TEROPONG SULAWESI -->

Halaman

Daerah

Ads

Postingan Populer

Nasional

Kesehatan

Internasional

Arsip Blog

TOP NEWS

Minggu, 01 November 2026

Tanamkan Cinta Tanah Air Sejak Dini, Dandim 1423 Soppeng Terima Kunjungan Siswa TK Lamung Patue


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Ada pengalaman istimewa yang dirasakan peserta didik TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng saat mengunjungi Markas Kodim 1423 Soppeng, Senin (2/11/2026). Selain bertemu langsung dengan prajurit TNI, anak-anak juga mendapat motivasi tentang kedisiplinan, keberanian, dan pentingnya memiliki cita-cita.

Kunjungan dalam rangka kegiatan Outing Class tersebut diikuti siswa Kelompok B2 dan B5. Rombongan sekolah disambut hangat oleh Komandan Kodim 1423 Soppeng, Letkol Inf Eko Yulianto, bersama sejumlah anggota TNI.

Kehangatan penyambutan terlihat saat Dandim berbaur dengan para siswa. Dengan suasana santai dan penuh keakraban, ia mengajak anak-anak berbincang serta menanyakan cita-cita yang ingin mereka raih di masa mendatang.

Interaksi tersebut menghadirkan suasana menyenangkan. Anak-anak tampak berani menjawab pertanyaan dan mengungkapkan impian masing-masing.

Dandim Letkol Inf Eko Yulianto juga memberikan pesan motivasi agar para siswa rajin belajar, patuh kepada orang tua, menghormati guru, serta membiasakan diri hidup disiplin sejak kecil.

Kepala TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng, Jumrah, S.Pd., mengatakan kunjungan tersebut merupakan pengalaman edukatif yang memberikan manfaat besar bagi perkembangan wawasan peserta didik.

Ia mengapresiasi Dandim dan seluruh jajaran Kodim 1423 Soppeng yang telah menerima rombongan sekolah dengan penuh keramahan.

"Kami sangat berterima kasih atas sambutan hangat dari Bapak Dandim beserta seluruh anggota. Anak-anak mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Mereka bisa melihat langsung lingkungan TNI, berinteraksi dengan para prajurit, serta belajar tentang keberanian, kedisiplinan, dan cinta tanah air," kata Jumrah.

Menurutnya, pembelajaran di luar sekolah memberikan kesempatan kepada anak untuk mengenal lingkungan dan profesi secara langsung sehingga materi yang diperoleh menjadi lebih mudah dipahami.

Guru Kelompok B2, Arliana, S.Pd., juga mengungkapkan kegembiraannya melihat antusiasme peserta didik. Anak-anak terlihat menikmati kunjungan, bahkan dengan semangat menyanyikan lagu "Komando Latihan Pertempuran".

"Anak-anak sangat senang. Mereka begitu antusias bertemu langsung dengan anggota TNI. Kami juga melihat keberanian dan rasa percaya diri mereka semakin tumbuh. Pengalaman seperti ini tentu menjadi pembelajaran yang membekas bagi anak-anak," ungkapnya.

Di tengah suasana penuh keceriaan, Bian menjadi salah satu siswa yang menghadirkan cerita menarik. Saat berbicara tentang cita-cita, ia secara spontan menyampaikan keinginannya menjadi anggota TNI Angkatan Udara.

"Aku ingin menjadi TNI Angkatan Udara kalau sudah besar nanti. Aku ingin naik pesawat, menjaga langit Indonesia, dan membanggakan orang tua," ujar Bian penuh semangat.

Cita-cita Bian tersebut menjadi gambaran bahwa kesempatan mengenal berbagai profesi sejak dini dapat memberikan inspirasi bagi anak untuk membangun impian dan kepercayaan diri.

Kunjungan edukatif ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik. Melalui pengalaman langsung, anak-anak diajak memahami arti kedisiplinan, keberanian, tanggung jawab, dan semangat mencintai Indonesia.

TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng berharap kegiatan semacam ini dapat terus menjadi bagian dari proses pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.

Sebab, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Setiap pengalaman dan pertemuan dengan lingkungan baru dapat menjadi pelajaran berharga yang membentuk karakter serta membuka jalan bagi lahirnya cita-cita besar generasi penerus bangsa.

(Red)

Bupati Suwardi Haseng Apresiasi Terobosan Kapolres Soppeng dan AMS, Athar Al Gifary Rajai Bhayangkara Cup III


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., memberikan apresiasi tinggi kepada Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto dan AMS Racing atas suksesnya penyelenggaraan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Motocross dan Grasstrack Bhayangkara Cup III Sulawesi Selatan 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri penutupan kejuaraan di Sirkuit Larakkiang, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Minggu (1/11/2026).

Menurut Suwardi, penyelenggaraan Bhayangkara Cup III merupakan sebuah terobosan positif yang tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga otomotif, tetapi juga memberikan ruang bagi pembalap untuk menunjukkan kemampuan dan mengukir prestasi.

Ia secara khusus mengapresiasi inisiatif Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto yang menggagas kegiatan tersebut bersama AMS Racing, dengan dukungan IMI Sulawesi Selatan, KONI, dan Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Suwardi menilai keberhasilan event ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor mampu menghadirkan kegiatan olahraga berskala provinsi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Berkat kerja keras saudara-saudara sekalian, event ini tidak hanya sukses melahirkan bibit-bibit pembalap berbakat, tetapi juga berhasil menghibur masyarakat sekaligus memperkuat posisi Soppeng sebagai destinasi utama olahraga otomotif di Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati menyebut kegiatan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM yang memperoleh kesempatan berusaha selama kejuaraan berlangsung.

Ia juga menyampaikan selamat kepada seluruh pembalap yang berhasil meraih gelar juara. Kepada peserta yang belum memperoleh hasil maksimal, Suwardi berpesan agar tetap semangat dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk meraih prestasi berikutnya.

Athar Al Gifary Tak Terbendung di Kelas Open

Di sisi kompetisi, pembalap asal Jawa Barat, Athar Al Gifary, tampil gemilang dengan memastikan diri sebagai Juara Umum Open Bhayangkara Cup III setelah mengumpulkan 184 poin.

Athar unggul dari M. Zidane asal Blitar yang menempati posisi kedua dengan 173 poin. Sementara posisi ketiga diraih Reyfaldo Bilqis dari Jambi dengan raihan 157 poin.

Tidak hanya menguasai kategori Open, Athar juga berhasil meraih gelar Juara Umum Lokal Sulawesi dengan total 100 poin.

Adapun gelar Juara Umum Taksi diraih Aril Salontahe dari Manado dengan 94 poin. Sementara pembalap tuan rumah, Zaky Aras, sukses mengamankan gelar Juara Umum Mini Moto dengan 86 poin.

Kapolres Tutup Rangkaian Kejuaraan

Kejurprov Motocross dan Grasstrack Bhayangkara Cup III Sulawesi Selatan 2026 berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026.

Setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto secara resmi menutup kejuaraan tersebut.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi Polri dengan pemerintah daerah, organisasi olahraga, komunitas otomotif, dan masyarakat dalam menghadirkan ruang kompetisi yang sehat dan produktif.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Bhayangkara Cup III diharapkan menjadi agenda positif yang berkelanjutan untuk mendorong pembinaan atlet otomotif, meningkatkan daya tarik daerah, serta menggerakkan perekonomian masyarakat Kabupaten Soppeng.

(Taggi)

Sabtu, 31 Oktober 2026

Kapolres Soppeng Buka Bhayangkara Cup III, 129 Rider Siap Adu Skill di Final Kejurprov 2026


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Gelaran Bhayangkara Cup III Final Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Grasstrack dan Motocross 2026 resmi dimulai. Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., membuka langsung kejuaraan tersebut di Sirkuit Larakiang, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sabtu (31/10/2026).

Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026, ini menyedot perhatian pecinta otomotif. Tercatat sebanyak 129 rider dari Kabupaten Soppeng dan berbagai daerah lainnya turut ambil bagian untuk memperebutkan prestasi di sejumlah kelas yang dipertandingkan.

Pembukaan kegiatan dihadiri unsur Forkopimda  Soppeng, Bupati Suwardi Haseng, Wakil Bupati Selle KS Dalle, Ketua DPRD HA M Farid, Kajari Soppeng Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng Daniel Mario Halashon Sigalingging, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng Nahruddin, S.Ag., M.H., para pimpinan BUMN/BUMD, jajaran PJU Polres Soppeng, Ketua KONI Soppeng Andi Muh. Sadri, Ketua Panitia IPTU Firman, S.H., M.H., Owner Noor Travel Muh. Akbar, serta undangan lainnya.

Berbagai kategori diperlombakan dalam ajang ini, mulai dari Trail Standar, Bebek Standar, Bebek Modifikasi, Trail Tune Up, Mini Trail, Mini Moto, Adventure hingga kelas FFA dan kategori lainnya.

Dalam sambutannya, AKBP Hari Budiyanto menekankan pentingnya menghadirkan ruang kompetisi yang positif bagi generasi muda, khususnya mereka yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga otomotif.

Menurutnya, balapan di lintasan resmi bukan hanya menjadi sarana mengejar prestasi, tetapi juga bagian dari upaya mengarahkan hobi anak muda agar tidak disalurkan melalui aksi balap liar yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Melalui kegiatan ini kita berharap dapat mengurangi aksi balap liar, membudayakan keselamatan pengguna jalan, dan membangun budaya lomba secara profesional sesuai aturan yang berlaku,” kata Kapolres.

Ia pun mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan kejuaraan tersebut sebagai kesempatan menunjukkan kemampuan terbaik, dengan tetap mengutamakan keselamatan dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Tunjukkan kemampuanmu, tunjukkan keahlianmu kepada seluruh masyarakat Kabupaten Soppeng. Jadikan kejuaraan ini sebagai ajang untuk meraih prestasi dan membuktikan kemampuan secara sportif,” tegasnya.

Lebih dari sekadar kompetisi, Bhayangkara Cup III juga diharapkan menjadi ajang mempertemukan para pembalap, tim, komunitas otomotif, dan masyarakat dalam suasana kebersamaan.

Polres Soppeng berharap kegiatan ini dapat mendorong perkembangan olahraga otomotif, membuka peluang lahirnya pembalap potensial, serta menumbuhkan kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas harus menjadi prioritas.

Dengan keikutsertaan 129 rider, Bhayangkara Cup III Final Kejurprov Grasstrack dan Motocross 2026 menjadi salah satu agenda olahraga otomotif yang mewarnai Kabupaten Soppeng pada akhir Oktober hingga awal November 2026.

(Taggi)

Bhayangkara Cup III Resmi Dibuka, Bupati Soppeng Apresiasi Kapolres dan Ketua KONI


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng memberikan apresiasi kepada Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto dan Ketua KONI Soppeng Andi Muhammad Sadri (AMS) atas kolaborasi dan kontribusinya dalam menyukseskan penyelenggaraan Bhayangkara Cup III Motocross Final Kejuaraan Provinsi Sulawesi Selatan 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan Suwardi Haseng saat membuka secara resmi kejuaraan yang berlangsung di Sirkuit LarakkÑ–ang, Kabupaten Soppeng, Sabtu (31/10/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menilai keberhasilan penyelenggaraan ajang otomotif tersebut tidak terlepas dari sinergi antara Polres Soppeng, KONI Soppeng, IMI Sulsel, panitia pelaksana, serta dukungan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Soppeng, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kapolres Soppeng yang berkolaborasi dengan KONI Soppeng di bawah kepemimpinan Bapak Andi Muhammad Sadri (AMS) sebagai penyelenggara utama, bersama IMI Sulsel dan panitia, serta masyarakat sehingga event yang luar biasa ini dapat terlaksana,” ujar Suwardi.

Menurutnya, kejuaraan tingkat provinsi tersebut bukan sekadar menjadi ajang kompetisi olahraga otomotif, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendorong pembinaan dan peningkatan prestasi atlet daerah.

Ia berharap, melalui kompetisi ini, para pembalap asal Soppeng dapat memperoleh pengalaman bertanding, mengasah kemampuan, serta meningkatkan daya saing untuk menembus kompetisi di tingkat nasional.

Selain aspek olahraga, Suwardi juga menaruh perhatian terhadap dampak ekonomi yang ditimbulkan dari pelaksanaan kegiatan tersebut.

Kehadiran pembalap dari berbagai daerah, tim mekanik, kru, keluarga peserta hingga penonton dinilai menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan pendapatan, khususnya pedagang kuliner, UMKM, dan sektor penginapan.

Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng, DPRD, Forkopimda, penyelenggara, panitia, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

“Sejalan dengan tagline Bapak Kapolri, Polisi Bersama Masyarakat, mudah-mudahan kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dengan masyarakat Soppeng,” ungkapnya.

Bhayangkara Cup III Motocross Final Kejuaraan Provinsi Sulawesi Selatan 2026 ini diikuti sebanyak 145 starter dari berbagai daerah. Kehadiran para pembalap tersebut menjadikan Soppeng sebagai salah satu pusat perhatian komunitas otomotif Sulawesi Selatan.

Pembukaan kejuaraan turut dihadiri Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle, unsur Forkopimda, anggota DPRD Soppeng, Ketua IMI Sulsel H. Najmuddin, Ketua KONI Soppeng Andi Muhammad Sadri, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah undangan lainnya.

Versi yang lain
Bupati Suwardi Haseng Puji Kolaborasi Kapolres dan Ketua KONI Soppeng di Bhayangkara Cup III
SOPPENG — Kesuksesan penyelenggaraan Bhayangkara Cup III Motocross Final Kejuaraan Provinsi Sulawesi Selatan 2026 mendapat apresiasi dari Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng.

Dalam sambutannya saat membuka kejuaraan di Sirkuit LarakkÑ–ang, Sabtu (31/10/2026), Suwardi secara khusus menyampaikan penghargaan kepada Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto dan Ketua KONI Soppeng Andi Muhammad Sadri (AMS) atas kolaborasi dalam menghadirkan ajang olahraga otomotif tersebut.

Menurut Suwardi, terselenggaranya kejuaraan ini merupakan bukti bahwa sinergi lintas lembaga, organisasi olahraga, dan masyarakat mampu melahirkan kegiatan berskala provinsi yang memberikan manfaat luas bagi daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Soppeng, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kapolres Soppeng yang berkolaborasi dengan KONI Soppeng di bawah kepemimpinan Bapak Andi Muhammad Sadri (AMS) sebagai penyelenggara utama, bersama IMI Sulsel dan panitia, serta masyarakat sehingga event yang luar biasa ini dapat terlaksana,” ujar Suwardi.

Ia berharap Bhayangkara Cup III tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan dan keterampilan para pembalap, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet motocross, khususnya bagi generasi muda di Kabupaten Soppeng.

Bupati juga mendorong agar kesempatan bertanding dalam kejuaraan tingkat provinsi tersebut dapat dimanfaatkan pembalap lokal untuk meningkatkan pengalaman dan kemampuan sehingga mampu bersaing pada kompetisi yang lebih tinggi, termasuk tingkat nasional.

Di sisi lain, Suwardi menilai kegiatan ini turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Mobilitas peserta, tim pendukung, dan penonton dari berbagai daerah diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan transaksi usaha masyarakat.

Pedagang kuliner, pelaku UMKM hingga pengelola penginapan menjadi sektor yang berpotensi merasakan manfaat langsung dari ramainya kunjungan selama kejuaraan berlangsung.

Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng, DPRD, Forkopimda, panitia, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Sejalan dengan tagline Bapak Kapolri, Polisi Bersama Masyarakat, mudah-mudahan kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dengan masyarakat Soppeng,” tuturnya.

Kejuaraan yang menjadi bagian dari Final Kejurprov Sulawesi Selatan 2026 tersebut diikuti 145 starter dari berbagai daerah. Jumlah peserta ini menunjukkan tingginya antusiasme terhadap olahraga motocross di Sulawesi Selatan.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle, unsur Forkopimda, anggota DPRD, Ketua IMI Sulsel H. Najmuddin, Ketua KONI Soppeng Andi Muhammad Sadri, jajaran kepala OPD, dan sejumlah undangan lainnya.

(Taggi)

Diduga Ada Permainan Data Atlet Biliar, POBSI Kabupaten/Kota Tantang KONI Sulsel Buka Proses Verifikasi


Sulawesi Selatan, Teropongsulawesi.com, Transparansi pendataan atlet cabang olahraga biliar di Sulawesi Selatan kini dipertanyakan. Sejumlah insan biliar dari berbagai kabupaten/kota mendesak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel turun tangan menyikapi dugaan penyimpangan data atlet yang disebut tidak sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum) KONI Sulsel.

Dugaan tersebut bukan tanpa alasan. Sejumlah perwakilan atlet dan pelatih daerah mengaku menemukan indikasi ketidaksesuaian antara data awal atlet dengan data akhir yang tercantum dalam daftar Entry By Name.

Selain perbedaan data, proses perubahan informasi atlet juga dipertanyakan lantaran dinilai tidak disertai penjelasan administrasi dan dokumentasi perubahan yang transparan.

Situasi ini memunculkan dugaan adanya perubahan data yang berpotensi menguntungkan atlet tertentu, meskipun persyaratan keikutsertaannya masih dipersoalkan oleh sejumlah pihak berdasarkan Pedum KONI Sulsel.

Resky Putra Pratama, S.H., yang akrab disapa NONO, selaku Wakil Ketua III POBSI Kabupaten Soppeng, menyampaikan bahwa persoalan tersebut harus segera mendapatkan perhatian serius dari KONI Sulsel.

Ia menilai, jangan sampai proses panjang pembinaan atlet di kabupaten/kota menjadi tidak berarti apabila mekanisme pendataan dan verifikasi tidak dijalankan secara konsisten.

"Kami mempertanyakan dasar perubahan data tersebut. Jika memang ada perubahan, harus jelas siapa yang melakukan, apa dasar administrasinya, dan apakah sudah sesuai dengan Pedoman Umum KONI Sulsel. Jangan sampai ada perbedaan perlakuan terhadap atlet dari daerah," ujar NONO, Sabtu (31/10/2026).

Menurut NONO, dalam dunia olahraga, sportivitas tidak hanya ditentukan saat atlet bertanding di arena, tetapi juga harus tercermin sejak tahapan administrasi dan proses penentuan atlet yang berhak mengikuti kompetisi.

Ia mengingatkan bahwa setiap daerah memiliki tanggung jawab besar dalam membina atlet. Karena itu, seluruh proses harus berjalan berdasarkan regulasi yang sama tanpa pengecualian.

"Ini bukan persoalan iri atau tidak senang terhadap atlet daerah lain. Kami justru ingin semua atlet memiliki kesempatan yang sama. Jangan sampai atlet yang sudah memenuhi persyaratan justru merasa dirugikan karena adanya dugaan proses yang tidak transparan," tegasnya.

Ia juga meminta agar dugaan tersebut tidak dianggap sebagai persoalan internal organisasi semata. Sebab, apabila terbukti terdapat manipulasi data yang disengaja, dampaknya dapat menyentuh integritas kompetisi dan kepercayaan antardaerah.

Untuk menghindari polemik berkepanjangan, sejumlah insan biliar kabupaten/kota menyampaikan tiga tuntutan kepada KONI Sulsel dan POBSI Sulsel.

Pertama, meminta Ketua Umum KONI Sulsel segera membentuk tim investigasi independen guna memeriksa dugaan penyimpangan data atlet biliar.

Kedua, meminta POBSI Sulsel membuka seluruh dokumen pendataan atlet, mulai dari data awal hingga data final Entry By Name, agar dapat diketahui secara jelas dasar setiap perubahan.

Ketiga, mendesak dilakukannya audit terhadap proses pendataan dan verifikasi ulang dokumen atlet yang dipersoalkan dengan berpedoman pada ketentuan KONI Sulsel.

Bagi NONO, keterbukaan merupakan langkah penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di kalangan pembina dan insan biliar daerah.

"Kami tidak ingin persoalan ini menjadi bola liar. Kami juga tidak menuduh individu tertentu. Namun, dugaan yang muncul harus diperiksa secara objektif. Kalau memang tidak ada penyimpangan, buktikan melalui keterbukaan data dan proses verifikasi," ungkapnya.

Ia berharap KONI Sulsel mengambil peran dalam memastikan seluruh cabang olahraga menjalankan aturan organisasi secara konsisten.

"Kami ingin biliar Sulawesi Selatan berkembang dengan sistem yang sehat. Jangan sampai kepercayaan para pembina daerah hilang hanya karena persoalan data yang tidak mendapatkan penjelasan. Bagi kami, keadilan atlet dan tegaknya aturan jauh lebih penting," pungkas NONO.

Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pengurus POBSI Sulsel dan Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel masih dilakukan untuk mendapatkan penjelasan resmi terkait dugaan tersebut.

Klarifikasi dari pihak terkait diharapkan dapat menjawab persoalan yang berkembang sekaligus memberikan kepastian mengenai proses pendataan dan verifikasi atlet biliar di Sulawesi Selatan.

(Red)

Jumat, 30 Oktober 2026

Perkuat Budaya Peduli Lingkungan, MAN 1 Soppeng Sosialisasikan BARISAN SIPAKAINGE


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Upaya membangun lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan terus diperkuat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Soppeng. Kali ini, madrasah tersebut menyosialisasikan gerakan BARISAN SIPAKAINGE yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan nilai-nilai keimanan serta kearifan lokal Bugis.

Komitmen tersebut ditandai dengan rapat koordinasi yang dipimpin langsung Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., bersama seluruh guru dan pegawai, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi daring Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Melalui pertemuan tersebut, seluruh unsur madrasah diajak memahami sekaligus mengambil peran dalam menyukseskan gerakan BARISAN SIPAKAINGE.

BARISAN sendiri merupakan singkatan dari Bersih, Asri, Rindang, Indah, Sehat, Aman, dan Nyaman. Adapun SIPAKAINGE merupakan falsafah Bugis yang bermakna saling mengingatkan.

Bagi Musmuliadi, gerakan ini bukan hanya tentang menciptakan lingkungan madrasah yang tertata dan nyaman, tetapi juga membangun karakter serta kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab setiap individu.

"Ini adalah tanggung jawab kolektif seluruh warga madrasah. Setiap individu harus mengambil peran, menjadi teladan, dan tidak segan saling mengingatkan dalam kebaikan dengan santun dan penuh kepedulian," ungkapnya.

Ia menilai, penerapan gerakan tersebut memiliki landasan yang cukup kuat di MAN 1 Soppeng. Pasalnya, madrasah ini telah memiliki sejumlah pengalaman dan prestasi dalam pengembangan lingkungan pendidikan.

Pada 2017, MAN 1 Soppeng ditetapkan sebagai Sekolah Sehat Nasional. Setahun berikutnya, meraih penghargaan Sekolah Ramah Anak Terbaik Nasional. Selanjutnya, pada 2021 berhasil mencapai Standarisasi Satuan Pendidikan Ramah Anak, dan pada 2025 memperoleh penghargaan Sekolah Adiwiyata.

Capaian tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan gerakan BARISAN SIPAKAINGE secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Menariknya, gerakan ini juga membawa pendekatan ekoteologi, yaitu pemahaman bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan pengamalan nilai-nilai keimanan.

Musmuliadi menekankan pentingnya membangun kebiasaan positif sejak dini. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara terus-menerus.

"Peserta didik tidak cukup hanya diajarkan teori tentang alam, tetapi harus dibiasakan mempraktikkannya. Membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan masjid hingga kelas adalah cerminan karakter seorang Muslim yang bertanggung jawab," tuturnya.

Ia berharap, seluruh warga madrasah dapat menjadikan gerakan ini sebagai kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga semangat menjaga lingkungan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi.

"BARISAN SIPAKAINGE harus menjadi budaya, dan ekoteologi menjadi ruh yang menggerakkan kepedulian kita. Menjaga alam adalah amanah, merawat lingkungan adalah ibadah, dan saling mengingatkan adalah tradisi," tegas Musmuliadi.

Melalui gerakan ini, MAN 1 Soppeng ingin memastikan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan keagamaan, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Sebab, madrasah yang berkualitas bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan karakter, membangun kesadaran ekologis, dan menanamkan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan nyata.

(Taggi)

Polemik Tudingan Wartawan Minta Uang, Mitra SPPG Lalabata 01 Akhirnya Angkat Bicara dan Minta Maaf


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Polemik pernyataan seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BGN Lalabata 01 yang menuding wartawan kerap meminta uang kepada pihak yayasan akhirnya mendapat respons dari mitra Yayasan Nurul Ilham.

Indra Atmaja, selaku perwakilan mitra yayasan, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada seluruh insan pers atas pernyataan salah seorang karyawan yang dinilai telah menimbulkan ketersinggungan di kalangan wartawan.

Dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026), Indra terlebih dahulu meluruskan informasi mengenai kondisi operasional SPPG BGN di Jalan Kemakmuran, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Ia menegaskan bahwa SPPG Lalabata 01 tidak berstatus suspend. Namun, kegiatan pelayanan memang dihentikan sementara karena sejumlah kendala, terutama berkaitan dengan administrasi pelaporan harian dan persoalan pendanaan.

"Ini bukan suspend, tetapi memang dilarang beroperasi untuk sementara waktu dengan menggunakan uang pribadi, dan penghentian juga karena dananya belum masuk," jelas Indra.

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi penghentian sementara tersebut, menurut keterangannya, tidak hanya dialami SPPG di Kabupaten Soppeng. Bahkan, terdapat sekitar 6.000 SPPG di berbagai daerah yang disebut mengalami persoalan serupa.

Sementara itu, polemik dengan insan pers bermula dari pernyataan seorang karyawan perempuan yang mempertanyakan pemberitaan mengenai terhentinya distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam pemberitaan Potretsulsel.com, karyawan tersebut mempertanyakan alasan media mengangkat persoalan tersebut dengan menyebut tidak adanya keberatan dari orang tua murid.

"Apa masalahnya kalau terhenti, na ndak adaji keberatan dari orang tua murid. Apa hubungannya media menulis masalah ini," demikian pernyataannya sebagaimana dikutip dari pemberitaan tersebut.

Bahkan, karyawan itu melontarkan dugaan bahwa pemberitaan yang mengangkat persoalan SPPG pada akhirnya akan diikuti permintaan uang oleh wartawan kepada pihak yayasan.

"Terus, kalau berita seperti ini ditulis, ujung-ujungnya wartawan pasti minta uang saja ke yayasan, sudah banyak kejadian," ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena dinilai telah menggeneralisasi profesi wartawan dan berpotensi mencederai hubungan komunikasi antara pengelola program dengan media.

Menyikapi hal itu, Indra menegaskan bahwa pihak yayasan telah mengambil langkah internal dengan memberikan teguran keras kepada karyawan yang bersangkutan.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh insan pers atas pernyataan yang dinilai tidak semestinya disampaikan.

"Mewakili oknum karyawan, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kekhilafan yang terjadi," katanya.

Indra menambahkan, pihaknya tidak ingin kejadian serupa kembali terulang. Bahkan, ia menegaskan akan memberikan konsekuensi tegas apabila karyawan tersebut kembali melakukan tindakan yang sama.

"Kami sudah melakukan peringatan keras terhadap oknum karyawan. Jika melakukan lagi, tentunya ada konsekuensi, termasuk dikeluarkan," tegasnya.

Menurut Indra, wartawan memiliki tugas dan fungsi penting dalam mencari, mengumpulkan, mengolah, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, keberadaan media seharusnya dihormati sebagai bagian dari kontrol sosial dan penyampaian informasi publik.

"Jadi sekali lagi, atas nama pihak yayasan dan mitra, mewakili oknum karyawan, kami memohon maaf kepada insan pers secara keseluruhan," tuturnya.

Ia berharap permohonan maaf tersebut dapat menjadi titik penyelesaian polemik sekaligus momentum memperbaiki pola komunikasi antara pengelola SPPG dan insan pers.

Di sisi lain, masyarakat juga membutuhkan keterbukaan informasi mengenai keberlangsungan program MBG, mengingat program tersebut menyangkut pelayanan pemenuhan gizi yang diperuntukkan bagi para penerima manfaat.

Dengan demikian, kejelasan mengenai alasan penghentian sementara operasional SPPG Lalabata 01 menjadi hal penting agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

(Red)

TP PKK Soppeng Siapkan 30 Penggerak Klub Jantung Sehat, Targetkan Edukasi hingga Desa


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Upaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung terus digencarkan di Kabupaten Soppeng. Sebanyak 30 peserta dari berbagai kecamatan dan desa dipersiapkan menjadi penggerak Klub Jantung Sehat melalui Pendidikan dan Pelatihan Tingkat Dasar.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Jumat (30/10/2026), ini merupakan hasil kolaborasi Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi Sulawesi Selatan, Yayasan Hadji Kalla, dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng.

Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Jantung Indonesia dan Yayasan Hadji Kalla atas kepedulian serta dukungan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan jantung.

Menurut Suarni, pelatihan tersebut bukan sekadar agenda peningkatan kapasitas, melainkan langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mencegah penyakit jantung melalui penerapan pola hidup sehat.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti setiap materi dan praktik dengan sungguh-sungguh agar mampu menjadi sumber edukasi kesehatan bagi masyarakat di lingkungan masing-masing.

"TP PKK Kabupaten Soppeng siap mendukung upaya ini karena keluarga merupakan fondasi utama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera," demikian pesan yang disampaikan dalam sambutannya.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi Sulawesi Selatan, Delya Djafar, menjelaskan bahwa 30 peserta tersebut diproyeksikan menjadi cikal bakal penggerak Klub Jantung Sehat di Kabupaten Soppeng.

Ia menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan selama tiga hari, mulai pukul 08.00 hingga 17.30 WITA.

Menurutnya, ilmu dan keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat luas.

Dukungan juga disampaikan Program Officer Bidang Kemanusiaan Yayasan Hadji Kalla, Muhammad Jumadi. Ia berharap para peserta mampu mengembangkan Klub Jantung Sehat di wilayah masing-masing, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa.

Jumadi turut mendorong peserta untuk aktif mengampanyekan kebiasaan hidup sehat, seperti rutin berolahraga, menghindari rokok, serta meningkatkan kepedulian terhadap faktor risiko penyakit jantung, termasuk hipertensi.

Melalui kolaborasi ini, Soppeng diharapkan mampu melahirkan kader-kader penggerak kesehatan yang tidak hanya memahami pentingnya menjaga kesehatan jantung, tetapi juga sanggup mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan.

Dengan demikian, keberadaan Klub Jantung Sehat diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan masyarakat yang menjangkau hingga pelosok desa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng serta perwakilan Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Soppeng.

(Red)

Jelang Grasstrack, Kapolres Soppeng Bangun Kolaborasi dengan Insan Pers


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Upaya menyukseskan event Grasstrack di Kabupaten Soppeng terus dimatangkan. Salah satunya melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi dengan insan pers yang dinilai memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Hal tersebut terlihat dalam rapat koordinasi yang digelar Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., bersama sejumlah jurnalis di Aula Tantya Sudhijarati Mapolres Soppeng, Jumat (30/10/2026).

Didampingi Kasi Humas dan personel Humas Polres Soppeng, Kapolres secara langsung berdiskusi dengan para jurnalis terkait dukungan publikasi untuk kegiatan Grasstrack yang merupakan gagasannya bersama dukungan KONI dan Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Dalam pertemuan itu, Kapolres menekankan pentingnya peran media sebagai jembatan informasi antara penyelenggara kegiatan dan masyarakat luas.

Ia berharap publikasi yang dilakukan tidak hanya sebatas menyampaikan jadwal dan rangkaian kegiatan, tetapi juga mampu memberikan pemahaman mengenai tujuan dan manfaat penyelenggaraan Grasstrack.

Menurut AKBP Hari Budiyanto, kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang otomotif, sekaligus mendorong lahirnya potensi atlet olahraga bermotor di Kabupaten Soppeng.

"Kami berharap rekan-rekan jurnalis dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Publikasikan kegiatan ini secara objektif, berimbang, dan menarik, sehingga masyarakat memahami tujuan penyelenggaraan Grasstrack ini," tuturnya.

Kapolres juga mengajak insan pers untuk tetap mengedepankan profesionalisme jurnalistik dengan menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan telah melalui proses verifikasi.

Baginya, komunikasi yang baik antara Polri dan media menjadi salah satu faktor penting dalam menghindari kesimpangsiuran informasi, terutama menjelang pelaksanaan kegiatan yang melibatkan banyak pihak.

Selain aspek olahraga, event Grasstrack juga diharapkan mampu memberikan efek positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku usaha lokal yang berpotensi mendapatkan manfaat dari kehadiran peserta maupun pengunjung.

Karena itu, dukungan dari seluruh elemen, mulai dari kepolisian, pemerintah daerah, KONI, panitia hingga media massa, sangat diperlukan agar kegiatan dapat berjalan sesuai harapan.

Melalui rapat koordinasi ini, Polres Soppeng berharap terbangun komunikasi yang semakin terbuka dengan insan pers. Sinergi tersebut diharapkan terus berlanjut dalam mendukung publikasi kegiatan, penyampaian informasi publik, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Kabupaten Soppeng.

(Taggi)

Kamis, 29 Oktober 2026

Bupati Suwardi Haseng Terima Penghargaan PWI Sulsel 2026, Majukan Pendidikan di Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Komitmen memajukan dunia pendidikan mengantarkan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menerima penghargaan PWI Sulsel Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Kepala Daerah yang Berkomitmen dan Berprestasi dalam Memajukan Dunia Pendidikan.

Penghargaan diserahkan langsung Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan, Suwardi Tahir, kepada Bupati Soppeng di Rumah Jabatan Bupati, Kamis malam (29/10/2026).

Penyerahan penghargaan itu berlangsung di sela-sela silaturahmi jajaran PWI Sulsel bersama Sekretaris Jenderal Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat, Makali Kumar, S.H., beserta rombongan.

Suwardi Haseng menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan. Ia menilai hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan insan pers perlu terus dijaga sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan.

“Terima kasih kepada Ketua PWI Sulsel, Sekjen SMSI Pusat, dan seluruh rombongan yang telah bersilaturahmi malam ini. Penghargaan ini luar biasa. Kami berharap sinergi positif antara pemerintah daerah dan insan pers dapat terus terjaga dan berkesinambungan,” ungkapnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Soppeng, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk terus menempatkan pendidikan sebagai salah satu sektor penting dalam pembangunan daerah. Peningkatan kualitas pendidikan diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia dan masa depan generasi muda.

PWI Sulsel Awards 2026 merupakan agenda penghargaan yang digelar dalam rangkaian pelantikan pengurus PWI Sulawesi Selatan periode 2026–2031 di Hotel Claro, Makassar, pada 17 Oktober 2026.

Selain Bupati Soppeng, sejumlah kepala daerah di Sulawesi Selatan turut menerima penghargaan berdasarkan kategori masing-masing.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menerima penghargaan sebagai Tokoh Pembangunan dan Konektivitas Daerah. Bupati Maros, Chaidir Syam, dan Bupati Luwu, Patahudding, mendapat apresiasi atas kontribusi mereka dalam pembangunan inklusif dan pelayanan dasar.

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menerima penghargaan sebagai kepala daerah inovator pembangunan di bidang infrastruktur, pendidikan, pertanian, dan peternakan. Sementara Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, diapresiasi atas inovasi ketahanan pangan.

Adapun Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menerima penghargaan atas kepedulian terhadap pendidikan dan kesejahteraan lanjut usia. Sejumlah kepala daerah dari Barru, Wajo, dan Kepulauan Selayar juga memperoleh penghargaan dalam kategori berbeda.

Melalui PWI Sulsel Awards 2026, apresiasi diberikan kepada para tokoh dan kepala daerah yang dinilai memiliki kontribusi, dedikasi, serta prestasi di berbagai bidang pembangunan.

Penghargaan untuk Bupati Soppeng secara khusus menyoroti komitmen di sektor pendidikan, sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan perlu diiringi dengan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat.

(Taggi)

Photos

Business

Internasional

Ekonomi

Politik

HUKUM KRIMINAL

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved