TEROPONG SULAWESI -->

Halaman

Daerah

Ads

Postingan Populer

Nasional

Kesehatan

Internasional

Arsip Blog

TOP NEWS

Selasa, 30 Juni 2026

Kepala BPN dan Bupati Soppeng Perkuat Kolaborasi, Fokus Percepatan PTSL dan Reforma Agraria


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Komitmen memperkuat kerja sama di bidang pertanahan menjadi fokus utama dalam audiensi antara Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., dan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Soppeng yang baru, Agustini Pujiastuti, S.H., M.M., di ruang kerja Bupati, Selasa (30/6/2026).

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat sinergi dalam mendukung percepatan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), penyediaan lahan bagi Program Strategis Nasional (PSN), serta optimalisasi pelaksanaan Reforma Agraria melalui Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).

Audiensi ini juga menjadi momentum perkenalan Agustini Pujiastuti setelah resmi menjabat sebagai Kepala Kantor BPN Kabupaten Soppeng. Ia hadir didampingi mantan Kepala Kantor BPN Kabupaten Soppeng, Amir, S.ST., M.H., bersama jajaran pejabat BPN.

Bupati Soppeng menyambut langsung rombongan tersebut dengan didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Kepala Dinas Sosial, Kepala Bagian Hukum, Camat Marioriawa, serta Sekretaris Desa Laringgi.

Dalam suasana penuh keakraban, kedua pihak bertukar pandangan mengenai berbagai program strategis pertanahan yang membutuhkan dukungan dan koordinasi lintas instansi agar pelaksanaannya semakin efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Kantor BPN Kabupaten Soppeng diharapkan mampu mempercepat pelayanan pertanahan, meningkatkan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

(Silviana)

Bupati Soppeng Suwardi Haseng Sambut 11 Mahasiswa Asing Peserta Program Unhas, Bakal Belajar di Desa-Desa

 


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menerima kunjungan 11 mahasiswa asing peserta Nusantara International Summer Course on Public Health (NISC-PH) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas). Penyambutan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Selasa (30/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan lapangan program internasional tersebut.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara itu menjadi bagian dari agenda pembelajaran berbasis masyarakat yang akan dilaksanakan di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Soppeng selama tiga hari, mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2026.

Program ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai praktik kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, serta penerapan berbagai program kesehatan di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang kembali memilih Kabupaten Soppeng sebagai salah satu lokasi kegiatan akademik bertaraf internasional.

Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan kerja sama internasional.

Ia mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai negara karena mampu menjadi media pertukaran ilmu pengetahuan, pengalaman, serta budaya.

Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berbagi praktik-praktik baik yang telah diterapkan dalam pembangunan kesehatan.

"Selamat datang di Kabupaten Soppeng. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus mengenal budaya, kehidupan sosial, dan potensi daerah yang kami miliki," ujar Suwardi Haseng.

Bupati juga mengajak para peserta untuk menikmati keramahan masyarakat Soppeng selama mengikuti kegiatan lapangan. Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat akan memberikan pengalaman berharga yang tidak diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.

Program NISC-PH 2026 sendiri merupakan agenda internasional tahunan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang mengusung konsep hybrid course and excursion. Sebelum memasuki kegiatan lapangan, seluruh peserta telah mengikuti proses pembelajaran daring pada 15 hingga 27 Juni 2026.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan di sejumlah daerah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Soppeng pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026.

Selama berada di Kabupaten Soppeng, para mahasiswa akan melakukan berbagai aktivitas akademik yang berfokus pada pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Mereka akan melakukan observasi terhadap kondisi kesehatan masyarakat, mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan di tingkat desa, mempelajari program pemberdayaan masyarakat, serta melakukan kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, peserta juga akan berdialog langsung dengan aparat pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, dan masyarakat untuk memahami bagaimana kebijakan kesehatan diterapkan hingga tingkat komunitas.

Kegiatan tersebut dipadukan dengan program community outreach dan pertukaran budaya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa internasional diharapkan dapat memahami nilai-nilai sosial, budaya lokal, serta kearifan masyarakat Soppeng yang selama ini menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung pembangunan kesehatan berbasis masyarakat.

Sebanyak 11 mahasiswa asing yang mengikuti kegiatan di Kabupaten Soppeng berasal dari Mahidol University dan Soonchunhyang University. Mereka bergabung bersama mahasiswa asing lainnya serta mahasiswa kelas internasional Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Rombongan didampingi sejumlah dosen FKM Unhas, yakni Prof. Anwar, Dr. Owildan Wisudawan, Dr. Hasnawati Amqam, Dr. Syamsuar, Basir, Nasrah, dan Dr. Rahayu Nurul Reski. Para dosen bertugas membimbing mahasiswa selama pelaksanaan pembelajaran lapangan, mulai dari proses observasi, pengumpulan data, hingga penyusunan refleksi hasil pembelajaran.

Dalam pelaksanaan kegiatan, para peserta dibagi ke lima lokasi, yaitu Desa Ganra, Desa Kaca, Desa Manorang Salo, Kelurahan Lalabata Riaja, dan Desa Pesse. Di masing-masing wilayah tersebut mereka akan mempelajari kondisi kesehatan masyarakat, mengamati program pemberdayaan yang telah dijalankan pemerintah desa, serta berdiskusi bersama masyarakat mengenai berbagai tantangan dan solusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan.

Hasil pengamatan yang diperoleh selama kegiatan nantinya akan menjadi bahan refleksi sekaligus pembelajaran mengenai penerapan konsep kesehatan masyarakat di lapangan dengan mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan kondisi lokal masing-masing wilayah.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat akademik bagi para peserta, tetapi juga mempererat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa internasional diharapkan semakin memperkenalkan Kabupaten Soppeng kepada dunia sebagai daerah yang terbuka terhadap kolaborasi global serta memiliki komitmen dalam mendukung pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

Melalui penyelenggaraan NISC-PH 2026, sinergi antara Universitas Hasanuddin, Pemerintah Kabupaten Soppeng, dan masyarakat diharapkan terus berkembang sehingga mampu melahirkan berbagai kerja sama yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperluas jejaring internasional di masa mendatang.

(Silviana)

Senin, 29 Juni 2026

Polres Soppeng Tuntaskan Penyidikan Kasus BBM Subsidi, Kanit Tipidter: Tahap II Sudah Rampung


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Soppeng melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) menuntaskan penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Proses penanganan perkara kini memasuki tahap penuntutan setelah penyidik melaksanakan pelimpahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) ke Kejaksaan Negeri Soppeng.

Kanit Tipidter Polres Soppeng, Ipda Alfian, mengatakan pelimpahan dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti.

"Ketiga tersangka telah kami limpahkan pada Tahap II ke Kejaksaan Negeri Soppeng bersama barang bukti berupa 1.379 liter BBM jenis Pertalite, 272 liter BBM jenis Solar, serta lima unit mobil roda empat yang digunakan untuk melangsir BBM bersubsidi," ujar Ipda Alfian kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

Tiga tersangka yang diserahkan masing-masing berinisial MZ, ST, dan EF, yang diketahui merupakan warga Kabupaten Soppeng.

Selain para tersangka, penyidik juga menyerahkan barang bukti berupa 1.379 liter Pertalite, 272 liter Solar, serta lima unit mobil roda empat yang diduga digunakan sebagai sarana penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM bersubsidi.

Menurut Ipda Alfian, pelaksanaan Tahap II menandai berakhirnya proses penyidikan oleh Polres Soppeng. Selanjutnya, penanganan perkara menjadi kewenangan Kejaksaan Negeri Soppeng untuk proses penuntutan hingga persidangan.

Dalam perkara tersebut, para tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Ancaman hukuman bagi pelaku penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi yakni pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.

Ipda Alfian menegaskan, Polres Soppeng akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi guna memastikan distribusi BBM yang disubsidi pemerintah benar-benar tepat sasaran.

"Penegakan hukum ini diharapkan menjadi efek jera sekaligus peringatan bagi pihak lain agar tidak melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dapat merugikan negara dan masyarakat," tutupnya.

(SLV)

Pendapatan Daerah Capai 103,61 Persen, Bupati Soppeng Serahkan Ranperda APBD 2025


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng pada Tahun Anggaran 2025 berhasil melampaui target dengan realisasi mencapai Rp1,190 triliun atau 103,61 persen. Capaian tersebut disampaikan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., saat menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Soppeng dalam Rapat Paripurna Tingkat I, Senin (29/6/2026).

Selain pendapatan yang melampaui target, realisasi belanja daerah juga mencapai Rp1,097 triliun atau 96,10 persen dari anggaran yang telah ditetapkan.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa pembahasan Ranperda merupakan tahapan penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan. Karena itu, ia berharap seluruh perangkat daerah aktif mengikuti proses pembahasan bersama DPRD agar Ranperda dapat diselesaikan tepat waktu.

"Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 membutuhkan proses pembahasan antara legislatif dan eksekutif. Saya berharap seluruh kepala perangkat daerah beserta jajarannya proaktif mengikuti pembahasan Ranperda ini agar prosesnya berjalan lancar hingga memperoleh persetujuan bersama DPRD," ujar Suwardi Haseng.

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Soppeng, H. Nasfiding, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng, Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, para kepala perangkat daerah, pimpinan BUMD, tenaga ahli DPRD, insan pers, dan tamu undangan lainnya.

Bupati menjelaskan, penyampaian Ranperda tersebut merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Dokumen itu disampaikan kepada DPRD dengan melampirkan laporan keuangan pemerintah daerah yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ikhtisar laporan kinerja, serta laporan keuangan BUMD sebagai bahan pembahasan.

Pada kesempatan itu, Suwardi Haseng juga mengungkapkan bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025 kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Prestasi tersebut menjadi opini WTP ke-12 yang berhasil dipertahankan Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP merupakan hasil sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, serta pembentukan regulasi.

Sementara itu, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 tercatat sebesar Rp86,268 miliar. Sebagian besar SiLPA tersebut merupakan dana yang bersifat terikat untuk membiayai kembali kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana BOS, BLUD, sertifikasi guru, serta penyelesaian kewajiban yang belum terselesaikan pada tahun anggaran sebelumnya.

Bupati berharap pembahasan Ranperda dapat berlangsung secara konstruktif melalui sinergi yang telah terjalin antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Soppeng sehingga dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dapat disahkan tepat waktu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

(Silviana)

Minggu, 28 Juni 2026

149 Atlet PGRI Soppeng Dilepas Menuju Porsenijar Sulsel 2026, Bupati Targetkan Juara Umum


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Sebanyak 149 atlet Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Soppeng resmi dilepas untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada 2–6 Juli 2026.

Pelepasan kontingen berlangsung di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Senin (29/6/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng. Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan motivasi sekaligus menegaskan target besar bagi kontingen, yakni meraih gelar juara umum.

Turut hadir Ketua PGRI Kabupaten Soppeng Naharuddin, anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng Drs. Sulo, Ketua Kontingen Nur Alim, jajaran pengurus PGRI, para official, serta seluruh atlet yang akan berlaga pada sembilan cabang olahraga dan seni. Kontingen Soppeng juga akan mengikuti ekshibisi domino yang menjadi bagian dari rangkaian Porsenijar tahun ini.

Dalam sambutannya, Suwardi Haseng mengingatkan bahwa setiap atlet membawa nama baik Kabupaten Soppeng. Karena itu, ia meminta seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, menjaga etika, dan menunjukkan karakter sebagai pendidik, baik di dalam maupun di luar arena pertandingan.

"Saudara-saudara bukan hanya membawa nama pribadi atau sekolah, tetapi membawa nama Kabupaten Soppeng. Tampilkan kemampuan terbaik, junjung sportivitas, dan jadilah teladan bagi semua peserta," ujarnya.

Menurut Suwardi, Porsenijar bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan keluarga besar PGRI se-Sulawesi Selatan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Para atlet diminta mengatur waktu istirahat agar tetap tampil prima saat bertanding.

Suasana pelepasan semakin hangat ketika Bupati menyelipkan candaan terkait pertandingan Piala Dunia yang tengah menjadi perhatian masyarakat.

"Jangan begadang dulu karena Piala Dunia. Simpan dulu hobinya. Yang paling penting sekarang adalah menjaga stamina agar saat bertanding bisa tampil maksimal," katanya yang disambut gelak tawa para peserta.

Selain menjaga kebugaran, Suwardi menekankan pentingnya komunikasi dan kekompakan seluruh anggota kontingen. Ia meminta para official dan ketua kontingen memastikan seluruh atlet mendapatkan pendampingan yang optimal selama berada di Sidrap. Menurutnya, koordinasi juga dapat diperkuat melalui dukungan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) apabila diperlukan.

Bupati mengungkapkan rencananya menghadiri malam pembukaan Porsenijar di Sidrap. Selain memenuhi undangan panitia, kehadirannya juga menjadi ajang bersilaturahmi dengan Bupati Sidrap yang telah lama dikenalnya sejak sama-sama menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Suwardi optimistis semangat para atlet akan semakin meningkat dengan dukungan sekitar 2.500 masyarakat Soppeng yang dijadwalkan hadir memberikan semangat secara langsung. Ia juga mengajak warga Soppeng yang bermukim di Sidrap untuk turut memenuhi arena pertandingan.

"Dukungan masyarakat adalah kekuatan tambahan bagi atlet. Saya berharap seluruh warga Soppeng yang berada di Sidrap ikut hadir memberikan semangat sehingga para atlet semakin percaya diri," katanya.

Secara khusus, Suwardi juga berpesan kepada Ketua Kontingen, Nur Alim, agar terus menjaga kekompakan dan motivasi seluruh anggota tim hingga seluruh pertandingan berakhir.

Sementara itu, Ketua Kontingen Nur Alim menyatakan seluruh atlet telah siap menghadapi Porsenijar setelah menjalani persiapan secara maksimal. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng atas dukungan penuh yang diberikan sejak tahap persiapan hingga keberangkatan menuju Sidrap.

Porsenijar PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan merupakan agenda rutin yang mempertemukan para guru dari berbagai kabupaten dan kota dalam kompetisi olahraga dan seni. Selain menjadi ajang meraih prestasi, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, dan memperkuat solidaritas antarpendidik.

Dengan persiapan yang matang, dukungan pemerintah daerah, serta antusiasme ribuan masyarakat, Kontingen PGRI Kabupaten Soppeng optimistis mampu tampil maksimal dan mewujudkan target membawa pulang gelar juara umum Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026.

(Silviana)

Peduli Sesama, Imam Masjid Nurul Iman Enrekeng dan Penyuluh Agama Islam Ganra Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Maniangpatu



Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh tokoh agama di Kabupaten Soppeng. Pasca musibah kebakaran yang menghanguskan empat unit rumah milik warga di Dusun Maniangpatu, Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, bantuan terus berdatangan dari berbagai kalangan.

Pada minggu  (28/6/2026), Imam Masjid Nurul Iman Enrekeng, Fitroh, S.Pd.I, bersama Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ganra, Hj. Masniah, turun langsung menemui para korban untuk menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok.

Bantuan yang diberikan di antaranya Beras, mie instan, minyak goreng, gula pasir, serta sejumlah bahan makanan lainnya yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para korban selama masa pemulihan pasca kebakaran.

Penyaluran bantuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan rasa empati. Kehadiran keduanya disambut hangat oleh para korban dan warga sekitar yang masih merasakan duka akibat musibah tersebut.

Imam Masjid Nurul Iman Enrekeng, Fitroh, S.Pd.I, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama, terutama bagi masyarakat yang sedang mengalami cobaan.

"Musibah kebakaran ini merupakan ujian yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Sebagai saudara sesama muslim dan sesama warga, sudah menjadi kewajiban kita untuk saling membantu dan meringankan beban mereka. Bantuan ini mungkin tidak seberapa nilainya, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi keluarga yang terdampak," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

"Jangan biarkan saudara-saudara kita berjuang sendiri. Mari kita sisihkan sebagian rezeki yang Allah titipkan kepada kita untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal ibadah dan mendapat balasan pahala dari Allah SWT," tambahnya.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ganra, Hj. Masniah, mengatakan bahwa selain bantuan materi, dukungan moral juga sangat dibutuhkan oleh para korban agar tetap kuat menjalani masa-masa sulit.

"Kami hadir bukan hanya membawa sembako, tetapi juga ingin memberikan semangat dan doa kepada para korban agar tetap sabar dan ikhlas menghadapi ujian ini. Setiap musibah pasti ada hikmahnya, dan kami berharap Allah SWT memberikan kemudahan serta mengganti segala kerugian dengan rezeki yang lebih baik," katanya.

Menurutnya, kepedulian sosial merupakan salah satu nilai yang harus terus dipupuk dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap semakin banyak pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan maupun masyarakat umum, yang ikut berpartisipasi membantu para korban sehingga kebutuhan mereka selama masa pemulihan dapat segera terpenuhi.

"Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan kebersamaan dan gotong royong, insya Allah beban yang dirasakan para korban akan menjadi lebih ringan," harapnya.

Musibah kebakaran yang terjadi di Dusun Maniangpatu menghanguskan empat rumah warga dan menyebabkan para korban kehilangan tempat tinggal beserta sebagian besar harta benda mereka. Hingga saat ini, berbagai bantuan terus berdatangan sebagai bentuk solidaritas dari masyarakat dan berbagai pihak.

Aksi yang dilakukan Imam Masjid Nurul Iman Enrekeng bersama Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ganra menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan masih terus terjaga di tengah masyarakat. Diharapkan, bantuan yang terus mengalir dapat membantu para korban bangkit kembali dan menjalani kehidupan seperti sediakala.

(Silviana) 

Akhirnya! Pelayanan Dukcapil Soppeng Kembali Normal Setelah Gangguan TTE


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Setelah beberapa waktu mengalami gangguan pelayanan akibat kendala pada sistem Tanda Tangan Elektronik (TTE), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Soppeng kini kembali memberikan pelayanan administrasi kependudukan secara normal. Mulai Senin (29/6/2026), seluruh proses pelayanan kepada masyarakat telah berjalan lancar seperti sediakala.

Kembalinya pelayanan secara normal menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat yang sebelumnya harus menunggu penyelesaian berbagai dokumen kependudukan karena terganggunya sistem TTE. Gangguan tersebut sempat berdampak pada proses penerbitan dokumen yang membutuhkan tanda tangan elektronik sebagai bagian dari sistem administrasi kependudukan.

Pantauan di Kantor Dukcapil Kabupaten Soppeng pada Senin pagi menunjukkan aktivitas pelayanan berlangsung tertib. Sejumlah warga tampak mendatangi loket pelayanan untuk mengurus berbagai keperluan administrasi, mulai dari pembuatan dan pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, kartu identitas anak, hingga dokumen administrasi kependudukan lainnya.

Suasana ruang pelayanan juga terlihat kondusif. Warga duduk dengan tertib menunggu nomor antrean dipanggil, sementara petugas memberikan pelayanan sesuai prosedur. Berkas-berkas administrasi yang sebelumnya sempat tertunda kini kembali diproses sehingga masyarakat dapat memperoleh dokumen yang dibutuhkan tanpa hambatan berarti.

Berfungsinya kembali sistem Tanda Tangan Elektronik menjadi faktor penting dalam normalisasi pelayanan tersebut. TTE merupakan bagian dari sistem administrasi kependudukan yang memungkinkan pejabat berwenang menandatangani dokumen secara digital, sehingga proses penerbitan dokumen menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.

Selama sistem mengalami kendala, sebagian dokumen belum dapat diterbitkan karena menunggu proses validasi dan penandatanganan elektronik. Kini, setelah sistem kembali normal, seluruh layanan dapat dilakukan sesuai standar operasional sehingga masyarakat tidak lagi mengalami penundaan dalam memperoleh dokumen kependudukan.

Normalisasi pelayanan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Dukcapil Kabupaten Soppeng dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan profesional.

Dukcapil terus berupaya memastikan setiap warga memperoleh pelayanan administrasi kependudukan secara optimal karena dokumen kependudukan merupakan kebutuhan dasar yang digunakan dalam berbagai urusan, mulai dari pendidikan, kesehatan, perbankan, hingga pelayanan pemerintahan lainnya.

Masyarakat pun menyambut baik kembalinya pelayanan tersebut. Mereka berharap sistem pelayanan administrasi kependudukan dapat terus berjalan stabil sehingga proses pengurusan dokumen tidak lagi mengalami hambatan teknis seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dengan pulihnya sistem Tanda Tangan Elektronik, diharapkan pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Soppeng semakin efektif, cepat, dan berkualitas. Dukcapil Soppeng juga diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat dapat mengurus seluruh dokumen kependudukan dengan mudah, nyaman, dan tepat waktu.

(Red) 

Jumat, 26 Juni 2026

Lega! TTE Dukcapil Soppeng Terbit, Semua Dokumen Kependudukan Kini Bisa Dicetak


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Soppeng kembali berjalan normal setelah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi menerbitkan otorisasi penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) bagi Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Soppeng, Musriadi, SH, pada Jumat malam.

Dengan terbitnya otorisasi tersebut, seluruh dokumen administrasi kependudukan yang sebelumnya tertunda akibat belum adanya kewenangan penggunaan TTE kini dapat kembali diterbitkan. Masyarakat sudah bisa mengurus dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), akta pencatatan sipil, dan dokumen kependudukan lainnya secara normal mulai Senin.

Penerbitan otorisasi itu berlangsung relatif cepat. Hanya dalam waktu lima hari sejak koordinasi intensif dilakukan, Kemendagri menyelesaikan seluruh proses administrasi sehingga pelayanan Dukcapil Soppeng dapat kembali pulih.

Percepatan tersebut merupakan hasil koordinasi aktif Pemerintah Kabupaten Soppeng dengan pemerintah pusat. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari konsultasi, penyampaian kondisi pelayanan di lapangan, hingga pemaparan dampak yang dirasakan masyarakat akibat tertundanya penerbitan dokumen kependudukan.

Koordinasi itu mencapai titik penting melalui rapat daring yang digelar pada Rabu malam. Rapat dipimpin Direktur Bina Aparatur Dukcapil Kemendagri dan diikuti unsur Kemendagri, Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BBSE), Dinas Dukcapil Provinsi, Dukcapil Kabupaten Soppeng, Inspektorat, serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Soppeng.

Plh Kepala Dinas Dukcapil Soppeng, Musriadi, memastikan seluruh layanan penerbitan dokumen kini dapat dilakukan tanpa kendala.

"Dengan terbitnya TTE, seluruh dokumen kependudukan dan catatan sipil sudah bisa diterbitkan 100 persen," ujar Musriadi. Sabtu (27/6/2026).

Ia menjelaskan, selama masa transisi pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Layanan seperti pendaftaran penduduk, perekaman KTP elektronik, konsultasi administrasi kependudukan, hingga penerbitan dokumen yang tidak memerlukan TTE tetap dilaksanakan sesuai ketentuan.

Namun, dokumen yang wajib menggunakan tanda tangan elektronik belum dapat diterbitkan sebelum otorisasi dari Kemendagri diterima.

Dengan terbitnya otorisasi TTE tersebut, polemik yang sempat menghambat pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Soppeng resmi berakhir. Pemerintah Kabupaten Soppeng juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik agar masyarakat memperoleh layanan administrasi kependudukan yang cepat, mudah, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

(SLV)

ITB dan Australia Perkuat Kolaborasi Pengembangan Agrivoltaics untuk Pedesaan dan Pulau Terpencil di Indonesia Timur

Bandung, Teropongsulawesi.com, Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama sejumlah perguruan tinggi dan lembaga riset dari Indonesia serta Australia memperkuat kolaborasi pengembangan agrivoltaics sebagai solusi transisi energi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di pedesaan serta pulau-pulau terpencil di Indonesia Timur.

Kolaborasi tersebut ditandai melalui kegiatan Kick-off Meeting dan Simposium Bilateral "Agrivoltaics and Energy Challenge in Rural and Remote Islands in Eastern Indonesia" yang digelar di Gedung Rekayasa Molekuler dan Material Fungsional (Labtek XV) ITB, Bandung, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama KONEKSI LPDP Indonesia–Australia.

Ketua tim sekaligus peneliti utama program, Dr. Acep Purqon, dosen Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks FMIPA ITB, mengatakan transisi energi membuka peluang besar bagi pengembangan riset multidisiplin yang melibatkan berbagai bidang keilmuan.

"Transisi energi menghadirkan begitu banyak peluang bagi riset, teknologi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Ini menjadi ruang kolaborasi multidisiplin yang mempertemukan bidang pertanian, kehutanan, teknik, bisnis, hingga manajemen untuk bersama-sama menjawab tantangan krisis energi melalui konsep bridging transisi energi," ujar Acep.

Program ini melibatkan peneliti dari Murdoch University dan Griffith University, Australia, serta sejumlah institusi di Indonesia, yakni ITB, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Padjadjaran, Universitas Cenderawasih, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Politeknik Negeri Fakfak, IAIN Sorong, dan Purnomo Yusgiantoro Center.

Simposium juga menghadirkan akademisi dari kedua negara yang membahas berbagai aspek pengembangan agrivoltaics, mulai dari teknologi, pemberdayaan masyarakat, hingga strategi implementasi di wilayah terpencil.

Sementara Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA ITB, Dr. Dwi Irwanto, menyampaikan bahwa ITB terus mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam menghadapi tantangan krisis energi nasional.

"ITB mendorong berbagai pendekatan untuk menghasilkan solusi krisis energi, termasuk pengembangan agrivoltaics agar diperoleh formulasi yang optimal sesuai karakteristik wilayah-wilayah unik di Indonesia," katanya.

Selain itu, Deputi Investasi dan Pendanaan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), M. Irfan Saleh, memaparkan peluang investasi sekaligus tantangan penerapan agrivoltaics di pulau-pulau terpencil Indonesia Timur, termasuk pentingnya dukungan regulasi untuk membuka ruang kegiatan ekonomi baru berbasis energi terbarukan.

Menurut Acep, keberhasilan implementasi agrivoltaics tidak hanya bergantung pada aspek teknologi, tetapi juga sinergi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix.

"Kerja sama pentahelix menjadi kunci keberhasilan transisi energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru," ujarnya.

Program ini juga menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam transisi energi. Pendekatan yang dikembangkan mengintegrasikan inovasi ilmiah dengan pengetahuan lokal serta mendorong partisipasi perempuan, generasi muda, dan kelompok yang selama ini kurang terwakili dalam sektor pertanian, perikanan, dan energi terbarukan.

Perwakilan Program KONEKSI LPDP Indonesia–Australia, Parana Ari Santi, menyambut baik pelaksanaan kolaborasi tersebut. Ia menilai komunikasi dan koordinasi yang kuat antara peneliti Indonesia dan Australia menjadi faktor penting dalam menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini ditutup oleh Erlin Puspaputri yang mewakili Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Pengembangan agrivoltaics dinilai sejalan dengan arah kebijakan energi nasional. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sekitar 69,5 gigawatt (GW), dengan sekitar 61 persen atau lebih dari 42 GW berasal dari energi baru terbarukan (EBT) dan sistem penyimpanan energi.

Porsi EBT dalam bauran kelistrikan nasional diproyeksikan meningkat dari sekitar 15–16 persen pada 2025 menjadi sekitar 21 persen pada 2030, dan mencapai sekitar 34 persen pada 2034. Target tersebut menjadi bagian dari upaya mencapai komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 dan Net Zero Emission (NZE) 2060.

Dalam konteks tersebut, agrivoltaics dipandang sebagai model pembangunan yang mengintegrasikan produksi energi surya dengan aktivitas pertanian sehingga desa tidak lagi hanya menjadi lokasi terdampak pembangunan energi, tetapi bertransformasi menjadi mitra strategis dalam penyediaan energi bersih sekaligus penggerak ekonomi lokal.

(Red) 

Kamis, 25 Juni 2026

KUA Ganra dan UPZ Bergerak Cepat, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran yang Hanguskan Empat Rumah di Lompulle


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Wujud kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ganra bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Ganra, Marzuki, rombongan menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Kampung Maniang Patu, Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Kamis (25/6/2026).

Kunjungan kemanusiaan tersebut dilakukan sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap warga yang terdampak kebakaran hebat yang menghanguskan empat rumah panggung. Musibah itu mengakibatkan para korban kehilangan tempat tinggal beserta sebagian besar harta benda yang mereka miliki.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, Kepala KUA Ganra didampingi para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ganra. Kedatangan rombongan disambut oleh Sekretaris Desa Lompulle yang kemudian mengantar mereka menemui keluarga korban.

Bantuan yang diserahkan berupa Dana yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para korban di masa-masa awal pascakebakaran.

Kepala KUA Ganra, Marzuki, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang lahir dari semangat kebersamaan dan gotong royong. Menurutnya, kehadiran KUA bersama UPZ bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moral agar para korban tidak merasa sendiri menghadapi musibah.

"Musibah ini menjadi duka bagi kita semua. Kehadiran kami bersama UPZ merupakan bentuk kepedulian kepada saudara-saudara kita yang sedang diuji. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka," ujar Marzuki.

Ia menambahkan, nilai-nilai kepedulian sosial harus terus dipupuk di tengah masyarakat, terutama ketika ada warga yang mengalami cobaan. Menurutnya, sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan.

Selain menyerahkan bantuan, Marzuki bersama rombongan juga memanjatkan doa agar seluruh korban diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan dalam menghadapi musibah.

Ia berharap Allah SWT memberikan kemudahan, mengganti segala yang hilang dengan rezeki yang lebih baik, serta mempercepat proses pemulihan kehidupan para korban.

Marzuki juga berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu, baik melalui bantuan materi maupun dukungan moril. Ia menilai semangat gotong royong merupakan kekuatan utama masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai bencana.

"Kami berharap para korban segera bangkit dari musibah ini. Semoga semakin banyak pihak yang ikut peduli sehingga kebutuhan para korban dapat terpenuhi dan mereka dapat kembali menjalani kehidupan seperti sediakala," harapnya.

Aksi kemanusiaan yang dilakukan KUA Kecamatan Ganra bersama UPZ ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Kehadiran berbagai pihak di lokasi bencana diharapkan mampu memberikan harapan baru bagi para korban untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka setelah musibah yang menghanguskan empat rumah panggung tersebut.

(Silviana) 

Photos

Business

Internasional

Ekonomi

Politik

HUKUM KRIMINAL

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved