Minggu, 26 Juli 2020

Tiga Warga Mario Desa BuluE Soppeng Meninggal Dunia di Danau Tempe Diduga Tak Bisa Berenang.

Tiga Warga Mario Desa BuluE Soppeng Meninggal Dunia di Danau Tempe Diduga Tak Bisa Berenang.



TEROPONGSULAWESI.COM, SOPPENG (SULSEL)-Kecelakaan perahu di Danau Tempe yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia,pada hari Minggu tanggal 26 Juli 2020 sekitar jam 11.00 wita di danau tempe tepatnya di Toddang Saloe Kel. Limpomajang Kab. Soppeng telah terjadi kecelakaan perahu tenggelam yang bermuatan 8 (delapan) orang penumpang dengan identitas sbb:
1. Hariyandi, umur 15 th, Pekerjaan pelajar, Alamat Lajarellah Kel. Limpomajang Kec. Marioriawa (Korban Selamat)
2. Burhanuddin , Umur 23 th, Pekerjaan pol. PP, alamat Panci Desa Bulue Kec. Marioriawa (Korban Selamat).
3. Ahmad firdiyan, umur 12 th, Pekerjaan pelajar sd, alamat Panci Desa Bulue Kec. Marioriawa (Korban Selamat).
4. Anca setiawan, Umur 12 th, Pekerjaan pelajar smp, alamat Panci Desa Bulue Kec. Marioriawa (Korban Selamat).
5. Jumadi, 20 th, nelayan, Toddang saloe. Operator perahu (Korban Selamat dan sementara dirawat di Puskesmas Batu batu)
6. Rahmat Hidayat, Umur 17 th, Pekerjaan pelajar sma, alamat Panci Desa Bulue Kec. Marioriawa (Korban Meninggal Dunia)
7. Andi Dede Hardiyanugrah, Umur 26 th, Pekerjaan belum kerja alamat Panci Desa Bulue Kec. Marioriawa (Korban Meninggal Dunia).
8. Muhammad Rizaldi, umur 23 tahun, Pekerjaan honorer guru, Panci Desa Bulue Kec. Marioriawa (Korban Meninggal Dunia).

Saksi yang ditemui Lel. Jufri, 47 tahun, Nelayan, Alamat Toddang Saloe Kel. Limpomajang Kec. Marioriawa Kab. Soppeng mengatakan pada hari Minggu tanggal 26 Juli 2020 sekitar jam 11.00 WITA telah terjadi kecelakaan perahu tenggelam yang bermuatan 8 (Delapan) orang dimana rombongan tersebut hendak pergi makan ikan dirumah terapung yang berada ditoddang saloe, namun dalam perjalanan perahu yang mereka tumpangi tenggelam akibat ombak yang tinggi menyebabkan 3 (Tiga) orang penumpangnya tenggelam dan baru ditemukan setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih dua jam setengah dalam keadaan meninggal dunia dan satu orang dirawat di Puskesmas Batu batu.


Burhan , salah satu orang tua korban yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN 200 BuluE mengatakan: Saya mengetahui kejadian saat ada telpon dari ANDI NILAWARNI, mama dari Andi Dede mengatakan Andi Dede tenggelam,langsung Pak Bur berpirasat Bahwa Nak Dede itu meninggal karena tidak tahu berenang.ungkap Burhan dengan mata berkaca kaca.
Saya betul betul merasa terpukul akan peristiwa ini,Muhammad Rizaldi salah satu operator sekolah yang begitu sabar dan tekun dalam melaksanakan tugas.Semua kita serahkan kepada Allah SWT semoga mereka semua termasuk Rahmat Hidayat dapat diterima disisi Allah SWT.Ungkap Burhan.

Tiga Korban meninggal dunia Andi Dede, Rahmat Hidayat,Muh Rizaldi


Andi Devi Hardiyanti mengatakan bahwa Andi Dede memanggil saya pulang dari Tator karena rindu akan nasi goreng buatanku.Inilah maknanya menyuruh saya pulang yang beberapa hari ini sering menelpon adekku lolleng panggilan kesayangannya Andi Dede buat adeknya dengan tangisan yang tak bisa di bendung.

Kapolsek Marioriawa Akp Syamsuddin, S.Hi, M.Si bersama anggota mendatangi Tkp termasuk Anggota identifikasi Sat Reskrim Polres Masyarakat sekitar danau dan warga Desa BuluE.

(Hawaya IWO)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved