-->

Selasa, 25 Mei 2021

Pelatihan Dasar Adalah Wajib Bagi ASN Fungsional Penyuluh Pertanian

Para peserta pelatihan di BBPP Batangkaluku (Foto Istimewa)

Gowa (Sulsel), Teropongsulawesi.com,-Sebanyak 53 orang peserta yang berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Maluku mengikuti pelatihan Fungsional Alih Kelompok dan Pelatihan Fungsional Dasar bagi Penyuluh Pertanian Ahli yang dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku mulai Senin tanggal 24 hingga 7 Juli 2021. Selasa. 25/05.

Pelatihan ini adalah upaya mempercepat terwujudnya SDM yang professional dan kompeten dilakukan melalui kegiatan pelatihan terstruktur dan terprogram. Untuk menjamin mutu penyuluh dan peningkatan profesionalisme demi mencapai tujuan pertanian tersebut maka dibutuhkan sosok penyuluh yang pintar, gesit, dan cerdas, karena problem sektor ini makin kompleks. “Jadilah penyuluh yang luar biasa karena tugas penyuluh dalam peningkatan produksi bukan tugas yang biasa” ujar Dedi Nursyamsi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).



Fitriani, Koordinator Program dan Evaluasi menjelaskan bahwa pelatihan ini wajib sebagai ASN yang menduduki jabatan fungsional penyuluh pertanian. Saat ini penyuluh dituntut untuk bekerja lebih professional, kreatif, inovatif, dan responsif. Artinya di lapangan nanti penyuluh mampu memecahkan permasalahan di lapangan sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki.

Baik itu dari segi pengetahuan, teknologi, metodologi hingga substansi teknis sesuai dengan potensi wilayahnya masing-masing.

Tuntutan penyuluh selanjutnya yaitu meneruskan program – program Kementerian Pertanian hingga program unggulan BPPSDMP demi peningkatan produksi. Penyuluhpun harus mengikuti perkembangan teknologi di era 4.0 sehingga menjadi penyuluh yang milenial, bukan lagi kolonial.

Hal ini senada kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, bahwa saat ini generasi muda/milenial adalah penentu kemajuan pembangunan pertanian dengan kemampuannya untuk membuat perubahan serta mengadopsi inovasi dan teknologi baru. Kita meyakini tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada pundak mereka.

Tidak lupa juga beliau terus menghimbau untuk seluruh peserta untuk tetap melaksanakan protokol pencegahan penyebaran COVID-19 walaupun beberapa dari kita telah divaksin.

"Vaksin ini merupakan salah satu upaya kita untuk memutus rantai penyebarannya tapi tetap ingat 3M yaitu Menjaga Jarak/Jauhi Kerumunan, Mencuci tangan dan Menggunakan Masker selama berada di lingkungan BBPP Batangkaluku, tutup koordinator program dan kerjasama", jelas Fitriani. (Al Aziz / Yuli N)

Sabtu, 01 Mei 2021

Gelar Penyebarluasan Perda Wajib Belajar, Andi Nurhidayati Undang Penyuluh Agama dan Guru


Legislator PPP Sulsel Andi Nurhidayati saat menggelar Sosialisasi Perda No 2/2017 tentang wajib belajar pendidikan menengah (Foto Istimewa)

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com., - Anggota DPRD Sulsel Fraksi PPP, Andi Nurhidayati Zainuddin menggelar Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Wajib Belajar Pendidikan Menengah di Kelurahan Lalabata Rilau Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng, Sabtu (1/5/2021).

Kegiatan sosialiassi yang dihadiri ratusan penyuluh agama dan guru dari berbagai sekolah mengundang Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Soppeng, Nur Alim dan Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Soppeng, H. Andi Muhammad Darwis dan dimoderatori Ridwan Majid (ASN).

"Kehadiran perda ini merupakan salah satu usaha pemerintah agar generasi muda kita mendapatkan pendidikan yang layak, minimal harus menamatkan sekolah hingga SMA sederajat," ujar Andi Nurhidayati.

Andi Etti sapaannya mengungkapkan, kehadiran penyuluh agama sebagai garda terdepan di tengah-tengah masyarakat sebagai aktor sosial sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan.

"Pada kesempatan ini sengaja Kami mengundang penyuluh agama untuk hadir agar perda ini nantinya dapat disebarluaskan kepada masyarakat. Harapan Kami dalam kegiatan kepenyuluhannya, persoalan pendidikan menjadi poin penting yang disampaikan kepada masyarakat," jelas Waki Ketua Komisi B DPRD Sulsel.

"Perda wajib belajar pendidikan menengah merupakan usaha dalam rangka meningkatkan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan minimal sampai pada jenjang pendidikan menengah," tegas Ketua IGI Kabupaten Soppeng, Nur Alim. (Red/Ismail).

Rabu, 07 April 2021

KKG Wilayah 1 Marioriawa, Plt Koord. UPTD Singgung Bahaya Narkoba Terhadap Anak Didik dan Tatap Muka di Bulan Ramadhan


Plt Koordinator UPTD Kecamatan Marioriawa Sukarni, S.Pd (Foto Istimewa)

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com, -Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Wilayah Marioriawa 1 dengan Tema Maju Bersama dengan Tujuan Menjadikan Guru Lebih Profesional Dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan dipimpin oleh Plt Koordinator UPTD Kecamatan Marioriawa Sekaligus Pengawas Wilayah Marioriawa 1 Hajja Sukarni, S.Pd, MSi yang di laksanakan di UPTD SPF SDN 66 Mario di Lejja, Rabu (7/4/2021).


Pada kesempatan tersebut Pengawas Wilayah Marioriawa 1 yang dipercayakan juga sebagai Plt UPTD Kecamatan Marioriawa
menyampaikan bahwa, "Dalam bulan suci Ramadhan nanti Anak- anak tetap melaksanakan tatap muka di sekolah, waktu libur hanya awal memasuki bulan suci Ramadhan selama dua hari dan saat menjelang idul Fitri dan setelah Idul Fitri selama 16 hari sekolah.

Pada kesempatan itu pula disampaikan bahwa Indonesia menjadi target terbesar di Asia masalah pengedaran Narkoba karena keuntungannya besar dan hukumnya ringan di harapkan sebagai tenaga pendidik untuk membina anak didik kita supaya terhindar dari bahaya miras dan Narkoba.


Turut hadir semua Kepala Sekolah dan Guru wilayah Marioriawa 1 Kecamatan Marioriawa
Guru dan Tenaga Pendidik SDN 66 Mario, Lejja.

Kontributor : Hawaya

Selasa, 23 Maret 2021

Bupati Soppeng Lanjutkan Kerjasama Unhas Terkait Kampus Vokasi


Bupati Soppeng saat bersama tim kampus Unhas (Foto Istimewa)

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com, -Setelah melakukan penandatanganan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Universitas Hasanudin terkait pembangunan kampus vokasi. Bupati Soppeng H. A. Kaswadi Razak bersama rektor UNHAS Prof. DR. Dwia Ariestina Pulubuhu, MM melakukan peninjauan lokasi kawasan ompo, Selasa 23 Maret 2021.

Bupati soppeng dalam kesempatan tersebut memaparkan, dalam rangka menindaklanjuti kerja sama yang digagas selama ini antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Universitas Hasanuddin, yang sekarang berada pada tahap kesepakatan kerjasama.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Soppeng menawarkan 2 opsi maket dan menjelaskan secara detail rencana lokasi pembangunan kampus vokasi dihadapan rektor universitas hasanuddin dan tim. Dimana luas tanah yang disiapkan untuk kampus ini, kurang lebih 2 hektar dengan desain bangunan khas bugis.

Hasil-hasil yang telah kita capai bersama ini mudah-mudahan bisa memberikan petunjuk dan  arahan kepada kita semua, untuk lebih menyempurnakan apa yang masih perlu kami benahi bersama tim.

Karena investasi pendidikan itu tidak gampang, dan sangat penting untuk dikerjakan.

Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan ini bisa menjadi sesuatu yang membuat kita bisa menyelesaikan tugas-tugas yang diamanahkan kepada kita untuk menyelesaikan persoalan keberadaan UNHAS di Kabupaten Soppeng.

Sementara, rektor unhas dalam kesempatan tersebut, mengapresiasi kegigihan dan kerja keras pemerintah kabupaten soppeng dalam proses pengadaan kampus vokasi UNHAS di Kabupaten Soppeng ini.

Dan berharap dengan adanya kampus vokasi di Soppeng ini, akan lahir para wirausaha muda, petani dan peternak milineal yang mensupport Indonesia bukan hanya Sulawesi Selatan.

Serta ini merupakan sejarah buat Kabupaten Soppeng yang akan meletakkan pondasi pembangunan di sektor sumber daya manusia, dan kami berterima kasih telah diajak menjadi bagian dari sejarah ini. Dan kami bersama tim akan commit karena keseriusan bapak bupati dan wakil bupati kabupaten soppeng. (Red/Ismail).

Minggu, 14 Maret 2021

Hari Pertama SDN 179 Talumae Desa Gattareng Gelar Pembelajaran Tatap Muka Penuhi Standar Prokes


Pembelajaran tatap muka di SDN 179 Talumae Desa Gattareng Kecamatan Marioriwawo, Kab.Soppeng (Foto Istimewa) 

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com, -
Hari pertama proses PTM (Pembelajaran Tatap Muka) di SDN 179 Talumae, Desa Gattareng, Kec. Marioriwawo. Kab Soppeng. Berjalan dengan efektif dan kondusif dengan memenuhi standar protokes.

Senin pagi tepatnya tanggal (15/3/2021) kegiatan PTM(Pembelajaran Tatap Muka)
Di SDN 179 Talumae sudah di mulai dengan memperhatikan beberapa kebijakan dan peraturan pemerintah Kabupaten Soppeng dalam hal ini dinas yang terkait Dinas Pendidikan kabupaten Soppeng dan Satgas covid-19 soppeng.

Pemeriksaan suhu siswa sebelum masuk lingkungan sekolah (Foto istimewa) 

Hal itu dapat diamati langsung bahwasanya semua siswa yang hadir di sekolah memenuhi Prokes (Protokol Kesehatan).

Di depan pintu gerbang sekolah berdiri seorang pustakawan sekolah yang di berikan wewenang untuk memeriksa suhu badan siswa yang hendak mengikuti kegiatan PTM. Setelah pemeriksaan suhu badan barulah siswa di perbolehkan untuk memasuki kawasan sekolah.

Namun demikian hanya yang memiliki suhu di bawah 38 derajat Celcius dibolehkan masuk, jika lebih maka siswa siswi tersebut  tidak diperbolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka dan akan diarahkan untuk ke pihak dinas kesehatan.

Sedang di depan kelas, seorang guru wali kelas berdiri untuk mengarahkan siswa yang hendak memasuki ruang kelas untuk terlebih dahulu mencuci tangan dengan sabun/ handsanitizer yang sudah disediakan.

Wali kelas saat menjemput murid sebelum memasuki kelas (Foto Istimewa) 

Di dalam kelas, siswa duduk sendiri-sendiri sesuai jarak yang sudah ditetapkan. Dan mengenakan masker masing-masing, di dalam mengikuti kegiatan PTM.

Dari jumlah siswa yang banyak pihak sekolah membagi dan membatasi siswa nya yang mengikuti PTM dimana dari jumlah normal 28 siswa perkelasnya dibatasi menjadi 15 orang perkelas nya, Ujar Abu Bakar S.Pd SD selaku UPTD SPF SDN 179 Talumae.

"Mulai dari jumlah siswa, jam pelajaran, sampai jam istirahat di kurangi untuk meminimalisir waktu yang di gunakan dalam kegiatan PTM tersebut. 'jelasnya.

"Untuk tahap pertama di pekan ini pihak sekolah mengurangi jam pelajaran yang dimana normalnya 35 menit perjam pelajaran di kurangi menjadi 25 menit perjam pelajaran. 'Terangnya.

"Sementara untuk tahap kedua pada pekan selanjutnya Abu Bakar S.Pd SD mengatakan jika kondisi sudah memungkinkan, maka jam pelajaran akan di kembalikan normal yaitu 35 menit per mata pelajaran. Jika kondisi memungkinkan "bebernya.

"Kemudian semua siswa mendapat kesempatan yang sama untuk mengikuti PTM oleh guru mata pelajaran yang berbeda, baik guru agama dan guru PJOK sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, sementara pelajaran lainnya oleh guru kelas, paparnya.

Kepala UPTD SPF SDN 179 Talumae saat di dalam ruangan (Foto Istimewa).

Adapun harapan dari UPTD SPF SDN Talumae Abu bakar begitupun guru-guru di SDN 179 Talumae lainnya, " Sekiranya nanti apabila sudah benar-benar keadaan normal PTM di langsungkan kembali seperti semula supaya bisa memaksimalkan PTM tanpa ada lagi kendala yang dialami seperti masa-masa pandemi covid-19 dimana banyak siswa yang mengeluh didalam proses belajar daring, Harapnya.

Terakhir dikatakan bahwa, " pihak sekolah sudah siap untuk kembali memaksimalkan PTM dengan mematuhi protokes yang berlaku, jika sudah ada surat edaran dari pihak Dinas Pendidikan dan mendapat izin dari Satgas covid-19 kabupaten Soppeng. Pungkasnya.

(Red/Ismail)

Rabu, 10 Maret 2021

Koordinator UPTD Wilayah Citta Gelar Rapat Koordinasi Bahas Persiapan Hari Jadi Soppeng


Rakor persiapan hari jadi Soppeng (Foto Istimewa).

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com, - Dalam menghadapi peringatan hari jadi kabupaten Soppeng pada 23 Maret 2021 mendatang, koordinator UPTD Wilayah Kecamatan Citta menggelar pertemuan yang dilangsungkan di UPTD SPF SDN 96 Citta, Rabu (10/3/2021).

Dalam pertemuan tersebut dipimpin langsung korwil kecamatan Citta H. Ahmad Dande, S. Pd M. Si yang dihadiri para UPTD SPF sekecamatan Citta.

Dalam kesempatannya H.Ahmad Dende menyampaikan kepada seluruh sekolah dan wilayah sekitarnya kiranya melaksanakan pembersihan.

"Saya sampaikan kepada seluruh UPTD SPF yang ada di wilayah Citta ini agar mengkoordinir para guru untuk melakukan kerja bakti pembersihan dalam menghadapi hari jadi Soppeng, ujarnya.

"Selain itu saya menghimbau agar melakukan pengecatan bangunan sekolah dan pagar.

"Tentu hal ini dilakukan agar bangunan sekolah dan sekitarnya kelihatan bersih, indah dan sehat, katanya.

"Juga menyenangkan bila dipandang, dan kebersihan itu adalah pangkal kesehatan sehingga lingkungan yang sehat terdapat jiwa yang sehat, tambahnya.

Terakhir koordinator wilayah Citta bersama para UPTD SPF menyepakati untuk memasang umbul-umbul dan atau banner seminggu sebelum puncak hari jadi Soppeng dilakukan.

"Jadi seminggu sebelum puncak pelaksanaan hari jadi Soppeng nantinya saya berharap  umbul-umbul, banner ataupun spanduk sudah harus terpasang, tandasnya. (Red/Ismail).

Selasa, 09 Maret 2021

Raih Respon Kemenag RI, Bupati Andi Kaswadi Komitmen Majukan Pendidikan Madrasah Yang Berbartabat di Soppeng


Bupati Soppeng saat diterima oleh Wamen Menag RI (Foto Istimewa)

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com, - Kementerian Agama mendukung komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Soppeng untuk ikut mengembangkan madrasah unggulan di daerahnya.

Dukungan ini ditegaskan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi saat menerima kunjungan Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak, Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan KH.Khaeroni, dan Kakan Kemenag Kabupaten Soppeng H.Fitriadi.

Penegasan ini sekaligus merespon komitmen Bupati Soppeng untuk memajukan pendidikan Keagamaan di daerahnya.

Bupati mengaku siap menyukseskan dan mengawal program yang digagas Kakanwil Kemenag Sulsel yakni Madrasah Edukasi Alam, Madrasah Kebahasaan, dan madrasah bagi anak-anak yang memiliki kelebihan khusus.

"Beri kami kesempatan dan insya Allah akan kami buktikan Madrasah Hebat Bermartabat bukan hanya slogan dan sekadar jargon di Sulawesi Selatan dan di Kabupaten Soppeng khususnya" tegas Bupati Soppeng Kaswadi Razak. Rabu (10/3/2021).

“Ini menjadi program-program yang sangat luar biasa. Kemenag menyambut baik sinergitas yang terbangun antara Pemda Soppeng dengan Kanwil Kemenag Sulsel,” terang Wamenag di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Menurut Wamenag, banyak Pemda yang berpandangan bahwa karena Kemenag adalah instansi vertikal, maka urusan kementerian ini terpisah dari tanggung jawab Pemda setempat. Padahal, hal ihwal yang diurus Kemenag sesungguhnya menjadi urusan Pemda juga.

“Tidak banyak Bupati atau Walikota atau Gubernur yang memiliki pemahaman seperti Bupati Soppeng (perhatian terhadap madrasah,-red),” tutur Wamenag.

Wamenag menjelaskan bahwa ada dua tugas pokok Kementerian Agama, yaitu: mengurus kehidupan keagamaan dan pendidikan keagamaan. Kedua hal tersebut, kata Wamenag, sejatinya juga menjadi urusan dan tanggung jawab Pemda.

“Kemenag menyambut baik dan sangat mengapresiasi atas ikhtiar bersama Pemda Soppeng dan Kanwil Sulsel untuk memajukan madrasah. Semoga ini bisa menjadi sarana lebih meningkatkan kemanfaatan kita dalam menyiapkan generasi unggulan. Kami harap kerjasama ini bisa berjalan,” pesan Wamenag.

Wamenag juga mengapresiasi kinerja Kakanwil Kemenag Sulsel. Sebab, meski belum lama bertugas di sana, namun sudah banyak langkah terobosan yang diambil dalam rangka memajukan kehidupan dan pendidikan keagamaan di wilayah kerjanya.

“Kakanwil meski belum satu tahun tapi sangat cepat langkah-langkah yang sudah dilakukan. Semoga sinergitas Kemenag Sulsel dengan Pemda bisa terus ditingkatkan,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng H. Fitriadi mengulas sinergitas dan kolaborasi yang terbangun antara Kemenag Soppeng dengan Pemerintah Daerah.

"Banyak program kami di Kemenag Soppeng yang terlaksana dengan baik atas dukungan Pemerintah Daerah seperti halnya pengangkatan Imam masjid, Kemenag menyeleksi dan meng-SK-kan kemudian Pemerintah Daerah yang menggaji" tuturnya.

Lebih lanjut Kakan Kemenag mengungkapkan kemurahan hati Bupati Soppeng yang secara ikhlas memberikan lahan perkebunan miliknya untuk dibangun Madrasah Kebahasaan. (afr)

Rabu, 03 Maret 2021

Dukung Duta Petani Milenial, Kementan Teken Mou Dengan Kemendikbud



Jakarta, Teropongsulawesi.com, - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan penandatanganan kerjasama dukungan duta petani milenial terhadap penerapan merdeka belajar, kampus merdeka untuk menguatkan ketahanan pangan nasional.

Kerjasama ini merupakan kolaborasi dan sinergitas untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui bidang pendidikan dan pertanian.

Dalam kesempatan ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, mengatakan bahwa saat ini Kementan telah menerapkan arah kebijakan strategis, yakni pertanian berkonsep maju, mandiri dan modern. Tiga konsep tersebut merupakan konsep jangka panjang yang disiapkan untuk mempercepat dan mendorong hadirnya kemakmuran dan kesejahteraan.

"Karena itu yang dibutuhkan kita saat ini adalah riset untuk memperkuat teknologi dan penguasaan mekanisasi. Dan pertanian pasti membutuhkan Kemendikbud untuk mempersiapkan semua kebutuhan anak anak kita. Sebab pertanian tidak pernah surut dengan kepentingan sepanjang manusia hidup," ujar Mentan, Rabu, 3 Maret 2021.

Terkait hal ini, kata Mentan, konsep merdeka belajar merupakan langkah maju yang wajib diterapkan dalam semua lini pembelajaran. Apalagi, Kementan sendiri sudah menetapkan target pencetakan petani muda, yakni sebanyak 2,5 juta.

"Saya ingin konsep ini diterapkan untuk mengejar ketertinggalan. Apalagi target saya adalah mencetak 2,5 juta petani yang tervokasikan di bidang pertanian. Sekali lagi saya menyambut baik merdeka belajar dan saya yakin kerjasama ini membawa berkah. Saya berharap dalam waktu yang tidak lama ada sesuatu yang bisa kita hasilkan," katanya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyambut baik kerjasama yang dilakukan 2 lini kementerian ini. Menurut Nadiem, pertanian dan pendidikan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

"Pertanian dan pendidikan itu adalah 2 lini sektor strategis, dimana keduanya tidak bisa dipisahkan. Keduanya dituntut berkolaborasi untuk mengoptimalkan potensi yang ada," katanya.

Nadiem menambahkan, kerjasama ini meliputi penelitian, peningkatan kemampuan kapasitas SDM, penerapan reka cipta dan pengabdian masyarakat. Diharapkan, semua upaya ini mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

"Kita memiliki generasi emas yang harus difasilitasi dengan baik. Karena itu saya harap kerjasama ini semakin memacu semangat kita untuk bekerja lebih giat demi kesejahteraan masyarakat bangsa dan negara," tutupnya.

Sementara Kepala Badan PPSDMP, Dedi Nursyamsi menambahkan kerjasama merdeka belajar adalah dengan memanfaatkan segala fasilitas kampus, jaringan kerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri, serta memanfaatkan program Kementan untuk mendukung merdeka belajar, khususnya terkait implementasi dengan 8 (delapan) indikator kinerja utama dan 8 (delapan) program kampus merdeka dalam pendidikan pertanian.

“Dengan demikian, sektor pertanian turut berkontribusi dalam menjamin ketersediaan sumberdaya manusia pertanian milenial yang memiliki kompetensi dan kualifikasi yang dapat diandalkan”, terang Dedi.

Sumber : Kementan

Selasa, 02 Maret 2021

Sejumlah Sekolah di Soppeng Persiapkan Pembelajaran Tatap Muka Tahap Kedua

 

Foto Kolase Mendikbud Nadiem Makarim dan Abdul Asis Kepala  UPTD SPF SDN 237 Aletellue Desa Mattabulu Kecamatan Lalabat Kabupaten Soppeng (Foto Istimewa).

Soppeng (Sulsel), Kabartujuhsatu.news, - Sejumlah sekolah di kabupaten Soppeng mempersiapkan kegiatan pembelajaran tatap muka tahap II.

Merujuk dari Pemerintah pusat melalui Kemendikbud tentang Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Menteri Agama (Menag), Menteri Kesehatan (Menkes), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi COVID-19.

Dalam SKB tersebut, pemerintah memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah daerah/kanwil/kantor Kemenag untuk menentukan pemberian izin pembelajaran tatap muka di sekolah-sekolah di bawah kewenangan masing-masing.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan hanya diperbolehkan untuk satuan pendidikan yang telah memenuhi daftar periksa. Terdapat enam daftar periksa atau ceklis yang harus dipenuhi oleh sekolah.

“Pembelajaran tatap muka di semua sekolah hanya diperbolehkan pada saat kita sudah memenuhi ceklis ini, daftar periksa ini.

Ceklis itu ada enam, sama seperti SKB yang sebelumnya,” ujarnya saat memberikan paparan dalam pengumuman SKB tersebut, secara daring pada tahun lalu.

Daftar periksa pertama, ujar Nadiem, adalah ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet bersih dan layak, sarana cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer, dan disinfektan.

Daftar periksa kedua, mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan; ketiga, kesiapan menerapkan wajib masker; dan keempat, memiliki alat pengukur suhu badan (thermogun).

Daftar periksa selanjutnya adalah memiliki pemetaan warga satuan pendidikan. “Harus mengetahui siapa yang memiliki komorbiditas, dari guru-gurunya, murid-muridnya,” ujar Mendikbud.

Daftar yang tidak memiliki akses transportasi yang aman juga termasuk ke dalam pemetaan warga satuan pendidikan.

Begitu juga riwayat perjalanan dari daerah yang tingkat risiko COVID-19 yang tinggi atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif COVID-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri.

“Keenam adalah tentunya persetujuan komite sekolah atau perwakilan orang tua/wali. Tanpa persetujuan perwakilan orang tua, sekolah itu tidak diperkenankan untuk dibuka,” tegas Nadiem.

Setelah daftar periksa terpenuhi, lanjutnya, pembelajaran tatap muka dapat dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

“Pas tatap muka dilakukan, protokolnya bukan seperti masuk sekolah normal. Kalaupun sekolah sudah memenuhi kriteria dan ceklis pembelajaran tatap muka, protokol kesehatan yang ketat harus masih dilaksanakan,” ujar Mendikbud.

Terkait protokol kesehatan, terang Nadiem, kondisi kelas pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, dan pendidikan menengah menerapkan jaga jarak minimal 1,5 meter.

“Kapasitas maksimal itu sekitar 50 persen dari rata-rata. Semua sekolah harus melakukan rotasi atau shifting, tidak boleh kapasitas full,” ujar Mendikbud mengingatkan.

Nadiem pun mengingatkan perilaku wajib yang harus diterapkan di satuan pendidikan.

“Harus pakai masker, tidak ada negosiasi di sini. Semua anak, guru, semua tenaga pendidik harus memakai masker,” tegasnya.

Perilaku wajib lainnya adalah mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan, menjaga jarak dan tidak melakukan kontak fisik, dan menerapkan etika batuk/bersin.

Selanjutnya, Nadiem mengingatkan untuk memastikan kondisi medis warga sekolah sehat dan jika mengidap komorbid harus dalam kondisi terkontrol, tidak memiliki gejala COVID-19 termasuk pada orang yang serumah dengan peserta didik dan pendidik.

Di sekolah juga tidak diperkenankan kegiatan-kegiatan yang berkerumun. “Kantin tidak diperbolehkan beroperasi.

Kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler tidak diperbolehkan untuk dilakukan.

Tidak ada lagi kegiatan selain KBM (Kegiatan Belajar Mengajar),” ujarnya.

Lebih lanjut, Mendikbud berharap seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung pemerintah daerah dalam mempersiapkan transisi pembelajaran tatap muka.

Pemerintah pusat melalui berbagai kementerian/lembaga menetapkan kebijakan yang berfokus pada daerah.

Kemudian, Satgas Penanganan COVID-19 di daerah memastikan risiko penyebaran COVID-19 terkendali, dan masyarakat sipil dapat bersama-sama mendukung pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik.

Pemerintah daerah dapat menentukan kebijakan pembelajaran sesuai kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerah, kemudian mempersiapkan transisi pembelajaran tatap muka. Dinas Pendidikan dapat memastikan pemenuhan daftar periksa dan protokol Kesehatan di satuan pendidikan, Dinas Kesehatan dapat memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan daerah, dan Dinas Perhubungan dapat memastikan ketersediaan akses transportasi yang aman dari dan ke satuan pendidikan.

Sementara itu, satuan pendidikan mempersiapkan kebutuhan protokol kesehatan dan memfasilitasi pembelajaran, dan guru dapat terus meningkatkan kapasitas untuk melakukan pembelajaran interaktif, serta orang tua/wali diharapkan aktif berpartisipasi dalam kegiatan proses belajar mengajar. “Mari kita bekerja sama untuk memastikan anak dapat terus belajar dengan sehat dan selamat,” tandas Mendikbud.

Sementara itu untuk daerah kabupaten Soppeng provinsi Sulawesi Selatan Keputusan tatap muka Tahap II di Kecamatan Lalabata yang dipersiapkan adalah :

1. SDN 1 Lamappoloware (ujicoba padat siswa dipusat kota kecamatan)

2. SDN 196 Polewali

3. SDN 31 Tellang

4. SDN 29 Cenrana

5. SDN 30 Paowe

6. SDN 244 Lawo

7. SDN 18 Mangkawani.

Dalam pembelajaran tatap muka tersebut diharapkan sekolah mempersiapkan power point. Dan di kirim paling lambat besok hari Kamis 4 Maret 2021, ungkap salah satu kepsek di Desa Mattabulu kecamatan Lalabata Abdul Asis, S.Pd yang sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka tahap pertama yang dimulai 1 Maret lalu. (Rabu,3/3/2021).

Untuk syaratnya kata Abdul Asis, itu di muat dalam bentuk foto pada powerpoint yakni berupa :

1. Pintu Gerbang atau Papan nama sekolah.

2. Tulisan Batas pengantar/penjemput siswa.

3. Pengukur suhu yg sementara di gunakan.

4. Tempat cuci tangan.

5. Persiapan Masker.

6. Hand sanitizer .

7. Ruang UKS yg terbuka/bagian dalam.

8. Tempat duduk/ bangku siswa di kelas yang telah di atur jaraknya.

9. Toilet/WC yg bersih/ bagian dalam.

10. Disinfektan/cairan penyemprot/alat peyemprot.

11. Kantin ( pintu di tutup tertulis Kantin dan Tutup).

12. Data guru dan keadaan siswa.

13. POS protokol kesehatan.

Setiap sekolah paling banyak 7 slide, tandas Asis kepala UPTD SPF SDN 237 Ale Tellue.

Kemendibud Terbitian Kriteria Guru Honorer Untuk Seleksi Guru ASN PPPK Tahun 2021


Mendikbud RI Nadiem Makarim (Foto Istimewa).

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com, - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dirjen GTK menerbitkan surat edaran mengenai Peluncuran Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Belajar Mandiri Calon Guru ASN PPPK tahun 2021, Dalam surat tersebut tertera kriteria Guru Honor yang bisa mengikuti Seleksi Guru ASN PPPK tahun 2021.


Untuk lebih jelasnya berikut isi surat Nomor : 0839/B1.B4/GT/2021 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kab./Kota Seluruh Indonesia.



Dengan hormat kami sampaikan, bahwa salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengisi kekosongan formasi guru adalah dengan mengangkat guru honorer melalui seleksi Guru ASN sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).


Kriteria Guru Honorer pada seleksi Guru ASN PPPK dimaksud adalah:


1.Guru honorer, termasuk guru eks-THK-2
2.Guru non-PNS yang sudah disertifikasi
3.Guru non-PNS yang belum disertifikasi, tapi telah terdaftar di Dapodik pada akhir Desember 2019.
4.Lulusan Pendidikan Profesi Guru yang saat ini tidak mengajar.


Untuk mempersiapkan guru honorer dalam menghadapi seleksi Guru ASN PPPK tersebut, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan akan menyelenggarakan Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Belajar Mandiri Calon Guru ASN PPPK yang bertujuan membekali pengetahuan dan keterampilan melalui pembelajaran mandiri dan latihan soal.


Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dapat menyaksikan Peluncuran "Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Belajar Mandiri Calon Guru ASN PPPK" yang akan di luncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bersama Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pada:


Hari/tanggal : Rabu, 3 Maret 2021
Waktu : pukul 08.00 – 10.00 WIB
Tempat : Aplikasi Zoom Meetings http://bit.ly/peluncuran_p3k
Meeting ID: 944 7862 0190
Passcode: 873550


Atas perhatian dan kejasama Saudara kami ucapkan terima kasih.



Sekda Soppeng Andi Tenri Sessu Membuka Kegiatan Uji Kompetensi Seleksi Calon Kepala Sekolah


Sekda Soppeng bersama Kadis Pendidikan saat pembukaan uji kompetensi calon kepala sekolah (Foto Istimewa).

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com -Sekertaris Daerah Kabupaten Soppeng Drs.H.A.Tenri Sessu,M.Si  mewakili Bupati H.A.Kaswadi Razak,SE membuka kegiatan Uji Kompetensi Pendidik danTenaga kependidikan seleksi Substansi Guru Bakal Calon Kepala Sekolah Tahap I Tahun 2021

Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama pemerintah Kabupaten Soppeng dengan Lembaga pengembagan dan pemberdayaan kepala sekolah dan pengawas Sekolah(LPPKSPS ) Solo dan Lembaga Penjaminan  Mutu pendidikan (LPMP) Propinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, 2 Maret 2021

Sekda soppeng dalam membacakan sambutan Bupati, mengatakan saat ini data keadaan kepala sekolah yang akan pensiun tahun 2020 sebanyak 78 orang sementara pelaksana tugas sebanyak 28 orang.

Untuk itulah salah satu penyebab sehingga kita lakukan pelaksanaan uji kompetensi ini utamanya bagi calon kepala sekolah.

namun demikian kita juga menyadari bahwa ke depan tantangan-tantangan persoalan-persoalan berkaitan dengan kependidikan makin besar akan kita hadapi.

Lanjut dikatakan , ada satu hal yang menjadi problem bagi kami terutama orang-orang yang bergelut di dalam pemerintahan ini diluar persoalan kependidikan , tapi sangat berkaitan dengan kependidikan ini , untuk itu

saya titip kepada tim penilai dari  LPPKSPS dan LPMP bahwa ada tambahan tugas dari seorang kepala sekolah yang selama ini  mungkin belum tersentuh adalah bagaimana pengelolaan keuangan di sekolah, sehingga setiap penyusunan rencana kerja setiap tahun selalu kendalanya adalah keterlambatan kepala sekolah memasukkan rencana kerjanya, kalau kita lihat rencana kerja ini memang tidak berkaitan langsung dengan proses pendidikan itu tapi  berkaitan dengan perencanaan secara keseluruhan di kabupaten Soppeng.

Oleh Karena itu  rekan -rekan para calon kepala sekolah ini dan  mudah-mudahan kedepan  ada satu ujian berkaitan dengan  pengelolaan keuangan.

Kesimpulan kami, pemahaman pengharapan pengelolaan keuangan dan aset ini menjadi salah satu bagian kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah.

Kepada peserta tunjukan, bahwa  kita memang  layak untuk lulus  jadi calon kepala sekolah, proses selanjutnya nanti tentu  akan masih ada baik sifatnya kompetisi , baik yang sifatnya ujian dan penilaian tertentu   akan berproses sesuai dengan waktu dan tempat pada saatnya nanti , gunakan moment ini tunjukan kemampuan tidak hanya dari sisi ilmu pengetahuan tapi sudah berkembang sesuai dengan dinamika dan tuntutan masyarakat yang nanti akan terwujud  dalam bentuk program kerja yang dipayungi oleh pembangunan daerah .

Sementara Kepala LPMP propinsi Sulawesi Selatan Drs.H.Abdul Halim Muharrar,M.Pd  menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan sungguh-sungguh, dimana peserta yang hadir pada kesempatan ini adalah orang-orang pilihan. Dan berharap agar peserta dapat menunjukkan kemampuan pribadinya sehingga dianggap layak menjadi calon kepala sekolah.

Selain itu, beliau mengharapkan para calon kepala sekolah nantinya memiliki kemampuan pedagogik, kemampuan sosial serta kompetensi kepribadian. Karena ketika menjadi kepala sekolah nantinya, konteks yg dijalani sudah berbeda, yakni berada dalam konteks manajemen atau dalam hal ini bukan sekedar kepala sekolah tetapi sebagai pemimpin.

Hal hal tersebut akan diamati dan digali oleh tim  LPPKSPS bersama LPMP untuk nantinya dikolaborasi dan menghasilkan keputusan akhir.

Sebelumnya , Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng Drs.H.Asis Makmur ,M.Pd .I dalam laporannya mengatakan untuk seleksi substansi guru bakal calon kepala sekolah tahun 2001   terdiri dari guru  TK, SD ,SMP dan di bagi 2 tahap yaitu tahap I sebanyak 60 orang dan tahap II sebanyak 48 orang.

Pelaksanaan seleksi substansi guru bakal calon kepala sekolah tahap I dilaksanakan pada hari selasa/kamis ,2/4 Maret 2021 di kantor  Dinas Pendidikan dan kebudayaan dan UPTD SPF SMPN WatanSoppeng.

Peserta seleksi substansi guru bakal calon kepala sekolah juga telah melakukan  rapi test, dengan maksud menghindari penyebaran covid 19.

Acara pembukaan di tandai dengan penyematan atribut peserta oleh Sekda Soppeng Drs.H.A.Tenri Sessu,M.Si.

Turut hadir  Kepala BKPSDM Kabupaten Soppeng, Tim penilai dari LPPKSPS Solo, Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Soppeng , para narasumber , para peserta serta para undangan lainnya.(Ismail).

Senin, 01 Maret 2021

Bupati Soppeng Letakkan Batu Pertama Pembangunan Ruang Kelas Baru MI DDI Lereng Hijau, Ini Harapannya


Bupati Soppeng saat peletakan batu pertama pembangunan kelas baru MI DDI Lereng Hijau (Foto Istimewa)

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com, -Bupati Soppeng melakukan peletakan Batu Pertama Pembangunan Ruang Kelas Baru Madrasah Ibtidaiyah DDI Lereng Hijau sekaligus Launching Gerakan Sejuta Koin Wakaf Pendidikan Madrasah dan Pondok Pesantren yang dilangsungkan di Desa Gattareng Toa, Kecamatan Marioriwawo, Senin, 1 Maret 2021

Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak, SE dalam sambutannya mengatakan, "Hari ini kita akan melakukan pembangunan madrasah dan diharapkan ada evaluasi di antar Kabupaten, oleh karena itu, mari kita bersama-sama berkompetisi dalam hal kebaikan dan saya yakin kita bisa, selama ada kemauan dan ketulusan, jelas Bupati peduli pendidikan ini.

Kata Bupati Kaswadi, "Kami sampaikan bahwa Soppeng berbeda dengan daerah lain karena kita memiliki semangat “Yasisoppengi” sehingga semuanya dapat diselesaikan walaupun ada perbedaan dan “Yasisoppengi” itu telah tertanam dengan baik di hati masyarakat Soppeng, paparnya.

"Kami harap, lanjut Andi Kaswadi "kepada Kepala Kanwil agar tetap memberikan kami petunjuk dan arahan apa yang terbaik untuk lembaga keagamaan di Kabupaten Soppeng yang bukan hanya di Madrasah tapi masih banyak yang butuh perhatian serta kami juga berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, tuturnya dengan harapan.

"Semoga keberadaan kita pada hari ini, yang dimulai dari hal kecil kedepannya akan menjadi sesuatu yang luar biasa dan menjadi salah satu pembinaan keagamaan yang baik se Indonesia, karena ide dan gagasan ini sangat penting untuk menambah wawasan kita, tandasnya.

Sementara Kepala Kanwil Kemenag Prov. Sulsel, Drs. H. Khaeroni, M.Si dalam kesempatannya mengatakan, "Hari ini kita akan meletakan batu pertama di Kab. Soppeng, oleh karena itu saya mengajak kepada semua pihak baik Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat atau seluruh Stackholder, mari kita empati dan simpati kepada lembaga pendidikan seperti ini yang merupakan kader-kader masa depan kita, imbuhnya.

"Mari berkolaborasi dengan baik antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama, sambungnya.

Dikatakannya, "Terkait dengan sejuta koin program ini berfokus ketika tim peneliti yang datang menghadap ke saya dengan meminta petunjuk untuk meneliti 24 Kabupaten, salah satunya Kabupaten Soppeng dan dari sini saya munculkan program sejuta koin dengan argumentasi yang sangat sederhana, jelas Kakanwil Kemenag Sulsel.

Masih dikegiatan yang sama "Kepala Kantor Kemenag Kab. Soppeng, H.Fitriadi, S.Ag, M.Ag, selaku ketua panitia pelaksana dalam laporannya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kanwil Kemenag Prov. Sulsel bersama tim pengembangan dan peneliti Madrasah Kementerian Agama RI yang telah melakukan penelitian terhadap pengembangan Madrasah di Kab. Soppeng sehingga dapat berkembang.

"Adapun hasil penelitiannya yaitu Madrasah terunggul (MAN 1 Soppeng) dan Madrasah tertinggal (MI DDI Lereng Hijau). Melihat hasil penelitian yang dilakukan, maka Insya Allah, kita akan melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas baru MI DDI Lereng hijau dan dilanjutkan dengan launching untuk pembangunan pendidikan, yang semua ini merupakan gagasan dari Kepala Kanwil dan tim peneliti. Tutup Kepala Kantor Kemenag Soppeng.

Acara dilanjutkan pemberian cendramata oleh Kepala Kanwil Prov. Sulsel kepada Ketua DDI Kab. Soppeng, dan peletakan batu pertama yang diawali oleh Bupati Soppeng diikuti Kepala Kanwil Prov. Sulsel dan unsur Forkopimda Kab. Soppeng.

Turut hadir para Anggota Forkopimda Kab. Soppeng, para Pejabat Eselon lingkup  Kantor Kemenag Kab. Soppeng, Kepala DDI Kab. Soppeng, Camat Marioriwawo bersama unsur muspika Kec. Marioriwawo. (Red/Humas).

Minggu, 28 Februari 2021

Bupati Soppeng Buka Secara Resmi Pelatihan Dasar Bagi 228 CPNS


Bupati dan Wakil Bupati Soppeng bersama kepala Puslatbang KMP LAN RI Makassar Dr.Andi Taufik, M.Si saat pembukaan pelatihan dasar bagi CPNS (Foto Istimewa)

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com, -Bupati Soppeng H.A.Kaswadi Razak,SE secara resmi membuka pelatihan Dasar (Pra Jabatan,red) Calon Pegawai Negeri Sipil Gol.III dan II.

Kegiatan tersebut terlakasana atas kerjasama Pemkab Soppeng dan Puslatbang KMP LAN RI Makassar Tahun 2021 yang dilangsungkan di Gedung Pertemuan Masyarakat Kabupaten Soppeng Senin (1/3/2021).

Bupati A.Kaswadi Razak ,SE dalam mengawali sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pihak LAN RI atas kerjasama yang terjalin.

"Tentu yang pertama dan utama, izinkan kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kepala Puslatbang KMP LAN Republik Indonesia, pertama atas dukungan yang diberikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Soppeng dan tentunya juga ucapan selamat datang di kabupaten Soppeng, kata Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak.

Bupati Soppeng HA.Kaswadi Razak saat memberikan sambutan di kegiatan Latsar CPNS (Foto Istimewa).

"Kami merasa bahagia dan bangga atas kebijakan penunjukan satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan di beri ruang dan kesempatan untuk melaksanakan Diklat di daerah kita ini, hal ini tentu tidak serta-merta tanpa alasan, pertama tentunya teman-teman semuanya dari lingkup yang terkait langsung bisa meyakinkan dan ini adalah sebuah kerja - kerja yang nyata, komunikasi yang baik, sipakatau, sipakalebbi dan sipakainge. Beber Kaswadi.

"Ini adalah merupakan suatu motivasi bagi kita semuanya bahwa kamipun akan melakukan komitmen yang sama dalam situasi pandemi covid-19 tentu juga kesempatan ini juga harus kami jaga dengan memperlakukan protokol kesehatan dengan ketat,

Namun demikian perlu kami sampaikan bahwa mulai hari ini juga kita di Kabupaten Soppeng sudah secara bertahap membuka sekolah-sekolah yang melalui pemantauan langsung dari tim satgas covid-19.

"Saya harapkan kepada kita semua baik yang PNS maupun CPNS peserta, mari kita sama-sama mensosialisasikan, menyampaikan program-program penanganan Satgas covid-19 jangan saudara-saudara yang menjadi provokatornya, jangan kita menjadi pemicu atau yang memberikan informasi yang tidak benar kepada masyarakat. Tutur Bupati Soppeng.

Keberadaan kita sebagai aparat tentu tidak mengenal tempat, di manapun, apalagi kita sendiri yang memilih melamar pekerjaan itu, makanya kita lakukan dengan membuka ruang dan kita meminta kepada pusat, kuota yang masih membutuhkan tenaga pengajar dan jurusan-jurusan lainya.

"Jadi saya minta betul-betul menjalankan tugas tanpa melihat di mana kita bekerja, apalagi kalau belum apa-apa sudah mencari atau kasak-kusuk untuk memohon pindah yang lebih dekat, itu tidak mungkin, kita sendiri yang membuat pernyataan tidak akan melakukan dan siap untuk bertugas selama beberapa tahun kedepan. Kata Kaswadi mengingatkan.

"Kita ini adalah harapan besar menjadi bagian yang tidak terpisahkan, yang nantinya menjadi penerus, artinya kita ini adalah harapan besar melanjutkan, kita ini adalah kader-kader yang sekarang ini kita harus persiapkan untuk menjadi aparat terbaik di masa-masa yang akan datang.

Sebagai aparat, sebagai pelayan masyarakat kita tdk boleh alergi, dan semuanya harus di jalankan dengan ketulusan dan keihklasan.

"Kepada peserta, Saya berharap agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan penuh dedikasi dan kesungguhan karena saudara adalah harapan bangsa ini dengan kerja keras dan kesungguhan tersebut akan menjadi bukti pengabdian saudara kepada bangsa dan negara serta dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan Kabupaten Soppeng, tutup Bupati Soppeng.

Kepala Pusdiklat KMP LAN RI Makassar Dr.Andi Taufik, M.Si (Foto Istimewa)

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan, Pengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan (PUSLATBANG KMP) LAN RI Makassar Dr.Andi Taufik, M.Si dalam kesempatan itu mengatakan, Latihan dasar
(Latsar) yang kita selenggarakan di Lembaga Administrasi Negara ini hanya satu yang boleh di luar, hanya kabupaten Soppeng saja, semua harus dilaksanakan di LAN, ungkapnya.

"Satu-satunya izin yang diberikan oleh Deputi 3 untuk penyelenggaraan latsar di luar dari lembaga negara hanya Kabupaten Soppeng yang ada di Sulawesi Selatan, bebernya.

"Latsar yang kita laksanakan hari ini bukan hanya dilakukan di Indonesia semua negara yang menerima civil servant itu menyelenggarakan pelatihan dasar hanya namanya saja yang berbeda-beda di beberapa negara di Amerika menggunakan istilah induction training tapi di beberapa negara di Eropa juga menggunakan istilah free service training, di Indonesia kita menggunakan dulu dengan istilah prajabatan namun sekarang kita menggunakan istilah pelatihan dasar, pelatihan dasar ini adalah pondasi bangunan itu, seberat apapun beban dari bangunan itu tergantung dari kekuatan pondasinya ini kita antar nanti menuju ke depan, pengertian sampai 30 tahun kedepan latser ini harus menjadi pondasi yang kuat, kalau pondasinya kuat insya Allah apapun beban yang ada di atas itu bisa diterima, bisa dipikul dengan baik, karena itu menjadi peserta yang baik, disiplin, menjaga semua dengan baik sehingga bisa selesai untuk menuntaskan semua proses pelatihan ini dan bisa dinyatakan lulus untuk selanjutnya dapat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil Republik Indonesia, jelasnya.

Kepala BPKSDM Kabupaten Soppeng Kamaruddin, SE, M.Si (Foto Istimewa).

Dikegiatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Soppeng Kamaruddin,SE,M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan dasar CPNS Gol.III dan II Pemerintah Kabupaten Soppeng kerjasama Pusat Pelatihan dan pengembangan dan kajian manajemen pemerintahan LAN Makassar sebanyak 228 orang dengan rincian :

Gol.III sebanyak 198 orang yang terdiri dari 5 angkatan,

 
Gol.II sebanyak 30 orang yang terdiri dari I angkatan.

Tempat dan Waktu di selenggarakan di Hotel Grand Souta dan Hotel Surya Kabupaten Soppeng dari tanggal 1Maret sampai 30 Juli 2021.

Pada saat penyelenggaraan klasikal peserta di asramakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan diberikan kegiatan penunjang kesehatan jasmani/mental berupa senam kesegaran jasmani.

Acara ini turut di hadiri wakil Bupati Soppeng Ir.Lutfi Halide,MP, Sekkab Soppeng Drs.H.A.Tenri Sessu,M.Si, para pimpinan SKPD serta para undangan lainnya (Red/Humas).

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved