Lantai 3 Pusat Pertokoan Soppeng Disorot, BPKPD Langsung Turun Tangan, LSM Sidik Dorong Jadi Sentra UMKM - TEROPONG SULAWESI -->

Sabtu, 29 Agustus 2026

Lantai 3 Pusat Pertokoan Soppeng Disorot, BPKPD Langsung Turun Tangan, LSM Sidik Dorong Jadi Sentra UMKM

Lantai 3 Pusat Pertokoan Soppeng Disorot, BPKPD Langsung Turun Tangan, LSM Sidik Dorong Jadi Sentra UMKM


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Sorotan terhadap kondisi lantai 3 Pusat Pertokoan Kota Soppeng mulai mendapat tindak lanjut. Pihak Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) bergerak cepat melakukan pembersihan kawasan tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah tanaman liar yang tumbuh di area lantai 3 dibersihkan. Bagian dinding yang mulai ditumbuhi lumut juga tak luput dari kerja bakti.

Langkah cepat BPKPD itu mendapat apresiasi dari Ketua LSM Sidik, Mahmud Cambang, yang sebelumnya melakukan pemantauan terhadap kondisi kawasan tersebut.

Mahmud menyebut respons cepat tersebut patut diapresiasi. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan lantai 3 tidak selesai hanya dengan membersihkan tanaman liar dan lumut.

“Pembersihan kami apresiasi. Tapi setelah dibersihkan, harus ada langkah berikutnya. Jangan sampai kembali kosong dan tidak dimanfaatkan,” ujar Mahmud. Sabtu (29/8/2026). 

Ia mendorong pemerintah daerah memikirkan konsep baru untuk mengubah kawasan tersebut menjadi ruang yang produktif dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Salah satu yang dinilai potensial adalah menjadikan area tersebut sebagai ruang usaha bagi pelaku UMKM Soppeng.

“Banyak pelaku UMKM membutuhkan tempat untuk mengembangkan usahanya. Kalau ada ruang yang masih kosong, kenapa tidak dimanfaatkan untuk mereka?” katanya.

Mahmud juga menyoroti keberadaan sejumlah los yang masih kosong. Ia meminta pemerintah dan dinas terkait segera mencari formula pemanfaatan agar aset tersebut tidak terus menjadi ruang yang tidak produktif.

Namun, Mahmud memberikan catatan penting soal mekanisme pemanfaatannya.

Ia meminta pemerintah tidak sekadar memberikan nama atau status pemanfaatan, tetapi memastikan los tersebut benar-benar digunakan sesuai tujuan.

“Dinas terkait harus tegas. Jangan sampai atas nama pemanfaatan, kemudian los itu dipersewakan kepada pelaku UMKM. Kalau memang untuk UMKM, berikan akses langsung kepada UMKM dan buat mekanismenya transparan,” tegasnya.

Menurut Mahmud, keberadaan fasilitas publik harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pusat Pertokoan tidak semestinya hanya menjadi bangunan yang berdiri tanpa aktivitas ekonomi yang maksimal.

Ia berharap respons cepat BPKPD menjadi awal dari langkah yang lebih besar, yakni menata, menghidupkan, dan mengoptimalkan lantai 3 Pusat Pertokoan sebagai salah satu ruang ekonomi baru bagi masyarakat Soppeng.

“Jangan berhenti di kerja bakti. Sekarang saatnya pemerintah memikirkan konsep pemanfaatannya. Buka ruang bagi UMKM dan pastikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bisa mendapat tempat,” pungkas Mahmud.

(Taggi)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved