Polri -->

Selasa, 21 April 2026

Lima Personel Brimob Gowes dari Gowa ke Makassar, Aksi AKBP Nur Ichsan Ini Jadi Sorotan Pagi Hari


Makassar, Teropongsulawesi.com,– Pemandangan tak biasa terlihat di Jembatan Kembar Gowa, Selasa pagi (21/4/2026). Saat aktivitas lalu lintas belum sepenuhnya ramai, lima personel berseragam training tampak mengayuh sepeda menuju Kota Makassar. Di barisan terdepan, terlihat Kabag Ops Sat Brimob Polda Sulsel, AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si., memimpin langsung perjalanan tersebut.

Aksi sederhana ini langsung menarik perhatian. Bukan hanya karena dilakukan oleh seorang pejabat kepolisian, tetapi juga karena jarak yang ditempuh tidaklah dekat.

Dari wilayah Gowa menuju Markas Komando Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan di Makassar, rombongan ini menempuh kurang lebih 11 kilometer hanya dengan sepeda.

Yang lebih menarik, kegiatan ini bukan sekali dua kali dilakukan. AKBP Nur Ichsan diketahui telah konsisten menjalankan rutinitas “bike to work” setiap Selasa dan Jumat. Awalnya hanya dilakukan berdua, namun kini jumlahnya bertambah menjadi lima orang. Sebuah perkembangan kecil yang menunjukkan pengaruh keteladanan mulai menyebar di lingkungan personel.

Tepat pukul 06.00 WITA, rombongan memulai perjalanan. Dengan tempo santai namun terukur, mereka mengayuh sepeda sambil mengejar waktu agar tetap tiba sebelum apel pagi dimulai. Tidak ada pengawalan khusus, tidak ada protokoler berlebihan. Hanya semangat kebersamaan dan komitmen untuk memulai hari dengan cara berbeda.

Menurut AKBP Nur Ichsan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan efisiensi bahan bakar minyak sekaligus upaya menjaga kebugaran tubuh di tengah kesibukan tugas kepolisian yang padat.

“Ini bagian dari komitmen kami mendukung kebijakan pemerintah terkait efisiensi BBM. Kalau bukan kita yang memulai, lalu siapa lagi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa bersepeda ke kantor bukan hanya sekadar olahraga pagi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan serta ajakan hidup sehat bagi personel lainnya. Dengan bersepeda, penggunaan kendaraan bermotor dapat dikurangi, sekaligus meningkatkan stamina sebelum menjalankan tugas.

Perubahan kecil mulai terlihat. Jika sebelumnya hanya dua personel yang ikut, kini bertambah menjadi lima. Tanpa instruksi resmi, tanpa kewajiban, keteladanan itu perlahan menggerakkan anggota lain untuk ikut serta.

“Selain menghemat bahan bakar, bersepeda juga membuat tubuh lebih sehat dan bugar. Ini sederhana, tapi dampaknya besar jika dilakukan secara konsisten,” tambahnya.

Sepanjang perjalanan, lima sepeda itu melaju menyusuri jalan yang mulai dipadati kendaraan. Namun semangat mereka tidak surut. Justru kehadiran rombongan kecil ini menjadi pemandangan inspiratif di tengah rutinitas pagi masyarakat.

Aksi tersebut juga menunjukkan gaya kepemimpinan yang mengedepankan contoh nyata. Bagi AKBP Nur Ichsan, menjadi pemimpin tidak cukup hanya memberi arahan, tetapi juga harus menunjukkan langsung langkah perubahan, meski dimulai dari hal sederhana seperti bersepeda ke kantor.

Kini, kebiasaan gowes dari Gowa ke Makassar itu bukan lagi sekadar rutinitas pribadi. Ia telah berubah menjadi simbol disiplin, efisiensi, dan kepedulian lingkungan. Dan di setiap kayuhan pedalnya, terselip pesan kuat: perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil.

Lima sepeda pagi itu pun melaju dengan satu tujuan yang sama—bukan hanya menuju kantor, tetapi juga membawa inspirasi bagi banyak orang. (*)

Silaturahmi Pelatih Ranting Khusus Batalyon C dengan Kabag Ops Brimob Polda Sulsel, Sinyal Kuat Lahirnya Generasi Prestasi Baru


Bone, Teropongsulawesi.com, Pertemuan hangat namun sarat makna terjadi antara Pelatih Ranting Khusus Batalyon C, Muldiyana, M.Pd., dengan Kabag Ops Brimob Polda Sulsel, AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si. Selasa (21/4/2026). 

Silaturahmi ini bukan sekadar temu biasa, tetapi menjadi sinyal kuat penguatan pondasi pembinaan menuju prestasi berkelanjutan bagi Ranting Khusus Sulawesi Selatan.

Dalam suasana penuh keakraban, keduanya terlihat berdiskusi intens terkait arah pengembangan organisasi dan pembinaan atlet muda.

Pertemuan tersebut sekaligus mempertegas komitmen untuk membangun sinergi yang lebih solid antara pelatih, pengurus, dan pembina demi melahirkan generasi unggul dari lingkungan Brimob.

Muldiyana menyampaikan bahwa semangat berbenah dan beraksi lebih baik harus terus dijaga agar pondasi yang telah dibangun tidak terputus oleh waktu.

Ia menilai, keberlanjutan pembinaan merupakan kunci utama dalam mencetak atlet-atlet muda yang mampu bersaing di tingkat daerah hingga nasional.

AKBP Nur Ichsan sendiri dikenal sebagai sosok yang pernah merintis Ranting Khusus Batalyon C Pelopor Bone pada masa jabatannya.

Dari proses pembinaan yang dilakukan saat itu, lahir sejumlah atlet remaja Brimob yang sukses menorehkan prestasi membanggakan, bahkan mampu membawa pulang gelar Juara Umum 2 dalam ajang kompetisi.

Fakta tersebut menjadi alasan kuat mengapa pertemuan ini dianggap strategis. Pengalaman dan rekam jejak pembinaan yang dimiliki AKBP Nur Ichsan dinilai mampu memperkuat arah pengembangan organisasi secara lebih terstruktur, sistematis, dan berdaya saing.

Tak hanya itu, pertemuan ini juga menjadi ruang diskusi untuk mendorong pembinaan atlet muda secara berkelanjutan. Fokusnya tidak hanya pada pencapaian jangka pendek, tetapi juga menciptakan sistem pembinaan berjenjang yang mampu melahirkan regenerasi atlet secara konsisten.

Kehadiran AKBP Nur Ichsan yang digadang-gadang menjadi salah satu figur penting dalam kepengurusan cabang ranting khusus Sulsel membawa harapan baru.

Dukungan dan pengalamannya diyakini mampu meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus menjaga marwah organisasi tetap tinggi.

Dengan semangat kebersamaan yang kuat, kolaborasi antara pelatih dan pembina ini diyakini akan menjadi motor penggerak lahirnya prestasi-prestasi baru.

Sinergi yang terbangun juga diharapkan mampu memperluas ruang pembinaan, memperkuat mental atlet, serta meningkatkan daya saing di berbagai ajang.

Langkah awal ini menjadi penanda bahwa Ranting Khusus Batalyon C tidak hanya fokus pada pembinaan internal, tetapi juga membangun visi jangka panjang menuju organisasi yang lebih profesional, solid, dan berprestasi.

Jika sinergi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Ranting Khusus Batalyon C Sulawesi Selatan kembali mencetak atlet-atlet muda potensial yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.

Pertemuan sederhana ini pun berubah menjadi momentum besar menuju prestasi berkelanjutan.

(Red)

Senin, 20 April 2026

Personil Polres Soppeng Datangi Aktivitas Warga di Lemba, Pesan Keamanan Langsung Disampaikan


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Aktivitas warga di kawasan padat Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Senin pagi (20/4/2026), mendadak jadi sorotan.

Sejumlah personel kepolisian terlihat turun langsung ke jalan, menyapa warga satu per satu, dan memberikan imbauan penting terkait keamanan lingkungan.

Kehadiran aparat ini sontak menarik perhatian masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar Jalan Pemuda dan Jalan Kalino.

Bukan razia, bukan pula penindakan. Kehadiran polisi tersebut merupakan langkah preventif yang dilakukan jajaran Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Soppeng untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Meski begitu, kehadiran aparat di tengah keramaian membuat banyak warga penasaran dan menghentikan aktivitas mereka untuk mendengarkan langsung imbauan yang disampaikan.

Sejak pukul 09.00 WITA, personel kepolisian mulai menyusuri area pertokoan, jalur transportasi warga, hingga titik berkumpul masyarakat.

Mereka berdialog santai dengan pendekatan humanis, sekaligus mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap potensi gangguan keamanan yang bisa terjadi kapan saja.

Kasat Binmas Polres Soppeng Iptu Andri Hermansyah memimpin langsung kegiatan tersebut bersama jajaran KBO Sat Binmas, Kaur Mintu, para Kanit, serta staf.

Dalam interaksi tersebut, petugas menyampaikan sejumlah pesan penting, mulai dari kewaspadaan terhadap pencurian kendaraan bermotor, penipuan, penyebaran informasi hoaks, hingga potensi konflik sosial akibat kesalahpahaman.

Warga yang sedang berbelanja, bekerja, maupun melintas tampak antusias mendengarkan penjelasan yang disampaikan. Beberapa di antaranya bahkan langsung berdiskusi dengan petugas mengenai kondisi keamanan di lingkungan masing-masing.

Pendekatan komunikasi dua arah ini dinilai efektif karena masyarakat dapat menyampaikan langsung keluhan dan masukan.

Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan keamanan kendaraan saat diparkir, memastikan rumah dalam kondisi terkunci saat ditinggalkan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Jam-jam rawan juga menjadi perhatian khusus dalam imbauan tersebut.

“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi, tetapi tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar salah satu personel kepada warga.

Selain itu, sistem keamanan lingkungan seperti ronda malam kembali ditekankan sebagai langkah pencegahan dini.

Petugas juga mengajak masyarakat untuk aktif berkomunikasi antarwarga guna mencegah munculnya gangguan kamtibmas yang tidak diinginkan.

Dalam kesempatan tersebut, Sat Binmas turut mensosialisasikan layanan Call Center 110 sebagai sarana pelaporan cepat.

Layanan ini dapat diakses masyarakat selama 24 jam untuk melaporkan berbagai kejadian darurat, termasuk tindak kriminal dan gangguan keamanan lainnya.

Petugas menjelaskan bahwa setiap laporan yang masuk melalui nomor tersebut akan langsung diteruskan kepada personel kepolisian terdekat.

Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut apabila menemukan hal mencurigakan.

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana menyampaikan bahwa kegiatan himbauan kamtibmas merupakan langkah preventif yang rutin dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu membangun komunikasi yang baik sekaligus meningkatkan kepercayaan publik.

Menurutnya, pendekatan humanis menjadi strategi utama dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif.

Dengan turun langsung ke lapangan, polisi dapat mengetahui kondisi nyata sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan pembinaan dan penyuluhan akan terus ditingkatkan di berbagai wilayah, baik di pusat kota maupun kawasan pemukiman. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan tetap terjaga secara menyeluruh.

Respons masyarakat terhadap kegiatan tersebut terbilang positif. Warga mengaku merasa lebih aman dengan kehadiran aparat kepolisian yang memberikan edukasi langsung.

Selain itu, imbauan yang disampaikan dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Beberapa warga bahkan berharap kegiatan serupa dilakukan secara rutin. Mereka menilai komunikasi langsung antara polisi dan masyarakat dapat mempererat hubungan sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini.

Melalui langkah preventif ini, Polres Soppeng berharap situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Soppeng tetap aman, tertib, dan kondusif.

Kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersamaan serta aktif berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi semua pihak.

(Silviana)

Minggu, 19 April 2026

Sat Binmas Polres Soppeng Gelar Latihan Rutin Krida Tibmas Saka Bhayangkara, Tingkatkan Kesiapsiagaan Generasi Muda


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Soppeng melaksanakan kegiatan latihan rutin Krida Tindakan Masyarakat (Tibmas) bagi anggota Pramuka Saka Bhayangkara, Minggu (19/4/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Mapolres Soppeng, Jalan Latenri Bali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, dan dilanjutkan di Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Soppeng, Jalan Pengayoman, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, mulai pukul 09.30 WITA hingga selesai.

Latihan ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan anggota Saka Bhayangkara dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Para peserta mendapatkan materi Krida Tibmas yang dibawakan langsung oleh Kasat Binmas Polres Soppeng IPTU Andri Hermansyah, S.Sos., M.Si selaku Ketua Harian Saka Bhayangkara.

Dalam penyampaiannya, IPTU Andri Hermansyah memberikan pemahaman sekaligus praktik terkait berbagai teknik dasar dalam menjaga keamanan lingkungan.

Salah satu materi yang diberikan yakni simulasi Tek-Tek Kamling, termasuk penggunaan kentongan beserta sandi ketukan sebagai alat komunikasi tradisional di pos ronda.

Para peserta dilatih memahami kode-kode ketukan yang menandakan kondisi aman, patroli rutin, kejadian pencurian, hingga tanda bahaya kebakaran.

Tidak hanya itu, anggota Saka Bhayangkara juga mendapatkan pelatihan bela diri menggunakan tongkat T. Latihan ini difokuskan pada teknik dasar pertahanan diri serta pengamanan dalam situasi tertentu.

Peserta diajarkan bagaimana menggunakan tongkat secara efektif, baik sebagai alat perlindungan diri maupun dalam menghadapi potensi gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.

Selain materi praktik lapangan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai tata cara penanganan permasalahan sosial di lingkungan masyarakat.

Materi ini meliputi langkah-langkah awal yang dapat dilakukan ketika terjadi konflik, prosedur pelaporan kepada pihak kepolisian, serta pendekatan penyelesaian masalah melalui jalur musyawarah.

Pembekalan ini diharapkan mampu membentuk anggota Saka Bhayangkara menjadi generasi muda yang tidak hanya sigap, tetapi juga bijak dalam menyikapi persoalan sosial.

Usai pelaksanaan Krida Tibmas, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi Krida P2BA (Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Alam) yang dilaksanakan di Kantor Pemadam Kebakaran Kabupaten Soppeng.

Dalam sesi ini, tim Damkar memberikan edukasi terkait potensi bencana, teknik penanganan awal kebakaran, serta pentingnya kesiapsiagaan sejak dini.

Para peserta juga diperkenalkan dengan peralatan pemadam kebakaran dan simulasi penanganan situasi darurat.

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berwawasan hukum, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan lingkungan.

“Kegiatan ini sangat positif dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya anggota Saka Bhayangkara, agar lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu menjadi pelopor dalam menjaga kamtibmas di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan pembinaan seperti ini menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Melalui pelatihan yang berkesinambungan, diharapkan anggota Saka Bhayangkara dapat menjadi mitra Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayahnya masing-masing.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Soppeng IPTU Andri Hermansyah menegaskan bahwa latihan yang diberikan tidak hanya bersifat teori, tetapi lebih menekankan pada praktik langsung.

Hal tersebut dilakukan agar peserta memiliki pengalaman nyata dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.

“Melalui latihan ini, kami berharap anggota Saka Bhayangkara memiliki keterampilan dasar dalam menjaga ketertiban masyarakat, mampu bertindak cepat dalam situasi tertentu, serta menjadi mitra Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar serta mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Para anggota Saka Bhayangkara terlihat aktif mengikuti setiap sesi latihan, baik saat simulasi kamling, praktik penggunaan tongkat T, maupun pelatihan penanggulangan bencana di Kantor Pemadam Kebakaran.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan anggota Saka Bhayangkara semakin siap menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas maupun situasi darurat di lingkungan masyarakat.

Selain meningkatkan keterampilan, latihan ini juga mempererat sinergi antara Polri, Damkar, dan generasi muda dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keamanan dan keselamatan bersama.

(Silviana)

Jumat, 17 April 2026

Jumat Pagi Mendadak Panas! Warga Bicara Blak-blakan di Depan Kapolres Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana tak biasa terjadi di sebuah kafe di Kabupaten Soppeng, Jumat pagi (17/4/2026). Tempat yang biasanya jadi lokasi santai, mendadak dipenuhi warga yang ingin curhat langsung ke Kapolres!

Bertempat di Invinite Coffee, Jalan Tuju Wali-Wali, program Jumat Curhat yang digelar Polres Soppeng berubah jadi ajang terbuka penuh kejutan.

Warga datang bukan sekadar duduk santai, mereka membawa keluhan, harapan, bahkan unek-unek yang selama ini terpendam!

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K hadir langsung di tengah masyarakat, didampingi Dandim 1423 Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto serta jajaran pejabat daerah dan aparat lainnya.

Begitu sesi dialog dibuka, suasana langsung hidup. Warga bergantian angkat bicara tanpa sekat, tanpa formalitas.

“Ini kesempatan langka!” ujar salah satu warga yang tampak antusias menyampaikan keluhannya.

Meski dikemas santai di dalam kafe, diskusi yang terjadi jauh dari kata ringan. Berbagai persoalan di tengah masyarakat mencuat, mulai dari keamanan hingga pelayanan publik.

Kapolres pun angkat bicara, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas.

“Kami ingin dengar langsung suara masyarakat. Ini jadi bahan evaluasi kami,” tegasnya.

Dalam momen tersebut, Kapolres juga mengingatkan warga untuk tidak ragu melaporkan setiap permasalahan di lingkungannya.

“Keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab kita semua,” tambahnya dengan nada serius.

Dandim 1423 Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto turut menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah, dan masyarakat.

Pesan ini menjadi sorotan, menandakan kuatnya kolaborasi dalam menjaga stabilitas daerah.

Inilah bagian yang paling menyita perhatian. Warga diberi ruang penuh untuk berbicara. Tak sedikit yang memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan hal-hal yang selama ini sulit disampaikan.

Suasana yang awalnya santai berubah jadi penuh makna, hangat, terbuka, dan jujur.

Jumat Curhat kini bukan hanya agenda rutin. Di Soppeng, program ini menjelma jadi jembatan komunikasi yang nyata antara aparat dan masyarakat.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 10.00 WITA dalam kondisi aman dan lancar—namun pesan yang ditinggalkan jelas:
suara masyarakat kini benar-benar didengar.

(Silviana)

Senin, 06 April 2026

Tak Terduga! Petugas Sisir Lapas Watansoppeng Tengah Malam, Ini yang Ditemukan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana malam di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, mendadak berubah tegang pada Senin (6/4/2026).

Aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan petugas lembaga pemasyarakatan menggelar patroli besar yang berujung pada razia mendadak di Lapas Kelas II Watansoppeng.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.30 WITA ini dipimpin langsung oleh IPDA Zainandar Zain, S.H., sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan wilayah.

Patroli menyasar sejumlah titik rawan di wilayah kota, namun perhatian utama tertuju pada Lapas yang terletak di Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata.

Tanpa pemberitahuan sebelumnya, petugas gabungan langsung memasuki area lapas dan melakukan pemeriksaan menyeluruh di beberapa blok hunian warga binaan.

Suasana sempat menegang saat petugas menyisir satu per satu kamar tahanan. Warga binaan tampak kooperatif, meski tidak bisa menyembunyikan keterkejutan atas razia yang berlangsung tiba-tiba tersebut.

Pemeriksaan dilakukan secara detail, mulai dari tempat tidur, barang pribadi, hingga sudut-sudut ruangan yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan barang terlarang.

Razia ini menyasar sejumlah barang yang selama ini kerap menjadi sumber gangguan keamanan di dalam lapas, seperti Narkotika, Senjata tajam dan Handphone ilegal.

Barang-barang tersebut diketahui sering digunakan untuk mengendalikan aktivitas ilegal dari dalam penjara.

Namun, dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan narkotika maupun handphone ilegal.

Meski target utama tidak ditemukan, petugas justru mengamankan sejumlah benda yang dinilai berpotensi membahayakan keamanan.

Di antaranya : Kaleng, Gelas kaca, Piring, Korek gas, Botol parfum dan Benda berbahan logam.

Benda-benda tersebut langsung disita karena berpotensi disalahgunakan menjadi alat yang membahayakan, baik bagi sesama warga binaan maupun petugas.

Dalam kesempatan tersebut, petugas juga memberikan peringatan tegas kepada seluruh warga binaan agar tidak mencoba melanggar aturan.

Pengawasan di dalam lapas dipastikan akan terus diperketat guna mencegah potensi gangguan keamanan di kemudian hari.

Sementara itu, Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa patroli ini tidak hanya menyasar lapas, tetapi juga merupakan respons atas keresahan masyarakat.

Keluhan warga terkait maraknya balap liar dan kendaraan yang meresahkan di jalanan menjadi perhatian serius aparat.

“Patroli ini akan terus kami tingkatkan sebagai langkah pencegahan agar situasi tetap aman dan kondusif,” tegasnya.

Keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan ini menunjukkan kuatnya sinergi antar instansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Soppeng.

Kolaborasi ini dinilai penting untuk menciptakan situasi yang aman, terutama di lokasi-lokasi yang memiliki potensi kerawanan tinggi seperti lembaga pemasyarakatan.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 22.15 WITA. Meski sempat menciptakan suasana tegang, razia berlangsung aman, tertib, dan tanpa insiden berarti.

Kondisi di dalam lapas maupun di wilayah sekitar tetap terkendali.


Publishers : Silviana

Selasa, 17 Maret 2026

Pantau Pasar Lolloe, Polsek Lalabata Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Selama Ramadhan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama bulan suci Ramadhan, Polsek Lalabata meningkatkan intensitas patroli di sejumlah titik keramaian. Salah satu lokasi yang menjadi fokus pengamanan adalah Pasar Rakyat Lolloe, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, pada Rabu (18/3/2026).

Kegiatan patroli tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Lalabata, AKP Mahmuddin, S.Sos, bersama sejumlah personel kepolisian. Patroli dimulai sekitar pukul 10.15 WITA hingga menjelang siang hari, menyesuaikan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di pasar selama bulan Ramadhan.

Seperti diketahui, pasar tradisional menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi yang mengalami lonjakan signifikan selama bulan puasa. Masyarakat memanfaatkan waktu pagi hingga siang hari untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok, baik untuk konsumsi harian maupun persiapan berbuka puasa.

Dalam kegiatan tersebut, aparat kepolisian tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga aktif berinteraksi dengan para pedagang dan pengunjung pasar. Pendekatan humanis yang dilakukan diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman, nyaman, serta mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.

Kapolsek Lalabata, AKP Mahmuddin, menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadhan.

“Kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta memastikan aktivitas jual beli di pasar berjalan dengan lancar dan tertib. Ini merupakan bagian dari pelayanan kami kepada masyarakat selama bulan Ramadhan,” ujarnya.

Selain fokus pada aspek keamanan, petugas juga melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bahan pokok di pasar. Hal ini penting dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelangkaan maupun lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya masih dalam kondisi aman. Tidak ditemukan adanya kelangkaan yang signifikan, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Para pedagang di Pasar Lolloe pun menyambut baik kehadiran aparat kepolisian. Mereka mengaku merasa lebih tenang dan nyaman dalam menjalankan aktivitas jual beli, terutama di tengah meningkatnya jumlah pengunjung selama bulan Ramadhan.

“Kami merasa lebih aman dengan adanya patroli polisi. Pembeli juga lebih tertib, jadi suasana pasar tetap kondusif,” ungkap salah seorang pedagang.

Secara keseluruhan, kegiatan patroli berlangsung dengan lancar tanpa adanya gangguan berarti. Situasi di Pasar Rakyat Lolloe terpantau aman, tertib, dan kondusif hingga kegiatan berakhir.

Polsek Lalabata menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan patroli rutin selama bulan Ramadhan. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di wilayah hukum Polsek Lalabata.

Dengan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan suasana Ramadhan di Kabupaten Soppeng dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan.

(Silviana)

Kamis, 12 Maret 2026

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Ungkap Kasus Empat Pelaku Pencurian yang Diamankan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Polres Soppeng menggelar kegiatan press release pengungkapan kasus tindak pidana pencurian yang berlangsung di Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Soppeng, Jalan Latenri Bali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Kamis, 12 Maret 2026, sekitar pukul 17.40 Wita.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K.,M.I.K, didampingi Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Dodie Ramaputra, S.H., M.H, serta Kasi Humas Polres Soppeng H. Husain, S.Sos., S.H., M.H.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Lantas Polres Soppeng, KBO Satreskrim Polres Soppeng, serta para rekan jurnalis dari berbagai media di Kabupaten Soppeng.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Soppeng menyampaikan bahwa pihaknya berhasil mengungkap beberapa kasus tindak pidana pencurian yang terjadi di wilayah hukum Polres Soppeng.

Salah satu kasus yang berhasil diungkap yakni pencurian yang melibatkan tiga orang pelaku berinisial BR, LK, dan SH. Kapolres menjelaskan bahwa pelaku BR dan LK melakukan pencurian dengan cara mengambil mesin pompa air milik korban yang disimpan di area persawahan.

Setelah berhasil mengambil barang tersebut, hasil curian kemudian dijual kepada SH yang diketahui berperan sebagai penadah.

“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Soppeng, pelaku BR juga diketahui terlibat dalam beberapa aksi pencurian lainnya seperti pencurian handphone dan tabung gas di wilayah hukum Polres Soppeng,” ungkap Kapolres.

Selain kasus tersebut, polisi juga mengungkap kasus pencurian lainnya yang dilakukan oleh seorang pelaku berinisial Z Pelaku melakukan pencurian dengan cara mengambil tegel milik korban sebanyak 115 dus tanpa sepengetahuan pemiliknya. Tegel tersebut disimpan di dalam gudang tempat pelaku bekerja yang beralamat di Cikke’e, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Aksi pencurian tersebut dilakukan pelaku pada malam hari, kemudian tegel hasil curian tersebut dijual kembali di beberapa tempat. Pelaku berhasil diamankan oleh petugas pada Minggu, 15 Februari 2026 di wilayah Lolloe, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Adapun para pelaku berhasil diamankan oleh petugas pada waktu dan lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Soppeng.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua unit mesin pompa air merek Matari, tiga buah tabung gas, satu unit handphone merek Vivo warna merah, serta barang bukti lainnya yang masih dalam proses pengembangan dan pencarian.

Para pelaku dijerat dengan pasal berbeda sesuai dengan peran masing-masing, di antaranya Pasal 476 jo Pasal 21 ayat (1) huruf A dan huruf B KUHPidana, serta pasal lain yang terkait dengan tindak pidana pencurian dan penadahan.

Kapolres Soppeng menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polres Soppeng dalam memberantas tindak pidana pencurian yang meresahkan masyarakat, baik yang terjadi di area persawahan maupun di lingkungan pemukiman warga.

“Melalui kegiatan press release ini, kami ingin menunjukkan transparansi kepada masyarakat serta memberikan informasi yang akurat terkait kinerja kepolisian dalam mengungkap tindak pidana di wilayah hukum Polres Soppeng,” ujarnya.

Ia juga berharap pengungkapan kasus tersebut dapat memberikan efek jera kepada para pelaku serta menjadi peringatan bagi pihak lain agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

(Silviana) 

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved