Daerah -->

Selasa, 28 April 2026

PB IMPS Periode 2026–2028 Siap Guncang Pergerakan Mahasiswa Soppeng, Awal Baru Penguatan Peran Mahasiswa Soppeng

Makassar, Teropongsulawesi.com, Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (PB IMPS) periode 2026–2028 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (25/4). 

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menandai dimulainya masa bakti kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih progresif dan berdaya guna.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh para Dewan Pembina/Penasehat, serta perwakilan delegasi, beserta organisasi mahasiswa yang turut memberikan dukungan dan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru. 

Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, mencerminkan semangat kebersamaan serta komitmen untuk memajukan organisasi.

Ketua Umum PB IMPS periode 2026–2028, Muhammad Arifin Syam, menegaskan pentingnya peran mahasiswa dan pelajar sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah, khususnya Kabupaten Soppeng.

“Kepengurusan ini diharapkan mampu menghadirkan program kerja yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata bagi Mahasiswa dan masyarakat. Kolaborasi dan solidaritas menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa PB IMPS ke depan akan mengedepankan prinsip profesionalitas, integritas, dan kolaborasi dalam menjalankan roda organisasi. Upaya tersebut akan diwujudkan melalui penguatan program di bidang akademik, sosial, serta pemberdayaan sumber daya manusia, khususnya mahasiswa dan pelajar asal Soppeng.

Muh. Ilham sebagai ketua MPO IMPS juga mengingatkan, "Sebagai Ketua MPO IMPS di momentum pelantikan ini kami harap Pengurus Besar IMPS  kedepan harus menegaskan posisinya sebagai mitra kritis yang konstruktif menjaga independensi, memperkuat basis analisis, serta berperan aktif dalam mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. Pelantikan ini harus menjadi titik awal kerja nyata organisasi yang tertata, kader yang unggul, dan kontribusi yang terukur." 

Para tamu undangan yang hadir juga menyampaikan harapan agar kepengurusan yang baru mampu menjaga eksistensi organisasi serta terus berinovasi dalam menghadapi tantangan zaman. Dukungan dari berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat peran PB IMPS sebagai wadah pengembangan generasi muda.

Selain sebagai prosesi pelantikan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pengurus, alumni, dan seluruh elemen organisasi. Momen tersebut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan serta membangun sinergi yang berkelanjutan.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, PB IMPS periode 2026–2028 diharapkan dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat Kabupaten Soppeng secara umum.

(Fadly) 

Minggu, 26 April 2026

Kapolsek Donri-Donri Iptu Amat Yani Pimpin Upacara, Ingatkan Bahaya Perilaku Negatif



Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam rangka menanamkan nilai kedisiplinan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sejak dini, Kapolsek Donri-Donri IPTU Amat Yani, S.IP bertindak sebagai pembina upacara pada kegiatan upacara bendera rutin di SMPN 1 Donri-Donri, Dusun Amessangeng, Desa Pising, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Senin (27/04/2026) pukul 07.00 WITA.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh Kepala Sekolah, para guru, tenaga pendidik, serta seluruh siswa-siswi SMPN 1 Donri-Donri.

Dalam pelaksanaan upacara, Kapolsek Donri-Donri turut didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Pising Bripka Muh. Qadri yang juga berperan aktif dalam mendukung pembinaan kepada para pelajar.

Dalam amanatnya, IPTU Amat Yani menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah sebagai pondasi utama terciptanya proses belajar mengajar yang aman, nyaman, dan kondusif.

Ia mengajak para siswa untuk menanamkan disiplin sejak dini, menghormati guru, serta mematuhi tata tertib sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang berkualitas.

Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan para pelajar untuk menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan, seperti perundungan (bullying), tawuran pelajar, penyalahgunaan media sosial, hingga pergaulan bebas.

Menurutnya, lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan positif bagi siswa untuk mengembangkan potensi serta meraih cita-cita.

“Adik-adik adalah generasi penerus bangsa. Kalian harus disiplin dalam belajar, menjaga sikap, serta menjauhi pergaulan yang dapat menjerumuskan ke hal-hal negatif.

"Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar IPTU Amat Yani di hadapan peserta upacara.

Ia juga mengajak para siswa untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan di lingkungan sekolah dengan saling menghargai, menjaga persatuan, serta segera melaporkan kepada guru apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Menurutnya, kesadaran kamtibmas tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat termasuk para pelajar.

Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam dunia pendidikan.

Ia menilai bahwa pembinaan kepada pelajar merupakan langkah strategis dalam membangun generasi muda yang sadar hukum dan berkarakter.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena dapat membangun kedekatan antara Polri dan generasi muda.

"Melalui edukasi sejak dini, para pelajar diharapkan memiliki kesadaran hukum, disiplin, serta mampu menjadi pelopor dalam menjaga keamanan di lingkungannya,” ungkap Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa Polri akan terus hadir memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada pelajar sebagai bagian dari upaya preventif dalam mencegah kenakalan remaja serta pengaruh negatif yang dapat mengganggu masa depan generasi muda.

Menurutnya, sinergi antara pihak kepolisian dan sekolah sangat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Kepala SMPN 1 Donri-Donri menyambut baik kegiatan tersebut dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kapolsek Donri-Donri yang telah memberikan motivasi dan pembinaan kepada siswa. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat karakter disiplin serta kesadaran hukum di kalangan pelajar.

Upacara bendera berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Setelah kegiatan selesai, dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara Kapolsek Donri-Donri, pihak sekolah, dewan guru, serta para siswa sebagai bentuk kebersamaan dan sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat semakin memahami pentingnya disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, serta berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

(Red)

Geger! Polisi Turun Langsung ke Desa Pattojo Malam Hari, Mahasiswa KKN Ikut Bergerak, Warga Antusias Dengar Fakta Mengerikan Bahaya Narkoba


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana malam di Lamogo, Desa Pattojo, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, mendadak berbeda pada Minggu (26/4/2026). Warga yang biasanya beraktivitas santai selepas Isya, kali ini berkumpul dalam satu kegiatan penting yang menyita perhatian. Satuan Reserse Narkoba Polres Soppeng bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar penyuluhan bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang yang berlangsung mulai pukul 20.30 WITA hingga selesai.

Kegiatan ini langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Sejak awal acara, warga tampak memenuhi lokasi penyuluhan untuk mendengarkan pemaparan mengenai ancaman narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan, khususnya bagi generasi muda di pedesaan.

Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Muda yang Berprestasi Tanpa Narkoba”, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Res Narkoba Polres Soppeng, AKP Heriyadi Nur, SE., MM, yang hadir sebagai pemateri utama. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda secara perlahan.

Menurutnya, dampak narkoba terhadap kesehatan sangat serius. Pengguna dapat mengalami kerusakan fungsi otak, penurunan kemampuan berpikir, gangguan daya ingat, hingga kerusakan organ vital. Bahkan, dalam jangka panjang, penyalahgunaan narkoba bisa menyebabkan ketergantungan berat yang sulit disembuhkan serta berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

Tak hanya itu, dampak psikologis juga menjadi perhatian utama. Pengguna narkoba umumnya mengalami perubahan perilaku, emosi tidak stabil, serta kehilangan kontrol diri. Kondisi tersebut kerap memicu konflik sosial, tindakan kriminal, hingga putusnya masa depan generasi muda yang seharusnya produktif.

Dalam penyuluhan tersebut juga dijelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga lingkungan sosial. Pengguna cenderung mengalami penurunan tanggung jawab, putus sekolah, kehilangan pekerjaan, serta merusak hubungan keluarga. Bahkan dalam banyak kasus, narkoba menjadi pintu masuk terhadap tindakan kriminal lainnya.

Mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan tersebut turut berperan aktif membantu jalannya penyuluhan. Mulai dari koordinasi peserta, pengaturan tempat, hingga mendukung sesi diskusi interaktif antara pemateri dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa dinilai menjadi langkah strategis dalam memperluas edukasi kepada generasi muda.

Dalam kesempatan itu, masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa seluruh ajaran agama melarang penggunaan narkoba karena dampaknya yang merusak diri sendiri dan lingkungan sekitar. Pendekatan moral dan keagamaan pun dinilai penting sebagai benteng awal dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

AKP Heriyadi Nur mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja. Ia menegaskan bahwa generasi muda merupakan kelompok paling rentan terhadap pengaruh narkoba, terutama akibat faktor lingkungan, pergaulan bebas, serta kurangnya pemahaman tentang dampak buruk narkototika.

“Kami terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar memahami bahaya narkoba. Ini juga menjadi langkah preventif untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika,” ujarnya di hadapan peserta.

Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara kepolisian dan mahasiswa KKN menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menolak narkoba.

Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum saja. Dibutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat agar pencegahan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, warga terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan. Sejumlah peserta bahkan mengajukan pertanyaan terkait ciri-ciri pengguna narkoba, cara pencegahan di lingkungan keluarga, hingga langkah yang harus dilakukan jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Masyarakat berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala agar kesadaran akan bahaya narkoba semakin meningkat, terutama di kalangan generasi muda desa.

Kegiatan pembinaan dan penyuluhan tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar. Warga Desa Pattojo pun memberikan respon positif serta berharap sinergi antara kepolisian dan mahasiswa dapat terus berlanjut dalam kegiatan edukatif lainnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami dampak buruk penyalahgunaan narkotika serta mampu menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Generasi muda pun diharapkan lebih fokus mengembangkan potensi diri, meraih prestasi, dan berkontribusi positif bagi masa depan bangsa.

(Silviana)

Kamis, 23 April 2026

Tokoh Pemuda Morowali Soroti Konsultasi Publik AMDAL BTIIG yang Digelar di Makassar


Morowali, Teropongsulawesi.com, Wazir Muhaimin, salah satu tokoh pemuda di Morowali, angkat bicara terkait rencana kegiatan konsultasi publik Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) di kawasan industri PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) Topogaro, Morowali, yang dijadwalkan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 24 April 2026.

Ia menilai terdapat inkonsistensi penyampaian informasi dari pihak manajemen PT IHIP dan BTIIG kepada desa-desa lingkar kawasan industri. Wazir bahkan menuding External Relations Manager PT BTIIG, Alim Hendra, sebagai pihak yang diduga menjadi pemicu persoalan tersebut.

"Kami dengan tegas menyatakan bahwa Alim Hendra patut diduga sebagai oknum yang tidak jujur dan tidak transparan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat lingkar kawasan industri," ungkap Wazir kepada wartawan, Kamis, 23 April 2026.

Menurut Wazir, dugaan tersebut diperkuat oleh adanya perbedaan antara isi surat undangan resmi dan penjelasan yang disampaikan melalui WhatsApp.

Dalam surat undangan disebutkan bahwa kegiatan pada 24 April 2026 di Makassar merupakan konsultasi publik. Namun melalui pesan WhatsApp, kegiatan tersebut disebut hanya sebagai acara ramah tamah.

"Kami menilai ini sebagai bentuk manipulasi informasi yang sengaja dilakukan untuk meredam reaksi masyarakat, khususnya desa-desa lingkar kawasan industri PT IHIP yang tidak diundang dalam kegiatan tersebut," jelasnya.

Ia juga menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap masyarakat lingkar industri serta mencederai prinsip keterbukaan dan partisipasi publik.

Wazir menegaskan bahwa konsultasi publik bukan kegiatan tertutup atau seremonial, melainkan hak masyarakat yang wajib dilibatkan secara menyeluruh.

"Jika sejak awal sudah ada ketidakterbukaan dan upaya mengaburkan informasi, maka kegiatan tersebut patut diduga cacat secara moral dan tidak layak disebut sebagai konsultasi publik," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wazir juga meminta pihak perusahaan bertanggung jawab serta menghentikan proses konsultasi publik AMDAL tersebut.

Ia meminta agar kegiatan dilaksanakan kembali secara terbuka di wilayah lingkar kawasan industri atau minimal di Morowali.

"Seluruh masyarakat lingkar industri wajib dilibatkan tanpa pengecualian. Jangan manipulasi masyarakat. Libatkan kami, atau hentikan kegiatan tersebut. Karena sudah beberapa kali pertemuan yang seharusnya melibatkan partisipasi masyarakat lingkar kawasan industri justru diadakan di luar Morowali," tandasnya.

(Umar)

Selasa, 21 April 2026

Polemik Internal Pers Soppeng Memanas, Ketua PWI Layangkan Somasi Terkait Pemberitaan Tak Berimbang


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Polemik di tubuh insan pers Kabupaten Soppeng kian memanas. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Soppeng, Andi Jumawi, secara resmi melayangkan somasi kepada sejumlah pihak yang dinilai menerbitkan pemberitaan tanpa memenuhi prinsip keberimbangan dan verifikasi jurnalistik. Selasa (21/4/2026).

Langkah tegas ini bukan tanpa alasan. Andi Jumawi menilai pemberitaan yang beredar terkait Surat Keputusan (SK) PWI Pusat dan proses pelantikan pengurus PWI Soppeng masa bakti 2025–2028 telah dipublikasikan tanpa konfirmasi kepada pihak yang berkepentingan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyesatkan publik sekaligus mencederai etika profesi jurnalistik.

Somasi itu ditujukan kepada Al, FRK dan MS  serta ABPK. Mereka disebut menerbitkan informasi yang menyangkut legalitas kepengurusan PWI Soppeng tanpa melakukan verifikasi langsung kepada pengurus resmi.

“Pemberitaan tanpa konfirmasi kepada pihak yang diberitakan berpotensi melanggar prinsip dasar jurnalistik, terutama akurasi dan keberimbangan,” tegas Andi Jumawi, ke media ini, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, pelantikan pengurus PWI Kabupaten Soppeng periode 2025–2028 telah dilaksanakan secara sah oleh Ketua PWI Sulawesi Selatan, H.M. Agus Salim Alwi Hamu. Pelantikan tersebut merujuk pada SK PWI Pusat Nomor 27-PKU/PP-PWI/2025 tertanggal 26 November 2025.

Menurutnya, dokumen tersebut bukan hanya sah secara administrasi, tetapi juga ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Sekretaris Jenderal Zulmansyah Sekedang, serta Ketua Bidang Organisasi Zulkifli Gani Ottoh.

Dengan demikian, ia menilai polemik yang berkembang seharusnya tidak terjadi jika proses jurnalistik dijalankan secara profesional.

Yang menjadi sorotan, kata Andi Jumawi, sejumlah pemberitaan justru menggiring opini tanpa menghadirkan klarifikasi dari pihak PWI Soppeng. Ia menilai praktik tersebut berbahaya karena berpotensi membentuk persepsi publik yang tidak utuh.

Melalui somasi tersebut, pihaknya meminta media atau individu yang menerbitkan berita dimaksud untuk memberikan hak jawab sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Hak jawab diminta dimuat paling lambat 3 x 24 jam sejak somasi diterima.

“Kami meminta hak jawab diberikan dan dimuat dalam waktu 3 x 24 jam sejak somasi diterima,” ujarnya menegaskan.

Langkah somasi ini sekaligus menjadi sinyal bahwa konflik pemberitaan di kalangan wartawan Soppeng tidak lagi sekadar perbedaan pandangan, tetapi telah memasuki ranah serius yang menyangkut profesionalisme dan legitimasi organisasi.

Andi Jumawi juga menyinggung bahwa Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik secara jelas mengatur kewajiban verifikasi, keberimbangan, serta larangan menghakimi dalam pemberitaan.

Ia menilai pemberitaan yang beredar sebelum maupun setelah pelantikan pengurus PWI Soppeng tidak mencerminkan prinsip-prinsip tersebut.

Pernyataan ini sekaligus menjadi kritik terhadap praktik jurnalistik yang dinilai terburu-buru dan minim konfirmasi.

Ia mengingatkan bahwa wartawan seharusnya menjadi penjaga akurasi informasi, bukan justru memperkeruh situasi melalui publikasi sepihak.

Di sisi lain, somasi ini juga membuka babak baru dalam dinamika internal insan pers di Soppeng. Jika hak jawab tidak diberikan dalam batas waktu yang ditentukan, polemik ini berpotensi berlanjut ke langkah hukum berikutnya.

Dalam keterangannya, surat somasi tersebut telah diserahkan kepada dan diterima oleh Fas Rachmat Kami pada Selasa, 21 April 2026.

Dengan diterimanya surat tersebut, publik kini menunggu respons dari pihak yang disomasi, sekaligus menanti apakah polemik ini akan mereda atau justru semakin memanas.

Situasi ini menjadi ujian serius bagi profesionalisme insan pers di daerah. Di tengah tuntutan kecepatan informasi, prinsip verifikasi dan keberimbangan kembali diuji.

Pertanyaannya, apakah semua pihak siap menempatkan etika jurnalistik di atas kepentingan masing-masing?

(S-El)

Lima Personel Brimob Gowes dari Gowa ke Makassar, Aksi AKBP Nur Ichsan Ini Jadi Sorotan Pagi Hari


Makassar, Teropongsulawesi.com,– Pemandangan tak biasa terlihat di Jembatan Kembar Gowa, Selasa pagi (21/4/2026). Saat aktivitas lalu lintas belum sepenuhnya ramai, lima personel berseragam training tampak mengayuh sepeda menuju Kota Makassar. Di barisan terdepan, terlihat Kabag Ops Sat Brimob Polda Sulsel, AKBP Nur Ichsan, S.Sos., M.Si., memimpin langsung perjalanan tersebut.

Aksi sederhana ini langsung menarik perhatian. Bukan hanya karena dilakukan oleh seorang pejabat kepolisian, tetapi juga karena jarak yang ditempuh tidaklah dekat.

Dari wilayah Gowa menuju Markas Komando Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan di Makassar, rombongan ini menempuh kurang lebih 11 kilometer hanya dengan sepeda.

Yang lebih menarik, kegiatan ini bukan sekali dua kali dilakukan. AKBP Nur Ichsan diketahui telah konsisten menjalankan rutinitas “bike to work” setiap Selasa dan Jumat. Awalnya hanya dilakukan berdua, namun kini jumlahnya bertambah menjadi lima orang. Sebuah perkembangan kecil yang menunjukkan pengaruh keteladanan mulai menyebar di lingkungan personel.

Tepat pukul 06.00 WITA, rombongan memulai perjalanan. Dengan tempo santai namun terukur, mereka mengayuh sepeda sambil mengejar waktu agar tetap tiba sebelum apel pagi dimulai. Tidak ada pengawalan khusus, tidak ada protokoler berlebihan. Hanya semangat kebersamaan dan komitmen untuk memulai hari dengan cara berbeda.

Menurut AKBP Nur Ichsan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap kebijakan efisiensi bahan bakar minyak sekaligus upaya menjaga kebugaran tubuh di tengah kesibukan tugas kepolisian yang padat.

“Ini bagian dari komitmen kami mendukung kebijakan pemerintah terkait efisiensi BBM. Kalau bukan kita yang memulai, lalu siapa lagi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa bersepeda ke kantor bukan hanya sekadar olahraga pagi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan serta ajakan hidup sehat bagi personel lainnya. Dengan bersepeda, penggunaan kendaraan bermotor dapat dikurangi, sekaligus meningkatkan stamina sebelum menjalankan tugas.

Perubahan kecil mulai terlihat. Jika sebelumnya hanya dua personel yang ikut, kini bertambah menjadi lima. Tanpa instruksi resmi, tanpa kewajiban, keteladanan itu perlahan menggerakkan anggota lain untuk ikut serta.

“Selain menghemat bahan bakar, bersepeda juga membuat tubuh lebih sehat dan bugar. Ini sederhana, tapi dampaknya besar jika dilakukan secara konsisten,” tambahnya.

Sepanjang perjalanan, lima sepeda itu melaju menyusuri jalan yang mulai dipadati kendaraan. Namun semangat mereka tidak surut. Justru kehadiran rombongan kecil ini menjadi pemandangan inspiratif di tengah rutinitas pagi masyarakat.

Aksi tersebut juga menunjukkan gaya kepemimpinan yang mengedepankan contoh nyata. Bagi AKBP Nur Ichsan, menjadi pemimpin tidak cukup hanya memberi arahan, tetapi juga harus menunjukkan langsung langkah perubahan, meski dimulai dari hal sederhana seperti bersepeda ke kantor.

Kini, kebiasaan gowes dari Gowa ke Makassar itu bukan lagi sekadar rutinitas pribadi. Ia telah berubah menjadi simbol disiplin, efisiensi, dan kepedulian lingkungan. Dan di setiap kayuhan pedalnya, terselip pesan kuat: perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil.

Lima sepeda pagi itu pun melaju dengan satu tujuan yang sama—bukan hanya menuju kantor, tetapi juga membawa inspirasi bagi banyak orang. (*)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved