaan juga dilaksanakan Pelatihan Manajemen Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Angkatan I, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan para pengurus kelompok UPJA dalam mengembangkan UPJA yang berorientasi bisnis sebagai bagian dari Kelompok Ekonomi Petani (KEP) guna meningkatkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian bantuan pemerintrah  menjadi usaha yang layak ekonomi. (Al-Az).

Jumat, 27 November 2020

Husain Djunaid Dilantik Sebagai Komisaris Utama PT Jamkrida


Teripongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),-■ Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah, melantik Husain Djunaid sebagai Komisaris Utama PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Sulsel, dan Prof Gagaring Pagalung sebagai Komisaris Independen, di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat, 26 November 2020.

Nurdin Abdullah setelah pembacaan keputusan kemudian menyerahkan surat keputusan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam sambutannya, ia menyampaikan, keputusan ini memiliki tanggungjawab yang lebih untuk membesarkan perusahaan daerah plat merah ini.

"Saya sangat berharap ini adalah perusahaan kita, tentu tanggungjawab untuk membesarkan," kata Nurdin Abdullah.

Ia mengatakan, Jamkrida berperan memberikan jaminan, baik perbankan dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam hal menjamin seluruh aktivitas ekonomi yang ada.

"Asuransi penting dalam rangka memperoteksi kegiatan usaha, termasuk bisnis," ujarnya.

Ia juga memotivasi Jamkrida untuk tidak menjadi penonton di Sulsel, tetapi aktif ikut berperan dan dapat menjadi profit center bagi Sulsel.

"Jangan hanya menjadi penonton di rumah sendiri, tetapi harus dapat menjadi profit center bagi provinsi. Negara memasuki resesi berat, tentu membutuhkan kepiawaian untuk mendorong kegiatan ekonomi daerah," pesannya.

Jamkrida juga diharapkan membackup kegiatan Perseroda Sulsel (PT Sulsel Citra Indonesia) yang baru saja membuat bisnis plan. Sulsel mengoptimalkan potensi yang ada dalam hal Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Selama ini kita melihat aset kita tidur, kita ingin aset kita kerja keras. Hadir Perseroda hadir untuk memanfaatkan ini," pungkasnya

■ A2M
NASIONAL
Publikh Hawaya IWO 💙

Selasa, 06 April 2021

Pulihkan Ekonomi Pertanian BNI Kucurkan Dana KUR Komoditi Jagung, Ini Harapan Wabup Soppeng


Wakil Bupati Soppeng saat menyerahkan dana KUR Tani dari BNI (Foto Istimewa)

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com, -Wakil bupati Soppeng Ir.H.Lutfi Halide, MP menghadiri acara Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani Jagung Komoditi di Kabupaten Soppeng 2021 "Bersama BNI petani maju dan sejahtera" , di Lapangan sepak bola Tetewatu kecamatan Lilirilau, Selasa 6/4/2021.

Wakil Bupati Soppeng Ir.H.Lutfi Halide, MP dalam kesempatan tersebut mengatakan kalau kita berbicara yang namanya kredit program, ada 3 hal yang perlu di lakukan yaitu bagaimana sukses penyaluran, bagaimana sukses penggunaan dan bagaimana sukses pengembalian.

Wabup juga menyampaiakan kepada pimpinan wilayah BNI 07 agar jangan segan-segan membantu petani masyarakat Soppeng.




Sebelumnya, kepala Wilayah 07 PT.Bank Negara Indonesia (persero)Tbk. Hadi Santoso dalam sambutannya mengatakan kami hadir di sini menjadi titik point untuk Kabupaten Soppeng dengan kami menunjukan bahwa komitmen bank negara indonesia dalam rangka ikut serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional khususnya melalui pemberian kredit KUR untuk petani jagung.

Percepatan program pemulihan nasional yang sekarang di galakan pemerintah , diawali dari sektor yang paling dasar yaitu sektor pertanian , nelayan, perkebunan dan perikanan.

Sektor inilah yang diharapkan lebih cepat mampu menggerakkan roda perekonomian yang lebih besar, jadi kalau peran petani tidak bisa berproduksi lebih maksimal , maka akan berdampak pada sektor yang lebih besar lagi , jadi pemulihan ekonomi kita tentu bergantung produktivitas dari petani.

Khusus di Kabupaten Soppeng daerah penghasil jagung yang cukup besar harus terus kita kembangkan.




Dalam kegiatan tersebut dilakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (pks) antara PT .BNI (persero)tbk cabang sengkang dengan PT.Adhy Multy Quality (offtaker) , di saksikan Wakil Bupati Soppeng didampingi wakil kepala Wilayah 07 bisnis commercial dalam hal ini Bimawan Singgih.

Dilanjutkan dengan penyerahan bantuan KUR kepada para petani jagung secara simbolis oleh kepala Wilayah 07 PT.Bank Negara Indonesia (persero)Tbk. Wakil bupati Soppeng, Dandim 1423 Soppeng. (Red/Humas).

Kamis, 25 Maret 2021

Wabup Soppeng Buka Pelatihan Teknis Tematik Pupuk Organik Bagi Non Aparatur di Desa Maccile


Wabup Soppeng Ir.Lutfi Halide, MP saat memberikan sambutan di acara pelatihan teknis tematik bagi non aparatur (Foto Istimewa

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com, - Wakil Bupati Soppeng Ir. H. Lutfi Halide, MP membuka secara resmi acara Pelatihan Teknis Tematik Pupuk Organik Bagi Non Aparatur di Desa Maccile Kec. Lalabata, Kamis (25/03/2021)

Dikesempatan itu Wakil Bupati Soppeng dalam sambutannya mengatakan, "Saya tidak mau peningkatan produksi, tapi peningkatan pendapatan petani karena hal ini tertuang pada visi Bupati yaitu kesejahteraan. Ujarnya.

"Saya mau ada nilai tambah di padi dan bebek dimana kita bisa mebuat MOU antara kelompok tani dengan para pemilik warung makan, sehingga nanti kedepannya orang mengatakan jangan mati sebelum makan Nasu Palekko di Soppeng. Papar Mantan Kadis Pertanian provinsi Sulawesi Selatan ini.

"Saya ingin melihat ada contoh yang dapat dilihat untuk masyarakat lainnya. Jangan ragu untuk memulai sesuatu dan saya akan minta kepada kepala desa dan kantor untuk tanam sayur. Sebutnya.

"Selama 3 hari ini, saya berharap yang hadir di tempat ini, setelah kembali ke tempatnya masing-masing agar membuka pelatihan ke masyarakat lainnya. Oleh karena itu, saya berharap semuanya memperhatikan pelatihan ini dengan baik, serta kita akan membuat organisasi petani organik sebagai ajang diskusi untuk membenahi apa yang kurang. Kata Wabup berlatar belakang pendidikan pertanian ini.

Dikatakannya, Menjelang memasuki bulan suci ramadhan, saya mohon untuk semuanya agar kiranya tetap menjaga kebersihan, imbuhnya. 


Kepala BBPP Batangkaluku DR.Sabir (paling kanan) bersama Anggota DPRD kabupaten Soppeng Eka Syafri Agelsyah, SE (paling kiri), Kadis Pertanian Ir.Fajar dan Wabup Soppeng (Foto Istimewa).

Sementara itu, Sambutan Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku,  DR. Sabir, S.Pt, M.Si menyampaikan, "Materi ini diangkat karena dilatarbelakangi oleh beberapa persoalan diantaranya saat ini kita diperhadapkan suatu masalah, dimana ketersedian pupuk bersubsidi kurang dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengkomsumsi pangan sehat, sehingga hal ni melatarbelakangi kita kembali menggunakan pupuk organik. Paparnya.

"Karena pertanian kita ini bukan lagi pertanian dulu, dimana dulu kita bertani dalam rangka memenuhi kebutuhan  hidup keluarga, tapi sekarang pertanian sudah menjadi kewajiban dalam mendapatan keuntungan dan berorientasi bisnis, sehingga pertanian ini harus diolah secara efisien dan profesional dengan cara kita membutuhkan ilmunya. Jelas Kepala BBPP Batangkaluku.


Dikegiatan yang sama Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan, Ir. Fajar, MMA dalam pemaparannya mengatakan, "Terkait pelatihan ini dilakukan untuk menjawab tantangan yang dihadapi para petani tentang ketersediaan pupuk khususnya kouta pupuk subsidi di Soppeng tahun ini yaitu hanya 70% dan ini merupakan tantangan tersendiri, ujar Kadis Pertanian Kabupaten Soppeng.

Kata Fajar, "Apa yang dilakukan pada hari ini merupakan salah satu solusi karena ini teknologinya sangat sederhana dan mudah dilakukan. Katanya.

Lanjutnya, "Karena disini saya melihat ada suatu inovasi yang bisa di contoh dan merupakan tindaklanjut dati perintah Wabup dimana kedepannya bukan hanya berorientasi pada peningkatan produksi tapi lebih kepada peningkatan pendapatan. Tandas Kadis Pertanian Ir.Fajar.

Sebelumnya ketua panitia A.Nur Hafida, S.Hut, M.Si dalam laporannya mengatakan, Pelatihan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani tentang cara mengolah limbah pertanian menjadi pupuk organik. 

Peserta pelatihan berasal dari pengurus/anggota kelompok tani di Kab. Soppeng. 

Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu dari tanggal 25 s/d 27 Maret 2021. 

Turut hadir, anggota Dewan Komisi II Kab. Soppeng Muhammad Eka Syafri Agelsya, para narasumber, para tim fasilitator. (Red/Ismail).

Rabu, 24 Maret 2021

Bersinergi Dengan Dinas Pertanian Polman, BBPP Batangkaluku Gelar Pelatihan Teknis Tematik Jagung Bagi Non Aparatur


Pelatihan Teknik Tematik Jagung di Polman Provinsi Sulbar dibuka Kepala BBPP Batangkaluku dan dihadiri Kadis Pertanian Kabupaten Polman (Foto Istimewa)

Polman (Sulbar), Teropongsulawesi.com, -Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan sektor pertanian merupakan harapan dan tulang punggung di tengah upaya penanggulangan wabah covid-19.

Meskipun banyak hal yang harus dirubah untuk mencegah penyebaran virus ini secara cepat. Salah satu trobosan yang dilakukan Kementerian Pertanian di bidang pelatihan yaitu pelatihan teknis tematik bagi petani.

Program/kegiatan pelatihan teknis tematik ini bertujuan agar sasaran pembangunan pertanian dicapai dan masyarakat dalam hal ini petani dan buruh tani langsung merasakan manfaat dari pelatihan tersebut.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) memberi instruksi kepada seluruh UPT untuk dapat berperan aktif di tengah pandemi ini sesuai dengan tupoksinya yaitu peningkatan kompetensi SDM pertanian, salah satunya melalui pelaksanaan pelatihan.

Untuk mewujudkan pertanian yang maju mandiri dan modern sebagaimana tujuan pembangunan pertanian saat ini, maka dibutuhkan SDM pertanian yang kompeten dan berdaya saing sebagai kunci utama pembangunan pertanian, tegas Dedi.

Menindaklanjuti hal tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku bersinergi dengan Dinas Pertanian Kab. Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat dalam melaksanakan kegiatan pelatihan teknis tematik  Jagung bagi non aparatur dari tanggal 24 - 26 Maret 2021. Ikut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Dinas Pertanian Kab. Polewali Mandar, Koordinator Nasional Komando Kawasan Terpaut Pemuda Tani Indonesia (KKT-PTI), Ketua FK-P4S Kab. Polman,  Ketua P4S Kontara, Ketua PERHIPTANI Prov. Sulbar serta Koordinator/Penyuluh BPP.

Peserta pelatihan ini merupakan pengurus/anggota kelompok tani yang mengembangkan tanaman jagung yang berjumlah 30 orang peserta antaranya dari Kabupaten Polewali Mandar, Mamasa, Majene, Mamuju dan Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Cahaya Dutta Palili  Desa Bunga-Bunga, Kec. Mata kali, Kab. Polewali Mandar, Sulbar.

Komando Kawasan Terpaut Pemuda Tani Indonesia (KKT-PTI),  Jamaluddin yang akrab di sapa Daeng Jamal mengatakan agar kegiatan ini menjadi motivasi bagi seluruh pemuda tani di Indonesia.

Tentunya pertanian kita terus bisa meningkat khususnya di Kab. Polman bersama KKT-PTI dengan  program Integrasi satu juta pemuda tani milenial melalui satu juta perluasan areal tanam dan ternak.

"Bersama dengan pelatihan ini berharap nantinya bisa meningkatkan hasil pertanian dan peternakan, kedepannya dan untuk para peserta mengobarkan semangatnya mengikuti pelatihan ini sehingga bisa menambah wawasan, ilmu, pemahaman dan kreatifitasnya serta sekembali dari pelatihan berbagi pengalaman kepada petani yang ada di daerahnya masing-masing, yang dimana nantinya akan meningkatkan hasil pertanian dan peternakan, "ujarnya.


Kepala BBPP Batangkaluku saat membuka kegiatan pelatihan teknis tematik jagung di Polman (Foto Istimewa).

Sabir, Kepala BBPP Batangkaluku membuka langsung kegiatan ini yang dalam arahannya mengatakan salah tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan dan tercapainya kompetensi pengurus/anggota kelompok tani tanaman jagung,  sehingga dapat dibudidayakan dengan mengacu pada Good Agricultural Practices (GAP)  atau Good Manufacturing Practice (GMP) untuk mencapai tujuan optimal.

Dengan hadirnya  KKT-PTI ini tentunya menambah energi baru bagi kemajuan dan membangun pertanian yang di komandoi oleh Menteri Pertanian, Shahrul Yasin Limpo untuk menjadikan pertanian maju, mandiri dan modern.

"Maju dalam artian dalam kondisi apapun pertanian tetap tidak boleh berhenti, pertanian harus terus maju dalam kondisi apapun pertanian harus terus beraktifitas, berproduksi dan produktif, meski saat ini kita masih dalam Pandemi Covid-19, " Ungkapnya.

Konstratani ikut serta dalam pelatihan tingkatkan kompetensi (Foto Istimewa).

Lanjut beliau mengatakan bahwa pertanian adalah bisnis yang sangat menguntungkan, maka pertanian harus dikelola secara profesional. Agar pertanian kita bisa untung tentunya menerapkan aspek-aspek yang mendukung pertanian itu sendiri. Tentunya pertanian ini harus dikelola secara efisien, untuk itu harus menggunakan teknologi.

“Apabila teknologi dimanfaatkan dengan tepat, maka akan mampu memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan produksi pangan nasional pada masa mendatang,"katanya.

Ditambahkan Ketua P4S Cahaya Duta Palili, Sunarsi mengatakan dengan terlaksananya pelatihan ini kiranya peserta mengikuti pembelajaran secara baik sehingga dampak dan momentum kegiatan ini terhadap produktivitas jagung sesuai harapan kita semua.

"Tentunya dengan beragamnya asal peserta diharapkan antar peserta pelatihan juga bisa saling berbagi pengalaman dan permasalahan yang di temukan di masing-masing daerah, " Jelasnya.

Berlangsung selama 3 hari efektif, pelatihan tematik ini tentunya tetap menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat, yaitu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak. (Al Aziz / Yuli N)

Rabu, 10 Maret 2021

BBPP Batangkaluku Bekali Ilmu Pertanian Bagi Pemuda Tani Untuk Persiapan Magang Ke Jepang


Para peserta pelatihan di BBPP Batangkaluku (Foto Istimewa).

Gowa (Sulsel), Teropongsulawesi.com, -Sektor pertanian diyakini akan turut menentukan kemajuan sebuah negara. Menyadari hal tersebut, Kementerian Pertanian terus meningkatkan sektor pertanian dengan menyiapkan SDM berkualitas, salah satunya melalui program magang ke Jepang.

Pada tahun 2021 ini, secara bertahap Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Peyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) akan mengirimkan 1000 orang pemuda tani calon tenaga kerja profesional di bidang pertanian untuk dimagangkan di Jepang. Salah satu UPT. Kementan yang ditugaskan untuk menyeleksi dan melatih calon tenaga kerja magang ke Jepang adalah Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku. Saat ini, BBPP Batangkaluku sedang melatih 30 petani muda dalam program magang petani ke Jepang. Rabu. 10/03/2021.

Sebelum kegiatan pelatihan persiapan magang ke Jepang, beberapa hari yang sebelumnya, tepatnya pada Hari Rabu – Sabtu atau Tanggal 03 – 06 Maret 2021 telah dilakukan seleksi kepada calon peserta yang telah dinyatakan lolos dalam tahap verifikasi.

Dari 266 orang yang melakukan pendaftaran, terdapat 226 orang yang dinyatakan lolos verifikasi untuk melanjutkan dalam proses seleksi.

Para peserta pelatihan dari 5 provinsi (foto istimewa).

Dari hasil seleksi tersebut diperoleh 100 orang pemuda tani yang siap untuk mengikuti program SSW dan Magang di Jepang dan 30 orang terbaik telah dipilih untuk mengikuti pelatihan persiapan Magang bagi Pemuda Tani di BBPP Batangkaluku yang akan dilaksanakan terhitung mulai Tanggal 08 Maret – 22 Mei 2021.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa peran SDM dalam pertanian sangat penting.

"Peran SDM dalam pembangunan pertanian sangat vital. Oleh karena itu, kita terus menggenjot kemampuan, pengetahuan dan skill SDM pertanian, salah satunya dengan program magang ke Jepang," ujarnya.

Pelatihan ini akan berlangsung selama 75 hari efektif pada tanggal 08 Maret – 22 Mei 2021, bertempat di Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku dan P4S IKAMAJA yaitu P4S Asamayama, Kab. Maros.

Materi dalam kegiatan pelatihan sepenuhnya mengacu pada Petunjuk Teknis yag telah disusun oleh Pusat Pelatihan Pertanian, Kementerian Peertanian, berupa peningkatan kemampuan yang diarahkan pada : Peningkatan Jiwa Nasionalisme; Peningkatan Kemampuan Fisik dan Disiplin; Peningkatan Kemampuan Bahasa untuk Komunikasi dan untuk pencapaian Sertifikat N4 (JLPT) atau A2 (JFT) dan Sertifikat ASAT; Pengetahuan Budaya Jepang, dan Kemampuan Teknis Pertanian.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi saat membuka kegiatan secara Virtual (Foto screenshoot).

Sebagaimana arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi saat membuka kegiatan ini melalui video telekonfrence Zoom Meeting mengatakan, kemajuan suatu negara diawali dari kemajuan pertanian.

Kita bisa lihat negara-negara maju didunia, seperti China, Jepang, Korea dan lainnya, mereka maju karena diawali majunya sektor pertanian. Jadi Jika negara kita maju, harus maju dulu sektor pertaniannya. Tentunya yang memengang peranan dalam kemajuan sektor pertanian adalah Sumber Daya Manusianya.

"Dan ternyata, negara maju itu yang menonjol bukan teknologinya, bukan prasarana atau alsintannya. Tapi ternyata yang paling menonjol sumber daya manusia nya (SDM). Berarti kalo sektor pertanian ingin maju, harus dimulai dari kemajuan sumber daya manusi”,ujarnya.

Beliau juga mengatakan majunya pembangunan pertanian utamanya bukan karena pupuk, ASLINTAN, sarana prasarana, irigasi dan lain sebagainya, tetapi yang pertama dan utama adalah kontribusi sumber daya manusia pertaniannya.

SDM pertanian memberikan kontribusi paling besar terhadap peningkatan produktivitas pertanian, oeh karena itu pembangunan pertanian adalah hal yang pertama harus diperhatikan pertama kali harus digarap adalah SDMnya
Kementerian Pertanian melalui pendidikan, pelatihan vokasi akan menghasilkan qualified job creator dan qualified job seeker yang artinya alumni-alumni mampu menjadi pengusaha pertanian yang berkualitas alumni yang mampu mengisi pos-pos SDM pertanian yang berkualitas.

“Kalian adalah petani milenial, pemuda-pemuda yang terpilih yang akan dididik, digembleng melalui berbagai pelatihan persiapan keberangkatan ke Jepang”, tegasnya kepada peserta magang jepang.


Kepala BBPP Batangkaluku bersama jajaran saat pembukaan pelatihan (Foto Istimewa).

Kepala BBPP Batangkaluku, Sabir, mengatakan bawah,  pelatihan yang dilaksanakan ini diharapkan mampu menghasilkan para peserta yang betul betul nanti menguasai seluruh persyaratan untuk pergi magang ke Jepang.

“Mulai dari bahasanya, budayanya dan sebagainya, karena dengan menguasai bahasanya nantinya akan juga menguasai budayanya, menguasai teknologi, seluk-beluk bisnis pertaniannya, yang pasti sudah berangkat ke Jepang harus betul-betul menguasai, meresapi apa yang harus dilakukan, mulai dari cara berbisnis hortikultura, tanaman pangan, peternakan, olahan dari berbagai komoditas dan nantinya sekembalinya di indonesia menerapkan dari apa yang telah dipelajari selama di Jepang”, ungkap Sabir.

Pemuda tani yang merupakan calon peserta magang di Jepang berasal dari 5 (lima) Provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara, dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. (Al AzIz / Yuli N)

Kamis, 04 Maret 2021

Sejumlah Lembaga Masih Minta Photo Copy KTP el, Berarti Belum Gunakan Card Reader


Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrullah (Foto Istimewa).

Jakarta, Teropongsulawesi.com,- KTP elektronik atau KTP-el menjadi perbincangan hangat di media sosial. Bermula cuitan akun Twitter bernama @catuaries yang bercerita soal KTP-el yang untuk urusan birokrasi selalu diminta fotokopinya. Tidak pernah dengan cara tap seperti proses bisnis e-money.

Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrullah menduga bahwa lembaga yang meminta photo copy KTP-el belum bekerja sama dengan Ditjen Dukcapil dan belum menggunakan Card Reader. Sebab, lazimnya sudah ada beberapa lembaga yang tidak memakai fotokopi KTP-el lagi.

"Kalau ada lembaga yang meminta fotokopi, Saya menduga belum kerja sama dengan Dukcapil. Jadi dia masih kerja manual. Coba lihat contoh urusan di BPJS Kesehatan, itu kan sudah tidak minta lagi. KTP-el sudah dibaca dengan card reader. Sebagian besar bank seperti Bank BRI, Bank BCA, Bank Mandiri, BNI itu sudah tidak menggunakan fotokopi lagi," ujarnya menjelaskan kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

Bahkan, kata Dirjen Zudan mencontohkan, verifikasi tamu yang datang ke Kemendagri di Medan Merdeka Utara atau di Dukcapil Pasar Minggu hanya perlu tap layaknya e-money. "Kalau datang ke kantor Kemendagri, sudah di-tap seperti itu," ucapnya.

Lebih jauh Dirjen Zudan menjelaskan bahwa KTP-el sudah dilengkapi chip yang berisi data kependudukan.

"Chip dalam KTP elektronik itu bisa terbaca hanya dengan men-tap di card reader," kata Dirjen Zudan.

Zudan mengungkapkan ada tiga cara untuk proses verifikasi KTP-el.

"Pertama dengan NIK. Kedua, akses biometrik berupa foto dan sidik jari. Ketiga menggunakan alat baca yang bernama card reader. Jadi kalau lembaga-lembaga sudah menggunakan tiga cara itu, maka tidak perlu fotokopi. Jadi kalau ada bank sudah membuka data nasabah akses NIK, dia nggak perlu fotokopi. Lembaga sudah menggunakan sidik jari atau sidik wajah, dia nggak perlu fotokopi. Atau yang ketiga tadi, pakai card reader," ungkapnya menjelaskan.

Zudan menambahkan, fungsi utama KTP-el dengan nomor induk kependudukan (NIK) adalah untuk penunggalan data. Sehingga penduduk tidak terdata lebih dari satu kali.

"Data ini bisa diakses oleh lembaga-lembaga untuk penunggalan data. Mereka melakukan verifikasi dengan mencocokkan NIK. Sudah ada 2.851 lembaga yang sudah bekerja sama dengan Dukcapil," katanya. (Ismail).

Minggu, 23 Februari 2020

Peserta Diklat Vokasi Alsintan BBPP Batangkaluku Praktek Lapang di Klp Tani Bontorita I Limbung

Teropongsulawesi.com, Gowa - Sebanyak 30 peserta Pelatihan Vokasi Alat dan Mesin Pertanian melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapang) yang dilangsungkan di Limbung, Kabupaten Gowa, Minggu (23/2/2020).

Peserta PKL tersebut mengunjungi salah satu petani sukses dan juga sebagai ketua kelompok tani “Bontorita I” yaitu Sapri dg. Sigollo.

Dalam kunjungannya para peserta di arahkan ke Dapok media persemaian padi buatan Sapri yang sangat terkenal di daerah limbung utamnya produk buatan beliau yang bisa dibandingkan dengan hasil buatan luar yang ternama, bahkan hampir semua kelompok tani yang ada disekitarnya lebih memilih menggunakan dapok buatannya.

Sapri Daeng Sigollo itu, selain aktif membina kelompok tani dan disekitarnya, dia juga membantu petani-petani yang ingin memodifikasi ALSINTAN mereka, sehingga lebih mudah dalam penggunaan sehari-hari.

Menurut keterangan Sapri, salahsatu dampak perubahan yang berhasil dibuat di sekitarnya yaitu dengan mengajak petani-petani untuk mau menggunakan Transplanter.

ALSINTAN ini awalnya susah untuk mau digunakan oleh kelompok tani disekitarnya, tapi dengan usahanya untuk mau mengubah pola pikir petani, diapun mencoba untuk menggunakan dilahannya terlebih dahulu.

Kerja kerasnya itupun membuahkan hasil walaupun diawal penggunannya, dia mengalami kegagalan.

Tapi dari kegagalan itu, dia menemukan masalah yang berhasil dia lalui, sehingga hasil produksi padinya lebih meningkat, dan dengan menggunakan teknologi ALSINTAN ini, semuanya terasa lebih efisien.

Adapun proses bisnis yang beliau jalankan dengan menerapkan ilmunya, dilihat dari peningkatan pemesanan dapok buatan sapri yang terus menerus dengan memberikan harga Rp. 20.000 /kotak.

Bayangkan jika terdapat 2 hingga 3 Ha lahan yang dimiliki konsumennya, Sapri dapat meraup untung 2 hingga 4 Juta untuk sekali pembuatan, bagaimana jika ditotal pesanannya selama masa tanam berlangsung?.

Petani seperti inilah yang sering dibicarakan oleh Mentan, petani itu harus modern dan inovatif. Ini akan terealisasi dengan dukungan penyuluh yang memiliki kompetensi yang baik dan terus dikembangkan.

Setelah mendapatkan materi dan motivasi dari salah satu petani sukses, peserta selanjutnya mendapatkan arahan dari Ismail S.Pi yang juga selaku koordinator penyuluh pertanian kabupaten gowa.

Ismail berharap kepada seluruh peserta pelatihan agar memanfaatkan momen pembelajarannya selama di BBPP Batangkaluku.

"Ini merupakan peluang bagi petani, setelah dapatkan ilmunya langsung terapkan dilapangan, gagal itu urusan belakangan. Intinya Action dilapangan !! “ungkap ismail.

Selanjutnya dalam arahannya Ismail mengajak kepada seluruh peserta untuk tidak memiliki mental-mental petani/kelompok tani yang terus berharap dengan bantuan pemerintah saja.

Jadilah petani yang maju, mandiri, modern, buktikan saja semuanya dengan hasil kita dan menjadi orang yang bermanfaat untuk sekitar, sehingga bantuan itu akan datang dengan sendirinya, tandasnya.

Adapun saran yang disampaikan koordinator penyuluh  untuk kelompok-kelompok tani, agar menerapkan manajemen yang baik di tempatnya, baik itu anggaran, kegiatan, dan pelaporan, karena manajemen merupakan inti agar usaha itu berjalan dengan sistematis dan baik.

Untuk yang ingin meningkatkan usahanya seperti yang kita ketahui sekarang ini, telah hadir program KUR dari pemerintah untuk petani yang ingin memulai usahanya. Ini merupakan program yang baik untuk meningkatkan fasilitas dan usaha petani hingga ke pelosok daerah, pungkas Ismail. (Al-Az/Her).

Rabu, 02 Oktober 2019

Kadis Kominfo Kab. Wajo Apresiasi Kunjungan Ketua Tim Evaluator SPBE Kemenpan RB


Teropongsulawesi. Com, Wajo (Sulsel) - Wajo menerima kunjungan dari Ketua Tim Evaluator SPBE Kemenpan RB membahas Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik 

Rencana Aksi Peningkatan Tingkat Kematangan/Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kabupaten Wajo Tahun 2019 - 2020 dibahas di ruang Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Selasa, 1 Oktober 2019.

Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE dan Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo H. Amiruddin A, S.Sos., M.M. menerima kunjungan dari Ketua Tim Evaluator SPBE Kemenpan.


Hasri As, S.STP., M.AP  yang merupakan Kadis Kominfo Kabupaten Wajo dan sekaligus leading sektor dari kegiatan ini sangat mengapresiasi dengan kedatangan tim yang langsung memaparkan dari Rencana Aksi dari Kegiatan hari ini.

Kegiatan ini sendiri merupakan tindak lanjut dari Penandatanganan kerjasama pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik ( SPBE ) antara Pemerintah Kabupaten Wajo oleh Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S. Sos., M.Si. dengan pihak Universitas Telkom yang diwakili oleh Rektor Prof.Dr Adiwijaya berlangsung di Gedung rektorat Universitas Telkom Bandung, Rabu, 11 September 2019 yang lalu.


Prof Adiwijaya berharap pada saat itu nantinya kerjasama pendampingan SPBE dapat meningkatkan proses bisnis dan inovasi daerah pada pemerintah Kabupaten Wajo, demikian juga Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. menyambut baik kerjasama pendampingan SPBE antara Universitas Telkom Bandung dengan Pemerintah Kabupaten Wajo. 

Dengan membahas beberapa Target (Rencana Aksi) pada hari ini dengan maksud dan Tujuan dengan terselenggaranya  kegiatan ini indeks atau tingkat kematangan SPBE pada evaluasi tahun 2019 dapat ditingkatkan.

Dalam kegiatan ini dijelaskan kalau Kominfo Kabupaten Wajo sedapat mungkin kalau nantinya mengadakan Pusat data terpadu, bahwa seluruh server yang ada di Kabupaten Wajo terpusat di Kominfo dengan Jaringan intra pemerintah, lab. Wajo tersebar pada 3 titik sistem penghubung layanan pemerintah,
aplikasi layanan SPBE , keamanan informasi pemerintah.

Dengan tahap pelaksanaan penilaian mandiri Indeks yang dijelaskan, dimana indeks itu sendiri terdiri atas 3 domain, 7 aspek dan 35 indikator . Indeks yang dimaksud disini adalah kebijakan, tata kelola, layanan

Adapun dasar dari pelaksanaan kegiatan ini yakni Perpres 95 tahun 2018 tentang sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, Permenpan RB Nomor 5 tahun 2018 tentang Pedoman Evaluasi SPBE, Surat Menpan No.  B/812/M.KT.03/2019 tanggal 25 seeptember 2019 perihal Evaluasi SPBE tahun 2019, serta hasil evaluasi SPBE Kabupaten Wajo tahun 2018 yang masih kurang (1,41). 
© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved