TEROPONG SULAWESI -->

Halaman

Daerah

Ads

Postingan Populer

Nasional

Kesehatan

Internasional

Arsip Blog

TOP NEWS

Rabu, 11 Maret 2026

Pemkab Soppeng Gelar Musrenbang RKPD 2027, Prioritaskan Pertanian dan Peningkatan Ekonomi Daerah


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Soppeng Suwardi Haseng dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Soppeng Command Center (SCC) Lamataesso, Selasa (10/3/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa penyusunan RKPD merupakan bagian penting dari proses perencanaan pembangunan daerah yang dilaksanakan setiap tahun.

Dokumen tersebut menjadi pedoman utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan serta program prioritas pemerintah daerah.

Menurutnya, penyusunan RKPD harus selaras dengan dokumen perencanaan jangka menengah dan jangka panjang daerah yang telah ditetapkan melalui peraturan daerah.

“Penyusunan RKPD merupakan bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang setiap tahun kita laksanakan dengan berpedoman pada RPJMD serta RPJPD yang telah ditetapkan,” ujar Suwardi.

Ia menjelaskan bahwa RKPD Kabupaten Soppeng Tahun 2027 merupakan pelaksanaan tahun ketiga dari RPJMD Kabupaten Soppeng 2025–2029. Oleh karena itu, momentum ini menjadi sangat strategis untuk memastikan bahwa seluruh program pembangunan berjalan sesuai dengan arah kebijakan yang telah direncanakan.

“Musrenbang yang kita laksanakan saat ini menjadi tahapan penting dalam proses penyempurnaan rancangan RKPD dan rencana kerja perangkat daerah tahun 2027 sebelum memasuki tahap penganggaran,” jelasnya.

Bupati Suwardi juga memaparkan bahwa setelah tahapan Musrenbang selesai dilaksanakan, proses selanjutnya adalah penyusunan dokumen penganggaran daerah.

Tahapan tersebut meliputi penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), dilanjutkan dengan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), hingga penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).

Seluruh tahapan tersebut, kata dia, harus dilaksanakan secara sistematis dan terkoordinasi agar program pembangunan yang direncanakan dapat direalisasikan secara optimal.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyepakati berbagai agenda pembangunan daerah yang akan dituangkan dalam dokumen RKPD.

Selain menjadi ruang koordinasi antar pemerintah dan pemangku kepentingan, forum Musrenbang juga menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan.

“Melalui Musrenbang ini kita menyepakati agenda pembangunan strategis daerah. Forum ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam proses perencanaan pembangunan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Suwardi Haseng juga memaparkan sejumlah prioritas pembangunan daerah yang akan terus diperkuat pada tahun mendatang.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah adalah sektor pertanian, yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian Kabupaten Soppeng.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan pertanian tanaman pangan melalui sistem pertanian terpadu guna meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

“Pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Oleh karena itu, pengembangan sistem pertanian terpadu akan terus kita dorong,” ungkapnya.

Selain sektor pertanian, pemerintah daerah juga akan memperkuat dukungan terhadap sektor peternakan dan perikanan melalui peningkatan sarana dan prasarana pendukung.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produksi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Soppeng juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan yang selaras dan berkelanjutan.

Ia mengakui bahwa keterbatasan kemampuan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat tidak semua program pembangunan dapat dibiayai secara mandiri oleh pemerintah daerah.

Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan, baik dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dunia usaha, maupun partisipasi aktif masyarakat.

“Keterbatasan pembiayaan APBD membuat tidak semua program dapat kita biayai. Karena itu diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pusat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Soppeng juga membuka peluang kerja sama untuk memperoleh dukungan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun APBD Provinsi Sulawesi Selatan.

Menutup sambutannya, Suwardi Haseng menyampaikan harapannya agar forum Musrenbang dapat menghasilkan keputusan yang benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Ia optimistis bahwa melalui kolaborasi berbagai pihak, pembangunan daerah di Kabupaten Soppeng dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Saya yakin melalui forum Musrenbang ini kita dapat menghasilkan keputusan yang benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat serta mampu mendorong terwujudnya Soppeng yang sehat, maju, dan berdaya saing berbasis agropolitan,” pungkasnya.

Kegiatan Musrenbang RKPD Kabupaten Soppeng Tahun 2027 turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan masyarakat.

Di antaranya Wakil Bupati Soppeng, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan daerah pemilihan Soppeng–Wajo, Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Soppeng, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta para kepala perangkat daerah.

Selain itu, hadir pula Camat, kepala Desa dan Lurah, pimpinan perguruan tinggi, organisasi masyarakat, organisasi profesi, LSM, unsur pers, Forum Anak Kabupaten Soppeng, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.

(Silviana)

Selasa, 10 Maret 2026

Kejari Soppeng Hadirkan Program AMAN, Bupati Suwardi Haseng Apresiasi Upaya Perlindungan Anak


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng secara resmi membuka Talk Show Program Adhyaksa Mappoji Anak (AMAN) yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Soppeng pada Selasa malam (10/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Soppeng sebagai Kabupaten Layak Anak.

Acara yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari kepala sekolah TK dan PAUD se-Kabupaten Soppeng, kepala sekolah dasar dari Kecamatan Lalabata dan Liliriaja, hingga unsur pemerintah daerah, berlangsung dengan suasana edukatif dan interaktif.

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Soppeng atas inisiatif menghadirkan Program AMAN.

Menurutnya, program tersebut merupakan langkah nyata dalam memperkuat perlindungan terhadap anak sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya identitas resmi bagi anak.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga penegak hukum memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak.

“Program yang diinisiasi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan sangat membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan perlindungan anak. Kami tentu sangat berterima kasih atas dukungan ini,” ujar Suwardi Haseng.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng menjelaskan bahwa lahirnya Program Adhyaksa Mappoji Anak (AMAN) tidak terlepas dari komitmen Kejaksaan untuk mendukung visi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak di Soppeng.

Ia mengungkapkan bahwa sejak awal bertugas di Kabupaten Soppeng, pihaknya langsung memberikan perhatian terhadap berbagai program pemerintah daerah yang berkaitan dengan perlindungan anak.

Hal tersebut kemudian mendorong Kejaksaan Negeri Soppeng untuk menghadirkan Program AMAN sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Kami melihat bahwa salah satu fokus pembangunan daerah adalah mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Karena itu, program AMAN ini kami dorong sebagai bentuk kontribusi kejaksaan kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, peran kejaksaan saat ini tidak hanya terbatas pada fungsi penegakan hukum, tetapi juga mencakup edukasi hukum serta pendampingan bagi masyarakat, termasuk anak-anak.

Dalam talk show tersebut, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Soppeng memaparkan mengenai batasan umur anak serta pentingnya kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA).

Ia menjelaskan bahwa KIA merupakan identitas resmi bagi anak yang memiliki berbagai fungsi penting, mulai dari keperluan administrasi hingga perlindungan hukum.

Selain itu, Kejaksaan Negeri Soppeng juga telah melaksanakan sosialisasi Program AMAN di dua pesantren di Kabupaten Soppeng. Dari kegiatan tersebut, sekitar 50 anak berhasil memperoleh Kartu Identitas Anak.

“KIA ini penting sebagai identitas resmi anak yang dapat digunakan dalam berbagai keperluan administrasi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Kejaksaan Negeri Soppeng juga membuka layanan konsultasi bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum terkait persoalan perdata maupun tata usaha negara.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Soppeng menjelaskan berbagai manfaat dari Kartu Identitas Anak.

Ia menegaskan bahwa KIA tidak hanya berfungsi sebagai identitas resmi anak, tetapi juga memberikan perlindungan hukum serta mempermudah berbagai urusan administrasi kependudukan.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir terkait biaya karena pengurusan KIA tidak dipungut biaya alias gratis.

“Pengurusan KIA ini tidak ada biaya sama sekali. Semua gratis. Ke depan beberapa layanan administrasi kependudukan juga akan dilakukan secara online sehingga masyarakat bisa mengurusnya dari rumah atau dari daerah yang jauh dari kantor Dukcapil,” ujarnya.

Selain membahas perlindungan anak, talk show tersebut juga menghadirkan pemaparan dari Kepala Seksi Intelijen Kejari Soppeng terkait peran kejaksaan dalam memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ia menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan pemahaman mengenai aspek hukum dalam menjalankan usaha.

Kondisi tersebut kerap menimbulkan berbagai persoalan hukum di kemudian hari, sehingga diperlukan edukasi dan pendampingan hukum agar para pelaku usaha dapat menjalankan usahanya dengan aman dan sesuai aturan.

“Pada kenyataannya pemahaman hukum pelaku UMKM masih terbatas. Sektor UMKM juga sering menghadapi persoalan hukum. Karena itu kejaksaan hadir untuk memberikan pendampingan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, dilakukan pula penyerahan Kartu Identitas Anak secara simbolis kepada 10 anak.

Selain menerima KIA, para anak juga mendapatkan voucher belanja serta voucher liburan ke Taman Wisata Alam Lejja sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap program perlindungan anak.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Soppeng, Wakil Bupati Soppeng, Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Direktur Perseroda, serta Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Soppeng.

Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak serta kepemilikan identitas resmi bagi anak semakin meningkat.

Dengan demikian, upaya mewujudkan Kabupaten Soppeng sebagai Kabupaten Layak Anak dapat terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah, lembaga penegak hukum, serta masyarakat.

(Silviana)

Inovasi Layanan Publik, Pos CERIA Hadirkan Pembuatan KIA di Pasar Ramadhan Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Upaya memperkuat pemenuhan hak identitas bagi anak terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui berbagai inovasi pelayanan publik. Salah satunya dengan menghadirkan pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) di kawasan Pasar Ramadhan SUKSES 2026.

Bupati Soppeng Suwardi Haseng bersama Wakil Bupati Selle KS Dalle dan Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng Sulta D. Sitohang meninjau langsung persiapan Pos CERIA pelayanan KIA di kawasan Pasar Ramadhan SUKSES 2026 pada Selasa sore (10/3/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan administrasi kependudukan bagi masyarakat yang akan berlangsung selama kegiatan Pasar Ramadhan yang menjadi pusat aktivitas warga selama bulan suci.

Pos pelayanan ini merupakan inisiatif Kejaksaan Negeri Soppeng yang bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Soppeng. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat dapat mengurus pendaftaran serta pembuatan KIA secara langsung di lokasi kegiatan.

Pelayanan pendaftaran dan pembuatan KIA dijadwalkan berlangsung mulai 10 hingga 15 Maret 2026 di area Pasar Ramadhan SUKSES 2026 yang setiap hari dipadati pengunjung.

Saat peninjauan berlangsung, sejumlah orang tua terlihat datang bersama anak-anak mereka untuk melakukan pendaftaran. Antrean masyarakat tampak di Pos CERIA yang melayani registrasi identitas anak secara langsung di lokasi pasar.

Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng, Sulta D. Sitohang, menjelaskan bahwa kehadiran Pos CERIA di Pasar Ramadhan merupakan bagian dari program Adhyaksa Mappoji Anak (AMAN) yang bertujuan mendorong kepemilikan identitas resmi bagi anak sejak usia dini.

Menurutnya, pemilihan lokasi di kawasan pasar Ramadhan dilakukan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memanfaatkan momentum meningkatnya aktivitas warga selama bulan suci Ramadan.

“Pos CERIA di Pasar Ramadhan ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Orang tua bisa membawa anaknya ke pasar Ramadhan untuk menikmati kuliner dan takjil, sekaligus mengurus Kartu Identitas Anak,” ujar Sulta.

Ia menambahkan bahwa melalui layanan ini masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke kantor Dukcapil karena proses pendaftaran dapat dilakukan secara langsung di lokasi kegiatan.

Sementara itu, Bupati Soppeng Suwardi Haseng memberikan apresiasi atas inisiatif Kejaksaan Negeri Soppeng yang menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan di ruang publik.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan inovasi pelayanan yang mampu mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya identitas resmi bagi anak.

“Ini merupakan inisiatif yang sangat baik dari Kajari Soppeng. Pelayanan seperti ini memudahkan masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan anak karena setiap anak memiliki identitas resmi,” kata Suwardi.

Ia juga menilai program tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak, di mana setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan serta identitas yang jelas.

Kepemilikan Kartu Identitas Anak tidak hanya berkaitan dengan administrasi kependudukan. Dokumen ini juga memiliki peran penting dalam aspek perlindungan dan keselamatan anak.

Dalam berbagai situasi di tempat keramaian seperti pasar, pusat perbelanjaan, maupun lokasi kegiatan masyarakat lainnya, anak terkadang dapat terpisah dari orang tuanya. Tanpa identitas yang jelas, petugas sering mengalami kesulitan untuk mengetahui nama maupun alamat anak tersebut.

Dengan adanya KIA, identitas anak dapat segera diketahui sehingga proses mempertemukan kembali anak dengan orang tua atau keluarganya dapat berlangsung lebih cepat.

Selain itu, KIA juga membantu aparat penegak hukum dalam memastikan identitas serta usia anak dalam berbagai situasi yang melibatkan anak. Hal ini penting agar penanganan yang dilakukan tetap mengacu pada ketentuan perlindungan anak sesuai peraturan yang berlaku.

Melalui pelayanan Pos CERIA di Pasar Ramadhan SUKSES 2026, Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kejaksaan Negeri Soppeng berharap semakin banyak anak di daerah tersebut memiliki identitas resmi.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kepemilikan KIA, tetapi juga memperkuat perlindungan terhadap hak, identitas, serta keselamatan anak di Kabupaten Soppeng.

(Silviana)

Senin, 09 Maret 2026

Talk Show UMKM di Pasar Ramadhan SUKSES 2026 Soroti Perputaran Ekonomi Daerah


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pasar Ramadhan SUKSES 2026 tidak hanya menjadi pusat aktivitas kuliner dan hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang penguatan ekonomi kerakyatan berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Soppeng.

Hal tersebut mengemuka dalam Talk Show Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Berbasis UMKM yang digelar di kawasan Pasar Ramadhan SUKSES 2026, Senin malam (9/3/2026).

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Branch Office Head Bank Rakyat Indonesia (BRI) Watansoppeng, Rahmatuloh Habibie, dan dosen Pascasarjana Universitas Lamappapoleonro Soppeng, Dr. Nurmal Idrus, MM.

Dalam paparannya, Rahmatuloh Habibie menyampaikan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI di wilayah Soppeng telah mencapai sekitar 96 persen dari target tahun berjalan. Program KUR dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan sektor UMKM.

“KUR BRI memiliki suku bunga relatif rendah, sekitar 6 persen per tahun atau 0,5 persen per bulan, sehingga cukup membantu pelaku usaha kecil dalam mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengungkapkan salah satu tantangan sektor perbankan di daerah adalah keterbatasan likuiditas. Kondisi tersebut terjadi karena dana masyarakat yang tersimpan di perbankan belum sebanding dengan jumlah kredit yang disalurkan.

“Secara sederhana, dana masyarakat Soppeng lebih banyak mengalir keluar daerah melalui sistem perbankan. Artinya, uang masyarakat berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku usaha di luar daerah dibandingkan oleh UMKM lokal,” jelasnya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat lebih bijak dalam memilih lembaga keuangan tempat menyimpan dana, sehingga tabungan masyarakat juga dapat berkontribusi dalam pembiayaan usaha kecil di daerah.

Sementara itu, Dr. Nurmal Idrus menilai Pasar Ramadhan SUKSES 2026 merupakan contoh nyata bagaimana sebuah event mampu menggerakkan perputaran ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan seperti pasar ramadhan menjadi ruang pertemuan langsung antara pedagang dan pembeli, yang merupakan model pemasaran paling efektif bagi pelaku UMKM.

“Banyak masyarakat tidak menyadari bahwa event seperti ini memiliki dampak ekonomi yang cukup besar bagi pelaku usaha kecil,” katanya.

Ia juga menilai penyelenggaraan Pasar Ramadhan menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Soppeng di bawah kepemimpinan Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil.

Pelaksanaan kegiatan tersebut dipercayakan kepada PT Lamataesso Mattappa sebagai perusahaan daerah agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.

Menurutnya, meski kegiatan semacam ini tidak selalu memberikan keuntungan besar bagi penyelenggara, namun dampak ekonominya bagi pelaku UMKM sangat signifikan.

Karena itu, ia mengusulkan agar durasi Pasar Ramadhan dapat diperpanjang. Selain itu, konsep pasar tematik seperti ini juga dinilai dapat digelar lebih dari sekali dalam setahun, misalnya pada momentum hari besar nasional atau peringatan Hari Jadi Kabupaten Soppeng.

Dengan demikian, ruang pemasaran bagi UMKM lokal semakin terbuka dan perputaran ekonomi masyarakat dapat terus tumbuh di daerah.

(Silviana)

Bukber Intelektual di Pasar Ramadan: Siswa English Course Sanggar Masumange SDN 7 Salotungo Rayakan Ramadan dengan Spirit Learning


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Ramadan tidak selalu harus dibaca hanya sebagai ritual puasa dan berbuka. Dalam ruang yang lebih luas, Ramadan juga dapat menjadi laboratorium pembelajaran kehidupan—tempat nilai spiritual, kebersamaan, dan intelektualitas bertemu dalam satu momentum yang sederhana.

Inilah yang tergambar dalam kegiatan Buka Puasa Bersama (Bukber) yang digelar oleh para siswa Kursus Bahasa Inggris Sanggar Masumange SDN 7 Salotungo di kawasan Pasar Ramadan. Di tengah keramaian pedagang, aroma makanan berbuka, dan hiruk-pikuk masyarakat, para siswa justru menghadirkan suasana belajar yang berbeda: learning in real social context.

Kegiatan ini didampingi langsung oleh mentor mereka, Miss Kiky, yang memandang bahwa pembelajaran bahasa seharusnya tidak selalu terkurung di ruang kelas.

Menurutnya, kemampuan bahasa akan tumbuh lebih hidup ketika siswa berinteraksi langsung dengan realitas sosial.

“Language grows through experience. When students speak, observe, and interact in real situations, their confidence naturally develops,” ujarnya.

Bukber tersebut dihadiri oleh sejumlah siswa yang selama ini aktif mengikuti kursus bahasa Inggris di Sanggar Masumange, yakni:

A. Rania Mallarangeng

Aisyah Kayla Bilqis

Wereati Tuppuricinna

Nur Fadillah

Attiya Amira Azzahrah

Jihan Talita Ulfa

Arinda Nur Maulidya

Menariknya, selama kegiatan berlangsung para siswa tidak hanya berbincang santai, tetapi juga mencoba mempraktikkan percakapan bahasa Inggris sederhana sambil mengamati berbagai aktivitas di Pasar Ramadan. Mereka belajar menyebut nama makanan, mengekspresikan perasaan, hingga berbagi cerita dalam bahasa yang sedang mereka pelajari.

Pendekatan seperti ini dalam dunia pendidikan modern sering disebut sebagai contextual learning, yakni pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata.

Bagi para siswa SDN 7 Salotungo, pengalaman kecil ini memiliki makna besar. Mereka belajar bahwa bahasa bukan sekadar mata pelajaran, tetapi alat untuk memahami dunia.

Salah seorang peserta, A. Rania Mallarangeng, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan tersebut.

“Belajar bahasa Inggris di luar kelas terasa lebih menyenangkan. Kita bisa langsung mencoba berbicara dan saling membantu,” ujarnya.

Kegiatan sederhana ini sekaligus menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak selalu memerlukan panggung besar. Kadang-kadang, ruang belajar terbaik justru hadir di tengah kehidupan sehari-hari.

Melalui Sanggar Masumange, para siswa SDN 7 Salotungo sedang diperkenalkan pada cara belajar yang lebih luas: belajar berpikir, belajar berkomunikasi, dan belajar membangun kepercayaan diri sejak usia dini.

Di tengah suasana Ramadan yang penuh keberkahan, kegiatan bukber ini menjadi simbol kecil bahwa ilmu, persahabatan, dan spiritualitas dapat tumbuh bersama.

Dan dari pertemuan sederhana di Pasar Ramadan itu, satu pesan pendidikan kembali ditegaskan:

Great learning often begins from simple moments shared together.

(Red) 

Sabtu, 07 Maret 2026

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid Dampingi Bupati Suwardi Haseng dalam Safari Ramadhan di Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Partai Golkar, Nurdin Halid, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan daerah dan kepedulian sosial dengan menggelar Safari Ramadhan dan silaturahmi bersama masyarakat Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng.

Kegiatan ini berlangsung di kediaman pribadi Bupati Soppeng, H.Suwardi Haseng, di Cabbenge, Minggu (8/3/2026).

Acara yang dihadiri sekitar 500 warga ini menjadi momen penting bagi warga Lilirilau untuk bertemu langsung dengan tokoh nasional sekaligus kader Partai Golkar.

Selain silaturahmi, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pembagian paket sembako Ramadhan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menyampaikan apresiasi atas kedatangan Nurdin Halid.

Menurut Suwardi, NH adalah sosok yang konsisten dan memiliki komitmen tinggi dalam membina kader serta memperhatikan masyarakat.

“Salah satu buktinya adalah hari ini beliau datang bersilaturahmi dengan masyarakat Lilirilau,” ujar Suwardi Haseng di hadapan warga yang antusias.

Suwardi juga mengungkapkan bahwa Nurdin Halid merupakan salah satu tokoh yang mendorongnya maju dalam kontestasi Pilkada Soppeng 2024.

Dukungan ini, menurut Suwardi, menjadi kunci kesuksesannya hingga kini.

“Pak NH adalah salah satu orang yang mendorong saya menjadi calon kepala daerah, mengurus partai, dan membantu sampai berhasil,”terang Suwardi yang disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

Nurdin Halid dalam sambutannya juga berbagi cerita mengenai proses awal dukungan terhadap Suwardi Haseng sebelum Pilkada Soppeng 2024.

Ia menjelaskan bahwa pembicaraan internal keluarga dilakukan satu hingga dua tahun sebelum pilkada untuk menentukan kesiapan Suwardi maju sebagai calon kepala daerah.

“Setelah melalui pembicaraan, diputuskan beliau maju dan kita dukung tidak setengah-setengah,” kata Nurdin Halid, menekankan pentingnya komitmen penuh dalam mendukung kader Partai Golkar.

Selain itu, Nurdin Halid menyampaikan bahwa Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah yang paling sering dikunjunginya dalam berbagai agenda tahun ini. “Itu karena saya bersaudara dengan bupatinya,” ujar Nurdin disambut tawa dan tepuk tangan warga.

Dalam kesempatan yang sama, Nurdin Halid menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan fungsi dan peran sebagai anggota DPR RI dalam mendukung pembangunan daerah.

Ia bahkan meminta Bupati Soppeng mengumpulkan seluruh pimpinan perangkat daerah untuk memaparkan rencana pembangunan, agar peluang penganggaran bisa dioptimalkan.

“Supaya kami bisa melihat peluang penganggaran melalui tugas kami di DPR RI,” ujarnya.

Acara silaturahmi ditutup dengan penyerahan sembako Ramadhan kepada warga sebagai bentuk kepedulian sosial.

Selain itu, penyerahan Buku Koperasi Merah Putih dari anggota DPR RI Komisi VI dari dapil Sulawesi Selatan II.

Kegiatan ini menegaskan bahwa perhatian terhadap masyarakat tetap menjadi prioritas bagi Nurdin Halid dan Bupati Suwardi Haseng, sekaligus memperkuat hubungan antara kader partai dengan konstituen.

Dengan agenda seperti ini, diharapkan hubungan antara DPR RI, pemerintah daerah, dan masyarakat Soppeng semakin erat, mendukung terciptanya pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

(Silviana) 

Polres Soppeng Optimalkan Keamanan Lingkungan Saat Ramadhan dengan Himbauan Malam Hari


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Memasuki malam ke-19 bulan suci Ramadhan, Sat Binmas Polres Soppeng kembali melakukan kegiatan himbauan kamtibmas kepada masyarakat, sebagai bentuk upaya menjaga keamanan dan ketertiban di tengah aktivitas ibadah puasa.

Kegiatan berlangsung pada Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WITA di Jalan Kemakmuran, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, usai pengamanan salat tarawih di sejumlah masjid setempat.

Kaurmintu Sat Binmas Polres Soppeng, Aiptu Burhan, S.Sos, bersama Kanit Kamsa Bripka Lukman, turun langsung ke masyarakat.

Mereka menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan mengajak warga untuk berperan aktif dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif.

“Melalui himbauan ini, kami ingin masyarakat tetap tenang dan nyaman menjalankan ibadah puasa. Penting bagi kita semua untuk saling menghormati, menjaga sikap, dan menghindari kegiatan yang bisa mengganggu kekhusyukan,” jelas Aiptu Burhan.

Kegiatan himbauan ini sejalan dengan arahan Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., yang menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menciptakan keamanan lingkungan.

“Kami mengajak seluruh warga Kabupaten Soppeng untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, saling menghormati, serta menghindari kegiatan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat yang sedang beribadah,” ujarnya.

Selain himbauan lisan, personel Sat Binmas juga memberikan tips praktis bagi warga, termasuk mengawasi lingkungan sekitar, berkoordinasi dengan aparat setempat, dan memanfaatkan teknologi keamanan seperti kamera CCTV maupun aplikasi laporan gangguan keamanan.

Menurut Aiptu Burhan, langkah ini merupakan bagian dari strategi proaktif kepolisian untuk memastikan Ramadhan berlangsung aman dan kondusif.

“Kolaborasi antara polisi dan masyarakat sangat penting. Dengan sinergi ini, kita berharap situasi kamtibmas tetap terjaga, dan aktivitas ibadah bisa berjalan khusyuk tanpa gangguan,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari konsistensi Sat Binmas Polres Soppeng dalam menjaga ketertiban masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya keamanan lingkungan, khususnya pada bulan suci Ramadhan.

Masyarakat pun menyambut baik kehadiran polisi di malam hari. Sejumlah warga menyatakan merasa lebih aman dan nyaman saat menjalankan ibadah puasa.

Mereka juga mengapresiasi upaya pihak kepolisian yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga aktif melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

Dengan program seperti ini, Sat Binmas Polres Soppeng berharap keamanan dan ketertiban di Kabupaten Soppeng tetap terjaga, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.

(Silviana) 

Senyum Warga Terima Tajil Gratis Polsek Lalabata, Warnai Sore Ramadhan 2026 1447 Hijriah di Soppeng

 


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Polsek Lalabata bekerja sama dengan Bhayangkari Ranting Lalabata menggelar kegiatan sosial yang menyentuh hati warga. Kegiatan ini berupa pembagian ratusan paket takjil secara gratis kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di depan Mapolsek Lalabata, Jalan Kemakmuran, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sabtu (7/3/2025) sore.

Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Lalabata, AKP Mahmuddin, S.Sos, didampingi Ketua Bhayangkari Ranting Lalabata, Ny. Anggu Mahmuddin. Selain aparat kepolisian dan pengurus Bhayangkari, sejumlah tokoh masyarakat serta perwakilan organisasi wanita turut hadir untuk memeriahkan momen berbagi ini.

Dalam kesempatan tersebut, AKP Mahmuddin menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini merupakan wujud nyata Polri dalam menjalankan fungsi pengayoman, perlindungan, dan pelayanan terhadap masyarakat.

“Kami berharap pembagian takjil ini dapat sedikit meringankan dahaga warga yang sedang menunggu waktu berbuka puasa, sekaligus mempererat hubungan emosional antara polisi, Bhayangkari, dan masyarakat Lalabata,” ujarnya.

Ratusan paket takjil yang terdiri dari kolak, air mineral, dan makanan ringan langsung disambut antusias warga. Senyum dan ucapan terima kasih mewarnai setiap penerima paket, menunjukkan hangatnya interaksi antara aparat kepolisian dan masyarakat setempat. 

Banyak warga mengaku senang bisa mendapatkan takjil gratis dan merasakan kedekatan dengan anggota Polri yang dikenal sebagai pengayom masyarakat.

Setelah pembagian takjil, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara personel Polsek dan pengurus Bhayangkari Ranting Lalabata. Kegiatan ini menjadi momen kebersamaan yang hangat dan memperkuat ikatan sosial antaranggota kepolisian dan masyarakat.

Ny. Anggu Mahmuddin menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan program rutin Bhayangkari yang tidak hanya fokus pada kegiatan internal organisasi, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, terutama selama bulan suci Ramadhan.

“Selain berbagi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi sosial dan memperkuat citra positif kepolisian di mata masyarakat. Harapannya, masyarakat semakin mengenal Polri sebagai mitra dan pelindung yang peduli terhadap kesejahteraan mereka,” tambahnya.

Kegiatan sosial ini menjadi bukti nyata bagaimana institusi kepolisian tidak hanya menjalankan tugas keamanan, tetapi juga aktif membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Tindakan sederhana namun penuh makna seperti pembagian takjil ini diharapkan bisa menebar kebaikan dan menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat Lalabata, khususnya pada momen penuh berkah di bulan Ramadhan.

(Silviana)

Jumat, 06 Maret 2026

Pererat Silaturahmi, Sat Binmas Polres Soppeng dan Saka Bhayangkara Berbagi Takjil di Lalabata


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Soppeng bersama anggota Saka Bhayangkara menggelar kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat dan para pengguna jalan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 16.30 WITA, bertempat di Jalan Kemakmuran, tepatnya di depan Taman Sutra, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Dalam kegiatan tersebut, puluhan paket takjil dibagikan kepada warga yang melintas di lokasi. Para personel Sat Binmas bersama anggota Saka Bhayangkara tampak antusias membagikan takjil kepada pengendara maupun masyarakat yang sedang dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polres Soppeng kepada masyarakat sekaligus upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan warga, khususnya di momentum bulan suci Ramadhan yang identik dengan semangat berbagi dan kebersamaan.

Setelah kegiatan pembagian takjil selesai, personel Sat Binmas Polres Soppeng bersama anggota Saka Bhayangkara melanjutkan kegiatan dengan buka puasa bersama yang dilaksanakan di Aula Aspol Polres Soppeng.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu program kerja Saka Bhayangkara Polres Soppeng selama bulan Ramadhan, yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian sosial serta memperkuat kebersamaan antara anggota kepolisian dan generasi muda.

Selain berbagi takjil, Kasat Binmas Polres Soppeng IPTU Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si bersama jajaran turut memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat.

Ia mengajak masyarakat agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan, sehingga suasana ibadah dapat berjalan dengan aman dan nyaman.

Terpisah, Kapolres Soppeng menyampaikan harapannya agar kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan warga,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Soppeng IPTU Andri Hermansyah menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda melalui wadah Saka Bhayangkara.

“Ini bukan sekadar bagi-bagi takjil. Kami juga ingin menanamkan kepada adik-adik Saka Bhayangkara tentang pentingnya berbagi, peduli kepada masyarakat, serta ikut menjaga keamanan lingkungan, apalagi di bulan Ramadhan,” ungkapnya.

Menurutnya, melalui kegiatan seperti ini diharapkan para anggota Saka Bhayangkara dapat semakin memahami nilai-nilai kepedulian sosial, tanggung jawab, serta peran mereka sebagai generasi muda dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Kegiatan pembagian takjil ini berlangsung dengan lancar dan penuh kebersamaan. Masyarakat yang menerima takjil pun menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Soppeng yang telah berbagi menjelang waktu berbuka puasa.

Momentum Ramadhan ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan serta kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

(Silviana)

Rabu, 04 Maret 2026

Kapolres Soppeng Resmikan Rumah Imam Masjid Al Aqso, Dukung Pembinaan Keagamaan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. meresmikan Rumah Imam Masjid Al Aqso 2003 yang berada di lingkungan Markas Komando (Mako) Polres Soppeng, Jalan Latenribali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Rabu (4/3/2026).

Peresmian rumah imam tersebut berlangsung khidmat dan penuh makna, terlebih dilaksanakan di tengah suasana Bulan Suci Ramadhan yang sarat dengan nilai kebersamaan dan spiritualitas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Soppeng, Wakil Bupati Soppeng, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Soppeng, jajaran pejabat utama Polres Soppeng, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah perwakilan elemen masyarakat lainnya.

Prosesi peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana sebagai simbol resmi difungsikannya Rumah Imam Masjid Al Aqso 2003.

Dalam sambutannya, Kapolres Soppeng menyampaikan bahwa pembangunan rumah imam tersebut merupakan bentuk perhatian dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan di lingkungan Polres Soppeng.

Menurutnya, keberadaan rumah imam menjadi sarana penting dalam mendukung aktivitas ibadah sekaligus memperkuat pembinaan keagamaan bagi personel kepolisian maupun masyarakat sekitar.

“Pembangunan Rumah Imam ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap sarana penunjang kegiatan keagamaan, sekaligus sebagai dukungan terhadap peran imam dalam membina umat dan memakmurkan masjid,” ujar AKBP Aditya Pradana.

Ia menambahkan, keberadaan rumah imam diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi imam dalam menjalankan tugas keagamaan, khususnya selama Bulan Ramadhan yang identik dengan meningkatnya aktivitas ibadah di masjid.

“Semoga keberadaan rumah imam ini dapat memberikan manfaat besar bagi jamaah dan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” tambahnya.

Selain sebagai fasilitas penunjang ibadah, pembangunan rumah imam juga menjadi simbol sinergitas antara institusi kepolisian, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menjaga kehidupan beragama yang harmonis.

Para tokoh agama dan masyarakat yang hadir menyambut baik keberadaan rumah imam tersebut.

Mereka menilai langkah Polres Soppeng ini sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat nilai-nilai religius di tengah kehidupan masyarakat.

Peresmian ini juga menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan sosial.

Seluruh rangkaian kegiatan peresmian berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan hingga acara selesai.

Dengan diresmikannya Rumah Imam Masjid Al Aqso 2003, diharapkan keberadaan masjid di lingkungan Polres Soppeng semakin aktif sebagai pusat kegiatan ibadah, pembinaan spiritual, serta memperkuat nilai kebersamaan antara aparat kepolisian dan masyarakat.

(Silviana) 

Photos

Business

Internasional

Ekonomi

Politik

HUKUM KRIMINAL

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved