Pendidikan -->

Jumat, 30 Oktober 2026

Perkuat Budaya Peduli Lingkungan, MAN 1 Soppeng Sosialisasikan BARISAN SIPAKAINGE


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Upaya membangun lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan terus diperkuat Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Soppeng. Kali ini, madrasah tersebut menyosialisasikan gerakan BARISAN SIPAKAINGE yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan nilai-nilai keimanan serta kearifan lokal Bugis.

Komitmen tersebut ditandai dengan rapat koordinasi yang dipimpin langsung Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., bersama seluruh guru dan pegawai, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi daring Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan. Melalui pertemuan tersebut, seluruh unsur madrasah diajak memahami sekaligus mengambil peran dalam menyukseskan gerakan BARISAN SIPAKAINGE.

BARISAN sendiri merupakan singkatan dari Bersih, Asri, Rindang, Indah, Sehat, Aman, dan Nyaman. Adapun SIPAKAINGE merupakan falsafah Bugis yang bermakna saling mengingatkan.

Bagi Musmuliadi, gerakan ini bukan hanya tentang menciptakan lingkungan madrasah yang tertata dan nyaman, tetapi juga membangun karakter serta kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab setiap individu.

"Ini adalah tanggung jawab kolektif seluruh warga madrasah. Setiap individu harus mengambil peran, menjadi teladan, dan tidak segan saling mengingatkan dalam kebaikan dengan santun dan penuh kepedulian," ungkapnya.

Ia menilai, penerapan gerakan tersebut memiliki landasan yang cukup kuat di MAN 1 Soppeng. Pasalnya, madrasah ini telah memiliki sejumlah pengalaman dan prestasi dalam pengembangan lingkungan pendidikan.

Pada 2017, MAN 1 Soppeng ditetapkan sebagai Sekolah Sehat Nasional. Setahun berikutnya, meraih penghargaan Sekolah Ramah Anak Terbaik Nasional. Selanjutnya, pada 2021 berhasil mencapai Standarisasi Satuan Pendidikan Ramah Anak, dan pada 2025 memperoleh penghargaan Sekolah Adiwiyata.

Capaian tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan gerakan BARISAN SIPAKAINGE secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Menariknya, gerakan ini juga membawa pendekatan ekoteologi, yaitu pemahaman bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan dan pengamalan nilai-nilai keimanan.

Musmuliadi menekankan pentingnya membangun kebiasaan positif sejak dini. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara terus-menerus.

"Peserta didik tidak cukup hanya diajarkan teori tentang alam, tetapi harus dibiasakan mempraktikkannya. Membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, dan menjaga kebersihan masjid hingga kelas adalah cerminan karakter seorang Muslim yang bertanggung jawab," tuturnya.

Ia berharap, seluruh warga madrasah dapat menjadikan gerakan ini sebagai kebiasaan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga semangat menjaga lingkungan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi.

"BARISAN SIPAKAINGE harus menjadi budaya, dan ekoteologi menjadi ruh yang menggerakkan kepedulian kita. Menjaga alam adalah amanah, merawat lingkungan adalah ibadah, dan saling mengingatkan adalah tradisi," tegas Musmuliadi.

Melalui gerakan ini, MAN 1 Soppeng ingin memastikan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan keagamaan, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Sebab, madrasah yang berkualitas bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan karakter, membangun kesadaran ekologis, dan menanamkan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan nyata.

(Taggi)

Rabu, 28 Oktober 2026

Kapolres Soppeng Buka Jalan Pengembangan Karier Personel Lewat Program S2 Magister Manajemen


Soppeng, Teropongsulawesi.news, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H., mendorong anggotanya terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan tinggi. Salah satu langkah yang ditempuh yakni memperkenalkan peluang pendidikan pascasarjana melalui sosialisasi Program S2 Magister Manajemen Universitas Lamappapoleonro, Kamis (29/10/2026).

Kegiatan yang digelar di Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Soppeng, Jalan Latenri Bali, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, tersebut diikuti perwakilan personel yang telah menyelesaikan pendidikan strata satu (S1).

Sosialisasi ini menjadi kesempatan bagi personel untuk mengenal lebih jauh program pendidikan magister sekaligus mempertimbangkan peningkatan kompetensi akademik sebagai bekal dalam menjalankan tugas kepolisian.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa kualitas personel merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kinerja institusi Polri. Karena itu, peningkatan kemampuan anggota perlu dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui pengalaman kedinasan maupun pendidikan formal.

“Peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan investasi penting bagi institusi Polri. Personel yang memiliki pengetahuan, wawasan, dan kemampuan manajerial yang baik akan lebih siap menghadapi dinamika tugas serta tuntutan pelayanan masyarakat yang semakin berkembang,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar upaya memperoleh gelar akademik, tetapi juga diharapkan mampu memperluas wawasan, meningkatkan pola pikir, serta membentuk kemampuan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab.

Kapolres pun mendorong personel yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan serius, sembari tetap memperhatikan kewajiban dan tanggung jawab kedinasan.

“Pendidikan harus menjadi landasan untuk membentuk personel yang semakin profesional, berintegritas, dan mampu mengambil keputusan secara tepat serta bertanggung jawab. Saya berharap kesempatan ini dapat menjadi motivasi bagi anggota untuk terus mengembangkan diri, tanpa mengesampingkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri,” lanjutnya.

Perkuat Profesionalisme Melalui Pendidikan

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I Universitas Lamappapoleonro, Dr. Asmini, S.E., M.Si., menyampaikan pemaparan mengenai Program Magister Manajemen kepada peserta sosialisasi.

Penjelasan tersebut diharapkan memberikan gambaran kepada personel mengenai peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 serta manfaat pengembangan kompetensi akademik dan manajerial.

Melalui kegiatan ini, Polres Soppeng berharap semakin banyak personel yang termotivasi meningkatkan kualitas diri, sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas secara profesional dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Sosialisasi berlangsung mulai pukul 08.25 Wita hingga 09.45 Wita. Selama kegiatan berjalan, situasi terpantau aman dan tertib.

(Taggi)

Bunda PAUD Soppeng Pastikan Revitalisasi Tiga TK Berjalan, Fasilitas Belajar Anak Jadi Perhatian


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Bunda PAUD Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, melakukan monitoring pelaksanaan revitalisasi tiga Taman Kanak-Kanak (TK) di Kecamatan Lalabata dan Kecamatan Liliriaja, Rabu (28/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat perkembangan pembenahan fasilitas pendidikan sekaligus memastikan kebutuhan lingkungan belajar anak usia dini menjadi perhatian.

Tiga sekolah yang menjadi sasaran monitoring yakni TK Aisyiyah Bustanul Athfal Jerae Pioli dan TK Aisyiyah Bustanul Athfal Bila di Kecamatan Lalabata, serta TK PKK Mujahidin Lamogo di Kecamatan Liliriaja.

Dalam kegiatan tersebut, Hj. Suarni Suwardi meninjau secara langsung kondisi sarana dan prasarana pendidikan serta perkembangan pelaksanaan revitalisasi di masing-masing sekolah.

Ia menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi anak-anak.

Menurutnya, fasilitas yang memadai bukan hanya menunjang kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Karena itu, ia berharap pelaksanaan revitalisasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak nyata terhadap kenyamanan peserta didik maupun tenaga pendidik dalam menjalankan aktivitas pendidikan sehari-hari.

Selain meninjau proses pembenahan, perhatian juga diberikan pada keberlanjutan pemanfaatan fasilitas yang telah diperbaiki. Ia berharap seluruh sarana dan prasarana tersebut dapat dirawat bersama agar tetap berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Kegiatan monitoring turut dihadiri pengelola dan tenaga pendidik dari masing-masing TK serta pihak terkait yang mendampingi peninjauan.

Monitoring ini menjadi salah satu upaya untuk melihat langsung perkembangan revitalisasi satuan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Soppeng. Dengan fasilitas yang semakin memadai, diharapkan layanan PAUD dapat terus ditingkatkan guna mendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak sejak usia dini.

(Taggi)

Minggu, 18 Oktober 2026

Siswa SLBN 1 Soppeng Berjaya di Pesonas II 2026, Herianto Bawa Pulang Medali Emas


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Membanggakan! Herianto, siswa kelas X Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Soppeng, sukses mengharumkan nama Kabupaten Soppeng dan Provinsi Sulawesi Selatan setelah meraih medali emas pada ajang Pekan Special Olympic Indonesia (Pesonas) II Tahun 2026.

Herianto keluar sebagai juara 1 cabang olahraga tolak peluru klasifikasi disabilitas intelektual dengan catatan lemparan sejauh 6,35 meter. Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada 14–18 Oktober 2026 dan diikuti kontingen dari 22 provinsi lainnya.

Prestasi ini melanjutkan keberhasilan Herianto yang sebelumnya juga meraih juara 1 di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa peserta didik penyandang disabilitas memiliki potensi besar untuk berprestasi apabila memperoleh kesempatan, pembinaan, dan dukungan yang memadai.

Guru SLBN 1 Soppeng yang juga bertindak sebagai pelatih pendamping, Anzarul Samsu, S.Pd., mengungkapkan harapannya agar keberhasilan Herianto dapat memotivasi siswa disabilitas lainnya untuk terus menggali dan mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakat masing-masing.

Menurut Anzarul, olahraga bukan sekadar ajang untuk mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter, meningkatkan kepercayaan diri, melatih kemandirian, serta menanamkan kedisiplinan dan sportivitas.

“Semoga seluruh siswa SLB mendapatkan dukungan, kesempatan, dan apresiasi untuk terus berkembang, berprestasi, serta membanggakan orang tua, sekolah, dan daerah,” harapnya.

Ia menilai setiap siswa memiliki peluang untuk berkembang dan meraih cita-cita. Karena itu, keterbatasan tidak seharusnya menjadi alasan untuk membatasi ruang bagi anak-anak penyandang disabilitas dalam menunjukkan kemampuan mereka.

Sementara itu, Kepala SLBN 1 Soppeng, Suriadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan kebanggaannya atas prestasi yang berhasil diraih Herianto di tingkat nasional.

Ia berharap pencapaian tersebut dapat dipertahankan sekaligus menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya agar terus berusaha mengukir prestasi di bidang yang diminati.

“Sebagai kepala sekolah, saya berharap agar prestasi yang telah diukir oleh Herianto dapat dipertahankan, tetap rendah hati, dan menjadi inspirasi bagi teman-teman lainnya,” ungkap Suriadi.

Ia juga berpesan kepada seluruh siswa penyandang disabilitas agar tidak merasa rendah diri. Setiap anak, menurutnya, mempunyai potensi dan keistimewaan yang berbeda sehingga perlu mendapatkan ruang untuk belajar, berlatih, dan berkembang.

Selain memberikan motivasi kepada siswa, Suriadi turut berharap pemerintah meningkatkan dukungan terhadap pendidikan bagi penyandang disabilitas. Perhatian tersebut diharapkan diwujudkan melalui fasilitas pendidikan yang ramah disabilitas, sarana dan prasarana yang memadai, pendampingan, serta akses yang lebih luas untuk mengikuti kompetisi dan mengembangkan bakat.

“Semoga semua siswa disabilitas mendapatkan kesempatan yang sama untuk berprestasi, berkarya, mandiri, dan meraih cita-cita. Prestasi bukan hanya tentang menjadi juara, tetapi juga tentang keberanian untuk mencoba, semangat untuk belajar, dan kemauan untuk terus berkembang,” tutupnya.

Keberhasilan Herianto meraih emas di Pesonas II 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi SLBN 1 Soppeng. Lebih dari sekadar medali, prestasi ini menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan, meraih impian, dan mengharumkan nama daerah.

(Red)

Rabu, 14 Oktober 2026

Bupati Suwardi Haseng Bangga, Siswi MAN 1 Soppeng Tembus Grand Final OPI IPB 2026 dan Kantongi Golden Ticket


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Prestasi gemilang ditorehkan Falihah Shobiroh R. Hasruddin, siswi MAN 1 Soppeng, setelah berhasil melaju ke Grand Final Olimpiade Penelitian Indonesia (OPI) Institut Pertanian Bogor (IPB) Tahun 2026 dan meraih Golden Ticket.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., dalam pertemuan di Ruang Kerja Bupati Soppeng, Rabu (14/10/2026). Keberhasilan Falihah menjadi kabar membanggakan sekaligus membawa nama Kabupaten Soppeng dalam ajang kompetisi penelitian tingkat nasional.

Bupati Suwardi Haseng menyambut positif pencapaian tersebut. Ia menilai prestasi Falihah menunjukkan bahwa generasi muda Soppeng memiliki kemampuan dan potensi untuk bersaing, asalkan mendapat kesempatan, pembinaan, dan dukungan yang memadai.

Ia berharap keberhasilan itu tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Falihah dan pihak madrasah, tetapi juga mampu membangkitkan semangat pelajar lainnya untuk terus mengejar prestasi.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dengan memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, serta keberanian dalam menghadapi persaingan.

Dukungan dari pemerintah, sekolah, guru, dan orang tua, lanjutnya, menjadi faktor penting dalam mendorong lahirnya pelajar berprestasi yang mampu membawa nama baik daerah.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Soppeng, Dr. Musmuliadi, S.Ag., M.A., mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian yang diraih peserta didiknya.

“Alhamdulillah, kami keluarga besar MAN 1 Soppeng menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan yang luar biasa atas keberhasilan salah satu peserta didik kami menembus Grand Final Olimpiade Penelitian Indonesia (OPI) IPB Tahun 2026 sekaligus berhasil mengamankan Golden Ticket,” ujarnya.

Musmuliadi menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras Falihah yang didukung oleh pendampingan para guru, peran orang tua, serta komitmen madrasah dalam membangun budaya riset dan inovasi.

Ia menegaskan, prestasi itu menjadi bukti bahwa pelajar dari Kabupaten Soppeng mampu menunjukkan kapasitasnya di tingkat nasional. Karena itu, capaian Falihah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus mengasah kemampuan dan berani mengambil peluang.

“Keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi dan menggapai cita-cita setinggi mungkin,” tegasnya.

Ia juga memastikan MAN 1 Soppeng akan terus mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki keimanan, karakter, kreativitas, dan daya saing.

“MAN 1 Soppeng akan terus berkomitmen melahirkan generasi yang beriman, cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Dari madrasah di Kabupaten Soppeng, kita buktikan bahwa prestasi dan inovasi mampu menembus panggung nasional,” tuturnya.

Keberhasilan Falihah Shobiroh R. Hasruddin diharapkan menjadi dorongan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Soppeng untuk terus memperkuat pembinaan peserta didik, khususnya dalam bidang penelitian dan inovasi, sehingga semakin banyak generasi muda daerah yang mampu meraih prestasi membanggakan.

(Red)

Selasa, 13 Oktober 2026

Bupati Suwardi Haseng: Jangan Berpuas Diri, Integritas Pendidikan Soppeng Harus Terus Diperkuat


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., menegaskan bahwa capaian Indeks Integritas Pendidikan (IIP) 2026 harus menjadi penyemangat sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, keberhasilan menempati peringkat pertama di Sulawesi Selatan pada jenjang SD dan sederajat dengan nilai 79,71 patut diapresiasi. Namun, capaian tersebut harus diiringi komitmen untuk terus melakukan pembenahan, terutama pada jenjang SMP dan sederajat yang berada di peringkat keempat dengan nilai 76,81.

“Kita patut bersyukur atas capaian ini, tetapi jangan sampai membuat kita berpuas diri. Hasil IIP 2026 harus menjadi motivasi untuk terus berbenah dan memastikan integritas benar-benar menjadi budaya di setiap satuan pendidikan,” ujar Suwardi. Selasa (13/10/2026).

Ia menekankan bahwa pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter peserta didik yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi nilai-nilai antikorupsi.

“Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya kejujuran dan keteladanan. Karena itu, seluruh proses pendidikan harus berjalan secara transparan, adil, dan akuntabel, baik dalam pembelajaran maupun dalam pengelolaan anggaran pendidikan,” tegasnya.

Suwardi juga mengajak Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam membangun lingkungan pendidikan yang bersih dari praktik kecurangan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus mendorong perbaikan tata kelola pendidikan secara berkelanjutan, termasuk menjadikan hasil pengukuran integritas sebagai bahan evaluasi untuk menentukan langkah pembenahan yang lebih tepat sasaran.

“Yang paling penting bukan sekadar peringkat, melainkan bagaimana kita memastikan anak-anak Soppeng memperoleh pendidikan yang bermutu dan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, serta dapat dipercaya,” tandasnya.

(Red)

Kamis, 08 Oktober 2026

PKBM Rumah Amma Hadirkan Pendidikan Kesetaraan di Rutan Watansoppeng, Dr. Nur Alim Resmi Membuka Program Paket A, B dan C


Soppeng, Teropongsulawesi.com, PKBM Rumah Amma memperluas layanan pendidikan nonformal dengan menghadirkan Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan C bagi warga pemasyarakatan di Rutan Kelas IIB Watansoppeng, Kamis (8/10/2026).

Program yang dilengkapi penguatan literasi tersebut secara resmi dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd.

Kegiatan ini menjadi langkah untuk memberikan akses pendidikan kepada warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal, sekaligus mendukung proses pembinaan melalui kegiatan belajar yang terarah.

Penyelenggara PKBM Rumah Amma, Rima Aprilyani, S.E., mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaganya untuk menjangkau masyarakat yang masih memiliki keterbatasan akses pendidikan.

Menurut Rima, kesempatan belajar harus terbuka bagi siapa saja. Status dan kondisi seseorang tidak seharusnya menjadi penghalang untuk memperoleh pengetahuan serta meningkatkan kemampuan diri.

Ia berharap peserta tidak hanya mengejar ijazah, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang dapat membantu membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan mempersiapkan masa depan.

Pembelajaran Rutin dengan Tiga Tutor

Program yang dijalankan PKBM Rumah Amma bersama Rutan Watansoppeng dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng ini dijadwalkan berlangsung dua kali dalam sepekan dengan pendampingan tiga tutor.

Pendidikan kesetaraan yang disediakan meliputi Paket A setara sekolah dasar, Paket B setara sekolah menengah pertama, dan Paket C setara sekolah menengah atas.

Peserta yang mengikuti pembelajaran dan memenuhi persyaratan yang berlaku berkesempatan memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan.

Selain materi akademik, penguatan literasi juga menjadi bagian dari kegiatan. Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, memahami informasi, berkomunikasi, dan berpikir kritis.

Dengan pola pembelajaran tersebut, warga pemasyarakatan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan secara bertahap selama mengikuti program.

Dr. Nur Alim Apresiasi Kolaborasi Pendidikan

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim, mengapresiasi kerja sama PKBM Rumah Amma dengan Rutan Kelas IIB Watansoppeng dalam menghadirkan layanan pendidikan di lingkungan pemasyarakatan.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara dan perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, pendidikan bukan sekadar sarana memperoleh ijazah, melainkan juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, membangun karakter, dan mendorong kemandirian.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan nonformal, dan pihak Rutan dinilai penting untuk memastikan kesempatan belajar dapat diakses oleh warga pemasyarakatan.

Pendidikan sebagai Bagian dari Pembinaan

Kepala Rutan Kelas IIB Watansoppeng, Dedi Nugroho, A.Md.IP., S.H., M.MM., menyambut baik penyelenggaraan program tersebut.

Ia menilai pendidikan memiliki peran penting dalam pembinaan karena memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.

Dedi berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik sehingga masa pembinaan menjadi momentum untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas diri.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri Plt. Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Andi Nur Alam, S.Pd., M.Pd., Penilik PAUD dan PNF Zulkifli Suhardi, S.Pd., jajaran Rutan, pengelola serta tutor PKBM Rumah Amma, dan warga pemasyarakatan peserta program.

Melalui program ini, PKBM Rumah Amma bersama Rutan Watansoppeng dan pemerintah daerah berupaya memperluas kesempatan pendidikan bagi warga binaan.

Pendidikan kesetaraan diharapkan tidak hanya membuka jalan untuk menyelesaikan jenjang pendidikan, tetapi juga menjadi bekal pengetahuan dan keterampilan bagi peserta dalam mempersiapkan kehidupan setelah masa pembinaan.

(RAT)

Minggu, 04 Oktober 2026

Serunya Outing Class TKN Lamung Patue Watansoppeng: Anak-anak Belajar Langsung Proses Pembuatan Air Gelas Wetzo di CV. Aresota Jaya


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana penuh antusias dan kegembiraan terlihat dalam kegiatan Outing Class TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng yang dilaksanakan pada Senin, 5 Oktober 2026, di CV. Aresota Jaya, yang beralamat di Jl. Daeng Bora Kelu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak karena mereka berkesempatan melihat secara langsung proses pengolahan dan produksi air bersih dalam kemasan gelas Wetzo.

Kegiatan Outing Class tersebut merupakan bagian dari pembelajaran kontekstual yang disesuaikan dengan topik pembelajaran “Air”. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui cerita dan gambar di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengamati secara langsung bagaimana air diproses hingga menjadi air minum yang siap dikonsumsi dan didistribusikan kepada masyarakat.

Kedatangan rombongan TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng mendapat sambutan yang hangat dari Pimpinan CV. Aresota Jaya, Hj. Hernawati. Beliau menyampaikan sambutan yang baik dan penuh apresiasi atas kunjungan anak-anak. Pihak perusahaan dengan terbuka memberikan kesempatan kepada peserta didik dan guru untuk mengenal lebih dekat tahapan proses produksi air gelas Wetzo.


Dalam kunjungan tersebut, anak-anak diajak mengamati berbagai tahapan produksi secara langsung. Mulai dari proses penyaringan air, pengolahan hingga menjadi air bersih, kemudian proses pengisian air ke dalam gelas, dilanjutkan dengan penutupan dan pengepresan gelas, hingga tahap akhir berupa pengemasan ke dalam dos dan pengepakan sebelum produk siap didistribusikan.

Anak-anak tampak sangat antusias menyaksikan setiap tahapan tersebut. Beberapa di antara mereka terlihat memperhatikan dengan penuh rasa ingin tahu bagaimana mesin bekerja dan bagaimana air yang telah melalui proses pengolahan dapat dikemas dengan rapi. Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada anak untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan kehidupan nyata di lingkungan sekitar.


Kepala TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng, Jumrah, S.Pd, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas sambutan yang diberikan oleh CV. Aresota Jaya.

“Anak-anak sangat senang karena hari ini mereka dapat melihat secara langsung proses pembuatan air gelas Wetzo. Selama ini mereka mengenal air melalui pembelajaran di kelas, tetapi melalui kegiatan Outing Class ini mereka dapat melihat sendiri bagaimana air diproses, disaring, dimasukkan ke dalam gelas, ditutup dan dipres, kemudian dikemas hingga siap untuk didistribusikan,” ujar Jumrah, S.Pd.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat penting bagi pendidikan anak usia dini karena memberikan pengalaman belajar yang nyata, menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan dunia anak.

“Kami berharap pengalaman ini dapat menambah wawasan anak-anak sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian bertanya, kemampuan mengamati, serta kesadaran untuk menjaga kebersihan dan menggunakan air dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Sementara itu, Hj. Amriani, S.Pd, salah satu guru TK Negeri Lamung Patue Watansoppeng, mengungkapkan rasa syukur karena kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi peserta didik.

“Kami sangat bersyukur karena melalui kegiatan ini anak-anak tidak hanya mengenal air bersih, tetapi juga memahami bahwa air merupakan sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Manusia membutuhkan air, hewan membutuhkan air, begitu juga tumbuhan. Anak-anak dapat melihat bahwa air yang kita konsumsi ternyata melalui proses yang panjang dan harus dijaga kebersihan serta kualitasnya,” ungkap Hj. Amriani, S.Pd.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada anak, seperti bersyukur atas nikmat Tuhan, menjaga kebersihan, tidak membuang-buang air, tertib selama berada di lingkungan kerja, serta menghargai orang-orang yang bekerja dalam menyediakan kebutuhan masyarakat.

Menurut Hj. Amriani, pembelajaran melalui pengalaman langsung seperti ini akan lebih mudah diingat oleh anak karena mereka dapat melihat, mendengar, mengamati, bertanya, dan merasakan pengalaman secara langsung.

Kegembiraan juga dirasakan oleh peserta didik. Salah satu peserta didik TKN Lamung Patue Watansoppeng, Ananda Raja, mengungkapkan rasa senangnya setelah mengikuti kunjungan tersebut.

“Saya senang bisa datang ke pabrik Wetzo. Saya bisa melihat bagaimana air dibuat, dimasukkan ke gelas, ditutup, lalu dimasukkan ke dalam dos. Saya juga senang bisa minum air gelas Wetzo langsung di tempat pembuatannya dan melihat air yang sudah dikemas sampai dinaikkan ke mobil truk,” ungkap Raja dengan penuh antusias.

Pengalaman tersebut menjadi kenangan tersendiri bagi anak-anak. Mereka tidak hanya melihat produk yang sudah jadi, tetapi juga menyaksikan perjalanan produk tersebut dari proses pengolahan hingga siap dikirim dan digunakan oleh masyarakat.

Outing Class TKN Lamung Patue Watansoppeng ke CV. Aresota Jaya menjadi salah satu bentuk penerapan pembelajaran bermakna dan kontekstual. Anak-anak diajak keluar dari ruang kelas untuk belajar dari lingkungan dan dunia nyata.

Melalui kegiatan tersebut, berbagai aspek perkembangan anak dapat terstimulasi, antara lain kemampuan bahasa melalui kegiatan bertanya dan bercerita, kemampuan kognitif melalui kegiatan mengamati dan memahami urutan proses, kemampuan sosial-emosional melalui kegiatan bersama, serta nilai agama dan budi pekerti melalui pembiasaan bersyukur dan menjaga ciptaan Tuhan.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat pemahaman anak bahwa air bukan sekadar benda yang mereka gunakan setiap hari, tetapi merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.


Dengan adanya kunjungan edukatif ini, diharapkan anak-anak TKN Lamung Patue Watansoppeng semakin memiliki rasa ingin tahu, gemar belajar dari lingkungan sekitar, serta tumbuh menjadi anak yang peduli terhadap kebersihan, kesehatan, dan kelestarian sumber daya air.

Outing Class bukan sekadar perjalanan keluar sekolah, tetapi menjadi pengalaman belajar yang menghadirkan dunia nyata ke dalam pembelajaran anak. Melalui pengalaman melihat langsung proses pembuatan air gelas Wetzo di CV. Aresota Jaya, anak-anak belajar bahwa setiap tetes air yang mereka nikmati memiliki proses, manfaat, dan nilai yang sangat penting bagi kehidupan.

(RAT) 

Kamis, 01 Oktober 2026

GMNI Sinjai Kecam Dugaan Intervensi Polisi terhadap Sosialisasi GSNI di Sekolah

 

Sinjai, Teropongsulawesi.com, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sinjai mengecam keras dugaan intervensi oknum kepolisian terhadap kegiatan sosialisasi Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) di sejumlah sekolah di Kabupaten Sinjai.

GMNI menilai dugaan penghambatan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut ruang kebebasan berserikat, berkumpul, menyampaikan gagasan, serta aktivitas organisasi kepemudaan dan pelajar.

Dalam pernyataannya, GMNI menyebut GSNI memiliki keterkaitan historis dengan proses kaderisasi generasi muda. GSNI dipandang sebagai wadah pembelajaran dan pengabdian bagi pelajar sebelum memasuki dunia kemahasiswaan.

“GSNI adalah saudara sejajar GMNI, tempat siswa mengawali pengabdian sebelum melangkah ke dunia kemahasiswaan,” demikian pernyataan DPC GMNI Sinjai.

GMNI juga menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi GSNI di sekolah bukan kegiatan yang dilakukan tanpa dasar. Pihaknya menyebut telah terdapat rekomendasi dari instansi pendidikan terkait.

Untuk kegiatan yang menyasar pelajar SMP sederajat, GMNI menyebut GSNI telah memperoleh rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sinjai melalui surat Nomor 000.1.1/04.5918/Disdik tentang Rekomendasi Kegiatan tertanggal 29 Juli 2026.

Sementara untuk jenjang SMA sederajat, disebut telah terdapat rekomendasi dari Wilayah V Dinas Pendidikan melalui surat Nomor 500.5.7.15/573/CD/V/DISDIK tentang Rekomendasi Kegiatan tertanggal 25 Agustus 2026.

Atas dasar tersebut, GMNI menilai pelaksanaan sosialisasi GSNI memiliki dasar administratif dan dilakukan dalam koridor kegiatan organisasi.

GMNI kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan jaminan konstitusional mengenai kebebasan menyampaikan pendapat dan memperoleh serta menyampaikan informasi.

Menurut GMNI, Pasal 28E Ayat (3) UUD 1945 menjamin setiap orang memiliki hak untuk berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Selain itu, Pasal 28F UUD 1945 mengatur hak setiap orang untuk berkomunikasi serta memperoleh dan menyampaikan informasi.

“Tanpa alasan hukum yang jelas, oknum kepolisian diduga menghalangi GSNI Sinjai menyampaikan gagasan kebangsaan kepada sesama pelajar,” tegas GMNI dalam pernyataannya.

GMNI juga menekankan bahwa GSNI bukan organisasi yang baru muncul. Organisasi tersebut disebut telah berdiri sejak 1959 dan selama puluhan tahun menjalankan aktivitas kaderisasi pelajar dengan membawa nilai-nilai kebangsaan.

Karena itu, GMNI meminta dugaan intervensi tersebut ditelusuri secara objektif dan apabila ditemukan pelanggaran, pihak yang bertanggung jawab diminta ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

“GMNI mengecam keras dugaan intervensi yang dilakukan oknum kepolisian dan meminta agar ditelusuri serta ditindak secara tegas sesuai peraturan yang berlaku,” lanjut pernyataan tersebut.

GMNI Sinjai juga menyatakan tidak menutup kemungkinan menempuh langkah lanjutan apabila persoalan tersebut tidak segera mendapatkan penyelesaian.

“Jika seruan ini tidak diindahkan segera, maka GMNI bersama GSNI akan menempuh jalur aksi maupun proses hukum yang sah demi menegakkan keadilan dan menjaga ruang demokrasi,” tegas DPC GMNI Sinjai.

Hingga berita ini disusun, pernyataan tersebut merupakan sikap dari DPC GMNI Sinjai. Klarifikasi dari pihak kepolisian terkait dugaan intervensi dan alasan penghentian atau penghambatan kegiatan sosialisasi GSNI belum termuat dalam pernyataan tersebut.

(Red)

Rabu, 30 September 2026

Pilketos Serentak Digelar, Wabup Selle Ajak Pelajar Belajar Demokrasi dengan Sportif


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) serentak tingkat SMA/SMK se-Sulawesi Selatan digelar, Rabu (30/9/2026). Di Kabupaten Soppeng, pelaksanaan Pilketos dipusatkan salah satunya di SMAN 1 Soppeng dan dibuka oleh Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle K.S. Dalle.

Wabup Selle mengapresiasi pelaksanaan Pilketos serentak tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pelajar untuk mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai demokrasi secara langsung di lingkungan sekolah.

Ia meminta para siswa tidak memandang Pilketos hanya sebagai kegiatan rutin organisasi sekolah.

“Momen pemilihan Ketua OSIS ini jangan disia-siakan. Ini adalah pesta demokrasi pelajar,” ujar Selle.

Menurutnya, Pilketos dapat menjadi pengalaman awal bagi siswa sebelum nantinya terlibat dalam proses demokrasi yang lebih luas di masyarakat.

“Pemilihan Ketua OSIS serentak ini merupakan miniatur Pemilu. Dari sini para siswa dapat belajar bagaimana menggunakan hak pilih, menentukan pilihan, menghargai perbedaan, serta menerima hasil pemilihan dengan sikap yang dewasa,” katanya.

Selle menekankan pentingnya menjaga suasana tetap kondusif selama seluruh tahapan pemilihan. Perbedaan pilihan, kata dia, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi dan harus disikapi secara dewasa.

Para siswa juga diharapkan tidak saling menjatuhkan hanya karena mendukung calon yang berbeda. Sebaliknya, seluruh peserta Pilketos diminta menjadikan proses tersebut sebagai pengalaman untuk membangun sikap sportif dan saling menghormati.

“Siapa pun yang terpilih nantinya harus didukung. Setelah proses pemilihan selesai, kita kembali bersama sebagai satu keluarga besar sekolah,” demikian semangat yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Pilketos serentak Sulawesi Selatan tahun 2026 sekaligus menjadi sarana pembelajaran mengenai tata cara pemilihan, penggunaan hak suara, kepatuhan terhadap aturan serta tanggung jawab dalam menjalankan demokrasi.

Khusus di SMAN 1 Soppeng, kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Kodim 1423 Soppeng, Kejaksaan, KPU, Bawaslu, Cabang Dinas Pendidikan, pengawas, pendamping dan sejumlah undangan lainnya.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan terhadap penguatan pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, pelajar diharapkan memperoleh pengalaman berharga bahwa demokrasi bukan hanya tentang memenangkan pilihan, tetapi juga tentang menghormati proses, menerima hasil dan tetap menjaga persatuan.

Pilketos akhirnya menjadi ruang belajar bagi siswa untuk mengenal kepemimpinan sekaligus membangun karakter sebagai generasi muda yang bertanggung jawab, sportif dan mampu menghargai perbedaan.

(Red)

Selasa, 29 September 2026

117 Lansia Lilirilau Diwisuda, Hj Suarni Suwardi: Semangat Belajar Tak Kenal Usia


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Sebanyak 117 lanjut usia (lansia) dari tujuh desa dan kelurahan di Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, mengikuti Wisuda Akbar Sekolah Lansia, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Hasten, Kelurahan Pajalesang, itu dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Soppeng, Ny. Hj. Suarni Suwardi.

Kehadiran Hj. Suarni memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Ia hadir untuk memberikan motivasi sekaligus menyaksikan langsung para lansia mengikuti prosesi wisuda.

Dalam prosesi tersebut, Hj. Suarni juga turut menyematkan tali toga kepada peserta wisuda.

Ia mengatakan, wisuda Sekolah Lansia bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi bukti bahwa kesempatan untuk belajar dan berkembang terbuka bagi siapa saja tanpa mengenal batas usia.

“Wisuda bukan hanya sebuah seremoni untuk menandai selesainya proses belajar, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat untuk belajar, berkembang, dan berkarya tidak mengenal usia,” ujar Hj. Suarni.

Menurutnya, Sekolah Lansia memberikan ruang bagi para lanjut usia untuk tetap aktif. Selain mendapatkan pengetahuan, para peserta juga dapat bersosialisasi, berbagi pengalaman, menjaga kesehatan dan membangun rasa percaya diri.

Program tersebut menerapkan pembelajaran melalui tujuh dimensi Lansia Tangguh.

Ketujuh dimensi itu meliputi spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional atau vokasional, serta lingkungan.

“Semua aspek tersebut penting untuk mendukung lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif dan produktif,” jelasnya.

Salah seorang wisudawan, H. Adnan Rauf, mengaku merasakan manfaat dari keberadaan Sekolah Lansia.

Ia menyebut kegiatan tersebut membuat para lansia kembali memiliki ruang untuk belajar sekaligus bersilaturahmi dengan sesama.

“Dengan Sekolah Lansia, serasa kembali muda. Bisa kembali bersua sapa dengan sesama lansia. Merasa dihargai dan diberi ruang untuk belajar, berkarya dan berinovasi,” ungkapnya.

Perhatian terhadap kesehatan peserta juga menjadi bagian dalam kegiatan tersebut. Salah seorang wisudawan mendapatkan obat tekanan darah sesuai dengan kebutuhan kesehatannya.

Hj. Suarni kemudian mengajak para wisudawan untuk terus menjaga kesehatan dan tidak berhenti beraktivitas setelah mengikuti prosesi wisuda.

Ia berharap para lansia tetap aktif bersilaturahmi, berbagi pengalaman dan menjadi sumber inspirasi bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk belajar dan memberikan manfaat hendaknya tidak pernah berhenti,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada keluarga yang terus memberikan dukungan kepada para lansia selama mengikuti Sekolah Lansia.

Menurutnya, dukungan keluarga sangat dibutuhkan agar lansia dapat menjalani masa tua secara sehat, mandiri, aktif, produktif dan bahagia.

Hj. Suarni turut mengapresiasi penyuluh KB, pemerintah desa dan kelurahan bersama TP PKK, pengelola, kader serta tenaga pendidik yang telah mendampingi para peserta.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, keluarga dan kader lansia.

Sekolah Lansia di Kabupaten Soppeng dilaksanakan DP3P2KB Kabupaten Soppeng sejak 2024.

Wisuda di Kecamatan Lilirilau merupakan wisuda kedua sejak program Sekolah Lansia mulai dilaksanakan di Kabupaten Soppeng.

Program tersebut menjadi salah satu wadah bagi para lansia untuk terus belajar, bersosialisasi dan menjaga kualitas kehidupan agar tetap sehat dan produktif.

Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Kemendukbangga BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala DP3P2KB Kabupaten Soppeng, Camat Lilirilau bersama Ketua TP PKK Kecamatan, Kapolsek dan Danramil Lilirilau, para kepala desa/lurah bersama Ketua TP PKK, Kepala KUA, kepala UPTD Puskesmas, Koordinator BPP, Koordinator KB bersama para penyuluh KB, Korwil UPT Pendidikan, Ketua PGRI Kecamatan Lilirilau, serta para pengelola, tenaga pendidik dan peserta Sekolah Lansia.

Menutup arahannya, Hj. Suarni berharap Sekolah Lansia terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat.

(RAT.)

Minggu, 27 September 2026

GEN SIGAP 2026 di Soppeng, 10 SD Adu Keterampilan dan Kepedulian Kemanusiaan


Soppeng, Teropogsulawesi.com, Semangat kemanusiaan, kesiapsiagaan bencana dan kepalangmerahan mewarnai pelaksanaan GEN SIGAP (Generasi Tangguh Siaga Bencana Peduli Sesama) 2026, lomba PMR tingkat Mula SD/MI sederajat se-Kabupaten Soppeng.

Kegiatan yang digelar SMP Perguruan Islam Ganra di Yayasan Perguruan Islam Ganra, Sabtu (26/9/2026), diikuti 10 sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kabupaten Soppeng.

GEN SIGAP 2026 tidak sekadar menjadi ajang perlombaan. Para peserta juga mendapatkan pengalaman edukatif melalui kegiatan yang mengasah pengetahuan, kreativitas, keterampilan, serta kemampuan menghadapi situasi kebencanaan.

Kegiatan tersebut merupakan inisiatif PMR Madya Unit SMP Perguruan Islam Ganra dalam rangka memperingati Hari PMI sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang tangguh, peduli dan memiliki pengetahuan dasar kepalangmerahan.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Ketua PMI Kabupaten Soppeng yang diwakili Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Soppeng, Abdul Aziz Muhammad.

Dalam sambutannya, Abdul Aziz menilai pengenalan nilai kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana perlu dilakukan sejak usia sekolah.

“GEN SIGAP ini menjadi wadah yang sangat baik bagi anak-anak untuk belajar tentang kepalangmerahan, kesiapsiagaan bencana, serta kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya membangun kemampuan berkompetisi, tetapi juga membentuk karakter anak agar memiliki sikap tangguh, sigap dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

GEN SIGAP 2026 dikemas dalam lima cabang perlombaan, yakni Cerdas Cermat PMI, Menggambar, Ular Tangga Kebencanaan, Video Senam Mitigasi Bencana, dan Video Simulasi Bencana.

Sepuluh sekolah yang ambil bagian yakni SDN 261 Watanbelo, SDN 7 Salotungo, SDN 38 Labokong, SDN 211 Attang Benteng, SD Perguruan Islam Ganra, SDN 1 Lamappoloware, SDN 29 Cenrana, SDN 116 Mattanru, SDN 79 Enrekeng, dan SDN 56 Madining.

Kepala SMP Perguruan Islam Ganra, Rosmiati, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak sehingga kegiatan dapat terlaksana.

“Kami sangat bersyukur dan bangga karena GEN SIGAP dapat terlaksana dengan baik. Antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi peserta didik,” katanya.

Rosmiati berharap GEN SIGAP tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi ruang membangun persahabatan, kepedulian dan semangat kemanusiaan antarpelajar.

Sementara itu, Pembina PMR SMP Perguruan Islam Ganra, Muh. Irfan Kadir, S.Pd., Gr., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi.

Menurutnya, perlombaan sengaja dikemas melalui perpaduan edukasi, permainan dan kreativitas agar materi kepalangmerahan serta kebencanaan lebih mudah dipahami anak-anak.

“Harapan kami, setelah mengikuti GEN SIGAP, peserta tidak hanya membawa pulang pengalaman dari perlombaan, tetapi juga membawa pengetahuan tentang bagaimana menjaga kesehatan, menghadapi bencana dan membantu sesama,” jelasnya.

Persaingan dalam lima cabang lomba berlangsung kompetitif. SDN 7 Salotungo berhasil keluar sebagai Juara Umum GEN SIGAP 2026.

Berikut hasil perlombaan:

Ular Tangga Kebencanaan

SDN 79 Enrekeng
SDN 29 Cenrana
SDN 7 Salotungo

Lomba Menggambar

SDN 1 Lamappoloware — Zafirah Lathifah Falmi
SDN 7 Salotungo — Hikayah Alfi Laila Irfaniyah
SDN 79 Enrekeng — Nadhya Nur Az Zahra

Cerdas Cermat PMI

SDN 1 Lamappoloware
SDN 7 Salotungo
SD Perguruan Islam Ganra

Video Simulasi Bencana

SDN 7 Salotungo
SDN 79 Enrekeng

Video Senam Mitigasi Bencana

SDN 7 Salotungo
SDN 38 Labokong
SDN 1 Lamappoloware

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan PMI Kabupaten Soppeng, BPBD Kabupaten Soppeng, Pemerintah Kecamatan Ganra, Pemerintah Desa Ganra, Pemerintah Desa Belo, Pemerintah Desa Enrekeng, Ketua Yayasan Perguruan Islam Ganra, pembina pondok yayasan, kepala sekolah/madrasah Yayasan Perguruan Islam Ganra, serta kepala sekolah dan guru pendamping peserta.

GEN SIGAP 2026 menjadi bagian dari upaya SMP Perguruan Islam Ganra menanamkan nilai kemanusiaan, kepedulian, kesiapsiagaan dan persahabatan kepada generasi muda.

Kegiatan ini digelar melalui kolaborasi berbagai unsur ekstrakurikuler SMP Perguruan Islam Ganra, yakni PMR, OSIS, Pramuka, Keagamaan, SRMTC, Drum Corps 41, dan Raga Line Squad.

(Red)

Jumat, 25 September 2026

AMIKAPEDIA 2026, STMIK Amika Soppeng Dorong Mahasiswa Tak Sekadar Jadi Pengguna Teknologi


Soppeng, Teropongsulawesi.com, STMIK Amika Soppeng mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai modal menciptakan inovasi dan membangun usaha.

Pesan tersebut mengemuka dalam Kuliah Umum 2026 bertajuk “AMIKAPEDIA: Preparing Young Technopreneurs for the Digital Future” yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya STMIK Amika Soppeng memperkuat wawasan mahasiswa terkait perkembangan teknologi sekaligus peluang kewirausahaan di tengah transformasi digital.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd., saat memberikan opening speech mengatakan, perkembangan teknologi telah membawa perubahan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia kerja dan bisnis.

Karena itu, kata dia, generasi muda perlu memiliki kemampuan beradaptasi dan meningkatkan kompetensi agar mampu menghadapi persaingan yang semakin terbuka.

“Perkembangan teknologi tidak hanya mengubah cara kita bekerja, tetapi juga menuntut peningkatan kualitas generasi muda agar mampu bersaing secara global,” ujar Nur Alim.

Sementara itu, Ketua Yayasan Nabigh Akademik Prof. Dr. H. Imran Ismail, M.S., dalam keynote speech menyoroti besarnya peluang yang tersedia bagi generasi muda dalam ekosistem digital.

Menurutnya, perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan ekonomi kreatif menjadi bagian penting dari perubahan yang harus dipahami oleh mahasiswa.

Kuliah umum tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembahasan yang lebih aplikatif. Dua narasumber, Nurhidayah Jafar, S.E., M.Ak. dan Chyntia Bella Aprilia, mengajak peserta memahami konsep technopreneurship serta strategi memanfaatkan platform digital dalam membangun dan mengembangkan bisnis.

Sesi diskusi berlangsung interaktif dan dipandu Subhan Akbar Abbas, S.E., M.M. sebagai moderator. Sementara Firdayani, S.Pd., M.Pd. bertindak sebagai host.

Melalui AMIKAPEDIA 2026, STMIK Amika Soppeng memperkuat komitmennya sebagai “Kampus Technopreneur”.

Konsep tersebut diarahkan untuk membentuk mahasiswa yang memiliki kemampuan teknologi sekaligus keberanian mengembangkan gagasan menjadi inovasi dan peluang usaha.

Di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, mahasiswa diharapkan mampu mengambil posisi sebagai generasi yang adaptif, kreatif, dan produktif dalam memanfaatkan ruang digital.

(Red)

Disdikbud Soppeng Perkuat PAUDHI, 54 Kepala Satuan Ikuti Bimtek


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng memperkuat implementasi Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUDHI) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas pada satuan PAUD.

Kegiatan tersebut dibuka Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Drs. H. Nur Alim, M.Pd., di TK Negeri Pembina Watansoppeng, Jalan Kayangan, Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Jumat (25/9/2026).

Sebanyak 54 peserta dari unsur Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-Kanak (TK), dan Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Soppeng mengikuti kegiatan tersebut.

Bimtek berlangsung selama dua hari, 25–26 September 2026, dengan fokus memperkuat peran komunitas belajar (kombel) kepala satuan PAUD dalam penerapan standar layanan anak usia dini.

Dalam arahannya, Nur Alim mengingatkan bahwa pendidikan anak usia dini harus diberikan secara menyeluruh. Menurutnya, layanan PAUD tidak cukup hanya menitikberatkan pada pembelajaran dan perkembangan kognitif anak.

“Penyelenggaraan PAUD harus mencakup pemenuhan hak esensial anak secara menyeluruh, yang meliputi layanan kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, hingga perlindungan melalui 8 indikator PAUDHI,” ujarnya.

Ia meminta kepala satuan PAUD memastikan prinsip tersebut diterapkan dalam pengelolaan satuan pendidikan.

Nur Alim juga menekankan pentingnya optimalisasi komunitas belajar sebagai ruang kolaborasi antarkepala satuan PAUD.

Menurutnya, kombel dapat dimanfaatkan untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi satuan pendidikan, mengevaluasi capaian pemenuhan indikator PAUDHI, serta berbagi praktik baik.

“Komunitas belajar harus menjadi wadah yang efektif untuk berdiskusi, mengevaluasi capaian, dan merumuskan solusi bersama terhadap berbagai tantangan di lapangan,” katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan terus mengawal peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.

Penguatan tersebut diharapkan mampu mendorong layanan pendidikan anak usia dini yang semakin bermutu, merata, dan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Melalui Bimtek ini, para peserta diharapkan dapat membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh untuk diterapkan di satuan pendidikan masing-masing.

Upaya tersebut diharapkan memperkuat terwujudnya layanan PAUD yang mampu mendukung anak-anak Soppeng tumbuh sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia.

(Red)

Jumat, 18 September 2026

UNIPOL Soppeng Perkuat Gerakan Riset, Pendanaan 2026 Jadi Pengungkit Inovasi


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Universitas Lamappapoleonro (UNIPOL) Soppeng terus memperluas langkahnya dalam membangun perguruan tinggi yang produktif di bidang riset dan inovasi.

Salah satu langkah tersebut ditunjukkan melalui penandatanganan kontrak Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun 2026 yang dihadiri langsung Rektor UNIPOL, Dr. Hj. Andi Adawiah, S.E., M.M., di Kantor LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Tamalanrea, Makassar, Jumat (18/9/2026).

Program pendanaan ini menjadi peluang bagi UNIPOL untuk memperkuat aktivitas penelitian di lingkungan kampus. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong dosen dan peneliti menghasilkan karya yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga memiliki manfaat praktis.

Penandatanganan kontrak tersebut turut dihadiri Plt. Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M.(K)., M.MedEd., serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi swasta di Sulawesi Selatan.

Rektor UNIPOL, Dr. Hj. Andi Adawiah, mengatakan pendanaan penelitian harus menjadi pemicu untuk membangun budaya riset yang lebih kuat di lingkungan kampus.

Menurutnya, penelitian tidak cukup hanya menghasilkan dokumen ilmiah. Hasil riset harus memiliki peluang untuk diterapkan dan memberikan kontribusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Penandatanganan kontrak pendanaan riset ini menjadi momentum penting bagi UNIPOL untuk terus memacu budaya inovasi di kalangan civitas akademika. Kami berkomitmen memanfaatkan riset ini agar tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mendorong para dosen agar lebih aktif memanfaatkan skema pendanaan penelitian untuk menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas.

Penguatan tradisi penelitian, lanjutnya, merupakan bagian penting dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia di perguruan tinggi.

“Riset yang dilakukan secara konsisten akan memperkuat kapasitas akademik sekaligus membuka ruang lahirnya inovasi baru,” ujarnya.

UNIPOL juga menempatkan riset sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat. Pengetahuan yang dihasilkan dari penelitian diharapkan dapat diterjemahkan menjadi inovasi maupun solusi yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Partisipasi dalam Program Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun 2026 pun menjadi bagian dari langkah UNIPOL Soppeng memperkuat identitasnya sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan pendidikan, penelitian, kewirausahaan, dan inovasi.

Arah tersebut sejalan dengan visi UNIPOL untuk menjadi perguruan tinggi yang Unggul, Profesional, Entrepreneurship, dan Global.

(RAT)

Sabtu, 12 September 2026

Bukan di Aula, IAI Rawa Aopa Gelar PBAK Mahasiswa Baru di Pasar Rakyat Potoro


Konawe Selatan, Teropongsulawesi.com, Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan memilih cara berbeda dalam menyambut mahasiswa baru tahun akademik 2026. Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tidak digelar di dalam aula kampus, melainkan di tengah aktivitas masyarakat di Pasar Rakyat Potoro, Jumat (11/9/2026).

Ratusan mahasiswa baru mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang tidak sekadar sebagai pengenalan lingkungan kampus. Mereka diajak melihat langsung dinamika kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kegiatan tersebut dibuka Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Dr. Basrin Melamba, M.A. Hadir pula Ketua Yayasan Al Asri, Marda, SKM., M.Si., Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, S.Pd.I., M.Si., jajaran wakil rektor, dekan, serta ketua program studi.

Basrin mengatakan, pilihan pasar rakyat sebagai lokasi PBAK memiliki pesan penting. Mahasiswa sejak awal didorong untuk tidak berjarak dengan persoalan masyarakat.

“Mahasiswa tidak boleh terasing dari denyut nadi masyarakatnya. Pasar adalah laboratorium sosial dan ekonomi yang paling autentik untuk belajar memahami kehidupan nyata,” kata Basrin.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus membangun kemampuan mahasiswa dalam membaca perubahan dan menemukan peluang.

Karena itu, mahasiswa baru diarahkan mengamati aktivitas perdagangan, pola interaksi pedagang dan pembeli, perputaran ekonomi hingga persoalan yang dihadapi pelaku usaha kecil.

Mereka juga berkesempatan berdialog langsung dengan pedagang mengenai sejumlah persoalan, seperti perubahan harga komoditas, permodalan dan pemasaran produk.

Ketua Dewan Pembina Yayasan, Al Asri, mengatakan mahasiswa perlu memiliki cara pandang yang lebih luas terhadap potensi daerah.

“Konawe Selatan memiliki potensi sumber daya yang sangat besar. Sejak hari pertama di kampus ini, mahasiswa harus mulai berpikir kreatif untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dari lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Al Asri, Marda, menilai konsep PBAK tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa baru. Menurutnya, pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas.

Dalam kegiatan itu, para dekan dan ketua program studi juga mengarahkan mahasiswa menghubungkan fenomena yang ditemukan di pasar dengan bidang keilmuan masing-masing.

Selain observasi lapangan, peserta mendapatkan materi mengenai tata kelola akademik, pengenalan fakultas dan program studi, etika kemahasiswaan, wawasan kebangsaan serta moderasi beragama.

PBAK IAI Rawa Aopa berlangsung hingga Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kampus membangun karakter mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik sekaligus kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

Dengan konsep tersebut, mahasiswa baru IAI Rawa Aopa memulai perjalanan akademiknya bukan hanya dengan mengenal kampus, tetapi juga dengan melihat langsung realitas kehidupan masyarakat di sekitarnya.

(Red)

Rabu, 09 September 2026

Jelang Grand Final OSN, Bupati Suwardi Ajak Andi Jo Bicara Ekonomi dari Kehidupan Sehari-hari


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Tak banyak seremoni dalam pertemuan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dengan Andi Jo Karim Mappatunru, siswa SMAN 1 Soppeng yang akan berlaga di Grand Final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026.

Bertempat di ruang kerja Bupati Soppeng, Rabu (9/9/2026), pertemuan itu justru diisi percakapan santai seputar ilmu Ekonomi, bidang yang akan diikuti Andi Jo pada kompetisi tingkat nasional tersebut.

Andi Jo datang bersama Kepala UPT SMAN 1 Soppeng, guru pendamping dan orang tuanya.

Di awal pertemuan, Suwardi memberikan semangat kepada siswa tersebut.

“Jo, semangat terus. Tidak mudah mencapai Grand Final OSN. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Soppeng dan Sulsel,” kata Suwardi.

Percakapan kemudian masuk pada persoalan ekonomi yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Suwardi mengambil contoh petani dan pelaku UMKM. Keduanya sering membutuhkan tambahan modal melalui pembiayaan perbankan untuk menjalankan maupun mengembangkan usaha.

Dari contoh tersebut, Suwardi mengajak Andi Jo melihat bagaimana sebuah keputusan ekonomi harus dibuat berdasarkan perhitungan.

Petani, misalnya, harus memperhitungkan modal, biaya produksi, hasil panen dan kemampuan membayar pinjaman. Begitu pula pelaku UMKM harus menghitung kebutuhan modal, biaya usaha, potensi keuntungan serta risiko yang mungkin muncul.

Pembicaraan kemudian berkembang pada ekonomi mikro, ekonomi makro dan finansial.

Inflasi, suku bunga, harga barang hingga daya beli masyarakat menjadi bagian dari diskusi.

Tidak ada agenda khusus dalam percakapan tersebut. Semuanya berlangsung secara spontan. Namun, diskusi itu menjadi tambahan wawasan bagi Andi Jo sebelum menghadapi persaingan di tingkat nasional.

Bagi Suwardi, kemampuan memahami ilmu juga harus dibarengi dengan kemampuan melihat persoalan nyata di tengah masyarakat.

Selain berdiskusi, Bupati juga menyampaikan pesan kepada para pelajar di Kabupaten Soppeng agar tidak takut mengejar prestasi.

Menurutnya, proses mengejar prestasi akan membentuk pengalaman, kemampuan dan kepercayaan diri siswa.

“Juara bukan tujuan utama. Prestasi adalah modal utama,” ujar Suwardi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Kepala UPT SMAN 1 Soppeng, guru dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi para siswa hingga mampu bersaing di tingkat nasional.

Suwardi menilai keberhasilan Andi Jo merupakan hasil dari proses panjang. Ada ketekunan siswa, pembinaan guru, dukungan sekolah serta peran keluarga yang turut mengantarkannya sampai ke Grand Final.

Andi Jo merupakan siswa kelas XI.10 SMAN 1 Soppeng. Ia telah melewati rangkaian seleksi OSN 2026 hingga berhasil menembus semifinal nasional dan kemudian memastikan diri lolos ke babak final.

Ia menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Selatan pada bidang Ekonomi yang berhasil mencapai Grand Final OSN 2026.

Babak final akan berlangsung secara luring pada 14–20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.

Sebanyak 60 peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia akan berkompetisi pada bidang Ekonomi.

Dari ruang kerja Bupati Soppeng, Andi Jo kemudian bersiap melanjutkan perjuangannya.

Bukan hanya membawa nama pribadi, ia akan membawa nama SMAN 1 Soppeng, Kabupaten Soppeng dan Sulawesi Selatan ke panggung nasional.

(RAT)

Minggu, 06 September 2026

Tak Ditopang Anggaran Besar, SDN 210 Sanrangeng Justru Tembus 6 Besar Taman Literasi Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Keterbatasan anggaran ternyata bukan tembok bagi SD Negeri 210 Sanrangeng, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, untuk berinovasi.

Di tengah keterbatasan fasilitas, sekolah tersebut justru mampu menyulap ruang sederhana menjadi sarana pembelajaran kreatif melalui Taman Literasi dan Numerasi. Hasilnya, SDN 210 Sanrangeng berhasil menembus enam besar penilaian Taman Literasi dan Numerasi tingkat Kabupaten Soppeng.

Capaian itu menjadi menarik karena taman tersebut tidak lahir dari dukungan anggaran besar. Sebaliknya, kreativitas dan semangat gotong royong menjadi modal utama.

Guru, tenaga kependidikan serta orang tua/wali murid bahu-membahu menyumbangkan tenaga, pikiran dan kemampuan masing-masing untuk menghadirkan ruang belajar yang lebih menarik bagi peserta didik.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan lorong di antara bangunan kelas. Ruang yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai jalur penghubung itu disulap menjadi Lorong Literasi dan Numerasi.

Berbagai media pembelajaran ditempatkan di sana. Peserta didik tidak hanya diajak membaca, tetapi juga belajar mengenal abjad dan Aksara Lontara, bermain numerasi, melakukan aktivitas pengukuran hingga memainkan permainan tradisional Kadendeng yang dikolaborasikan dengan pembelajaran PJOK.

Koordinator Taman Literasi dan Numerasi SDN 210 Sanrangeng, Aswan, mengatakan, inovasi tersebut berangkat dari kesadaran bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan kreativitas sekolah.

“Kami tidak memiliki anggaran yang besar untuk membangun taman ini. Tetapi kami memiliki kebersamaan. Guru, tenaga kependidikan, dan orang tua saling membantu sesuai kemampuan masing-masing. Dari keterbatasan itulah kami mencoba berkreasi dan memanfaatkan apa yang kami miliki,” ujar Aswan, Senin (7/9/2026).

Menurut Aswan, taman tersebut sejak awal tidak dirancang sekadar untuk mempercantik lingkungan sekolah ataupun mengejar penilaian.

Fasilitas yang ada diarahkan agar benar-benar digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Membaca, berhitung, bermain, berdiskusi, dan berkarya bisa dilakukan melalui lingkungan sekolah,” katanya.

Kepala SDN 210 Sanrangeng, Hj. Muliyati, mengapresiasi keterlibatan seluruh warga sekolah dan orang tua dalam mewujudkan taman literasi dan numerasi tersebut.

Menurutnya, capaian yang diraih sekolah tidak terlepas dari kerja bersama.

“Ini adalah hasil kerja bersama. Saya sangat mengapresiasi guru, tenaga kependidikan dan orang tua yang dengan sukarela memberikan waktu, tenaga, dan dukungannya. Dengan keterbatasan yang ada, kita tetap bisa menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi anak-anak,” ungkap Hj. Muliyati.

Kerja keras tersebut kemudian mendapat pengakuan melalui masuknya SDN 210 Sanrangeng dalam enam besar penilaian Taman Literasi dan Numerasi tingkat Kabupaten Soppeng.

Tim penilai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng juga turun langsung ke sekolah untuk melihat kondisi taman sekaligus pemanfaatannya dalam mendukung proses pembelajaran.

Bagi SDN 210 Sanrangeng, masuk enam besar bukan sekadar persoalan mengejar predikat.

Capaian itu menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran tidak otomatis berarti keterbatasan inovasi.

Lorong sekolah yang sebelumnya hanya menjadi akses antarkelas kini berubah menjadi ruang belajar. Permainan tradisional dikembangkan menjadi media pembelajaran. Lingkungan sekolah dimanfaatkan sebagai ruang eksplorasi bagi peserta didik.

Dari ruang sederhana itu, SDN 210 Sanrangeng menunjukkan bahwa kualitas inovasi pendidikan tidak selalu berbanding lurus dengan besarnya anggaran.

Ketika sumber daya terbatas, kreativitas dituntut berbicara lebih keras.

Dan di SDN 210 Sanrangeng, keterbatasan justru menjadi alasan untuk mencari cara, bukan alasan untuk berhenti.

(Red)

Jumat, 04 September 2026

MTsN Soppeng Tundukkan Persaingan di Cadika, Juara Umum I Penggalang Kemah Pramuka Madrasah Sulsel


Gowa, Teropongsulawesi.com, Prestasi membanggakan kembali datang dari Kabupaten Soppeng. Kontingen MTs Negeri Soppeng sukses menempati posisi teratas dan meraih Juara Umum I Tingkat Penggalang pada Kemah Pramuka Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan 2026 di Bumi Perkemahan Cadika, Gowa.

Bukan tanpa alasan kontingen MTsN Soppeng mampu berdiri di podium tertinggi. Sejumlah kategori berhasil ditaklukkan dengan hasil gemilang.

Pada lomba Tapak Perkemahan Putra, MTsN Soppeng keluar sebagai Juara I. Hasil serupa kembali diraih pada Tapak Perkemahan Putri, yang juga berhasil diamankan sebagai Juara I.

Sementara pada kategori Yel-Yel Tingkat Penggalang, kontingen MTsN Soppeng berhasil meraih Juara II.

Rangkaian hasil tersebut menjadi modal penting bagi MTsN Soppeng untuk mengunci gelar Juara Umum I Penggalang dalam ajang yang mempertemukan kontingen pramuka madrasah dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Kekuatan MTsN Soppeng terlihat dari kedisiplinan peserta dalam mengelola tapak perkemahan. Kerapian, kebersihan, ketertiban, serta kekompakan menjadi bagian yang diperhitungkan dalam perlombaan.

Semangat yang sama juga terlihat ketika para siswa tampil dalam lomba yel-yel. Energi, kreativitas dan kekompakan berhasil ditampilkan hingga membawa mereka meraih posisi kedua.

Capaian tersebut sekaligus menjadi buah dari persiapan yang dilakukan secara serius. Latihan intensif, pendampingan pembina, kekompakan peserta dan dukungan keluarga besar madrasah menjadi bagian dari perjalanan kontingen hingga berhasil membawa pulang gelar juara umum.

Kepala MTsN Soppeng, Siliwarni Karim, menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh siswa, pembina dan pendamping.

“Alhamdulillah, ini adalah buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan kekompakan seluruh siswa, pembina, serta pendamping. Prestasi ini bukan hanya membanggakan MTsN Soppeng, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Soppeng di tingkat Sulawesi Selatan,” ujar Siliwarni Karim, Sabtu (5/9/2026).

Ia berharap prestasi tersebut tidak berhenti sebagai sebuah kemenangan, tetapi menjadi penyemangat bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani bersaing di berbagai ajang.

Bagi MTsN Soppeng, pengalaman di Cadika Gowa juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga menanamkan disiplin, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan dan kerja sama.

Dengan raihan Juara I Tapak Perkemahan Putra, Juara I Tapak Perkemahan Putri dan Juara II Yel-Yel, MTsN Soppeng akhirnya pulang membawa predikat Juara Umum I Penggalang.

Sebuah pembuktian bahwa slogan “Datang untuk berproses, pulang membawa prestasi” benar-benar diwujudkan di medan perkemahan.

(Taggi)

Tampil Menonjol di Tengah 148 Peserta, Kepala SDN 202 Walennae Soppeng Raih Predikat Terbaik


Makassar, Teropongsulawesi.com,– Persaingan ketat dalam Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) tingkat Sulawesi Selatan berakhir manis bagi Kabupaten Soppeng.

Rahmaningsi, S.Pd., Kepala SD Negeri 202 Walennae, berhasil meraih predikat peserta terbaik dalam pelatihan yang diikuti 148 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Predikat tersebut diraih setelah Rahmaningsi mengikuti seluruh rangkaian pelatihan selama 10 hari yang berlangsung di Makassar sejak 24 Agustus 2026 hingga ditutup pada Jumat (4/9/2026).

Capaian itu sekaligus membawa nama Soppeng menonjol di antara peserta yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Pelatihan BCKS diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi Selatan.

Program tersebut diikuti guru-guru yang sebelumnya telah melewati proses seleksi dan dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai peserta pengembangan calon kepala sekolah.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan teori. Materi kepemimpinan dan pengelolaan satuan pendidikan juga dipadukan dengan praktik lapangan melalui kegiatan shadowing.

Peserta mengunjungi sejumlah sekolah sasaran untuk mengamati secara langsung praktik kepemimpinan kepala sekolah, pengelolaan sekolah, serta berbagai persoalan yang dihadapi dalam menjalankan satuan pendidikan.

Dalam rangkaian pelatihan tersebut, Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) Kemendikdasmen, Dr. Iwan Junaedi, turut memberikan penguatan terkait kebijakan pendidikan.

Bukan Sekadar Predikat

Predikat peserta terbaik yang diraih Rahmaningsi menjadi capaian penting bagi Kabupaten Soppeng.

Pasalnya, penghargaan tersebut diraih di tengah proses pelatihan yang melibatkan 148 peserta se-Sulsel dengan latar belakang dan pengalaman pendidikan dari berbagai daerah.

Rahmaningsi saat ini menjabat Kepala SD Negeri 202 Walennae Kabupaten Soppeng. Ia juga dikenal sebagai salah satu inovator daerah yang aktif dalam pengembangan pendidikan.

Prestasi tersebut menjadi tambahan rekam jejak Rahmaningsi dalam kapasitasnya sebagai pendidik sekaligus pemimpin satuan pendidikan.

Bagi Kabupaten Soppeng, capaian itu menjadi kabar positif di tengah upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan sekolah.

Pelatihan BCKS sendiri menjadi bagian dari proses penyiapan calon kepala sekolah dalam sistem penugasan kepala sekolah yang diterapkan Kemendikdasmen.

Melalui proses tersebut, calon kepala sekolah dipersiapkan agar memiliki kompetensi, kapasitas kepemimpinan, serta kesiapan dalam mengelola satuan pendidikan.

Dari 148 peserta yang mengikuti pelatihan, Rahmaningsi berhasil keluar sebagai salah satu yang terbaik dan membawa nama Soppeng ke panggung prestasi pendidikan tingkat Sulawesi Selatan.

(Taggi)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved