Toraja Utara -->

Sabtu, 29 Agustus 2026

Bukan Sekadar Pendamping, Kapolres Toraja Utara Soroti Peran Penting Bhayangkari


Toraja Utara, Teropongsulawesi.com, Peran Bhayangkari dalam mendukung tugas anggota Polri mendapat perhatian khusus dari Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat, S.H., S.IK., M.IK.

Hal itu disampaikan saat Kapolres Toraja Utara memimpin Tatap Muka Pembina dan Ketua Bhayangkari Cabang Toraja Utara yang dirangkaikan dengan Pertemuan Rutin Bhayangkari di Aula Mapolres Toraja Utara, Sabtu (29/8/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Toraja Utara Ny. Rina Yoseph Sudrajat, Wakil Ketua Bhayangkari Ny. Alfrida Marthen, serta jajaran pengurus dan anggota Bhayangkari.

Di hadapan para anggota Bhayangkari, AKBP Yoseph menegaskan bahwa keberhasilan anggota Polri dalam menjalankan tugas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan di lapangan, tetapi juga ditopang kondisi keluarga yang harmonis.

Menurutnya, dukungan istri menjadi salah satu kekuatan penting bagi personel yang setiap hari menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas kepolisian.

“Kesetiaan dan pengertian dari istri adalah energi utama pendukung suami dalam melaksanakan tugas-tugas Kepolisian yang sering kali penuh tantangan,” kata AKBP Yoseph.

Ia juga mengapresiasi dedikasi para Bhayangkari yang selama ini setia mendampingi suami sekaligus menjadi bagian dari keluarga besar Polri.

Kapolres mengingatkan bahwa komunikasi dan sikap saling memahami antara suami dan istri harus terus dibangun. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga ketahanan keluarga sekaligus mendukung integritas personel dalam menjalankan amanah sebagai anggota Polri.

Buka Ruang Dialog

Tak hanya memberikan arahan, Kapolres Toraja Utara juga membuka ruang dialog bagi para anggota Bhayangkari.

Berbagai persoalan dan dinamika kehidupan keluarga personel Polri dibahas secara terbuka. Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi Bhayangkari untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus mendapatkan masukan langsung dari Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Toraja Utara.

Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat komunikasi internal Bhayangkari, tetapi juga semakin mempererat hubungan antara personel Polri dengan keluarga masing-masing.

Bagi Polres Toraja Utara, dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun personel yang mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

(Humas Polres Toraja Utara Polda Sulsel)

Sabtu, 29 Januari 2022

Tingkatkan Kompetensi Petani Kopi di Torut Hasilkan Rasa Khas dan Karakteristik Kopi Toraja


Toraja Utara (Sulsel), Teropongsulawesi.com,-Kopi Toraja, merupakan salah satu varian kopi yang paling populer dan memiliki kualitas terbaik yang dimiliki oleh Indonesia.

Selain memiliki rasa yang khas kopi ini juga memiliki karakteristik yang unik.

Sebagai kopi yang sudah populer, tentunya tidak luput dari petani-petani yang terus bekerja menghasilkan kopi dengan cita rasa khas ini.

Sebagaimana sampaikan Mentan Syahrul Yasin Limpo waktu lalu, beliau menekankan perlunya melakukan produksi kopi dalam skala besar dengan menggunakan varietas yang unggul guna meningkatkan produktivitas.

SYL sapaan akrab Mentan ini menekankan pentingnya peningkatan produksi dikarenakan kopi Toraja menjadi salah satu kopi unggulan yang dikenal secara internasional.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan, petani harus mengetahui proses pertanian dari hulu sampai ke hilir.

"Petani harus mengetahui proses dari mengolah lahan sampai packaging, bahkan penjualan, karena hal ini akan menjadi nilai lebih bagi petani,", ujar Dedi.

"Untuk meningkatkan produktivitas kopi, dibutuhkan kompetensi petani kopi serta melakukan budidaya kopi yang baik dan benar dari sisi kuantitas dan kualitas.

Terkait hal itu, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menyelenggarakan Pelatihan Teknis Tematik Pemeliharaan Tanaman Kopi Tanaman Bagi Non Aparatur Angkatan I yang dilaksanakan tanggal 27 s/d 29 Januari 2022 di BPP Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara.




Pelatihan teknis tematik ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengurus dan anggota kelompok tani dalam hal pemeliharaan tanaman kopi khususnya Peremajaan dan pengendalian Hama Penyakit tanaman kopi.

Selain itu untuk membantu menyelesaikan permasalah di lapangan sehingga mengoptimalkan produksi tanaman perkebunan khususnya produksi kopi dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani.

Obed Sarita Tandaran, Kepala Bidang Penyuluhan, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Toraja Utara mengatakan, "Kopi merupakan ikon Pemerintah daerah Toraja Utara untuk itu di harapkan petani selalu menjaga merawat dan berusaha bagaimana meningkatkan SDM petani agar lebih efektif dalam bekerja.

"Kami berharap bila peserta harus mengikuti terus pelatihan ini secara aktif hingga selesai agar ilmunya sampai dari fasilitator, tegasnya.

Dia juga berharap agar pelatihan ini bisa dilakukan nanti dimasa yang akan datang karena pelatihan ini sangat dibutuhkan oleh petani dan untuk pertama kalinya pelatihan teknis dilakukan di BPP Sesean, Kecamatan Sesean Suloara yang mempunyai potensi perkebunan kopi.

Nicolas Payung sebagai praktisi Perkebunan mengatakan Toraja Utara merupakan daerah pertanian yang cukup dikenal dengan produk kopi Toraja.

"Untuk itu petani kopi di harapkan terus meningkat kan produksinya melalui perawatan salah satunya tentang peremajaan tanaman kopi melalui pemangkasan dan pengendalian hama penyakit tanaman kopi.

Dia menyebut bahwa, "Ada beberapa dalam mempengaruhi produksi perkebunan kopi diantaranya OPT ( Organisme Pengganggu Tanaman.

Ketua Asosiasi Kopi Toraja, Edi Kende Suma, mengatakan untuk meningkatkan nilai jual kopi petani di harapkan melakukan proses panen dan pasca panen secara benar sehingga pada akhirnya di temukan produk kopi yang berkualitas dan pemasaran di Toraja sudah ada Asosiasi Kopi sehingga petani di harapkan membentuk suatu wadah dan atau kelompok tani khusus kopi, sehingga jika ada informasi tentang pasar bisa lebih cepat, pungkasnya.

Nampak peserta sangat antusias atas terlaksananya pelatihan ini.

Karena itu, dengan mengikuti pelatihan tentang kopi ini dan kami berharap masih ada pelatihan lagi dan kalau bisa juga dilatih tentang tanaman pangan dan hortikultura, pintanya.

(tim humas bbpp-bk)
© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved