Daerah -->

Senin, 18 Mei 2026

Dilepas Menuju Embarkasi Makassar Bupati Soppeng Doakan 242 Jamaah Haji Jadi Haji Mabrur


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti Lapangan Gasis Watansoppeng, Selasa (19/5/2026), saat Suwardi Haseng melepas secara resmi keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Soppeng menuju Asrama Haji Sudiang Embarkasi Makassar.

Sebanyak 242 jamaah calon haji yang tergabung dalam Kloter 41 dan Kloter 43 diberangkatkan pada kesempatan tersebut. Prosesi pelepasan turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga jamaah yang memadati lokasi acara sejak pagi hari.

Momen keberangkatan itu menjadi salah satu peristiwa penuh emosional bagi para jamaah dan keluarga. Sejumlah keluarga tampak mengiringi keberangkatan dengan doa dan air mata haru, berharap para jamaah diberikan kesehatan serta kelancaran selama menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

Dalam laporannya, panitia penyelenggara menyebutkan bahwa Kloter 41 terdiri atas 235 jamaah dengan rincian 64 laki-laki dan 171 perempuan. Sementara Kloter 43 berjumlah 7 jamaah yang terdiri dari 3 laki-laki dan 4 perempuan.

Jamaah calon haji asal Kabupaten Soppeng berasal dari delapan kecamatan. Kecamatan Marioriwawo menjadi penyumbang jamaah terbanyak dengan 102 orang, disusul Kecamatan Ganra sebanyak 54 orang dan Donri-Donri 40 orang. Selanjutnya Kecamatan Lilirilau 17 orang, Lalabata 15 orang, Marioriawa 3 orang, serta masing-masing 2 jamaah dari Kecamatan Citta dan Liliriaja.

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh jamaah calon haji, mulai dari proses pemberangkatan hingga kepulangan ke tanah air.

“Pelepasan jamaah haji ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bentuk perhatian dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan seluruh jamaah dapat berangkat dengan aman, nyaman, dan terlayani dengan baik,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para jamaah agar menjaga kondisi kesehatan, mengatur pola istirahat, serta menjaga kekompakan selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan sempurna.

Selain itu, Suwardi Haseng meminta para jamaah untuk selalu menaati arahan petugas haji dan menjaga citra baik daerah maupun bangsa Indonesia selama berada di Arab Saudi.

“Bapak dan ibu adalah duta daerah dan bangsa. Tunjukkan sikap yang baik, saling membantu sesama jamaah, dan perbanyak ibadah agar kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bupati Soppeng juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh jamaah diberi kekuatan, kesehatan, keselamatan, dan kemudahan selama menjalankan ibadah haji.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Soppeng, kami mengucapkan selamat jalan kepada seluruh jamaah calon haji. Semoga diberikan kelancaran dalam beribadah dan kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat,” tuturnya.

Usai prosesi pelepasan, suasana hangat terlihat ketika Bupati Soppeng bersama Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng menyapa langsung para jamaah satu per satu. Banyak jamaah tampak tersenyum bahagia dan antusias mendapatkan perhatian langsung dari pimpinan daerah tersebut.

Sebelum bertolak menuju Makassar, Bupati bersama para jamaah juga melaksanakan salat subuh berjamaah di Gedung Lapatau Watansoppeng sebagai bentuk doa bersama demi kelancaran perjalanan ibadah haji tahun ini.

Berdasarkan jadwal keberangkatan, rombongan jamaah dijadwalkan tiba di Asrama Haji Sudiang Embarkasi Makassar pada Selasa siang pukul 14.00 WITA.

Kloter 41 selanjutnya dijadwalkan berangkat menuju Madinah pada Rabu (20/5/2026) pukul 13.35 WITA. Kloter tersebut merupakan kloter gabungan yang juga diisi jamaah dari Kabupaten Gowa sebanyak 59 orang, Kabupaten Maros 1 orang, dan Kota Parepare 92 orang.

Sementara itu, Kloter 43 yang berjumlah 7 jamaah dijadwalkan bertolak menuju Madinah pada Kamis (21/5/2026).

Turut hadir dalam kegiatan pelepasan itu antara lain Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Soppeng, Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, para kepala SKPD, camat, Kapolsek Lalabata, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng.

(Aswan JS)

Aliansi Muak Desak Transparansi, Kejari Luwu Timur Mulai Telusuri Ambulans CSR


Luwu Timur, Teropongsulawesi.com, Polemik pengadaan ambulans Garda Sehat Desa yang bersumber dari program CSR PT Vale Indonesia Tbk menjadi perhatian serius Kejaksaan Negeri Luwu Timur.

Hal tersebut disampaikan langsung Kasi Intel Kejari Luwu Timur, Deri Fuad Rachman saat menerima audiensi Aliansi Masyarakat Luwu Timur Anti Korupsi (Aliansi Muak), Senin (18/05/2026), bersama Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Samuel Arum TF.

Menurut Deri Fuad Rachman, isu ambulans CSR Vale yang ramai diperbincangkan masyarakat saat ini telah masuk dalam perhatian Kejaksaan Negeri Luwu Timur dan sementara dilakukan proses pengumpulan bahan keterangan serta data.

“Isu ambulans yang saat ini ramai telah menjadi atensi kami dan sementara kami lakukan pulbaket dan puldata,” ujar Deri Fuad Rachman.

Ia menjelaskan, proses tersebut masih berada pada tahap awal sehingga seluruh kemungkinan penanganan masih terbuka, termasuk oleh aparat penegak hukum lainnya.

“Dalam tahap ini masih tahap awal. Jadi pihak penyidik kepolisian juga berhak melakukan hal tersebut. Ke depan kita melihat siapa yang lebih dulu menaikkan proses ini ke tahap penyelidikan,” jelasnya.

Deri Fuad Rachman juga menegaskan bahwa polemik ambulans CSR Vale saat ini telah menjadi perhatian Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur.

“Kami tekankan bahwa saat ini persoalan ini telah menjadi atensi bapak Kajari,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Samuel Arum TF menegaskan bahwa penanganan polemik ambulans CSR Vale berbeda dengan perkara dugaan seragam sekolah gratis yang sebelumnya menjadi perhatian publik.

“Kasus ini beda dan penyidikan seragam sekolah gratis tetap berjalan,” tegas Samuel Arum TF.

Usai audiensi, pihak Kejaksaan Negeri Luwu Timur bersama Aliansi Muak juga melakukan pernyataan pers dan menghimbau masyarakat tetap tenang serta mempercayakan proses penanganan kepada aparat penegak hukum.

Sementara itu, Aliansi Muak mengapresiasi penyampaian Kejaksaan yang menyebut polemik ambulans CSR Vale telah memasuki tahap awal penelusuran.

Aliansi juga meminta agar proses penanganan dilakukan secara transparan dan profesional karena persoalan tersebut telah menjadi perhatian publik luas.

Selain audiensi di Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Aliansi Muak juga melakukan audiensi bersama lintas komisi anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur di Ruang Aspirasi DPRD Luwu Timur terkait fungsi pengawasan DPRD terhadap polemik pengadaan ambulans CSR PT Vale.(*)

Sabtu, 16 Mei 2026

Wabup Soppeng Hadiri Peresmian SPPG Eks Polsek Lalabata, Tekankan Penguatan Gizi Masyarakat


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana di Jalan Nene Urang, Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng tampak berbeda pada Sabtu (16/5/2026). Bangunan eks Polsek Lalabata lama yang sebelumnya tidak lagi difungsikan kini resmi dialihfungsikan menjadi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Soppeng.

Peresmian tersebut merupakan bagian dari agenda nasional yang digelar secara serentak, meliputi Panen Raya Jagung Kuartal II, groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini turut diresmikan secara daring oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Di Kabupaten Soppeng, kegiatan peresmian dipusatkan di lokasi eks Polsek Lalabata dengan dihadiri Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Polres Soppeng, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Soppeng menyebut keberadaan SPPG sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pemenuhan gizi masyarakat di daerah.

Ia menegaskan bahwa program tersebut bukan hanya sebatas peresmian fasilitas, tetapi merupakan bagian dari investasi jangka panjang bagi masyarakat.

“Ini bukan sekadar peresmian gedung. Ini adalah investasi masa depan untuk masyarakat, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi dan ketahanan pangan daerah,” ujar Wakil Bupati dalam keterangannya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran SPPG diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih cepat, terarah, dan menjangkau masyarakat secara langsung, khususnya dalam program-program pemenuhan gizi.

Selain peresmian SPPG, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan momentum panen raya jagung yang menjadi simbol optimisme sektor pertanian di Kabupaten Soppeng.

Pemerintah daerah menilai capaian tersebut menunjukkan potensi besar sektor pertanian dalam mendukung ketahanan pangan lokal.

Sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat tani juga menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut.

Kolaborasi ini diharapkan terus diperkuat untuk menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah Kabupaten Soppeng.

Peluncuran serentak 166 SPPG Polri di seluruh Indonesia yang dipimpin secara daring oleh Presiden Republik Indonesia juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini.

Program tersebut dinilai sebagai langkah strategis nasional dalam memperkuat layanan pemenuhan gizi masyarakat di berbagai daerah.

Dengan diresmikannya fasilitas baru tersebut, masyarakat Soppeng menaruh harapan besar terhadap peningkatan layanan sosial serta penguatan program ketahanan pangan di daerah yang dikenal dengan sebutan Bumi Latemmamala itu.

Kegiatan peresmian berlangsung lancar, tertib, dan penuh antusiasme hingga selesai.

(Red)

Selasa, 12 Mei 2026

Jelang Idul Adha, Pemkab Soppeng Perkuat Pengendalian Inflasi dan Dorong Pemanfaatan QRIS


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Soppeng memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah sekaligus mempercepat digitalisasi transaksi keuangan masyarakat. Upaya tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Soppeng, Selasa (12/5/2026).

Pertemuan strategis tersebut tidak hanya membahas pengendalian inflasi, tetapi juga dirangkaikan dengan agenda Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Sinergi ketiga forum itu dilakukan guna memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga sekaligus memperluas penggunaan layanan keuangan digital di tengah masyarakat menjelang momentum hari besar keagamaan.

Bupati Suwardi Haseng dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah harus bergerak cepat dan terukur dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok yang lazim terjadi menjelang Idul Adha.

Menurutnya, terdapat tiga fokus utama yang harus menjadi perhatian seluruh unsur TPID, yakni penguatan strategi pengendalian harga pangan, pemantauan intensif harga kebutuhan pokok di pasar, serta kesiapan menghadapi lonjakan harga sejumlah komoditas utama.

Ia menjelaskan, berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, beberapa komoditas seperti daging sapi, cabai, bawang, dan aneka bumbu dapur cenderung mengalami kenaikan harga cukup signifikan saat memasuki periode hari besar keagamaan nasional.

“TPID harus hadir sebagai garda terdepan untuk memastikan kenaikan harga tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat,” tegasnya.

Selain fokus pada stabilitas harga, Pemerintah Kabupaten Soppeng juga menaruh perhatian serius terhadap percepatan digitalisasi transaksi keuangan daerah.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Selle KS Dalle yang memimpin jalannya rapat.

Ia menekankan bahwa transformasi digital menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi daerah, terutama melalui pemanfaatan QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard dalam aktivitas transaksi sehari-hari masyarakat.

QRIS merupakan standar pembayaran digital nasional yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk mempermudah sistem pembayaran lintas aplikasi dompet digital maupun mobile banking.

Dengan sistem tersebut, masyarakat hanya perlu memindai satu kode QR untuk melakukan transaksi secara cepat, praktis, dan aman.

Menurutnya, penggunaan transaksi non-tunai juga mampu meningkatkan efisiensi pelayanan publik serta memperluas inklusi keuangan masyarakat hingga ke tingkat Desa.

“Digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memberikan kemudahan dan keamanan transaksi bagi masyarakat,” ujarnya dalam forum tersebut.

Pertemuan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Soppeng, antara lain Kapolres, Dandim 1423, dan Kajari Soppeng. Selain itu hadir pula Penjabat Sekretaris Daerah, anggota DPRD, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS), sektor perbankan seperti BRI dan Bank Sulselbar Cabang Soppeng, hingga BUMD PT Lamataesso Mattappaarires.

Kehadiran berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, lembaga statistik, hingga sektor perbankan menunjukkan bahwa pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga.

Langkah antisipatif yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Soppeng ini dinilai penting mengingat momentum Idul Adha biasanya diikuti peningkatan permintaan bahan pangan dan kebutuhan konsumsi masyarakat.

Dengan penguatan koordinasi TPID serta dorongan penggunaan QRIS, pemerintah daerah berharap daya beli masyarakat tetap stabil dan aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih efisien serta modern.

(Silviana)

Kejari Soppeng Musnahkan Barang Bukti 26 Perkara Inkrah, Bupati Suwardi Haseng Tegaskan Dukungan Penegakan Hukum

Soppeng, Teropongsulawesi.com,— Suasana halaman Kantor Kejaksaan Negeri Soppeng, Selasa (12/5/2026), tampak berbeda dari biasanya. Berbagai barang bukti dari puluhan perkara pidana dimusnahkan secara terbuka di hadapan unsur Forkopimda dan aparat penegak hukum.

Dari total 26 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah), kasus narkotika menjadi yang paling dominan. Sebanyak 16 perkara di antaranya berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya penegakan hukum di Kabupaten Soppeng.

Acara dipimpin Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng, Sulta D. Sitohang, dan dihadiri sejumlah pejabat penting lainnya, di antaranya Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng Nurkautsar Hasan, Wakapolres Soppeng Sudarmin, serta Kepala Rutan Kelas IIB Watansoppeng Dedi Nugroho.

Dalam pemusnahan tersebut, aparat memusnahkan sabu seberat 36,97 gram beserta 411 plastik sachet bekas pembungkus narkoba, alat hisap sabu, timbangan digital, dan berbagai barang bukti lainnya dari sejumlah tindak pidana.

Selain perkara narkotika, barang bukti dari kasus pencurian, penganiayaan, pelanggaran Undang-Undang ITE, kekerasan terhadap anak, pelecehan seksual fisik, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga kelalaian berkendara juga turut dimusnahkan.

Proses pemusnahan dilakukan sesuai jenis barang bukti. Narkotika jenis sabu dilarutkan ke dalam air hingga tidak dapat digunakan kembali, sementara barang bukti lainnya dimusnahkan dengan cara dibakar sampai hancur.

Tingginya jumlah perkara narkotika yang ditangani dinilai menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak. Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum diharapkan terus memperkuat pengawasan serta edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Kehadiran Bupati Soppeng dalam kegiatan tersebut dinilai menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan daerah dari ancaman narkotika dan tindak kriminal lainnya.

“Pemusnahan barang bukti ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata komitmen penegakan hukum,” ujar salah seorang peserta kegiatan.

Masyarakat pun berharap pengawasan terhadap peredaran narkotika di wilayah Soppeng semakin diperketat guna menekan angka penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut.

(Silviana Eliza)

Senin, 11 Mei 2026

Ratusan Kelompok Tani di Soppeng Terima Bantuan Benih Padi dan Jagung 2026, Bupati : Penyaluran Benih Harus Sesuai CPCL


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng mulai menyalurkan bantuan benih padi dan jagung tahun 2026 kepada ratusan kelompok tani yang tersebar di berbagai wilayah daerah tersebut. Program bantuan yang bersumber dari APBN Kementerian Pertanian Republik Indonesia itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Penyaluran bantuan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pertemuan Sosialisasi dan Penyerahan Bantuan Benih Padi dan Jagung Tahun 2026 yang digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng di Aula Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Senin (11/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa bantuan benih pemerintah tidak boleh diperjualbelikan maupun dipindahtangankan kepada pihak lain.

Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan agar memastikan distribusi dilakukan sesuai daftar calon penerima dan calon lokasi (CPCL) yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurutnya, bantuan benih merupakan bentuk dukungan pemerintah kepada petani untuk meningkatkan produksi pertanian, sehingga penggunaannya harus tepat sasaran.

“Jangan lagi ada kejadian benih tidak terbagi secara merata sesuai CPCL yang sudah disusun. Bantuan benih pemerintah ini tidak untuk dipindahtangankan, apalagi diperjualbelikan,” tegas Suwardi dalam sambutannya.

Ia juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan bantuan pemerintah dapat menimbulkan konsekuensi hukum dan berdampak terhadap kepercayaan pemerintah pusat kepada Kabupaten Soppeng.

“Kalau bantuan ini disalahgunakan, bukan hanya berdampak hukum, tetapi juga dapat mencoreng nama baik daerah kita di hadapan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Dalam program tahun 2026 tersebut, sebanyak 221 kelompok tani menerima bantuan benih. Rinciannya, 95 kelompok tani memperoleh bantuan benih padi, sementara 126 kelompok tani lainnya menerima bantuan benih jagung.

Pemkab Soppeng menerima alokasi bantuan benih padi untuk lahan seluas 5.716 hektare dengan total benih mencapai 142.900 kilogram. Benih yang disalurkan terdiri dari beberapa varietas unggul, yakni Inpari 32, Mekongga, dan Padjajaran.

Sementara itu, bantuan benih jagung dialokasikan untuk lahan seluas 7.080 hektare dengan jumlah benih sebanyak 106.200 kilogram varietas NK 306.

Suwardi menjelaskan, penggunaan benih unggul menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh kelompok tani penerima.

“Benih unggul berpotensi meningkatkan hasil pertanian dan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian kita,” katanya.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi teknis terkait mekanisme pelaksanaan program bantuan benih tahun 2026.

Sosialisasi dilakukan untuk memastikan seluruh kelompok tani memahami tata cara penyaluran, penggunaan benih, hingga pengawasan distribusi di lapangan.

Kegiatan itu diikuti ratusan peserta yang terdiri atas kelompok tani penerima bantuan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), pengawas benih tanaman, serta unsur penyuluh pertanian lainnya.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap program bantuan benih tersebut dapat mendorong peningkatan produksi pangan daerah, memperkuat ketahanan pangan masyarakat, dan mendukung program nasional menuju swasembada pangan berkelanjutan.

(Red)

Sabtu, 09 Mei 2026

Satlantas Soppeng dan Mahasiswa Turun Langsung Edukasi Warga, Ini Pesan Pentingnya

Soppeng, Teropongsulawesi.com, Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas terus dilakukan jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Soppeng. Kali ini, edukasi langsung menyasar warga Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, melalui kegiatan sosialisasi yang digelar pada Sabtu malam, 9 Mei 2026, sekitar pukul 20.00 WITA.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna tersebut menjadi bagian dari program sosialisasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas) sekaligus pengenalan layanan Call Center 110 Polri kepada masyarakat.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya melibatkan personel kepolisian, tetapi juga menggandeng mahasiswa Universitas Lamappapoleonro sebagai bentuk sinergi edukatif antara aparat penegak hukum dan kalangan akademisi dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Sejak kegiatan dimulai, warga terlihat antusias mengikuti jalannya sosialisasi. Mereka tampak serius mendengarkan berbagai materi yang disampaikan petugas Satlantas terkait pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.

Dalam kesempatan tersebut, petugas juga memberikan pemahaman mengenai penerapan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) yang kini mulai diterapkan untuk meningkatkan disiplin pengendara.

Masyarakat dijelaskan bahwa pelanggaran lalu lintas saat ini dapat terekam secara otomatis melalui perangkat elektronik dan kamera pemantau. Oleh karena itu, seluruh pengguna jalan diimbau untuk selalu mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta lebih berhati-hati saat berkendara.

Selain membahas aturan lalu lintas, sosialisasi juga diisi dengan pengenalan layanan Call Center 110 Polri yang dapat diakses masyarakat secara gratis selama 24 jam penuh.

Petugas menjelaskan bahwa layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan berbagai kondisi darurat maupun kejadian yang membutuhkan kehadiran aparat kepolisian secara cepat.

Mulai dari kecelakaan lalu lintas, tindak kriminalitas, bencana alam, gangguan keamanan, hingga situasi mendesak lainnya, seluruh laporan masyarakat akan ditindaklanjuti melalui layanan tersebut.

Materi sosialisasi disampaikan langsung oleh Kanit Kamsel Satlantas Polres Soppeng, AIPTU H. Mahmuddin Arsyad, bersama personel Satlantas lainnya, yakni AIPDA Armin Arfah dan BRIPDA Anugrah Saputra.

Kehadiran personel kepolisian bersama mahasiswa di tengah masyarakat mendapat sambutan positif dari warga setempat. Banyak warga menilai kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan edukasi secara langsung dan mudah dipahami.

Masyarakat juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin agar kesadaran tertib berlalu lintas semakin meningkat, khususnya di lingkungan pemukiman dan kalangan generasi muda.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, keselamatan berlalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian semata, tetapi memerlukan dukungan dan kesadaran seluruh elemen masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pendekatan preventif dan edukatif akan terus dikedepankan oleh Polres Soppeng guna menekan angka pelanggaran lalu lintas maupun fatalitas kecelakaan di wilayah Kabupaten Soppeng.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas serta tidak ragu memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian,” ujar AKBP Aditya Pradana.

Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antara Polri, mahasiswa, dan masyarakat dalam menjaga keamanan, keselamatan, serta ketertiban berlalu lintas di Kabupaten Soppeng.

(Silviana)

Kamis, 07 Mei 2026

Bupati Soppeng Perkuat Pertanian Modern, Program PM-AAS Resmi Dimulai di Liliriaja

Soppeng, Teropongsulawesi.com, Soppeng kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun sektor pertanian berbasis teknologi. Pemerintah Kabupaten Soppeng resmi memulai program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) melalui kegiatan tanam perdana yang digelar di Kelurahan Apanang, Jumat (8/5/2026).

Pelaksanaan program tersebut dipimpin langsung oleh Suwardi Haseng bersama Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Fadjry Jufri. Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forkopimda, jajaran kementerian, penyuluh pertanian, hingga kelompok tani setempat.

Program PM-AAS menjadi salah satu langkah nyata pemerintah dalam mempercepat transformasi pertanian tradisional menuju sistem pertanian modern yang lebih efisien dan produktif.

Dalam kegiatan tersebut, petani diperkenalkan dengan berbagai teknologi pertanian modern seperti alat tanam mekanis dan penggunaan drone pertanian untuk mendukung pengelolaan sawah.

Bupati Soppeng menilai pemanfaatan teknologi menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan pertanian saat ini, termasuk keterbatasan tenaga kerja dan tuntutan peningkatan produksi pangan.

“Melalui program ini, petani dapat bekerja lebih efektif dengan bantuan mekanisasi dan teknologi modern. Pemerintah juga akan terus melakukan pendampingan agar petani mampu mengikuti perkembangan pertanian saat ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa modernisasi pertanian bukan berarti mengurangi peran petani, melainkan memberikan kemudahan dalam proses budidaya hingga panen.

Keberhasilan uji coba program PM-AAS sebelumnya menjadi alasan utama pemerintah pusat memperluas cakupan program di Kabupaten Soppeng.

Pada tahun 2025, program tersebut diterapkan di lahan seluas 5 hektar di Kecamatan Marioriawa dan berhasil menghasilkan produktivitas padi hingga 10,4 ton per hektar.

Atas capaian tersebut, luas pengembangan program PM-AAS di Soppeng meningkat menjadi 120 hektar pada tahun 2026. Rinciannya, 100 hektar berada di Kecamatan Liliriaja dan 20 hektar di Kecamatan Marioriawa.

Menurut Fadjry Jufri, Kabupaten Soppeng memiliki potensi besar menjadi daerah percontohan pertanian modern di Sulawesi Selatan karena didukung sumber daya pertanian yang cukup baik serta kesiapan petani dalam menerima inovasi teknologi.

Selain Soppeng, program pertanian modern nasional PM-AAS juga diterapkan di beberapa daerah lain di Sulawesi Selatan seperti Sidenreng Rappang, Bone, dan Maros.

Program ini mengedepankan penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, mekanisasi pertanian, serta pemanfaatan teknologi digital dan drone guna meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Pemerintah berharap penerapan PM-AAS mampu meningkatkan produksi padi sekaligus mendukung kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah di masa mendatang.

(Silviana)

Bupati Suwardi Haseng Tegaskan Komitmen Penguatan Talenta ASN Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Suwardi Haseng menghadiri kegiatan Ekspose Manajemen Talenta Instansi Pemerintah Wilayah Sulawesi Selatan yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah kepala daerah se-Sulawesi Selatan sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan sistem manajemen talenta bagi pejabat eselon dan aparatur sipil negara (ASN) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Dalam kesempatan itu, Suwardi Haseng menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berbasis kompetensi.

Menurutnya, penerapan manajemen talenta diharapkan mampu melahirkan aparatur yang unggul, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kolaborasi dan pengembangan talenta menjadi langkah penting menuju birokrasi yang semakin maju dan berdaya saing,” ujar Suwardi.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menekankan bahwa penerapan manajemen talenta sangat penting dalam mempercepat pencapaian visi dan misi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

“Bagaimana kabupaten/kota kita juga mengikuti sistem penerapan manajemen talenta secara penuh. Sistem ini sangat bagus karena mempercepat pelaksanaan visi misi Bapak Presiden di daerah maupun di provinsi,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menerapkan sistem manajemen talenta secara penuh bagi pejabat dan ASN.

Menurut Prof. Zudan, penerapan manajemen talenta menjadi strategi penting dalam mempercepat pencapaian visi dan misi kepala daerah melalui penyiapan kader-kader ASN terbaik.

“Dengan manajemen talenta, visi misi kepala daerah bisa lebih cepat tercapai karena dijalankan oleh kader-kader terbaik. Ke depan, kalau sistem ini sudah matang, maka mencari kader pemimpin birokrasi akan jauh lebih mudah,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah berhasil menerapkan sistem manajemen talenta pada pejabat eselon II, III, dan IV sejak 2025 hingga awal 2026.

(Silviana) 

Selasa, 05 Mei 2026

Mewakili Bupati, Pj Sekda Soppeng Lepas 333 Jemaah Calon Haji Kloter 21


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng secara resmi melepas keberangkatan sebanyak 333 Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kloter 21 musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Selasa (5/5/2026).

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di Lapangan Gasis Watansoppeng, Selasa (5/5/2026), diselimuti suasana haru, doa, dan harapan dari keluarga yang turut mengantar.

Sejak pagi hari, ratusan jemaah bersama keluarga telah memadati lokasi acara. Tangis haru dan pelukan hangat mewarnai momen perpisahan, sementara lantunan doa dipanjatkan demi kelancaran perjalanan menuju Tanah Suci.

Para jemaah tampak mengenakan pakaian seragam haji, membawa koper serta perlengkapan ibadah, siap menjalani rukun Islam kelima.

Mewakili Bupati Soppeng, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Drs. Andi Muhammad Surahman, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus pesan penting kepada seluruh jemaah.

Ia mengingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan mental, kesabaran, serta keikhlasan.

“Pemerintah Kabupaten Soppeng mengucapkan selamat jalan kepada seluruh jemaah. Kami mendoakan agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan lancar, diberikan kesehatan, serta kembali ke tanah air dalam keadaan selamat dan memperoleh predikat haji yang mabrur,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan selama berada di Tanah Suci.

Menurutnya, kebersamaan dan saling tolong-menolong menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan selama pelaksanaan ibadah haji, mengingat padatnya aktivitas serta perbedaan kondisi lingkungan.

Sebanyak 333 jemaah yang diberangkatkan terdiri dari 93 laki-laki dan 240 perempuan.

Mereka dijadwalkan tiba di Asrama Haji Sudiang Embarkasi Makassar pada pukul 14.00 WITA di hari yang sama, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Madinah pada Rabu (6/5/2026) pukul 13.35 WITA.

Dalam Kloter 21 ini, jemaah asal Kabupaten Soppeng akan bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Gowa sebanyak 31 orang serta Kabupaten Enrekang sebanyak 23 orang.

Kebersamaan lintas daerah ini diharapkan semakin mempererat ukhuwah Islamiyah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Pemerintah daerah juga memastikan bahwa seluruh jemaah telah melalui proses persiapan yang matang, mulai dari manasik haji, pemeriksaan kesehatan, hingga kelengkapan administrasi.

Hal ini dilakukan guna memastikan para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan optimal.

Sementara itu, untuk gelombang berikutnya, pemberangkatan jemaah calon haji asal Kabupaten Soppeng dijadwalkan pada 19 Mei 2026 melalui Kloter 41 dan 43 dengan total 235 jemaah.

Turut hadir dalam prosesi pelepasan tersebut sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Soppeng, Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, para kepala SKPD, para camat, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng.

Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan moral sekaligus doa bagi kelancaran ibadah para jemaah.

Dengan iringan doa dan harapan dari seluruh masyarakat, keberangkatan jemaah calon haji ini diharapkan menjadi awal perjalanan spiritual yang penuh berkah, serta membawa pulang pengalaman religius yang mendalam bagi kehidupan ke depan.

(Silviana)

Minggu, 03 Mei 2026

Sekda Soppeng Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tekankan Kolaborasi Pendidikan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Soppeng, H. Andi Muhammad Surachman, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Soppeng, Senin (4/5/2026).

Upacara yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tersebut dihadiri unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan BUMN dan BUMD, Dewan Pendidikan, PGRI, serta insan pendidikan dari jenjang TK hingga SMA.

Dalam rangkaian kegiatan, Sekda Soppeng menyerahkan penghargaan kepada sejumlah sekolah dan pelajar berprestasi yang telah mengharumkan daerah di tingkat provinsi hingga nasional. Penyerahan dilakukan bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Andi Sumangerukka serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andi Aryadin.

Sejumlah prestasi yang diapresiasi antara lain juara nasional lomba dokumentasi revitalisasi sekolah, festival etnik model, penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi, hingga kompetisi cerdas cermat tingkat nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Amanat tersebut menekankan pentingnya transformasi pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) guna mendorong peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Selain itu, ditegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Peringatan Hardiknas 2026 di Kabupaten Soppeng menjadi bagian dari refleksi bersama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul di tingkat nasional.

(Silviana)

Ratusan Warga Padati FKPPI Fun Run 2026 di Soppeng, Semangat Sehat dan Kebersamaan Menggema



Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat terasa begitu kental dalam gelaran FKPPI Fun Run 2026 yang berlangsung pada Minggu pagi (3/5/2026) di Lapangan Gasis Watansoppeng, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng

Kegiatan yang diinisiasi oleh FKPPI Cabang Soppeng ini sukses menarik perhatian masyarakat luas. Sedikitnya 300 peserta dari berbagai kalangan ambil bagian, mulai dari pelajar, pemuda, hingga masyarakat umum yang sejak pagi telah memadati lokasi kegiatan.

Dengan titik start dan finish di Lapangan Gasis, para peserta menempuh rute yang melintasi sejumlah ruas jalan utama di Kota Watansoppeng, di antaranya Jalan Kesatria, Jalan Pemuda, Jalan Kemakmuran, hingga Jalan Kayangan. Sepanjang rute, suasana berlangsung meriah dengan dukungan warga yang turut memberikan semangat kepada para pelari.

Kegiatan ini juga semakin semarak dengan kehadiran sejumlah pimpinan daerah. Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K hadir langsung bersama Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng Ny. Ageng Aditya. Turut hadir pula Dandim 1423 Soppeng Letkol Inf Eko Yuliyanto, Asisten I Pemkab Soppeng Andi Nurlina Adam, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Soppeng menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menurutnya, olahraga seperti fun run tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam mempererat hubungan sosial.

“Kegiatan ini sangat baik dalam mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, momentum seperti ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antara masyarakat, TNI-Polri, pemerintah daerah, serta organisasi kepemudaan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tingginya partisipasi masyarakat sebagai indikator meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kebersamaan dalam kehidupan sosial.

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng Ny. Ageng Aditya turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Kehadirannya di tengah peserta diharapkan mampu menjadi motivasi, khususnya bagi kaum perempuan, untuk lebih aktif menjaga kesehatan melalui olahraga.

Kegiatan yang berada di bawah tanggung jawab Naharuddin, S.Sos., M.Si selaku panitia pelaksana ini juga semakin menarik dengan adanya berbagai hadiah bagi para pemenang serta doorprize bagi peserta yang beruntung.

Tidak hanya menjadi ajang olahraga, FKPPI Fun Run 2026 juga dinilai sebagai sarana memperkuat sinergitas antar elemen masyarakat. Kolaborasi antara FKPPI, TNI-Polri, dan pemerintah daerah menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat, harmonis, dan kondusif.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Pengamanan dilakukan secara maksimal oleh personel Polres Soppeng berdasarkan Surat Perintah Kapolres Soppeng Nomor: Sprin/267/IV/PAM.3/2026 tertanggal 30 April 2026.

Dengan suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, FKPPI Fun Run diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin yang tidak hanya mempromosikan gaya hidup sehat, tetapi juga mempererat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat Kabupaten Soppeng.

(Red)

Jumat, 01 Mei 2026

Dorong Digitalisasi, Ketua TP PKK Soppeng Minta Pengurus Melek SIM PKK


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng, Hj. Suwarni Suwardi, menegaskan pentingnya tertib administrasi sebagai fondasi utama dalam menjalankan seluruh program PKK secara efektif dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan pembinaan administrasi PKK tingkat kecamatan yang digelar di Aula Kantor Camat Lilirilau, Jumat (1/5/2026). 

Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus TP PKK dari tingkat kecamatan, desa, hingga kelurahan se-Kecamatan Lilirilau.

Dalam sambutannya, Hj. Suwarni menekankan bahwa administrasi bukan sekadar kelengkapan dokumen semata, tetapi merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh program kerja PKK dapat berjalan secara terukur dan terarah.

“Administrasi yang tertib, lengkap, dan berkesinambungan menjadi cerminan tertatanya organisasi. Ini juga menjadi dasar dalam pelaksanaan program, pelaporan kegiatan, monitoring, evaluasi, hingga penyajian data yang akurat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam mendukung kinerja organisasi PKK. Menurutnya, pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen (SIM) PKK menjadi langkah strategis dalam mewujudkan digitalisasi administrasi yang lebih efektif dan efisien.

“Di era sekarang, kita tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya pada sistem manual. Digitalisasi melalui SIM PKK akan sangat membantu dalam koordinasi, pelaporan, dan pengelolaan data yang lebih cepat dan akurat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hj. Suwarni mengajak seluruh pengurus PKK di semua tingkatan untuk terus meningkatkan kapasitas dan komitmen dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK, yang menjadi pilar utama dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

Kegiatan pembinaan ini tidak hanya berlangsung di dalam ruangan. Usai memberikan arahan, Hj. Suwarni bersama jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Soppeng melanjutkan agenda dengan turun langsung ke lapangan.

Mereka melakukan kunjungan ke sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Lilirilau, di antaranya Kelurahan Cabenge, Kelurahan Macanre, Kelurahan Ujung, Kelurahan Pajalesang, serta Desa Baringeng, Desa Kebo, Desa Masing, dan Desa Parenring.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan administrasi PKK di tingkat desa dan kelurahan, sekaligus memberikan pembinaan serta arahan kepada pengurus setempat.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk memastikan bahwa sistem administrasi PKK berjalan optimal hingga ke tingkat paling bawah, serta memperkuat koordinasi antara pengurus kabupaten, kecamatan, dan Desa.

Melalui rangkaian kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Soppeng berharap dapat mendorong terwujudnya organisasi PKK yang tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga tertib administrasi, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

(Silviana) 

Kamis, 30 April 2026

Demo Berujung Ricuh di Takalar, Desakan Penegakan Hukum Menguat


Takalar, Teropongsulawesi.com,– Aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan warga di depan Kantor Bupati Takalar pada Selasa (28/4/2026) berujung ricuh.

Insiden tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Ketua DPP Badan Investigasi Nasional (BIN) PRO LIDIK PRO Sulawesi Selatan, Ismar, S.H., yang menilai tindakan anarkis dalam aksi tersebut telah melanggar hukum dan mencederai nilai demokrasi.

Aksi yang diinisiasi oleh Aliansi Pemuda, Masyarakat, dan Mahasiswa Lintas Laikang (Appamalla) awalnya berlangsung tertib. Massa mulai berkumpul sejak siang hari sekitar pukul 13.30 WITA untuk menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan yang terjadi di wilayah Laikang.

Namun, situasi di lapangan berubah memanas ketika sebagian massa mulai menunjukkan sikap emosional. Ketegangan yang meningkat akhirnya berujung pada tindakan perusakan, di mana pagar utama Kantor Bupati Takalar dilaporkan roboh akibat dorongan massa.

Peristiwa tersebut langsung menjadi sorotan publik. Ismar, S.H. dalam keterangannya menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa kebebasan berpendapat harus tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.

“Negara menjamin hak setiap warga untuk menyampaikan aspirasi. Namun, ketika aksi tersebut berubah menjadi tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum, maka itu sudah masuk dalam ranah pidana,” ujarnya.

Menurut Ismar, tindakan perusakan terhadap fasilitas negara tidak hanya merugikan pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat luas. Ia menekankan bahwa fasilitas tersebut dibangun menggunakan anggaran negara yang bersumber dari pajak rakyat, sehingga harus dijaga bersama.

Lebih lanjut, ia mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya pihak kepolisian di wilayah Takalar, untuk segera melakukan langkah-langkah konkret. Mulai dari penyelidikan mendalam, pengumpulan bukti di lapangan, hingga mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga menjadi provokator dalam aksi tersebut.

Ismar juga mengingatkan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tegas tanpa pandang bulu. Menurutnya, ketegasan aparat sangat diperlukan untuk memberikan efek jera serta mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

“Jika dibiarkan, tindakan seperti ini bisa menjadi preseden buruk bagi demokrasi kita. Penegakan hukum harus berjalan tegas agar ada kepastian dan rasa keadilan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat masih melakukan pendalaman terkait kronologi lengkap kejadian. Aparat juga tengah menghitung total kerugian material yang dialami Pemerintah Kabupaten Takalar akibat insiden tersebut.

Belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pelaku yang diamankan. Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa proses investigasi akan dilakukan secara menyeluruh dan transparan.

Di sisi lain, sejumlah pihak berharap agar ke depan aksi unjuk rasa dapat berjalan lebih tertib dan damai. Dialog konstruktif antara masyarakat dan pemerintah dinilai menjadi solusi yang lebih efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi harus diiringi dengan tanggung jawab, serta penghormatan terhadap hukum dan fasilitas publik.

(Tim)

Polres Soppeng Gelar Apel Pimpinan, Tegaskan Kesiapsiagaan Pengamanan May Day 2026


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei 2026, jajaran Polres Soppeng menggelar apel pimpinan di Lapangan Apel Mako Polres Soppeng pada Jumat pagi.

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis kepolisian dalam memastikan kesiapan personel menghadapi dinamika peringatan May Day, yang di sejumlah daerah kerap diwarnai dengan berbagai aktivitas masyarakat.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., yang dalam arahannya menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam mengantisipasi potensi kerawanan, khususnya terkait aksi unjuk rasa yang lazim terjadi pada momentum Hari Buruh.

Dalam penyampaiannya, Kapolres mengungkapkan bahwa peringatan May Day di berbagai kota besar saat ini tidak hanya diwarnai dengan aksi demonstrasi.

Seiring perkembangan zaman, berbagai elemen buruh mulai mengemas peringatan tersebut melalui kegiatan yang lebih positif dan konstruktif, seperti May Day Fiesta, aksi sosial, hingga pembagian bantuan sembako kepada masyarakat.

Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan strategi efektif dalam menyalurkan aspirasi tanpa memicu konflik, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia pun berharap pola-pola kegiatan positif tersebut dapat menjadi inspirasi dalam menciptakan suasana yang kondusif di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Soppeng.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa dalam pelaksanaan pengamanan, seluruh personel diharapkan mampu mengedepankan sikap profesional, humanis, dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Pendekatan persuasif, kata dia, menjadi kunci utama dalam menjaga situasi tetap terkendali serta menghindari potensi eskalasi di lapangan.

“Pengawalan harus dilakukan secara humanis, dengan komunikasi yang baik dan menghindari tindakan yang dapat memperkeruh situasi,” tegasnya di hadapan peserta apel.

Selain itu, Kapolres juga memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran, khususnya Satuan Intelkam Polres Soppeng, yang dinilai telah menjalankan fungsi deteksi dini dengan optimal.

Upaya tersebut dinilai sangat penting dalam memetakan potensi kerawanan sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan lebih awal.

Ia menilai, keberhasilan menjaga situasi keamanan tidak terlepas dari sinergi yang kuat antar satuan serta kesigapan personel dalam merespons setiap perkembangan situasi di wilayah hukum Polres Soppeng.

Menutup arahannya, Kapolres mengajak seluruh personel untuk terus memperkuat soliditas dan sinergitas, serta senantiasa memanjatkan doa agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Soppeng tetap aman, damai, dan kondusif selama momentum peringatan Hari Buruh berlangsung.

Dengan kesiapan yang matang dan pendekatan yang humanis, Polres Soppeng optimistis peringatan May Day 2026 di wilayahnya dapat berjalan dengan aman serta memberikan rasa nyaman bagi seluruh masyarakat.

(Silviana)

Selasa, 28 April 2026

PB IMPS Periode 2026–2028 Siap Guncang Pergerakan Mahasiswa Soppeng, Awal Baru Penguatan Peran Mahasiswa Soppeng

Makassar, Teropongsulawesi.com, Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (PB IMPS) periode 2026–2028 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (25/4). 

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menandai dimulainya masa bakti kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa organisasi ke arah yang lebih progresif dan berdaya guna.

Pelantikan tersebut dihadiri oleh para Dewan Pembina/Penasehat, serta perwakilan delegasi, beserta organisasi mahasiswa yang turut memberikan dukungan dan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan baru. 

Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan, mencerminkan semangat kebersamaan serta komitmen untuk memajukan organisasi.

Ketua Umum PB IMPS periode 2026–2028, Muhammad Arifin Syam, menegaskan pentingnya peran mahasiswa dan pelajar sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah, khususnya Kabupaten Soppeng.

“Kepengurusan ini diharapkan mampu menghadirkan program kerja yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata bagi Mahasiswa dan masyarakat. Kolaborasi dan solidaritas menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa PB IMPS ke depan akan mengedepankan prinsip profesionalitas, integritas, dan kolaborasi dalam menjalankan roda organisasi. Upaya tersebut akan diwujudkan melalui penguatan program di bidang akademik, sosial, serta pemberdayaan sumber daya manusia, khususnya mahasiswa dan pelajar asal Soppeng.

Muh. Ilham sebagai ketua MPO IMPS juga mengingatkan, "Sebagai Ketua MPO IMPS di momentum pelantikan ini kami harap Pengurus Besar IMPS  kedepan harus menegaskan posisinya sebagai mitra kritis yang konstruktif menjaga independensi, memperkuat basis analisis, serta berperan aktif dalam mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat. Pelantikan ini harus menjadi titik awal kerja nyata organisasi yang tertata, kader yang unggul, dan kontribusi yang terukur." 

Para tamu undangan yang hadir juga menyampaikan harapan agar kepengurusan yang baru mampu menjaga eksistensi organisasi serta terus berinovasi dalam menghadapi tantangan zaman. Dukungan dari berbagai pihak dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat peran PB IMPS sebagai wadah pengembangan generasi muda.

Selain sebagai prosesi pelantikan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pengurus, alumni, dan seluruh elemen organisasi. Momen tersebut dimanfaatkan untuk mempererat hubungan serta membangun sinergi yang berkelanjutan.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, PB IMPS periode 2026–2028 diharapkan dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat Kabupaten Soppeng secara umum.

(Fadly) 

Minggu, 26 April 2026

Kapolsek Donri-Donri Iptu Amat Yani Pimpin Upacara, Ingatkan Bahaya Perilaku Negatif



Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam rangka menanamkan nilai kedisiplinan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sejak dini, Kapolsek Donri-Donri IPTU Amat Yani, S.IP bertindak sebagai pembina upacara pada kegiatan upacara bendera rutin di SMPN 1 Donri-Donri, Dusun Amessangeng, Desa Pising, Kecamatan Donri-Donri, Kabupaten Soppeng, Senin (27/04/2026) pukul 07.00 WITA.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh Kepala Sekolah, para guru, tenaga pendidik, serta seluruh siswa-siswi SMPN 1 Donri-Donri.

Dalam pelaksanaan upacara, Kapolsek Donri-Donri turut didampingi oleh Bhabinkamtibmas Desa Pising Bripka Muh. Qadri yang juga berperan aktif dalam mendukung pembinaan kepada para pelajar.

Dalam amanatnya, IPTU Amat Yani menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah sebagai pondasi utama terciptanya proses belajar mengajar yang aman, nyaman, dan kondusif.

Ia mengajak para siswa untuk menanamkan disiplin sejak dini, menghormati guru, serta mematuhi tata tertib sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang berkualitas.

Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan para pelajar untuk menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan, seperti perundungan (bullying), tawuran pelajar, penyalahgunaan media sosial, hingga pergaulan bebas.

Menurutnya, lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan positif bagi siswa untuk mengembangkan potensi serta meraih cita-cita.

“Adik-adik adalah generasi penerus bangsa. Kalian harus disiplin dalam belajar, menjaga sikap, serta menjauhi pergaulan yang dapat menjerumuskan ke hal-hal negatif.

"Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujar IPTU Amat Yani di hadapan peserta upacara.

Ia juga mengajak para siswa untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan di lingkungan sekolah dengan saling menghargai, menjaga persatuan, serta segera melaporkan kepada guru apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Menurutnya, kesadaran kamtibmas tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat termasuk para pelajar.

Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam dunia pendidikan.

Ia menilai bahwa pembinaan kepada pelajar merupakan langkah strategis dalam membangun generasi muda yang sadar hukum dan berkarakter.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena dapat membangun kedekatan antara Polri dan generasi muda.

"Melalui edukasi sejak dini, para pelajar diharapkan memiliki kesadaran hukum, disiplin, serta mampu menjadi pelopor dalam menjaga keamanan di lingkungannya,” ungkap Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa Polri akan terus hadir memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada pelajar sebagai bagian dari upaya preventif dalam mencegah kenakalan remaja serta pengaruh negatif yang dapat mengganggu masa depan generasi muda.

Menurutnya, sinergi antara pihak kepolisian dan sekolah sangat penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Kepala SMPN 1 Donri-Donri menyambut baik kegiatan tersebut dan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kapolsek Donri-Donri yang telah memberikan motivasi dan pembinaan kepada siswa. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat karakter disiplin serta kesadaran hukum di kalangan pelajar.

Upacara bendera berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Setelah kegiatan selesai, dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara Kapolsek Donri-Donri, pihak sekolah, dewan guru, serta para siswa sebagai bentuk kebersamaan dan sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat semakin memahami pentingnya disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, serta berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

(Red)

Geger! Polisi Turun Langsung ke Desa Pattojo Malam Hari, Mahasiswa KKN Ikut Bergerak, Warga Antusias Dengar Fakta Mengerikan Bahaya Narkoba


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana malam di Lamogo, Desa Pattojo, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, mendadak berbeda pada Minggu (26/4/2026). Warga yang biasanya beraktivitas santai selepas Isya, kali ini berkumpul dalam satu kegiatan penting yang menyita perhatian. Satuan Reserse Narkoba Polres Soppeng bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) menggelar penyuluhan bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang yang berlangsung mulai pukul 20.30 WITA hingga selesai.

Kegiatan ini langsung mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Sejak awal acara, warga tampak memenuhi lokasi penyuluhan untuk mendengarkan pemaparan mengenai ancaman narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan, khususnya bagi generasi muda di pedesaan.

Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Muda yang Berprestasi Tanpa Narkoba”, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Res Narkoba Polres Soppeng, AKP Heriyadi Nur, SE., MM, yang hadir sebagai pemateri utama. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba bukan hanya merusak kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda secara perlahan.

Menurutnya, dampak narkoba terhadap kesehatan sangat serius. Pengguna dapat mengalami kerusakan fungsi otak, penurunan kemampuan berpikir, gangguan daya ingat, hingga kerusakan organ vital. Bahkan, dalam jangka panjang, penyalahgunaan narkoba bisa menyebabkan ketergantungan berat yang sulit disembuhkan serta berpotensi mengancam keselamatan jiwa.

Tak hanya itu, dampak psikologis juga menjadi perhatian utama. Pengguna narkoba umumnya mengalami perubahan perilaku, emosi tidak stabil, serta kehilangan kontrol diri. Kondisi tersebut kerap memicu konflik sosial, tindakan kriminal, hingga putusnya masa depan generasi muda yang seharusnya produktif.

Dalam penyuluhan tersebut juga dijelaskan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga lingkungan sosial. Pengguna cenderung mengalami penurunan tanggung jawab, putus sekolah, kehilangan pekerjaan, serta merusak hubungan keluarga. Bahkan dalam banyak kasus, narkoba menjadi pintu masuk terhadap tindakan kriminal lainnya.

Mahasiswa KKN yang terlibat dalam kegiatan tersebut turut berperan aktif membantu jalannya penyuluhan. Mulai dari koordinasi peserta, pengaturan tempat, hingga mendukung sesi diskusi interaktif antara pemateri dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa dinilai menjadi langkah strategis dalam memperluas edukasi kepada generasi muda.

Dalam kesempatan itu, masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa seluruh ajaran agama melarang penggunaan narkoba karena dampaknya yang merusak diri sendiri dan lingkungan sekitar. Pendekatan moral dan keagamaan pun dinilai penting sebagai benteng awal dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

AKP Heriyadi Nur mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja. Ia menegaskan bahwa generasi muda merupakan kelompok paling rentan terhadap pengaruh narkoba, terutama akibat faktor lingkungan, pergaulan bebas, serta kurangnya pemahaman tentang dampak buruk narkototika.

“Kami terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar memahami bahaya narkoba. Ini juga menjadi langkah preventif untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika,” ujarnya di hadapan peserta.

Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara kepolisian dan mahasiswa KKN menjadi langkah positif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menolak narkoba.

Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan oleh aparat penegak hukum saja. Dibutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat agar pencegahan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, warga terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan. Sejumlah peserta bahkan mengajukan pertanyaan terkait ciri-ciri pengguna narkoba, cara pencegahan di lingkungan keluarga, hingga langkah yang harus dilakukan jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkotika.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Masyarakat berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkala agar kesadaran akan bahaya narkoba semakin meningkat, terutama di kalangan generasi muda desa.

Kegiatan pembinaan dan penyuluhan tersebut berjalan aman, tertib, dan lancar. Warga Desa Pattojo pun memberikan respon positif serta berharap sinergi antara kepolisian dan mahasiswa dapat terus berlanjut dalam kegiatan edukatif lainnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami dampak buruk penyalahgunaan narkotika serta mampu menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Generasi muda pun diharapkan lebih fokus mengembangkan potensi diri, meraih prestasi, dan berkontribusi positif bagi masa depan bangsa.

(Silviana)

Kamis, 23 April 2026

Tokoh Pemuda Morowali Soroti Konsultasi Publik AMDAL BTIIG yang Digelar di Makassar


Morowali, Teropongsulawesi.com, Wazir Muhaimin, salah satu tokoh pemuda di Morowali, angkat bicara terkait rencana kegiatan konsultasi publik Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) di kawasan industri PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) Topogaro, Morowali, yang dijadwalkan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 24 April 2026.

Ia menilai terdapat inkonsistensi penyampaian informasi dari pihak manajemen PT IHIP dan BTIIG kepada desa-desa lingkar kawasan industri. Wazir bahkan menuding External Relations Manager PT BTIIG, Alim Hendra, sebagai pihak yang diduga menjadi pemicu persoalan tersebut.

"Kami dengan tegas menyatakan bahwa Alim Hendra patut diduga sebagai oknum yang tidak jujur dan tidak transparan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat lingkar kawasan industri," ungkap Wazir kepada wartawan, Kamis, 23 April 2026.

Menurut Wazir, dugaan tersebut diperkuat oleh adanya perbedaan antara isi surat undangan resmi dan penjelasan yang disampaikan melalui WhatsApp.

Dalam surat undangan disebutkan bahwa kegiatan pada 24 April 2026 di Makassar merupakan konsultasi publik. Namun melalui pesan WhatsApp, kegiatan tersebut disebut hanya sebagai acara ramah tamah.

"Kami menilai ini sebagai bentuk manipulasi informasi yang sengaja dilakukan untuk meredam reaksi masyarakat, khususnya desa-desa lingkar kawasan industri PT IHIP yang tidak diundang dalam kegiatan tersebut," jelasnya.

Ia juga menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap masyarakat lingkar industri serta mencederai prinsip keterbukaan dan partisipasi publik.

Wazir menegaskan bahwa konsultasi publik bukan kegiatan tertutup atau seremonial, melainkan hak masyarakat yang wajib dilibatkan secara menyeluruh.

"Jika sejak awal sudah ada ketidakterbukaan dan upaya mengaburkan informasi, maka kegiatan tersebut patut diduga cacat secara moral dan tidak layak disebut sebagai konsultasi publik," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wazir juga meminta pihak perusahaan bertanggung jawab serta menghentikan proses konsultasi publik AMDAL tersebut.

Ia meminta agar kegiatan dilaksanakan kembali secara terbuka di wilayah lingkar kawasan industri atau minimal di Morowali.

"Seluruh masyarakat lingkar industri wajib dilibatkan tanpa pengecualian. Jangan manipulasi masyarakat. Libatkan kami, atau hentikan kegiatan tersebut. Karena sudah beberapa kali pertemuan yang seharusnya melibatkan partisipasi masyarakat lingkar kawasan industri justru diadakan di luar Morowali," tandasnya.

(Umar)

Rabu, 22 April 2026

Pemdes Panincong Salurkan BLT Tahap I 2026 untuk 33 Warga

Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Desa Panincong, Kecamatan Marioriawa, kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Tahap I Tahun Anggaran 2026 kepada warga yang berhak menerima. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Panincong, Rabu (22/4/2026).

Sebanyak 33 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan tersebut. Penyaluran berlangsung tertib dan lancar dengan dihadiri aparat desa serta unsur terkait.

Kepala Desa Panincong, Andi Mardiana, dalam arahannya menyampaikan agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dengan baik, terutama untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia juga mengingatkan para penerima, yang sebagian besar merupakan warga lanjut usia, agar memastikan jumlah uang yang diterima sebelum meninggalkan lokasi.

“Silakan dicek kembali bantuannya sebelum pulang, supaya tidak terjadi kekeliruan,” pesannya.

Selain itu, Kepala Desa juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Warga diminta tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai, karena saat ini sudah tersedia layanan mobil sampah di wilayah Panincong.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Kecamatan Marioriawa melalui Kasi Trantib, Ketua dan Anggota BPD Panincong, serta Pendamping Lokal Desa.

Bagi warga yang tidak sempat hadir karena sakit atau kondisi uzur, bantuan tetap disalurkan dengan cara diantar langsung ke rumah masing-masing oleh aparat Desa.

Penyaluran BLT ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan.

(Silviana)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved