-->

Sabtu, 19 Oktober 2019

Puskesmas Batu-Batu Melaksanakan Pertemuan Peningkatan Kapasitas Dokter Kecil

Foto :Asnani ,SKM, MKM dan Hj. Nisma, S.Kep

Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel) - Pertemuan Peningkatan Kapasitas Dokter Kecil Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Batu -Batu Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng di Ruang Pertemuan UPTD Puskesmas Batu Batu pada hari Sabtu 19/10/2019.

Dalam laporan ketua panitia Ridawati AMKG mengatakan bahwa, tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang dokter kecil di sekolah yang merupakan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat baik fisik,  mental, sosial maupun lingkungan.  

Foto : Ketua Panitia Ridawati AMKG  saat menyampaikan laporan 
              
"Sehat merupakan syarat bagi setiap orang untuk menjalani kehidupan yang produktif. Salah satu cara yang bisa di tempuh untuk mendapatkan jiwa raga yang sehat dengan melakukan pendidikan kesehatan. Sementara itu, sekolah merupakan tempat terjadinya proses transfer ilmu,termasuk ilmu yang berkaitan dengan kesehatan,lembaga vital dan ideal untuk pendidikan kesehatan inilah yang melatar belakangi Dokter kecil ini," ungkap Kepala UPTD Puskesmas Batu Batu Hj.Nisma, S.Kep.


Sementara itu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng Asnani, SKM, MKM Programmer Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat mengatakan di sekolah banyak masalah kesehatan yang berbeda beda di SD, SMP, SMA.Untuk di SD masalah kesehatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan yang sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh, dan beraktifitas. 


Adapun tugas dokter kecil yaitu
Menggerakkan dan membimbing teman melaksanakan pengamatan kebersihan dan kesehatan pribadi, pengenalan diri tanda tanda penyakit, pengukuran tinggi badan dan berat badan dan penyuluhan kesehatan.

Selain itu juga membantu petugas kesehatan melaksanakan pelayanan kesehatan di sekolah, pengamatan kebersihan di sekolah dan melapor hal - hal khusus yang ditemuinya kepada guru UKS/Kepala Sekolah.  

Dokter kecil itu menjadi contoh bagi teman temannya, mengawasi kebersihan kelas halaman sekitarnya, menasehati dan membantu teman tentang kebersihan dan kesehatan serta membantu guru UKS di sekolah misalnya memeriksa kuku, rambut dan kerapian berpakaian, pungkas Asnani. 


Adapun yang hadir pada kegiatan ini yakni Guru UKS UPTD SPF SDN 50 Tarawang, SDN 227 Bera, SDN 248 Laulaweng, SDN 49 Paria, SDN 54 Bolamallimponge, SDN 66 Mario, SDN 249 Mattirobulu dan  63 jumlah siswa perwakilan sekolah dan Petugas Puskesmas Batu batu. (W@Wa). 

Sabtu, 21 September 2019

Hut IBI Ke 68 Dihadiri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah


Teropongsulawesi. Com - Makassar (Sulsel) Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah membuka Musyawarah Daerah VII Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Four Point, Minggu (21/9). Kegiatan ini dalam rangka HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ke-68.

Gubernur dalam sambutannya mengajak pengurus daerah mengawal kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan untuk ibu hamil. Ia juga mengharapkan IBI mengawal Pemprov dengan cara bermitra program kerja di bidang pelayanan kesehatan.

"Kita hadir merupakan komitmen sebagai mitra strategis pemerintah dalam rangka meningkatkan pelayanan dalam bidang kebidanan dan kesehatan di provinsi Sulawesi-Selatan," kata Nurdin Abdullah. 

Ia juga berharap terobosan-terobosan baru lahir di bidang pelayanan kesehatan yang didukung oleh pemerintah. 

Gubernur menyampaikan, pemerintah harus hadir membantu organisasi profesi untuk menyelesaikan persoalannya. Koordinasi dan komunikasi perlu dilakukan. 

"Organisasi profesi jangan menyelesaikan sendiri persoalan, pemerintah harus hadir," kata Nurdin Abdullah. 

Nurdin mengatakan, tantangan yang ada dan perlu dukungan dunia kesehatan dan kebidanan adalah soal angka kematian ibu melahirkan. Demikian juga bayi yang lahir bagaimana gizinya bisa terpenuhi dengan baik. 

Soal stunting atau gizi buruk menjadi isu nasional termasuk di Sulsel. Baginya, Sulawesi Selatan selayaknya angka stunting harus rendah, karena salah satu penyangga pangan nasional.

"Harusnya stunting itu terendah. Tetapi tidak ada kata terlambat. Mari kita sama-sama membenahi stunting," ujarnya. 


Upaya ini bisa dilakukan di 1.000 hari pertama kelahiran. Nurdin menyebutkan contoh sukses negara maju, seperti Jepang. Ia kemudian bercerita pengalamannnya enam tahun di Jepang saat menempuh pendidikan dan memiliki anak. 

Pada saat istrinya dinyatakan hamil saat itu pula pemerintah hadir. Dengan memberikan kartu kesehatan dengan fasilitas susu gratis dan layanan kesehatan. 

"Setiap minggu kita, para suami datang kantor kecamatan untuk mendapatkan susu, demikian juga pada saat mau lahir pemerintah juga hadir. Saya kebetulan mahasiswa," ungkapnya. 

Upaya menciptakan sumber daya unggul ini termasuk setelah melahirkan melalui pendidikan dan pemenuhan gizi baik. Termasuk di PAUD dan tempat penitipan anak. 

"Tanggung jawab kita melahirkan. Terus kita bangun karakternya lebih baik dan saya kira kemudian hari anak kita menjadi tumbuh anak-anak yang kuat," sebut Nurdin. 

Untuk mencapai hal itu maka diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan stake holder yang lain. Termasuk dengan paguyuban atau organisasi profesi seperti IBI. 


Sementara itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Sulsel, Suriani, menyampaikan beberapa bahwa ikatan bidan ini berdiri 24 Juni 1951. 

Fakta empiris bidan, memiliki peranan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Sementara untuk upaya menguatkan organisasi, melakukan konsolidasi dalam setiap tingkatan. 

"Juga melakukan peningkatan kompetensi dengan memberikan pelatihan," sebutnya.

Ia juga kepada unsur terkait dapat bersinergi dan memberi dukungan kepada bidan di pelayanan kesehatan sesuai sila kedua Pancasila.  Organisasi ini juga memberikan pengakuan pelayanan kebidanan, serta bidan mencintai profesinya. 

"Pada teman-teman sekalian yang hadir pada hari ini, dengan kecintaan terhadap profesi kita. Mari bersama-sama menjaga, kita tumbuh kembangkan Ikatan Bidan Indoneisa menjadi organisasi yang bermartabat," harapnya.(*). 

Minggu, 31 Januari 2021

Bupati Soppeng Ikuti Rakor Prokes dan Penanganan Covid19 Secara Virtual


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),- Bupati Soppeng, H. Andi Kaswadi Razak, SE mengikuti rapat koordinasi Penegakan Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19, bersama beberapa menteri terkait, secara virtual di ruang SCC Lamataesso Kantor Bupati Soppeng, Minggu, (31/01/2021).

Selain Bupati Soppeng hadir pula anggota Forkopimda Kab. Soppeng, Asisten Setda , Staf Ahli Bupati, Kasat Pol-PP, Damkar, Kepala BPBD, serta Kadis Kesehatan Soppeng.

"Rakor Penegakan Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 secara virtual diikuti beberapa menteri terkait, diantaranya, Menteri Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A, Kemendagri, Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas. Juga diikuti oleh Panglima TNI Marsekal Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P., Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, serta Jaksa Agung S.T. Burhanuddin''.

Menteri Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A dalam arahanya mengatakan, kalau covid-19 merupakan virus RNA penerapan disiplin aturan PPKM wajib dilakukan untuk menurunkan mobilitas masyarakat, dan meningkatkan kepatuhan terhadap 3 M, hal ini penting untuk menurunkan penambahan kasus baru dan angka kematian, kata Menteri Luhut

Lanjut, Menteri Luhut menegaskan, agar Masyarakat perlu diedukasi mengenai penggunaan masker yang baik dan benar termasuk cara mencuci dan mengganti masker setiap hari, liburan panjang selalu meningkatkan jumlah kasus secara signifikan berdasarkan pengalaman libur Idul Adha tahun baru Islam maulid nabi, oleh karena itu jika situasi pandemi masih belum terkendali maka libur Imlek akan dipertimbangkan untuk ditunda, jelas Luhut Binsar Pandjaitan.

Adapun Arahan dari Kemendagri, Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si, menjelaskan pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat), serta poin-poin pengaturan dan perubahan PPKM, perlu penerapan sisa PPKM II sampai dengan tanggal 8 Februari 2021, secara optimal dengan efek kejut, upaya kedua itu koersif diantaranya pembubaran, penegakan disiplin sampai dengan proses hukum yang tegas dengan melibatkan TNI-Polri dan Satpol PP, kata Muhammad Hudori

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dalam kesempatan itu mengatakan 9 instruksi sosialisasi penerapan protokol kesehatan bagi ASN Kementerian Agama RI. Dengan demikian seluruh kakanwil dan kepala Kantor Kemenag wajib melaporkan setiap hari kemajuan gerakan sosialisasi penerapan protokol kesehatan (3 M) kepada gugus tugas penanganan covid 19 Kementerian Agama RI melalui domain, www.lapor3M.kemenag.co.id, ungkap Yaqut Cholil Qoumas.

Arahan Jaksa Agung, S.T. Burhanuddin, dirinya mengharapkan kepada Kejaksaan untuk melakukan pengawalan terhadap program vaksinasi nasional serta penerapan protokol kesehatan. Juga mengimbau agar jangan lengah. Jangan menganggap remeh dan tetap waspada, lakukan tindakan Apabila ada oknum pegawai kejaksaan yang abai atau tidak menerapkan protokol kesehatan, imbuh Jaksa Agung

Diapun Menegaskan untuk penegakan hukum dalam menyukseskan program vaksinasi covid-19, yaitu melakukan penegakan hukum dengan tegas tanpa pandang bulu, apabila dipandang masih ada warga yang mengindahkan upaya untuk mewujudkan kesehatan masyarakat dengan cara menolak vaksin, tegas Jaksa Agung

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, M.Si, dalam arahannya menjelaskan penjabaran peraturan daerah berdasarkan instruksi Mendagri Nomor 2 Tahun 2021, serta menjelaskan indeks kepatuhan masyarakat melawan covid-19, dimana terdapat penurunan angka kepatuhan memakai masker menjaga jarak dan menghindari kerumunan sebesar 20%, upaya Polri dalam menegakkan pandemi covid 19 di antaranya mengembangkan Kampung Tangguh Nusantara di seluruh Indonesia dengan klasifikasi berdasarkan lokasi kerawanan Covid-19, terang Kapolri

Terakhir, Arahan Panglima TNI Marsekal Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P. menjelaskan materi Perda tentang kepatuhan terhadap proses berdasarkan rekapitulasi peraturan daerah. Adapun hal-hal yang diatur adalah penggunaan masker, cuci tangan, menjaga jarak, sarana cuci tangan dan pemasangan himbauan, pungkas Panglima TNI.

Hawaya IWO 💙

Selasa, 10 November 2020

AKAR Sosok Sederhana dan Merakyat, Telah Banyak Membawa Perubahan Kab. Soppeng


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),-Tran's Institute baru-baru menyampaikan hasil survay yang menunjukkan kenaikan Dukungan Paslon Cabup H. Andi Kaswadi Razak. SE, dan Wabup Ir Lutfi Halide. MP (AKAR-LHD) yang diperediksi mencapai 96 Persen di Pilkada 2020 Soppeng,

Berdasarkan Survey Tran's Institute pada bulan Oktober, diperoleh hasil bahwa angka kemenangan AKAR-LHD mencapai 96,0 persen dengan sistem sampling, margin error 3,5 persen dengan jumlah responden sebanyak 800 orang.(red)

Calon Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak dikenal sosok sederhana dan merakyat dan juga pekerja keras serta ulet, memang pemimpin yang telah banyak membawa perubahan dan kemajuan Kab. Soppeng. Tercatat H. Andi Kaswadi Razak telah banyak menghasilkan kemajuan serta trobosan pro masyarakat soppeng dan kemajuan dibidang yang nampak dan nyata, tercatat dalam priode pertamanya (2017-2021) berbagai prestasi penting telah diraihnya.

Salah satu Prestasi besar yang diraih oleh H. Andi Kaswadi Razak kembalinya Soppeng meraih Piala bergengsi Adipura yang mana Adipura adalah salah satu kebanggaan masyarakat Soppeng di tahun 2019, yang langsung diserahkan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla saat itu ke H. Andi Kaswadi Razak (13/01/19).

Dalam kepemimpinannya H. Andi Kaswadi Razak pun adalah pigur pemimpin yang sangat mempedulikan Dunia Pendidikan. Di tengah Maraknya pembicaraan anggaran beasiswa terjadi pemangkasan anggaran, akibat adanya wabah virus covid-19. H. Andi Kaswadi Razak. SE menjawab bahwa beasiswa tetap ada, dan berjalan sebagaimana mestinya, tidak ada pengaruh masalah corona, ini sudah menjadi komitmen saya pada dunia pendidikan, (2/06/20). Terbukti dengan keluarnya surat penetapan No.312/V/2020 oleh Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak Tentang Penerima penghargaan bagi peserta didik berprestasi Akademik tahap 1 tahun anggaran 2020. beasiswa tetap ada dan berjalan sebagaimana mestinya."Diketahui Pemkab Soppeng telah merealisasikan anggarannya ke setiap penerima beasiswa".

Salah satu Program Unggulan Calon Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak yang juga sangat dirasakan masyarakat ialah Kartu MACCA, yang merupakan kartu yang memuat program prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Soppeng yang memuat beberapa layanan diantaranya layanan kesehatan gratis, layanan beasiswa bagi siswa dan mahasiswa yang berprestasi, dan layanan beras sejahtera, kartu Macca ini sebagian mengalami integrasi dengan program nasional sehingga layanan yang ada pada kartu MACCA terintegrasi dengan program nasional diantaranya BPJS.

Program ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan anak usia sekolah secara ekonomi untuk berpartisipasi di sekolah sehingga mereka memperoleh akses pelayanan pendidikan yang lebih baik dari tingkat dasar hingga menengah, mencegah murid mengalami putus sekolah akibat kesulitan ekonomi, serta mendorong anak yang putus sekolah agar kembali bersekolah.

Untuk layanan kesehatan gratis diperuntukkan bagi masyarakat soppeng untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan, sesuai dengan kondisi penyakit yang diderita. Sejak tahun 2016 jumlah penerima manfaat untuk kesehatan gratis terus mengalami peningkatan.

Untuk anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Soppeng pada layanan kesehatan ini sejak tahun 2016 sampai dengan 2020 untuk pendanaan pembayaran premi bagi masyarakat. Perlu juga disampaikan bahwa sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2020 pemerintah daerah Kabupaten Soppeng telah menerapkan UHC dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Selain program pendidikan dan kesehatan , kartu MACCA juga memiliki layanan RASTRA atau beras sejahtera yang telah terintegrasi dengan program pusat selama tahun 2016 sampai dengan 2020 alokasi anggaran untuk program RASTRA dari pemerintah daerah telah diterima masyarakat (Red-BPKPD Soppeng)

“Program-program inilah yang menjadi substansi dari kartu MACCA yang pada dasarnya telah terintegrasi dengan program pusat. Sehingga sejak tahun 2016 program kartu MACCA telah hadir dam memberikan banyak manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Soppeng,”

Tak salah dan memang layak jika berdasar hasil survey yang dilakukan oleh lembaga survey Tran's Institute, angka kemenangan AKAR-LHD di Pilkada Soppeng diprediksi mencapai 96,0 persen meningkat sekira 6 persen dari Survey yang lalu, Ketokohan dan Bukti Kerja AKAR serta kepercayaan yang diberikan masyarakat atas naiknya Elektabilitas dan Popularitas tersebut. Masyarakat telah jelas melihat keberhasilan yang telah diraih, dengan nyata adanya perubahan perubahan yang tercapai di Kab.Soppeng.

Sumber A2M
( Hawaya, IWO 💙)

Jumat, 06 September 2019

Sekda Kab. Wajo hadiri acara Forum Komunikasi program jaminan Kesehatan Paripurna , ini agendanya



Teropongsulawesi. Com - Wajo (Sulsel), Acara Forum Komunikasi dengan pemangku kepentingan utama menuju program jaminan kesehatan Paripurna UHC Universal Health Coverage Kabupaten Wajo di ruang Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Jumat 6 September 2019.

Di awal pertemuan Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo H. Amiruddin A, S.Sos., M.M menjelaskan bahwa pertemuan kali ini untuk mengakselerasi pencapaian dan bagaimana optimalisasi, dimana adanya beberapa isu baik dari kenaikan iuran BPJS, dan UHC akan seperti apa.

"Kami tadi berkunjung  ke Rumah Sakit Umum Lamaddukelleng yang juga merupakan Rumah Sakit Rujukan terkait pembayaran BPJS dan ada beberapa laporan yang sudah dapat kita selesaikan, terkait laporan laporan yang masuk dan juga terkait Kinerjanya," ungkap H. Amiruddin A, S.Sos., M.M.

Dalam pertemuan hari ini di ruang Sekda dipaparkan beberapa hal diantaranya, ketentuan kebijakan pembayaran iuran jaminan kesehatan pada APBD APBN jaminan kesehatan, di mana iuran bagi peserta PBI jaminan kesehatan dibayar oleh pemerintah pusat, diantaranya fakir miskin dan orang tidak mampu dan penduduk yang didaftarkan pemerintah daerah di mana iuran bagi penduduk yang didaftarkan oleh pemerintah dibayar oleh pemerintah daerah sendiri.

Dari data cakupan kepesertaan JKN KIS sampai dengan Agustus yang diperoleh data penerima bantuan iuran PBI APBN sebanyak 168.275 orang, sedangkan penerima bantuan iuran PBI APBD sebanyak 60.907 orang dan pekerja penerima upah sebanyak 27.852 orang pekerja bukan penerima upah Mandiri sebanyak 48.373 orang dan Bukan Pekerja 7.114 orang, sehingga total keseluruhan 312.521 orang dari total penduduk 372.512 orang, jadi ada selisih 59.991 orang kalau ditotalkan tinggal sekitar 16,10 % yang belum terdaftarkan.

Kenyataannya kalau sisa penduduk non JKN yang berjumlah 59.961 jiwa ini, bahwa tidak semua ingin mendapatkan kelas rawat kelas tiga, segmentasi kepesertaan secara alamiah akan terbagi ke beberapa segmen peserta lainnya, adanya mutasi kepesertaan dan secara bertahap dapat diusulkan berdasarkan dengan hasil validasi data, dan pembayaran iuran jaminan kesehatan dibayarkan sesuai dengan jumlah peserta terdaftar aktif pada bulan tersebut.

Juga dijelaskan kalau menonaktifkan PBI APBN non BDT dan penggantian PBI APBN melalui SK Kemensos 79/Huk/2019 sebanyak 10.618 jiwa tapi jumlah peserta pengganti dari BDT Januari 2019 sebanyak 19.868 jiwa jadi ada surplus.

Juga dipaparkan kalau dari 142 desa yang ada di Kabupaten Wajo, ada 89 Desa yang sudah terdaftar sehingga masih ada 53 Desa di Kabupaten Wajo yang belum terdaftar sebagai peserta JKN KIS segmen PPNPN, karena belum dianggarkan pada APBD Desa karena belum adanya surat edaran Perda yang mengatur terkait JKN bagi perangkat desa terdaftar sebagai PBI APBN.

Sebagai tindak lanjut pertemuan forum Wajo tahap pertama dijumpai kenyataan bahwa pengusulan peserta PBI APBD setiap bulan namun tidak maksimal seharusnya rata-rata 5.000 jiwa per bulan, selanjutnya telah terdaftar 89 desa dari 142 Desa sehingga masih ada 53 desa yang belum mendaftarkan kepala dan aparat desa hanya sebagai peserta JKN KIS dan terakhir kalau telah diterbitkan perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan cabang Watampone dengan DMPTSP Kabupaten Wajo tentang kewajiban pemberi kerja untuk mendaftarkan pegawai dan anggota keluarganya.

Selanjutnya harapan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Wajo diantaranya dapat berupa dukungan Pemerintah Kabupaten Wajo untuk mewujudkan UHC bagi penduduk Kabupaten Wajo pada bulan Oktober sampai dengan November tahun 2019.

Dukungan Disdukcapil untuk melakukan Mapping data penduduk Kabupaten Wajo yang belum terdaftar, sebagai peserta JKN KIS yang akan diajukan sebagai peserta bulan Oktober November tahun 2019 berupa singkronisasi data dengan BPJS Kesehatan berdasarkan data NIK update 2019.

Dukungan dari Dinas Sosial untuk validasi data PBI APBD dan APBN bagi peserta yang telah meninggal, berupa surat keterangan penonaktifan peserta.

Dukungan Pemerintah Daerah untuk mewujudkan 53 kepala desa dan aparat desa Kabupaten Wajo menjadi peserta JKN KIS sebagai segmen pekerja penerima upah.

Dukungan dari DPMPTSP untuk mewajibkan seluruh badan usaha yang mengurus surat izin usaha, baik baru maupun perpanjangan agar mendaftarkan perusahaannya beserta seluruh karyawannya menjadi peserta JKN KIS.

Dukungan dari DPMPTSP berupa surat edaran kepada seluruh badan usaha makro dan mikro yang memiliki izin usaha yang masih berlaku untuk mewajibkan mendaftarkan diri sebagai peserta JKN KIS segmen pekerja penerima upah.

Dan terakhir dukungan dari Dinas Koperasi dan UKM untuk dapat mengeluarkan surat edaran untuk mewajibkan kepada seluruh Koperasi, agar terdaftar sebagai peserta JKN KIS segmen pekerja penerima upah.

( Humas Pemkab Wajo )

Selasa, 26 Januari 2021

Bupati dan Forkopimda Bahas Mekanisme Penanganan Covid-19 Terkait Acara Resepsi Pernikahan di Kabupaten Soppeng



Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),- Rapat Koordinasi tentang Pendisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19.Bertempat di Aula Makodim 1423 Soppeng, Rabu 20/01/2021

Dalam kesempatan tersebut Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak,SE selaku pimpinan rapat dalam arahannya menjelaskan tentang masalah teknis dalam pemberlakuan mekanisme
penanganan Covid-19 khususnya terkait acara resepsi pernikahan. Dimana kita berharap bahwa klaster pernikahan dapat dikendalikan tanpa mengurangi maksud dari acara pernikahan tersebut.

Acara pernikahan masih bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dalam hal ini, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan diantaranya membatasi pengantar erang-erangan pernikahan, waktu resepsi di undangan diatur sehingga para tamu tidak berdatangan secara bersamaan, tuan rumah hanya menyiapkan nasi dos, dan setelah memberikan ucapan selamat ke mempelai diharapkan langsung meninggalkan lokasi pernikahan.Ungkapnya

Selanjutnya Kapolres Soppeng, AKBP Moh.Roni Mustofa,S.iK,M.iK mengatakan, " terkait dengan kebijakan untuk masyarakat yang melaksanakan hajat pernikahan, dimana hal ini merupakan salah satu penyumbang timbulnya klaster baru yang tidak terkontrol karena dapat kita lihat hanya sedikit yang menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, kami sepakat untuk membuat kebijakan baru terkait masyarakat yang ingin melaksakan hajat pernikahan dan perlu ditindaklanjuti baik dari Camat maupun Desa agar penerapan protokol kesehatan dapat diseragamkan.

Ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan yaitu mensosialisasikan kebijakan pemerintah dalam hal pelaksanaan hajat pernikahan untuk tetap harus mematuhi protokol kesehatan salah satunya yaitu setelah mengucapkan selamat ke mempelai, maka untuk jamuan makannya diganti dengan menggunakan nasi dos/kotak, serta mengurangi penggunaan kursi , dimana kursi diperuntukkan untuk keluarga pengantin dan penjemput saja.

Tindakan ini akan dilakukan secara bertahap, dan jika ada yang melanggar akan diberikan teguran atau sanksi. Oleh karena itu kami mohon dari pihak-pihak lainnya agar melaksanakan kebijakan ini untuk keselamatan masyarakat Kab. Soppeng ". Pungkasnya


Adapun arahan Dandim 1423 Soppeng, Letkol INF. Richard Maribot Butarbutar, S. AP, M. Tr(Han) mengungkapkan bahwa, " terkait masalah Pernikahan, dimana kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana menerapkan protokol kesehatan khususnya di acara hajat pernikahan. Apabila ada pengantin yg berasal dari luar daerah, harus mengantongi surat bebas covid19.

Masalah pelaksanaan kegiatan Rapat Umum, dimana dalam pelaksanaannya jumlah peserta rapat harus dibatasi dan tetap harus menjaga jarak serta harus membuat rekomendasi jika ingin melakukan kegiatan.

Masalah kegiatan penertiban tempat karaoke, warung makan dan warkop serta masalah penjagaan di perbatasan, setiap camat bertanggung jawab apabila ada warganya yg terkonfirmasi positif covid19. Apabila OTG diisolasi mandiri dengan memanfaatkan Balla Ewako ". Tuturnya

Peserta yang hadir Kadis Kesehatan Kab. Soppeng, Kadis Perhubungan Kab. Soppeng, Kadis Kominfo Kab. Soppeng, Kadis Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kab. Soppeng, Kadis Sosial Kab. Soppeng, Kepala BPBD Kab. Soppeng, Kasat Pol. PP dan Damkar Kab. Soppeng, Para Camat Se-Kab. Soppeng


Published Hawaya IWO 💙

Rabu, 20 Januari 2021

Tripika Ungkap Mekanisme Penanganan Covid-19 Terkait Acara Resepsi Pernikahan di Kabupaten Soppeng


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),- Rapat Koordinasi tentang Pendisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19.Bertempat di Aula Makodim 1423 Soppeng, Rabu 20/01/2021

Dalam kesempatan tersebut Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak,SE selaku pimpinan rapat dalam arahannya menjelaskan tentang masalah teknis dalam pemberlakuan mekanisme
penanganan Covid-19 khususnya terkait acara resepsi pernikahan. Dimana kita berharap bahwa klaster pernikahan dapat dikendalikan tanpa mengurangi maksud dari acara pernikahan tersebut.

Acara pernikahan masih bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dalam hal ini, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan diantaranya membatasi pengantar erang-erangan pernikahan, waktu resepsi di undangan diatur sehingga para tamu tidak berdatangan secara bersamaan, tuan rumah hanya menyiapkan nasi dos, dan setelah memberikan ucapan selamat ke mempelai diharapkan langsung meninggalkan lokasi pernikahan.Ungkapnya

Selanjutnya Kapolres Soppeng, AKBP Moh.Roni Mustofa,S.iK,M.iK mengatakan, " terkait dengan kebijakan untuk masyarakat yang melaksanakan hajat pernikahan, dimana hal ini merupakan salah satu penyumbang timbulnya klaster baru yang tidak terkontrol karena dapat kita lihat hanya sedikit yang menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, kami sepakat untuk membuat kebijakan baru terkait masyarakat yang ingin melaksakan hajat pernikahan dan perlu ditindaklanjuti baik dari Camat maupun Desa agar penerapan protokol kesehatan dapat diseragamkan.

Ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan yaitu mensosialisasikan kebijakan pemerintah dalam hal pelaksanaan hajat pernikahan untuk tetap harus mematuhi protokol kesehatan salah satunya yaitu setelah mengucapkan selamat ke mempelai, maka untuk jamuan makannya diganti dengan menggunakan nasi dos/kotak, serta mengurangi penggunaan kursi , dimana kursi diperuntukkan untuk keluarga pengantin dan penjemput saja.

Tindakan ini akan dilakukan secara bertahap, dan jika ada yang melanggar akan diberikan teguran atau sanksi. Oleh karena itu kami mohon dari pihak-pihak lainnya agar melaksanakan kebijakan ini untuk keselamatan masyarakat Kab. Soppeng ". Pungkasnya


Adapun arahan Dandim 1423 Soppeng, Letkol INF. Richard Maribot Butarbutar, S. AP, M. Tr(Han) mengungkapkan bahwa, " terkait masalah Pernikahan, dimana kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana menerapkan protokol kesehatan khususnya di acara hajat pernikahan. Apabila ada pengantin yg berasal dari luar daerah, harus mengantongi surat bebas covid19.

Masalah pelaksanaan kegiatan Rapat Umum, dimana dalam pelaksanaannya jumlah peserta rapat harus dibatasi dan tetap harus menjaga jarak serta harus membuat rekomendasi jika ingin melakukan kegiatan.

Masalah kegiatan penertiban tempat karaoke, warung makan dan warkop serta masalah penjagaan di perbatasan, setiap camat bertanggung jawab apabila ada warganya yg terkonfirmasi positif covid19. Apabila OTG diisolasi mandiri dengan memanfaatkan Balla Ewako ". Tuturnya

Peserta yang hadir Kadis Kesehatan Kab. Soppeng, Kadis Perhubungan Kab. Soppeng, Kadis Kominfo Kab. Soppeng, Kadis Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kab. Soppeng, Kadis Sosial Kab. Soppeng, Kepala BPBD Kab. Soppeng, Kasat Pol. PP dan Damkar Kab. Soppeng, Para Camat Se-Kab. Soppeng


Published Hawaya IWO 💙

Senin, 12 Oktober 2020

Sekda Soppeng Tegaskan Harus Ada Fakta Integritas



TEROPONG SULAWESI.COM, SOPPENG (SULSEL),-Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Pendidikan melaksanakan Sosialisasi Perencanaan Pembelajaran Tatap muka secara langsung bagi Siswa yang dilangsungkan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng, Senin (12/10/2020)

Diawali dengan sambutan Kadis pendidikan Drs. H. Asis Makmur, S. Pd terkait maksud dan tujuan didakannya kegiatan tersebut.

Menurutnya kegiatan ini dilakukan berdasarkan rekomenasi kementerian pendidikan nasional yang sudah membolehkan pembelajaran tatap muka secara langsung bagi siswa yang terpenting sesuai dengan pedoman protokol kesehatan dengan mengedepankan kesalamatan manusia, jelasnya.

Namun hal itu tentu kami dari dinas pendidikan tidak serta merta melaksanakan akan tetapi tetap mengedepankan koordinasi baik melalui pemkab, gugus tugas, dinas kesehatan dan survey leync. Terangnya.

Sementara itu Sekda Soppeng Drs.H.Andi Tenri Sessu.M.Si dalam sambutannya berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan di Kab.Soppeng, itu di dasari situasi kondisi Covid - 19, satu satunya Kabupaten yang zona hijau di Sulawesi Selatan hanya Kab.Soppeng.jelasnya.

Dari 204 kasus yang pernah ada Alhamdulillah berhasil kita tekan, dan ini sudah berjalan hampir sudah 3 Minggu ini di akibatkan atas kepatuhan kita semua untuk menjalankan protokol Kesehatan."ujar Sekda.

Hasil rapat kita ini nantinya akan saya sampaikan pada rapat gugus tugas jadi ini merupakan rapat awal kita untuk pelaksanaan kegiatan kita selanjutnya.ujar Sekda.

Sekda menyebut setidaknya ada 16 sekolah dari daerah pinggiran kota yang akan kita uji coba dulu setelah beberapa Minggu, katanya.

"Jika tidak terjadi apa apa maka kita akan tarik lagi atau masuk sekolah yang lain, ini merupakan gambaran awal dalam rangka melakukan kebijakan dalan kondisi pandemi Covid - 19 ini yang tetap dipantau oleh Tim gugus dan dinas kesehatan, jelasnya.

Sekda menegaskan bahwa dalam perencanaan ini harus ada fakta intergritas yang disetujui oleh kepala sekolah, siswa, orang tua siswa serta Kadis pendidikan, tegasnya.

Sekda menghimbau agar dalam nantinya setidaknya ada SOP dalam perencanaan ini, imbuhnya menutup.

Ditempat yang sama Kadis Kesehatan Sallang M.Kes menjelaskan terkait kondisi perkembangan Covid 19 yang ada di Soppeng.

Dikatakannya, Soppeng merupakan Kabupaten yang pertama di Indonesia yang memiliki alat pendeteksi Covid itulah yang menjadi rujukan dari 3 Kabupaten tetangga."ucapnya.

Kadis Kesehatan menjelaskan dari 8 Kecamatan yang ada sebahagian Desa yang terdeksi tidak ada Covid sehingga nantinya kita mulai pembelajaran tatap muka langsung dari situ.tuturnya.

Sebab ada 3 Desa yang memang perlu mendapat prioritas diantaranya Desa Umpungeng, Desa
Mattabulu dan Desa Bulu'E ketiga Desa tersebut memiliki karakteristik yang jauh beda dengan kehidupan di perkotaan" jelas Sallang.

Sallang menekankan agar para guru dan siswa bahkan orang tua siswa harus sepakat dan berkomitmen untuk menerapkan protokil kesehatan.

Jika terdapat kasus yang akan dirujuk harus siap dirapid tes, tegasnya.

Karena itu kata Sallang bahwa Covid hanya bisa dicegah oleh diri kita sendiri.

( IWO)

Rabu, 11 Maret 2020

Kapolres Soppeng Buka Tes Kesamaptaan Guna Tes Kemampuan Fisik dan Kesehatan


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel)-Kapolres Soppeng Akbp Puji Saputro Bowo Leksono S,Ik S.H membuka langsung kegiatan kesamaptaan jasmani personil Polres Soppeng, Kamis 12/03/2020.

Kegiatan tes kesamaptaan jasmani tersebut dilaksanakan di Aspol J Kalambo Polres Soppeng jl. Samudra Kec. Lalabata Kab. Soppeng

Kapolres Soppeng mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan rutin dari tingkat Polda, dengan tujuan untuk menjaga kesehatan, pengecekan kesehatan dan kemampuan personel secara berkala, ujarnya

“Kegiatan ini untuk mengevaluasi kemampuan fisik dan kesehatan anggota Polri, dan PNS khususnya Polres Soppeng. Selain itu, diharapkan dengan TKJ dapat menjaga kebugaran jasmani, sehingga tetap prima dan selalu siap dalam melaksanakan tugas terlebih menjelang Pemilihan Kepala Daerah Soppeng tahun 2020.


Ada lima item yang harus dijalani oleh anggota. Yaitu, lari keliling lapangan selama 12 menit, pull up, push up, sit up dan shutle run (lari dengan membentuk angka 8)

Kapolres Soppeng Akbp Puji Saputro Bowo Leksono S,Ik S.H membuka langsung kegiatan kesamaptaan jasmani personil Polres Soppeng, Kamis 12/03/2020.

Kegiatan tes kesamaptaan jasmani tersebut dilaksanakan di Aspol J Kalambo Polres Soppeng Jalan Samudra Kec. Lalabata Kab. Soppeng

Kapolres Soppeng mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan rutin dari tingkat Polda, dengan tujuan untuk menjaga kesehatan, pengecekan kesehatan dan kemampuan personel secara berkala, ujarnya

“Kegiatan ini untuk mengevaluasi kemampuan fisik dan kesehatan anggota Polri, dan PNS khususnya Polres Soppeng. Selain itu, diharapkan dengan TKJ dapat menjaga kebugaran jasmani, sehingga tetap prima dan selalu siap dalam melaksanakan tugas terlebih menjelang Pemilihan Kepala Daerah Soppeng tahun 2020.

Ada lima item yang harus dijalani oleh anggota. Yaitu, lari keliling lapangan selama 12 menit, pull up, push up, sit up dan shutle run (lari dengan membentuk angka 8.( Hawaya, IWO)

Senin, 23 September 2019

Tingkatkan Derajat Kesehatan Anak, Puskesmas Kecamatan Marioriawa Gelar Penjaringan Kesehatan


Teropongsulawesi. Com, Soppeng (Sulsel) - Kegiatan Penjaringan Kesehatan, Pemeriksaan Garam Beryodium, Penyuluhan Sikat Gigi Massal, Deteksi Dini pada Mata dan Pengukuran Kebugaran Jasmani di laksanakan di UPTD SPF SDN 66 Mario, Lejja Desa BuluE Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng pada hari Senin 23/9/2019. 

Dalam arahan Ridawati,AMKG  sebagai pelaksana sikat gigi massal mengungkapkan, bahwa hal ini dilakukan untuk membiasakan anak anak hidup sehat, bagaimana cara sikat gigi yang benar harus dibiasakan sejak dini, ungkap Ridawati. 


Kata Ridawati, '' Sebaiknya anak anak setiap jumat di laksanakn sikat gigi massal  di sekolah, harapnya. 
 
Dilanjutkan dengan Senam Sehat Anak Indonesia yang dipandu oleh Kurnia,Amd. 


Saat di temui kordinator pelaksana  Nurdiana ,S.ST sebagai Petugas Anak mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan derajat kesehatan anak sekolah, melaksanakan penjaringan kesehatan pada siswa Kelas Satu, mendeteksi kesehatan secara dini pada anak sekolah yang dilaksanakan setiap bulan September pada tahun berjalan, jelas Nurdiana. 

Adapun yang hadir pada kegiatan ini adalah drg. Andi Amrianah B, Nurwina B S.ST dan beberapa petugas kesehatan Puskesmas Batu Batu Serta para Guru dan Pegawai UPTD SPF SDN 66 Mario. (W@wa).

Jumat, 13 November 2020

Hari Kesehatan Ke 56, Kabupaten Soppeng Salah Satu Penerima Penghargaan STBM 2020



Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),-Sebuah program kementerian kesehatan republik Indonesia dalam upaya untuk merubah perilaku masyarakat yang higienis dan saniter melalui pendekatan STBM Tahun 2020.

STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Sedangkan Pilar STBM adalah perilaku higienis dan saniter yang digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Desa Lompulle kecamatan Ganra meraih 2 kategori dalam ajang ini, yakni Kades terbaik di Raih Amri,S,Sos Kades Lompulle.

Sementara Natural Leader STBM juga diraih Desa Lompulle Kab. Soppeng atas nama Nurhayati.

Kedua Kategori Enabling, Demand, Supply ini mengantarkan kabupaten Soppeng peraih penghargaan STBM tahun 2020 bersama 16 kabupaten kota se-Indonesia dengan raihan yang sama.

Amri Kades Lompulle mengatakan,
bahwa setelah menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan langkah-langkah berikutnya yang akan dilakukan selaku Kepala Desa yaitu meningkatkan taraf hidup sehat masyarakat yang tentunya harus berkelanjutan dan harus masif, tidak boleh berhenti terkait STBM ini. Paparnya. Jumat 13/11/2020.

Sementara Nurhayati sebagai Natural Leader STBM mengatakan
Sebelumnya kami tidak pernah menyangka kalau penghargaan ini bakal kami dapat, yang kami lakukan dengan adanya inovasi ini adalah bagaimana caranya agar kita bisa mengumpulkan data dan bagaimana kita bisa memotivasi warga agar tetap memperhatikan ke 5 pilar STBM ini. Tuturnya.

Kami berharap kedepannya semoga yang ada di kampung kami tetap memperhatikan perilaku hidup bersih dan tentunya dapat dilakukan oleh teman-teman kami baik yang ada di desa lain. Imbuhnya.

Sebelumnya, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Soppeng, Andi Ibrahim Harta SH.M.Si saat menghadiri Acara Penganugerahan Sanitasi Total Masyarakat (STBM) dan Rakornas STBM ke- 4 yang dilaksanakan di ruang SCC Lamataessso Kantor Bupati Soppeng ini mengatakan, Saya berharap agar penghargaan yang telah diterima ini, kedepannya bisa dilanjutkan seterusnya dan ditingkatkan, karena ada lima pilar yang harus kita capai, dan untuk pilar pertama kita sudah mencapai 100 %. Kemudian pilar kedua, yaitu cuci tangan memakai sabun, mengingat adanya wabah pandemi ini sehingga diharapkan agar disetiap perkantoran dan di tempat-tempat umum menyiapkan sarana cuci tangan memakai sabun. Pilar Ketiga yaitu pengolahan makanan dan minuman rumah tangga. Pilar keempat yaitu pengolahan sampah rumah tangga. Dan Pilar yang kelima yaitu pengolahan limbah cair rumah tangga. Paparnya.

Hal tersebut kita harus terus dilakukan secara berkelanjutan, Alhamdulillah Soppeng sudah mencapai rata-rata di atas 90% cakupannya. Beber Andi Ibrahim Harta Sanjaya.

Dengan demikian kami berharap kepada seluruh desa lainnya yang ada di Kab. Soppeng untuk menjadikan Desa Lompulle sebagai percontohan. Imbuh Andi Ibrahim.

Sementara Kadis Kesehatan Kabupaten Soppeng Sallang,SKM, M.Kes yang juga hadir dalam
acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI secara Virtual melalui aplikasi Zoom, dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke 56 Tahun 2020 ini mengatakan bahwa, 1 di antara 16 Kabupaten yang menerima Penghargaan Kategori Enabling, Demand, Supply, maka Kabupaten Soppeng termasuk sebagai penerima penghargaan STBM 2020.

Hal ini dapat terjadi karena inisiasi Bupati dalam menggerakkan seluruh komponen masyarakat sehingga kita bisa mendapat penghargaan ini. Pungkasnya.


( Hawaya IWO💙)

Rabu, 27 Mei 2020

Pasi Ops Kodim 1423/Soppeng Hadiri Pelepasan Peserta Karantina di Hotel Delta Ompo



TEROPONGSULAWESI.COM, SOPPENG (SULSEL)-Dandim diwakili Pasi Ops Dim 1423/Soppeng Kapten Inf Irfan Nasir menghadiri kegiatan Pelepasan Peserta Karantina di Halaman Hotel Delta Ompo Kel. Ompo Kec. Lalabata Kab. Soppeng, Kamis (28/05/2020)

Peserta karantina yang berjumlah 26 orang dilepas langsung oleh Kadis Kesehatan Kab. Soppeng Sallang SKM, M.Kes dan diberikan surat keterangan berbadan sehat dari Dinas Kesehatan Kab. Soppeng melalui Tim Kesehatan Puskesmas Malaka.

Kadis Kesehatan Kab. Soppeng Sallang SKM, M.Kes menyampaikan selaku Pemerintah Daerah Kab. Soppeng kami sangat berharap selama masa karantina dapat mengambil banyak pelajaran.

"Kami himbau agar senantiasa rajin memakai masker dan cuci tangan terutama setelah melaksanakan aktifitas kerja"

"Jaga kesehatan dengan melakukan pola hidup sehat guna sesuai arahan protokoler kesehatan guna menghindari penyebaran virus covid 19".

Turut hadir Kepala Puskesmas Ainuddin  S.Kep.Ns, Pasi Ter Kapten Inf Sailela, Pasiintel Dim 1423/Soppeng diwakili Pasandi Letda Inf Endang Hermana, Gabungan petugas jaga karantina dari Polres, Dishub dan Pol PP.

(Hawaya IWO)

Pasi Ops Kodim 1423/Soppeng Hadiri Pelepasan Peserta Karantina di Hotel Delta Ompo



TEROPONGSULAWESI.COM, SOPPENG (SULSEL)-Dandim diwakili Pasi Ops Dim 1423/Soppeng Kapten Inf Irfan Nasir menghadiri kegiatan Pelepasan Peserta Karantina di Halaman Hotel Delta Ompo Kel. Ompo Kec. Lalabata Kab. Soppeng, Kamis (28/05/2020)

Peserta karantina yang berjumlah 26 orang dilepas langsung oleh Kadis Kesehatan Kab. Soppeng Sallang SKM, M.Kes dan diberikan surat keterangan berbadan sehat dari Dinas Kesehatan Kab. Soppeng melalui Tim Kesehatan Puskesmas Malaka.

Kadis Kesehatan Kab. Soppeng Sallang SKM, M.Kes menyampaikan selaku Pemerintah Daerah Kab. Soppeng kami sangat berharap selama masa karantina dapat mengambil banyak pelajaran.

"Kami himbau agar senantiasa rajin memakai masker dan cuci tangan terutama setelah melaksanakan aktifitas kerja"

"Jaga kesehatan dengan melakukan pola hidup sehat guna sesuai arahan protokoler kesehatan guna menghindari penyebaran virus covid 19".

Turut hadir Kepala Puskesmas Ainuddin  S.Kep.Ns, Pasi Ter Kapten Inf Sailela, Pasiintel Dim 1423/Soppeng diwakili Pasandi Letda Inf Endang Hermana, Gabungan petugas jaga karantina dari Polres, Dishub dan Pol PP.

(Hawaya IWO)

Sabtu, 13 Februari 2021

Bupati Soppeng Tegaskan Warkop Dapat Dibuka Jika Mampu Selesaikan Rekomendasi


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),- Kegiatan Rapat Evaluasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Soppeng di Aula Kodim 1423/Soppeng, Sabtu, 13 Februari 2021 pukul 10.00 Wita


Dalam kesempatan tersebut Bupati Soppeng, H.A. Kaswadi Razak, SE mengungkapkan bahwa, " Alhamdulillah pada hari ini, Kab. Soppeng tidak ada penambahan jumlah kasus covid-19 dan ada 3 kecamatan sudah zero diantaranya Kec. Marioriwawo, Kec. Citta, dan Kec. Ganra.

Untuk Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, di mohon kiranya agar para penceramah selalu menyampaikan perihal Covid 19, serta membuat SK bersama dalam rangka pelaksanaan Sholat Tarwih secara berjamaah di mesjid dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Melalui operasi san razia yang di lakukan selama ini tidak hanya penegakan protokol kesehatan, akan tetapi ada manfaat lain yang di temukan di lapangan diantaranya penertiban Prostitusi, selain itu menekan penyebaran minuman keras serta obat terlarang Narkoba.

Untuk masalah pendidikan, akan ada beberapa sekolah yang rencananya akan dibuka, terutama sekolah yang berada di wilayah zona hijau, dan tentunya kedepan ada aturan yang mengatur mengenai Protokol Kesehatan.


Dandim 1423 Soppeng, Letkol INF. Richard Maribot Butarbutar, S. AP, M. Tr(Han) /Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Soppeng pada kesempatan tersebut menjelaskan, Titik berat yang dihadapi dalam operasi selama ini yaitu menekankan kepada masyarakat untuk selalu menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan serta menghindari kegiatan kumpul-kumpul atau kerumunan karena ini merupakan faktor utama penyebaran covid-19, bila perlu tetap di rumah jika tidak ada kepentingan mendesak.

Adapun kegiatan yang sudah dilakukan yaitu pemantauan di perbatasan, penertiban di warkop dan warung makan, penertiban miras, judi, sosialisasi di pasar-pasar, penertiban protistusi, membuat posko disetiap kecamatan sehingga jika ada segala hal yang menyimpang harus melapor ke posko, biar kami yang tindak lanjuti.

Hasil dari Operasi Satgas ini yaitu memberikan kesadaran kepada masyarakat, tingkat kriminal sudah mulai menurun, kita bisa menekan angka penyebaran, penyakit sosial masyarakat mulai menurun, peredaran miras berkurang, serta waktu dengan keluarga semakin banyak dirumah.

Mekanisme perijinan dilakukan untuk mendata berapa banyak masyarakat yang memiliki usaha dan berapa banyak yang sudah menerapkan SOP yang sudah ditentukan. Dengan demikian saya minta kepada para Camat, Kades dan Lurah agar mensosialisasikan bagaimana mekanisme perijinan ini.

Kegiatan pendisiplinan kepada masyarakat tetap dilaksanakan, melakukan penindakan dengan tegas dan profesional sesuai aturan yang berlaku, jangan ada pencitraan atau ragu-ragu, selalu melaksanakan evaluasi.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Koperasi, perdagangan dan UKM Drs. A. Makkaraka, M menjelaskan bahwa, " terkait penerapan protokol kesehatan di warkop, rumah makan dan sejenisnya, dimana kepada pengusaha warkop/warung makan sudah dapat melayani pengunjung maksimal 25% dari kapasitas pengunjung dengan mengantongi rekomendasi dari satgas covid-19.

Diwajibkan mengambil formulir disertai dengan blangko surat pernyataan yang ada di kantor kecamatan masing-masing, kemudian bagi seluruh pemohon atau pengusaha diwajibkan mendaftar di Satgas dalam hal ini di BPBD Kab. Soppeng untuk ditindaklanjuti di lapangan.

Menunjuk tim dari Satgas agar melaksanakan survei lapangan dimana dalam survei tersebut juga akan dilakukan tes antigen kepada pengusaha begitupun juga ruang dan tempat (meja/kursi) akan disesuaikan, setelah itu, merekomendasikan layak tidaknya usaha itu untuk beroperasi kepada tim satgas (BPBD).

Jika layak maka dikeluarkanlah rekomendasi yang berhubungan dengan operasional usaha tersebut, dan nantinya akan ditempelkan stiker bahwa usaha tersebut layak untuk beroperasi sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah ada.


Pada kesempatan tersebut Bupati Soppeng, H.A.Kaswadi Razak menegaskan bahwa jika mampu menyelesaikan surat rekomendasi pada hari ini, maka warkop dapat dibuka pada hari itu juga.

Turut hadir, para Kepala SKPD terkait, para Camat dan Tim Satgas.


Hawaya IWO 💙

Kamis, 28 Januari 2021

Vaksin Covid19 Tiba, Diprioritaskan Petugas Kesehatan Kabupaten Soppeng


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),- Dengan pengawalan ketat pihak Kepolisian Vaksin Covid-19 tiba di Kabupaten Soppeng, sekitar pukul 17.00 WITA. Vaksin tersebut langsung dibawa di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Kamis (28/1/2021).

Agussalim selaku Penanggung Jawab Wasor Imunisasi Dinas Provinsi Sulawesi Selatan mengungkapkan, bahwa distribusi Vaksinasi ke Kabupaten tersebut terbagi 3 tim.

Untuk kami ini khusus mengantar ke Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo. Vaksin yang kami bawa ke Soppeng ini sebanyak 2 Koli dengan jumlah 3960 dosis.

Sementara Kadis Kesehatan Kab.Soppeng, Sallang M.Kes, mengatakan jumlah Vaksin yang kami terima sore ini sebanyak 3960 dosis.

Untuk tahap pertama di prioritaskan pada petugas kesehatan baik dokter, perawat, bidan dan semua yang berkecimpung dengan tempat pelayanan kesehatan, Puskesmas dan Rumah sakit.

Adapun tempat penyaluran Vaksinasi nantinya di seluruh Puskesmas temasuk Rumah Sakit. Insya Allah kami rencanakan Vaksinasi ini akan di mulai Senin depan.

Kami harap penyaluran Vaksin nantinya berjalan dengan lancar, semoga Covid-19 ini bisa kita kendalikan sehingga kita dapat kembali beraktivitas seperti dulu.

Turut hadir, Kabag Ops Polres Soppeng, Kasat Pol PP dan PMK, Juru Bicara Satgas Covid-19.

Hawaya IWO 💙

Rabu, 25 November 2020

Pjs Bupati Soppeng Lakukan Aplikasi Zoom Meeting Bersama Presiden RI


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),- Kegiatan Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2021 oleh Presiden Republik Indonesia, melalui Aplikasi Zoom Meeting di SCC Lamataesso Kab. Soppeng, Rabu, 15 November 2020

Acara ini dihadiri oleh Pjs Bupati Soppeng, Idham Kadir S.Sos, M.Si, turut didampingi Sekretaris Daerah Kab. Soppeng, Drs. Andi Tenri Sessu, M.Si. dan Kepala Bappelitbangda Kab. Soppeng, Dra.Hj. Andi Nur Lina, MM

Presiden RI, Joko Widodo dalam sambutannya :
- kita ketahui bersama bahwa tahun 2020 adalah tahun yang sangat sulit untuk dilalui dan di tahun 2021 kita juga masih menghadapi ketidakpastian, sehingga kecepatan, ketepatan dan akurasi harus tetap menjadi karakter dalam kebijakan kita, baik dibidang kesehatan maupun dibidang ekonomi.

- APBN pada tahun 2021 akan fokus pada penanganan kesehatan utamanya pada vaksinasi covid-19, perlindungan sosial terutama bagi kelompok yang kurang mampu dan rentang, program pemulihan ekonomi, dan membangun pondasi yang kuat baik dibidang kesehatan dan dibidang lainnya.

- APBN Tahun Anggaran 2021, tumbuh 0,4 % jika dibandingkan Tahun 2020 yang digunakan untuk mendukung prioritas pembangunan diberbagai bidang diantaranya bidang pariwisata, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, perlindungan sosial, ketahanan pangan, teknologi dan informasi.

- APBN sebagai penggerak utama saat ekonomi Lesu, maka harus segera dimanfaatkan dan dibelanjakan sepertu lelang sejak dini (maka desember 2020, untuk gerakkan ekonomi 2021), serta Bantuan Sosial didistribusi awal januari (agar masyarakat bisa belanja dan gerakkan ekonomi lapisan bawah).

-lakukan reformasi anggaran dengan memegang prinsip cermat, efektif dan efisien dengan cara setiap rupiah uang rakyat harus dibelanjakan untuk kepentingan rakyat, karena tugas utama kita adalah membantu masyarakat.

Dalam laporan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa :
- proses penyerahan DIPA tahun 2021 yang dilaksanakan lebih awal diharapkan dapat mendukung penanganang Covid 19 dan berbagai prioritas pembangunan lainnya.

-Keuangan negara menjadi instrumen utama dan sangat penting dalam menghadapi krisis akibat pandemi covid-19, memberikan perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi, sebagai persetujuan APBN 2020 diperkirakan mengalami pelebaran defisit yang diharapkan mampu menjadi kekuatan counter cyclical dari perlemahan ekonomi sehingga kontraksi ekonomi dapat diminimalkan pada kisaran -1,7% hingga -0,6% pada tahun 2020. Efektifitas APBN dalam mengurangi dampak negatif pandemi sangat tergantung pada pelaksanaan yang tepat sasaran, tepat waktu dan tepat kualitas.

- Pokok-pokok APBN 2021 yaitu percepatan pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi diantaranya mendukung kelanjutan penanganan pandemi covid-19, mendukung reformasi pendidikan, serta mendukung reformasi perbaikan dan perlindungan sosial.

- berdasarkan fokus belanja pemerintah tahun 2021 dan kinerja pengelolaan anggaran dan keuangan terdapat 8 Kementerian / Lembaga yang menerima DIPA secara simbolis yaitu Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian PUPR, Kementerian Sosial, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif /Badan Pariwisata dan ekonomi kreatif, Kementerian Pertanian dan Kementerian Pertahanan.


Hawaya IWO 💙

Rabu, 04 November 2020

Yuliana Koordinator Imunisasi ( BIAS ) di UPTD SPF SDN 66 Mario, Lejja


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),-Pemerintah Kabupaten Soppeng Dinas UPTD Pusat Kesehatan Masyarakat Batu- batu Laksanakan Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah di UPTD SPF SDN 66 Mario,Lejja Desa BuluE Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng, Rabu 4 November 2020.

Dalam kesempatan tersebut Yuliana, S.Kep, Ns mengatakan, " Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan anak serta peningkatan dan pemerataan cakupan serta kualitas pelayanan program imunisasi bagi anak sekolah, kami dari Puskesmas Batu- batu mengadakan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), penjaringan kesehatan bagi anak sekolah.

Telah diinformasikan kepada sekolah bahwa pada bulan November ini akan diadakan kembali kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sebanyak 14 sekolah se-Kecamatan Marioriawa dengan sasaran siswa Kelas 1 pemberian imunisasi Difteri Tetanus, sedangkan Kelas 2 dan Kelas 5 pemberian imunisasi Tetanus Difteri.

Oleh karena itu diharapkan dukungan dan peran aktif Bapak dan Ibu Guru di Sekolah menggerakkan sasaran dalam pelaksanaan kegiatan ini.
Mengingat masa pandemic Covid19 belum berakhir, maka diharapkan sasaran yang datang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Untuk hari ini ada dua sekolah yaitu UPTD SPF SDN 66 Mario Lejja dan UPTD SPF SDN 200 BuluE.Saya bersama Hernawati,Amd.Keb." ungkap Yuliana sebagai Koordinator Kegiatan Imunisasi.

Adapun yang dikatakan H.Hamri sebagai Kepala Sekolah SDN 66 Mario, bahwa anak- anak kelas 1,2 dan 5 masuk secara bergiliran yang mulai pelaksanaan pukul 8.00 untuk kelas 1 dan selanjutnya kelas 2 dan terakhir Kelas 5.
Kami para guru dan bapak guru koordinir anak anak karena masih situasi Covid19.

Hadir dalam kegiatan BIAS yaitu siswa sasaran imunisasi, Bapak dan Ibu Guru UPTD SPF SDN 66 Mario dan petugas kesehatan dari Puskesmas Batu-batu.


( Hawaya, IWO)

Rabu, 15 Juli 2020

Penjagaan Perbatasan Kabupaten Soppeng Akan Diperpanjang dan Lebih Diperketat, 15 Juli - 4 Agustus 2020



TEROPONGSULAWESI.COM, SOPPENG (SULSEL)-Rapat Kordinasi Penanganan Covid 19 dengan agenda"Pendisiplinan protokol kesehatan guna mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman dari covid 19 wilayah Kabupaten Soppeng,di Aula Makodim 1423 Soppeng Selasa 14/7/2020.

Sekda Soppeng Drs.H.A.Tenri Sessu dalam hal ini menuturkan,covid -19 di wilayah Kabupaten Sopeng sangat meningkat setiap harinya karena kurangnya kesadaran masyarakat terkait protokol kesehatan yang telah di tetapkan,urainya.

Lanjut,pemerintah daerah saat ini terus berupaya melakukan langkah dalam memutus mata rantai covid-19 yang di antaranya Pemeriksaan swab dan rapid secara gratis, penjagaan di perbatasan.

"Penjagaan perbatasan akan diperpanjang dan lebih diperketat mulai tgl 15 juli sampai tgl 4 agustus 2020,tambahnya.

Sementara Dandim 1423 Richard Butarbutar menambahkan beberapa agenda yang akan di lakukan selama penetapan jilid 2 penanganan covid-19 diantaranya,

1.Razia,akan di laksanakan secara tertutup terutama di warkop dan warung lainya dengan menggunakan sistem denda kepada pemilik yang melanggar protokol kesehatan berupa pencabutan izin.

2.Penyemprotan disinfektan,di laksanakan di tempat yang menjadi pusat perkumpulan masyarakat terutama di pasar dan pusat perbelanjaan.

3.Edukasi,Kita akan melaksanakan upaya penanganan secara pasif dan aktif yaitu melaksanakan PAM Swakarsa sebagai ujung tombak di wilayah perbatasan,serta membantu pemerintah memonitoring dan mendata warga yang keluar masuk di Kab.Soppeng.

4. Pam Perbatasan
Keterbatasan personil agar camat membantu dengan pam swakarsa.

5. Tracking
Rapid yang kita lakukan sangat baik dalam rangka memutus mata rantai namun angka positif kita semakin meningkat tapi hal itu harus di laksanakan.

6. Isolasi/ Rehabilitasi
Korban covid-19 yang di nyatakan sembuh agar tetap di isolasi selama 3 hari secara mandiri. Agar pemerintah kecamatan mendata dan mengawasi masyarakat yang di nyatakan sembuh.

Kapolres Soppeng diwakili Kabag OPS Kompol Muh.Gurdi dalam arahannya,menyampaikan bahwa saat ini kami pihak polres Soppeng sudah menyiapkan posko Balla Ewako yang dilengkapi pengamanan, kesehatan,guna pencegahan Covid 19.

"Menyampaikan agar para camat aktif dalam hal ini memberikan himbauan kepada mayarakat agar tetap melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah.tutupnya.

( Hawaya IWO)

Rabu, 11 September 2019

Pembuktian Pengembangan Daerah Kab. Gowa Banyaknya Usaha dan Sarana Pelayanan

Teropongsulawesi. Com - Humas, Gowa - Pengembangan pembangunan di wilayah Kabupaten Gowa mulai dilirik pihak investor. Hal ini terlihat dari banyaknya sarana pelayanan maupun usaha yang dibuka, termasuk di wilayah perkotaan Kecamatan Somba Opu.

Salah satunya beroperasinya Rumah Sakit Umum (RSU) Yapika yang berlokasi di Jalan Abd. Kadir Dg Suro, Kelurahan Samata. Peresmian RSU Yapika pada Rabu (11/9) pagi tadi dihadiri langsung Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan.

Founder Yapika Tahir Burhan mengatakan, perkembangan pembangunan di Kabupaten Gowa sangat terlihat jelas. Jika 5 tahun yang lalu masyarakat dapat membedakan antara Kota Makassar dan Kabupaten Gowa dari segi fasilitas umum, pertokoan hingga sarana prasarana lainnya. Maka tiga tahun tidak dapat dibedakan lagi, karena perkembangannya sudah setara.

Dipilihnya wilayah Kabupaten Gowa sebagai lokasi berdirinya RSU Yapika ini dengan melihat perkembangan yang terjadi di daerah ini. Apalagi berdasarkan data statistik yang ada jumlah masyarakat di daerah berjuluk butta bersejarah ini sebanyak 754.220 jiwa, sehingga telah memenuhi rasio berdasarkan aturan kesehatan dunia.

"Ini bagian dari kita memudahkan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Makanya di rumah sakit ini kita upayakan menyiapkan pelayanan yang lengkap, bahkan kita siap memback up pasien yang ada di RSUD Syekh Yusuf jika penuh," katanya di sela-sela peresmian.

Dirinya pun menyampaikan terimakasihnya atas dukungan penuh yang diberikan Pemkab Gowa sehingga rumah sakit dengan fasilitas lantai lima ini dapat beroperasi sesuai yang diharapkan.

Sementara, Bupati Adnan sangat bersyukur beroperasinya RSU Yapika ini. Pasalnya banyaknya usaha maupun sarana layanan yang dibuka membuktikan terjadi perkembangan suatu daerah.

"Ini juga akan berkontribusi pada perekrutan tenaga kerja sehingga dapat menekan angka pengangguran maupun angka kemiskinan. Ini juga membuktikan adanya akselerasi ekonomi di wilayah kita ini mampu terjaga sehingga kesejahteraan masyarakat juga dapat meningkat," ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga berharap seluruh tenaga kesehatan di rumah sakit ini adalah orang-orang yang dapat memberikan pelayanan terbaiknya kepada seluruh masyarakat, tanpa melihat status sosialnya. Sebab, sebuah rumah sakit bukan hanya dinilai dari bangunannya yang bagus, tetapi paling penting adalah pelayanan baik, ramah sehingga sangat membantu kesembuhan masyarakat.

"Kehadiran RSU Yapika akan memberikan kontribusi pendapatan yang baik bagi masyarakat dan pemerintah daerah," katanya.

Bupati Adnan pun menyampaikan terimakasihnya karena dipilihnya Kabupaten Gowa sebagai lokasi dibangunnya RSU Yapika.

Direktur RSU Yapika dr Alim Alwi mengungkapkan, RSU Yapika ini akan mewujudkan rumah sakit yang berkualitas, modern, handal dan menjadi kebanggaan masyarakat. Rumah sakit ini dilengkapi dengan 178 tempat tidur masing-masing sweet room, VVIP, premium, VIP kelas 1 hingga kelas 3.

Sementara sarana dan prasarana yang disiapkan antara lain tenaga kesehatan yang tersedia 14 dokter spesialis dan 5 dokter umum. 12 layanan poliklinik, ruang ICU/NICU, ruang operasi, ruang CT-Scan, laboratorium, IGD 24 jam dan ruang hemodialisa.

"RSU Yapika ini juga telah mengantongi sertifikat izin dari Kementrian Kesehatan," katanya. (CH)

Sabtu, 27 Februari 2021

Ini Ketegasan Bupati Soppeng Terkait Pihak Yang Menghalangi Kewajiban Pemerintah Dalam Penanganan Covid 19


Bupati Soppeng HA.Kaswadi Razak (Foto Istimewa).

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com, - Bupati Soppeng HA.Kaswadi Razak, SE dan Wakil Bupati Soppeng Ir. H.Lutfi Halide beserta Ketua dan Wakil Ketua TP PKK melaksanakan acara ramah tamah yang dilangsungkan di halaman rujab bupati Soppeng jalan pengayoman Watansoppeng, Sabtu siang (27/2/2021).

Usai menggelar ritual adat penerimaan, Bupati Soppeng didampingi wakil Bupati Soppeng menyampaikan pidato yang disaksikan seluruh pejabat lingkup pemkab Soppeng, forkopimda, organisasi, komunitas dan para tokoh masyarakat dan simpatisan.

Bupati Soppeng dalam kesempatannya mengucapkan rasa syukur atas terselenggaranya Pilkada yang aman dan damai sekaligus mengucapkan terimakasih kepada penyelengara, pihak polri dan TNI, para stakeholder serta seluruh lapisan masyarakat atas sumbangsinya menciptakan suasana damai dan aman di bumi latemmamala.

Selain itu Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak menyinggung terkait penanganan covid 19 di kabupaten Soppeng.

Dikatakannya, "Saya yakinkan bahwa Kami tak akan lemah dimata masyarakat, kami akan hadapi kondisi apapun karena keselamatan masyarakat bagi kami bersama wakil bupati Soppeng adalah hal yang utama.

"Kami bersama Satgas covid 19 dalam menjaga masyarakat kabupaten Soppeng dan yakinlah bahwa apa yang kami lakukan adalah yang terbaik bagi masyarakat.

" Kami ingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa sudah setahun kita bekerja tanpa pamrih, mengorbankan segala-galanya yang kita miliki, oleh sebab itu kami minta kesampingkan kepentingan-kepentingan pribadi atau kelompok karena yang kita hadapi adalah sesuatu yang maha berat, tapi kami rela mempertaruhkan jabatan demi keselamatan masyarakat, terang Bupati Soppeng.

"Saya tahu kami bersama wakil bupati Soppeng adalah abdi masyarakat, adalah pelayan masyarakat yang setiap saat akan mengabdikan diri untuk daerah yang kita cintai ini, ujarnya.

Untuk itu, lanjut Kaswadi, " Maafkan kami dan kami akan melindungi masyarakat kabupaten Soppeng, imbuhnya.

Bupati Soppeng juga menyinggung terkait suasana bulan Ramadhan di bulan April yang akan datang .

Kaswadi menuturkan, bahwa dirinya juga ingin melaksanakan tarawih seperti tahun-tahun sebelumnya sebelum adanya pandemi covid, cukup bagi kami yang kita alami seperti tahun kemarin bertarawih dan shalat berjamaah bersama tidak bisa kita lakukan disebabkan karena covid 19, bebernya.

"Kami tidak ingin melihat masyarakat melakukan ibadah di bulan ramadhan dengan tidak maksimal, tuturnya.

" Target kami bersama wakil bupati Soppeng bersama satgas covid 19 akan bekerja maksimal. Terangnya.

Terkait pendidikan bagi guru dan siswa di masa pandemi covid, Bupati Soppeng sangat prihatin dengan kondisi saat ini.

Dikatakan Kaswadi "Kami melihat Guru-Guru dan anak siswa kita dimasa pandemi ini tidak bisa mengajar dan belajar seperti sebelumnya, bayangkan anak-anak kita yang sudah kelas 3 SMP dan SMA yang akan menghadapi ujian akhir begitupun dengan anak yang baru masuk terdaftar di sekolah dan belum pernah menginjakkan kakinya di sekolahan, inilah masalah pendidikan yang harus diselesaikan, oleh sebab itu mari bersama bersatu padu dengan prinsip yassisoppengi dalam melawan covid 19 dengan mematuhi protokol kesehatan, imbuhnya.

"Siapapun yang menghalangi dan menghambat kewajiban-kewajiban pemerintah terhadap masyarakat, maafkan kami dan akan kami terobos semua itu, tegas Bupati Soppeng.

Lebih lanjut dikatakan" Kami rela memperjuangkan segala-galanya, jabatan adalah amanah yang wajib kami pertaruhkan dan akan terukir dalam sejarah, baik tidaknya kami akan ditentukan diakhir masa jabatan.

"Pengabdian bagi kami adalah segala-galanya, untuk itu permasalahan yang kita hadapi adalah sangat amat berat, masalah kesehatan juga segala-galanya, disisi lain ekonomi juga tidak bisa dikesampingkan yang harus kita jaga, namun kita patut syukuri bahwa walaupun pertumbuhan ekonomi yang hanya 2, sekian persen saja tapi itulah yang tertinggi di wilayah Sulawesi Selatan sesuai data yang ada dibanding beberapa kabupaten yang masih minus. Ungkap Bupati Kaswadi Razak.

"Alhamdulillah di kabupaten Soppeng dengan prinsip Yassisoppengi masalah kesehatan dan ekonomi masih tetap terjaga dan alhamdulillah perhari ini yang terkonfirmasi covid 19 tinggal 1 orang yang menjalani isolasi mandiri, jelasnya.

Kaswadi meminta doa restu agar tidak lagi terisi kamar perawatan karena menurutnya sudah banyak alumni corona di Soppeng, katanya.

Demi masa depan kita semua maka pemberlakuan prokes kita kedepanan demi kesehatan dengan tidak mengesampingkan masalah ekonomi, pungkasnya. (Red/Ismail).
© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved