TEROPONG SULAWESI -->

Halaman

Daerah

Ads

Postingan Populer

Nasional

Kesehatan

Internasional

Arsip Blog

TOP NEWS

Minggu, 30 Agustus 2026

Kolaborasi Gema Lutim, TNI AL dan Satairud Polres Lutim Jaga Kelestarian Mangrove Pesisir


Lutim, Teropongsulawesi.com, Upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak. Gerakan Mangrove Luwu Timur (Gema Lutim) bersama TNI Angkatan Laut (AL) Pos Lampia dan Satairud Polres Luwu Timur terlibat dalam kegiatan penanaman dan pelestarian mangrove di kawasan Pulau Langkara dan Lanjina, Desa Tampinna, Kecamatan Angkona.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (30/8/2026) tersebut mengusung tema “Menanam Harapan, Menjaga Pesisir Luwu Timur”. Sebanyak 300 bibit mangrove ditanam sebagai bagian dari langkah awal Gema Lutim membangun gerakan konservasi pesisir secara berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penanaman mangrove. Para peserta juga melakukan aksi bersih pantai dengan mengumpulkan sampah plastik dan berbagai jenis sampah yang ditemukan di kawasan pesisir.

Ketua Gema Lutim, Rival Carwa, mengatakan keterlibatan TNI AL dan Satairud Polres Luwu Timur menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir.

“Pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara komunitas, masyarakat, aparat, dunia pendidikan, dunia usaha dan berbagai elemen lainnya. Karena itu, kami sangat mengapresiasi keterlibatan TNI AL dan Satairud Polres Luwu Timur dalam kegiatan ini,” ujar Rival.

Menurut Rival, kegiatan tersebut merupakan langkah perdana Gema Lutim dan akan dilanjutkan secara berkala. Penanaman direncanakan dilakukan setiap tiga bulan, disertai pemeliharaan terhadap mangrove yang telah ditanam.

“Kami tidak ingin hanya menanam kemudian meninggalkannya. Mangrove yang sudah ditanam akan kami rawat dan pantau. Harapannya, gerakan ini dapat terus berkembang dan menjadi gerakan bersama untuk menjaga pesisir Luwu Timur,” katanya.

TNI AL Dorong Kepedulian Bersama

Perwakilan TNI AL Pos Lampia, Sudarmin, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai pelestarian mangrove sangat penting karena keberadaan kawasan pesisir menghadapi berbagai ancaman, termasuk abrasi.

“Kegiatan ini sangat positif, terlebih di Luwu Timur banyak wilayah daratan dan pesisir yang mengalami abrasi. Kami berharap kita bersama-sama menjaga pesisir kita,” kata Sudarmin.

Ia berharap kegiatan penanaman mangrove dapat terus dilakukan dan tidak berhenti pada kegiatan perdana.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi tetap berkelanjutan,” ujarnya.

Satairud: Libatkan Generasi Muda

Sementara itu, Ipda Basri, perwakilan Satairud Polres Luwu Timur, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang positif untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Kegiatan seperti ini sangat baik karena bukan hanya menanam mangrove, tetapi juga mengajak masyarakat dan generasi muda untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta ekosistem pesisir,” ujar Basri.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Peta Lutim, Genali Lutim, Pramuka SMA Negeri 6 Luwu Timur, Karang Taruna Desa Tampinna, serta sejumlah pihak lainnya.

Gema Lutim berharap kolaborasi lintas elemen tersebut dapat menjadi model gerakan bersama dalam menjaga ekosistem pesisir Luwu Timur. Tidak hanya melalui penanaman, tetapi juga melalui pemeliharaan mangrove, pembersihan pantai, edukasi lingkungan, dan keterlibatan aktif masyarakat.

Bagi Gema Lutim, menjaga mangrove berarti menjaga pesisir, melindungi ruang hidup masyarakat, dan mempersiapkan lingkungan yang lebih baik bagi generasi Luwu Timur di masa depan.

(Red) 

Sabtu, 29 Agustus 2026

Saat Warga Turun Tangan Perbaiki Bendung Passemmeng, Bupati Suwardi Haseng Ikut Turun Melihat


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Kepedulian warga terhadap fasilitas pengairan ditunjukkan melalui aksi gotong royong memperbaiki Bendung Passemmeng di Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Sabtu (29/8/2026).

Bendung yang mengalami kerusakan itu dibenahi masyarakat secara swadaya. Warga bergotong royong menggunakan peralatan yang mereka miliki, dengan harapan aliran pengairan tetap dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan lahan pertanian.

Di tengah kesibukan warga bekerja, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng datang langsung ke lokasi. Didampingi staf Dinas PUPR Kabupaten Soppeng, Bupati melihat kondisi Bendung Passemmeng sekaligus menyapa dan berbincang dengan masyarakat.

Suwardi tidak sekadar melihat aktivitas gotong royong. Ia juga mendengarkan langsung keluhan warga terkait kondisi bendung yang membutuhkan penanganan pemerintah.

Warga menyampaikan bahwa keberadaan Bendung Passemmeng cukup penting bagi masyarakat sekitar karena berkaitan dengan pengairan lahan pertanian. Kerusakan bendung dikhawatirkan dapat menghambat pemanfaatan air untuk kebutuhan pertanian apabila tidak segera ditangani.

Mendengar aspirasi tersebut, Bupati meminta jajaran Dinas PUPR untuk turun menindaklanjuti kondisi Bendung Passemmeng.

Respons tersebut mendapat perhatian warga. Di tengah keterbatasan kemampuan swadaya, masyarakat berharap pemerintah dapat melanjutkan upaya perbaikan agar kondisi bendung kembali layak dan mampu berfungsi secara optimal.

Kegiatan tersebut memperlihatkan dua sisi kepedulian yang berjalan beriringan. Warga menunjukkan kepedulian dengan bergotong royong menjaga fasilitas bersama, sementara pemerintah hadir melihat langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.

Bagi warga Lalabata Rilau, Bendung Passemmeng bukan sekadar bangunan pengairan. Fasilitas tersebut berkaitan dengan keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat yang membutuhkan dukungan pengairan.

Kehadiran Bupati di lokasi diharapkan menjadi awal dari penanganan yang lebih serius terhadap kerusakan Bendung Passemmeng. Dengan dukungan pemerintah, masyarakat berharap fasilitas pengairan tersebut dapat kembali berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat bagi petani sekitar.

(Taggi)

Bukan Sekadar Pendamping, Kapolres Toraja Utara Soroti Peran Penting Bhayangkari


Toraja Utara, Teropongsulawesi.com, Peran Bhayangkari dalam mendukung tugas anggota Polri mendapat perhatian khusus dari Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat, S.H., S.IK., M.IK.

Hal itu disampaikan saat Kapolres Toraja Utara memimpin Tatap Muka Pembina dan Ketua Bhayangkari Cabang Toraja Utara yang dirangkaikan dengan Pertemuan Rutin Bhayangkari di Aula Mapolres Toraja Utara, Sabtu (29/8/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Toraja Utara Ny. Rina Yoseph Sudrajat, Wakil Ketua Bhayangkari Ny. Alfrida Marthen, serta jajaran pengurus dan anggota Bhayangkari.

Di hadapan para anggota Bhayangkari, AKBP Yoseph menegaskan bahwa keberhasilan anggota Polri dalam menjalankan tugas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan di lapangan, tetapi juga ditopang kondisi keluarga yang harmonis.

Menurutnya, dukungan istri menjadi salah satu kekuatan penting bagi personel yang setiap hari menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas kepolisian.

“Kesetiaan dan pengertian dari istri adalah energi utama pendukung suami dalam melaksanakan tugas-tugas Kepolisian yang sering kali penuh tantangan,” kata AKBP Yoseph.

Ia juga mengapresiasi dedikasi para Bhayangkari yang selama ini setia mendampingi suami sekaligus menjadi bagian dari keluarga besar Polri.

Kapolres mengingatkan bahwa komunikasi dan sikap saling memahami antara suami dan istri harus terus dibangun. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga ketahanan keluarga sekaligus mendukung integritas personel dalam menjalankan amanah sebagai anggota Polri.

Buka Ruang Dialog

Tak hanya memberikan arahan, Kapolres Toraja Utara juga membuka ruang dialog bagi para anggota Bhayangkari.

Berbagai persoalan dan dinamika kehidupan keluarga personel Polri dibahas secara terbuka. Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi Bhayangkari untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus mendapatkan masukan langsung dari Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Toraja Utara.

Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat komunikasi internal Bhayangkari, tetapi juga semakin mempererat hubungan antara personel Polri dengan keluarga masing-masing.

Bagi Polres Toraja Utara, dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun personel yang mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

(Humas Polres Toraja Utara Polda Sulsel)

Polisi Rapatkan Barisan, Kebakaran Gunung Sewo 18 Hektare Kini Diselidiki


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Polisi merapatkan barisan menyikapi kebakaran yang melanda kawasan hutan lindung Gunung Sewo, Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Tak hanya memastikan api terkendali, kepolisian kini fokus mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan areal sekitar 18 hektare.

Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Polres Soppeng turun langsung ke lokasi, Sabtu (29/8/2026), untuk mengecek kondisi kawasan sekaligus melakukan langkah awal penyelidikan.

Sebelum bergerak ke lokasi, tim terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Soppeng, Sharani, S.IP. Koordinasi dilakukan untuk menyatukan langkah penanganan dan memastikan perkembangan situasi terkini.

Peninjauan dipimpin Kabag Ops Polres Soppeng Kompol Rahman, S.Pd., didampingi Kasat Intelkam AKP Ahmad, Kapolsek Lalabata AKP Aseb Sibli, Kasat Reskrim IPTU Firman, S.H., M.H., personel Satgas Karhutla serta Tim Pengendalian Kebakaran Hutan UPTD KPH Walanae.

Dari hasil pengecekan, kebakaran terjadi sejak Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Lokasi berada di kawasan hutan lindung pada titik koordinat S 04°21′25,2″ dan E 119°51′41,9″, dengan luas areal terdampak diperkirakan mencapai 18 hektare.

Polisi memberi perhatian khusus lantaran titik kebakaran hanya berjarak sekitar 200 meter dari lahan atau kebun masyarakat.

Kondisi tersebut membuat pengawasan diperketat untuk mencegah munculnya kembali titik api sekaligus mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke lahan warga.

Asal Api Mulai Ditelusuri

Di balik upaya pengamanan kawasan, Sat Reskrim Polres Soppeng mulai mengumpulkan informasi untuk mengungkap bagaimana kebakaran tersebut bermula.

Sejumlah warga yang mengetahui kejadian dimintai keterangan. Salah satunya Ketua RT Lingkungan Bila, Kelurahan Bila, Warda, yang memiliki lahan berdekatan dengan lokasi kebakaran.

Petugas juga melakukan identifikasi di sekitar lokasi guna mencari petunjuk mengenai titik awal api, arah penyebaran kebakaran hingga aktivitas yang berlangsung sebelum api muncul.

Namun, hingga saat ini polisi belum menyimpulkan penyebab kebakaran. Penyelidikan masih berjalan untuk memastikan apakah kebakaran terjadi akibat faktor alam maupun adanya aktivitas manusia.

Kapolres: Penanganan Tak Berhenti pada Pemadaman

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan penanganan Karhutla harus dilakukan secara menyeluruh. Pemadaman dan pencegahan dinilai penting, namun penyebab kebakaran juga harus diungkap berdasarkan fakta.

“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat menjadi sumber api, khususnya pembakaran hutan maupun lahan. Pencegahan jauh lebih penting, karena satu sumber api yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak yang luas,” tegas Kapolres.

Ia menambahkan, sinergitas antara kepolisian, BPBD, KPH Walanae, pemerintah setempat dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

Polres Soppeng memastikan pemantauan kawasan terus dilakukan. Selain mengantisipasi bara atau titik api baru, langkah tersebut sekaligus untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan maupun lahan masyarakat.

Api boleh dipadamkan, tetapi penyebabnya belum selesai. Polisi kini merapatkan barisan untuk mengungkap dari mana api Gunung Sewo bermula.

(Taggi)

Maulid di Masjid Agung Darussalam, Wakapolres Soppeng Bawa Pesan Kebersamaan dan Kamtibmas


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Jajaran Polres Soppeng menunjukkan komitmennya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kehadiran dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Darussalam Watansoppeng, Sabtu (29/8/2026).

Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, S.Sos., hadir mewakili Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. Kehadirannya didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Soppeng.

Peringatan Maulid ini digelar melalui kerja sama Pengurus dan Majelis Ta’lim Masjid Agung Darussalam Watansoppeng, Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng dan Baznas Kabupaten Soppeng. Jamaah dan masyarakat tampak mengikuti kegiatan dalam suasana khidmat.

Bagi jajaran kepolisian, kehadiran dalam kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Maulid Nabi menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW juga menjadi nilai penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, mulai dari sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama hingga menjaga persatuan dan kebersamaan.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menilai hubungan yang dekat antara Polri dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Menurutnya, menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif tidak cukup hanya mengandalkan tindakan kepolisian. Dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan.

Karena itu, komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat terus diperkuat.

“Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab Polri. Dengan komunikasi dan kebersamaan yang terjalin baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat dicegah dan diselesaikan bersama,” pesan Kapolres.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Darussalam Watansoppeng berlangsung aman, tertib dan lancar hingga kegiatan berakhir.

Kehadiran jajaran Polres Soppeng di tengah masyarakat diharapkan menjadi bagian dari penguatan sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta menciptakan suasana kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Soppeng.

(Taggi)

SDN 3 Lemba Tampil Perkasa, Dua Emas Antarkan Jadi Juara Umum Kwarran Lalabata


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Performa apik ditunjukkan kontingen SDN 3 Lemba pada Perkemahan Kwarran Lalabata 2026. Torehan dua medali emas dan dua medali perak sukses mengantarkan sekolah tersebut menjadi Juara Umum I kelompok penggalang SD/MI.

Hasil itu diraih setelah seluruh perlombaan yang berlangsung sejak 26 hingga 29 Agustus 2026 selesai dilaksanakan. SDN 3 Lemba menjadi kontingen dengan raihan medali terbanyak di tingkat SD/MI.

Posisi kedua ditempati SDN 21 Mattabulu dengan perolehan dua emas dan satu perunggu. Sementara SDN 16 Liangeŋ berada di posisi ketiga setelah mengoleksi satu emas, satu perak dan satu perunggu.

Persaingan ketat juga terjadi pada kategori lainnya. Di kelompok penggalang SMP/MTs, SMPN 2 Watansoppeng tampil sebagai Juara Umum I dengan raihan empat emas, dua perak dan satu perunggu.

Sementara itu, pada kategori penegak SMA/SMK/MA, SMKN 1 Soppeng menjadi kontingen terbaik setelah mengumpulkan empat medali emas dan tiga medali perak.

Perkemahan Kwarran Lalabata 2026 dibuka Ketua Kwarcab Soppeng H. Syahruddin M. Adam, S.Sos., M.M. dan secara resmi ditutup oleh Mabiran Kecamatan Lalabata Risqun, S.STP., M.Si.

Kegiatan tersebut dikoordinasikan Kwarran Lalabata di bawah kepemimpinan Muhammad Husni, S.Pd., M.Pd., dengan Asrianto, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua panitia.

Keberhasilan SDN 3 Lemba memborong empat medali menjadi catatan tersendiri dalam perkemahan tahun ini. Dua emas yang diraih menjadi penentu sekaligus mengukuhkan posisi sekolah tersebut sebagai yang terbaik di kelompok penggalang SD/MI.

(Taggi)

Bukan Sekadar Senam, Merdeka Sport Soppeng Pecahkan Suasana di Taman Kalong, AW Turut Hadir


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Gelak tawa pecah di Taman Kalong Watansoppeng, Sabtu (29/8/2026). Puluhan anggota Komunitas Merdeka Sport (MS) mengubah agenda senam menjadi momen penuh keceriaan dengan menggelar sejumlah permainan rakyat dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut semakin semarak dengan kehadiran Anggota Legislatif Partai Golkar, Hj. Andi Wahda Adam, SE, yang akrab disapa AW.

Sejak sore, para anggota komunitas yang didominasi kaum ibu tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Senam bersama menjadi pembuka, sebelum suasana berubah menjadi lebih santai dan penuh tawa melalui berbagai permainan rakyat.

Lomba jalan lurus, duduk di kursi hingga goyang bola menjadi bagian dari permainan yang menguji kelincahan, keseimbangan dan kekompakan para peserta.

Meski berhadiah, bukan soal siapa yang menang atau kalah. Setiap permainan justru menjadi pemicu tawa dan menciptakan suasana akrab di antara anggota komunitas.

Kebahagiaan terlihat jelas dari wajah para peserta. Mereka saling memberi semangat, tertawa bersama dan menikmati setiap tantangan yang diberikan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh instruktur Andi Baji Hasan.

Menurutnya, permainan rakyat sengaja dimasukkan dalam kegiatan komunitas agar olahraga tidak terasa monoton sekaligus memperkuat kebersamaan antaranggota.

“Lomba jalan lurus, lomba duduk di kursi, goyang bola menjadi permainan yang mengasyikkan dan penuh tantangan,” kata Andi Baji Hasan.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Andi Wahda Adam. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi tambahan semangat bagi anggota Merdeka Sport untuk terus aktif menjalankan kegiatan olahraga.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Andi Wahda. Kehadirannya tentu memberikan semangat bagi kami,” ujarnya.

Sementara itu, Andi Wahda Adam (AW) mengapresiasi kekompakan anggota Merdeka Sport. Ia menilai komunitas olahraga seperti MS memiliki peran penting dalam mendorong masyarakat untuk hidup sehat sekaligus membangun ruang silaturahmi.

AW berharap semangat olahraga dan kebersamaan tersebut terus dijaga, tidak hanya saat momentum peringatan kemerdekaan, tetapi menjadi kegiatan rutin di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Komunitas Merdeka Sport juga mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda berikutnya. Komunitas tersebut dijadwalkan mengikuti lomba senam di Kabupaten Pangkep.

Andi Baji Hasan mengatakan, keikutsertaan dalam lomba tersebut menjadi kesempatan bagi anggota Merdeka Sport untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus membawa nama Soppeng ke ajang yang lebih luas.

Ia berharap seluruh anggota tetap konsisten berlatih, menjaga kekompakan dan tampil maksimal saat mengikuti perlombaan.

“Semoga anak-anak tetap semangat latihan, kompak dan bisa memberikan yang terbaik saat mengikuti lomba di Pangkep,” harapnya.

Dari Taman Kalong, pesan yang dibawa Komunitas Merdeka Sport sederhana namun kuat: kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan seremoni, tetapi juga dengan tubuh yang sehat, hati yang gembira dan kebersamaan yang terus terjaga.

(Taggi)

Lantai 3 Pusat Pertokoan Soppeng Disorot, BPKPD Langsung Turun Tangan, LSM Sidik Dorong Jadi Sentra UMKM


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Sorotan terhadap kondisi lantai 3 Pusat Pertokoan Kota Soppeng mulai mendapat tindak lanjut. Pihak Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) bergerak cepat melakukan pembersihan kawasan tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah tanaman liar yang tumbuh di area lantai 3 dibersihkan. Bagian dinding yang mulai ditumbuhi lumut juga tak luput dari kerja bakti.

Langkah cepat BPKPD itu mendapat apresiasi dari Ketua LSM Sidik, Mahmud Cambang, yang sebelumnya melakukan pemantauan terhadap kondisi kawasan tersebut.

Mahmud menyebut respons cepat tersebut patut diapresiasi. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan lantai 3 tidak selesai hanya dengan membersihkan tanaman liar dan lumut.

“Pembersihan kami apresiasi. Tapi setelah dibersihkan, harus ada langkah berikutnya. Jangan sampai kembali kosong dan tidak dimanfaatkan,” ujar Mahmud. Sabtu (29/8/2026). 

Ia mendorong pemerintah daerah memikirkan konsep baru untuk mengubah kawasan tersebut menjadi ruang yang produktif dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Salah satu yang dinilai potensial adalah menjadikan area tersebut sebagai ruang usaha bagi pelaku UMKM Soppeng.

“Banyak pelaku UMKM membutuhkan tempat untuk mengembangkan usahanya. Kalau ada ruang yang masih kosong, kenapa tidak dimanfaatkan untuk mereka?” katanya.

Mahmud juga menyoroti keberadaan sejumlah los yang masih kosong. Ia meminta pemerintah dan dinas terkait segera mencari formula pemanfaatan agar aset tersebut tidak terus menjadi ruang yang tidak produktif.

Namun, Mahmud memberikan catatan penting soal mekanisme pemanfaatannya.

Ia meminta pemerintah tidak sekadar memberikan nama atau status pemanfaatan, tetapi memastikan los tersebut benar-benar digunakan sesuai tujuan.

“Dinas terkait harus tegas. Jangan sampai atas nama pemanfaatan, kemudian los itu dipersewakan kepada pelaku UMKM. Kalau memang untuk UMKM, berikan akses langsung kepada UMKM dan buat mekanismenya transparan,” tegasnya.

Menurut Mahmud, keberadaan fasilitas publik harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pusat Pertokoan tidak semestinya hanya menjadi bangunan yang berdiri tanpa aktivitas ekonomi yang maksimal.

Ia berharap respons cepat BPKPD menjadi awal dari langkah yang lebih besar, yakni menata, menghidupkan, dan mengoptimalkan lantai 3 Pusat Pertokoan sebagai salah satu ruang ekonomi baru bagi masyarakat Soppeng.

“Jangan berhenti di kerja bakti. Sekarang saatnya pemerintah memikirkan konsep pemanfaatannya. Buka ruang bagi UMKM dan pastikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa mendapat tempat,” pungkas Mahmud.

(Taggi)

Pastikan SRT Siap Dihuni, Bupati Soppeng Cek 270 Siswa dan Fasilitas Asrama


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Kesiapan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) menjadi perhatian langsung Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng. Jumat (28/8/2026), Bupati turun ke lokasi memantau registrasi sekaligus pemeriksaan kesehatan gratis bagi para siswa.

Sebanyak 270 siswa mengikuti registrasi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Mereka didampingi kepala desa, lurah, dan keluarga masing-masing.

Para siswa tersebut terdiri dari 76 siswa SRD, 130 siswa SRMP, dan 64 siswa SRMA.

Dalam proses registrasi, terdapat enam siswa yang belum dapat mengikuti tahapan tersebut lantaran sedang sakit. Masing-masing terdiri dari dua siswa SRD, dua siswa SRMP, dan dua siswa SRMA.

Suwardi memastikan langsung proses registrasi dan pemeriksaan kesehatan berjalan dengan baik. Peninjauan tidak berhenti pada urusan administrasi dan kesehatan siswa. Bupati juga mengecek kondisi bangunan serta fasilitas asrama yang nantinya menjadi tempat tinggal para siswa.

Di area asrama, Suwardi meminta sejumlah pekerjaan finishing yang belum tuntas agar segera diselesaikan.

Ia menekankan bahwa tempat tinggal siswa harus benar-benar siap sebelum digunakan, terutama menyangkut aspek keamanan dan kenyamanan.

“Jangan ada lagi pekerjaan yang mengganggu kenyamanan anak-anak. Finishing yang masih kurang segera diperbaiki,” perhatian Bupati saat meninjau asrama.

Selain bangunan, air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang secara khusus disoroti.

Bupati meminta Waskita selaku pihak penyedia memastikan pasokan air bersih tersedia dan mencukupi kebutuhan siswa selama tinggal di asrama.

Bagi Suwardi, fasilitas pendidikan tidak cukup hanya berdiri secara fisik. Sarana dasar yang menunjang kehidupan siswa juga harus dipastikan berfungsi dan tersedia dengan baik.

Usai mengecek asrama, Bupati kemudian meninjau masjid yang berada di dalam lingkungan Sekolah Rakyat Terpadu.

Dari hasil peninjauan, Suwardi menilai kondisi masjid beserta fasilitasnya sudah sangat baik dan layak digunakan. Keberadaan masjid tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas keagamaan dan pembinaan karakter siswa selama berada di lingkungan SRT.

Peninjauan tersebut menunjukkan perhatian Pemkab Soppeng terhadap kesiapan SRT secara menyeluruh, mulai dari registrasi, kesehatan siswa, tempat tinggal, air bersih hingga fasilitas ibadah.

(Taggi)

Jumat, 28 Agustus 2026

Maulid di Pattojo Jadi Momentum, Kapolsek Liliriaja Ingatkan Warga Soal Bahaya Kebakaran


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 Masehi di Masjid Raudhatul Muttaqin Dabbare, Desa Pattojo, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Jumat (28/8/2026), tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi warga.

Kapolsek Liliriaja AKP Mahmuddin, A.Md., S.Sos., memanfaatkan momentum tersebut untuk mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah musim kemarau.

Mahmuddin secara khusus meminta warga tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih mudah menjalar dan berpotensi menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan.

Pesan itu disampaikan Mahmuddin setelah mengikuti rangkaian Maulid Nabi yang mengusung tema “Rajut Silaturahmi, Tebar Kepedulian, Tingkatkan Kebersamaan.”

Ia juga memperkenalkan diri sebagai pejabat baru yang memimpin Polsek Liliriaja. Sebelumnya, Mahmuddin pernah menjabat sebagai Kapolsek Lalabata dan Kasat Intelkam Polres Soppeng.

Dalam penyampaiannya, Mahmuddin menegaskan bahwa pencegahan kebakaran bukan semata-mata tugas aparat. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk memastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api.

Selain larangan membakar lahan, warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di lokasi yang terdapat rumput kering, semak maupun material yang mudah terbakar.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar,” menjadi salah satu penekanan Kapolsek Liliriaja kepada masyarakat.

Mahmuddin juga meminta warga tidak menunggu api membesar untuk bertindak. Jika menemukan adanya titik api atau kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat maupun pihak berwenang agar dapat ditangani secepat mungkin.

Menurutnya, laporan yang cepat dapat menjadi langkah awal untuk mencegah api meluas dan mengurangi risiko kerugian yang lebih besar.

Peringatan tersebut dinilai penting mengingat sejumlah wilayah di Soppeng dalam beberapa waktu terakhir menghadapi ancaman kebakaran lahan akibat kondisi cuaca yang kering.

Sementara itu, hikmah Maulid disampaikan Al Ustadz Sudarmin Pattola Palallo, S.Pd.I. Kegiatan tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim dan jamaah Masjid Raudhatul Muttaqin Dabbare.

Turut hadir Camat Liliriaja Andi Lukman Saransi, S.Sos., MM., Danramil 1423-04/Liliriaja, Kepala KUA Kecamatan Liliriaja Ahlidin, S.Ag., M.A., Kepala Desa Pattojo, Ketua BPD Desa Pattojo bersama anggota, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim se-Desa Pattojo serta jamaah Masjid Raudhatul Muttaqin Dabbare.

(Taggi)

Photos

Business

Internasional

Ekonomi

Politik

HUKUM KRIMINAL

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved