Daerah -->

Selasa, 30 Desember 2025

Menanti Kepastian dalam Kesabaran: Akankah PPPK Paruh Waktu Menapaki Jalan Penuh Waktu?


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pertanyaan itu bergema pelan namun dalam: akankah sejarah terulang? Akankah PPPK Paruh Waktu hari ini suatu saat menapaki jalan yang pernah dilalui PPPK Penuh Waktu sebelumnya—menuju legalisasi Surat Keputusan yang memberi kepastian panjang, bahkan seumur hidup?

Pertanyaan tersebut bukan sekadar wacana kebijakan, melainkan refleksi batin ribuan aparatur yang hari ini berada di ruang antara harapan dan penantian. Hidup memang sering berjalan di wilayah antara: antara ikhtiar yang telah ditunaikan dan takdir yang masih dirahasiakan waktu.

PPPK Paruh Waktu saat ini telah memperoleh pengakuan administratif, sebuah pintu awal yang penting. Namun di balik itu, masih tersisa ruang sunyi yang menunggu kepastian lebih jauh. Sebagaimana ajaran kebijaksanaan, kepastian bukan sekadar soal status, melainkan ketenangan jiwa—karena dari sanalah pengabdian tumbuh dengan utuh. Rabu (31/12/2025). 

Harapan akan kesetaraan status dengan angkatan sebelumnya tidak lahir dari ambisi, melainkan dari naluri manusiawi untuk hidup dalam kepastian yang adil. Bagi banyak PPPK Paruh Waktu, pengabdian bukan sekadar pekerjaan, melainkan jalan hidup yang menopang keluarga, martabat, dan masa depan anak-anak mereka.

Kebijakan yang bijaksana adalah kebijakan yang mampu membaca bukan hanya data, tetapi juga denyut kehidupan di baliknya. Kepastian status bukan sekadar keputusan administratif, melainkan pesan moral bahwa pengabdian dihargai dan kesetiaan tidak dibiarkan berjalan tanpa arah.

Kini publik menanti dengan tenang, menaruh harap pada arah kebijakan ke depan dari duet SUKSES SOPPENG SETARA. Bukan dengan desakan, melainkan dengan keyakinan bahwa setiap pemimpin pada akhirnya akan diuji bukan hanya oleh keberanian mengambil keputusan, tetapi oleh kebijaksanaan dalam menimbang dampaknya bagi manusia yang dipimpinnya.

Penantian bukan kekosongan. Ia adalah proses pemurnian niat. Dan dalam penantian itulah PPPK Paruh Waktu hari ini terus bekerja, terus mengabdi, sambil menitipkan harapan kepada waktu dan kebijakan.

Apakah jalan penuh waktu akan terbuka seperti sebelumnya? Jawabannya belum tertulis. Namun yang pasti, harapan itu hidup—tenang, sabar, dan setia—menunggu saatnya kebijakan menemukan bentuk paling adil dari keseimbangannya.

(Red) 

Minggu, 28 Desember 2025

PRI Bongkar Dugaan Korupsi di RSUD Anwar Makkatutu, Laporkan ke Kejati Sulsel


Makassar, Teropongsulawesi.com, Dugaan praktik korupsi dalam pengelolaan anggaran di RSUD Anwar Makkatutu, Kabupaten Bantaeng, kini memasuki babak baru. Lembaga kajian dan pemantau kebijakan publik Public Research Institute (PRI) secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi tersebut ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel). Senin (29/12/2025). 

Laporan tersebut memuat sejumlah dugaan penyimpangan dalam pengadaan barang dan jasa rumah sakit, meliputi instalasi gizi, instalasi farmasi, serta pengadaan alat kesehatan. PRI menduga praktik tersebut melibatkan oknum pimpinan rumah sakit dan pihak rekanan tertentu, serta telah berlangsung selama beberapa tahun.

Direktur Eksekutif PRI, Muh. Abduh Azizul Gaffar, mengatakan pelaporan ini merupakan bentuk partisipasi aktif masyarakat sipil dalam mengawasi pengelolaan keuangan negara, khususnya di sektor pelayanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik.

“Kami melihat ada pola penyimpangan yang tidak bisa dibiarkan. Rumah sakit daerah seharusnya menjadi tempat pelayanan masyarakat, bukan ladang bancakan anggaran,” ujar Abduh dalam keterangannya.

Berbasis Kajian dan Investigasi Lapangan

Abduh menegaskan, laporan yang disampaikan ke Kejati Sulsel disusun berdasarkan hasil kajian mendalam, investigasi lapangan, serta penelusuran informasi dan dokumen dari sejumlah sumber yang dinilai dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, dugaan yang ditemukan tidak sekadar berkaitan dengan kesalahan prosedural, melainkan mengarah pada penyalahgunaan kewenangan dan praktik yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.

“Indikasinya kuat dan berulang. Ini bukan persoalan administratif, tetapi dugaan tindak pidana korupsi,” tegasnya.

Dugaan Penyimpangan Instalasi Gizi

Salah satu temuan utama PRI berkaitan dengan kegiatan instalasi gizi RSUD Anwar Makkatutu. Pengadaan dengan nilai anggaran ratusan juta rupiah tersebut diduga tidak dilaksanakan sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

PRI menduga proses pengadaan tidak melalui mekanisme e-katalog sebagaimana diwajibkan, serta terjadi pengondisian rekanan sejak tahap awal perencanaan.

“Kami menemukan indikasi bahwa rekanan sudah ditentukan sejak awal. Prinsip transparansi dan persaingan sehat patut dipertanyakan,” ungkap Abduh.

Instalasi Farmasi Diduga Mark-Up Harga Obat

Selain instalasi gizi, PRI juga menyoroti pengelolaan instalasi farmasi. Salah satu perusahaan rekanan, PT Sanzaya Medika Pratama, diduga melakukan mark-up harga obat secara signifikan, bahkan mencapai lebih dari 300 persen dibandingkan harga pasar.

PRI menilai selisih harga tersebut tidak wajar dan berpotensi melanggar ketentuan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

“Jika harga obat dinaikkan secara tidak rasional dan dilakukan berulang, maka itu jelas merugikan keuangan negara dan masyarakat sebagai pengguna layanan,” kata Abduh.

Pengadaan Alat Kesehatan Diduga Tidak Kompetitif

Dalam pengadaan alat kesehatan, PRI mencatat adanya dugaan praktik monopoli dan pengaturan pemenang proyek. Rekanan tertentu diduga kerap memenangkan pengadaan secara berulang tanpa proses persaingan yang sehat.

Bahkan, terdapat indikasi adanya intervensi dari oknum pimpinan rumah sakit serta dugaan pemberian keuntungan tertentu sebagai imbalan atas pengaturan proyek.

“Pengadaan alkes seharusnya terbuka dan kompetitif. Jika dikuasai segelintir pihak, maka patut diduga ada persekongkolan,” ujarnya.

Dugaan Peredaran Obat Tanpa Izin

Tak hanya soal pengadaan, PRI juga menyampaikan dugaan serius terkait adanya peredaran obat tanpa izin yang disinyalir digunakan untuk tujuan pengguguran kandungan dan diduga melibatkan oknum internal rumah sakit.

Abduh menyebut dugaan ini sangat sensitif karena berkaitan langsung dengan aspek hukum pidana, etika medis, serta keselamatan pasien.

“Ini persoalan serius yang harus ditangani secara profesional dan menyeluruh oleh aparat penegak hukum,” tegasnya.

Desakan kepada Kejati Sulsel

PRI mendesak Kejati Sulsel untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan langkah penyelidikan dan penyidikan yang transparan dan independen. Seluruh pihak yang diduga terlibat, baik dari internal rumah sakit maupun pihak swasta, diminta untuk diperiksa tanpa pandang bulu.

PRI juga meminta Kejati Sulsel melakukan supervisi terhadap Kejaksaan Negeri Bantaeng, menyusul dugaan adanya upaya melemahkan proses hukum.

“Kami berharap penegakan hukum berjalan lurus dan tidak terpengaruh oleh lobi, tekanan politik, maupun kepentingan tertentu. Negara tidak boleh kalah oleh praktik korupsi,” pungkas Abduh.

(Red)

Danpos Lantas Cabbenge Muh Ishak Naik Pangkat ke Aiptu, Ketua JOIN Soppeng Ucapkan Selamat

Aiptu Muh Ishak Danpos Lantas Cabbenge dan Ketua JOIN Soppeng Herwan, SH, M. Si (ist). 

Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Anggota Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polres Soppeng, Aipda Muh Ishak yang menjabat sebagai Komandan Pos (Danpos) Lantas Cabbenge, resmi menyandang pangkat baru sebagai Ajudan Inspektur Polisi Dua (Aiptu).

Kenaikan pangkat tersebut menjadi bentuk apresiasi dan pengakuan institusi Polri atas dedikasi, loyalitas, serta kinerja yang telah ditunjukkan selama menjalankan tugas di lapangan.

Kenaikan pangkat Aiptu Muh Ishak disambut dengan berbagai ucapan selamat dari berbagai pihak, salah satunya datang dari Ketua Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kabupaten Soppeng, Herwan, SH, M.Si.

Ia menyampaikan apresiasi atas pengabdian Aiptu Muh Ishak yang dinilai konsisten dalam menjaga ketertiban dan keselamatan lalu lintas di wilayah hukum Polres Soppeng.

“Kami dari JOIN Kabupaten Soppeng mengucapkan selamat dan sukses atas kenaikan pangkat Aiptu Muh Ishak.

"Sebagai petugas lalu lintas, beliau telah banyak berkontribusi dalam menjaga ketertiban berlalu lintas serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

"Kenaikan pangkat ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan pengabdian yang tulus,” ujar Herwan, Ahad (28/12/2025).

Herwan juga menyoroti peran aktif Aiptu Muh Ishak dalam membangun sinergi dan kerja sama yang baik dengan insan pers, khususnya media online di Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, keterbukaan informasi dan komunikasi yang terjalin selama ini sangat membantu media dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat.

“Aiptu Muh Ishak selalu responsif dan terbuka dalam memberikan informasi, terutama yang berkaitan dengan keselamatan berlalu lintas dan kegiatan operasional kepolisian.

"Hal ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta membangun kepercayaan publik terhadap Polri,” tambahnya.

Selama menjabat sebagai Danpos Lantas Cabbenge kurang lebih tiga tahun, Aiptu Muh Ishak dikenal aktif menjalankan berbagai program peningkatan keselamatan lalu lintas.

Program tersebut meliputi penyuluhan kepada pelajar, sosialisasi tertib berlalu lintas kepada masyarakat, serta pengawasan intensif di sejumlah titik rawan kecelakaan di wilayah Cabbenge dan sekitarnya.

Selain itu, Aiptu Muh Ishak juga kerap terlibat langsung dalam kegiatan pengamanan lalu lintas pada momen-momen tertentu, seperti hari besar keagamaan, arus mudik dan balik, serta kegiatan masyarakat yang melibatkan mobilitas kendaraan dalam jumlah besar.

Dengan kenaikan pangkat yang diraih, Ketua JOIN Soppeng berharap Aiptu Muh Ishak dapat semakin meningkatkan profesionalisme, kinerja, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga diharapkan dapat menjadi teladan bagi rekan-rekan sesama anggota Polri dalam menjalankan tugas dengan penuh integritas dan tanggung jawab.

“Semoga dengan amanah pangkat baru ini, Aiptu Muh Ishak dapat terus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi institusi Polri dan masyarakat Kabupaten Soppeng.

"JOIN Soppeng siap terus bersinergi dan mendukung upaya-upaya Polres Soppeng dalam menciptakan keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas,” tutup Herwan.

Kenaikan pangkat tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi Aiptu Muh Ishak untuk terus mengabdi dan meningkatkan kinerja dalam menjaga keamanan serta ketertiban lalu lintas demi terwujudnya situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Soppeng.

(Red)

Jumat, 26 Desember 2025

Aspal Tipis, Anggaran Tebal? Proyek Rp400 Juta di Sawakong Dipertanyakan


Takalar, Teropongsulawesi.com, Proyek pengaspalan jalan desa di Desa Sawakong, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, yang menelan anggaran sekitar Rp400 juta dari APBD Perubahan 2025, diduga kuat bermasalah.

Pekerjaan yang baru saja rampung tersebut kini menjadi sorotan tajam mahasiswa lantaran ketebalan dan kualitas aspal diduga tidak sesuai spesifikasi teknis dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Proyek yang dikerjakan oleh CV Apar Prima Perkasa itu berlokasi di ruas jalan pemukiman warga. Namun, alih-alih menghadirkan infrastruktur yang kokoh dan tahan lama, hasil pekerjaan justru memunculkan kecurigaan adanya pengurangan volume pekerjaan yang berpotensi merugikan keuangan daerah.

Dugaan tersebut diungkapkan oleh Aliansi Pelajar Mahasiswa Indonesia (ASMAN PS) setelah melakukan pemantauan dan pengukuran langsung di lapangan pada Kamis (26/12/2025).

“Dalam dokumen RAB, lapisan AC-BC seharusnya setebal 4 cm dan AC-WC setebal 3 cm, total 7 cm. Tapi fakta di lapangan sangat jauh berbeda,” ungkap Asman, perwakilan ASMAN PS, Jumat (27/12/2025).

Ketebalan Diduga Dipangkas Lebih dari 50 Persen

Menurut Asman, secara visual kondisi aspal tampak tipis dan tidak meyakinkan. Dugaan tersebut kemudian diperkuat melalui pengukuran manual di beberapa titik ruas jalan.

“Hasil pengukuran kami menunjukkan AC-BC hanya sekitar 2 cm dan AC-WC sekitar 1 cm. Totalnya hanya 3 cm. Artinya, ketebalan aspal diduga dipangkas lebih dari 50 persen dari spesifikasi,” tegasnya.

Ia menilai kondisi ini tidak bisa dianggap sebagai kesalahan teknis biasa, melainkan mengarah pada indikasi penyimpangan pekerjaan yang harus diusut secara serius.

“Kalau ketebalan dikurangi sejauh ini, jelas bukan kebetulan. Ini berpotensi merugikan daerah dan patut dicurigai sebagai praktik yang disengaja,” lanjut Asman.

Risiko Jalan Cepat Rusak dan Pemborosan Anggaran

ASMAN PS memperingatkan bahwa pengurangan ketebalan lapisan aspal akan berdampak langsung pada daya tahan jalan. Terlebih, ruas jalan tersebut kerap dilalui kendaraan bermuatan berat dan sebelumnya sudah lama tidak mendapat perbaikan.

“AC-BC adalah lapisan struktural utama. Kalau dibuat tipis, jalan pasti cepat rusak. Bisa jadi belum setahun sudah berlubang. Ujung-ujungnya pemerintah kembali menganggarkan perbaikan. Ini sama saja pemborosan uang rakyat,” katanya.

Pengawasan PUPR Dipertanyakan

Tak hanya menyoroti kontraktor pelaksana, ASMAN PS juga mempertanyakan peran Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Takalar selaku penanggung jawab teknis dan pengawas pekerjaan.

“Mustahil pekerjaan seperti ini lolos tanpa pengawasan. Pertanyaannya, apakah pengawasan tidak dilakukan, atau dilakukan tapi dibiarkan?” sindir Asman.

Ia menegaskan, lemahnya pengawasan berpotensi menyeret pihak-pihak tertentu ke dalam dugaan kelalaian atau bahkan pembiaran.

Sempat Cekcok di Lapangan

Asman mengungkapkan bahwa saat melakukan pemantauan, dirinya sempat terlibat adu argumen dengan oknum pengawas proyek serta salah satu pihak dari Pemerintah Desa Sawakong.

“Saya hanya mempertanyakan kualitas dan ketebalan aspal, tapi justru mendapat respons tidak kooperatif. Padahal ini proyek publik yang dananya dari uang rakyat,” ujarnya.

Desak APH Turun Tangan, Aksi Digelar

Atas temuan tersebut, ASMAN PS mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), termasuk Kejaksaan dan Inspektorat, untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut, mulai dari dokumen perencanaan, pelaksanaan, hingga proses pengawasan.

“Kami mendesak audit teknis dan audit anggaran. Jika terbukti tidak sesuai RAB, harus ada sanksi tegas,” kata Asman.

Ia juga memastikan bahwa pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin mendatang di Kantor Dinas PUPR Kabupaten Takalar dan Kejaksaan Negeri Takalar sebagai bentuk kontrol sosial.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Takalar, CV Apar Prima Perkasa, maupun PPK proyek belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pengurangan ketebalan dan kualitas pekerjaan tersebut.

(Tim)

Rayakan Kelahiran di Akhir Tahun 2025, Silviana Eliza Pilih Kafe Bersama Teman Kuliah


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Momen ulang tahun menjadi waktu yang penuh makna bagi setiap orang. Hal itu pula yang dirasakan oleh Silviana Eliza, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, yang merayakan hari kelahirannya dengan sederhana namun penuh kebersamaan.

Silviana Eliza yang lahir di Soppeng pada 25 Desember 2004, merayakan ulang tahunnya yang ke-21 di sebuah kafe sederhana di Kota Makassar, Jumat (25/12/2024).

Perayaan tersebut berlangsung hangat dengan dihadiri sahabat dekat serta rekan-rekan kuliahnya.

Meski bertepatan dengan momen akhir tahun, Silviana memilih tidak merayakannya secara berlebihan.

Ia lebih mengutamakan kebersamaan dan suasana santai dengan orang-orang terdekat. Makan siang bersama di kafe menjadi pilihan yang dianggap paling bermakna.

Silviana saat ini masih aktif menempuh pendidikan di UIN Alauddin Makassar, tepatnya di Jurusan Sosiologi Agama.

Kesibukan akademik tidak menghalanginya untuk sejenak meluangkan waktu bersyukur atas pertambahan usia yang ia jalani.

Putri dari pasangan Herwan, SH, M.Si dan Hj. Masniah, S.Ag ini dikenal sebagai pribadi yang sederhana  taat beragama dan mudah bergaul.

Kebersamaannya dengan teman-teman kuliah terlihat penuh keakraban dan canda tawa, mencerminkan eratnya hubungan persahabatan yang telah terjalin selama masa perkuliahan.

Tak hanya menerima ucapan selamat dari sahabat sekampus, Silviana juga mendapatkan doa dan harapan dari keluarga tercinta.

Salah satunya datang dari sang kakak kandung, Aswan Jaya Sakti, Amd.Kom, mahasiswa STIMIK Dipanegara Makassar.

Aswan yang juga dikenal sebagai jurnalis serta pemilik media Mitrabuser.com turut menyampaikan doa terbaik untuk adiknya.

Ia berharap Silviana dapat menyelesaikan studinya tepat waktu, terus berkembang, baik secara akademik maupun kepribadian, serta mampu mengamalkan ilmu yang diperolehnya untuk kepentingan masyarakat.

“Semoga Silviana selalu diberi kesehatan, kelancaran dalam studi, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang,” ujar Aswan dalam pesannya.

Perayaan ulang tahun ini menjadi bukti bahwa kebahagiaan tidak selalu harus dirayakan dengan kemewahan.

Kesederhanaan, kebersamaan, dan doa tulus dari orang-orang terdekat justru menjadi makna utama dalam momen bertambahnya usia.

Bagi Silviana, ulang tahun ke-21 ini bukan sekadar perayaan, melainkan juga pengingat untuk terus bersyukur, berproses, dan menatap masa depan dengan penuh semangat.

(Red)

Kamis, 25 Desember 2025

Air Panas Lejja, Destinasi Favorit Libur Keluarga AKP Dodie Rama Putra


Soppeng,, Teropongsulawsi.com, Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Dodie Rama Putra, SH, MH, memanfaatkan waktu libur bersama keluarga dengan mengunjungi salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Soppeng, yakni Kawasan Wisata Alam Air Panas Lejja, yang terletak di Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, Kamis (25/12/2025).

Kunjungan tersebut dilakukan AKP Dodie Rama Putra bersama sang istri, Ny. Ika Dodie, serta ketiga buah hati mereka, Raja Dika Ar Rafi, Atu Dika Az Zahra, dan Rania Dika An Nafi.

Momen ini menjadi ajang kebersamaan keluarga di tengah padatnya aktivitas dan tanggung jawab AKP Dodie sebagai perwira Polri.

Diketahui, AKP Dodie Rama Putra yang belum lama ini menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Soppeng, sengaja mengajak keluarganya dari Kabupaten Bone untuk menikmati keindahan alam dan suasana tenang yang ditawarkan Kawasan Wisata Air Panas Lejja.

Kawasan ini memang dikenal luas sebagai destinasi favorit masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah.

Air Panas Lejja memiliki panorama alam yang masih asri, dikelilingi hutan hijau yang terjaga, serta udara pegunungan yang sejuk.

Keunikan utama kawasan ini terletak pada kolam-kolam pemandian air panas alami yang mengandung belerang, yang dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.

Aliran air panas yang terus mengalir tanpa henti menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Selama berada di lokasi wisata, anak-anak AKP Dodie tampak menikmati suasana alam Lejja. Mereka terlihat antusias bermain dan berenang di kolam air panas, sambil menikmati pemandangan alam sekitar.

Keindahan lingkungan serta pengalaman berendam di air panas alami memberikan kesan mendalam bagi mereka.

Selain keindahan alam, Kawasan Wisata Air Panas Lejja juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti villa penginapan, area istirahat, serta kuliner khas daerah yang semakin menambah kenyamanan pengunjung.

Fasilitas tersebut menjadikan Lejja sebagai destinasi wisata keluarga yang lengkap dan ramah bagi semua kalangan.

AKP Dodie Rama Putra dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas potensi wisata alam yang dimiliki Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, Air Panas Lejja merupakan aset daerah yang sangat berharga dan memiliki daya tarik luar biasa untuk terus dikembangkan.

“Potensi wisata alam di Kabupaten Soppeng sangat luar biasa. Air Panas Lejja menawarkan suasana yang masih alami, ekosistem yang terjaga, serta keunikan sumber air panas yang terus mengalir tanpa henti. Ini adalah kekayaan alam yang patut kita jaga bersama,” ungkap AKP Dodie.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pihak pengelola kawasan wisata, yakni Perusahaan Lamateeso Soppeng, yang dinilai konsisten dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengoptimalkan pengelolaan kawasan wisata tersebut.

“Kami mengapresiasi Perusahaan Lamateeso Soppeng yang terus berupaya mengelola kawasan ini dengan baik, menjaga kelestarian alamnya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah,” tambahnya.

Sebagai informasi, Kawasan Wisata Alam Air Panas Lejja merupakan salah satu destinasi andalan Kabupaten Soppeng yang hampir tidak pernah sepi pengunjung, khususnya pada akhir pekan dan musim liburan.

Keindahan alam, udara sejuk pegunungan, serta manfaat kesehatan dari air panas belerang menjadi magnet utama yang terus menarik minat wisatawan.

Dengan potensi yang dimiliki, Air Panas Lejja diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu meningkatkan sektor pariwisata sekaligus perekonomian masyarakat lokal Kabupaten Soppeng.

(Red)

Polsubsektor Citta Lakukan Pengamanan KWA Citta, Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama libur Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polsubsektor Citta melaksanakan kegiatan pengamanan di Kawasan Wisata Alam (KWA) Citta, Kecamatan Citta, Kabupaten Soppeng. Kamis, 25 Desember 2025, pukul 08.00 Wita

Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsubsektor Citta IPDA Andi Baso, bersama personel Polsubsektor Citta. Pengamanan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan unsur Pol PP Kecamatan Citta, PSC Kecamatan Citta, Dinas Perhubungan, serta petugas KWA Citta.

Adapun sasaran pengamanan meliputi pengaturan arus lalu lintas, pengawasan aktivitas pengunjung, serta antisipasi gangguan kamtibmas di sekitar kawasan wisata. Personel juga memberikan imbauan kepada pengunjung agar tetap menjaga ketertiban, keselamatan, dan kebersihan lingkungan.

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana,S.I.K.,M.I.K. menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada momentum libur keagamaan dan pergantian tahun.

“Kami memastikan seluruh kegiatan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru dapat berjalan dengan aman dan kondusif. Polri hadir untuk memberikan rasa aman, termasuk di kawasan wisata yang menjadi tujuan masyarakat,” ujar Kapolres Soppeng.

Beliau juga mengapresiasi sinergi lintas instansi yang terlibat dalam kegiatan pengamanan tersebut, sehingga situasi di KWA Citta tetap aman, tertib, dan terkendali. Situasi kamtibmas di Kawasan Wisata Alam Citta terpantau aman dan kondusif.

(Red) 

Rabu, 24 Desember 2025

Menjaga Arah di Tengah Transisi Nasional, Kepemimpinan Suwardi–Selle Pastikan Pembangunan Soppeng Tetap Konsisten Menuju 2026


Soppeng,  Teropongsulawesi.com, Memasuki tahun 2026, Indonesia berada dalam fase penting pasca-Pemilihan Umum. Transisi kebijakan nasional, penyesuaian arah pemerintahan, serta dinamika politik yang menyertainya menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pemerintah daerah. 


Di tengah situasi tersebut, stabilitas dan konsistensi kepemimpinan menjadi faktor krusial agar roda pemerintahan dan pembangunan tidak terganggu.


Di Kabupaten Soppeng, kepemimpinan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE bersama Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle dinilai mampu membaca konteks nasional tersebut dengan pendekatan yang tenang dan berorientasi pada kerja nyata. 


Alih-alih terjebak dalam hiruk pikuk politik pasca-Pemilu, pasangan Suwardi–Selle memilih fokus menjaga kesinambungan pembangunan dan pelayanan publik.


Politik Usai, Pemerintahan Tetap Jalan


Bagi Suwardi–Selle, Pemilu merupakan proses demokrasi yang memiliki batas waktu. Setelah kontestasi politik berakhir, yang harus dikedepankan adalah tanggung jawab pemerintahan. 


Prinsip ini tercermin dari upaya memisahkan secara tegas politik elektoral dari kerja birokrasi.


“Pemilu telah selesai, tetapi tugas melayani masyarakat tidak pernah berhenti,” menjadi semangat yang terus ditekankan dalam internal pemerintahan daerah. 


Dengan pendekatan tersebut, stabilitas birokrasi di Soppeng tetap terjaga, program pembangunan berjalan sesuai perencanaan, dan pelayanan publik tidak terganggu oleh dinamika politik.


Pendekatan ini sekaligus menjadi pesan bahwa pembangunan daerah tidak boleh menjadi korban perubahan politik. 


Justru dalam masa transisi nasional, konsistensi kerja pemerintahan menjadi kunci agar masyarakat tetap merasakan manfaat kehadiran negara.


Kepemimpinan Tenang di Masa Transisi


Di tengah wacana nasional tentang efektivitas pemerintahan pasca-Pemilu, model kepemimpinan Suwardi–Selle menawarkan contoh kepemimpinan yang bekerja dalam diam. 


Tidak banyak retorika, tetapi fokus pada penyelarasan kebijakan daerah dengan arah nasional, tanpa mengabaikan kebutuhan dan karakteristik lokal.


Prinsip “politik adalah tentang janji, kepemimpinan adalah tentang menepati” bukan sekadar slogan, melainkan diterjemahkan dalam kebijakan yang berkelanjutan. 


Penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kolaborasi lintas sektor, serta keberlanjutan program prioritas menjadi fokus utama agar pembangunan tidak terputus oleh pergantian isu politik.


Pembangunan Berbasis Kebutuhan Riil Masyarakat


Pemerintah Kabupaten Soppeng di bawah kepemimpinan Suwardi–Selle menegaskan bahwa pembangunan harus adaptif terhadap kebijakan pusat, namun tetap berakar pada kebutuhan riil masyarakat. 


Setiap program diarahkan untuk menjawab persoalan konkret di lapangan, bukan sekadar mengikuti tren politik jangka pendek.


Dalam konteks ini, kesinambungan program menjadi prioritas. Pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa setiap kebijakan yang dijalankan memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, mulai dari pelayanan dasar, penguatan ekonomi lokal, hingga peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.


Refleksi dari Daerah untuk Nasional


Apa yang dilakukan di Soppeng menjadi refleksi penting di tengah transisi nasional. Ketika banyak daerah sibuk menata ulang narasi politik pasca-Pemilu, Soppeng justru memilih menata ulang kerja, memperkuat konsistensi kebijakan, dan menjaga ritme pembangunan.


Menuju 2026, kepemimpinan Suwardi–Selle menegaskan satu pesan utama: stabilitas daerah adalah fondasi keberhasilan transisi nasional. 


Kepemimpinan yang tenang, adaptif, dan berorientasi pada hasil menjadi kunci menjaga kepercayaan publik serta memastikan pembangunan tetap berkelanjutan.


Dari Soppeng, muncul pelajaran bahwa di tengah dinamika politik dan perubahan kebijakan, kepemimpinan yang konsisten dan fokus pada kerja substantif akan selalu relevan—bukan hanya bagi daerah, tetapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan.


(Red) 

Sabtu, 20 Desember 2025

Golkar Makassar Panaskan Mesin Politik Lewat Bimtek dan Orientasi Pengurus


Makassar, Teropongsulawesi.com, Lebih dari seribu kader Partai Golkar Kota Makassar mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Orientasi Pengurus yang digelar di Ballroom Hotel Aryaduta, Makassar, Minggu (21/12/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus Golkar dari tingkat kota hingga kelurahan.

Acara tersebut menghadirkan empat tokoh sebagai pemateri, yakni Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Makassar Munafri Arifuddin, Ketua DPD II Golkar Kabupaten Soppeng Andi Kaswadi Razak, fungsionaris Partai Golkar Sulawesi Selatan Armin Mustamin Toputtiri, serta konsultan politik Dr. Nurmal Idrus.

Dalam sambutannya, Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya peran kader Golkar dalam mengawal dan menyukseskan program Pemerintah Kota Makassar. Menurutnya, keberhasilan program pemerintah daerah akan berdampak langsung pada citra dan elektabilitas Partai Golkar di tengah masyarakat.

“Keberhasilan program pemerintah adalah wajah Partai Golkar. Jika masyarakat merasakan manfaat nyata dari kebijakan pemerintah kota, maka kepercayaan publik terhadap Golkar akan meningkat,” ujar Munafri Arifuddin di hadapan peserta kegiatan.

Munafri juga meminta seluruh pengurus dan kader untuk aktif hadir di tengah masyarakat serta menjadi jembatan antara pemerintah dan warga. Ia menekankan bahwa kerja-kerja politik harus berorientasi pada kepentingan publik, bukan semata-mata kepentingan partai.

Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Soppeng Andi Kaswadi Razak menyampaikan materi terkait penguatan struktur dan basis kader di tingkat akar rumput. Ia membagikan pengalamannya dalam membangun militansi kader dan menjaga soliditas organisasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Menurut Andi Kaswadi, kekuatan utama partai politik terletak pada kedekatan dengan masyarakat. Oleh karena itu, kader Golkar harus mampu membangun komunikasi yang intensif dan berkelanjutan dengan konstituen.

“Kader harus hadir, mendengar, dan memberikan solusi. Jika hubungan emosional dengan masyarakat terbangun, maka kepercayaan akan mengikuti,” kata Andi Kaswadi.

Pada sesi berikutnya, konsultan politik Dr. Nurmal Idrus menyoroti peluang politik yang dimiliki Partai Golkar Makassar saat ini. Ia menilai tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Munafri Arifuddin sebagai Wali Kota Makassar merupakan modal politik yang signifikan bagi partai.

Dr. Nurmal menekankan pentingnya strategi komunikasi politik yang tepat agar keberhasilan pemerintahan dapat dikonversi menjadi keuntungan elektoral. Ia mengingatkan bahwa capaian kinerja harus disampaikan kepada publik secara sistematis dan terukur.

“Keberhasilan kepemimpinan di pemerintahan harus diterjemahkan menjadi narasi politik yang mudah dipahami masyarakat. Di sinilah peran kader Golkar sangat menentukan,” ujarnya.

Menutup rangkaian materi, Armin Mustamin Toputtiri menyampaikan pesan mengenai pentingnya loyalitas dalam organisasi partai. Ia menegaskan bahwa loyalitas merupakan fondasi utama dalam menggerakkan mesin partai secara efektif.

“Tanpa loyalitas, struktur dan strategi tidak akan berjalan. Loyalitas adalah napas organisasi dan harus dijaga oleh setiap kader,” kata Armin.

Kegiatan Bimtek dan Orientasi Pengurus ini diharapkan dapat memperkuat konsolidasi internal Partai Golkar Kota Makassar serta meningkatkan kapasitas kader dalam menghadapi agenda politik ke depan. Dengan pembekalan tersebut, Golkar Makassar menargetkan kesiapan organisasi yang lebih solid dan terstruktur.

(Red)

Senin, 15 Desember 2025

Sasar Pemilih Pemula, KPU Soppeng Gelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di STAI Al Gazali


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Soppeng terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas demokrasi melalui penguatan literasi politik masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2025 yang menyasar kelompok pemilih pemula di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan ini sukses digelar di Aula Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Gazali Soppeng, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, pada Senin, 15 Desember 2025.

Mahasiswa dan mahasiswi STAI Al Gazali tampak antusias mengikuti kegiatan yang dinilai strategis dalam membangun kesadaran demokrasi sejak dini.

Acara diawali dengan sambutan dari jajaran pimpinan STAI Al Gazali, yakni Wakil Ketua II dan Wakil Ketua III, dilanjutkan dengan arahan dari Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) STAI Al Gazali, Erwin Harianto.

Dalam sambutannya, Erwin menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada KPU Kabupaten Soppeng atas kepercayaan yang diberikan kepada STAI Al Gazali sebagai mitra pelaksanaan kegiatan.

“Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada KPU Soppeng yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada Kampus STAI Al Gazali untuk menjadi tuan rumah kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih berkelanjutan yang sangat strategis ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan politik merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, terutama institusi pendidikan.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Mereka harus memahami bahwa hak pilih bukan sekadar hak administratif, tetapi instrumen penting dalam menentukan kualitas kepemimpinan dan arah kebijakan publik di masa depan,” tambahnya, yang disambut tepuk tangan peserta.

Ketua KPU Kabupaten Soppeng, Risal, dalam arahannya menekankan bahwa pendidikan pemilih berkelanjutan merupakan fondasi utama dalam menciptakan demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.

“Esensi sejati dari pendidikan pemilih adalah membentuk pemilih yang cerdas dan berkarakter. Pemilih cerdas adalah mereka yang memilih berdasarkan rekam jejak, visi, dan misi calon, bukan karena ikut-ikutan, tekanan, atau politik uang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak memandang pemilu sebagai rutinitas lima tahunan semata.

“Menggunakan hak pilih adalah bentuk tanggung jawab sebagai warga negara. Golput berarti menyerahkan masa depan kepada pilihan orang lain. Partisipasi aktif dan kritis adalah wujud nyata nasionalisme,” pungkas Risal.

Kegiatan selanjutnya dipandu oleh Haswinardi, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Soppeng.

Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh pihak kampus serta menekankan pentingnya kegiatan ini bagi pemilih pemula.

“Kegiatan sosialisasi ini sangat fundamental bagi adik-adik sekalian agar memiliki basis pengetahuan yang kuat sebelum memasuki bilik suara,” ujarnya.

Sebagai narasumber utama, A. Mappasessu, Sekretaris KAHMI Soppeng, membawakan materi bertajuk “Suara Hari Ini, Masa Depan Bangsa Hari Esok”.

Materi ini menyoroti peran strategis pemilih pemula dalam menjaga keberlanjutan demokrasi.

Ia memaparkan tujuh poin penting, di antaranya:

Demokrasi tidak lahir seketika, tetapi dirawat dengan kesadaran.

Pemilih pemula adalah penjaga estafet demokrasi.

Suara bukan sekadar kertas, melainkan keputusan sejarah.

Kesadaran harus tumbuh, bukan hanya pengetahuan.

Demokrasi berkelanjutan bergantung pada pemilih muda.

Demokrasi sebagai jembatan menuju masa depan Indonesia.

Demokrasi Indonesia berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

“Memilih bukan sekadar mencoblos di bilik suara. Ini adalah perwujudan kedaulatan moral kita. Pilihan hari ini akan menentukan kualitas pembangunan dan kehidupan generasi mendatang,” tegas Mappasessu.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dan dinamis. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan kritis seputar integritas pemilu, bahaya politik uang, cara menangkal hoaks, hingga peran konkret mahasiswa dalam mengawal demokrasi.

Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kesadaran dan minat politik di kalangan pemilih pemula STAI Al Gazali.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh seluruh jajaran KPU Kabupaten Soppeng, di antaranya Lanyala Soewarno (Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM), Muh. Hasbi (Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi), serta Sitti Rahmawati (Kasubag Parmas dan SDM), bersama staf KPU lainnya.

Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Soppeng berharap dapat mencetak generasi pemilih muda yang cerdas, berintegritas, dan berkarakter, demi terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat di masa mendatang.

(Red)

Minggu, 14 Desember 2025

Sorak Ceria Iringi Balon Harapan Terbang Tinggi, Guru dan Murid SDN 7 Salotungo Sambut Porseni dengan Sukacita


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana meriah dan penuh keceriaan menyelimuti halaman SD Negeri 7 Salotungo saat seluruh guru, tenaga kependidikan, dan murid bersama-sama melepas balon warna-warni ke udara sebagai tanda dimulainya Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat SD Negeri 7 Salotungo. Senin (15/12/2025). 

Sorak sorai dan tepuk tangan riuh mengiringi balon-balon yang terbang tinggi, menciptakan momen kebersamaan yang membekas.

Pelepasan balon tersebut dilakukan langsung oleh Pengawas Gugus 1 Soppeng, Sudirman, S. Sos., S. Pd, sebagai simbol resmi dimulainya seluruh rangkaian cabang olahraga dan seni. 

Momen tersebut disambut sorak sorai antusias dari seluruh peserta didik serta tenaga pendidik dan kependidikan SD Negeri 7 Salotungo.
Dalam keterangannya, Sudirman menyampaikan bahwa pelepasan balon memiliki makna simbolik yang kuat.

“Pelepasan balon ini menjadi simbol dimulainya Pekan Olahraga dan Seni di SD Negeri 7 Salotungo. Semoga kegiatan ini berjalan ceria, sportif, dan mampu menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat serta menumbuhkan karakter positif,” ungkapnya.

Balon-balon yang terbang tinggi melambangkan harapan dan cita-cita peserta didik, sementara kebersamaan guru dan murid mencerminkan sinergi seluruh warga sekolah dalam mendukung pembinaan karakter melalui olahraga dan seni. 

Keceriaan yang tercipta mempertegas bahwa Porseni bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga perayaan kebersamaan dan kegembiraan belajar.

Dengan semangat ceria, sportif, dan penuh kebersamaan, keluarga besar SD Negeri 7 Salotungo menyambut Porseni sebagai momentum penting untuk melahirkan generasi sehat, kreatif, dan berkarakter, sejalan dengan tema “Semangat Tanpa Batas, Ceria dan Sportif, Anak Hebat Indonesia Kuat.”

(Selviana) 

Sabtu, 13 Desember 2025

Api Unggun Padam, Semangat Tetap Menyala di Penutupan Persami SDN 7 Salotungo

Soppeng, Teropongsulawesi.com, Rangkaian kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) dan PMR Gembira Gugus Depan SD Negeri 7 Salotungo resmi ditutup dengan penuh khidmat dan kegembiraan. Minggu (14/12/2025). 

Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya proses pembinaan karakter yang sarat nilai kepramukaan dan kepalangmerahan, namun semangat pengabdian dan persaudaraan tetap menyala di hati para peserta.

Upacara penutupan dipimpin oleh Kakak Muhammad Arsyad, S. Pd selaku pembina upacara. 

Dalam amanatnya, ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta atas semangat, keceriaan, dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.

“Semoga lelah anak-anakku membuahkan hasil. Minimal menjadi pengalaman berharga—belajar hidup bersama teman-teman, menumbuhkan kemandirian, serta berani berpisah dengan orang tua meskipun hanya semalam,” tuturnya penuh makna.

Kegiatan Persami dan PMR Gembira ini tidak hanya melatih keterampilan dasar kepramukaan dan kepalangmerahan, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kerja sama, kepedulian, serta jiwa penolong sejak dini. 

Keceriaan peserta semakin terasa saat penyerahan hadiah, yang menambah semarak suasana penutupan dan meninggalkan kenangan manis bagi seluruh Pramuka dan anggota PMR cilik.

Penutupan kegiatan ini menjadi momentum penting bahwa setiap langkah kecil di bumi perkemahan adalah bekal besar dalam membentuk generasi yang tangguh, peduli, dan berkarakter.

(Red) 

Jumat, 21 November 2025

Pj Sekda Andi Muhammad Surahman Resmikan Jambore Cabang Soppeng 2025 di KWA Ompo


Soppeng, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Drs. Andi Muhammad Surahman, M.Si, secara resmi membuka Perkemahan Jambore Cabang Soppeng Tahun 2025 yang digelar di Kawasan Wisata Alam (KWA) Ompo, Watansoppeng, Jumat (21/11).


Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai gugus depan dengan total 646 pramuka penggalang dan 240 pembina. 

Pembukaan berlangsung khidmat dan tertib dengan kehadiran berbagai unsur pemerintah daerah.

Hadir pada kesempatan tersebut anggota Forkopimda Kabupaten Soppeng, Ketua Kwarcab Soppeng beserta jajaran, Pimpinan OPD terkait, para Camat selaku Ketua Mabiran, Ketua Kwarran, serta seluruh peserta Jambore Cabang 2025.

Dalam sambutan Bupati Soppeng yang dibacakan oleh Pj. Sekda, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada panitia, pembina, serta semua pihak yang telah mempersiapkan kegiatan Jambore tahun ini.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara, para pembina, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyiapkan kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa persiapan Jambore bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan koordinasi serta dedikasi yang kuat.

Dalam sambutan tersebut, pemerintah daerah kembali menegaskan peran strategis Gerakan Pramuka sebagai sarana pembinaan karakter.

Menurutnya, pramuka bukan hanya soal berkemah atau perlombaan, tetapi juga berkaitan erat dengan penanaman nilai disiplin, kepemimpinan, cinta alam, hingga pengabdian masyarakat.

“Di tengah perkembangan zaman yang serba instan, nilai-nilai kepramukaan sangat relevan dalam menguatkan karakter bangsa,” ucapnya.

Pemerintah berharap melalui kegiatan Jambore ini, para peserta dapat memupuk kemandirian, kerja sama, kreativitas, dan kepedulian sosial.

Ia juga menyebutkan bahwa Jambore adalah ruang belajar yang luas di mana peserta dapat bertemu teman dari berbagai sekolah dan lingkungan sosial berbeda.

“Inilah yang membuat Jambore menjadi tempat terbaik untuk memperkuat persahabatan dan memperluas wawasan,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Soppeng disebut terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui penguatan kegiatan kepramukaan di sekolah-sekolah.

Kegiatan ekstrakurikuler pramuka tetap menjadi salah satu program strategis dalam pembinaan generasi muda.

“Gerakan Pramuka memiliki peran strategis terutama pada pembentukan karakter dan penanaman nilai kebangsaan,” tegasnya.

Ia berharap Jambore Cabang 2025 menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Kwarcab, satuan pendidikan, dan masyarakat.

Di akhir sambutan, Pj. Sekda Andi Surahman menyampaikan pesan agar peserta memanfaatkan kegiatan ini dengan baik serta menyiapkan diri menghadapi masa depan menuju Indonesia Emas 2045.

“Masa depan kalian di tangan masing-masing. Jangan biarkan orang lain membentuk diri kalian,” pesannya.

Sebelumnya, Ketua panitia, Drs. Sulo, M.Si dalam laporannya menjelaskan bahwa tujuan kegiatan, di antaranya untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman pramuka penggalang, membina serta mengembangkan persaudaraan di antara anggota, menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan semangat gotong royong sesuai Dasa Darma Pramuka, serta memupuk rasa persatuan sesama pramuka penggalang se-Kabupaten Soppeng.

Ia juga menyampaikan jumlah keseluruhan peserta dan pembina serta berharap semua agenda kegiatan berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi seluruh peserta.

Perkemahan Jambore Cabang Soppeng Tahun 2025 dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan berbagai agenda pendidikan, keterampilan, dan kegiatan lapangan.

Seluruh peserta diharapkan mengikuti arahan pembina, menjaga ketertiban, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kepramukaan.

(Red) 

Bupati Soppeng Suwardi Haseng Hadiri Penandatanganan PKS untuk Pidana Kerja Sosial



Makassar, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE, menghadiri kegiatan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pelaksanaan pidana kerja sosial bagi pelaku tindak pidana. Acara berlangsung di Baruga Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, pada Kamis, 20 November 2025.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai tindak lanjut implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, yang salah satu isinya memberikan opsi pidana kerja sosial sebagai bentuk sanksi alternatif.

Setelah penandatanganan antara Kajati Sulsel dan Gubernur Sulsel, acara dilanjutkan dengan penandatanganan PKS oleh para bupati/wali kota serta para kepala kejaksaan negeri (Kajari) dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel, termasuk Bupati Soppeng dan Kajari Soppeng.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam pelaksanaan kebijakan pidana kerja sosial di daerah.

“Penerapan pidana kerja sosial ini menjadi langkah penting dalam menghadirkan keadilan yang lebih humanis sekaligus memberikan efek edukatif bagi pelaku tindak pidana. Pemerintah Kabupaten Soppeng siap bersinergi dengan kejaksaan dalam implementasinya,” ujar Bupati.


Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan pelaksanaan pidana kerja sosial di seluruh wilayah Sulsel, termasuk Kabupaten Soppeng, dapat berjalan efektif dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Acara ini turut dihadiri oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Kajati Sulsel, Gubernur Sulsel, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, serta Direktur Jaskrido.

(Silviana) 

Rabu, 19 November 2025

Inkanas BPI Brimob Bone Borong 2 Emas dan 2 Perak, Danyon C Pimpinan Sabhara Apresiasi Prestasi Atlet


Makassar, Teropongsulawesi.com, Dojo INKANAS BPI Brimob Bone, salah satu Ranting Khusus yang aktif membina atlet muda, kembali menorehkan prestasi gemilang pada Kejuaraan Karate Wali Kota Cup Makassar 2025. Event bergengsi yang berlangsung di Indoor Telkom Makassar pada 17–19 November 2025 ini menghadirkan persaingan ketat dari berbagai dojo se-Sulawesi.

Dalam kejuaraan tersebut, tim INKANAS BPI Brimob Bone sukses memborong 2 medali emas dan 2 medali perak, sebuah pencapaian luar biasa yang membuktikan efektivitas pembinaan atlet di lingkungan Brimob Bone yang juga merupakan bagian dari Cabang Bone.

Para pelatih, pendamping, dan atlet tampak penuh kebanggaan saat mengabadikan momen keberhasilan mereka di arena pertandingan.

Prestasi ini merupakan hasil latihan disiplin, semangat pantang menyerah, serta dukungan penuh dari pembina dan orang tua.

Daftar Peraih Medali Dojo INKANAS BPI Brimob Bone.

Peraih medali EMAS

1. Muh Gian Algifarih
Kumite Pra Pemula Putra -35 Kg
2. Yukinara
Kumite Pemula Putri -52 Kg

Peraih Medali PERAK
1. Nur Adelia
Kumite Perorangan Putri -42 Kg
2. Radja
Kumite Perorangan Putra +70 Kg

"Syukur Alhamdulillah, Medali Ini untuk Dojo dan Masyarakat Bone" Ucap Muldyan Pelatih Utama.

Pelatih utama menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian para atlet.

“Syukur Alhamdulillah, melalui latihan keras dan kedisiplinan yang kuat, atlet-atlet kami berhasil mempersembahkan medali untuk dojo, satuan, dan masyarakat Bone. Ini adalah hasil kerja sama dan dukungan dari semua pihak,” ujar sang pelatih.

Ia juga menegaskan bahwa kemenangan ini menjadi motivasi besar untuk terus meningkatkan kualitas latihan dan menyiapkan atlet menghadapi kejuaraan dengan level yang lebih tinggi.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Danyon C Pelopor Brimob Bone, selaku pembina.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian para atlet INKANAS BPI Brimob Bone. Prestasi ini mengharumkan nama satuan sekaligus memotivasi generasi muda Bone untuk terus berprestasi. Pertahankan semangat dan sportivitas,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan olahraga karate sebagai sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan mental tangguh generasi muda.

INKANAS BPI Brimob Bone berkomitmen terus melahirkan atlet-atlet potensial melalui pembinaan intensif dan kompetisi berkelanjutan. Dengan dukungan Brimob, pelatih, orang tua, dan masyarakat, dojo ini siap mencetak lebih banyak prestasi di masa mendatang.

“Kami siap memperjuangkan lebih banyak medali. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat bagi seluruh atlet untuk terus berkembang,” tutup pelatih.

Editor : Fean

Senin, 10 November 2025

Dzoel SB: Jika Hari Ini Pendidikan Rusak, Siapa Bertanggung Jawab di Masa Depan?

 


Makassar, Teropongsulawesi.com, Dunia pendidikan di Kota Makassar kembali menjadi sorotan setelah mencuat dugaan praktik pungutan liar (pungli) di SD Inpres Bertingkat Bara-Baraya II.

Oknum kepala sekolah berinisial SS diduga melakukan pungli terhadap para guru, terutama terkait pencairan dana sertifikasi.

Informasi dugaan pungli tersebut telah lama beredar di kalangan tenaga pendidik. Namun, hingga kini aparat penegak hukum (APH) dinilai belum mengambil langkah tegas.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan guru yang merasa diperas oleh oknum pimpinan sekolah.

Seorang guru yang menjadi korban pungli dan enggan disebutkan namanya mengaku siap bersaksi jika kasus ini dibuka kembali.

“Kami siap diperiksa dan memberikan keterangan. Kami hanya ingin keadilan ditegakkan. Sudah terlalu lama kami diam,” ujarnya dengan nada tegas.

“Kepala sekolah harus diberi sanksi tegas. Dunia pendidikan jangan dijadikan ladang pemerasan.”

DPRD Makassar Bergerak

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar Ari Ashari Ilham menegaskan pihaknya akan segera memanggil Dinas Pendidikan serta kepala sekolah terkait untuk dimintai klarifikasi resmi.

“Kami tidak akan diam. Dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan dan kepala sekolah yang bersangkutan akan kami panggil. Masalah seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut,” kata Ari Ashari kepada wartawan.

Langkah tegas DPRD ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel.

Melalui Humasnya, Dzoel SB, PJI menilai langkah DPRD Makassar menunjukkan keberpihakan nyata terhadap keadilan dan perlindungan bagi tenaga pendidik.

“Kami menyambut baik sikap DPRD. Ini bukti nyata bahwa masih ada wakil rakyat yang berani mendengar suara bawah,” ujar Dzoel SB.

Kritik Tajam terhadap Birokrasi Pendidikan

Dzoel SB juga menyoroti rusaknya tata kelola birokrasi pendidikan di Kota Makassar yang dinilainya sudah “amburadul dan kehilangan arah moral”.

Ia menegaskan bahwa kerusakan sistem pendidikan hari ini adalah ancaman bagi masa depan bangsa.

“Kalau birokrasi pendidikan hari ini amburadul, bagaimana masa depan bangsa? Jika sekolah, tempat mencetak generasi penerus, justru dijadikan ladang pungli, kita sedang menggali kuburan peradaban sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, kasus di SD Inpres Bertingkat Bara-Baraya II hanyalah puncak gunung es dari berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.

Ia menegaskan bahwa praktik serupa bisa saja terjadi di banyak sekolah lain jika tidak segera diusut tuntas.

Pungli Sama dengan Korupsi
Secara hukum, pungutan liar dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999, pelaku yang memaksa seseorang memberikan sesuatu untuk keuntungan pribadi dapat dipidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama dua puluh tahun serta denda hingga Rp1 miliar.

Selain itu, Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli dan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah menegaskan bahwa setiap bentuk pungutan di sekolah harus bersifat sukarela, transparan, dan tidak mengikat.

Ujian Moral bagi Dunia Pendidikan

Kasus ini menjadi ujian moral bagi Dinas Pendidikan Kota Makassar serta aparat penegak hukum. Masyarakat kini menanti langkah konkret — bukan sekadar janji.

“Inilah momentum bersih-bersih dunia pendidikan. Jangan biarkan sekolah menjadi ruang gelap bagi korupsi kecil yang membusuk pelan-pelan,” ujar Dzoel SB menutup pernyataannya.

Jika tidak segera ditindak, kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan dan hukum akan tergerus. Pada akhirnya, yang akan menjadi korban adalah generasi muda yang tumbuh dalam sistem yang menormalisasi ketidakjujuran.

(Tim/AP)

Rabu, 05 November 2025

SD Negeri 7 Salotungo Gaungkan Semangat Inovasi, Rustan Hamid Sebarkan Ilmu Deep Learning dan AI untuk Guru


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Langkah nyata menuju transformasi pendidikan berbasis teknologi terus bergulir di SD Negeri 7 Salotungo. Kali ini, semangat itu hadir melalui kegiatan pengimbasan materi Deep Learning, Coding, dan Kecerdasan Artifisial (AI) yang dipelopori oleh Rustan Hamid, S.Pd, seorang guru yang dikenal aktif mengembangkan inovasi pembelajaran di sekolahnya. Rabu (5/11/2025).

Kegiatan pengimbasan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan intensif yang sebelumnya diikuti oleh Rustan. Namun yang membuat kegiatan ini istimewa, Rustan tidak serta-merta langsung mengajarkan teori yang didapat. Ia terlebih dahulu menguji dan menerapkan hasil pelatihan tersebut langsung di kelasnya selama dua hari penuh, memastikan bahwa setiap konsep yang ia sampaikan kepada rekan sejawat benar-benar relevan dan terbukti efektif.

“Pengimbasan yang kami lakukan tentu masih jauh dari sempurna. Namun kami berusaha semaksimal mungkin agar apa yang kami bagikan mudah dipahami dan bisa diterapkan oleh rekan-rekan guru dalam pembelajaran di kelas masing-masing,” ungkap Rustan saat diwawancarai usai kegiatan.

Menurutnya, penerapan langsung di kelas menjadi langkah penting agar inovasi tidak berhenti di tataran teori. Dengan melakukan praktik terlebih dahulu, guru bisa melihat bagaimana murid merespons metode baru, menyesuaikan strategi pengajaran, dan memastikan hasilnya dapat diukur secara nyata.

Pembelajaran Mendalam dan AI: Menuju Pendidikan Abad 21

Fokus utama kegiatan pengimbasan ini adalah desain dan implementasi pembelajaran mendalam (deep learning).

Melalui pendekatan ini, guru diajak untuk tidak hanya mengejar penguasaan materi semata, tetapi juga mendorong murid agar mampu berpikir kritis, kreatif, dan analitis — keterampilan yang sangat dibutuhkan di era digital dan kecerdasan buatan.

Dalam sesi berbagi tersebut, Rustan menekankan pentingnya membangun pemahaman konseptual dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills). Para guru juga diajak mengenal dasar-dasar coding sederhana serta prinsip-prinsip AI yang bisa diterapkan secara kontekstual di kelas dasar.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Materinya padat, tetapi juga praktis. Kami bisa langsung mencoba di kelas, dan hasilnya terasa lebih nyata,” ujar Anang, S.Pd, salah satu guru peserta pengimbasan, dengan penuh semangat.

Budaya Belajar dan Berbagi di Kalangan Guru

Rustan menambahkan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan arahan Kepala Sekolah SDN 7 Salotungo, yang menekankan bahwa setiap guru yang memperoleh pelatihan harus terlebih dahulu mempraktikkan ilmu yang didapat sebelum mengimbaskan kepada rekan lainnya.

“Kami diminta untuk berbuat dulu, baru berbicara. Artinya, praktik harus mendahului teori. Ini membuat pengimbasan menjadi lebih autentik dan kontekstual,” jelas Rustan.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun budaya belajar dan berbagi di kalangan pendidik. Guru tidak lagi hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga pelaku perubahan yang aktif menciptakan dan menyebarkan inovasi.

Menatap Masa Depan Pendidikan yang Lebih Bermakna

Melalui kegiatan seperti ini, SD Negeri 7 Salotungo semakin menunjukkan komitmennya dalam mendukung program transformasi pendidikan yang menekankan literasi digital, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi cerdas di ruang belajar.

Guru-guru tidak hanya mendapatkan wawasan baru tentang AI dan pembelajaran mendalam, tetapi juga dorongan untuk terus berinovasi dan berkolaborasi.

Hasilnya diharapkan bukan hanya peningkatan kompetensi guru, tetapi juga munculnya generasi murid yang lebih adaptif, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dengan semangat “belajar sambil berbagi”, kegiatan pengimbasan di SDN 7 Salotungo menjadi bukti nyata bahwa perubahan besar dalam dunia pendidikan dimulai dari langkah kecil para pendidik yang berani mencoba, berinovasi, dan menularkan semangatnya kepada sesama.

(Red)

SDN 3 Lemba Perluas Pembelajaran Kontekstual, Siswa Kunjungi Kantor Kelurahan Lemba


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam semangat memperkuat budaya belajar berbasis pengalaman nyata, SD Negeri 3 Lemba kembali menggelar kegiatan edukatif di luar kelas melalui kunjungan belajar ke Kantor Kelurahan Lemba. Kegiatan ini bukan sekadar rekreasi edukatif, tetapi bagian dari strategi pembelajaran kontekstual yang dirancang untuk menumbuhkan pemahaman siswa terhadap dunia nyata, khususnya dalam bidang pemerintahan dan pelayanan publik.

Kunjungan ini menjadi salah satu implementasi nyata dari program inovatif sekolah yang dikenal dengan akronim Julik (Jurnalis Cilik), Sulap (Studi Lapang), Satu Hati (Sabtu Berani Tampil Ungkap Aspirasi dan Inspirasi), serta Makkiade' (Mari Kita Kiatkan berADab). Melalui program-program tersebut, SDN 3 Lemba mendorong siswa agar lebih aktif, komunikatif, dan berkarakter dalam proses belajar.

Selama kegiatan, para peserta didik tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga melakukan wawancara langsung, diskusi interaktif, dan observasi lapangan. Mereka mempelajari struktur organisasi pemerintahan kelurahan, alur pelayanan masyarakat, hingga nilai-nilai tanggung jawab dan etika dalam bekerja di lembaga publik.

Rombongan siswa dan guru pendamping disambut hangat oleh Lurah Lemba, Sofyan Massaire, SE, bersama staf kelurahan. Dalam sambutannya, Sofyan menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif sekolah yang dinilainya sangat relevan dalam membangun karakter generasi muda.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Selain memperkenalkan anak-anak pada dunia pemerintahan, kunjungan ini juga bagian dari pelayanan kami sebagai lembaga publik. Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang perlu kita bina sejak dini,” ujar Sofyan Massaire, SE.

Para siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar tugas lurah, fungsi perangkat kelurahan, hingga prosedur pelayanan administratif kepada masyarakat. Mereka juga diajak berkeliling melihat berbagai ruang kerja seperti bagian pelayanan umum, tata usaha, dan arsip, untuk memahami langsung bagaimana sistem pemerintahan di tingkat kelurahan berjalan.

Kepala SDN 3 Lemba menyatakan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung merupakan bentuk adaptasi terhadap kebutuhan peserta didik di era modern.

“Anak-anak zaman sekarang belajar lebih efektif melalui pengalaman nyata. Dengan turun langsung ke lapangan, mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaitkan pengetahuan dengan realitas,” ungkapnya.

Sementara itu, guru pendamping Andi Rahmayuddin, S.Pd, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penerapan metode pembelajaran mendalam (deep learning) yang menekankan pemahaman, refleksi, dan penerapan langsung di konteks sosial masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, siswa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan. Mereka melihat, bertanya, mencatat, dan berinteraksi langsung. Dari situ muncul rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis,” jelasnya.

Selain memperkaya wawasan tentang tata kelola pemerintahan, kunjungan ini juga menjadi sarana penting dalam membangun etika sosial, kepemimpinan, dan komunikasi publik. Anak-anak dilatih untuk berbicara dengan sopan, menghargai waktu, serta menghormati orang lain dalam interaksi sosial.

Kegiatan ini mendapat apresiasi luas dari para orang tua dan masyarakat sekitar. Banyak yang menilai bahwa SDN 3 Lemba berhasil menghadirkan model pembelajaran yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepekaan sosial siswa.

Dengan kegiatan seperti ini, SDN 3 Lemba menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang terus berinovasi dan berorientasi pada pembelajaran bermakna. Sekolah ini tidak hanya mencetak generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga beradab, komunikatif, dan siap menjadi agen perubahan di masa depan.

(Red)


Bupati Soppeng Trima Bantuan CSR Mobil Ambulance dari Bank Sulselbar


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng kembali menunjukkan keberhasilannya menjalin kemitraan strategis dengan dunia perbankan.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Bank Sulselbar menyerahkan bantuan berupa satu unit mobil ambulans untuk rumah singgah, fasilitas sarana-prasarana air bersih di Sekolah Rakyat (eks RSUD Ajjappange), serta dukungan penataan halaman Taman Gasis.

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Soppeng pada Selasa, 3 November 2025, dan diterima langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng.

Acara berlangsung penuh keakraban dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta perwakilan manajemen Bank Sulselbar Cabang Soppeng.

Bupati Suwardi menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bank Sulselbar atas kepeduliannya terhadap kemajuan daerah.

Ia menegaskan bahwa kontribusi nyata sektor perbankan sangat berarti bagi peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Soppeng, kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bank Sulselbar.

"Bantuan ini bukan sekadar fasilitas, tetapi simbol komitmen dan sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera,” ujar Bupati Suwardi.

Lebih lanjut, Bupati menambahkan bahwa sebagai salah satu pemegang saham Bank Sulselbar, Pemkab Soppeng akan terus mendukung setiap langkah positif bank tersebut, terutama yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor adalah kunci dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.

Sementara itu, Kepala Bank Sulselbar Cabang Soppeng, A. Yusri Nur Alam, menjelaskan bahwa kegiatan CSR ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang berorientasi pada pembangunan daerah.

Ia menegaskan, Bank Sulselbar tidak hanya berperan dalam aktivitas perbankan, tetapi juga dalam memperkuat fondasi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan digunakan secara optimal oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng.

"Bank Sulselbar akan terus berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur sosial,” tutur Andi Riri sapaan akrab Kepala Bank Sulselbar.

Program CSR yang disalurkan ini diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan dan pendidikan, yang menjadi prioritas utama pembangunan daerah.

Mobil ambulans akan mempercepat penanganan darurat bagi warga yang membutuhkan, sementara penyediaan air bersih di Sekolah Rakyat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat.

Penataan Taman Gasis juga diharapkan menambah ruang publik yang nyaman dan asri bagi masyarakat Soppeng.

Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Bank Sulselbar ini menjadi bukti nyata bahwa kemitraan yang kuat antara lembaga pemerintah dan dunia usaha mampu menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dengan kolaborasi seperti ini, Soppeng terus menunjukkan langkah maju menuju daerah yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing, selaras dengan visi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

(Red)

Selasa, 28 Oktober 2025

Lewat Program Ase Budu, SDN 3 Lemba Tanamkan Nilai Empati dan Gotong Royong Sejak Dini


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, SD Negeri 3 Lemba kembali melaksanakan Program Ase Budu (Aksi Sejuta Butir Beras untuk Dhuafa) yang kali ini menyasar Panti Asuhan Yatim Piatu Pondok Pesantren Yasrib serta kaum dhuafa di wilayah Kelurahan Lemba. Selasa (28/10/2025). 

Kegiatan sosial ini diwujudkan dengan penyaluran donasi berupa uang tunai kepada panti asuhan, serta pemberian sembako kepada warga dhuafa lanjut usia yang sering sakit-sakitan dan hidup bersama cucunya. Tak hanya itu, salah satu peserta didik SDN 3 Lemba juga turut menerima manfaat dari program mulia ini.

Kedatangan rombongan SDN 3 Lemba mendapat sambutan hangat dari Kepala Pondok Pesantren Yasrib, Bapak KM. Husaeni, S.Pd.I, yang turut memberikan nasihat dan motivasi kepada para peserta didik. Dalam kesempatan tersebut, anak-anak diberi ruang untuk mengajukan pertanyaan serta mendengarkan pesan moral tentang pentingnya berbagi dan menyantuni anak yatim.

Menariknya, kegiatan ini juga menghadirkan inovasi sekolah melalui program “Julik” (Jurnalis Cilik), di mana peserta didik sendiri yang memandu proses dokumentasi dan peliputan kegiatan sosial dan religius tersebut.

Turut hadir dan memberikan dukungan penuh dan sebagai mitra kolaborasi dalam kegiatan ini Lurah Lemba, Bapak Sofyan Massaire, SE., Bhabinkamtibmas Aiptu Budiaman, serta Babinsa Sertu Jupri, yang senantiasa mendampingi setiap langkah sosial SDN 3 Lemba sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi antara sekolah dan masyarakat.

Kepala SDN 3 Lemba, Falmunadi, S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Program Ase Budu merupakan bukti nyata penanaman nilai kepedulian sosial sejak dini.

“Di momentum Hari Sumpah Pemuda ini, kami ingin menegaskan komitmen SDN 3 Lemba untuk terus menumbuhkan karakter Anak Indonesia Hebat anak yang peduli, berjiwa pemimpin, dan siap membangun bangsa dengan hati yang tulus,” ujar Falmunadi.

Sementara itu, Andi Rahmayuddin, selaku pembina dan pendamping kegiatan, berharap pembelajaran kontekstual seperti ini dapat menjadi pengalaman bermakna bagi peserta didik.

“Kami ingin anak-anak belajar langsung dari kehidupan nyata. Semoga kegiatan ini menjadi amal jariyah, menumbuhkan rasa empati, serta menjadi berkah bagi perjalanan pendidikan mereka ke depan,” tuturnya.

Melalui Program Ase Budu, SDN 3 Lemba terus menunjukkan konsistensinya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, peduli, dan berjiwa sosial tinggi sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda untuk bersatu, peduli, dan berkontribusi membangun negeri khususnya di Bumi La Temmamala.

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved