TEROPONG SULAWESI -->

Halaman

Daerah

Ads

Postingan Populer

Nasional

Kesehatan

Internasional

Arsip Blog

TOP NEWS

Selasa, 24 Februari 2026

Wakili Kapolres Soppeng, AKP Mahmuddin Hadiri Pembukaan Ramadhan Sukses 2026


Soppeng, Teropongsulawesi.com,, Kabupaten Soppeng menyambut hangat bulan suci Ramadhan dengan digelarnya Pasar Ramadhan Sukses 2026.

Acara yang diselenggarakan oleh PT Lamataesso Mattappa Perseroda bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Soppeng ini dibuka secara resmi oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE di Lapangan Gasiss Watansoppeng, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata. Selasa (24/2/2026).

Hadir mewakili Kapolres Soppeng, Kapolsek Lalabata AKP Mahmudin, S.Sos, yang memastikan pengamanan dan kelancaran kegiatan berjalan dengan tertib.

Selain itu, pembukaan pasar Ramadhan juga dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh pemerintahan, dan pelaku UMKM Kabupaten Soppeng.

Kegiatan pembukaan dimulai pada pukul 17.25 WITA dengan pembacaan Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Ketua Panitia, Agus S.Kom, dan Direktur Perseroda PT Lamataesso, Musdar Asman, S.Pd., M.Si. Puncak acara adalah sambutan Bupati Soppeng sekaligus membuka secara resmi Pasar Ramadhan Sukses 2026.

Untuk menambah kemeriahan, Music Patrol Zaelot Community dari Lajaroko, Kecamatan Marioriawa tampil memeriahkan acara.

Penutupan acara ditandai dengan doa bersama dan buka puasa bersama para tamu undangan.

Kapolsek Lalabata, AKP Mahmudin, menyampaikan apresiasinya kepada penyelenggara, PT Lamataesso Mattappa Perseroda, atas upaya mereka mendukung ekonomi lokal melalui penyediaan 87 tenant UMKM yang akan menjual berbagai produk makanan, minuman, dan kerajinan khas Soppeng.

“Pasar Ramadhan Sukses 2026 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui UMKM Kabupaten Soppeng,” ujar AKP Mahmudin.

Pasar Ramadhan Sukses 2026 akan berlangsung selama 20 hari, mulai 24 Februari hingga 15 Maret 2026, dengan berbagai kegiatan dan promo menarik untuk masyarakat.

Seluruh kegiatan berjalan aman dan terkendali, dibantu pengamanan personil Polres Soppeng sesuai Sprin Kapolres Soppeng Nomor: Sprin/123/II/PAM.3/2026.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menyampaikan bahwa Pasar Ramadhan Sukses 2026 merupakan salah satu bentuk sinergi antara pemerintah dan pihak swasta untuk meningkatkan ekonomi lokal.

Hadirnya berbagai tenant UMKM diharapkan dapat mendorong kreativitas masyarakat sekaligus memperkenalkan produk unggulan Soppeng kepada masyarakat luas.

Pembukaan Pasar Ramadhan Sukses 2026 di Soppeng menjadi simbol kolaborasi pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam memeriahkan bulan suci Ramadhan.

Dengan keamanan terjaga, berbagai hiburan, dan dukungan penuh bagi UMKM lokal, pasar ini diprediksi menjadi destinasi utama masyarakat Soppeng selama bulan puasa..

(Red)

Pasar Ramadan Sukses 2026 Resmi Dibuka, Peluang Baru bagi UMKM Soppeng

Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pasar Ramadan Sukses 2026 resmi dibuka oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, Selasa (24/2/2026), di Lapangan Gasis, Watansoppeng.

Kegiatan tahunan ini hadir sebagai sarana bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa sekaligus memperkuat silaturahmi, mempererat kebersamaan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi menegaskan bahwa penyelenggaraan Pasar Ramadan Sukses merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk memastikan tradisi pasar Ramadan tetap berjalan dengan tertib, efisien, dan profesional.

“Kegiatan ini adalah langkah nyata dalam mendorong UMKM lokal agar semakin mandiri dan berdaya saing. Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen menjadikan UMKM sebagai pilar utama penguatan ekonomi daerah,” ujarnya.

Selain menyediakan berbagai produk makanan dan minuman untuk berbuka, Pasar Ramadan Sukses 2026 menghadirkan inovasi berupa penyewaan tenda berukuran 3x3 meter.

Fasilitas ini ditujukan bagi pedagang UMKM agar dapat memaksimalkan penjualan dan menata lapak dengan lebih profesional.

Menurut Bupati Suwardi, langkah ini diharapkan memberi peluang tambahan bagi pelaku usaha kecil dan menengah, sekaligus menciptakan suasana pasar yang tertata rapi dan nyaman bagi pengunjung.

“Kami ingin setiap pelaku UMKM merasakan manfaat nyata dari kegiatan ini, bukan sekadar mendapatkan ruang jualan, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha,” tambahnya.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal, menjaga keamanan dan ketertiban, serta memanfaatkan momentum Ramadan sebagai sarana meningkatkan kualitas ibadah dan kebersamaan.

“Pasar Ramadan bukan hanya soal transaksi ekonomi, tetapi juga tentang mempererat ikatan sosial dan tradisi lokal yang telah berlangsung turun-temurun,” kata Suwardi.

Acara pembukaan Pasar Ramadan Sukses 2026 dihadiri oleh unsur Forkopimda, Pj. Sekda Kabupaten Soppeng, Staf Ahli dan Asisten Setda, Kepala SKPD, para Camat, pimpinan organisasi masyarakat dan pemuda, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kehadiran berbagai pihak menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan yang menjadi ikon tahunan Kabupaten Soppeng ini.

Dengan penyelenggaraan yang profesional dan berkelanjutan, Pasar Ramadan Sukses 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi pengembangan ekonomi lokal, peningkatan kualitas ibadah selama Ramadan, serta penguatan tradisi pasar yang mendukung kesejahteraan masyarakat luas.

(Silviana) 

Ramadhan Fest 2026 di Lapangan Gasis Soppeng, Dipimpin Agus Coply Dorong UMKM Setara


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Kegiatan Ramadhan Fest 2026 tahun ini dipusatkan di Lapangan Gasis Soppeng yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik keramaian masyarakat di Kabupaten Soppeng saat momen-momen besar.

Ada hal menarik dalam pelaksanaan Ramadhan Fest tahun ini. Jika pada tahuntahun sebelumnya ketua panitia berasal dari kalangan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)kali ini kepanitiaan dipimpin oleh sosok pemuda energik Agus Coply yang dikenal berasal dari Coppo Liang, Desa Umpungeng.

Agus Coply menyampaikan bahwa Ramadhan Fest 2026 dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial tetapi juga menjadi ruang pergerakan ekonomi masyarakat khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Insya Allah Ramadhan Fest ini akan menggerakkan UMKM selama bulan suci Ramadhan. Semua UMKM yang berpartisipasi masuk secara prosedural tidak ada titipan-titipan Semua setara,” ujarnya saat pembukaan Ramadhan Fest 2026 di lapangan Gasis Watansoppeng, Selasa (24/2/2026). 

Menurutnya panitia ingin memastikan bahwa setiap pelaku UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi sehingga kegiatan ini benar-benar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

Dengan lokasi strategis di Lapangan Gasis Soppeng, Ramadhan Fest 2026 diperkirakan akan menjadi pusat aktivitas warga selama bulan Ramadhan mulai dari bazar kuliner produk UMKM  hingga ruang silaturahmi masyarakat. 

Panitia berharap kegiatan ini mampu menjadi penggerak ekonomi rakyat sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Soppeng di bulan suci. 

(AA) 

Senin, 23 Februari 2026

Literasi Jadi Kunci, Takalar Raih 4 Besar IPLM Sulsel di Tahun Pertama Pemerintahan


Takalar, Teropongsulawesi.com, Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Takalar Daeng Manye dan Wakil Bupati Takalar H. Hengky Yasin, Kabupaten Takalar menorehkan capaian signifikan dalam pembangunan sumber daya manusia. Senin (23/2/2026).

Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Takalar melonjak drastis hingga menempati peringkat 4 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan posisi 33 besar secara nasional.

Lonjakan ini menjadi lompatan besar dibandingkan tahun sebelumnya, di mana Takalar masih berada di peringkat 20 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Capaian tersebut memperlihatkan arah pembangunan daerah yang fokus pada peningkatan kualitas literasi dan penguatan kapasitas masyarakat mulai menunjukkan hasil nyata.

Berdasarkan Surat Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nomor B.844/4/APB.00.02/II.2026 tertanggal 20 Februari 2026 yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, nilai IPLM Kabupaten Takalar tahun 2025 tercatat sebesar 26,38.

IPLM merupakan indikator strategis yang mengukur keberhasilan pembangunan literasi masyarakat melalui berbagai dimensi, seperti ketersediaan koleksi perpustakaan, tenaga perpustakaan, tingkat kunjungan, hingga keterlibatan masyarakat dalam aktivitas literasi.

Kenaikan peringkat ini sekaligus menempatkan Takalar sebagai salah satu daerah dengan performa literasi terbaik di Sulawesi Selatan.

Bupati Takalar Daeng Manye menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan refleksi dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas manusianya.

“Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada fisik dan infrastruktur semata, tetapi bagaimana kita membangun sumber daya manusianya terlebih dahulu.

"Kemajuan suatu daerah dapat dilihat dari masyarakatnya yang sehat, berpendidikan, dan berdaya saing.

"Dengan literasi, kita dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan kualitas hidup, serta membuka akses informasi yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga menyebut capaian ini sebagai berkah di Bulan Suci Ramadan sekaligus motivasi untuk terus memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Takalar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar, Syainal Mannan, menjelaskan bahwa peningkatan IPLM tidak lepas dari kerja kolaboratif seluruh pemangku kepentingan.

Mulai dari pemerintah daerah, tenaga perpustakaan, satuan pendidikan, komunitas literasi, hingga partisipasi aktif masyarakat, seluruhnya berperan dalam membangun budaya baca dan literasi yang lebih kuat.

Program penguatan perpustakaan Desa, peningkatan kualitas layanan perpustakaan daerah, serta dorongan literasi digital menjadi beberapa strategi yang dijalankan selama satu tahun terakhir.

Dengan capaian peringkat 4 di tingkat provinsi dan 33 besar nasional, Kabupaten Takalar kini semakin mempertegas posisinya sebagai daerah yang serius dalam pembangunan berbasis kualitas manusia.

Pemerintah daerah optimistis peningkatan literasi akan berdampak luas terhadap peningkatan kualitas pendidikan, daya saing ekonomi, serta kemampuan adaptasi masyarakat terhadap perkembangan teknologi dan informasi.

Momentum satu tahun kepemimpinan ini menjadi tonggak penting bagi Kabupaten Takalar dalam menapaki visi sebagai daerah yang unggul, berdaya saing, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Ke depan, penguatan literasi masyarakat disebut akan terus menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah, sebagai fondasi utama menuju Takalar yang lebih maju dan berkelanjutan.

(Red/humas) 

Tak Ada Gencatan Senjata Ruslan Effendi Ingatkan Polda Sulsel Segera Tetapkan Posisi Hukum

Ruslan Efendi Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Soppeng (ist). 

Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dinamika politik di Kabupaten Soppeng kembali menjadi perhatian publik menyusul konflik yang terjadi antara Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid dengan Rusman yang diketahui merupakan PNS di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Soppeng. 

Perseteruan yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir bahkan diibaratkan sejumlah kalangan seperti situasi tanpa “gencatan senjata” karena ketegangan yang dinilai terus berlanjut.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Soppeng, Ruslan Effendi, menilai kondisi tersebut perlu disikapi secara bijak oleh semua pihak agar tidak berdampak lebih luas terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Menurutnya, konflik antar tokoh publik tidak seharusnya menyeret aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai negeri sipil (PNS) yang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Psikologis ASN harus dihargai. Mereka bekerja menjalankan tugas negara, jadi tidak boleh ada intimidasi dalam bentuk apa pun selama mereka menjalankan tugas sesuai aturan,” ujarnya. Selasa (24/2/2026). 

Ruslan juga mengungkapkan bahwa sejak kasus ini mulai bergulir dalam proses hukum publik menyaksikan kedua pihak saling menyerang baik melalui media sosial maupun aksi demonstrasi yang sempat berlangsung di Makassar. 

Situasi itu, menurutnya, membuat ketegangan semakin terlihat dan memperkuat kesan bahwa konflik tersebut memang belum menemukan titik damai.

“Sebenarnya kami sangat menghargai adanya Restorative Justice (RJ) dan juga pertimbangan kebudayaan. Namun jangan sampai karena pertimbangan RJ dan kebudayaan proses hukum justru direcoki Bukankah dasar tertinggi kita bernegara adalah hukum,” tegasnya.

Ia juga menilai bahwa di sirkulasi elite daerah saat ini terjadi dinamika yang cukup kuat.

Menurutnya ada tarikan-tarikan kepentingan di sekitar konflik tersebut karena kedua pihak yang berkonflik dinilai memiliki dukungan atau kekuatan di belakangnya.

Ruslan menggambarkan situasi yang terjadi seperti sebuah pertarungan politik yang belum menemukan keseimbangan kekuatan.

“Biasanya gencatan senjata itu hadir ketika kekuatan sudah seimbang atau ada kartu kunci yang dipegang salah satu pihak. Selama itu belum ada, maka sulit berharap konflik ini langsung mereda,” jelasnya.

Meski demikian, Ruslan Effendi mengaku tetap percaya bahwa proses hukum akan berjalan objektif. Ia meyakini aparat penegak hukum mampu melihat persoalan secara profesional.

“Di sirkulasi elite memang terasa ada tarikan-tarikan yang kuat. Tapi saya percaya Polda Sulawesi Selatan mampu bersikap objektif dan profesional dalam menangani perkara ini,” katanya.

Ia juga berharap aparat penegak hukum segera memberikan kepastian atas persoalan yang sedang ditangani.

Menurutnya kejelasan posisi hukum dari pihak pihak yang terlibat penting agar polemik yang berkembang tidak berlarut-larut.

Ruslan berharap Polda Sulsel dapat segera menetapkan posisi hukum kedua pihak sehingga persoalan ini dapat berakhir dan menjadi pelajaran bagi para pejabat publik agar selalu menjaga integritas dalam menjalankan tugas.

Di tengah situasi yang berkembang Ruslan juga mengajak semua pihak menjaga kondusivitas daerah dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Sejumlah warga di Soppeng berharap konflik yang terjadi tidak berkepanjangan dan tidak berdampak pada stabilitas pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat. 

(AA) 

Sinergi Pemkab dan Kejari Soppeng, Pengamanan Aset dan Pengelolaan Desa Diperketat

 


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kejaksaan Negeri Soppeng resmi memperkuat sinergi dalam pengamanan dan pengelolaan aset daerah melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), sebagai langkah strategis dalam mencegah penyalahgunaan aset serta mengoptimalkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Soppeng H Suwardi Haseng, SE menegaskan bahwa seluruh aset milik pemerintah daerah harus dikelola sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ia menyoroti masih adanya potensi aset daerah yang dikuasai pihak ketiga tanpa dasar hukum yang jelas.

“Tidak boleh ada aset daerah yang dikuasai pihak ketiga tanpa dasar hukum yang jelas. Jika masih ada, kami minta segera dikembalikan. Ini demi kepentingan masyarakat dan optimalisasi pelayanan publik,” tegasnya.

Menurutnya, pengamanan aset daerah bukan hanya soal administrasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dan hukum dalam menjaga kekayaan negara agar benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas.

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat pengawasan, pendampingan hukum, serta pencegahan potensi tindak pidana korupsi, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan aset desa.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Soppeng Sulta D Sitohang, SH, MH menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan hukum kepada pemerintah daerah, termasuk pemerintah desa, guna memastikan setiap kebijakan dan program berjalan sesuai regulasi.

Ia menegaskan bahwa sinergi ini bertujuan membangun sistem tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan.

Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan plakat dari Kajari Soppeng kepada Bupati Soppeng dan sebaliknya.

Prosesi tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama kelembagaan antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

Momen ini sekaligus menandai dimulainya fase baru kolaborasi strategis dalam pengamanan aset, pendampingan hukum, serta penguatan sistem pengawasan internal pemerintah daerah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi terkait manajemen pengelolaan desa, pencegahan tindak pidana korupsi, serta diskusi interaktif bersama peserta yang terdiri dari perangkat desa dan unsur pemerintah daerah.

Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya administrasi yang tertib, pengelolaan anggaran yang transparan, serta langkah-langkah preventif untuk menghindari potensi pelanggaran hukum.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola anggaran dan aset secara profesional serta meminimalisir risiko hukum di kemudian hari.

Dengan adanya kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

(Red)

Minggu, 22 Februari 2026

Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Soppeng: Kebersamaan Ruslan Effendi, Bupati Suwardi Haseng, dan Nurmal Idrus Jadi Sorotan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Momentum refleksi satu tahun kepemimpinan SUKSES di Kabupaten Soppeng menghadirkan sejumlah tokoh penting dari unsur pemerintah, pemuda, hingga akademisi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kebersamaan Ketua Pemuda Muhammadiyah Soppeng Ruslan Effendi Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, serta Direktur Pascasarjana Universitas Lamappapoleonro, Dr. Nurmal Idrus. Minggu (22/2/2026). 

Pertemuan tiga figur ini dinilai mencerminkan pertemuan antara kekuatan pemuda pemerintah daerah, dan dunia akademik dalam satu ruang dialog pembangunan daerah. Ruslan Effendi sendiri dikenal sebagai pemuda kelahiran Desa Watu yang memiliki jejaring hingga tingkat nasional dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kepemudaan.

Sementara itu, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dikenal sebagai pemimpin yang terbuka dan welcome terhadap unsur pemuda serta organisasi kemasyarakatan. Dalam berbagai kesempatan ia kerap memberi ruang dialog dan kolaborasi kepada generasi muda untuk terlibat dalam pembangunan daerah.

Di sisi lain kehadiran Dr. Nurmal Idrus juga menarik perhatian.

Selain memimpin program pascasarjana di Univol Soppeng ia dikenal dekat dengan lingkungan organisasi Muhammadiyah dan aktif dalam diskusi akademik yang berkaitan dengan pembangunan daerah.

Sejumlah kalangan menilai kebersamaan ketiga figur tersebut memperlihatkan adanya sinergi yang mulai terbentuk antara pemerintah daerah pemuda, dan kalangan kampus. 

Apalagi Universitas Lamappapoleonro (Univol) saat ini mulai diperbincangkan sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang tengah berkembang dan semakin dikenal di Sulawesi Selatan.

Momentum refleksi satu tahun kepemimpinan SUKSES pun dinilai bukan sekadar evaluasi program tetapi juga ruang mempertemukan gagasan dari berbagai elemen masyarakat demi mendorong arah pembangunan Soppeng yang lebih progresif ke depan

Saat Elite Golkar Absen, Lawan di Pilkada Justru Hadir di Refleksi 1 Tahun Pemerintahan Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.comKegiatan refleksi satu tahun pemerintahan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dan Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama menarik perhatian publik. Bukan hanya karena kehadiran sejumlah tokoh, tetapi juga karena absennya beberapa figur penting dari Partai Golkar yang sebelumnya dikenal sebagai partai pengusung pada Pilkada lalu pada Minggu (22/2/2026)


Ketua DPD II Golkar Soppeng, Andi Kaswadi Razak, tidak terlihat menghadiri kegiatan tersebut. 

Hal yang sama juga terjadi pada Ketua DPRD Soppeng dari Golkar Andi Muhammad Farid  serta Ketua Tim Pemenangan pasangan tersebut pada Pilkada lalu Dr. Syamsuddin yang juga tidak tampak di lokasi acara.

Ketidakhadiran sejumlah tokoh Golkar ini langsung memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. 

Publik menilai sebagai partai pengusung dalam kontestasi Pilkada sebelumnya kehadiran elite Golkar dalam momentum refleksi satu tahun pemerintahan seharusnya menjadi simbol kebersamaan politik dan konsolidasi.

Menariknya dalam acara tersebut justru terlihat hadir Andi Mapparemma, yang diketahui merupakan lawan politik pada Pilkada lalu. 

Kehadiran figur yang sebelumnya berseberangan ini semakin memicu diskusi di kalangan masyarakat mengenai dinamika politik yang sedang berkembang di Soppeng.

Sorotan juga datang dari tokoh muda Muhammadiyah Nur Azisah Mukhlas yang menilai ketidakhadiran sejumlah elite partai pengusung dalam momentum refleksi pemerintahan patut menjadi perhatian bersama.

Menurutnya kegiatan refleksi satu tahun pemerintahan seharusnya menjadi ruang memperlihatkan soliditas politik antara pemerintah daerah dan partai pengusung sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat
“Publik tentu bertanya-tanya.

Momentum seperti ini biasanya menjadi ajang kebersamaan dan konsolidasi politik apalagi bagi partai yang sebelumnya mengusung pasangan kepala daerah,” ujarnya.
Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai alasan ketidakhadiran para tokoh tersebut.

Namun perbincangan publik di Soppeng mulai berkembang dengan berbagai spekulasi mengenai dinamika politik yang sedang berlangsung di daerah tersebut.

(AA) 

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Soppeng Tetap Tumbuh dan Berkembang


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE bersama Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle, roda pemerintahan Kabupaten Soppeng terus bergerak menapaki jalur pembangunan yang berkesinambungan.

Refleksi perjalanan setahun tersebut digelar dalam suatu acara sederhana namun khidmat yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Rumah Jabatan Bupati, Minggu (22/2/2025).

Acara diawali dengan pemutaran tayangan dokumenter yang menggambarkan dinamika penyelenggaraan pemerintahan selama setahun terakhir.

Berbagai program prioritas, hasil pembangunan, serta kendala yang dihadapi dipaparkan secara terbuka di hadapan para undangan.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengemban amanah rakyat.

Menurutnya, refleksi satu tahun bukanlah sekadar peringatan seremonial, melainkan saat yang tepat untuk melakukan introspeksi terhadap janji dan komitmen yang telah diikrarkan.

“Refleksi ini menjadi cermin bagi kita semua untuk melihat sejauh mana pengabdian telah diwujudkan,” ujar Bupati.

Di awal masa pemerintahan, Kabupaten Soppeng dihadapkan pada tantangan berat berupa pengurangan anggaran daerah sebagai dampak kebijakan efisiensi pemerintah pusat. Pada Tahun Anggaran 2025, APBD Soppeng berkurang sekitar Rp70,6 miliar dan diproyeksikan kembali mengalami pengurangan pada tahun berikutnya.

Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Soppeng tetap berupaya menjaga stabilitas pembangunan melalui langkah-langkah efisiensi dan inovasi, tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat.

Secara umum, kondisi perekonomian daerah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi hingga September 2025 tercatat 4,73 persen. Indeks Pembangunan Manusia mencapai angka 73,63, sementara angka kemiskinan berada pada kisaran 6,65 persen. Laju inflasi pun terkendali pada angka 2,42 persen.

Di bidang pendidikan, pemerintah daerah mengalokasikan lebih dari sepertiga APBD Tahun 2025. Bantuan seragam dan sepatu gratis bagi ribuan siswa baru, pengadaan perangkat pembelajaran modern, serta rehabilitasi dan revitalisasi sekolah menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan.

Pada sektor kesehatan, pembenahan dilakukan di RSUD Latemmamala, termasuk peningkatan sarana dan pelayanan. Defisit anggaran rumah sakit berhasil ditekan secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat terus mendapat perhatian. Pembangunan prasarana pertanian, bantuan alat dan mesin, serta penyediaan benih unggul mendorong peningkatan produksi padi dan jagung secara nyata.

Di bidang infrastruktur, sejumlah ruas jalan dan jembatan telah diperbaiki guna memperlancar arus distribusi dan mobilitas masyarakat.

Sementara itu, dalam aspek tata kelola pemerintahan, Kabupaten Soppeng mencatatkan peningkatan kinerja yang tercermin dari hasil Survei Penilaian Integritas serta meningkatnya Indeks Kepuasan Masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan semangat gotong royong demi mewujudkan cita-cita bersama menuju Soppeng yang sehat, maju, dan berdaya saing.

Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, jajaran ASN, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

(Red)

Kamis, 19 Februari 2026

SPAM Hadir di Soppeng, Langkah Besar Bupati Suwardi Atasi Krisis Air

Illustrasi foto Google. 

Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng memimpin langsung rapat expose pemaparan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan skema Build Operate Transfer (BOT) di Ruang Rapat Pimpinan Kabupaten Soppeng, Rabu (18/2/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri jajaran Direksi PDAM Soppeng, Wakil Bupati Soppeng Ir Selle Ks Dalle, Sekretaris Daerah Andi Muhammad Surahman, para kepala dinas terkait, serta pihak investor.

Langkah strategis ini menjadi tonggak baru dalam upaya Pemerintah Kabupaten Soppeng meningkatkan infrastruktur dasar, khususnya pembenahan sistem manajemen air bersih secara menyeluruh guna mewujudkan visi pembangunan “Soppeng Setara”.

Dalam pemaparannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa proyek SPAM dengan skema BOT merupakan solusi jangka panjang untuk mengakhiri persoalan klasik ketersediaan air bersih, terutama di wilayah Kota Watansoppeng dan sekitarnya.

Menurutnya, persoalan distribusi air bersih yang selama ini dikeluhkan masyarakat membutuhkan langkah terobosan yang terukur dan berkelanjutan.

“Insya Allah, masalah air PDAM sudah bisa teratasi, khususnya di Kota Watansoppeng. Ini bukan pinjaman, tapi bentuk kerja sama investasi dengan rencana durasi 30 tahun,” ujar Suwardi Haseng kepada media, Jumat (20/2/2026).

Ia menekankan bahwa proyek tersebut tidak akan menjadi beban utang daerah karena menggunakan skema investasi murni melalui kerja sama strategis dengan pihak swasta.

Bupati Suwardi Haseng menjelaskan, melalui skema Build Operate Transfer (BOT), investor akan membangun dan mengelola infrastruktur dalam jangka waktu 30 tahun sebelum seluruh aset diserahkan kembali kepada pemerintah daerah.

Model pembiayaan ini dinilai sebagai langkah cerdas dalam pengelolaan fiskal daerah karena tidak menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Sesuai regulasi, pada akhir masa kerja sama, seluruh aset akan sepenuhnya menjadi milik daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, komitmen pemerintah daerah adalah memastikan masyarakat mendapatkan hak dasar berupa akses air bersih yang layak, aman, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Soppeng, Hasanuddin, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa peningkatan SPAM akan difokuskan pada dua pilar utama.

Pertama, penggantian jaringan pipa lama yang selama ini kerap mengalami kebocoran maupun penyumbatan, sehingga menyebabkan tekanan air tidak stabil hingga ke rumah warga.

“Kami akan mengganti jaringan pipa lama guna memastikan distribusi air lebih lancar dan tekanan tetap stabil,” jelas Hasanuddin.

Kedua, penyediaan sumber air baru guna mengantisipasi potensi kekeringan. Dalam proyek ini direncanakan pengeboran 50 titik sumur bor skala besar yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Soppeng.

Menurut Hasanuddin, langkah ini merupakan kebutuhan mendesak mengingat pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan air bersih setiap tahun.

Hasanuddin menegaskan bahwa proyek peningkatan SPAM PDAM Soppeng mengedepankan tiga prinsip utama, yakni:

Zero APBD (tanpa membebani keuangan daerah),

Penerapan teknologi modern dan transparan,

Peningkatan cakupan pelayanan air bersih secara berkelanjutan bagi seluruh warga.

Ia menyambut baik langkah Bupati Soppeng yang dinilai berani dan visioner dalam menyelesaikan persoalan prioritas daerah.

“Perombakan total SPAM PDAM Soppeng ini memang sudah menjadi kebutuhan mendesak. Dengan skema kerja sama strategis ini, kami optimistis pelayanan air bersih akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Soppeng menargetkan peningkatan kualitas layanan air bersih tidak lagi sekadar wacana, melainkan segera terealisasi secara konkret dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan hadirnya investor melalui skema BOT 30 tahun, pembangunan infrastruktur air bersih diharapkan berjalan masif tanpa membebani APBD, sekaligus menjamin keberlanjutan pelayanan publik.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperkuat infrastruktur dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju visi pembangunan “Soppeng Setara”.

(Red)

Photos

Business

Internasional

Ekonomi

Politik

HUKUM KRIMINAL

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved