Daerah -->

Kamis, 02 Juli 2026

Bupati Soppeng Ikut Defile Bersama Ribuan Guru, Kontingen Soppeng Curi Perhatian di PORSENIJAR PGRI Sulsel


Sidrap, Teropongsulawesi.com,– Kontingen Kabupaten Soppeng mencuri perhatian pada pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (PORSENIJAR) PGRI Sulawesi Selatan VII Tahun 2026 di Stadion Ganggawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (2/7/2026). Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah kehadiran Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, yang ikut berjalan bersama ribuan guru dalam defile kontingen.

Berbeda dari kebiasaan pejabat yang berada di barisan terdepan, Bupati Suwardi memilih berbaur di tengah rombongan guru. Kehadirannya beberapa kali menarik perhatian peserta dari daerah lain maupun penonton yang memadati Stadion Ganggawa.

Kabupaten Soppeng mengikutsertakan 2.513 peserta defile, menjadikannya salah satu kontingen terbesar pada pembukaan PORSENIJAR tahun ini. Barisan panjang para guru tampil kompak dan penuh semangat membawa nama Kabupaten Soppeng di hadapan ribuan peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Identitas khas Soppeng juga langsung terlihat saat kontingen memasuki arena. Di barisan depan, sejumlah peserta mengenakan kostum kalong dan kakatua putih, dua satwa yang menjadi ikon daerah. Kalong sendiri telah lama melekat sebagai simbol Kabupaten Soppeng sehingga daerah ini dikenal luas sebagai Kota Kalong.

Di sepanjang defile, Bupati Suwardi beberapa kali terlihat menyapa para guru yang berjalan bersamanya. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengabadikan momen bersama sebagai kenang-kenangan pembukaan PORSENIJAR.

Keikutsertaan bupati dalam barisan defile menjadi simbol kedekatan Pemerintah Kabupaten Soppeng dengan dunia pendidikan. Kehadirannya juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para guru yang membawa nama daerah, baik sebagai peserta defile maupun atlet yang akan berlaga pada berbagai cabang pertandingan.

Secara keseluruhan, Kabupaten Soppeng mengirimkan 2.673 orang pada PORSENIJAR PGRI Sulawesi Selatan VII Tahun 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 126 atlet, 10 official, 34 panitia, dan 2.513 peserta defile.

Pada ajang tersebut, kontingen Soppeng mengikuti seluruh cabang olahraga, seni, dan pembelajaran dengan target mempertahankan prestasi sebagai Juara II Umum, sebagaimana yang diraih pada penyelenggaraan sebelumnya.

Bila diinginkan, saya juga dapat membuat versi yang lebih bergaya media online dengan lead yang lebih kuat dan judul yang lebih menarik untuk meningkatkan daya tarik pembaca.

(Silviana)

Rabu, 01 Juli 2026

Bupati Soppeng: Turnamen Desa Jadi Tempat Lahirnya Bibit Atlet Sepak Bola Berprestasi


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menegaskan bahwa turnamen sepak bola di tingkat desa memiliki peran penting dalam mencetak bibit-bibit atlet yang berpotensi mengharumkan nama daerah di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri penutupan Turnamen Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V Tahun 2026 di Lapangan Andi Palloge, Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Rabu (1/7/2026).

Menurut Suwardi Haseng, kompetisi sepak bola bukan hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda melalui penanaman nilai sportivitas, disiplin, dan kebersamaan.

"Turnamen seperti ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah membangun sportivitas, memperkuat silaturahmi, dan melahirkan atlet-atlet potensial," kata Suwardi.

Ia optimistis penyelenggaraan turnamen secara berkesinambungan akan membuka peluang lahirnya pemain-pemain muda berbakat yang mampu bersaing hingga tingkat provinsi maupun nasional.

Selain itu, Bupati menilai suksesnya penyelenggaraan Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, panitia, dan masyarakat dalam menghadirkan kegiatan olahraga yang aman, tertib, dan berkualitas.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban agar kegiatan olahraga maupun aktivitas sosial kemasyarakatan dapat terus berkembang di Kabupaten Soppeng.

Pada kesempatan tersebut, Suwardi Haseng juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Soppeng beserta jajaran, Pemerintah Kecamatan Ganra, Pemerintah Desa Ganra, serta seluruh panitia yang telah menyukseskan Turnamen Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dengan tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat."

Pada partai final kategori umum, Ganra FC sukses keluar sebagai juara setelah mengalahkan Mantap FC. Sementara Monas FC dan Buttue Jaya FC asal Kabupaten Barru berbagi posisi juara ketiga. Di kategori usia madya, Ganra All Star tampil sebagai juara, sedangkan Wajo All Star menjadi runner-up.

Penutupan turnamen dilakukan secara resmi oleh Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., disaksikan Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto, Wakapolres Soppeng Kompol Sudarmin, S.Sos., unsur Forkopimcam Ganra, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati Lapangan Andi Palloge.

Bupati berharap turnamen sepak bola di tingkat desa terus digelar secara rutin sebagai bagian dari upaya pembinaan atlet, sekaligus memperkuat budaya olahraga, persatuan, dan kebersamaan masyarakat di Kabupaten Soppeng.

(Silviana)

Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Bupati dan Wabup Soppeng Tegaskan Dukungan untuk Polri


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., bersama Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng untuk terus mendukung dan memperkuat sinergi dengan Polri. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran keduanya dalam Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang diselenggarakan Polres Soppeng di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng, Rabu (1/7/2026).

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati menjadi simbol eratnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai fondasi penting bagi kelancaran pembangunan, pelayanan publik, serta aktivitas masyarakat di Kabupaten Soppeng.

Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 merupakan puncak rangkaian peringatan yang sebelumnya diawali dengan upacara dan parade di Lapangan Kantor Bupati Soppeng. Kegiatan tersebut diikuti jajaran Polres Soppeng, Pemerintah Kabupaten Soppeng, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Acara berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dengan dihadiri Ketua DPRD Soppeng, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, purnawirawan Polri, Bhayangkari Cabang Soppeng, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Praditya, S.I.K., M.I.K., mengajak seluruh personel Polri menjadikan Hari Bhayangkara ke-80 sebagai momentum untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengatakan, situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Soppeng merupakan hasil sinergi antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Soppeng, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat.

"Keamanan yang kita rasakan hari ini bukanlah hasil kerja satu institusi semata, melainkan buah dari sinergi dan kolaborasi semua pihak yang terus terjalin dengan baik," ujar Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, dan masyarakat atas dukungan yang terus diberikan kepada Polri. Menurutnya, Polres Soppeng akan terus mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan humanis dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat sesuai semangat Polri Presisi.

Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Pemerintah Kabupaten Soppeng kembali menegaskan dukungannya terhadap berbagai upaya Polri dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Sinergi yang terus terjalin diharapkan mampu menciptakan kondisi yang aman, damai, dan kondusif sehingga pembangunan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan syukuran dan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban sebagai wujud kebersamaan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat.

(Silviana)

Selasa, 30 Juni 2026

Terbongkar! Mantan Mantri Bank Plat Merah di Soppeng Diduga Gelapkan Angsuran Nasabah, Kerugian Negara Rp303 Juta


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Seorang mantan mantri pada salah satu bank milik negara di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, berinisial E, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng.

Tersangka diduga menyelewengkan uang pembayaran angsuran kredit milik sejumlah nasabah yang seharusnya disetorkan ke rekening kas bank. Akibat perbuatannya, negara diduga mengalami kerugian sebesar Rp303.370.876.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Soppeng, Nazamuddin, S.H., M.H., mengatakan, penetapan tersangka dilakukan pada Selasa (30/6/2026). Setelah menjalani pemeriksaan, tersangka langsung ditahan sekitar pukul 15.30 WITA di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Watansoppeng untuk kepentingan penyidikan.

Berdasarkan hasil penyidikan, saat masih menjabat sebagai mantri bank, tersangka diduga menerima secara langsung pembayaran cicilan, angsuran hingga pelunasan kredit dari sejumlah nasabah. Namun, dana tersebut diduga tidak pernah disetorkan ke rekening kas bank sebagaimana prosedur yang berlaku.

Untuk meyakinkan para nasabah, tersangka diduga memberikan bukti transaksi yang tampak sah, baik berupa slip setoran manual maupun bukti transaksi melalui aplikasi Brispot. Dengan modus tersebut, nasabah tetap mengira pembayaran mereka telah masuk ke sistem perbankan.

Namun, hasil penyidikan mengungkap dana yang diterima dari nasabah diduga justru digunakan untuk kepentingan pribadi sehingga tidak tercatat sebagai penerimaan resmi bank.

Hasil audit dan proses penyidikan mencatat dugaan kerugian keuangan negara mencapai Rp303.370.876.

Untuk kepentingan penyidikan, Kejari Soppeng menahan tersangka selama 20 hari, terhitung sejak 30 Juni hingga 19 Juli 2026.

Atas dugaan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 603 KUHP juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, subsider Pasal 604 KUHP juncto Pasal 18 undang-undang yang sama.

Kejari Soppeng menegaskan penyidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap seluruh fakta hukum, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain apabila ditemukan bukti yang cukup.

Sementara itu, pihak kejaksaan mengimbau masyarakat yang merasa memiliki informasi terkait perkara tersebut agar dapat menyampaikannya kepada penyidik guna mendukung proses penegakan hukum.

(Tim)

Kepala BPN dan Bupati Soppeng Perkuat Kolaborasi, Fokus Percepatan PTSL dan Reforma Agraria


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Komitmen memperkuat kerja sama di bidang pertanahan menjadi fokus utama dalam audiensi antara Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., dan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Soppeng yang baru, Agustini Pujiastuti, S.H., M.M., di ruang kerja Bupati, Selasa (30/6/2026).

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat sinergi dalam mendukung percepatan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), penyediaan lahan bagi Program Strategis Nasional (PSN), serta optimalisasi pelaksanaan Reforma Agraria melalui Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).

Audiensi ini juga menjadi momentum perkenalan Agustini Pujiastuti setelah resmi menjabat sebagai Kepala Kantor BPN Kabupaten Soppeng. Ia hadir didampingi mantan Kepala Kantor BPN Kabupaten Soppeng, Amir, S.ST., M.H., bersama jajaran pejabat BPN.

Bupati Soppeng menyambut langsung rombongan tersebut dengan didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Kepala Dinas Sosial, Kepala Bagian Hukum, Camat Marioriawa, serta Sekretaris Desa Laringgi.

Dalam suasana penuh keakraban, kedua pihak bertukar pandangan mengenai berbagai program strategis pertanahan yang membutuhkan dukungan dan koordinasi lintas instansi agar pelaksanaannya semakin efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Kantor BPN Kabupaten Soppeng diharapkan mampu mempercepat pelayanan pertanahan, meningkatkan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

(Silviana)

Senin, 29 Juni 2026

Polres Soppeng Tuntaskan Penyidikan Kasus BBM Subsidi, Kanit Tipidter: Tahap II Sudah Rampung


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Soppeng melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) menuntaskan penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Proses penanganan perkara kini memasuki tahap penuntutan setelah penyidik melaksanakan pelimpahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) ke Kejaksaan Negeri Soppeng.

Kanit Tipidter Polres Soppeng, Ipda Alfian, mengatakan pelimpahan dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti.

"Ketiga tersangka telah kami limpahkan pada Tahap II ke Kejaksaan Negeri Soppeng bersama barang bukti berupa 1.379 liter BBM jenis Pertalite, 272 liter BBM jenis Solar, serta lima unit mobil roda empat yang digunakan untuk melangsir BBM bersubsidi," ujar Ipda Alfian kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

Tiga tersangka yang diserahkan masing-masing berinisial MZ, ST, dan EF, yang diketahui merupakan warga Kabupaten Soppeng.

Selain para tersangka, penyidik juga menyerahkan barang bukti berupa 1.379 liter Pertalite, 272 liter Solar, serta lima unit mobil roda empat yang diduga digunakan sebagai sarana penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM bersubsidi.

Menurut Ipda Alfian, pelaksanaan Tahap II menandai berakhirnya proses penyidikan oleh Polres Soppeng. Selanjutnya, penanganan perkara menjadi kewenangan Kejaksaan Negeri Soppeng untuk proses penuntutan hingga persidangan.

Dalam perkara tersebut, para tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Ancaman hukuman bagi pelaku penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi yakni pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.

Ipda Alfian menegaskan, Polres Soppeng akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi guna memastikan distribusi BBM yang disubsidi pemerintah benar-benar tepat sasaran.

"Penegakan hukum ini diharapkan menjadi efek jera sekaligus peringatan bagi pihak lain agar tidak melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dapat merugikan negara dan masyarakat," tutupnya.

(SLV)

Pendapatan Daerah Capai 103,61 Persen, Bupati Soppeng Serahkan Ranperda APBD 2025


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng pada Tahun Anggaran 2025 berhasil melampaui target dengan realisasi mencapai Rp1,190 triliun atau 103,61 persen. Capaian tersebut disampaikan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., saat menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Soppeng dalam Rapat Paripurna Tingkat I, Senin (29/6/2026).

Selain pendapatan yang melampaui target, realisasi belanja daerah juga mencapai Rp1,097 triliun atau 96,10 persen dari anggaran yang telah ditetapkan.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa pembahasan Ranperda merupakan tahapan penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan. Karena itu, ia berharap seluruh perangkat daerah aktif mengikuti proses pembahasan bersama DPRD agar Ranperda dapat diselesaikan tepat waktu.

"Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 membutuhkan proses pembahasan antara legislatif dan eksekutif. Saya berharap seluruh kepala perangkat daerah beserta jajarannya proaktif mengikuti pembahasan Ranperda ini agar prosesnya berjalan lancar hingga memperoleh persetujuan bersama DPRD," ujar Suwardi Haseng.

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Soppeng, H. Nasfiding, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng, Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, para kepala perangkat daerah, pimpinan BUMD, tenaga ahli DPRD, insan pers, dan tamu undangan lainnya.

Bupati menjelaskan, penyampaian Ranperda tersebut merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Dokumen itu disampaikan kepada DPRD dengan melampirkan laporan keuangan pemerintah daerah yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ikhtisar laporan kinerja, serta laporan keuangan BUMD sebagai bahan pembahasan.

Pada kesempatan itu, Suwardi Haseng juga mengungkapkan bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025 kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Prestasi tersebut menjadi opini WTP ke-12 yang berhasil dipertahankan Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP merupakan hasil sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, serta pembentukan regulasi.

Sementara itu, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 tercatat sebesar Rp86,268 miliar. Sebagian besar SiLPA tersebut merupakan dana yang bersifat terikat untuk membiayai kembali kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana BOS, BLUD, sertifikasi guru, serta penyelesaian kewajiban yang belum terselesaikan pada tahun anggaran sebelumnya.

Bupati berharap pembahasan Ranperda dapat berlangsung secara konstruktif melalui sinergi yang telah terjalin antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Soppeng sehingga dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dapat disahkan tepat waktu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

(Silviana)

Minggu, 28 Juni 2026

149 Atlet PGRI Soppeng Dilepas Menuju Porsenijar Sulsel 2026, Bupati Targetkan Juara Umum


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Sebanyak 149 atlet Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Soppeng resmi dilepas untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada 2–6 Juli 2026.

Pelepasan kontingen berlangsung di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Senin (29/6/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng. Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan motivasi sekaligus menegaskan target besar bagi kontingen, yakni meraih gelar juara umum.

Turut hadir Ketua PGRI Kabupaten Soppeng Naharuddin, anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng Drs. Sulo, Ketua Kontingen Nur Alim, jajaran pengurus PGRI, para official, serta seluruh atlet yang akan berlaga pada sembilan cabang olahraga dan seni. Kontingen Soppeng juga akan mengikuti ekshibisi domino yang menjadi bagian dari rangkaian Porsenijar tahun ini.

Dalam sambutannya, Suwardi Haseng mengingatkan bahwa setiap atlet membawa nama baik Kabupaten Soppeng. Karena itu, ia meminta seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, menjaga etika, dan menunjukkan karakter sebagai pendidik, baik di dalam maupun di luar arena pertandingan.

"Saudara-saudara bukan hanya membawa nama pribadi atau sekolah, tetapi membawa nama Kabupaten Soppeng. Tampilkan kemampuan terbaik, junjung sportivitas, dan jadilah teladan bagi semua peserta," ujarnya.

Menurut Suwardi, Porsenijar bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan keluarga besar PGRI se-Sulawesi Selatan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Para atlet diminta mengatur waktu istirahat agar tetap tampil prima saat bertanding.

Suasana pelepasan semakin hangat ketika Bupati menyelipkan candaan terkait pertandingan Piala Dunia yang tengah menjadi perhatian masyarakat.

"Jangan begadang dulu karena Piala Dunia. Simpan dulu hobinya. Yang paling penting sekarang adalah menjaga stamina agar saat bertanding bisa tampil maksimal," katanya yang disambut gelak tawa para peserta.

Selain menjaga kebugaran, Suwardi menekankan pentingnya komunikasi dan kekompakan seluruh anggota kontingen. Ia meminta para official dan ketua kontingen memastikan seluruh atlet mendapatkan pendampingan yang optimal selama berada di Sidrap. Menurutnya, koordinasi juga dapat diperkuat melalui dukungan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) apabila diperlukan.

Bupati mengungkapkan rencananya menghadiri malam pembukaan Porsenijar di Sidrap. Selain memenuhi undangan panitia, kehadirannya juga menjadi ajang bersilaturahmi dengan Bupati Sidrap yang telah lama dikenalnya sejak sama-sama menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Suwardi optimistis semangat para atlet akan semakin meningkat dengan dukungan sekitar 2.500 masyarakat Soppeng yang dijadwalkan hadir memberikan semangat secara langsung. Ia juga mengajak warga Soppeng yang bermukim di Sidrap untuk turut memenuhi arena pertandingan.

"Dukungan masyarakat adalah kekuatan tambahan bagi atlet. Saya berharap seluruh warga Soppeng yang berada di Sidrap ikut hadir memberikan semangat sehingga para atlet semakin percaya diri," katanya.

Secara khusus, Suwardi juga berpesan kepada Ketua Kontingen, Nur Alim, agar terus menjaga kekompakan dan motivasi seluruh anggota tim hingga seluruh pertandingan berakhir.

Sementara itu, Ketua Kontingen Nur Alim menyatakan seluruh atlet telah siap menghadapi Porsenijar setelah menjalani persiapan secara maksimal. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng atas dukungan penuh yang diberikan sejak tahap persiapan hingga keberangkatan menuju Sidrap.

Porsenijar PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan merupakan agenda rutin yang mempertemukan para guru dari berbagai kabupaten dan kota dalam kompetisi olahraga dan seni. Selain menjadi ajang meraih prestasi, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, dan memperkuat solidaritas antarpendidik.

Dengan persiapan yang matang, dukungan pemerintah daerah, serta antusiasme ribuan masyarakat, Kontingen PGRI Kabupaten Soppeng optimistis mampu tampil maksimal dan mewujudkan target membawa pulang gelar juara umum Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026.

(Silviana)

Peduli Sesama, Imam Masjid Nurul Iman Enrekeng dan Penyuluh Agama Islam Ganra Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Maniangpatu



Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh tokoh agama di Kabupaten Soppeng. Pasca musibah kebakaran yang menghanguskan empat unit rumah milik warga di Dusun Maniangpatu, Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, bantuan terus berdatangan dari berbagai kalangan.

Pada minggu  (28/6/2026), Imam Masjid Nurul Iman Enrekeng, Fitroh, S.Pd.I, bersama Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ganra, Hj. Masniah, turun langsung menemui para korban untuk menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok.

Bantuan yang diberikan di antaranya Beras, mie instan, minyak goreng, gula pasir, serta sejumlah bahan makanan lainnya yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para korban selama masa pemulihan pasca kebakaran.

Penyaluran bantuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan rasa empati. Kehadiran keduanya disambut hangat oleh para korban dan warga sekitar yang masih merasakan duka akibat musibah tersebut.

Imam Masjid Nurul Iman Enrekeng, Fitroh, S.Pd.I, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama, terutama bagi masyarakat yang sedang mengalami cobaan.

"Musibah kebakaran ini merupakan ujian yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Sebagai saudara sesama muslim dan sesama warga, sudah menjadi kewajiban kita untuk saling membantu dan meringankan beban mereka. Bantuan ini mungkin tidak seberapa nilainya, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi keluarga yang terdampak," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

"Jangan biarkan saudara-saudara kita berjuang sendiri. Mari kita sisihkan sebagian rezeki yang Allah titipkan kepada kita untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal ibadah dan mendapat balasan pahala dari Allah SWT," tambahnya.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ganra, Hj. Masniah, mengatakan bahwa selain bantuan materi, dukungan moral juga sangat dibutuhkan oleh para korban agar tetap kuat menjalani masa-masa sulit.

"Kami hadir bukan hanya membawa sembako, tetapi juga ingin memberikan semangat dan doa kepada para korban agar tetap sabar dan ikhlas menghadapi ujian ini. Setiap musibah pasti ada hikmahnya, dan kami berharap Allah SWT memberikan kemudahan serta mengganti segala kerugian dengan rezeki yang lebih baik," katanya.

Menurutnya, kepedulian sosial merupakan salah satu nilai yang harus terus dipupuk dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap semakin banyak pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan maupun masyarakat umum, yang ikut berpartisipasi membantu para korban sehingga kebutuhan mereka selama masa pemulihan dapat segera terpenuhi.

"Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan kebersamaan dan gotong royong, insya Allah beban yang dirasakan para korban akan menjadi lebih ringan," harapnya.

Musibah kebakaran yang terjadi di Dusun Maniangpatu menghanguskan empat rumah warga dan menyebabkan para korban kehilangan tempat tinggal beserta sebagian besar harta benda mereka. Hingga saat ini, berbagai bantuan terus berdatangan sebagai bentuk solidaritas dari masyarakat dan berbagai pihak.

Aksi yang dilakukan Imam Masjid Nurul Iman Enrekeng bersama Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ganra menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan masih terus terjaga di tengah masyarakat. Diharapkan, bantuan yang terus mengalir dapat membantu para korban bangkit kembali dan menjalani kehidupan seperti sediakala.

(Silviana) 

Akhirnya! Pelayanan Dukcapil Soppeng Kembali Normal Setelah Gangguan TTE


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Setelah beberapa waktu mengalami gangguan pelayanan akibat kendala pada sistem Tanda Tangan Elektronik (TTE), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Soppeng kini kembali memberikan pelayanan administrasi kependudukan secara normal. Mulai Senin (29/6/2026), seluruh proses pelayanan kepada masyarakat telah berjalan lancar seperti sediakala.

Kembalinya pelayanan secara normal menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat yang sebelumnya harus menunggu penyelesaian berbagai dokumen kependudukan karena terganggunya sistem TTE. Gangguan tersebut sempat berdampak pada proses penerbitan dokumen yang membutuhkan tanda tangan elektronik sebagai bagian dari sistem administrasi kependudukan.

Pantauan di Kantor Dukcapil Kabupaten Soppeng pada Senin pagi menunjukkan aktivitas pelayanan berlangsung tertib. Sejumlah warga tampak mendatangi loket pelayanan untuk mengurus berbagai keperluan administrasi, mulai dari pembuatan dan pencetakan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, akta kematian, kartu identitas anak, hingga dokumen administrasi kependudukan lainnya.

Suasana ruang pelayanan juga terlihat kondusif. Warga duduk dengan tertib menunggu nomor antrean dipanggil, sementara petugas memberikan pelayanan sesuai prosedur. Berkas-berkas administrasi yang sebelumnya sempat tertunda kini kembali diproses sehingga masyarakat dapat memperoleh dokumen yang dibutuhkan tanpa hambatan berarti.

Berfungsinya kembali sistem Tanda Tangan Elektronik menjadi faktor penting dalam normalisasi pelayanan tersebut. TTE merupakan bagian dari sistem administrasi kependudukan yang memungkinkan pejabat berwenang menandatangani dokumen secara digital, sehingga proses penerbitan dokumen menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.

Selama sistem mengalami kendala, sebagian dokumen belum dapat diterbitkan karena menunggu proses validasi dan penandatanganan elektronik. Kini, setelah sistem kembali normal, seluruh layanan dapat dilakukan sesuai standar operasional sehingga masyarakat tidak lagi mengalami penundaan dalam memperoleh dokumen kependudukan.

Normalisasi pelayanan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Dukcapil Kabupaten Soppeng dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan profesional.

Dukcapil terus berupaya memastikan setiap warga memperoleh pelayanan administrasi kependudukan secara optimal karena dokumen kependudukan merupakan kebutuhan dasar yang digunakan dalam berbagai urusan, mulai dari pendidikan, kesehatan, perbankan, hingga pelayanan pemerintahan lainnya.

Masyarakat pun menyambut baik kembalinya pelayanan tersebut. Mereka berharap sistem pelayanan administrasi kependudukan dapat terus berjalan stabil sehingga proses pengurusan dokumen tidak lagi mengalami hambatan teknis seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dengan pulihnya sistem Tanda Tangan Elektronik, diharapkan pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Soppeng semakin efektif, cepat, dan berkualitas. Dukcapil Soppeng juga diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat dapat mengurus seluruh dokumen kependudukan dengan mudah, nyaman, dan tepat waktu.

(Red) 

Jumat, 26 Juni 2026

Lega! TTE Dukcapil Soppeng Terbit, Semua Dokumen Kependudukan Kini Bisa Dicetak


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Soppeng kembali berjalan normal setelah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi menerbitkan otorisasi penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) bagi Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Soppeng, Musriadi, SH, pada Jumat malam.

Dengan terbitnya otorisasi tersebut, seluruh dokumen administrasi kependudukan yang sebelumnya tertunda akibat belum adanya kewenangan penggunaan TTE kini dapat kembali diterbitkan. Masyarakat sudah bisa mengurus dokumen seperti Kartu Keluarga (KK), akta pencatatan sipil, dan dokumen kependudukan lainnya secara normal mulai Senin.

Penerbitan otorisasi itu berlangsung relatif cepat. Hanya dalam waktu lima hari sejak koordinasi intensif dilakukan, Kemendagri menyelesaikan seluruh proses administrasi sehingga pelayanan Dukcapil Soppeng dapat kembali pulih.

Percepatan tersebut merupakan hasil koordinasi aktif Pemerintah Kabupaten Soppeng dengan pemerintah pusat. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari konsultasi, penyampaian kondisi pelayanan di lapangan, hingga pemaparan dampak yang dirasakan masyarakat akibat tertundanya penerbitan dokumen kependudukan.

Koordinasi itu mencapai titik penting melalui rapat daring yang digelar pada Rabu malam. Rapat dipimpin Direktur Bina Aparatur Dukcapil Kemendagri dan diikuti unsur Kemendagri, Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BBSE), Dinas Dukcapil Provinsi, Dukcapil Kabupaten Soppeng, Inspektorat, serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Soppeng.

Plh Kepala Dinas Dukcapil Soppeng, Musriadi, memastikan seluruh layanan penerbitan dokumen kini dapat dilakukan tanpa kendala.

"Dengan terbitnya TTE, seluruh dokumen kependudukan dan catatan sipil sudah bisa diterbitkan 100 persen," ujar Musriadi. Sabtu (27/6/2026).

Ia menjelaskan, selama masa transisi pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Layanan seperti pendaftaran penduduk, perekaman KTP elektronik, konsultasi administrasi kependudukan, hingga penerbitan dokumen yang tidak memerlukan TTE tetap dilaksanakan sesuai ketentuan.

Namun, dokumen yang wajib menggunakan tanda tangan elektronik belum dapat diterbitkan sebelum otorisasi dari Kemendagri diterima.

Dengan terbitnya otorisasi TTE tersebut, polemik yang sempat menghambat pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Soppeng resmi berakhir. Pemerintah Kabupaten Soppeng juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik agar masyarakat memperoleh layanan administrasi kependudukan yang cepat, mudah, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

(SLV)

Kamis, 25 Juni 2026

KUA Ganra dan UPZ Bergerak Cepat, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran yang Hanguskan Empat Rumah di Lompulle


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Wujud kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ganra bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Ganra, Marzuki, rombongan menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Kampung Maniang Patu, Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Kamis (25/6/2026).

Kunjungan kemanusiaan tersebut dilakukan sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap warga yang terdampak kebakaran hebat yang menghanguskan empat rumah panggung. Musibah itu mengakibatkan para korban kehilangan tempat tinggal beserta sebagian besar harta benda yang mereka miliki.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, Kepala KUA Ganra didampingi para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ganra. Kedatangan rombongan disambut oleh Sekretaris Desa Lompulle yang kemudian mengantar mereka menemui keluarga korban.

Bantuan yang diserahkan berupa Dana yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para korban di masa-masa awal pascakebakaran.

Kepala KUA Ganra, Marzuki, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang lahir dari semangat kebersamaan dan gotong royong. Menurutnya, kehadiran KUA bersama UPZ bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga memberikan dukungan moral agar para korban tidak merasa sendiri menghadapi musibah.

"Musibah ini menjadi duka bagi kita semua. Kehadiran kami bersama UPZ merupakan bentuk kepedulian kepada saudara-saudara kita yang sedang diuji. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka," ujar Marzuki.

Ia menambahkan, nilai-nilai kepedulian sosial harus terus dipupuk di tengah masyarakat, terutama ketika ada warga yang mengalami cobaan. Menurutnya, sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan.

Selain menyerahkan bantuan, Marzuki bersama rombongan juga memanjatkan doa agar seluruh korban diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan dalam menghadapi musibah.

Ia berharap Allah SWT memberikan kemudahan, mengganti segala yang hilang dengan rezeki yang lebih baik, serta mempercepat proses pemulihan kehidupan para korban.

Marzuki juga berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk membantu, baik melalui bantuan materi maupun dukungan moril. Ia menilai semangat gotong royong merupakan kekuatan utama masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai bencana.

"Kami berharap para korban segera bangkit dari musibah ini. Semoga semakin banyak pihak yang ikut peduli sehingga kebutuhan para korban dapat terpenuhi dan mereka dapat kembali menjalani kehidupan seperti sediakala," harapnya.

Aksi kemanusiaan yang dilakukan KUA Kecamatan Ganra bersama UPZ ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Kehadiran berbagai pihak di lokasi bencana diharapkan mampu memberikan harapan baru bagi para korban untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka setelah musibah yang menghanguskan empat rumah panggung tersebut.

(Silviana) 

Rabu, 24 Juni 2026

Momen Tak Terlupakan, TK Putra III Malaka Soppeng Gelar Pelepasan dan Pentas Seni Meriah


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai acara Pentas Seni dan Pelepasan Siswa TK Putra III Malaka Soppeng yang digelar pada Selasa (24/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Malaka Raya No. 24, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng tersebut menjadi momentum istimewa bagi para siswa, guru, dan orang tua yang bersama-sama merayakan keberhasilan anak-anak menyelesaikan pendidikan usia dini.

Sebanyak 40 siswa resmi dilepas pada acara tersebut setelah menyelesaikan masa belajar mereka di TK Putra III Malaka. Mereka kini siap melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD) dengan bekal pengetahuan, karakter, dan keterampilan yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di taman kanak-kanak.

Acara dihadiri oleh Ketua Unit Usaha, Hj. A. Tita ST Fachira Ramli, Ketua Komite Sekolah Ramlan, SE, Kepala TK Putra III Malaka A. Wikrawardani, S.Pd., para guru, staf sekolah, serta seluruh orang tua murid yang hadir memberikan dukungan dan semangat kepada putra-putri mereka.

Kepala TK Putra III Malaka, A. Wikrawardani, S.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas capaian para siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah menjalin kerja sama dan memberikan kepercayaan kepada sekolah dalam mendidik anak-anak mereka.

“Pelepasan 40 siswa tahun ini menjadi kebanggaan bagi kami. Keberhasilan anak-anak tidak lepas dari dukungan dan sinergi yang baik antara sekolah dan orang tua. Kami berharap seluruh siswa yang dilepas hari ini dapat terus berkembang, menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, berakhlak baik, serta mampu meraih prestasi di jenjang pendidikan berikutnya,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Oleh karena itu, berbagai program pembelajaran yang diterapkan di TK Putra III Malaka tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan moral, sosial, dan kreativitas siswa.

Sementara itu, Ketua Unit Usaha, Hj. A. Tita ST Fachira Ramli, menegaskan bahwa masa kanak-kanak merupakan periode emas atau golden age yang sangat menentukan perkembangan seseorang di masa depan.

Ia berharap para orang tua terus memberikan perhatian, pendampingan, dan motivasi kepada anak-anak mereka agar semangat belajar tetap terjaga saat memasuki lingkungan sekolah dasar.

“Pendidikan yang diberikan sejak usia dini akan menjadi pondasi utama dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, peran keluarga dan sekolah harus terus berjalan beriringan,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Komite Sekolah, Ramlan, SE. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga mereka untuk membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Menurutnya, keberhasilan para siswa saat ini merupakan hasil kerja keras bersama antara guru, sekolah, dan orang tua yang selama ini terus mendukung proses pendidikan anak.

Tidak hanya menjadi ajang pelepasan siswa, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni yang berhasil memukau para tamu undangan. Anak-anak tampil percaya diri di atas panggung menunjukkan bakat dan kreativitas yang mereka miliki.

Beragam pertunjukan ditampilkan, mulai dari tarian tradisional, tarian modern, pembacaan puisi perpisahan, hingga hafalan surah-surah pendek dan doa sehari-hari. Penampilan para siswa berkali-kali mengundang tepuk tangan meriah dari para orang tua dan tamu undangan yang hadir.

Momen yang paling mengharukan terjadi saat para siswa membawakan puisi perpisahan untuk guru dan orang tua mereka. Tidak sedikit orang tua yang tampak terharu menyaksikan anak-anak yang sebelumnya masih pemalu kini mampu tampil percaya diri di hadapan banyak orang.

Puncak acara ditandai dengan prosesi pengalungan medali kelulusan kepada 40 siswa secara bergantian sebagai simbol keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan di TK Putra III Malaka. Satu per satu siswa maju ke depan panggung untuk menerima medali dan penghargaan yang diserahkan oleh pihak sekolah.

Setelah prosesi pelepasan selesai, seluruh peserta kegiatan melaksanakan sesi foto bersama yang melibatkan jajaran sekolah, pengurus yayasan, komite, guru, siswa, dan orang tua murid. Momen tersebut menjadi kenangan berharga yang akan selalu dikenang oleh seluruh keluarga besar TK Putra III Malaka.

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, para siswa resmi menutup perjalanan mereka di bangku taman kanak-kanak dan bersiap memasuki dunia pendidikan yang lebih tinggi. Suasana haru dan bahagia pun menyelimuti akhir acara, menandai awal langkah baru bagi generasi penerus bangsa yang diharapkan kelak mampu meraih cita-cita dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

(Red)

Selasa, 23 Juni 2026

Viral Isu Mogok Kerja di Dukcapil Soppeng, Ini Penjelasan Resmi Plh Kadis


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Isu mengenai dugaan mogok kerja di lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Soppeng sempat viral dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Kabar tersebut menyebutkan adanya gangguan hingga potensi lumpuhnya layanan administrasi kependudukan yang berdampak pada kebutuhan warga dalam pengurusan dokumen penting seperti KTP, Kartu Keluarga, dan akta pencatatan sipil.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Soppeng, Musriadi, SH, MH, memberikan klarifikasi resmi bahwa informasi mengenai adanya mogok kerja maupun penghentian layanan adalah tidak benar.

Musriadi menegaskan bahwa seluruh aparatur sipil di lingkungan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Soppeng tetap menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya. Aktivitas pelayanan kepada masyarakat juga dipastikan berjalan normal tanpa ada penghentian operasional.

“Tidak ada mogok kerja atau pemberhentian layanan. Semua tetap berjalan sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” tegasnya dalam keterangan resmi, Rabu (24/6).

Ia menambahkan bahwa seluruh pegawai tetap hadir dan bekerja seperti biasa dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Musriadi menjelaskan bahwa persepsi adanya gangguan layanan kemungkinan muncul akibat adanya keterlambatan pada sejumlah proses penerbitan dokumen tertentu. Keterlambatan tersebut bukan disebabkan oleh berhentinya pelayanan, melainkan karena adanya tahapan administrasi yang masih berjalan di tingkat pusat.

Salah satu faktor yang memengaruhi adalah proses penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) yang saat ini masih menunggu persetujuan dari Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

Menurut penjelasan pihak Dukcapil, beberapa dokumen yang memerlukan validasi TTE belum dapat diterbitkan secara normal karena masih dalam proses persetujuan sistem dari pemerintah pusat.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak berdampak pada keseluruhan layanan. Sebagian besar layanan administrasi kependudukan tetap berjalan seperti biasa, termasuk perekaman data, perubahan data kependudukan, serta pencetakan KTP elektronik.

“Untuk layanan seperti perekaman dan KTP-el tetap berjalan normal. Yang terkendala hanya dokumen tertentu yang membutuhkan TTE,” jelas Musriadi.

Dukcapil Soppeng menegaskan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Masyarakat masih dapat mengakses berbagai layanan dasar seperti:

Perekaman KTP elektronik
Penerbitan Kartu Keluarga
Perubahan data kependudukan
Layanan administrasi dasar lainnya

Dengan demikian, isu yang menyebutkan pelayanan lumpuh dipastikan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Sempat beredarnya kabar mogok kerja ini membuat sebagian masyarakat di wilayah Soppeng, Sulawesi Selatan, Indonesia merasa khawatir akan terhambatnya urusan administrasi penting. Hal ini mengingat dokumen kependudukan merupakan syarat utama untuk berbagai keperluan seperti pendidikan, kesehatan, perbankan, hingga bantuan sosial.

Namun setelah klarifikasi resmi disampaikan, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Musriadi juga mengingatkan pentingnya masyarakat untuk selalu mengacu pada informasi resmi dari instansi pemerintah. Ia menekankan bahwa penyebaran informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan di tengah publik.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek informasi melalui saluran resmi Dukcapil atau pemerintah daerah,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Dukcapil Kabupaten Soppeng juga terus melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri untuk mempercepat proses persetujuan penggunaan TTE.

Upaya ini dilakukan agar seluruh layanan yang berbasis sistem elektronik dapat kembali berjalan optimal tanpa hambatan teknis.

Pihak Dukcapil menegaskan bahwa komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Seluruh jajaran pegawai terus bekerja secara maksimal untuk memastikan kebutuhan administrasi kependudukan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

“Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Musriadi.

Dengan adanya klarifikasi resmi ini, masyarakat diharapkan tidak lagi terpengaruh oleh isu yang tidak benar terkait dugaan mogok kerja. Pelayanan di Dukcapil Soppeng dipastikan tetap berjalan normal, sementara kendala teknis pada TTE bersifat sementara dan sedang dalam proses penyelesaian.

Pemerintah daerah berharap situasi ini dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat, sehingga pelayanan publik tetap berjalan lancar tanpa gangguan persepsi yang keliru.

(Red)

Babak Akhir Sengketa Tanah Maros Nomor 10/Pdt.G/2025/PN, Berkas Kasasi Lengkap dan Siap Diperiksa MA


Maros, Sulawesi Selatan, Teropongsulawesi.com, Perjalanan panjang sengketa batas tanah yang bergulir di Kabupaten Maros kini memasuki babak krusial. Perkara Perdata Nomor 10/Pdt.G/2025/PN Maros yang diajukan hingga tingkat kasasi oleh Budiman S resmi memasuki tahap penentuan di Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia setelah Memori Kasasi diverifikasi dan diterima melalui sistem e-Court. Rabu (24/6/2026). 

Berdasarkan data administrasi perkara yang tercatat dalam sistem peradilan elektronik Mahkamah Agung, Budiman S selaku Pemohon Kasasi mengunggah Memori Kasasi pada 17 Februari 2026 pukul 23.51 WIB. Dokumen tersebut kemudian diverifikasi oleh petugas Mahkamah Agung pada 18 Februari 2026 pukul 11.39 WIB.

Verifikasi tersebut menjadi tahapan penting dalam proses kasasi karena menandai bahwa dokumen permohonan telah memenuhi persyaratan administrasi untuk diproses lebih lanjut oleh Mahkamah Agung.

Setelah proses verifikasi selesai, pemberitahuan Memori Kasasi secara resmi disampaikan kepada seluruh pihak yang berkedudukan sebagai Termohon Kasasi dalam perkara tersebut.

Mereka antara lain Drs. H. Abdul Kadir Djidar melalui kuasa hukumnya Abd Haris, H. Muhammade, Karim alias Daeng Karim, Muh. Adam, Bakri alias Baka, Juangga, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Maros, serta Karim selaku ahli waris Sarbina dan pihak-pihak lainnya yang tercatat sebagai turut termohon kasasi.

Sebelumnya, pemberitahuan mengenai permohonan kasasi juga telah dikirim kepada para pihak melalui surat tercatat pada 6 Februari 2026. Berdasarkan catatan pengiriman, surat tersebut diterima oleh masing-masing pihak dalam rentang waktu antara 9 hingga 13 Februari 2026.

Sesuai ketentuan hukum acara perdata, setelah menerima pemberitahuan Memori Kasasi, para termohon diberikan kesempatan untuk menyampaikan Kontra Memori Kasasi sebagai tanggapan terhadap alasan-alasan hukum yang diajukan oleh pemohon.

Dalam sistem e-Court Mahkamah Agung, batas waktu penyampaian Kontra Memori Kasasi ditetapkan hingga 4 Maret 2026. Namun hingga data perkara terakhir yang tercatat dalam sistem, tidak ditemukan adanya dokumen Kontra Memori Kasasi yang diajukan oleh pihak termohon.

Kondisi tersebut membuat proses administrasi perkara kasasi praktis telah memasuki tahap berikutnya, yakni menunggu penetapan agenda pemeriksaan oleh Majelis Hakim Agung yang akan menangani perkara tersebut.

Meski tidak diajukannya Kontra Memori Kasasi tidak secara otomatis menentukan hasil perkara, kondisi tersebut berarti Majelis Hakim Agung nantinya akan memeriksa dan mempertimbangkan berkas kasasi berdasarkan dokumen-dokumen yang tersedia dalam berkas perkara, termasuk Memori Kasasi yang telah diajukan pemohon serta seluruh dokumen yang berasal dari proses persidangan pada tingkat sebelumnya.

Perkara ini sendiri merupakan sengketa batas tanah yang telah melalui perjalanan hukum cukup panjang. Sebelum sampai ke Mahkamah Agung, perkara tersebut terlebih dahulu diperiksa dan diputus di Pengadilan Negeri Maros. Setelah itu, sengketa berlanjut ke tingkat banding di Pengadilan Tinggi Makassar sebelum akhirnya diajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Kini seluruh perhatian para pihak tertuju ke Mahkamah Agung yang akan menentukan langkah akhir dalam sengketa tersebut. Putusan kasasi nantinya akan menjadi penentu apakah putusan pada tingkat sebelumnya dipertahankan, diperbaiki, atau bahkan dibatalkan sesuai dengan pertimbangan hukum Majelis Hakim Agung.

Dengan telah selesainya tahapan administrasi dan berakhirnya kesempatan pengajuan Kontra Memori Kasasi, perkara Nomor 10/Pdt.G/2025/PN Maros saat ini berada dalam fase menunggu penjadwalan pemeriksaan berkas oleh Majelis Hakim Agung.

Publik, khususnya para pihak yang bersengketa, kini menantikan putusan Mahkamah Agung yang akan menjadi babak penting dalam penyelesaian sengketa batas tanah tersebut setelah menempuh proses hukum mulai dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, hingga tingkat kasasi.

(Red)

Rabu, 17 Juni 2026

Aksi Dini Hari Berakhir di Tangan Polisi, Pelaku Pencurian di Lingkungan Pesantren Diciduk Tim URC


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Soppeng berhasil mengungkap kasus pencurian yang terjadi di rumah bendahara salah satu pesantren di Kabupaten Soppeng. Seorang pria berinisial Y (49) diamankan setelah diduga menjadi pelaku dalam aksi pencurian tersebut.

Terduga pelaku ditangkap pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 23.30 WITA di Kampung Tobone, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja. Penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah informasi terkait keberadaan pelaku.

Kasus ini bermula dari laporan korban yang kehilangan satu unit telepon genggam Samsung S23 Ultra warna hitam dan uang tunai sekitar Rp1,5 juta. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (6/6/2026) dini hari di rumah korban yang berada di lingkungan pesantren.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diduga masuk ke dalam rumah dengan cara membobol jendela yang dilengkapi pengaman besi. Setelah berhasil masuk, pelaku mengambil barang-barang berharga milik korban dan meninggalkan lokasi kejadian.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai Rp21,5 juta. Laporan yang diterima kemudian ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polres Soppeng melalui Unit Reaksi Cepat untuk mengungkap pelaku.

Saat diamankan, terduga pelaku tidak melakukan perlawanan. Dari hasil interogasi awal, yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Polisi juga berhasil mengamankan satu unit Samsung S23 Ultra yang diduga merupakan hasil pencurian, meskipun kondisinya telah mengalami kerusakan.

Saat ini terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Soppeng untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami kasus tersebut guna melengkapi alat bukti serta mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

Polres Soppeng menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengimbau warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan di lingkungan masing-masing.

(Silviana)

Senin, 15 Juni 2026

Kadis Kominfo Soppeng Sambut Studi Komparatif DPRD Kabupaten Pangkep


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Soppeng menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) di Lounge Kantor Bupati Soppeng, Senin (15/6/2026).

Kunjungan yang dipimpin Ketua Tim, H. Mantiri Mashud Hadade, SH, tersebut bertujuan untuk melakukan konsultasi sekaligus bertukar pengalaman terkait pengelolaan pusat data, sistem informasi, serta strategi komunikasi publik di lingkungan pemerintah daerah.

“Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk belajar dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan pusat data, informasi, dan komunikasi publik,” ujar Mantiri.

Kepala Diskominfo Kabupaten Soppeng, Drs. Kanaruddin, M.Si, menyambut baik kunjungan tersebut sebagai momentum memperkuat sinergi antar pemerintah daerah dalam mendukung transformasi digital dan keterbukaan informasi publik.

Dalam pemaparannya, Kanaruddin menjelaskan bahwa Diskominfo Soppeng menjalankan tugas dan fungsi melalui tiga bidang utama, yakni Bidang Humas dan Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Bidang Aplikasi dan Informatika, serta Bidang Statistik dan Persandian.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus berupaya memastikan masyarakat memperoleh informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses mengenai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.

“Penyebarluasan informasi dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari media sosial resmi pemerintah daerah, media massa, layanan live streaming kegiatan pemerintahan, hingga pemanfaatan videotron,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Statistisi Ahli Muda Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Soppeng, Wettoing, SE., M.Si, memaparkan perkembangan Portal Satu Data Kabupaten Soppeng yang telah terbentuk sejak Desember 2025.

Ia menyampaikan bahwa portal tersebut saat ini tengah dalam proses integrasi dengan Satu Data Indonesia. Untuk mendukung proses tersebut, Pemerintah Kabupaten Soppeng telah menyampaikan surat kepada Bappenas dan kini menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat.

Setelah sesi diskusi dan tanya jawab, rombongan Komisi I DPRD Pangkep bersama jajaran Diskominfo Soppeng meninjau langsung ruang server dan Soppeng Command Center (SCC).

Dalam kunjungan lapangan tersebut, peserta melihat berbagai fasilitas pendukung pengelolaan data dan teknologi informasi, termasuk sistem jaringan serta pusat pemantauan CCTV yang menjadi bagian dari upaya penerapan tata kelola pemerintahan berbasis digital di Kabupaten Soppeng.

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar daerah dalam pengembangan teknologi informasi, pengelolaan data yang terintegrasi, serta peningkatan kualitas layanan publik berbasis digital.

(Silviana)

Bupati Suwardi Haseng Jadi Contoh Responden Perdana SE2026 di Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Pelaksanaan pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Soppeng resmi dimulai pada Senin (15/6/2026). Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menjadi responden pertama dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Soppeng.

Pendataan perdana berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Soppeng dan dipimpin langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Soppeng, Muhammad Rismat. Kegiatan tersebut menandai dimulainya proses pencacahan ekonomi secara menyeluruh yang akan menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Soppeng hingga akhir Agustus mendatang.

SE2026 merupakan program nasional yang bertujuan mengumpulkan data dan informasi terkait aktivitas ekonomi masyarakat serta pelaku usaha. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.

Muhammad Rismat menjelaskan, BPS Kabupaten Soppeng telah menyiapkan 243 petugas lapangan yang akan melakukan pendataan secara langsung dari rumah ke rumah. Seluruh petugas tersebut sebelumnya telah mengikuti pelatihan teknis guna memastikan proses pendataan berjalan sesuai standar dan menghasilkan data yang berkualitas.

“Pendataan lapangan akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Kami berharap seluruh masyarakat dapat menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi yang ada,” ujarnya.

Keterlibatan Bupati Soppeng sebagai responden pertama dinilai menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program nasional tersebut.

Dalam kesempatan sebelumnya saat pencanangan SE2026, Suwardi Haseng menegaskan bahwa data yang akurat memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.

“Data akurat adalah fondasi pembangunan. Dengan data yang valid, pemerintah dapat menyusun program dan kebijakan yang tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Suwardi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Soppeng untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan lengkap kepada petugas lapangan.

Sebagai informasi, sebelum pendataan dimulai, BPS Kabupaten Soppeng telah melaksanakan pelepasan petugas Sensus Ekonomi 2026 di Hotel Grand Saota, Soppeng, pada 11 Juni 2026. Secara keseluruhan, BPS Sulawesi Selatan menurunkan 8.776 petugas untuk menyukseskan pelaksanaan sensus di seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

(Red)

Sabtu, 13 Juni 2026

Kelulusan Berkesan Putri Selle KS Dalle, Dari Bangku SD Menuju Dunia Literasi


Makassar, Teropongsulawesi.com, Momen kelulusan sekolah dasar menjadi lebih istimewa bagi Diananda Djiwa Mustika. Putri Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, tidak hanya berhasil menuntaskan pendidikan dasarnya, tetapi juga meluncurkan buku pertamanya yang berjudul Wisuda Impian.

Peluncuran buku tersebut berlangsung dalam rangkaian acara Akhirussanah Al-Biruni Mandiri School yang digelar di Ballroom Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu (13/6/2026).

Di hadapan para guru, orang tua, dan tamu undangan, Diananda memperkenalkan karya tulisnya sebagai bagian dari capaian akademik dan literasi selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Buku Wisuda Impian lahir melalui program unggulan Al-Biruni Mandiri School, yakni “Satu Siswa Satu Buku”. Program ini mendorong setiap siswa yang akan menyelesaikan pendidikan untuk menghasilkan karya tulis, baik berupa cerpen, novel, maupun bentuk tulisan lainnya sebagai hasil proses pembelajaran mereka.

Diananda menjadi salah satu dari 32 siswa yang berhasil menyelesaikan program tersebut. Keberhasilannya menerbitkan buku di usia 12 tahun menjadi bukti bahwa semangat literasi dapat ditanamkan sejak dini dan berkembang melalui lingkungan pendidikan yang mendukung.

Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, yang hadir bersama istrinya, dr. Rahmawati, M.Kes., S.Mb., mengaku bangga dan terharu menyaksikan putrinya merayakan kelulusan sekaligus meluncurkan buku pertamanya.

“Hati kami dipenuhi syukur dan haru. Menyaksikan putri tercinta menuntaskan pendidikan dasarnya sekaligus meluncurkan buku pertamanya adalah kebahagiaan yang sulit dilukiskan dengan kata,” ujarnya.

Menurut Selle, budaya menulis yang diterapkan sekolah merupakan langkah penting dalam membangun karakter, kreativitas, dan kemampuan berpikir anak-anak. Ia menilai keterampilan menulis tidak hanya bermanfaat dalam dunia akademik, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan keberanian dalam menyampaikan ide kepada publik.

“Saya kira momen ini sungguh luar biasa. Kita patut bangga dan mengapresiasi Al-Biruni Mandiri School yang telah mendorong anak-anak untuk berkarya sejak dini. Para pendidik memfasilitasi dan mendampingi anak-anak untuk berani menuangkan ide-idenya dalam sebuah karya tulis,” katanya.

Ia berharap model pendidikan berbasis literasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain dalam mencetak generasi yang kreatif, inovatif, dan produktif.

Dalam kesempatan yang sama, Selle juga menyampaikan pesan penuh harapan kepada putrinya agar terus belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui ilmu serta karya yang dihasilkan.

Program “Satu Siswa Satu Buku” selama ini menjadi salah satu identitas Al-Biruni Mandiri School dalam membangun budaya literasi. Melalui program tersebut, para siswa tidak hanya lulus dengan membawa ijazah, tetapi juga meninggalkan jejak intelektual berupa karya tulis yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Keberhasilan Diananda Djiwa Mustika meluncurkan buku Wisuda Impian menjadi bukti bahwa usia muda bukanlah hambatan untuk berkarya. Kelulusannya dari sekolah dasar sekaligus menandai langkah awal sebagai penulis muda yang diharapkan terus melahirkan karya-karya bermanfaat di masa depan.

(Silviana/JOIN)

Kamis, 11 Juni 2026

Resmi! Proyek Pemerintah di Soppeng Kini Dapat Perlindungan Penjaminan dan Asuransi


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Pemerintah Kabupaten Soppeng resmi memperkuat sistem pengelolaan risiko pembangunan daerah melalui kerja sama dengan PT Askrindo Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama mengenai layanan penjaminan suretyship dan asuransi umum yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Bupati Soppeng, Kamis (11/6/2026).

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, bersama Branch Manager Class I Makassar PT Askrindo, Danny Supriyanto Aditya. Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kepastian pelaksanaan proyek pembangunan sekaligus memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko yang dapat menghambat jalannya program pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi tersebut. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Soppeng membuka peluang bagi perusahaan asuransi untuk turut berkontribusi dalam memberikan layanan penjaminan dan perlindungan kepada masyarakat.

“Kami berterima kasih atas terlaksananya kegiatan ini. Pemerintah Kabupaten Soppeng memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada seluruh perusahaan asuransi untuk membantu masyarakat Soppeng dalam bidang penjaminan dan asuransi umum,” ujarnya.

Melalui kerja sama ini, Askrindo akan menyediakan layanan penjaminan suretyship yang berfungsi menjamin pelaksanaan kontrak pekerjaan, khususnya pada proyek pengadaan barang dan jasa pemerintah. Skema tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko kegagalan pelaksanaan kontrak oleh penyedia jasa serta meningkatkan kepastian penyelesaian proyek pembangunan daerah.

Selain itu, kesepakatan juga mencakup layanan asuransi umum yang memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko, mulai dari kerusakan aset, kebakaran, kecelakaan, hingga risiko lain yang berpotensi mengganggu pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Dari pihak Askrindo, kegiatan tersebut turut dihadiri Corporate Secretary Syafruddin, Regional Head 7 Makassar Ceri Fertiliawan, Technical Head Branch Office Makassar Andi Zaiful, Business Head Branch Office Makassar Fery Antho, serta Nurafni dari Askrindo Connect Bosowasi.

Sementara itu, jajaran Pemerintah Kabupaten Soppeng yang hadir antara lain Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, Kepala Bappelitbangda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan, Kepala Bagian Hukum, serta Kepala Bagian Pemerintahan Setda Soppeng.

Sebelumnya, pada April 2026, Askrindo juga menyerahkan bantuan Mobil Pintar (MoPi) kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan guna mendukung peningkatan literasi dan pendidikan anak.

Dengan adanya kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap pengelolaan risiko pembangunan dapat semakin optimal, proyek-proyek pemerintah berjalan lebih terjamin, serta akses masyarakat terhadap layanan penjaminan dan asuransi menjadi semakin luas.

(Silviana)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved