Hasil penelusuran untuk sulawesi -->

Selasa, 20 April 2021

Begini Ungkapan Legislator Sulsel Andi Nurhidayati di Hari Kartini 2021


Andi Nurhidayati Legislator PPP Sulsel/Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (Foto Istimewa)

Makassar, Teropongsulawesi.com, - Ketua Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) Sulawesi Selatan, Andi Nurhidayati Zainuddin berharap Peringatan Hari Kartini tahun ini semakin melecut semangat kaum perempuan untuk berkarya.

"Peringatan Hari Kartini bukan sebatas dipahami perjuangan emansipasi perempuan, namun Kartini harus menjadi inspirasi bagi perempuan untuk mengambil peran dalam pembangunan bangsa dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat", kata Wakil Ketua PPP Sulsel ini.

Sekretaris Fraksi PPP DPRD Sulawesi Selatan itu juga berharap agar ke depan Sulawesi Selatan dapat memunculkan tokoh-tokoh perempuan hebat di berbagai bidang yang terus berkarya dan menebar manfaat kepada masyarakat.

"Ruang yang diberikan negara terhadap perempuan semakin hari semakin terbuka, dan kita berharap hal itu dapat memotivasi kaum perempuan di Sulawesi Selatan untuk tampil menunjukkan kiprahnya sesuai bidang yang ditekuninya," ujar Legislator Sulawesi Selatan dua periode ini.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulawesi Selatan juga menambahkan, bahwa Sulawesi Selatan harus menjadi tempat lahirnya tokoh-tokoh perempuan hebat untuk Indonesia, perempuan yang mengharumkan nama Sulawesi Selatan di Kancah Nasional.

"Kiprah perempuan Sulawesi Selatan ke depan harus lebih nyata, dan catatan sejarah membuktikan bahwa Sulawesi Selatan pernah melahirkan tokoh perempuan hebat yang kiprahnya tidak kalah dari Kartini, seperti Opu Daeng Risadju dan Emmy Saelan," jelas Mantan Anggota DPRD Kabupaten Soppeng ini.

Tak hanya itu, Menantu Mantan Bupati Soppeng, Andi Made Alie ini berharap, di tengah situasi pandemi ini perempuan menjadi garda terdepan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di tengah-tengah masyarakat.

"Situasi pandemi Covid-19 ini, peran perempuan sangat dibutuhkan untuk menjaga keluarganya dari penularan Covid-19, dengan protokol kesehatan yang sangat ketat baik saat beraktifitas maupun pada saat berada di rumah," jelasnya. (Rhm/Ismail).

Minggu, 25 September 2022

Raker dan Seminar Kesehatan Patelki di Soppeng, Ini Harapan Bupati Andi Kaswadi Razak


Soppeng, Teropongsulawesi.com,-Seminar Kesehatan Dewan Pimpinan Wilayah Patelki (Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia) Sulawesi Selatan yang dilangsungkan di Gedung pertemuan masyarakat Kabupaten Soppeng, Minggu, 25 September 2022

Kegiatan yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Patelki Sulawesi Selatan mengangkat tema, "
Kolaborasi dan Sinergitas Ahli Teknologi Laboratorium Medik dalam menyehatkan negeri.

Ketua Panitia, Muhtar, SKM, M. Kes dalam laporannya mengatakan, Patelki ini  wadah berhimpunnya para ATLM (Ahli Teknologi Laboratorium Medik) yang dulu kita kenal dengan analis kesehatan yang tugas utamanya adalah melakukan analisis terhadap cairan dan jaringan tubuh manusia dalam rangka penegakan diagnosa serta untuk mengetahui penyebab penyakit  dan  perkembangan penyakit, ungkapnya.

Kata Dia, "Kegiatan hari ini merupakan puncak kegiatan rapat kerja wilayah yang kami laksanakan di kabupaten Soppeng yang terdapat beberapa rangkaian kegiatan mulai dari workshop dalam rangka meningkatkan kompetensi anggota kami yang dihadiri oleh utusan  24 kab/kota  yang ada di Sulawesi Selatan,  dan tadi malam kami juga melaksanakan rangkaian rapat kerja wilayah untuk menyusun program kerja yang tentu tujuannya bukan hanya untuk anggota tapi bagaimana kolaborasi Patelki sebagai organisasi profesi dalam membantu pemerintah menuntaskan masalah kesehatan yang ada di Sulawesi Selatan, tuturnya. 

Dikatakannya, "Subtema kita pada hari ini yaitu bagaimana penanganan pada penyakit TORCH, di mana  jika tidak ditangani dengan baik  maka akan berdampak pada meningkatnya kematian ibu  hamil dan anak yang baru lahir.   

"Sehingga kegiatan ini merupakan upaya dalam membantu pemerintah, karena organisasi profesi adalah Mitra pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.  

"Kami berharap kehadiran kita dapat memberikan dampak positif bagi Kabupaten Soppeng, terang Muhtar.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Patelki, Atna Permana, SKM, M. Biomed, Ph. D dalam sambutannya mengatakan, "Saya menyampaikan apresiasi kepada ketua DPW Patelki, dimana apa yang dilakukan ini sejalan dengan motto DPP yaitu bersinergi menyehatkan negeri yang artinya bahwa bukan hanya menyehatkan masyarakat tapi juga dapat bersinergi dengan pemerintah daerah. 

Dijelaskan bahwa, "Hari ini DPC (Dewan Pimpinan Cabang) Patelki Kabupaten Soppeng sudah membuktikan kerjasama dengan pemerintah daerah yang telah menghadirkan Bupati Soppeng bersama segenap elemen lainnya, dan kepada DPC yang lain, paparnya.

"Mari saling sharing karena terkadang pengalaman dan kebijakan setiap Kabupaten berbeda dan biasanya akan ada masukan-masukan sehingga kebijakan satu provinsi dapat sama, imbuhnya. 

Mewakili Gubernur Sulawesi Selatan, Kadis Kesehatan Prov. Sulawesi Selatan dr Hj. Rosmini Pandin, MARS dalam sambutannya mengatakan, " Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, saya mengucapkan selamat melaksanakan rapat kerja wilayah, semoga Patelki Sulsel mampu melahirkan program kerja yang dapat disinergitas dengan program kerja Prov. Sulawesi Selatan. 

"Sejalan dengan terus berkembangnya pengetahuan ilmu teknologi serta kebutuhan dan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan laboratorium medik yang bermutu gambar standar secara nasional maupun internasional maka peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap profesional para ahli laboratorium harus senantiasa dilakukan.  

"Kegiatan ini menjadi kesempatan emas bagi Anggota Patelki untuk semakin mempertajam dan memperdalam pengetahuan dalam pelaksanaan profesi tenaga laboratorium. 

"Karena  pemberian pelayanan prima khususnya pelayanan laboratorium kesehatan yang  aman dan berkualitas kepada masyarakat sangatlah penting, tegasnya.

"Saya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi lahan menimbah ilmu dan mengasah keterampilan lebih jauh bagi anggota Patelki dalam upaya penjaminan pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih baik. 

"Selama hampir 3 tahun kita berusaha bangkit dari pandemi Covid-19. Jadi  hal yang perlu kita pelajari bersama adalah pentingnya menguatkan Sinergi dan kolaborasi mulai dari tenaga kesehatan, TNI/Polri, tokoh masyarakat dan masyarakat umum.  

"Kekuatan ini yang harus terus kita pertahankan untuk kembali melanjutkan berbagai agenda pembangunan kita di Sulawesi Selatan, tandasnya.


Pada kegiatan yang sama, Bupati Soppeng, H. A. Kaswadi Razak, SE dalam sambutannya mengatakan, "Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Soppeng, saya menyampaikan selamat datang di kota Kalong dan semoga kehadiran kita berkesan selama berada di sini. 

"Karena ini memang merupakan salah satu strategi kita untuk bagaimana bapak dan ibu sekalian mengenal Soppeng, ujar Bupati Soppeng Andi Kaswadi.

"Ini menandakan bahwa pemerintah dan seluruh jajarannya selalu berkomitmen bersama  bahwa selaku pelayan masyarakat tentu selalu ingin memberikan yang terbaik, terang Andi Kaswadi. 

Diterangkan Bupati Soppeng bahwa, "Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan termasuk bagaimana organisasi kita ini bisa terselamatkan dari berita-berita bahwa akan terjadi tsunami PHK terhadap tenaga Non ASN, dan alhamdulillah tiga hari yang lalu kami melakukan pertemuan dengan seluruh Bupati se Indonesia di Jakarta terkait berita ini dan Alhamdulillah tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan dan yang perlu dibicarakan yaitu kemungkinan nanti ada pendataan ulang tenaga-tenaga yang ada di daerah yang perlu mendapatkan perhatian bukan hanya tenaga kesehatan tapi tenaga pendidikan dan tenaga sukarela yang lainnya, beber Bupati Andi Kaswadi Razak.

"Pada masa pandemi petugas laboratorium ini sangatlah penting karena tidak ada yang bisa bergerak dan mengambil tindakan tanpa adanya hasil dari laboratorium dan kita harus bertindak cepat jangan sampai kita terlambat mengambil tindakan yang akan berakibat fatal. 

"Makanya kami upayakan melengkapi fasilitas Labkesda kita harus yang terbaik dan itu telah kami buktikan.
 
"Saya juga berharap di Kabupaten Soppeng semoga ditahun ini sudah ada spesialis mikro biologi klinik karena Rumah Sakit kami sudah Tipe B dan pada kesempatan ini juga kami mohon dukungan dan restu dari Gubenur dan Dinas Kesehatan provinsi Sulsel.

"Semoga tahun ini di Kabupaten Soppeng sudah ada Rumah Sakit Ibu dan Anak, karena di  Kabupaten Soppeng, masalah kesehatan adalah prioritas utama kami, tegas Andi Kaswadi Razak menutup.

Acara dilanjutkan dengan penekanan tombol sebagai bentuk pembukaan seminar Patelki ini se Sulawesi Selatan oleh Bupati Soppeng yang turut didampingi oleh Kadis Kesehatan Provinsi Sulsel, Ketua Umum Umum Patelki, Ketua DPW Patelki dan Kadis Kesehatan Kabupaten Soppeng.


Sekedar diketahui para Narasumber pada kegiatan seminar ini yakni, dr Hj. Rosmini Pandin (Kebijakan Pemerintah dalam penguatan Laboratorium),
Atna Permana, SKM, M. Biomed, Ph.D ( Peran Kolaborasi ATLM dan Bidan dalam mendukung Program Pemerintah), Dr. Wiwi Irawan, Sp. OG, M. Kes (Infeksi TORCH Maternal dan Kongenital), Sumitro Rahman, SKM, M. Kes ( Aspek Teknis Pemeriksaan TORCH di Laboratorium), Dr.H. Mustakim, M. Kes, Sp.PK ( Aspek Klinis Dan interpretasi Pemeriksaaan TORCH), Ruly, S. ST, M. Kes ( Validasi dan Verifikasi Pemeriksaaan TORCH di Laboratorium).

Turut hadir, para pimpinan cabang Patelki se Sulawesi Selatan, para ketua Organisasi Profesi se Kabupaten Soppeng.

(Red/Issan)

Senin, 14 Oktober 2019

Lies F. Nurdin Resmi Jadi Bunda Baca Sulsel dan Akan Tingkatkan Minat Baca Masyarakat Sulsel

Teropongsulawesi.com, Makassar - Dalam rangka menyambut hari jadi Sulawesi Selatan yang ke-350 tahun pada Sabtu 19 Oktober 2019 mendatang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Pekan Perpustakaan di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Senin (14/10).

Pada kesempatan ini, Lies F. Nurdin dinobatkan sebagai Bunda Baca Provinsi Sulawesi Selatan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Muh. Syarif Bando.

"Iya setelah dilantik hari ini menjadi Bunda Baca Provinsi Sulawesi Selatan, saya kira ini amanah yang berat ya tetapi berkahnya besar. Jadi harus dijalankan dengan baik," terang Lies F. Nurdin yang juga merupakan Ketua TP PKK Prov. Sulsel.

Setelah dilantik menjadi Bunda Baca Prov. Sulsel, Lies (panggilan akrab dari istri Nurdin Abdullah) sudah siap dengan berbagai program-program yang akan ia jalankan demi meningkatkan kesadaran minat membaca masyarakat Sulawesi Selatan.

"Langkah yang kita ambil ke depan yaitu kita sudah membuat beberapa Perpustakaan Lorong. Sementara ini di kota Makassar dahulu, karena memang Makassar merupakan kota madya yang menjadi pintu dan gambaran Sulsel. Tahun ini kita bikin 10 Perpustakaan Lorong yang merupakan bantuan dari PT. Askrindo. Insya Allah tahun depan kita membuat lagi Perpustakaan Lorong dengan bantuan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Sulsel," ungkap Lies.

Dengan adanya Perpustakaan Lorong, diharapkan dapat lebih mendekatkan masyarakat dengan buku. Mulai dari anak-anak hingga orang tua, nantinya diharapkan bisa gemar membaca buku dan mengurangi adiktif terhadap gadget.

Selain Perpustakaan Lorong, Lies bersama stakeholder terkait juga sudah merancang sebuah perpustakaan untuk ibu dan anak, serta disabilitas dan lansia untuk lebih menunjang minat baca masyarakat.(*)

"Insya Allah tahun depan akan terbentuk Perpustakaan ibu dan anak, serta disabilitas dan lansia di samping Mall Ratu Indah, Makassar. Tahun depan juga kita mendapat bantuan dari pusat untuk pembuatan perpustakaan serupa di tujuh kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Selatan," jelas Lies.

Pada momen ini Lies juga berkesempatan untuk berkunjung ke stand-stand pameran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten/ Kota yang ada di Sulawesi Selatan.

"Alhamdulillah stand-standnya banyak berisikan karta penulis lokal. Hal itu sangat menggembirakan bagi saya, karena merekalah yang tahu apa yang harus mereka bicarakan tentang daerahnya," katanya.

Lies pun menambahkan bahwa ia ingin sekali bisa bertemu dengan penulis-penulis lokal untuk meminta mereka membuatkan buku-buku yang membangun karakter, moral dan sopan-santun untuk anak-anak.

Pentingnya peran perpustakaan di antara masyarakat juga disampaikan oleh Muh. Syarif Bando selaku Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

"Perpustakaan hadir sebagai urusan wajib mendasar di setiap Kabupaten/ Kota. Saya lihat semua Perpustakaan di Sulawesi Selatan sudah mulai berkembang. Insya Allah komitmen kita untuk bagaimana mengelola perpustakaan secara bertransformasi bisa diwujudkan sesuai dengan visi dan misi Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan," ungkap Syarif Bando.(*)

Minggu, 13 Desember 2020

Bupati Soppeng Terima Penganugrahan Penghargaan Kabupaten / Kota Peduli HAM.


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),- Kementerian Hukum dan HAM RI, Kantor Wilayah Sulawesi Selatan melaksanakan Acara Peringatan Hari Hak Asasi Manusia sedunia ke 72 yang digelar di Hotel Claro Makassar. Senin (14/12/2020), Pukul 09.00 Wita.

Gubernur Sulawesi Selatan, PROF. DR. IR. H.M NURDIN ABDULLAH, M.AGR dalam sambutannya mengungkapkan, " kami pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendukung berbagai upaya pembangunan di Sulawesi Selatan, termasuk penegakan dan pemajuan HAM. Semua pembangunan kita merupakan upaya penegakan HAM, kita bangun infrastruktur berupa jalan, berbagai fasilitas umum baik pendidikan, kesehatan, program sosial, semua itu karena akses terhadap sektor HAM yang dijamin secara konstitusional.

Pemprov  Sulsel juga senantiasa melaksanakan reformasi birokrasi, membina mental dan budaya kerja aparatur agar menghadirkan layanan yang memudahkan masyarakat. 

Kabupaten/Kota yang telah meraih predikat peduli HAM semoga dapat tetus dipertahankan dan lebih ditingkatkan, sementara Kabupaten yang tahun ini meraih predikat cukup peduli dan belum mendapatkan predikat,  semoga tahun depan juga sudah mendapatkan predikat peduli HAM ". Pungkasnya


Kepala Kantor Wilayah Harun Sulianto mengatakan, penghargaan kepada Pemrov Sulsel tersebut berdasarkan Permenkumham No. 34 Tahun 2016 tentang Kriteria Kabupaten dan kota peduli HAM karena lebih dari setengah kabupaten kota di Sulsel meraih predikat Kabupaten/Kota Peduli HAM.

Peran Gubernur dalam melakukan pembinaan dan membangun lebih dari separuh Kabupaten/Kota peduli HAM di Sulawesi Selatan mendapat apresiasi dari Menkumham. Kami menyampaikan terima kasih  kepada Bapak Gubernur dan jajaran Pemprov Sulsel atas sinergi yang terbangun selama ini ". ungkapnya


Dalam kesempatan yang sama Mujahidin, SH, selaku Kasubag Bantuan Hukum Setda Kab. Soppeng mengatakan, " Dalam acara Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia ke-72 ini, Kab. Soppeng  bersama 14 Kabupaten/Kota Peduli HAM di Sulawesi Selatan diantaranya Bupati Soppeng, Bantaeng, Barru, Bone, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pinrang, Sidenreng Rappang, Sinjai,Toraja Utara, Makassar, Palopo, Pare-Pare, menerima
penghargaan yang diserahkan langsung oleh Bapak Gubernur Sulawesi Selatan di dampingi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Sulawesi Selatan.

Kabupaten Soppeng menerima Penghargaan  sebagai Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia pada tahun 2019. Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak

Hawaya IWO đź’™

Kamis, 13 Februari 2020

BBPP Batangkaluku Gelar Pelatihan Bisnis Kewirausahaan Bagi P4S Se-Sulawesi, Ini Tujuannya

Teropongsulawesi.com, Gowa - Suatu bentuk peningkatan pendapatan  rumah tangga petani diwilayah pedesaan merupakan salah satu tujuan pokok dalam dinamika pengembangan nasional yang berkelanjutan. Hal ini menjadi suatu yang penting diperhatikan karena mengingat tekanan ancaman kemiskinan pada masyarakat petani di pedesaan masih relatif  tinggi.

Persoalan kemiskinan pada petani bukan hanya dikarenakan  tekanan dominan dari faktor ekonomi sehubungan dengan keterbatasan modal produksi,.akan tetapi, faktor lain justru lebih berpengaruh ialah kualitas sumber daya manusia petani  yang rendah , selain itu tingkat produktivitas, kreativitas kerja , posisi tawar dan kemampuan kewirausahaan yang dimiliki  petani dalam mengelola bisnis juga masih tergolong rendah.

Berdasarkan hal tersebut di atas  Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menyelenggarakan Pelatihan Bisnis Kewirausahaan Bagi Pengelola P4S.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 orang pengelola/anggota dari Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S).

Ke 30 orang tersebut  berasal dari 6 provinsi Se Sulawesi di antaranya Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.

Kegiatan ini berlangsung selama 7 hari dan efektif dari tanggal 10 februari lalu dan berakhir pada 17 Februari 2020 yang dilaksanakan di BBP Batangkaluku, Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan.

Dengan dilatihnya pengelola/anggota P4S yang merupakan salah satu perpanjangan tangan dari BBPP Batangkaluku kepada petani  khususnya di wilayah pedesaan  diharapkan mampu mendokrak perekonomian masyarakat petani di pedesaan sebagaimana arahan dari kepala BPPSD Dedi Nursyamsi beberapa  waktu lalu dan juga untuk meggenjot SDM yang profesional mandiri yang berdaya saing dan berjiwa wirausaha agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Disela aktivitas pembelajaran dikelas Lukman Widyaiswara BBPP Batangkaluku mengatakan dengan pelatihan ini diharapkan mampu memberikan bakat kepada peserta yang bergerak dibidang agribisnis dalam meningkatkan kemampuan dan pemahamannya  serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan sikap serta mental pengelola P4S dalam pengembangan usaha taninya yang berorientasi agribisnis.

“Tak lupa mereka juga harus mampu mengembangkan jiwa wirausaha agribisnis yang inovatif, profesional, mandiri dan berwawasan global sehingga kedepannya bisa lebih maju dan meningkat” katanya, harap Lukaman.

Dijelaskannya bahwa Sikap kewirauasahaan dan komptensi petani merupakan salah satu faktor terpenting yang menentukan penerapan teknologi, petani yang belum dan kurang mempunyai jiwa kewirausahaan senantiasa kesulitan mengelola dan mengembangkan diversifikasi usaha secara produktif ditengah potensi sumber daya lokal yang melimpah di sekeliling lingkungan mukimnya, jelasnya.

Untuk itu tak dapat dielakkan sesungguhnya kewirausahaan  memang mempunyai fungsi penting sebagai motor penggerak  petani dalam mengembangkan ragam jenis usaha bisnis pertanian secara produktif secara kreatif.

“Kewirausahaan termasuk salah satu kebutuhan strategis bagi petani dalam mengelola usaha bisnis mikro berbasis sumber daya lokal di pedesaan, urai Lukman. 

Lebih lanjut Widyaiswara ini mengungkapkan bahwa Intervensi efek globalisasi yang memasuki ranah kawasan kehidupan masyarakat petani dipedesaan menuntut optimalisasi fungsi kewirausahaan yang diharapkan mampu mengarahkan  perilaku berorientasi pada bertani lebih baik (better farming), bertani yang menguntungkan (better business), dan hidup lebih sejahtera (better living)”, pungkasnya.

Untuk diketahui, Disaat bersamaan juga dilaksanakan Pelatihan Manajemen Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Angkatan I, dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan para pengurus kelompok UPJA dalam mengembangkan UPJA yang berorientasi bisnis sebagai bagian dari Kelompok Ekonomi Petani (KEP) guna meningkatkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian bantuan pemerintrah  menjadi usaha yang layak ekonomi. (Al-Az).

Senin, 07 Oktober 2019

Sekda Pemprov Sulsel Pimpin Rapat Persiapan HUT Sulsel Ke 350 Tahun

Teropongsulawesi.com, Makassar (Sulsel) - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Sulsel ke-350, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat teknis persiapan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat saat memimpin rapat menjelaskan perihal waktu pelaksanaan kegiatan HUT Sulsel.

"Sebelumnya harus sudah kita sepakati dari awal bahwa proses ini tanggal 19 Oktober, namun ada pertimbangan situasional, bahwa berdasarkan arahan pak Gubernur, sebaiknya kegiatan-kegiatan sentral seperti ini ditunda dulu sebelum pelantikan Presiden dan Wakil Presiden," kata Abdul Hayat.

Abdul Hayat melanjutkan, kegiatan hari Jadi Sulawesi Selatan tersebut rencananya akan digabungkan dengan Pameran Pembangunan.

"Tetapi saya kira akan ada pengaturan-pengaturan nanti oleh ketua panitia, sehingga kita bisa mencapai target dari dua kegiatan tersebut, Hari Jadi Sulawesi Selatan dan Pameran Pembangunan," jelas Abdul Hayat.

Lebih lanjut, Abdul Hayat menjelaskan terkait anggaran dana pelaksanaan kegiatan yang akan direncanakan secara efisien dan rinci.

"Apa yang kita harapkan di sini adalah sesuai dengan pesan pak Gubernur, efisiensi dan keseragaman" tambahnya.

Menutup arahannya, Abdul Hayat berharap publikasi kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan dapat diberitakan dengan baik.

"Tinggal bagaimana ini diakomodir semua, dengan langkah-langkah yang sistematis, pastikan di media diberitakan dengan baik, saya kira itu cukup menggembirakan untuk Sulawesi Selatan," tutupnya.

Hadir dalam rapat tersebut Plt. Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala BKD Provinsi Sulawesi Selatan, serta perwakilan OPD yang tergabung dalam kepanitiaan acara.(*). 

Minggu, 08 Agustus 2021

OPIQ : Kepemimpinan Rusdi Masse di IMI Sulsel Tidak Diragukan Lagi

Ketua IMI Sulsel H.Rusdi Masse dan Ketua Sulawesi Moto X RMS Chapter Soppeng Ir.Taufiq Latief (Ist).

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com,- Mantan Bupati Sidrap 2 periode (2008-2018) H.Rusdi Masse kini kembali terpilih Ketua Pengprov IMI (Ikatan Motor Indonesia) Sulawesi Selatan Periode 2021-2025 yang dilangsungkan di hotel Claro Makassar, Minggu (8/8/2021).

Rusdi Masse yang kini juga sebagai legislator DPR RI diketahui pernah memimpin IMI Sulsel pada Periode 2008-2012.

H.Rusdi Masse Ketua IMI saat 2008-2012 (Ist).

Pemilihan kali ini diikuti 34 Club' Se-Sulawesi Selatan dan menyepakati H.Rusdi Masse untuk kembali memimpin pengurus Ikatan Motor Indonesia Sulawesi Selatan dan terpilih secara aklamasi.

Terkait terpilihnya Rusdi Masse, Ketua Sulawesi Moto X RMS Chapter Soppeng Ir. Taufiq Latief mengucapkan Selamat atas terpilihnya Bapak H.Rusdi Masse dalam memimpin kembali IMI Sulsel, semoga dalam kepemimpinannya dapat membawa IMI Sulawesi Selatan lebih baik lagi dan menjadikan IMI Sulsel sebagai barometer perkembangan otomotif di Indonesia.

"Saya yakin dan percaya kepemimpinannya tidak diragukan lagi dalam dunia otomotif, ujar OPIQ sapaan ketua Sulawesi Moto X RMS Chapter Soppeng. Minggu (8/8).

"Rusdi Masse yang akrab disapa RMS itu terbukti kecintaannya di dunia otomotif saat menjabat Bupati Sidrap yang mampu membangun sirkuit bertaraf Nasional dengan gelaran Night Race, sehingga dinilai mampu memajukan IMI Sulsel, pungkas Taufiq.

Senin, 04 November 2019

Gubernur NA Buka Pertemuan Regional Terarah dan Fokus Group Discussion CSR/TJLS di Kawasan Teluk Bone

Teropongsulawesi.com,Makassar (Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan membuka Pertemuan Regional Terarah dan Fokus Group Discussion CSR/TJLS di Kawasan Teluk Bone di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Minggu 3 November 2019.

Pemangku Kepentingan Sulsel-Sultra bertemu dalam untuk membahas langkah apa yang akan diambil dalam mensejahterakan masyarakat di kawasan yang mencakup dua provinsi ini, yakni Provinsi Sulsel dan Sulawesi Tenggara.

Gubernur Nurdin Abdullah menyampaikan, persoalan yang dihadapi adalah kemiskinan. Sedangkan Indonesia termasuk negara agraris dan kelautan. Kawasan Teluk Bone juga demikian.

"Ini menjadi catatan penting bagi kita, persoalan kemiskinan. Kemiskinan ada di pesisir," kata Nurdin Abdullah.

Gubernut mengapresiasi kegiatan ini sehingga dapat dihasilkan sebuah rekomendasi dan inovasi.

"Indonesia ini kita luar biasa sekali, saya berharap betul-betul pertemuan regional ini melahirkan rekomendasi konsep yang bisa kita dukung bersama," sebutnya.

Sedangkan terkait CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan Ia menyampaikan, jika dikelola dengan baik, akan membawa dampak yang baik dan signifikan di masyarakat.

"Ini kalau dikumpulkan, itu akan menjadi kekuatan besar, tinggal goalnya apa. Saya kira kita semua sudah tahu apa yang harus dikerjakan," ujarnya.

Kegiatan ini berlangsung dari 3-5 November 2019. Mengangkat tema 'Menjadikan CSR/TJSL Sebagai Penunjang Kesejahteraan Sosial dan Kemajuan Pembangunan Kawasan Teluk Bone'.

Ketua Umum Jejajring Teluk Bone, Yayat Pangerang menyampaikan, maksud dari FGD ini adalah meluaskan wawasan para pemangku kepentingan (stakeholders) di daerah daerah dalam Kawasan Teluk Bone pada wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

"Mengenai substansi, filosofi, sejarah dan regulasi yang terkait dengan Sosial Corporate Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TISL) yang melekat pada aktivitas dunia usaha pada suatu wilayah," terang Yayat Pangerang.

Yayat melanjutkan, dialog intensif dan mendalam antar pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menetapkan langkah-langkah strategis tentang perencanaan
dan tatakelola CSR atau TJSL.

"Agar dapat bermanfaat bagi upaya percepatan penyelenggaraan pembangunan wilayah pada masing-masing daerah kabupaten/kota terkait," sebutnya.

Ia menjelaskan, tujuan pengumpulan masukan dari pemangku kepentingan (stakeholders) asal daerah-daerah untuk merumuskan rekomendasi yang akan dijadikan rujukan
bagi penyelenggaraan dan penetapan kebijakan daerah di bidang pengelolaan CSR atau TJSL.

"Untuk kepentingan percepatan pembangunan di daerah pada
khususnya dan Kawasan Teluk Bone pada umumnya," urainya.

Yayat melanjutkan, upaya selanjutnya adalah memberikan kesempatan kepada para pemangku kepentingan (stakeholders) asal daerah-daerah untuk berinteraksi dengan para ahli dan pakar yang berkompeten.

"Guna mendapatkan gambaran dan pengetahuan tentang CSR atau
TJSL untuk dijadikan landasan bagi penyelenggaraan CSR atau TJSL di daerah masing-masing secara melembaga dan berkelanjutan,".

Adapun, gagasan Kerjasama Kawasan Teluk Bone (KTB) pertama kali diprakarsai oleh Pemerintah Daerah Propinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Perjanjlan Kerjasama No.202/VIl/2012 dan No. 20 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan dan Pengembangan Wilayah Terpadu Teluk Bone, pada tanggal 18 Juli 2012.(*)

4 November 2019
Biro Humas Pemprov Sulsel

Event Jejak Alam Kahu Cross Country Adventure Bike Wagub Sulsel Lepas 1.300 Pesepeda untuk Perkenalkan Destinasi Wisata Bone

Teropongsulawesi.com, Bone (Sulsel) - Usai menghadiri Hari Pangan Sedunia ke-39 yang digelar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/11), Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bertolak ke Kabupaten Bone untuk menghadiri kegiatan Jejak Alam Kahu Cross Country Adventure Bike pada Minggu, 3 November 2019.

Event yang kali pertama digelar di Bumi Arung Palakka ini, diselenggarakan oleh Komunitas Passapeda Kahu (Kompak) yang bertujuan memperkenalkan keindahan alam dan destinasi wisata yang terletak di Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, event ini sangat bermanfaat karena bisa menyambung silaturahmi antar sesama.

“Passapeda (bersepeda), selain ramah lingkungan juga membantu menjaga kesehatan dan ke depan bisa pengganti motor atau mobil untuk kendaraan ramah lingkungan ke tempat kerja,” tuturnya.

Andi Sudirman Sulaiman juga menambahkan, dirinya akan selalu mensupport berbagai kegiataan positif seperti pada event ini.

“Bagaimana mengedepankan solidaritas yang tinggi dan silaturahmi yang terus terjaga," tambah Andi Sudirman Sulaiman.

Acara ini diikuti 78 club dengan jumlah lebih dari 1.300 pesepeda dari berbagai daerah. Peserta di antaranya berasal dari luar Sulawesi Selatan yakni dari Polewali Mandar, Sulawesi Tengah.

Peserta akan menempuh rute sepanjang 30 kilometer, start dari Kelurahan Palattae menuju Desa Maggenrang, Desa Cakkela, Desa Matajang, Desa Bonto Padang, Bonto Desa Sanrego, dan kembali finish di Desa Palattae.(*)

Minggu, 3 November 2019
Biro Humas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan

Jumat, 21 Mei 2021

Kapasitas dan Kemampuan Penyuluh Pendamping READSI Terus Ditingkatkan Melalui Pelatihan

Para peserta pelatihan penyegaran penyuluh pertanian (Foto Istimewa)

Teropongsulawesi.com,+Penyuluh pertanian sebagai salah satu komponen/unsur pendamping pada program READSI mempunyai tugas untuk memfasilitasi petani dalam mengidentifikasi komoditas yang akan di prioritaskan, penguatan kelompok tani, pembelajaran bagi petani dan pelaporan. Oleh sebab itu penyuluh harus memiliki kualitas sumber daya yang handal, mandiri dalam bekerja, professional serta berwawasan global.

Demi mancapai tujuan pertanian itu sebanyak 54 penyuluh yang berasal dari tiga kabupaten yaitu Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur dilatih untuk penyegaran Teknologi Informasi dan Manajemen Kostratani Program READSI bekerjasama dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Perkebunan yang berlangsung dari tanggal 20 – 27 Mei 2021. Jumat. 21/05.

Kepala BBPP Batangkaluku Dr.Sabir, S.Pt, MP (Foto Istimewa)

“Dalam pengoptimalan peran dan fungsi pengelolaan pendampingan program READ-SI, diharapkan agar seluruh peserta kembali segar dan semangat meningkat sehingga tujuan dari program ini dapat terwujud khususnya di Sulawesi Selatan”, Ungkap Kepala BBPP Batangkaluku, Sabir.

Beliau juga tidak lupa  terus menghimbau kepada seluruh peserta untuk tetap melaksanakan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 walaupun beberapa dari kita telah divaksin.

 “Vaksin ini merupakan salahsatu upaya kita untuk memutus rantai penyebarannya tapi tetap ingat 3M yaitu Menjaga Jarak/Jauhi Kerumunan, Mencuci tangan dan Menggunakan Masker”, tegasnya.


A. Ardinn Tjaco, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Prov. Sulawesi Selatan saat membuka pelatihan ini, mengatakan bahwa saat ini kita menjadi peringkat 4 penghasil beras dengan hasil gabah kira-kira 5,1 juta ton. Sebagai salah satu penghasil beras terbesar ini kita juga harus mampu mempelajari iklim dengan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim yang ada. Teknologi ini harus kita kuasai karena fenomena ini berpengaruh terhadap pertanian di Indonesia. 

Ardin berharap kepada seluruh peserta agar mereka fokus, belajar itu tidak harus dari diri sendiri bisa juga dari kesalahan orang lain. Metode ambil, tiru dan modifikasi juga bisa menjadi soulsi belajar demi kemajuan bersama dan keluar nanti kalian harus diakui sebagai penyuluh pendamping yang kompeten, ungkapnya.

Kadis Ketahanan Pangan provinsi Sulawesi Selatan (Foto Istimewa)

“Salah satu tujuan pelatihan ini adalah peningkatan Kapasatityas building, dimana meningkatkan kemampuan daripada para pendamping ini untuk bisa melakukan kegiatan perbenihan pada khususnya. Padi yang kita hasilkan itu bisa menghasilkan benih padi yang betul-betul bermutu yang bisa dinikmati oleh petani-petani kita di Sulawesi Selatan.  Bukan hanya padi Tetapi lebih kedepannya bagaimana juga kita bisa meningkatkan dan mengembalikan kejayaan khususnya tanaman kakao di Sulawesi Selatan, tutupnya.

Pada pembukaan pelatihan ini turut hadir juga Kelapa UPT Pelatihan Sumber Daya Manusia Pertanian Dinas Tanaman Pangan Hortikulutra dan Perkebunan Sulawesi Selatan, Asninda SP, MP dan Ir. Alauddin Sukri, MP Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kab. Luwu Utara. (Al-Aziz/Yuli N).

Sabtu, 21 September 2019

Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD, Sekprov Atas Nama Gubernur Sampaikan Jawaban


Teropongsulawesi. Com - Makassar, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani hadir dan menyampaikan Jawaban Gubernur Atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Hibah Lahan/Tanah Kepada Yayasan Islamic Center Masjid Al-Markaz Al-Islami di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulawesi Selatan, Jumat (20/9).

Dalam jawaban Gubernur yang dibacakan langsung oleh Abdul Hayat menyebutkan bahwa semua pandangan yang disampaikan tersebut tentunya merupakan masukan yang sangat berharga dan akan menjadi bahan pembahasan lebih lanjut untuk penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).

"Mengenai tanggapan fraksi-fraksi yang berbentuk saran atau catatan, insyaallah dengan segala daya dan kemampuan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan senantiasa akan memperhatikan untuk perbaikan pada waktu yang akan datang," demikian yang dibacakan Abdul Hayat.

Setelah memberikan jawaban atas tanggapan masing-masing fraksi di DPRD, dalam teks yang dibacakan Abdul Hayat tersebut, Gubernur menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyadari sepenuhnya bahwa jawaban yang diberikan masih bersifat umum.

"Oleh karena itu diharapkan pengertian dan perkenan anggota dewan yang terhormat, kiranya Rancangan Peraturan Daerah ini dapat dibahas lebih intensif pada pembahasan tingkat selanjutnya untuk mendapatkan penyempurnaan" katanya.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Yusran Sofyan tersebut disepakati bersama bahwa jawaban Gubernur sudah dapat diterima pada Pemandangan Umum oleh perwakilan masing-masing fraksi DPRD dan hal-hal terkait lainnya akan dibahas pada pembahasan selanjutnya pada rapat-rapat di tingkat pansus.(*)

Rabu, 02 Oktober 2019

Mantan Gubernur Sulsel Ke 5 Mayjen TNI (Purn) HZB Palaguna Wafat di Usia 80 Tahun


Teropongsulawesi. Com, Makassar Sulsel) - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. H. M. Nurdin Abdullah (NA) sangat merasa kehilangan atas wafatnya Gubernur Sulsel ke-5 Mayjen TNI (Purn) H. Zainal Basri Palaguna.

"Sebagai orang Sulawesi Selatan, kita semua merasa kehilangan atas kepergian almarhum. Beliau adalah sosok tokoh panutan bagi kita semua," ungkap Prof. Nurdin dengan nada rendah dan bersedih, Rabu malam (2/10). 

Menurut guru besar Unhas Makassar ini almarhum Mayjen TNI Purn H. Zainal Basri Palaguna merupakan pemimpin pendahulu, dimana peranannya sebagai Gubernur Sulawesi Selatan yang ke-5 dan tentunya banyak jasa-jasa almarhum yang telah diberikan untuk Sulawesi Selatan.

"Karya-karya dan jasa-jasa beliau selama menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan luar biasa untuk kita semua," urainya.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini juga berharap kepada seluruh masyarakat dan elemen di Sulsel agar sama-sama mendoakan almarhum. "Mari kita sama-sama mendo'akan almarhum," pungkasnya. 

Diketahui, Almarhum H. ZB Palaguna menghembuskan nafas terakhirnya Rabu 2 Oktober 2019, pukul 16.15 WITA. 

Gubernur Sulsel yang menjabat sejak 19 Januari 1993 sampai 19 Januari 2003 merupakan putra terbaik Sulsel yang dilahirkan di kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan, 9 Maret 1939.(*)

Kamis, 03 Oktober 2019

AHG Mewakili Gubernur Sulsel Menerima Penghargaan Indonesia Award Efektifitas Pelayanan Publik

 
Teropongsulawesi. Com, Jakarta - Sekretaris Provinsi Sulsel (Sekprov Sulsel) Abdul Hayat Gani hadir mewakili Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah (NA) menerima penghargaan sebagai Pemerintah Provinsi dengan Efektifitas Pelayanan Publik dalam Indonesia Award di Jakarta Concert Hall, Jakarta Pusat, Kamis (3/10) malam.

Dalam sambutannya, mengucapkan Terima Kasih kepada INews TV yang telah memberikan apresiasinya kepada Pemerintah Sulawesi Selatan atas penghargaan efektifitas pelayanan publik yang kedua kalinya.

“Terima Kasih Kepada INews TV yang telah memberikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas penghargaan Efektifitas pelayanan Publik yang kedua kalinya,” kata Abdul Hayat Gani.

Lanjutnya, hal ini dicapai berkat peranan semua OPD dan semua stakeholder di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Terima kasih lagi iNews TV memang hebat dan Sulawesi Selatan melayani,” Ungkap Abdul Hayat Gani.

Pada kesempatan ini Abdul Hayat juga menuturkan harapan atas penghargaan yang telah diterima agar Pemprov Sulsel tetap memberikan inovasi, gagasan serta ide untuk mempermudah pelayanan publik.

“Ya, tentu harapan kita Sulawesi Selatan bagaimana tetap memberikan inovasi, gagasan, ide untuk mempermudah layanan layanan di masyarakat karena tentu di sini kita hadir untuk melayani “. Tuturnya.

Indonesia Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh INews kepada lembaga pemerintah, non-pemerintah maupun perorangan yang telah berkontribusi dan konsisten dalam membangun negeri.

Pada malam puncak penghargaan Indonesia Award INews TV kali ini dengan mengangkat tema ” Kita Indonesia ” dihadiri tokoh, pejabat pemerintah pusat dan daerah serta BUMN, diantaranya Mahfud MD, Menteri Luar Negri Retno Marsudi, Menteri PANRB Syafruddin, Menteri PUPR Basuki Hadimulyo, Menteri Kominfo Rudiantara, Ketua KPU Arief Budiman, Dirut Perum Bulog Budi Waseso dan tentunya hadir pula Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. 

Selasa, 26 Januari 2021

Tingkatkan Kompetensi Penyuluh dan Jiwa Kewirausahaan Petani Millenial, 6 Provinsi Ikuti Pelatihan di BBPP Batangkaluku


Para peserta pelatihan di BBPP Batangkaluku (Foto Istimewa).

Gowa (Sulsel), Teropongsulawesi.com, - Memasuki masa New Normal sejak Pandemi Covid-19 yang melanda negeri ini, berbagai kegiatan aktivitas sudah mulai kembali dilaksanakan, meski belum sepenuhnya pulih seperti kondisi sebelum Covid-19.

Sebelumnya Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku melaksanakan kegiatan pelatihan dengan menggunakan sistem Pelatihan Jarak jauh dengan menggunakan media internet berupa pembelajaran secara virtual dengan aplikasi zoom meeting.

Mengawali tahun 2021, pertama kalinya sejak masa pandemi ini BBPP Batangkaluku menyelenggarakan pelatihan secara _offline_ 2 (dua) angkatan yaitu Pelatihan Fungsional Dasar Bagi Penyuluh Pertanian Ahli yang diikuti 32 peserta dan Pelatihan Fungsional Dasar Bagi Penyuluh Pertanian Terampil sebanyak 28 orang peserta.

Bersamaan dengan itu juga dibuka pelatihan secara _online_ 1 (satu) angkatan yaitu Pelatihan Kewirausahaan bagi Petani Muda Milenial-P4S dengan jumlah peseta 30 orang.

Adapun asal peserta ketiga angkatan pelatihan tersebut berasal dari wilayah kerja BBPP Batangkaluku yang meliputi provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Gorontalo.

Para peserta pelatihan di BBPP Batangkaluku (Foto Istimewa).

“Pada kegiatan pelatihan sebelumnya banyak pelatihan yang dilaksanakan secara virtual terkait pandemi covid-19, namun karena pelatihan ini sangat urgent untuk menyiapkan penyuluh pertanian yang kompeten dan profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dilapangan, sehingga kali ini kita lakukan secara tatap muka/ offline dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, salah satunya adalah setiap peserta wajib membawa keterangan hasil Swab Test yang negatif” ungkap Sabir, Kepala BBPP Batangkaluku.

Sabir menambahkan proses pelatihan tatap muka digelar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 semaksimal mungkin. Selain itu selama mengikuti pelatihan ini seluruh peserta, narasumber, dan panitia pelaksana dibekali dengan masker pelindung, hand sanitizer, penyediaan wastafel dan sabun cuci tangan di setiap sudut bangunan dan dikelas pelatihan.


Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi saat membuka pelatihan secara virtual (Foto Istimewa).

Pelatihan ini dibuka langsung oleh Dedi Nursyamsi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian secara vritual, dan diselenggarakan selama 21 hari efektif pada tanggal 25 Januari hingga 15 Februari 2021 mendatang bertempat di Aula Hasanuddin BBPP Batangkaluku.

Dalam arahannya Dedi Nursyamsi mengajak seluruh peserta pelatihan dan seluruh elemen (Widyaiswara, Penyuluh, Petani Milenial, Kelompok Tani) untuk berjuang sampai terwujudnya tujuan pembangunan pertanian. Menurut beliau produktivitas menjadi hal yang penting, kata kunci demi mencapai tujuan tersebut. Tidak hanya produktivitas, tapi kualitas juga menjadi poin penting. Oleh karena itu daya saing produk kita harus terus menerus meningkat.

“Jika semua itu berhasil maka tujuan pembangunan pertanian berada digenggaman kita. Didukung dengan kualitas SDM yang professional, berdaya saing dan jiwa kewirausahaan yang tinggi maka kita juga mampu meningkatkan produktivitas pertanian yang lebih tinggi. Tujuan yang luar biasa ini dapat kita capai dengan cara yang luar biasa, oleh orang-orang yang luar biasa. “Kita semua ini bukan orang biasa, Kita ini semua penyuluh – penyuluh yang luar biasa” ungkap Dedi.

Secara terpisah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan peningkatan kualitas SDM adalah hal yang penting. "SDM pertanian di masa depan harus diisi dengan yang berkualitas. Penyuluh pertanian adalah inti dari agent of change pembangunan pertanian. Karena itu, penyuluh pertanian harus hebat, harus mampu mengelola pertanian yang ada di masyarakat, "katanya. (BBPP BK- AL/YN)

Minggu, 15 September 2019

Sekprov Sulsel Lepas Secara Resmi Ekspor Perdana Talas Satoimo (Frozen) Ke Jepang


Teropongsulawesi. Com - Makassar -- Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Hayat Gani melepas secara resmi Ekspor Perdana Talas Satoimo (Frozen) ke Jepang, di halaman PT. Tridanawa Perkasa Indonesia, Jl. Tol Lama No. 3 Makassar, Sabtu (14/9).

Pada acara tersebut dilakukan penyerahan Sertifikat Phytosanitary oleh Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian RI, Ir. Ali Jamil kepada Komisaris Utama PT. Tridanawa Perkasa Indonesia, Ir. Kwan Sakti Rudi Moha.

Dalam sambutannya, Abdul Hayat mengatakan bahwa dengan Program Prioritas Nasional Presiden Joko Widodo, investasi semakin dipermudah.

"Bagaimana memberikan akses kepada kaum millenial untuk berusaha, khususnya terkait dengan tanaman pangan ini," kata Abdul Hayat.

Ditambahkannya lagi bahwa visi misi Gubernur Sulawesi Selatan, yaitu inovatif, produktif, kompetitif, daya saing, dan berkarakter, harus dijaga karena sangat relevan dengan apa yang dilakukan Presiden saat ini.

"Karena itu saya kira tinggal kita semua ini tanpa terkecuali harus memberikan akses yang baik, memberikan layanan yang baik," tambahnya.

Lebih lanjut, Abdul Hayat berharap dengan satu visi dan satu persepsi, kegiatan ekspor tersebut dapat berjalan lancar.

"Saya kira program-program seperti ini harus kita kawal. Melalui Kadis Pertanian nanti dipersiapkan 12 kabupaten untuk memberikan layanan untuk mengembangkan tanaman seperti talas," lanjut Abdul Hayat.

Menutup sambutannya, Abdul Hayat menjelaskan bahwa selain membangun infrastruktur, Gubernur Sulawesi Selatan juga menjadikan ketahanan pangan sebagai program prioritas di Sulawesi Selatan.

"Hal ini terkait dengan penyiapan bibit unggul dan pewilayahan komoditi di tiap daerah. Saya kira hari ini ada kepastian dan mudah-mudahan apa yang terjadi hari ini terlapor dengan baik kepada Gubernur," tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan, Fitriani MP dan Bussiness Development Japanese Customer Yield, Mr. Hiro Taka Aiko.

Sabtu, 28 Agustus 2021

Tingkatkan SDM Petani di Kendari, Kementerian Pertanian Bersama Komisi IV DPR RI Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas

Bimtek peningkatan kapasitas petani (Ist).

Kendari (Sultra), Teropongsulawesi.com,-Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan melalui salah satu UPT pusat yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku, bekerja sama dengan Komisi IV DPR RI menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani di Hotel Horison Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara dengan topik Pengelolaan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Pengolahan Pupuk Organik.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menegaskan, pengembangan SDM pertanian penting untuk mengoptimalkan sektor pertanian ke depan. Hal tersebut sejalan dengan pernyataan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, “SDM pertanian menjadi faktor pengungkit peningkatan produktivitas sektor pertanian, karenanya perlu ditingkatkan kapasitasnya”.

Upaya meningkatkan kapasitas SDM pertanian salah satunya dilakukan dengan melakukan kegiatan pelatihan atau Bimbingan Teknis (Bimtek). Tujuan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan petani dengan mendorong peningkatan produktivitas pengelolaan khususnya Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan Pegnolahan Pupuk Organik.

Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas bagi Petani diikuti 120 orang yang terbagi dari 4 (empat) angkatan dan dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2021 hingga 29 Agustus 2021 yang dilangsungkan di Hotel Horison, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sejalan dengan upaya tersebut, dalam berbagai kesempatan, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, menekankan bahwa pertanian adalah tulang punggung negara, sumber pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia, “Pertanian harus terus bergerak dan menyesuaikan dengan teknologi-teknologi yang sedang berkembang, Teknologi yang menarik bagi generasi muda sekaligus ramah lingkungan” kata Dedi.

Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas bagi Petani dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI yang diwakili oleh Tenaga Ahli Salim Alisman, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara yang diwakili oleh Koordinator Kerjasama dan Pelayanan Pengkajinan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara dan Koordinator Program dan Kerjasama Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku.


Fitriani, Koordinator Program dan Kerjasama BBPP Batangkaluku menyampaikan berulang Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo selalu membanggakan sektor ekonomi karena terus tumbuh positif, berbeda dengan sektor lainnya.

Beliau berharap kepada peserta pelatihan hari ini yang kebanyakan masih tergolong milenial agar bersama memberi perhatian lebih, fokus dan kembangkan sektor pertanian yang dijalankan.

"Sekarang kita juga perlu regenerasi karena hampir tiap tahun petani kita berkurang, itulah kenapa kemeterian pertanian memiliki program duta petani andalan untuk menumbuhkan petani-petani muda sebagai penerus.


Koordinator Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara , Muhammad Adlan, menyampaikan bahwa permasalahan utama dunia pertanian adalah sumber daya manusia petani yang sebagian besar sudah berusia lanjut, sehingga membutuhkan petani-petani muda sebagai penggerak masyarakat yang menguasai Informasi dan Teknologi (IT) untuk meningkatkan produktivitas hasil-hasil pertanian.

Selain itu Anggota Komisi IV DPR RI Fachry Pahlevi Konggoasa, melalui Tenaga Ahli Salim Alisman, mengucapan terima kasih dan apresiasi kepada pelaksana kegiatan Bimbingan Teknis yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa kegiatan Bimbingan Teknis akan memberikan nilai positif bagi peningkatan kapasitas dan kompetensi petani yang berujung pada peningkatan kesejahteraan petani. (Al-Aziz/Yuli N).

Rabu, 26 Januari 2022

Luar Biasa Desa Timusu Kembali Harumkan Nama Soppeng dan Sulsel Lomba Desa Pangan Aman Nasional



Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com,- Kabar gembira datang dari Bumi Latemmamala sebab selangkah lagi Desa Timusu Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng akan kembali mengharumkan nama provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Soppeng khususnya dalam lomba Desa Pangan Aman Nasional.

Hal ini berdasarkan data yang dihimpun media ini, bahwa hasil Tim Penilai Tingkat Nasional, Desa Timusu lolos ke tahap berikutnya bersama 10 Desa lainnya di Indonesia dalam Lomba Desa Pangan Aman Tingkat Nasional 2021.

Dari informasi yang diketahui, hal ini juga berdasarkan surat pemberitahuan dari Balai Pengawasan Obat Dan Makanan BPOM RI tertanggal 24 Januari 2022 yang ditanda tangani oleh Direktur Pemberdayaan Masyarakat BPOM RI Dra Yunida Nugrahanti Soedarto Apt MP.


Sementara itu, Menurut Kepala Desa Timusu Kecamatan Liliriaja Kabupaten Soppeng Firdausz S,Sos bahwa apa yang dilakukan selama ini mereka cukup optimis untuk bisa meraih yang terbaik, karena ia yakin kerja keras dan niat yang baik dengan dukungan semua pihak khususnya Pemerintah Daerah dan BPOM Makassar dan lebih penting adalah dukungan masyarakat tentunya, ujar Firdaus saat dikonfirmasi, Rabu (26/1/2022).

Firdaus berharap Desa Timusu mewakili provinsi Sulawesi Selatan menjadi yang terbaik diantara 10 Desa yang lolos secara nasional.

Dirinya juga berharap dukungan dan doa dari semua pihak utamanya warga Desa Timusu, Soppeng dan Sulawesi Selatan, pungkasnya.

Sekedar diketahui berikut Nama Desa di Indonesia yang lolos untuk tahap berikutnya, yakni Desa Timusu Sulawesi Selatan, Desa Sungai Rasau Kalimantan Selatan, Kelurahan Sukoreno Jogjakarta, Desa'Buttu Baruga Sulawesi Barat, Kelurahan Ampah Kota Kalimantan Tengah, Desa Brubuh Jawa Timur, Desa Nagari Bayua Sumatra Barat dan Desa Tuwel Jawa Tengah.

(Red).

Senin, 08 Februari 2021

Pengurus PKK Kabupaten Soppeng Silaturahim Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan Melalui Via Zoom Meeting


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),-Pengurus PKK Kab. Soppeng menghadiri acara Silaturahim Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sosialisasi Kesehatan Menangani Covid-19 di Era New Normal melalui Via Zoom meeting di ruang SCC Kantor Bupati Soppeng, Senin (08/02/2021).

Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan Ibu Ir. Hj.Liestiaty F. Nurdin, M.Fish. pada kesempatan ini menjelaskan tentang capaian dan strategi TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan di masa pandemi, dimana pada tahun 2020 peran PKK nyata dalam menggerakkan masyarakat Sulsel sehinga mampu mengerakkan masyarakat untuk mampu bergerak secara massif dan tertsruktur dalam mendukung program-program strategis serta banyak memberi andil dalam berbagai upaya pemutusan rantai Covid-19 sekaligus pemulihan ekonomi.

Adapun strategi, inovasi serta Realisasi Program di awal tahun 2021 yaitu menghadirkan perpustakaan ibu dan anak, serta fasilitas dengan konsep taman bermain hingga anak betah membaca sesuai perkembangan umurnya, membuat Koperasi wanita sejahtera masagena, pembangunan rumah sehat di GOR sudiang, serta membuat buku khasanah kuliner dan kerajinan Sulawesi Selatan yang nantinya buku ini akan menjadi referensi berharga agar produk kita utamanya yang tradisional tidak diakui daerah lain.
Sehingga di harapkan kepada para pengurus PKK Kabupaten agar ikut membangun berbagai program dan inovasi di daerah masing-masing.

Pada kesempatan ini, Bapak dr, Arief Santoso, SP. P(K)., Ph. D, FAPSR, dokter Ahli Paru, memberikan pencerahan bagaimana menangani Covid-19, karena dalam menjalankan kegiatan ditengah wabah Covid-19 yang masih tinggi, sangat penting untuk mengetahui langkah-langkah dalam menghindari maupun menangani penyebaran covid-19.

Hawaya IWO đź’™

Jumat, 16 September 2022

Ketum Dharma Pertiwi Hetty Andika Perkasa Sapa Anak Balita Saat Kunjungan di Kendari


Kendari, Teropongsulawesi.com,-Ketua Umum Dharma Pertiwi atau istri Panglima TNI Andika Perkasa berkunjung ke Kota Kendari Sulawesi Tenggara dan disambut oleh Ali Mazi Gubernur Sultra di pelataran rumah jabatan gubernur, Jumat pagi (16/9/2022).

Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati yang akrab di sapa Hetty Andika Perkasa Istri Panglima TNI berkunjung ke Kota Kendari dalam rangka untuk melaksanakan Road show Ketua Umum Dharma Pertiwi dalam rangka percepatan penurunan stunting untuk mewujudkan SDM unggul Indonesia yang berkolaborasi dengan TNI, BKKBN, Kementerian Pertanian serta sejumlah stakeholder terkait.

Gubernur Sulawesi Tenggara Ali mazi mengatakan dengan kedatangan istri Panglima TNI diharapkan menjadi penyemangat pemerintah Sulawesi Tenggara dalam mempercepat penanganan angka stunting.

"Ibu Panglima Sudah berkunjung dan mengadakan sosialisasi bagaimana itu stunting, ini sangat luar biasa tadi saya sudah perintahkan BKKBN Provinsi, ini segera kita tindak lanjuti," ujar Ali Mazi.


Hasto Wardoyo Kepala BKKBN menjelaskan Sulawesi Tenggara merupakan provinsi yang masih memiliki kasus stunting tertinggi dari 34 provinsi yang ada di tanah air.

Olehnya BKKBN bersama unsur TNI/Polri akan terus bergerak melakukan sosialisasi ke masyarakat di berbagai daerah di Sultra untuk berupaya dalam pencegahan meningkatnya kasus stunting sehingga target angka 14 persen bisa tercapai di tahun 2024 nanti.

"Sultra itu stuntingnya masih naik, seluruh provinsi di indonesia hanya sultra yang stuntingnya naik. Kita Bentuk tim yang kuat, kemudian konvergensi arahan presiden menuju angka 14 persen di tahun 2024”. ungkapnya.

Tercatat berdasarkan hasil studi status gizi indonesia (SSGI) tahun 2021 angka prevalensi stunting di Sulawesi Tenggara mencapail sebesar 30,02 persen.

(Red/SB)

Kamis, 08 April 2021

BPOM : Ada 3 Komunitas Yang Akan Melakukan Kerjasama di Soppeng Terkait Prognas



Asisten Administrasi Umum Andi Fitrahuddin saat memberikan plakat kepada BPOM Provinsi Sulawesi Selatan (Foto Istimewa).

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com,-Asisten Administrasi Umum Drs. A. Fitrahuddin , M. Si didampingi Kadis Kesehatan menghadiri acara pertemuan Audiensi BPOM dengan Pemerintah Daerah dalam rangka Rencana Pelaksanaan Program Prioritas Nasional BPOM RI Tahun 2021 di ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Soppeng, Kamis (08/04/2021).

Pada kesempatan itu, Asisten Administrasi Umum menyambut baik kedatangan Kepala Balai Besar POM Provinsi Sulawesi Selatan bersama rombongan.

Andi Fitrahuddin mewakili pemerintah kabupaten Soppeng berharap agar kerjasama kedepannya dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan.

"Kami berharap kedatangan kepala BPOM dapat memberikan gambaran kepada kami dalam rangka pelaksanaan pengawasan obat di Kab. Soppeng ini. Ujarnya.

"Kedepan kami berharap tetap melakukan komunikasi perihal waktu pelaksanaan pembinaan sehingga kami dari Pemerintah Daerah dapat menyiapkan segala sesuatunya terutama lokasi daerah yang akan dibina, tandas Andi Fitrahuddin.


Dra. Hardaningsih, Apt, MHSM selaku kepala Balai Besar POM Prov. Sulsel menjelaskan maksud kedatangannya di Kab. Soppeng.

"Tujuan kami datang ke Soppeng ingin bersilaturrahmi untuk mengenal dan memperjelas hubungan kerja sama kami, karena ada program nasional terkait pengawasan obat dan pangan di daerah yang harus dijalankan oleh pemerintah daerah Kabupaten/kota. Bebernya.

"Adapun program Nasional yang akan dijalankan diantaranya yaitu pemberdayaan komunitas pasar untuk mengawal produk yang dijual bebas dari bahan berbahaya, pemberdayaan komunitas desa, dan pemberdayaan komunitas sekolah dalam pengawasan pangan jajanan anak sekolah bebas dari bahan berbahaya. Papar Hardaningsih.

"Selain program pangan dan jajanan anak sekolah kami juga akan membuat program inovasi yang melibatkan anak sekolah di Kabupaten Soppeng dan akan mengundang murid SMA/sederajat se Sulawesi Selatan untuk membuat lomba pembuatan video tentang obat dan makanan, sehingga film ini akan menjadi media edukasi bagi anak-anak tentang bahan pangan makanan.

Dikatakannya, "Semoga melalui audiensi kami ini dapat ditindaklanjuti sehingga kita bisa melakukan kegiatan ini bersama-sama, Pungkas kepala BPOM Provinsi Sulawesi Selatan.

Usai pemaparan dilanjutkan dengan acara penyerahan plakat oleh Asisten Administrasi Umum kepada kepala Balai Besar POM Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kadis Pendidikan, Kadis Pemdes, Kadis Bappelitbangda, Kadis PPK dan UKM dan undangan lainnya. (Ismail/Humas).
© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved