Daerah -->

Rabu, 17 Juli 2024

Tim Millenial Sukses Beri Kabar Kebaikan Untuk Soppeng Lebih Baik Lagi


Soppeng, Teropongsulawesi.com- Tim Millenial Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng - Selle KS Dalle yang akrab disapa Sukses, punya taktik tersendiri dalam mendukung pasangan ini. 


Dengan jiwa anak muda mereka, para anggota tim bergerak mobile di kalangan. Mereka aktif memasang gambar Sukses, membantu warga dan sekaligus menyampaikan kebaikan Sukses di tengah masyarakat Soppeng. "Kami dan teman-teman  punya daya jelajah yang besar karena rata-rata masih muda dan punya semangat tinggi. Ini modal kami untuk terus menyuarakan kebaikan pasangan Sukses," kata Ekky, koordinator tim Millenial Sukses, Rabu 17 Juli 2024.


Beberapa hari terakhir, tim ini terus bergerak di seluruh wilayah Soppeng. Mereka mendatangi sejumlah kantong-kantong anak muda diberbagai kecamatan dan desa. "Kami berharap cara ini bisa mempermudah penyebaran berbagai program Sukses," tukasnya.


Jumlah pemilih millenial dengan status Gen Z dan Y sangat dominan di Soppeng. KPU memperkirakan sekitar 43 persen pemilih di area ini akan memberikan pilihan. Jumlah itu setara dengan 79.930 pemilih dari 181.890 pemilih di Pemilu 2024.  (*)

Bertemu Sejumlah Pengurus KKLR Sulsel, APPI Bahas Sejumlah Gagasan Untuk Kota Makassar Yang Lebih Baik


MAKASSAR - Bakal calon Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi, bersilaturahmi dengan pengurus Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan di Hotel Arya Duta Jalan Somba Opu Makassar, Rabu (17/07/2024) malam.


Kedatangan Ketua Partai Golkar Kota Makassar itu diterima langsung oleh Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKLR Sulawesi Selatan Ir Hasbi Syamsu Ali bersama sejumlah pengurus dan tokoh senior KKLR.


"Kami merasa terhormat karena Pak Munafri atau Appi ingin bersilaturahmi dengan KKLR pada kesempatan ini," kata Hasbi mengawali pertemuan yang digelar santai tersebut.


Diungkapkan Hasbi, warga perantauan atau diaspora dari wilayah Luwu Raya yang bermukim di Makassar jumlahnya tidak sedikit.


"Warga diaspora Luwu Raya yang ada di Makassar ini sekitar 180 ribu orang, belum termasuk mahasiswa sekitar 12 ribuan. Ini jumlah yang tidak sedikit. Artinya, bagus tidaknya kota ini, tentu semuanya akan ikut merasakan," ungkapnya.


Karena itu, kata Hasbi, sebagai organisasi paguyuban warga diaspora asal Luwu Raya termasuk di Makassar, maka KKLR akan sangat gembira dan terbuka bagi siapa saja yang ingin membuat Kota Makassar lebih baik lagi.


"Pak Appi sebagai calon Wali Kota tentunya punya agenda atau visi yang akan diwujudkan jika misalnya nanti terpilih. Nah, pada kesempatan kita bisa tanyakan langsung kepada beliau," jelas Hasbi.


Sejurus kemudian, silih berganti para fungsionaris KKLR Sulsel yang hadir dalam pertemuan itu melontarkan beragam pertanyaan kepada Appi. Termasuk juga memberikan saran dan masukan.


Dengan tenang dan lugas, keponakan mantan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla tersebut memberi jawaban sekaligus menggambarkan visi besarnya jika kelak mendapat amanah memimpin Kota Daeng.


"Makassar ini ibarat taman bunga. Masalahnya, kembang yang indah berwarna-warni di taman ini mekar bersamaan dengan semak belukar. Jadi saya ingin jadi tukang taman yang membersihkannya dari belukar itu," beber Appi bermetafora.


Dalam pandangan Appi, pemerintah seharusnya hadir memberikan solusi konkrit untuk masalah-masalah mendasar bagi warga di kota Makassar.


"Di balik gegap-gempita berbagai even internasional di Makassar selama ini, terdapat masalah mendasar yang tak kunjung ada solusinya, seperti pengelolaan sampah, ketersediaan air bersih, kemacetan, masalah parkir dan sebagainya," ujarnya.


"Buat apa itu even-even internasional atau predikat sebagai kota dunia kalau warganya masih tetap miskin dan menderita," tambah Appi lagi.


Karena itulah, mantan CEO PSM Makassar itu merasa terpanggil untuk kembali berkontestasi mencoba peluang memimpin Kota Makassar. 


"Harus ada solusi konkrit untuk masalah-masalah tersebut, dan saya siap mewujudkan itu jika nanti terpilih," katanya penuh antusias.


Di hadapan pengurus KKLR Sulsel, Appi lantas menguraikan sejumlah konsep yang disiapkannya untuk menuntaskan aneka masalah mendasar tersebut. Termasuk bagaimana ia melihat potensi Makassar sebagai kota transit atau persinggahan.

 

"Tantangannya bagaimana menjadikan orang-orang yang singgah itu bisa berlama-lama di kota ini, agar bisa belanja lebih banyak di sini, membeli barang atau jasa yang ada," jelasnya.


Alumnus Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin ini juga begitu gamblang menguraikan konsepnya mengatasi kemacetan dan keterbatasan lahan parkir di Makassar. Juga mengenai pengelolaan sampah dan air bersih untuk warga Makassar.


"Intinya kita ingin meng-upgrade Kota Makassar. Tentu tetap ada hal-hal baik dari pemerintahan sebelumnya. Tetapi secara prinsip, masalah-masalah mendasar yang ada, harus diselesaikan segera karena itu adalah hak warga," tukas Appi sembari memperkenalkan tagline yang akan diusungnya, yakni Wattunnami Makassar Upgrade. 


Pada pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam itu, turut hadir Sekretaris BPW KKLR Sulsel Asri Tadda, Ketua Dewan Pakar BPP KKLR Prof Jasruddin, Wakil Ketua BPP KKLR Baharuddin Solongi, Wakil Sekjen BPP KKLR Syahruddin Hamun, Biro Humas dan Kesekretariatan KKLR Sulsel Adil Mubarak dan tokoh senior KKLR HM Asaad Mandas. (*)

Rabu, 10 Juli 2024

Tingkatkan Kegiatan Pengajaran dan Pembelajaran, KKG Pendidikan Agama Islam Lalabata Gelar Rapat di SDN 7 Salotungo

Soppeng, Teropongsulawesi.com, SDN 7 Salotungo menggelar kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng, Rabu (10/7/2024). 

Acara ini dibuka dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh para guru agama Islam se-Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan.

Agenda acara dimulai dengan pembukaan oleh protokol Nur Salati, S.Pd.I, yang merupakan Guru PAI di SDN 28 Malaka. 

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Salfia, S.Pd.I, Guru PAI di SDN 5 Mattiropole. 

Suasana menjadi semakin khidmat dengan doa yang dipimpin oleh Rustan Tiga, S.Pd.I, Guru PAI di SDN 13 Palakka, memohon berkah dan kelancaran untuk seluruh rangkaian acara.

Kepala SDN 7 Salotungo, Abdul Asis, S.Pd.I dalam sambutannya, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada KKG PAI Lalabata atas dipilihnya SDN 7 Salotungo sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini. 

Abdul Asis menekankan bahwa peran guru agama sangat penting sebagai ujung tombak dalam pembangunan dan pengembangan karakter di sekolah. 

Ia juga mengajak seluruh Guru Agama Islam se-Kecamatan Lalabata untuk memperkenalkan Allah SWT kepada siswa dengan pendekatan yang sesuai dengan kemampuan anak didik, bukan hanya sebatas nama atau huruf.

Sementara Ketua KKG PAI Kecamatan Lalabata, Muh Darwis, S.Pd.I. Dalam sambutannya menekankan pentingnya kerjasama di antara guru agama dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik untuk menciptakan generasi yang berkarakter, ujarnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembahasan agenda rapat, yang dipandu oleh Salfia, S.Pd.I, Guru PAI di SDN 5 Mattiropole. 

Topik utama dalam kegiatan ini membahas mengenai materi ajar Pendidikan Agama Islam, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran agama Islam di sekolah-sekolah.

Kegiatan ini berlangsung dengan penuh semangat dan diharapkan dapat memperkuat kerjasama serta meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di Kecamatan Lalabata.

(Red) 

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di SDN 7 Salotungo Hadirkan 3 Pemateri PPTK


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Memasuki hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 7 Salotungo, menggelar penyuluhan terkait pencegahan dan penanganan tindak kekerasan (PPTK). Rabu (10/7/2024). 

Dalam kegiatan tahunan ini menghadirkan beberapa pemateri PPTK yang berkompeten di bidangnya, yaitu Rahmil Humaerah, S.Pd., M.Pd., Rustan Hamid, S.Pd., dan Anang, S.Pd.

Rahmil Humaerah, S.Pd., M.Pd., dalam komentarnya menyampaikan pentingnya kesadaran akan tindak kekerasan di lingkungan sekolah. 

Dirinya menekankan bahwa setiap elemen sekolah harus berperan aktif dalam mencegah dan menangani kekerasan agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan kondusif.

Sementara itu, Rustan Hamid, S.Pd., juga memberikan komentar yang menekankan pada pentingnya kerjasama antara guru, siswa, dan orang tua dalam memerangi tindak kekerasan. 

Menurut Rustam, sinergi yang baik di antara ketiga pihak tersebut akan sangat membantu dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.

Anang, S.Pd., menambahkan bahwa pendekatan yang humanis dan edukatif sangat diperlukan dalam penanganan kasus kekerasan di sekolah.

Anang  juga mengingatkan pentingnya pemberian sanksi yang mendidik bagi pelaku kekerasan agar mereka dapat menyadari kesalahan dan berubah menjadi lebih baik, tandasnya.

Acara ini ditutup dengan sesi foto ANTI PERUNDUNGAN bersama seluruh siswa, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta orang tua wali peserta didik baru. 

Yang menarik di sesi foto ini membuat suasana menjadi lebih semarak dan akrab, menandai berakhirnya kegiatan dengan penuh kebersamaan dan harapan positif untuk masa depan.

(Red/*) 

Senin, 08 Juli 2024

Kapolsek Ujung Parepare Ungkap Pelaku Pencurian Motor

Parepare, Teropongsulawesi.com,-- Hanya dalam waktu kurang lebih 3 jam, Unit Reskrim Polsek Ujung Polres Parepare berhasil menangkap terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor ( curanmor), pria muda berusia 23 tahun erinisial AR di amankan ke Mapolsek Ujung beserta dengan barang bukti hasil curiannya. 

Pengungkapan kasus curanmor ini, di jelaskan oleh Kapolsek Ujung Kompol Suardi, S.Sos, M.H, saat memberikan keterangan pers di Mapolsek Ujung. Senin (8/07/2024) siang. 

Informasi yang di himpun dari Kapolsek, kejadian pencurian itu terjadi pada hari jumat tanggal 5 Juli 2024 di Jl. Lingkar Lapadde, sekitar pukul 03.30 wita dini hari, saat itu pemilik kendaraan yang bernama Angga awalnya memarkir kendaraannya di dalam sebuah warung penjual nasi goreng. 

Selanjutnya ia pergi bekerja sebagai petugas kebersihan. Namun, motor yang ia tinggalkan dalam keadaan tidak terkunci leher dan pengaman kunci staternya dalam keadaan terbuka. 

Setelah pemilik motor (angga) kembali ke tempat itu, ia sudah tidak menemukan kendaraannya, atas kejadian tersebut angga pun melaporkannya ke Polsek Ujung Polres Parepare. 

"Berdasarkan laporan pengaduan dari korban Angga, unit reskrim segera melakukan serangkaian kegiatan kepolisian, dan alhamdulillah dalam waktu kurang lebih 3 jam, sekitar pukul 07.00 terduga pelaku AR sudah berhasil di tangkap oleh rekan - rekan dari unit reskrim yang di back up oleh Resmob Polres Parepare, dan juga barang bukti 1 (satu) unit kendaraan milik Angga juga berhasil di dapatkan kembali, saat ini terduga pelaku maupun barang bukti sepeda motor sudah kita amankan di Mapolsek Ujung ", jelas Kapolsek Ujung Kompol Suardi. 

Terduga pelaku AR dsangkakan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama 7 tahun. 

Dari kronologi kejadian, Kapolsek Ujung mewakili Kapolres Parepare, menghimbau masyarakat Kota Parepare agar lebih waspada menjaga barang miliknya. 

" Pastikan kendaraan kita dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan, dalam keadaan terkunci leher, letak dan posisinya pun harus di pastikan aman dari upaya pencurian, kejadian yang dialami oleh Angga ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih berhati - hati dan bersikap waspada dalam menjaga barang milik ", imbuh Kapolsek Ujung.

Dari Kapolsek, diketahui identitas terduga pelaku berinisial AR, berusia 23 tahun, beralamatkan di Kec. Ujung.

Barang bukti yang diamankan berupa 1 Unit sepeda motor Merk Yamaha No Pol DP 3057 LI.

(Red) 

Minggu, 07 Juli 2024

Jaga Keamanan dan Kenyamanan di Sekolah, SDN 7 Salotungo Gelar Penyuluhan PPTK

Soppeng, Teropongsulawesi.com, Memasuki tahun pelajaran 2024/2025, SDN 7 Salotungo mengawali kegiatan sekolah dengan menggelar penyuluhan tentang Pencegahan dan Penanganan Tindak Kekerasan (PPTK). Senin (8/7/2024).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Tim Pencegahan Penanganan Tindak Kekerasan (TPPK) yang telah di-SK-kan oleh Kepala Sekolah yang terdiri dari unsur guru, komite sekolah, serta orang tua/wali murid.

Tim TPPK yang bertugas meliputi, Irwan, S. Pd (Koordinator), Yahya Daud, SH (Komite), Andi Wahdiati, S. Pd, Andi Arfia Arifai, S. Pd, Rahmil Humaerah, S. Pd, M. Pd, Isra Wati, S. Pd, Rustan Hamid, S. Pd, Lasennang, S. Pd dan Bahar salah satu orang tua siswa. 

Penyuluhan ini akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut dan setiap anggota tim telah dibagi tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing untuk memastikan kegiatan berjalan lancar dan efektif. 

Pada hari pertama, penyuluhan dipimpin oleh Irwan, S. Pd dan Andi Wahdiati, S. Pd dengan materi yang disampaikan mencakup pengenalan berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, tanda-tanda kekerasan, serta strategi pencegahan dan penanganan yang dapat dilakukan oleh siswa, guru, dan orang tua.

Dikesempatan itu, Irwan, S. Pd, selaku koordinator, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi semua siswa. 

"Kami ingin memastikan bahwa SDN 7 Salotungo adalah tempat yang bebas dari kekerasan, terang Irwan. 

"Dengan adanya penyuluhan ini, kami berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan anak-anak kita," ujarnya.

Sementara itu, Andi Wahdiati, S. Pd, menambahkan bahwa pemahaman tentang kekerasan dan cara menghadapinya sangat penting untuk dibangun sejak dini, jelasnya. 

"Dengan memberikan pengetahuan yang tepat, kita dapat memberdayakan siswa dan orang tua untuk mengenali dan mencegah kekerasan. 

"Ini adalah langkah awal yang penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan positif bagi perkembangan anak-anak," tandasnya.

Di hari pertama penyuluhan, telah mendapat tanggapan positif dari peserta yang terdiri dari guru, siswa, dan orang tua. 

Mereka merasa mendapatkan wawasan baru yang sangat bermanfaat dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di sekolah.

Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat dalam membangun budaya sekolah yang bebas dari kekerasan. 

SDN 7 Salotungo berkomitmen untuk terus mendukung kesejahteraan dan keselamatan siswa melalui berbagai program dan kegiatan yang edukatif dan preventif.

(Red/*) 

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved