Organisasi -->

Jumat, 01 Mei 2026

Dorong Digitalisasi, Ketua TP PKK Soppeng Minta Pengurus Melek SIM PKK


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suwarni Suwardi, menegaskan pentingnya tertib administrasi sebagai fondasi utama dalam menjalankan seluruh program PKK secara efektif dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan pembinaan administrasi PKK tingkat kecamatan yang digelar di Aula Kantor Camat Lilirilau, Jumat (1/5/2026). 

Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus TP PKK dari tingkat kecamatan, desa, hingga kelurahan se-Kecamatan Lilirilau.

Dalam sambutannya, Hj. Suwarni menekankan bahwa administrasi bukan sekadar kelengkapan dokumen semata, tetapi merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh program kerja PKK dapat berjalan secara terukur dan terarah.

“Administrasi yang tertib, lengkap, dan berkesinambungan menjadi cerminan tertatanya organisasi. Ini juga menjadi dasar dalam pelaksanaan program, pelaporan kegiatan, monitoring, evaluasi, hingga penyajian data yang akurat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam mendukung kinerja organisasi PKK. Menurutnya, pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK menjadi langkah strategis dalam mewujudkan digitalisasi administrasi yang lebih efektif dan efisien.

“Di era sekarang, kita tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya pada sistem manual. Digitalisasi melalui SIM PKK akan sangat membantu dalam koordinasi, pelaporan, dan pengelolaan data yang lebih cepat dan akurat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hj. Suwarni mengajak seluruh pengurus PKK di semua tingkatan untuk terus meningkatkan kapasitas dan komitmen dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK, yang menjadi pilar utama dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

Kegiatan pembinaan ini tidak hanya berlangsung di dalam ruangan. Usai memberikan arahan, Hj. Suwarni bersama jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Soppeng melanjutkan agenda dengan turun langsung ke lapangan.

Mereka melakukan kunjungan ke sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Lilirilau, di antaranya Kelurahan Cabenge, Kelurahan Macanre, Kelurahan Ujung, Kelurahan Pajalesang, serta Desa Baringeng, Desa Kebo, Desa Masing, dan Desa Parenring.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan administrasi PKK di tingkat desa dan kelurahan, sekaligus memberikan pembinaan serta arahan kepada pengurus setempat.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk memastikan bahwa sistem administrasi PKK berjalan optimal hingga ke tingkat paling bawah, serta memperkuat koordinasi antara pengurus kabupaten, kecamatan, dan Desa.

Melalui rangkaian kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Soppeng berharap dapat mendorong terwujudnya organisasi PKK yang tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga tertib administrasi, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

(Silviana) 

Selasa, 28 April 2026

PB IMPS Periode 2026–2028 Siap Guncang Pergerakan Mahasiswa Soppeng, Awal Baru Penguatan Peran Mahasiswa Soppeng

Makassar, Teropongsulawesi.com, Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (PB IMPS) periode 2026–2028 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (25/4). 

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menandai dimulainya masa bakti kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih progresif dan berdaya guna.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh para Dewan Pembina/Penasehat, serta perwakilan delegasi, beserta organisasi mahasiswa yang turut memberikan dukungan dan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru. 

Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, mencerminkan semangat kebersamaan serta komitmen untuk memajukan organisasi.

Ketua Umum PB IMPS periode 2026–2028, Muhammad Arifin Syam, menegaskan pentingnya peran mahasiswa dan pelajar sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah, khususnya Kabupaten Soppeng.

“Kepengurusan ini diharapkan mampu menghadirkan program kerja yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata bagi Mahasiswa dan masyarakat. Kolaborasi dan solidaritas menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa PB IMPS ke depan akan mengedepankan prinsip profesionalitas, integritas, dan kolaborasi dalam menjalankan roda organisasi. Upaya tersebut akan diwujudkan melalui penguatan program di bidang akademik, sosial, serta pemberdayaan sumber daya manusia, khususnya mahasiswa dan pelajar asal Soppeng.

Muh. Ilham sebagai ketua MPO IMPS juga mengingatkan, "Sebagai Ketua MPO IMPS di momentum pelantikan ini kami harap Pengurus Besar IMPS  kedepan harus menegaskan posisinya sebagai mitra kritis yang konstruktif menjaga independensi, memperkuat basis analisis, serta berperan aktif dalam mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. Pelantikan ini harus menjadi titik awal kerja nyata organisasi yang tertata, kader yang unggul, dan kontribusi yang terukur." 

Para tamu undangan yang hadir juga menyampaikan harapan agar kepengurusan yang baru mampu menjaga eksistensi organisasi serta terus berinovasi dalam menghadapi tantangan zaman. Dukungan dari berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat peran PB IMPS sebagai wadah pengembangan generasi muda.

Selain sebagai prosesi pelantikan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pengurus, alumni, dan seluruh elemen organisasi. Momen tersebut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan serta membangun sinergi yang berkelanjutan.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, PB IMPS periode 2026–2028 diharapkan dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat Kabupaten Soppeng secara umum.

(Fadly) 

Selasa, 21 April 2026

Polemik Internal Pers Soppeng Memanas, Ketua PWI Layangkan Somasi Terkait Pemberitaan Tak Berimbang


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Polemik di tubuh insan pers Kabupaten Soppeng kian memanas. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Soppeng, Andi Jumawi, secara resmi melayangkan somasi kepada sejumlah pihak yang dinilai menerbitkan pemberitaan tanpa memenuhi prinsip keberimbangan dan verifikasi jurnalistik. Selasa (21/4/2026).

Langkah tegas ini bukan tanpa alasan. Andi Jumawi menilai pemberitaan yang beredar terkait Surat Keputusan (SK) PWI Pusat dan proses pelantikan pengurus PWI Soppeng masa bakti 2025–2028 telah dipublikasikan tanpa konfirmasi kepada pihak yang berkepentingan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyesatkan publik sekaligus mencederai etika profesi jurnalistik.

Somasi itu ditujukan kepada Al, FRK dan MS  serta ABPK. Mereka disebut menerbitkan informasi yang menyangkut legalitas kepengurusan PWI Soppeng tanpa melakukan verifikasi langsung kepada pengurus resmi.

“Pemberitaan tanpa konfirmasi kepada pihak yang diberitakan berpotensi melanggar prinsip dasar jurnalistik, terutama akurasi dan keberimbangan,” tegas Andi Jumawi, ke media ini, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, pelantikan pengurus PWI Kabupaten Soppeng periode 2025–2028 telah dilaksanakan secara sah oleh Ketua PWI Sulawesi Selatan, H.M. Agus Salim Alwi Hamu. Pelantikan tersebut merujuk pada SK PWI Pusat Nomor 27-PKU/PP-PWI/2025 tertanggal 26 November 2025.

Menurutnya, dokumen tersebut bukan hanya sah secara administrasi, tetapi juga ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sekedang, serta Ketua Bidang Organisasi Zulkifli Gani Ottoh.

Dengan demikian, ia menilai polemik yang berkembang seharusnya tidak terjadi jika proses jurnalistik dijalankan secara profesional.

Yang menjadi sorotan, kata Andi Jumawi, sejumlah pemberitaan justru menggiring opini tanpa menghadirkan klarifikasi dari pihak PWI Soppeng. Ia menilai praktik tersebut berbahaya karena berpotensi membentuk persepsi publik yang tidak utuh.

Melalui somasi tersebut, pihaknya meminta media atau individu yang menerbitkan berita dimaksud untuk memberikan hak jawab sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Hak jawab diminta dimuat paling lambat 3 x 24 jam sejak somasi diterima.

“Kami meminta hak jawab diberikan dan dimuat dalam waktu 3 x 24 jam sejak somasi diterima,” ujarnya menegaskan.

Langkah somasi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa konflik pemberitaan di kalangan wartawan Soppeng tidak lagi sekadar perbedaan pandangan, tetapi telah memasuki ranah serius yang menyangkut profesionalisme dan legitimasi organisasi.

Andi Jumawi juga menyinggung bahwa Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik secara jelas mengatur kewajiban verifikasi, keberimbangan, serta larangan menghakimi dalam pemberitaan.

Ia menilai pemberitaan yang beredar sebelum maupun setelah pelantikan pengurus PWI Soppeng tidak mencerminkan prinsip-prinsip tersebut.

Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik terhadap praktik jurnalistik yang dinilai terburu-buru dan minim konfirmasi.

Ia mengingatkan bahwa wartawan seharusnya menjadi penjaga akurasi informasi, bukan justru memperkeruh situasi melalui publikasi sepihak.

Di sisi lain, somasi ini juga membuka babak baru dalam dinamika internal insan pers di Soppeng. Jika hak jawab tidak diberikan dalam batas waktu yang ditentukan, polemik ini berpotensi berlanjut ke langkah hukum berikutnya.

Dalam keterangannya, surat somasi tersebut telah diserahkan kepada dan diterima oleh Fas Rachmat Kami pada Selasa, 21 April 2026.

Dengan diterimanya surat tersebut, publik kini menunggu respons dari pihak yang disomasi, sekaligus menanti apakah polemik ini akan mereda atau justru semakin memanas.

Situasi ini menjadi ujian serius bagi profesionalisme insan pers di daerah. Di tengah tuntutan kecepatan informasi, prinsip verifikasi dan keberimbangan kembali diuji.

Pertanyaannya, apakah semua pihak siap menempatkan etika jurnalistik di atas kepentingan masing-masing?

(S-El)

Minggu, 22 Maret 2026

Reuni Akbar IKA SMPN 3 Palopo 2026, Dari Nostalgia Menuju Transformasi Digital Alumni


Palopo, Teropongsulawesi.com, Gedung Saodenrae menjadi saksi pertemuan lintas generasi yang bukan sekadar temu kangen, tetapi juga menandai babak baru perjalanan organisasi alumni. Minggu (22/3/2026).

Ratusan alumni dari berbagai angkatan memadati ruangan dalam gelaran Reuni Akbar Ikatan Alumni (IKA) SMPN 3 Kota Palopo, menghadirkan suasana haru, hangat, dan penuh makna.

Namun, reuni kali ini terasa berbeda. Di tengah canda, pelukan, dan kilas balik kenangan masa sekolah, terselip semangat besar untuk membawa organisasi alumni melangkah lebih jauh ke masa depan.

Dalam forum yang berlangsung dinamis dan penuh partisipasi, nama Andi Taufiq Aris (ATA) kembali mengemuka sebagai figur sentral.

Melalui kesepakatan mayoritas peserta, ia kembali dipercaya untuk memimpin IKA SMPN 3 Palopo.

Keputusan ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan refleksi dari kepercayaan kolektif alumni terhadap kepemimpinan yang telah terbukti menjaga soliditas dan semangat kebersamaan lintas generasi.

ATA dinilai mampu menjadi jembatan antara masa lalu yang penuh kenangan dan masa depan yang menuntut inovasi.

Dalam sambutannya, ATA menegaskan bahwa organisasi alumni tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Ia menggarisbawahi pentingnya transformasi digital sebagai kunci utama agar IKA tetap relevan di era modern.

“Organisasi alumni hari ini harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pertemuan fisik, tetapi juga harus hadir secara digital,” ujarnya.

Ke depan, IKA SMPN 3 Palopo diharapkan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga berkembang menjadi Platform jejaring profesional alumni,
Ruang kolaborasi lintas generasi, Ekosistem berbagi peluang dan kontribusi sosial

Salah satu gagasan paling menonjol adalah dorongan kuat terhadap regenerasi kepemimpinan.

ATA secara terbuka mengajak generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam organisasi.

Ia bahkan mendorong agar posisi Ketua Harian ke depan diisi oleh alumni dari angkatan muda, khususnya tahun 2000 ke bawah.

Menurutnya, generasi muda memiliki keunggulan yang sangat dibutuhkan yang Lebih adaptif terhadap teknologi,
Kreatif dalam mengemas kegiatan dan Cepat merespons perubahan tren.

“Untuk membesarkan organisasi ini, kita butuh energi baru. Generasi muda adalah kunci untuk membawa IKA ke level berikutnya,” tegasnya.

Tidak hanya soal struktur organisasi, ATA juga menyoroti pentingnya perubahan dalam pola pelaksanaan kegiatan, termasuk reuni itu sendiri.

Ia mendorong agar kepanitiaan kegiatan ke depan lebih banyak melibatkan generasi muda, ssehingg Konsep acara menjadi lebih segar, Partisipasi alumni meningkat, Kegiatan lebih sesuai dengan perkembangan zaman.

“Reuni tidak boleh stagnan. Harus terus berkembang agar tetap menarik dan bermakna,” tambahnya.

Di balik semua gagasan modernisasi, satu nilai tetap menjadi fondasi utama : kebersamaan tanpa sekat.

ATA mengajak seluruh alumni untuk meninggalkan batasan-batasan yang selama ini mungkin masih terasa, baik antar angkatan maupun latar belakang.

“Reuni ini bukan tentang siapa kita sekarang, tetapi tentang siapa kita dulu dan bagaimana kita tetap terhubung,” ujarnya penuh makna.

Sepanjang acara, suasana kehangatan terasa begitu kuat. Tawa, cerita lama, dan momen kebersamaan mengalir tanpa henti. Banyak alumni yang memanfaatkan kesempatan ini untuk Mempererat kembali hubungan lama, Membangun koneksi baru dan Mengabadikan momen berharga.

Reuni ini pun menjadi simbol bahwa ikatan yang terjalin di bangku sekolah tidak pernah benar-benar hilang, hanya menunggu waktu untuk kembali dipererat.

Dengan semangat baru yang diusung, IKA SMPN 3 Palopo kini mengarah pada peran yang lebih luas. Tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai Motor penggerak kolaborasi alumni, Kontributor bagi masyarakat dan sebagai Mitra dalam pembangunan daerah.

Reuni Akbar 2026 bukanlah akhir dari sebuah pertemuan, melainkan awal dari perjalanan baru menuju organisasi alumni yang lebih solid, inklusif, dan relevan di era digital.

(Red)

Senin, 02 Maret 2026

Aksi Bagi Takjil TP PKK Soppeng, Hj Suarni Suwardi : Wujud Kepedulian di Bulan Suci Ramadan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj Suarni Suwardi, bersama jajaran pengurus dengan menggelar kegiatan pembagian takjil kepada para pengguna jalan.

Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Jalan Pemuda, tepatnya di depan Masjid Agung Darussalam dan kawasan Anjungan I Mangkawani, Kabupaten Soppeng, Senin sore (2/3/2026).

Aksi berbagi ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Ramadan yang digagas TP PKK sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Mengusung tema “Mari Rajut Silaturahmi Dengan Berbagi Sesama”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga momentum mempererat hubungan antara organisasi pemerintah daerah dengan masyarakat, khususnya di tengah suasana Ramadan yang sarat nilai kebersamaan, empati, dan solidaritas sosial.

Sejak sore hari, para pengurus TP PKK telah bersiap di lokasi kegiatan dengan membawa ratusan paket takjil siap saji.

Paket tersebut terdiri dari makanan ringan dan minuman untuk berbuka puasa, yang dibagikan kepada pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki yang melintas.

Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj Suarni Suwardi, tampak turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat. Dengan senyum ramah, ia menyapa satu per satu warga yang menerima bingkisan tersebut.

Kehadiran langsung sosok pemimpin perempuan di tengah masyarakat itu menjadi simbol kepedulian dan kedekatan antara organisasi dan warga.

Tidak sedikit pengguna jalan yang mengapresiasi langkah tersebut, terutama mereka yang masih berada dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.

“Kegiatan ini bukan sekadar berbagi makanan berbuka, tetapi juga sebagai wujud kepedulian di Bulan Suci Ramadan dan upaya mempererat silaturahmi antara organisasi pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Hj Suarni Suwardi di sela-sela kegiatan.

Aksi sosial tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Para pengguna jalan tampak antusias menerima paket takjil yang dibagikan. Beberapa di antaranya bahkan menyampaikan rasa terima kasih secara langsung kepada Ketua TP PKK dan para pengurus yang terlibat.

Bagi masyarakat yang masih berada di perjalanan, pembagian takjil ini menjadi bantuan yang sangat berarti. Selain membantu mereka berbuka puasa tepat waktu, kegiatan ini juga memberikan pesan moral tentang pentingnya berbagi di bulan penuh berkah.

Suasana sore itu terasa hangat dan penuh kebersamaan. Di bawah langit senja yang mulai meredup, interaksi antara pengurus TP PKK dan masyarakat menciptakan nuansa Ramadan yang kental dengan nilai kemanusiaan.

Sebagai organisasi yang memiliki peran strategis dalam pemberdayaan keluarga dan perempuan, TP PKK Kabupaten Soppeng terus mendorong berbagai program sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Pembagian takjil ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang dirancang untuk memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial. TP PKK tidak hanya menjalankan fungsi administratif organisasi, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat.

Hj Suarni Suwardi menegaskan bahwa kegiatan sosial serupa akan terus digalakkan, tidak hanya pada bulan Ramadan, tetapi juga dalam berbagai momentum lainnya.

“Kami ingin semangat berbagi ini terus hidup, bukan hanya di bulan Ramadan, tetapi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan berbagi, kita memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat, komunitas, dan organisasi lainnya untuk turut serta dalam aksi-aksi kebaikan.

Kegiatan pembagian takjil di Jalan Pemuda berlangsung dengan tertib dan lancar hingga menjelang waktu berbuka puasa. Koordinasi yang baik antar pengurus membuat kegiatan berjalan aman tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Momentum ini menjadi cerminan bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial tetap menjadi nilai utama dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Soppeng. Ramadan pun kembali menjadi ruang refleksi sekaligus penguat solidaritas antarwarga.

Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, TP PKK Kabupaten Soppeng menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berkontribusi bagi masyarakat, membangun kedekatan emosional, serta menanamkan nilai berbagi sebagai budaya yang terus hidup di tengah kehidupan sosial.

(Red)

Rabu, 17 September 2025

Langkah Strategis TP PKK Soppeng, Pemantauan oleh Tim SMEP Sulsel


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, menyambut hangat kunjungan Tim Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan pada Selasa (16/9/2025).

Kunjungan yang digelar di Rumah Jabatan Bupati Soppeng ini dimaksudkan untuk mengevaluasi dan memberi masukan agar pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di Kabupaten Soppeng lebih efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Kegiatan penerimaan dilaksanakan resmi di Rumah Jabatan Bupati dan dihadiri Ketua Tim SMEP Provinsi Sulsel, Dra. Hj. Kasmawati Patturusi, MM, bersama jajaran, serta pengurus TP PKK Kabupaten Soppeng.

Dalam laporan yang disampaikan Sekretaris TP PKK Kabupaten Soppeng, Widyawati, dipaparkan sepuluh lokus SMEP yang telah disiapkan pihak kabupaten.

Lokus tersebut meliputi Desa Layak Anak di Desa Jampu, pemberdayaan lansia di Desa Citta, program aksi stop stunting melalui Rumah Gizi Pesse, serta Posyandu Panca Bakti Desa Maccile sebagai salah satu pusat layanan utama.

Hj. Suarni menilai kunjungan tim provinsi sebagai momentum penting untuk berbenah dan meningkatkan capaian program.

“Kunjungan ini merupakan kesempatan baik bagi kami untuk dinilai sesuai indikator yang ada, sekaligus menerima masukan dan saran yang sifatnya positif serta membangun agar PKK Kabupaten Soppeng bisa lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.

Ia berharap rekomendasi dan temuan selama SMEP dapat segera diimplementasikan sehingga memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan keluarga dan kualitas masyarakat di Soppeng.

Ketua Tim SMEP TP PKK Provinsi Sulsel, Hj. Kasmawati Patturusi, menekankan pentingnya peran keluarga sebagai unit terkecil masyarakat yang menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan kesejahteraan.

Melalui kegiatan SMEP, pihak provinsi ingin memastikan bahwa pelaksanaan 10 Program Pokok PKK berlangsung secara terukur, efisien, dan responsif terhadap kondisi lokal di setiap kabupaten/kota.

Rangkaian kunjungan di Soppeng ditutup dengan inspeksi lapangan ke beberapa lokus program yang ditunjuk dan diakhiri dengan santap malam bersama di Rumah Jabatan Bupati sebagai bentuk kebersamaan dan konsolidasi antara provinsi dan kabupaten.

TP PKK Kabupaten Soppeng berkomitmen memperkuat peran keluarga dalam pembangunan kesejahteraan melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK yang terintegrasi, inklusif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Melalui kolaborasi dengan TP PKK Provinsi Sulsel dan lintas sektor, Kabupaten Soppeng terus mendorong program-program prioritas seperti pengentasan stunting, pemberdayaan lansia, perlindungan anak, dan peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak.

(Red/SLV)

Pengurus PMI Kabupaten Soppeng Periode 2025–2030 Resmi Dilantik, Bertepatan dengan HUT PMI ke-80


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Soppeng untuk masa bakti 2025–2030 resmi dilantik pada Selasa (16/9/2025) oleh Ketua PMI Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Adnan Purichta Ichsan, SH., MH.

Pelantikan yang berlangsung khidmat ini sekaligus menandai momentum peringatan Hari Ulang Tahun PMI ke-80 dan ditandai dengan penyerahan bendera petaka PMI sebagai simbol dimulainya kepengurusan baru.

Acara pelantikan dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan Ketua PMI Provinsi Sulsel oleh Sekretaris PMI Provinsi, H. Hasanuddin Kamal, dilanjutkan ikrar pelantikan, penandatanganan berita acara, dan penyematan pin kepada pengurus terpilih.

Penyerahan pin diberikan kepada Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Soppeng, Dra. H. Andi Tenri Sessu, M.Si, serta Ketua PMI Kabupaten Soppeng terpilih, Ir. Selle KS Dalle, yang juga menjabat Wakil Bupati Soppeng.

Penyerahan bendera petaka PMI menjadi penanda resmi dimulainya masa bakti kepengurusan baru.

Dalam sambutannya, Ketua PMI Kabupaten Soppeng Ir. Selle KS Dalle menyampaikan rasa syukur atas amanah yang dipercayakan kepadanya dan menegaskan komitmen kerja nyata bagi masyarakat.

“Momentum ulang tahun PMI ini kami maknai sebagai pengingat untuk tidak pernah lelah menebarkan kebaikan. PMI adalah rumah kemanusiaan bagi semua, dan kami akan menjaga agar keberadaan PMI senantiasa memberi kerja nyata bagi masyarakat,” ujar Selle.

Ia juga mengajak pengurus, relawan, dan masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dalam layanan kemanusiaan, menekankan bahwa kekuatan PMI terletak pada relawan dan partisipasi semua pihak.

Ketua PMI Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Adnan Purichta Ichsan mengingatkan bahwa tugas kemanusiaan PMI menuntut kesiapsiagaan terus-menerus.

“PMI tidak mengenal jam kerja, markas PMI harus selalu siaga 24 jam untuk membantu sesama, karena bencana tidak pernah memberi tanda,” tegasnya.

Adnan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjawab kebutuhan darah di Sulawesi Selatan yang mencapai puluhan ribu kantong setiap tahun.

Ia mengajak semua elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga kesehatan untuk bersinergi dalam penyediaan stok darah, kesiapsiagaan bencana, serta program-program kesehatan dan pendidikan kemanusiaan.

Pelantikan ini diharapkan memperkuat peran PMI Kabupaten Soppeng dalam pelayanan tanggap darurat, donor darah, penanggulangan bencana, serta kegiatan sosial lainnya selama lima tahun ke depan.

Kepengurusan baru berkomitmen meningkatkan kapasitas relawan, memperluas jaringan donor, dan memperkuat program pencegahan serta kesiapsiagaan bencana di tingkat kabupaten dan desa.

Palang Merah Indonesia (PMI) adalah organisasi kemanusiaan nasional yang bergerak dalam penanggulangan bencana, pelayanan darah, kesehatan masyarakat, dan bantuan sosial.

PMI berlandaskan prinsip-prinsip kemanusiaan dan kepalangmerahan untuk meringankan penderitaan, menyelamatkan nyawa, dan menjaga martabat manusia tanpa membedakan suku, agama, atau status sosial.

(Red)

Senin, 15 September 2025

Pemuda Muhammadiyah Soppeng Dorong Golkar Tegas Sikapi Isu Perselingkuhan Legislator


Soppeng, Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Soppeng mendesak DPD II Partai Golkar Soppeng segera bersikap tegas dan mengambil langkah konkret menyusul munculnya isu perselingkuhan yang diduga melibatkan salah satu anggota DPRD Soppeng dari Fraksi Golkar berinisial HK.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Soppeng, Ruslan Efendi, menilai isu ini bukan hanya menyangkut persoalan pribadi, tetapi telah menyeret nama baik Partai Golkar sekaligus mencederai kehormatan DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat. 

Menurutnya, jika kasus ini dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas, maka akan berdampak pada turunnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik dan lembaga demokrasi.

“Golkar adalah partai besar dengan sejarah panjang serta kontribusi nyata bagi bangsa ini. Jangan biarkan perilaku tidak bermoral dari oknum tertentu merusak marwah partai maupun DPRD sebagai institusi publik. 

"Kami meminta DPD II Partai Golkar segera memanggil semua pihak yang terlibat, mengusut tuntas dugaan ini, dan jika terbukti benar segera mengusulkan PAW,” tegas Ruslan dalam keterangannya, Selasa (16/9/2025).

Ruslan menambahkan, publik menaruh harapan besar kepada para pejabat dan wakil rakyat agar senantiasa menjadi teladan moral. 

Karena itu, menurutnya, setiap perilaku yang melanggar norma, nilai etika, dan kepercayaan masyarakat harus diberikan sanksi tegas tanpa pandang bulu. 

“Seorang anggota DPRD adalah wajah rakyat di parlemen. Jika perilakunya justru mencederai moral publik, maka hal tersebut tidak bisa ditoleransi,” ujarnya.

Pemuda Muhammadiyah Soppeng menegaskan bahwa langkah tegas dari DPD II Partai Golkar akan menjadi bukti nyata bahwa partai politik memiliki komitmen dalam menjaga integritas, moralitas, dan kredibilitas di hadapan masyarakat. 

Organisasi kepemudaan ini juga berharap kasus tersebut dapat ditangani secara transparan sehingga tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

Selain itu, Ruslan mengingatkan pentingnya proses penyelesaian yang sesuai dengan mekanisme internal partai, aturan hukum, serta nilai-nilai demokrasi. 

Dengan begitu, penyelesaian kasus tidak hanya memberi efek jera bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga memberikan pelajaran penting bagi seluruh pejabat publik agar lebih berhati-hati dalam menjaga perilaku dan integritasnya.

“Demokrasi hanya bisa tumbuh jika wakil rakyat menjaga amanah, bekerja dengan jujur, dan berperilaku sesuai norma moral yang berlaku di masyarakat". 

"Kami ingin DPRD Soppeng tetap dihormati, bukan diragukan integritasnya karena perilaku pribadi anggotanya,” tutup Ruslan.

(Red) 

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved