-->

Jumat, 01 Juli 2022

Menuju Penetapan Situs Manusia Purba, BPSMP Sangiran Gelar FGD di Cabbenge Soppeng



Soppeng, (Sulsel), Teropongsulawesi.com,-Balai Pelestarian Situs Manusia Purba [BPSMP] Sangiran Jawa Tengah memprakarsai kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang "Menuju Penetapan Situs-situs di Sekitar Cabbeng Kabupaten Soppeng, dengan tema "Tinggalan Budaya Adalah Cermin Kebesaran Jati Diri dan Kepribadian Bangsa pada Rabu, 29 Juni 2022 di Cabbeng Kabupaten Soppeng.

Acara dihadiri oleh Wakil Bupati Soppeng Ir. Lutfi Hlaide, MP, Staf Ahli Drs. H. Asis Makmur, M.Pdi, Anggota DPRD Kabupaten Soppeng Ir Andi Werding, Camat Lilirilau, Camat Liliriaja, Camat Citta, Kapolsek Liliriaja, lilirilau, Citta, Kepala Desa/Lurah di wilayah sekitar Cabbenge, dan pemilik lahan di sekitar situs-situs setempat.


Sementara sebagai narasumber yakni :

1. Prof Dr Ir Yadhi Zaim, MA
2. Drs Iwan Sumantri, MA
3. Dr Yadi Mulyadi, MA
4. Ilham Abdullah, SS MA

Ditemui di ruang kerjanya Dr. Karim, M.Pd (Kabid. Kebudayaan) selaku moderator kegiatan FGD (Focus Group Discussion) memaparkan lebih panjang dengan mengatakan bahwa, Focus Group Discussion [FGD] tentang Situs-Situs di sekitar Cabenge dilaksanakan atas prakarsa Balai Pelestarian Situs Manusia Purba [BPSMP] Sangiran Jawa Tengah.

Acara dibuka oleh Wakil Bupati Soppeng yang membuat acara FGD ini menjadi luar biasa karena dihadiri oleh Kepala BPSMP Sangiran, Kepala BPCB Sulsel dan Kepala BPNB Sulsel. Ketiga UPT itu adalah UPT Kemendikbudristek yang mengurusi pemajuan kebudayaan.

Wakil Bupati Soppeng dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Panitia khususnya Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran yang melakukan kegiatan FGD di Kabupaten Soppeng ini.


Kata Wabup, Pemerintah Daerah menyambut baik kegiatan ini, semoga Soppeng semakin dikenal karena adanya situs-situs Cagar Budaya di Cabenge ini, ujarnya.

"FGD ini merupakan salah satu tahapan menuju penetapan situs-situs di Sekitar Cabbeng diharapkan dapat menjadi acuan tercipta keserasian antara pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan di Kabupaten Soppeng.


Selain sebagai acuan penetapan situs-situs juga diharapkan mampu mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat berbasis konservasi, pendidikan dan pengembangan pariwisata, tandas Wabup Soppeng.


Yang menjadi dasar forum diskusi pada kegitan ini adalah Misteri Lembah Walennae :

1. Cabenge berdasarkan temuan-temuan yang ada dapat disimpulkan sebagai pusat industri alat-alat batu jaman dahulu.
Alat-alat batu yang digunakan manusia jaman dulu banyak ditemukan di Cabenge.

2. Berdasarkan data temuan yang ada, Cabenge juga merupakan pusat migrasi manusia jaman dahulu [manusia purba] dari Selatan ke Utara yang melintasi Indonesia khususnya pulau Sulawesi tepatnya Cabenge.

Dan yang menjadi tujuan dari pengelolaan situs manusia purba tersebut dapat dijabarkan diantaranya:

1. Melestarikan cagar budaya dan nilai budaya masa lalu, nilai penting saat ini dan potensi yang akan datang di situs situs sekitar cabbenge.
2. Menjadikan situs-situs di sekitar Cabbenge sebagai sarana pendidikan dan penelitian.
3. Menjadikan situs-situs di sekitar Cabbenge sebagai destinasi wisata untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Situs-situs di Lembah Walanae, Kabupaten Soppeng, terdiri atas 10 lokasi yang merupakan lokasi penemuan berbagai jenis alat batu beserta fosil berbagai jenis binatang purba. Situs-situs tersebut adalah Situs Berru / Calio, Situs Salaonro, situs marale, situs paroto, situs Lakibong, Situs Kecce, situs Lenrang, situs Jampu, situs lonrong, situs talepu.


Lokasi-lokasi penemuan tersebar pada area yang cukup luas pada lapisan tanah purba.

Temuan alat-alat batu tersebut berupa kapak perimbas, kapak penetak, kapak genggam, pahat genggam, alat serpih, serut, pisau, bilah, batu inti, dan serpihan batu sisa produksi.


Beberapa jenis binatang yang ditemukan situs-situs di sekitar Cabenge merupakan binatang endemik, misalnya babi raksasa (Celebochoesourus heekereni),

Gajah (Stegodon sompoensis), Gajah Sulawesi (Elephas celebensis) dan kura-kura darat raksasa (Geochelone atlas).

Lapisan tanah purba yang menyusun daerah ini terdiri atas Formasi Walanae dan endapan teras. Formasi Walanae terbagi atas 4 anggota yaitu anggota Tacipi, Bureccing, Samaoling, dan Beru.

Anggota Tacipi berupa batu gamping yang merupakan endapan laut dangkal. Anggota Bureccing berupa lempung yang merupakan endapan laut.

Anggota Samoling berupa perselingan batu pasir dengan batu lanau.

Dan anggota Beru yang terbagi atas dua bagian, Sub unit A dan Sub unit B. Sub unit A berciri menjari antara endapan darat dengan endapan laut yang diwakili oleh batupasir laut, lumpur lagun dan endapan batuan pantai.

Sub unit B semakin meningkat adanya ukuran butir fragmen yang makin kasar dari batupasir yang mendominas endapannya.

Kandungan fosil fauna, artefak batu, dan endapan purba yang dimiliki situs-situs
di sekitar Cabenge merupakan potensi yang mengandung nilai penting sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan kebudayaan.

Hal tersebut menjadikan situs-situs di sekitar Cabenge sebagai salah satu situs yang mesti dilestarikan (dilindungi, dikembangkan, dan
dimanfaatkan).

(Is).

Sabtu, 25 Juni 2022

Mengharukan, Beginilah Acara Pisah Tamat di UPTD SPF SDN 146 Gattareng


Foto Bersama Pengawas, Guru, Ketua Komite Serta Siswa-siswi

Gattareng, (Soppeng) Sulsel, Teropongsulawesi.com,- Sabtu pagi, SD 146 Gattareng, mengadakan Penamatan sekaligus perpisahan siswa kelas akhir (VI).


Pada kesempatan itu, turut di hadiri oleh Pengawas TK/SD wilayah III Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, dalam hal ini Syarifudin S. Pd.SD, MM


Di tempat yang sama turut hadir ketua komite SDN 146 Gattareng, Harusman.


Foto Pengawas TK/SD Wilayah III Marioriwawo Dalam Sambutannya

Dalam sambutannya, Syarifudin S.Pd.SD, MM menyampaikan beberapa hal, diantaranya :

1. Siswa-siswi yang memiliki bakat dan prestasi patut untuk ditingkatkan dan dipertahankan serta diberikan bimbingan dan dukungan untuk peningkatan bakat dan prestasi masing-masing anak.
2. Kemajuan sekolah yang sudah nampak jelas perubahannya menuju kearah yang lebih baik ini wajib untuk dipertahankan serta dijaga dengan baik untuk SDN 146 Gattareng kedepannya.
3. Pentingnya peran guru dalam membentuk karakter siswa juga sangat diperlukan, sekiranya anak didik kita ini menjadi anak yang berimtek.
4. Terakhir guru harus menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan orang tua/wali murid serta ketua komite, supaya tercipta nya hubungan sosial yang baik serta kerjasama yang dapat menopang kemajuan sekolah, Pungkasnya.


Ditempat yang sama Pasriani S.pd.SD selaku Kepsek SDN 146 Gattareng, juga menyampaikan bahwa kita selaku guru wajib untuk menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua/wali serta komite sekiranya menjadi salah satu penopang untuk memajukan sekolah kita bersama, tuturnya.


Terakhir Harusman menambahkan bahwasanya berkat kerjasama yang baik ini, pembangunan disekolah kita ini sudah banyak kemajuan mulai dari lapangan upacara, volly, takraw yang di pasangi Paping blog, sekiranya kedepannya bisa lebih meningkat lagi, tutupnya.

Published (Is)

Selasa, 14 Juni 2022

Memprihatinkan, Beginilah Keadaan Keluarga Siswa SD di Bone, Menempuh Jarak 7km Setiap Kesekolah.


Kunjungan Ipda Sirajuddin Ke Rumah Pak Kure'

(Lerang), Desa Tapong, Kec. Tellu Limpoe Bone. Teropongsulawesi.com,- Kure' tinggal di lereng gunung Camara' di Dusun 1 Lerang, Desa Tapong, Kec. Tellu limpoe, Kab. Bone, Sulawesi Selatan.


Beliau memiliki istri yang bernama Upe' yang sudah sakit sakitan dan kurus serta memiliki anak yang kecil dan bersekolah di SD Inpres 5/81 Tapong Kec. Tellu limpoe Kab. Bone, dengan jarak tempuh dari rumahnya 7 kilometer.


Dalam keseharian saya hanya bercocok tanam padi gunung, Namun kebanyakan tidak mendapat hasil dari bertani karena berkebun sendiri di lereng gunung sehingga binatang pengerat dan hewan memakan padi milik saya disaat belum berbuah utamanya dimalam hari, ditambah hama tanaman yang menyerang karena tidak memiliki modal untuk membeli racun hama, Ungkap Kure' saat ditanya Ipda Sirajuddin, S.H, M.H

Kondisi Keluarga Pak Kure' & Keluarga


Selain itu Kure' kadang memasang jerat rusa dengan harapan tangkapan rusanya itu dapat ditukarkan dengan beras dikampung sebelah namun jerat yang dipasang lebih sering mendapat babi hutan yang menjadi santapan ular piton.


Kure' selalu berusaha memenuhi kebutuhan dari keluarga kecilnya dengan bertani akan tetapi usaha dari bertani nya juga tidak memberikan hasil dan kemiskinan tidak bisa dia hindari.


Terakhir Ipda Sirajuddin S.H, M.H. menyampaikan bahwa Kure' tidak ada pilihan selain bertahan demi anaknya yang masih sekolah walaupun kebutuhan sehari-hari hanya bisa ditutupi dengan mengandalkan bantuan yang ada dan pemberian beras atau pakaian bekas dari orang lain ketika berkunjung ke kampung sebelah seperti di kampung lerang Dusun satu Desa Yapong, Kec. Tellu limpoe, Kab. Bone, Sulawesi Selatan, Pungkasnya saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp.

Published (Ismail)

Rabu, 08 Juni 2022

Demi Mengikuti Ujian Sekolah, Siswa SD Harus Berangkat Dini Hari Dengan Sebilah Parang Untuk Sampai Ke Sekolah



Lerang, (Desa Tapong), Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, Teropongsulawesi.com,-


Kisah seorang anak Sekolah Dasar yang menempuh perjalanan selama 5 jam untuk sampai ke sekolah mengikuti Ujian Sekolah dengan berjalan kaki.


Anak ini tinggal di lereng gunung camara' yang terletak jauh di atas dari tempat mereka bersekolah.


Siswa ini bersekolah di SD Inpres 5/81 Tapong, Desa Tapong, kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.


Anak ini bersama ke 3 saudara (i) berangkat dari rumah ke sekolah dari jam 2 dini hari dan paling lambat jam 3 dini hari untuk sampai ke sekolah jam 7 pagi.


Nama dari ke empat bersaudara (i) ini yakni, kamriani, Gulman, Yudding dan adiknya Nur Sabbi, inilah keempat bersaudara yang tinggal di lereng gunung Camara'.


Keempat anak ini adalah anak dari pasangan bapak Kure' dengan ibu Upe', yang menempuh perjalanan jauh selama 5 jam untuk sampai ke sekolah tempat nya menuntut ilmu.

Yudding Ketika di Wawancarai Gurunya


Ketika di tanya Yudding menyampaikan bahwasanya jarak dari sekolah itu harus menempuh perjalanan jauh selama kurang lebih 5 jam untuk sampai ke sekolah. Pungkas Abdul Rahman saat dikonfirmasi oleh Ismail di kediaman nya di Abbarangnge.


Abdul Rahman juga membenarkan bahwasanya anak itu membawa parang ke sekolah dikarenakan untuk berjaga-jaga didalam perjalanan dari rumah ke sekolah sebab sering nya ditemui ular piton ditengah perjalanan, Pungkasnya.


Terakhir Abdul Rahman menyatakan anak ini menempuh perjalanan kurang lebih 7-8 jam pulang pergi setiap harinya untuk ke sekolah dari rumah nya, ujarnya.

(Ismail)

Senin, 06 Juni 2022

Upaya Memberikan Pelayanan Terbaik Ke Masyarakat KRI Polres Sinjai Cek Ruang Pelayanan SIM



Sinjai (Sulsel) Teropongsulawesi.com,- Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya bagi pemohon SIM dan mencegah terjadinya pelanggaran pada pelayanan loket Foto dan sidik jari pembuatan SIM.

Kanit Regident Identifikasi (KRI) Sinjai, Ipda Asdar,S.Sos mengecek langsung ruang pelayanan SIM di Mapolres Sinjai

” Kegiatan ini rutin dilakukan, untuk mengecek anggota dan kesiapan prasarana dalam pelayanan kepada masyarakat khususnya bagi pemohon SIM yang ingin melakukan pembuatan dan perpanjangan SIM,”ujarnya,Selasa 7/6/2022.

"Semua harus sesuai SOP yang ada termasuk wajib sehat melalui surat keterangan sehat dari dokter dan tidak terganggu kejiwaan dengan dibuktikan keterangan pisiko,”tambahnya.

Sementara itu,bukan hanya pada pelayanan SIM yang kita cek pelayanannya di Kantor Samsat juga setiap hari kami cek pelayanan Personel Sat Lantas kepada masyarakat, dalam pengesahan dan penerbitan STNK, pelat TNKB yang sudah lewat 5 tahun,

Bahkan lanjut kata mantan KRI Soppeng itu “Kita juga menekankan kepada anggota personel Sat Lantas untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pemohon SIM, lakukan sesuai ketentuan jangan sampai ada penyimpangan, sampaikan informasi yang tidak sulit dipahami masyarakat, sehingga tercapai tujuan Polri Presisi,”pungkasnya.

Minggu, 29 Mei 2022

Keindahan Puncak Paulli Soppeng Yang Tidak Terungkap


Puncak Paulli Soppeng

Gattareng Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com,- Puncak Coppo Paulli merupakan destinasi wisata pegunungan yang menjadi titik tertinggi di Gattareng (Lamesue).

Coppo Paulli ini berada di Desa Gattareng, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng.

Dari atas gunung ini kamu dapat melihat jelas hijaunya perbukitan yang mengelilingi Gattareng dan padatnya permukiman warga di Kecamatan Marioriwawo yang menjadi ibu kota Kecamatan.

Untuk mencapai gunung ini, kamu harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam dengan mengendarai kendaraan bermotor dari pusat Kota Soppeng, setelah itu mendaki sekitar 45 hingga 1 jam untuk sampai ke puncaknya.

Sepanjang perjalanan dari pusat kota Watansoppeng kamu akan melewati banyak hamparan sawah yang luas serta perkebunan warga, dengan jalanan naik-turun dan berkelok-kelok.

Soppeng yang selalu dapat menarik perhatian para wisatawan dengan segala keindahan alamnya serta kebudayaanya. Namun kalo kamu yang ingin merasakan pengalaman yang berbeda, Gattareng menawarkan pengalaman lain dari wisata Soppeng pada umumnya, yakni menikmati Soppeng dari atas ketinggian sebuah gunung.


Kegiatan Camp Powis Soppeng

Selain itu, kamu bisa berkemah bareng teman saat mendaki Coppo Paulli ini. Keindahan saat malam hari bisa kamu dapatkan apa lagi saat cuaca cerah, seperti hamburan bintang yang cantik dapat disaksikan dengan mata telanjang.

Published (Ismail)

Kamis, 26 Mei 2022

DONOR DARAH KODIM 1423/SOPPENG DALAM RANGKA HUT ke-65 KODAM XlV/HSN




Soppeng (Sulsel) Teropongsulawesi.com,- Sebagai rangkaian HUT Kodam ke- 65 Kodim 1423/Spg melaksanaan kegiatan donor darah pada Jum'at tanggal 27 Mei 2022 bertempat di Aula Makodim 1423/Soppeng Jl.Merdeka No.122 Kel.Lapajung Kec.Lalabata kab.Soppeng.

Kegiatan ini merupakan wujud kerjasama Kodim 1423/Spg dengan Dinas kesehatan serta PMI kab.Soppeng yang bertujuan guna untuk menjaga stok darah dan melayani bagi pasien di RS.Latemmamala serta masyarakat kab.Soppeng yang membutuhkan darah.

Hadir dalam kegiatan tersebut para Perwira staf jajaran kodim 1423/Spg,Peltu Budiman selaku Kaposkes Dim 1423/Soppeng, Ipda Andri Hermansyah S.Sos M.Si selaku Kasi dokkes Polres Soppeng,Dr.A.BAIDURI dari RSUD LATEMMAMALA serta Ketua Persit KCK Cabang XXXl Kodim 1423/Spg.

Adapun pendonor yang hadir dalam kesempatan ini yaitu Personil Kodim 1423/Soppeng,Polres Soppeng,Satpol PP kab. Soppeng, Dinas Perhubungan kab.Soppeng, Persit KCK Cabang XXXl kodim 1423/Spg Soppeng serta mahasiswa Akper dan Akbid Soppeng. 

Published (issan)

Selasa, 24 Mei 2022

Tim Wasiv TNI AD Kunjungi Sasaran TMMD ke 113/2022 di Wilayah Kodim Soppeng

Soppeng, Teropongsulawesi.com,-Bupati Soppeng, H. A. Kaswadi Razak, SE mendampingi Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI AD mengunjungi lokasi kegiatan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) di Kecamatan Marioriwawo, Selasa (24/05/2022)

Lokasi pembangunan yang dikunjungi yaitu lokasi Pengerasan Jalan tani yang menghubungkan Lingkungan Labessi dengan Dusun Atakka Desa Mariorilau sepanjang 5.000 meter.

Dalam kunjungannya, Ketua Tim Wasev Stap PJO (Penanggung Jawab Operasional) TMMD, Brigjen TNI Furdiyantoso S.H. M.M. (Pa Sahli Tk. II Kasad Bid. Kum HAM dan Narkoba) menjelaskan bahwa dirinya bersama tim lainnya berkunjung ke Kabupaten Soppeng untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kegiatan TMMD yang ada di Kabupaten Soppeng.

"Saya melihat potensi yang ada di Kabupaten Soppeng sangat luar biasa, apalagi dengan para masyarakat dan anggota forkopimdanya yang juga luar biasa karena mereka bekerja untuk satu yaitu merah putih, itu yang saya dapat dari kedatangan saya disini, ujar Brigjen TNI Furdiyantoso.

"Untuk TMMD sendiri, saya sampaikan bahwa di Indonesia ada 50 lokasi TMMD dari Sabang sampai merauke dan lokasinya bervariasi dari masing-masing daerah.

"Hari ini dan kedepan, Tim Wasev seluruh Indonesia akan mengunjungi lokasi-lokasi TMMD tersebut.

"Dan lokasi itu nantinya akan kami jadikan sebagai bahan untuk mengevaluasi bagaimana kinerja dari Satgas, Pemerintah Daerah dan masyarakat menerima hasil dari TMMD ini.

Adapun pendamping Tim Wasev Stap PJO TMMD dari Kodam XlV/Hasanuddin yaitu Letkol Inf Muhlis (Pjs. Pabandiya Bakti TNI Sterdam XlV/Hsn), dan Serma Supriadi (Bati Bakti TNI Sterad Kodam XlV/Hsn).

Turut hadir, ketua DPRD Kabupaten Soppeng, Para Anggota Forkopimda, Kolonel Arm Iwan Aprianto S.I.P. Kasi ter Korem 141/Toddopuli, Sekretaris Kecamatan Marioriwawo, Kapolsek Kecamatan Marioriwawo.

(Ismail)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved