Daerah -->

Kamis, 02 April 2026

Guru Menumpuk di Satu Titik, Bupati Soppeng Minta Penataan Segera


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Rembuk Pendidikan Kabupaten Soppeng memasuki hari kedua dengan fokus utama pada persoalan pemetaan serta distribusi tenaga pendidik, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng ini menjadi forum strategis untuk membahas berbagai tantangan pendidikan di daerah, khususnya terkait pemerataan guru.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, dan dihadiri langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng.

Hadir pula para kepala sekolah tingkat sekolah menengah pertama (SMP) se-Kabupaten Soppeng serta kepala sekolah dasar (SD) dari sejumlah kecamatan, di antaranya Liliriaja, Donri-Donri, Citta, dan Lalabata.

Pada hari kedua pelaksanaan, diskusi semakin mengerucut pada persoalan distribusi guru yang dinilai belum merata. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim, dalam pemaparannya menegaskan bahwa salah satu persoalan krusial pendidikan di daerah saat ini adalah ketidakseimbangan jumlah guru antar satuan pendidikan.

Menurutnya, masih terdapat sekolah yang mengalami kelebihan tenaga pengajar, sementara di sisi lain tidak sedikit sekolah yang justru kekurangan guru.

Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap efektivitas proses belajar mengajar di kelas.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Dr. Nurmal Idrus, mengungkapkan data terbaru yang menunjukkan adanya kelebihan sekitar 130 guru di Kabupaten Soppeng. Namun ironisnya, di beberapa wilayah tertentu masih terjadi kekurangan tenaga pendidik.

“Ketimpangan ini tentu menjadi masalah serius. Di satu sisi ada sekolah yang kelebihan guru, sementara di sisi lain ada sekolah yang kekurangan. Ini berdampak pada kualitas layanan pendidikan yang diterima siswa,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketidakseimbangan tersebut tidak hanya berdampak pada siswa, tetapi juga pada guru itu sendiri, terutama dalam hal beban kerja dan pemenuhan jam mengajar.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, dalam arahannya menegaskan bahwa persoalan distribusi guru tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah daerah, kata dia, akan mengambil langkah konkret melalui pemetaan kebutuhan guru secara berkala.

“Penumpukan guru di satu tempat sementara di tempat lain kekurangan harus segera diatasi. Jika terjadi kelebihan, maka ada guru yang tidak memenuhi jam mengajar, sehingga berpotensi tidak mendapatkan sertifikasi. Ini tentu berdampak pada kesejahteraan dan pendapatan guru itu sendiri,” tegasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan para tenaga pendidik dalam mencari solusi terbaik terhadap persoalan tersebut. Ia memastikan bahwa hasil dari rembuk pendidikan ini akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan ke depan.

Selain itu, Bupati Suwardi menilai bahwa kegiatan rembuk pendidikan memiliki peran penting sebagai wadah komunikasi antara pemerintah dan para guru di lapangan. Melalui forum ini, berbagai persoalan yang dihadapi dapat disampaikan secara langsung dan terbuka.

“Rembuk seperti ini sangat bermanfaat karena mampu mengurangi kesenjangan informasi antara pemerintah daerah dan para guru. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa merumuskan solusi yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, seluruh hasil diskusi dan masukan dari peserta rembuk pendidikan akan dirangkum menjadi rekomendasi resmi oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng. Rekomendasi tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada pihak terkait sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih efektif dan merata di masa mendatang.

Dengan adanya langkah konkret dan komitmen dari pemerintah daerah, diharapkan persoalan distribusi guru di Kabupaten Soppeng dapat segera teratasi, sehingga kualitas pendidikan di daerah tersebut semakin meningkat secara merata.

(Silviana Eliza)

Peringati Hari Jadi ke-765, Pemkab Soppeng Gelar Vaksinasi Hewan Gratis dan Tebar 30 Ribu Benih Ikan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-765 Kabupaten Soppeng yang jatuh pada 8 April 2026, Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) menghadirkan program pelayanan publik yang inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Kepala DPKHP Soppeng, Ir. Erman Asnawi, M.Si, menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar vaksinasi hewan peliharaan secara gratis serta distribusi benih ikan unggul dalam jumlah besar sebagai bagian dari rangkaian perayaan tersebut.

Menurut Erman, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan langkah strategis dalam mendorong transformasi layanan publik yang lebih modern, adaptif, dan berkelanjutan. Hal ini juga sejalan dengan arah pembangunan daerah menuju konsep smart city.

“Kami ingin mengubah paradigma layanan kesehatan hewan dari yang bersifat reaktif menjadi preventif. Vaksinasi hari ini adalah investasi penting untuk melindungi kesehatan hewan sekaligus manusia di masa depan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Program vaksinasi hewan peliharaan akan dilaksanakan pada 8 April 2026 di Kantor DPKHP Soppeng, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WITA. Kegiatan ini menargetkan sekitar 200 ekor hewan, khususnya anjing dan kucing.

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata dalam menekan risiko penyebaran penyakit zoonosis, seperti rabies, yang masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah.

Selain itu, DPKHP juga tengah mengembangkan sistem pencatatan digital agar setiap hewan yang telah divaksin memiliki identitas kesehatan yang terintegrasi.

Tidak hanya fokus pada kesehatan hewan, DPKHP juga akan mendistribusikan sebanyak 30.000 ekor benih ikan unggul kepada masyarakat. Kegiatan ini dipusatkan di Balai Benih Ikan (BBI) Ompo, mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WITA.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor perikanan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

Ke depan, distribusi benih ikan ini juga akan dilengkapi dengan sistem monitoring digital, yang memungkinkan pembudidaya memantau pertumbuhan ikan, kualitas air, hingga estimasi masa panen secara real-time.

Kegiatan ini selaras dengan tema Hari Jadi Soppeng ke-765, yakni “Sehat, Maju, Tangguh Berkelanjutan.” Tema tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mengintegrasikan pelayanan publik dengan teknologi demi kesejahteraan masyarakat.

Erman menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat.

Ia mengajak warga untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung transformasi layanan publik berbasis teknologi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari perubahan. Masa depan daerah ini dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

Melalui berbagai inovasi yang dihadirkan, peringatan Hari Jadi Soppeng ke-765 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan semata, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat fondasi pembangunan daerah.

Dengan mengedepankan kesehatan, teknologi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Kabupaten Soppeng optimistis mampu melangkah menuju masa depan yang lebih cerdas, sehat, dan mandiri di tengah dinamika perkembangan global.

(Silviana)

Rabu, 01 April 2026

Bupati Soppeng Serahkan LKPJ 2025, Ini Rincian Pendapatan dan Belanja Daerah


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Hal ini ditandai dengan penyerahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 oleh Bupati Soppeng dalam Rapat Paripurna DPRD, Rabu (1/4/2026).

LKPJ tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, dan diterima oleh Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, di hadapan anggota dewan, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat lingkup pemerintah daerah.

Dalam pidatonya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa LKPJ Tahun Anggaran 2025 merupakan laporan strategis yang menggambarkan capaian kinerja pemerintah daerah pada tahun pertama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati.

Menurutnya, laporan tersebut tidak sekadar menjadi kewajiban administratif sebagaimana diamanatkan peraturan perundang-undangan, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen evaluasi terhadap pelaksanaan visi pembangunan daerah.

Visi yang diusung, yakni “Soppeng Sehat, Maju, dan Berdaya Saing Berbasis Agropolitan”, mulai diterjemahkan dalam berbagai program prioritas yang menyentuh sektor-sektor strategis.

“LKPJ ini menjadi gambaran awal bagaimana arah pembangunan mulai dijalankan, sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas kinerja pemerintah daerah ke depan,” ujar Suwardi.

Sepanjang tahun anggaran 2025, Pemerintah Kabupaten Soppeng menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan fiskal daerah serta kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan secara nasional.

Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk bekerja lebih adaptif dan inovatif dalam mengelola anggaran, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Suwardi menegaskan bahwa efisiensi bukan sekadar penghematan, melainkan upaya untuk meningkatkan efektivitas program.

“Kami tetap berkomitmen menjaga stabilitas pembangunan dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal meskipun dalam keterbatasan,” tegasnya.

Dalam laporan yang disampaikan, realisasi pendapatan daerah Kabupaten Soppeng pada tahun 2025 tercatat mencapai lebih dari Rp1,149 triliun.

Rincian pendapatan tersebut meliputi:

Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp191,96 miliar

Pendapatan transfer: Rp953,71 miliar

Lain-lain pendapatan daerah yang sah: Rp3,82 miliar

Komposisi ini menunjukkan bahwa struktur pendapatan daerah masih sangat bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.

Oleh karena itu, peningkatan PAD menjadi agenda penting yang terus didorong guna memperkuat kemandirian fiskal daerah di masa mendatang.

Di sisi belanja, realisasi anggaran mencapai lebih dari Rp1,142 triliun yang dialokasikan untuk berbagai kebutuhan pembangunan strategis.

Adapun rinciannya:

Belanja operasi: Rp907,44 miliar

Belanja modal: Rp114,68 miliar

Belanja tidak terduga: Rp3,18 miliar

Belanja transfer: Rp117,21 miliar

Anggaran tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, serta penguatan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Selain bersumber dari APBD, Pemerintah Kabupaten Soppeng juga melaksanakan berbagai program tugas pembantuan dari pemerintah pusat.

Pada tahun 2025, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng memperoleh alokasi dana sebesar Rp49,23 miliar dari Kementerian Pertanian.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung konsep pembangunan berbasis agropolitan yang menjadi visi daerah.

Penyerahan LKPJ dalam rapat paripurna DPRD merupakan bagian penting dari mekanisme akuntabilitas pemerintah daerah kepada publik melalui lembaga legislatif.

Dalam hal ini, DPRD memiliki peran strategis dalam melakukan pembahasan, evaluasi, serta memberikan rekomendasi terhadap kinerja pemerintah daerah selama satu tahun anggaran.

Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti dokumen tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya, LKPJ Tahun Anggaran 2025 akan dibahas melalui mekanisme internal DPRD, termasuk pembentukan panitia khusus (pansus) yang bertugas melakukan kajian secara mendalam.

Hasil pembahasan tersebut nantinya akan melahirkan rekomendasi strategis yang wajib ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.

Rekomendasi ini diharapkan menjadi dasar perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan, sehingga kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah dapat terus meningkat di tahun-tahun berikutnya.

(Silviana Eliza)

Selasa, 31 Maret 2026

Distribusi Tenaga Pendidik Belum Merata, KKG Lalabata Bahas Solusi


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Isu pemerataan tenaga pendidik kembali menjadi perhatian utama dalam kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 3 Kecamatan Lalabata yang dilaksanakan di SD Negeri 25 Madello, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah peningkatan kompetensi guru, tetapi juga menjadi ruang refleksi terhadap kondisi nyata dunia pendidikan, khususnya terkait distribusi tenaga pendidik yang hingga kini masih belum merata.

Sekitar 100 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 18 kepala sekolah dari seluruh satuan pendidikan di Gugus 3, delapan guru perwakilan dari masing-masing sekolah, serta pengawas gugus. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam membahas persoalan strategis pendidikan.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Nurmal Idrus, dalam arahannya menegaskan bahwa ketimpangan distribusi guru masih menjadi tantangan serius yang perlu segera ditangani.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat sekolah yang mengalami kelebihan tenaga pendidik, sementara sekolah lainnya justru kekurangan guru, bahkan pada mata pelajaran tertentu belum memiliki tenaga pengajar yang memadai.

“Masih ada sekolah yang kelebihan guru, sementara di tempat lain kekurangan. Kondisi ini berdampak langsung pada beban kerja guru dan kualitas hasil belajar siswa,” ujarnya.

Menurut Nurmal, ketidakseimbangan tersebut menyebabkan sebagian guru harus mengajar melebihi beban ideal, sementara di sisi lain ada guru yang belum dapat menjalankan tugas secara optimal. Hal ini dinilai memengaruhi efektivitas proses pembelajaran secara keseluruhan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penataan sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan tidak cukup hanya dilihat dari jumlah tenaga pendidik yang tersedia. Penempatan guru, kata dia, harus disesuaikan dengan kebutuhan riil setiap sekolah.

Beberapa faktor yang perlu menjadi pertimbangan antara lain jumlah rombongan belajar (rombel), rasio guru dan siswa, serta kondisi geografis dan aksesibilitas wilayah sekolah. Sekolah yang berada di daerah terpencil, menurutnya, harus mendapatkan perhatian khusus.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kesesuaian antara bidang ajar dengan latar belakang pendidikan guru. Linearitas dinilai penting agar kualitas pembelajaran dapat lebih terjamin.

“Pemerataan guru bukan hanya soal jumlah, tetapi bagaimana setiap kelas diisi oleh tenaga pendidik yang tepat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurmal juga menyinggung pentingnya memperhatikan distribusi guru berdasarkan status kepegawaian, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN, serta kebutuhan spesifik masing-masing sekolah terhadap mata pelajaran tertentu.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Andi Muhammad Zulkarnain, yang mendampingi jalannya forum hingga selesai.

Forum KKG Gugus 3 Lalabata ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menyamakan persepsi antara kepala sekolah dan guru terkait pentingnya penataan SDM pendidikan yang lebih adil dan proporsional.

Selain itu, hasil diskusi yang berkembang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pendidikan ke depan.

Dengan distribusi tenaga pendidik yang lebih merata, diharapkan kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng dapat meningkat secara menyeluruh, sehingga setiap siswa mendapatkan layanan pendidikan yang optimal tanpa terkecuali.

(Silviana)

Kamis, 26 Maret 2026

PSBM 2026 Jadi Momentum, Bupati Soppeng Gaet Investor dan Undang Gubernur ke HUT ke-765


Makassar, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan jejaring dan kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE bersama Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle dalam ajang Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026.

Kegiatan bergengsi tersebut berlangsung di Phinisi Ballroom Claro Hotel Makassar, Kamis (26/3/2026), dengan mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”.

Forum ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla, pengusaha nasional Aksa Mahmud, serta para kepala daerah se-Sulawesi Selatan.

Dalam keterangannya, Bupati Soppeng menegaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam PSBM 2026 bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan langkah strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.

“Keikutsertaan kami dalam PSBM ini merupakan upaya nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan investasi dan kerja sama lintas wilayah, serta membangun kolaborasi yang lebih erat dengan para pelaku usaha asal Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa PSBM memiliki peran penting sebagai wadah yang mempertemukan berbagai elemen strategis, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga organisasi seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

Melalui forum ini, diharapkan tercipta transaksi bisnis konkret serta kemitraan berkelanjutan.

“Yang paling penting adalah adanya kerja sama nyata dan transaksi bisnis yang berdampak langsung, bukan sekadar kegiatan seremonial,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Soppeng menjelaskan bahwa forum ini memberikan banyak manfaat bagi daerah, khususnya dalam memperluas jejaring bisnis antarwilayah, membuka peluang investasi baru, serta menjadi ruang pertukaran gagasan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Partisipasi aktif Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam PSBM juga diharapkan mampu memperkuat posisi daerah dalam ekosistem ekonomi regional yang semakin kompetitif.

Selain itu, momentum ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan Kabupaten Soppeng kepada investor dan pelaku usaha.

“Ini menjadi kesempatan strategis bagi kami untuk mempromosikan potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Tidak hanya menghadiri kegiatan utama PSBM, Bupati dan Wakil Bupati Soppeng juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, mereka secara langsung menyerahkan undangan kepada Gubernur Sulawesi Selatan untuk menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Soppeng (HJD) ke-765.

Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menjelaskan bahwa undangan tersebut disampaikan secara langsung sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan akan kehadiran pemerintah provinsi dalam momentum penting daerah.

“Insya Allah, puncak peringatan Hari Jadi Soppeng ke-765 akan dilaksanakan pada 8 April 2026. Kami berharap Bapak Gubernur dapat hadir dan bersama-sama merayakan momentum bersejarah ini,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi dan sinergi yang terus diperkuat, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat regional maupun nasional.

(Red)

Rabu, 25 Maret 2026

Atasi Krisis Air, Bupati Soppeng Perkuat Program Listrik Masuk Sawah Lewat SID


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng terus mematangkan langkah strategis guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian, khususnya dalam mengatasi persoalan krisis air yang kerap terjadi saat musim tanam.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) terkait persiapan Survey Investigasi Desain (SID) untuk kegiatan optimalisasi lahan non rawa. Kegiatan ini digelar di ruang pimpinan Kantor Bupati Soppeng, Kamis (25/3/2026), dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

FGD tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, tim akademisi dari LPPM Universitas Hasanuddin, serta perwakilan PT PLN (Persero) Cabang Soppeng. Selain itu, para penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari delapan kecamatan juga turut hadir sebagai ujung tombak implementasi program di tingkat lapangan.

Dalam arahannya, Bupati Soppeng menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil koordinasi sebelumnya dengan Kementerian Pertanian. Ia menyampaikan bahwa salah satu fokus utama yang dibahas adalah penguatan program listrik masuk sawah sebagai solusi atas keterbatasan air yang sering menjadi kendala bagi petani.

“Program listrik masuk sawah diharapkan mampu mendukung sistem irigasi berbasis pompa, sehingga kebutuhan air dapat terpenuhi dan produktivitas petani meningkat,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan energi listrik menjadi faktor penting dalam mendorong modernisasi sektor pertanian, khususnya pada lahan non rawa yang selama ini sangat bergantung pada curah hujan.

Lebih lanjut, Suwardi mengungkapkan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah merencanakan alokasi anggaran sekitar Rp67 miliar pada tahun 2026 melalui program Optimasi Lahan (OPLAH). Anggaran tersebut diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program di lapangan sekaligus memperluas cakupan manfaat bagi petani.

Sementara itu, Ketua Tim Penyusun SID dari LPPM Universitas Hasanuddin, Andang Suryana Soma, Ph.D., menjelaskan bahwa penyusunan SID akan dilakukan secara komprehensif dengan pendekatan berbasis data. Proses ini mencakup identifikasi potensi lahan serta kebutuhan riil petani.

Ia menambahkan bahwa penentuan lokasi program dan kelompok penerima manfaat akan mengacu pada data calon petani dan calon lokasi (CPCL) yang telah dihimpun oleh para penyuluh pertanian lapangan.

“Dengan pendekatan berbasis data, intervensi program diharapkan lebih tepat sasaran dan mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi pertanian,” jelasnya.

Di sisi lain, pihak PLN Cabang Soppeng turut menyampaikan kesiapan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung program tersebut. PLN menyatakan komitmennya dalam menyediakan jaringan listrik yang dibutuhkan, khususnya untuk menunjang operasional pompa air di lahan pertanian.

Dukungan ini dinilai sangat penting dalam mengatasi keterbatasan sumber air secara konvensional, sekaligus membuka peluang penerapan teknologi pertanian yang lebih modern dan efisien.

Melalui FGD ini, seluruh pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama sebelum pelaksanaan SID dimulai. Perencanaan yang matang serta sinergi antarinstansi diyakini menjadi kunci keberhasilan program optimalisasi lahan non rawa di Kabupaten Soppeng.

Program ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah berbagai tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya air.

(Silviana)

Selasa, 24 Maret 2026

Perseroda Soppeng dan Kejari Teken MoU Pendampingan Hukum Perdata


Soppeng, PT Lamataesso Mattappaa (Perseroda) Kabupaten Soppeng resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kejaksaan Negeri Soppeng dalam rangka memperkuat aspek hukum perusahaan, khususnya di bidang perdata dan tata usaha negara.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Aula Kejaksaan Negeri Soppeng pada Rabu, 25 Maret 2026. 

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menciptakan tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Penandatanganan MoU ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dari kedua belah pihak. Dari Kejaksaan Negeri Soppeng, hadir Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng Sulta D. Sitohang, S.H., M.H., didampingi Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Nurfatimah Ahmad, S.H., M.H., Kepala Seksi Intelijen Nazamuddin, S.H., M.H., Kepala Sub Bagian Pembinaan Herman, S.H., Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Widyatmoko, S.H., M.H., Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kasmawati Saleh, S.Km., S.H., M.H., serta Kepala Seksi PAPBB Yusufi Fitrohansyah, S.H.

Sementara itu, dari pihak PT Lamataesso Mattappaa turut hadir Pelaksana Tugas Direktur Utama Musdar Asman, Direktur Keuangan, Administrasi dan Akuntansi Mawardi, Direktur Teknis Mabrur Mubaraq, Komisaris Firdaus, beserta jajaran direksi dan staf perusahaan.

Dalam sambutannya, Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng, Sulta D. Sitohang, menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif PT Lamataesso Mattappaa dalam menjalin koordinasi dengan aparat penegak hukum. Menurutnya, kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memitigasi potensi risiko hukum di bidang keperdataan dan tata usaha negara.

Ia menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari bantuan hukum litigasi dan non-litigasi, pemberian pertimbangan hukum berupa legal opinion, hingga review terhadap dokumen dan kontrak perusahaan.

“Melalui kerja sama ini, Kejaksaan Negeri Soppeng siap memberikan pendampingan secara menyeluruh, termasuk dalam penegakan hukum perdata seperti penagihan piutang, penyelamatan aset, serta pendampingan terhadap kegiatan usaha dan investasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pihak Kejaksaan juga membuka ruang penyelesaian sengketa melalui jalur non-litigasi seperti mediasi dan negosiasi. Selain itu, Kejaksaan juga siap memberikan pelayanan hukum berupa konsultasi serta penjelasan terkait regulasi yang berlaku bagi perusahaan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Kajari juga menyinggung keterlibatan PT Lamataesso Mattappaa dalam sejumlah program Kejaksaan Negeri Soppeng, seperti Adhyaksa Mappoji Anak (AMAN) serta pelayanan penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA) pada kegiatan Pasar Ramadhan SUKSES 2026 yang sebelumnya telah dilaksanakan.

Ia berharap, sinergi yang terjalin tidak hanya memperkuat posisi hukum perusahaan, tetapi juga mampu mendorong kontribusi nyata dalam pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Lamataesso Mattappaa, Musdar Asman, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kejaksaan Negeri Soppeng atas dukungan dan kesediaannya memberikan pendampingan hukum kepada Perseroda.

Menurutnya, kerja sama ini menjadi langkah penting dalam menghadapi berbagai tantangan hukum yang dihadapi perusahaan, khususnya terkait pengelolaan aset.

“Dalam waktu dekat, kami akan menghadapi proses penghapusan aset akibat beban neraca keuangan dan penyusutan terhadap aset yang sudah tidak lagi produktif. Tentunya hal ini membutuhkan pendampingan hukum agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam pengembangan usaha ke depan, PT Lamataesso Mattappaa membutuhkan dukungan dari sisi hukum agar setiap kebijakan dan langkah bisnis yang diambil tetap berada dalam koridor regulasi.

Penandatanganan nota kesepahaman ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun tata kelola perusahaan daerah yang lebih baik, sekaligus meminimalisir potensi permasalahan hukum dalam operasional Perseroda sebagai badan usaha milik daerah.

Dengan adanya sinergi antara PT Lamataesso Mattappaa dan Kejaksaan Negeri Soppeng, diharapkan tercipta sistem pengelolaan aset dan kegiatan usaha yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.

(Sylviana) 

HJS ke 765 Tahun, Jejak Langkah dan Gaya Kepemimpinan Bupati Soppeng Hingga Kini


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dinamika kepemimpinan daerah dari masa ke masa selalu menghadirkan warna tersendiri dalam perjalanan pembangunan.

Hal tersebut juga tercermin di Kabupaten Soppeng, daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Latemmamala, di mana setiap kepala daerah memiliki gaya kepemimpinan dan program unggulan masing-masing.

Seiring pergantian waktu, arah kebijakan pun turut mengalami penyesuaian. Prinsip “beda masa, beda gaya kepemimpinan” menjadi gambaran nyata dalam perjalanan panjang pemerintahan di Soppeng.

Setiap bupati hadir dengan pendekatan yang berbeda, sesuai dengan tantangan dan kebutuhan masyarakat pada zamannya.

Memasuki era kepemimpinan H. Suwardi Haseng bersama Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle, Kabupaten Soppeng kini berada dalam fase baru pembangunan.

Pemerintahan yang mengusung tagline “Sukses Setara” ini mulai menunjukkan arah kebijakan yang berfokus pada pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tepat pada 23 Maret 2026, Kabupaten Soppeng genap berusia 765 tahun. Momentum ini menjadi refleksi sejarah panjang sejak masa pemerintahan raja pertama Latemmamala pada tahun 1261.

Perjalanan panjang tersebut menjadi landasan kuat dalam membangun masa depan daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

Selama satu tahun masa pemerintahan, berbagai program mulai digulirkan oleh pemerintah daerah. Fokus utama diarahkan pada sektor pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis lokal.

Selain itu, upaya peningkatan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.

Gaya kepemimpinan yang mengedepankan kolaborasi dan keterbukaan menjadi ciri khas dalam pemerintahan saat ini.

Pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan dinilai mampu menciptakan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Meski demikian, berbagai tantangan masih harus dihadapi, mulai dari pemerataan pembangunan antar wilayah hingga peningkatan daya saing ekonomi di tengah perubahan global.

Pemerintah daerah dituntut untuk terus berinovasi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Di tengah perjalanan tersebut, harapan masyarakat tetap menjadi energi utama bagi jalannya roda pemerintahan.

Warga Soppeng menginginkan pembangunan yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.

Momentum hari jadi ke-765 Kabupaten Soppeng menjadi pengingat bahwa setiap kepemimpinan memiliki peran dan masanya masing-masing.

Dengan semangat kebersamaan dan visi yang jelas, masyarakat berharap kepemimpinan saat ini dapat membawa Soppeng menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

(Silviana)

Minggu, 22 Maret 2026

Reuni Akbar IKA SMPN 3 Palopo 2026, Dari Nostalgia Menuju Transformasi Digital Alumni


Palopo, Teropongsulawesi.com, Gedung Saodenrae menjadi saksi pertemuan lintas generasi yang bukan sekadar temu kangen, tetapi juga menandai babak baru perjalanan organisasi alumni. Minggu (22/3/2026).

Ratusan alumni dari berbagai angkatan memadati ruangan dalam gelaran Reuni Akbar Ikatan Alumni (IKA) SMPN 3 Kota Palopo, menghadirkan suasana haru, hangat, dan penuh makna.

Namun, reuni kali ini terasa berbeda. Di tengah canda, pelukan, dan kilas balik kenangan masa sekolah, terselip semangat besar untuk membawa organisasi alumni melangkah lebih jauh ke masa depan.

Dalam forum yang berlangsung dinamis dan penuh partisipasi, nama Andi Taufiq Aris (ATA) kembali mengemuka sebagai figur sentral.

Melalui kesepakatan mayoritas peserta, ia kembali dipercaya untuk memimpin IKA SMPN 3 Palopo.

Keputusan ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan refleksi dari kepercayaan kolektif alumni terhadap kepemimpinan yang telah terbukti menjaga soliditas dan semangat kebersamaan lintas generasi.

ATA dinilai mampu menjadi jembatan antara masa lalu yang penuh kenangan dan masa depan yang menuntut inovasi.

Dalam sambutannya, ATA menegaskan bahwa organisasi alumni tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Ia menggarisbawahi pentingnya transformasi digital sebagai kunci utama agar IKA tetap relevan di era modern.

“Organisasi alumni hari ini harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pertemuan fisik, tetapi juga harus hadir secara digital,” ujarnya.

Ke depan, IKA SMPN 3 Palopo diharapkan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga berkembang menjadi Platform jejaring profesional alumni,
Ruang kolaborasi lintas generasi, Ekosistem berbagi peluang dan kontribusi sosial

Salah satu gagasan paling menonjol adalah dorongan kuat terhadap regenerasi kepemimpinan.

ATA secara terbuka mengajak generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam organisasi.

Ia bahkan mendorong agar posisi Ketua Harian ke depan diisi oleh alumni dari angkatan muda, khususnya tahun 2000 ke bawah.

Menurutnya, generasi muda memiliki keunggulan yang sangat dibutuhkan yang Lebih adaptif terhadap teknologi,
Kreatif dalam mengemas kegiatan dan Cepat merespons perubahan tren.

“Untuk membesarkan organisasi ini, kita butuh energi baru. Generasi muda adalah kunci untuk membawa IKA ke level berikutnya,” tegasnya.

Tidak hanya soal struktur organisasi, ATA juga menyoroti pentingnya perubahan dalam pola pelaksanaan kegiatan, termasuk reuni itu sendiri.

Ia mendorong agar kepanitiaan kegiatan ke depan lebih banyak melibatkan generasi muda, ssehingg Konsep acara menjadi lebih segar, Partisipasi alumni meningkat, Kegiatan lebih sesuai dengan perkembangan zaman.

“Reuni tidak boleh stagnan. Harus terus berkembang agar tetap menarik dan bermakna,” tambahnya.

Di balik semua gagasan modernisasi, satu nilai tetap menjadi fondasi utama : kebersamaan tanpa sekat.

ATA mengajak seluruh alumni untuk meninggalkan batasan-batasan yang selama ini mungkin masih terasa, baik antar angkatan maupun latar belakang.

“Reuni ini bukan tentang siapa kita sekarang, tetapi tentang siapa kita dulu dan bagaimana kita tetap terhubung,” ujarnya penuh makna.

Sepanjang acara, suasana kehangatan terasa begitu kuat. Tawa, cerita lama, dan momen kebersamaan mengalir tanpa henti. Banyak alumni yang memanfaatkan kesempatan ini untuk Mempererat kembali hubungan lama, Membangun koneksi baru dan Mengabadikan momen berharga.

Reuni ini pun menjadi simbol bahwa ikatan yang terjalin di bangku sekolah tidak pernah benar-benar hilang, hanya menunggu waktu untuk kembali dipererat.

Dengan semangat baru yang diusung, IKA SMPN 3 Palopo kini mengarah pada peran yang lebih luas. Tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai Motor penggerak kolaborasi alumni, Kontributor bagi masyarakat dan sebagai Mitra dalam pembangunan daerah.

Reuni Akbar 2026 bukanlah akhir dari sebuah pertemuan, melainkan awal dari perjalanan baru menuju organisasi alumni yang lebih solid, inklusif, dan relevan di era digital.

(Red)

Selasa, 17 Maret 2026

Pantau Pasar Lolloe, Polsek Lalabata Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Selama Ramadhan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama bulan suci Ramadhan, Polsek Lalabata meningkatkan intensitas patroli di sejumlah titik keramaian. Salah satu lokasi yang menjadi fokus pengamanan adalah Pasar Rakyat Lolloe, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, pada Rabu (18/3/2026).

Kegiatan patroli tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Lalabata, AKP Mahmuddin, S.Sos, bersama sejumlah personel kepolisian. Patroli dimulai sekitar pukul 10.15 WITA hingga menjelang siang hari, menyesuaikan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di pasar selama bulan Ramadhan.

Seperti diketahui, pasar tradisional menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi yang mengalami lonjakan signifikan selama bulan puasa. Masyarakat memanfaatkan waktu pagi hingga siang hari untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok, baik untuk konsumsi harian maupun persiapan berbuka puasa.

Dalam kegiatan tersebut, aparat kepolisian tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga aktif berinteraksi dengan para pedagang dan pengunjung pasar. Pendekatan humanis yang dilakukan diharapkan mampu menciptakan suasana yang aman, nyaman, serta mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.

Kapolsek Lalabata, AKP Mahmuddin, menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadhan.

“Kami hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta memastikan aktivitas jual beli di pasar berjalan dengan lancar dan tertib. Ini merupakan bagian dari pelayanan kami kepada masyarakat selama bulan Ramadhan,” ujarnya.

Selain fokus pada aspek keamanan, petugas juga melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bahan pokok di pasar. Hal ini penting dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelangkaan maupun lonjakan harga yang dapat merugikan masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya masih dalam kondisi aman. Tidak ditemukan adanya kelangkaan yang signifikan, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.

Para pedagang di Pasar Lolloe pun menyambut baik kehadiran aparat kepolisian. Mereka mengaku merasa lebih tenang dan nyaman dalam menjalankan aktivitas jual beli, terutama di tengah meningkatnya jumlah pengunjung selama bulan Ramadhan.

“Kami merasa lebih aman dengan adanya patroli polisi. Pembeli juga lebih tertib, jadi suasana pasar tetap kondusif,” ungkap salah seorang pedagang.

Secara keseluruhan, kegiatan patroli berlangsung dengan lancar tanpa adanya gangguan berarti. Situasi di Pasar Rakyat Lolloe terpantau aman, tertib, dan kondusif hingga kegiatan berakhir.

Polsek Lalabata menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan patroli rutin selama bulan Ramadhan. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di wilayah hukum Polsek Lalabata.

Dengan sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan suasana Ramadhan di Kabupaten Soppeng dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh keberkahan.

(Silviana)

Sabtu, 14 Maret 2026

Hangatkan Silaturahmi Ramadan Bupati Soppeng Buka Puasa Bersama di Depan Pasar Tanjong Desa Marioriaja


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana Ramadan penuh kebersamaan terlihat saat Bupati Soppeng Suwardi Haseng menghadiri undangan buka puasa bersama yang digelar di depan Pasar Tanjong Desa Mario Riaja, Kabupaten Soppeng Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat

Acara buka puasa bersama tersebut diselenggarakan oleh Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas Tanjong Hj.Musdalifah di kediamannya yang juga menjadi lokasi praktik umum milik dr.Ratna Budiaty Paisal Masyarakat setempat tampak antusias menyambut kehadiran Bupati dalam kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut

Dalam kegiatan itu Bupati Suwardi Haseng tampak didampingi tim kendali SUKSES SETARA pada Pilkada lalu yakni Nurmal Idrus dan A. Akbar

Bupati Suwardi Haseng menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat kebersamaan serta mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat

“Bulan suci Ramadan menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memperkuat silaturahmi meningkatkan kepedulian sosial serta menjaga kebersamaan dalam membangun daerah,” ujarnya.

Sementara itu Hj. Musdalifah menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara tenaga kesehatan dan masyarakat sekaligus mengajak warga untuk tetap menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan hingga waktu berbuka puasa tiba Warga yang hadir juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi dan berdialog santai dengan Bupati Soppeng. 

(AA) 

Kamis, 12 Maret 2026

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Ungkap Kasus Empat Pelaku Pencurian yang Diamankan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Polres Soppeng menggelar kegiatan press release pengungkapan kasus tindak pidana pencurian yang berlangsung di Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Soppeng, Jalan Latenri Bali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Kamis, 12 Maret 2026, sekitar pukul 17.40 Wita.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K.,M.I.K, didampingi Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Dodie Ramaputra, S.H., M.H, serta Kasi Humas Polres Soppeng H. Husain, S.Sos., S.H., M.H.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Lantas Polres Soppeng, KBO Satreskrim Polres Soppeng, serta para rekan jurnalis dari berbagai media di Kabupaten Soppeng.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Soppeng menyampaikan bahwa pihaknya berhasil mengungkap beberapa kasus tindak pidana pencurian yang terjadi di wilayah hukum Polres Soppeng.

Salah satu kasus yang berhasil diungkap yakni pencurian yang melibatkan tiga orang pelaku berinisial BR, LK, dan SH. Kapolres menjelaskan bahwa pelaku BR dan LK melakukan pencurian dengan cara mengambil mesin pompa air milik korban yang disimpan di area persawahan.

Setelah berhasil mengambil barang tersebut, hasil curian kemudian dijual kepada SH yang diketahui berperan sebagai penadah.

“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Soppeng, pelaku BR juga diketahui terlibat dalam beberapa aksi pencurian lainnya seperti pencurian handphone dan tabung gas di wilayah hukum Polres Soppeng,” ungkap Kapolres.

Selain kasus tersebut, polisi juga mengungkap kasus pencurian lainnya yang dilakukan oleh seorang pelaku berinisial Z Pelaku melakukan pencurian dengan cara mengambil tegel milik korban sebanyak 115 dus tanpa sepengetahuan pemiliknya. Tegel tersebut disimpan di dalam gudang tempat pelaku bekerja yang beralamat di Cikke’e, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Aksi pencurian tersebut dilakukan pelaku pada malam hari, kemudian tegel hasil curian tersebut dijual kembali di beberapa tempat. Pelaku berhasil diamankan oleh petugas pada Minggu, 15 Februari 2026 di wilayah Lolloe, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Adapun para pelaku berhasil diamankan oleh petugas pada waktu dan lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Soppeng.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua unit mesin pompa air merek Matari, tiga buah tabung gas, satu unit handphone merek Vivo warna merah, serta barang bukti lainnya yang masih dalam proses pengembangan dan pencarian.

Para pelaku dijerat dengan pasal berbeda sesuai dengan peran masing-masing, di antaranya Pasal 476 jo Pasal 21 ayat (1) huruf A dan huruf B KUHPidana, serta pasal lain yang terkait dengan tindak pidana pencurian dan penadahan.

Kapolres Soppeng menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polres Soppeng dalam memberantas tindak pidana pencurian yang meresahkan masyarakat, baik yang terjadi di area persawahan maupun di lingkungan pemukiman warga.

“Melalui kegiatan press release ini, kami ingin menunjukkan transparansi kepada masyarakat serta memberikan informasi yang akurat terkait kinerja kepolisian dalam mengungkap tindak pidana di wilayah hukum Polres Soppeng,” ujarnya.

Ia juga berharap pengungkapan kasus tersebut dapat memberikan efek jera kepada para pelaku serta menjadi peringatan bagi pihak lain agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

(Silviana) 

Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Polres Soppeng Gelar Buka Puasa Bersama dan Serahkan Paket THR


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam rangka mempererat sinergi dan silaturahmi dengan insan pers, Polres Soppeng menggelar buka puasa bersama dengan rekan jurnalis yang bertugas di wilayah Kabupaten Soppeng. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Tantya Sudhijarati Polres Soppeng dan dibuka langsung oleh AKBP Aditya Pradana,S.I.K.,M.I.K. selaku Kapolres Soppeng. Kamis, 12 Maret 2026. 

Kegiatan buka puasa bersama tersebut diinisiasi dan dilaksanakan oleh Seksi Humas Polres Soppeng sebagai upaya mempererat hubungan kemitraan serta memperkuat komunikasi antara Polri dan insan pers.

Dalam sambutannya, AKBP Aditya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para jurnalis yang selama ini telah menjadi mitra strategis Polri, khususnya dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat.

Kapolres mengatakan bahwa kehadiran insan pers sangat membantu kepolisian dalam menyampaikan berbagai kegiatan dan program kepolisian kepada masyarakat secara positif dan edukatif.

“Rekan-rekan jurnalis merupakan mitra penting bagi Polri. Kami mengapresiasi dukungan dan kerja sama yang selama ini terjalin, khususnya dalam membantu menyampaikan informasi kegiatan Polres Soppeng kepada masyarakat sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif,” ujar Kapolres.

Ia juga berharap sinergitas antara Polres Soppeng dan insan pers dapat terus terjalin dengan baik ke depannya.

“Semoga hubungan baik ini terus terjaga, sehingga kita bersama-sama dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan membangun kepada masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan. Setelah melaksanakan buka puasa bersama, Kapolres Soppeng menyerahkan secara langsung paket THR kepada para jurnalis yang hadir sebagai bentuk perhatian dan apresiasi.

Kapolres juga menyampaikan harapannya agar paket yang diberikan tersebut dapat berkenan bagi para jurnalis.

“Ini merupakan bentuk kebersamaan dan apresiasi kami kepada rekan-rekan media. Semoga paket ini dapat berkenan dan menjadi berkah bagi kita semua,” tutup Kapolres.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut berlangsung dengan penuh kehangatan dan diharapkan semakin memperkuat hubungan kemitraan antara Polres Soppeng dan insan pers dalam menjaga kondusifitas wilayah.

(Silviana) 

Korban Banjir dan Longsor Gattareng Toa Terima Bantuan Sosial dari Polsek Marioriwawo


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan, jajaran Polsek Marioriwawo menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Dusun Kessi, Desa Gattareng Toa, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng.

Kegiatan penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 10.30 WITA dan dipimpin langsung oleh Kapolsek Marioriwawo AKP Masudi, S.H bersama Ketua Bhayangkari Ranting Marioriwawo serta didampingi personel Polsek Marioriwawo.

Bantuan sosial tersebut diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi akibat tingginya intensitas hujan di wilayah tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Gattareng Toa Irwansyah, aparat pemerintah setempat, personel Polsek Marioriwawo, serta masyarakat sekitar yang ikut menyaksikan kegiatan penyaluran bantuan.

Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. menyampaikan bahwa kegiatan bantuan sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang mengalami musibah.

Menurutnya, bulan suci Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat rasa empati serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

“Di bulan suci Ramadhan ini kita diajarkan untuk memperkuat rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan bantuan dan dukungan kepada warga yang sedang tertimpa musibah,” ujar Kapolres.

Selain menyerahkan bantuan sosial, Kapolsek Marioriwawo juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

Pasalnya, wilayah Desa Gattareng Toa dikenal sebagai salah satu daerah yang rawan terjadi tanah longsor, terutama saat curah hujan tinggi.

Kegiatan penyaluran bantuan sosial ini berlangsung dengan aman, tertib dan lancar serta mendapat apresiasi dari masyarakat setempat yang merasa terbantu dengan kehadiran Polri di tengah kondisi bencana.

(Silviana)

Dorong Kesadaran Pentingnya Kesehatan, Bupati Soppeng Pantau Layanan CKG di Pasar Ramadhan SUKSES 2026


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, meninjau langsung layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disediakan bagi masyarakat di area Pasar Ramadhan SUKSES 2026 yang berlangsung di Lapangan Gasis Watansoppeng, Kamis (12/3/2026) malam.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Soppeng, Muhammad Evinuddin. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Soppeng itu sekaligus untuk memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat berjalan dengan baik selama kegiatan Pasar Ramadhan berlangsung.

Selain melakukan pemantauan, Bupati Suwardi juga turut memanfaatkan layanan tersebut dengan menjalani pemeriksaan kesehatan di posko yang disediakan oleh petugas medis di lokasi pasar.

Ia terlihat mengikuti beberapa tahapan pemeriksaan dasar yang disiapkan oleh tenaga kesehatan, seperti pengecekan tekanan darah serta konsultasi kesehatan singkat.

Program Cek Kesehatan Gratis ini merupakan salah satu layanan tambahan yang dihadirkan untuk masyarakat yang datang mengunjungi Pasar Ramadhan SUKSES 2026 di Soppeng, Sulawesi Selatan.

Posko layanan kesehatan tersebut beroperasi setiap hari selama kegiatan pasar berlangsung, mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WITA.

Pada hari pertama pelaksanaannya, tercatat sekitar 50 warga telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Soppeng, Muhammad Evinuddin, menjelaskan bahwa layanan CKG bertujuan memberikan akses pemeriksaan kesehatan dasar kepada masyarakat secara mudah dan tanpa biaya.

“Layanan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis, seperti pengecekan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi kesehatan dengan tenaga medis,” ujarnya.

Menurut Evinuddin, kehadiran posko kesehatan di tengah keramaian Pasar Ramadhan menjadi salah satu strategi untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dengan memanfaatkan momentum tingginya kunjungan warga ke pasar ramadhan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk memeriksa kondisi kesehatannya.

“Harapannya masyarakat yang datang ke Pasar Ramadhan tidak hanya berbelanja atau menikmati suasana ramadhan, tetapi juga bisa memanfaatkan kesempatan untuk memeriksa kesehatannya,” jelasnya.

Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, terutama selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Pelaksanaan layanan CKG di Pasar Ramadhan SUKSES 2026 melibatkan tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas di wilayah Kabupaten Soppeng.

Para tenaga medis tersebut bertugas secara bergiliran setiap hari untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat yang datang.

Dengan adanya layanan kesehatan gratis ini, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memantau kondisi kesehatannya secara rutin, sekaligus menjadikan Pasar Ramadhan tidak hanya sebagai pusat aktivitas ekonomi dan kuliner, tetapi juga sebagai sarana edukasi kesehatan bagi masyarakat.

(Silviana)

Operasi Ketupat 2026 di Soppeng Resmi Dimulai, Kolaborasi TNI-Polri dan Pemda


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Soppeng melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 di halaman Mapolres Soppeng, Jalan Latenri Bali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Kamis, 12 Maret 2026.


Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana S.I.K.,M.I.K. yang bertindak selaku pimpinan apel. Sementara itu, Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Soppeng IPDA Perdana S.H., M.A.P bertindak sebagai pemimpin apel.


Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, unsur Forkopimda, pejabat utama Polres Soppeng, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai instansi terkait.


Adapun peserta apel terdiri dari personel gabungan yang meliputi satu peleton personel Kodim 1423 Soppeng, personel gabungan staf Polres Soppeng, personel Polsek jajaran, Sat Lantas, gabungan Sat Reskrim dan Sat Intelkam, serta unsur dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Damkar, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng.


Dalam amanatnya, Kapolres Soppeng menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.


Kapolres juga menegaskan pentingnya sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait dalam menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.


Kapolres Soppeng AKBP Aditya mengatakan bahwa melalui pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama mudik dan perayaan Lebaran dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.


“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk kesiapan kita bersama dalam mengamankan perayaan Idul Fitri. Polri bersama TNI dan seluruh stakeholder akan bersinergi untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Soppeng,” ujar Kapolres.


Ia juga menambahkan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung.


“Kami mengimbau seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, mengedepankan sikap humanis, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.


Operasi Ketupat 2026, akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan sekitar 161 ribu personel gabungan secara nasional.


Di wilayah Kabupaten Soppeng, Polres Soppeng menyiapkan empat pos pengamanan, terdiri dari satu pos terpadu dan tiga pos pengamanan yang tersebar di beberapa titik strategis, yakni Pos Terpadu Kota Watansoppeng, Pos Pengamanan Takalala, Pos Pengamanan Cabenge, serta Pos Pengamanan Batu-batu.


Sebanyak 85 personel Polres Soppeng akan dilibatkan dalam pelaksanaan operasi tersebut guna memastikan keamanan, ketertiban, dan kelancaran arus mudik serta aktivitas masyarakat selama perayaan Idul Fitri.


Seluruh rangkaian kegiatan apel gelar pasukan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar hingga berakhir sekitar pukul 16.45 WITA.


Dengan adanya sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di Kabupaten Soppeng dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Tingkatkan Kesadaran Pentingnya Kesehatan, Dinkes Soppeng Buka Layanan Cek Gratis di Ramadhan Sukses 2026


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng membuka layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di area Pasar Ramadhan SUKSES 2026 yang berlangsung di Lapangan Gasis Watansoppeng.

Layanan ini berlangsung selama enam hari, mulai 12 hingga 17 Maret 2026, setiap pukul 17.00 hingga 22.00 WITA. Masyarakat dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengecekan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi dengan tenaga medis.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Soppeng, Muhammad Evinuddin, mengatakan program ini bertujuan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas dijadwalkan bertugas secara bergiliran selama kegiatan berlangsung.

(Silviana)

Pembekalan Mahasiswa KKN Unipol, Kapolres Soppeng, Kasat Intelkam dan Kasi Humas Jadi Narasumber


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Sebanyak 356 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Lamappapoleonro (Unipol) Tahun 2026 mengikuti kegiatan pembekalan yang digelar di Kampus Unipol, Jalan Salotungo, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan pembekalan ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan bagi mahasiswa sebelum mereka diterjunkan ke tengah masyarakat dalam program KKN yang akan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Wajo.

Program KKN Reguler Unipol tahun ini dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih dua bulan, yakni mulai 6 April hingga 7 Juni 2026. Sebelum terjun ke lokasi penempatan, para mahasiswa terlebih dahulu mengikuti kegiatan pembekalan yang dilaksanakan selama empat hari, mulai 11 hingga 14 Maret 2026.

Pembekalan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai berbagai aspek penting yang akan mereka hadapi selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat, mulai dari pendekatan sosial, komunikasi dengan masyarakat, hingga peran mahasiswa dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan desa.

Dalam materinya, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K. menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan (agent of change) di tengah masyarakat.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya sekadar menjalankan program akademik dari kampus, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata dalam membantu menjaga stabilitas sosial dan keamanan di lingkungan masyarakat.

“Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Kami berharap selama melaksanakan KKN, adik-adik mahasiswa dapat menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan serta mampu menjadi cooling system yang menyejukkan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kapolres juga mengingatkan para mahasiswa agar selalu menjaga sikap, komunikasi, dan etika selama berada di tengah masyarakat. Hal tersebut dinilai sangat penting karena mahasiswa akan berinteraksi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat yang memiliki latar belakang sosial dan budaya yang berbeda.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan program KKN tidak hanya diukur dari seberapa banyak program kerja yang dilaksanakan, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa dalam membangun hubungan sosial yang baik dengan masyarakat setempat.

“Bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Jaga sikap dan etika selama berada di desa lokasi KKN. Jika mahasiswa mampu berbaur dengan masyarakat, maka program yang dijalankan juga akan lebih mudah diterima,” tambahnya.

Selain itu, Kapolres Soppeng juga mengajak para mahasiswa untuk aktif bersinergi dengan aparat keamanan di tingkat desa maupun kelurahan, khususnya Bhabinkamtibmas yang menjadi ujung tombak Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui kerja sama tersebut, diharapkan mahasiswa dapat berperan aktif membantu menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif selama pelaksanaan KKN.

Dalam kegiatan pembekalan tersebut, Kapolres Soppeng turut didampingi oleh Kasat Intelkam Polres Soppeng AKP Ahmad serta Kasi Humas Polres Soppeng AKP Husain.

Pada kesempatan itu, Kasat Intelkam Polres Soppeng AKP Ahmad juga memberikan arahan kepada para mahasiswa terkait pentingnya kepekaan terhadap dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu membaca situasi sosial di lingkungan tempat mereka melaksanakan KKN. Dengan demikian, mahasiswa dapat menyesuaikan program kerja yang dilaksanakan agar lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Mahasiswa harus peka terhadap kondisi sosial yang ada di masyarakat. Jalin komunikasi yang baik dengan aparat desa, tokoh masyarakat, maupun tokoh pemuda agar kegiatan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Soppeng AKP Husain memberikan materi terkait pentingnya menyampaikan informasi yang benar dan bertanggung jawab, terutama di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin pesat.

Ia mengingatkan para mahasiswa agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, khususnya informasi yang beredar di media sosial.

Menurutnya, penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya dapat memicu kesalahpahaman bahkan konflik di tengah masyarakat.

“Di era digital saat ini, informasi bisa menyebar dengan sangat cepat. Oleh karena itu, mahasiswa harus menjadi contoh dalam menyampaikan informasi yang benar serta tidak mudah menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Soppeng juga turut mensosialisasikan layanan Call Center 110, yang merupakan layanan kepolisian bagi masyarakat untuk melaporkan berbagai kejadian atau gangguan keamanan yang membutuhkan penanganan cepat dari pihak kepolisian.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat dengan mudah menghubungi pihak kepolisian apabila menemukan kejadian yang membutuhkan penanganan segera.

Kegiatan pembekalan mahasiswa KKN Universitas Lamappapoleonro ini berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta mendapat antusiasme tinggi dari para mahasiswa peserta.

Para mahasiswa terlihat aktif mengikuti rangkaian kegiatan dan materi yang diberikan, karena pembekalan ini dinilai sangat penting sebagai bekal sebelum mereka terjun langsung melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini diharapkan para mahasiswa tidak hanya memahami tugas mereka sebagai peserta program akademik, tetapi juga mampu menjalankan peran sebagai bagian dari masyarakat yang ikut berkontribusi menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan program KKN.

Dengan pembekalan yang matang, mahasiswa diharapkan dapat melaksanakan program KKN secara optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Soppeng maupun Kabupaten Wajo.

(Silviana) 

Rabu, 11 Maret 2026

Pemkab Soppeng Gelar Musrenbang RKPD 2027, Prioritaskan Pertanian dan Peningkatan Ekonomi Daerah


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Soppeng Suwardi Haseng dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Soppeng Command Center (SCC) Lamataesso, Selasa (10/3/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa penyusunan RKPD merupakan bagian penting dari proses perencanaan pembangunan daerah yang dilaksanakan setiap tahun.

Dokumen tersebut menjadi pedoman utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan serta program prioritas pemerintah daerah.

Menurutnya, penyusunan RKPD harus selaras dengan dokumen perencanaan jangka menengah dan jangka panjang daerah yang telah ditetapkan melalui peraturan daerah.

“Penyusunan RKPD merupakan bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang setiap tahun kita laksanakan dengan berpedoman pada RPJMD serta RPJPD yang telah ditetapkan,” ujar Suwardi.

Ia menjelaskan bahwa RKPD Kabupaten Soppeng Tahun 2027 merupakan pelaksanaan tahun ketiga dari RPJMD Kabupaten Soppeng 2025–2029. Oleh karena itu, momentum ini menjadi sangat strategis untuk memastikan bahwa seluruh program pembangunan berjalan sesuai dengan arah kebijakan yang telah direncanakan.

“Musrenbang yang kita laksanakan saat ini menjadi tahapan penting dalam proses penyempurnaan rancangan RKPD dan rencana kerja perangkat daerah tahun 2027 sebelum memasuki tahap penganggaran,” jelasnya.

Bupati Suwardi juga memaparkan bahwa setelah tahapan Musrenbang selesai dilaksanakan, proses selanjutnya adalah penyusunan dokumen penganggaran daerah.

Tahapan tersebut meliputi penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), dilanjutkan dengan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), hingga penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).

Seluruh tahapan tersebut, kata dia, harus dilaksanakan secara sistematis dan terkoordinasi agar program pembangunan yang direncanakan dapat direalisasikan secara optimal.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyepakati berbagai agenda pembangunan daerah yang akan dituangkan dalam dokumen RKPD.

Selain menjadi ruang koordinasi antar pemerintah dan pemangku kepentingan, forum Musrenbang juga menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan.

“Melalui Musrenbang ini kita menyepakati agenda pembangunan strategis daerah. Forum ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam proses perencanaan pembangunan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Suwardi Haseng juga memaparkan sejumlah prioritas pembangunan daerah yang akan terus diperkuat pada tahun mendatang.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah adalah sektor pertanian, yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian Kabupaten Soppeng.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan pertanian tanaman pangan melalui sistem pertanian terpadu guna meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

“Pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Oleh karena itu, pengembangan sistem pertanian terpadu akan terus kita dorong,” ungkapnya.

Selain sektor pertanian, pemerintah daerah juga akan memperkuat dukungan terhadap sektor peternakan dan perikanan melalui peningkatan sarana dan prasarana pendukung.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produksi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Soppeng juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan yang selaras dan berkelanjutan.

Ia mengakui bahwa keterbatasan kemampuan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat tidak semua program pembangunan dapat dibiayai secara mandiri oleh pemerintah daerah.

Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan, baik dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dunia usaha, maupun partisipasi aktif masyarakat.

“Keterbatasan pembiayaan APBD membuat tidak semua program dapat kita biayai. Karena itu diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pusat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Soppeng juga membuka peluang kerja sama untuk memperoleh dukungan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun APBD Provinsi Sulawesi Selatan.

Menutup sambutannya, Suwardi Haseng menyampaikan harapannya agar forum Musrenbang dapat menghasilkan keputusan yang benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Ia optimistis bahwa melalui kolaborasi berbagai pihak, pembangunan daerah di Kabupaten Soppeng dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Saya yakin melalui forum Musrenbang ini kita dapat menghasilkan keputusan yang benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat serta mampu mendorong terwujudnya Soppeng yang sehat, maju, dan berdaya saing berbasis agropolitan,” pungkasnya.

Kegiatan Musrenbang RKPD Kabupaten Soppeng Tahun 2027 turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan masyarakat.

Di antaranya Wakil Bupati Soppeng, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan daerah pemilihan Soppeng–Wajo, Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Soppeng, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta para kepala perangkat daerah.

Selain itu, hadir pula Camat, kepala Desa dan Lurah, pimpinan perguruan tinggi, organisasi masyarakat, organisasi profesi, LSM, unsur pers, Forum Anak Kabupaten Soppeng, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.

(Silviana)

Selasa, 10 Maret 2026

Kejari Soppeng Hadirkan Program AMAN, Bupati Suwardi Haseng Apresiasi Upaya Perlindungan Anak


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng secara resmi membuka Talk Show Program Adhyaksa Mappoji Anak (AMAN) yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Soppeng pada Selasa malam (10/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Soppeng sebagai Kabupaten Layak Anak.

Acara yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari kepala sekolah TK dan PAUD se-Kabupaten Soppeng, kepala sekolah dasar dari Kecamatan Lalabata dan Liliriaja, hingga unsur pemerintah daerah, berlangsung dengan suasana edukatif dan interaktif.

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Soppeng atas inisiatif menghadirkan Program AMAN.

Menurutnya, program tersebut merupakan langkah nyata dalam memperkuat perlindungan terhadap anak sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya identitas resmi bagi anak.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga penegak hukum memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak.

“Program yang diinisiasi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan sangat membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan perlindungan anak. Kami tentu sangat berterima kasih atas dukungan ini,” ujar Suwardi Haseng.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng menjelaskan bahwa lahirnya Program Adhyaksa Mappoji Anak (AMAN) tidak terlepas dari komitmen Kejaksaan untuk mendukung visi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak di Soppeng.

Ia mengungkapkan bahwa sejak awal bertugas di Kabupaten Soppeng, pihaknya langsung memberikan perhatian terhadap berbagai program pemerintah daerah yang berkaitan dengan perlindungan anak.

Hal tersebut kemudian mendorong Kejaksaan Negeri Soppeng untuk menghadirkan Program AMAN sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Kami melihat bahwa salah satu fokus pembangunan daerah adalah mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Karena itu, program AMAN ini kami dorong sebagai bentuk kontribusi kejaksaan kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, peran kejaksaan saat ini tidak hanya terbatas pada fungsi penegakan hukum, tetapi juga mencakup edukasi hukum serta pendampingan bagi masyarakat, termasuk anak-anak.

Dalam talk show tersebut, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Soppeng memaparkan mengenai batasan umur anak serta pentingnya kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA).

Ia menjelaskan bahwa KIA merupakan identitas resmi bagi anak yang memiliki berbagai fungsi penting, mulai dari keperluan administrasi hingga perlindungan hukum.

Selain itu, Kejaksaan Negeri Soppeng juga telah melaksanakan sosialisasi Program AMAN di dua pesantren di Kabupaten Soppeng. Dari kegiatan tersebut, sekitar 50 anak berhasil memperoleh Kartu Identitas Anak.

“KIA ini penting sebagai identitas resmi anak yang dapat digunakan dalam berbagai keperluan administrasi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Kejaksaan Negeri Soppeng juga membuka layanan konsultasi bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum terkait persoalan perdata maupun tata usaha negara.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Soppeng menjelaskan berbagai manfaat dari Kartu Identitas Anak.

Ia menegaskan bahwa KIA tidak hanya berfungsi sebagai identitas resmi anak, tetapi juga memberikan perlindungan hukum serta mempermudah berbagai urusan administrasi kependudukan.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir terkait biaya karena pengurusan KIA tidak dipungut biaya alias gratis.

“Pengurusan KIA ini tidak ada biaya sama sekali. Semua gratis. Ke depan beberapa layanan administrasi kependudukan juga akan dilakukan secara online sehingga masyarakat bisa mengurusnya dari rumah atau dari daerah yang jauh dari kantor Dukcapil,” ujarnya.

Selain membahas perlindungan anak, talk show tersebut juga menghadirkan pemaparan dari Kepala Seksi Intelijen Kejari Soppeng terkait peran kejaksaan dalam memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ia menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan pemahaman mengenai aspek hukum dalam menjalankan usaha.

Kondisi tersebut kerap menimbulkan berbagai persoalan hukum di kemudian hari, sehingga diperlukan edukasi dan pendampingan hukum agar para pelaku usaha dapat menjalankan usahanya dengan aman dan sesuai aturan.

“Pada kenyataannya pemahaman hukum pelaku UMKM masih terbatas. Sektor UMKM juga sering menghadapi persoalan hukum. Karena itu kejaksaan hadir untuk memberikan pendampingan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, dilakukan pula penyerahan Kartu Identitas Anak secara simbolis kepada 10 anak.

Selain menerima KIA, para anak juga mendapatkan voucher belanja serta voucher liburan ke Taman Wisata Alam Lejja sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap program perlindungan anak.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Soppeng, Wakil Bupati Soppeng, Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Direktur Perseroda, serta Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Soppeng.

Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak serta kepemilikan identitas resmi bagi anak semakin meningkat.

Dengan demikian, upaya mewujudkan Kabupaten Soppeng sebagai Kabupaten Layak Anak dapat terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah, lembaga penegak hukum, serta masyarakat.

(Silviana)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved