-->

Jumat, 01 Juli 2022

Pria Tewas Ditemukan di Rumah Kebun Desa Gattareng Diduga Bunuh Diri



Soppeng, Teropongsulawesi.com, Warga Coppolele Desa Gattareng Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng mendadak geger dengan penemuan pria yang tewas gantung diri.

Pemuda malang tersebut diketahui berinisial AM (37) alamat Kampiri Desa Marioriaja, almarhum ditemukan tewas tergeletak di sebuah kandang ternak yang diduga pria tersebut meninggal karena bunuh diri dengan menggantungkan dirinya dengan tali.

Sementara dari keterangan saksi mengatakan bahwa pada hari Jumat tanggal 01 Juli 2022 sekitar pukul 17.00 wita Saksi I wale bersama I Dinta ke kebun untuk memberi makanan ternaknya namun tiba-tiba saksi melihat seseorang yang tergeletak dekat rumah kebun miliknya, kemudian saksi berlari untuk memanggil warga dan kemudian warga menelpon Kepala Desa Gattareng, Rappe bahwa warga telah menemukan seseorang tergantung di rumah kebun miliknya, terangnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak petugas Puskesmas Tanjonge dan personil Identifikasi Sat Reskrim Polres Soppeng maka ditemukan hasil, luka jeratan dileher yang melingkar sepanjang 37 cm.

Kemudian Identifikasi Polres Soppeng, oleh Piket Fungsi bersama Personil Polsek Marioriwawo mendatangi TKP yang dipimpin oleh KA SPKT Polres Soppeng AIPTU Yerri Kawandoda untuk memastikan kejadian tersebut.

Sebagai dugaan sementara pria tersebut di duga tewas gantung diri dan kini masih proses pengembangan pihak kepolisian resor Soppeng.

(Ismail)

Menuju Penetapan Situs Manusia Purba, BPSMP Sangiran Gelar FGD di Cabbenge Soppeng



Soppeng, (Sulsel), Teropongsulawesi.com,-Balai Pelestarian Situs Manusia Purba [BPSMP] Sangiran Jawa Tengah memprakarsai kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang "Menuju Penetapan Situs-situs di Sekitar Cabbeng Kabupaten Soppeng, dengan tema "Tinggalan Budaya Adalah Cermin Kebesaran Jati Diri dan Kepribadian Bangsa pada Rabu, 29 Juni 2022 di Cabbeng Kabupaten Soppeng.

Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Soppeng Ir. Lutfi Hlaide, MP, Staf Ahli Drs. H. Asis Makmur, M.Pdi, Anggota DPRD Kabupaten Soppeng Ir Andi Werding, Camat Lilirilau, Camat Liliriaja, Camat Citta, Kapolsek Liliriaja, lilirilau, Citta, Kepala Desa/Lurah di wilayah sekitar Cabbenge, dan pemilik lahan di sekitar situs-situs setempat.


Sementara sebagai narasumber yakni :

1. Prof Dr Ir Yadhi Zaim, MA
2. Drs Iwan Sumantri, MA
3. Dr Yadi Mulyadi, MA
4. Ilham Abdullah, SS MA

Ditemui di ruang kerjanya Dr. Karim, M.Pd (Kabid. Kebudayaan) selaku moderator kegiatan FGD (Focus Group Discussion) memaparkan lebih panjang dengan mengatakan bahwa, Focus Group Discussion [FGD] tentang Situs-Situs di sekitar Cabenge dilaksanakan atas prakarsa Balai Pelestarian Situs Manusia Purba [BPSMP] Sangiran Jawa Tengah.

Acara dibuka oleh Wakil Bupati Soppeng yang membuat acara FGD ini menjadi luar biasa karena dihadiri oleh Kepala BPSMP Sangiran, Kepala BPCB Sulsel dan Kepala BPNB Sulsel. Ketiga UPT itu adalah UPT Kemendikbudristek yang mengurusi pemajuan kebudayaan.

Wakil Bupati Soppeng dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Panitia khususnya Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran yang melakukan kegiatan FGD di Kabupaten Soppeng ini.


Kata Wabup, Pemerintah Daerah menyambut baik kegiatan ini, semoga Soppeng semakin dikenal karena adanya situs-situs Cagar Budaya di Cabenge ini, ujarnya.

"FGD ini merupakan salah satu tahapan menuju penetapan situs-situs di Sekitar Cabbeng diharapkan dapat menjadi acuan tercipta keserasian antara pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan di Kabupaten Soppeng.


Selain sebagai acuan penetapan situs-situs juga diharapkan mampu mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat berbasis konservasi, pendidikan dan pengembangan pariwisata, tandas Wabup Soppeng.


Yang menjadi dasar forum diskusi pada kegitan ini adalah Misteri Lembah Walennae :

1. Cabenge berdasarkan temuan-temuan yang ada dapat disimpulkan sebagai pusat industri alat-alat batu jaman dahulu.
Alat-alat batu yang digunakan manusia jaman dulu banyak ditemukan di Cabenge.

2. Berdasarkan data temuan yang ada, Cabenge juga merupakan pusat migrasi manusia jaman dahulu [manusia purba] dari Selatan ke Utara yang melintasi Indonesia khususnya pulau Sulawesi tepatnya Cabenge.

Dan yang menjadi tujuan dari pengelolaan situs manusia purba tersebut dapat dijabarkan diantaranya:

1. Melestarikan cagar budaya dan nilai budaya masa lalu, nilai penting saat ini dan potensi yang akan datang di situs situs sekitar cabbenge.
2. Menjadikan situs-situs di sekitar Cabbenge sebagai sarana pendidikan dan penelitian.
3. Menjadikan situs-situs di sekitar Cabbenge sebagai destinasi wisata untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Situs-situs di Lembah Walanae, Kabupaten Soppeng, terdiri atas 10 lokasi yang merupakan lokasi penemuan berbagai jenis alat batu beserta fosil berbagai jenis binatang purba. Situs-situs tersebut adalah Situs Berru / Calio, Situs Salaonro, situs marale, situs paroto, situs Lakibong, Situs Kecce, situs Lenrang, situs Jampu, situs lonrong, situs talepu.


Lokasi-lokasi penemuan tersebar pada area yang cukup luas pada lapisan tanah purba.

Temuan alat-alat batu tersebut berupa kapak perimbas, kapak penetak, kapak genggam, pahat genggam, alat serpih, serut, pisau, bilah, batu inti, dan serpihan batu sisa produksi.


Beberapa jenis binatang yang ditemukan situs-situs di sekitar Cabenge merupakan binatang endemik, misalnya babi raksasa (Celebochoesourus heekereni),

Gajah (Stegodon sompoensis), Gajah Sulawesi (Elephas celebensis) dan kura-kura darat raksasa (Geochelone atlas).

Lapisan tanah purba yang menyusun daerah ini terdiri atas Formasi Walanae dan endapan teras. Formasi Walanae terbagi atas 4 anggota yaitu anggota Tacipi, Bureccing, Samaoling, dan Beru.

Anggota Tacipi berupa batu gamping yang merupakan endapan laut dangkal. Anggota Bureccing berupa lempung yang merupakan endapan laut.

Anggota Samoling berupa perselingan batu pasir dengan batu lanau.

Dan anggota Beru yang terbagi atas dua bagian, Sub unit A dan Sub unit B. Sub unit A berciri menjari antara endapan darat dengan endapan laut yang diwakili oleh batupasir laut, lumpur lagun dan endapan batuan pantai.

Sub unit B semakin meningkat adanya ukuran butir fragmen yang makin kasar dari batupasir yang mendominas endapannya.

Kandungan fosil fauna, artefak batu, dan endapan purba yang dimiliki situs-situs
di sekitar Cabenge merupakan potensi yang mengandung nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kebudayaan.

Hal tersebut menjadikan situs-situs di sekitar Cabenge sebagai salah satu situs yang mesti dilestarikan (dilindungi, dikembangkan, dan
dimanfaatkan).

(Is).

Sabtu, 25 Juni 2022

Mengharukan, Beginilah Acara Pisah Tamat di UPTD SPF SDN 146 Gattareng


Foto Bersama Pengawas, Guru, Ketua Komite Serta Siswa-siswi

Gattareng, (Soppeng) Sulsel, Teropongsulawesi.com,- Sabtu pagi, SD 146 Gattareng, mengadakan Penamatan sekaligus perpisahan siswa kelas akhir (VI).


Pada kesempatan itu, turut di hadiri oleh Pengawas TK/SD wilayah III Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, dalam hal ini Syarifudin S. Pd.SD, MM


Di tempat yang sama turut hadir ketua komite SDN 146 Gattareng, Harusman.


Foto Pengawas TK/SD Wilayah III Marioriwawo Dalam Sambutannya

Dalam sambutannya, Syarifudin S.Pd.SD, MM menyampaikan beberapa hal, diantaranya :

1. Siswa-siswi yang memiliki bakat dan prestasi patut untuk ditingkatkan dan dipertahankan serta diberikan bimbingan dan dukungan untuk peningkatan bakat dan prestasi masing-masing anak.
2. Kemajuan sekolah yang sudah nampak jelas perubahannya menuju kearah yang lebih baik ini wajib untuk dipertahankan serta dijaga dengan baik untuk SDN 146 Gattareng kedepannya.
3. Pentingnya peran guru dalam membentuk karakter siswa juga sangat diperlukan, sekiranya anak didik kita ini menjadi anak yang berimtek.
4. Terakhir guru harus menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan orang tua/wali murid serta ketua komite, supaya tercipta nya hubungan sosial yang baik serta kerjasama yang dapat menopang kemajuan sekolah, Pungkasnya.


Ditempat yang sama Pasriani S.pd.SD selaku Kepsek SDN 146 Gattareng, juga menyampaikan bahwa kita selaku guru wajib untuk menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua/wali serta komite sekiranya menjadi salah satu penopang untuk memajukan sekolah kita bersama, tuturnya.


Terakhir Harusman menambahkan bahwasanya berkat kerjasama yang baik ini, pembangunan disekolah kita ini sudah banyak kemajuan mulai dari lapangan upacara, volly, takraw yang di pasangi Paping blog, sekiranya kedepannya bisa lebih meningkat lagi, tutupnya.

Published (Is)

Minggu, 19 Juni 2022

Buka Kegiatan Sambut HUT Bhayangkara Ke 76", Bupati Soppeng Akui Kebersamaan Kapolres AKBP Santiaji Kartasasmita di Acara Fun Bike


Soppeng, Teropongsulawesi.com,-Polres Soppeng melaksanakan Fun Bike dan Senam Gembira secara serentak yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo M.Si. secara Virtual dalam rangka HUT Bhayangkara ke - 76 yang dipusatkan di Halaman Apel Mapolres Soppeng jl. Kemakmuran Kelurahan Lemba Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng, Minggu 19 Juni 2022 pukul 07.00 wita

Fun Bike yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai Instansi Pemerintahan, TNI, Komunitas Sepeda serta masyarakat dilepas langsung oleh Bupati Soppeng H. A. Kaswadi Razak SE, didampingi Kapolres Soppeng Akbp Santiaji Kartasasmita S.I.K dan Ketua DPRD Kab. Soppeng Syahruddin M. Adam S.Sos M.M dengan rute Star dan Finish di Mapolres Soppeng.

Kapolres Soppeng Akbp Santiaji Kartasasmita S.I.K dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan Fun Bike ini dilaksanakan serentak diseluruh wilayah Republik Indonesia dalam rangka HUT Bhayangkara ke 76 yang terpusat di jakarta dan disaksikan langsung oleh Kapolri , selain itu hal tersebut juga guna meningkatkan Imun tubuh ditengah Pandemi Covid - 19".'ujarnya

"Ada beberapa Dorprize yang kami sediakan sebagai kenang - kenangan kepada peserta yang beruntung, Saya harap rekan - rekan semua tetap semangat, utamakan keselamatan dijalan dan kembali ke Finish dengan selamat sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan selanjutnya dengan sesuai rencana", terangnya.

"Terima kasih atas dukungan dan doanya mudah - mudahan Polri di usia yang ke 76 ini akan semakin berbenah dan mengjnstropeksi diri sehingga dapat melayani masyarakat dengan lebih baik".tutup Akbp Santiaji.


Sementara Bupati Soppeng H. A. Kaswadi Razak SE, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa "kita disini dalam rangka bersama - sama memeriahkan HUT Bhayangkara ke 76 dan sekaligus kita juga merangkaikan kegiatan - kegiatan lain semua ini merupakan suatu sujud kita kepada Allah dan semoga kehadiran kita bernilai ibadah di sisi Allah Subhanahu wata ala", Ujarnya.

H. A. Kaswadi Razak SE, dalam kesempatannya juga mengucapkan selamat Hari Ulang tahun ke 76 atas nama pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Soppeng bagi keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia tentu dihari ulang tahun ini telah banyak yang kita persembahkan untuk masyarakat bangsa dan negara terutama bagaimana menciptakan rasa aman ditengah - tengah masyarakat,

"Pemda Soppeng dan masyarakat tentu sekali lagi menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi - tingginya atas kebersamaan kita selama ini menghadapi setiap permasalahan - permasalahan yang terjadi ditengah - tengah masyarakat, terutama yang kami rasakan pengabdian kita dalam hal penanganan Covid", jelasnya.

"Kepolisian RI beserta seluruh jajaran dan keluarga tiada henti - hentinya memberikan bantuan dan dukungan sepenuhnya sehingga masyarakat Kabupaten Soppeng sangat merasakan itu, lebih - lebih dalam hal menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat, kita ketahui bersama Kabupaten Soppeng adalah salah satu daerah yang sangat Kondusif dibangdingkan dengan daerah - daerah lain, ini merupakan suatu kinerja dari bapak Kapolres beserta jajaran, terima kasih sekali lagi atas pengabdian kita semuanya dan pada hari ini kita hadir ditempat ini tentu adalah merupakan rangkaian daripada kegiatan - kegiatan lain yang dilakukan Polres Soppeng, kemarin pelaksanaan Vaksin booster kemudian Fun bike yang luar biasa.

"Ini menandakan ada rasa kebersamaan yang tinggi dari keluarga besar Polres Soppeng dan itulah juga menjadi simbol masyarakat Soppeng yaitu Yassisoppengi, semua ini tidak mungkin terwujud dengan begitu saja kalau tidak ada kebersamaan dan kepemimpinan dari bapak Kapolres Soppeng, dan kita lihat sendiri perubahan - perubahan yang luar biasa disekitar Polres baik dalam penjagaan dan pelayanan yang lain, luar biasa terima ksih bapak Kapolres semoga hal ini menjadi amal ibadah bagi kita semuanya",tutupnya.

Pada kegiatan tersebut Polres Soppeng juga menyediakan berbagai hadiah utama diantaranya Mesin Cuci, Kulkas, Sepeda serta berbagai hadiah Doorprize menarik lainnya yang diundi untuk para peserta.

Turut hadir Wakil Bupati Soppeng Ir. H Lutfi Halide M.P, Ketua DPRD Kab. Soppeng Syahruddin M. Adam S.Sos M.M, unsur Forkopimda atau yang mewakili, Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng Ny. Renzy Santiaji Kartasasmita beserta pengurus dan Anggota, Wakapolres Soppeng Kompol H. Muhiddin Yunus S.H M.H serta para PJU, Kapolsek, Perwira, Personil dan PNS Polres Soppeng, Personil Kodim 1423 Soppeng, Pembina dan Siswa SPN Polda Sulsel serta para tamu undangan lainnya.

(Ismail/JOIN)

Selasa, 14 Juni 2022

Memprihatinkan, Beginilah Keadaan Keluarga Siswa SD di Bone, Menempuh Jarak 7km Setiap Kesekolah.


Kunjungan Ipda Sirajuddin Ke Rumah Pak Kure'

(Lerang), Desa Tapong, Kec. Tellu Limpoe Bone. Teropongsulawesi.com,- Kure' tinggal di lereng gunung Camara' di Dusun 1 Lerang, Desa Tapong, Kec. Tellu limpoe, Kab. Bone, Sulawesi Selatan.


Beliau memiliki istri yang bernama Upe' yang sudah sakit sakitan dan kurus serta memiliki anak yang kecil dan bersekolah di SD Inpres 5/81 Tapong Kec. Tellu limpoe Kab. Bone, dengan jarak tempuh dari rumahnya 7 kilometer.


Dalam keseharian saya hanya bercocok tanam padi gunung, Namun kebanyakan tidak mendapat hasil dari bertani karena berkebun sendiri di lereng gunung sehingga binatang pengerat dan hewan memakan padi milik saya disaat belum berbuah utamanya dimalam hari, ditambah hama tanaman yang menyerang karena tidak memiliki modal untuk membeli racun hama, Ungkap Kure' saat ditanya Ipda Sirajuddin, S.H, M.H

Kondisi Keluarga Pak Kure' & Keluarga


Selain itu Kure' kadang memasang jerat rusa dengan harapan tangkapan rusanya itu dapat ditukarkan dengan beras dikampung sebelah namun jerat yang dipasang lebih sering mendapat babi hutan yang menjadi santapan ular piton.


Kure' selalu berusaha memenuhi kebutuhan dari keluarga kecilnya dengan bertani akan tetapi usaha dari bertani nya juga tidak memberikan hasil dan kemiskinan tidak bisa dia hindari.


Terakhir Ipda Sirajuddin S.H, M.H. menyampaikan bahwa Kure' tidak ada pilihan selain bertahan demi anaknya yang masih sekolah walaupun kebutuhan sehari-hari hanya bisa ditutupi dengan mengandalkan bantuan yang ada dan pemberian beras atau pakaian bekas dari orang lain ketika berkunjung ke kampung sebelah seperti di kampung lerang Dusun satu Desa Yapong, Kec. Tellu limpoe, Kab. Bone, Sulawesi Selatan, Pungkasnya saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp.

Published (Ismail)

Rabu, 08 Juni 2022

Demi Mengikuti Ujian Sekolah, Siswa SD Harus Berangkat Dini Hari Dengan Sebilah Parang Untuk Sampai Ke Sekolah



Lerang, (Desa Tapong), Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, Teropongsulawesi.com,-


Kisah seorang anak Sekolah Dasar yang menempuh perjalanan selama 5 jam untuk sampai ke sekolah mengikuti Ujian Sekolah dengan berjalan kaki.


Anak ini tinggal di lereng gunung camara' yang terletak jauh di atas dari tempat mereka bersekolah.


Siswa ini bersekolah di SD Inpres 5/81 Tapong, Desa Tapong, kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.


Anak ini bersama ke 3 saudara (i) berangkat dari rumah ke sekolah dari jam 2 dini hari dan paling lambat jam 3 dini hari untuk sampai ke sekolah jam 7 pagi.


Nama dari ke empat bersaudara (i) ini yakni, kamriani, Gulman, Yudding dan adiknya Nur Sabbi, inilah keempat bersaudara yang tinggal di lereng gunung Camara'.


Keempat anak ini adalah anak dari pasangan bapak Kure' dengan ibu Upe', yang menempuh perjalanan jauh selama 5 jam untuk sampai ke sekolah tempat nya menuntut ilmu.

Yudding Ketika di Wawancarai Gurunya


Ketika di tanya Yudding menyampaikan bahwasanya jarak dari sekolah itu harus menempuh perjalanan jauh selama kurang lebih 5 jam untuk sampai ke sekolah. Pungkas Abdul Rahman saat dikonfirmasi oleh Ismail di kediaman nya di Abbarangnge.


Abdul Rahman juga membenarkan bahwasanya anak itu membawa parang ke sekolah dikarenakan untuk berjaga-jaga didalam perjalanan dari rumah ke sekolah sebab sering nya ditemui ular piton ditengah perjalanan, Pungkasnya.


Terakhir Abdul Rahman menyatakan anak ini menempuh perjalanan kurang lebih 7-8 jam pulang pergi setiap harinya untuk ke sekolah dari rumah nya, ujarnya.

(Ismail)

Senin, 06 Juni 2022

Upaya Memberikan Pelayanan Terbaik Ke Masyarakat KRI Polres Sinjai Cek Ruang Pelayanan SIM



Sinjai (Sulsel) Teropongsulawesi.com,- Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi pemohon SIM dan mencegah terjadinya pelanggaran pada pelayanan loket Foto dan sidik jari pembuatan SIM.

Kanit Regident Identifikasi (KRI) Sinjai, Ipda Asdar,S.Sos mengecek langsung ruang pelayanan SIM di Mapolres Sinjai

” Kegiatan ini rutin dilakukan, untuk mengecek anggota dan kesiapan prasarana dalam pelayanan kepada masyarakat khususnya bagi pemohon SIM yang ingin melakukan pembuatan dan perpanjangan SIM,”ujarnya,Selasa 7/6/2022.

"Semua harus sesuai SOP yang ada termasuk wajib sehat melalui surat keterangan sehat dari dokter dan tidak terganggu kejiwaan dengan dibuktikan keterangan pisiko,”tambahnya.

Sementara itu,bukan hanya pada pelayanan SIM yang kita cek pelayanannya di Kantor Samsat juga setiap hari kami cek pelayanan Personel Sat Lantas kepada masyarakat, dalam pengesahan dan penerbitan STNK, pelat TNKB yang sudah lewat 5 tahun,

Bahkan lanjut kata mantan KRI Soppeng itu “Kita juga menekankan kepada anggota personel Sat Lantas untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pemohon SIM, lakukan sesuai ketentuan jangan sampai ada penyimpangan, sampaikan informasi yang tidak sulit dipahami masyarakat, sehingga tercapai tujuan Polri Presisi,”pungkasnya.

Polri Terus Koordinasi Polisi Jepang dan Imigrasi Terkait Keberadaan Buron Mitsuhiro Taniguchi di Indonesia


Jakarta, Teropongsulawesi.com, - Polri menyatakan bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian Jepang dan Imigrasi terkait dugaan buronan Mitsuhiro Taniguchi (47) berada di Indonesia.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, langkah koordinasi pro aktif ini dilakukan untuk memastikan kebenaran keberadaan buronan asal Jepang tersebut.

"Polri pro aktif koordinasi dengan kepolisian Jepang (NPA) dan pihak terkait atau Imigrasi untuk  melacak keberadaan yang bersangkutan. Apabila ditemukan akan segera diinfokan ke Slo Kepolisian Jepang untuk ditindaklanjuti secara administrasi," kata Dedi kepada wartawan, Jakarta, Senin (6/6).

Disisi lain, Dedi menyebut bahwa, Mitsuhiro Taniguchi saat ini belum masuk ke dalam daftar buronan atau Red Notice sebagai tersangka.

Meski begitu, Dedi memastikan, Polri siap berkoordinasi untuk melacak keberadaan dari buronan tersebut.

"Terkait Mitsuhiro Taniguchi, buronan dari kepolisian Jepang, sampai saat ini belum ada Red Notice terkait tersangka.
Langkah pro aktif sudah berkoordinasi dengan Imigrasi untuk mengecek kepastian perlintasan tersangka masuk atau keluar dari wilayah hukum Indonesia," ujar Dedi.

Sebelumnya, polisi Jepang mengusut kasus dugaan penipuan dana subsidi bagi usaha kecil yang mengalami dampak Pandemi Covid-19.

Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni Rie Taniguchi (45), Daiki (22) dan putra keduanya yang namanya belum disebutkan berusia 21 tahun.

Para tersangka diduga diminta oleh Mitsuhiro mengajukan pengembalian pajak atas nama orang yang telah terdaftar di kantor pajak atau memalsukan permohonan.

(Red/Humaspolri)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved