Konawe Selatan -->

Senin, 14 September 2026

Warga Wawowonua Pertanyakan Aktivitas PT SKC: Sosialisasi Tak Pernah Digelar?


Konawe Selatan, Teropongsulawesi.com,— Keberadaan dan aktivitas PT Sentra Tama Karya Cemerlang (SKC) di wilayah lingkar tambang Desa Wawowonua, Kecamatan Palangga Selatan, Kabupaten Konawe Selatan, mulai dipertanyakan masyarakat setempat.

Pasalnya, warga mengaku belum pernah mendapatkan sosialisasi resmi dari perusahaan terkait aktivitas yang dilakukan di wilayah tersebut.

Anjar, salah seorang warga Desa Wawowonua, mengatakan masyarakat mulai mengetahui adanya aktivitas PT SKC sejak 23 Juli 2026. Namun, hingga Senin (14/9/2026), ia mengaku belum pernah melihat adanya sosialisasi perusahaan kepada masyarakat.

“Tidak pernah mengadakan sosialisasi di Balai Desa, apalagi di Desa Wawowonua,” kata Anjar.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan sejumlah pertanyaan di tengah masyarakat. Warga ingin mengetahui secara terbuka legalitas perusahaan, jenis dan tahapan kegiatan yang dilakukan, hingga potensi dampak terhadap lingkungan sekitar.

Bagi warga lingkar tambang, keterbukaan informasi dinilai penting. Masyarakat tidak ingin hanya menyaksikan aktivitas perusahaan berlangsung tanpa mengetahui secara jelas apa yang dikerjakan dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan mereka.

“Kami ingin tahu apa legalitasnya, apa kegiatannya, bagaimana dampaknya dan apa manfaatnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain persoalan transparansi, warga juga menaruh perhatian terhadap kemungkinan dampak lingkungan, terutama yang berkaitan dengan kondisi sumber air dan lingkungan sekitar wilayah aktivitas perusahaan.

Anjar mengatakan masyarakat pada prinsipnya tidak mempersoalkan kehadiran investasi. Namun, komunikasi dengan warga dinilai harus menjadi bagian penting sebelum aktivitas perusahaan berjalan lebih jauh.

Ia juga berharap keberadaan perusahaan nantinya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Wawowonua, bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga melalui penyerapan tenaga kerja lokal, program CSR, pemberdayaan masyarakat dan bentuk kontribusi lainnya.

“Harapan kami sebelum aktivitas perusahaan berjalan, sebaiknya PT SKC terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada kami, masyarakat Desa Wawowonua,” ujarnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, pihak PT SKC atau Sentra Tama Karya Cemerlang belum memberikan keterangan mengenai tudingan warga tersebut.

Penjelasan perusahaan diperlukan untuk menjawab pertanyaan masyarakat, termasuk mengenai legalitas dan bentuk kegiatan yang dilakukan, proses sosialisasi, aspek lingkungan, serta komitmen perusahaan terhadap masyarakat di wilayah lingkar tambang.

Keterangan dari pihak perusahaan juga penting agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

(Tim/Umar)

Sabtu, 12 September 2026

Bukan di Aula, IAI Rawa Aopa Gelar PBAK Mahasiswa Baru di Pasar Rakyat Potoro


Konawe Selatan, Teropongsulawesi.com, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memilih cara berbeda dalam menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2026. Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tidak digelar di dalam aula kampus, melainkan di tengah aktivitas masyarakat di Pasar Rakyat Potoro, Jumat (11/9/2026).

Ratusan mahasiswa baru mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang tidak sekadar sebagai pengenalan lingkungan kampus. Mereka diajak melihat langsung dinamika kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kegiatan tersebut dibuka Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dr. Basrin Melamba, M.A. Hadir pula Ketua Yayasan Al Asri, Marda, SKM., M.Si., Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., jajaran wakil rektor, dekan, serta ketua program studi.

Basrin mengatakan, pilihan pasar rakyat sebagai lokasi PBAK memiliki pesan penting. Mahasiswa sejak awal didorong untuk tidak berjarak dengan persoalan masyarakat.

“Mahasiswa tidak boleh terasing dari denyut nadi masyarakatnya. Pasar adalah laboratorium sosial dan ekonomi yang paling autentik untuk belajar memahami kehidupan nyata,” kata Basrin.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus membangun kemampuan mahasiswa dalam membaca perubahan dan menemukan peluang.

Karena itu, mahasiswa baru diarahkan mengamati aktivitas perdagangan, pola interaksi pedagang dan pembeli, perputaran ekonomi hingga persoalan yang dihadapi pelaku usaha kecil.

Mereka juga berkesempatan berdialog langsung dengan pedagang mengenai sejumlah persoalan, seperti perubahan harga komoditas, permodalan dan pemasaran produk.

Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, mengatakan mahasiswa perlu memiliki cara pandang yang lebih luas terhadap potensi daerah.

“Konawe Selatan memiliki potensi sumber daya yang sangat besar. Sejak hari pertama di kampus ini, mahasiswa harus mulai berpikir kreatif untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dari lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Asri, Marda, menilai konsep PBAK tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa baru. Menurutnya, pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas.

Dalam kegiatan itu, para dekan dan ketua program studi juga mengarahkan mahasiswa menghubungkan fenomena yang ditemukan di pasar dengan bidang keilmuan masing-masing.

Selain observasi lapangan, peserta mendapatkan materi mengenai tata kelola akademik, pengenalan fakultas dan program studi, etika kemahasiswaan, wawasan kebangsaan serta moderasi beragama.

PBAK IAI Rawa Aopa berlangsung hingga Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus membangun karakter mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik sekaligus kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

Dengan konsep tersebut, mahasiswa baru IAI Rawa Aopa memulai perjalanan akademiknya bukan hanya dengan mengenal kampus, tetapi juga dengan melihat langsung realitas kehidupan masyarakat di sekitarnya.

(Red)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved