All Posts - TEROPONG SULAWESI -->

Senin, 10 Agustus 2026

Wabup Selle Pamer Wajah Baru TWA Lejja, Glamping Kini Cuma Selangkah dari Air Panas VIP


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Taman Wisata Alam (TWA) Lejja mulai menawarkan pengalaman wisata yang berbeda. Tak hanya datang untuk berendam di air panas, wisatawan kini bisa menginap di tengah alam melalui fasilitas camping ground dan glamour camping (glamping).

Wajah baru TWA Lejja tersebut diperkenalkan Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, Senin (10/8/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah lokasi glamping yang berada tidak jauh dari kolam air panas VIP.

Konsep ini memungkinkan wisatawan menikmati dua pengalaman sekaligus. Siang atau sore bisa menikmati air panas, sementara malam hari dapat bermalam dengan suasana alam Lejja.

Tak Sekadar Datang, Berendam, Lalu Pulang

Kehadiran glamping membuat pola kunjungan ke TWA Lejja berpotensi berubah.

Wisatawan kini punya pilihan untuk menghabiskan waktu lebih lama. Setelah menikmati kolam air panas, pengunjung bisa bersantai di area camping, berkumpul bersama keluarga atau komunitas, hingga menikmati barbecue.

Fasilitas tersebut menyasar wisatawan keluarga, pencinta alam maupun kelompok komunitas yang menginginkan pengalaman wisata alam dengan suasana lebih nyaman.

Camping Ground Dilengkapi Toilet dan Barbecue

Tak hanya menyediakan area untuk mendirikan tenda, camping ground TWA Lejja juga dilengkapi fasilitas penunjang seperti toilet dan area barbecue.

Fasilitas barbecue dapat menjadi titik berkumpul pengunjung untuk menikmati suasana malam bersama keluarga, sahabat maupun komunitas.

Dengan konsep tersebut, TWA Lejja mulai diarahkan tidak hanya sebagai lokasi wisata air panas, tetapi juga sebagai tempat rekreasi alam dan ruang aktivitas bersama.

Diperkenalkan Saat HKAN 2026

Fasilitas baru ini diperkenalkan dalam rangkaian HKAN 2026 yang dipusatkan di TWA Lejja.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Forkopimda Soppeng, BBKSDA Sulawesi Selatan, KPH Walanae, anggota DPRD Soppeng, kelompok pencinta alam, Sispala serta tokoh masyarakat.

Momentum HKAN juga diisi dengan aksi penanaman pohon sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Pengembangan fasilitas wisata di kawasan konservasi pun tetap diharapkan berjalan seimbang dengan fungsi utama kawasan, yakni menjaga kelestarian alam.

Lejja Kini Punya Alasan untuk Menginap

Dengan hadirnya camping ground dan glamping, pilihan aktivitas wisata di TWA Lejja semakin lengkap.

Bukan hanya berendam di air panas, wisatawan kini bisa menginap, menikmati alam, barbecue dan berkumpul dalam satu kawasan.

Bagi Soppeng, fasilitas ini menjadi peluang untuk memperkuat TWA Lejja sebagai destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman lebih panjang.

Kalau sebelumnya orang datang ke Lejja untuk menikmati air panas, kini ada alasan baru untuk tinggal lebih lama.

Wabup Selle Dampingi Wagub Sulsel Pantau Stunting di Soppeng, Data Anak Diminta Divalidasi


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle mendampingi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan melakukan monitoring penanganan stunting di UPTD Puskesmas Sewo, Kabupaten Soppeng, Senin (10/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan dan percepatan penurunan stunting hingga tingkat pelayanan kesehatan dasar.

Wakil Gubernur Sulsel meminta jajaran kesehatan di Kabupaten Soppeng tidak lengah dalam memastikan validitas data stunting. Seluruh 17 puskesmas di Soppeng diminta melakukan validasi secara berkala.

Menurut Wagub, data yang akurat sangat menentukan keberhasilan intervensi karena menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan terhadap anak yang mengalami masalah gizi.

“Saya mengajak 17 puskesmas yang ada di Soppeng untuk selalu memvalidasi angka stunting. Kita harus memastikan datanya benar,” tegasnya.

Wagub juga meminta seluruh anak yang tercatat mengalami stunting kembali menjalani pengukuran menggunakan antropometri.

“Semua anak yang stunting perlu dilakukan pengukuran kembali dengan antropometri. Kalau alatnya kurang, silakan ajukan ke provinsi, nanti kita bantu,” ujarnya.

Langkah tersebut dinilai penting agar pemerintah memperoleh gambaran kondisi anak secara tepat dan tidak terjadi kesalahan dalam menentukan sasaran intervensi.

Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle menyambut baik monitoring yang dilakukan Pemprov Sulsel. Ia menilai kunjungan langsung Wagub menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan terhadap upaya Pemkab Soppeng menekan angka stunting.

Selle mengatakan berbagai intervensi telah dilakukan pemerintah daerah bersama stakeholder terkait. Namun, seluruh upaya tersebut diharapkan benar-benar menghasilkan perubahan di lapangan.

“Kita berharap angka stunting di Soppeng bisa terus turun sebagai hasil dari berbagai intervensi yang telah dilakukan Pemerintah Daerah bersama seluruh stakeholder,” kata Selle.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kedatangan Wagub Sulsel yang sekaligus Ketua TPPS Sulsel ke Puskesmas Sewo.

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kunjungan langsung Ibu Wakil Gubernur yang juga selaku Ketua TPPS Sulsel. Ini tentu menjadi perhatian dan dukungan bagi kami dalam upaya percepatan penanganan dan penurunan stunting di Soppeng,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub dan Wabup juga melihat langsung kondisi ibu dan balita yang mengalami persoalan gizi, termasuk anak stunting dan wasting.

Sejumlah bantuan turut diserahkan, berupa paket bantuan untuk ibu dan balita serta bibit tanaman bagi masyarakat.

Puskesmas Sewo melayani masyarakat di Kelurahan Bila, Desa Umpungeng dan Desa Mattabulu. Kondisi wilayah kerja yang berada di kawasan berbukit dan pegunungan menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kehadiran Wagub bersama Wabup di Puskesmas Sewo diharapkan semakin memperkuat koordinasi lintas pemerintahan. Pemkab Soppeng kini didorong memastikan data stunting benar-benar valid, pengukuran akurat, dan intervensi yang dilakukan mampu menurunkan angka stunting secara nyata.

(Silviana)

Wabup Selle Dampingi Wagub Sulsel Salurkan 10 Pompa Air ke Petani Ganra


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle mendampingi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Dr. Hj. Fatmawati Rusdi, S.E., M.M., saat menyerahkan bantuan 10 paket mesin pompa air kepada lima kelompok tani di Kampung Kenari Bakke, Dusun Bakke, Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Senin (10/8/2026).

Bantuan tersebut menjadi angin segar bagi petani di tengah kondisi musim kemarau yang berpotensi mengganggu ketersediaan air untuk lahan pertanian.

Sebanyak 10 paket pompa air diserahkan kepada lima kelompok tani. Setiap paket terdiri atas satu unit mesin pompa air Shark 8 PK, selang pengisapan sepanjang 6 meter dan selang pembuangan sepanjang 100 meter.

Lima kelompok tani yang menerima bantuan yakni Kelompok Tani Lakelling, Labotto Ulu, Mallanroe dan Lapallempa dari Desa Ganra, serta Kelompok Tani Mallitutue dari Desa Donri-Donri.

Bagi pemerintah daerah, bantuan tersebut bukan hanya soal penambahan peralatan pertanian. Sarana pompa air diharapkan menjadi salah satu solusi bagi petani untuk mempertahankan pengairan lahan ketika pasokan air mulai terbatas.

Wabup Selle Turun Dampingi Petani

Wabup Selle KS Dalle hadir langsung mendampingi Wagub Fatmawati Rusdi dalam agenda penyerahan bantuan tersebut.

Kehadiran Wabup sekaligus memperlihatkan sinergi Pemkab Soppeng dan Pemprov Sulsel dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya menghadapi tantangan musim kemarau.

Penyerahan pompa air ini menjadi agenda terakhir kunjungan Wagub Sulsel di Kabupaten Soppeng.

Sebelumnya, Fatmawati Rusdi menyerahkan bantuan 20 mesin jahit dan 20 mesin obras kepada 40 perempuan di Soppeng sebagai dukungan terhadap pengembangan keterampilan dan usaha produktif.

Agenda Wagub kemudian berlanjut dengan monitoring penanggulangan dan percepatan penurunan stunting di Puskesmas Sewo, Kecamatan Lalabata.

Dari Perempuan, Stunting hingga Petani

Rangkaian kunjungan Fatmawati Rusdi di Soppeng menyasar sejumlah sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Mulai dari pemberdayaan ekonomi perempuan, penguatan program penanganan stunting hingga dukungan sarana produksi pertanian.

Dalam kegiatan di Ganra, Wabup Selle turut bersama Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muh. Taufan, anggota DPRD Fraksi NasDem, Penjabat Sekda Soppeng Drs. H. Andi Haeruddin, M.Si., Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., jajaran pimpinan SKPD, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Soppeng, Camat Ganra Nurul Azmi, S.IP., M.M., Kapolsek Ganra Ipda Muhtadi, S.Sos., M.M., para kepala desa, unsur BPP dan penyuluh pertanian.

Dengan bantuan tersebut, petani di wilayah Ganra diharapkan lebih siap menghadapi musim kemarau. Pompa air yang disalurkan dapat dimanfaatkan untuk menjaga ketersediaan air dan mempertahankan produktivitas lahan pertanian.

Wabup Selle mendampingi, Wagub Fatmawati menyerahkan bantuan. Harapannya satu: petani Ganra tetap bisa mengolah lahan meski musim kemarau datang.

(Silviana)

Wabup Selle Tantang 40 Perempuan Soppeng: Mesin Jahit Jangan Cuma Disimpan!


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, meminta 40 perempuan penerima bantuan mesin jahit dan mesin obras tidak sekadar menerima bantuan, tetapi segera mengubahnya menjadi sumber penghasilan.

Pesan itu disampaikan Selle saat menghadiri kegiatan Piloting Ruang Bersama Indonesia bersama Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Hj. Fatmawati Rusdi, di Soppeng, Senin (10/8/2026).

Sebanyak 20 mesin jahit dan 20 mesin obras diberikan kepada 40 perempuan peserta pelatihan dari Kelurahan Jennae dan Desa Ganra. Masing-masing wilayah mendapat 20 penerima bantuan.

Di hadapan peserta, Selle bahkan menyampaikan peluang tambahan bantuan jika program tersebut berhasil.

“Kalau ini berhasil, Ibu Wagub akan tambah lagi. Insya Allah,” kata Selle.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi penerima bantuan. Menurut Selle, mesin yang telah diberikan harus segera dimanfaatkan untuk menghasilkan produk bernilai jual.

Selle: Jangan Berhenti di Serah Terima

Selle menekankan bahwa keberhasilan program tidak boleh berhenti pada kegiatan penyerahan bantuan.

Para perempuan penerima diharapkan mampu mengembangkan keterampilan menjahit yang telah diperoleh selama pelatihan menjadi usaha produktif, baik secara individu maupun berkelompok.

“Yang penting bagaimana bantuan ini bisa dimanfaatkan dan memberikan hasil,” menjadi semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi mengingatkan agar bantuan pemerintah tidak diperjualbelikan.

“Perempuan harus berdaya dan mandiri, minimal membantu ekonomi keluarga. Alat ini dimanfaatkan sebaik-baiknya agar produktif, jangan sampai dijual,” tegas Fatmawati.

Kini, 40 perempuan dari Jennae dan Ganra telah memiliki mesin untuk memulai langkah baru.

Bantuan sudah di tangan. Pelatihan sudah diberikan. Bahkan peluang bantuan tambahan sudah terbuka. Tinggal membuktikan: apakah mesin-mesin itu benar-benar mampu mengubah keterampilan menjadi penghasilan?

(Red)

Minggu, 09 Agustus 2026

Wabup Selle Tegaskan: Jangan Korbankan Lejja Demi Kepentingan Sesaat, BKSDA Larang Perluasan Sawah dan Kebun


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Masa depan Taman Wisata Alam (TWA) Lejja menjadi perhatian serius dalam peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (10/8/2026).

Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menyampaikan pesan tegas agar pengembangan kawasan wisata tidak dilakukan dengan mengorbankan fungsi konservasi.

Menurut Selle, TWA Lejja bukan sekadar objek wisata, tetapi merupakan bagian dari kekayaan alam yang memiliki fungsi ekologis dan harus diwariskan dalam kondisi tetap lestari.

“Alam yang terjaga adalah warisan paling berharga. Mari kita jaga kelestariannya, bukan hanya untuk hari ini, tetapi demi masa depan anak cucu kita,” tegas Selle.

Pernyataan tersebut menjadi sorotan di tengah aktivitas masyarakat yang berada di sekitar kawasan konservasi. Selle menegaskan, potensi wisata Lejja tetap harus dikembangkan, namun seluruh aktivitas di dalam dan sekitar kawasan mesti berpegang pada prinsip keberlanjutan.

Jangan Sampai Lejja Kehilangan Fungsi Konservasi

Selle mengingatkan, semakin besar potensi wisata yang dimiliki TWA Lejja, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungannya.

Pengembangan fasilitas wisata, kebersihan kawasan hingga aktivitas masyarakat, kata dia, harus berjalan beriringan dengan perlindungan hutan dan ekosistem.

“Menjaga alam hari ini berarti menjaga kehidupan generasi yang akan datang,” pesannya.

BKSDA: Sawah dan Kebun Boleh Dilanjutkan, Tapi Jangan Diperluas

Penegasan lebih keras datang dari Kepala BKSDA Sulawesi Selatan, Ir. Hasnawir, S.Hut., M.Sc., Ph.D.

Dalam kegiatan tersebut, Hasnawir menyoroti aktivitas pertanian yang telah berlangsung di kawasan konservasi. Ia menegaskan, lahan sawah maupun kebun yang sudah terlanjur dikerjakan masih dapat dilanjutkan, tetapi tidak boleh lagi diperluas.

“Silakan dilanjutkan, tetapi dengan syarat tegas jangan lagi menambah luasnya. Intinya, jangan ada perluasan baru di kawasan ini,” tegas Hasnawir.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan kawasan konservasi membutuhkan pengawasan dan pengendalian yang konsisten.

Tidak boleh ada pembukaan lahan baru yang berpotensi mengurangi kawasan atau mengganggu fungsi ekologis TWA Lejja.

Lejja Boleh Maju, Tapi Alam Tak Boleh Hilang

Pelaksana Harian Direktur Utama Perseroda Kabupaten Soppeng, Musdar, menyatakan komitmennya untuk terus membenahi pengelolaan TWA Lejja.

Pengembangan daya tarik wisata akan tetap dilakukan dengan memberikan perhatian terhadap kebersihan, keasrian dan kelestarian kawasan.

Momentum HKAN di Lejja pun mempertegas satu pesan: pariwisata dan konservasi tidak boleh dipertentangkan. Keduanya harus berjalan bersama.

Sebab, jika pengembangan wisata hanya mengejar kepentingan jangka pendek tanpa menjaga daya dukung lingkungan, kawasan yang hari ini menjadi kebanggaan Soppeng bisa kehilangan fungsi alamnya di masa depan.

Karena itu, Lejja harus maju sebagai destinasi wisata, tetapi jangan sampai kemajuan tersebut dibayar dengan hilangnya alam yang menjadi kekuatan utama kawasan itu sendiri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, Kepala Resort Pulhut TWA Lejja Andi Ahmad, S.H., serta sejumlah pihak terkait.

(Red)

Bupati Suwardi Haseng Datangi Korban Kebakaran di Rompegading, Bawa Bantuan hingga Santunan Pribadi


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah ditunjukkan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng. Sehari setelah tiga rumah panggung terbakar di Dusun Paddempung, Desa Rompegading, Kecamatan Liliriaja, Suwardi turun langsung menemui para korban, Minggu (9/8/2026) malam.

Suwardi mendatangi tiga kepala keluarga yang rumahnya ludes terbakar. Dalam kunjungan tersebut, Bupati tidak hanya memberikan dukungan moril, tetapi juga membawa bantuan kebutuhan dasar bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Bantuan yang diserahkan berupa sembako, beras, pakaian, kasur, terpal, serta sejumlah kebutuhan harian lainnya.

Suwardi juga memberikan santunan dari pribadi kepada tiga kepala keluarga korban kebakaran.

“Ini sekadar untuk meringankan beban keluarga. Semoga bermanfaat untuk kebutuhan sementara. Sabarki,” ujar Suwardi kepada korban.

Di hadapan keluarga korban, Suwardi meminta agar mereka tetap tabah menghadapi musibah. Ia mengingatkan agar keluarga tidak larut dalam kesedihan dan tetap saling menguatkan.

“Tidak ada yang mau kena musibah seperti ini. Yang penting sekarang tetap sabar, tetap semangat. Kita hadapi bersama-sama. Insyaallah ada jalan dan pemerintah akan membantu sesuai kemampuan,” katanya.

Dalam kunjungan itu, Suwardi didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng Taufik Ramli, S.Sos., M.M., Plt. Kepala Dinas Pertanian, pejabat BPBD, serta Camat Liliriaja Andi Lukman Saransi.

Bupati juga menyempatkan diri berbincang langsung dengan para korban untuk mengetahui kondisi mereka setelah kebakaran. Suasana pertemuan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan.

Kebakaran terjadi pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 16.30 WITA. Api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah, kemudian merambat dengan cepat ke dua rumah panggung yang berada di sekitarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, tiga rumah beserta harta benda di dalamnya hangus terbakar. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Respons cepat Bupati Soppeng ini sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap warga yang sedang menghadapi musibah. Selain bantuan pemerintah, santunan pribadi yang diberikan Suwardi diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan para korban untuk sementara waktu.

(Silviana)

Semarak HUT RI ke-81, Bupati Suwardi Haseng Lepas Gerak Jalan Indah Gapoktan, Desa Paroto Raih Juara III


Soppeng, Teropongsulawesi.com, – Semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Soppeng berlangsung meriah. Ribuan petani dari delapan kecamatan tumpah ke jalan mengikuti Gerak Jalan Indah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Anjungan I Mangkawani tersebut diikuti 56 Gapoktan. Dengan mengenakan kostum beragam, membawa atribut pertanian dan menampilkan sejumlah atraksi kreatif, para peserta menyuguhkan pemandangan berbeda sepanjang rute 2.198 meter.

Gerak Jalan Indah Gapoktan secara resmi dilepas Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng melalui pengibaran bendera start.

Bupati Suwardi Haseng mengapresiasi tingginya antusiasme para petani yang ikut memeriahkan kegiatan tersebut. Menurutnya, gerak jalan bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi gambaran kuatnya kebersamaan masyarakat Soppeng.

“Petani merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” kata Suwardi.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, persaudaraan, nasionalisme dan kekompakan di kalangan petani.

Suwardi juga mengajak seluruh peserta menjadikan momentum HUT Kemerdekaan sebagai kesempatan menunjukkan kecintaan terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kreativitas, kedisiplinan, ketertiban dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Antusiasme masyarakat, khususnya para petani, menunjukkan bahwa pertanian bukan hanya memiliki kekuatan ekonomi, tetapi juga kekuatan sosial dan budaya yang mampu menyatukan masyarakat,” ujarnya.

Ia turut memberikan apresiasi kepada panitia, jajaran pemerintah daerah, penyuluh pertanian dan seluruh Gapoktan yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Desa Pising Juara I, Paroto Berhasil Masuk Tiga Besar

Persaingan kreativitas antarpeserta berlangsung semarak. Berbagai kostum, atribut pertanian dan atraksi menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyaksikan di sepanjang rute.

Hasil penilaian menempatkan Desa Pising, Kecamatan Donri-Donri, sebagai Juara I.

Juara II diraih Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, sementara Desa Paroto, Kecamatan Lilirilau, berhasil meraih Juara III.

Untuk kategori juara harapan, Harapan I diraih Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata. Harapan II diraih Kelurahan Labessi, Kecamatan Marioriwawo, sedangkan Harapan III diraih Desa Umpungeng, Kecamatan Lalabata.

Tidak hanya memberikan hadiah perlombaan, Bupati Suwardi Haseng juga memberikan tambahan hadiah pembinaan secara pribadi kepada peserta yang dinilai menampilkan kreativitas dan penampilan terbaik.

Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, H. Asis Dahlan, S.Hut., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan dan kekompakan para petani.

“Gerak Jalan Indah ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan dan kekompakan para petani,” katanya.

Kegiatan turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng, Wakapolres Soppeng, para kepala SKPD dan bagian Setda, para camat, Pimpinan BRI Cabang Soppeng, koordinator BPP se-Kabupaten Soppeng, para penyuluh pertanian serta ribuan petani.

Gerak Jalan Indah Gapoktan menjadi salah satu warna dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Soppeng. Di balik kemeriahan kostum dan atraksi, kegiatan tersebut membawa pesan kuat tentang kebersamaan sekaligus penghargaan terhadap petani sebagai salah satu garda depan ketahanan pangan.

(Red)

Jumat, 07 Agustus 2026

Jadi Tersangka UU ITE, Taufik Hidayat Minta Perlindungan hingga ke Wakil Presiden


Jakarta, Teropongsulawesi.com,– Status tersangka dalam perkara dugaan pelanggaran UU ITE di Polrestabes Makassar tak membuat Ketua Gibran Center Sulawesi Selatan, M. Taufik Hidayat, memilih diam. Ia justru memperluas langkahnya dengan meminta perlindungan hukum ke sejumlah lembaga negara, termasuk Presiden dan Wakil Presiden RI.

Taufik mengungkapkan, surat permohonan perlindungan hukum telah disampaikan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Komisi III DPR RI, Kapolri, serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Bahkan, menurut Taufik, surat tersebut difasilitasi Ketua Umum Gibran Center untuk disampaikan ke Kantor Wakil Presiden RI di Jakarta.

Hal itu disampaikan Taufik melalui pesan WhatsApp, Sabtu (8/8/2026).

“Terima kasih atas bantuan Ketum Gibran Center yang telah membantu memfasilitasi saya, sehingga surat saya diminta untuk dibawa ke Kantor Wakil Presiden RI, Bapak Gibran Rakabuming Raka,” kata Taufik.

Mengaku Dikaitkan dengan Laporan ke KPK

Taufik menyebut permohonan perlindungan hukum tersebut berkaitan dengan perkara yang kini dihadapinya setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran UU ITE.

Ia mengaitkan perkara tersebut dengan langkahnya melaporkan dugaan korupsi program seragam sekolah gratis di Kota Makassar kepada KPK.

Taufik mengklaim laporan tersebut telah melalui proses verifikasi dan kemudian ditangani lebih lanjut oleh KPK.

Menurut dia, aktivitasnya dalam menyampaikan informasi mengenai dugaan korupsi tersebut justru berujung pada persoalan hukum yang kini menjerat dirinya.

Ia bahkan menyebut kondisi yang dialaminya sebagai bentuk kriminalisasi.

“Permohonan perlindungan hukum atas kriminalisasi terhadap diri saya akibat laporan dugaan korupsi seragam sekolah gratis di Makassar yang telah saya laporkan ke KPK,” ujarnya.

“Semakin Ditekan, Semakin Melawan”

Alih-alih mundur, Taufik menegaskan akan terus melakukan perlawanan melalui jalur hukum dan kelembagaan.

“Semakin kami ditekan, semakin kami melakukan perlawanan,” tegasnya.

Ia menyatakan langkah meminta perlindungan dilakukan karena dirinya merasa perlu mendapatkan jaminan dalam menjalankan hak untuk menyampaikan laporan maupun informasi kepada lembaga negara.

Bagi Taufik, persoalan yang dihadapinya bukan hanya menyangkut status tersangka, tetapi juga menyangkut keberaniannya dalam mengungkap dugaan penyimpangan yang menurut klaimnya telah dilaporkan kepada KPK.

Karena itu, ia memilih membawa persoalan tersebut ke sejumlah institusi, mulai dari LPSK, DPR RI, hingga pimpinan negara.

Tidak Mundur dari Proses Hukum

Meski mengajukan permohonan perlindungan, Taufik menegaskan dirinya tidak bermaksud menghindari proses hukum yang sedang berjalan.

Ia mengaku siap menggunakan seluruh mekanisme hukum yang tersedia untuk menghadapi perkara tersebut.

Taufik berharap proses hukum yang menjeratnya dapat berjalan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan hukum.

“Salam sejahtera untuk semua. Merdeka. Kebenaran takkan bisa dikalahkan,” tulis Taufik dalam keterangannya.

Sementara itu, proses hukum perkara dugaan pelanggaran UU ITE tetap menjadi kewenangan Polrestabes Makassar sebagai aparat penegak hukum.

Adapun klaim Taufik mengenai adanya keterkaitan antara perkara yang menjeratnya dengan laporan dugaan korupsi seragam sekolah gratis merupakan pernyataan dari pihak Taufik. Konfirmasi dari Polrestabes Makassar dan KPK diperlukan untuk memberikan perspektif yang berimbang mengenai perkara tersebut.

(AP/Red)

Kamis, 06 Agustus 2026

DPD PJI Sulsel Soroti Dugaan Larangan Peliputan oleh Oknum Polisi, Minta Kapolrestabes Makassar Lakukan


Makassar, Teropongsulawesi.com, Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Jurnalis Indonesia (DPD PJI) Sulawesi Selatan menyoroti dugaan tindakan yang dinilai tidak profesional oleh seorang oknum anggota Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar terhadap seorang jurnalis saat menjalankan tugas peliputan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (6/8/2026) di Jalan Urip Sumoharjo, Lorong 77, Kecamatan Makassar, tepatnya di samping Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar. Saat itu, Tim Khusus (Timsus III) Satres Narkoba Polrestabes Makassar tengah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.

Di lokasi kejadian, jurnalis Gemanews.id yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, Akbar Polo, mengaku dilarang mengambil gambar oleh salah seorang anggota kepolisian yang berada di lokasi.

Selain larangan tersebut, Akbar juga menilai oknum anggota polisi itu menunjukkan sikap yang terkesan arogan dengan menunjuk ke arahnya ketika proses peliputan sedang berlangsung.

Menanggapi insiden tersebut, Humas DPD PJI Sulawesi Selatan, Dzoel SB, meminta Kapolrestabes Makassar beserta Kasat Narkoba Polrestabes Makassar untuk segera melakukan evaluasi terhadap anggotanya. Menurutnya, apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap kode etik maupun prosedur pelaksanaan tugas, maka tindakan tegas perlu diberikan.

"Kami meminta Kapolrestabes Makassar dan Kasat Narkoba melakukan evaluasi serta memberikan sanksi apabila terbukti terjadi pelanggaran etik. Anggota Polri perlu terus dibina agar memahami etika dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, termasuk menghormati tugas jurnalistik yang dilindungi undang-undang," ujar Dzoel SB.

Ia menegaskan bahwa kemerdekaan pers merupakan bagian dari prinsip negara hukum yang telah dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Pasal 4 ayat (1) menyebutkan bahwa kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Sementara Pasal 18 ayat (1) mengatur adanya sanksi pidana bagi setiap orang yang secara melawan hukum menghambat atau menghalangi pelaksanaan kemerdekaan pers sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3).

"Jangan karena merasa sebagai anggota kepolisian kemudian bersikap arogan terhadap jurnalis, apalagi yang bersangkutan sedang menjalankan tugas peliputan untuk kepentingan publik. Sinergi antara Polri dan insan pers harus dibangun atas dasar saling menghormati tugas dan fungsi masing-masing," tegasnya.

DPD PJI Sulawesi Selatan berharap pimpinan Polrestabes Makassar memberikan perhatian serius terhadap dugaan insiden tersebut agar tidak mencederai hubungan kemitraan antara Polri dan insan pers yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polrestabes Makassar maupun Satres Narkoba Polrestabes Makassar terkait dugaan insiden tersebut.

Redaksi menegaskan bahwa informasi dalam berita ini bersumber dari keterangan DPD PJI Sulawesi Selatan. Demi memenuhi prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan, redaksi membuka ruang hak jawab serta klarifikasi dari pihak Polrestabes Makassar maupun Satres Narkoba Polrestabes Makassar apabila ingin memberikan tanggapan atau penjelasan resmi.(**)

Kapolres Baru Temui Bupati Soppeng, Perkuat Sinergi Kawal Pembangunan dan Stabilitas Daerah


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Langkah awal membangun sinergi dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus dilakukan Kapolres Soppeng, AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. Setelah bersilaturahmi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng, kini Kapolres baru tersebut menemui Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng di Rumah Jabatan Bupati, Kamis (6/8/2026).

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momen tersebut dimanfaatkan kedua pimpinan untuk memperkuat koordinasi serta membangun komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mengawal jalannya program pembangunan di Kabupaten Soppeng.

Bupati Suwardi Haseng menegaskan, hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dan kepolisian merupakan modal penting dalam menciptakan daerah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat maupun investasi.

"Sinergi yang baik tentu akan mendukung kelancaran program-program pembangunan di daerah. Di sisi lain, koordinasi yang kuat juga penting untuk menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Soppeng agar tetap aman dan kondusif," ujar Suwardi Haseng.

Sementara itu, AKBP Hari Budiyanto menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Soppeng dan seluruh unsur Forkopimda. Menurutnya, kolaborasi yang solid menjadi fondasi penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus menjaga stabilitas daerah.

Silaturahmi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa hubungan antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Polres Soppeng akan terus diperkuat. Dengan komunikasi yang terbuka dan koordinasi yang berkesinambungan, kedua institusi diharapkan mampu menghadirkan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor.

Kunjungan diakhiri dengan ramah tamah dan foto bersama sebagai simbol komitmen mempererat kemitraan antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Polres Soppeng demi mewujudkan Kabupaten Soppeng yang aman, maju, dan sejahtera.

(Silviana) 

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved