-->

Sabtu, 19 Oktober 2019

Puskesmas Batu-Batu Melaksanakan Pertemuan Peningkatan Kapasitas Dokter Kecil

Foto :Asnani ,SKM, MKM dan Hj. Nisma, S.Kep

Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel) - Pertemuan Peningkatan Kapasitas Dokter Kecil Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Batu -Batu Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng di Ruang Pertemuan UPTD Puskesmas Batu Batu pada hari Sabtu 19/10/2019.

Dalam laporan ketua panitia Ridawati AMKG mengatakan bahwa, tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang dokter kecil di sekolah yang merupakan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat baik fisik,  mental, sosial maupun lingkungan.  

Foto : Ketua Panitia Ridawati AMKG  saat menyampaikan laporan 
              
"Sehat merupakan syarat bagi setiap orang untuk menjalani kehidupan yang produktif. Salah satu cara yang bisa di tempuh untuk mendapatkan jiwa raga yang sehat dengan melakukan pendidikan kesehatan. Sementara itu, sekolah merupakan tempat terjadinya proses transfer ilmu,termasuk ilmu yang berkaitan dengan kesehatan,lembaga vital dan ideal untuk pendidikan kesehatan inilah yang melatar belakangi Dokter kecil ini," ungkap Kepala UPTD Puskesmas Batu Batu Hj.Nisma, S.Kep.


Sementara itu dari Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng Asnani, SKM, MKM Programmer Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat mengatakan di sekolah banyak masalah kesehatan yang berbeda beda di SD, SMP, SMA.Untuk di SD masalah kesehatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan yang sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh, dan beraktifitas. 


Adapun tugas dokter kecil yaitu
Menggerakkan dan membimbing teman melaksanakan pengamatan kebersihan dan kesehatan pribadi, pengenalan diri tanda tanda penyakit, pengukuran tinggi badan dan berat badan dan penyuluhan kesehatan.

Selain itu juga membantu petugas kesehatan melaksanakan pelayanan kesehatan di sekolah, pengamatan kebersihan di sekolah dan melapor hal - hal khusus yang ditemuinya kepada guru UKS/Kepala Sekolah.  

Dokter kecil itu menjadi contoh bagi teman temannya, mengawasi kebersihan kelas halaman sekitarnya, menasehati dan membantu teman tentang kebersihan dan kesehatan serta membantu guru UKS di sekolah misalnya memeriksa kuku, rambut dan kerapian berpakaian, pungkas Asnani. 


Adapun yang hadir pada kegiatan ini yakni Guru UKS UPTD SPF SDN 50 Tarawang, SDN 227 Bera, SDN 248 Laulaweng, SDN 49 Paria, SDN 54 Bolamallimponge, SDN 66 Mario, SDN 249 Mattirobulu dan  63 jumlah siswa perwakilan sekolah dan Petugas Puskesmas Batu batu. (W@Wa). 

Selasa, 02 Maret 2021

Sejumlah Sekolah di Soppeng Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka Tahap Kedua

 

Foto Kolase Mendikbud Nadiem Makarim dan Abdul Asis Kepala  UPTD SPF SDN 237 Aletellue Desa Mattabulu Kecamatan Lalabat Kabupaten Soppeng (Foto Istimewa).

Soppeng (Sulsel), Kabartujuhsatu.news, - Sejumlah sekolah di kabupaten Soppeng mempersiapkan kegiatan pembelajaran tatap muka tahap II.

Merujuk dari Pemerintah pusat melalui Kemendikbud tentang Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi COVID-19.

Dalam SKB tersebut, pemerintah memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah daerah/kanwil/kantor Kemenag untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di bawah kewenangan masing-masing.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan hanya diperbolehkan untuk satuan pendidikan yang telah memenuhi daftar periksa. Terdapat enam daftar periksa atau ceklis yang harus dipenuhi oleh sekolah.

“Pembelajaran tatap muka di semua sekolah hanya diperbolehkan pada saat kita sudah memenuhi ceklis ini, daftar periksa ini.

Ceklis itu ada enam, sama seperti SKB yang sebelumnya,” ujarnya saat memberikan paparan dalam pengumuman SKB tersebut, secara daring pada tahun lalu.

Daftar periksa pertama, ujar Nadiem, adalah ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, dan disinfektan.

Daftar periksa kedua, mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan; ketiga, kesiapan menerapkan wajib masker; dan keempat, memiliki alat pengukur suhu badan (thermogun).

Daftar periksa selanjutnya adalah memiliki pemetaan warga satuan pendidikan. “Harus mengetahui siapa yang memiliki komorbiditas, dari guru-gurunya, murid-muridnya,” ujar Mendikbud.

Daftar yang tidak memiliki akses transportasi yang aman juga termasuk ke dalam pemetaan warga satuan pendidikan.

Begitu juga riwayat perjalanan dari daerah yang tingkat risiko COVID-19 yang tinggi atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif COVID-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri.

“Keenam adalah tentunya persetujuan komite sekolah atau perwakilan orang tua/wali. Tanpa persetujuan perwakilan orang tua, sekolah itu tidak diperkenankan untuk dibuka,” tegas Nadiem.

Setelah daftar periksa terpenuhi, lanjutnya, pembelajaran tatap muka dapat dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

“Pas tatap muka dilakukan, protokolnya bukan seperti masuk sekolah normal. Kalaupun sekolah sudah memenuhi kriteria dan ceklis pembelajaran tatap muka, protokol kesehatan yang ketat harus masih dilaksanakan,” ujar Mendikbud.

Terkait protokol kesehatan, terang Nadiem, kondisi kelas pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah menerapkan jaga jarak minimal 1,5 meter.

“Kapasitas maksimal itu sekitar 50 persen dari rata-rata. Semua sekolah harus melakukan rotasi atau shifting, tidak boleh kapasitas full,” ujar Mendikbud mengingatkan.

Nadiem pun mengingatkan perilaku wajib yang harus diterapkan di satuan pendidikan.

“Harus pakai masker, tidak ada negosiasi di sini. Semua anak, guru, semua tenaga pendidik harus memakai masker,” tegasnya.

Perilaku wajib lainnya adalah mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan, menjaga jarak dan tidak melakukan kontak fisik, dan menerapkan etika batuk/bersin.

Selanjutnya, Nadiem mengingatkan untuk memastikan kondisi medis warga sekolah sehat dan jika mengidap komorbid harus dalam kondisi terkontrol, tidak memiliki gejala COVID-19 termasuk pada orang yang serumah dengan peserta didik dan pendidik.

Di sekolah juga tidak diperkenankan kegiatan-kegiatan yang berkerumun. “Kantin tidak diperbolehkan beroperasi.

Kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler tidak diperbolehkan untuk dilakukan.

Tidak ada lagi kegiatan selain KBM (Kegiatan Belajar Mengajar),” ujarnya.

Lebih lanjut, Mendikbud berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung pemerintah daerah dalam mempersiapkan transisi pembelajaran tatap muka.

Pemerintah pusat melalui berbagai kementerian/lembaga menetapkan kebijakan yang berfokus pada daerah.

Kemudian, Satgas Penanganan COVID-19 di daerah memastikan risiko penyebaran COVID-19 terkendali, dan masyarakat sipil dapat bersama-sama mendukung pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik.

Pemerintah daerah dapat menentukan kebijakan pembelajaran sesuai kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerah, kemudian mempersiapkan transisi pembelajaran tatap muka. Dinas Pendidikan dapat memastikan pemenuhan daftar periksa dan protokol Kesehatan di satuan pendidikan, Dinas Kesehatan dapat memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan daerah, dan Dinas Perhubungan dapat memastikan ketersediaan akses transportasi yang aman dari dan ke satuan pendidikan.

Sementara itu, satuan pendidikan mempersiapkan kebutuhan protokol kesehatan dan memfasilitasi pembelajaran, dan guru dapat terus meningkatkan kapasitas untuk melakukan pembelajaran interaktif, serta orang tua/wali diharapkan aktif berpartisipasi dalam kegiatan proses belajar mengajar. “Mari kita bekerja sama untuk memastikan anak dapat terus belajar dengan sehat dan selamat,” tandas Mendikbud.

Sementara itu untuk daerah kabupaten Soppeng provinsi Sulawesi Selatan Keputusan tatap muka Tahap II di Kecamatan Lalabata yang dipersiapkan adalah :

1. SDN 1 Lamappoloware (ujicoba padat siswa dipusat kota kecamatan)

2. SDN 196 Polewali

3. SDN 31 Tellang

4. SDN 29 Cenrana

5. SDN 30 Paowe

6. SDN 244 Lawo

7. SDN 18 Mangkawani.

Dalam pembelajaran tatap muka tersebut diharapkan sekolah mempersiapkan power point. Dan di kirim paling lambat besok hari Kamis 4 Maret 2021, ungkap salah satu kepsek di Desa Mattabulu kecamatan Lalabata Abdul Asis, S.Pd yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka tahap pertama yang dimulai 1 Maret lalu. (Rabu,3/3/2021).

Untuk syaratnya kata Abdul Asis, itu di muat dalam bentuk foto pada powerpoint yakni berupa :

1. Pintu Gerbang atau Papan nama sekolah.

2. Tulisan Batas pengantar/penjemput siswa.

3. Pengukur suhu yg sementara di gunakan.

4. Tempat cuci tangan.

5. Persiapan Masker.

6. Hand sanitizer .

7. Ruang UKS yg terbuka/bagian dalam.

8. Tempat duduk/ bangku siswa di kelas yang telah di atur jaraknya.

9. Toilet/WC yg bersih/ bagian dalam.

10. Disinfektan/cairan penyemprot/alat peyemprot.

11. Kantin ( pintu di tutup tertulis Kantin dan Tutup).

12. Data guru dan keadaan siswa.

13. POS protokol kesehatan.

Setiap sekolah paling banyak 7 slide, tandas Asis kepala UPTD SPF SDN 237 Ale Tellue.

Selasa, 13 April 2021

Direktur PT. Agung Perkasa Utama Cemerlang Andi Ilham Serahkan Bantuan Alkes PCR Real Time & Auto EXTRATOR Libex di Indonesia Timur


Direktur PT. Agung Perkasa Utama Cemerlang Andi Ilham saat menyerahkan Bantuan Alkes PCR Real Time & Auto EXTRATOR Libex di Kaimana (Foto Istimewa)

Kaimana (Papua Barat), Teropongsulawesi.com,-Memasuki pertengahan tahun 2021, pandemi COVID-19 belum juga berakhir. Masyarakat Indonesia diimbau untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru agar dapat hidup produktif dan tetap terhindar dari penularan virus yang sudah menelan lebih dari 500 ribu korban jiwa ini.

Saat ini, pemerintah Republik Indonesia tidak lagi menggunakan istilah “new normal” yang kerap digunakan selama pandemi COVID-19. Istilah tersebut telah diganti menjadi “adaptasi kebiasaan baru” atau AKB. Pada era ini, masyarakat bisa beraktivitas kembali secara produktif, namun tetap menerapkan langkah pencegahan COVID-19.

Pemerintah memang telah memberikan upaya yang cukup serius untuk pencegahan wabah corona, namun ada yang cukup memberikan perhatian bahwa ada upaya masyarakat untuk berpartisipasi membantu pemerintah dalam upaya penerapan protokol kesehatan.

Kegiatan dini hari di salah satu Kabupaten yang ada di Indonesia Timur provinsi Papua Barat Penyerahan Bantuan PCR oleh Andi Ilham sebagai Direktur PT. Agung Perkasa Utama Cemerlang Bandung kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana Dalam Rangka Penanggulan Covid 19 di Aula RSUD. Kaimana (13/04/2021)

Alat yang diserahkan berupa Alat Kesehatan yaitu Gentier 48E Real Time PCR (Polymerase Chain Reaction) dan Auto Extractor Libex.

Ini adalah langkah yang cukup membantu pemerintah daerah, khususnya bagi tenaga kesehatan untuk menerapkan protokol kesehatan di kaimana.

"Ucapan Terimakasih atas penyerahan bantuan oleh PT. Agung Perkasa, Kehadiran Alat ini sangat membantu petugas kesehatan" ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kaimana.


PLH Bupati Kabupaten Kaimana Luther Rumpumbo, S. Pd., MM dalam sambutannya menyampaikan bahwah
Pemerintah sangat serius untuk melakukan tindakan pencegahan terkait wabah corona. Bukti keseriusan itu ditandai dengan perhatian yang besar pemerintah untuk menerapkan undang undang protokol kesehatan.

"Terimakasih dan Apresisai yang sebesar besarnya untuk PT. Agung Perkasa yang sudah turut memperhatikan Kami Masyarakat Papua ditengah pandemi"

"Serius, untuk mendatangkan alkes seperti ini butuh waktu dan persiapan, namun dengan penyerahan bantuan alkes dari PT. Agung Perkasa , sangat memberikan harapan besar Bagi masyarakat kaimana untuk bangkit dari pandemi" ungkap Luther Rumpumba.


Dr. Rosaline Irene Rumaseuw, M. Kes selaku perwakilan PT. Agung Perkasa sebagai pihak yang menyerahkan Alkes di wilayah Indonesia Timur.

"Tuhan mempertemukan kita dengan hal yang baik, kehadiran Alkes ini adalah sebuah langkah kemanusiaan. jangan pernah meremehkan sebuah penyakit, kesehatan itu penting dan menjadi hal utama yang harus diperhatikan" Ungkap Dr. Rosaline

"Alat Kesehatan ini kami antar bukan sebagai bahan gagah gagahan, akan tetapi ini adalah kebutuhan yang wajib dalam menghadapi dan memberantas Wabah Covid 19" tutup Ibu. Dr.Rosaline. (Misbah/Ismail)

Sabtu, 21 September 2019

Hut IBI Ke 68 Dihadiri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah


Teropongsulawesi. Com - Makassar (Sulsel) Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah membuka Musyawarah Daerah VII Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Four Point, Minggu (21/9). Kegiatan ini dalam rangka HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ke-68.

Gubernur dalam sambutannya mengajak pengurus daerah mengawal kualitas pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan untuk ibu hamil. Ia juga mengharapkan IBI mengawal Pemprov dengan cara bermitra program kerja di bidang pelayanan kesehatan.

"Kita hadir merupakan komitmen sebagai mitra strategis pemerintah dalam rangka meningkatkan pelayanan dalam bidang kebidanan dan kesehatan di provinsi Sulawesi-Selatan," kata Nurdin Abdullah. 

Ia juga berharap terobosan-terobosan baru lahir di bidang pelayanan kesehatan yang didukung oleh pemerintah. 

Gubernur menyampaikan, pemerintah harus hadir membantu organisasi profesi untuk menyelesaikan persoalannya. Koordinasi dan komunikasi perlu dilakukan. 

"Organisasi profesi jangan menyelesaikan sendiri persoalan, pemerintah harus hadir," kata Nurdin Abdullah. 

Nurdin mengatakan, tantangan yang ada dan perlu dukungan dunia kesehatan dan kebidanan adalah soal angka kematian ibu melahirkan. Demikian juga bayi yang lahir bagaimana gizinya bisa terpenuhi dengan baik. 

Soal stunting atau gizi buruk menjadi isu nasional termasuk di Sulsel. Baginya, Sulawesi Selatan selayaknya angka stunting harus rendah, karena salah satu penyangga pangan nasional.

"Harusnya stunting itu terendah. Tetapi tidak ada kata terlambat. Mari kita sama-sama membenahi stunting," ujarnya. 


Upaya ini bisa dilakukan di 1.000 hari pertama kelahiran. Nurdin menyebutkan contoh sukses negara maju, seperti Jepang. Ia kemudian bercerita pengalamannnya enam tahun di Jepang saat menempuh pendidikan dan memiliki anak. 

Pada saat istrinya dinyatakan hamil saat itu pula pemerintah hadir. Dengan memberikan kartu kesehatan dengan fasilitas susu gratis dan layanan kesehatan. 

"Setiap minggu kita, para suami datang kantor kecamatan untuk mendapatkan susu, demikian juga pada saat mau lahir pemerintah juga hadir. Saya kebetulan mahasiswa," ungkapnya. 

Upaya menciptakan sumber daya unggul ini termasuk setelah melahirkan melalui pendidikan dan pemenuhan gizi baik. Termasuk di PAUD dan tempat penitipan anak. 

"Tanggung jawab kita melahirkan. Terus kita bangun karakternya lebih baik dan saya kira kemudian hari anak kita menjadi tumbuh anak-anak yang kuat," sebut Nurdin. 

Untuk mencapai hal itu maka diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan stake holder yang lain. Termasuk dengan paguyuban atau organisasi profesi seperti IBI. 


Sementara itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia Provinsi Sulsel, Suriani, menyampaikan beberapa bahwa ikatan bidan ini berdiri 24 Juni 1951. 

Fakta empiris bidan, memiliki peranan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Sementara untuk upaya menguatkan organisasi, melakukan konsolidasi dalam setiap tingkatan. 

"Juga melakukan peningkatan kompetensi dengan memberikan pelatihan," sebutnya.

Ia juga kepada unsur terkait dapat bersinergi dan memberi dukungan kepada bidan di pelayanan kesehatan sesuai sila kedua Pancasila.  Organisasi ini juga memberikan pengakuan pelayanan kebidanan, serta bidan mencintai profesinya. 

"Pada teman-teman sekalian yang hadir pada hari ini, dengan kecintaan terhadap profesi kita. Mari bersama-sama menjaga, kita tumbuh kembangkan Ikatan Bidan Indoneisa menjadi organisasi yang bermartabat," harapnya.(*). 

Minggu, 31 Januari 2021

Bupati Soppeng Ikuti Rakor Prokes dan Penanganan Covid19 Secara Virtual


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),- Bupati Soppeng, H. Andi Kaswadi Razak, SE mengikuti rapat koordinasi Penegakan Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19, bersama beberapa menteri terkait, secara virtual di ruang SCC Lamataesso Kantor Bupati Soppeng, Minggu, (31/01/2021).

Selain Bupati Soppeng hadir pula anggota Forkopimda Kab. Soppeng, Asisten Setda , Staf Ahli Bupati, Kasat Pol-PP, Damkar, Kepala BPBD, serta Kadis Kesehatan Soppeng.

"Rakor Penegakan Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 secara virtual diikuti beberapa menteri terkait, diantaranya, Menteri Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A, Kemendagri, Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas. Juga diikuti oleh Panglima TNI Marsekal Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P., Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, serta Jaksa Agung S.T. Burhanuddin''.

Menteri Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A dalam arahanya mengatakan, kalau covid-19 merupakan virus RNA penerapan disiplin aturan PPKM wajib dilakukan untuk menurunkan mobilitas masyarakat, dan meningkatkan kepatuhan terhadap 3 M, hal ini penting untuk menurunkan penambahan kasus baru dan angka kematian, kata Menteri Luhut

Lanjut, Menteri Luhut menegaskan, agar Masyarakat perlu diedukasi mengenai penggunaan masker yang baik dan benar termasuk cara mencuci dan mengganti masker setiap hari, liburan panjang selalu meningkatkan jumlah kasus secara signifikan berdasarkan pengalaman libur Idul Adha tahun baru Islam maulid nabi, oleh karena itu jika situasi pandemi masih belum terkendali maka libur Imlek akan dipertimbangkan untuk ditunda, jelas Luhut Binsar Pandjaitan.

Adapun Arahan dari Kemendagri, Dr. Ir. Muhammad Hudori, M.Si, menjelaskan pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat), serta poin-poin pengaturan dan perubahan PPKM, perlu penerapan sisa PPKM II sampai dengan tanggal 8 Februari 2021, secara optimal dengan efek kejut, upaya kedua itu koersif diantaranya pembubaran, penegakan disiplin sampai dengan proses hukum yang tegas dengan melibatkan TNI-Polri dan Satpol PP, kata Muhammad Hudori

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dalam kesempatan itu mengatakan 9 instruksi sosialisasi penerapan protokol kesehatan bagi ASN Kementerian Agama RI. Dengan demikian seluruh kakanwil dan kepala Kantor Kemenag wajib melaporkan setiap hari kemajuan gerakan sosialisasi penerapan protokol kesehatan (3 M) kepada gugus tugas penanganan covid 19 Kementerian Agama RI melalui domain, www.lapor3M.kemenag.co.id, ungkap Yaqut Cholil Qoumas.

Arahan Jaksa Agung, S.T. Burhanuddin, dirinya mengharapkan kepada Kejaksaan untuk melakukan pengawalan terhadap program vaksinasi nasional serta penerapan protokol kesehatan. Juga mengimbau agar jangan lengah. Jangan menganggap remeh dan tetap waspada, lakukan tindakan Apabila ada oknum pegawai kejaksaan yang abai atau tidak menerapkan protokol kesehatan, imbuh Jaksa Agung

Diapun Menegaskan untuk penegakan hukum dalam menyukseskan program vaksinasi covid-19, yaitu melakukan penegakan hukum dengan tegas tanpa pandang bulu, apabila dipandang masih ada warga yang mengindahkan upaya untuk mewujudkan kesehatan masyarakat dengan cara menolak vaksin, tegas Jaksa Agung

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, M.Si, dalam arahannya menjelaskan penjabaran peraturan daerah berdasarkan instruksi Mendagri Nomor 2 Tahun 2021, serta menjelaskan indeks kepatuhan masyarakat melawan covid-19, dimana terdapat penurunan angka kepatuhan memakai masker menjaga jarak dan menghindari kerumunan sebesar 20%, upaya Polri dalam menegakkan pandemi covid 19 di antaranya mengembangkan Kampung Tangguh Nusantara di seluruh Indonesia dengan klasifikasi berdasarkan lokasi kerawanan Covid-19, terang Kapolri

Terakhir, Arahan Panglima TNI Marsekal Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P. menjelaskan materi Perda tentang kepatuhan terhadap proses berdasarkan rekapitulasi peraturan daerah. Adapun hal-hal yang diatur adalah penggunaan masker, cuci tangan, menjaga jarak, sarana cuci tangan dan pemasangan himbauan, pungkas Panglima TNI.

Hawaya IWO ๐Ÿ’™

Selasa, 10 November 2020

AKAR Sosok Sederhana dan Merakyat, Telah Banyak Membawa Perubahan Kab. Soppeng


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),-Tran's Institute baru-baru menyampaikan hasil survay yang menunjukkan kenaikan Dukungan Paslon Cabup H. Andi Kaswadi Razak. SE, dan Wabup Ir Lutfi Halide. MP (AKAR-LHD) yang diperediksi mencapai 96 Persen di Pilkada 2020 Soppeng,

Berdasarkan Survey Tran's Institute pada bulan Oktober, diperoleh hasil bahwa angka kemenangan AKAR-LHD mencapai 96,0 persen dengan sistem sampling, margin error 3,5 persen dengan jumlah responden sebanyak 800 orang.(red)

Calon Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak dikenal sosok sederhana dan merakyat dan juga pekerja keras serta ulet, memang pemimpin yang telah banyak membawa perubahan dan kemajuan Kab. Soppeng. Tercatat H. Andi Kaswadi Razak telah banyak menghasilkan kemajuan serta trobosan pro masyarakat soppeng dan kemajuan dibidang yang nampak dan nyata, tercatat dalam priode pertamanya (2017-2021) berbagai prestasi penting telah diraihnya.

Salah satu Prestasi besar yang diraih oleh H. Andi Kaswadi Razak kembalinya Soppeng meraih Piala bergengsi Adipura yang mana Adipura adalah salah satu kebanggaan masyarakat Soppeng di tahun 2019, yang langsung diserahkan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla saat itu ke H. Andi Kaswadi Razak (13/01/19).

Dalam kepemimpinannya H. Andi Kaswadi Razak pun adalah pigur pemimpin yang sangat mempedulikan Dunia Pendidikan. Di tengah Maraknya pembicaraan anggaran beasiswa terjadi pemangkasan anggaran, akibat adanya wabah virus covid-19. H. Andi Kaswadi Razak. SE menjawab bahwa beasiswa tetap ada, dan berjalan sebagaimana mestinya, tidak ada pengaruh masalah corona, ini sudah menjadi komitmen saya pada dunia pendidikan, (2/06/20). Terbukti dengan keluarnya surat penetapan No.312/V/2020 oleh Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak Tentang Penerima penghargaan bagi peserta didik berprestasi Akademik tahap 1 tahun anggaran 2020. beasiswa tetap ada dan berjalan sebagaimana mestinya."Diketahui Pemkab Soppeng telah merealisasikan anggarannya ke setiap penerima beasiswa".

Salah satu Program Unggulan Calon Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak yang juga sangat dirasakan masyarakat ialah Kartu MACCA, yang merupakan kartu yang memuat program prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Soppeng yang memuat beberapa layanan diantaranya layanan kesehatan gratis, layanan beasiswa bagi siswa dan mahasiswa yang berprestasi, dan layanan beras sejahtera, kartu Macca ini sebagian mengalami integrasi dengan program nasional sehingga layanan yang ada pada kartu MACCA terintegrasi dengan program nasional diantaranya BPJS.

Program ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan anak usia sekolah secara ekonomi untuk berpartisipasi di sekolah sehingga mereka memperoleh akses pelayanan pendidikan yang lebih baik dari tingkat dasar hingga menengah, mencegah murid mengalami putus sekolah akibat kesulitan ekonomi, serta mendorong anak yang putus sekolah agar kembali bersekolah.

Untuk layanan kesehatan gratis diperuntukkan bagi masyarakat soppeng untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis di fasilitas kesehatan, sesuai dengan kondisi penyakit yang diderita. Sejak tahun 2016 jumlah penerima manfaat untuk kesehatan gratis terus mengalami peningkatan.

Untuk anggaran yang dialokasikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Soppeng pada layanan kesehatan ini sejak tahun 2016 sampai dengan 2020 untuk pendanaan pembayaran premi bagi masyarakat. Perlu juga disampaikan bahwa sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2020 pemerintah daerah Kabupaten Soppeng telah menerapkan UHC dalam pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Selain program pendidikan dan kesehatan , kartu MACCA juga memiliki layanan RASTRA atau beras sejahtera yang telah terintegrasi dengan program pusat selama tahun 2016 sampai dengan 2020 alokasi anggaran untuk program RASTRA dari pemerintah daerah telah diterima masyarakat (Red-BPKPD Soppeng)

“Program-program inilah yang menjadi substansi dari kartu MACCA yang pada dasarnya telah terintegrasi dengan program pusat. Sehingga sejak tahun 2016 program kartu MACCA telah hadir dam memberikan banyak manfaat bagi masyarakat di Kabupaten Soppeng,”

Tak salah dan memang layak jika berdasar hasil survey yang dilakukan oleh lembaga survey Tran's Institute, angka kemenangan AKAR-LHD di Pilkada Soppeng diprediksi mencapai 96,0 persen meningkat sekira 6 persen dari Survey yang lalu, Ketokohan dan Bukti Kerja AKAR serta kepercayaan yang diberikan masyarakat atas naiknya Elektabilitas dan Popularitas tersebut. Masyarakat telah jelas melihat keberhasilan yang telah diraih, dengan nyata adanya perubahan perubahan yang tercapai di Kab.Soppeng.

Sumber A2M
( Hawaya, IWO ๐Ÿ’™)

Jumat, 06 September 2019

Sekda Kab. Wajo hadiri acara Forum Komunikasi program jaminan Kesehatan Paripurna , ini agendanya



Teropongsulawesi. Com - Wajo (Sulsel), Acara Forum Komunikasi dengan pemangku kepentingan utama menuju program jaminan kesehatan Paripurna UHC Universal Health Coverage Kabupaten Wajo di ruang Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo, Jumat 6 September 2019.

Di awal pertemuan Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo H. Amiruddin A, S.Sos., M.M menjelaskan bahwa pertemuan kali ini untuk mengakselerasi pencapaian dan bagaimana optimalisasi, dimana adanya beberapa isu baik dari kenaikan iuran BPJS, dan UHC akan seperti apa.

"Kami tadi berkunjung  ke Rumah Sakit Umum Lamaddukelleng yang juga merupakan Rumah Sakit Rujukan terkait pembayaran BPJS dan ada beberapa laporan yang sudah dapat kita selesaikan, terkait laporan laporan yang masuk dan juga terkait Kinerjanya," ungkap H. Amiruddin A, S.Sos., M.M.

Dalam pertemuan hari ini di ruang Sekda dipaparkan beberapa hal diantaranya, ketentuan kebijakan pembayaran iuran jaminan kesehatan pada APBD APBN jaminan kesehatan, di mana iuran bagi peserta PBI jaminan kesehatan dibayar oleh pemerintah pusat, diantaranya fakir miskin dan orang tidak mampu dan penduduk yang didaftarkan pemerintah daerah di mana iuran bagi penduduk yang didaftarkan oleh pemerintah dibayar oleh pemerintah daerah sendiri.

Dari data cakupan kepesertaan JKN KIS sampai dengan Agustus yang diperoleh data penerima bantuan iuran PBI APBN sebanyak 168.275 orang, sedangkan penerima bantuan iuran PBI APBD sebanyak 60.907 orang dan pekerja penerima upah sebanyak 27.852 orang pekerja bukan penerima upah Mandiri sebanyak 48.373 orang dan Bukan Pekerja 7.114 orang, sehingga total keseluruhan 312.521 orang dari total penduduk 372.512 orang, jadi ada selisih 59.991 orang kalau ditotalkan tinggal sekitar 16,10 % yang belum terdaftarkan.

Kenyataannya kalau sisa penduduk non JKN yang berjumlah 59.961 jiwa ini, bahwa tidak semua ingin mendapatkan kelas rawat kelas tiga, segmentasi kepesertaan secara alamiah akan terbagi ke beberapa segmen peserta lainnya, adanya mutasi kepesertaan dan secara bertahap dapat diusulkan berdasarkan dengan hasil validasi data, dan pembayaran iuran jaminan kesehatan dibayarkan sesuai dengan jumlah peserta terdaftar aktif pada bulan tersebut.

Juga dijelaskan kalau menonaktifkan PBI APBN non BDT dan penggantian PBI APBN melalui SK Kemensos 79/Huk/2019 sebanyak 10.618 jiwa tapi jumlah peserta pengganti dari BDT Januari 2019 sebanyak 19.868 jiwa jadi ada surplus.

Juga dipaparkan kalau dari 142 desa yang ada di Kabupaten Wajo, ada 89 Desa yang sudah terdaftar sehingga masih ada 53 Desa di Kabupaten Wajo yang belum terdaftar sebagai peserta JKN KIS segmen PPNPN, karena belum dianggarkan pada APBD Desa karena belum adanya surat edaran Perda yang mengatur terkait JKN bagi perangkat desa terdaftar sebagai PBI APBN.

Sebagai tindak lanjut pertemuan forum Wajo tahap pertama dijumpai kenyataan bahwa pengusulan peserta PBI APBD setiap bulan namun tidak maksimal seharusnya rata-rata 5.000 jiwa per bulan, selanjutnya telah terdaftar 89 desa dari 142 Desa sehingga masih ada 53 desa yang belum mendaftarkan kepala dan aparat desa hanya sebagai peserta JKN KIS dan terakhir kalau telah diterbitkan perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan cabang Watampone dengan DMPTSP Kabupaten Wajo tentang kewajiban pemberi kerja untuk mendaftarkan pegawai dan anggota keluarganya.

Selanjutnya harapan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Wajo diantaranya dapat berupa dukungan Pemerintah Kabupaten Wajo untuk mewujudkan UHC bagi penduduk Kabupaten Wajo pada bulan Oktober sampai dengan November tahun 2019.

Dukungan Disdukcapil untuk melakukan Mapping data penduduk Kabupaten Wajo yang belum terdaftar, sebagai peserta JKN KIS yang akan diajukan sebagai peserta bulan Oktober November tahun 2019 berupa singkronisasi data dengan BPJS Kesehatan berdasarkan data NIK update 2019.

Dukungan dari Dinas Sosial untuk validasi data PBI APBD dan APBN bagi peserta yang telah meninggal, berupa surat keterangan penonaktifan peserta.

Dukungan Pemerintah Daerah untuk mewujudkan 53 kepala desa dan aparat desa Kabupaten Wajo menjadi peserta JKN KIS sebagai segmen pekerja penerima upah.

Dukungan dari DPMPTSP untuk mewajibkan seluruh badan usaha yang mengurus surat izin usaha, baik baru maupun perpanjangan agar mendaftarkan perusahaannya beserta seluruh karyawannya menjadi peserta JKN KIS.

Dukungan dari DPMPTSP berupa surat edaran kepada seluruh badan usaha makro dan mikro yang memiliki izin usaha yang masih berlaku untuk mewajibkan mendaftarkan diri sebagai peserta JKN KIS segmen pekerja penerima upah.

Dan terakhir dukungan dari Dinas Koperasi dan UKM untuk dapat mengeluarkan surat edaran untuk mewajibkan kepada seluruh Koperasi, agar terdaftar sebagai peserta JKN KIS segmen pekerja penerima upah.

( Humas Pemkab Wajo )

Selasa, 02 Maret 2021

Dapatkan Izin, Produk PIRT BBPP Batangkaluku Siap Bersaing di Pasaran


Tim Dinkes kabupaten Gowa saat diterim oleh pihak BBPP Batangkaluku (Foto Istimewa)

Gowa (Sulsel), Teropongsulawesi.com, - Untuk mendapatkan sertifikat izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa melakukan peninjauan langsung lokasi dan proses pembuatan produk-produk, diantaranya minuman instan dan kripik di laboratorium pengolahan hasil pertanian Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku. Selasa 02/03/2021.

Hartadi, mewakili Tim Dinas Kesehatan Kab. Gowa  mengatakan kami dari dinas kesehatan telah melaksanakan kunjungan langsung untuk melihat pengeluaran rekomendasi PIRT di BBPP Batangkaluku yang hasilnya sudah memenuhi persyaratan. 

"Ini sudah memenuhi syarat, tetapi meskipun begitu disarankan  dari segi sarana produksi,  yaitu penggunaan sekat antara ruangan pengolahan dan pengemasan sehingga dalam proses produksi bisa lebih mudahkan atau memisahkan  dari kontaminasi dari luar dan tentunya itupun menyesuaikan kondisi saja nantinya", katanya. 

"Dalam  pengurusan perizinan ini tidak dibutuhkan biaya sama sekali atau gratis, kami dari Dinas Kesehatan akan memberikan rekomendasi kemudian di teruskan ke PTSP (Perizinan Terpadu Satu Pintu) yang nantinya akan menindaklanjuti untuk pengeluaran perizinan, selanjutnya setelah penerbitan sertifikat PIRT, yang umumnya berlaku selama 5 tahun dan bisa diperpanjang", ujarnya. 

Beliau juga berharap dengan sudah adanya perizinan ini tentunya produk-produk yang diproduksi akan diakui dan lebih mudah dipasarkan.

Inisiatif PIRT sekaligus Widyaiswara BBPP Batangkaluku, Hari Ismanto merasa legah karena kini sudah terjawab, setelah beberapa waktu lalu kami mengusulkan perizinan dalam rangka memenuhi standar kualitas keamanan pangan yaitu izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) terkait produk-produk yang di produksi yang antaranya minuman instan dan keripik. 

"Di kesempatan ini Tim Dinas Kesehatan Kab. Gowa sudah memantau dan meninjau langsung untuk melihat bagaimana sarana produksi, kebersihan, proses, kemasan hingga produk akhir dari produk-produk BBPP Batangkaluku. Dan Hasilnya, produk telah memenuhi syarat yang nanti menjadi produk yang siap dipasarkan",ucapnya.

Dalam kunjungan ini Tim dari Dinas Kesehatan Kab. Gowa didampingi oleh Kepala Bagian Umum BBPP Batangkaluku, Rosdiana, Hari Ismanto, beberapa staff, serta Tim Divisi Pengolahan Hasil Pertanian

Dengan adanya sertifikasi PIRT untuk produk makanan/minuman kemasan yang diproduksi oleh PIRT BBPP Batangkaluku, diharapkan semakin meningkat dan nantinya mampu bersaing di pasaran, Dari pihak konsumen / masyarakat umum, adanya Perizinan ini makanan akan menjadi jaminan kualitas kesehatan untuk konsumsi secara umum. (Al AzIz / Yuli N)

Selasa, 26 Januari 2021

Bupati dan Forkopimda Bahas Mekanisme Penanganan Covid-19 Terkait Acara Resepsi Pernikahan di Kabupaten Soppeng



Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),- Rapat Koordinasi tentang Pendisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19.Bertempat di Aula Makodim 1423 Soppeng, Rabu 20/01/2021

Dalam kesempatan tersebut Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak,SE selaku pimpinan rapat dalam arahannya menjelaskan tentang masalah teknis dalam pemberlakuan mekanisme
penanganan Covid-19 khususnya terkait acara resepsi pernikahan. Dimana kita berharap bahwa klaster pernikahan dapat dikendalikan tanpa mengurangi maksud dari acara pernikahan tersebut.

Acara pernikahan masih bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dalam hal ini, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan diantaranya membatasi pengantar erang-erangan pernikahan, waktu resepsi di undangan diatur sehingga para tamu tidak berdatangan secara bersamaan, tuan rumah hanya menyiapkan nasi dos, dan setelah memberikan ucapan selamat ke mempelai diharapkan langsung meninggalkan lokasi pernikahan.Ungkapnya

Selanjutnya Kapolres Soppeng, AKBP Moh.Roni Mustofa,S.iK,M.iK mengatakan, " terkait dengan kebijakan untuk masyarakat yang melaksanakan hajat pernikahan, dimana hal ini merupakan salah satu penyumbang timbulnya klaster baru yang tidak terkontrol karena dapat kita lihat hanya sedikit yang menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, kami sepakat untuk membuat kebijakan baru terkait masyarakat yang ingin melaksakan hajat pernikahan dan perlu ditindaklanjuti baik dari Camat maupun Desa agar penerapan protokol kesehatan dapat diseragamkan.

Ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan yaitu mensosialisasikan kebijakan pemerintah dalam hal pelaksanaan hajat pernikahan untuk tetap harus mematuhi protokol kesehatan salah satunya yaitu setelah mengucapkan selamat ke mempelai, maka untuk jamuan makannya diganti dengan menggunakan nasi dos/kotak, serta mengurangi penggunaan kursi , dimana kursi diperuntukkan untuk keluarga pengantin dan penjemput saja.

Tindakan ini akan dilakukan secara bertahap, dan jika ada yang melanggar akan diberikan teguran atau sanksi. Oleh karena itu kami mohon dari pihak-pihak lainnya agar melaksanakan kebijakan ini untuk keselamatan masyarakat Kab. Soppeng ". Pungkasnya


Adapun arahan Dandim 1423 Soppeng, Letkol INF. Richard Maribot Butarbutar, S. AP, M. Tr(Han) mengungkapkan bahwa, " terkait masalah Pernikahan, dimana kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana menerapkan protokol kesehatan khususnya di acara hajat pernikahan. Apabila ada pengantin yg berasal dari luar daerah, harus mengantongi surat bebas covid19.

Masalah pelaksanaan kegiatan Rapat Umum, dimana dalam pelaksanaannya jumlah peserta rapat harus dibatasi dan tetap harus menjaga jarak serta harus membuat rekomendasi jika ingin melakukan kegiatan.

Masalah kegiatan penertiban tempat karaoke, warung makan dan warkop serta masalah penjagaan di perbatasan, setiap camat bertanggung jawab apabila ada warganya yg terkonfirmasi positif covid19. Apabila OTG diisolasi mandiri dengan memanfaatkan Balla Ewako ". Tuturnya

Peserta yang hadir Kadis Kesehatan Kab. Soppeng, Kadis Perhubungan Kab. Soppeng, Kadis Kominfo Kab. Soppeng, Kadis Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kab. Soppeng, Kadis Sosial Kab. Soppeng, Kepala BPBD Kab. Soppeng, Kasat Pol. PP dan Damkar Kab. Soppeng, Para Camat Se-Kab. Soppeng


Published Hawaya IWO ๐Ÿ’™

Rabu, 20 Januari 2021

Tripika Ungkap Mekanisme Penanganan Covid-19 Terkait Acara Resepsi Pernikahan di Kabupaten Soppeng


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),- Rapat Koordinasi tentang Pendisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19.Bertempat di Aula Makodim 1423 Soppeng, Rabu 20/01/2021

Dalam kesempatan tersebut Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak,SE selaku pimpinan rapat dalam arahannya menjelaskan tentang masalah teknis dalam pemberlakuan mekanisme
penanganan Covid-19 khususnya terkait acara resepsi pernikahan. Dimana kita berharap bahwa klaster pernikahan dapat dikendalikan tanpa mengurangi maksud dari acara pernikahan tersebut.

Acara pernikahan masih bisa dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Dalam hal ini, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan diantaranya membatasi pengantar erang-erangan pernikahan, waktu resepsi di undangan diatur sehingga para tamu tidak berdatangan secara bersamaan, tuan rumah hanya menyiapkan nasi dos, dan setelah memberikan ucapan selamat ke mempelai diharapkan langsung meninggalkan lokasi pernikahan.Ungkapnya

Selanjutnya Kapolres Soppeng, AKBP Moh.Roni Mustofa,S.iK,M.iK mengatakan, " terkait dengan kebijakan untuk masyarakat yang melaksanakan hajat pernikahan, dimana hal ini merupakan salah satu penyumbang timbulnya klaster baru yang tidak terkontrol karena dapat kita lihat hanya sedikit yang menerapkan protokol kesehatan. Dengan demikian, kami sepakat untuk membuat kebijakan baru terkait masyarakat yang ingin melaksakan hajat pernikahan dan perlu ditindaklanjuti baik dari Camat maupun Desa agar penerapan protokol kesehatan dapat diseragamkan.

Ada beberapa tahapan yang harus dilaksanakan yaitu mensosialisasikan kebijakan pemerintah dalam hal pelaksanaan hajat pernikahan untuk tetap harus mematuhi protokol kesehatan salah satunya yaitu setelah mengucapkan selamat ke mempelai, maka untuk jamuan makannya diganti dengan menggunakan nasi dos/kotak, serta mengurangi penggunaan kursi , dimana kursi diperuntukkan untuk keluarga pengantin dan penjemput saja.

Tindakan ini akan dilakukan secara bertahap, dan jika ada yang melanggar akan diberikan teguran atau sanksi. Oleh karena itu kami mohon dari pihak-pihak lainnya agar melaksanakan kebijakan ini untuk keselamatan masyarakat Kab. Soppeng ". Pungkasnya


Adapun arahan Dandim 1423 Soppeng, Letkol INF. Richard Maribot Butarbutar, S. AP, M. Tr(Han) mengungkapkan bahwa, " terkait masalah Pernikahan, dimana kita harus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana menerapkan protokol kesehatan khususnya di acara hajat pernikahan. Apabila ada pengantin yg berasal dari luar daerah, harus mengantongi surat bebas covid19.

Masalah pelaksanaan kegiatan Rapat Umum, dimana dalam pelaksanaannya jumlah peserta rapat harus dibatasi dan tetap harus menjaga jarak serta harus membuat rekomendasi jika ingin melakukan kegiatan.

Masalah kegiatan penertiban tempat karaoke, warung makan dan warkop serta masalah penjagaan di perbatasan, setiap camat bertanggung jawab apabila ada warganya yg terkonfirmasi positif covid19. Apabila OTG diisolasi mandiri dengan memanfaatkan Balla Ewako ". Tuturnya

Peserta yang hadir Kadis Kesehatan Kab. Soppeng, Kadis Perhubungan Kab. Soppeng, Kadis Kominfo Kab. Soppeng, Kadis Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kab. Soppeng, Kadis Sosial Kab. Soppeng, Kepala BPBD Kab. Soppeng, Kasat Pol. PP dan Damkar Kab. Soppeng, Para Camat Se-Kab. Soppeng


Published Hawaya IWO ๐Ÿ’™

Senin, 12 Oktober 2020

Sekda Soppeng Tegaskan Harus Ada Fakta Integritas



TEROPONG SULAWESI.COM, SOPPENG (SULSEL),-Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Pendidikan melaksanakan Sosialisasi Perencanaan Pembelajaran Tatap muka secara langsung bagi Siswa yang dilangsungkan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng, Senin (12/10/2020)

Diawali dengan sambutan Kadis pendidikan Drs. H. Asis Makmur, S. Pd terkait maksud dan tujuan didakannya kegiatan tersebut.

Menurutnya kegiatan ini dilakukan berdasarkan rekomenasi kementerian pendidikan nasional yang sudah membolehkan pembelajaran tatap muka secara langsung bagi siswa yang terpenting sesuai dengan pedoman protokol kesehatan dengan mengedepankan kesalamatan manusia, jelasnya.

Namun hal itu tentu kami dari dinas pendidikan tidak serta merta melaksanakan akan tetapi tetap mengedepankan koordinasi baik melalui pemkab, gugus tugas, dinas kesehatan dan survey leync. Terangnya.

Sementara itu Sekda Soppeng Drs.H.Andi Tenri Sessu.M.Si dalam sambutannya berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan di Kab.Soppeng, itu di dasari situasi kondisi Covid - 19, satu satunya Kabupaten yang zona hijau di Sulawesi Selatan hanya Kab.Soppeng.jelasnya.

Dari 204 kasus yang pernah ada Alhamdulillah berhasil kita tekan, dan ini sudah berjalan hampir sudah 3 Minggu ini di akibatkan atas kepatuhan kita semua untuk menjalankan protokol Kesehatan."ujar Sekda.

Hasil rapat kita ini nantinya akan saya sampaikan pada rapat gugus tugas jadi ini merupakan rapat awal kita untuk pelaksanaan kegiatan kita selanjutnya.ujar Sekda.

Sekda menyebut setidaknya ada 16 sekolah dari daerah pinggiran kota yang akan kita uji coba dulu setelah beberapa Minggu, katanya.

"Jika tidak terjadi apa apa maka kita akan tarik lagi atau masuk sekolah yang lain, ini merupakan gambaran awal dalam rangka melakukan kebijakan dalan kondisi pandemi Covid - 19 ini yang tetap dipantau oleh Tim gugus dan dinas kesehatan, jelasnya.

Sekda menegaskan bahwa dalam perencanaan ini harus ada fakta intergritas yang disetujui oleh kepala sekolah, siswa, orang tua siswa serta Kadis pendidikan, tegasnya.

Sekda menghimbau agar dalam nantinya setidaknya ada SOP dalam perencanaan ini, imbuhnya menutup.

Ditempat yang sama Kadis Kesehatan Sallang M.Kes menjelaskan terkait kondisi perkembangan Covid 19 yang ada di Soppeng.

Dikatakannya, Soppeng merupakan Kabupaten yang pertama di Indonesia yang memiliki alat pendeteksi Covid itulah yang menjadi rujukan dari 3 Kabupaten tetangga."ucapnya.

Kadis Kesehatan menjelaskan dari 8 Kecamatan yang ada sebahagian Desa yang terdeksi tidak ada Covid sehingga nantinya kita mulai pembelajaran tatap muka langsung dari situ.tuturnya.

Sebab ada 3 Desa yang memang perlu mendapat prioritas diantaranya Desa Umpungeng, Desa
Mattabulu dan Desa Bulu'E ketiga Desa tersebut memiliki karakteristik yang jauh beda dengan kehidupan di perkotaan" jelas Sallang.

Sallang menekankan agar para guru dan siswa bahkan orang tua siswa harus sepakat dan berkomitmen untuk menerapkan protokil kesehatan.

Jika terdapat kasus yang akan dirujuk harus siap dirapid tes, tegasnya.

Karena itu kata Sallang bahwa Covid hanya bisa dicegah oleh diri kita sendiri.

( IWO)

Rabu, 11 Maret 2020

Kapolres Soppeng Buka Tes Kesamaptaan Guna Tes Kemampuan Fisik dan Kesehatan


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel)-Kapolres Soppeng Akbp Puji Saputro Bowo Leksono S,Ik S.H membuka langsung kegiatan kesamaptaan jasmani personil Polres Soppeng, Kamis 12/03/2020.

Kegiatan tes kesamaptaan jasmani tersebut dilaksanakan di Aspol J Kalambo Polres Soppeng jl. Samudra Kec. Lalabata Kab. Soppeng

Kapolres Soppeng mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan rutin dari tingkat Polda, dengan tujuan untuk menjaga kesehatan, pengecekan kesehatan dan kemampuan personel secara berkala, ujarnya

“Kegiatan ini untuk mengevaluasi kemampuan fisik dan kesehatan anggota Polri, dan PNS khususnya Polres Soppeng. Selain itu, diharapkan dengan TKJ dapat menjaga kebugaran jasmani, sehingga tetap prima dan selalu siap dalam melaksanakan tugas terlebih menjelang Pemilihan Kepala Daerah Soppeng tahun 2020.


Ada lima item yang harus dijalani oleh anggota. Yaitu, lari keliling lapangan selama 12 menit, pull up, push up, sit up dan shutle run (lari dengan membentuk angka 8)

Kapolres Soppeng Akbp Puji Saputro Bowo Leksono S,Ik S.H membuka langsung kegiatan kesamaptaan jasmani personil Polres Soppeng, Kamis 12/03/2020.

Kegiatan tes kesamaptaan jasmani tersebut dilaksanakan di Aspol J Kalambo Polres Soppeng Jalan Samudra Kec. Lalabata Kab. Soppeng

Kapolres Soppeng mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan rutin dari tingkat Polda, dengan tujuan untuk menjaga kesehatan, pengecekan kesehatan dan kemampuan personel secara berkala, ujarnya

“Kegiatan ini untuk mengevaluasi kemampuan fisik dan kesehatan anggota Polri, dan PNS khususnya Polres Soppeng. Selain itu, diharapkan dengan TKJ dapat menjaga kebugaran jasmani, sehingga tetap prima dan selalu siap dalam melaksanakan tugas terlebih menjelang Pemilihan Kepala Daerah Soppeng tahun 2020.

Ada lima item yang harus dijalani oleh anggota. Yaitu, lari keliling lapangan selama 12 menit, pull up, push up, sit up dan shutle run (lari dengan membentuk angka 8.( Hawaya, IWO)

Senin, 23 September 2019

Tingkatkan Derajat Kesehatan Anak, Puskesmas Kecamatan Marioriawa Gelar Penjaringan Kesehatan


Teropongsulawesi. Com, Soppeng (Sulsel) - Kegiatan Penjaringan Kesehatan, Pemeriksaan Garam Beryodium, Penyuluhan Sikat Gigi Massal, Deteksi Dini pada Mata dan Pengukuran Kebugaran Jasmani di laksanakan di UPTD SPF SDN 66 Mario, Lejja Desa BuluE Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng pada hari Senin 23/9/2019. 

Dalam arahan Ridawati,AMKG  sebagai pelaksana sikat gigi massal mengungkapkan, bahwa hal ini dilakukan untuk membiasakan anak anak hidup sehat, bagaimana cara sikat gigi yang benar harus dibiasakan sejak dini, ungkap Ridawati. 


Kata Ridawati, '' Sebaiknya anak anak setiap jumat di laksanakn sikat gigi massal  di sekolah, harapnya. 
 
Dilanjutkan dengan Senam Sehat Anak Indonesia yang dipandu oleh Kurnia,Amd. 


Saat di temui kordinator pelaksana  Nurdiana ,S.ST sebagai Petugas Anak mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan derajat kesehatan anak sekolah, melaksanakan penjaringan kesehatan pada siswa Kelas Satu, mendeteksi kesehatan secara dini pada anak sekolah yang dilaksanakan setiap bulan September pada tahun berjalan, jelas Nurdiana. 

Adapun yang hadir pada kegiatan ini adalah drg. Andi Amrianah B, Nurwina B S.ST dan beberapa petugas kesehatan Puskesmas Batu Batu Serta para Guru dan Pegawai UPTD SPF SDN 66 Mario. (W@wa).

Sabtu, 27 Maret 2021

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati, Tips Melaksanakan Puasa Ramadhan Bersama Covid-19



Penulis Hikmi Adlia (Foto Istimewa)

Teropongsulawesi.com, - Ramadhan kali ini masih sama dari puasa Ramadhan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2020, kita diterjang masalah yang begitu berat sehingga puasa ramadhan kita lewati hanya begitu saja tanpa melakukan hal-hal yang biasa terjadi seperti ramdhan sebelumnya.

Suatu hal yang sangat dirindukan ketika orang berbondong-bondong ke masjid dengan suka cita menyambut berakhirnya bulan suci Ramadhan saat itu dengan melakukan salat idul fitri di masjid.

Saat suara takbir idul fitri tahun 2020 berkumandang terdengar sampai kepelosok, disaat itu jugalah kita merasakan haru, bahagia, sekaligus sedih karena kita tak bisa berjumpa dan berkumpul dengan sanak keluarga tercinta disatu naungan yang sama.

Perasaaan yang tercampur bahagia dan sedih sangat dirasakan bagi orang-orang yang tak bisa berkumpul dengan keluarganya dikampung. Suka cita menyambut iduk fitri hanya sebatas ungkapan ”minal aidzin wal faidzin” dari telfon seluler dan video call.

Hal itu terjadi lagi pada tahun ini, ramadhan kali ini disambut dengan keadaan yang sama namun, sedikit berbeda dikarenakan adaptasi dari keadaan tahun lalu yang sudah diketahui.

Setahun berlalu, saat pertama kali pandemi Covid-19 mendiami negara kita tercinta Indonesia. Meskipun pandemi ini tak kunjung usai, namun kita diharuskan bisa beradaptasi terhadap keadaan yang ada. Adaptasi di masa New Normal cukup dengan menjaga tubuh dan mental di tengah pandemi Covid-19.

Aktivitas yang kita lakukan di tengah pandemi, mulai berjalan seperti biasanya. Namun, masih ada saja rintangan yang perlu kita hadapi untuk menjalankan kehidupan pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.
Ramadhan tahun ini tak terasa akan datang, tak cukup sebulan lagi kita akan dipertemukan dengan bulan yang penuh dengan suka cita dan berlimpah pahala saat melakukan ibadah dibulan ramadhan.

Melakukan puasa ramadhan di masa new normal adalah tantangan baru bagi para kaum muslim, jadi hal apa saja yang perlu kita lakukan agar ibadah puasa berjalan lancar dan tubuh kita tetap sehat?

Menggunakan masker dan membawa hand sanitizer
Tips kali ini adalah salah satu kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengurangi penyebaran dan mencegah kasus kejadian Covid-19 semakin meluas. Saat berpergian keluar rumah wajib bagi masyarakat untuk menggunakan masker dan membawa hand sanitizer demi menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain.

Menjaga jarak dengan orang lain
Kasus kejadian Covid-19 terjadi dengan ditularkan dari orang yang terkontaminasi dengan virus ini. Namun, banyak masyarakat yang tidak sadar dengan lingkungan sekitar, bahwa orang tanpa gejala (OTG) tidak memungkinkan diketahui keberadaannya di sekitar kita. OTG atau biasa disebut orang tanpa gejala adalah sebutan bagi orang yang terkontaminasi Covid-19 dengan ciri-ciri dan gejala yang tidak tampak melalui mata kita sendiri. Namun, apabila di tes akan menghasilkan tes positif Covid-19.

Memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila merasakan gejala Covid-19

Penyakit Covid-19 atau disebut Virus Corona adalah sebuah penyakit yang kini bukan menjadi aib dari seseorang yang mengalami atau terinfeksi Covid-19.

Dengan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat mengenai gejala-gejala yang dirasakan dapat mengurangi kecemasan anda terkait apakah tubuh anda terinfeksi Covid-19 atau tidak.

Menguatkan niat saat berpuasa
Berpuasa pada bulan ramadhan adalah hal wajib dilakukan oleh kaum muslin yang ada di seluruh dunia. Melakukan puasa pada bulan ramadhan akan mendapatkan pahala yang berlimpah, Puasa berarti menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa pada bulan ramdahan. maka dari itu berpuasa memerlukan niat yang kuat.

Jangan coba-coba melewatkan makan saat sahur

Sahur adalah kegiatan yang wajib dilakukan saat bulan puasa. Saat melakukan sahur kebuhan nutrisi di dalam tubuh akan menggatikan nutrisi saat sarapan pada bulan sebelumnya, saat belum melakukan puasa pada bulan ramdhan. Dengan sahur, tubuhbakan merasa lebih bugar, sehat, dan kuat untuk melaksanakan aktivitas seperti biasanya di masa new normal pandemi Covid-19.

Mengontrol porsi makan

Makanan atau takjil saat bulan ramadhan merupaka suatu hal yang sangat dinantikan saat bulan puasa. Makanan khas bulan puasa akan menjadi pemandangan di pinggir jalan saat berburu makanan buka puasa seperti, kolak pisang, kolak buah nangka, es buah, es pisang ijo, dan masih banyak lagi. Hal itu membuat kita kadang kalap saat membeli takjil atau makanan.

Mengontrol diri saat membeli makanan juga akan mengontrol diri saat makan pada waktu berbuka maupun pada saat sahur. Makanan yang tidak habiskan dikarenakan lapar mata dan kalap saat membeli takjil merupakan perbuatan yang dibenci oleh Allah yaitu biasa disebut mubazzir. Seperti yang dikatakan pada Qs. Al-isra ayat 27

ุงู„ุดَّูŠٰุทِูŠْู†ِ ุงِุฎْูˆَุงู†َ ูƒَุงู†ُูˆْุٓง ุงู„ْู…ُุจَุฐِّุฑِูŠْู†َ ุงِู†َّ
ูƒَูُูˆْุฑًุง ู„ِุฑَุจِّู‡ٖ ุงู„ุดَّูŠْุทٰู†ُ ูۗˆَูƒَุงู†َ

“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Ayat diatas cukup menjelaskan bahwa perilaku boros atau mubazzir sangat diharamkan dan dibenci oleh Allah Swt.

Memerhatikan zat gizi seimbang
Makanan yang dikonsumsi akan di cerna dan menjadi energi oleh tubuh kita. Zaat gizi pada makanan yang dikonsumsi akan menentukan kuat atau lemasnya tubuh saat melakukan aktivitas saat berpuasa di bulan ramadhan. Contoh makanan yang menghasilkan energi yang baik saat berpuasa yaitu dengan mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi putih, kentang, oat, kacang polong, apel, ubi jalar, pisang, dan semacamnya.

Karbohidrat kompleks yang dikonsumsi mengandung vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan oleh tubuh serta proses perncernaamn karbohidrat kompleks lebih lambat, sehingga tubuh akan merasa kenyang dengan waktu yang lebih lama.

Menjaga kebersihan saat membeli makanan dari luar

Suka cita saat bulan ramdhan berasal dari berbagai asper, mulai dari tarwih bersama hingga berburu makanan atau takjil. Namun, sedikit berbeda pada saat pandemi Covid-19.

Membeli makanan dari luar bukanlah hal yang mudah dikarenakan keberseihan bahan makanan patut untuk diperhatikan. Makanan yang kita beli lebih baik jika di sinari ultraviolet-C, jika tidak memiliki alat ini bisa menggunakan microwave bahkan cara yang lebih mudah yaitu dengan memanaskan kembali makanan yang kita beli.

Melakukan kegiatan yang bermanfaat

Bulan suci ramadhan adalah bulan yang penuh dengan berkah, maka dari itu seharusnya memanfaatkan bulan ini dengan melakukan hal yang baik dan terbilang pahala di mata Allah Swt. misalnya ikut kajian, tadarrus, tilawah, hingga mendengarkan ceramah. Namun saat pandemi kegiatan seperti itu sebaiknya dilakukan dirumah saja dengan cara daring baik melalui aplikasi zoom, google meet, bahkan melihat langsung dari youtube serta streeming di berbagai macam sosial media.

Berinteraksi dengan keluarga di rumah

Ngabuburit adalah sesuatu hal yang biasa dilakukan oleh anak remaja sampai orang dewasa saat bulan ramadhan untu menunggu waktu berbuka puasa tiba. Tetapi ada hal yang lebih tepat untuk dilakukan pada saat menunggu buka puasa daripada ngabuburit yaitu dengan bercengkrama dengan keluarga dirumah.

Bertemu dengan keluarga saat bulan suci ramadhan kali ini adalah hal yang perlu disyukuri.

Pada tahun lalu orang yang tidak sempat mudik dan hanya bertemu lewat video call akan menjadi moment yang berharga, maka dari itu dengan berinteraksi dengan keluarga di rumah merupakan hal yang tepat dilakukan saat bulan puasa daripada keluar untuk ngabuburit saat menunggu waktu berbuka puasa.

Membersihkan alat ibadah seusai digunakan

Melaksanakan ibadah pada bulan suci ramadhan dengan khusyuk merupakan suatu kenikmatan sendiri yang dirasakan oleh kaum muslim. Beberapa daerah di indonesia telah menetapkan bahwa salat tarwih akan dilaksanakan di masjid sesuai dengan peraturan dan protokol kesehatan yang berlaku di masa new normal. Alat ibadah seperti sajadah, mukenah dan lain sebagainya perlu dibersihkan saat selesai digunakan diluar rumah demi memberantas bakteri hingga virus yang hinggap di alat ibadah yang kita gunakan saat di mesjid dan bisa jadi sebagai tempat penularan virus Covid-19.

Menggunakan waktu tidur selama 6-8 jam

Tidur saat bulan puasa juga termasuk ibadah namun jika hal itu dilakukan secara berlebihan dan meninggalkan ibadah yang wajib saat bulan puasa merupakan kerugian terbesar karna segala sesuatu yang berlebihan tidak dibenarkan oleh Allah Swt. Seperti pada Qs.Al- Maidah ayat 77


ูฑู„ْุญَู‚ِّ ุบَูŠْุฑَ ุฏِูŠู†ِูƒُู…ْ ูِู‰ ุชَุบْู„ُูˆุง۟ ู„َุง ูฑู„ْูƒِุชَٰุจِ ูŠَٰุٓฃَู‡ْู„َ ู‚ُู„ْ


“Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu”.

Seperti ayat diatas, dijelaskan bahwa Allah Swt. Tidak membenarkan segala sesuatu yang berlebihan termasuk tidur pada bulan suci ramadhan. Tidur selama 6-8 jam pada bulam ramadhan sangat dibutuhkan karna saat tidur tubuh akan memproses senyawa sitokin yang memiliki sifat protektif untuk melawan inflamasi yang diakibatkan oleh bakteri pada tubuh kita, sehingga sistem imunitas tubuh akan meningkat.

Jika tidur kurang dari 6-8 jam sehari tubuh tidak akan memiliki sitokin yang cukup untuk meningkatkan imunitas tubuh. Seperti yang kita ketahui, salah satu faktor seseorang akan terinfeksi Covid-19 yaitu menurunnya sistem imun pada tubuh, maka dari itu selama bulan ramadhan kita seharusnya menjaga pola tidur dan menjaga kesehatan dri paparan Covid-19.

Dari beberapa Tips di atas bisa kita simpulkan bahwa menjaga kesehatan dan melakukan ibadah dengan konsisten akan membuat bulan suci ramadhan kali ini terasa lebih khusyuk dan aman. Menjaga kesehatan diri sendiri sama dengan menjaga kesehatan orang di sekitar anda. Ramadhan lebih aman dengan mematuhi prokol kesehatan.

Biodata Singkat

Nama : Hikmi Adlia

Tempat, tanggal lahir : Tanjonge, 11 April 2000

Alamat :Jl. Poros Bulu Dua, Bojoe, Desa Marioriaja, Kecematan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng

Pendidikan Formal :

a. TK Sipurennu Barata lulus tahun 2007

b. SDN 144 Madello lulus Tahun 2013
                                          
c. SMPN 3 Marioriwawo lulus tahun 2015
                                                 
d. MAN 1 Soppeng lulus tahun 2018

Motto : Yakinkan bahwa usaha dan doa yang keras akan sampai pada tujuan.


(Red/Ismail)

Jumat, 13 November 2020

Hari Kesehatan Ke 56, Kabupaten Soppeng Salah Satu Penerima Penghargaan STBM 2020



Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),-Sebuah program kementerian kesehatan republik Indonesia dalam upaya untuk merubah perilaku masyarakat yang higienis dan saniter melalui pendekatan STBM Tahun 2020.

STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan. Sedangkan Pilar STBM adalah perilaku higienis dan saniter yang digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Desa Lompulle kecamatan Ganra meraih 2 kategori dalam ajang ini, yakni Kades terbaik di Raih Amri,S,Sos Kades Lompulle.

Sementara Natural Leader STBM juga diraih Desa Lompulle Kab. Soppeng atas nama Nurhayati.

Kedua Kategori Enabling, Demand, Supply ini mengantarkan kabupaten Soppeng peraih penghargaan STBM tahun 2020 bersama 16 kabupaten kota se-Indonesia dengan raihan yang sama.

Amri Kades Lompulle mengatakan,
bahwa setelah menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan langkah-langkah berikutnya yang akan dilakukan selaku Kepala Desa yaitu meningkatkan taraf hidup sehat masyarakat yang tentunya harus berkelanjutan dan harus masif, tidak boleh berhenti terkait STBM ini. Paparnya. Jumat 13/11/2020.

Sementara Nurhayati sebagai Natural Leader STBM mengatakan
Sebelumnya kami tidak pernah menyangka kalau penghargaan ini bakal kami dapat, yang kami lakukan dengan adanya inovasi ini adalah bagaimana caranya agar kita bisa mengumpulkan data dan bagaimana kita bisa memotivasi warga agar tetap memperhatikan ke 5 pilar STBM ini. Tuturnya.

Kami berharap kedepannya semoga yang ada di kampung kami tetap memperhatikan perilaku hidup bersih dan tentunya dapat dilakukan oleh teman-teman kami baik yang ada di desa lain. Imbuhnya.

Sebelumnya, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Soppeng, Andi Ibrahim Harta SH.M.Si saat menghadiri Acara Penganugerahan Sanitasi Total Masyarakat (STBM) dan Rakornas STBM ke- 4 yang dilaksanakan di ruang SCC Lamataessso Kantor Bupati Soppeng ini mengatakan, Saya berharap agar penghargaan yang telah diterima ini, kedepannya bisa dilanjutkan seterusnya dan ditingkatkan, karena ada lima pilar yang harus kita capai, dan untuk pilar pertama kita sudah mencapai 100 %. Kemudian pilar kedua, yaitu cuci tangan memakai sabun, mengingat adanya wabah pandemi ini sehingga diharapkan agar disetiap perkantoran dan di tempat-tempat umum menyiapkan sarana cuci tangan memakai sabun. Pilar Ketiga yaitu pengolahan makanan dan minuman rumah tangga. Pilar keempat yaitu pengolahan sampah rumah tangga. Dan Pilar yang kelima yaitu pengolahan limbah cair rumah tangga. Paparnya.

Hal tersebut kita harus terus dilakukan secara berkelanjutan, Alhamdulillah Soppeng sudah mencapai rata-rata di atas 90% cakupannya. Beber Andi Ibrahim Harta Sanjaya.

Dengan demikian kami berharap kepada seluruh desa lainnya yang ada di Kab. Soppeng untuk menjadikan Desa Lompulle sebagai percontohan. Imbuh Andi Ibrahim.

Sementara Kadis Kesehatan Kabupaten Soppeng Sallang,SKM, M.Kes yang juga hadir dalam
acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI secara Virtual melalui aplikasi Zoom, dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke 56 Tahun 2020 ini mengatakan bahwa, 1 di antara 16 Kabupaten yang menerima Penghargaan Kategori Enabling, Demand, Supply, maka Kabupaten Soppeng termasuk sebagai penerima penghargaan STBM 2020.

Hal ini dapat terjadi karena inisiasi Bupati dalam menggerakkan seluruh komponen masyarakat sehingga kita bisa mendapat penghargaan ini. Pungkasnya.


( Hawaya IWO๐Ÿ’™)

Rabu, 27 Mei 2020

Pasi Ops Kodim 1423/Soppeng Hadiri Pelepasan Peserta Karantina di Hotel Delta Ompo



TEROPONGSULAWESI.COM, SOPPENG (SULSEL)-Dandim diwakili Pasi Ops Dim 1423/Soppeng Kapten Inf Irfan Nasir menghadiri kegiatan Pelepasan Peserta Karantina di Halaman Hotel Delta Ompo Kel. Ompo Kec. Lalabata Kab. Soppeng, Kamis (28/05/2020)

Peserta karantina yang berjumlah 26 orang dilepas langsung oleh Kadis Kesehatan Kab. Soppeng Sallang SKM, M.Kes dan diberikan surat keterangan berbadan sehat dari Dinas Kesehatan Kab. Soppeng melalui Tim Kesehatan Puskesmas Malaka.

Kadis Kesehatan Kab. Soppeng Sallang SKM, M.Kes menyampaikan selaku Pemerintah Daerah Kab. Soppeng kami sangat berharap selama masa karantina dapat mengambil banyak pelajaran.

"Kami himbau agar senantiasa rajin memakai masker dan cuci tangan terutama setelah melaksanakan aktifitas kerja"

"Jaga kesehatan dengan melakukan pola hidup sehat guna sesuai arahan protokoler kesehatan guna menghindari penyebaran virus covid 19".

Turut hadir Kepala Puskesmas Ainuddin  S.Kep.Ns, Pasi Ter Kapten Inf Sailela, Pasiintel Dim 1423/Soppeng diwakili Pasandi Letda Inf Endang Hermana, Gabungan petugas jaga karantina dari Polres, Dishub dan Pol PP.

(Hawaya IWO)

Pasi Ops Kodim 1423/Soppeng Hadiri Pelepasan Peserta Karantina di Hotel Delta Ompo



TEROPONGSULAWESI.COM, SOPPENG (SULSEL)-Dandim diwakili Pasi Ops Dim 1423/Soppeng Kapten Inf Irfan Nasir menghadiri kegiatan Pelepasan Peserta Karantina di Halaman Hotel Delta Ompo Kel. Ompo Kec. Lalabata Kab. Soppeng, Kamis (28/05/2020)

Peserta karantina yang berjumlah 26 orang dilepas langsung oleh Kadis Kesehatan Kab. Soppeng Sallang SKM, M.Kes dan diberikan surat keterangan berbadan sehat dari Dinas Kesehatan Kab. Soppeng melalui Tim Kesehatan Puskesmas Malaka.

Kadis Kesehatan Kab. Soppeng Sallang SKM, M.Kes menyampaikan selaku Pemerintah Daerah Kab. Soppeng kami sangat berharap selama masa karantina dapat mengambil banyak pelajaran.

"Kami himbau agar senantiasa rajin memakai masker dan cuci tangan terutama setelah melaksanakan aktifitas kerja"

"Jaga kesehatan dengan melakukan pola hidup sehat guna sesuai arahan protokoler kesehatan guna menghindari penyebaran virus covid 19".

Turut hadir Kepala Puskesmas Ainuddin  S.Kep.Ns, Pasi Ter Kapten Inf Sailela, Pasiintel Dim 1423/Soppeng diwakili Pasandi Letda Inf Endang Hermana, Gabungan petugas jaga karantina dari Polres, Dishub dan Pol PP.

(Hawaya IWO)

Selasa, 30 Maret 2021

PLT Gubernur Sulsel Bolehkah Shalat Tarawih Berjamaah Selama Bulan Ramadhan


Plt.Gubernur Sul-Sel Andi Sudirman Sulaiman (Foto Istimewa)

Makassar, Teropongsulawesi.com, -Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pelaksana Tugas Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman kini memperbolehkan warganya untuk melaksanakan salat tarawih secara berjemaah di masjid selama bulan Ramadan.

"Sekarang kan kita sudah mulai beradaptasi kebiasaan baru, memperbolehkan aktivitas namun tetap memperhatikan protokol kesehatan," katanya, Selasa 30 Maret 2021.

Menurut Andi Sudirman, keputusan ini diambilnya usai berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelang Bulan Suci Ramadan pada April 2021 mendatang.

Selain salat tarawih, Pemprov Sulsel juga telah mengizinkan salat Idul Fitri secara berjemaah.

Andi Sudirman lantas mengingatkan agar para pengurus masjid untuk tetap memperketat protokol kesehatan sebelum masjid dibuka.

"Harus perketat protokol kesehatan, seperti penggunaan masker, jaga jarak, serta mengurangi kapasitas jemaah maksimal 50 persen dari kapasitas biasanya," ucap dia.

Hal ini sebagai upaya untuk mencegah dan menekan penularan Covid-19. Plt Gubernur juga telah menginstruksikan untuk memprioritaskan vaksinasi Covid-19 bagi tokoh agama, seperti Ustad, Imam Masjid, pengisi ceramah, marbot, dan guru mengaji.

"Mereka akan banyak berinteraksi dengan orang banyak di bulan Ramadan. Vaksinasi diharapkan bisa diberikan kepada tokoh agama lainnya seperti pendeta," kata dia.

Terpisah, Ketua Tim Ahli Pengendalian Covid-19 Sulsel Prof Ridwan Amiruddin, menyebutkan, protokol kesehatan merupakan hal paling pokok ketika ingin melaksanakan salat tarawih di masjid.

“Sebagian besar masjid sudah boleh melaksanakan. Tinggal bagaimana melaksanakan fungsi 3M," kata dia.

Prof Ridwan menegaskan seluruh pengurus masjid agar mengawal protokol kesehatan kepada masyarakat. Mereka diwajibkan mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak di masjid. (Red/Ismail)

Sabtu, 13 Februari 2021

Bupati Soppeng Tegaskan Warkop Dapat Dibuka Jika Mampu Selesaikan Rekomendasi


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),- Kegiatan Rapat Evaluasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Soppeng di Aula Kodim 1423/Soppeng, Sabtu, 13 Februari 2021 pukul 10.00 Wita


Dalam kesempatan tersebut Bupati Soppeng, H.A. Kaswadi Razak, SE mengungkapkan bahwa, " Alhamdulillah pada hari ini, Kab. Soppeng tidak ada penambahan jumlah kasus covid-19 dan ada 3 kecamatan sudah zero diantaranya Kec. Marioriwawo, Kec. Citta, dan Kec. Ganra.

Untuk Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, di mohon kiranya agar para penceramah selalu menyampaikan perihal Covid 19, serta membuat SK bersama dalam rangka pelaksanaan Sholat Tarwih secara berjamaah di mesjid dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Melalui operasi san razia yang di lakukan selama ini tidak hanya penegakan protokol kesehatan, akan tetapi ada manfaat lain yang di temukan di lapangan diantaranya penertiban Prostitusi, selain itu menekan penyebaran minuman keras serta obat terlarang Narkoba.

Untuk masalah pendidikan, akan ada beberapa sekolah yang rencananya akan dibuka, terutama sekolah yang berada di wilayah zona hijau, dan tentunya kedepan ada aturan yang mengatur mengenai Protokol Kesehatan.


Dandim 1423 Soppeng, Letkol INF. Richard Maribot Butarbutar, S. AP, M. Tr(Han) /Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Kabupaten Soppeng pada kesempatan tersebut menjelaskan, Titik berat yang dihadapi dalam operasi selama ini yaitu menekankan kepada masyarakat untuk selalu menjaga jarak, memakai masker, cuci tangan serta menghindari kegiatan kumpul-kumpul atau kerumunan karena ini merupakan faktor utama penyebaran covid-19, bila perlu tetap di rumah jika tidak ada kepentingan mendesak.

Adapun kegiatan yang sudah dilakukan yaitu pemantauan di perbatasan, penertiban di warkop dan warung makan, penertiban miras, judi, sosialisasi di pasar-pasar, penertiban protistusi, membuat posko disetiap kecamatan sehingga jika ada segala hal yang menyimpang harus melapor ke posko, biar kami yang tindak lanjuti.

Hasil dari Operasi Satgas ini yaitu memberikan kesadaran kepada masyarakat, tingkat kriminal sudah mulai menurun, kita bisa menekan angka penyebaran, penyakit sosial masyarakat mulai menurun, peredaran miras berkurang, serta waktu dengan keluarga semakin banyak dirumah.

Mekanisme perijinan dilakukan untuk mendata berapa banyak masyarakat yang memiliki usaha dan berapa banyak yang sudah menerapkan SOP yang sudah ditentukan. Dengan demikian saya minta kepada para Camat, Kades dan Lurah agar mensosialisasikan bagaimana mekanisme perijinan ini.

Kegiatan pendisiplinan kepada masyarakat tetap dilaksanakan, melakukan penindakan dengan tegas dan profesional sesuai aturan yang berlaku, jangan ada pencitraan atau ragu-ragu, selalu melaksanakan evaluasi.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Koperasi, perdagangan dan UKM Drs. A. Makkaraka, M menjelaskan bahwa, " terkait penerapan protokol kesehatan di warkop, rumah makan dan sejenisnya, dimana kepada pengusaha warkop/warung makan sudah dapat melayani pengunjung maksimal 25% dari kapasitas pengunjung dengan mengantongi rekomendasi dari satgas covid-19.

Diwajibkan mengambil formulir disertai dengan blangko surat pernyataan yang ada di kantor kecamatan masing-masing, kemudian bagi seluruh pemohon atau pengusaha diwajibkan mendaftar di Satgas dalam hal ini di BPBD Kab. Soppeng untuk ditindaklanjuti di lapangan.

Menunjuk tim dari Satgas agar melaksanakan survei lapangan dimana dalam survei tersebut juga akan dilakukan tes antigen kepada pengusaha begitupun juga ruang dan tempat (meja/kursi) akan disesuaikan, setelah itu, merekomendasikan layak tidaknya usaha itu untuk beroperasi kepada tim satgas (BPBD).

Jika layak maka dikeluarkanlah rekomendasi yang berhubungan dengan operasional usaha tersebut, dan nantinya akan ditempelkan stiker bahwa usaha tersebut layak untuk beroperasi sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah ada.


Pada kesempatan tersebut Bupati Soppeng, H.A.Kaswadi Razak menegaskan bahwa jika mampu menyelesaikan surat rekomendasi pada hari ini, maka warkop dapat dibuka pada hari itu juga.

Turut hadir, para Kepala SKPD terkait, para Camat dan Tim Satgas.


Hawaya IWO ๐Ÿ’™

Kamis, 28 Januari 2021

Vaksin Covid19 Tiba, Diprioritaskan Petugas Kesehatan Kabupaten Soppeng


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel),- Dengan pengawalan ketat pihak Kepolisian Vaksin Covid-19 tiba di Kabupaten Soppeng, sekitar pukul 17.00 WITA. Vaksin tersebut langsung dibawa di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Kamis (28/1/2021).

Agussalim selaku Penanggung Jawab Wasor Imunisasi Dinas Provinsi Sulawesi Selatan mengungkapkan, bahwa distribusi Vaksinasi ke Kabupaten tersebut terbagi 3 tim.

Untuk kami ini khusus mengantar ke Kabupaten Bone, Soppeng dan Wajo. Vaksin yang kami bawa ke Soppeng ini sebanyak 2 Koli dengan jumlah 3960 dosis.

Sementara Kadis Kesehatan Kab.Soppeng, Sallang M.Kes, mengatakan jumlah Vaksin yang kami terima sore ini sebanyak 3960 dosis.

Untuk tahap pertama di prioritaskan pada petugas kesehatan baik dokter, perawat, bidan dan semua yang berkecimpung dengan tempat pelayanan kesehatan, Puskesmas dan Rumah sakit.

Adapun tempat penyaluran Vaksinasi nantinya di seluruh Puskesmas temasuk Rumah Sakit. Insya Allah kami rencanakan Vaksinasi ini akan di mulai Senin depan.

Kami harap penyaluran Vaksin nantinya berjalan dengan lancar, semoga Covid-19 ini bisa kita kendalikan sehingga kita dapat kembali beraktivitas seperti dulu.

Turut hadir, Kabag Ops Polres Soppeng, Kasat Pol PP dan PMK, Juru Bicara Satgas Covid-19.

Hawaya IWO ๐Ÿ’™
© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved