Polri -->

Sabtu, 29 Agustus 2026

Bukan Sekadar Pendamping, Kapolres Toraja Utara Soroti Peran Penting Bhayangkari


Toraja Utara, Teropongsulawesi.com, Peran Bhayangkari dalam mendukung tugas anggota Polri mendapat perhatian khusus dari Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat, S.H., S.IK., M.IK.

Hal itu disampaikan saat Kapolres Toraja Utara memimpin Tatap Muka Pembina dan Ketua Bhayangkari Cabang Toraja Utara yang dirangkaikan dengan Pertemuan Rutin Bhayangkari di Aula Mapolres Toraja Utara, Sabtu (29/8/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Toraja Utara Ny. Rina Yoseph Sudrajat, Wakil Ketua Bhayangkari Ny. Alfrida Marthen, serta jajaran pengurus dan anggota Bhayangkari.

Di hadapan para anggota Bhayangkari, AKBP Yoseph menegaskan bahwa keberhasilan anggota Polri dalam menjalankan tugas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan di lapangan, tetapi juga ditopang kondisi keluarga yang harmonis.

Menurutnya, dukungan istri menjadi salah satu kekuatan penting bagi personel yang setiap hari menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas kepolisian.

“Kesetiaan dan pengertian dari istri adalah energi utama pendukung suami dalam melaksanakan tugas-tugas Kepolisian yang sering kali penuh tantangan,” kata AKBP Yoseph.

Ia juga mengapresiasi dedikasi para Bhayangkari yang selama ini setia mendampingi suami sekaligus menjadi bagian dari keluarga besar Polri.

Kapolres mengingatkan bahwa komunikasi dan sikap saling memahami antara suami dan istri harus terus dibangun. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga ketahanan keluarga sekaligus mendukung integritas personel dalam menjalankan amanah sebagai anggota Polri.

Buka Ruang Dialog

Tak hanya memberikan arahan, Kapolres Toraja Utara juga membuka ruang dialog bagi para anggota Bhayangkari.

Berbagai persoalan dan dinamika kehidupan keluarga personel Polri dibahas secara terbuka. Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi Bhayangkari untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus mendapatkan masukan langsung dari Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Toraja Utara.

Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat komunikasi internal Bhayangkari, tetapi juga semakin mempererat hubungan antara personel Polri dengan keluarga masing-masing.

Bagi Polres Toraja Utara, dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun personel yang mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

(Humas Polres Toraja Utara Polda Sulsel)

Polisi Rapatkan Barisan, Kebakaran Gunung Sewo 18 Hektare Kini Diselidiki


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Polisi merapatkan barisan menyikapi kebakaran yang melanda kawasan hutan lindung Gunung Sewo, Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Tak hanya memastikan api terkendali, kepolisian kini fokus mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan areal sekitar 18 hektare.

Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Polres Soppeng turun langsung ke lokasi, Sabtu (29/8/2026), untuk mengecek kondisi kawasan sekaligus melakukan langkah awal penyelidikan.

Sebelum bergerak ke lokasi, tim terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Soppeng, Sharani, S.IP. Koordinasi dilakukan untuk menyatukan langkah penanganan dan memastikan perkembangan situasi terkini.

Peninjauan dipimpin Kabag Ops Polres Soppeng Kompol Rahman, S.Pd., didampingi Kasat Intelkam AKP Ahmad, Kapolsek Lalabata AKP Aseb Sibli, Kasat Reskrim IPTU Firman, S.H., M.H., personel Satgas Karhutla serta Tim Pengendalian Kebakaran Hutan UPTD KPH Walanae.

Dari hasil pengecekan, kebakaran terjadi sejak Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Lokasi berada di kawasan hutan lindung pada titik koordinat S 04°21′25,2″ dan E 119°51′41,9″, dengan luas areal terdampak diperkirakan mencapai 18 hektare.

Polisi memberi perhatian khusus lantaran titik kebakaran hanya berjarak sekitar 200 meter dari lahan atau kebun masyarakat.

Kondisi tersebut membuat pengawasan diperketat untuk mencegah munculnya kembali titik api sekaligus mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke lahan warga.

Asal Api Mulai Ditelusuri

Di balik upaya pengamanan kawasan, Sat Reskrim Polres Soppeng mulai mengumpulkan informasi untuk mengungkap bagaimana kebakaran tersebut bermula.

Sejumlah warga yang mengetahui kejadian dimintai keterangan. Salah satunya Ketua RT Lingkungan Bila, Kelurahan Bila, Warda, yang memiliki lahan berdekatan dengan lokasi kebakaran.

Petugas juga melakukan identifikasi di sekitar lokasi guna mencari petunjuk mengenai titik awal api, arah penyebaran kebakaran hingga aktivitas yang berlangsung sebelum api muncul.

Namun, hingga saat ini polisi belum menyimpulkan penyebab kebakaran. Penyelidikan masih berjalan untuk memastikan apakah kebakaran terjadi akibat faktor alam maupun adanya aktivitas manusia.

Kapolres: Penanganan Tak Berhenti pada Pemadaman

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan penanganan Karhutla harus dilakukan secara menyeluruh. Pemadaman dan pencegahan dinilai penting, namun penyebab kebakaran juga harus diungkap berdasarkan fakta.

“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat menjadi sumber api, khususnya pembakaran hutan maupun lahan. Pencegahan jauh lebih penting, karena satu sumber api yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak yang luas,” tegas Kapolres.

Ia menambahkan, sinergitas antara kepolisian, BPBD, KPH Walanae, pemerintah setempat dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

Polres Soppeng memastikan pemantauan kawasan terus dilakukan. Selain mengantisipasi bara atau titik api baru, langkah tersebut sekaligus untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan maupun lahan masyarakat.

Api boleh dipadamkan, tetapi penyebabnya belum selesai. Polisi kini merapatkan barisan untuk mengungkap dari mana api Gunung Sewo bermula.

(Taggi)

Maulid di Masjid Agung Darussalam, Wakapolres Soppeng Bawa Pesan Kebersamaan dan Kamtibmas


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Jajaran Polres Soppeng menunjukkan komitmennya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kehadiran dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Darussalam Watansoppeng, Sabtu (29/8/2026).

Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, S.Sos., hadir mewakili Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. Kehadirannya didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Soppeng.

Peringatan Maulid ini digelar melalui kerja sama Pengurus dan Majelis Ta’lim Masjid Agung Darussalam Watansoppeng, Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng dan Baznas Kabupaten Soppeng. Jamaah dan masyarakat tampak mengikuti kegiatan dalam suasana khidmat.

Bagi jajaran kepolisian, kehadiran dalam kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Maulid Nabi menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW juga menjadi nilai penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, mulai dari sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama hingga menjaga persatuan dan kebersamaan.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menilai hubungan yang dekat antara Polri dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Menurutnya, menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif tidak cukup hanya mengandalkan tindakan kepolisian. Dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan.

Karena itu, komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat terus diperkuat.

“Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab Polri. Dengan komunikasi dan kebersamaan yang terjalin baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat dicegah dan diselesaikan bersama,” pesan Kapolres.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Darussalam Watansoppeng berlangsung aman, tertib dan lancar hingga kegiatan berakhir.

Kehadiran jajaran Polres Soppeng di tengah masyarakat diharapkan menjadi bagian dari penguatan sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta menciptakan suasana kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Soppeng.

(Taggi)

Jumat, 28 Agustus 2026

Maulid di Pattojo Jadi Momentum, Kapolsek Liliriaja Ingatkan Warga Soal Bahaya Kebakaran


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 Masehi di Masjid Raudhatul Muttaqin Dabbare, Desa Pattojo, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Jumat (28/8/2026), tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi warga.

Kapolsek Liliriaja AKP Mahmuddin, A.Md., S.Sos., memanfaatkan momentum tersebut untuk mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di tengah musim kemarau.

Mahmuddin secara khusus meminta warga tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kondisi lingkungan yang kering membuat api lebih mudah menjalar dan berpotensi menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan.

Pesan itu disampaikan Mahmuddin setelah mengikuti rangkaian Maulid Nabi yang mengusung tema “Rajut Silaturahmi, Tebar Kepedulian, Tingkatkan Kebersamaan.”

Ia juga memperkenalkan diri sebagai pejabat baru yang memimpin Polsek Liliriaja. Sebelumnya, Mahmuddin pernah menjabat sebagai Kapolsek Lalabata dan Kasat Intelkam Polres Soppeng.

Dalam penyampaiannya, Mahmuddin menegaskan bahwa pencegahan kebakaran bukan semata-mata tugas aparat. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk memastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api.

Selain larangan membakar lahan, warga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di lokasi yang terdapat rumput kering, semak maupun material yang mudah terbakar.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar,” menjadi salah satu penekanan Kapolsek Liliriaja kepada masyarakat.

Mahmuddin juga meminta warga tidak menunggu api membesar untuk bertindak. Jika menemukan adanya titik api atau kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada aparat maupun pihak berwenang agar dapat ditangani secepat mungkin.

Menurutnya, laporan yang cepat dapat menjadi langkah awal untuk mencegah api meluas dan mengurangi risiko kerugian yang lebih besar.

Peringatan tersebut dinilai penting mengingat sejumlah wilayah di Soppeng dalam beberapa waktu terakhir menghadapi ancaman kebakaran lahan akibat kondisi cuaca yang kering.

Sementara itu, hikmah Maulid disampaikan Al Ustadz Sudarmin Pattola Palallo, S.Pd.I. Kegiatan tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim dan jamaah Masjid Raudhatul Muttaqin Dabbare.

Turut hadir Camat Liliriaja Andi Lukman Saransi, S.Sos., MM., Danramil 1423-04/Liliriaja, Kepala KUA Kecamatan Liliriaja Ahlidin, S.Ag., M.A., Kepala Desa Pattojo, Ketua BPD Desa Pattojo bersama anggota, Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, majelis taklim se-Desa Pattojo serta jamaah Masjid Raudhatul Muttaqin Dabbare.

(Taggi)

Kamis, 06 Agustus 2026

DPD PJI Sulsel Soroti Dugaan Larangan Peliputan oleh Oknum Polisi, Minta Kapolrestabes Makassar Lakukan


Makassar, Teropongsulawesi.com, Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Jurnalis Indonesia (DPD PJI) Sulawesi Selatan menyoroti dugaan tindakan yang dinilai tidak profesional oleh seorang oknum anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar terhadap seorang jurnalis saat menjalankan tugas peliputan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (6/8/2026) di Jalan Urip Sumoharjo, Lorong 77, Kecamatan Makassar, tepatnya di samping Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar. Saat itu, Tim Khusus (Timsus III) Satres Narkoba Polrestabes Makassar tengah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.

Di lokasi kejadian, jurnalis Gemanews.id yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Polo, mengaku dilarang mengambil gambar oleh salah seorang anggota kepolisian yang berada di lokasi.

Selain larangan tersebut, Akbar juga menilai oknum anggota polisi itu menunjukkan sikap yang terkesan arogan dengan menunjuk ke arahnya ketika proses peliputan sedang berlangsung.

Menanggapi insiden tersebut, Humas DPD PJI Sulawesi Selatan, Dzoel SB, meminta Kapolrestabes Makassar beserta Kasat Narkoba Polrestabes Makassar untuk segera melakukan evaluasi terhadap anggotanya. Menurutnya, apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap kode etik maupun prosedur pelaksanaan tugas, maka tindakan tegas perlu diberikan.

"Kami meminta Kapolrestabes Makassar dan Kasat Narkoba melakukan evaluasi serta memberikan sanksi apabila terbukti terjadi pelanggaran etik. Anggota Polri perlu terus dibina agar memahami etika dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, termasuk menghormati tugas jurnalistik yang dilindungi undang-undang," ujar Dzoel SB.

Ia menegaskan bahwa kemerdekaan pers merupakan bagian dari prinsip negara hukum yang telah dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal 4 ayat (1) menyebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Sementara Pasal 18 ayat (1) mengatur adanya sanksi pidana bagi setiap orang yang secara melawan hukum menghambat atau menghalangi pelaksanaan kemerdekaan pers sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3).

"Jangan karena merasa sebagai anggota kepolisian kemudian bersikap arogan terhadap jurnalis, apalagi yang bersangkutan sedang menjalankan tugas peliputan untuk kepentingan publik. Sinergi antara Polri dan insan pers harus dibangun atas dasar saling menghormati tugas dan fungsi masing-masing," tegasnya.

DPD PJI Sulawesi Selatan berharap pimpinan Polrestabes Makassar memberikan perhatian serius terhadap dugaan insiden tersebut agar tidak mencederai hubungan kemitraan antara Polri dan insan pers yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polrestabes Makassar maupun Satres Narkoba Polrestabes Makassar terkait dugaan insiden tersebut.

Redaksi menegaskan bahwa informasi dalam berita ini bersumber dari keterangan DPD PJI Sulawesi Selatan. Demi memenuhi prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan, redaksi membuka ruang hak jawab serta klarifikasi dari pihak Polrestabes Makassar maupun Satres Narkoba Polrestabes Makassar apabila ingin memberikan tanggapan atau penjelasan resmi.(**)

Kapolres Baru Temui Bupati Soppeng, Perkuat Sinergi Kawal Pembangunan dan Stabilitas Daerah


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Langkah awal membangun sinergi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus dilakukan Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. Setelah bersilaturahmi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng, kini Kapolres baru tersebut menemui Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng di Rumah Jabatan Bupati, Kamis (6/8/2026).

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momen tersebut dimanfaatkan kedua pimpinan untuk memperkuat koordinasi serta membangun komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mengawal jalannya program pembangunan di Kabupaten Soppeng.

Bupati Suwardi Haseng menegaskan, hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dan kepolisian merupakan modal penting dalam menciptakan daerah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat maupun investasi.

"Sinergi yang baik tentu akan mendukung kelancaran program-program pembangunan di daerah. Di sisi lain, koordinasi yang kuat juga penting untuk menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Soppeng agar tetap aman dan kondusif," ujar Suwardi Haseng.

Sementara itu, AKBP Hari Budiyanto menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Soppeng dan seluruh unsur Forkopimda. Menurutnya, kolaborasi yang solid menjadi fondasi penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas daerah.

Silaturahmi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa hubungan antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Polres Soppeng akan terus diperkuat. Dengan komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang berkesinambungan, kedua institusi diharapkan mampu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor.

Kunjungan diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol komitmen mempererat kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Polres Soppeng demi mewujudkan Kabupaten Soppeng yang aman, maju, dan sejahtera.

(Silviana) 

Kamis, 23 Juli 2026

Heboh Dugaan Oknum Polisi di Gowa, Kasat Resnarkoba Buka Suara: Jika Terbukti, Sanksi Tegas Menanti


Gowa, Teropongsulawesi.com, Sorotan publik terhadap dugaan tindakan yang melibatkan oknum anggota Satresnarkoba Polresta Gowa mendapat respons langsung dari Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polresta Gowa, Kompol Ismail, S.H., M.M. Ia memastikan institusinya tidak akan menutup mata terhadap setiap laporan masyarakat yang masuk.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya selebaran aksi Front Aktivis Kerakyatan (FAKTA) Sulawesi Selatan yang mendesak Sipropam dan Siwas Polresta Gowa mengusut dugaan tindakan kekerasan yang diduga dilakukan dua oknum anggota Satresnarkoba terhadap seorang warga sipil.

Kompol Ismail menegaskan, seluruh laporan akan diproses sesuai mekanisme yang berlaku di lingkungan Polri. Menurutnya, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran, anggota yang bersangkutan akan dikenai sanksi sesuai aturan.

"Kami akan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait insiden tersebut. Apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh anggota, tentu akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku," tegas Kompol Ismail. Kamis (23/7/2026). 

Ia juga meluruskan anggapan bahwa perdamaian antara pihak-pihak yang berselisih dapat menghentikan proses pemeriksaan internal. Menurutnya, penyelesaian secara kekeluargaan tidak menghapus kewajiban institusi Polri untuk menegakkan disiplin dan kode etik terhadap anggotanya apabila terbukti melakukan pelanggaran.

"Penegakan disiplin merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga profesionalisme dan akuntabilitas. Karena itu, proses internal tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

Kompol Ismail memastikan setiap informasi dan pengaduan masyarakat akan diperiksa secara objektif berdasarkan fakta dan alat bukti. Ia menegaskan tidak ada toleransi terhadap anggota yang terbukti melanggar ketentuan maupun kode etik profesi Polri.

Di sisi lain, ia mengajak masyarakat untuk memberikan ruang kepada penyidik dan fungsi pengawasan internal agar proses klarifikasi dapat berjalan secara menyeluruh sehingga hasilnya benar-benar didasarkan pada fakta hukum.

Sebelumnya, FAKTA Sulawesi Selatan dalam selebaran aksinya meminta Sipropam dan Siwas Polresta Gowa mengusut tuntas dugaan tindakan kekerasan tersebut. Organisasi itu juga mendesak dilakukan evaluasi terhadap pimpinan Satresnarkoba apabila ditemukan adanya kelalaian dalam pengawasan personel.

Kompol Ismail menegaskan komitmennya untuk menjaga kepercayaan masyarakat dengan memastikan setiap laporan diproses secara profesional, transparan, dan akuntabel tanpa pandang bulu.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang berkaitan dengan pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(Red)

Rabu, 01 Juli 2026

Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Bupati dan Wabup Soppeng Tegaskan Dukungan untuk Polri


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., bersama Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng untuk terus mendukung dan memperkuat sinergi dengan Polri. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran keduanya dalam Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang diselenggarakan Polres Soppeng di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng, Rabu (1/7/2026).

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati menjadi simbol eratnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai fondasi penting bagi kelancaran pembangunan, pelayanan publik, serta aktivitas masyarakat di Kabupaten Soppeng.

Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 merupakan puncak rangkaian peringatan yang sebelumnya diawali dengan upacara dan parade di Lapangan Kantor Bupati Soppeng. Kegiatan tersebut diikuti jajaran Polres Soppeng, Pemerintah Kabupaten Soppeng, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Acara berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dengan dihadiri Ketua DPRD Soppeng, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, purnawirawan Polri, Bhayangkari Cabang Soppeng, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Praditya, S.I.K., M.I.K., mengajak seluruh personel Polri menjadikan Hari Bhayangkara ke-80 sebagai momentum untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengatakan, situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Soppeng merupakan hasil sinergi antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Soppeng, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat.

"Keamanan yang kita rasakan hari ini bukanlah hasil kerja satu institusi semata, melainkan buah dari sinergi dan kolaborasi semua pihak yang terus terjalin dengan baik," ujar Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, dan masyarakat atas dukungan yang terus diberikan kepada Polri. Menurutnya, Polres Soppeng akan terus mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan humanis dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat sesuai semangat Polri Presisi.

Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Pemerintah Kabupaten Soppeng kembali menegaskan dukungannya terhadap berbagai upaya Polri dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Sinergi yang terus terjalin diharapkan mampu menciptakan kondisi yang aman, damai, dan kondusif sehingga pembangunan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan syukuran dan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban sebagai wujud kebersamaan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat.

(Silviana)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved