Soppeng -->

Rabu, 28 Oktober 2026

Final Grasstrack dan Motocross 2026 Digelar di Soppeng, Suwardi Haseng Siapkan Dukungan untuk Sukseskan Event


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Kabupaten Soppeng dipercaya menjadi tuan rumah Final Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Grasstrack dan Motocross 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Sirkuit Larakkiang, Pakkanretete, Kabupaten Soppeng.

Penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi kesempatan bagi Soppeng untuk menunjukkan dukungannya terhadap perkembangan olahraga otomotif sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut sejak awal persiapan. Ia berharap kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang persaingan para pembalap, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat mendukung penuh kegiatan ini sejak awal. Ini sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Kabupaten Soppeng,” ujar Suwardi Haseng. Rabu (28/10/2026). 

Sebagai bagian dari upaya menyemarakkan acara, sejumlah artis turut diundang untuk menghibur masyarakat. Bupati juga menyampaikan bahwa pihaknya membantu menampung artis dan sebagian pembalap yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dukungan itu diharapkan dapat menunjang pelaksanaan acara sekaligus meningkatkan daya tarik kejuaraan bagi pencinta otomotif dari berbagai daerah.

Final Kejurprov Grasstrack dan Motocross 2026 akan menghadirkan berbagai kelas perlombaan, mulai dari kelas utama, sporting class, kelas lokal Sulawesi Selatan, hingga kategori pembalap muda dan pemula.

Pada kelas utama, sejumlah kategori yang dipertandingkan meliputi Trail Tune Up 4L 180 CC Open, Trail Standar 4L 155 CC Open, BBK Modifikasi 4L 125 CC Open, serta kelas sport dan trail open.

Panitia juga menyediakan kelas lokal Sulawesi Selatan, termasuk Trail Standar 155 CC, BBK Standar 4L 125 CC, dan FFA lokal Sulawesi Selatan.

Sementara itu, pembalap usia dini mendapat kesempatan untuk berkompetisi melalui kelas mini trail kelompok usia 7–10 tahun dan 12–15 tahun, serta kelas mini moto usia 11–15 tahun.

Beragam kategori tersebut diharapkan dapat membuka ruang kompetisi sekaligus mendukung pembinaan atlet otomotif, khususnya bagi generasi muda yang ingin mengembangkan kemampuan di lintasan balap.

Selain persaingan di lintasan, panitia telah menyiapkan sejumlah hadiah bagi para pemenang. Hadiah juara umum meliputi tiga unit sepeda motor Yamaha Mio, dua unit sepeda listrik, uang tunai, serta trofi.

Kemeriahan acara juga akan didukung penampilan DJ Pamela Safitri dari Duo Serigala, bersama Babyola dan Duta2000.

Doorprize bagi penonton turut disiapkan untuk menambah daya tarik kegiatan. Dengan kombinasi perlombaan dan hiburan musik, acara ini diharapkan dapat menarik kehadiran masyarakat dari berbagai wilayah.

Selain mendorong perkembangan olahraga otomotif, pelaksanaan kejuaraan ini juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Kehadiran pembalap, tim pendamping, dan penonton berpotensi meningkatkan aktivitas usaha di sekitar lokasi, termasuk sektor kuliner, perdagangan, dan jasa.

Dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan ini juga datang dari Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., Ketua KONI Kabupaten Soppeng Andi Muhammad Sadri, S.E., serta Direktur Nurani Strategic Consulting Dr. H. Nurmal Idrus, S.E., M.M.

Dukungan juga disebut datang dari Ketua Umum IMI Pusat H. Moreno Suprapto dan Ketua IMI Sulawesi Selatan H. Najmuddin, S.E.

Final Kejurprov Grasstrack dan Motocross 2026 dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Sirkuit Larakkiang, Pakkanretete.

Masyarakat dan pencinta otomotif diharapkan dapat hadir menyaksikan kejuaraan tersebut dengan tetap memperhatikan aturan keselamatan dan arahan panitia.

Melalui penyelenggaraan event ini, Kabupaten Soppeng diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu daerah yang mendukung perkembangan olahraga otomotif di Sulawesi Selatan.

(Red)

Selasa, 27 Oktober 2026

Suwardi Haseng Terima Minat Investasi Pabrik Pala Rp164 Miliar, Petani Soppeng Berpeluang Diuntungkan


Makassar, Teropongsulawesi.com, Peluang pengembangan komoditas pala di Kabupaten Soppeng menuju sektor industri mulai terbuka. Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menerima Letter of Intent (LoI) dari PT Firmansyah Khatulistiwa Group terkait penjajakan rencana pembangunan pabrik pengolahan pala dengan estimasi investasi sebesar Rp164 miliar.

Penyerahan dokumen tersebut berlangsung dalam rangkaian Sulampua Investment & Business Forum (SIBF) 2026 di Claro Hotel Makassar, Rabu (28/10/2026). Direktur Utama PT Firmansyah Khatulistiwa Group, Dr. H. Hendra Firmansyah, S.E., M.M., menyerahkan langsung LoI tersebut kepada Bupati Soppeng.

Rencana investasi ini menghadirkan peluang bagi Soppeng untuk memperkuat sektor perkebunan melalui pengembangan industri pengolahan. Selama ini, potensi komoditas pertanian dan perkebunan tidak hanya ditentukan oleh jumlah produksi, tetapi juga oleh kemampuan daerah menciptakan nilai tambah dari hasil panen.

Apabila pembangunan pabrik dapat direalisasikan, kebutuhan bahan baku industri berpotensi membuka peluang pasar bagi petani pala. Pengolahan di tingkat industri juga dapat mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi pendukung serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.

Meski demikian, manfaat investasi tidak cukup diukur dari besarnya nilai modal yang direncanakan. Kepastian penyerapan hasil panen, pola kemitraan dengan petani, standar harga pembelian, serta keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar masyarakat turut merasakan dampaknya.

Peluang Besar yang Menunggu Realisasi

SIBF 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia menjadi wadah pertemuan pemilik proyek dan calon investor. Sebanyak 43 proyek investasi potensial di wilayah Sulawesi dipromosikan dalam forum tersebut untuk mendorong kerja sama bisnis dan memperkuat iklim investasi regional.

Bagi Pemerintah Kabupaten Soppeng, peluang kerja sama dengan PT Firmansyah Khatulistiwa Group dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan potensi daerah kepada pelaku usaha. Namun, peluang tersebut perlu diikuti dengan langkah konkret agar rencana investasi dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif.

Kesiapan pasokan bahan baku, dukungan infrastruktur, kepastian perizinan, dan kelayakan bisnis akan menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan rencana pembangunan pabrik.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga memiliki kepentingan untuk memastikan investasi yang masuk memberikan manfaat lebih luas, termasuk membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok lokal, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Perlu ditegaskan, penerimaan LoI saat ini masih berada pada tahap penjajakan dan belum menjadi jaminan bahwa pembangunan pabrik akan segera dilaksanakan. Karena itu, tindak lanjut dari kedua pihak akan menjadi penentu arah realisasi investasi yang diperkirakan mencapai Rp164 miliar tersebut.

Jika terwujud dengan perencanaan yang matang, industri pengolahan pala berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi baru di Kabupaten Soppeng sekaligus memperkuat posisi petani dalam rantai nilai komoditas perkebunan.

(Red)

Bupati Suwardi Haseng Gerak Cepat Tangani Dampak Kebakaran, Pedagang Batu-Batu Disiapkan Pasar Darurat


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Tak ingin pedagang terlalu lama kehilangan mata pencaharian, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng kembali meninjau lokasi kebakaran Pasar Sentral Batu-Batu, Kecamatan Marioriawa, Selasa (27/10/2026). Pemerintah Kabupaten Soppeng kini memprioritaskan penyediaan lokasi berjualan sementara agar roda perekonomian masyarakat dapat kembali bergerak.

Area di belakang pasar yang terbakar disiapkan menjadi pasar darurat. Pemerintah daerah berharap tempat tersebut sudah bisa difungsikan pada hari pasar berikutnya, sehingga pedagang terdampak memiliki ruang untuk kembali menjalankan aktivitas usaha mereka.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam merespons dampak kebakaran yang tidak hanya mengakibatkan kerusakan tempat berjualan, tetapi juga mengancam keberlangsungan pendapatan para pedagang.

“Pedagang harus segera bisa kembali berjualan. Kami sementara menyiapkan tempat di belakang pasar yang terbakar. Mudah-mudahan pada hari pasar berikutnya, tempat itu sudah bisa digunakan,” kata Suwardi saat meninjau lokasi.

Selain memastikan persiapan pasar darurat, Suwardi menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu penanganan pascakebakaran. Personel Polres Soppeng, jajaran TNI, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta para pelajar turut ambil bagian dalam pengamanan dan pembersihan puing-puing kebakaran.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dalam menghadapi musibah. Dukungan bersama dinilai penting agar proses penanganan dapat berlangsung lebih cepat dan aktivitas masyarakat berangsur pulih.

Suwardi juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Soppeng dan Dandim beserta seluruh personel yang terlibat langsung dalam penanganan di lapangan.

Di samping penyediaan tempat berjualan sementara, Pemkab Soppeng mengupayakan bantuan bagi pedagang yang mengalami kerugian besar. Namun, bentuk dan mekanisme bantuan tersebut tetap akan mengikuti ketentuan yang berlaku.

Persoalan pemulihan pascakebakaran sebelumnya telah dibahas dalam rapat darurat secara daring yang dipimpin Suwardi pada Minggu (25/10/2026). Rapat tersebut melibatkan Penjabat Sekretaris Daerah bersama sejumlah organisasi perangkat daerah untuk menyusun langkah penanganan sesuai bidang masing-masing.

Koordinasi turut dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Suwardi menyatakan bahwa laporan kebakaran telah disampaikan kepada gubernur untuk dibahas bersama, termasuk kemungkinan dukungan bagi pemulihan pasar dalam jangka menengah dan panjang.

“Kejadian ini sudah kami laporkan kepada Bapak Gubernur Sulawesi Selatan. Beliau berkomitmen untuk membahas penanganan bersama, termasuk langkah-langkah yang diperlukan untuk pemulihan dalam jangka menengah dan jangka panjang,” ungkapnya.

Kepada para pedagang dan warga yang terdampak, Suwardi meminta agar tetap bersabar menghadapi musibah tersebut. Pemerintah daerah berupaya menghadirkan solusi agar kegiatan perdagangan bisa kembali berlangsung sembari menunggu penanganan lanjutan terhadap pasar yang terbakar.

Penyediaan pasar darurat diharapkan menjadi langkah awal untuk memulihkan aktivitas ekonomi di Batu-Batu. Dengan demikian, para pedagang dapat kembali berusaha dan memenuhi kebutuhan keluarga, sementara upaya pemulihan pasar terus dikoordinasikan oleh pemerintah daerah bersama pihak terkait.

(Taggi)

Senin, 26 Oktober 2026

Bupati Suwardi Haseng Hadiri Apel Operasi Patuh 2026, Kolaborasi TNI-Polri dan Pemda Jadi Sorotan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Komitmen membangun budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Soppeng kembali ditegaskan melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh 2026 yang digelar Polres Soppeng, Senin (26/10/2026).

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., hadir langsung dalam kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolres Soppeng, Jalan Latenribali, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap upaya peningkatan keselamatan dan ketertiban pengguna jalan.

Apel yang dimulai pukul 08.30 WITA tersebut dipimpin Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. Hadir pula Dandim 1423 Soppeng Letkol Inf. Eko Yuliyanto, Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muhammad Taufan, Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng Drs. H. Andi Haeruddin, M.Si., serta sejumlah unsur terkait.

Kesiapan lintas sektor menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan operasi ini. Personel dari kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, PSC Kabupaten Soppeng, hingga gabungan siswa SMA turut mengikuti apel sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

Penyematan pita operasi kepada perwakilan personel Satlantas Polres Soppeng, Kodim 1423 Soppeng, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP menjadi penanda kesiapan petugas dalam mendukung pelaksanaan Operasi Patuh 2026.

Dalam arahannya, Kapolres Soppeng menegaskan bahwa penertiban lalu lintas harus disertai upaya membangun kesadaran masyarakat. Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan tidak semestinya hanya muncul ketika petugas melakukan pengawasan, tetapi harus menjadi kebiasaan dalam aktivitas sehari-hari.

“Disiplin berlalu lintas harus tumbuh dari kesadaran setiap pengguna jalan, bukan hanya karena adanya petugas. Saya menginstruksikan seluruh personel yang terlibat agar melaksanakan tugas secara profesional, tegas, humanis, dan bertanggung jawab,” tegas AKBP Hari Budiyanto.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat serta pelaksanaan penindakan sesuai aturan yang berlaku. Pendekatan profesional dan humanis diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pengendara mengenai risiko pelanggaran lalu lintas.

Di sisi lain, keterlibatan pemerintah daerah dan unsur terkait diharapkan memperkuat koordinasi dalam menciptakan lingkungan berlalu lintas yang lebih aman. Sebab, keselamatan di jalan raya tidak hanya ditentukan oleh penegakan hukum, tetapi juga oleh kedisiplinan setiap pengguna jalan.

Kapolres berharap sinergi antarlembaga dan partisipasi masyarakat mampu menekan angka pelanggaran serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Soppeng.

Masyarakat diimbau untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, memastikan kelengkapan dokumen kendaraan, serta mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan.

Apel berakhir pukul 08.50 WITA dalam keadaan tertib. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kesiapan personel gabungan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Patuh 2026 dengan mengedepankan ketertiban, keselamatan, dan tanggung jawab bersama.

(Taggi) 

Minggu, 25 Oktober 2026

Cegah Pasar Semrawut dan Macet, Kadishub Soppeng Turun Langsung ke Pasar Cabbenge


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Mengantisipasi potensi kesemrawutan dan kemacetan lalu lintas di kawasan Pasar Cabbenge, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Soppeng, Muhammad Ihsan, S.STP., M.Si., turun langsung meninjau kondisi pasar, Senin (26/10/2026).

Peninjauan ini menjadi bagian dari perhatian Dinas Perhubungan terhadap aktivitas perdagangan yang menggunakan bahu jalan, sehingga berpotensi mempersempit ruang gerak kendaraan dan menghambat kelancaran arus lalu lintas.

Pasar Cabbenge merupakan salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat di Kabupaten Soppeng. Tingginya aktivitas pedagang, pembeli, dan kendaraan, khususnya pada hari pasar, membutuhkan pengaturan yang baik agar kegiatan jual beli tidak menimbulkan persoalan lalu lintas.

Dalam kunjungan tersebut, Muhammad Ihsan menekankan pentingnya penataan lokasi berjualan serta koordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas di sekitar pasar.

“Penggunaan bahu jalan oleh pedagang berpotensi mempersempit ruang gerak kendaraan dan menghambat arus lalu lintas. Karena itu, diperlukan langkah-langkah penataan dan koordinasi dengan pihak terkait agar aktivitas jual beli dapat berlangsung dengan tertib tanpa mengabaikan hak pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Ia berharap para pedagang memiliki kesadaran untuk menempati lokasi berjualan sesuai peruntukannya. Bahu jalan yang digunakan tidak semestinya untuk aktivitas perdagangan apabila hal tersebut mengganggu kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.

Penataan kawasan pasar, menurut Dinas Perhubungan, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi pedagang dan masyarakat. Kerja sama seluruh pihak diperlukan untuk menciptakan suasana pasar yang tertib sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga.

Pengguna jalan juga diimbau untuk mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga ketertiban saat melintas di sekitar Pasar Cabbenge, terutama ketika aktivitas perdagangan sedang ramai.

Dinas Perhubungan Kabupaten Soppeng menegaskan komitmennya untuk terus melakukan koordinasi dan pengawasan serta mendorong langkah penanganan sesuai kewenangan guna menjaga kelancaran arus lalu lintas.

Peninjauan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya memperbaiki ketertiban kawasan Pasar Cabbenge, sehingga kepentingan pedagang dalam menjalankan usaha dapat berjalan beriringan dengan hak masyarakat untuk menggunakan jalan secara aman dan lancar.

(Red)

Tinggalkan Agenda Golkar di Makassar, Suwardi Haseng Bergegas ke Lokasi Kebakaran Pasar Batu-Batu


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Musibah kebakaran Pasar Sentral Batu-Batu di Kecamatan Marioriawa membuat Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., segera mengalihkan perhatiannya dari agenda politik di Makassar ke kondisi masyarakat di daerahnya.

Usai dilantik sebagai Wakil Ketua Partai Golkar Sulawesi Selatan, Minggu (25/10/2026), Suwardi langsung bertolak menuju Soppeng. Ia bahkan memilih tidak menghadiri acara syukuran HUT Golkar di Pinisi Point agar dapat melihat langsung kondisi pasar yang dilanda kebakaran pada Sabtu (24/10/2026).

Suwardi tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 WITA setelah menyelesaikan prosesi pelantikan di Hotel Four Points Makassar. Kedatangannya menjadi bagian dari respons pemerintah daerah terhadap musibah yang berdampak pada aktivitas perdagangan di Pasar Sentral Batu-Batu.

Di lokasi, Suwardi didampingi Wakil Ketua I DPRD Soppeng H. Naspidin, Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muhammad Taufan, Kasat Intelkam Polres Soppeng, serta Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng H. Asis Dahlan. Aparat keamanan dan masyarakat setempat juga berada di lokasi.

Penanganan Diminta Berjalan Cepat

Sebelum tiba di Soppeng, Suwardi telah berkoordinasi dengan jajaran pemerintah kabupaten melalui sambungan video call. Ia meminta perangkat daerah bergerak cepat menangani dampak kebakaran tanpa menunggu kehadirannya secara langsung.

Instruksi tersebut mencakup pengamanan lokasi, pemantauan situasi pascakebakaran, serta pendataan warga dan pedagang yang terdampak. Pemerintah daerah juga diminta mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat sebagai dasar penyiapan bantuan.

Bagi pedagang Pasar Sentral Batu-Batu, kebakaran ini bukan sekadar kerusakan tempat berjualan. Peristiwa tersebut juga menyangkut keberlangsungan usaha dan sumber penghidupan keluarga yang bergantung pada aktivitas perdagangan sehari-hari.

Karena itu, penanganan pascakebakaran membutuhkan langkah konkret dan terukur. Pendataan kerugian, kejelasan bantuan, serta rencana pemulihan aktivitas pasar menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah.

Kepulangan Suwardi setelah pelantikan menunjukkan bahwa situasi di Soppeng menjadi prioritas perhatiannya di tengah agenda partai. Kini, masyarakat dan pedagang terdampak menantikan tindak lanjut penanganan agar dampak kebakaran tidak berlarut-larut dan kegiatan ekonomi dapat kembali berjalan.

Respons cepat di tahap awal perlu diikuti langkah pemulihan yang jelas, sehingga kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan oleh warga yang kehilangan tempat usaha maupun mengalami dampak lainnya akibat kebakaran tersebut.

(Taggi)

Polres Soppeng Libatkan Labfor Polda Sulsel, Fakta Kebakaran Pasar Batu-Batu Diburu


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Penyebab kebakaran Pasar Batu-Batu di Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, menjadi fokus penyelidikan Polres Soppeng. Untuk memastikan sumber dan faktor penyebab kebakaran, kepolisian melibatkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sulawesi Selatan dalam pemeriksaan langsung di lokasi kejadian.

Olah tempat kejadian perkara (TKP) dilaksanakan pada Minggu (25/10/2026), sekitar pukul 15.30 WITA. Langkah ini dilakukan untuk menelusuri jejak kebakaran melalui pemeriksaan ilmiah sekaligus mengumpulkan bukti yang diperlukan dalam proses penyidikan.

Pemeriksaan dipimpin Kasubdit Fisika Komputer Forensik Bidlabfor Polda Sulsel, AKBP Wiji Purnomo, S.T., M.H. Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., juga hadir bersama sejumlah pejabat utama Polres Soppeng dan Kapolsek Marioriawa.

Sejumlah pejabat daerah turut menyaksikan kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua I DPRD Soppeng H. Naspidin, Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muhammad Taufan, Plt. Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Jumiar, S.T., M.M., Camat Marioriawa A. Massalangka Raya, S.Si., serta Koordinator Pasar Batu-Batu Japri, S.Sos.

Keterlibatan tim forensik diharapkan membantu penyidik mengurai rangkaian peristiwa kebakaran secara lebih terukur. Pemeriksaan dilakukan untuk menemukan petunjuk, mengidentifikasi faktor yang berkaitan dengan kejadian, serta menganalisis barang bukti yang relevan.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menegaskan, pengungkapan kasus kebakaran harus dilakukan secara profesional dan tidak bertumpu pada asumsi yang belum teruji.

“Penanganan peristiwa ini tidak boleh didasarkan pada dugaan semata. Kami bersama Tim Labfor Polda Sulsel berupaya mengungkap penyebab kebakaran melalui pemeriksaan secara ilmiah dan pengumpulan bukti yang relevan. Kami ingin memastikan setiap tahapan penyelidikan berjalan profesional, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

Ia menambahkan, koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan unsur terkait menjadi bagian penting dalam penanganan musibah yang berdampak terhadap kegiatan perdagangan dan mata pencaharian masyarakat.

Kebakaran Pasar Batu-Batu bukan sekadar persoalan kerusakan fisik, tetapi juga menyangkut keberlangsungan usaha masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pasar.

Oleh karena itu, hasil penyelidikan menjadi penting untuk memberikan kejelasan mengenai penyebab kejadian. Pemeriksaan forensik diharapkan mampu memperkuat dasar penyidik dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Meski olah TKP telah dilakukan, penyebab pasti kebakaran belum diumumkan. Kesimpulan akhir masih bergantung pada hasil pemeriksaan ilmiah dan pengembangan penyelidikan oleh pihak berwenang.

Polres Soppeng menegaskan komitmennya untuk mengungkap peristiwa tersebut berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan. Masyarakat pun diharapkan menunggu hasil resmi penyelidikan agar tidak terjebak dalam spekulasi yang belum terbukti.

Kini, hasil pemeriksaan Labfor menjadi salah satu bagian penting yang dinantikan untuk menjawab pertanyaan mengenai penyebab kebakaran Pasar Batu-Batu sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat yang terdampak.

(Taggi)

Sabtu, 24 Oktober 2026

Kebakaran Pasar Batu-Batu, Suwardi Haseng Tinggalkan Agenda Golkar demi Penanganan Darurat


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Kebakaran yang melanda Pasar Sentral Batu-Batu, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, Sabtu (24/10/2026), mengubah agenda Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, di Makassar. Di tengah rangkaian kegiatan Partai Golkar, ia memilih mempercepat kepulangan ke daerah untuk memastikan penanganan dampak kebakaran menjadi perhatian utama pemerintah.

Kabar kebakaran tersebut diterima Suwardi saat berada di Makassar. Ia tidak menunggu hingga kembali ke Soppeng untuk mengambil langkah awal. Koordinasi langsung dilakukan melalui sambungan video call dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Soppeng, disertai instruksi agar seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) segera bergerak sesuai tugas masing-masing.

Suwardi sebelumnya dijadwalkan dilantik sebagai Wakil Ketua Partai Golkar Sulawesi Selatan di Hotel Four Points pada Minggu (25/10/2026). Namun, ia memastikan tidak mengikuti rangkaian syukuran HUT Golkar di Pinisi Point pada Minggu malam karena ingin memusatkan perhatian pada penanganan kebakaran.

“Saya akan segera kembali ke Soppeng siang ini juga. Saya tak lagi mengikuti rangkaian acara syukuran HUT Golkar di Pinisi Point malam ini. Penanganan kebakaran harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Keputusan tersebut disertai arahan agar seluruh OPD tidak menunda pekerjaan hanya karena kepala daerah masih berada di luar daerah. Penanganan darurat, pendataan korban dan kerugian, hingga persiapan bantuan bagi warga terdampak diminta berjalan secara terkoordinasi.

Penanganan darurat harus bergerak cepat

Suwardi menekankan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama. Pengamanan lokasi, antisipasi titik api susulan, serta koordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, dan unsur terkait perlu dilakukan secara intensif.

Pemerintah daerah juga diminta memastikan informasi mengenai kondisi terkini di lokasi kebakaran diperoleh melalui pendataan yang akurat. Jumlah kios yang terbakar, pedagang terdampak, perkiraan kerugian, serta kebutuhan mendesak masyarakat harus diidentifikasi secara cermat.

Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, BPBD, dan instansi terkait diarahkan memetakan kebutuhan bantuan darurat, termasuk pangan, pelayanan kesehatan, dan dukungan kemanusiaan bagi warga yang membutuhkan.

Langkah tersebut diperlukan agar respons pemerintah tidak hanya berfokus pada pengamanan lokasi, tetapi juga menjawab kebutuhan masyarakat yang terdampak langsung oleh musibah tersebut.

Pedagang membutuhkan kepastian pemulihan

Di balik kebakaran Pasar Sentral Batu-Batu, terdapat persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni keberlangsungan usaha para pedagang. Kehilangan kios berpotensi mengganggu mata pencaharian dan aktivitas ekonomi keluarga yang selama ini bergantung pada perdagangan di pasar tersebut.

Karena itu, Dinas Perindagkop UKM bersama pengelola pasar diminta menyiapkan opsi tempat berjualan sementara yang aman dan tertib. Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pedagang untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi setelah kondisi dinyatakan memungkinkan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng juga diminta mengoordinasikan laporan awal dan perkembangan penanganan secara berkala. Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika diarahkan menyampaikan informasi berdasarkan data terverifikasi agar masyarakat tidak menerima kabar yang belum jelas kebenarannya.

Adapun penyebab kebakaran dan besaran kerugian masih harus dipastikan melalui proses pemeriksaan serta pendataan oleh pihak berwenang.

Percepatan kepulangan Suwardi dari Makassar menjadi bagian dari respons pemerintah daerah terhadap kebakaran yang melanda pasar tersebut. Namun, tindak lanjut di lapangan akan menjadi hal penting untuk memastikan keselamatan warga, terpenuhinya kebutuhan darurat, dan tersedianya langkah pemulihan bagi pedagang.

Bagi masyarakat yang terdampak, penanganan yang cepat perlu diikuti bantuan yang tepat sasaran serta kepastian mengenai upaya menghidupkan kembali aktivitas perdagangan Pasar Sentral Batu-Batu.

(*)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved