Bukan di Aula, IAI Rawa Aopa Gelar PBAK Mahasiswa Baru di Pasar Rakyat Potoro - TEROPONG SULAWESI -->

Sabtu, 12 September 2026

Bukan di Aula, IAI Rawa Aopa Gelar PBAK Mahasiswa Baru di Pasar Rakyat Potoro

Bukan di Aula, IAI Rawa Aopa Gelar PBAK Mahasiswa Baru di Pasar Rakyat Potoro


Konawe Selatan, Teropongsulawesi.com, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memilih cara berbeda dalam menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2026. Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tidak digelar di dalam aula kampus, melainkan di tengah aktivitas masyarakat di Pasar Rakyat Potoro, Jumat (11/9/2026).

Ratusan mahasiswa baru mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang tidak sekadar sebagai pengenalan lingkungan kampus. Mereka diajak melihat langsung dinamika kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kegiatan tersebut dibuka Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dr. Basrin Melamba, M.A. Hadir pula Ketua Yayasan Al Asri, Marda, SKM., M.Si., Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., jajaran wakil rektor, dekan, serta ketua program studi.

Basrin mengatakan, pilihan pasar rakyat sebagai lokasi PBAK memiliki pesan penting. Mahasiswa sejak awal didorong untuk tidak berjarak dengan persoalan masyarakat.

“Mahasiswa tidak boleh terasing dari denyut nadi masyarakatnya. Pasar adalah laboratorium sosial dan ekonomi yang paling autentik untuk belajar memahami kehidupan nyata,” kata Basrin.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus membangun kemampuan mahasiswa dalam membaca perubahan dan menemukan peluang.

Karena itu, mahasiswa baru diarahkan mengamati aktivitas perdagangan, pola interaksi pedagang dan pembeli, perputaran ekonomi hingga persoalan yang dihadapi pelaku usaha kecil.

Mereka juga berkesempatan berdialog langsung dengan pedagang mengenai sejumlah persoalan, seperti perubahan harga komoditas, permodalan dan pemasaran produk.

Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, mengatakan mahasiswa perlu memiliki cara pandang yang lebih luas terhadap potensi daerah.

“Konawe Selatan memiliki potensi sumber daya yang sangat besar. Sejak hari pertama di kampus ini, mahasiswa harus mulai berpikir kreatif untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dari lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Asri, Marda, menilai konsep PBAK tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa baru. Menurutnya, pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas.

Dalam kegiatan itu, para dekan dan ketua program studi juga mengarahkan mahasiswa menghubungkan fenomena yang ditemukan di pasar dengan bidang keilmuan masing-masing.

Selain observasi lapangan, peserta mendapatkan materi mengenai tata kelola akademik, pengenalan fakultas dan program studi, etika kemahasiswaan, wawasan kebangsaan serta moderasi beragama.

PBAK IAI Rawa Aopa berlangsung hingga Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus membangun karakter mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik sekaligus kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

Dengan konsep tersebut, mahasiswa baru IAI Rawa Aopa memulai perjalanan akademiknya bukan hanya dengan mengenal kampus, tetapi juga dengan melihat langsung realitas kehidupan masyarakat di sekitarnya.

(Red)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved