TEROPONG SULAWESI -->

Halaman

Daerah

Ads

Postingan Populer

Nasional

Kesehatan

Internasional

Arsip Blog

TOP NEWS

Selasa, 29 September 2026

117 Lansia Lilirilau Diwisuda, Hj Suarni Suwardi: Semangat Belajar Tak Kenal Usia


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Sebanyak 117 lanjut usia (lansia) dari tujuh desa dan kelurahan di Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, mengikuti Wisuda Akbar Sekolah Lansia, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Hasten, Kelurahan Pajalesang, itu dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng, Ny. Hj. Suarni Suwardi.

Kehadiran Hj. Suarni memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Ia hadir untuk memberikan motivasi sekaligus menyaksikan langsung para lansia mengikuti prosesi wisuda.

Dalam prosesi tersebut, Hj. Suarni juga turut menyematkan tali toga kepada peserta wisuda.

Ia mengatakan, wisuda Sekolah Lansia bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi bukti bahwa kesempatan untuk belajar dan berkembang terbuka bagi siapa saja tanpa mengenal batas usia.

“Wisuda bukan hanya sebuah seremoni untuk menandai selesainya proses belajar, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat untuk belajar, berkembang, dan berkarya tidak mengenal usia,” ujar Hj. Suarni.

Menurutnya, Sekolah Lansia memberikan ruang bagi para lanjut usia untuk tetap aktif. Selain mendapatkan pengetahuan, para peserta juga dapat bersosialisasi, berbagi pengalaman, menjaga kesehatan dan membangun rasa percaya diri.

Program tersebut menerapkan pembelajaran melalui tujuh dimensi Lansia Tangguh.

Ketujuh dimensi itu meliputi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional atau vokasional, serta lingkungan.

“Semua aspek tersebut penting untuk mendukung lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif dan produktif,” jelasnya.

Salah seorang wisudawan, H. Adnan Rauf, mengaku merasakan manfaat dari keberadaan Sekolah Lansia.

Ia menyebut kegiatan tersebut membuat para lansia kembali memiliki ruang untuk belajar sekaligus bersilaturahmi dengan sesama.

“Dengan Sekolah Lansia, serasa kembali muda. Bisa kembali bersua sapa dengan sesama lansia. Merasa dihargai dan diberi ruang untuk belajar, berkarya dan berinovasi,” ungkapnya.

Perhatian terhadap kesehatan peserta juga menjadi bagian dalam kegiatan tersebut. Salah seorang wisudawan mendapatkan obat tekanan darah sesuai dengan kebutuhan kesehatannya.

Hj. Suarni kemudian mengajak para wisudawan untuk terus menjaga kesehatan dan tidak berhenti beraktivitas setelah mengikuti prosesi wisuda.

Ia berharap para lansia tetap aktif bersilaturahmi, berbagi pengalaman dan menjadi sumber inspirasi bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk belajar dan memberikan manfaat hendaknya tidak pernah berhenti,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada keluarga yang terus memberikan dukungan kepada para lansia selama mengikuti Sekolah Lansia.

Menurutnya, dukungan keluarga sangat dibutuhkan agar lansia dapat menjalani masa tua secara sehat, mandiri, aktif, produktif dan bahagia.

Hj. Suarni turut mengapresiasi penyuluh KB, pemerintah desa dan kelurahan bersama TP PKK, pengelola, kader serta tenaga pendidik yang telah mendampingi para peserta.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, keluarga dan kader lansia.

Sekolah Lansia di Kabupaten Soppeng dilaksanakan DP3P2KB Kabupaten Soppeng sejak 2024.

Wisuda di Kecamatan Lilirilau merupakan wisuda kedua sejak program Sekolah Lansia mulai dilaksanakan di Kabupaten Soppeng.

Program tersebut menjadi salah satu wadah bagi para lansia untuk terus belajar, bersosialisasi dan menjaga kualitas kehidupan agar tetap sehat dan produktif.

Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Kemendukbangga BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala DP3P2KB Kabupaten Soppeng, Camat Lilirilau bersama Ketua TP PKK Kecamatan, Kapolsek dan Danramil Lilirilau, para kepala desa/lurah bersama Ketua TP PKK, Kepala KUA, kepala UPTD Puskesmas, Koordinator BPP, Koordinator KB bersama para penyuluh KB, Korwil UPT Pendidikan, Ketua PGRI Kecamatan Lilirilau, serta para pengelola, tenaga pendidik dan peserta Sekolah Lansia.

Menutup arahannya, Hj. Suarni berharap Sekolah Lansia terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat.

(RAT.)

Senin, 28 September 2026

IKD Mulai Diterapkan, Personel Polres Soppeng Ikuti Pendaftaran dan Aktivasi


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Transformasi pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital mulai dimanfaatkan di lingkungan Polres Soppeng. Sejumlah personel mengikuti pendaftaran dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui pelayanan yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Soppeng, Selasa (29/9/2026).

Pelayanan tersebut memberikan kemudahan bagi personel untuk memperoleh identitas kependudukan dalam format digital yang dapat diakses melalui telepon seluler.

Selain melakukan registrasi, personel juga mendapatkan pendampingan dari petugas Dukcapil terkait proses aktivasi serta pemanfaatan aplikasi IKD.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menyambut baik pelaksanaan layanan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan IKD menjadi bagian dari upaya mengikuti perkembangan teknologi sekaligus mendukung tertib administrasi kependudukan.

“Ini merupakan layanan yang memberikan kemudahan bagi personel dalam mengakses identitas kependudukan secara digital. Saya berharap seluruh personel dapat mengikuti proses pendaftaran dengan baik dan menggunakan aplikasi tersebut sesuai dengan ketentuan,” ujar Hari Budiyanto.

Dengan IKD, identitas dan sejumlah dokumen kependudukan dapat diakses melalui perangkat digital sehingga lebih praktis dalam penggunaannya.

Kapolres turut menyampaikan apresiasi kepada Dukcapil Kabupaten Soppeng atas pelayanan langsung yang diberikan kepada personel Polres Soppeng.

“Kami mengapresiasi Dukcapil Kabupaten Soppeng yang telah memberikan pelayanan langsung kepada personel. Sinergi seperti ini tentunya membantu dalam mewujudkan administrasi kependudukan yang tertib dan mudah diakses,” katanya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antarinstansi dalam mendukung digitalisasi pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Soppeng.

(Red)

Comeback Setelah 4 Tahun, Letda Sus Andi Jerni Langsung Rebut Juara Piala Panglima 2026


Malang, Jatim, Sniperjurnalis.com, Empat tahun meninggalkan arena karate bukan waktu yang singkat. Namun, jeda panjang itu ternyata tidak menghapus ketajaman Letda Sus Andi Mesyara Jerni Maswara Zainal, S.IKom di atas tatami.

Kembali bertanding di cabang olahraga karate dalam ajang Piala Panglima 2026 di Malang, Jawa Timur, Andi Jerni langsung mencuri perhatian. Atlet TNI Angkatan Udara yang memperkuat Indonesian Air Force tersebut sukses keluar sebagai juara kelas -50 kilogram putri kategori TNI/Polri.

Yang membuat pencapaian itu semakin menarik, Andi Jerni hanya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk melakukan persiapan sebelum tampil dalam kejuaraan.

Selama empat tahun meninggalkan karate, Andi Jerni diketahui lebih fokus menekuni cabang olahraga Kick Boxing. Kembali ke tatami setelah sekian lama pun memunculkan pertanyaan, apakah dirinya masih mampu mempertahankan performa dan predikat sebagai karateka berprestasi.

Pertanyaan tersebut akhirnya terjawab di arena Piala Panglima 2026.

Di babak semifinal, Andi Jerni berhadapan dengan Najla Syakira, atlet perwakilan Kodiklatal. Dengan penampilan yang solid, ia berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 9-4.

Pada babak final, Andi Jerni kembali menghadapi lawan tangguh, Meisya Asriana Ratu Cantika dari Bayangkara Presisi.

Pertandingan berlangsung kompetitif, namun Andi Jerni mampu menjaga konsistensi hingga akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 9-3.

Hasil tersebut memastikan comeback Andi Jerni berbuah manis. Setelah empat tahun tidak turun di pertandingan karate, ia justru kembali dengan torehan gelar juara.

Prestasi di Malang ini sekaligus menjadi bukti bahwa perpindahan fokus ke Kick Boxing selama beberapa tahun tidak menghilangkan kemampuan dasar dan mental bertanding yang telah dimilikinya sebagai seorang karateka.

Kini, nama Letda Sus Andi Mesyara Jerni Maswara Zainal kembali tercatat sebagai salah satu karateka yang berhasil mengukir prestasi di ajang Piala Panglima 2026.

Comeback empat tahun setelah meninggalkan tatami, persiapan hanya sepekan, namun berakhir dengan medali juara.

(Red)

Razia THM di Toraja Utara, Satu Pengunjung Positif Metamfetamin


Toraja Utara, Teropongsulawesi.com, Operasi Antik Lipu 2026 kembali menyasar tempat hiburan malam (THM) di wilayah hukum Polres Toraja Utara. Dalam razia gabungan yang digelar Sabtu dini hari, 26 September 2026, petugas menemukan seorang pengunjung yang hasil tes urinenya positif mengandung metamfetamin.

Patroli gabungan tersebut melibatkan personel Polres Toraja Utara, Kodim 1414/Tator, Satpol PP Pemkab Toraja Utara, BNNK Tana Toraja, serta Ketua Asosiasi THM setempat.

Kegiatan dimulai dengan apel pada pukul 00.00 WITA yang dipimpin Kabag Ops Polres Toraja Utara, Kompol Gerianto Pabuang, S.H.

Petugas kemudian menyisir sejumlah lokasi hiburan malam dan melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung. Selain mengecek identitas dan barang bawaan, petugas bersama BNNK Tana Toraja melakukan tes urine secara acak.

Enam lokasi menjadi sasaran dalam kegiatan tersebut, yakni Cafe Roterdam Club, Arunii Cafe dan Resto, Cafe Donal, Cafe Ans, Paccipic Karaoke dan Room, serta Cafe Valery.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, seorang pengunjung Cafe Donal dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis metamfetamin.

Kabag Ops Polres Toraja Utara Kompol Gerianto Pabuang membenarkan temuan tersebut.

“Dari total pemeriksaan urine yang kami lakukan di beberapa titik, kami mendapati satu orang pengunjung di Cafe Donal yang terbukti positif mengonsumsi narkoba jenis metamfetamin,” ungkapnya.

Pengunjung tersebut diketahui berinisial MH alias TD alias RC, berusia 24 tahun. Ia bekerja sebagai sopir dan tercatat berdomisili di Kecamatan Rindingallo, Toraja Utara.

Setelah dinyatakan positif, pemuda tersebut langsung diserahkan kepada BNNK Tana Toraja untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menurut Kompol Gerianto, penanganan dilakukan melalui proses asesmen oleh Tim Asesmen Terpadu guna menentukan langkah rehabilitasi maupun penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, hasil pemeriksaan urine terhadap pengunjung di lima lokasi lainnya, yakni Cafe Roterdam Club, Arunii Cafe dan Resto, Cafe Ans, Paccipic Karaoke dan Room, serta Cafe Valery, seluruhnya dinyatakan negatif.

Razia yang berlangsung hingga sekitar pukul 02.30 WITA tersebut berjalan aman dan kondusif.

Polres Toraja Utara menyatakan patroli dan pemeriksaan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan narkotika sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Toraja Utara.

(Red)

Minggu, 27 September 2026

GEN SIGAP 2026 di Soppeng, 10 SD Adu Keterampilan dan Kepedulian Kemanusiaan


Soppeng, Teropogsulawesi.com, Semangat kemanusiaan, kesiapsiagaan bencana dan kepalangmerahan mewarnai pelaksanaan GEN SIGAP (Generasi Tangguh Siaga Bencana Peduli Sesama) 2026, lomba PMR tingkat Mula SD/MI sederajat se-Kabupaten Soppeng.

Kegiatan yang digelar SMP Perguruan Islam Ganra di Yayasan Perguruan Islam Ganra, Sabtu (26/9/2026), diikuti 10 sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kabupaten Soppeng.

GEN SIGAP 2026 tidak sekadar menjadi ajang perlombaan. Para peserta juga mendapatkan pengalaman edukatif melalui kegiatan yang mengasah pengetahuan, kreativitas, keterampilan, serta kemampuan menghadapi situasi kebencanaan.

Kegiatan tersebut merupakan inisiatif PMR Madya Unit SMP Perguruan Islam Ganra dalam rangka memperingati Hari PMI sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang tangguh, peduli dan memiliki pengetahuan dasar kepalangmerahan.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Ketua PMI Kabupaten Soppeng yang diwakili Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Soppeng, Abdul Aziz Muhammad.

Dalam sambutannya, Abdul Aziz menilai pengenalan nilai kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana perlu dilakukan sejak usia sekolah.

“GEN SIGAP ini menjadi wadah yang sangat baik bagi anak-anak untuk belajar tentang kepalangmerahan, kesiapsiagaan bencana, serta kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya membangun kemampuan berkompetisi, tetapi juga membentuk karakter anak agar memiliki sikap tangguh, sigap dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

GEN SIGAP 2026 dikemas dalam lima cabang perlombaan, yakni Cerdas Cermat PMI, Menggambar, Ular Tangga Kebencanaan, Video Senam Mitigasi Bencana, dan Video Simulasi Bencana.

Sepuluh sekolah yang ambil bagian yakni SDN 261 Watanbelo, SDN 7 Salotungo, SDN 38 Labokong, SDN 211 Attang Benteng, SD Perguruan Islam Ganra, SDN 1 Lamappoloware, SDN 29 Cenrana, SDN 116 Mattanru, SDN 79 Enrekeng, dan SDN 56 Madining.

Kepala SMP Perguruan Islam Ganra, Rosmiati, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak sehingga kegiatan dapat terlaksana.

“Kami sangat bersyukur dan bangga karena GEN SIGAP dapat terlaksana dengan baik. Antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi peserta didik,” katanya.

Rosmiati berharap GEN SIGAP tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi ruang membangun persahabatan, kepedulian dan semangat kemanusiaan antarpelajar.

Sementara itu, Pembina PMR SMP Perguruan Islam Ganra, Muh. Irfan Kadir, S.Pd., Gr., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi.

Menurutnya, perlombaan sengaja dikemas melalui perpaduan edukasi, permainan dan kreativitas agar materi kepalangmerahan serta kebencanaan lebih mudah dipahami anak-anak.

“Harapan kami, setelah mengikuti GEN SIGAP, peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman dari perlombaan, tetapi juga membawa pengetahuan tentang bagaimana menjaga kesehatan, menghadapi bencana dan membantu sesama,” jelasnya.

Persaingan dalam lima cabang lomba berlangsung kompetitif. SDN 7 Salotungo berhasil keluar sebagai Juara Umum GEN SIGAP 2026.

Berikut hasil perlombaan:

Ular Tangga Kebencanaan

SDN 79 Enrekeng
SDN 29 Cenrana
SDN 7 Salotungo

Lomba Menggambar

SDN 1 Lamappoloware — Zafirah Lathifah Falmi
SDN 7 Salotungo — Hikayah Alfi Laila Irfaniyah
SDN 79 Enrekeng — Nadhya Nur Az Zahra

Cerdas Cermat PMI

SDN 1 Lamappoloware
SDN 7 Salotungo
SD Perguruan Islam Ganra

Video Simulasi Bencana

SDN 7 Salotungo
SDN 79 Enrekeng

Video Senam Mitigasi Bencana

SDN 7 Salotungo
SDN 38 Labokong
SDN 1 Lamappoloware

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan PMI Kabupaten Soppeng, BPBD Kabupaten Soppeng, Pemerintah Kecamatan Ganra, Pemerintah Desa Ganra, Pemerintah Desa Belo, Pemerintah Desa Enrekeng, Ketua Yayasan Perguruan Islam Ganra, pembina pondok yayasan, kepala sekolah/madrasah Yayasan Perguruan Islam Ganra, serta kepala sekolah dan guru pendamping peserta.

GEN SIGAP 2026 menjadi bagian dari upaya SMP Perguruan Islam Ganra menanamkan nilai kemanusiaan, kepedulian, kesiapsiagaan dan persahabatan kepada generasi muda.

Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi berbagai unsur ekstrakurikuler SMP Perguruan Islam Ganra, yakni PMR, OSIS, Pramuka, Keagamaan, SRMTC, Drum Corps 41, dan Raga Line Squad.

(Red)

Sabtu, 26 September 2026

Jawaban DLH Lutim Soal Pengawasan Tambang Dipertanyakan, AJAL: Kalau Pusat, Mana Datanya?


Luwu Timur, Teropongsulawesi.com, Aliansi Jaga Lingkungan (AJAL) Luwu Timur kembali mempertanyakan kejelasan pengawasan lingkungan terhadap aktivitas perusahaan pertambangan di wilayah tersebut.

Pertanyaan itu muncul setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur memberikan jawaban atas permintaan informasi publik yang sebelumnya diajukan AJAL.

Dalam responsnya, DLH menyerahkan sejumlah dokumen yang diminta. Namun, AJAL menilai masih ada informasi yang belum sepenuhnya terjawab, terutama menyangkut dokumen pemeriksaan dan hasil pengawasan lingkungan terhadap perusahaan pertambangan.

Salah satu poin yang menjadi perhatian AJAL terdapat pada jawaban DLH yang menyebut pelaksanaan pengawasan lingkungan hidup untuk kegiatan usaha pertambangan merupakan kewenangan Pemerintah Pusat berdasarkan pembagian kewenangan dalam peraturan perundang-undangan.

DLH merujuk pada ketentuan yang tercantum dalam surat jawabannya, termasuk Pasal 6 ayat (1) huruf I UU Nomor 3 Tahun 2020 dan Pasal 4 Permen LH/BPLH Nomor 22 Tahun 2025.

Bagi AJAL, penjelasan tersebut belum menyelesaikan persoalan. Justru, menurut mereka, muncul pertanyaan baru mengenai pelaksanaan pengawasan di lapangan.

Sekretaris AJAL Lutim sekaligus Ketua Pelaksana Harian Lak HAM Indonesia (LHI), Iskaruddin, menegaskan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan pembagian kewenangan pemerintah dalam sektor pertambangan.

“Kami tidak meminta DLH mengambil alih kewenangan Pemerintah Pusat. Yang kami minta adalah data dan hasil pengawasan lingkungan,” kata Iskaruddin.

Ia kemudian mempertanyakan jika pengawasan memang menjadi kewenangan pemerintah pusat, maka dokumen pelaksanaan pengawasan tersebut semestinya dapat ditelusuri.

“Kalau DLH mengatakan kewenangannya berada di pusat, pertanyaannya sederhana: siapa yang mengawasi, kapan pengawasan dilakukan, dan di mana hasil pengawasannya?” ujarnya.

Menurut Iskaruddin, pembagian kewenangan pengawasan lingkungan tidak bisa hanya dilihat dari satu ketentuan.

Ia merujuk Pasal 492 PP Nomor 22 Tahun 2021 yang mengatur kewajiban Menteri, gubernur, atau bupati/wali kota melakukan pengawasan terhadap ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan sesuai kewenangannya.

Selain itu, Pasal 493 PP Nomor 22 Tahun 2021 mengatur pembagian kewenangan pengawasan berdasarkan pihak yang menerbitkan Persetujuan Lingkungan.

Atas dasar itu, AJAL meminta penjelasan yang lebih konkret mengenai perusahaan yang dimaksud.

“Siapa yang menerbitkan Persetujuan Lingkungannya? Berdasarkan itu, siapa yang mempunyai kewenangan pengawasan? Kalau memang Pemerintah Pusat, kami tidak mempersoalkan. Tetapi harus jelas siapa yang melakukan pengawasan dan apa hasilnya,” tegas Iskaruddin.

Ia mengatakan, permintaan AJAL bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan memastikan informasi mengenai pengawasan lingkungan dapat ditelusuri.

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui bagaimana pengawasan terhadap kegiatan usaha yang berpotensi berkaitan dengan lingkungan di daerah dilakukan.

AJAL Lutim menyatakan mengapresiasi DLH yang telah memberikan respons dan sejumlah dokumen atas permintaan informasi publik tersebut.

Dokumen itu kini akan dikonsolidasikan dan dipelajari bersama organisasi yang tergabung dalam AJAL.

Telaah akan dilakukan untuk melihat kelengkapan dokumen, substansi informasi, serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.

“Dokumen yang sudah diberikan akan kami pelajari bersama. Kalau lengkap dan sesuai, tentu kami catat. Tetapi kalau masih ada yang belum jelas, belum lengkap, atau ada hal yang perlu diklarifikasi, kami akan tindak lanjuti melalui mekanisme yang tepat,” jelas Iskaruddin.

AJAL juga mencermati ketentuan terbaru mengenai pengawasan lingkungan hidup, termasuk Permen LH/BPLH Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pengawasan Lingkungan Hidup dan Sanksi Administratif.

Regulasi tersebut mengatur berbagai mekanisme pengawasan, termasuk pemeriksaan kepatuhan, pengawasan rutin maupun berdasarkan kejadian tertentu, penyusunan berita acara dan laporan hasil pengawasan, hingga mekanisme pelaporan.

Bagi AJAL, keberadaan regulasi tersebut membuat pelaksanaan pengawasan perlu dapat ditelusuri melalui dokumen yang jelas.

“Yang kami cari bukan sekadar jawaban administratif. Kami ingin mengetahui bagaimana pengawasan itu benar-benar berjalan,” katanya.

Iskaruddin menilai jangan sampai pembagian kewenangan justru membuat publik kesulitan mengetahui siapa yang bertanggung jawab melakukan pengawasan dan bagaimana hasilnya.

“Jangan sampai pusat mengatakan ini kewenangan pusat, daerah mengatakan bukan kewenangan daerah, sementara aktivitas perusahaan terus berjalan dan masyarakat tidak mengetahui bagaimana pengawasannya dilakukan,” pungkasnya.

(Red)

Jumat, 25 September 2026

AMIKAPEDIA 2026, STMIK Amika Soppeng Dorong Mahasiswa Tak Sekadar Jadi Pengguna Teknologi


Soppeng, Teropongsulawesi.com, STMIK Amika Soppeng mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai modal menciptakan inovasi dan membangun usaha.

Pesan tersebut mengemuka dalam Kuliah Umum 2026 bertajuk “AMIKAPEDIA: Preparing Young Technopreneurs for the Digital Future” yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya STMIK Amika Soppeng memperkuat wawasan mahasiswa terkait perkembangan teknologi sekaligus peluang kewirausahaan di tengah transformasi digital.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd., saat memberikan opening speech mengatakan, perkembangan teknologi telah membawa perubahan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia kerja dan bisnis.

Karena itu, kata dia, generasi muda perlu memiliki kemampuan beradaptasi dan meningkatkan kompetensi agar mampu menghadapi persaingan yang semakin terbuka.

“Perkembangan teknologi tidak hanya mengubah cara kita bekerja, tetapi juga menuntut peningkatan kualitas generasi muda agar mampu bersaing secara global,” ujar Nur Alim.

Sementara itu, Ketua Yayasan Nabigh Akademik Prof. Dr. H. Imran Ismail, M.S., dalam keynote speech menyoroti besarnya peluang yang tersedia bagi generasi muda dalam ekosistem digital.

Menurutnya, perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan ekonomi kreatif menjadi bagian penting dari perubahan yang harus dipahami oleh mahasiswa.

Kuliah umum tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembahasan yang lebih aplikatif. Dua narasumber, Nurhidayah Jafar, S.E., M.Ak. dan Chyntia Bella Aprilia, mengajak peserta memahami konsep technopreneurship serta strategi memanfaatkan platform digital dalam membangun dan mengembangkan bisnis.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dan dipandu Subhan Akbar Abbas, S.E., M.M. sebagai moderator. Sementara Firdayani, S.Pd., M.Pd. bertindak sebagai host.

Melalui AMIKAPEDIA 2026, STMIK Amika Soppeng memperkuat komitmennya sebagai “Kampus Technopreneur”.

Konsep tersebut diarahkan untuk membentuk mahasiswa yang memiliki kemampuan teknologi sekaligus keberanian mengembangkan gagasan menjadi inovasi dan peluang usaha.

Di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, mahasiswa diharapkan mampu mengambil posisi sebagai generasi yang adaptif, kreatif, dan produktif dalam memanfaatkan ruang digital.

(Red)

Disdikbud Soppeng Perkuat PAUDHI, 54 Kepala Satuan Ikuti Bimtek


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng memperkuat implementasi Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas pada satuan PAUD.

Kegiatan tersebut dibuka Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd., di TK Negeri Pembina Watansoppeng, Jalan Kayangan, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Jumat (25/9/2026).

Sebanyak 54 peserta dari unsur Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Soppeng mengikuti kegiatan tersebut.

Bimtek berlangsung selama dua hari, 25–26 September 2026, dengan fokus memperkuat peran komunitas belajar (kombel) kepala satuan PAUD dalam penerapan standar layanan anak usia dini.

Dalam arahannya, Nur Alim mengingatkan bahwa pendidikan anak usia dini harus diberikan secara menyeluruh. Menurutnya, layanan PAUD tidak cukup hanya menitikberatkan pada pembelajaran dan perkembangan kognitif anak.

“Penyelenggaraan PAUD harus mencakup pemenuhan hak esensial anak secara menyeluruh, yang meliputi layanan kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, hingga perlindungan melalui 8 indikator PAUDHI,” ujarnya.

Ia meminta kepala satuan PAUD memastikan prinsip tersebut diterapkan dalam pengelolaan satuan pendidikan.

Nur Alim juga menekankan pentingnya optimalisasi komunitas belajar sebagai ruang kolaborasi antarkepala satuan PAUD.

Menurutnya, kombel dapat dimanfaatkan untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi satuan pendidikan, mengevaluasi capaian pemenuhan indikator PAUDHI, serta berbagi praktik baik.

“Komunitas belajar harus menjadi wadah yang efektif untuk berdiskusi, mengevaluasi capaian, dan merumuskan solusi bersama terhadap berbagai tantangan di lapangan,” katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus mengawal peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.

Penguatan tersebut diharapkan mampu mendorong layanan pendidikan anak usia dini yang semakin bermutu, merata, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Melalui Bimtek ini, para peserta diharapkan dapat membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.

Upaya tersebut diharapkan memperkuat terwujudnya layanan PAUD yang mampu mendukung anak-anak Soppeng tumbuh sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia.

(Red)

Kamis, 24 September 2026

Perubahan APBD Soppeng 2026 Disepakati, Bupati Suwardi Minta OPD Tak Lagi Lambat Bergerak


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Setelah Perubahan APBD Kabupaten Soppeng Tahun Anggaran 2026 memasuki tahap penetapan, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng meminta seluruh perangkat daerah segera mempercepat pelaksanaan program yang telah dianggarkan.

Penegasan itu disampaikan Suwardi dalam Rapat Paripurna Tingkat II DPRD Kabupaten Soppeng, Jumat (25/9/2026), dengan agenda pengambilan keputusan atas Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Soppeng yang telah bersama-sama membahas perubahan APBD tersebut.

Menurut Suwardi, proses pembahasan anggaran merupakan bagian dari upaya menyatukan langkah pemerintah daerah dan DPRD agar kebijakan fiskal tetap menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Namun, setelah tahapan pembahasan dan pengambilan keputusan dilakukan, perhatian kini diarahkan pada pelaksanaan.

Suwardi meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak menunda program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam perubahan APBD.

“Seluruh OPD harus segera melakukan langkah percepatan terhadap program dan kegiatan yang telah ditetapkan,” kata Suwardi.

Ia menekankan, percepatan bukan berarti mengabaikan kualitas maupun aturan. Setiap kegiatan tetap harus dilaksanakan tepat sasaran, berkualitas dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain mendorong percepatan belanja daerah, Suwardi juga memberikan perhatian terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan.

Perangkat daerah yang memiliki tugas dan fungsi pengelolaan pendapatan diminta melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan secara terukur.

Bupati mengingatkan, peningkatan pendapatan daerah harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat.

“Saya kembali menegaskan pentingnya memperkuat intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah secara terukur tanpa memberikan beban yang tidak semestinya kepada masyarakat,” ujarnya.

Suwardi menilai pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Dibutuhkan sinergi antara eksekutif, legislatif, dunia usaha dan masyarakat agar kebijakan yang telah dituangkan dalam APBD dapat memberikan hasil yang nyata.

Ia berharap perubahan APBD 2026 menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, mempercepat pelayanan serta memastikan anggaran benar-benar diarahkan pada kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan yang benar-benar bermanfaat dan dapat dirasakan oleh masyarakat,” menjadi salah satu penekanan dalam sambutan Bupati.

Setelah disepakati dalam rapat paripurna, Rancangan Perda tentang Perubahan APBD 2026 selanjutnya disampaikan kepada Gubernur Sulawesi Selatan untuk dievaluasi.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar tindak lanjut dan penyempurnaan bersama antara Badan Anggaran DPRD Kabupaten Soppeng dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

Rapat paripurna turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Soppeng, unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng, Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng, Pj. Sekretaris Daerah, jajaran pejabat lingkup Pemkab Soppeng, insan pers serta masyarakat.

(Red)

Maulid Akbar Ganra Jadi Momentum Kebersamaan, Bupati Suwardi Ajak Pemerintah dan Warga Terus Bersinergi


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Maulid Akbar Nabi Besar Muhammad SAW tingkat Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Kegiatan yang digelar Kamis (24/9/2026) tersebut untuk pertama kalinya dilaksanakan secara akbar di tingkat Kecamatan Ganra. Ratusan warga dari berbagai wilayah hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, turut hadir bersama jajaran pemerintah daerah. Kehadiran Bupati di tengah masyarakat menjadi bagian dari momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan warga.

Maulid Akbar tersebut mengangkat tema “Dengan Cinta dan Keteladanan Rasulullah SAW, Memperkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Persatuan dan Kebersamaan.”

Pesan yang diusung melalui tema tersebut kemudian terlihat dalam pelaksanaan kegiatan. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga warga bersama-sama mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan.

Bupati Suwardi menekankan pentingnya kebersamaan dan gotong royong sebagai bagian dari kekuatan dalam membangun Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, pemerintah dan masyarakat perlu terus berjalan beriringan. Komunikasi dan sinergi yang terjaga akan menjadi modal penting dalam menjalankan berbagai program pembangunan daerah.

Camat Ganra Nurul Azmi, S.IP, mengungkapkan bahwa Maulid Akbar tersebut terlaksana melalui kerja sama seluruh desa di Kecamatan Ganra.

“Pelaksanaan Maulid Rasulullah SAW ini merupakan hasil kerja sama seluruh desa yang ada di Kecamatan Ganra. Ini adalah bentuk kebersamaan dan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Keterlibatan seluruh desa menunjukkan kuatnya semangat kolektif masyarakat Ganra. Tidak hanya pemerintah, masyarakat turut berperan dalam mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan tersebut.

Selain dihadiri Bupati Soppeng, kegiatan juga dihadiri Camat Ganra, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat serta ratusan warga.

Maulid Akbar tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

Nilai persaudaraan, kepedulian, persatuan dan gotong royong diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Bagi Ganra, Maulid Akbar kali ini menjadi lebih dari sekadar peringatan keagamaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya pemerintah dan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.

Semangat itulah yang diharapkan terus terjaga sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun Kabupaten Soppeng.

(Red)

Photos

Business

Internasional

Ekonomi

Politik

HUKUM KRIMINAL

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved