TEROPONG SULAWESI -->

Halaman

Daerah

Ads

Postingan Populer

Nasional

Kesehatan

Internasional

Arsip Blog

TOP NEWS

Senin, 05 Oktober 2026

Bawa Kue HUT TNI, Kapolsek Liliriaja Sambangi Koramil: Soliditas TNI-Polri Terjaga


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Kekompakan TNI dan Polri di wilayah Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, kembali terlihat dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Kapolsek Liliriaja AKP Mahmuddin, S.Sos., bersama sejumlah personel Polsek Liliriaja mendatangi Mako Koramil 1423-04/Liliriaja di Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, Senin (5/10/2026).

Kedatangan jajaran Polsek Liliriaja tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial. Mereka membawa kue ucapan sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat kepada keluarga besar TNI yang tengah memperingati hari jadinya.

Rombongan disambut langsung oleh Danramil 1423-04/Liliriaja Kapten Inf. Aries Hasan bersama personel Koramil. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak selama kegiatan berlangsung.

Kapolsek Liliriaja kemudian menyerahkan kue ucapan Dirgahayu TNI ke-81 kepada Danramil secara simbolis.

Momen sederhana tersebut menjadi gambaran eratnya hubungan antara jajaran Polsek dan Koramil dalam menjalankan tugas di wilayah Kecamatan Liliriaja.

Sinergitas TNI-Polri di tingkat kewilayahan memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Koordinasi yang terbangun dengan baik menjadi modal bersama dalam menghadapi berbagai dinamika dan persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Melalui momentum HUT TNI ke-81, jajaran Polsek Liliriaja dan Koramil 1423-04/Liliriaja menunjukkan komitmen untuk terus menjaga komunikasi, memperkuat soliditas, serta bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 11.30 WITA tersebut berjalan aman, tertib, khidmat dan lancar hingga selesai.

Kebersamaan itu sekaligus menjadi pesan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas satu institusi, melainkan membutuhkan sinergi dan kekompakan seluruh unsur di wilayah.

(RAT)

Minggu, 04 Oktober 2026

Serunya Outing Class TKN Lamung Patue Watansoppeng: Anak-anak Belajar Langsung Proses Pembuatan Air Gelas Wetzo di CV. Aresota Jaya


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana penuh antusias dan kegembiraan terlihat dalam kegiatan Outing Class TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng yang dilaksanakan pada Senin, 5 Oktober 2026, di CV. Aresota Jaya, yang beralamat di Jl. Daeng Bora Kelu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak karena mereka berkesempatan melihat secara langsung proses pengolahan dan produksi air bersih dalam kemasan gelas Wetzo.

Kegiatan Outing Class tersebut merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang disesuaikan dengan topik pembelajaran “Air”. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui cerita dan gambar di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengamati secara langsung bagaimana air diproses hingga menjadi air minum yang siap dikonsumsi dan didistribusikan kepada masyarakat.

Kedatangan rombongan TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng mendapat sambutan yang hangat dari Pimpinan CV. Aresota Jaya, Hj. Hernawati. Beliau menyampaikan sambutan yang baik dan penuh apresiasi atas kunjungan anak-anak. Pihak perusahaan dengan terbuka memberikan kesempatan kepada peserta didik dan guru untuk mengenal lebih dekat tahapan proses produksi air gelas Wetzo.


Dalam kunjungan tersebut, anak-anak diajak mengamati berbagai tahapan produksi secara langsung. Mulai dari proses penyaringan air, pengolahan hingga menjadi air bersih, kemudian proses pengisian air ke dalam gelas, dilanjutkan dengan penutupan dan pengepresan gelas, hingga tahap akhir berupa pengemasan ke dalam dos dan pengepakan sebelum produk siap didistribusikan.

Anak-anak tampak sangat antusias menyaksikan setiap tahapan tersebut. Beberapa di antara mereka terlihat memperhatikan dengan penuh rasa ingin tahu bagaimana mesin bekerja dan bagaimana air yang telah melalui proses pengolahan dapat dikemas dengan rapi. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan kehidupan nyata di lingkungan sekitar.


Kepala TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng, Jumrah, S.Pd, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas sambutan yang diberikan oleh CV. Aresota Jaya.

“Anak-anak sangat senang karena hari ini mereka dapat melihat secara langsung proses pembuatan air gelas Wetzo. Selama ini mereka mengenal air melalui pembelajaran di kelas, tetapi melalui kegiatan Outing Class ini mereka dapat melihat sendiri bagaimana air diproses, disaring, dimasukkan ke dalam gelas, ditutup dan dipres, kemudian dikemas hingga siap untuk didistribusikan,” ujar Jumrah, S.Pd.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting bagi pendidikan anak usia dini karena memberikan pengalaman belajar yang nyata, menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan dunia anak.

“Kami berharap pengalaman ini dapat menambah wawasan anak-anak sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian bertanya, kemampuan mengamati, serta kesadaran untuk menjaga kebersihan dan menggunakan air dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Sementara itu, Hj. Amriani, S.Pd, salah satu guru TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng, mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi peserta didik.

“Kami sangat bersyukur karena melalui kegiatan ini anak-anak tidak hanya mengenal air bersih, tetapi juga memahami bahwa air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Manusia membutuhkan air, hewan membutuhkan air, begitu juga tumbuhan. Anak-anak dapat melihat bahwa air yang kita konsumsi ternyata melalui proses yang panjang dan harus dijaga kebersihan serta kualitasnya,” ungkap Hj. Amriani, S.Pd.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada anak, seperti bersyukur atas nikmat Tuhan, menjaga kebersihan, tidak membuang-buang air, tertib selama berada di lingkungan kerja, serta menghargai orang-orang yang bekerja dalam menyediakan kebutuhan masyarakat.

Menurut Hj. Amriani, pembelajaran melalui pengalaman langsung seperti ini akan lebih mudah diingat oleh anak karena mereka dapat melihat, mendengar, mengamati, bertanya, dan merasakan pengalaman secara langsung.

Kegembiraan juga dirasakan oleh peserta didik. Salah satu peserta didik TKN Lamung Patue Watansoppeng, Ananda Raja, mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti kunjungan tersebut.

“Saya senang bisa datang ke pabrik Wetzo. Saya bisa melihat bagaimana air dibuat, dimasukkan ke gelas, ditutup, lalu dimasukkan ke dalam dos. Saya juga senang bisa minum air gelas Wetzo langsung di tempat pembuatannya dan melihat air yang sudah dikemas sampai dinaikkan ke mobil truk,” ungkap Raja dengan penuh antusias.

Pengalaman tersebut menjadi kenangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka tidak hanya melihat produk yang sudah jadi, tetapi juga menyaksikan perjalanan produk tersebut dari proses pengolahan hingga siap dikirim dan digunakan oleh masyarakat.

Outing Class TKN Lamung Patue Watansoppeng ke CV. Aresota Jaya menjadi salah satu bentuk penerapan pembelajaran bermakna dan kontekstual. Anak-anak diajak keluar dari ruang kelas untuk belajar dari lingkungan dan dunia nyata.

Melalui kegiatan tersebut, berbagai aspek perkembangan anak dapat terstimulasi, antara lain kemampuan bahasa melalui kegiatan bertanya dan bercerita, kemampuan kognitif melalui kegiatan mengamati dan memahami urutan proses, kemampuan sosial-emosional melalui kegiatan bersama, serta nilai agama dan budi pekerti melalui pembiasaan bersyukur dan menjaga ciptaan Tuhan.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat pemahaman anak bahwa air bukan sekadar benda yang mereka gunakan setiap hari, tetapi merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.


Dengan adanya kunjungan edukatif ini, diharapkan anak-anak TKN Lamung Patue Watansoppeng semakin memiliki rasa ingin tahu, gemar belajar dari lingkungan sekitar, serta tumbuh menjadi anak yang peduli terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian sumber daya air.

Outing Class bukan sekadar perjalanan keluar sekolah, tetapi menjadi pengalaman belajar yang menghadirkan dunia nyata ke dalam pembelajaran anak. Melalui pengalaman melihat langsung proses pembuatan air gelas Wetzo di CV. Aresota Jaya, anak-anak belajar bahwa setiap tetes air yang mereka nikmati memiliki proses, manfaat, dan nilai yang sangat penting bagi kehidupan.

(RAT) 

Terpilih Aklamasi, Burhanuddin Andi Bawa HKTI Sulsel Lebih Dekat dengan Petani


Makassar, Teropongsulawesi.com, Irjen Pol. (Purn.) Burhanuddin Andi membawa pesan sederhana namun tegas setelah dipercaya memimpin DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Selatan.

“Siap mewakafkan diri untuk HKTI.”

Pernyataan itu disampaikan Burhanuddin sesaat setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD HKTI Sulsel melalui Musyawarah Daerah (Musda) di Makassar, Ahad (4/10/2026).

Bagi Burhanuddin, amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi. Ia melihat HKTI sebagai wadah yang harus mampu memperjuangkan kepentingan petani sekaligus menjadi jembatan antara petani dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Saya siap bekerja dan memberikan waktu, pikiran serta tenaga untuk HKTI. Saya ingin HKTI hadir lebih dekat dengan petani dan benar-benar menjadi bagian dari perjuangan mereka,” ujarnya.

Jangan Berhenti di Atas Kertas

Burhanuddin menekankan bahwa keberadaan struktur organisasi yang lengkap belum cukup untuk menjadikan HKTI kuat.

Menurutnya, ukuran keberhasilan organisasi justru terletak pada sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan oleh petani.

“Kita tidak ingin HKTI hanya kuat secara struktur, tetapi juga harus terasa manfaatnya. Petani harus menjadi perhatian utama. Apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan mereka harus kita dengarkan dan perjuangkan bersama,” katanya.

Karena itu, ia mendorong seluruh jajaran HKTI Sulsel untuk membangun komunikasi langsung dengan petani dan memahami persoalan yang terjadi di lapangan.

Menurutnya, HKTI harus hadir bukan hanya dalam forum-forum organisasi, tetapi juga ketika petani membutuhkan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi.

Didukung Struktur 24 Kabupaten/Kota

Musda DPD HKTI Sulsel tersebut digelar bersamaan dengan pelantikan pengurus DPC HKTI dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Struktur tersebut menjadi modal awal bagi Burhanuddin untuk menjalankan agenda kepemimpinannya.

Apalagi, sebagian besar ketua DPC HKTI di Sulsel berasal dari kalangan kepala daerah. Posisi tersebut dinilai membuka peluang sinergi yang lebih kuat antara HKTI dan pemerintah daerah dalam memperjuangkan sektor pertanian.

Namun, kekuatan struktur itu harus dibarengi kerja nyata.

Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding sebelumnya mengingatkan jajaran pengurus agar organisasi tidak hanya memiliki struktur yang kuat, tetapi mampu menerjemahkan kekuatan tersebut menjadi kerja yang berdampak bagi petani.

Pesan itu menjadi salah satu tantangan utama bagi Burhanuddin bersama jajaran pengurus baru HKTI Sulsel.

Dari Jenderal Polisi ke Dunia Petani

Burhanuddin Andi merupakan purnawirawan Polri kelahiran Soppeng, 26 April 1959. Lulusan Akpol 1983 itu memiliki pengalaman panjang di tubuh kepolisian.

Ia pernah dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Kapolda Bengkulu dan Kapolda Sulselbar. Burhanuddin juga pernah menjabat Koorsahli Kapolri.

Kini, setelah menyelesaikan pengabdiannya di institusi kepolisian, Burhanuddin mengambil peran baru melalui HKTI.

Pengalaman memimpin dan berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat menjadi modal yang akan dibawanya dalam memimpin organisasi tersebut.

Amanah baru itu kini menunggu pembuktian.

Bukan sekadar seberapa kuat struktur HKTI Sulsel dibangun, tetapi seberapa dekat organisasi tersebut hadir dan seberapa nyata manfaatnya dirasakan petani.

(RAT)

Jelang MTQ ke-5 Soppeng, Panitia dan Warga Leworeng Kompak Bersihkan Panggung Utama


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-5 Tingkat Kabupaten Soppeng, semangat gotong royong terlihat di Desa Leworeng, Senin (5/10/2026).

Panitia lokal bersama pemerintah desa, pemuda dan masyarakat turun langsung melakukan pembersihan panggung utama serta sejumlah fasilitas pendukung yang akan digunakan selama rangkaian kegiatan MTQ.

Aksi bersih-bersih tersebut dipimpin Ketua Panitia Lokal, Alias Sa’id, dan turut dihadiri Kepala Desa Leworeng Rusdi Ibrahim bersama jajaran panitia lokal.

Dengan penuh kebersamaan, mereka membersihkan lantai panggung, area sekitar lokasi, jalur masuk hingga tempat duduk yang akan digunakan para tamu undangan.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari persiapan teknis, tetapi juga memperlihatkan kekompakan masyarakat Desa Leworeng dalam menyambut pelaksanaan MTQ.

Ketua Panitia Lokal Alias Sa’id mengatakan, kesiapan panggung utama menjadi salah satu perhatian penting karena lokasi tersebut akan menjadi pusat kegiatan dan tempat berkumpulnya para peserta, tamu undangan serta masyarakat.

“Panggung utama adalah wajah acara. Maka harus bersih, rapi dan nyaman. Kami ingin tamu, peserta maupun masyarakat yang hadir merasa dihormati dan betah,” ujar Alias Sa’id.

Senada, Kepala Desa Leworeng Rusdi Ibrahim menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan merupakan bagian dari persiapan akhir sebelum seluruh rangkaian MTQ resmi dimulai.

Ia memastikan pihak panitia bersama masyarakat akan terus menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.

“Ini bagian dari persiapan akhir sebelum acara resmi dimulai. Panitia berkomitmen terus menjaga kebersihan sepanjang pelaksanaan MTQ, karena kebersihan adalah bagian daripada iman,” jelas Rusdi Ibrahim.

Gotong royong tersebut menjadi bukti bahwa suksesnya MTQ bukan hanya tanggung jawab panitia, tetapi juga merupakan kerja bersama seluruh elemen masyarakat sebagai tuan rumah.

(Red)

Suwardi Haseng Pimpin HKTI Soppeng, Burhanuddin Andi Terpilih Aklamasi di Sulsel


Makassar, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E. resmi dipercaya memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Soppeng periode 2026–2031.

Suwardi dilantik sebagai Ketua DPC HKTI Soppeng bersama jajaran pengurus lainnya di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Ahad (4/10/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi HKTI Sulawesi Selatan yang mencakup 24 kabupaten/kota.

Dalam kepengurusan DPC HKTI Soppeng, Suwardi didampingi Musdar Asman, S.Pd., M.Si. sebagai sekretaris dan Andi Wahyu Gunawan, S.Sos., M.Si. sebagai bendahara.

Sementara posisi wakil ketua ditempati H. Asis Dahlan dan HAM Zulkarnain.

Pelantikan pengurus dilakukan Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Karding.

Pada momentum yang sama, Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Sulsel menetapkan Irjen Pol. (Purn.) Dr. H. Burhanuddin Andi sebagai Ketua DPD HKTI Sulsel.

Burhanuddin terpilih secara aklamasi setelah menjadi calon tunggal dan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan pencalonan.

Sebelumnya, panitia Musda telah membuka pendaftaran calon Ketua DPD HKTI Sulsel. Hasil Musda tersebut sekaligus menandai terbentuknya kepengurusan HKTI Sulsel untuk periode baru.

Dengan terbentuknya kepengurusan provinsi dan 24 DPC, struktur HKTI Sulsel kini telah mencakup seluruh kabupaten/kota.

Sejumlah kepala daerah pimpin DPC

Komposisi kepengurusan HKTI Sulsel turut diwarnai sejumlah kepala daerah yang dipercaya menjadi ketua DPC.

Selain Suwardi Haseng di Soppeng, terdapat Darmawangsyah Muin di Gowa, Paris Yasir di Jeneponto, Andi Muchtar Ali Yusuf di Bulukumba, Andi Asman Sulaiman di Bone, Andi Rosman di Wajo, Chaidir Syam di Maros, Sofyan Syam di Pangkep, Andi Ina Kartika Sari di Barru, Azizah Irma Wahyudianti Irwan di Pinrang serta Syaharuddin Alrif di Sidrap.

DPC daerah lainnya juga diisi tokoh pemerintahan dan daerah, seperti Andi Suharmika Hasir di Makassar, Mohammad Firdaus Dg Manye di Takalar, Muhammad Fathul Fauzy Nurdin di Bantaeng, Muhammad Natsir Ali di Kepulauan Selayar, Achmad Fauzan Guntur di Sinjai hingga Irwan Bachri Syam di Luwu Timur.

Kepengurusan tersebut menjadikan HKTI memiliki struktur organisasi di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

Kepengurusan HKTI Sulsel berada dalam struktur DPN HKTI yang diisi sejumlah tokoh nasional.

Presiden Prabowo Subianto Djojohadikusomo tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina DPN HKTI, sedangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjabat Ketua Dewan Penasihat.

Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko dipercaya sebagai Ketua Dewan Kehormatan dengan Andi Iwan Darmawan Aras sebagai Wakil Ketua Dewan Kehormatan.

Pada jajaran eksekutif, Sudaryono yang juga menjabat Kepala Badan Gizi Nasional dipercaya sebagai Ketua Umum DPN HKTI. Abdul Kadir Karding menjabat Sekretaris Jenderal.

Rangkaian kegiatan di Makassar turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel A. Rachmatika Dewi, jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda serta Ketua DPN Pengusaha Tani Yasir Machmud.

Bagi Soppeng, kepemimpinan Suwardi Haseng di DPC HKTI menjadi tambahan ruang organisasi bagi kepala daerah tersebut untuk terhubung dengan sektor pertanian dan petani di daerah.

Sementara di tingkat provinsi, terpilihnya Burhanuddin Andi secara aklamasi menandai dimulainya kepengurusan baru HKTI Sulsel yang menaungi 24 DPC kabupaten/kota.

Kini, Suwardi Haseng memimpin HKTI Soppeng dan Burhanuddin Andi menahkodai HKTI Sulsel dalam struktur organisasi yang sama-sama memiliki fokus pada penguatan sektor pertanian di Sulawesi Selatan.

(RAT) 


Kapolda Sulsel Berganti, Geng Motor Disorot: Ketua PJI Sulsel Titip Pesan Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu


Makassar, Teropongsulawesi.com, Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat. Harapan itu mencuat di tengah sorotan terhadap aksi kelompok geng motor yang dinilai semakin meresahkan warga, khususnya di Kota Makassar.

Ketua DPD Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Hasan Noma, S.Sos., menyambut kedatangan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., sebagai Kapolda Sulsel yang baru.

Akbar Hasan Noma yang akrab disapa Akbar Polo menyampaikan ucapan selamat sekaligus menitipkan pesan agar kepemimpinan baru Polda Sulsel mampu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

“Selamat datang di Sulawesi Selatan, Abangku Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin. Selamat menjalankan amanah sebagai Kapolda Sulsel. Semoga selalu diberikan kesehatan, kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas untuk masyarakat Sulawesi Selatan.”

Menurut Akbar, persoalan geng motor tidak boleh dipandang sebagai gangguan keamanan biasa apabila aktivitas tersebut telah mengarah pada tindakan yang membahayakan masyarakat.

Konvoi ugal-ugalan, penggunaan senjata tajam, penganiayaan, perusakan hingga dugaan tindak kriminal lainnya, kata dia, harus direspons secara cepat, profesional dan terukur sesuai ketentuan hukum.

“Saya berharap persoalan geng motor menjadi salah satu perhatian serius. Kalau ada pelaku yang melakukan tindak pidana dan membahayakan keselamatan masyarakat, saya berharap ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban,” tegasnya.

Masyarakat Butuh Rasa Aman

Akbar menilai kehadiran aparat di lapangan harus mampu memberikan rasa aman, terutama bagi masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari.

Ia mendorong Polda Sulsel bersama jajaran kewilayahan memperkuat patroli dan langkah pencegahan di titik-titik yang dianggap rawan serta mempercepat respons terhadap laporan masyarakat.

“Kalau pelaku melakukan kejahatan dan membahayakan nyawa orang lain, aparat harus bertindak tegas sesuai kewenangan hukum. Jangan ragu menegakkan hukum. Masyarakat membutuhkan rasa aman, bukan ketakutan akibat aksi geng motor,” ujarnya.

Namun demikian, Akbar menekankan bahwa ketegasan aparat harus tetap berada dalam koridor hukum. Penindakan harus dilakukan secara profesional, berdasarkan bukti dan prosedur yang berlaku.

Menurutnya, kepemimpinan Kapolda Sulsel yang baru membutuhkan pendekatan yang tegas sekaligus humanis, mengingat dinamika sosial di Sulawesi Selatan cukup kompleks.

PJI Sulsel Siap Bersinergi dengan Polda

Selain persoalan keamanan, Akbar juga menyatakan kesiapan PJI Sulsel membangun komunikasi dan sinergi dengan Polda Sulsel.

Ia menilai insan pers memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi kepada publik sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan penegakan hukum.

“Kami dari PJI Sulawesi Selatan siap membangun komunikasi dan sinergi yang positif dengan Polda Sulsel. Pers bukan untuk mencari-cari kesalahan, tetapi menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan informasi berdasarkan fakta serta kode etik jurnalistik,” katanya.

Ia berharap hubungan yang sehat antara kepolisian dan media dapat memperkuat komunikasi publik. Informasi mengenai berbagai persoalan keamanan diharapkan dapat disampaikan secara terbuka dan akurat sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.

Akbar juga berharap kepemimpinan Irjen Pol. M. Awal Chairuddin membawa Polda Sulsel semakin Presisi, responsif terhadap pengaduan masyarakat, dekat dengan rakyat, profesional dan konsisten menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Sekali lagi, selamat datang dan selamat bertugas, Aba. Semoga amanah dan mampu membawa Polda Sulsel semakin dipercaya masyarakat,” pungkas Akbar Polo.

(Red)

Sabtu, 03 Oktober 2026

Bupati Soppeng dan Kades Ganra Tunjukkan Kebersamaan di Tengah Turnamen Domino


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat terlihat dalam Turnamen Domino PORDI Ganra Cup I 2026 yang digelar di Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Sabtu (3/10/2026).

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng hadir bersama Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, di tengah suasana turnamen yang diikuti 192 pasang peserta.

Keduanya tampak berbaur dengan masyarakat dan peserta. Suasana yang tercipta pun berlangsung cair dan akrab, jauh dari kesan formal sebagaimana kegiatan pemerintahan pada umumnya.

Kehadiran Bupati bersama Kades Ganra menjadi bagian dari ruang kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan olahraga rekreasi dan permainan rakyat tersebut.

Turnamen domino tidak hanya menjadi arena untuk berkompetisi. Bagi masyarakat, kegiatan semacam ini juga menjadi ruang bertemu, berbincang dan mempererat hubungan sosial antarsesama warga.

Di tengah deretan meja pertandingan, warga dari berbagai latar belakang dapat berkumpul dalam suasana yang sama. Sekat antara pejabat, tokoh masyarakat, pemuda dan warga pun mencair dalam interaksi yang sederhana.

Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, mengatakan PORDI Ganra Cup I digelar sebagai salah satu upaya menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat.

“Siapa pun bisa duduk di satu meja, tanpa melihat siapa dia dan apa jabatannya. Kita ingin terus menghidupkan rasa saling mengenal, saling menghargai dan rasa memiliki terhadap kampung,” kata Andi Wahyu.

Menurutnya, kehadiran Bupati Soppeng di tengah masyarakat memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan turnamen.

“Kehadiran Pak Bupati sebagai pertanda kesederhanaan. Beliau berbaur dan menyatu dengan masyarakat, duduk bersama, bercakap tanpa perbedaan kelas. Ini adalah kebersamaan,” ujarnya.

Andi Wahyu menilai ruang-ruang perjumpaan yang sederhana seperti turnamen domino memiliki arti penting dalam menjaga hubungan sosial masyarakat.

“Tidak harus selalu dalam kegiatan resmi. Masyarakat membutuhkan ruang untuk bertemu, berbincang dan membangun keakraban,” katanya.

PORDI Ganra Cup I 2026 pun diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.

Kehadiran Bupati Soppeng bersama Kades Ganra di tengah arena turnamen menjadi gambaran bahwa interaksi antara pemerintah dan masyarakat dapat dibangun melalui ruang-ruang sederhana, santai dan dekat dengan kehidupan warga.

(Red)

Jumat, 02 Oktober 2026

Kasi Intel Kejari Soppeng Tegaskan: Pencegahan Gagal, Penindakan Menanti


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng menegaskan komitmennya mengawal penyelenggaraan pemerintahan agar berjalan sesuai koridor hukum. Jajaran pemerintah daerah hingga pemerintahan desa diingatkan tidak mengabaikan aturan dalam menggunakan kewenangan dan mengelola anggaran publik.

Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Penerangan Hukum yang digelar Bidang Intelijen Kejari Soppeng di Aula Gabungan Dinas Kantor Bupati Soppeng, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti pimpinan SKPD, pimpinan BUMN dan BUMD, para camat, lurah serta kepala desa se-Kabupaten Soppeng.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Soppeng, Nazamuddin, SH, MH, mengatakan penerangan hukum menjadi salah satu instrumen pencegahan dini agar aparatur memahami potensi pelanggaran sebelum berkembang menjadi persoalan hukum.

Menurutnya, aparatur perlu mencermati setiap penggunaan kewenangan, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan pelayanan publik.

Sejumlah bentuk perbuatan yang diingatkan untuk dihindari di antaranya suap, gratifikasi, pungutan liar, penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan, manipulasi administrasi hingga praktik mark-up anggaran.

Nazamuddin menegaskan, Kejaksaan memberikan ruang bagi pemerintah dan aparatur untuk melakukan pembenahan melalui pendekatan preventif. Namun, ketika langkah pencegahan tidak dipatuhi, proses hukum dapat ditempuh sesuai ketentuan.

“Jika upaya-upaya preventif ini tidak berhasil, maka akan dilakukan langkah lebih lanjut berupa tindakan represif atau penindakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus memiliki dasar hukum serta dapat dipertanggungjawabkan.


Mewakili Bupati Soppeng, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Drs. H. Andi Haeruddin, M.Si., mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Kejari Soppeng tersebut.

Ia menilai pemahaman hukum sangat penting bagi seluruh aparatur agar pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat berlangsung secara transparan, akuntabel dan sesuai aturan.

Pemkab Soppeng berharap sinergi dengan Kejari Soppeng terus diperkuat, terutama dalam mencegah potensi pelanggaran hukum sejak dini.

Melalui tagline “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman”, Kejari Soppeng mendorong seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat kabupaten hingga desa untuk meningkatkan kesadaran hukum.

Peringatan itu menjadi bagian dari upaya membangun pemerintahan yang tidak hanya mampu menjalankan program, tetapi juga mampu mempertanggungjawabkan setiap kewenangan dan anggaran yang dikelolanya.

(Red)

Kamis, 01 Oktober 2026

Bupati Soppeng Warning, OPLAH Rp38 Miliar Tak Boleh Disalahgunakan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., memberikan peringatan tegas terkait pelaksanaan Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) Non-Rawa Tahun Anggaran 2026. Dengan dukungan anggaran sekitar Rp38 miliar, program tersebut diminta dikelola secara transparan dan tidak boleh disalahgunakan.

Program OPLAH Non-Rawa di Kabupaten Soppeng mencakup areal seluas 8.315,58 hektare. Bantuan pemerintah untuk program tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BP-LIP) Kelas I Makassar, Dr. Rustan Massinai, S.TP., M.Sc., kepada Bupati Soppeng dalam Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Teknis OPLAH di Aula Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Kamis (1/10/2026).

Suwardi menegaskan, anggaran yang dikucurkan untuk program pertanian tersebut merupakan uang rakyat sehingga penggunaannya harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.

"Anggaran ini adalah uang rakyat. Karena itu harus digunakan untuk kepentingan rakyat, khususnya meningkatkan kesejahteraan petani," tegas Suwardi.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat tidak melakukan berbagai bentuk penyimpangan, termasuk mark-up anggaran, pemotongan hak petani, laporan fiktif maupun penggunaan bantuan yang tidak sesuai peruntukan.

Menurut Suwardi, pelaksanaan OPLAH tidak boleh hanya mengejar serapan anggaran. Ketepatan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), tertib administrasi serta kesesuaian pekerjaan fisik di lapangan harus menjadi perhatian.

"Program OPLAH Non-Rawa ini merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan," ujarnya.

Peringatan serupa disampaikan Kepala BP-LIP Kelas I Makassar, Dr. Rustan Massinai.

Ia meminta kelompok tani penerima bantuan mengelola anggaran secara transparan dan akuntabel. Setiap pengeluaran harus dilengkapi bukti pertanggungjawaban yang sah dan seluruh tahapan administrasi wajib diselesaikan sesuai ketentuan.

Rustan mengingatkan agar tidak terjadi mark-up, pengarahan pembelian, pengambilan sisa anggaran, penggunaan dana untuk kepentingan pribadi maupun bentuk penyalahgunaan lainnya.

"Bantuan ini harus dimanfaatkan secara optimal dan dipertanggungjawabkan dengan baik. Audit atau pemeriksaan dapat dilakukan sewaktu-waktu," tegas Rustan.

Pelaksanaan OPLAH menggunakan pola Swakelola Tipe IV, dengan kelompok tani penerima diberi kepercayaan untuk merencanakan, melaksanakan dan mengawasi kegiatan sesuai aturan.

Pengawasan juga melibatkan penyuluh pertanian, pengawas dan konsultan individu, termasuk unsur pengawasan serta aparat penegak hukum.

Selain optimalisasi lahan, Pemkab Soppeng terus mendorong modernisasi sistem pengairan pertanian melalui pompanisasi dan program Listrik Masuk Sawah.

Program tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan air lahan pertanian, terutama saat musim kemarau, sekaligus meningkatkan indeks pertanaman.

Suwardi meminta organisasi perangkat daerah, kelompok tani dan seluruh unsur terkait memperkuat koordinasi serta melakukan pengawasan secara berkala agar pelaksanaan OPLAH berjalan tertib, transparan dan akuntabel.

Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada penyerapan anggaran, tetapi mampu meningkatkan produktivitas lahan dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani di Kabupaten Soppeng.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Soppeng, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan, tim kerja, koordinator BPP, PPL lokasi OPLAH Non-Rawa, Manager PLN wilayah Soppeng dan Pajalesang, pengawas kegiatan serta para ketua dan pengurus kelompok tani.

(RAT)

GMNI Sinjai Kecam Dugaan Intervensi Polisi terhadap Sosialisasi GSNI di Sekolah

 

Sinjai, Teropongsulawesi.com, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sinjai mengecam keras dugaan intervensi oknum kepolisian terhadap kegiatan sosialisasi Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) di sejumlah sekolah di Kabupaten Sinjai.

GMNI menilai dugaan penghambatan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut ruang kebebasan berserikat, berkumpul, menyampaikan gagasan, serta aktivitas organisasi kepemudaan dan pelajar.

Dalam pernyataannya, GMNI menyebut GSNI memiliki keterkaitan historis dengan proses kaderisasi generasi muda. GSNI dipandang sebagai wadah pembelajaran dan pengabdian bagi pelajar sebelum memasuki dunia kemahasiswaan.

“GSNI adalah saudara sejajar GMNI, tempat siswa mengawali pengabdian sebelum melangkah ke dunia kemahasiswaan,” demikian pernyataan DPC GMNI Sinjai.

GMNI juga menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi GSNI di sekolah bukan kegiatan yang dilakukan tanpa dasar. Pihaknya menyebut telah terdapat rekomendasi dari instansi pendidikan terkait.

Untuk kegiatan yang menyasar pelajar SMP sederajat, GMNI menyebut GSNI telah memperoleh rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai melalui surat Nomor 000.1.1/04.5918/Disdik tentang Rekomendasi Kegiatan tertanggal 29 Juli 2026.

Sementara untuk jenjang SMA sederajat, disebut telah terdapat rekomendasi dari Wilayah V Dinas Pendidikan melalui surat Nomor 500.5.7.15/573/CD/V/DISDIK tentang Rekomendasi Kegiatan tertanggal 25 Agustus 2026.

Atas dasar tersebut, GMNI menilai pelaksanaan sosialisasi GSNI memiliki dasar administratif dan dilakukan dalam koridor kegiatan organisasi.

GMNI kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan jaminan konstitusional mengenai kebebasan menyampaikan pendapat dan memperoleh serta menyampaikan informasi.

Menurut GMNI, Pasal 28E Ayat (3) UUD 1945 menjamin setiap orang memiliki hak untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Selain itu, Pasal 28F UUD 1945 mengatur hak setiap orang untuk berkomunikasi serta memperoleh dan menyampaikan informasi.

“Tanpa alasan hukum yang jelas, oknum kepolisian diduga menghalangi GSNI Sinjai menyampaikan gagasan kebangsaan kepada sesama pelajar,” tegas GMNI dalam pernyataannya.

GMNI juga menekankan bahwa GSNI bukan organisasi yang baru muncul. Organisasi tersebut disebut telah berdiri sejak 1959 dan selama puluhan tahun menjalankan aktivitas kaderisasi pelajar dengan membawa nilai-nilai kebangsaan.

Karena itu, GMNI meminta dugaan intervensi tersebut ditelusuri secara objektif dan apabila ditemukan pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab diminta ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

“GMNI mengecam keras dugaan intervensi yang dilakukan oknum kepolisian dan meminta agar ditelusuri serta ditindak secara tegas sesuai peraturan yang berlaku,” lanjut pernyataan tersebut.

GMNI Sinjai juga menyatakan tidak menutup kemungkinan menempuh langkah lanjutan apabila persoalan tersebut tidak segera mendapatkan penyelesaian.

“Jika seruan ini tidak diindahkan segera, maka GMNI bersama GSNI akan menempuh jalur aksi maupun proses hukum yang sah demi menegakkan keadilan dan menjaga ruang demokrasi,” tegas DPC GMNI Sinjai.

Hingga berita ini disusun, pernyataan tersebut merupakan sikap dari DPC GMNI Sinjai. Klarifikasi dari pihak kepolisian terkait dugaan intervensi dan alasan penghentian atau penghambatan kegiatan sosialisasi GSNI belum termuat dalam pernyataan tersebut.

(Red)

Photos

Business

Internasional

Ekonomi

Politik

HUKUM KRIMINAL

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved