-->

Senin, 14 Oktober 2019

Lies F. Nurdin Resmi Jadi Bunda Baca Sulsel dan Akan Tingkatkan Minat Baca Masyarakat Sulsel

Teropongsulawesi.com, Makassar - Dalam rangka menyambut hari jadi Sulawesi Selatan yang ke-350 tahun pada Sabtu 19 Oktober 2019 mendatang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Pekan Perpustakaan di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Senin (14/10).

Pada kesempatan ini, Lies F. Nurdin dinobatkan sebagai Bunda Baca Provinsi Sulawesi Selatan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muh. Syarif Bando.

"Iya setelah dilantik hari ini menjadi Bunda Baca Provinsi Sulawesi Selatan, saya kira ini amanah yang berat ya tetapi berkahnya besar. Jadi harus dijalankan dengan baik," terang Lies F. Nurdin yang juga merupakan Ketua TP PKK Prov. Sulsel.

Setelah dilantik menjadi Bunda Baca Prov. Sulsel, Lies (panggilan akrab dari istri Nurdin Abdullah) sudah siap dengan berbagai program-program yang akan ia jalankan demi meningkatkan kesadaran minat membaca masyarakat Sulawesi Selatan.

"Langkah yang kita ambil ke depan yaitu kita sudah membuat beberapa Perpustakaan Lorong. Sementara ini di kota Makassar dahulu, karena memang Makassar merupakan kota madya yang menjadi pintu dan gambaran Sulsel. Tahun ini kita bikin 10 Perpustakaan Lorong yang merupakan bantuan dari PT. Askrindo. Insya Allah tahun depan kita membuat lagi Perpustakaan Lorong dengan bantuan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Sulsel," ungkap Lies.

Dengan adanya Perpustakaan Lorong, diharapkan dapat lebih mendekatkan masyarakat dengan buku. Mulai dari anak-anak hingga orang tua, nantinya diharapkan bisa gemar membaca buku dan mengurangi adiktif terhadap gadget.

Selain Perpustakaan Lorong, Lies bersama stakeholder terkait juga sudah merancang sebuah perpustakaan untuk ibu dan anak, serta disabilitas dan lansia untuk lebih menunjang minat baca masyarakat.(*)

"Insya Allah tahun depan akan terbentuk Perpustakaan ibu dan anak, serta disabilitas dan lansia di samping Mall Ratu Indah, Makassar. Tahun depan juga kita mendapat bantuan dari pusat untuk pembuatan perpustakaan serupa di tujuh kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Selatan," jelas Lies.

Pada momen ini Lies juga berkesempatan untuk berkunjung ke stand-stand pameran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten/ Kota yang ada di Sulawesi Selatan.

"Alhamdulillah stand-standnya banyak berisikan karta penulis lokal. Hal itu sangat menggembirakan bagi saya, karena merekalah yang tahu apa yang harus mereka bicarakan tentang daerahnya," katanya.

Lies pun menambahkan bahwa ia ingin sekali bisa bertemu dengan penulis-penulis lokal untuk meminta mereka membuatkan buku-buku yang membangun karakter, moral dan sopan-santun untuk anak-anak.

Pentingnya peran perpustakaan di antara masyarakat juga disampaikan oleh Muh. Syarif Bando selaku Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

"Perpustakaan hadir sebagai urusan wajib mendasar di setiap Kabupaten/ Kota. Saya lihat semua Perpustakaan di Sulawesi Selatan sudah mulai berkembang. Insya Allah komitmen kita untuk bagaimana mengelola perpustakaan secara bertransformasi bisa diwujudkan sesuai dengan visi dan misi Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan," ungkap Syarif Bando.(*)

Minggu, 13 Desember 2020

Bupati Soppeng Terima Penganugrahan Penghargaan Kabupaten / Kota Peduli HAM.


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),- Kementerian Hukum dan HAM RI, Kantor Wilayah Sulawesi Selatan melaksanakan Acara Peringatan Hari Hak Asasi Manusia sedunia ke 72 yang digelar di Hotel Claro Makassar. Senin (14/12/2020), Pukul 09.00 Wita.

Gubernur Sulawesi Selatan, PROF. DR. IR. H.M NURDIN ABDULLAH, M.AGR dalam sambutannya mengungkapkan, " kami pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendukung berbagai upaya pembangunan di Sulawesi Selatan, termasuk penegakan dan pemajuan HAM. Semua pembangunan kita merupakan upaya penegakan HAM, kita bangun infrastruktur berupa jalan, berbagai fasilitas umum baik pendidikan, kesehatan, program sosial, semua itu karena akses terhadap sektor HAM yang dijamin secara konstitusional.

Pemprov  Sulsel juga senantiasa melaksanakan reformasi birokrasi, membina mental dan budaya kerja aparatur agar menghadirkan layanan yang memudahkan masyarakat. 

Kabupaten/Kota yang telah meraih predikat peduli HAM semoga dapat tetus dipertahankan dan lebih ditingkatkan, sementara Kabupaten yang tahun ini meraih predikat cukup peduli dan belum mendapatkan predikat,  semoga tahun depan juga sudah mendapatkan predikat peduli HAM ". Pungkasnya


Kepala Kantor Wilayah Harun Sulianto mengatakan, penghargaan kepada Pemrov Sulsel tersebut berdasarkan Permenkumham No. 34 Tahun 2016 tentang Kriteria Kabupaten dan kota peduli HAM karena lebih dari setengah kabupaten kota di Sulsel meraih predikat Kabupaten/Kota Peduli HAM.

Peran Gubernur dalam melakukan pembinaan dan membangun lebih dari separuh Kabupaten/Kota peduli HAM di Sulawesi Selatan mendapat apresiasi dari Menkumham. Kami menyampaikan terima kasih  kepada Bapak Gubernur dan jajaran Pemprov Sulsel atas sinergi yang terbangun selama ini ". ungkapnya


Dalam kesempatan yang sama Mujahidin, SH, selaku Kasubag Bantuan Hukum Setda Kab. Soppeng mengatakan, " Dalam acara Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia ke-72 ini, Kab. Soppeng  bersama 14 Kabupaten/Kota Peduli HAM di Sulawesi Selatan diantaranya Bupati Soppeng, Bantaeng, Barru, Bone, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pinrang, Sidenreng Rappang, Sinjai,Toraja Utara, Makassar, Palopo, Pare-Pare, menerima
penghargaan yang diserahkan langsung oleh Bapak Gubernur Sulawesi Selatan di dampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Sulawesi Selatan.

Kabupaten Soppeng menerima Penghargaan  sebagai Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia pada tahun 2019. Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak

Hawaya IWO 💙

Kamis, 13 Februari 2020

BBPP Batangkaluku Gelar Pelatihan Bisnis Kewirausahaan Bagi P4S Se-Sulawesi, Ini Tujuannya

Teropongsulawesi.com, Gowa - Suatu bentuk peningkatan pendapatan  rumah tangga petani diwilayah pedesaan merupakan salah satu tujuan pokok dalam dinamika pengembangan nasional yang berkelanjutan. Hal ini menjadi suatu yang penting diperhatikan karena mengingat tekanan ancaman kemiskinan pada masyarakat petani di pedesaan masih relatif  tinggi.

Persoalan kemiskinan pada petani bukan hanya dikarenakan  tekanan dominan dari faktor ekonomi sehubungan dengan keterbatasan modal produksi,.akan tetapi, faktor lain justru lebih berpengaruh ialah kualitas sumber daya manusia petani  yang rendah , selain itu tingkat produktivitas, kreativitas kerja , posisi tawar dan kemampuan kewirausahaan yang dimiliki  petani dalam mengelola bisnis juga masih tergolong rendah.

Berdasarkan hal tersebut di atas  Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menyelenggarakan Pelatihan Bisnis Kewirausahaan Bagi Pengelola P4S.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 orang pengelola/anggota dari Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S).

Ke 30 orang tersebut  berasal dari 6 provinsi Se Sulawesi di antaranya Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.

Kegiatan ini berlangsung selama 7 hari dan efektif dari tanggal 10 februari lalu dan berakhir pada 17 Februari 2020 yang dilaksanakan di BBP Batangkaluku, Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan.

Dengan dilatihnya pengelola/anggota P4S yang merupakan salah satu perpanjangan tangan dari BBPP Batangkaluku kepada petani  khususnya di wilayah pedesaan  diharapkan mampu mendokrak perekonomian masyarakat petani di pedesaan sebagaimana arahan dari kepala BPPSD Dedi Nursyamsi beberapa  waktu lalu dan juga untuk meggenjot SDM yang profesional mandiri yang berdaya saing dan berjiwa wirausaha agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Disela aktivitas pembelajaran dikelas Lukman Widyaiswara BBPP Batangkaluku mengatakan dengan pelatihan ini diharapkan mampu memberikan bakat kepada peserta yang bergerak dibidang agribisnis dalam meningkatkan kemampuan dan pemahamannya  serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan sikap serta mental pengelola P4S dalam pengembangan usaha taninya yang berorientasi agribisnis.

“Tak lupa mereka juga harus mampu mengembangkan jiwa wirausaha agribisnis yang inovatif, profesional, mandiri dan berwawasan global sehingga kedepannya bisa lebih maju dan meningkat” katanya, harap Lukaman.

Dijelaskannya bahwa Sikap kewirauasahaan dan komptensi petani merupakan salah satu faktor terpenting yang menentukan penerapan teknologi, petani yang belum dan kurang mempunyai jiwa kewirausahaan senantiasa kesulitan mengelola dan mengembangkan diversifikasi usaha secara produktif ditengah potensi sumber daya lokal yang melimpah di sekeliling lingkungan mukimnya, jelasnya.

Untuk itu tak dapat dielakkan sesungguhnya kewirausahaan  memang mempunyai fungsi penting sebagai motor penggerak  petani dalam mengembangkan ragam jenis usaha bisnis pertanian secara produktif secara kreatif.

“Kewirausahaan termasuk salah satu kebutuhan strategis bagi petani dalam mengelola usaha bisnis mikro berbasis sumber daya lokal di pedesaan, urai Lukman. 

Lebih lanjut Widyaiswara ini mengungkapkan bahwa Intervensi efek globalisasi yang memasuki ranah kawasan kehidupan masyarakat petani dipedesaan menuntut optimalisasi fungsi kewirausahaan yang diharapkan mampu mengarahkan  perilaku berorientasi pada bertani lebih baik (better farming), bertani yang menguntungkan (better business), dan hidup lebih sejahtera (better living)”, pungkasnya.

Untuk diketahui, Disaat bersamaan juga dilaksanakan Pelatihan Manajemen Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Angkatan I, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan para pengurus kelompok UPJA dalam mengembangkan UPJA yang berorientasi bisnis sebagai bagian dari Kelompok Ekonomi Petani (KEP) guna meningkatkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian bantuan pemerintrah  menjadi usaha yang layak ekonomi. (Al-Az).

Senin, 07 Oktober 2019

Sekda Pemprov Sulsel Pimpin Rapat Persiapan HUT Sulsel Ke 350 Tahun

Teropongsulawesi.com, Makassar (Sulsel) - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Sulsel ke-350, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat teknis persiapan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat saat memimpin rapat menjelaskan perihal waktu pelaksanaan kegiatan HUT Sulsel.

"Sebelumnya harus sudah kita sepakati dari awal bahwa proses ini tanggal 19 Oktober, namun ada pertimbangan situasional, bahwa berdasarkan arahan pak Gubernur, sebaiknya kegiatan-kegiatan sentral seperti ini ditunda dulu sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden," kata Abdul Hayat.

Abdul Hayat melanjutkan, kegiatan hari Jadi Sulawesi Selatan tersebut rencananya akan digabungkan dengan Pameran Pembangunan.

"Tetapi saya kira akan ada pengaturan-pengaturan nanti oleh ketua panitia, sehingga kita bisa mencapai target dari dua kegiatan tersebut, Hari Jadi Sulawesi Selatan dan Pameran Pembangunan," jelas Abdul Hayat.

Lebih lanjut, Abdul Hayat menjelaskan terkait anggaran dana pelaksanaan kegiatan yang akan direncanakan secara efisien dan rinci.

"Apa yang kita harapkan di sini adalah sesuai dengan pesan pak Gubernur, efisiensi dan keseragaman" tambahnya.

Menutup arahannya, Abdul Hayat berharap publikasi kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan dapat diberitakan dengan baik.

"Tinggal bagaimana ini diakomodir semua, dengan langkah-langkah yang sistematis, pastikan di media diberitakan dengan baik, saya kira itu cukup menggembirakan untuk Sulawesi Selatan," tutupnya.

Hadir dalam rapat tersebut Plt. Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala BKD Provinsi Sulawesi Selatan, serta perwakilan OPD yang tergabung dalam kepanitiaan acara.(*). 

Senin, 04 November 2019

Event Jejak Alam Kahu Cross Country Adventure Bike Wagub Sulsel Lepas 1.300 Pesepeda untuk Perkenalkan Destinasi Wisata Bone

Teropongsulawesi.com, Bone (Sulsel) - Usai menghadiri Hari Pangan Sedunia ke-39 yang digelar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/11), Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bertolak ke Kabupaten Bone untuk menghadiri kegiatan Jejak Alam Kahu Cross Country Adventure Bike pada Minggu, 3 November 2019.

Event yang kali pertama digelar di Bumi Arung Palakka ini, diselenggarakan oleh Komunitas Passapeda Kahu (Kompak) yang bertujuan memperkenalkan keindahan alam dan destinasi wisata yang terletak di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, event ini sangat bermanfaat karena bisa menyambung silaturahmi antar sesama.

“Passapeda (bersepeda), selain ramah lingkungan juga membantu menjaga kesehatan dan ke depan bisa pengganti motor atau mobil untuk kendaraan ramah lingkungan ke tempat kerja,” tuturnya.

Andi Sudirman Sulaiman juga menambahkan, dirinya akan selalu mensupport berbagai kegiataan positif seperti pada event ini.

“Bagaimana mengedepankan solidaritas yang tinggi dan silaturahmi yang terus terjaga," tambah Andi Sudirman Sulaiman.

Acara ini diikuti 78 club dengan jumlah lebih dari 1.300 pesepeda dari berbagai daerah. Peserta di antaranya berasal dari luar Sulawesi Selatan yakni dari Polewali Mandar, Sulawesi Tengah.

Peserta akan menempuh rute sepanjang 30 kilometer, start dari Kelurahan Palattae menuju Desa Maggenrang, Desa Cakkela, Desa Matajang, Desa Bonto Padang, Bonto Desa Sanrego, dan kembali finish di Desa Palattae.(*)

Minggu, 3 November 2019
Biro Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

Gubernur NA Buka Pertemuan Regional Terarah dan Fokus Group Discussion CSR/TJLS di Kawasan Teluk Bone

Teropongsulawesi.com,Makassar (Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan membuka Pertemuan Regional Terarah dan Fokus Group Discussion CSR/TJLS di Kawasan Teluk Bone di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Minggu 3 November 2019.

Pemangku Kepentingan Sulsel-Sultra bertemu dalam untuk membahas langkah apa yang akan diambil dalam mensejahterakan masyarakat di kawasan yang mencakup dua provinsi ini, yakni Provinsi Sulsel dan Sulawesi Tenggara.

Gubernur Nurdin Abdullah menyampaikan, persoalan yang dihadapi adalah kemiskinan. Sedangkan Indonesia termasuk negara agraris dan kelautan. Kawasan Teluk Bone juga demikian.

"Ini menjadi catatan penting bagi kita, persoalan kemiskinan. Kemiskinan ada di pesisir," kata Nurdin Abdullah.

Gubernut mengapresiasi kegiatan ini sehingga dapat dihasilkan sebuah rekomendasi dan inovasi.

"Indonesia ini kita luar biasa sekali, saya berharap betul-betul pertemuan regional ini melahirkan rekomendasi konsep yang bisa kita dukung bersama," sebutnya.

Sedangkan terkait CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan Ia menyampaikan, jika dikelola dengan baik, akan membawa dampak yang baik dan signifikan di masyarakat.

"Ini kalau dikumpulkan, itu akan menjadi kekuatan besar, tinggal goalnya apa. Saya kira kita semua sudah tahu apa yang harus dikerjakan," ujarnya.

Kegiatan ini berlangsung dari 3-5 November 2019. Mengangkat tema 'Menjadikan CSR/TJSL Sebagai Penunjang Kesejahteraan Sosial dan Kemajuan Pembangunan Kawasan Teluk Bone'.

Ketua Umum Jejajring Teluk Bone, Yayat Pangerang menyampaikan, maksud dari FGD ini adalah meluaskan wawasan para pemangku kepentingan (stakeholders) di daerah daerah dalam Kawasan Teluk Bone pada wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

"Mengenai substansi, filosofi, sejarah dan regulasi yang terkait dengan Sosial Corporate Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TISL) yang melekat pada aktivitas dunia usaha pada suatu wilayah," terang Yayat Pangerang.

Yayat melanjutkan, dialog intensif dan mendalam antar pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menetapkan langkah-langkah strategis tentang perencanaan
dan tatakelola CSR atau TJSL.

"Agar dapat bermanfaat bagi upaya percepatan penyelenggaraan pembangunan wilayah pada masing-masing daerah kabupaten/kota terkait," sebutnya.

Ia menjelaskan, tujuan pengumpulan masukan dari pemangku kepentingan (stakeholders) asal daerah-daerah untuk merumuskan rekomendasi yang akan dijadikan rujukan
bagi penyelenggaraan dan penetapan kebijakan daerah di bidang pengelolaan CSR atau TJSL.

"Untuk kepentingan percepatan pembangunan di daerah pada
khususnya dan Kawasan Teluk Bone pada umumnya," urainya.

Yayat melanjutkan, upaya selanjutnya adalah memberikan kesempatan kepada para pemangku kepentingan (stakeholders) asal daerah-daerah untuk berinteraksi dengan para ahli dan pakar yang berkompeten.

"Guna mendapatkan gambaran dan pengetahuan tentang CSR atau
TJSL untuk dijadikan landasan bagi penyelenggaraan CSR atau TJSL di daerah masing-masing secara melembaga dan berkelanjutan,".

Adapun, gagasan Kerjasama Kawasan Teluk Bone (KTB) pertama kali diprakarsai oleh Pemerintah Daerah Propinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Perjanjlan Kerjasama No.202/VIl/2012 dan No. 20 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan dan Pengembangan Wilayah Terpadu Teluk Bone, pada tanggal 18 Juli 2012.(*)

4 November 2019
Biro Humas Pemprov Sulsel

Rabu, 02 Oktober 2019

Mantan Gubernur Sulsel Ke 5 Mayjen TNI (Purn) HZB Palaguna Wafat di Usia 80 Tahun


Teropongsulawesi. Com, Makassar Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. H. M. Nurdin Abdullah (NA) sangat merasa kehilangan atas wafatnya Gubernur Sulsel ke-5 Mayjen TNI (Purn) H. Zainal Basri Palaguna.

"Sebagai orang Sulawesi Selatan, kita semua merasa kehilangan atas kepergian almarhum. Beliau adalah sosok tokoh panutan bagi kita semua," ungkap Prof. Nurdin dengan nada rendah dan bersedih, Rabu malam (2/10). 

Menurut guru besar Unhas Makassar ini almarhum Mayjen TNI Purn H. Zainal Basri Palaguna merupakan pemimpin pendahulu, dimana peranannya sebagai Gubernur Sulawesi Selatan yang ke-5 dan tentunya banyak jasa-jasa almarhum yang telah diberikan untuk Sulawesi Selatan.

"Karya-karya dan jasa-jasa beliau selama menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan luar biasa untuk kita semua," urainya.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini juga berharap kepada seluruh masyarakat dan elemen di Sulsel agar sama-sama mendoakan almarhum. "Mari kita sama-sama mendo'akan almarhum," pungkasnya. 

Diketahui, Almarhum H. ZB Palaguna menghembuskan nafas terakhirnya Rabu 2 Oktober 2019, pukul 16.15 WITA. 

Gubernur Sulsel yang menjabat sejak 19 Januari 1993 sampai 19 Januari 2003 merupakan putra terbaik Sulsel yang dilahirkan di kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan, 9 Maret 1939.(*)

Sabtu, 21 September 2019

Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD, Sekprov Atas Nama Gubernur Sampaikan Jawaban


Teropongsulawesi. Com - Makassar, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani hadir dan menyampaikan Jawaban Gubernur Atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Hibah Lahan/Tanah Kepada Yayasan Islamic Center Masjid Al-Markaz Al-Islami di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulawesi Selatan, Jumat (20/9).

Dalam jawaban Gubernur yang dibacakan langsung oleh Abdul Hayat menyebutkan bahwa semua pandangan yang disampaikan tersebut tentunya merupakan masukan yang sangat berharga dan akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut untuk penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).

"Mengenai tanggapan fraksi-fraksi yang berbentuk saran atau catatan, insyaallah dengan segala daya dan kemampuan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan senantiasa akan memperhatikan untuk perbaikan pada waktu yang akan datang," demikian yang dibacakan Abdul Hayat.

Setelah memberikan jawaban atas tanggapan masing-masing fraksi di DPRD, dalam teks yang dibacakan Abdul Hayat tersebut, Gubernur menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyadari sepenuhnya bahwa jawaban yang diberikan masih bersifat umum.

"Oleh karena itu diharapkan pengertian dan perkenan anggota dewan yang terhormat, kiranya Rancangan Peraturan Daerah ini dapat dibahas lebih intensif pada pembahasan tingkat selanjutnya untuk mendapatkan penyempurnaan" katanya.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Yusran Sofyan tersebut disepakati bersama bahwa jawaban Gubernur sudah dapat diterima pada Pemandangan Umum oleh perwakilan masing-masing fraksi DPRD dan hal-hal terkait lainnya akan dibahas pada pembahasan selanjutnya pada rapat-rapat di tingkat pansus.(*)

Senin, 08 Februari 2021

Pengurus PKK Kabupaten Soppeng Silaturahim Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Melalui Via Zoom Meeting


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),-Pengurus PKK Kab. Soppeng menghadiri acara Silaturahim Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sosialisasi Kesehatan Menangani Covid-19 di Era New Normal melalui Via Zoom meeting di ruang SCC Kantor Bupati Soppeng, Senin (08/02/2021).

Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan Ibu Ir. Hj.Liestiaty F. Nurdin, M.Fish. pada kesempatan ini menjelaskan tentang capaian dan strategi TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan di masa pandemi, dimana pada tahun 2020 peran PKK nyata dalam menggerakkan masyarakat Sulsel sehinga mampu mengerakkan masyarakat untuk mampu bergerak secara massif dan tertsruktur dalam mendukung program-program strategis serta banyak memberi andil dalam berbagai upaya pemutusan rantai Covid-19 sekaligus pemulihan ekonomi.

Adapun strategi, inovasi serta Realisasi Program di awal tahun 2021 yaitu menghadirkan perpustakaan ibu dan anak, serta fasilitas dengan konsep taman bermain hingga anak betah membaca sesuai perkembangan umurnya, membuat Koperasi wanita sejahtera masagena, pembangunan rumah sehat di GOR sudiang, serta membuat buku khasanah kuliner dan kerajinan Sulawesi Selatan yang nantinya buku ini akan menjadi referensi berharga agar produk kita utamanya yang tradisional tidak diakui daerah lain.
Sehingga di harapkan kepada para pengurus PKK Kabupaten agar ikut membangun berbagai program dan inovasi di daerah masing-masing.

Pada kesempatan ini, Bapak dr, Arief Santoso, SP. P(K)., Ph. D, FAPSR, dokter Ahli Paru, memberikan pencerahan bagaimana menangani Covid-19, karena dalam menjalankan kegiatan ditengah wabah Covid-19 yang masih tinggi, sangat penting untuk mengetahui langkah-langkah dalam menghindari maupun menangani penyebaran covid-19.

Hawaya IWO 💙

Selasa, 26 Januari 2021

Tingkatkan Kompetensi Penyuluh dan Jiwa Kewirausahaan Petani Millenial, 6 Provinsi Ikuti Pelatihan di BBPP Batangkaluku


Para peserta pelatihan di BBPP Batangkaluku (Foto Istimewa).

Gowa (Sulsel), Teropongsulawesi.com, - Memasuki masa New Normal sejak Pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini, berbagai kegiatan aktivitas sudah mulai kembali dilaksanakan, meski belum sepenuhnya pulih seperti kondisi sebelum Covid-19.

Sebelumnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku melaksanakan kegiatan pelatihan dengan menggunakan sistem Pelatihan Jarak jauh dengan menggunakan media internet berupa pembelajaran secara virtual dengan aplikasi zoom meeting.

Mengawali tahun 2021, pertama kalinya sejak masa pandemi ini BBPP Batangkaluku menyelenggarakan pelatihan secara _offline_ 2 (dua) angkatan yaitu Pelatihan Fungsional Dasar Bagi Penyuluh Pertanian Ahli yang diikuti 32 peserta dan Pelatihan Fungsional Dasar Bagi Penyuluh Pertanian Terampil sebanyak 28 orang peserta.

Bersamaan dengan itu juga dibuka pelatihan secara _online_ 1 (satu) angkatan yaitu Pelatihan Kewirausahaan bagi Petani Muda Milenial-P4S dengan jumlah peseta 30 orang.

Adapun asal peserta ketiga angkatan pelatihan tersebut berasal dari wilayah kerja BBPP Batangkaluku yang meliputi provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Gorontalo.

Para peserta pelatihan di BBPP Batangkaluku (Foto Istimewa).

“Pada kegiatan pelatihan sebelumnya banyak pelatihan yang dilaksanakan secara virtual terkait pandemi covid-19, namun karena pelatihan ini sangat urgent untuk menyiapkan penyuluh pertanian yang kompeten dan profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dilapangan, sehingga kali ini kita lakukan secara tatap muka/ offline dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, salah satunya adalah setiap peserta wajib membawa keterangan hasil Swab Test yang negatif” ungkap Sabir, Kepala BBPP Batangkaluku.

Sabir menambahkan proses pelatihan tatap muka digelar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 semaksimal mungkin. Selain itu selama mengikuti pelatihan ini seluruh peserta, narasumber, dan panitia pelaksana dibekali dengan masker pelindung, hand sanitizer, penyediaan wastafel dan sabun cuci tangan di setiap sudut bangunan dan dikelas pelatihan.


Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi saat membuka pelatihan secara virtual (Foto Istimewa).

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian secara vritual, dan diselenggarakan selama 21 hari efektif pada tanggal 25 Januari hingga 15 Februari 2021 mendatang bertempat di Aula Hasanuddin BBPP Batangkaluku.

Dalam arahannya Dedi Nursyamsi mengajak seluruh peserta pelatihan dan seluruh elemen (Widyaiswara, Penyuluh, Petani Milenial, Kelompok Tani) untuk berjuang sampai terwujudnya tujuan pembangunan pertanian. Menurut beliau produktivitas menjadi hal yang penting, kata kunci demi mencapai tujuan tersebut. Tidak hanya produktivitas, tapi kualitas juga menjadi poin penting. Oleh karena itu daya saing produk kita harus terus menerus meningkat.

“Jika semua itu berhasil maka tujuan pembangunan pertanian berada digenggaman kita. Didukung dengan kualitas SDM yang professional, berdaya saing dan jiwa kewirausahaan yang tinggi maka kita juga mampu meningkatkan produktivitas pertanian yang lebih tinggi. Tujuan yang luar biasa ini dapat kita capai dengan cara yang luar biasa, oleh orang-orang yang luar biasa. “Kita semua ini bukan orang biasa, Kita ini semua penyuluh – penyuluh yang luar biasa” ungkap Dedi.

Secara terpisah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan kualitas SDM adalah hal yang penting. "SDM pertanian di masa depan harus diisi dengan yang berkualitas. Penyuluh pertanian adalah inti dari agent of change pembangunan pertanian. Karena itu, penyuluh pertanian harus hebat, harus mampu mengelola pertanian yang ada di masyarakat, "katanya. (BBPP BK- AL/YN)

Kamis, 03 Oktober 2019

AHG Mewakili Gubernur Sulsel Menerima Penghargaan Indonesia Award Efektifitas Pelayanan Publik

 
Teropongsulawesi. Com, Jakarta - Sekretaris Provinsi Sulsel (Sekprov Sulsel) Abdul Hayat Gani hadir mewakili Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah (NA) menerima penghargaan sebagai Pemerintah Provinsi dengan Efektifitas Pelayanan Publik dalam Indonesia Award di Jakarta Concert Hall, Jakarta Pusat, Kamis (3/10) malam.

Dalam sambutannya, mengucapkan Terima Kasih kepada INews TV yang telah memberikan apresiasinya kepada Pemerintah Sulawesi Selatan atas penghargaan efektifitas pelayanan publik yang kedua kalinya.

“Terima Kasih Kepada INews TV yang telah memberikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas penghargaan Efektifitas pelayanan Publik yang kedua kalinya,” kata Abdul Hayat Gani.

Lanjutnya, hal ini dicapai berkat peranan semua OPD dan semua stakeholder di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Terima kasih lagi iNews TV memang hebat dan Sulawesi Selatan melayani,” Ungkap Abdul Hayat Gani.

Pada kesempatan ini Abdul Hayat juga menuturkan harapan atas penghargaan yang telah diterima agar Pemprov Sulsel tetap memberikan inovasi, gagasan serta ide untuk mempermudah pelayanan publik.

“Ya, tentu harapan kita Sulawesi Selatan bagaimana tetap memberikan inovasi, gagasan, ide untuk mempermudah layanan layanan di masyarakat karena tentu di sini kita hadir untuk melayani “. Tuturnya.

Indonesia Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh INews kepada lembaga pemerintah, non-pemerintah maupun perorangan yang telah berkontribusi dan konsisten dalam membangun negeri.

Pada malam puncak penghargaan Indonesia Award INews TV kali ini dengan mengangkat tema ” Kita Indonesia ” dihadiri tokoh, pejabat pemerintah pusat dan daerah serta BUMN, diantaranya Mahfud MD, Menteri Luar Negri Retno Marsudi, Menteri PANRB Syafruddin, Menteri PUPR Basuki Hadimulyo, Menteri Kominfo Rudiantara, Ketua KPU Arief Budiman, Dirut Perum Bulog Budi Waseso dan tentunya hadir pula Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. 

Minggu, 15 September 2019

Sekprov Sulsel Lepas Secara Resmi Ekspor Perdana Talas Satoimo (Frozen) Ke Jepang


Teropongsulawesi. Com - Makassar -- Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani melepas secara resmi Ekspor Perdana Talas Satoimo (Frozen) ke Jepang, di halaman PT. Tridanawa Perkasa Indonesia, Jl. Tol Lama No. 3 Makassar, Sabtu (14/9).

Pada acara tersebut dilakukan penyerahan Sertifikat Phytosanitary oleh Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI, Ir. Ali Jamil kepada Komisaris Utama PT. Tridanawa Perkasa Indonesia, Ir. Kwan Sakti Rudi Moha.

Dalam sambutannya, Abdul Hayat mengatakan bahwa dengan Program Prioritas Nasional Presiden Joko Widodo, investasi semakin dipermudah.

"Bagaimana memberikan akses kepada kaum millenial untuk berusaha, khususnya terkait dengan tanaman pangan ini," kata Abdul Hayat.

Ditambahkannya lagi bahwa visi misi Gubernur Sulawesi Selatan, yaitu inovatif, produktif, kompetitif, daya saing, dan berkarakter, harus dijaga karena sangat relevan dengan apa yang dilakukan Presiden saat ini.

"Karena itu saya kira tinggal kita semua ini tanpa terkecuali harus memberikan akses yang baik, memberikan layanan yang baik," tambahnya.

Lebih lanjut, Abdul Hayat berharap dengan satu visi dan satu persepsi, kegiatan ekspor tersebut dapat berjalan lancar.

"Saya kira program-program seperti ini harus kita kawal. Melalui Kadis Pertanian nanti dipersiapkan 12 kabupaten untuk memberikan layanan untuk mengembangkan tanaman seperti talas," lanjut Abdul Hayat.

Menutup sambutannya, Abdul Hayat menjelaskan bahwa selain membangun infrastruktur, Gubernur Sulawesi Selatan juga menjadikan ketahanan pangan sebagai program prioritas di Sulawesi Selatan.

"Hal ini terkait dengan penyiapan bibit unggul dan pewilayahan komoditi di tiap daerah. Saya kira hari ini ada kepastian dan mudah-mudahan apa yang terjadi hari ini terlapor dengan baik kepada Gubernur," tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan, Fitriani MP dan Bussiness Development Japanese Customer Yield, Mr. Hiro Taka Aiko.

Sabtu, 19 Desember 2020

Peringatan Hari Ibu ke-72 , Bupati Soppeng Tanda Tangani MOU


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),-Bupati Soppeng, H. A. Kaswadi Razak, SE menghadiri Acara penandatanganan MOU Gubernur dan Bupati / Walikota se Sulsel tentang Pembangunan Pemberdayaan , Perlindungan Anak. dan Keluarga Berencana melalui virtual zoom di Ruang SCC Kantor Bupati Soppeng, Sabtu (19/12/2020).


Acara ini diselenggarakan untuk membuat kesepakatan bersama antara Gubernur Sulawesi Selatan dengan Bupati / Walikota se Sulawesi Selatan dalam rangka mendukung pembangunan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana melalui strategi pengarusutamaan gender dan pengarusutamaan hak anak.

Penandatanganan MOU yang dilaksanakan pada Hari ini juga merupakan puncak Peringatan Hari Ibu ke-72 tingkat Provinsi Sulawesi selatan dengan Tema "Perempuan Berdaya, Sulawesi Selatan Jaya".

Salah satu program untuk meningkatkan kualitas keluarga yaitu program PUSPA (Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) ialah pertemuan koordinasi fundamental yang dilakukan Kementerian PPPA untuk menyatukan visi dan misi lembaga-lembaga terkait demi kesejahteraan perempuan dan anak di Indonesia. Didalam Program PUSPA terdapat juga program PUSPAGA yang diharapkan dapat mendukung upaya peningkatan kualitas keluarga, termasuk perlindungan anak melalui 2 jenis layanan utama yaitu informasi dan konseling.

Untuk Kab. Soppeng pernah meraih penghargaan SRA (Sekolah Ramah Anak) terbaik pada Tahun 2018 yang diberikan kepada MAN 1 Soppeng. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, Yohana Yembise.

Kepala Dinas P3APPKB Sul-Sel, DR. dr. Hj. Fitriah Zainuddin, M.Kes selaku Ketua panitia dalam laporannya menjelaskan bahwa Peringatan Hari Ibu pada hari ini dilaksanakan berdasarkan pedoman pelaksanaan Hari Ibu Tahun 2020. Yang dimaksudkan agar seluruh warga negara baik laki-laki maupun perempuan terutama generasi muda agar senantiasa menyegarkan kembali ingatannya akan perjuangan dan kebangkitan kaum perempuan dalam memperjuangkan kemerdekaan sehingga semakin mempertebal tekad dan keyakinan kita semua dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan guna meningkatkan kualitas hidup dan peran perempuan baik pribadi maupun dalam organisasi di berbagai aktivitas pembangunan.


Hawaya IWO 💙

Selasa, 25 Februari 2020

Sekda Soppeng H.Andi Tenri Sessu Buka Pelatihan Barang dan Jasa ini Penjelasannya.


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel)-Sekertaris Daerah Kabupaten Soppeng Drs.H.A.Tenri Sessu, M.Si mewakili Bupati membuka pelatihan barang dan jasa pemerintah Kabupaten Soppeng tahun 2020, di ruang pelatihan BKPSDM  Kabupaten Soppeng, Rabu 26 Januari 2020.
Kegiatan ini terselenggara berkat  kerjasama antara pemerintah Kabupaten Soppeng dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Propinsi Sulawesi Selatan.

Dalam sambutannya dikatakan kegiatan ini sangat penting artinya bagi proses kegiatan pembangunan di Kabupaten Soppeng terutama berkaitan transparansi dan akuntabel yaitu pengadaan barang dan jasa.

Lanjut dikatakan, atas nama pemerintah Kabupaten Soppeng  menyambut gembira , sangat berbahagia dengan dilaksanakannya pelatihan barang dan jasa yang mana kita pahami bahwa sesuai dengan ketentuan penyelenggaraan wajib mempunyai sertifikasi, keahlian pengadaan barang jasa agar proses pengadaan berjalan efektif, transparan dan dapat juga di pertanggungjawabkan.

Kepada peserta agar kegiatan ini di ikuti dengan serius dan penuh tanggung jawab, dan kepada pemateri agar para peserta dibekali semaksimal mungkin dengan pengetahuan tentan pengelolaan barang dan jasa .

Kepala BPSDM Propinsi Sulawesi selatan diwakili  Hj.Aryani Aruji dalam sambutannya mengatakan pengadaan barang jasa untuk kepentingan pemerintah merupakan salah satu alat untuk menggerakan roda perekonomian oleh karenanya penyerapan anggaran melalui pengadaan barang dan jasa itu sangat penting namun tidak kalah pentingnya dari itu adalah urgensi pelaksanaan yang efektif dan efiesien serta ekonomis.

Sebelumnya, kepala BKPSDM Kabupaten Soppeng Kamaruddin,SE,M.Si dalam laporannya mengatakan kegiatan ini diikuti 40 orang dari utusan setiap SKPD dalm lingkup pemerintah Kabupaten Soppeng, dan kegiatan ini berlangsung dari tanggal 26-29 Februari 2020.

Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu mewujudkan kegiatan pengelolaan barang dan jasa yang efektif dan efisien di unit kerja pemerintah kabupaten soppeng dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku sert Menyiapkan pengelola barang dan jasa yang memiliki sertifikasi berdasarkan kompetensi keahlian yang dimilikinya.

Acara pembukaan ditandai dengan pengalungan atribut peserta oleh Sekda Soppeng bersama Kepala BPSDM Propinsi Sulawesi Selatan dan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian  kerjasama antara BKPSDM Kabupaten Soppeng dengan BPSDM Propinsi Sulawesi Selatan.

Acara turut dihadiri kepala Bagian Barang dan Jasa  Setda Soppeng, Kabag Pemerintahan Setda Soppeng , para pemateri, para peserta serta para undangan lainnya.(aya,IWO)

Sabtu, 05 Oktober 2019

Wagub Sulsel Beri Ucapan Selamat Di HUT TNI Ke 74, Ini Pesan Andi Sudirman Sulaiman


Teropongsulawesi. Com, Makassar (Sulsel) - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri upacara parade peringatan HUT TNI Ke-74 di Taxy Way Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (5/10). 

Dengan Mengusung tema TNI Profesional Kebanggaan Rakyat, acara tersebut dipimpin oleh Pangdam XIV Hasanuddin Mayor Jendral TNI Surawahadi.
Pada peringatan HUT TNI ke 74 ini Andi Sudirman Sulaiman mengucapkan terima kasih kepada TNI dalam memberikan keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya pribadi atas nama rakyat Indonesia serta atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengucapkan Dirgahayu TNI ke-74, TNI profesional, kebanggaan rakyat Indonesia. TNI solid, NKRI harga mati,” ucap Andi Sudirman saat di wawancarai dalam peringatan HUT TNI ke 74 di lanud Hasanuddin.

Selain itu, Wagub Sulsel berharap sinergitas TNI bersama Pemprov Sulsel dan juga Polri bisa ditingkatkan. Sehingga ke depan di Sulsel bisa lebih kondusif.

“Kita memiliki visi dan misi yang sama yakni menjaga keutuhan NKRI dan menjaga Sulawesi Selatan yang sipakatau, sipakalebbi dan sipakainge” ujar Andi Sudirman Sulaiman

Selain defile dan parade alutsista, Pada HUT ke-74 TNI ini Inspektur upacara memberikan satya lencana 24 tahun ke beberapa prajurit TNI dari Presiden RI Bapak Joko Widodo.

Berdasarkan pantauan, PJ Walikota Makassar, Kapolda Sulawesi Selatan, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel, Pangkoops II, Danlantamal VI, Pangkosek II, Danlanud Hasanuddin dan sejumlah bupati, anggota DPRD serta rektor universitas  hadir dalam acara tersebut.(*)

Jumat, 04 Oktober 2019

Anggota DPR-DPD RI Terpilih di Pileg 2019 Asal Sulsel Ramah Tamah Dengan Gubernur Sulsel


Teropongsulawesi. Com, Jakarta - Gubernur Sulawesi-Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah yang melakukan kunjungan ke Jakarta menggelar malam ramah tamah bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) asal Sulsel yang baru saja terpilih di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (4/10).

Selain amggota DPR dan DPD yang terpilih, juga hadir Sekretaris Daerah Sulsel, Abdul Hayat Gani, Direktur Pelindo IV Farid Padang, Kajati Sulsel Firdaus Delwilmar, pengurus dan tokoh-tokoh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Jabodetabek. 

"Alhamdulillah malam ini kita hadir sebenarnya di samping ramah-tamah, ini bentuk kesyukuran kita semua," kata Nurdin Abdullah.


Ia menyampaikan awalnya kegiatan ini akan dilaksanakan di Makassar tetapi mengingat mereka baru dilantik dan tentu akan memiliki agenda yang banyak dan padat di Jakarta. Untuk itu Nurdin mengucapkan selamat. Hal ini juga ditujukan pada anggota DPRD kabupaten/kota dan provinsi yang juga baru saja dilantik. 

Nurdin menyampaikan bahwa, mereka memiliki peranan penting. Bukan hanya bagi Indonesia tetapi juga untuk Sulsel.

"Saya meyakini, bahwa Sulawesi Selatan ini tentu kita butuh percepatan pembangunan kalau kita tidak bersama-sama menyatukan langkah kita, menyatukan visi kita, menyatukan hati kita. Saya yakin kita agak sulit untuk melakukan percepatan," sebutnya. 

Di forum ini, Gubernur juga menyebutkan dan berharap akan kembali dipertemukan untuk menjelaskan seperti apa misi Pemprov Sulsel dalam membangun Sulsel. 

"Terima kasih atas kesediaannya untuk hadir. Semoga di lain waktu kita akan ketemu kembali, apakah di sini atau di Makassar. Kami akan memanfaatkan momen reses nanti jika ada kunjungan ke Sulawesi Selatan," ungkapnya.(*)

Sabtu, 21 September 2019

Gubernur NA Beri Anugrah Kehormatan Pendidikan dan Kemanusian Pada Dirut Perusaan Dubai Al-Khoory


Bangun 1.248 Masjid dan 100 Panti Asuhan

Teropongsulawesi. Com - Makassar (Sulsel) -- Gubernur Sulawesi Selatan Prof. HM Nurdin Abdullah (NA) memberikan penganugerahan Kehormatan Dalam Bidang Pendidikan dan Kemanusiaan kepada Dr. Syeikh Muhammed M.T.M Al-Khoory yang merupakan Ketua Yayasan Asia Muslim Charity Foundation) di Rujab Gubernur, Sabtu (21/9).

Syeikh Al-Khoory adalah Direktur Utama group perusahaan Al-Khoory di Dubai, Uni Emirates Arab, yang dirintis oleh ayah dan saudara-saudaranya. Ia juga merupakan relawan kerja-kerja sosial dari tahun 1985 sampai sekarang, bekerja di Kenya dari tahun 1985 sampai tahun 1992. Bekerja di Indonesia dari tahun 1998 hingga saat ini. 

Beberapa hal yang telah dilakukan di Indonesia,  dengan jumlah proyek kemanusiaan 1.570. Membangun 1.248 masjid, 100 panti asuhan, mendirikan 20 ma'had (sekolah) Bahasa Arab dan Studi Islam, empat ma'had, 25 klinik pengobatan menggunakan gedung yang tidak dibangun oleh yayasan AMCF tapi dibangun oleh yayasan lain. 

Gubernur memberikan penghargaan dengan memberikan piagam dan pin berbentuk kapal Pinisi. 

Usai memperoleh penghargaan, Syeikh Muhammed M.T.M Al-Khoory dalam sambutan terima kasihnya menyampaikan rasa syukur atas pemberian anugerah ini. Ia menyampaikan apa yang Ia capai ini bukan karena dirinya sendiri tetapi berkat semua pihak yang terlibat. 

"Terima kasih kepada Gubernur Sulsel yang telah memberikan penghargaan ini. Juga terima kasih kepada Wali Kota Makassar dan juga bupati yang telah hadir," kata Muhammed Khoory. 

Sementara itu, Gubernur Sulsel dalam sambutannya menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan bentuk syukur dan apresiasi pada Muhammed Khoory atas kerja dan pengabdian yang telah dilakukan di Indonesia, termasuk di Sulsel. 

"Ini karena masih ada saudara kita yang peduli pada dunia pendidikan dan kegiatan sosial yang lain. Apa yang kita berikan tidak sebanding apa yang telah diberikan," kata Nurdin Abdullah. 

Nurdin menyebutkan, prakarsa ini sebagai bentuk terima kasih kepada Muhammed Khoory karena telah menghimpun pengusaha Timur Tengah untuk membantu Indonesia. 

"Siapa tahu juga beliau berniat membantu di daerah bukan hanya di Makassar saja," sebut Nurdin yang disambut tepuk tangan bupati-bupati yang hadir. 

Ia menutup sambutan agar Muhammed Khoory didoakan dalam kondisi sehat dan terus berkarya. 

Saat ini Muhammed Khoory, mengelola dan menjalankan grup perusahaannya yang bergerak di bidang impor dan distribusi mobil dan bus, pompa air, pembangkit listrik, pemadam kebakaran, pengelolaan limbah, dan juga di bidang properti dan perhotelan. 

Ia juga membangun pusat kemanusiaan di empat provinsi di Indonesia, yaitu Jawa Barat, JawaTimur, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.

Mengadakan delapan kapal kemanusiaan di beberapa provinsi di Indonesia termasuk di Sulawesi Selatan.

Membangun lima stasiun radio di Indonesia yaitu di Papua Barat, Ternate, Gorontalo, Palu, dan Makassar. Membangun dua markaz dakwah di Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Membangun 25 sekolah di Indonesia.

Mendanai 174 da'i pada saat ini. Juga kerjasaa telah lama dilakukan dengan Universitas Muhammadiyah Makassar sejak tahun 1996.(*). 

Rabu, 23 Desember 2020

Bupati Soppeng Raih Penghargaan Award Inovasi Penanganan Covid-19


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),- Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak. SE meraih penghargaan inovasi dalam penanganan Covid-19 oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan PT. Fajar Grup. Di acara Outlook Sulsel 2021 menjadi lokomotif ekonomi kawasan Indonesia timur.

Award Inovasi dalam penanganan Covid-19 diserahkan langsung Gubernur Sulsel, H. M. Nurdin Abdullah ke Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak, di Hotel Gammara Makassar, (23/12/2020),

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Sulsel mengatakan bahwa pandemi covid-19 ini tentu telah memporak-porandakan ekonomi, tentu kita berharap bahwa Sulawesi Selatan adalah salah satu penopang pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Hari ini tentu akan kita banyak diskusi dan sharing, mudah-mudahan akan lahir sebuah rekomendasi gerakan-gerakan yang lebih kongkrit lagi dalam rangka mengangkat daya pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.

Terima kasih kepada Bupati/ Walikota, seluruh perbankan dunia usaha yang kurang lebih setahun ini kita bersama-sama bahu-membahu menghadapi keadaan yang demikian sulit.

Alhamdulillah di semester 3 ini pertumbuhan ekonomi kita kita meningkat menjadi 8,8%, saya meyakini kuarter keempat akan semakin baik lagi dan 2021 kita akan fokus untuk recovery.

Untuk Diketahui Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak, dimasa pandemi ini, dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Soppeng, tetap memberikan ruang bagi dunia usaha terutama pedagang umum yang ada di pasar-pasar tradisional yang tidak pernah mengalami penutupan termasuk warung dan cafe dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.


(A2M)
Publikh Hawaya IWO 💙

Sabtu, 28 November 2020

Soppeng Berpotensi untuk Produksi Benang Ulat Sutra


Teropongsilawesi.com, Soppeng (Sulsel),-Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah melakukan kunjungan ke lokasi Pertanian Tanaman Murbei di Turungeng Lappae desa Tottong Kec.Donri-Donri Kab.Soppeng, Sabtu (28/11/2020).

Kunjungan ini dimaksudkan, dalam rangka untuk melakukan peninjauan tanaman murbei, hal ini berkaitan dengan adanya program kerja Sulawesi Selatan untuk mengembalikan kembali kejayaan sutera.

Gubernur Sulawesi Selatan :
ingin mengembalikan kejayaan murbei dan melihat beberapa jenis murbei yang ada di Kab Soppeng diantaranya murbei India, murbei Alba, Katayana ( jenis dari jepang), Multicaulis, Shalom (china) dan semua Jenis ini yang banyak dibudidayakan oleh petani sutera yang ada di Sulsel. Ada jg jenis macrora dan nigra tapi produktifitas daunnya rendah.

- Pjs Bupati Soppeng: Dengan adanya kunjungan ini, tentunya Pemerintah Daerah ingin mengembalikan kejayaan sutra di Kab. Soppeng sehingga masyarakat dapat menikmati hasil dari tanaman murbei dan nantinya dapat kita pasok keluar daerah, seperti ke Kab Wajo dan daerah-daerah lainnya.

- Dengan adanya kunjungan Gubernur Sulsel, harapan para petani dapat direalisasikan dengan cepat.

Pengusaha Sutra Alam, pak Suherman:
- Bahwa tahap 1 kami sudah melewatinya, untuk tahap ke 2 ini, proses tendernya sudah dua kali gagal karena untuk tender ini kita harus memiliki persediaan bibit sebanyak 25 % dari jumlah keseluruhan dan kami sudah cukup bersyarat untuk pemenuhan bibit ini dan pengadministrasiannya sudah terpenuhi, tapi yang menjadi kendala adalah sistem pengaploadtan data di sistem LPSE.
- Dilain pihak kami memiliki produk unggulan di Prov. Sulsel dan jika ini tertunda maka akan berpengaruh untuk bahan baku dan pengadaan mesin pemintalan sutra untuk tahun depan.
- Kami sudah memberikan laporan ke Gubernur Sulsel, dan kebijakan kedepannya, proses ini akan tetap dilanjutkan sehingga diharapkan agar menyampaikan bukti-bukti administrasi fisik yang dimiliki, kemudian akan dibawa langsung ke LPSE Provinsi.
Insya Allah diakhir tahun ini, kami sudah memberikan persedian bibit dan kami bisa selesaikan pekerjaannya, dan senin depan kami akan melakukan koordinasi ke provinsi.
- Kab. Soppeng mempunyai potensi dan masyarakat yang terampil sudah cukup banyak, sehingga Pemprov melirik Kab. Soppeng untuk pengembangannya.
- Dari pada impor benang, Soppeng punya potensi untuk meproduksi benang sendiri. Sehingga pemerintah kembali melestarikan budidaya ulat sutra.


Hawaya IWO 💙

Jumat, 20 November 2020

Dalam Rapat Paripurna, Pjs Bupati Soppeng Sampaikan Dasar Penyusunan Ranperda


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),- Pjs Bupati Soppeng Idham Kadir, S.Sos,M.Si hadiri
Rapat Paripurna DPRD Pembicaraan TK.I yang secara resmi di buka langsung oleh Ketua DPRD Soppeng H.Syaharuddin M Adam,S.Sos,MM yang dilangsungkan di ruang Sidang Kantor DPRD Kabupaten Soppeng, Jumat (20-11-2020)

Dikesempatan itu Pjs Bupati Soppeng Idham Kadir, S.Sos,M.Si dalam sambutannya mengatakan, Penyusunan tiga Ranperda dari pemerintah daerah tentunya dimaksudkan sebagai upaya Pemerintah Daerah dalam menghadirkan payung baru dalam penyelesaian tuntutan ganti kerugian daerah, perwujudan pedoman dan penataan rencana induk pengelolaan kepariwisataan di Kabupaten Soppeng, serta penyelesaian BUMD dalam hal ini perusahaan daerah PDAM terhadap peraturan perundang-undangan yang baru dan lebih tinggi.

Dikatakannya, Terhadap penyusunan 3 (tiga) Ranperda ini, maka dapat kami sampaikan dasar penyusunannya sebagai berikut:

1. Ranperda tentang tata cara tuntutan ganti kerugian daerah.

Dalam rangka mendukung terwujudnya Negara hukum maka perlu didukung dengan adanya penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berdaya guna dan berhasil guna untuk memacu kemajuan negara pada umumnya dan daerah pada khususnya, dalam penyelenggaraan otonomi daerah maka diperlukan sumber pembiayaan yang tersedia secara pasti yang dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk menjamin ketersediaan pembiayaan ini maka diperlukan upaya-upaya menjaga ketersediaan anggaran berupa pemulihan apabila terjadi kerugian daerah.

Dijelaskan, Untuk menghindari terwujudnya kerugian keuangan daerah akibat tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang maka perlu dilakukan suatu pengaturan dalam bentuk peraturan daerah mengenai tuntutan ganti kerugian daerah baik melalui pemulihan maupun melalui penyelesaian kerugian daerah oleh karena itu dalam peraturan-peraturan ini ditegaskan bahwa kerugian daerah yang disebabkan oleh tindakan melanggar hukum atau kelalaian seseorang harus diganti oleh pihak yang bersalah dengan dengan penuntutan atas kerugian tersebut daerah dapat dipulihkan dari kerugian yang telah terjadi.

Untuk memenuhi kebutuhan pengaturan atas pemulihan dan penyelesaian kerugian daerah yang lebih baik perlu dibuat peraturan yang dilaksanakan dengan cara dan metode yang pasti dan standar yang mengikat semua pihak baik DPRD, Pemerintah Daerah, pegawai negeri bukan bendahara, pejabat lain dan pihak ketiga dalam proses pemulihan dan penyelesaian kerugian daerah, hal ini penting dalam mewujudkan tertib pengelolaan keuangan daerah di kabupaten Soppeng.

2. Ranperda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Soppeng Tahun 2020-2035.

Pembangunan pariwisata Kabupaten Soppeng diharapkan memberi kontribusi dalam pencapaian visi pembangunan kepariwisataan Kab. Soppeng yakni terwujudnya Kab. Soppeng sebagai destinasi pariwisata alam berbasis Tirta sejarah dan budaya unggulan provinsi Sulawesi Selatan menuju masyarakat Soppeng yang sejahtera.

Untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan perencanaan induk yang mempunyai peranan sangat strategis dalam menjamin keberlanjutan penyelenggaraan kepariwisataan, Untuk itu maka penyelenggaraan kepariwisataan perlu diatur dan direncanakan demi keberlangsungan dan peningkatan kehidupan serta penghidupan masyarakat sekaligus untuk mewujudkan pengelolaan kepariwisataan yang serasi, selaras dan seimbang melalui penetapan rencana induk pembangunan kepariwisataan Kabupaten diharapkan dapat menopan dan menunjang tujuan pembangunan di Kabupaten Soppeng.

Dari aspek yuridis Pemerintah Kabupaten Soppeng sampai akhir tahun 2019 telah memiliki beberapa ketentuan regulasi terkait dengan kepariwisataan namun belum memiliki peraturan daerah tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan mengacu pada undang-undang nomor 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan dan peraturan pemerintah nomor 50 tahun 2011 tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan nasional tahun 2010-2015, peraturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia nomor 10 tahun 2016 tentang pedoman penyusunan rencana induk pembangunan kepariwisataan provinsi dan kabupaten/kota, serta peraturan daerah provinsi Sulawesi Selatan nomor 2 Tahun 2015 tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan daerah provinsi Sulawesi Selatan tahun 2015-2030, maka konsep perencanaan kepariwisataan tersebut disusun dalam bentuk rencana induk pembangunan kepariwisataan Kabupaten Soppeng sebagai suatu rencana yang tidak berdiri sendiri dan lepas dari sistem perencanaan sektor lain tetapi merupakan bagian dari perencanaan pembangunan wilayah yang berfungsi untuk mengintegrasikan perencanaan pariwisata ke dalam kebijakan dan rencana pembangunan Kabupaten Soppeng secara utuh.

3. ranperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Soppeng Nomor 14 Tahun 2006 tentang Pembentukan dan Penataan Organisasi dan Tata Kerja PDAM Kabupaten Soppeng.

Dalam rangka mendukung pembangunan daerah peran BUMD diharapkan semakin penting sebagai perintis dalam sektor usaha sebagai pelaksana pelayanan publik ketentuan pasar dan juga tentunya dapat berfungsi sebagai salah satu penyumbang bagi penerimaan daerah baik dalam bentuk pajak deviden maupun hasil partisipasi.

Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah dalam Pasal 4 Ayat (2) disebutkan bahwa pendirian BUMD ditetapkan dengan peraturan daerah selanjutnya pada ayat (3) disebutkan bahwa BUMD terdiri atas perusahaan umum daerah dan perusahaan perseroan daerah, dan ayat ( 4) disebutkan bahwa kedudukan perusahaan umum daerah sebagai badan hukum diperoleh pada saat peraturan daerah yang mengatur mengenai pendirian perusahaan umum daerah mulai berlaku, perusahaan umum daerah merupakan BUMD yang seluruh modalnya dimiliki daerah dan tidak berbagi atas saham.

Berdasarkan ketentuan sebagaimana yang diatur dalam pasal 139 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD disebutkan bahwa perusahaan daerah yang telah didirikan sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah ini dapat diubah menjadi BUMD dengan dasar tersebut maka dalam rangka memberikan regulasi mengenai tata kelola dan pembinaan perusahaan umum daerah di Kabupaten Soppeng, maka peraturan daerah Kabupaten Soppeng nomor 14 tahun 2006 tentang pembentukan dan penataan organisasi si dan tata kerja perusahaan Daerah air minum Kabupaten Soppeng yang dimuat dalam lembaran daerah Kabupaten Soppeng tahun 2006 nomor 76 perlu dilakukan perubahan sesuai ketentuan sebagaimana yang diatur dalam peraturan pemerintah nomor 54 tahun 2017 tersebut.


Untuk diketahui acara ini dihadiri oleh
Pimpinan DPRD Kabupaten Soppeng bersama anggota DPRD Kab. Soppeng
-Sekertaris Daerah Kabupaten Soppeng, Drs.H.A.Tenri Sessu,M.Si.
-Para Pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Soppeng, Tenaga Ahli DPRD.

(Red). IWO 💙
© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved