Pendidikan -->

Rabu, 14 Oktober 2026

Bupati Suwardi Haseng Bangga, Siswi MAN 1 Soppeng Tembus Grand Final OPI IPB 2026 dan Kantongi Golden Ticket


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Prestasi gemilang ditorehkan Falihah Shobiroh R. Hasruddin, siswi MAN 1 Soppeng, setelah berhasil melaju ke Grand Final Olimpiade Penelitian Indonesia (OPI) Institut Pertanian Bogor (IPB) Tahun 2026 dan meraih Golden Ticket.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., dalam pertemuan di Ruang Kerja Bupati Soppeng, Rabu (14/10/2026). Keberhasilan Falihah menjadi kabar membanggakan sekaligus membawa nama Kabupaten Soppeng dalam ajang kompetisi penelitian tingkat nasional.

Bupati Suwardi Haseng menyambut positif pencapaian tersebut. Ia menilai prestasi Falihah menunjukkan bahwa generasi muda Soppeng memiliki kemampuan dan potensi untuk bersaing, asalkan mendapat kesempatan, pembinaan, dan dukungan yang memadai.

Ia berharap keberhasilan itu tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Falihah dan pihak madrasah, tetapi juga mampu membangkitkan semangat pelajar lainnya untuk terus mengejar prestasi.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dengan memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, serta keberanian dalam menghadapi persaingan.

Dukungan dari pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua, lanjutnya, menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya pelajar berprestasi yang mampu membawa nama baik daerah.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian yang diraih peserta didiknya.

“Alhamdulillah, kami keluarga besar MAN 1 Soppeng menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan yang luar biasa atas keberhasilan salah satu peserta didik kami menembus Grand Final Olimpiade Penelitian Indonesia (OPI) IPB Tahun 2026 sekaligus berhasil mengamankan Golden Ticket,” ujarnya.

Musmuliadi menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras Falihah yang didukung oleh pendampingan para guru, peran orang tua, serta komitmen madrasah dalam membangun budaya riset dan inovasi.

Ia menegaskan, prestasi itu menjadi bukti bahwa pelajar dari Kabupaten Soppeng mampu menunjukkan kapasitasnya di tingkat nasional. Karena itu, capaian Falihah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengasah kemampuan dan berani mengambil peluang.

“Keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi dan menggapai cita-cita setinggi mungkin,” tegasnya.

Ia juga memastikan MAN 1 Soppeng akan terus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki keimanan, karakter, kreativitas, dan daya saing.

“MAN 1 Soppeng akan terus berkomitmen melahirkan generasi yang beriman, cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Dari madrasah di Kabupaten Soppeng, kita buktikan bahwa prestasi dan inovasi mampu menembus panggung nasional,” tuturnya.

Keberhasilan Falihah Shobiroh R. Hasruddin diharapkan menjadi dorongan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Soppeng untuk terus memperkuat pembinaan peserta didik, khususnya dalam bidang penelitian dan inovasi, sehingga semakin banyak generasi muda daerah yang mampu meraih prestasi membanggakan.

(Red)

Selasa, 13 Oktober 2026

Bupati Suwardi Haseng: Jangan Berpuas Diri, Integritas Pendidikan Soppeng Harus Terus Diperkuat


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., menegaskan bahwa capaian Indeks Integritas Pendidikan (IIP) 2026 harus menjadi penyemangat sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, keberhasilan menempati peringkat pertama di Sulawesi Selatan pada jenjang SD dan sederajat dengan nilai 79,71 patut diapresiasi. Namun, capaian tersebut harus diiringi komitmen untuk terus melakukan pembenahan, terutama pada jenjang SMP dan sederajat yang berada di peringkat keempat dengan nilai 76,81.

“Kita patut bersyukur atas capaian ini, tetapi jangan sampai membuat kita berpuas diri. Hasil IIP 2026 harus menjadi motivasi untuk terus berbenah dan memastikan integritas benar-benar menjadi budaya di setiap satuan pendidikan,” ujar Suwardi. Selasa (13/10/2026).

Ia menekankan bahwa pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter peserta didik yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai antikorupsi.

“Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya kejujuran dan keteladanan. Karena itu, seluruh proses pendidikan harus berjalan secara transparan, adil, dan akuntabel, baik dalam pembelajaran maupun dalam pengelolaan anggaran pendidikan,” tegasnya.

Suwardi juga mengajak Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam membangun lingkungan pendidikan yang bersih dari praktik kecurangan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus mendorong perbaikan tata kelola pendidikan secara berkelanjutan, termasuk menjadikan hasil pengukuran integritas sebagai bahan evaluasi untuk menentukan langkah pembenahan yang lebih tepat sasaran.

“Yang paling penting bukan sekadar peringkat, melainkan bagaimana kita memastikan anak-anak Soppeng memperoleh pendidikan yang bermutu dan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, serta dapat dipercaya,” tandasnya.

(Red)

Kamis, 08 Oktober 2026

PKBM Rumah Amma Hadirkan Pendidikan Kesetaraan di Rutan Watansoppeng, Dr. Nur Alim Resmi Membuka Program Paket A, B dan C


Soppeng, Teropongsulawesi.com, PKBM Rumah Amma memperluas layanan pendidikan nonformal dengan menghadirkan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan C bagi warga pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Watansoppeng, Kamis (8/10/2026).

Program yang dilengkapi penguatan literasi tersebut secara resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd.

Kegiatan ini menjadi langkah untuk memberikan akses pendidikan kepada warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal, sekaligus mendukung proses pembinaan melalui kegiatan belajar yang terarah.

Penyelenggara PKBM Rumah Amma, Rima Aprilyani, S.E., mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaganya untuk menjangkau masyarakat yang masih memiliki keterbatasan akses pendidikan.

Menurut Rima, kesempatan belajar harus terbuka bagi siapa saja. Status dan kondisi seseorang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk memperoleh pengetahuan serta meningkatkan kemampuan diri.

Ia berharap peserta tidak hanya mengejar ijazah, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang dapat membantu membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan masa depan.

Pembelajaran Rutin dengan Tiga Tutor

Program yang dijalankan PKBM Rumah Amma bersama Rutan Watansoppeng dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng ini dijadwalkan berlangsung dua kali dalam sepekan dengan pendampingan tiga tutor.

Pendidikan kesetaraan yang disediakan meliputi Paket A setara sekolah dasar, Paket B setara sekolah menengah pertama, dan Paket C setara sekolah menengah atas.

Peserta yang mengikuti pembelajaran dan memenuhi persyaratan yang berlaku berkesempatan memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan.

Selain materi akademik, penguatan literasi juga menjadi bagian dari kegiatan. Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, memahami informasi, berkomunikasi, dan berpikir kritis.

Dengan pola pembelajaran tersebut, warga pemasyarakatan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan secara bertahap selama mengikuti program.

Dr. Nur Alim Apresiasi Kolaborasi Pendidikan

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim, mengapresiasi kerja sama PKBM Rumah Amma dengan Rutan Kelas IIB Watansoppeng dalam menghadirkan layanan pendidikan di lingkungan pemasyarakatan.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara dan perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, pendidikan bukan sekadar sarana memperoleh ijazah, melainkan juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membangun karakter, dan mendorong kemandirian.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan nonformal, dan pihak Rutan dinilai penting untuk memastikan kesempatan belajar dapat diakses oleh warga pemasyarakatan.

Pendidikan sebagai Bagian dari Pembinaan

Kepala Rutan Kelas IIB Watansoppeng, Dedi Nugroho, A.Md.IP., S.H., M.MM., menyambut baik penyelenggaraan program tersebut.

Ia menilai pendidikan memiliki peran penting dalam pembinaan karena memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Dedi berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik sehingga masa pembinaan menjadi momentum untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas diri.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri Plt. Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Andi Nur Alam, S.Pd., M.Pd., Penilik PAUD dan PNF Zulkifli Suhardi, S.Pd., jajaran Rutan, pengelola serta tutor PKBM Rumah Amma, dan warga pemasyarakatan peserta program.

Melalui program ini, PKBM Rumah Amma bersama Rutan Watansoppeng dan pemerintah daerah berupaya memperluas kesempatan pendidikan bagi warga binaan.

Pendidikan kesetaraan diharapkan tidak hanya membuka jalan untuk menyelesaikan jenjang pendidikan, tetapi juga menjadi bekal pengetahuan dan keterampilan bagi peserta dalam mempersiapkan kehidupan setelah masa pembinaan.

(RAT)

Minggu, 04 Oktober 2026

Serunya Outing Class TKN Lamung Patue Watansoppeng: Anak-anak Belajar Langsung Proses Pembuatan Air Gelas Wetzo di CV. Aresota Jaya


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana penuh antusias dan kegembiraan terlihat dalam kegiatan Outing Class TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng yang dilaksanakan pada Senin, 5 Oktober 2026, di CV. Aresota Jaya, yang beralamat di Jl. Daeng Bora Kelu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak karena mereka berkesempatan melihat secara langsung proses pengolahan dan produksi air bersih dalam kemasan gelas Wetzo.

Kegiatan Outing Class tersebut merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang disesuaikan dengan topik pembelajaran “Air”. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui cerita dan gambar di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengamati secara langsung bagaimana air diproses hingga menjadi air minum yang siap dikonsumsi dan didistribusikan kepada masyarakat.

Kedatangan rombongan TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng mendapat sambutan yang hangat dari Pimpinan CV. Aresota Jaya, Hj. Hernawati. Beliau menyampaikan sambutan yang baik dan penuh apresiasi atas kunjungan anak-anak. Pihak perusahaan dengan terbuka memberikan kesempatan kepada peserta didik dan guru untuk mengenal lebih dekat tahapan proses produksi air gelas Wetzo.


Dalam kunjungan tersebut, anak-anak diajak mengamati berbagai tahapan produksi secara langsung. Mulai dari proses penyaringan air, pengolahan hingga menjadi air bersih, kemudian proses pengisian air ke dalam gelas, dilanjutkan dengan penutupan dan pengepresan gelas, hingga tahap akhir berupa pengemasan ke dalam dos dan pengepakan sebelum produk siap didistribusikan.

Anak-anak tampak sangat antusias menyaksikan setiap tahapan tersebut. Beberapa di antara mereka terlihat memperhatikan dengan penuh rasa ingin tahu bagaimana mesin bekerja dan bagaimana air yang telah melalui proses pengolahan dapat dikemas dengan rapi. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan kehidupan nyata di lingkungan sekitar.


Kepala TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng, Jumrah, S.Pd, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas sambutan yang diberikan oleh CV. Aresota Jaya.

“Anak-anak sangat senang karena hari ini mereka dapat melihat secara langsung proses pembuatan air gelas Wetzo. Selama ini mereka mengenal air melalui pembelajaran di kelas, tetapi melalui kegiatan Outing Class ini mereka dapat melihat sendiri bagaimana air diproses, disaring, dimasukkan ke dalam gelas, ditutup dan dipres, kemudian dikemas hingga siap untuk didistribusikan,” ujar Jumrah, S.Pd.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting bagi pendidikan anak usia dini karena memberikan pengalaman belajar yang nyata, menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan dunia anak.

“Kami berharap pengalaman ini dapat menambah wawasan anak-anak sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian bertanya, kemampuan mengamati, serta kesadaran untuk menjaga kebersihan dan menggunakan air dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Sementara itu, Hj. Amriani, S.Pd, salah satu guru TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng, mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi peserta didik.

“Kami sangat bersyukur karena melalui kegiatan ini anak-anak tidak hanya mengenal air bersih, tetapi juga memahami bahwa air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Manusia membutuhkan air, hewan membutuhkan air, begitu juga tumbuhan. Anak-anak dapat melihat bahwa air yang kita konsumsi ternyata melalui proses yang panjang dan harus dijaga kebersihan serta kualitasnya,” ungkap Hj. Amriani, S.Pd.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada anak, seperti bersyukur atas nikmat Tuhan, menjaga kebersihan, tidak membuang-buang air, tertib selama berada di lingkungan kerja, serta menghargai orang-orang yang bekerja dalam menyediakan kebutuhan masyarakat.

Menurut Hj. Amriani, pembelajaran melalui pengalaman langsung seperti ini akan lebih mudah diingat oleh anak karena mereka dapat melihat, mendengar, mengamati, bertanya, dan merasakan pengalaman secara langsung.

Kegembiraan juga dirasakan oleh peserta didik. Salah satu peserta didik TKN Lamung Patue Watansoppeng, Ananda Raja, mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti kunjungan tersebut.

“Saya senang bisa datang ke pabrik Wetzo. Saya bisa melihat bagaimana air dibuat, dimasukkan ke gelas, ditutup, lalu dimasukkan ke dalam dos. Saya juga senang bisa minum air gelas Wetzo langsung di tempat pembuatannya dan melihat air yang sudah dikemas sampai dinaikkan ke mobil truk,” ungkap Raja dengan penuh antusias.

Pengalaman tersebut menjadi kenangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka tidak hanya melihat produk yang sudah jadi, tetapi juga menyaksikan perjalanan produk tersebut dari proses pengolahan hingga siap dikirim dan digunakan oleh masyarakat.

Outing Class TKN Lamung Patue Watansoppeng ke CV. Aresota Jaya menjadi salah satu bentuk penerapan pembelajaran bermakna dan kontekstual. Anak-anak diajak keluar dari ruang kelas untuk belajar dari lingkungan dan dunia nyata.

Melalui kegiatan tersebut, berbagai aspek perkembangan anak dapat terstimulasi, antara lain kemampuan bahasa melalui kegiatan bertanya dan bercerita, kemampuan kognitif melalui kegiatan mengamati dan memahami urutan proses, kemampuan sosial-emosional melalui kegiatan bersama, serta nilai agama dan budi pekerti melalui pembiasaan bersyukur dan menjaga ciptaan Tuhan.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat pemahaman anak bahwa air bukan sekadar benda yang mereka gunakan setiap hari, tetapi merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.


Dengan adanya kunjungan edukatif ini, diharapkan anak-anak TKN Lamung Patue Watansoppeng semakin memiliki rasa ingin tahu, gemar belajar dari lingkungan sekitar, serta tumbuh menjadi anak yang peduli terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian sumber daya air.

Outing Class bukan sekadar perjalanan keluar sekolah, tetapi menjadi pengalaman belajar yang menghadirkan dunia nyata ke dalam pembelajaran anak. Melalui pengalaman melihat langsung proses pembuatan air gelas Wetzo di CV. Aresota Jaya, anak-anak belajar bahwa setiap tetes air yang mereka nikmati memiliki proses, manfaat, dan nilai yang sangat penting bagi kehidupan.

(RAT) 

Kamis, 01 Oktober 2026

GMNI Sinjai Kecam Dugaan Intervensi Polisi terhadap Sosialisasi GSNI di Sekolah

 

Sinjai, Teropongsulawesi.com, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sinjai mengecam keras dugaan intervensi oknum kepolisian terhadap kegiatan sosialisasi Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) di sejumlah sekolah di Kabupaten Sinjai.

GMNI menilai dugaan penghambatan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut ruang kebebasan berserikat, berkumpul, menyampaikan gagasan, serta aktivitas organisasi kepemudaan dan pelajar.

Dalam pernyataannya, GMNI menyebut GSNI memiliki keterkaitan historis dengan proses kaderisasi generasi muda. GSNI dipandang sebagai wadah pembelajaran dan pengabdian bagi pelajar sebelum memasuki dunia kemahasiswaan.

“GSNI adalah saudara sejajar GMNI, tempat siswa mengawali pengabdian sebelum melangkah ke dunia kemahasiswaan,” demikian pernyataan DPC GMNI Sinjai.

GMNI juga menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi GSNI di sekolah bukan kegiatan yang dilakukan tanpa dasar. Pihaknya menyebut telah terdapat rekomendasi dari instansi pendidikan terkait.

Untuk kegiatan yang menyasar pelajar SMP sederajat, GMNI menyebut GSNI telah memperoleh rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai melalui surat Nomor 000.1.1/04.5918/Disdik tentang Rekomendasi Kegiatan tertanggal 29 Juli 2026.

Sementara untuk jenjang SMA sederajat, disebut telah terdapat rekomendasi dari Wilayah V Dinas Pendidikan melalui surat Nomor 500.5.7.15/573/CD/V/DISDIK tentang Rekomendasi Kegiatan tertanggal 25 Agustus 2026.

Atas dasar tersebut, GMNI menilai pelaksanaan sosialisasi GSNI memiliki dasar administratif dan dilakukan dalam koridor kegiatan organisasi.

GMNI kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan jaminan konstitusional mengenai kebebasan menyampaikan pendapat dan memperoleh serta menyampaikan informasi.

Menurut GMNI, Pasal 28E Ayat (3) UUD 1945 menjamin setiap orang memiliki hak untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Selain itu, Pasal 28F UUD 1945 mengatur hak setiap orang untuk berkomunikasi serta memperoleh dan menyampaikan informasi.

“Tanpa alasan hukum yang jelas, oknum kepolisian diduga menghalangi GSNI Sinjai menyampaikan gagasan kebangsaan kepada sesama pelajar,” tegas GMNI dalam pernyataannya.

GMNI juga menekankan bahwa GSNI bukan organisasi yang baru muncul. Organisasi tersebut disebut telah berdiri sejak 1959 dan selama puluhan tahun menjalankan aktivitas kaderisasi pelajar dengan membawa nilai-nilai kebangsaan.

Karena itu, GMNI meminta dugaan intervensi tersebut ditelusuri secara objektif dan apabila ditemukan pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab diminta ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

“GMNI mengecam keras dugaan intervensi yang dilakukan oknum kepolisian dan meminta agar ditelusuri serta ditindak secara tegas sesuai peraturan yang berlaku,” lanjut pernyataan tersebut.

GMNI Sinjai juga menyatakan tidak menutup kemungkinan menempuh langkah lanjutan apabila persoalan tersebut tidak segera mendapatkan penyelesaian.

“Jika seruan ini tidak diindahkan segera, maka GMNI bersama GSNI akan menempuh jalur aksi maupun proses hukum yang sah demi menegakkan keadilan dan menjaga ruang demokrasi,” tegas DPC GMNI Sinjai.

Hingga berita ini disusun, pernyataan tersebut merupakan sikap dari DPC GMNI Sinjai. Klarifikasi dari pihak kepolisian terkait dugaan intervensi dan alasan penghentian atau penghambatan kegiatan sosialisasi GSNI belum termuat dalam pernyataan tersebut.

(Red)

Rabu, 30 September 2026

Pilketos Serentak Digelar, Wabup Selle Ajak Pelajar Belajar Demokrasi dengan Sportif


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) serentak tingkat SMA/SMK se-Sulawesi Selatan digelar, Rabu (30/9/2026). Di Kabupaten Soppeng, pelaksanaan Pilketos dipusatkan salah satunya di SMAN 1 Soppeng dan dibuka oleh Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle K.S. Dalle.

Wabup Selle mengapresiasi pelaksanaan Pilketos serentak tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pelajar untuk mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai demokrasi secara langsung di lingkungan sekolah.

Ia meminta para siswa tidak memandang Pilketos hanya sebagai kegiatan rutin organisasi sekolah.

“Momen pemilihan Ketua OSIS ini jangan disia-siakan. Ini adalah pesta demokrasi pelajar,” ujar Selle.

Menurutnya, Pilketos dapat menjadi pengalaman awal bagi siswa sebelum nantinya terlibat dalam proses demokrasi yang lebih luas di masyarakat.

“Pemilihan Ketua OSIS serentak ini merupakan miniatur Pemilu. Dari sini para siswa dapat belajar bagaimana menggunakan hak pilih, menentukan pilihan, menghargai perbedaan, serta menerima hasil pemilihan dengan sikap yang dewasa,” katanya.

Selle menekankan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif selama seluruh tahapan pemilihan. Perbedaan pilihan, kata dia, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi dan harus disikapi secara dewasa.

Para siswa juga diharapkan tidak saling menjatuhkan hanya karena mendukung calon yang berbeda. Sebaliknya, seluruh peserta Pilketos diminta menjadikan proses tersebut sebagai pengalaman untuk membangun sikap sportif dan saling menghormati.

“Siapa pun yang terpilih nantinya harus didukung. Setelah proses pemilihan selesai, kita kembali bersama sebagai satu keluarga besar sekolah,” demikian semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Pilketos serentak Sulawesi Selatan tahun 2026 sekaligus menjadi sarana pembelajaran mengenai tata cara pemilihan, penggunaan hak suara, kepatuhan terhadap aturan serta tanggung jawab dalam menjalankan demokrasi.

Khusus di SMAN 1 Soppeng, kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Kodim 1423 Soppeng, Kejaksaan, KPU, Bawaslu, Cabang Dinas Pendidikan, pengawas, pendamping dan sejumlah undangan lainnya.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan terhadap penguatan pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan memperoleh pengalaman berharga bahwa demokrasi bukan hanya tentang memenangkan pilihan, tetapi juga tentang menghormati proses, menerima hasil dan tetap menjaga persatuan.

Pilketos akhirnya menjadi ruang belajar bagi siswa untuk mengenal kepemimpinan sekaligus membangun karakter sebagai generasi muda yang bertanggung jawab, sportif dan mampu menghargai perbedaan.

(Red)

Selasa, 29 September 2026

117 Lansia Lilirilau Diwisuda, Hj Suarni Suwardi: Semangat Belajar Tak Kenal Usia


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Sebanyak 117 lanjut usia (lansia) dari tujuh desa dan kelurahan di Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, mengikuti Wisuda Akbar Sekolah Lansia, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Hasten, Kelurahan Pajalesang, itu dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng, Ny. Hj. Suarni Suwardi.

Kehadiran Hj. Suarni memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Ia hadir untuk memberikan motivasi sekaligus menyaksikan langsung para lansia mengikuti prosesi wisuda.

Dalam prosesi tersebut, Hj. Suarni juga turut menyematkan tali toga kepada peserta wisuda.

Ia mengatakan, wisuda Sekolah Lansia bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi bukti bahwa kesempatan untuk belajar dan berkembang terbuka bagi siapa saja tanpa mengenal batas usia.

“Wisuda bukan hanya sebuah seremoni untuk menandai selesainya proses belajar, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat untuk belajar, berkembang, dan berkarya tidak mengenal usia,” ujar Hj. Suarni.

Menurutnya, Sekolah Lansia memberikan ruang bagi para lanjut usia untuk tetap aktif. Selain mendapatkan pengetahuan, para peserta juga dapat bersosialisasi, berbagi pengalaman, menjaga kesehatan dan membangun rasa percaya diri.

Program tersebut menerapkan pembelajaran melalui tujuh dimensi Lansia Tangguh.

Ketujuh dimensi itu meliputi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional atau vokasional, serta lingkungan.

“Semua aspek tersebut penting untuk mendukung lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif dan produktif,” jelasnya.

Salah seorang wisudawan, H. Adnan Rauf, mengaku merasakan manfaat dari keberadaan Sekolah Lansia.

Ia menyebut kegiatan tersebut membuat para lansia kembali memiliki ruang untuk belajar sekaligus bersilaturahmi dengan sesama.

“Dengan Sekolah Lansia, serasa kembali muda. Bisa kembali bersua sapa dengan sesama lansia. Merasa dihargai dan diberi ruang untuk belajar, berkarya dan berinovasi,” ungkapnya.

Perhatian terhadap kesehatan peserta juga menjadi bagian dalam kegiatan tersebut. Salah seorang wisudawan mendapatkan obat tekanan darah sesuai dengan kebutuhan kesehatannya.

Hj. Suarni kemudian mengajak para wisudawan untuk terus menjaga kesehatan dan tidak berhenti beraktivitas setelah mengikuti prosesi wisuda.

Ia berharap para lansia tetap aktif bersilaturahmi, berbagi pengalaman dan menjadi sumber inspirasi bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk belajar dan memberikan manfaat hendaknya tidak pernah berhenti,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada keluarga yang terus memberikan dukungan kepada para lansia selama mengikuti Sekolah Lansia.

Menurutnya, dukungan keluarga sangat dibutuhkan agar lansia dapat menjalani masa tua secara sehat, mandiri, aktif, produktif dan bahagia.

Hj. Suarni turut mengapresiasi penyuluh KB, pemerintah desa dan kelurahan bersama TP PKK, pengelola, kader serta tenaga pendidik yang telah mendampingi para peserta.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, keluarga dan kader lansia.

Sekolah Lansia di Kabupaten Soppeng dilaksanakan DP3P2KB Kabupaten Soppeng sejak 2024.

Wisuda di Kecamatan Lilirilau merupakan wisuda kedua sejak program Sekolah Lansia mulai dilaksanakan di Kabupaten Soppeng.

Program tersebut menjadi salah satu wadah bagi para lansia untuk terus belajar, bersosialisasi dan menjaga kualitas kehidupan agar tetap sehat dan produktif.

Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Kemendukbangga BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala DP3P2KB Kabupaten Soppeng, Camat Lilirilau bersama Ketua TP PKK Kecamatan, Kapolsek dan Danramil Lilirilau, para kepala desa/lurah bersama Ketua TP PKK, Kepala KUA, kepala UPTD Puskesmas, Koordinator BPP, Koordinator KB bersama para penyuluh KB, Korwil UPT Pendidikan, Ketua PGRI Kecamatan Lilirilau, serta para pengelola, tenaga pendidik dan peserta Sekolah Lansia.

Menutup arahannya, Hj. Suarni berharap Sekolah Lansia terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat.

(RAT.)

Minggu, 27 September 2026

GEN SIGAP 2026 di Soppeng, 10 SD Adu Keterampilan dan Kepedulian Kemanusiaan


Soppeng, Teropogsulawesi.com, Semangat kemanusiaan, kesiapsiagaan bencana dan kepalangmerahan mewarnai pelaksanaan GEN SIGAP (Generasi Tangguh Siaga Bencana Peduli Sesama) 2026, lomba PMR tingkat Mula SD/MI sederajat se-Kabupaten Soppeng.

Kegiatan yang digelar SMP Perguruan Islam Ganra di Yayasan Perguruan Islam Ganra, Sabtu (26/9/2026), diikuti 10 sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kabupaten Soppeng.

GEN SIGAP 2026 tidak sekadar menjadi ajang perlombaan. Para peserta juga mendapatkan pengalaman edukatif melalui kegiatan yang mengasah pengetahuan, kreativitas, keterampilan, serta kemampuan menghadapi situasi kebencanaan.

Kegiatan tersebut merupakan inisiatif PMR Madya Unit SMP Perguruan Islam Ganra dalam rangka memperingati Hari PMI sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang tangguh, peduli dan memiliki pengetahuan dasar kepalangmerahan.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Ketua PMI Kabupaten Soppeng yang diwakili Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Soppeng, Abdul Aziz Muhammad.

Dalam sambutannya, Abdul Aziz menilai pengenalan nilai kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana perlu dilakukan sejak usia sekolah.

“GEN SIGAP ini menjadi wadah yang sangat baik bagi anak-anak untuk belajar tentang kepalangmerahan, kesiapsiagaan bencana, serta kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya membangun kemampuan berkompetisi, tetapi juga membentuk karakter anak agar memiliki sikap tangguh, sigap dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

GEN SIGAP 2026 dikemas dalam lima cabang perlombaan, yakni Cerdas Cermat PMI, Menggambar, Ular Tangga Kebencanaan, Video Senam Mitigasi Bencana, dan Video Simulasi Bencana.

Sepuluh sekolah yang ambil bagian yakni SDN 261 Watanbelo, SDN 7 Salotungo, SDN 38 Labokong, SDN 211 Attang Benteng, SD Perguruan Islam Ganra, SDN 1 Lamappoloware, SDN 29 Cenrana, SDN 116 Mattanru, SDN 79 Enrekeng, dan SDN 56 Madining.

Kepala SMP Perguruan Islam Ganra, Rosmiati, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak sehingga kegiatan dapat terlaksana.

“Kami sangat bersyukur dan bangga karena GEN SIGAP dapat terlaksana dengan baik. Antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi peserta didik,” katanya.

Rosmiati berharap GEN SIGAP tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi ruang membangun persahabatan, kepedulian dan semangat kemanusiaan antarpelajar.

Sementara itu, Pembina PMR SMP Perguruan Islam Ganra, Muh. Irfan Kadir, S.Pd., Gr., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi.

Menurutnya, perlombaan sengaja dikemas melalui perpaduan edukasi, permainan dan kreativitas agar materi kepalangmerahan serta kebencanaan lebih mudah dipahami anak-anak.

“Harapan kami, setelah mengikuti GEN SIGAP, peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman dari perlombaan, tetapi juga membawa pengetahuan tentang bagaimana menjaga kesehatan, menghadapi bencana dan membantu sesama,” jelasnya.

Persaingan dalam lima cabang lomba berlangsung kompetitif. SDN 7 Salotungo berhasil keluar sebagai Juara Umum GEN SIGAP 2026.

Berikut hasil perlombaan:

Ular Tangga Kebencanaan

SDN 79 Enrekeng
SDN 29 Cenrana
SDN 7 Salotungo

Lomba Menggambar

SDN 1 Lamappoloware — Zafirah Lathifah Falmi
SDN 7 Salotungo — Hikayah Alfi Laila Irfaniyah
SDN 79 Enrekeng — Nadhya Nur Az Zahra

Cerdas Cermat PMI

SDN 1 Lamappoloware
SDN 7 Salotungo
SD Perguruan Islam Ganra

Video Simulasi Bencana

SDN 7 Salotungo
SDN 79 Enrekeng

Video Senam Mitigasi Bencana

SDN 7 Salotungo
SDN 38 Labokong
SDN 1 Lamappoloware

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan PMI Kabupaten Soppeng, BPBD Kabupaten Soppeng, Pemerintah Kecamatan Ganra, Pemerintah Desa Ganra, Pemerintah Desa Belo, Pemerintah Desa Enrekeng, Ketua Yayasan Perguruan Islam Ganra, pembina pondok yayasan, kepala sekolah/madrasah Yayasan Perguruan Islam Ganra, serta kepala sekolah dan guru pendamping peserta.

GEN SIGAP 2026 menjadi bagian dari upaya SMP Perguruan Islam Ganra menanamkan nilai kemanusiaan, kepedulian, kesiapsiagaan dan persahabatan kepada generasi muda.

Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi berbagai unsur ekstrakurikuler SMP Perguruan Islam Ganra, yakni PMR, OSIS, Pramuka, Keagamaan, SRMTC, Drum Corps 41, dan Raga Line Squad.

(Red)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved