Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh tokoh agama di Kabupaten Soppeng. Pasca musibah kebakaran yang menghanguskan empat unit rumah milik warga di Dusun Maniangpatu, Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, bantuan terus berdatangan dari berbagai kalangan.
Pada minggu (28/6/2026), Imam Masjid Nurul Iman Enrekeng, Fitroh, S.Pd.I, bersama Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ganra, Hj. Masniah, turun langsung menemui para korban untuk menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok.
Bantuan yang diberikan di antaranya Beras, mie instan, minyak goreng, gula pasir, serta sejumlah bahan makanan lainnya yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para korban selama masa pemulihan pasca kebakaran.
Penyaluran bantuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan rasa empati. Kehadiran keduanya disambut hangat oleh para korban dan warga sekitar yang masih merasakan duka akibat musibah tersebut.
Imam Masjid Nurul Iman Enrekeng, Fitroh, S.Pd.I, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama, terutama bagi masyarakat yang sedang mengalami cobaan.
"Musibah kebakaran ini merupakan ujian yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Sebagai saudara sesama muslim dan sesama warga, sudah menjadi kewajiban kita untuk saling membantu dan meringankan beban mereka. Bantuan ini mungkin tidak seberapa nilainya, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi keluarga yang terdampak," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
"Jangan biarkan saudara-saudara kita berjuang sendiri. Mari kita sisihkan sebagian rezeki yang Allah titipkan kepada kita untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal ibadah dan mendapat balasan pahala dari Allah SWT," tambahnya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ganra, Hj. Masniah, mengatakan bahwa selain bantuan materi, dukungan moral juga sangat dibutuhkan oleh para korban agar tetap kuat menjalani masa-masa sulit.
"Kami hadir bukan hanya membawa sembako, tetapi juga ingin memberikan semangat dan doa kepada para korban agar tetap sabar dan ikhlas menghadapi ujian ini. Setiap musibah pasti ada hikmahnya, dan kami berharap Allah SWT memberikan kemudahan serta mengganti segala kerugian dengan rezeki yang lebih baik," katanya.
Menurutnya, kepedulian sosial merupakan salah satu nilai yang harus terus dipupuk dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia berharap semakin banyak pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan maupun masyarakat umum, yang ikut berpartisipasi membantu para korban sehingga kebutuhan mereka selama masa pemulihan dapat segera terpenuhi.
"Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan kebersamaan dan gotong royong, insya Allah beban yang dirasakan para korban akan menjadi lebih ringan," harapnya.
Musibah kebakaran yang terjadi di Dusun Maniangpatu menghanguskan empat rumah warga dan menyebabkan para korban kehilangan tempat tinggal beserta sebagian besar harta benda mereka. Hingga saat ini, berbagai bantuan terus berdatangan sebagai bentuk solidaritas dari masyarakat dan berbagai pihak.
Aksi yang dilakukan Imam Masjid Nurul Iman Enrekeng bersama Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ganra menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan masih terus terjaga di tengah masyarakat. Diharapkan, bantuan yang terus mengalir dapat membantu para korban bangkit kembali dan menjalani kehidupan seperti sediakala.
(Silviana)




FOLLOW THE TEROPONG SULAWESI AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow TEROPONG SULAWESI on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram