Polri -->

Kamis, 30 April 2026

Polres Soppeng Gelar Apel Pimpinan, Tegaskan Kesiapsiagaan Pengamanan May Day 2026


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2026, jajaran Polres Soppeng menggelar apel pimpinan di Lapangan Apel Mako Polres Soppeng pada Jumat pagi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis kepolisian dalam memastikan kesiapan personel menghadapi dinamika peringatan May Day, yang di sejumlah daerah kerap diwarnai dengan berbagai aktivitas masyarakat.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., yang dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam mengantisipasi potensi kerawanan, khususnya terkait aksi unjuk rasa yang lazim terjadi pada momentum Hari Buruh.

Dalam penyampaiannya, Kapolres mengungkapkan bahwa peringatan May Day di berbagai kota besar saat ini tidak hanya diwarnai dengan aksi demonstrasi.

Seiring perkembangan zaman, berbagai elemen buruh mulai mengemas peringatan tersebut melalui kegiatan yang lebih positif dan konstruktif, seperti May Day Fiesta, aksi sosial, hingga pembagian bantuan sembako kepada masyarakat.

Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan strategi efektif dalam menyalurkan aspirasi tanpa memicu konflik, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia pun berharap pola-pola kegiatan positif tersebut dapat menjadi inspirasi dalam menciptakan suasana yang kondusif di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Soppeng.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa dalam pelaksanaan pengamanan, seluruh personel diharapkan mampu mengedepankan sikap profesional, humanis, dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Pendekatan persuasif, kata dia, menjadi kunci utama dalam menjaga situasi tetap terkendali serta menghindari potensi eskalasi di lapangan.

“Pengawalan harus dilakukan secara humanis, dengan komunikasi yang baik dan menghindari tindakan yang dapat memperkeruh situasi,” tegasnya di hadapan peserta apel.

Selain itu, Kapolres juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran, khususnya Satuan Intelkam Polres Soppeng, yang dinilai telah menjalankan fungsi deteksi dini dengan optimal.

Upaya tersebut dinilai sangat penting dalam memetakan potensi kerawanan sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan lebih awal.

Ia menilai, keberhasilan menjaga situasi keamanan tidak terlepas dari sinergi yang kuat antar satuan serta kesigapan personel dalam merespons setiap perkembangan situasi di wilayah hukum Polres Soppeng.

Menutup arahannya, Kapolres mengajak seluruh personel untuk terus memperkuat soliditas dan sinergitas, serta senantiasa memanjatkan doa agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Soppeng tetap aman, damai, dan kondusif selama momentum peringatan Hari Buruh berlangsung.

Dengan kesiapan yang matang dan pendekatan yang humanis, Polres Soppeng optimistis peringatan May Day 2026 di wilayahnya dapat berjalan dengan aman serta memberikan rasa nyaman bagi seluruh masyarakat.

(Silviana)

Minggu, 26 April 2026

Kapolsek Donri-Donri Iptu Amat Yani Pimpin Upacara, Ingatkan Bahaya Perilaku Negatif



Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam rangka menanamkan nilai kedisiplinan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sejak dini, Kapolsek Donri-Donri IPTU Amat Yani, S.IP bertindak sebagai pembina upacara pada kegiatan upacara bendera rutin di SMPN 1 Donri-Donri, Dusun Amessangeng, Desa Pising, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Senin (27/04/2026) pukul 07.00 WITA.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh Kepala Sekolah, para guru, tenaga pendidik, serta seluruh siswa-siswi SMPN 1 Donri-Donri.

Dalam pelaksanaan upacara, Kapolsek Donri-Donri turut didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Pising Bripka Muh. Qadri yang juga berperan aktif dalam mendukung pembinaan kepada para pelajar.

Dalam amanatnya, IPTU Amat Yani menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah sebagai pondasi utama terciptanya proses belajar mengajar yang aman, nyaman, dan kondusif.

Ia mengajak para siswa untuk menanamkan disiplin sejak dini, menghormati guru, serta mematuhi tata tertib sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang berkualitas.

Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan para pelajar untuk menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan, seperti perundungan (bullying), tawuran pelajar, penyalahgunaan media sosial, hingga pergaulan bebas.

Menurutnya, lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan positif bagi siswa untuk mengembangkan potensi serta meraih cita-cita.

“Adik-adik adalah generasi penerus bangsa. Kalian harus disiplin dalam belajar, menjaga sikap, serta menjauhi pergaulan yang dapat menjerumuskan ke hal-hal negatif.

"Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar IPTU Amat Yani di hadapan peserta upacara.

Ia juga mengajak para siswa untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan di lingkungan sekolah dengan saling menghargai, menjaga persatuan, serta segera melaporkan kepada guru apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Menurutnya, kesadaran kamtibmas tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat termasuk para pelajar.

Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam dunia pendidikan.

Ia menilai bahwa pembinaan kepada pelajar merupakan langkah strategis dalam membangun generasi muda yang sadar hukum dan berkarakter.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena dapat membangun kedekatan antara Polri dan generasi muda.

"Melalui edukasi sejak dini, para pelajar diharapkan memiliki kesadaran hukum, disiplin, serta mampu menjadi pelopor dalam menjaga keamanan di lingkungannya,” ungkap Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa Polri akan terus hadir memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada pelajar sebagai bagian dari upaya preventif dalam mencegah kenakalan remaja serta pengaruh negatif yang dapat mengganggu masa depan generasi muda.

Menurutnya, sinergi antara pihak kepolisian dan sekolah sangat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Kepala SMPN 1 Donri-Donri menyambut baik kegiatan tersebut dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kapolsek Donri-Donri yang telah memberikan motivasi dan pembinaan kepada siswa. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat karakter disiplin serta kesadaran hukum di kalangan pelajar.

Upacara bendera berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Setelah kegiatan selesai, dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara Kapolsek Donri-Donri, pihak sekolah, dewan guru, serta para siswa sebagai bentuk kebersamaan dan sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat semakin memahami pentingnya disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, serta berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

(Red)

Geger! Polisi Turun Langsung ke Desa Pattojo Malam Hari, Mahasiswa KKN Ikut Bergerak, Warga Antusias Dengar Fakta Mengerikan Bahaya Narkoba


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana malam di Lamogo, Desa Pattojo, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, mendadak berbeda pada Minggu (26/4/2026). Warga yang biasanya beraktivitas santai selepas Isya, kali ini berkumpul dalam satu kegiatan penting yang menyita perhatian. Satuan Reserse Narkoba Polres Soppeng bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar penyuluhan bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang yang berlangsung mulai pukul 20.30 WITA hingga selesai.

Kegiatan ini langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Sejak awal acara, warga tampak memenuhi lokasi penyuluhan untuk mendengarkan pemaparan mengenai ancaman narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan, khususnya bagi generasi muda di pedesaan.

Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Muda yang Berprestasi Tanpa Narkoba”, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Res Narkoba Polres Soppeng, AKP Heriyadi Nur, SE., MM, yang hadir sebagai pemateri utama. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda secara perlahan.

Menurutnya, dampak narkoba terhadap kesehatan sangat serius. Pengguna dapat mengalami kerusakan fungsi otak, penurunan kemampuan berpikir, gangguan daya ingat, hingga kerusakan organ vital. Bahkan, dalam jangka panjang, penyalahgunaan narkoba bisa menyebabkan ketergantungan berat yang sulit disembuhkan serta berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

Tak hanya itu, dampak psikologis juga menjadi perhatian utama. Pengguna narkoba umumnya mengalami perubahan perilaku, emosi tidak stabil, serta kehilangan kontrol diri. Kondisi tersebut kerap memicu konflik sosial, tindakan kriminal, hingga putusnya masa depan generasi muda yang seharusnya produktif.

Dalam penyuluhan tersebut juga dijelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga lingkungan sosial. Pengguna cenderung mengalami penurunan tanggung jawab, putus sekolah, kehilangan pekerjaan, serta merusak hubungan keluarga. Bahkan dalam banyak kasus, narkoba menjadi pintu masuk terhadap tindakan kriminal lainnya.

Mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan tersebut turut berperan aktif membantu jalannya penyuluhan. Mulai dari koordinasi peserta, pengaturan tempat, hingga mendukung sesi diskusi interaktif antara pemateri dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa dinilai menjadi langkah strategis dalam memperluas edukasi kepada generasi muda.

Dalam kesempatan itu, masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa seluruh ajaran agama melarang penggunaan narkoba karena dampaknya yang merusak diri sendiri dan lingkungan sekitar. Pendekatan moral dan keagamaan pun dinilai penting sebagai benteng awal dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

AKP Heriyadi Nur mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja. Ia menegaskan bahwa generasi muda merupakan kelompok paling rentan terhadap pengaruh narkoba, terutama akibat faktor lingkungan, pergaulan bebas, serta kurangnya pemahaman tentang dampak buruk narkototika.

“Kami terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar memahami bahaya narkoba. Ini juga menjadi langkah preventif untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika,” ujarnya di hadapan peserta.

Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara kepolisian dan mahasiswa KKN menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menolak narkoba.

Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum saja. Dibutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat agar pencegahan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, warga terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan. Sejumlah peserta bahkan mengajukan pertanyaan terkait ciri-ciri pengguna narkoba, cara pencegahan di lingkungan keluarga, hingga langkah yang harus dilakukan jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Masyarakat berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala agar kesadaran akan bahaya narkoba semakin meningkat, terutama di kalangan generasi muda desa.

Kegiatan pembinaan dan penyuluhan tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar. Warga Desa Pattojo pun memberikan respon positif serta berharap sinergi antara kepolisian dan mahasiswa dapat terus berlanjut dalam kegiatan edukatif lainnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami dampak buruk penyalahgunaan narkotika serta mampu menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Generasi muda pun diharapkan lebih fokus mengembangkan potensi diri, meraih prestasi, dan berkontribusi positif bagi masa depan bangsa.

(Silviana)

Selasa, 21 April 2026

Lima Personel Brimob Gowes dari Gowa ke Makassar, Aksi AKBP Nur Ichsan Ini Jadi Sorotan Pagi Hari


Makassar, Teropongsulawesi.com,– Pemandangan tak biasa terlihat di Jembatan Kembar Gowa, Selasa pagi (21/4/2026). Saat aktivitas lalu lintas belum sepenuhnya ramai, lima personel berseragam training tampak mengayuh sepeda menuju Kota Makassar. Di barisan terdepan, terlihat Kabag Ops Sat Brimob Polda Sulsel, AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si., memimpin langsung perjalanan tersebut.

Aksi sederhana ini langsung menarik perhatian. Bukan hanya karena dilakukan oleh seorang pejabat kepolisian, tetapi juga karena jarak yang ditempuh tidaklah dekat.

Dari wilayah Gowa menuju Markas Komando Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan di Makassar, rombongan ini menempuh kurang lebih 11 kilometer hanya dengan sepeda.

Yang lebih menarik, kegiatan ini bukan sekali dua kali dilakukan. AKBP Nur Ichsan diketahui telah konsisten menjalankan rutinitas “bike to work” setiap Selasa dan Jumat. Awalnya hanya dilakukan berdua, namun kini jumlahnya bertambah menjadi lima orang. Sebuah perkembangan kecil yang menunjukkan pengaruh keteladanan mulai menyebar di lingkungan personel.

Tepat pukul 06.00 WITA, rombongan memulai perjalanan. Dengan tempo santai namun terukur, mereka mengayuh sepeda sambil mengejar waktu agar tetap tiba sebelum apel pagi dimulai. Tidak ada pengawalan khusus, tidak ada protokoler berlebihan. Hanya semangat kebersamaan dan komitmen untuk memulai hari dengan cara berbeda.

Menurut AKBP Nur Ichsan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan efisiensi bahan bakar minyak sekaligus upaya menjaga kebugaran tubuh di tengah kesibukan tugas kepolisian yang padat.

“Ini bagian dari komitmen kami mendukung kebijakan pemerintah terkait efisiensi BBM. Kalau bukan kita yang memulai, lalu siapa lagi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa bersepeda ke kantor bukan hanya sekadar olahraga pagi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan serta ajakan hidup sehat bagi personel lainnya. Dengan bersepeda, penggunaan kendaraan bermotor dapat dikurangi, sekaligus meningkatkan stamina sebelum menjalankan tugas.

Perubahan kecil mulai terlihat. Jika sebelumnya hanya dua personel yang ikut, kini bertambah menjadi lima. Tanpa instruksi resmi, tanpa kewajiban, keteladanan itu perlahan menggerakkan anggota lain untuk ikut serta.

“Selain menghemat bahan bakar, bersepeda juga membuat tubuh lebih sehat dan bugar. Ini sederhana, tapi dampaknya besar jika dilakukan secara konsisten,” tambahnya.

Sepanjang perjalanan, lima sepeda itu melaju menyusuri jalan yang mulai dipadati kendaraan. Namun semangat mereka tidak surut. Justru kehadiran rombongan kecil ini menjadi pemandangan inspiratif di tengah rutinitas pagi masyarakat.

Aksi tersebut juga menunjukkan gaya kepemimpinan yang mengedepankan contoh nyata. Bagi AKBP Nur Ichsan, menjadi pemimpin tidak cukup hanya memberi arahan, tetapi juga harus menunjukkan langsung langkah perubahan, meski dimulai dari hal sederhana seperti bersepeda ke kantor.

Kini, kebiasaan gowes dari Gowa ke Makassar itu bukan lagi sekadar rutinitas pribadi. Ia telah berubah menjadi simbol disiplin, efisiensi, dan kepedulian lingkungan. Dan di setiap kayuhan pedalnya, terselip pesan kuat: perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil.

Lima sepeda pagi itu pun melaju dengan satu tujuan yang sama—bukan hanya menuju kantor, tetapi juga membawa inspirasi bagi banyak orang. (*)

Silaturahmi Pelatih Ranting Khusus Batalyon C dengan Kabag Ops Brimob Polda Sulsel, Sinyal Kuat Lahirnya Generasi Prestasi Baru


Bone, Teropongsulawesi.com, Pertemuan hangat namun sarat makna terjadi antara Pelatih Ranting Khusus Batalyon C, Muldiyana, M.Pd., dengan Kabag Ops Brimob Polda Sulsel, AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si. Selasa (21/4/2026). 

Silaturahmi ini bukan sekadar temu biasa, tetapi menjadi sinyal kuat penguatan pondasi pembinaan menuju prestasi berkelanjutan bagi Ranting Khusus Sulawesi Selatan.

Dalam suasana penuh keakraban, keduanya terlihat berdiskusi intens terkait arah pengembangan organisasi dan pembinaan atlet muda.

Pertemuan tersebut sekaligus mempertegas komitmen untuk membangun sinergi yang lebih solid antara pelatih, pengurus, dan pembina demi melahirkan generasi unggul dari lingkungan Brimob.

Muldiyana menyampaikan bahwa semangat berbenah dan beraksi lebih baik harus terus dijaga agar pondasi yang telah dibangun tidak terputus oleh waktu.

Ia menilai, keberlanjutan pembinaan merupakan kunci utama dalam mencetak atlet-atlet muda yang mampu bersaing di tingkat daerah hingga nasional.

AKBP Nur Ichsan sendiri dikenal sebagai sosok yang pernah merintis Ranting Khusus Batalyon C Pelopor Bone pada masa jabatannya.

Dari proses pembinaan yang dilakukan saat itu, lahir sejumlah atlet remaja Brimob yang sukses menorehkan prestasi membanggakan, bahkan mampu membawa pulang gelar Juara Umum 2 dalam ajang kompetisi.

Fakta tersebut menjadi alasan kuat mengapa pertemuan ini dianggap strategis. Pengalaman dan rekam jejak pembinaan yang dimiliki AKBP Nur Ichsan dinilai mampu memperkuat arah pengembangan organisasi secara lebih terstruktur, sistematis, dan berdaya saing.

Tak hanya itu, pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi untuk mendorong pembinaan atlet muda secara berkelanjutan. Fokusnya tidak hanya pada pencapaian jangka pendek, tetapi juga menciptakan sistem pembinaan berjenjang yang mampu melahirkan regenerasi atlet secara konsisten.

Kehadiran AKBP Nur Ichsan yang digadang-gadang menjadi salah satu figur penting dalam kepengurusan cabang ranting khusus Sulsel membawa harapan baru.

Dukungan dan pengalamannya diyakini mampu meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus menjaga marwah organisasi tetap tinggi.

Dengan semangat kebersamaan yang kuat, kolaborasi antara pelatih dan pembina ini diyakini akan menjadi motor penggerak lahirnya prestasi-prestasi baru.

Sinergi yang terbangun juga diharapkan mampu memperluas ruang pembinaan, memperkuat mental atlet, serta meningkatkan daya saing di berbagai ajang.

Langkah awal ini menjadi penanda bahwa Ranting Khusus Batalyon C tidak hanya fokus pada pembinaan internal, tetapi juga membangun visi jangka panjang menuju organisasi yang lebih profesional, solid, dan berprestasi.

Jika sinergi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Ranting Khusus Batalyon C Sulawesi Selatan kembali mencetak atlet-atlet muda potensial yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.

Pertemuan sederhana ini pun berubah menjadi momentum besar menuju prestasi berkelanjutan.

(Red)

Senin, 20 April 2026

Personil Polres Soppeng Datangi Aktivitas Warga di Lemba, Pesan Keamanan Langsung Disampaikan


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Aktivitas warga di kawasan padat Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Senin pagi (20/4/2026), mendadak jadi sorotan.

Sejumlah personel kepolisian terlihat turun langsung ke jalan, menyapa warga satu per satu, dan memberikan imbauan penting terkait keamanan lingkungan.

Kehadiran aparat ini sontak menarik perhatian masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar Jalan Pemuda dan Jalan Kalino.

Bukan razia, bukan pula penindakan. Kehadiran polisi tersebut merupakan langkah preventif yang dilakukan jajaran Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Soppeng untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Meski begitu, kehadiran aparat di tengah keramaian membuat banyak warga penasaran dan menghentikan aktivitas mereka untuk mendengarkan langsung imbauan yang disampaikan.

Sejak pukul 09.00 WITA, personel kepolisian mulai menyusuri area pertokoan, jalur transportasi warga, hingga titik berkumpul masyarakat.

Mereka berdialog santai dengan pendekatan humanis, sekaligus mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap potensi gangguan keamanan yang bisa terjadi kapan saja.

Kasat Binmas Polres Soppeng Iptu Andri Hermansyah memimpin langsung kegiatan tersebut bersama jajaran KBO Sat Binmas, Kaur Mintu, para Kanit, serta staf.

Dalam interaksi tersebut, petugas menyampaikan sejumlah pesan penting, mulai dari kewaspadaan terhadap pencurian kendaraan bermotor, penipuan, penyebaran informasi hoaks, hingga potensi konflik sosial akibat kesalahpahaman.

Warga yang sedang berbelanja, bekerja, maupun melintas tampak antusias mendengarkan penjelasan yang disampaikan. Beberapa di antaranya bahkan langsung berdiskusi dengan petugas mengenai kondisi keamanan di lingkungan masing-masing.

Pendekatan komunikasi dua arah ini dinilai efektif karena masyarakat dapat menyampaikan langsung keluhan dan masukan.

Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan keamanan kendaraan saat diparkir, memastikan rumah dalam kondisi terkunci saat ditinggalkan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Jam-jam rawan juga menjadi perhatian khusus dalam imbauan tersebut.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar salah satu personel kepada warga.

Selain itu, sistem keamanan lingkungan seperti ronda malam kembali ditekankan sebagai langkah pencegahan dini.

Petugas juga mengajak masyarakat untuk aktif berkomunikasi antarwarga guna mencegah munculnya gangguan kamtibmas yang tidak diinginkan.

Dalam kesempatan tersebut, Sat Binmas turut mensosialisasikan layanan Call Center 110 sebagai sarana pelaporan cepat.

Layanan ini dapat diakses masyarakat selama 24 jam untuk melaporkan berbagai kejadian darurat, termasuk tindak kriminal dan gangguan keamanan lainnya.

Petugas menjelaskan bahwa setiap laporan yang masuk melalui nomor tersebut akan langsung diteruskan kepada personel kepolisian terdekat.

Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut apabila menemukan hal mencurigakan.

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana menyampaikan bahwa kegiatan himbauan kamtibmas merupakan langkah preventif yang rutin dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.

Menurutnya, pendekatan humanis menjadi strategi utama dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

Dengan turun langsung ke lapangan, polisi dapat mengetahui kondisi nyata sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan pembinaan dan penyuluhan akan terus ditingkatkan di berbagai wilayah, baik di pusat kota maupun kawasan pemukiman. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan tetap terjaga secara menyeluruh.

Respons masyarakat terhadap kegiatan tersebut terbilang positif. Warga mengaku merasa lebih aman dengan kehadiran aparat kepolisian yang memberikan edukasi langsung.

Selain itu, imbauan yang disampaikan dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Beberapa warga bahkan berharap kegiatan serupa dilakukan secara rutin. Mereka menilai komunikasi langsung antara polisi dan masyarakat dapat mempererat hubungan sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.

Melalui langkah preventif ini, Polres Soppeng berharap situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Soppeng tetap aman, tertib, dan kondusif.

Kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersamaan serta aktif berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi semua pihak.

(Silviana)

Minggu, 19 April 2026

Sat Binmas Polres Soppeng Gelar Latihan Rutin Krida Tibmas Saka Bhayangkara, Tingkatkan Kesiapsiagaan Generasi Muda


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Soppeng melaksanakan kegiatan latihan rutin Krida Tindakan Masyarakat (Tibmas) bagi anggota Pramuka Saka Bhayangkara, Minggu (19/4/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Mapolres Soppeng, Jalan Latenri Bali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, dan dilanjutkan di Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Soppeng, Jalan Pengayoman, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, mulai pukul 09.30 WITA hingga selesai.

Latihan ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan anggota Saka Bhayangkara dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Para peserta mendapatkan materi Krida Tibmas yang dibawakan langsung oleh Kasat Binmas Polres Soppeng IPTU Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si selaku Ketua Harian Saka Bhayangkara.

Dalam penyampaiannya, IPTU Andri Hermansyah memberikan pemahaman sekaligus praktik terkait berbagai teknik dasar dalam menjaga keamanan lingkungan.

Salah satu materi yang diberikan yakni simulasi Tek-Tek Kamling, termasuk penggunaan kentongan beserta sandi ketukan sebagai alat komunikasi tradisional di pos ronda.

Para peserta dilatih memahami kode-kode ketukan yang menandakan kondisi aman, patroli rutin, kejadian pencurian, hingga tanda bahaya kebakaran.

Tidak hanya itu, anggota Saka Bhayangkara juga mendapatkan pelatihan bela diri menggunakan tongkat T. Latihan ini difokuskan pada teknik dasar pertahanan diri serta pengamanan dalam situasi tertentu.

Peserta diajarkan bagaimana menggunakan tongkat secara efektif, baik sebagai alat perlindungan diri maupun dalam menghadapi potensi gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.

Selain materi praktik lapangan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai tata cara penanganan permasalahan sosial di lingkungan masyarakat.

Materi ini meliputi langkah-langkah awal yang dapat dilakukan ketika terjadi konflik, prosedur pelaporan kepada pihak kepolisian, serta pendekatan penyelesaian masalah melalui jalur musyawarah.

Pembekalan ini diharapkan mampu membentuk anggota Saka Bhayangkara menjadi generasi muda yang tidak hanya sigap, tetapi juga bijak dalam menyikapi persoalan sosial.

Usai pelaksanaan Krida Tibmas, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi Krida P2BA (Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Alam) yang dilaksanakan di Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Soppeng.

Dalam sesi ini, tim Damkar memberikan edukasi terkait potensi bencana, teknik penanganan awal kebakaran, serta pentingnya kesiapsiagaan sejak dini.

Para peserta juga diperkenalkan dengan peralatan pemadam kebakaran dan simulasi penanganan situasi darurat.

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berwawasan hukum, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan lingkungan.

“Kegiatan ini sangat positif dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya anggota Saka Bhayangkara, agar lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu menjadi pelopor dalam menjaga kamtibmas di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan pembinaan seperti ini menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Melalui pelatihan yang berkesinambungan, diharapkan anggota Saka Bhayangkara dapat menjadi mitra Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayahnya masing-masing.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Soppeng IPTU Andri Hermansyah menegaskan bahwa latihan yang diberikan tidak hanya bersifat teori, tetapi lebih menekankan pada praktik langsung.

Hal tersebut dilakukan agar peserta memiliki pengalaman nyata dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.

“Melalui latihan ini, kami berharap anggota Saka Bhayangkara memiliki keterampilan dasar dalam menjaga ketertiban masyarakat, mampu bertindak cepat dalam situasi tertentu, serta menjadi mitra Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar serta mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Para anggota Saka Bhayangkara terlihat aktif mengikuti setiap sesi latihan, baik saat simulasi kamling, praktik penggunaan tongkat T, maupun pelatihan penanggulangan bencana di Kantor Pemadam Kebakaran.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anggota Saka Bhayangkara semakin siap menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas maupun situasi darurat di lingkungan masyarakat.

Selain meningkatkan keterampilan, latihan ini juga mempererat sinergi antara Polri, Damkar, dan generasi muda dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keamanan dan keselamatan bersama.

(Silviana)

Jumat, 17 April 2026

Jumat Pagi Mendadak Panas! Warga Bicara Blak-blakan di Depan Kapolres Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana tak biasa terjadi di sebuah kafe di Kabupaten Soppeng, Jumat pagi (17/4/2026). Tempat yang biasanya jadi lokasi santai, mendadak dipenuhi warga yang ingin curhat langsung ke Kapolres!

Bertempat di Invinite Coffee, Jalan Tuju Wali-Wali, program Jumat Curhat yang digelar Polres Soppeng berubah jadi ajang terbuka penuh kejutan.

Warga datang bukan sekadar duduk santai, mereka membawa keluhan, harapan, bahkan unek-unek yang selama ini terpendam!

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K hadir langsung di tengah masyarakat, didampingi Dandim 1423 Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto serta jajaran pejabat daerah dan aparat lainnya.

Begitu sesi dialog dibuka, suasana langsung hidup. Warga bergantian angkat bicara tanpa sekat, tanpa formalitas.

“Ini kesempatan langka!” ujar salah satu warga yang tampak antusias menyampaikan keluhannya.

Meski dikemas santai di dalam kafe, diskusi yang terjadi jauh dari kata ringan. Berbagai persoalan di tengah masyarakat mencuat, mulai dari keamanan hingga pelayanan publik.

Kapolres pun angkat bicara, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas.

“Kami ingin dengar langsung suara masyarakat. Ini jadi bahan evaluasi kami,” tegasnya.

Dalam momen tersebut, Kapolres juga mengingatkan warga untuk tidak ragu melaporkan setiap permasalahan di lingkungannya.

“Keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab kita semua,” tambahnya dengan nada serius.

Dandim 1423 Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto turut menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat.

Pesan ini menjadi sorotan, menandakan kuatnya kolaborasi dalam menjaga stabilitas daerah.

Inilah bagian yang paling menyita perhatian. Warga diberi ruang penuh untuk berbicara. Tak sedikit yang memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan hal-hal yang selama ini sulit disampaikan.

Suasana yang awalnya santai berubah jadi penuh makna, hangat, terbuka, dan jujur.

Jumat Curhat kini bukan hanya agenda rutin. Di Soppeng, program ini menjelma jadi jembatan komunikasi yang nyata antara aparat dan masyarakat.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.00 WITA dalam kondisi aman dan lancar—namun pesan yang ditinggalkan jelas:
suara masyarakat kini benar-benar didengar.

(Silviana)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved