Makassar, Teropongsulawesi.com, Organisasi Makassar Tidak Kendor (MATADOR) menegaskan kesiapannya untuk mendukung dan menjalankan program Kapolda Sulawesi Selatan sebagai langkah nyata dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya dalam mencegah kriminalitas jalanan, aksi geng motor, serta perang kelompok di Kota Makassar.
Komitmen tersebut disampaikan Karaeng Emba menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, pemuda, mahasiswa, dan pelajar menjadikan momentum tersebut sebagai penguat persatuan sekaligus ruang evaluasi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai.
Karaeng Emba menyoroti persoalan kriminalitas jalanan dan perang kelompok yang dinilai masih menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa maupun mengganggu aktivitas warga.
“MATADOR siap mendukung dan mengawal program Bapak Kapolda Sulawesi Selatan. Kami juga siap membantu menyosialisasikan nilai-nilai EWAKO, yakni Empati, Waspada, Adil, dan Kolaborasi, agar dapat dipahami dan diterapkan bersama di tengah masyarakat,” tegas Karaeng Emba. Sabtu (24/10/2026).
Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, MATADOR berkomitmen mengambil bagian melalui pendekatan persuasif, penguatan komunikasi, serta kolaborasi dengan pihak terkait.
Karaeng Emba mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolda Sulsel dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel beberapa hari lalu, dalam momentum upaya perdamaian kelompok yang bertikai, yakni Jorjoran dan Lonner (Ablam), di Polda Sulsel.
Koordinasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dalam mencegah konflik sosial dan menekan potensi terjadinya tindak kriminalitas.
Ke depan, MATADOR berencana menyusun agenda kolaborasi bersama pihak terkait untuk mendorong program pencegahan yang menyasar potensi konflik sejak dini, termasuk membangun kesadaran generasi muda agar tidak terlibat dalam aksi kekerasan.
“Kami ingin ada langkah nyata dan berkelanjutan. Jangan menunggu sampai terjadi korban baru semua pihak bergerak. Pencegahan harus dimulai dari sekarang dengan membangun komunikasi, kepedulian, dan kesadaran bersama,” ujarnya.
Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, Karaeng Emba mengajak seluruh pemuda Sulawesi Selatan untuk mengesampingkan ego kelompok dan mengutamakan persaudaraan.
Ia menegaskan, perbedaan latar belakang maupun kelompok tidak seharusnya menjadi alasan untuk bermusuhan. Sebaliknya, generasi muda harus menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan keamanan dan menjaga nama baik daerah.
“Sebagai putra daerah Sulawesi Selatan, kita punya tanggung jawab bersama menjaga kampung halaman. Mari tinggalkan ego, hentikan permusuhan, dan bangun solidaritas demi Makassar yang lebih aman dan damai,” tutupnya.
MATADOR berharap sinergi dengan kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dapat semakin diperkuat sehingga semangat EWAKO benar-benar tercermin melalui tindakan nyata, terutama dalam membangun budaya damai, mencegah kriminalitas, dan menjaga persatuan di Sulawesi Selatan.
(Red)










FOLLOW THE TEROPONG SULAWESI AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow TEROPONG SULAWESI on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram