TEROPONG SULAWESI -->

Halaman

Daerah

Ads

Postingan Populer

Nasional

Kesehatan

Internasional

Arsip Blog

TOP NEWS

Sabtu, 03 Oktober 2026

Bupati Soppeng dan Kades Ganra Tunjukkan Kebersamaan di Tengah Turnamen Domino


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat terlihat dalam Turnamen Domino PORDI Ganra Cup I 2026 yang digelar di Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Sabtu (3/10/2026).

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng hadir bersama Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, di tengah suasana turnamen yang diikuti 192 pasang peserta.

Keduanya tampak berbaur dengan masyarakat dan peserta. Suasana yang tercipta pun berlangsung cair dan akrab, jauh dari kesan formal sebagaimana kegiatan pemerintahan pada umumnya.

Kehadiran Bupati bersama Kades Ganra menjadi bagian dari ruang kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan olahraga rekreasi dan permainan rakyat tersebut.

Turnamen domino tidak hanya menjadi arena untuk berkompetisi. Bagi masyarakat, kegiatan semacam ini juga menjadi ruang bertemu, berbincang dan mempererat hubungan sosial antarsesama warga.

Di tengah deretan meja pertandingan, warga dari berbagai latar belakang dapat berkumpul dalam suasana yang sama. Sekat antara pejabat, tokoh masyarakat, pemuda dan warga pun mencair dalam interaksi yang sederhana.

Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, mengatakan PORDI Ganra Cup I digelar sebagai salah satu upaya menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat.

“Siapa pun bisa duduk di satu meja, tanpa melihat siapa dia dan apa jabatannya. Kita ingin terus menghidupkan rasa saling mengenal, saling menghargai dan rasa memiliki terhadap kampung,” kata Andi Wahyu.

Menurutnya, kehadiran Bupati Soppeng di tengah masyarakat memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan turnamen.

“Kehadiran Pak Bupati sebagai pertanda kesederhanaan. Beliau berbaur dan menyatu dengan masyarakat, duduk bersama, bercakap tanpa perbedaan kelas. Ini adalah kebersamaan,” ujarnya.

Andi Wahyu menilai ruang-ruang perjumpaan yang sederhana seperti turnamen domino memiliki arti penting dalam menjaga hubungan sosial masyarakat.

“Tidak harus selalu dalam kegiatan resmi. Masyarakat membutuhkan ruang untuk bertemu, berbincang dan membangun keakraban,” katanya.

PORDI Ganra Cup I 2026 pun diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.

Kehadiran Bupati Soppeng bersama Kades Ganra di tengah arena turnamen menjadi gambaran bahwa interaksi antara pemerintah dan masyarakat dapat dibangun melalui ruang-ruang sederhana, santai dan dekat dengan kehidupan warga.

(Red)

Jumat, 02 Oktober 2026

Kasi Intel Kejari Soppeng Tegaskan: Pencegahan Gagal, Penindakan Menanti


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng menegaskan komitmennya mengawal penyelenggaraan pemerintahan agar berjalan sesuai koridor hukum. Jajaran pemerintah daerah hingga pemerintahan desa diingatkan tidak mengabaikan aturan dalam menggunakan kewenangan dan mengelola anggaran publik.

Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Penerangan Hukum yang digelar Bidang Intelijen Kejari Soppeng di Aula Gabungan Dinas Kantor Bupati Soppeng, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti pimpinan SKPD, pimpinan BUMN dan BUMD, para camat, lurah serta kepala desa se-Kabupaten Soppeng.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Soppeng, Nazamuddin, SH, MH, mengatakan penerangan hukum menjadi salah satu instrumen pencegahan dini agar aparatur memahami potensi pelanggaran sebelum berkembang menjadi persoalan hukum.

Menurutnya, aparatur perlu mencermati setiap penggunaan kewenangan, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan pelayanan publik.

Sejumlah bentuk perbuatan yang diingatkan untuk dihindari di antaranya suap, gratifikasi, pungutan liar, penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan, manipulasi administrasi hingga praktik mark-up anggaran.

Nazamuddin menegaskan, Kejaksaan memberikan ruang bagi pemerintah dan aparatur untuk melakukan pembenahan melalui pendekatan preventif. Namun, ketika langkah pencegahan tidak dipatuhi, proses hukum dapat ditempuh sesuai ketentuan.

“Jika upaya-upaya preventif ini tidak berhasil, maka akan dilakukan langkah lebih lanjut berupa tindakan represif atau penindakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus memiliki dasar hukum serta dapat dipertanggungjawabkan.


Mewakili Bupati Soppeng, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Drs. H. Andi Haeruddin, M.Si., mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Kejari Soppeng tersebut.

Ia menilai pemahaman hukum sangat penting bagi seluruh aparatur agar pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat berlangsung secara transparan, akuntabel dan sesuai aturan.

Pemkab Soppeng berharap sinergi dengan Kejari Soppeng terus diperkuat, terutama dalam mencegah potensi pelanggaran hukum sejak dini.

Melalui tagline “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman”, Kejari Soppeng mendorong seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat kabupaten hingga desa untuk meningkatkan kesadaran hukum.

Peringatan itu menjadi bagian dari upaya membangun pemerintahan yang tidak hanya mampu menjalankan program, tetapi juga mampu mempertanggungjawabkan setiap kewenangan dan anggaran yang dikelolanya.

(Red)

Kamis, 01 Oktober 2026

Bupati Soppeng Warning, OPLAH Rp38 Miliar Tak Boleh Disalahgunakan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., memberikan peringatan tegas terkait pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Non-Rawa Tahun Anggaran 2026. Dengan dukungan anggaran sekitar Rp38 miliar, program tersebut diminta dikelola secara transparan dan tidak boleh disalahgunakan.

Program OPLAH Non-Rawa di Kabupaten Soppeng mencakup areal seluas 8.315,58 hektare. Bantuan pemerintah untuk program tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BP-LIP) Kelas I Makassar, Dr. Rustan Massinai, S.TP., M.Sc., kepada Bupati Soppeng dalam Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Teknis OPLAH di Aula Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Kamis (1/10/2026).

Suwardi menegaskan, anggaran yang dikucurkan untuk program pertanian tersebut merupakan uang rakyat sehingga penggunaannya harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.

"Anggaran ini adalah uang rakyat. Karena itu harus digunakan untuk kepentingan rakyat, khususnya meningkatkan kesejahteraan petani," tegas Suwardi.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat tidak melakukan berbagai bentuk penyimpangan, termasuk mark-up anggaran, pemotongan hak petani, laporan fiktif maupun penggunaan bantuan yang tidak sesuai peruntukan.

Menurut Suwardi, pelaksanaan OPLAH tidak boleh hanya mengejar serapan anggaran. Ketepatan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), tertib administrasi serta kesesuaian pekerjaan fisik di lapangan harus menjadi perhatian.

"Program OPLAH Non-Rawa ini merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan," ujarnya.

Peringatan serupa disampaikan Kepala BP-LIP Kelas I Makassar, Dr. Rustan Massinai.

Ia meminta kelompok tani penerima bantuan mengelola anggaran secara transparan dan akuntabel. Setiap pengeluaran harus dilengkapi bukti pertanggungjawaban yang sah dan seluruh tahapan administrasi wajib diselesaikan sesuai ketentuan.

Rustan mengingatkan agar tidak terjadi mark-up, pengarahan pembelian, pengambilan sisa anggaran, penggunaan dana untuk kepentingan pribadi maupun bentuk penyalahgunaan lainnya.

"Bantuan ini harus dimanfaatkan secara optimal dan dipertanggungjawabkan dengan baik. Audit atau pemeriksaan dapat dilakukan sewaktu-waktu," tegas Rustan.

Pelaksanaan OPLAH menggunakan pola Swakelola Tipe IV, dengan kelompok tani penerima diberi kepercayaan untuk merencanakan, melaksanakan dan mengawasi kegiatan sesuai aturan.

Pengawasan juga melibatkan penyuluh pertanian, pengawas dan konsultan individu, termasuk unsur pengawasan serta aparat penegak hukum.

Selain optimalisasi lahan, Pemkab Soppeng terus mendorong modernisasi sistem pengairan pertanian melalui pompanisasi dan program Listrik Masuk Sawah.

Program tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air lahan pertanian, terutama saat musim kemarau, sekaligus meningkatkan indeks pertanaman.

Suwardi meminta organisasi perangkat daerah, kelompok tani dan seluruh unsur terkait memperkuat koordinasi serta melakukan pengawasan secara berkala agar pelaksanaan OPLAH berjalan tertib, transparan dan akuntabel.

Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada penyerapan anggaran, tetapi mampu meningkatkan produktivitas lahan dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani di Kabupaten Soppeng.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Soppeng, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan, tim kerja, koordinator BPP, PPL lokasi OPLAH Non-Rawa, Manager PLN wilayah Soppeng dan Pajalesang, pengawas kegiatan serta para ketua dan pengurus kelompok tani.

(RAT)

GMNI Sinjai Kecam Dugaan Intervensi Polisi terhadap Sosialisasi GSNI di Sekolah

 

Sinjai, Teropongsulawesi.com, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sinjai mengecam keras dugaan intervensi oknum kepolisian terhadap kegiatan sosialisasi Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) di sejumlah sekolah di Kabupaten Sinjai.

GMNI menilai dugaan penghambatan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut ruang kebebasan berserikat, berkumpul, menyampaikan gagasan, serta aktivitas organisasi kepemudaan dan pelajar.

Dalam pernyataannya, GMNI menyebut GSNI memiliki keterkaitan historis dengan proses kaderisasi generasi muda. GSNI dipandang sebagai wadah pembelajaran dan pengabdian bagi pelajar sebelum memasuki dunia kemahasiswaan.

“GSNI adalah saudara sejajar GMNI, tempat siswa mengawali pengabdian sebelum melangkah ke dunia kemahasiswaan,” demikian pernyataan DPC GMNI Sinjai.

GMNI juga menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi GSNI di sekolah bukan kegiatan yang dilakukan tanpa dasar. Pihaknya menyebut telah terdapat rekomendasi dari instansi pendidikan terkait.

Untuk kegiatan yang menyasar pelajar SMP sederajat, GMNI menyebut GSNI telah memperoleh rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai melalui surat Nomor 000.1.1/04.5918/Disdik tentang Rekomendasi Kegiatan tertanggal 29 Juli 2026.

Sementara untuk jenjang SMA sederajat, disebut telah terdapat rekomendasi dari Wilayah V Dinas Pendidikan melalui surat Nomor 500.5.7.15/573/CD/V/DISDIK tentang Rekomendasi Kegiatan tertanggal 25 Agustus 2026.

Atas dasar tersebut, GMNI menilai pelaksanaan sosialisasi GSNI memiliki dasar administratif dan dilakukan dalam koridor kegiatan organisasi.

GMNI kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan jaminan konstitusional mengenai kebebasan menyampaikan pendapat dan memperoleh serta menyampaikan informasi.

Menurut GMNI, Pasal 28E Ayat (3) UUD 1945 menjamin setiap orang memiliki hak untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Selain itu, Pasal 28F UUD 1945 mengatur hak setiap orang untuk berkomunikasi serta memperoleh dan menyampaikan informasi.

“Tanpa alasan hukum yang jelas, oknum kepolisian diduga menghalangi GSNI Sinjai menyampaikan gagasan kebangsaan kepada sesama pelajar,” tegas GMNI dalam pernyataannya.

GMNI juga menekankan bahwa GSNI bukan organisasi yang baru muncul. Organisasi tersebut disebut telah berdiri sejak 1959 dan selama puluhan tahun menjalankan aktivitas kaderisasi pelajar dengan membawa nilai-nilai kebangsaan.

Karena itu, GMNI meminta dugaan intervensi tersebut ditelusuri secara objektif dan apabila ditemukan pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab diminta ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

“GMNI mengecam keras dugaan intervensi yang dilakukan oknum kepolisian dan meminta agar ditelusuri serta ditindak secara tegas sesuai peraturan yang berlaku,” lanjut pernyataan tersebut.

GMNI Sinjai juga menyatakan tidak menutup kemungkinan menempuh langkah lanjutan apabila persoalan tersebut tidak segera mendapatkan penyelesaian.

“Jika seruan ini tidak diindahkan segera, maka GMNI bersama GSNI akan menempuh jalur aksi maupun proses hukum yang sah demi menegakkan keadilan dan menjaga ruang demokrasi,” tegas DPC GMNI Sinjai.

Hingga berita ini disusun, pernyataan tersebut merupakan sikap dari DPC GMNI Sinjai. Klarifikasi dari pihak kepolisian terkait dugaan intervensi dan alasan penghentian atau penghambatan kegiatan sosialisasi GSNI belum termuat dalam pernyataan tersebut.

(Red)

Bupati Suwardi Haseng- Wabup Selle KS Dalle Bersama Forkopimda Peringati Hari Kesaktian Pancasila di Makodim


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE., bersama Wakil Bupati Selle KS Dalle menghadiri upacara Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kabupaten Soppeng di Lapangan Makodim 1423/Soppeng, Watansoppeng, Kamis (1/10/2026).

Bupati dan Wakil Bupati Soppeng hadir bersama jajaran Forkopimda serta sejumlah pejabat daerah dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut.

Mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” peringatan tahun ini menjadi momentum untuk kembali meneguhkan nilai persatuan dan kebangsaan.

Komandan Kodim 1423/Soppeng Letkol Inf Eko Yulianto bertindak sebagai Inspektur Upacara. Letda Inf Muh. Asdar menjadi Komandan Upacara, sedangkan Kapten Arh Sukarno bertugas sebagai Perwira Upacara.

Prosesi upacara diikuti personel TNI-Polri, ASN, Satpol PP, Dinas Sosial, BPBD, Korpri, Pramuka, pelajar serta perwakilan Kopdes.

Dalam upacara tersebut, Pembukaan UUD 1945 dibacakan Ernawati, S.Pt., M.Si. dari DPKHP. Ikrar dibacakan Serka Kadir, BA dari Kodim 1423/Soppeng, sementara doa dipimpin Musriadi, SE., MM.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kajari Soppeng Sulta D. Sitohang, SH., MH., Ketua Pengadilan Agama Soppeng, Ketua Pengadilan Negeri Soppeng, Sekretaris DPRD Soppeng H. Andi Zulkifli Nurdin, S.Sos., M.Si., Wakapolres Soppeng serta para kepala OPD Pemkab Soppeng.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk mengenang jasa dan pengorbanan para Pahlawan Revolusi serta mengingat kembali kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.

Kehadiran Suwardi Haseng dan Selle KS Dalle bersama unsur Forkopimda menunjukkan keterlibatan pemerintah daerah dalam memperingati momentum bersejarah tersebut.

Upacara berlangsung tertib dan khidmat hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

(Red)

Rabu, 30 September 2026

Hari Kesaktian Pancasila, Polres Soppeng Ingatkan Personel Pentingnya Persatuan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Semangat persatuan dan pengabdian kembali diteguhkan jajaran Polres Soppeng dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026).

Upacara berlangsung di halaman Mapolres Soppeng dan dipimpin Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, S.Sos. Seluruh personel mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk mengingat kembali tanggung jawab setiap personel dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Menurutnya, nilai Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Pancasila merupakan nilai yang menyatukan kita dalam keberagaman. Karena itu, semangat tersebut harus tercermin dalam pelaksanaan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” ujar AKBP Hari Budiyanto.

Ia menambahkan, menjaga persatuan tidak hanya dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan internal kepolisian. Soliditas dan kebersamaan antaranggota menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas.

Di tengah masyarakat, personel Polres Soppeng juga diharapkan terus membangun komunikasi yang baik serta menghadirkan pelayanan yang humanis dan bertanggung jawab.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila tersebut menjadi pengingat bagi jajaran Polres Soppeng bahwa nilai persatuan, kebersamaan dan pengabdian perlu terus diwujudkan dalam setiap tugas kepolisian.

(RaT)

Pilketos Serentak Digelar, Wabup Selle Ajak Pelajar Belajar Demokrasi dengan Sportif


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) serentak tingkat SMA/SMK se-Sulawesi Selatan digelar, Rabu (30/9/2026). Di Kabupaten Soppeng, pelaksanaan Pilketos dipusatkan salah satunya di SMAN 1 Soppeng dan dibuka oleh Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle K.S. Dalle.

Wabup Selle mengapresiasi pelaksanaan Pilketos serentak tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pelajar untuk mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai demokrasi secara langsung di lingkungan sekolah.

Ia meminta para siswa tidak memandang Pilketos hanya sebagai kegiatan rutin organisasi sekolah.

“Momen pemilihan Ketua OSIS ini jangan disia-siakan. Ini adalah pesta demokrasi pelajar,” ujar Selle.

Menurutnya, Pilketos dapat menjadi pengalaman awal bagi siswa sebelum nantinya terlibat dalam proses demokrasi yang lebih luas di masyarakat.

“Pemilihan Ketua OSIS serentak ini merupakan miniatur Pemilu. Dari sini para siswa dapat belajar bagaimana menggunakan hak pilih, menentukan pilihan, menghargai perbedaan, serta menerima hasil pemilihan dengan sikap yang dewasa,” katanya.

Selle menekankan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif selama seluruh tahapan pemilihan. Perbedaan pilihan, kata dia, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi dan harus disikapi secara dewasa.

Para siswa juga diharapkan tidak saling menjatuhkan hanya karena mendukung calon yang berbeda. Sebaliknya, seluruh peserta Pilketos diminta menjadikan proses tersebut sebagai pengalaman untuk membangun sikap sportif dan saling menghormati.

“Siapa pun yang terpilih nantinya harus didukung. Setelah proses pemilihan selesai, kita kembali bersama sebagai satu keluarga besar sekolah,” demikian semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Pilketos serentak Sulawesi Selatan tahun 2026 sekaligus menjadi sarana pembelajaran mengenai tata cara pemilihan, penggunaan hak suara, kepatuhan terhadap aturan serta tanggung jawab dalam menjalankan demokrasi.

Khusus di SMAN 1 Soppeng, kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Kodim 1423 Soppeng, Kejaksaan, KPU, Bawaslu, Cabang Dinas Pendidikan, pengawas, pendamping dan sejumlah undangan lainnya.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan terhadap penguatan pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan memperoleh pengalaman berharga bahwa demokrasi bukan hanya tentang memenangkan pilihan, tetapi juga tentang menghormati proses, menerima hasil dan tetap menjaga persatuan.

Pilketos akhirnya menjadi ruang belajar bagi siswa untuk mengenal kepemimpinan sekaligus membangun karakter sebagai generasi muda yang bertanggung jawab, sportif dan mampu menghargai perbedaan.

(Red)

Selasa, 29 September 2026

117 Lansia Lilirilau Diwisuda, Hj Suarni Suwardi: Semangat Belajar Tak Kenal Usia


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Sebanyak 117 lanjut usia (lansia) dari tujuh desa dan kelurahan di Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, mengikuti Wisuda Akbar Sekolah Lansia, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Hasten, Kelurahan Pajalesang, itu dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng, Ny. Hj. Suarni Suwardi.

Kehadiran Hj. Suarni memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Ia hadir untuk memberikan motivasi sekaligus menyaksikan langsung para lansia mengikuti prosesi wisuda.

Dalam prosesi tersebut, Hj. Suarni juga turut menyematkan tali toga kepada peserta wisuda.

Ia mengatakan, wisuda Sekolah Lansia bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi bukti bahwa kesempatan untuk belajar dan berkembang terbuka bagi siapa saja tanpa mengenal batas usia.

“Wisuda bukan hanya sebuah seremoni untuk menandai selesainya proses belajar, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat untuk belajar, berkembang, dan berkarya tidak mengenal usia,” ujar Hj. Suarni.

Menurutnya, Sekolah Lansia memberikan ruang bagi para lanjut usia untuk tetap aktif. Selain mendapatkan pengetahuan, para peserta juga dapat bersosialisasi, berbagi pengalaman, menjaga kesehatan dan membangun rasa percaya diri.

Program tersebut menerapkan pembelajaran melalui tujuh dimensi Lansia Tangguh.

Ketujuh dimensi itu meliputi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional atau vokasional, serta lingkungan.

“Semua aspek tersebut penting untuk mendukung lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif dan produktif,” jelasnya.

Salah seorang wisudawan, H. Adnan Rauf, mengaku merasakan manfaat dari keberadaan Sekolah Lansia.

Ia menyebut kegiatan tersebut membuat para lansia kembali memiliki ruang untuk belajar sekaligus bersilaturahmi dengan sesama.

“Dengan Sekolah Lansia, serasa kembali muda. Bisa kembali bersua sapa dengan sesama lansia. Merasa dihargai dan diberi ruang untuk belajar, berkarya dan berinovasi,” ungkapnya.

Perhatian terhadap kesehatan peserta juga menjadi bagian dalam kegiatan tersebut. Salah seorang wisudawan mendapatkan obat tekanan darah sesuai dengan kebutuhan kesehatannya.

Hj. Suarni kemudian mengajak para wisudawan untuk terus menjaga kesehatan dan tidak berhenti beraktivitas setelah mengikuti prosesi wisuda.

Ia berharap para lansia tetap aktif bersilaturahmi, berbagi pengalaman dan menjadi sumber inspirasi bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk belajar dan memberikan manfaat hendaknya tidak pernah berhenti,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada keluarga yang terus memberikan dukungan kepada para lansia selama mengikuti Sekolah Lansia.

Menurutnya, dukungan keluarga sangat dibutuhkan agar lansia dapat menjalani masa tua secara sehat, mandiri, aktif, produktif dan bahagia.

Hj. Suarni turut mengapresiasi penyuluh KB, pemerintah desa dan kelurahan bersama TP PKK, pengelola, kader serta tenaga pendidik yang telah mendampingi para peserta.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, keluarga dan kader lansia.

Sekolah Lansia di Kabupaten Soppeng dilaksanakan DP3P2KB Kabupaten Soppeng sejak 2024.

Wisuda di Kecamatan Lilirilau merupakan wisuda kedua sejak program Sekolah Lansia mulai dilaksanakan di Kabupaten Soppeng.

Program tersebut menjadi salah satu wadah bagi para lansia untuk terus belajar, bersosialisasi dan menjaga kualitas kehidupan agar tetap sehat dan produktif.

Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Kemendukbangga BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala DP3P2KB Kabupaten Soppeng, Camat Lilirilau bersama Ketua TP PKK Kecamatan, Kapolsek dan Danramil Lilirilau, para kepala desa/lurah bersama Ketua TP PKK, Kepala KUA, kepala UPTD Puskesmas, Koordinator BPP, Koordinator KB bersama para penyuluh KB, Korwil UPT Pendidikan, Ketua PGRI Kecamatan Lilirilau, serta para pengelola, tenaga pendidik dan peserta Sekolah Lansia.

Menutup arahannya, Hj. Suarni berharap Sekolah Lansia terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat.

(RAT.)

Senin, 28 September 2026

IKD Mulai Diterapkan, Personel Polres Soppeng Ikuti Pendaftaran dan Aktivasi


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Transformasi pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital mulai dimanfaatkan di lingkungan Polres Soppeng. Sejumlah personel mengikuti pendaftaran dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui pelayanan yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Soppeng, Selasa (29/9/2026).

Pelayanan tersebut memberikan kemudahan bagi personel untuk memperoleh identitas kependudukan dalam format digital yang dapat diakses melalui telepon seluler.

Selain melakukan registrasi, personel juga mendapatkan pendampingan dari petugas Dukcapil terkait proses aktivasi serta pemanfaatan aplikasi IKD.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menyambut baik pelaksanaan layanan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan IKD menjadi bagian dari upaya mengikuti perkembangan teknologi sekaligus mendukung tertib administrasi kependudukan.

“Ini merupakan layanan yang memberikan kemudahan bagi personel dalam mengakses identitas kependudukan secara digital. Saya berharap seluruh personel dapat mengikuti proses pendaftaran dengan baik dan menggunakan aplikasi tersebut sesuai dengan ketentuan,” ujar Hari Budiyanto.

Dengan IKD, identitas dan sejumlah dokumen kependudukan dapat diakses melalui perangkat digital sehingga lebih praktis dalam penggunaannya.

Kapolres turut menyampaikan apresiasi kepada Dukcapil Kabupaten Soppeng atas pelayanan langsung yang diberikan kepada personel Polres Soppeng.

“Kami mengapresiasi Dukcapil Kabupaten Soppeng yang telah memberikan pelayanan langsung kepada personel. Sinergi seperti ini tentunya membantu dalam mewujudkan administrasi kependudukan yang tertib dan mudah diakses,” katanya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antarinstansi dalam mendukung digitalisasi pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Soppeng.

(Red)

Comeback Setelah 4 Tahun, Letda Sus Andi Jerni Langsung Rebut Juara Piala Panglima 2026


Malang, Jatim, Sniperjurnalis.com, Empat tahun meninggalkan arena karate bukan waktu yang singkat. Namun, jeda panjang itu ternyata tidak menghapus ketajaman Letda Sus Andi Mesyara Jerni Maswara Zainal, S.IKom di atas tatami.

Kembali bertanding di cabang olahraga karate dalam ajang Piala Panglima 2026 di Malang, Jawa Timur, Andi Jerni langsung mencuri perhatian. Atlet TNI Angkatan Udara yang memperkuat Indonesian Air Force tersebut sukses keluar sebagai juara kelas -50 kilogram putri kategori TNI/Polri.

Yang membuat pencapaian itu semakin menarik, Andi Jerni hanya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk melakukan persiapan sebelum tampil dalam kejuaraan.

Selama empat tahun meninggalkan karate, Andi Jerni diketahui lebih fokus menekuni cabang olahraga Kick Boxing. Kembali ke tatami setelah sekian lama pun memunculkan pertanyaan, apakah dirinya masih mampu mempertahankan performa dan predikat sebagai karateka berprestasi.

Pertanyaan tersebut akhirnya terjawab di arena Piala Panglima 2026.

Di babak semifinal, Andi Jerni berhadapan dengan Najla Syakira, atlet perwakilan Kodiklatal. Dengan penampilan yang solid, ia berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 9-4.

Pada babak final, Andi Jerni kembali menghadapi lawan tangguh, Meisya Asriana Ratu Cantika dari Bayangkara Presisi.

Pertandingan berlangsung kompetitif, namun Andi Jerni mampu menjaga konsistensi hingga akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 9-3.

Hasil tersebut memastikan comeback Andi Jerni berbuah manis. Setelah empat tahun tidak turun di pertandingan karate, ia justru kembali dengan torehan gelar juara.

Prestasi di Malang ini sekaligus menjadi bukti bahwa perpindahan fokus ke Kick Boxing selama beberapa tahun tidak menghilangkan kemampuan dasar dan mental bertanding yang telah dimilikinya sebagai seorang karateka.

Kini, nama Letda Sus Andi Mesyara Jerni Maswara Zainal kembali tercatat sebagai salah satu karateka yang berhasil mengukir prestasi di ajang Piala Panglima 2026.

Comeback empat tahun setelah meninggalkan tatami, persiapan hanya sepekan, namun berakhir dengan medali juara.

(Red)

Photos

Business

Internasional

Ekonomi

Politik

HUKUM KRIMINAL

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved