TEROPONG SULAWESI -->

Halaman

Daerah

Ads

Postingan Populer

Nasional

Kesehatan

Internasional

Arsip Blog

TOP NEWS

Sabtu, 24 Oktober 2026

Kebakaran Pasar Batu-Batu, Suwardi Haseng Tinggalkan Agenda Golkar demi Penanganan Darurat


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Kebakaran yang melanda Pasar Sentral Batu-Batu, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sabtu (24/10/2026), mengubah agenda Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, di Makassar. Di tengah rangkaian kegiatan Partai Golkar, ia memilih mempercepat kepulangan ke daerah untuk memastikan penanganan dampak kebakaran menjadi perhatian utama pemerintah.

Kabar kebakaran tersebut diterima Suwardi saat berada di Makassar. Ia tidak menunggu hingga kembali ke Soppeng untuk mengambil langkah awal. Koordinasi langsung dilakukan melalui sambungan video call dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Soppeng, disertai instruksi agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) segera bergerak sesuai tugas masing-masing.

Suwardi sebelumnya dijadwalkan dilantik sebagai Wakil Ketua Partai Golkar Sulawesi Selatan di Hotel Four Points pada Minggu (25/10/2026). Namun, ia memastikan tidak mengikuti rangkaian syukuran HUT Golkar di Pinisi Point pada Minggu malam karena ingin memusatkan perhatian pada penanganan kebakaran.

“Saya akan segera kembali ke Soppeng siang ini juga. Saya tak lagi mengikuti rangkaian acara syukuran HUT Golkar di Pinisi Point malam ini. Penanganan kebakaran harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Keputusan tersebut disertai arahan agar seluruh OPD tidak menunda pekerjaan hanya karena kepala daerah masih berada di luar daerah. Penanganan darurat, pendataan korban dan kerugian, hingga persiapan bantuan bagi warga terdampak diminta berjalan secara terkoordinasi.

Penanganan darurat harus bergerak cepat

Suwardi menekankan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Pengamanan lokasi, antisipasi titik api susulan, serta koordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait perlu dilakukan secara intensif.

Pemerintah daerah juga diminta memastikan informasi mengenai kondisi terkini di lokasi kebakaran diperoleh melalui pendataan yang akurat. Jumlah kios yang terbakar, pedagang terdampak, perkiraan kerugian, serta kebutuhan mendesak masyarakat harus diidentifikasi secara cermat.

Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD, dan instansi terkait diarahkan memetakan kebutuhan bantuan darurat, termasuk pangan, pelayanan kesehatan, dan dukungan kemanusiaan bagi warga yang membutuhkan.

Langkah tersebut diperlukan agar respons pemerintah tidak hanya berfokus pada pengamanan lokasi, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat yang terdampak langsung oleh musibah tersebut.

Pedagang membutuhkan kepastian pemulihan

Di balik kebakaran Pasar Sentral Batu-Batu, terdapat persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni keberlangsungan usaha para pedagang. Kehilangan kios berpotensi mengganggu mata pencaharian dan aktivitas ekonomi keluarga yang selama ini bergantung pada perdagangan di pasar tersebut.

Karena itu, Dinas Perindagkop UKM bersama pengelola pasar diminta menyiapkan opsi tempat berjualan sementara yang aman dan tertib. Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pedagang untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi setelah kondisi dinyatakan memungkinkan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng juga diminta mengoordinasikan laporan awal dan perkembangan penanganan secara berkala. Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika diarahkan menyampaikan informasi berdasarkan data terverifikasi agar masyarakat tidak menerima kabar yang belum jelas kebenarannya.

Adapun penyebab kebakaran dan besaran kerugian masih harus dipastikan melalui proses pemeriksaan serta pendataan oleh pihak berwenang.

Percepatan kepulangan Suwardi dari Makassar menjadi bagian dari respons pemerintah daerah terhadap kebakaran yang melanda pasar tersebut. Namun, tindak lanjut di lapangan akan menjadi hal penting untuk memastikan keselamatan warga, terpenuhinya kebutuhan darurat, dan tersedianya langkah pemulihan bagi pedagang.

Bagi masyarakat yang terdampak, penanganan yang cepat perlu diikuti bantuan yang tepat sasaran serta kepastian mengenai upaya menghidupkan kembali aktivitas perdagangan Pasar Sentral Batu-Batu.

(*)

Pergatsi Sulsel Kantongi Emas dan Perunggu di Kejurnas 2026, Persiapan Menuju PON 2028 Diperkuat


Jakarta, Teropongsulawesi.com, Prestasi kontingen Sulawesi Selatan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gateball XIII Tahun 2026 menjadi dorongan bagi Pengurus Provinsi Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Sulsel untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan kesiapan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028.

Dalam kejuaraan yang digelar di Lapangan RS Olahraga Nasional (RSON), Cibubur, Jakarta, pada 19–24 Oktober 2026, Sulawesi Selatan berhasil membawa pulang satu medali emas dan satu medali perunggu.

Medali emas diraih pada nomor beregu campuran, sementara medali perunggu diperoleh dari nomor tunggal putra. Hasil tersebut menjadi bukti kemampuan atlet Sulsel bersaing di tingkat nasional, sekaligus membuka ruang evaluasi terhadap sejumlah nomor yang belum menghasilkan medali.

Kejurnas Gateball XIII diikuti 747 atlet dari 28 provinsi. Ajang nasional tersebut dibuka Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, pada Selasa (20/10/2026).

Ketua Pengprov Pergatsi Sulsel, Ir. H. Hasbi Syamsu Ali, M.M., mengapresiasi perjuangan atlet dan pelatih yang telah membawa nama Sulawesi Selatan di tingkat nasional.

Menurut Hasbi, raihan dua medali tersebut patut disyukuri, tetapi tidak boleh membuat tim terlena. Hasil kejuaraan harus menjadi dasar untuk memperbaiki kekurangan dan menyusun langkah pembinaan yang lebih efektif.

“Alhamdulillah, ini hasil kerja keras para atlet, pelatih, dan seluruh pengurus. Kami bersyukur Sulsel bisa membawa pulang medali emas dan perunggu dari kejuaraan sebesar ini. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung,” ujar Hasbi dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).

Kekompakan Tim Antar Sulsel Raih Emas

Keberhasilan Sulsel meraih medali emas pada nomor beregu campuran tidak terlepas dari kemampuan pemain membangun kerja sama selama pertandingan. Dalam olahraga gateball, ketepatan pukulan harus didukung strategi, konsentrasi, dan komunikasi yang baik antarpemain.

Hasbi menilai keberhasilan tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan diri atlet menghadapi persaingan berikutnya.

“Gateball itu olahraga tim. Emas di beregu campuran lahir dari kekompakan, strategi yang tepat, dan komunikasi yang baik antarpemain di lapangan. Itu yang kami banggakan dari anak-anak kita,” katanya.

Selain emas, Sulsel juga mengamankan medali perunggu pada nomor tunggal putra. Capaian ini dinilai sebagai sinyal positif terhadap potensi atlet yang masih dapat ditingkatkan melalui latihan terukur dan pembinaan berkesinambungan.

“Perunggu di tunggal putra juga capaian yang patut dihargai. Ini bukti atlet kita punya bekal untuk naik level, asal pembinaannya terus diperkuat,” ungkapnya.

Pada kejuaraan tersebut, Pergatsi Sulsel berpartisipasi dalam tujuh nomor, yakni tunggal putra, tunggal putri, double campuran, triple campuran, beregu campuran, triple putra, dan beregu putra.

Dari seluruh nomor yang diikuti, dua medali berhasil dibawa pulang. Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk melihat aspek yang perlu diperbaiki, mulai dari kemampuan teknis hingga penerapan strategi saat menghadapi lawan.

“Kejurnas ini ajang pembuktian pembinaan yang kita lakukan. Medali yang kita dapat jadi motivasi, sementara nomor yang belum berhasil kita jadikan bahan evaluasi. Kita akan perkuat latihan dan kesiapan atlet,” tutur Hasbi.

Tak Ingin Berhenti di Kejurnas

Pergatsi Sulsel kini menatap agenda berikutnya, yakni Babak Kualifikasi PON XXII/2028 yang dijadwalkan berlangsung di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Bagi Hasbi, keberhasilan di Kejurnas Gateball XIII bukanlah akhir dari perjuangan. Justru, hasil tersebut harus dimanfaatkan untuk mengukur kesiapan atlet dan memperkuat program latihan sebelum memasuki persaingan menuju PON.

“Capaian di Kejurnas ini bukan garis akhir, melainkan modal untuk melangkah ke Babak Kualifikasi PON. Kami ingin atlet Sulsel datang dengan persiapan yang matang,” tegasnya.

Ia berharap evaluasi yang dilakukan setelah kejuaraan dapat menghasilkan perbaikan nyata dalam pembinaan. Konsistensi latihan, peningkatan keterampilan individu, kekompakan tim, serta kesiapan mental bertanding menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian.

Pergatsi Sulsel juga berupaya memperluas pengenalan olahraga gateball kepada masyarakat. Semakin luas partisipasi masyarakat diharapkan dapat membuka peluang lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu memperkuat Sulawesi Selatan pada masa mendatang.

“Kami ingin gateball semakin dikenal dan diminati masyarakat Sulsel. Olahraga ini mengajarkan sportivitas, disiplin, dan kebersamaan, dan itu nilai yang baik bagi generasi muda,” kata Hasbi.

Dengan bekal satu medali emas dan satu medali perunggu, Pergatsi Sulsel bertekad melanjutkan pembinaan secara lebih terarah. Evaluasi hasil Kejurnas 2026 diharapkan menjadi pijakan untuk memperbaiki performa sekaligus memperbesar peluang Sulawesi Selatan meraih hasil lebih baik pada Babak Kualifikasi PON XXII/2028. (*)

Milad ke-60 KAHMI, Graha Hijau Hitam Diproyeksikan Jadi Pusat Gagasan dan Kaderisasi


Makassar, Teropongsulawesi.com, Enam dekade perjalanan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menjadi momentum untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus menyiapkan keberlanjutan perjuangan lintas generasi. Di Sulawesi Selatan, komitmen tersebut ditandai dengan dimulainya langkah pembangunan Graha Hijau Hitam.

Majelis Wilayah KAHMI Sulawesi Selatan menggelar Kick Off Graha Hijau Hitam yang dirangkaikan dengan syukuran Milad KAHMI ke-60 di Hotel MaxOne, Makassar, Sabtu malam (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi penanda awal dari ikhtiar mewujudkan gedung yang diproyeksikan sebagai pusat aktivitas dan pengembangan keluarga besar HMI-KAHMI.

Gagasan pembangunan Graha Hijau Hitam sendiri telah dirintis melalui pemikiran dan rekomendasi kepengurusan sebelumnya. Kini, upaya tersebut kembali didorong agar dapat diwujudkan sebagai fasilitas bersama yang tidak hanya mendukung kebutuhan organisasi, tetapi juga memperkuat tradisi intelektual dan proses kaderisasi.

Sekretaris Umum MW KAHMI Sulsel, Dr. Hidayah Muhallim, S.Sos., M.A., dalam laporan panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, dukungan dan kebersamaan seluruh elemen menjadi bagian penting dalam mengawal rencana pembangunan Graha Hijau Hitam hingga dapat direalisasikan.

Ketua Umum HMI Badan Koordinasi (Badko) Sulawesi Selatan, Asrullah Dimas, menaruh harapan besar terhadap fungsi Graha Hijau Hitam setelah nantinya terbangun.

Ia menegaskan, keberadaan gedung tersebut semestinya tidak berhenti pada fungsi fisik, melainkan menjadi ruang produktif bagi lahirnya pemikiran dan penguatan gerakan mahasiswa maupun alumni.

“Graha Hijau Hitam harus menjadi lebih dari sekadar bangunan fisik. Kami berharap tempat ini menjadi laboratorium pergerakan, ruang untuk mengembangkan gagasan, memperkuat kaderisasi, dan menyiapkan keberlanjutan perjuangan HMI dan KAHMI bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Harapan itu menempatkan Graha Hijau Hitam sebagai bagian dari investasi organisasi dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Gedung tersebut diharapkan dapat menjadi tempat bertemunya kader dan alumni untuk bertukar pikiran, merumuskan gagasan, serta memperkuat hubungan antargenerasi.

Bagi HMI dan KAHMI, kesinambungan gerakan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan organisasi, tetapi juga oleh kemampuan melahirkan kader yang memiliki kapasitas intelektual, integritas, dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

Karena itu, realisasi pembangunan graha diharapkan berjalan seiring dengan perencanaan program yang mampu mengoptimalkan pemanfaatannya bagi kepentingan organisasi dan publik.

Koordinator Presidium MW KAHMI Sulawesi Selatan, Ir. Fadriaty AS, S.T., M.M., menyampaikan penghargaan kepada jajaran Majelis Daerah dan keluarga besar Hijau Hitam yang telah memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik dari jajaran Majelis Daerah maupun keluarga besar Hijau Hitam. Kebersamaan dan dukungan ini menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Graha Hijau Hitam sebagai rumah bersama bagi keluarga besar HMI dan KAHMI,” katanya.

Fadriaty mengakui bahwa penyelenggaraan kick off tersebut merupakan bagian dari ikhtiar awal untuk menggerakkan kembali rencana pembangunan yang telah dirintis sebelumnya.

“Kami hanya berusaha memfasilitasi launching atau kick off ini dengan ikhtiar semaksimal mungkin melalui kerja-kerja panitia yang luar biasa. Semoga ke depan gedung ini bisa segera terbangun seperti yang kita rencanakan,” tambahnya.

Dukungan yang terkumpul menjadi modal awal untuk melanjutkan gagasan tersebut ke tahap berikutnya. Meski demikian, pembangunan Graha Hijau Hitam tetap membutuhkan kesinambungan kerja, koordinasi, serta dukungan berbagai pihak agar harapan yang disampaikan dalam kegiatan itu dapat diwujudkan.

Momentum Milad KAHMI ke-60 juga menjadi perhatian Sekretaris Jenderal Majelis Nasional KAHMI, Syamsul Qomar. Ia mengingatkan pentingnya menjaga solidaritas organisasi dan mempertahankan relevansi peran KAHMI di tengah perubahan sosial dan kebangsaan.

“Momentum Milad ke-60 KAHMI harus menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan, menjaga nilai-nilai perjuangan, dan memastikan kontribusi KAHMI tetap relevan bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkapnya.

Syamsul Qomar turut memberikan pujian terhadap penyelenggaraan perayaan Milad KAHMI ke-60 yang digelar MW KAHMI Sulsel. Ia menilai perayaan tersebut sebagai salah satu kegiatan yang paling megah dan spektakuler dibandingkan perayaan oleh Majelis Wilayah KAHMI lainnya di Indonesia.

“Sejauh ini, perayaan Milad KAHMI yang dilaksanakan KAHMI Sulsel malam ini adalah yang paling megah dan spektakuler dari seluruh Majelis Wilayah di Indonesia. Keren!” ujarnya.

Kegiatan itu dihadiri ratusan anggota KAHMI dan kader HMI, serta sejumlah tokoh nasional dan daerah. Hadir pula perwakilan Menteri Pertanian RI, perwakilan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, perwakilan Gubernur Sulawesi Selatan, Ketua DPRD Sulawesi Selatan, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Selatan.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham bersama suaminya, IAS, serta Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle.

Hadir pula Ketua KPU dan Bawaslu Sulawesi Selatan, jajaran pengurus Majelis Daerah KAHMI se-Sulawesi Selatan, serta Ketua Forum Alumni HMI-Wati (Forhati) Sulawesi Selatan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan luasnya jejaring keluarga besar HMI dan KAHMI di Sulawesi Selatan. Pertemuan itu sekaligus menjadi kesempatan mempererat silaturahmi dan membangun konsolidasi untuk memperkuat kontribusi organisasi.

Memasuki usia enam dekade, KAHMI dihadapkan pada tanggung jawab untuk menjaga warisan perjuangan sekaligus menjawab tantangan masa depan. Pembangunan Graha Hijau Hitam diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat ruang kaderisasi, merawat tradisi intelektual, dan mendorong pengabdian yang lebih luas kepada masyarakat. (*)

MATADOR Siap Jalankan Program Kapolda Sulsel, Karaeng Emba Ajak Pemuda Bersatu Cegah Perang Kelompok


Makassar, Teropongsulawesi.com, Organisasi Makassar Tidak Kendor (MATADOR) menegaskan kesiapannya untuk mendukung dan menjalankan program Kapolda Sulawesi Selatan sebagai langkah nyata dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam mencegah kriminalitas jalanan, aksi geng motor, serta perang kelompok di Kota Makassar.

Komitmen tersebut disampaikan Karaeng Emba menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan pelajar menjadikan momentum tersebut sebagai penguat persatuan sekaligus ruang evaluasi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai.

Karaeng Emba menyoroti persoalan kriminalitas jalanan dan perang kelompok yang dinilai masih menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa maupun mengganggu aktivitas warga.

“MATADOR siap mendukung dan mengawal program Bapak Kapolda Sulawesi Selatan. Kami juga siap membantu menyosialisasikan nilai-nilai EWAKO, yakni Empati, Waspada, Adil, dan Kolaborasi, agar dapat dipahami dan diterapkan bersama di tengah masyarakat,” tegas Karaeng Emba. Sabtu (24/10/2026). 

Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, MATADOR berkomitmen mengambil bagian melalui pendekatan persuasif, penguatan komunikasi, serta kolaborasi dengan pihak terkait.

Karaeng Emba mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolda Sulsel dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel beberapa hari lalu, dalam momentum upaya perdamaian kelompok yang bertikai, yakni Jorjoran dan Lonner (Ablam), di Polda Sulsel.

Koordinasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dalam mencegah konflik sosial dan menekan potensi terjadinya tindak kriminalitas.

Ke depan, MATADOR berencana menyusun agenda kolaborasi bersama pihak terkait untuk mendorong program pencegahan yang menyasar potensi konflik sejak dini, termasuk membangun kesadaran generasi muda agar tidak terlibat dalam aksi kekerasan.

“Kami ingin ada langkah nyata dan berkelanjutan. Jangan menunggu sampai terjadi korban baru semua pihak bergerak. Pencegahan harus dimulai dari sekarang dengan membangun komunikasi, kepedulian, dan kesadaran bersama,” ujarnya.

Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, Karaeng Emba mengajak seluruh pemuda Sulawesi Selatan untuk mengesampingkan ego kelompok dan mengutamakan persaudaraan.

Ia menegaskan, perbedaan latar belakang maupun kelompok tidak seharusnya menjadi alasan untuk bermusuhan. Sebaliknya, generasi muda harus menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan keamanan dan menjaga nama baik daerah.

“Sebagai putra daerah Sulawesi Selatan, kita punya tanggung jawab bersama menjaga kampung halaman. Mari tinggalkan ego, hentikan permusuhan, dan bangun solidaritas demi Makassar yang lebih aman dan damai,” tutupnya.

MATADOR berharap sinergi dengan kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dapat semakin diperkuat sehingga semangat EWAKO benar-benar tercermin melalui tindakan nyata, terutama dalam membangun budaya damai, mencegah kriminalitas, dan menjaga persatuan di Sulawesi Selatan.

(Red)

Polres Soppeng Amankan Terduga Pelaku Kebakaran Pasar Batu-Batu, Polisi Dalami Motif dan Penyebab


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Tim URC Resmob Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Soppeng mengamankan seorang pria berinisial Muh. Ashar (29) yang diduga terlibat dalam peristiwa kebakaran Pasar Sentral Batu-Batu, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sabtu malam (24/10/2026).

Pria tersebut diamankan sekitar pukul 22.00 Wita setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.00 Wita.

Peristiwa kebakaran itu bermula dari salah satu lapak di bagian dalam pasar. Api kemudian menjalar ke sejumlah lapak dan kios lainnya hingga menimbulkan dampak terhadap aktivitas perdagangan masyarakat.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Satreskrim Polres Soppeng bergerak mengumpulkan informasi dan menelusuri dugaan keterlibatan pihak tertentu. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, petugas mengidentifikasi seorang pria yang diduga memiliki kaitan dengan peristiwa tersebut.

Tim URC Resmob kemudian mendatangi kediaman yang bersangkutan di wilayah Kecamatan Marioriawa dan membawanya ke Mapolres Soppeng untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam proses pengamanan, polisi turut menyita sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut, yakni satu buah korek api berwarna oranye dan satu botol berisi bensin.

Berdasarkan keterangan awal yang disampaikan kepada penyidik, terduga mengaku membeli bensin, menyiramkannya ke salah satu lapak kios di bagian tengah pasar, kemudian menyalakan korek api. Meski demikian, penyidik masih perlu mendalami keterangan tersebut dan mencocokkannya dengan barang bukti serta fakta lain yang ditemukan di lapangan.

Informasi awal juga menyebutkan bahwa terduga memiliki riwayat penanganan medis terkait kondisi kejiwaan. Aspek tersebut menjadi hal penting yang perlu diperiksa secara cermat melalui penilaian tenaga profesional yang berwenang.

Kondisi kesehatan tersebut tidak serta-merta menentukan status maupun pertanggungjawaban hukum yang bersangkutan. Seluruhnya harus didasarkan pada hasil pemeriksaan dan ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya menangani kasus tersebut secara serius mengingat dampak kebakaran terhadap masyarakat, khususnya para pedagang yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas di pasar.

“Setiap peristiwa yang menimbulkan kerugian dan keresahan masyarakat harus ditangani secara serius, profesional, dan berdasarkan fakta. Kami berkomitmen mengungkap peristiwa ini secara menyeluruh, dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta memperhatikan setiap aspek yang relevan dalam proses pemeriksaan,” tegas Kapolres.

Ia menambahkan, pengamanan terduga bukan akhir dari proses penanganan perkara. Penyidik masih akan mendalami keterangan yang diperoleh, memeriksa barang bukti, serta mengumpulkan informasi tambahan guna memastikan rangkaian kejadian terungkap secara utuh.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Di tengah situasi seperti ini, kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Apabila memiliki informasi yang berkaitan dengan kejadian tersebut, silakan sampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat membantu proses penyelidikan,” tambahnya.

Saat ini, Muh. Ashar masih diamankan di Mapolres Soppeng untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Polres Soppeng menegaskan akan terus mendalami kasus tersebut guna mengungkap fakta di balik kebakaran Pasar Sentral Batu-Batu, sekaligus memastikan penanganan perkara berjalan secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

(Red)

DOJO INKANAS BPI BONE Raih Podium III pada Kejuaraan FORKI Bone 2026, Sabet 20 Medali


Bone, Teropongsulawesi.com, Dojo INKANAS BPI BONE berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Podium III pada Kejuaraan FORKI Bone, 23–24 Oktober 2026. Dalam kejuaraan tersebut, para atlet menunjukkan semangat juang dan kemampuan terbaik dengan mengoleksi total 20 medali, terdiri atas 8 emas, 5 perak, dan 7 perunggu.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan, kedisiplinan latihan, serta kerja keras atlet dan pelatih mulai menunjukkan hasil yang positif. Para atlet tampil di berbagai nomor kata dan kumite pada kelompok usia dini, pra-pemula, pemula, kadet, hingga junior.

Rekapitulasi Perolehan Medali

Medali Emas (8)

1. Nur Adelia — Junior Kata Putri

2. Nur Adelia — Junior Kumite

3. Radja Adityawarman — Junior Kumite

4. Rifqi Praudin — Kumite -25 kg

5. Shafira — Kadet Kumite +61 kg Putri

6. Sahrul — Kadet Kumite -57 kg Putra

7. Muh. Gian — Pra-Pemula Kumite -35 kg

8. Yuki — Pemula Kumite +52 kg Putri

Medali Perak (5)

1. Muh. Rifki — Kata Perorangan Pra-Usia Dini

2. Muh. Rifki Al Faiz — Pemula Putra Kata Perorangan

3. Nur Aqilah — Kadet Kumite +61 kg Putri

4. Syafiqah — Pemula Kumite -40 kg Putri

5. Fatwa — Pemula Kumite -52 kg

Medali Perunggu (7)

1. Syafiqah Azzahra — Pemula Kata Putri

2. Abizar Praudin — Kumite -25 kg

3. Taufiqul — Kadet Kumite -63 kg Putra

4. Salman — Pra-Pemula Kumite +35 kg Putra

5. Naufalyn — Pra-Pemula Kumite +30 kg

6. Faiz — Pemula Kumite -50 kg

7. Fauzan — Pemula Kumite +55 kg Putra


Pelatih Berkomitmen Tingkatkan Prestasi Atlet

Pelatih Muldiyana menyampaikan rasa syukur atas pencapaian para atlet dalam kejuaraan tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih merupakan hasil dari proses latihan, kedisiplinan, semangat juang, dan pengalaman bertanding yang terus dibangun.

“Alhamdulillah, kita kembali mendapatkan pengalaman dan hasil yang membanggakan. Namun, perjalanan belum selesai. Kami akan terus berlatih, mengevaluasi kekurangan, dan memperbaiki kemampuan agar ke depannya bisa menjadi lebih baik dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ungkap Muldiyana.

Sementara itu, pelatih Rapika dan Hilmiati juga berkomitmen untuk bekerja lebih keras dalam proses pembinaan di lapangan. Evaluasi teknik, peningkatan kondisi fisik, penguatan mental bertanding, serta kedisiplinan atlet akan menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi kejuaraan berikutnya.


Terus Berproses Menuju Prestasi Lebih Tinggi

Capaian Podium III pada Kejuaraan FORKI Bone 2026 menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar Dojo INKANAS BPI BONE untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan. Para atlet diharapkan tidak cepat berpuas diri, tetap rendah hati, menjaga disiplin, serta menjadikan setiap pertandingan sebagai pengalaman untuk berkembang.

Bagi Dojo INKANAS BPI BONE, kemenangan bukan hanya tentang medali, tetapi juga tentang proses membentuk karakter, sportivitas, keberanian, dan mental juara.

Terus berlatih, terus berproses, dan terus berprestasi. Dojo INKANAS BPI BONE siap melangkah lebih jauh menuju podium juara berikutnya!

Ewako! Semangat juang, disiplin, dan mental juara!

Kamis, 22 Oktober 2026

Monev ILP di Lalabata Rilau, Pemerintah Kelurahan dan Puskesmas Salotungo Perkuat Kolaborasi Kesehatan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kelurahan Lalabata Rilau bersama UPTD Puskesmas Salotungo terus mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP), Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Botto, Kabupaten Soppeng, tersebut dibuka oleh Lurah Lalabata Rilau, Andi Baso Muh Hamka, S.IP, bersama Kepala UPTD Puskesmas Salotungo, drg. Muhlisa, S.K.G.

Monev ini dirangkaikan dengan pembinaan tata kelola penyelenggaraan UPKD/K, sebagai bagian dari kegiatan intervensi pemberdayaan masyarakat berdasarkan siklus hidup.

Pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman dan koordinasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di tingkat kelurahan. Evaluasi juga menjadi langkah penting untuk melihat pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi aspek yang perlu ditingkatkan.

Sejumlah unsur lintas sektor hadir dalam kegiatan ini, di antaranya pemerintah kelurahan, Tim Penggerak PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kader posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Salotungo.

Jajaran puskesmas yang terlibat meliputi kepala UPTD, petugas UPKD/K, penanggung jawab jejaring puskesmas, petugas Cek Kesehatan Gratis (CKG), dokter umum, unsur klaster 4, dan petugas lintas klaster.

Pembinaan tersebut dilaksanakan untuk mendukung peningkatan kualitas tata kelola pelayanan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat berdasarkan siklus hidup. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rencana pelaksanaan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran 2026 pada kegiatan manajemen puskesmas.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, implementasi ILP di Kelurahan Lalabata Rilau diharapkan semakin optimal, terutama dalam membangun koordinasi antara tenaga kesehatan, pemerintah setempat, dan masyarakat.

Keterlibatan kader posyandu serta tokoh masyarakat juga dinilai penting untuk memperluas partisipasi warga dalam mendukung pelayanan kesehatan yang berkesinambungan sesuai kebutuhan setiap kelompok usia.

Sinergi pemerintah kelurahan dan Puskesmas Salotungo diharapkan tidak hanya memperkuat pelaksanaan program, tetapi juga menjadi sarana untuk merumuskan langkah perbaikan berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.

Dengan koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan, pelayanan kesehatan masyarakat di Kelurahan Lalabata Rilau diharapkan semakin terarah, terpadu, dan mampu menjawab kebutuhan warga secara lebih efektif.

(Red)

Nur Syifa Nadiastuti Wakili Sulsel, Raih Best Influencer Putra Putri Batik Nusantara 2026


Jakarta, Teropongsulawesi.com,– Prestasi membanggakan ditorehkan Nur Syifa Nadiastuti, finalis perwakilan Sulawesi Selatan, yang berhasil meraih penghargaan Best Influencer Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) 2026. Penghargaan ini menjadi langkah penting bagi Syifa untuk memperkuat peran generasi muda dalam mempromosikan dan melestarikan batik Indonesia melalui media sosial dan inovasi teknologi.

Perempuan berusia 23 tahun yang akrab disapa Syifa tersebut merupakan lulusan Sarjana Manajemen Universitas Negeri Jakarta. Selain bekerja di bidang pemasaran PT Brilian Indah Gemilang, ia juga aktif sebagai influencer dengan lebih dari 125 ribu pengikut di Instagram (@nursyifanadiastuti) dan 50 ribu pengikut di TikTok.

Syifa bukan sosok baru dalam dunia prestasi. Ia telah mengantongi lebih dari 150 penghargaan, pernah menjadi Mahasiswa Berprestasi Utama Universitas Negeri Jakarta, Duta Universitas Negeri Jakarta, hingga Duta Museum Listrik PLN. Ia juga aktif menjadi pembicara dan juri dalam berbagai kegiatan tingkat nasional maupun internasional.

Ketertarikannya terhadap perjalanan dan kebudayaan Indonesia mendorong Syifa untuk memperkenalkan kekayaan Nusantara kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara.

Dalam ajang PPBN 2026, Syifa mengusung advokasi JatiBatik, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu masyarakat menemukan motif batik sesuai nilai dan karakter yang ingin direpresentasikan. Platform tersebut juga diarahkan untuk membantu pengguna menemukan UMKM batik terdekat.

Menurut Syifa, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperkenalkan batik dengan pendekatan yang lebih personal, kreatif, dan relevan bagi generasi muda.

“Batik bukan sekadar kain atau fashion, tetapi memiliki filosofi, identitas, dan proses panjang yang melibatkan keterampilan para pembatik. Melalui JatiBatik, saya ingin membantu masyarakat memahami makna setiap motif sehingga tumbuh rasa bangga, cinta, dan apresiasi terhadap batik Indonesia,” ujar Syifa.

Ia menilai, salah satu tantangan dalam pelestarian batik adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menghargai proses pembuatan serta karya para pembatik. Karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenakan batik sebagai busana, tetapi juga memahami filosofi motif, mempelajari proses pembuatannya, dan mendukung keberlangsungan UMKM batik lokal.

Bagi Syifa, teknologi dan budaya bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya justru dapat berjalan beriringan untuk menjaga warisan budaya Indonesia agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Putra Putri Batik Nusantara sendiri telah diselenggarakan sejak 2011. Ajang tersebut memiliki lebih dari 280 alumni yang tersebar di 38 provinsi dan terhubung dengan berbagai pihak di lebih dari 25 negara.

Pada penyelenggaraan 2026, PPBN mengangkat batik Derawan dan Maratua dari Kalimantan Timur sebagai tema, dengan menyoroti keterkaitan batik dengan identitas daerah, pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif.

Selama karantina nasional pada 22–28 September 2026 di Jakarta, para finalis mendapatkan pembekalan mengenai pengetahuan batik, komunikasi, kepemimpinan, diplomasi budaya, personal branding, serta pengembangan diri.

Di balik pencapaiannya, Syifa menyampaikan rasa terima kasih kepada sang ibu yang senantiasa memberikan dukungan. Ia juga mengenang mendiang ayahnya sebagai sumber semangat untuk terus berkarya dan meraih prestasi.

Apresiasi turut disampaikan kepada pasangan, teman-teman, para pengikut media sosial, serta manajemen PT Brilian Indah Gemilang yang telah memberikan izin dan dukungan selama proses pemilihan berlangsung.

Syifa juga menyampaikan terima kasih kepada para mitra dan sponsor, di antaranya UMKM batik Trissia Dewi, Organ Batik Sinaga, Batik ISTINANA, A’BATE’ Lontara, dan Marika Batik, serta Aurana Rent, mitra tata rias, videografi, dan berbagai pihak lainnya.

Dukungan juga datang dari Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua APINDO Sulawesi Selatan, Staf Ahli Bidang Jasa Keuangan dan Pasar Modal Kementerian Keuangan RI, Wali Kota Jakarta Timur, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, serta pihak-pihak lain yang turut mendukung perjalanannya.

Ke depan, melalui penghargaan Best Influencer PPBN 2026, Syifa berharap dapat memperluas edukasi batik melalui konten digital, inovasi AI, serta kolaborasi dengan para pembatik dan pelaku UMKM lokal.

Ia ingin mengajak generasi muda untuk tidak sekadar memakai batik, melainkan juga memahami filosofi, mencintai proses pembuatannya, dan bangga terhadap warisan budaya bangsa.

Baginya, melestarikan batik bukan hanya tentang menjaga tradisi masa lalu, tetapi juga memastikan warisan budaya Indonesia tetap dikenal, dihargai, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

(Red) 

Rabu, 21 Oktober 2026

Kapolres Soppeng Hadiri Penutupan Semarak Hari Santri, Sinergi Ulama dan Polri Jadi Kunci Kerukunan


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Penutupan Semarak Hari Santri Tahun 2026 di Kabupaten Soppeng menjadi momentum memperkuat kebersamaan antara pemerintah daerah, kepolisian, tokoh agama, dan kalangan pesantren dalam menjaga persatuan serta kondusivitas wilayah.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menghadiri upacara penutupan yang diselenggarakan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Soppeng di Lapangan Lade Welonge, Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa, Kamis (22/10/2026), sekitar pukul 08.00 WITA.

Kegiatan tersebut mengakhiri rangkaian Semarak Hari Santri yang berlangsung selama tiga hari, 20–22 Oktober 2026. Sejumlah perlombaan keagamaan dan olahraga antarsantri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Soppeng turut mewarnai peringatan tersebut.

Hadir dalam kegiatan itu Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng H. Afdal, S.Ag., M.M., Ketua FKPP Kabupaten Soppeng Ustaz Najamuddin, S.Pd.I., M.Pd.I., perwakilan Dandim 1423/Soppeng, Camat Marioriawa A. Massalangka Raya, S.Si., Kapolsek Marioriawa AKP H. Musmulyadi, S.Pd.I., Kepala KUA Kecamatan Marioriawa Mukhlis, S.Ag., M.H., Kepala Desa Laringgi Eka Wahyuni, S.E., serta para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Soppeng.

Kehadiran Kapolres dalam kegiatan tersebut mencerminkan dukungan kepolisian terhadap peran pesantren dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan memiliki kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.

AKBP Hari Budiyanto menegaskan bahwa semangat Hari Santri perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata, terutama dalam menjaga persaudaraan, menghargai perbedaan, dan menciptakan lingkungan sosial yang damai.

“Semarak Hari Santri bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk mempererat ukhuwah, menumbuhkan sportivitas, dan membentuk generasi muda yang berakhlak mulia. Kami berharap para santri terus mengembangkan ilmu, menjaga persaudaraan, serta mengambil peran positif dalam menjaga persatuan dan kedamaian di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, serta pengelola pondok pesantren. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.

Di tengah dinamika kehidupan masyarakat, peran tokoh agama dan lembaga pendidikan pesantren dinilai strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral serta memperkuat sikap saling menghormati. Karena itu, hubungan harmonis antara aparat keamanan dan lingkungan pesantren perlu terus dipelihara.

Rangkaian penutupan Semarak Hari Santri 2026 berlangsung tertib. Polres Soppeng menyatakan dukungannya terhadap berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang mendorong pembinaan generasi muda serta memperkuat persatuan.

Melalui momentum ini, masyarakat diharapkan terus menjaga semangat kebersamaan, merawat toleransi, dan memperkuat sinergi demi terwujudnya Kabupaten Soppeng yang aman, damai, dan harmonis.

(Taggi) 

Perkuat Karakter dan Kesadaran Kamtibmas, Kapolres Soppeng Lantik Pengurus Saka Bhayangkara


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Polres Soppeng menjadikan pembinaan generasi muda sebagai bagian dari upaya menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap keamanan lingkungan. Hal ini diwujudkan melalui pelantikan Pengurus Saka Bhayangkara Polres Soppeng masa bakti 2026–2028 yang dipimpin Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Tantya Sudhirajati Aspol, Jalan Samudera, Watansoppeng, tersebut menjadi momentum bagi kepengurusan baru untuk memperkuat peran Saka Bhayangkara sebagai wadah pembinaan generasi muda di bidang kebhayangkaraan.

Prosesi pelantikan dimulai pukul 09.45 WITA dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Pramuka. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat penetapan pengurus, pengucapan ikrar dan sumpah kesanggupan, penyematan pin Saka Bhayangkara, serta penandatanganan naskah pelantikan.

Dalam sambutannya, AKBP Hari Budiyanto selaku Ketua Majelis Pembimbing (Mabi) Saka Bhayangkara menekankan bahwa organisasi kepramukaan harus mampu menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus mendorong generasi muda berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap para anggota tidak hanya memperoleh pengalaman berorganisasi, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kedisiplinan, kepatuhan terhadap hukum, kepemimpinan, dan pengabdian dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui Saka Bhayangkara, kami berharap generasi muda dapat mengembangkan potensi diri, membangun jiwa kepemimpinan, serta menanamkan kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Jadilah generasi yang mampu memberikan contoh positif, menaati aturan, dan berkontribusi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kapolres juga meminta pengurus yang baru dilantik menjalankan amanah organisasi dengan sungguh-sungguh. Pengurus diharapkan mampu menjaga kekompakan dan mengembangkan kegiatan yang mendorong anggota menjadi pribadi mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kepekaan sosial.

Menurutnya, menciptakan situasi keamanan yang kondusif membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Generasi muda pun memiliki kesempatan untuk mengambil bagian melalui perilaku positif, kepatuhan terhadap aturan, dan kepedulian terhadap kondisi di sekitarnya.

Karena itu, pembinaan melalui Saka Bhayangkara diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Program yang dijalankan perlu memberikan manfaat nyata dalam membangun kesadaran kamtibmas sekaligus memperkuat hubungan antara Polri, Gerakan Pramuka, dan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Soppeng AKBP Tamar, S.Sos., para Kabag, Kasat, Kasi, perwira Polres Soppeng, instruktur Krida Saka Bhayangkara, serta pengurus dan peserta Saka Bhayangkara Polres Soppeng.

Upacara pelantikan berakhir pada pukul 10.30 WITA. Melalui kepengurusan masa bakti 2026–2028, Polres Soppeng berharap Saka Bhayangkara semakin berkembang sebagai wadah pembinaan generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat.

(Taggi) 

Photos

Business

Internasional

Ekonomi

Politik

HUKUM KRIMINAL

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved