TEROPONG SULAWESI -->

Halaman

Daerah

Ads

Postingan Populer

Nasional

Kesehatan

Internasional

Arsip Blog

TOP NEWS

Selasa, 06 Oktober 2026

Soroti Trial by Social Media, DePA-RI Sulsel: Siapa Mengadili, Netizen atau Hakim?


Makassar, Teropongsulawesi.com, Fenomena trial by social media atau “pengadilan oleh media sosial” menjadi perhatian Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia (DePA-RI) Sulawesi Selatan.

Fenomena tersebut dinilai semakin menguat ketika opini, tudingan, hingga penghakiman publik di ruang digital kerap muncul lebih dahulu dibandingkan proses pembuktian dan pemeriksaan perkara melalui lembaga peradilan.

Persoalan itu menjadi salah satu pokok diskusi dalam kegiatan konsolidasi DePA-RI Sulsel bertajuk “Trial by Social Media: Siapa Mengadili, Netizen atau Hakim?” yang digelar di Makassar, Selasa (6/10/2026).

Diskusi tersebut digelar sehari sebelum puluhan advokat baru DePA-RI dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Tinggi Makassar, Dr. Hj. Nirwana, SH, M.Hum, Rabu (7/10/2026).

Ketua Umum DePA-RI, TM Luthfi Yazid, mengatakan media sosial merupakan bagian penting dari demokrasi dan kebebasan berekspresi. Namun, kebebasan tersebut, menurutnya, tidak semestinya berubah menjadi proses penghakiman yang mengabaikan mekanisme hukum.

“Netizen boleh berpendapat, tetapi yang berwenang mengadili perkara adalah hakim melalui proses peradilan yang menjunjung due process of law. Jangan sampai viralitas menjadi pengganti alat bukti,” ujar Luthfi.

Dalam diskusi tersebut, DePA-RI juga menyinggung polemik terkait permohonan Denny Indrayana dan kawan-kawan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Luthfi menyoroti pernyataan advokat Dr. Muhammad Rulliyandi, SH, MH, yang disebutnya dalam sejumlah pemberitaan dan media sosial mempertanyakan legalitas persidangan di MK serta Ketua MK Suhartoyo.

Menurut Luthfi, kritik terhadap lembaga peradilan merupakan bagian dari ruang demokrasi. Namun, sebagai profesi yang disebut officium nobile, advokat dinilai memiliki tanggung jawab etik untuk menyampaikan kritik berdasarkan fakta dan argumentasi hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangankan kepada lembaga peradilan, kepada sesama advokat pun harus menghormati. Itulah yang disebut profesi mulia atau officium nobile,” katanya.

Ia menilai persoalan menjadi lebih serius ketika pernyataan seorang advokat menyebar luas melalui media sosial dan kemudian membentuk persepsi publik seolah-olah telah terjadi suatu pelanggaran sebelum persoalan tersebut diuji melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Ketua PT Makassar Ingatkan Advokat

Peringatan serupa, lanjut Luthfi, juga disampaikan Ketua Pengadilan Tinggi Makassar, Dr. Hj. Nirwana, SH, M.Hum, ketika memberikan pengarahan kepada para advokat baru yang dilantik dan diambil sumpah.

Para advokat diingatkan agar tidak membuat penilaian terhadap lembaga peradilan maupun pejabat pengadilan tanpa dasar dan bukti yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi DePA-RI, fenomena trial by social media bukan sekadar persoalan etika bermedia sosial. Dampaknya dapat meluas terhadap proses penegakan hukum.

Penghakiman yang muncul sebelum adanya putusan pengadilan berpotensi merusak reputasi seseorang, menciptakan tekanan terhadap proses hukum, serta menggeser prinsip praduga tak bersalah.

“Keadilan tidak boleh ditentukan oleh seberapa viral sebuah perkara. Tidak juga oleh suara keras seorang ahli maupun advokat. Keadilan harus lahir dari fakta, bukti, hukum, dan proses peradilan yang fair,” tegas Luthfi.

Dalam kegiatan tersebut, Luthfi didampingi Ketua DPD DePA-RI Sulsel, Sudirman Jabir, SH, MH, serta sejumlah pengurus DPD, di antaranya Hanafie, SH, MH, Asri Ameru, SH, MH, dan Arphin Jumadi, SH, MH.

DePA-RI mengajak masyarakat, media, advokat, aparat penegak hukum, serta pengguna media sosial untuk membangun budaya hukum digital yang lebih bertanggung jawab.

Media sosial, menurut organisasi tersebut, tetap penting sebagai ruang demokrasi dan kontrol publik. Namun, ruang digital tidak semestinya berubah menjadi “ruang pengadilan” tanpa hakim, tanpa proses pembuktian, dan tanpa mekanisme hukum yang jelas.

(Red)

Di Forum Kunker Komisi II DPR RI, Bupati Soppeng Terima Sertifikat Aset Daerah


Makassar, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menghadiri Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI di Makassar, Selasa (6/10/2026).

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Soppeng menerima sertifikat aset daerah berupa aset jalan raya dan pasar. Penyerahan sertifikat ini menjadi bagian dari upaya memperkuat legalitas dan tertib administrasi Barang Milik Daerah (BMD).

Soppeng tercatat sebagai salah satu dari 11 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan yang menerima sertifikat aset dalam kegiatan tersebut.

Selain Soppeng, penerima sertifikat lainnya yakni Kabupaten Takalar, Kota Parepare, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Kabupaten Jeneponto, Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Bone.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya bersama jajaran Komisi II DPR RI, termasuk Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda dan anggota Komisi II DPR RI Taufan Pawe.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas penyerahan sertifikat aset daerah tersebut.

Menurut Andi Sudirman, sertifikasi aset menjadi langkah penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus memberikan kepastian terhadap aset yang dimiliki pemerintah daerah.

“Kami tentu mengapresiasi penyerahan sertifikat aset daerah ini. Pembangunan daerah melalui program Asta Cita Nasional Bapak Presiden Prabowo Subianto tidak dapat dipisahkan dari peran pemerintah daerah,” ujar Andi Sudirman.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan daerah.

Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian, mulai dari pengelolaan aset, lingkungan dan persampahan, BUMD hingga berbagai sektor pembangunan lainnya.

Bagi Pemkab Soppeng, sertifikat aset jalan raya dan pasar tersebut menjadi bagian dari langkah memperjelas status administrasi dan legalitas aset daerah.

Kehadiran Bupati Suwardi Haseng dalam forum Komisi II DPR RI juga menjadi momentum memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan DPR RI dalam membahas berbagai agenda strategis yang berkaitan dengan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Soppeng.

(RAT)

Senin, 05 Oktober 2026

Kasus S Masuk Babak Baru, LSM SIDIK: Pengawalan Tak Berhenti di Penetapan Tersangka


Bone, Teropongsulawesi.com, Perkara dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Bone kini memasuki babak baru. Satreskrim Polres Bone resmi menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka pada Senin (5/10/2026).

Penetapan itu menjadi perkembangan penting setelah perkara tersebut sebelumnya dilaporkan pada 24 Agustus 2026 dan terus mendapat perhatian publik, termasuk pengawalan dari LSM SIDIK.

Ketua LSM SIDIK, Mahmud Cambang, menyambut positif langkah penyidik Polres Bone. Menurutnya, peningkatan status hukum S menunjukkan bahwa laporan yang masuk tidak berhenti di meja penyidik, tetapi telah bergerak menuju proses hukum yang lebih konkret.

“Kami mengapresiasi keseriusan Satreskrim Polres Bone. Penetapan tersangka ini menunjukkan bahwa laporan tersebut ditindaklanjuti secara serius. Kami berharap proses hukum tidak berhenti sampai di sini dan seluruh tahapan berjalan profesional, transparan, serta tetap mengedepankan kepentingan perlindungan korban,” tegas Mahmud.

Perkara ini bermula dari laporan polisi yang dibuat pada 24 Agustus 2026, berkaitan dengan dugaan peristiwa yang disebut terjadi pada 22 Agustus 2026 di Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone.

Penyidik kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap korban, saksi-saksi serta pihak terlapor. S sebelumnya diperiksa sebagai saksi.

Tahapan penyidikan berlanjut hingga gelar perkara pada 2 Oktober 2026.

Dari gelar perkara tersebut, penyidik menyatakan telah memperoleh sedikitnya dua alat bukti yang menjadi dasar untuk meningkatkan status S menjadi tersangka.

Surat penetapan tersangka diterbitkan pada 5 Oktober 2026.

Dalam surat tersebut, S disangkakan terkait dugaan tindak pidana perkosaan dan/atau persetubuhan terhadap anak serta dugaan memaksa seseorang bersetubuh dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, sesuai pasal yang tercantum dalam surat penetapan tersangka.

Bagi LSM SIDIK, penetapan tersangka bukanlah akhir dari perkara.

Mahmud menegaskan bahwa pihaknya akan tetap memberikan perhatian terhadap perkembangan kasus tersebut agar proses hukum berjalan sesuai aturan dan kepentingan korban tetap menjadi prioritas.

“Penetapan tersangka adalah satu tahapan penting. Namun, kami berharap penyidik tetap mengawal perkara ini sampai tuntas sesuai mekanisme hukum. Jangan sampai korban kembali merasa tidak mendapatkan keadilan,” ujarnya.

Menurut Mahmud, kepastian hukum menjadi hal yang sangat penting, terlebih perkara tersebut menyangkut dugaan tindak pidana terhadap anak.

Ia juga meminta semua pihak menahan diri untuk tidak menyebarluaskan identitas korban maupun informasi yang dapat membuka jati diri anak.

“Perlindungan terhadap korban harus menjadi perhatian utama sepanjang proses hukum berlangsung,” tegasnya.

Pihak keluarga korban juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pengawalan yang dilakukan LSM SIDIK sejak perkara tersebut dilaporkan.

“Kami berterima kasih kepada Ketua LSM SIDIK yang sudah menyuarakan kami dalam kasus ini. Kami berharap kepolisian terus mengawal perkara ini sampai tuntas dan memberikan kepastian hukum bagi korban,” ujar pihak keluarga korban.

Keluarga berharap seluruh proses hukum berjalan adil, profesional dan tetap memberikan perlindungan kepada korban.

Surat penetapan tersangka tersebut juga telah diberitahukan kepada pihak Penuntut Umum.

Di sisi lain, status tersangka tidak serta-merta berarti S telah dinyatakan bersalah. S tetap memiliki hak-hak hukum, termasuk memperoleh pendampingan penasihat hukum dan diperlakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pembuktian mengenai benar atau tidaknya dugaan tindak pidana tersebut selanjutnya menjadi kewenangan proses peradilan berdasarkan alat bukti yang sah.

(Red)

Bawa Kue HUT TNI, Kapolsek Liliriaja Sambangi Koramil: Soliditas TNI-Polri Terjaga


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Kekompakan TNI dan Polri di wilayah Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, kembali terlihat dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Kapolsek Liliriaja AKP Mahmuddin, S.Sos., bersama sejumlah personel Polsek Liliriaja mendatangi Mako Koramil 1423-04/Liliriaja di Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, Senin (5/10/2026).

Kedatangan jajaran Polsek Liliriaja tersebut bukan sekadar kunjungan seremonial. Mereka membawa kue ucapan sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat kepada keluarga besar TNI yang tengah memperingati hari jadinya.

Rombongan disambut langsung oleh Danramil 1423-04/Liliriaja Kapten Inf. Aries Hasan bersama personel Koramil. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak selama kegiatan berlangsung.

Kapolsek Liliriaja kemudian menyerahkan kue ucapan Dirgahayu TNI ke-81 kepada Danramil secara simbolis.

Momen sederhana tersebut menjadi gambaran eratnya hubungan antara jajaran Polsek dan Koramil dalam menjalankan tugas di wilayah Kecamatan Liliriaja.

Sinergitas TNI-Polri di tingkat kewilayahan memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Koordinasi yang terbangun dengan baik menjadi modal bersama dalam menghadapi berbagai dinamika dan persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Melalui momentum HUT TNI ke-81, jajaran Polsek Liliriaja dan Koramil 1423-04/Liliriaja menunjukkan komitmen untuk terus menjaga komunikasi, memperkuat soliditas, serta bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 11.30 WITA tersebut berjalan aman, tertib, khidmat dan lancar hingga selesai.

Kebersamaan itu sekaligus menjadi pesan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas satu institusi, melainkan membutuhkan sinergi dan kekompakan seluruh unsur di wilayah.

(RAT)

Minggu, 04 Oktober 2026

Serunya Outing Class TKN Lamung Patue Watansoppeng: Anak-anak Belajar Langsung Proses Pembuatan Air Gelas Wetzo di CV. Aresota Jaya


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana penuh antusias dan kegembiraan terlihat dalam kegiatan Outing Class TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng yang dilaksanakan pada Senin, 5 Oktober 2026, di CV. Aresota Jaya, yang beralamat di Jl. Daeng Bora Kelu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak karena mereka berkesempatan melihat secara langsung proses pengolahan dan produksi air bersih dalam kemasan gelas Wetzo.

Kegiatan Outing Class tersebut merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang disesuaikan dengan topik pembelajaran “Air”. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui cerita dan gambar di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengamati secara langsung bagaimana air diproses hingga menjadi air minum yang siap dikonsumsi dan didistribusikan kepada masyarakat.

Kedatangan rombongan TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng mendapat sambutan yang hangat dari Pimpinan CV. Aresota Jaya, Hj. Hernawati. Beliau menyampaikan sambutan yang baik dan penuh apresiasi atas kunjungan anak-anak. Pihak perusahaan dengan terbuka memberikan kesempatan kepada peserta didik dan guru untuk mengenal lebih dekat tahapan proses produksi air gelas Wetzo.


Dalam kunjungan tersebut, anak-anak diajak mengamati berbagai tahapan produksi secara langsung. Mulai dari proses penyaringan air, pengolahan hingga menjadi air bersih, kemudian proses pengisian air ke dalam gelas, dilanjutkan dengan penutupan dan pengepresan gelas, hingga tahap akhir berupa pengemasan ke dalam dos dan pengepakan sebelum produk siap didistribusikan.

Anak-anak tampak sangat antusias menyaksikan setiap tahapan tersebut. Beberapa di antara mereka terlihat memperhatikan dengan penuh rasa ingin tahu bagaimana mesin bekerja dan bagaimana air yang telah melalui proses pengolahan dapat dikemas dengan rapi. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan kehidupan nyata di lingkungan sekitar.


Kepala TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng, Jumrah, S.Pd, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas sambutan yang diberikan oleh CV. Aresota Jaya.

“Anak-anak sangat senang karena hari ini mereka dapat melihat secara langsung proses pembuatan air gelas Wetzo. Selama ini mereka mengenal air melalui pembelajaran di kelas, tetapi melalui kegiatan Outing Class ini mereka dapat melihat sendiri bagaimana air diproses, disaring, dimasukkan ke dalam gelas, ditutup dan dipres, kemudian dikemas hingga siap untuk didistribusikan,” ujar Jumrah, S.Pd.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting bagi pendidikan anak usia dini karena memberikan pengalaman belajar yang nyata, menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan dunia anak.

“Kami berharap pengalaman ini dapat menambah wawasan anak-anak sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian bertanya, kemampuan mengamati, serta kesadaran untuk menjaga kebersihan dan menggunakan air dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Sementara itu, Hj. Amriani, S.Pd, salah satu guru TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng, mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi peserta didik.

“Kami sangat bersyukur karena melalui kegiatan ini anak-anak tidak hanya mengenal air bersih, tetapi juga memahami bahwa air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Manusia membutuhkan air, hewan membutuhkan air, begitu juga tumbuhan. Anak-anak dapat melihat bahwa air yang kita konsumsi ternyata melalui proses yang panjang dan harus dijaga kebersihan serta kualitasnya,” ungkap Hj. Amriani, S.Pd.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada anak, seperti bersyukur atas nikmat Tuhan, menjaga kebersihan, tidak membuang-buang air, tertib selama berada di lingkungan kerja, serta menghargai orang-orang yang bekerja dalam menyediakan kebutuhan masyarakat.

Menurut Hj. Amriani, pembelajaran melalui pengalaman langsung seperti ini akan lebih mudah diingat oleh anak karena mereka dapat melihat, mendengar, mengamati, bertanya, dan merasakan pengalaman secara langsung.

Kegembiraan juga dirasakan oleh peserta didik. Salah satu peserta didik TKN Lamung Patue Watansoppeng, Ananda Raja, mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti kunjungan tersebut.

“Saya senang bisa datang ke pabrik Wetzo. Saya bisa melihat bagaimana air dibuat, dimasukkan ke gelas, ditutup, lalu dimasukkan ke dalam dos. Saya juga senang bisa minum air gelas Wetzo langsung di tempat pembuatannya dan melihat air yang sudah dikemas sampai dinaikkan ke mobil truk,” ungkap Raja dengan penuh antusias.

Pengalaman tersebut menjadi kenangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka tidak hanya melihat produk yang sudah jadi, tetapi juga menyaksikan perjalanan produk tersebut dari proses pengolahan hingga siap dikirim dan digunakan oleh masyarakat.

Outing Class TKN Lamung Patue Watansoppeng ke CV. Aresota Jaya menjadi salah satu bentuk penerapan pembelajaran bermakna dan kontekstual. Anak-anak diajak keluar dari ruang kelas untuk belajar dari lingkungan dan dunia nyata.

Melalui kegiatan tersebut, berbagai aspek perkembangan anak dapat terstimulasi, antara lain kemampuan bahasa melalui kegiatan bertanya dan bercerita, kemampuan kognitif melalui kegiatan mengamati dan memahami urutan proses, kemampuan sosial-emosional melalui kegiatan bersama, serta nilai agama dan budi pekerti melalui pembiasaan bersyukur dan menjaga ciptaan Tuhan.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat pemahaman anak bahwa air bukan sekadar benda yang mereka gunakan setiap hari, tetapi merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.


Dengan adanya kunjungan edukatif ini, diharapkan anak-anak TKN Lamung Patue Watansoppeng semakin memiliki rasa ingin tahu, gemar belajar dari lingkungan sekitar, serta tumbuh menjadi anak yang peduli terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian sumber daya air.

Outing Class bukan sekadar perjalanan keluar sekolah, tetapi menjadi pengalaman belajar yang menghadirkan dunia nyata ke dalam pembelajaran anak. Melalui pengalaman melihat langsung proses pembuatan air gelas Wetzo di CV. Aresota Jaya, anak-anak belajar bahwa setiap tetes air yang mereka nikmati memiliki proses, manfaat, dan nilai yang sangat penting bagi kehidupan.

(RAT) 

Terpilih Aklamasi, Burhanuddin Andi Bawa HKTI Sulsel Lebih Dekat dengan Petani


Makassar, Teropongsulawesi.com, Irjen Pol. (Purn.) Burhanuddin Andi membawa pesan sederhana namun tegas setelah dipercaya memimpin DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sulawesi Selatan.

“Siap mewakafkan diri untuk HKTI.”

Pernyataan itu disampaikan Burhanuddin sesaat setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD HKTI Sulsel melalui Musyawarah Daerah (Musda) di Makassar, Ahad (4/10/2026).

Bagi Burhanuddin, amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi. Ia melihat HKTI sebagai wadah yang harus mampu memperjuangkan kepentingan petani sekaligus menjadi jembatan antara petani dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Saya siap bekerja dan memberikan waktu, pikiran serta tenaga untuk HKTI. Saya ingin HKTI hadir lebih dekat dengan petani dan benar-benar menjadi bagian dari perjuangan mereka,” ujarnya.

Jangan Berhenti di Atas Kertas

Burhanuddin menekankan bahwa keberadaan struktur organisasi yang lengkap belum cukup untuk menjadikan HKTI kuat.

Menurutnya, ukuran keberhasilan organisasi justru terletak pada sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan oleh petani.

“Kita tidak ingin HKTI hanya kuat secara struktur, tetapi juga harus terasa manfaatnya. Petani harus menjadi perhatian utama. Apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan mereka harus kita dengarkan dan perjuangkan bersama,” katanya.

Karena itu, ia mendorong seluruh jajaran HKTI Sulsel untuk membangun komunikasi langsung dengan petani dan memahami persoalan yang terjadi di lapangan.

Menurutnya, HKTI harus hadir bukan hanya dalam forum-forum organisasi, tetapi juga ketika petani membutuhkan ruang untuk menyampaikan aspirasi dan mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi.

Didukung Struktur 24 Kabupaten/Kota

Musda DPD HKTI Sulsel tersebut digelar bersamaan dengan pelantikan pengurus DPC HKTI dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Struktur tersebut menjadi modal awal bagi Burhanuddin untuk menjalankan agenda kepemimpinannya.

Apalagi, sebagian besar ketua DPC HKTI di Sulsel berasal dari kalangan kepala daerah. Posisi tersebut dinilai membuka peluang sinergi yang lebih kuat antara HKTI dan pemerintah daerah dalam memperjuangkan sektor pertanian.

Namun, kekuatan struktur itu harus dibarengi kerja nyata.

Sekjen DPN HKTI Abdul Kadir Karding sebelumnya mengingatkan jajaran pengurus agar organisasi tidak hanya memiliki struktur yang kuat, tetapi mampu menerjemahkan kekuatan tersebut menjadi kerja yang berdampak bagi petani.

Pesan itu menjadi salah satu tantangan utama bagi Burhanuddin bersama jajaran pengurus baru HKTI Sulsel.

Dari Jenderal Polisi ke Dunia Petani

Burhanuddin Andi merupakan purnawirawan Polri kelahiran Soppeng, 26 April 1959. Lulusan Akpol 1983 itu memiliki pengalaman panjang di tubuh kepolisian.

Ia pernah dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk Kapolda Bengkulu dan Kapolda Sulselbar. Burhanuddin juga pernah menjabat Koorsahli Kapolri.

Kini, setelah menyelesaikan pengabdiannya di institusi kepolisian, Burhanuddin mengambil peran baru melalui HKTI.

Pengalaman memimpin dan berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat menjadi modal yang akan dibawanya dalam memimpin organisasi tersebut.

Amanah baru itu kini menunggu pembuktian.

Bukan sekadar seberapa kuat struktur HKTI Sulsel dibangun, tetapi seberapa dekat organisasi tersebut hadir dan seberapa nyata manfaatnya dirasakan petani.

(RAT)

Jelang MTQ ke-5 Soppeng, Panitia dan Warga Leworeng Kompak Bersihkan Panggung Utama


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-5 Tingkat Kabupaten Soppeng, semangat gotong royong terlihat di Desa Leworeng, Senin (5/10/2026).

Panitia lokal bersama pemerintah desa, pemuda dan masyarakat turun langsung melakukan pembersihan panggung utama serta sejumlah fasilitas pendukung yang akan digunakan selama rangkaian kegiatan MTQ.

Aksi bersih-bersih tersebut dipimpin Ketua Panitia Lokal, Alias Sa’id, dan turut dihadiri Kepala Desa Leworeng Rusdi Ibrahim bersama jajaran panitia lokal.

Dengan penuh kebersamaan, mereka membersihkan lantai panggung, area sekitar lokasi, jalur masuk hingga tempat duduk yang akan digunakan para tamu undangan.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari persiapan teknis, tetapi juga memperlihatkan kekompakan masyarakat Desa Leworeng dalam menyambut pelaksanaan MTQ.

Ketua Panitia Lokal Alias Sa’id mengatakan, kesiapan panggung utama menjadi salah satu perhatian penting karena lokasi tersebut akan menjadi pusat kegiatan dan tempat berkumpulnya para peserta, tamu undangan serta masyarakat.

“Panggung utama adalah wajah acara. Maka harus bersih, rapi dan nyaman. Kami ingin tamu, peserta maupun masyarakat yang hadir merasa dihormati dan betah,” ujar Alias Sa’id.

Senada, Kepala Desa Leworeng Rusdi Ibrahim menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan merupakan bagian dari persiapan akhir sebelum seluruh rangkaian MTQ resmi dimulai.

Ia memastikan pihak panitia bersama masyarakat akan terus menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.

“Ini bagian dari persiapan akhir sebelum acara resmi dimulai. Panitia berkomitmen terus menjaga kebersihan sepanjang pelaksanaan MTQ, karena kebersihan adalah bagian daripada iman,” jelas Rusdi Ibrahim.

Gotong royong tersebut menjadi bukti bahwa suksesnya MTQ bukan hanya tanggung jawab panitia, tetapi juga merupakan kerja bersama seluruh elemen masyarakat sebagai tuan rumah.

(Red)

Suwardi Haseng Pimpin HKTI Soppeng, Burhanuddin Andi Terpilih Aklamasi di Sulsel


Makassar, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E. resmi dipercaya memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Soppeng periode 2026–2031.

Suwardi dilantik sebagai Ketua DPC HKTI Soppeng bersama jajaran pengurus lainnya di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Ahad (4/10/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi HKTI Sulawesi Selatan yang mencakup 24 kabupaten/kota.

Dalam kepengurusan DPC HKTI Soppeng, Suwardi didampingi Musdar Asman, S.Pd., M.Si. sebagai sekretaris dan Andi Wahyu Gunawan, S.Sos., M.Si. sebagai bendahara.

Sementara posisi wakil ketua ditempati H. Asis Dahlan dan HAM Zulkarnain.

Pelantikan pengurus dilakukan Sekretaris Jenderal DPN HKTI Abdul Kadir Karding.

Pada momentum yang sama, Musyawarah Daerah (Musda) DPD HKTI Sulsel menetapkan Irjen Pol. (Purn.) Dr. H. Burhanuddin Andi sebagai Ketua DPD HKTI Sulsel.

Burhanuddin terpilih secara aklamasi setelah menjadi calon tunggal dan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan pencalonan.

Sebelumnya, panitia Musda telah membuka pendaftaran calon Ketua DPD HKTI Sulsel. Hasil Musda tersebut sekaligus menandai terbentuknya kepengurusan HKTI Sulsel untuk periode baru.

Dengan terbentuknya kepengurusan provinsi dan 24 DPC, struktur HKTI Sulsel kini telah mencakup seluruh kabupaten/kota.

Sejumlah kepala daerah pimpin DPC

Komposisi kepengurusan HKTI Sulsel turut diwarnai sejumlah kepala daerah yang dipercaya menjadi ketua DPC.

Selain Suwardi Haseng di Soppeng, terdapat Darmawangsyah Muin di Gowa, Paris Yasir di Jeneponto, Andi Muchtar Ali Yusuf di Bulukumba, Andi Asman Sulaiman di Bone, Andi Rosman di Wajo, Chaidir Syam di Maros, Sofyan Syam di Pangkep, Andi Ina Kartika Sari di Barru, Azizah Irma Wahyudianti Irwan di Pinrang serta Syaharuddin Alrif di Sidrap.

DPC daerah lainnya juga diisi tokoh pemerintahan dan daerah, seperti Andi Suharmika Hasir di Makassar, Mohammad Firdaus Dg Manye di Takalar, Muhammad Fathul Fauzy Nurdin di Bantaeng, Muhammad Natsir Ali di Kepulauan Selayar, Achmad Fauzan Guntur di Sinjai hingga Irwan Bachri Syam di Luwu Timur.

Kepengurusan tersebut menjadikan HKTI memiliki struktur organisasi di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.

Kepengurusan HKTI Sulsel berada dalam struktur DPN HKTI yang diisi sejumlah tokoh nasional.

Presiden Prabowo Subianto Djojohadikusomo tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina DPN HKTI, sedangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjabat Ketua Dewan Penasihat.

Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko dipercaya sebagai Ketua Dewan Kehormatan dengan Andi Iwan Darmawan Aras sebagai Wakil Ketua Dewan Kehormatan.

Pada jajaran eksekutif, Sudaryono yang juga menjabat Kepala Badan Gizi Nasional dipercaya sebagai Ketua Umum DPN HKTI. Abdul Kadir Karding menjabat Sekretaris Jenderal.

Rangkaian kegiatan di Makassar turut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel A. Rachmatika Dewi, jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda serta Ketua DPN Pengusaha Tani Yasir Machmud.

Bagi Soppeng, kepemimpinan Suwardi Haseng di DPC HKTI menjadi tambahan ruang organisasi bagi kepala daerah tersebut untuk terhubung dengan sektor pertanian dan petani di daerah.

Sementara di tingkat provinsi, terpilihnya Burhanuddin Andi secara aklamasi menandai dimulainya kepengurusan baru HKTI Sulsel yang menaungi 24 DPC kabupaten/kota.

Kini, Suwardi Haseng memimpin HKTI Soppeng dan Burhanuddin Andi menahkodai HKTI Sulsel dalam struktur organisasi yang sama-sama memiliki fokus pada penguatan sektor pertanian di Sulawesi Selatan.

(RAT) 


Kapolda Sulsel Berganti, Geng Motor Disorot: Ketua PJI Sulsel Titip Pesan Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu


Makassar, Teropongsulawesi.com, Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat. Harapan itu mencuat di tengah sorotan terhadap aksi kelompok geng motor yang dinilai semakin meresahkan warga, khususnya di Kota Makassar.

Ketua DPD Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Hasan Noma, S.Sos., menyambut kedatangan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., sebagai Kapolda Sulsel yang baru.

Akbar Hasan Noma yang akrab disapa Akbar Polo menyampaikan ucapan selamat sekaligus menitipkan pesan agar kepemimpinan baru Polda Sulsel mampu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

“Selamat datang di Sulawesi Selatan, Abangku Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin. Selamat menjalankan amanah sebagai Kapolda Sulsel. Semoga selalu diberikan kesehatan, kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas untuk masyarakat Sulawesi Selatan.”

Menurut Akbar, persoalan geng motor tidak boleh dipandang sebagai gangguan keamanan biasa apabila aktivitas tersebut telah mengarah pada tindakan yang membahayakan masyarakat.

Konvoi ugal-ugalan, penggunaan senjata tajam, penganiayaan, perusakan hingga dugaan tindak kriminal lainnya, kata dia, harus direspons secara cepat, profesional dan terukur sesuai ketentuan hukum.

“Saya berharap persoalan geng motor menjadi salah satu perhatian serius. Kalau ada pelaku yang melakukan tindak pidana dan membahayakan keselamatan masyarakat, saya berharap ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban,” tegasnya.

Masyarakat Butuh Rasa Aman

Akbar menilai kehadiran aparat di lapangan harus mampu memberikan rasa aman, terutama bagi masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari.

Ia mendorong Polda Sulsel bersama jajaran kewilayahan memperkuat patroli dan langkah pencegahan di titik-titik yang dianggap rawan serta mempercepat respons terhadap laporan masyarakat.

“Kalau pelaku melakukan kejahatan dan membahayakan nyawa orang lain, aparat harus bertindak tegas sesuai kewenangan hukum. Jangan ragu menegakkan hukum. Masyarakat membutuhkan rasa aman, bukan ketakutan akibat aksi geng motor,” ujarnya.

Namun demikian, Akbar menekankan bahwa ketegasan aparat harus tetap berada dalam koridor hukum. Penindakan harus dilakukan secara profesional, berdasarkan bukti dan prosedur yang berlaku.

Menurutnya, kepemimpinan Kapolda Sulsel yang baru membutuhkan pendekatan yang tegas sekaligus humanis, mengingat dinamika sosial di Sulawesi Selatan cukup kompleks.

PJI Sulsel Siap Bersinergi dengan Polda

Selain persoalan keamanan, Akbar juga menyatakan kesiapan PJI Sulsel membangun komunikasi dan sinergi dengan Polda Sulsel.

Ia menilai insan pers memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi kepada publik sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan penegakan hukum.

“Kami dari PJI Sulawesi Selatan siap membangun komunikasi dan sinergi yang positif dengan Polda Sulsel. Pers bukan untuk mencari-cari kesalahan, tetapi menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan informasi berdasarkan fakta serta kode etik jurnalistik,” katanya.

Ia berharap hubungan yang sehat antara kepolisian dan media dapat memperkuat komunikasi publik. Informasi mengenai berbagai persoalan keamanan diharapkan dapat disampaikan secara terbuka dan akurat sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.

Akbar juga berharap kepemimpinan Irjen Pol. M. Awal Chairuddin membawa Polda Sulsel semakin Presisi, responsif terhadap pengaduan masyarakat, dekat dengan rakyat, profesional dan konsisten menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Sekali lagi, selamat datang dan selamat bertugas, Aba. Semoga amanah dan mampu membawa Polda Sulsel semakin dipercaya masyarakat,” pungkas Akbar Polo.

(Red)

Sabtu, 03 Oktober 2026

Bupati Soppeng dan Kades Ganra Tunjukkan Kebersamaan di Tengah Turnamen Domino


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat terlihat dalam Turnamen Domino PORDI Ganra Cup I 2026 yang digelar di Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Sabtu (3/10/2026).

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng hadir bersama Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, di tengah suasana turnamen yang diikuti 192 pasang peserta.

Keduanya tampak berbaur dengan masyarakat dan peserta. Suasana yang tercipta pun berlangsung cair dan akrab, jauh dari kesan formal sebagaimana kegiatan pemerintahan pada umumnya.

Kehadiran Bupati bersama Kades Ganra menjadi bagian dari ruang kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan olahraga rekreasi dan permainan rakyat tersebut.

Turnamen domino tidak hanya menjadi arena untuk berkompetisi. Bagi masyarakat, kegiatan semacam ini juga menjadi ruang bertemu, berbincang dan mempererat hubungan sosial antarsesama warga.

Di tengah deretan meja pertandingan, warga dari berbagai latar belakang dapat berkumpul dalam suasana yang sama. Sekat antara pejabat, tokoh masyarakat, pemuda dan warga pun mencair dalam interaksi yang sederhana.

Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, mengatakan PORDI Ganra Cup I digelar sebagai salah satu upaya menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat.

“Siapa pun bisa duduk di satu meja, tanpa melihat siapa dia dan apa jabatannya. Kita ingin terus menghidupkan rasa saling mengenal, saling menghargai dan rasa memiliki terhadap kampung,” kata Andi Wahyu.

Menurutnya, kehadiran Bupati Soppeng di tengah masyarakat memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan turnamen.

“Kehadiran Pak Bupati sebagai pertanda kesederhanaan. Beliau berbaur dan menyatu dengan masyarakat, duduk bersama, bercakap tanpa perbedaan kelas. Ini adalah kebersamaan,” ujarnya.

Andi Wahyu menilai ruang-ruang perjumpaan yang sederhana seperti turnamen domino memiliki arti penting dalam menjaga hubungan sosial masyarakat.

“Tidak harus selalu dalam kegiatan resmi. Masyarakat membutuhkan ruang untuk bertemu, berbincang dan membangun keakraban,” katanya.

PORDI Ganra Cup I 2026 pun diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.

Kehadiran Bupati Soppeng bersama Kades Ganra di tengah arena turnamen menjadi gambaran bahwa interaksi antara pemerintah dan masyarakat dapat dibangun melalui ruang-ruang sederhana, santai dan dekat dengan kehidupan warga.

(Red)

Photos

Business

Internasional

Ekonomi

Politik

HUKUM KRIMINAL

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved