TEROPONG SULAWESI -->

Halaman

Daerah

Ads

Postingan Populer

Nasional

Kesehatan

Internasional

Arsip Blog

TOP NEWS

Jumat, 10 Juli 2026

Bupati Soppeng dan TP PKK Tunjukkan Kekompakan di Jalan Sehat Sulsel Anti Mager


Makassar, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, bersama Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, menunjukkan kekompakan dengan mengikuti kegiatan Jalan Sehat Sulsel Anti Mager yang digelar di Makassar, Sabtu (11/7/2026).

Kehadiran keduanya bersama jajaran TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Soppeng menjadi wujud dukungan terhadap gerakan masyarakat hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan dalam momentum Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Kegiatan yang diikuti ribuan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan tersebut dilepas langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Para peserta menempuh rute dari Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan menuju Lapangan Hasanuddin, Makassar, dengan penuh semangat dan antusiasme.

Sejak pagi hari, suasana berlangsung meriah. Peserta dari berbagai daerah tampak berjalan bersama sambil menikmati kebersamaan dalam balutan semangat gerakan "Sulsel Anti Mager", sebuah kampanye yang mengajak masyarakat untuk lebih aktif bergerak dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Rombongan Kabupaten Soppeng tampil kompak sepanjang kegiatan. Bupati H. Suwardi Haseng tampak berbaur dengan peserta lainnya tanpa sekat, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng Hj. Suarni Suwardi bersama jajaran pengurus TP PKK dan Dekranasda. Kebersamaan tersebut menjadi cerminan sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam mendukung berbagai program pembangunan, khususnya di bidang kesehatan, pemberdayaan keluarga, dan pelestarian budaya daerah.

Selain kegiatan jalan sehat, panitia juga menyediakan berbagai layanan gratis bagi masyarakat, di antaranya pemeriksaan kesehatan dan pembagian kacamata. Kemeriahan acara semakin terasa dengan pengundian doorprize yang menawarkan beragam hadiah menarik, termasuk hadiah utama berupa satu unit mobil.

Bagi rombongan Kabupaten Soppeng, kegiatan jalan sehat ini menjadi penutup seluruh rangkaian agenda HKG PKK dan HUT Dekranas yang dipusatkan di Kota Makassar. Sebelumnya, mereka telah mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari syukuran HUT Dekranas, pameran produk unggulan daerah, hingga fashion show Wastra Nusantara yang menampilkan beragam karya kerajinan dan tenun khas dari berbagai daerah, termasuk produk unggulan Kabupaten Soppeng.

Keikutsertaan dalam berbagai agenda tersebut menjadi kesempatan bagi Kabupaten Soppeng untuk memperkenalkan potensi daerah, khususnya hasil kerajinan, UMKM, dan produk unggulan yang memiliki nilai budaya sekaligus daya saing ekonomi. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperluas jejaring kerja sama antardaerah dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat.

Usai mengikuti jalan sehat, Bupati H. Suwardi Haseng menyempatkan diri berfoto bersama anggota TP PKK dan jajaran Dekranasda Kabupaten Soppeng. Momen tersebut menjadi simbol kekompakan dan kebersamaan seluruh rombongan setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan di Makassar.

Kebersamaan yang ditunjukkan Bupati bersama TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Soppeng tidak hanya mencerminkan soliditas dalam menjalankan berbagai program daerah, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung gerakan hidup sehat, pemberdayaan keluarga, pelestarian budaya, serta pengembangan produk unggulan daerah.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap semangat kolaborasi dan kebersamaan yang terjalin dapat semakin mempererat hubungan antardaerah, sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan daerah.


(Silviana) 

Rabu, 08 Juli 2026

Mutasi Perdana Era Suwardi Haseng, 222 Pejabat Pemkab Soppeng Resmi Dilantik


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap 222 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Soppeng. Pelantikan yang berlangsung di Aula Kantor Gabungan Dinas, Jalan Salotungo, Kelurahan Lalabata Rilau, Rabu (8/7/2026), menjadi mutasi perdana sejak dirinya bersama Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle memimpin Kabupaten Soppeng.

Sebanyak 222 pejabat yang dilantik terdiri atas 66 Pejabat Administrator, 113 Pejabat Pengawas, enam Kepala UPTD Puskesmas, dan 37 kepala sekolah. Mutasi tersebut merupakan bagian dari penataan organisasi pemerintahan yang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas birokrasi sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Bupati oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung Bupati Soppeng.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle, Penjabat Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng H. Afdal yang memimpin doa, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, kepala desa, serta keluarga pejabat yang dilantik.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi pemerintahan. Menurutnya, rotasi dilakukan sebagai bentuk penyegaran sekaligus memberikan kesempatan kepada aparatur sipil negara mengembangkan kompetensi dan pengalaman di tempat tugas yang baru.

"Tidak ada yang nonjob. Ada yang mendapat promosi jabatan dan ada pula yang bergeser. Ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi agar pejabat tidak terlalu lama berada pada posisi yang sama," tegas Suwardi.

Ia menjelaskan, lima pejabat yang menjadi perwakilan dalam pengambilan sumpah merupakan aparatur yang sebelumnya berstatus nonjob dan kini kembali diberikan amanah menduduki jabatan baru.

"Artinya pemerintah tetap memberikan kesempatan kepada ASN yang memiliki kemampuan untuk kembali mengabdi sesuai kebutuhan organisasi," ujarnya.

Suwardi meminta seluruh pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja masing-masing. Ia berharap jabatan yang diberikan dijadikan sebagai amanah untuk meningkatkan kinerja pemerintahan, memperkuat koordinasi antarlembaga, serta menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan profesional.

Bupati juga mengungkapkan alasan mengundang para kepala desa dan lurah dalam prosesi pelantikan. Menurutnya, para kepala desa dan lurah perlu mengenal pejabat-pejabat yang baru sehingga koordinasi antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah desa dan kelurahan dapat berjalan lebih baik.

"Kita ingin koordinasi semakin kuat. Kepala desa dan lurah harus mengenal pejabat yang nantinya menjadi mitra kerja mereka," katanya.

Mutasi kali ini masih difokuskan pada pejabat administrator dan pengawas atau eselon III dan IV. Sementara jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II belum mengalami perubahan.

Sejumlah jabatan strategis turut mengalami pergantian. Untuk tingkat kecamatan, Andi Lukman Saransi dipercaya menjabat Camat Liliriaja, Andi Ahmad Masykur sebagai Camat Marioriwawo, A. Massalangka Raya sebagai Camat Marioriawa, Andi Nurhadi Hatang sebagai Camat Donri-Donri, Nurul Azmi sebagai Camat Ganra, dan Hasnawati sebagai Camat Citta.

Selain itu, beberapa jabatan strategis lainnya juga diisi pejabat baru, di antaranya Jumiar sebagai Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda, Fajar Mu'min Arafah sebagai Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD, Sudirman sebagai Inspektur Pembantu Wilayah III Inspektorat, Nur Inaya sebagai Sekretaris Bappelitbangda, Andi Zulkarnain sebagai Sekretaris Badan Kesbangpol, serta Nasyithah Usman sebagai Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika.

Di sektor kesehatan, enam pejabat dipercaya memimpin UPTD Puskesmas, sedangkan di sektor pendidikan sebanyak 37 kepala sekolah dilantik untuk memimpin sekolah pada jenjang TK, SD, dan SMP di berbagai wilayah Kabupaten Soppeng.

Usai pelantikan, suasana Aula Kantor Gabungan Dinas dipenuhi ucapan selamat. Satu per satu pejabat yang baru dilantik menyalami Bupati, Wakil Bupati, Penjabat Sekretaris Daerah, para pimpinan OPD, serta keluarga yang turut hadir menyaksikan prosesi tersebut.

Melalui mutasi perdana ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap seluruh pejabat yang memperoleh amanah baru dapat segera bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya, memperkuat sinergi lintas perangkat daerah, serta mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas kepada masyarakat.

Mutasi ini juga menjadi langkah awal penataan birokrasi pada masa pemerintahan Suwardi Haseng–Selle KS Dalle dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat Kabupaten Soppeng.

(Silviana)

Kamis, 02 Juli 2026

Bupati Soppeng Ikut Defile Bersama Ribuan Guru, Kontingen Soppeng Curi Perhatian di PORSENIJAR PGRI Sulsel


Sidrap, Teropongsulawesi.com,– Kontingen Kabupaten Soppeng mencuri perhatian pada pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (PORSENIJAR) PGRI Sulawesi Selatan VII Tahun 2026 di Stadion Ganggawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (2/7/2026). Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah kehadiran Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, yang ikut berjalan bersama ribuan guru dalam defile kontingen.

Berbeda dari kebiasaan pejabat yang berada di barisan terdepan, Bupati Suwardi memilih berbaur di tengah rombongan guru. Kehadirannya beberapa kali menarik perhatian peserta dari daerah lain maupun penonton yang memadati Stadion Ganggawa.

Kabupaten Soppeng mengikutsertakan 2.513 peserta defile, menjadikannya salah satu kontingen terbesar pada pembukaan PORSENIJAR tahun ini. Barisan panjang para guru tampil kompak dan penuh semangat membawa nama Kabupaten Soppeng di hadapan ribuan peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Identitas khas Soppeng juga langsung terlihat saat kontingen memasuki arena. Di barisan depan, sejumlah peserta mengenakan kostum kalong dan kakatua putih, dua satwa yang menjadi ikon daerah. Kalong sendiri telah lama melekat sebagai simbol Kabupaten Soppeng sehingga daerah ini dikenal luas sebagai Kota Kalong.

Di sepanjang defile, Bupati Suwardi beberapa kali terlihat menyapa para guru yang berjalan bersamanya. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengabadikan momen bersama sebagai kenang-kenangan pembukaan PORSENIJAR.

Keikutsertaan bupati dalam barisan defile menjadi simbol kedekatan Pemerintah Kabupaten Soppeng dengan dunia pendidikan. Kehadirannya juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para guru yang membawa nama daerah, baik sebagai peserta defile maupun atlet yang akan berlaga pada berbagai cabang pertandingan.

Secara keseluruhan, Kabupaten Soppeng mengirimkan 2.673 orang pada PORSENIJAR PGRI Sulawesi Selatan VII Tahun 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 126 atlet, 10 official, 34 panitia, dan 2.513 peserta defile.

Pada ajang tersebut, kontingen Soppeng mengikuti seluruh cabang olahraga, seni, dan pembelajaran dengan target mempertahankan prestasi sebagai Juara II Umum, sebagaimana yang diraih pada penyelenggaraan sebelumnya.

Bila diinginkan, saya juga dapat membuat versi yang lebih bergaya media online dengan lead yang lebih kuat dan judul yang lebih menarik untuk meningkatkan daya tarik pembaca.

(Silviana)

Rabu, 01 Juli 2026

Bupati Soppeng: Turnamen Desa Jadi Tempat Lahirnya Bibit Atlet Sepak Bola Berprestasi


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menegaskan bahwa turnamen sepak bola di tingkat desa memiliki peran penting dalam mencetak bibit-bibit atlet yang berpotensi mengharumkan nama daerah di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri penutupan Turnamen Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V Tahun 2026 di Lapangan Andi Palloge, Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Rabu (1/7/2026).

Menurut Suwardi Haseng, kompetisi sepak bola bukan hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda melalui penanaman nilai sportivitas, disiplin, dan kebersamaan.

"Turnamen seperti ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah membangun sportivitas, memperkuat silaturahmi, dan melahirkan atlet-atlet potensial," kata Suwardi.

Ia optimistis penyelenggaraan turnamen secara berkesinambungan akan membuka peluang lahirnya pemain-pemain muda berbakat yang mampu bersaing hingga tingkat provinsi maupun nasional.

Selain itu, Bupati menilai suksesnya penyelenggaraan Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, panitia, dan masyarakat dalam menghadirkan kegiatan olahraga yang aman, tertib, dan berkualitas.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban agar kegiatan olahraga maupun aktivitas sosial kemasyarakatan dapat terus berkembang di Kabupaten Soppeng.

Pada kesempatan tersebut, Suwardi Haseng juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Soppeng beserta jajaran, Pemerintah Kecamatan Ganra, Pemerintah Desa Ganra, serta seluruh panitia yang telah menyukseskan Turnamen Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dengan tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat."

Pada partai final kategori umum, Ganra FC sukses keluar sebagai juara setelah mengalahkan Mantap FC. Sementara Monas FC dan Buttue Jaya FC asal Kabupaten Barru berbagi posisi juara ketiga. Di kategori usia madya, Ganra All Star tampil sebagai juara, sedangkan Wajo All Star menjadi runner-up.

Penutupan turnamen dilakukan secara resmi oleh Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., disaksikan Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto, Wakapolres Soppeng Kompol Sudarmin, S.Sos., unsur Forkopimcam Ganra, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati Lapangan Andi Palloge.

Bupati berharap turnamen sepak bola di tingkat desa terus digelar secara rutin sebagai bagian dari upaya pembinaan atlet, sekaligus memperkuat budaya olahraga, persatuan, dan kebersamaan masyarakat di Kabupaten Soppeng.

(Silviana)

Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Bupati dan Wabup Soppeng Tegaskan Dukungan untuk Polri


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., bersama Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng untuk terus mendukung dan memperkuat sinergi dengan Polri. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran keduanya dalam Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang diselenggarakan Polres Soppeng di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng, Rabu (1/7/2026).

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati menjadi simbol eratnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai fondasi penting bagi kelancaran pembangunan, pelayanan publik, serta aktivitas masyarakat di Kabupaten Soppeng.

Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 merupakan puncak rangkaian peringatan yang sebelumnya diawali dengan upacara dan parade di Lapangan Kantor Bupati Soppeng. Kegiatan tersebut diikuti jajaran Polres Soppeng, Pemerintah Kabupaten Soppeng, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Acara berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dengan dihadiri Ketua DPRD Soppeng, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, purnawirawan Polri, Bhayangkari Cabang Soppeng, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Praditya, S.I.K., M.I.K., mengajak seluruh personel Polri menjadikan Hari Bhayangkara ke-80 sebagai momentum untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengatakan, situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Soppeng merupakan hasil sinergi antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Soppeng, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat.

"Keamanan yang kita rasakan hari ini bukanlah hasil kerja satu institusi semata, melainkan buah dari sinergi dan kolaborasi semua pihak yang terus terjalin dengan baik," ujar Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, dan masyarakat atas dukungan yang terus diberikan kepada Polri. Menurutnya, Polres Soppeng akan terus mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan humanis dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat sesuai semangat Polri Presisi.

Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Pemerintah Kabupaten Soppeng kembali menegaskan dukungannya terhadap berbagai upaya Polri dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Sinergi yang terus terjalin diharapkan mampu menciptakan kondisi yang aman, damai, dan kondusif sehingga pembangunan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan syukuran dan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban sebagai wujud kebersamaan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat.

(Silviana)

Selasa, 30 Juni 2026

Terbongkar! Mantan Mantri Bank Plat Merah di Soppeng Diduga Gelapkan Angsuran Nasabah, Kerugian Negara Rp303 Juta


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Seorang mantan mantri pada salah satu bank milik negara di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, berinisial E, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng.

Tersangka diduga menyelewengkan uang pembayaran angsuran kredit milik sejumlah nasabah yang seharusnya disetorkan ke rekening kas bank. Akibat perbuatannya, negara diduga mengalami kerugian sebesar Rp303.370.876.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Soppeng, Nazamuddin, S.H., M.H., mengatakan, penetapan tersangka dilakukan pada Selasa (30/6/2026). Setelah menjalani pemeriksaan, tersangka langsung ditahan sekitar pukul 15.30 WITA di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Watansoppeng untuk kepentingan penyidikan.

Berdasarkan hasil penyidikan, saat masih menjabat sebagai mantri bank, tersangka diduga menerima secara langsung pembayaran cicilan, angsuran hingga pelunasan kredit dari sejumlah nasabah. Namun, dana tersebut diduga tidak pernah disetorkan ke rekening kas bank sebagaimana prosedur yang berlaku.

Untuk meyakinkan para nasabah, tersangka diduga memberikan bukti transaksi yang tampak sah, baik berupa slip setoran manual maupun bukti transaksi melalui aplikasi Brispot. Dengan modus tersebut, nasabah tetap mengira pembayaran mereka telah masuk ke sistem perbankan.

Namun, hasil penyidikan mengungkap dana yang diterima dari nasabah diduga justru digunakan untuk kepentingan pribadi sehingga tidak tercatat sebagai penerimaan resmi bank.

Hasil audit dan proses penyidikan mencatat dugaan kerugian keuangan negara mencapai Rp303.370.876.

Untuk kepentingan penyidikan, Kejari Soppeng menahan tersangka selama 20 hari, terhitung sejak 30 Juni hingga 19 Juli 2026.

Atas dugaan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 603 KUHP juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, subsider Pasal 604 KUHP juncto Pasal 18 undang-undang yang sama.

Kejari Soppeng menegaskan penyidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap seluruh fakta hukum, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain apabila ditemukan bukti yang cukup.

Sementara itu, pihak kejaksaan mengimbau masyarakat yang merasa memiliki informasi terkait perkara tersebut agar dapat menyampaikannya kepada penyidik guna mendukung proses penegakan hukum.

(Tim)

Kepala BPN dan Bupati Soppeng Perkuat Kolaborasi, Fokus Percepatan PTSL dan Reforma Agraria


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Komitmen memperkuat kerja sama di bidang pertanahan menjadi fokus utama dalam audiensi antara Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., dan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Soppeng yang baru, Agustini Pujiastuti, S.H., M.M., di ruang kerja Bupati, Selasa (30/6/2026).

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat sinergi dalam mendukung percepatan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), penyediaan lahan bagi Program Strategis Nasional (PSN), serta optimalisasi pelaksanaan Reforma Agraria melalui Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).

Audiensi ini juga menjadi momentum perkenalan Agustini Pujiastuti setelah resmi menjabat sebagai Kepala Kantor BPN Kabupaten Soppeng. Ia hadir didampingi mantan Kepala Kantor BPN Kabupaten Soppeng, Amir, S.ST., M.H., bersama jajaran pejabat BPN.

Bupati Soppeng menyambut langsung rombongan tersebut dengan didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Kepala Dinas Sosial, Kepala Bagian Hukum, Camat Marioriawa, serta Sekretaris Desa Laringgi.

Dalam suasana penuh keakraban, kedua pihak bertukar pandangan mengenai berbagai program strategis pertanahan yang membutuhkan dukungan dan koordinasi lintas instansi agar pelaksanaannya semakin efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Kantor BPN Kabupaten Soppeng diharapkan mampu mempercepat pelayanan pertanahan, meningkatkan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

(Silviana)

Bupati Soppeng Suwardi Haseng Sambut 11 Mahasiswa Asing Peserta Program Unhas, Bakal Belajar di Desa-Desa

 


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menerima kunjungan 11 mahasiswa asing peserta Nusantara International Summer Course on Public Health (NISC-PH) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas). Penyambutan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Selasa (30/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan lapangan program internasional tersebut.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara itu menjadi bagian dari agenda pembelajaran berbasis masyarakat yang akan dilaksanakan di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Soppeng selama tiga hari, mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2026.

Program ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai praktik kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, serta penerapan berbagai program kesehatan di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang kembali memilih Kabupaten Soppeng sebagai salah satu lokasi kegiatan akademik bertaraf internasional.

Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan kerja sama internasional.

Ia mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai negara karena mampu menjadi media pertukaran ilmu pengetahuan, pengalaman, serta budaya.

Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berbagi praktik-praktik baik yang telah diterapkan dalam pembangunan kesehatan.

"Selamat datang di Kabupaten Soppeng. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus mengenal budaya, kehidupan sosial, dan potensi daerah yang kami miliki," ujar Suwardi Haseng.

Bupati juga mengajak para peserta untuk menikmati keramahan masyarakat Soppeng selama mengikuti kegiatan lapangan. Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat akan memberikan pengalaman berharga yang tidak diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.

Program NISC-PH 2026 sendiri merupakan agenda internasional tahunan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang mengusung konsep hybrid course and excursion. Sebelum memasuki kegiatan lapangan, seluruh peserta telah mengikuti proses pembelajaran daring pada 15 hingga 27 Juni 2026.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan di sejumlah daerah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Soppeng pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026.

Selama berada di Kabupaten Soppeng, para mahasiswa akan melakukan berbagai aktivitas akademik yang berfokus pada pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Mereka akan melakukan observasi terhadap kondisi kesehatan masyarakat, mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan di tingkat desa, mempelajari program pemberdayaan masyarakat, serta melakukan kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, peserta juga akan berdialog langsung dengan aparat pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, dan masyarakat untuk memahami bagaimana kebijakan kesehatan diterapkan hingga tingkat komunitas.

Kegiatan tersebut dipadukan dengan program community outreach dan pertukaran budaya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa internasional diharapkan dapat memahami nilai-nilai sosial, budaya lokal, serta kearifan masyarakat Soppeng yang selama ini menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung pembangunan kesehatan berbasis masyarakat.

Sebanyak 11 mahasiswa asing yang mengikuti kegiatan di Kabupaten Soppeng berasal dari Mahidol University dan Soonchunhyang University. Mereka bergabung bersama mahasiswa asing lainnya serta mahasiswa kelas internasional Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Rombongan didampingi sejumlah dosen FKM Unhas, yakni Prof. Anwar, Dr. Owildan Wisudawan, Dr. Hasnawati Amqam, Dr. Syamsuar, Basir, Nasrah, dan Dr. Rahayu Nurul Reski. Para dosen bertugas membimbing mahasiswa selama pelaksanaan pembelajaran lapangan, mulai dari proses observasi, pengumpulan data, hingga penyusunan refleksi hasil pembelajaran.

Dalam pelaksanaan kegiatan, para peserta dibagi ke lima lokasi, yaitu Desa Ganra, Desa Kaca, Desa Manorang Salo, Kelurahan Lalabata Riaja, dan Desa Pesse. Di masing-masing wilayah tersebut mereka akan mempelajari kondisi kesehatan masyarakat, mengamati program pemberdayaan yang telah dijalankan pemerintah desa, serta berdiskusi bersama masyarakat mengenai berbagai tantangan dan solusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan.

Hasil pengamatan yang diperoleh selama kegiatan nantinya akan menjadi bahan refleksi sekaligus pembelajaran mengenai penerapan konsep kesehatan masyarakat di lapangan dengan mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan kondisi lokal masing-masing wilayah.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat akademik bagi para peserta, tetapi juga mempererat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa internasional diharapkan semakin memperkenalkan Kabupaten Soppeng kepada dunia sebagai daerah yang terbuka terhadap kolaborasi global serta memiliki komitmen dalam mendukung pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

Melalui penyelenggaraan NISC-PH 2026, sinergi antara Universitas Hasanuddin, Pemerintah Kabupaten Soppeng, dan masyarakat diharapkan terus berkembang sehingga mampu melahirkan berbagai kerja sama yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperluas jejaring internasional di masa mendatang.

(Silviana)

Senin, 29 Juni 2026

Polres Soppeng Tuntaskan Penyidikan Kasus BBM Subsidi, Kanit Tipidter: Tahap II Sudah Rampung


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Soppeng melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) menuntaskan penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Proses penanganan perkara kini memasuki tahap penuntutan setelah penyidik melaksanakan pelimpahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) ke Kejaksaan Negeri Soppeng.

Kanit Tipidter Polres Soppeng, Ipda Alfian, mengatakan pelimpahan dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti.

"Ketiga tersangka telah kami limpahkan pada Tahap II ke Kejaksaan Negeri Soppeng bersama barang bukti berupa 1.379 liter BBM jenis Pertalite, 272 liter BBM jenis Solar, serta lima unit mobil roda empat yang digunakan untuk melangsir BBM bersubsidi," ujar Ipda Alfian kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

Tiga tersangka yang diserahkan masing-masing berinisial MZ, ST, dan EF, yang diketahui merupakan warga Kabupaten Soppeng.

Selain para tersangka, penyidik juga menyerahkan barang bukti berupa 1.379 liter Pertalite, 272 liter Solar, serta lima unit mobil roda empat yang diduga digunakan sebagai sarana penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM bersubsidi.

Menurut Ipda Alfian, pelaksanaan Tahap II menandai berakhirnya proses penyidikan oleh Polres Soppeng. Selanjutnya, penanganan perkara menjadi kewenangan Kejaksaan Negeri Soppeng untuk proses penuntutan hingga persidangan.

Dalam perkara tersebut, para tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Ancaman hukuman bagi pelaku penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi yakni pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.

Ipda Alfian menegaskan, Polres Soppeng akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi guna memastikan distribusi BBM yang disubsidi pemerintah benar-benar tepat sasaran.

"Penegakan hukum ini diharapkan menjadi efek jera sekaligus peringatan bagi pihak lain agar tidak melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dapat merugikan negara dan masyarakat," tutupnya.

(SLV)

Pendapatan Daerah Capai 103,61 Persen, Bupati Soppeng Serahkan Ranperda APBD 2025


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng pada Tahun Anggaran 2025 berhasil melampaui target dengan realisasi mencapai Rp1,190 triliun atau 103,61 persen. Capaian tersebut disampaikan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., saat menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Soppeng dalam Rapat Paripurna Tingkat I, Senin (29/6/2026).

Selain pendapatan yang melampaui target, realisasi belanja daerah juga mencapai Rp1,097 triliun atau 96,10 persen dari anggaran yang telah ditetapkan.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa pembahasan Ranperda merupakan tahapan penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan. Karena itu, ia berharap seluruh perangkat daerah aktif mengikuti proses pembahasan bersama DPRD agar Ranperda dapat diselesaikan tepat waktu.

"Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 membutuhkan proses pembahasan antara legislatif dan eksekutif. Saya berharap seluruh kepala perangkat daerah beserta jajarannya proaktif mengikuti pembahasan Ranperda ini agar prosesnya berjalan lancar hingga memperoleh persetujuan bersama DPRD," ujar Suwardi Haseng.

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Soppeng, H. Nasfiding, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng, Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, para kepala perangkat daerah, pimpinan BUMD, tenaga ahli DPRD, insan pers, dan tamu undangan lainnya.

Bupati menjelaskan, penyampaian Ranperda tersebut merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Dokumen itu disampaikan kepada DPRD dengan melampirkan laporan keuangan pemerintah daerah yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ikhtisar laporan kinerja, serta laporan keuangan BUMD sebagai bahan pembahasan.

Pada kesempatan itu, Suwardi Haseng juga mengungkapkan bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025 kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Prestasi tersebut menjadi opini WTP ke-12 yang berhasil dipertahankan Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP merupakan hasil sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, serta pembentukan regulasi.

Sementara itu, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 tercatat sebesar Rp86,268 miliar. Sebagian besar SiLPA tersebut merupakan dana yang bersifat terikat untuk membiayai kembali kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana BOS, BLUD, sertifikasi guru, serta penyelesaian kewajiban yang belum terselesaikan pada tahun anggaran sebelumnya.

Bupati berharap pembahasan Ranperda dapat berlangsung secara konstruktif melalui sinergi yang telah terjalin antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Soppeng sehingga dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dapat disahkan tepat waktu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

(Silviana)

Photos

Business

Internasional

Ekonomi

Politik

HUKUM KRIMINAL

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved