Daerah -->

Minggu, 04 Oktober 2026

Kapolda Sulsel Berganti, Geng Motor Disorot: Ketua PJI Sulsel Titip Pesan Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu


Makassar, Teropongsulawesi.com, Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat. Harapan itu mencuat di tengah sorotan terhadap aksi kelompok geng motor yang dinilai semakin meresahkan warga, khususnya di Kota Makassar.

Ketua DPD Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Hasan Noma, S.Sos., menyambut kedatangan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., sebagai Kapolda Sulsel yang baru.

Akbar Hasan Noma yang akrab disapa Akbar Polo menyampaikan ucapan selamat sekaligus menitipkan pesan agar kepemimpinan baru Polda Sulsel mampu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

“Selamat datang di Sulawesi Selatan, Abangku Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin. Selamat menjalankan amanah sebagai Kapolda Sulsel. Semoga selalu diberikan kesehatan, kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas untuk masyarakat Sulawesi Selatan.”

Menurut Akbar, persoalan geng motor tidak boleh dipandang sebagai gangguan keamanan biasa apabila aktivitas tersebut telah mengarah pada tindakan yang membahayakan masyarakat.

Konvoi ugal-ugalan, penggunaan senjata tajam, penganiayaan, perusakan hingga dugaan tindak kriminal lainnya, kata dia, harus direspons secara cepat, profesional dan terukur sesuai ketentuan hukum.

“Saya berharap persoalan geng motor menjadi salah satu perhatian serius. Kalau ada pelaku yang melakukan tindak pidana dan membahayakan keselamatan masyarakat, saya berharap ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban,” tegasnya.

Masyarakat Butuh Rasa Aman

Akbar menilai kehadiran aparat di lapangan harus mampu memberikan rasa aman, terutama bagi masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari.

Ia mendorong Polda Sulsel bersama jajaran kewilayahan memperkuat patroli dan langkah pencegahan di titik-titik yang dianggap rawan serta mempercepat respons terhadap laporan masyarakat.

“Kalau pelaku melakukan kejahatan dan membahayakan nyawa orang lain, aparat harus bertindak tegas sesuai kewenangan hukum. Jangan ragu menegakkan hukum. Masyarakat membutuhkan rasa aman, bukan ketakutan akibat aksi geng motor,” ujarnya.

Namun demikian, Akbar menekankan bahwa ketegasan aparat harus tetap berada dalam koridor hukum. Penindakan harus dilakukan secara profesional, berdasarkan bukti dan prosedur yang berlaku.

Menurutnya, kepemimpinan Kapolda Sulsel yang baru membutuhkan pendekatan yang tegas sekaligus humanis, mengingat dinamika sosial di Sulawesi Selatan cukup kompleks.

PJI Sulsel Siap Bersinergi dengan Polda

Selain persoalan keamanan, Akbar juga menyatakan kesiapan PJI Sulsel membangun komunikasi dan sinergi dengan Polda Sulsel.

Ia menilai insan pers memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi kepada publik sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan penegakan hukum.

“Kami dari PJI Sulawesi Selatan siap membangun komunikasi dan sinergi yang positif dengan Polda Sulsel. Pers bukan untuk mencari-cari kesalahan, tetapi menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan informasi berdasarkan fakta serta kode etik jurnalistik,” katanya.

Ia berharap hubungan yang sehat antara kepolisian dan media dapat memperkuat komunikasi publik. Informasi mengenai berbagai persoalan keamanan diharapkan dapat disampaikan secara terbuka dan akurat sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.

Akbar juga berharap kepemimpinan Irjen Pol. M. Awal Chairuddin membawa Polda Sulsel semakin Presisi, responsif terhadap pengaduan masyarakat, dekat dengan rakyat, profesional dan konsisten menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Sekali lagi, selamat datang dan selamat bertugas, Aba. Semoga amanah dan mampu membawa Polda Sulsel semakin dipercaya masyarakat,” pungkas Akbar Polo.

(Red)

Sabtu, 03 Oktober 2026

Bupati Soppeng dan Kades Ganra Tunjukkan Kebersamaan di Tengah Turnamen Domino


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat terlihat dalam Turnamen Domino PORDI Ganra Cup I 2026 yang digelar di Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, Sabtu (3/10/2026).

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng hadir bersama Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, di tengah suasana turnamen yang diikuti 192 pasang peserta.

Keduanya tampak berbaur dengan masyarakat dan peserta. Suasana yang tercipta pun berlangsung cair dan akrab, jauh dari kesan formal sebagaimana kegiatan pemerintahan pada umumnya.

Kehadiran Bupati bersama Kades Ganra menjadi bagian dari ruang kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan olahraga rekreasi dan permainan rakyat tersebut.

Turnamen domino tidak hanya menjadi arena untuk berkompetisi. Bagi masyarakat, kegiatan semacam ini juga menjadi ruang bertemu, berbincang dan mempererat hubungan sosial antarsesama warga.

Di tengah deretan meja pertandingan, warga dari berbagai latar belakang dapat berkumpul dalam suasana yang sama. Sekat antara pejabat, tokoh masyarakat, pemuda dan warga pun mencair dalam interaksi yang sederhana.

Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu Gunawan, mengatakan PORDI Ganra Cup I digelar sebagai salah satu upaya menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat.

“Siapa pun bisa duduk di satu meja, tanpa melihat siapa dia dan apa jabatannya. Kita ingin terus menghidupkan rasa saling mengenal, saling menghargai dan rasa memiliki terhadap kampung,” kata Andi Wahyu.

Menurutnya, kehadiran Bupati Soppeng di tengah masyarakat memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan turnamen.

“Kehadiran Pak Bupati sebagai pertanda kesederhanaan. Beliau berbaur dan menyatu dengan masyarakat, duduk bersama, bercakap tanpa perbedaan kelas. Ini adalah kebersamaan,” ujarnya.

Andi Wahyu menilai ruang-ruang perjumpaan yang sederhana seperti turnamen domino memiliki arti penting dalam menjaga hubungan sosial masyarakat.

“Tidak harus selalu dalam kegiatan resmi. Masyarakat membutuhkan ruang untuk bertemu, berbincang dan membangun keakraban,” katanya.

PORDI Ganra Cup I 2026 pun diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.

Kehadiran Bupati Soppeng bersama Kades Ganra di tengah arena turnamen menjadi gambaran bahwa interaksi antara pemerintah dan masyarakat dapat dibangun melalui ruang-ruang sederhana, santai dan dekat dengan kehidupan warga.

(Red)

Jumat, 02 Oktober 2026

Kasi Intel Kejari Soppeng Tegaskan: Pencegahan Gagal, Penindakan Menanti


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng menegaskan komitmennya mengawal penyelenggaraan pemerintahan agar berjalan sesuai koridor hukum. Jajaran pemerintah daerah hingga pemerintahan desa diingatkan tidak mengabaikan aturan dalam menggunakan kewenangan dan mengelola anggaran publik.

Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Penerangan Hukum yang digelar Bidang Intelijen Kejari Soppeng di Aula Gabungan Dinas Kantor Bupati Soppeng, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti pimpinan SKPD, pimpinan BUMN dan BUMD, para camat, lurah serta kepala desa se-Kabupaten Soppeng.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Soppeng, Nazamuddin, SH, MH, mengatakan penerangan hukum menjadi salah satu instrumen pencegahan dini agar aparatur memahami potensi pelanggaran sebelum berkembang menjadi persoalan hukum.

Menurutnya, aparatur perlu mencermati setiap penggunaan kewenangan, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan pelayanan publik.

Sejumlah bentuk perbuatan yang diingatkan untuk dihindari di antaranya suap, gratifikasi, pungutan liar, penyalahgunaan kewenangan, konflik kepentingan, manipulasi administrasi hingga praktik mark-up anggaran.

Nazamuddin menegaskan, Kejaksaan memberikan ruang bagi pemerintah dan aparatur untuk melakukan pembenahan melalui pendekatan preventif. Namun, ketika langkah pencegahan tidak dipatuhi, proses hukum dapat ditempuh sesuai ketentuan.

“Jika upaya-upaya preventif ini tidak berhasil, maka akan dilakukan langkah lebih lanjut berupa tindakan represif atau penindakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus memiliki dasar hukum serta dapat dipertanggungjawabkan.


Mewakili Bupati Soppeng, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Drs. H. Andi Haeruddin, M.Si., mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Kejari Soppeng tersebut.

Ia menilai pemahaman hukum sangat penting bagi seluruh aparatur agar pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat berlangsung secara transparan, akuntabel dan sesuai aturan.

Pemkab Soppeng berharap sinergi dengan Kejari Soppeng terus diperkuat, terutama dalam mencegah potensi pelanggaran hukum sejak dini.

Melalui tagline “Kenali Hukum, Jauhi Hukuman”, Kejari Soppeng mendorong seluruh jajaran pemerintahan dari tingkat kabupaten hingga desa untuk meningkatkan kesadaran hukum.

Peringatan itu menjadi bagian dari upaya membangun pemerintahan yang tidak hanya mampu menjalankan program, tetapi juga mampu mempertanggungjawabkan setiap kewenangan dan anggaran yang dikelolanya.

(Red)

Kamis, 01 Oktober 2026

Bupati Suwardi Haseng- Wabup Selle KS Dalle Bersama Forkopimda Peringati Hari Kesaktian Pancasila di Makodim


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE., bersama Wakil Bupati Selle KS Dalle menghadiri upacara Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kabupaten Soppeng di Lapangan Makodim 1423/Soppeng, Watansoppeng, Kamis (1/10/2026).

Bupati dan Wakil Bupati Soppeng hadir bersama jajaran Forkopimda serta sejumlah pejabat daerah dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut.

Mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” peringatan tahun ini menjadi momentum untuk kembali meneguhkan nilai persatuan dan kebangsaan.

Komandan Kodim 1423/Soppeng Letkol Inf Eko Yulianto bertindak sebagai Inspektur Upacara. Letda Inf Muh. Asdar menjadi Komandan Upacara, sedangkan Kapten Arh Sukarno bertugas sebagai Perwira Upacara.

Prosesi upacara diikuti personel TNI-Polri, ASN, Satpol PP, Dinas Sosial, BPBD, Korpri, Pramuka, pelajar serta perwakilan Kopdes.

Dalam upacara tersebut, Pembukaan UUD 1945 dibacakan Ernawati, S.Pt., M.Si. dari DPKHP. Ikrar dibacakan Serka Kadir, BA dari Kodim 1423/Soppeng, sementara doa dipimpin Musriadi, SE., MM.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kajari Soppeng Sulta D. Sitohang, SH., MH., Ketua Pengadilan Agama Soppeng, Ketua Pengadilan Negeri Soppeng, Sekretaris DPRD Soppeng H. Andi Zulkifli Nurdin, S.Sos., M.Si., Wakapolres Soppeng serta para kepala OPD Pemkab Soppeng.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk mengenang jasa dan pengorbanan para Pahlawan Revolusi serta mengingat kembali kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.

Kehadiran Suwardi Haseng dan Selle KS Dalle bersama unsur Forkopimda menunjukkan keterlibatan pemerintah daerah dalam memperingati momentum bersejarah tersebut.

Upacara berlangsung tertib dan khidmat hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

(Red)

Rabu, 30 September 2026

Hari Kesaktian Pancasila, Polres Soppeng Ingatkan Personel Pentingnya Persatuan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Semangat persatuan dan pengabdian kembali diteguhkan jajaran Polres Soppeng dalam upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (1/10/2026).

Upacara berlangsung di halaman Mapolres Soppeng dan dipimpin Wakapolres Soppeng Kompol Tamar, S.Sos. Seluruh personel mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari penghormatan terhadap nilai-nilai Pancasila.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk mengingat kembali tanggung jawab setiap personel dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Menurutnya, nilai Pancasila harus diwujudkan melalui tindakan nyata, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Pancasila merupakan nilai yang menyatukan kita dalam keberagaman. Karena itu, semangat tersebut harus tercermin dalam pelaksanaan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab,” ujar AKBP Hari Budiyanto.

Ia menambahkan, menjaga persatuan tidak hanya dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga harus dimulai dari lingkungan internal kepolisian. Soliditas dan kebersamaan antaranggota menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas.

Di tengah masyarakat, personel Polres Soppeng juga diharapkan terus membangun komunikasi yang baik serta menghadirkan pelayanan yang humanis dan bertanggung jawab.

Momentum Hari Kesaktian Pancasila tersebut menjadi pengingat bagi jajaran Polres Soppeng bahwa nilai persatuan, kebersamaan dan pengabdian perlu terus diwujudkan dalam setiap tugas kepolisian.

(RaT)

Pilketos Serentak Digelar, Wabup Selle Ajak Pelajar Belajar Demokrasi dengan Sportif


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) serentak tingkat SMA/SMK se-Sulawesi Selatan digelar, Rabu (30/9/2026). Di Kabupaten Soppeng, pelaksanaan Pilketos dipusatkan salah satunya di SMAN 1 Soppeng dan dibuka oleh Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle K.S. Dalle.

Wabup Selle mengapresiasi pelaksanaan Pilketos serentak tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pelajar untuk mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai demokrasi secara langsung di lingkungan sekolah.

Ia meminta para siswa tidak memandang Pilketos hanya sebagai kegiatan rutin organisasi sekolah.

“Momen pemilihan Ketua OSIS ini jangan disia-siakan. Ini adalah pesta demokrasi pelajar,” ujar Selle.

Menurutnya, Pilketos dapat menjadi pengalaman awal bagi siswa sebelum nantinya terlibat dalam proses demokrasi yang lebih luas di masyarakat.

“Pemilihan Ketua OSIS serentak ini merupakan miniatur Pemilu. Dari sini para siswa dapat belajar bagaimana menggunakan hak pilih, menentukan pilihan, menghargai perbedaan, serta menerima hasil pemilihan dengan sikap yang dewasa,” katanya.

Selle menekankan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif selama seluruh tahapan pemilihan. Perbedaan pilihan, kata dia, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi dan harus disikapi secara dewasa.

Para siswa juga diharapkan tidak saling menjatuhkan hanya karena mendukung calon yang berbeda. Sebaliknya, seluruh peserta Pilketos diminta menjadikan proses tersebut sebagai pengalaman untuk membangun sikap sportif dan saling menghormati.

“Siapa pun yang terpilih nantinya harus didukung. Setelah proses pemilihan selesai, kita kembali bersama sebagai satu keluarga besar sekolah,” demikian semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Pilketos serentak Sulawesi Selatan tahun 2026 sekaligus menjadi sarana pembelajaran mengenai tata cara pemilihan, penggunaan hak suara, kepatuhan terhadap aturan serta tanggung jawab dalam menjalankan demokrasi.

Khusus di SMAN 1 Soppeng, kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Kodim 1423 Soppeng, Kejaksaan, KPU, Bawaslu, Cabang Dinas Pendidikan, pengawas, pendamping dan sejumlah undangan lainnya.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan terhadap penguatan pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan memperoleh pengalaman berharga bahwa demokrasi bukan hanya tentang memenangkan pilihan, tetapi juga tentang menghormati proses, menerima hasil dan tetap menjaga persatuan.

Pilketos akhirnya menjadi ruang belajar bagi siswa untuk mengenal kepemimpinan sekaligus membangun karakter sebagai generasi muda yang bertanggung jawab, sportif dan mampu menghargai perbedaan.

(Red)

Selasa, 29 September 2026

117 Lansia Lilirilau Diwisuda, Hj Suarni Suwardi: Semangat Belajar Tak Kenal Usia


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Sebanyak 117 lanjut usia (lansia) dari tujuh desa dan kelurahan di Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, mengikuti Wisuda Akbar Sekolah Lansia, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Hasten, Kelurahan Pajalesang, itu dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng, Ny. Hj. Suarni Suwardi.

Kehadiran Hj. Suarni memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Ia hadir untuk memberikan motivasi sekaligus menyaksikan langsung para lansia mengikuti prosesi wisuda.

Dalam prosesi tersebut, Hj. Suarni juga turut menyematkan tali toga kepada peserta wisuda.

Ia mengatakan, wisuda Sekolah Lansia bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi bukti bahwa kesempatan untuk belajar dan berkembang terbuka bagi siapa saja tanpa mengenal batas usia.

“Wisuda bukan hanya sebuah seremoni untuk menandai selesainya proses belajar, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat untuk belajar, berkembang, dan berkarya tidak mengenal usia,” ujar Hj. Suarni.

Menurutnya, Sekolah Lansia memberikan ruang bagi para lanjut usia untuk tetap aktif. Selain mendapatkan pengetahuan, para peserta juga dapat bersosialisasi, berbagi pengalaman, menjaga kesehatan dan membangun rasa percaya diri.

Program tersebut menerapkan pembelajaran melalui tujuh dimensi Lansia Tangguh.

Ketujuh dimensi itu meliputi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional atau vokasional, serta lingkungan.

“Semua aspek tersebut penting untuk mendukung lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif dan produktif,” jelasnya.

Salah seorang wisudawan, H. Adnan Rauf, mengaku merasakan manfaat dari keberadaan Sekolah Lansia.

Ia menyebut kegiatan tersebut membuat para lansia kembali memiliki ruang untuk belajar sekaligus bersilaturahmi dengan sesama.

“Dengan Sekolah Lansia, serasa kembali muda. Bisa kembali bersua sapa dengan sesama lansia. Merasa dihargai dan diberi ruang untuk belajar, berkarya dan berinovasi,” ungkapnya.

Perhatian terhadap kesehatan peserta juga menjadi bagian dalam kegiatan tersebut. Salah seorang wisudawan mendapatkan obat tekanan darah sesuai dengan kebutuhan kesehatannya.

Hj. Suarni kemudian mengajak para wisudawan untuk terus menjaga kesehatan dan tidak berhenti beraktivitas setelah mengikuti prosesi wisuda.

Ia berharap para lansia tetap aktif bersilaturahmi, berbagi pengalaman dan menjadi sumber inspirasi bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk belajar dan memberikan manfaat hendaknya tidak pernah berhenti,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada keluarga yang terus memberikan dukungan kepada para lansia selama mengikuti Sekolah Lansia.

Menurutnya, dukungan keluarga sangat dibutuhkan agar lansia dapat menjalani masa tua secara sehat, mandiri, aktif, produktif dan bahagia.

Hj. Suarni turut mengapresiasi penyuluh KB, pemerintah desa dan kelurahan bersama TP PKK, pengelola, kader serta tenaga pendidik yang telah mendampingi para peserta.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, keluarga dan kader lansia.

Sekolah Lansia di Kabupaten Soppeng dilaksanakan DP3P2KB Kabupaten Soppeng sejak 2024.

Wisuda di Kecamatan Lilirilau merupakan wisuda kedua sejak program Sekolah Lansia mulai dilaksanakan di Kabupaten Soppeng.

Program tersebut menjadi salah satu wadah bagi para lansia untuk terus belajar, bersosialisasi dan menjaga kualitas kehidupan agar tetap sehat dan produktif.

Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Kemendukbangga BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala DP3P2KB Kabupaten Soppeng, Camat Lilirilau bersama Ketua TP PKK Kecamatan, Kapolsek dan Danramil Lilirilau, para kepala desa/lurah bersama Ketua TP PKK, Kepala KUA, kepala UPTD Puskesmas, Koordinator BPP, Koordinator KB bersama para penyuluh KB, Korwil UPT Pendidikan, Ketua PGRI Kecamatan Lilirilau, serta para pengelola, tenaga pendidik dan peserta Sekolah Lansia.

Menutup arahannya, Hj. Suarni berharap Sekolah Lansia terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat.

(RAT.)

Senin, 28 September 2026

IKD Mulai Diterapkan, Personel Polres Soppeng Ikuti Pendaftaran dan Aktivasi


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Transformasi pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital mulai dimanfaatkan di lingkungan Polres Soppeng. Sejumlah personel mengikuti pendaftaran dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui pelayanan yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Soppeng, Selasa (29/9/2026).

Pelayanan tersebut memberikan kemudahan bagi personel untuk memperoleh identitas kependudukan dalam format digital yang dapat diakses melalui telepon seluler.

Selain melakukan registrasi, personel juga mendapatkan pendampingan dari petugas Dukcapil terkait proses aktivasi serta pemanfaatan aplikasi IKD.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menyambut baik pelaksanaan layanan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan IKD menjadi bagian dari upaya mengikuti perkembangan teknologi sekaligus mendukung tertib administrasi kependudukan.

“Ini merupakan layanan yang memberikan kemudahan bagi personel dalam mengakses identitas kependudukan secara digital. Saya berharap seluruh personel dapat mengikuti proses pendaftaran dengan baik dan menggunakan aplikasi tersebut sesuai dengan ketentuan,” ujar Hari Budiyanto.

Dengan IKD, identitas dan sejumlah dokumen kependudukan dapat diakses melalui perangkat digital sehingga lebih praktis dalam penggunaannya.

Kapolres turut menyampaikan apresiasi kepada Dukcapil Kabupaten Soppeng atas pelayanan langsung yang diberikan kepada personel Polres Soppeng.

“Kami mengapresiasi Dukcapil Kabupaten Soppeng yang telah memberikan pelayanan langsung kepada personel. Sinergi seperti ini tentunya membantu dalam mewujudkan administrasi kependudukan yang tertib dan mudah diakses,” katanya.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antarinstansi dalam mendukung digitalisasi pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Soppeng.

(Red)

Razia THM di Toraja Utara, Satu Pengunjung Positif Metamfetamin


Toraja Utara, Teropongsulawesi.com, Operasi Antik Lipu 2026 kembali menyasar tempat hiburan malam (THM) di wilayah hukum Polres Toraja Utara. Dalam razia gabungan yang digelar Sabtu dini hari, 26 September 2026, petugas menemukan seorang pengunjung yang hasil tes urinenya positif mengandung metamfetamin.

Patroli gabungan tersebut melibatkan personel Polres Toraja Utara, Kodim 1414/Tator, Satpol PP Pemkab Toraja Utara, BNNK Tana Toraja, serta Ketua Asosiasi THM setempat.

Kegiatan dimulai dengan apel pada pukul 00.00 WITA yang dipimpin Kabag Ops Polres Toraja Utara, Kompol Gerianto Pabuang, S.H.

Petugas kemudian menyisir sejumlah lokasi hiburan malam dan melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung. Selain mengecek identitas dan barang bawaan, petugas bersama BNNK Tana Toraja melakukan tes urine secara acak.

Enam lokasi menjadi sasaran dalam kegiatan tersebut, yakni Cafe Roterdam Club, Arunii Cafe dan Resto, Cafe Donal, Cafe Ans, Paccipic Karaoke dan Room, serta Cafe Valery.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, seorang pengunjung Cafe Donal dinyatakan positif menggunakan narkoba jenis metamfetamin.

Kabag Ops Polres Toraja Utara Kompol Gerianto Pabuang membenarkan temuan tersebut.

“Dari total pemeriksaan urine yang kami lakukan di beberapa titik, kami mendapati satu orang pengunjung di Cafe Donal yang terbukti positif mengonsumsi narkoba jenis metamfetamin,” ungkapnya.

Pengunjung tersebut diketahui berinisial MH alias TD alias RC, berusia 24 tahun. Ia bekerja sebagai sopir dan tercatat berdomisili di Kecamatan Rindingallo, Toraja Utara.

Setelah dinyatakan positif, pemuda tersebut langsung diserahkan kepada BNNK Tana Toraja untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menurut Kompol Gerianto, penanganan dilakukan melalui proses asesmen oleh Tim Asesmen Terpadu guna menentukan langkah rehabilitasi maupun penanganan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, hasil pemeriksaan urine terhadap pengunjung di lima lokasi lainnya, yakni Cafe Roterdam Club, Arunii Cafe dan Resto, Cafe Ans, Paccipic Karaoke dan Room, serta Cafe Valery, seluruhnya dinyatakan negatif.

Razia yang berlangsung hingga sekitar pukul 02.30 WITA tersebut berjalan aman dan kondusif.

Polres Toraja Utara menyatakan patroli dan pemeriksaan serupa akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah pencegahan penyalahgunaan narkotika sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Toraja Utara.

(Red)

Minggu, 27 September 2026

GEN SIGAP 2026 di Soppeng, 10 SD Adu Keterampilan dan Kepedulian Kemanusiaan


Soppeng, Teropogsulawesi.com, Semangat kemanusiaan, kesiapsiagaan bencana dan kepalangmerahan mewarnai pelaksanaan GEN SIGAP (Generasi Tangguh Siaga Bencana Peduli Sesama) 2026, lomba PMR tingkat Mula SD/MI sederajat se-Kabupaten Soppeng.

Kegiatan yang digelar SMP Perguruan Islam Ganra di Yayasan Perguruan Islam Ganra, Sabtu (26/9/2026), diikuti 10 sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kabupaten Soppeng.

GEN SIGAP 2026 tidak sekadar menjadi ajang perlombaan. Para peserta juga mendapatkan pengalaman edukatif melalui kegiatan yang mengasah pengetahuan, kreativitas, keterampilan, serta kemampuan menghadapi situasi kebencanaan.

Kegiatan tersebut merupakan inisiatif PMR Madya Unit SMP Perguruan Islam Ganra dalam rangka memperingati Hari PMI sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang tangguh, peduli dan memiliki pengetahuan dasar kepalangmerahan.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Ketua PMI Kabupaten Soppeng yang diwakili Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Soppeng, Abdul Aziz Muhammad.

Dalam sambutannya, Abdul Aziz menilai pengenalan nilai kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana perlu dilakukan sejak usia sekolah.

“GEN SIGAP ini menjadi wadah yang sangat baik bagi anak-anak untuk belajar tentang kepalangmerahan, kesiapsiagaan bencana, serta kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya membangun kemampuan berkompetisi, tetapi juga membentuk karakter anak agar memiliki sikap tangguh, sigap dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

GEN SIGAP 2026 dikemas dalam lima cabang perlombaan, yakni Cerdas Cermat PMI, Menggambar, Ular Tangga Kebencanaan, Video Senam Mitigasi Bencana, dan Video Simulasi Bencana.

Sepuluh sekolah yang ambil bagian yakni SDN 261 Watanbelo, SDN 7 Salotungo, SDN 38 Labokong, SDN 211 Attang Benteng, SD Perguruan Islam Ganra, SDN 1 Lamappoloware, SDN 29 Cenrana, SDN 116 Mattanru, SDN 79 Enrekeng, dan SDN 56 Madining.

Kepala SMP Perguruan Islam Ganra, Rosmiati, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak sehingga kegiatan dapat terlaksana.

“Kami sangat bersyukur dan bangga karena GEN SIGAP dapat terlaksana dengan baik. Antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi peserta didik,” katanya.

Rosmiati berharap GEN SIGAP tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi ruang membangun persahabatan, kepedulian dan semangat kemanusiaan antarpelajar.

Sementara itu, Pembina PMR SMP Perguruan Islam Ganra, Muh. Irfan Kadir, S.Pd., Gr., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi.

Menurutnya, perlombaan sengaja dikemas melalui perpaduan edukasi, permainan dan kreativitas agar materi kepalangmerahan serta kebencanaan lebih mudah dipahami anak-anak.

“Harapan kami, setelah mengikuti GEN SIGAP, peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman dari perlombaan, tetapi juga membawa pengetahuan tentang bagaimana menjaga kesehatan, menghadapi bencana dan membantu sesama,” jelasnya.

Persaingan dalam lima cabang lomba berlangsung kompetitif. SDN 7 Salotungo berhasil keluar sebagai Juara Umum GEN SIGAP 2026.

Berikut hasil perlombaan:

Ular Tangga Kebencanaan

SDN 79 Enrekeng
SDN 29 Cenrana
SDN 7 Salotungo

Lomba Menggambar

SDN 1 Lamappoloware — Zafirah Lathifah Falmi
SDN 7 Salotungo — Hikayah Alfi Laila Irfaniyah
SDN 79 Enrekeng — Nadhya Nur Az Zahra

Cerdas Cermat PMI

SDN 1 Lamappoloware
SDN 7 Salotungo
SD Perguruan Islam Ganra

Video Simulasi Bencana

SDN 7 Salotungo
SDN 79 Enrekeng

Video Senam Mitigasi Bencana

SDN 7 Salotungo
SDN 38 Labokong
SDN 1 Lamappoloware

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan PMI Kabupaten Soppeng, BPBD Kabupaten Soppeng, Pemerintah Kecamatan Ganra, Pemerintah Desa Ganra, Pemerintah Desa Belo, Pemerintah Desa Enrekeng, Ketua Yayasan Perguruan Islam Ganra, pembina pondok yayasan, kepala sekolah/madrasah Yayasan Perguruan Islam Ganra, serta kepala sekolah dan guru pendamping peserta.

GEN SIGAP 2026 menjadi bagian dari upaya SMP Perguruan Islam Ganra menanamkan nilai kemanusiaan, kepedulian, kesiapsiagaan dan persahabatan kepada generasi muda.

Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi berbagai unsur ekstrakurikuler SMP Perguruan Islam Ganra, yakni PMR, OSIS, Pramuka, Keagamaan, SRMTC, Drum Corps 41, dan Raga Line Squad.

(Red)

Sabtu, 26 September 2026

Jawaban DLH Lutim Soal Pengawasan Tambang Dipertanyakan, AJAL: Kalau Pusat, Mana Datanya?


Luwu Timur, Teropongsulawesi.com, Aliansi Jaga Lingkungan (AJAL) Luwu Timur kembali mempertanyakan kejelasan pengawasan lingkungan terhadap aktivitas perusahaan pertambangan di wilayah tersebut.

Pertanyaan itu muncul setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur memberikan jawaban atas permintaan informasi publik yang sebelumnya diajukan AJAL.

Dalam responsnya, DLH menyerahkan sejumlah dokumen yang diminta. Namun, AJAL menilai masih ada informasi yang belum sepenuhnya terjawab, terutama menyangkut dokumen pemeriksaan dan hasil pengawasan lingkungan terhadap perusahaan pertambangan.

Salah satu poin yang menjadi perhatian AJAL terdapat pada jawaban DLH yang menyebut pelaksanaan pengawasan lingkungan hidup untuk kegiatan usaha pertambangan merupakan kewenangan Pemerintah Pusat berdasarkan pembagian kewenangan dalam peraturan perundang-undangan.

DLH merujuk pada ketentuan yang tercantum dalam surat jawabannya, termasuk Pasal 6 ayat (1) huruf I UU Nomor 3 Tahun 2020 dan Pasal 4 Permen LH/BPLH Nomor 22 Tahun 2025.

Bagi AJAL, penjelasan tersebut belum menyelesaikan persoalan. Justru, menurut mereka, muncul pertanyaan baru mengenai pelaksanaan pengawasan di lapangan.

Sekretaris AJAL Lutim sekaligus Ketua Pelaksana Harian Lak HAM Indonesia (LHI), Iskaruddin, menegaskan bahwa pihaknya tidak mempersoalkan pembagian kewenangan pemerintah dalam sektor pertambangan.

“Kami tidak meminta DLH mengambil alih kewenangan Pemerintah Pusat. Yang kami minta adalah data dan hasil pengawasan lingkungan,” kata Iskaruddin.

Ia kemudian mempertanyakan jika pengawasan memang menjadi kewenangan pemerintah pusat, maka dokumen pelaksanaan pengawasan tersebut semestinya dapat ditelusuri.

“Kalau DLH mengatakan kewenangannya berada di pusat, pertanyaannya sederhana: siapa yang mengawasi, kapan pengawasan dilakukan, dan di mana hasil pengawasannya?” ujarnya.

Menurut Iskaruddin, pembagian kewenangan pengawasan lingkungan tidak bisa hanya dilihat dari satu ketentuan.

Ia merujuk Pasal 492 PP Nomor 22 Tahun 2021 yang mengatur kewajiban Menteri, gubernur, atau bupati/wali kota melakukan pengawasan terhadap ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan sesuai kewenangannya.

Selain itu, Pasal 493 PP Nomor 22 Tahun 2021 mengatur pembagian kewenangan pengawasan berdasarkan pihak yang menerbitkan Persetujuan Lingkungan.

Atas dasar itu, AJAL meminta penjelasan yang lebih konkret mengenai perusahaan yang dimaksud.

“Siapa yang menerbitkan Persetujuan Lingkungannya? Berdasarkan itu, siapa yang mempunyai kewenangan pengawasan? Kalau memang Pemerintah Pusat, kami tidak mempersoalkan. Tetapi harus jelas siapa yang melakukan pengawasan dan apa hasilnya,” tegas Iskaruddin.

Ia mengatakan, permintaan AJAL bukan untuk mencari kesalahan pihak tertentu, melainkan memastikan informasi mengenai pengawasan lingkungan dapat ditelusuri.

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui bagaimana pengawasan terhadap kegiatan usaha yang berpotensi berkaitan dengan lingkungan di daerah dilakukan.

AJAL Lutim menyatakan mengapresiasi DLH yang telah memberikan respons dan sejumlah dokumen atas permintaan informasi publik tersebut.

Dokumen itu kini akan dikonsolidasikan dan dipelajari bersama organisasi yang tergabung dalam AJAL.

Telaah akan dilakukan untuk melihat kelengkapan dokumen, substansi informasi, serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.

“Dokumen yang sudah diberikan akan kami pelajari bersama. Kalau lengkap dan sesuai, tentu kami catat. Tetapi kalau masih ada yang belum jelas, belum lengkap, atau ada hal yang perlu diklarifikasi, kami akan tindak lanjuti melalui mekanisme yang tepat,” jelas Iskaruddin.

AJAL juga mencermati ketentuan terbaru mengenai pengawasan lingkungan hidup, termasuk Permen LH/BPLH Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pengawasan Lingkungan Hidup dan Sanksi Administratif.

Regulasi tersebut mengatur berbagai mekanisme pengawasan, termasuk pemeriksaan kepatuhan, pengawasan rutin maupun berdasarkan kejadian tertentu, penyusunan berita acara dan laporan hasil pengawasan, hingga mekanisme pelaporan.

Bagi AJAL, keberadaan regulasi tersebut membuat pelaksanaan pengawasan perlu dapat ditelusuri melalui dokumen yang jelas.

“Yang kami cari bukan sekadar jawaban administratif. Kami ingin mengetahui bagaimana pengawasan itu benar-benar berjalan,” katanya.

Iskaruddin menilai jangan sampai pembagian kewenangan justru membuat publik kesulitan mengetahui siapa yang bertanggung jawab melakukan pengawasan dan bagaimana hasilnya.

“Jangan sampai pusat mengatakan ini kewenangan pusat, daerah mengatakan bukan kewenangan daerah, sementara aktivitas perusahaan terus berjalan dan masyarakat tidak mengetahui bagaimana pengawasannya dilakukan,” pungkasnya.

(Red)

Jumat, 25 September 2026

AMIKAPEDIA 2026, STMIK Amika Soppeng Dorong Mahasiswa Tak Sekadar Jadi Pengguna Teknologi


Soppeng, Teropongsulawesi.com, STMIK Amika Soppeng mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai modal menciptakan inovasi dan membangun usaha.

Pesan tersebut mengemuka dalam Kuliah Umum 2026 bertajuk “AMIKAPEDIA: Preparing Young Technopreneurs for the Digital Future” yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya STMIK Amika Soppeng memperkuat wawasan mahasiswa terkait perkembangan teknologi sekaligus peluang kewirausahaan di tengah transformasi digital.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd., saat memberikan opening speech mengatakan, perkembangan teknologi telah membawa perubahan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia kerja dan bisnis.

Karena itu, kata dia, generasi muda perlu memiliki kemampuan beradaptasi dan meningkatkan kompetensi agar mampu menghadapi persaingan yang semakin terbuka.

“Perkembangan teknologi tidak hanya mengubah cara kita bekerja, tetapi juga menuntut peningkatan kualitas generasi muda agar mampu bersaing secara global,” ujar Nur Alim.

Sementara itu, Ketua Yayasan Nabigh Akademik Prof. Dr. H. Imran Ismail, M.S., dalam keynote speech menyoroti besarnya peluang yang tersedia bagi generasi muda dalam ekosistem digital.

Menurutnya, perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan ekonomi kreatif menjadi bagian penting dari perubahan yang harus dipahami oleh mahasiswa.

Kuliah umum tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembahasan yang lebih aplikatif. Dua narasumber, Nurhidayah Jafar, S.E., M.Ak. dan Chyntia Bella Aprilia, mengajak peserta memahami konsep technopreneurship serta strategi memanfaatkan platform digital dalam membangun dan mengembangkan bisnis.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dan dipandu Subhan Akbar Abbas, S.E., M.M. sebagai moderator. Sementara Firdayani, S.Pd., M.Pd. bertindak sebagai host.

Melalui AMIKAPEDIA 2026, STMIK Amika Soppeng memperkuat komitmennya sebagai “Kampus Technopreneur”.

Konsep tersebut diarahkan untuk membentuk mahasiswa yang memiliki kemampuan teknologi sekaligus keberanian mengembangkan gagasan menjadi inovasi dan peluang usaha.

Di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, mahasiswa diharapkan mampu mengambil posisi sebagai generasi yang adaptif, kreatif, dan produktif dalam memanfaatkan ruang digital.

(Red)

Disdikbud Soppeng Perkuat PAUDHI, 54 Kepala Satuan Ikuti Bimtek


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng memperkuat implementasi Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas pada satuan PAUD.

Kegiatan tersebut dibuka Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd., di TK Negeri Pembina Watansoppeng, Jalan Kayangan, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Jumat (25/9/2026).

Sebanyak 54 peserta dari unsur Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Soppeng mengikuti kegiatan tersebut.

Bimtek berlangsung selama dua hari, 25–26 September 2026, dengan fokus memperkuat peran komunitas belajar (kombel) kepala satuan PAUD dalam penerapan standar layanan anak usia dini.

Dalam arahannya, Nur Alim mengingatkan bahwa pendidikan anak usia dini harus diberikan secara menyeluruh. Menurutnya, layanan PAUD tidak cukup hanya menitikberatkan pada pembelajaran dan perkembangan kognitif anak.

“Penyelenggaraan PAUD harus mencakup pemenuhan hak esensial anak secara menyeluruh, yang meliputi layanan kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, hingga perlindungan melalui 8 indikator PAUDHI,” ujarnya.

Ia meminta kepala satuan PAUD memastikan prinsip tersebut diterapkan dalam pengelolaan satuan pendidikan.

Nur Alim juga menekankan pentingnya optimalisasi komunitas belajar sebagai ruang kolaborasi antarkepala satuan PAUD.

Menurutnya, kombel dapat dimanfaatkan untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi satuan pendidikan, mengevaluasi capaian pemenuhan indikator PAUDHI, serta berbagi praktik baik.

“Komunitas belajar harus menjadi wadah yang efektif untuk berdiskusi, mengevaluasi capaian, dan merumuskan solusi bersama terhadap berbagai tantangan di lapangan,” katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus mengawal peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.

Penguatan tersebut diharapkan mampu mendorong layanan pendidikan anak usia dini yang semakin bermutu, merata, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Melalui Bimtek ini, para peserta diharapkan dapat membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.

Upaya tersebut diharapkan memperkuat terwujudnya layanan PAUD yang mampu mendukung anak-anak Soppeng tumbuh sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia.

(Red)

Kamis, 24 September 2026

Perubahan APBD Soppeng 2026 Disepakati, Bupati Suwardi Minta OPD Tak Lagi Lambat Bergerak


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Setelah Perubahan APBD Kabupaten Soppeng Tahun Anggaran 2026 memasuki tahap penetapan, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng meminta seluruh perangkat daerah segera mempercepat pelaksanaan program yang telah dianggarkan.

Penegasan itu disampaikan Suwardi dalam Rapat Paripurna Tingkat II DPRD Kabupaten Soppeng, Jumat (25/9/2026), dengan agenda pengambilan keputusan atas Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Soppeng yang telah bersama-sama membahas perubahan APBD tersebut.

Menurut Suwardi, proses pembahasan anggaran merupakan bagian dari upaya menyatukan langkah pemerintah daerah dan DPRD agar kebijakan fiskal tetap menjawab kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Namun, setelah tahapan pembahasan dan pengambilan keputusan dilakukan, perhatian kini diarahkan pada pelaksanaan.

Suwardi meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak menunda program dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam perubahan APBD.

“Seluruh OPD harus segera melakukan langkah percepatan terhadap program dan kegiatan yang telah ditetapkan,” kata Suwardi.

Ia menekankan, percepatan bukan berarti mengabaikan kualitas maupun aturan. Setiap kegiatan tetap harus dilaksanakan tepat sasaran, berkualitas dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain mendorong percepatan belanja daerah, Suwardi juga memberikan perhatian terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam meningkatkan pendapatan.

Perangkat daerah yang memiliki tugas dan fungsi pengelolaan pendapatan diminta melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan secara terukur.

Bupati mengingatkan, peningkatan pendapatan daerah harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat.

“Saya kembali menegaskan pentingnya memperkuat intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah secara terukur tanpa memberikan beban yang tidak semestinya kepada masyarakat,” ujarnya.

Suwardi menilai pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Dibutuhkan sinergi antara eksekutif, legislatif, dunia usaha dan masyarakat agar kebijakan yang telah dituangkan dalam APBD dapat memberikan hasil yang nyata.

Ia berharap perubahan APBD 2026 menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, mempercepat pelayanan serta memastikan anggaran benar-benar diarahkan pada kebutuhan masyarakat.

“Pembangunan yang benar-benar bermanfaat dan dapat dirasakan oleh masyarakat,” menjadi salah satu penekanan dalam sambutan Bupati.

Setelah disepakati dalam rapat paripurna, Rancangan Perda tentang Perubahan APBD 2026 selanjutnya disampaikan kepada Gubernur Sulawesi Selatan untuk dievaluasi.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar tindak lanjut dan penyempurnaan bersama antara Badan Anggaran DPRD Kabupaten Soppeng dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

Rapat paripurna turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Soppeng, unsur Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng, Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng, Pj. Sekretaris Daerah, jajaran pejabat lingkup Pemkab Soppeng, insan pers serta masyarakat.

(Red)

Maulid Akbar Ganra Jadi Momentum Kebersamaan, Bupati Suwardi Ajak Pemerintah dan Warga Terus Bersinergi


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Maulid Akbar Nabi Besar Muhammad SAW tingkat Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng, menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Kegiatan yang digelar Kamis (24/9/2026) tersebut untuk pertama kalinya dilaksanakan secara akbar di tingkat Kecamatan Ganra. Ratusan warga dari berbagai wilayah hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, turut hadir bersama jajaran pemerintah daerah. Kehadiran Bupati di tengah masyarakat menjadi bagian dari momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan warga.

Maulid Akbar tersebut mengangkat tema “Dengan Cinta dan Keteladanan Rasulullah SAW, Memperkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Persatuan dan Kebersamaan.”

Pesan yang diusung melalui tema tersebut kemudian terlihat dalam pelaksanaan kegiatan. Pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga warga bersama-sama mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan.

Bupati Suwardi menekankan pentingnya kebersamaan dan gotong royong sebagai bagian dari kekuatan dalam membangun Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, pemerintah dan masyarakat perlu terus berjalan beriringan. Komunikasi dan sinergi yang terjaga akan menjadi modal penting dalam menjalankan berbagai program pembangunan daerah.

Camat Ganra Nurul Azmi, S.IP, mengungkapkan bahwa Maulid Akbar tersebut terlaksana melalui kerja sama seluruh desa di Kecamatan Ganra.

“Pelaksanaan Maulid Rasulullah SAW ini merupakan hasil kerja sama seluruh desa yang ada di Kecamatan Ganra. Ini adalah bentuk kebersamaan dan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat,” katanya.

Keterlibatan seluruh desa menunjukkan kuatnya semangat kolektif masyarakat Ganra. Tidak hanya pemerintah, masyarakat turut berperan dalam mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan tersebut.

Selain dihadiri Bupati Soppeng, kegiatan juga dihadiri Camat Ganra, para kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat serta ratusan warga.

Maulid Akbar tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

Nilai persaudaraan, kepedulian, persatuan dan gotong royong diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Bagi Ganra, Maulid Akbar kali ini menjadi lebih dari sekadar peringatan keagamaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang bertemunya pemerintah dan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan.

Semangat itulah yang diharapkan terus terjaga sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun Kabupaten Soppeng.

(Red)

BRI Soppeng Sambangi BPN, Bahas Penguatan Sinergi dan Pelayanan Publik


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemimpin Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Soppeng, Rahmatulloh Habibi, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Soppeng, Kamis (24/9/2026).

Kunjungan yang berlangsung di Kantor BPN Soppeng, Jalan Salotungo, Kelurahan Lalabata Rilau, itu disambut Kepala BPN Soppeng, Agustini Pujiastuti, S.H., M.M., bersama jajaran.

Kehadiran pimpinan BRI Soppeng tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada BPN dalam momentum Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru).

Dalam pertemuan itu, Rahmatulloh Habibi menekankan pentingnya menjaga komunikasi dan kerja sama antara perbankan dengan lembaga pertanahan. Menurutnya, sinergi kedua institusi memiliki keterkaitan dengan berbagai layanan yang dibutuhkan masyarakat.

“Melalui momentum perayaan Hantaru ini, kami berharap sinergitas dan kolaborasi yang telah terjalin dengan baik antara BRI dan BPN Soppeng dapat terus ditingkatkan demi mendukung percepatan ekonomi daerah serta pelayanan terbaik bagi masyarakat Soppeng,” ujar Rahmatulloh.

Ia menyebut sejumlah aspek seperti hak tanggungan, legalitas aset, serta akses layanan keuangan membutuhkan dukungan koordinasi yang baik antara pihak perbankan dan BPN.

Sementara itu, Agustini Pujiastuti mengapresiasi kunjungan jajaran BRI Soppeng. Ia mengatakan BPN terus berkomitmen memberikan pelayanan publik yang berkualitas di bidang pertanahan dan tata ruang.

“Hubungan kemitraan yang baik dengan berbagai pihak, termasuk sektor perbankan, akan terus kami jaga untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akrab. Kedua pihak juga melakukan diskusi mengenai penguatan kolaborasi dan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bagian dari rangkaian silaturahmi BRI Soppeng dengan BPN Kabupaten Soppeng.

(Red)

Kopdar 100 BRILinkers Soppeng, BRI Bongkar Strategi Tingkatkan Transaksi dan Layanan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Sebanyak 100 agen BRILink dari berbagai wilayah di Kabupaten Soppeng berkumpul dalam Kopi Darat (Kopdar) BRILinkers yang digelar di Hotel Maryam, Rabu malam (24/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang konsolidasi antara BRI dan para agen BRILink untuk membahas perkembangan bisnis, peningkatan transaksi, sekaligus strategi memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Hadir dalam kegiatan itu Pemimpin Cabang BRI Soppeng Rahmatulloh Habibi, Manajer Bisnis Mikro (MBM) Yusriadi Muliyadi, perwakilan Regional Office (RO) Makassar Yusram Purwanta, serta Asisten Manajer Pemasaran Mikro (AMPM) Aswasi Samad.

Kehadiran jajaran manajemen BRI menunjukkan bahwa keberadaan agen BRILink tidak hanya dipandang sebagai jaringan transaksi, tetapi juga sebagai bagian penting dalam memperluas akses layanan perbankan di tengah masyarakat.

Pemimpin Cabang BRI Soppeng Rahmatulloh Habibi mengatakan, Kopdar digelar untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi langsung dengan para agen.

Menurutnya, pertemuan tersebut penting untuk mengetahui kondisi yang dihadapi BRILinkers sekaligus menyampaikan perkembangan dan strategi pengembangan layanan.

“Melalui kegiatan ini, kami menyampaikan berbagai informasi terkait perkembangan BRILink, peningkatan transaksi, serta strategi untuk meningkatkan aktivitas agen dan pelayanan kepada nasabah,” kata Rahmatulloh.

Ia menekankan bahwa peningkatan transaksi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan.

Sebab, pelayanan yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan dan loyalitas nasabah agar tetap menggunakan layanan BRILink secara berkelanjutan.

Tidak berhenti pada pemaparan materi, kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis. Para agen diberikan kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan aktivitas BRILink di lapangan.

Sejumlah kendala teknis dan operasional dibahas bersama. Pihak BRI juga memberikan respons dan solusi terhadap persoalan yang disampaikan para agen.

Forum tersebut sekaligus menjadi ruang bertukar pengalaman antarsesama BRILinkers. Berbagai dinamika yang terjadi di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pola pelayanan dan pengembangan usaha agen.

Melalui Kopdar ini, BRI Soppeng mendorong para BRILinkers untuk terus mengembangkan kapasitas bisnis, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas jangkauan transaksi keuangan masyarakat.

Dengan semakin kuatnya komunikasi antara BRI dan agen, ekosistem BRILink di Soppeng diharapkan semakin berkembang dan mampu menjawab kebutuhan transaksi masyarakat secara lebih dekat, cepat, dan berkelanjutan.

(RaT)

Pattaungeng Tetap Hidup, Wabup Selle Hadir di Tengah Masyarakat Tottong


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Warisan budaya masyarakat Desa Tottong, Kecamatan Donri-Donri, kembali digelar melalui pesta adat Pattaungeng, Kamis (24/9/2026). Momentum tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle.

Kehadiran Wabup Selle di tengah masyarakat menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberadaan tradisi lokal yang masih dipertahankan hingga saat ini.

Pesta adat Pattaungeng bukan hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga menjadi momentum masyarakat untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil bumi yang diperoleh. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, penghormatan terhadap warisan leluhur serta doa untuk keselamatan dan keberkahan masyarakat.

Sejak pagi, masyarakat bersama tokoh adat dan tokoh masyarakat berkumpul mengikuti rangkaian kegiatan. Suasana kekeluargaan dan gotong royong terlihat mewarnai pelaksanaan pesta adat tersebut.

Dalam kesempatan itu, Selle KS Dalle menyampaikan penghargaan kepada masyarakat Desa Tottong yang masih mempertahankan tradisi di tengah perubahan zaman.

Menurutnya, keberadaan budaya lokal merupakan bagian penting dari identitas sebuah daerah. Karena itu, tradisi yang telah diwariskan para leluhur perlu dirawat bersama dan diperkenalkan kepada generasi muda.

“Pemerintah Daerah mengapresiasi setinggi-tingginya semangat warga Desa Tottong dalam melestarikan pesta adat Pattaungeng ini,” ujar Selle.

Ia menambahkan, Pattaungeng memiliki nilai sosial yang kuat karena mampu mempertemukan masyarakat dalam satu ruang kebersamaan.

“Tradisi ini bukan hanya sekadar ritual kebudayaan, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi, menjaga persatuan, serta menjadi potensi pariwisata budaya yang bernilai tinggi bagi Kabupaten Soppeng,” katanya.

Selle berharap masyarakat tetap menjaga keberlangsungan tradisi tersebut dan melibatkan generasi muda dalam setiap proses pelestariannya.

Dengan keterlibatan generasi penerus, Pattaungeng diharapkan tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap hidup sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Desa Tottong sekaligus menjadi kekayaan budaya Kabupaten Soppeng.

Pelaksanaan pesta adat tersebut pun menjadi pengingat bahwa kemajuan zaman tidak harus menghapus akar budaya. Justru, kearifan lokal dapat menjadi identitas yang memperkuat karakter masyarakat dan daerah.

(Red)

Rabu, 23 September 2026

Di Hadapan Ribuan Warga Marioriawa, Bupati Soppeng Soroti Potensi Pertanian dan Bioetanol


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyampaikan sejumlah pesan pembangunan saat menghadiri Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1448 H tingkat Kecamatan Marioriawa di Lapangan Lade' Welonge, Desa Laringgi, Rabu (23/9/2026).

Di hadapan lebih dari 1.000 masyarakat yang hadir, Suwardi mengajak warga menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat ukhuwah, empati dan semangat gotong royong.

Maulid Akbar tersebut mengangkat tema “Meneladani Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Masyarakat yang Rahmatan Lil Alamin.”

Bupati mengatakan keteladanan Rasulullah SAW harus tercermin dalam kehidupan masyarakat, terutama melalui sikap saling menghormati, kepedulian dan kebersamaan.

Semangat tersebut, kata Suwardi, sejalan dengan nilai Yassisoppengi yang menjadi salah satu modal sosial masyarakat dalam membangun Kabupaten Soppeng.

“Pembangunan daerah membutuhkan kebersamaan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” ujarnya.

Selain berbicara mengenai nilai-nilai keagamaan, Suwardi memaparkan sejumlah program pembangunan yang tengah dilakukan pemerintah daerah.

Ia menyebut keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemerintah. Namun, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tetap diupayakan melalui sinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi.

Beberapa di antaranya pembangunan CT Scan dan fasilitas penyimpanan darah di RSUD La Temmamala, peningkatan sejumlah ruas jalan melalui dukungan anggaran pusat dan provinsi, serta pembangunan Sekolah Rakyat.

Pada sektor pertanian, Pemkab Soppeng juga mendapatkan dukungan anggaran untuk optimasi lahan rawa dan nonrawa, termasuk sarana pendukung pertanian dan program listrik masuk sawah.

Potensi Laringgi untuk Bioetanol

Suwardi secara khusus menyoroti potensi pertanian di Kecamatan Marioriawa. Menurutnya, wilayah tersebut memiliki lahan yang dapat dikembangkan untuk mendukung program pemerintah, termasuk pengembangan komoditas bahan baku bioetanol.

Ia mengatakan pemerintah pusat tengah menyiapkan pengembangan bahan baku energi berbasis komoditas pertanian, seperti tebu dan umbi-umbian.

Karena itu, potensi lahan yang belum termanfaatkan di Marioriawa perlu diidentifikasi agar dapat dikelola secara optimal dan sesuai dengan ketentuan.

“Potensi yang ada harus kita lihat dan kelola dengan baik sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Bupati.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam Maulid Akbar tersebut tidak berhenti pada kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah.

“Dengan semangat gotong royong dan Yassisoppengi, mari kita terus bersinergi membangun Soppeng yang lebih maju dan berdaya saing,” tuturnya.

Maulid Akbar tingkat Kecamatan Marioriawa turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD Soppeng, jajaran kepala OPD, Kapolsek Marioriawa, Kepala KUA Marioriawa, para kepala desa/lurah, kepala sekolah serta masyarakat se-Kecamatan Marioriawa.

(Red)

Koperasi Mawar Buka Babak Baru, Hj Suarni Dorong Unit Toko Jadi Penggerak Usaha


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Setelah sempat terhenti selama beberapa tahun, Koperasi Wanita PKK Mawar Kabupaten Soppeng kembali menata langkah. Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 menjadi momentum untuk menghidupkan kembali organisasi sekaligus membuka babak baru pengembangan usaha koperasi.

RAT yang dirangkaikan dengan pemilihan dan pelantikan pengurus periode 2026–2028 digelar di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Rabu (23/9/2026).

Dalam forum tersebut, Ny. Nurjannah Chair dipercaya memimpin Koperasi Wanita PKK Mawar untuk periode 2026–2028, menggantikan Ny. Hermawati Dipa, S.Pd.

Koperasi Wanita PKK Mawar telah memiliki badan hukum sejak 10 Juni 1991. Hingga Tahun Buku 2025, koperasi tersebut tercatat memiliki 343 anggota.

Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, mengatakan kebangkitan koperasi harus menjadi momentum untuk membangun kembali kepercayaan dan partisipasi anggota.

Menurutnya, RAT kali ini memiliki arti lebih dari sekadar agenda organisasi.

“RAT hari ini memiliki makna yang istimewa, karena bukan sekadar forum evaluasi tahunan, melainkan juga menjadi penanda kebangkitan kembali Koperasi Mawar setelah masa vakum tersebut,” ujar Hj. Suarni.

Ia menekankan pentingnya tata kelola yang sehat dalam menjalankan koperasi. Pengurus dituntut bekerja secara amanah, jujur dan transparan serta menjaga komunikasi dengan anggota.

Di sisi usaha, Koperasi Mawar juga mengambil arah baru. Usaha simpan pinjam yang sebelumnya dijalankan akan diarahkan menuju pengembangan unit toko sebagai sumber pendapatan utama koperasi.

Hj. Suarni meminta pengurus tidak terburu-buru membuka usaha tanpa perencanaan. Kebutuhan modal, lokasi, jenis barang, potensi pasar hingga sistem pencatatan keuangan harus dihitung secara matang.

Langkah tersebut dinilai penting agar unit toko tidak sekadar menjadi aktivitas baru, tetapi mampu berkembang dan menghasilkan manfaat bagi anggota.

Hj. Suarni juga mengajak seluruh pengurus TP PKK Kabupaten Soppeng untuk bergabung sebagai anggota Koperasi PKK Mawar. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat kembali basis koperasi.

Selain itu, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Soppeng diminta terus memberikan pendampingan. Audit dan pelatihan manajemen bagi pengurus menjadi bagian yang dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan koperasi.

Pengalaman vakum, kata Hj. Suarni, harus menjadi pelajaran agar roda organisasi tidak kembali berhenti.

“Jangan biarkan Mawar vakum lagi,” tegasnya.

Ia berharap pengurus baru segera bekerja dan menjalankan hasil RAT secara konsisten sehingga Koperasi Wanita PKK Mawar tidak hanya kembali aktif secara organisasi, tetapi juga mampu berkembang sebagai wadah usaha yang memberi manfaat nyata bagi anggotanya.

RAT turut dihadiri Kepala Dinas PPK & UKM Kabupaten Soppeng, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng dr. Hj. Rahmawati Selle, Ketua Dekopinda Kabupaten Soppeng serta anggota Koperasi Wanita PKK Mawar.

(RAT)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved