All Posts - TEROPONG SULAWESI -->

Selasa, 01 September 2026

Cek SPPG Polres Soppeng, Wakapolres Bawa Pesan Penting: Jangan Anggap Sepele Hal Kecil


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Program pemenuhan gizi di Soppeng mendapat pengawasan langsung dari jajaran Polres Soppeng. Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, S.Sos., turun ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Soppeng, Selasa (1/9/2026).

Kehadiran Wakapolres menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program berjalan sebagaimana mestinya.

Didampingi sejumlah personel, Kompol Tamar mengecek sejumlah bagian di lingkungan SPPG sekaligus melihat langsung aktivitas dan proses yang tengah berlangsung.

Bukan hanya soal kegiatan yang berjalan, perhatian juga diarahkan pada kesiapan personel serta setiap tahapan pelayanan.

Menurut Kompol Tamar, proses menjadi bagian yang tak kalah penting dari hasil. Karena itu, seluruh tahapan harus dijalankan secara tertib, konsisten dan sesuai standar.

“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh proses dapat berjalan dengan baik, tertib dan konsisten. Setiap tahapan harus diperhatikan agar hasil yang diberikan benar-benar memenuhi standar yang telah ditentukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menegaskan bahwa pengawasan tidak boleh dilakukan hanya sesekali.

Ia meminta personel yang terlibat agar tetap disiplin, profesional dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Koordinasi juga harus diperkuat. Setiap persoalan yang ditemukan di lapangan diminta segera ditindaklanjuti.

“Laksanakan tugas dengan teliti dan penuh tanggung jawab. Hal-hal kecil yang ditemukan di lapangan jangan diabaikan, tetapi segera dikoordinasikan dan dicarikan solusinya,” tegasnya.

Pengecekan ini menjadi salah satu bentuk pengawasan internal Polres Soppeng terhadap pelaksanaan SPPG.

Dengan pengawasan langsung tersebut, jajaran Polres Soppeng memastikan program pemenuhan gizi tetap berjalan optimal dan konsisten, sekaligus menjaga kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Pesannya sederhana, tetapi tegas: jangan menunggu persoalan menjadi besar baru bertindak. Setiap tahapan harus diawasi sejak awal.

(Taggi)

Senin, 31 Agustus 2026

Kemarau Panjang, Kapolres Soppeng Pastikan Sumur Bor Segera Hadir di Jampuserenge


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Persoalan air bersih menjadi perhatian di tengah kemarau yang berkepanjangan. Polres Soppeng bersama Baznas dan pemerintah setempat menyiapkan langkah konkret dengan pembangunan sumur bor bagi masyarakat di Jampuserenge, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., turun langsung meninjau lokasi persiapan sumur bor tersebut, Selasa (1/9/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus menentukan titik yang akan digunakan dalam proses pengeboran. Lokasi tersebut berada di kediaman Per. Hasnah, warga berusia 86 tahun.

Tak hanya melihat kondisi lokasi, Kapolres juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, Baznas dan masyarakat agar rencana pembangunan dapat berjalan lancar.

Turut mendampingi Kapolres dalam kegiatan tersebut PJU Polres Soppeng, Camat Liliriaja Andi Lukman Saransi, S.Sos., M.M., Ketua Baznas Kabupaten Soppeng KM Satturi, S.Pd.I., M.Pd.I., Lurah Appanang Andi Najamuddin, S.Sos., personel Polsek Liliriaja serta warga setempat.

Kapolres: Air Bersih Tak Bisa Ditunda

AKBP Hari Budiyanto menilai pemenuhan air bersih harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, setiap upaya yang dapat membantu warga mendapatkan akses air harus kita dukung dan kawal bersama,” ujar Kapolres.

Ia memastikan pihaknya tidak ingin bantuan berhenti sebatas rencana. Proses persiapan hingga pelaksanaan pembangunan akan terus dikawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kehadiran kami bukan hanya untuk melihat lokasi, tetapi memastikan prosesnya dapat berjalan dengan baik, aman dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Pembangunan sumur bor ini menjadi bentuk kolaborasi antara Baznas, Polres Soppeng, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi dampak kemarau.

Kapolres juga meminta seluruh pihak menjaga koordinasi sehingga proses pengeboran nantinya dapat berlangsung tertib dan tidak menemui kendala di lapangan.

Polisi Turut Kawal Sampai Pelaksanaan

Jajaran Polsek Liliriaja, Bhabinkamtibmas dan Unit Intelkam akan terus memantau perkembangan persiapan pembangunan sumur bor tersebut.

Menurut Kapolres, ukuran keberhasilan bantuan bukan sekadar terlaksananya pembangunan, tetapi sejauh mana fasilitas tersebut mampu menjawab kebutuhan warga.

“Yang paling utama adalah bagaimana bantuan ini benar-benar sampai pada masyarakat yang membutuhkan. Kita ingin setiap langkah yang dilakukan memberikan manfaat dan menjadi solusi bagi warga, khususnya dalam menghadapi keterbatasan air bersih,” tegasnya.

Peninjauan berlangsung sekitar 1,5 jam, mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WITA, dan berjalan aman serta terkendali.

Di tengah kemarau panjang, sumur bor yang dipersiapkan di Jampuserenge diharapkan menjadi sumber air baru bagi warga sekaligus bentuk nyata kehadiran pemerintah, kepolisian dan Baznas dalam membantu masyarakat menghadapi kesulitan air bersih.

(Taggi)

Hari Terakhir Kontrak, Bupati Soppeng Semprot Waskita: “Rp276 Miliar, Jangan Asal Jadi!”


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana peninjauan proyek Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 46 Kabupaten Soppeng memanas. Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng melontarkan sejumlah teguran keras setelah menemukan banyak bagian proyek senilai sekitar Rp276 miliar yang dinilai belum beres.

Peninjauan dilakukan Suwardi pada Senin sore (31/8/2026), tepat di hari terakhir masa kontrak proyek.

Bupati tidak hanya melihat kondisi bangunan dari kejauhan. Ia berjalan kaki menyusuri kawasan SRT, masuk dari satu gedung ke gedung lainnya, lalu memeriksa fasilitas yang akan digunakan para siswa.

Namun, sejumlah temuan membuat Suwardi kecewa.

Taman belum siap. Taman bermain belum tersedia. Air dipertanyakan. Drainase disorot. Loster dinilai kasar. Tangga dikritik. Bahkan aspek keselamatan siswa ikut menjadi perhatian.

Kondisi tersebut dipersoalkan karena proyek telah memasuki batas akhir kontrak hari ini.

“Kalau pekerjaan sudah selesai berarti tidak ada lagi kegiatan, namun kenyataannya masih banyak,” tegas Suwardi.

Salah satu bagian yang paling keras disorot adalah kualitas pengerjaan bangunan.

Suwardi menilai pemasangan loster di sejumlah titik dikerjakan secara kasar. Pengerjaan tangga juga dinilai tidak lurus dan kurang rapi.

Kritikan itu disampaikan langsung di lokasi saat pihak pelaksana berada di kawasan proyek.

“Kalau tukang, ya tukang jangan seperti pekerjaan Buruh yang kayak tukang kelas tiga,” ujar Suwardi.

Bagi Bupati, proyek dengan nilai ratusan miliar tidak boleh dikerjakan sekadar mengejar progres fisik.

Rp276 miliar bukan angka kecil. Karena itu, hasil akhirnya harus mencerminkan nilai proyek tersebut.

Persoalan menjadi semakin serius karena 31 Agustus 2026 merupakan batas akhir kontrak.

Sementara sejumlah pekerjaan masih terlihat belum sepenuhnya selesai.

Suwardi menegaskan, setelah kontrak berakhir tidak boleh ada lagi alasan untuk membiarkan pekerjaan tertinggal.

Ia juga mengingatkan agar keterlambatan tidak kembali terulang.

“Molor lagi tidak bisa hanya sepuluh hari,” ujarnya.

Suwardi mempertanyakan taman yang belum menunjukkan kondisi sebagaimana yang diharapkan.

Menurutnya, tanaman seharusnya sudah ditanam dan mulai tumbuh ketika proyek memasuki tahap akhir.

Taman bermain juga dinilai seharusnya sudah tersedia.

Bupati ingin seluruh fasilitas pendukung siap bersamaan dengan bangunan utama, bukan dikerjakan belakangan setelah siswa masuk.

Untuk asrama siswa SD, sebagian fasilitas disebut telah selesai. Namun, bagian asrama siswa SMP dan SMA masih terlihat dalam pengerjaan.

Ketersediaan air juga menjadi perhatian.

Suwardi menegaskan siswa tidak akan diperbolehkan menempati asrama jika kebutuhan dasar belum terpenuhi.

“Dua hari setelah pekerjaan selesai, baru siswa-siswi bisa masuk asrama,” tegasnya.

Artinya, selesai kontrak bukan berarti otomatis siswa bisa masuk.

Bupati juga menemukan keberadaan mesin pemotong rumput dan peralatan pemotong lainnya serta kabel listrik yang dinilai harus ditata agar tidak membahayakan siswa.

Menurutnya, kawasan sekolah harus benar-benar aman sebelum digunakan.

Fasilitas pendidikan tidak boleh menyisakan potensi bahaya bagi anak-anak yang nantinya beraktivitas di dalamnya.

Drainase juga diperiksa. Suwardi meminta saluran air dikerjakan dengan serius agar mampu menghadapi musim hujan.

Sanitasi juga mendapat perhatian. Bupati menyoroti fasilitas toilet, termasuk kloset duduk merek Toto yang disebut sebagai pilihan dengan harga paling murah.

“Jangan asal saja, laksanakan secepatnya,” tegasnya.

Suwardi memastikan dirinya tidak berhenti pada peninjauan tersebut.

Ia akan kembali mengecek progres perbaikan terhadap seluruh catatan yang telah disampaikannya.

“Kualitas harus diperhatikan,” tegas Bupati.

Setelah peninjauan, Suwardi melaksanakan salat Magrib berjamaah di Masjid Sekolah Rakyat. Ia kemudian menyaksikan siswa-siswi makan malam bersama.

Sejumlah siswa menghampirinya untuk bersalaman dan mencium tangannya.

Peninjauan turut dihadiri Kepala Dinas Sosial, pihak Waskita Purnawan, Staf Ahli Sainul, Kepala Sekolah SRT Arni, S.Pd., M.Pd., serta Ketua LSM SIDIK Mahmud.

Proyek Rp276 miliar ini kini tidak hanya dituntut selesai. Ia dituntut layak, aman, rapi, dan benar-benar siap digunakan siswa.

Dan pesan Bupati Soppeng jelas: jangan sampai proyek bernilai ratusan miliar berakhir dengan pekerjaan yang asal jadi.

(Red)

Minggu, 30 Agustus 2026

Kolaborasi Gema Lutim, TNI AL dan Satairud Polres Lutim Jaga Kelestarian Mangrove Pesisir


Lutim, Teropongsulawesi.com, Upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak. Gerakan Mangrove Luwu Timur (Gema Lutim) bersama TNI Angkatan Laut (AL) Pos Lampia dan Satairud Polres Luwu Timur terlibat dalam kegiatan penanaman dan pelestarian mangrove di kawasan Pulau Langkara dan Lanjina, Desa Tampinna, Kecamatan Angkona.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (30/8/2026) tersebut mengusung tema “Menanam Harapan, Menjaga Pesisir Luwu Timur”. Sebanyak 300 bibit mangrove ditanam sebagai bagian dari langkah awal Gema Lutim membangun gerakan konservasi pesisir secara berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penanaman mangrove. Para peserta juga melakukan aksi bersih pantai dengan mengumpulkan sampah plastik dan berbagai jenis sampah yang ditemukan di kawasan pesisir.

Ketua Gema Lutim, Rival Carwa, mengatakan keterlibatan TNI AL dan Satairud Polres Luwu Timur menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kawasan pesisir.

“Pelestarian lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara komunitas, masyarakat, aparat, dunia pendidikan, dunia usaha dan berbagai elemen lainnya. Karena itu, kami sangat mengapresiasi keterlibatan TNI AL dan Satairud Polres Luwu Timur dalam kegiatan ini,” ujar Rival.

Menurut Rival, kegiatan tersebut merupakan langkah perdana Gema Lutim dan akan dilanjutkan secara berkala. Penanaman direncanakan dilakukan setiap tiga bulan, disertai pemeliharaan terhadap mangrove yang telah ditanam.

“Kami tidak ingin hanya menanam kemudian meninggalkannya. Mangrove yang sudah ditanam akan kami rawat dan pantau. Harapannya, gerakan ini dapat terus berkembang dan menjadi gerakan bersama untuk menjaga pesisir Luwu Timur,” katanya.

TNI AL Dorong Kepedulian Bersama

Perwakilan TNI AL Pos Lampia, Sudarmin, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai pelestarian mangrove sangat penting karena keberadaan kawasan pesisir menghadapi berbagai ancaman, termasuk abrasi.

“Kegiatan ini sangat positif, terlebih di Luwu Timur banyak wilayah daratan dan pesisir yang mengalami abrasi. Kami berharap kita bersama-sama menjaga pesisir kita,” kata Sudarmin.

Ia berharap kegiatan penanaman mangrove dapat terus dilakukan dan tidak berhenti pada kegiatan perdana.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi tetap berkelanjutan,” ujarnya.

Satairud: Libatkan Generasi Muda

Sementara itu, Ipda Basri, perwakilan Satairud Polres Luwu Timur, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang positif untuk membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Kegiatan seperti ini sangat baik karena bukan hanya menanam mangrove, tetapi juga mengajak masyarakat dan generasi muda untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta ekosistem pesisir,” ujar Basri.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Peta Lutim, Genali Lutim, Pramuka SMA Negeri 6 Luwu Timur, Karang Taruna Desa Tampinna, serta sejumlah pihak lainnya.

Gema Lutim berharap kolaborasi lintas elemen tersebut dapat menjadi model gerakan bersama dalam menjaga ekosistem pesisir Luwu Timur. Tidak hanya melalui penanaman, tetapi juga melalui pemeliharaan mangrove, pembersihan pantai, edukasi lingkungan, dan keterlibatan aktif masyarakat.

Bagi Gema Lutim, menjaga mangrove berarti menjaga pesisir, melindungi ruang hidup masyarakat, dan mempersiapkan lingkungan yang lebih baik bagi generasi Luwu Timur di masa depan.

(Red) 

Sabtu, 29 Agustus 2026

Saat Warga Turun Tangan Perbaiki Bendung Passemmeng, Bupati Suwardi Haseng Ikut Turun Melihat


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Kepedulian warga terhadap fasilitas pengairan ditunjukkan melalui aksi gotong royong memperbaiki Bendung Passemmeng di Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Sabtu (29/8/2026).

Bendung yang mengalami kerusakan itu dibenahi masyarakat secara swadaya. Warga bergotong royong menggunakan peralatan yang mereka miliki, dengan harapan aliran pengairan tetap dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan lahan pertanian.

Di tengah kesibukan warga bekerja, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng datang langsung ke lokasi. Didampingi staf Dinas PUPR Kabupaten Soppeng, Bupati melihat kondisi Bendung Passemmeng sekaligus menyapa dan berbincang dengan masyarakat.

Suwardi tidak sekadar melihat aktivitas gotong royong. Ia juga mendengarkan langsung keluhan warga terkait kondisi bendung yang membutuhkan penanganan pemerintah.

Warga menyampaikan bahwa keberadaan Bendung Passemmeng cukup penting bagi masyarakat sekitar karena berkaitan dengan pengairan lahan pertanian. Kerusakan bendung dikhawatirkan dapat menghambat pemanfaatan air untuk kebutuhan pertanian apabila tidak segera ditangani.

Mendengar aspirasi tersebut, Bupati meminta jajaran Dinas PUPR untuk turun menindaklanjuti kondisi Bendung Passemmeng.

Respons tersebut mendapat perhatian warga. Di tengah keterbatasan kemampuan swadaya, masyarakat berharap pemerintah dapat melanjutkan upaya perbaikan agar kondisi bendung kembali layak dan mampu berfungsi secara optimal.

Kegiatan tersebut memperlihatkan dua sisi kepedulian yang berjalan beriringan. Warga menunjukkan kepedulian dengan bergotong royong menjaga fasilitas bersama, sementara pemerintah hadir melihat langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.

Bagi warga Lalabata Rilau, Bendung Passemmeng bukan sekadar bangunan pengairan. Fasilitas tersebut berkaitan dengan keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat yang membutuhkan dukungan pengairan.

Kehadiran Bupati di lokasi diharapkan menjadi awal dari penanganan yang lebih serius terhadap kerusakan Bendung Passemmeng. Dengan dukungan pemerintah, masyarakat berharap fasilitas pengairan tersebut dapat kembali berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat bagi petani sekitar.

(Taggi)

Bukan Sekadar Pendamping, Kapolres Toraja Utara Soroti Peran Penting Bhayangkari


Toraja Utara, Teropongsulawesi.com, Peran Bhayangkari dalam mendukung tugas anggota Polri mendapat perhatian khusus dari Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat, S.H., S.IK., M.IK.

Hal itu disampaikan saat Kapolres Toraja Utara memimpin Tatap Muka Pembina dan Ketua Bhayangkari Cabang Toraja Utara yang dirangkaikan dengan Pertemuan Rutin Bhayangkari di Aula Mapolres Toraja Utara, Sabtu (29/8/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Bhayangkari Cabang Toraja Utara Ny. Rina Yoseph Sudrajat, Wakil Ketua Bhayangkari Ny. Alfrida Marthen, serta jajaran pengurus dan anggota Bhayangkari.

Di hadapan para anggota Bhayangkari, AKBP Yoseph menegaskan bahwa keberhasilan anggota Polri dalam menjalankan tugas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan di lapangan, tetapi juga ditopang kondisi keluarga yang harmonis.

Menurutnya, dukungan istri menjadi salah satu kekuatan penting bagi personel yang setiap hari menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas kepolisian.

“Kesetiaan dan pengertian dari istri adalah energi utama pendukung suami dalam melaksanakan tugas-tugas Kepolisian yang sering kali penuh tantangan,” kata AKBP Yoseph.

Ia juga mengapresiasi dedikasi para Bhayangkari yang selama ini setia mendampingi suami sekaligus menjadi bagian dari keluarga besar Polri.

Kapolres mengingatkan bahwa komunikasi dan sikap saling memahami antara suami dan istri harus terus dibangun. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga ketahanan keluarga sekaligus mendukung integritas personel dalam menjalankan amanah sebagai anggota Polri.

Buka Ruang Dialog

Tak hanya memberikan arahan, Kapolres Toraja Utara juga membuka ruang dialog bagi para anggota Bhayangkari.

Berbagai persoalan dan dinamika kehidupan keluarga personel Polri dibahas secara terbuka. Sesi tersebut menjadi kesempatan bagi Bhayangkari untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus mendapatkan masukan langsung dari Kapolres dan Ketua Bhayangkari Cabang Toraja Utara.

Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat komunikasi internal Bhayangkari, tetapi juga semakin mempererat hubungan antara personel Polri dengan keluarga masing-masing.

Bagi Polres Toraja Utara, dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun personel yang mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

(Humas Polres Toraja Utara Polda Sulsel)

Polisi Rapatkan Barisan, Kebakaran Gunung Sewo 18 Hektare Kini Diselidiki


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Polisi merapatkan barisan menyikapi kebakaran yang melanda kawasan hutan lindung Gunung Sewo, Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Tak hanya memastikan api terkendali, kepolisian kini fokus mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan areal sekitar 18 hektare.

Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Polres Soppeng turun langsung ke lokasi, Sabtu (29/8/2026), untuk mengecek kondisi kawasan sekaligus melakukan langkah awal penyelidikan.

Sebelum bergerak ke lokasi, tim terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Soppeng, Sharani, S.IP. Koordinasi dilakukan untuk menyatukan langkah penanganan dan memastikan perkembangan situasi terkini.

Peninjauan dipimpin Kabag Ops Polres Soppeng Kompol Rahman, S.Pd., didampingi Kasat Intelkam AKP Ahmad, Kapolsek Lalabata AKP Aseb Sibli, Kasat Reskrim IPTU Firman, S.H., M.H., personel Satgas Karhutla serta Tim Pengendalian Kebakaran Hutan UPTD KPH Walanae.

Dari hasil pengecekan, kebakaran terjadi sejak Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Lokasi berada di kawasan hutan lindung pada titik koordinat S 04°21′25,2″ dan E 119°51′41,9″, dengan luas areal terdampak diperkirakan mencapai 18 hektare.

Polisi memberi perhatian khusus lantaran titik kebakaran hanya berjarak sekitar 200 meter dari lahan atau kebun masyarakat.

Kondisi tersebut membuat pengawasan diperketat untuk mencegah munculnya kembali titik api sekaligus mengantisipasi kemungkinan api menjalar ke lahan warga.

Asal Api Mulai Ditelusuri

Di balik upaya pengamanan kawasan, Sat Reskrim Polres Soppeng mulai mengumpulkan informasi untuk mengungkap bagaimana kebakaran tersebut bermula.

Sejumlah warga yang mengetahui kejadian dimintai keterangan. Salah satunya Ketua RT Lingkungan Bila, Kelurahan Bila, Warda, yang memiliki lahan berdekatan dengan lokasi kebakaran.

Petugas juga melakukan identifikasi di sekitar lokasi guna mencari petunjuk mengenai titik awal api, arah penyebaran kebakaran hingga aktivitas yang berlangsung sebelum api muncul.

Namun, hingga saat ini polisi belum menyimpulkan penyebab kebakaran. Penyelidikan masih berjalan untuk memastikan apakah kebakaran terjadi akibat faktor alam maupun adanya aktivitas manusia.

Kapolres: Penanganan Tak Berhenti pada Pemadaman

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan penanganan Karhutla harus dilakukan secara menyeluruh. Pemadaman dan pencegahan dinilai penting, namun penyebab kebakaran juga harus diungkap berdasarkan fakta.

“Kami juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat menjadi sumber api, khususnya pembakaran hutan maupun lahan. Pencegahan jauh lebih penting, karena satu sumber api yang tidak terkendali dapat menimbulkan dampak yang luas,” tegas Kapolres.

Ia menambahkan, sinergitas antara kepolisian, BPBD, KPH Walanae, pemerintah setempat dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

Polres Soppeng memastikan pemantauan kawasan terus dilakukan. Selain mengantisipasi bara atau titik api baru, langkah tersebut sekaligus untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan maupun lahan masyarakat.

Api boleh dipadamkan, tetapi penyebabnya belum selesai. Polisi kini merapatkan barisan untuk mengungkap dari mana api Gunung Sewo bermula.

(Taggi)

Maulid di Masjid Agung Darussalam, Wakapolres Soppeng Bawa Pesan Kebersamaan dan Kamtibmas


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Jajaran Polres Soppeng menunjukkan komitmennya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kehadiran dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Darussalam Watansoppeng, Sabtu (29/8/2026).

Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, S.Sos., hadir mewakili Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. Kehadirannya didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Soppeng.

Peringatan Maulid ini digelar melalui kerja sama Pengurus dan Majelis Ta’lim Masjid Agung Darussalam Watansoppeng, Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng dan Baznas Kabupaten Soppeng. Jamaah dan masyarakat tampak mengikuti kegiatan dalam suasana khidmat.

Bagi jajaran kepolisian, kehadiran dalam kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Maulid Nabi menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat.

Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW juga menjadi nilai penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, mulai dari sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama hingga menjaga persatuan dan kebersamaan.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menilai hubungan yang dekat antara Polri dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Menurutnya, menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif tidak cukup hanya mengandalkan tindakan kepolisian. Dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan.

Karena itu, komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat terus diperkuat.

“Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab Polri. Dengan komunikasi dan kebersamaan yang terjalin baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat dicegah dan diselesaikan bersama,” pesan Kapolres.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Darussalam Watansoppeng berlangsung aman, tertib dan lancar hingga kegiatan berakhir.

Kehadiran jajaran Polres Soppeng di tengah masyarakat diharapkan menjadi bagian dari penguatan sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta menciptakan suasana kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Soppeng.

(Taggi)

SDN 3 Lemba Tampil Perkasa, Dua Emas Antarkan Jadi Juara Umum Kwarran Lalabata


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Performa apik ditunjukkan kontingen SDN 3 Lemba pada Perkemahan Kwarran Lalabata 2026. Torehan dua medali emas dan dua medali perak sukses mengantarkan sekolah tersebut menjadi Juara Umum I kelompok penggalang SD/MI.

Hasil itu diraih setelah seluruh perlombaan yang berlangsung sejak 26 hingga 29 Agustus 2026 selesai dilaksanakan. SDN 3 Lemba menjadi kontingen dengan raihan medali terbanyak di tingkat SD/MI.

Posisi kedua ditempati SDN 21 Mattabulu dengan perolehan dua emas dan satu perunggu. Sementara SDN 16 Liangeŋ berada di posisi ketiga setelah mengoleksi satu emas, satu perak dan satu perunggu.

Persaingan ketat juga terjadi pada kategori lainnya. Di kelompok penggalang SMP/MTs, SMPN 2 Watansoppeng tampil sebagai Juara Umum I dengan raihan empat emas, dua perak dan satu perunggu.

Sementara itu, pada kategori penegak SMA/SMK/MA, SMKN 1 Soppeng menjadi kontingen terbaik setelah mengumpulkan empat medali emas dan tiga medali perak.

Perkemahan Kwarran Lalabata 2026 dibuka Ketua Kwarcab Soppeng H. Syahruddin M. Adam, S.Sos., M.M. dan secara resmi ditutup oleh Mabiran Kecamatan Lalabata Risqun, S.STP., M.Si.

Kegiatan tersebut dikoordinasikan Kwarran Lalabata di bawah kepemimpinan Muhammad Husni, S.Pd., M.Pd., dengan Asrianto, S.Pd., M.Pd. sebagai ketua panitia.

Keberhasilan SDN 3 Lemba memborong empat medali menjadi catatan tersendiri dalam perkemahan tahun ini. Dua emas yang diraih menjadi penentu sekaligus mengukuhkan posisi sekolah tersebut sebagai yang terbaik di kelompok penggalang SD/MI.

(Taggi)

Bukan Sekadar Senam, Merdeka Sport Soppeng Pecahkan Suasana di Taman Kalong, AW Turut Hadir


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Gelak tawa pecah di Taman Kalong Watansoppeng, Sabtu (29/8/2026). Puluhan anggota Komunitas Merdeka Sport (MS) mengubah agenda senam menjadi momen penuh keceriaan dengan menggelar sejumlah permainan rakyat dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut semakin semarak dengan kehadiran Anggota Legislatif Partai Golkar, Hj. Andi Wahda Adam, SE, yang akrab disapa AW.

Sejak sore, para anggota komunitas yang didominasi kaum ibu tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Senam bersama menjadi pembuka, sebelum suasana berubah menjadi lebih santai dan penuh tawa melalui berbagai permainan rakyat.

Lomba jalan lurus, duduk di kursi hingga goyang bola menjadi bagian dari permainan yang menguji kelincahan, keseimbangan dan kekompakan para peserta.

Meski berhadiah, bukan soal siapa yang menang atau kalah. Setiap permainan justru menjadi pemicu tawa dan menciptakan suasana akrab di antara anggota komunitas.

Kebahagiaan terlihat jelas dari wajah para peserta. Mereka saling memberi semangat, tertawa bersama dan menikmati setiap tantangan yang diberikan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh instruktur Andi Baji Hasan.

Menurutnya, permainan rakyat sengaja dimasukkan dalam kegiatan komunitas agar olahraga tidak terasa monoton sekaligus memperkuat kebersamaan antaranggota.

“Lomba jalan lurus, lomba duduk di kursi, goyang bola menjadi permainan yang mengasyikkan dan penuh tantangan,” kata Andi Baji Hasan.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Andi Wahda Adam. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi tambahan semangat bagi anggota Merdeka Sport untuk terus aktif menjalankan kegiatan olahraga.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Andi Wahda. Kehadirannya tentu memberikan semangat bagi kami,” ujarnya.

Sementara itu, Andi Wahda Adam (AW) mengapresiasi kekompakan anggota Merdeka Sport. Ia menilai komunitas olahraga seperti MS memiliki peran penting dalam mendorong masyarakat untuk hidup sehat sekaligus membangun ruang silaturahmi.

AW berharap semangat olahraga dan kebersamaan tersebut terus dijaga, tidak hanya saat momentum peringatan kemerdekaan, tetapi menjadi kegiatan rutin di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Komunitas Merdeka Sport juga mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda berikutnya. Komunitas tersebut dijadwalkan mengikuti lomba senam di Kabupaten Pangkep.

Andi Baji Hasan mengatakan, keikutsertaan dalam lomba tersebut menjadi kesempatan bagi anggota Merdeka Sport untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus membawa nama Soppeng ke ajang yang lebih luas.

Ia berharap seluruh anggota tetap konsisten berlatih, menjaga kekompakan dan tampil maksimal saat mengikuti perlombaan.

“Semoga anak-anak tetap semangat latihan, kompak dan bisa memberikan yang terbaik saat mengikuti lomba di Pangkep,” harapnya.

Dari Taman Kalong, pesan yang dibawa Komunitas Merdeka Sport sederhana namun kuat: kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan seremoni, tetapi juga dengan tubuh yang sehat, hati yang gembira dan kebersamaan yang terus terjaga.

(Taggi)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved