Sulsel -->

Senin, 07 November 2022

Ini Yang Dilakukan Tim Kedaireka Unhas di Pinrang



Pinrang, Teropongsulawesi.com,-Tim Kedaireka Unhas Melakukan Kegiatan Transfer Of Technology (TOT) Produksi Benih Ikan Nila Monoseks dan Pembuatan Pakan Mandiri yang dilangsungkan di Polobete Fishfarm Kariango, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Minggu (6/11/2022).

Tim kedaireka unhas yang di ketuai Dr. Irmawati, S.Pi, M.Si (Dosen perikanan unhas) dan tergabung dengan anggota timnya Dr.Darmawan Setia Budi S.Pi, M.Si (Universitas Airlangga) Dr. Ir. Siti Halimah Larekeng S.P., M.P (Dosen Kehutanan Unhas), Dr. Ince Ayu Khairana Kadriah, S.Pi,M.Agr (Peneliti BRIN) Mohammad Faizal Ulkhaq, S.Pi,M.Si (Universitas Airlangga), Kamaruddin, S.Pi, M.Si (Peneliti BRIN), Dr. Siti Aslamyah, MP (Dosen Perikanan dan Kelautan Unhas) dan Iswanto, S.Hut., M.Si (Dosen Kehutanan Unhas) menggelar kegiatan transfer of technology (TOT) pada petani ikan nila khususnya di kelompok petani yang ada di Polobete Fishfarm Pinrang, yang juga turut berkerjasama dengan Universitas Airlangga dan tim peneliti BRIN
(Badan Riset dan Inovasi Nasional).


Kegiatan yang di lakukan tim kedaireka unhas ini, bertujuan untuk meningkatkan Pemahaman Mitra Terkhusunya Petani Ikan Nila di Polobete Pinrang Tentang Pembuatan Pakan Mandiri untuk meningkatkan Produktivitas dan daya saing Petani ikan nila.

Kegiatan ini di awali dengan sambutan oleh ketua tim kedaireka UNHAS lalu di lanjutkan dengan Pemberian Materi yang dibawakan oleh Dr.Darmawan Setia Budi dan Bapak Kamaruddin S.Pi, M.Si Selaku peneliti dari BRIN, yang kemudian di lanjutkan dengan praktek langsung pembuatan pakan mandiri ikan nila di polobete fishfarm kariango pinrang.

Kegiatan ini dihadiri oleh mitra, mahasiswa magang dan mahasiswa MBKM sebagai pihak yang diharapkan dapat mengembangkan dan melanjutkan teknologi yang telah disalurkan oleh narasumber terkait guna mewujudkan tujuan dari teknologi yang dipaparkan yaitu Meningkatkan Produktivitas dan daya saing Petani ikan nila.

(Red/**)

Minggu, 06 November 2022

Mari Nikmati Es TERU INDONESIA Dengan Harga Rp 6000 di Ammessangeng Depan Jalan Jambu Sengkang


Wajo, Teropongsulawesi.com,-- Lounching es teru. YOUR DRINK INDONESIA pada hari Rabu tanggal 2 November 2021 di  Ammessangeng Jalan  Wolter Monginsidi tepatnya di depan jalan Jambu menuju SMPN 6 Sengkang Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan itu Amar pemilik usaha keluarga saat di temui tanggal 6 November 2022 mengungkapkan bahwa" ini usaha keluarga kami dari keluarga TOPAN MASSE usaha untuk menciptakan lapangan kerja walau usaha kecil-kecilan saja.

Kami menawarkan dengan harga terjangkau mulai harga Rp 6.000,  Hot  Rp 7.000 dan dingin pakai toping yang merupakan special mencapai harga 8.000 dengan berbagai rasa cappucino, vanilla latte ,Oreo, vanilla original, avocado, durian , tiramisu, chocoroyal,choco caramel, Milo,orange,red Velvet,full cream,lemon tega, vanilla blue, taro, strawberry, Thai tea dan green tea menawarkan promo Minggu depan mulai tanggal 7 November sampai 15 November beli 3 macam rasa MENU teru gratis 1 vanilla blue.

HARGA TERJANGKAU NIKMAT DILIDAH

Ayoo merapat rasakan sensasi menu teru di kedai kami "Teru YOUR DRINK" Jalan Ammessangeng, Ungkap Amar mengakhiri bincang bincang saat awak media menikmati hangatnya cappucino dan sejuknya Vanilla Blue.

Published : H@way@

Kamis, 06 Oktober 2022

Buka Pelatihan P4S Wilayah READSI, Dedi Nursyamsi Sebut Tahun Depan P4S Jadi Sasaran Dana DAK Untuk Menu Pertanian Presisi dan Regeneratif


Gowa, Teropongsulawesi.com,- Di tengah sejumlah ancaman yang membayangi pertanian, peran P4S dinilai sangat penting, oleh sebab itu, Kementerian Pertanian menggenjot potensi P4S sebagai pembaharu pertanian di perdesaan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, P4S memiliki peran untuk mendukung pembangunan pertanian.

“Pembangunan pertanian yang kita lakukan, dimulai dari desa. Oleh karena itu, kita memaksimalkan peran P4S sebagai pembaharu perdesaan,” katanya.

Mentan pun berharap P4S bisa menghadirkan inovasi-inovasi yang dibutuhkan pertanian.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, saat membuka Pelatihan Manajemen Bagi Pengelola P4S Wilayah READSI, di Gowa, Kamis (6/10/2022)

“Tahun 2022 bisa dikatakan sebagai tahunnya P4S. Ada dua alasan untuk mendukung itu. Pertama, saat pelaksanaan Fornas pada pekan lalu yang sukses diselenggarakan di Bali telah menghasilkan Ketua dan Pengurus FK P4S Nasional yang baru setelah selama ini tertunda beberapa tahun,” tuturnya.

Kedua, lanjut Dedi, tahun depan sejumlah P4S akan menjadi sasaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk menu Pertanian Presisi dan Regeneratif.

Pria yang sering disapa Prof Dedi itu menambahkan bahwa, selain itu peran P4S menjadi sangat penting bila dikaitkan dengan 3 tantangan dan ancaman utama sektor pertanian saat ini, yaitu pasca pandemi Covid-19, perubahan iklim, dan tekanan geopolitik Rusia-Ukraina.

“Akibat dampak dari covid 19, perubahan iklim atau climate change serta perang Rusia dan Ukraina mengakibatkan menurunya produksi dan produktivitas pangan global secara signifikan.

"Sedangkan permintaan bahan pangan terus meningkat mengakibatnya harga komunitas pangan melejit”, ujarnya.

“Ketidakpastian ini perlu disikapi dengan upaya peningkatan produksi dan produktivitas pada subsektor budidaya dengan menerapkan konsep efisiensi dan konservasi lingkungan,” terangnya.

Menurutnya ada tiga jurus jitu mengatasinya. “Yang pertama Kendalikan inflasi terutama pada komoditas pertanian.

"Kendalikan produksi, olahan dan distribusinya.

"Yang kedua lakukan substitusi pangan impor ke pangan lokal mengingat harga pangan impor semakin tinggi. Dan yang ketiga Genjot ekspor”, tutur Dedi.

Ditambahkan Dedi melihat kondisi ini yang paling penting, bagaimana P4S menjadi garda terdepan mengatasi krisis pangan global.

"Tentunya ada amunisi yang perlu kalian pegang yaitu impelmantasikan smart farming dan manfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR)”, katanya.

Sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis, P4S diharapkan menjadi pembaharu perdesaan dalam upaya untuk meningkatkan ketersediaan pangan lokal melalui pemanfaatan teknologi smart farming dan penumbuhkembangan petani millenial.

“P4S harus menjadi pelopor dan agen. P4S menjadi andalan, harapan dan masa depan pembangunan pertanian kita.

"Untuk itu P4S juga diharapkan dapat berfungsi sebagai klinik agribisnis (KIA) bagi petani/pelaku usaha di sekitarnya dalam mendukung Program TANI AKUR yang memberikan referensi dan pendampingan dalam akses KUR,” katanya.

Kemudian menurutnya, kelembagaan P4S berfungsi untuk mempercepat penyebaran informasi teknologi di bidang pertanian.

“Oleh karena itu melalui pelatihan ini, saya berharap dapat dihasilkan pengelola P4S yang mampu mengelola P4S dengan baik, mampu merancang dan melaksanakan pelatihan dan permagangan, serta mampu membangun jejaring kemitraan dan negosiasi dengan semua stakeholder baik pemerintah maupun swasta,” ujar Prof Dedi.

Sementara Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangakaluku, Muhammad Sidiq menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengelola P4S dalam merancang, melaksanakan pelatihan permagangan, jejaring kemitraan dan negosiasi serta manajemen pengelolaan P4S.

“Pelatihan Manajemen bagi Pengelola P4S akan dilaksanakan secara offline selama 5 hari, yaitu 5 sampai 10 Oktober 2022, di Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku,” terangnya.

Target peserta pelatihan yaitu sejumlah 60 orang pengelola P4S di wilayah Program READSI dari 4 provinsi yaitu Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo yang akan difasilitasi oleh fasilitator pelatihan dari Praktisi/Akademisi dan Widyaiswara BBPP Batangkaluku.

(Red/**)

Sabtu, 24 September 2022

KPSK Gelar Pentas Seni dan Festival Budaya Asal Mula Benang Sutera Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.com,-Wakil Bupati Soppeng Ir H Lutfi Halide, MP menghadiri pembukaan festival Abbatireng’ na Wennang Sabbe yang dilangsungkan di Lapangan Gasis Kabupaten Soppeng, Jumat malam (23/9/2022).

Kegiatan yang digelar oleh Komunitas Pekerja Seni Kreatif (KPSK) Bumi Latemmamala Soppeng ini juga turut dihadiri Ketua DPRD kabupaten Soppeng Syaharuddin Adam, Para Anggota Forkopimda Kabupaten Soppeng, Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten soppeng, Andi Sumangerukka, Kepala dinas pariwisata, Kepemudaan dan olahraga kabupaten soppeng Andi Nurlina, kepala dinas perdagangan, perindustrian koperasi dan usaha kecil menengah kabupaten soppeng Andi Agus Salim dan para kepala sekolah/ guru serta para pelaku usaha UMKM Soppeng.


Ketua panitia pelaksana Abd. Rahman, S.Pd menjelaskan bahwa Latar belakang terbentuknya acara ini sebagai rasa keprihatinan kami terhadap produk sutera yang lebih di angkat dan terkenal di kabupaten tetangga sedangkan di wilayah atau asal muasal benang sutera itu terlupakan, jelasnya.

Dikatakannya, "Tujuan kegiatan ini yakni mengangkat sisi sutera dari sisi budaya agar tidak dapat di tiru dari pihak mana pun.

Sementara inti pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai wadah berkreasi bagi para pelaku seni yang ada di Kabupaten Soppeng, terang Rahman.

Dirinya menyebut bahwa, "Kegiatan ini diselenggarakan selama 2 hari yaitu hari ini 23/9 dan besok 24 September 2022, karena ada beberapa item kegiatan yang dilakukan yaitu pementasan sanggar seni yang ada di kabupaten soppeng dan ada beberapa undangan dari luar kabupaten soppeng, Katanya.

"Tak hanya itu, Pameran lokal produk sutera, permainan rakyat yang pesertanya adalah siswa siswi dari sekolah dasar, serta tarian massal yang di peragakan oleh siswa siswi tingkat SMP, kata Ketua Panitia.


Wakil Bupati Soppeng Ir. H. Lutfi Halide, MP dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara festival Abbatireng’na Wennang Sabbe mengatakan bahwa,"Festival Abbatirenna Wenna Sabbe (dalam Bahasa Indonesia, Asal Mula Benang Sutera) yang dilaksanakan oleh Komunitas Pekerja Seni Kreatif (KPSK) La Temmamala Kabupaten Soppeng ini adalah kreativitas yang luar biasa dalam bentuk pelestarian budaya sebagai penguatan karakter generasi muda, yang juga membawa nuansa hiburan masyarakat.

"Artinya kegiatan ini merupakan ‘ruang’ atau ‘panggung’ untuk menunjukkan upaya pelestarian budaya dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, di mana Soppeng pernah sangat tersohor karena merupakan kabupaten penghasil benang sutera di masa lalu, tutur Wabup yang akrab di sapa LHD ini.

Kata Wabup, "Atas nama Pemerintah Kabupaten Soppeng menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi atas bantuannya kepada KPSK La Temmamala melalui Program Fasilitasi Bidang Kebudayaan untuk menyelenggarakan festival ini.


"Kemudian atas nama Pemerintah Kabupaten Soppeng juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Komunitas Pekerja Seni Kreatif (KPSK) La Temmamala Kabupaten Soppeng bersama seluruh Panitia atas penyelenggaraan Festival ini.

Selain itu, "Kami juga mengajak seluruh pecinta seni budaya dan kelompok seni budaya yang turut ambil bagian pada festival ini untuk dapat mempersembahkan penampilan terbaik di hadapan masyarakat kita, pungkas Wabup Lutfi Halide.

(Red/Issan)

Kamis, 22 September 2022

Luar Biasa Antusiasme Masyarakat Kunjungi Bazar Pangan Murah DTPHPKP Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.com,-Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Soppeng bekerjasama dengan Bulog Kabupaten Soppeng melaksanakan Bazar Pangan Murah yang dilaksanakan di pelataran kantor Bupati Soppeng jalan Salotungo Kelurahan Lalabata Rilau Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng, Jumat (23/9/2022).

Pasar murah ini sebagai salah satu upaya memberikan ketersediaan dan akses pangan murah bagi masyarakat ditengah kenaikan berbagai harga pangan pokok sekaligus upaya dalam menekan laju inflasi, ujar Sekretaris Dinas TPHPKP Ariyadin Arif, SP, M.SI.

Menurutnya, Bazar pangan murah ini sebagai salah satu solusi cepat untuk mengatasi inflasi, jelas Sekdis Ariyadin.


Dalam kegiatan ini berbagai produk pangan pokok murah disediakan diantaranya beras, telur, gula, minyak goreng, daging ayam, bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe rawit, aneka sayuran lainnya, dan ikan segar serta produk-produk olahan hasil pertanian, ujarnya.

"Berbagai produk pangan segar maupun olahan yang dipasarkan disuplai dari Bulog Soppeng maupun Kelompok-kelompok tani produsen serta kelompok wanita tani maupun kelompok usaha pengolahan hasil pertanian yang ada di Kabupaten Soppeng.

Dari pantauan lapangan, masyarakat sangat antusias dengan kehadiran bazar pangan murah ini, hal tersebut terlihat dari antrian panjang masyarakat untuk membeli bahan pangan murah yang disediakan.

Wakil Bupati Soppeng Ir. H. Lutfi Halide, MP. hadir secara langsung ditengah-tengah masyarakat yang datang ke acara Bazar Pangan Murah tersebut.




Wakil Bupati Soppeng Ir H Lutfi Halide mengungkapkan bahwa, "Dengan adanya Bazar Pangan Murah ini sekaligus promosi pangan lokal di Kabupaten Soppeng, katanya.

Dengan adanya bazar pangan ini tentunya diharapkan dapat membantu masyarakat untuk memperoleh bahan pangan yang murah, sehat dan bermutu tinggi dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang bergizi, seimbang dan aman, tutur mantan Kadis Pertanian Sulsel ini.

Dikatakan pula bahwa, "Kegiatan ini diharapkan untuk terus menjadi agenda rutin yang dilaksanakan melalui Bidang Ketahanan Pangan Dinas TPHPKP Kabupaten Soppeng, pungkas Wakil Bupati Soppeng Ir Lutfi Halide MP.

(Red)

Puluhan Penyuluh Pertanian Ikuti Pelatihan Program READSI Terkait Teknis Multimedia dan Teknologi Informasi Dari Kementan


Makassar, Teropongsulawesi.com,-Dalam upaya meningkatkan Keterampilan Penyuluh Pertanian Pendamping Program READSI Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku melaksanakan Pelatihan Teknis Multimedia dan Teknologi Informasi Penyuluhan Pertanian Program Readsi

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, saat ini kita telah masuk di era teknologi digital, sehingga perlu beradaptasi dalam memanfaatkan peluang dan memenangkan kompetisi.

Para Penyuluh mengambil peran penting, khususnya dalam bidang pertanian melalui berbagai kegiatan yang produktif.

"Pertanian saat ini tidak sama lagi dengan pertanian sebelumnya.

"Kita masuk pertanian internet of things menggunakan artificial intelligence, satelit sudah main. Intinya pertanian itu keren," ujar Mentan Syahrul.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi yang menjelaskan jika hal terpenting yang harus dilakukan saat ini meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM pertanian.

"Mengapa penting? Karena SDM adalah faktor pengungkit utama dalam peningkatan produktivitas. Jika ingin produktivitas meningkat, berarti tingkatkan dahulu kualitas SDM-nya," tutur Dedi.

Dedi berharap penyuluh pertanian dapat sebagai inovator yang menyampaikan teknologi kepada petani dan dapat sebagai konsultan agribisnis.

Di samping itu, para penyuluh harus saling berinteraksi antar-kabupaten agar dapat meningkatkan ide-ide yang bermanfaat bagi petani.

Kegiatan pembukaan ini dilaksanakan di Hotel Grand Palace, Makassar.

Pelatihan Teknis Multimedia dan Teknologi Informasi Penyuluhan Pertanian Program Readsi diikuti peserta sebanyak 54 orang, yang terdiri dari masing-masing 18 orang penyuluh pertanian pendamping program READSI Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 21-27 september 2022.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Ir. Imran Jausi, M.Pd juga mengatakan, pada era digitalisasi seperti sekarang kompetensi para Penyuluh Pertanian harus ditingkatkan, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital.

“Penggunaan multimedia dalam proses penyuluhan ini sangat efektif.

"Penyuluh harus bisa apa saja karena yang dihadapi bukan petani model dulu namun petani muda milenial yang paham teknologi,” jelasnya.

Apalagi, lanjutnya, para penyuluh pertanian ini turun ke lapangan dan berhadapan langsung dengan para petani sebagai target ajar.

Sehingga, mereka harus dibekali dengan kemampuan dan kompetensi yang memadai sesuai kebutuhan para petani.

Sebagai penutup Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Imran Jausi menyampaikan menjadi kegiatan yang menarik untuk kedepannya, jadi pekerja kita ini pekerja yang menembus langit, membangun sebuah learning space.

Semoga pelatihan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan ketrampilan digital dalam mendukung Pertanian diIndonesia, pungkasnya.

(tim humas bbpp-bk/ILhm/AL)

Rabu, 21 September 2022

Dorong Minat Siswa di Sektor Pertanian, Sejumlah Generasi Millenial Belajar Kreatif dan Berpikir Tentang Lingkungan


Gowa, Teropongsulawesi.com,-Tahu pentingnya mengenalkan dunia pertanian sejak dini, UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar kembali mengunjungi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku.

Kunjungan kali ini mengajak sebanyak 160 siswa kelas VII E, A, H, dan J, Rabu 21/09/2022.

Perwakilan guru pembimbing dari UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar, Arnida mengatakan pengenalan edukasi pertanian memang harus diterapkan sejak dini pada anak-anak, sehingga memunculkan kecintaan terhadap lingkungan sekitar.

Mengingat mereka adalah tunas bangsa sebagai penerus pembangunan pertanian, menurut Arnida, perlu diarahkan pada sebuah mental yang mencintai lingkungannya.

Karena itu diperlukan prilaku positif dari bagaimana pola atau cara berfikir mereka sejak usia dini.

"Melalui tema Kolaborasi antar mapel tingkatkan kreativitas dan berfikir, bisa menjadikan bahan pembelajaran nyata bagi anak-anak untuk mencintai dan mengenal tanaman yang ada disekitarnya.

Selain itu anak-anak juga bisa menghargai proses bertani untuk mendapatkan makanan yang biasa dimakan sehari-hari,"ungkap Arnida

Sebagaimana Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) pernah mengatakan bahwa“Keahlian bertanam itu bisa menjadi sebuah aset di masa depan.

Untuk itu, program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) sangat penting dijadikan materi pembelajaran.”

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. Dedi Nursyamsi menjelaskan, “Seluruh kegiatan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan akan mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial, salah satunya mendukung Program Pertanian Masuk Sekolah.”

“Pertanian Masuk Sekolah sebagai upaya untuk mengenalkan pertanian kepada genarasi milenial Indonesia dan menarik minat mereka untuk terjun ke ke sektor pertanian,” ungkapnya.

Penting menjelaskan kepada generasi milenial bahwa sektor pertanian tidak lagi identik dengan kemiskinan dan kotor.

Bertani bisa menjadi profesi yang menguntungkan yang tentunya semua dengan kerja keras.


Berbagai sekolah dasar, menengah dan atas menerapkan materi pembelajaran dengan mengenalkan pertanian sedari dini.

Dalam kegiatan kunjungan ini, para siswa dibekali materi mengenai pertanian oleh Widyaiswara BBPP Batangkaluku, mereka di perkenalkan dan diberikan pemahaman langsung tentang tanaman yang mereka jumpai, yakni antaranya Tanaman Jagung, Semangka, Jambu Biji, Pisang, Durian, Terong, Buah Naga, Melon serta masih banyak lagi lainnya.

Semua materi tersebut disampaikan secara menarik dan interaktif, sehingga para siswa turut berperan aktif pada kegiatan ini.

Dalam sesi kuis, beberapa pertanyaan dilemparkan kepada para siswa.

Mereka dapat menjawab semua pertanyaan yang diberikan.

Resky Yulianti, Widyaiswara BBPP Batangkaluku mengatakan mengenal dunia pertanian memang sebaiknya dari usia dini.

Salah satunya mengajarkan anak-anak sekolah dasar cinta pertanian dalam bentuk kunjungan seperti ini.

"Melalui kunjungan seperti ini dapat mendorong minat siswa-siswi, khususnya generasi muda, terhadap dunia pertanian.

"Saat ini profesi petani modern merupakan pekerjaan yang menjanjikan dan dapat ditekuni secara profesional serta tidak lagi mengandalkan otot saja,"ungkapnya.

(tim humas bbpp-bk/ AL/Ilhm)

Rabu, 14 September 2022

Edukasi Anak Tentang Alam dan Lingkungan, Sejumlah Murid Belajar Pertanian di BBPP Batangkaluku



Gowa, Teropongsulawesi.com,-Puluhan murid Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Fikri Makassar melakukan kunjungan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Gowa. Rabu. 14/09.

Sebanyak 77 Murid-Murid kelas I dan III ini terlihat gembira berlari kesana kemari melihat tanaman yang berjejer di jalan masuk BBPP Batangkaluku seakan menyambut mereka.

Bermain sambil belajar mengenai tanaman menjadikan murid cepat mengerti jenis tanaman yang di jelaskan pendamping BBPP Batangkaluku.

Tema pembelajaran kali ini menyangkut pengenalan berbagai macam jenis sayuran seperti sayur Pakcoy sayuran Hijau yang Kaya Manfaat, memanen sawi, kacang panjang serta murid-murid juga menanam jagung secara langsung di lahan BBPP Batangkaluku.

Guru pendamping Sumarni mengatakan Kegiatan ini sudah direncanakan jauh sehari sebelumnya, namun bisa terlaksana sekarang, terangnya.

"Salah tujuan kegiatan ini adalah untuk memupuk sejak dini kecintaan terhadap pertanian, karena mengenalkan dan mengedukasi anak tentang alam juga penting, tandasnya.

“Selain itu kunjungan ini juga bertujuan agar murid-murid lebih mengenal alam lingkungan sekitar mereka.

"Khususnya, pertanian mengenalkan mereka sejak dini, karena masih banyak murid belum mengerti mengenai jenis tanaman sayur dan buah,” jelas Sumarni.

Dirinya berharap kedepannya agar murid-murid bisa mencintai dan melindungi tanaman, ungkapnya.


Sementara itu, Resky Yulianti Widyaiswara BBPP Batangkaluku mengatakan, " Pengenalan dan edukasi pertanian memang sebaiknya diterapkan sejak dini, sehingga memunculkan kecintaan anak - anak terhadap pertanian,mengingat mereka adalah generasi penerus pembangunan pertanian, tukasnya.

“Kegiatan menanam langsung seperti ini akan mengajarkan banyak hal serta membentuk karakter penting pada anak mulai dari kedisiplinan, kesabaran, hingga bagaimana kita harus kerja keras untuk menghasilkan sesuatu yang diharapkan” ungkap Rezky.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendorong materi pertanian ditanamkan sejak dini kepada masyarakat. Ia ingin materi pertanian masuk dalam pelajaran di sekolah.

Ia menilai memperkenalkan pertanian kepada siswa akan mendukung program ketahanan pangan pemerintah di masa depan.

"Pengetahuan tentang pertanian bisa menjadi skill bagi anak-anak, bukan hanya hidupnya tapi juga masa depannya," kata Syahrul.

Senada dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi menjelaskan, seluruh kegiatan pendidikan, pelatihan dan penyuluhan akan mendukung penumbuhan pertanian milenial, salah satunya pertanian masuk sekolah.

(tim humas bbpp-bk/AL-Ilhm)
© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved