Pendidikan -->

Sabtu, 10 Januari 2026

Guru Bersinergi, KKG Gugus 3 Soppeng Siapkan Pembelajaran


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng terus menunjukkan progres positif. Sebanyak 14 sekolah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 3 Kabupaten Soppeng bersinergi melalui Workshop Pembelajaran Mendalam (Deep Learning/PM) yang digelar pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Kegiatan strategis ini dilangsungkan di Aula Pusat Kegiatan Guru (PKG), Lantai 2 Masjid Al Amin, SDN 166 Laburawung, dan diikuti oleh kepala sekolah serta guru dengan antusias tinggi.

Workshop ini menjadi wadah kolaboratif untuk mematangkan strategi pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman konsep, berpikir kritis, dan pembelajaran bermakna bagi peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, SDN 21 Mattabulu dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan, di bawah kepemimpinan Muhammad Arzak, S.Pd. Workshop ini turut dihadiri sejumlah tokoh pendidikan penting di lingkup Gugus 3, antara lain:

Hasanuddin, S.Pd., M.Pd. – Pendamping Gugus 3 Kabupaten Soppeng

H. Zainuddin, S.Pd. – Ketua Gugus 3 Kabupaten Soppeng

Andi Rahmayuddin, S.Pd. – Ketua KKG Gugus 3 Kabupaten Soppeng

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan kuatnya komitmen bersama dalam mendukung transformasi pembelajaran di tingkat sekolah dasar.

Workshop Pembelajaran Mendalam (PM) ini dirancang untuk membekali guru dengan pendekatan pengajaran yang tidak lagi berfokus pada ketuntasan materi semata, melainkan pada pendalaman konsep, penguatan nalar, serta kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS).

Melalui sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, dan kerja kelompok, para guru diajak memahami bagaimana merancang pembelajaran yang kontekstual, relevan dengan kehidupan nyata, serta mampu membangun karakter dan kompetensi abad ke-21 pada siswa.

Pendamping Gugus 3 Kabupaten Soppeng, Hasanuddin, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semangat kolaboratif para guru Gugus 3.

Ia menegaskan bahwa Pembelajaran Mendalam merupakan kunci dalam mencetak generasi yang adaptif dan kritis.

“Pembelajaran Mendalam adalah fondasi penting untuk melahirkan peserta didik yang mampu berpikir tingkat tinggi. Saya sangat mengapresiasi kekompakan guru-guru di Gugus 3 ini.

"Dengan PM, guru tidak lagi sekadar mengajar untuk ujian, tetapi mengajar untuk kehidupan. Saya optimis, setelah workshop ini, kualitas interaksi belajar di kelas akan semakin hidup dan bermakna,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KKG Gugus 3, Andi Rahmayuddin, S.Pd., berharap agar seluruh peserta dapat segera mengimplementasikan hasil workshop di sekolah masing-masing.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi guru dalam menerapkan strategi Pembelajaran Mendalam di ruang kelas.

Workshop ditutup dengan diskusi kelompok antar guru yang membedah modul-modul pembelajaran inovatif serta merancang contoh penerapan PM sesuai konteks sekolah masing-masing.

Melalui workshop ini, KKG Gugus 3 Kabupaten Soppeng menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan berkolaborasi demi peningkatan mutu pendidikan.

Sinergi antar sekolah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada masa depan siswa.

(Red) 

Kamis, 08 Januari 2026

K3S Gugus 3 Soppeng Perkuat Koordinasi Jelang Pelaksanaan TKA SD


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam rangka menyambut pelaksanaan Tes Kemampuan Akhir (TKA) siswa kelas VI Sekolah Dasar, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Gugus 3 Kabupaten Soppeng menggelar rapat pemantapan pada Kamis, 8 Januari 2025.

Kegiatan ini berlangsung di Dapur Fildzah Cenrana, dengan SD Negeri 21 Mattabulu bertindak sebagai tuan rumah kegiatan.

Rapat strategis tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 14 sekolah dasar yang tergabung dalam wilayah Gugus 3 Kabupaten Soppeng.

Kehadiran para kepala sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menyukseskan pelaksanaan TKA sebagai salah satu indikator pencapaian standar kelulusan siswa sekolah dasar.

Pertemuan K3S Gugus 3 ini dipandu langsung oleh sejumlah tokoh penting di bidang pendidikan Kabupaten Soppeng, di antaranya:

Muhammad Arzak, S.Pd., Kepala SDN 21 Mattabulu selaku tuan rumah

Drs. Jamal, M.Si., Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Lalabata

Hasanuddin, S.Pd., M.Pd., Pengawas Pendamping

Andi Muh. Zulkarnain, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng

Kehadiran unsur kepala sekolah, pengawas, dan dewan pendidikan ini memperkuat sinergi lintas sektor demi peningkatan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Soppeng.

Agenda utama rapat K3S Gugus 3 kali ini adalah koordinasi teknis pelaksanaan Tes Kemampuan Akhir (TKA) bagi siswa kelas VI.

Mengingat TKA memiliki peran penting dalam mengukur capaian kompetensi peserta didik di akhir jenjang sekolah dasar, para peserta rapat melakukan sinkronisasi materi, jadwal, serta mekanisme pelaksanaan tes.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan TKA dapat berjalan secara objektif, terstandar, dan adil di seluruh sekolah yang tergabung dalam Gugus 3 Kabupaten Soppeng.

Dalam arahannya, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Andi Muh. Zulkarnain, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan TKA tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara pihak sekolah, pengawas, dan pemangku kebijakan pendidikan.

“Sinergi yang kuat antara sekolah, pengawas, dan dewan pendidikan sangat diperlukan agar kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng tetap terjaga dan terus meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Arzak, S.Pd., selaku Kepala SDN 21 Mattabulu, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah kegiatan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh rekan-rekan kepala sekolah Gugus 3. Semoga melalui pertemuan di Dapur Fildzah ini, persiapan TKA semakin matang dan mampu menghasilkan capaian terbaik bagi anak didik kita,” ungkapnya.

Kegiatan rapat berlangsung dalam suasana hangat, komunikatif, dan penuh kebersamaan.

Acara ditutup dengan sesi diskusi terbuka yang membahas berbagai kendala dan solusi dalam proses pembelajaran, khususnya menjelang akhir tahun ajaran.

Melalui rapat pemantapan ini, K3S Gugus 3 Kabupaten Soppeng berharap pelaksanaan Tes Kemampuan Akhir tahun 2025 dapat berjalan lancar dan memberikan gambaran objektif terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar di wilayah tersebut.

(Red) 

Rabu, 07 Januari 2026

Semangat Juang The Seven Team, Tim Futsal SDN 7 Salotungo yang Menginspirasi Generasi Muda


Salotungo, Teropongsulawesi.com, SD Negeri 7 Salotungo kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler olahraga, khususnya cabang futsal. Tim futsal sekolah yang dikenal dengan nama “The Seven Team” tampil sebagai simbol semangat juang, kekompakan, dan sportivitas yang patut diapresiasi.

Pembinaan futsal di SDN 7 Salotungo tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter positif sejak usia dini. Melalui latihan rutin dan pendampingan yang konsisten, The Seven Team hadir sebagai representasi pelajar sehat, aktif, dan berdaya saing.

Susunan Pemain The Seven Team SDN 7 Salotungo

Berdasarkan dokumentasi kegiatan, para pemain The Seven Team tersusun rapi dalam dua barisan yang mencerminkan kedisiplinan dan kekompakan tim.

Barisan depan (kanan ke kiri):

A. Arsil (Kelas 4.C)

Dirga (Kelas 3.B)

Rakha (Kelas 3.C)

Dika (Kelas 5.C)

Barisan belakang (kanan ke kiri):

A. Langit (Kelas 6.B)

A. Ariq (Kelas 6.B)

Azka (Kelas 6.A)

Raylan (Kelas 5.A)

Altaf (Kelas 6.B)

Hafids (Kelas 5.C)

Komposisi pemain lintas kelas ini menjadi kekuatan tersendiri bagi The Seven Team, karena menghadirkan kolaborasi antara pengalaman dan semangat muda.

Pembinaan di Bawah Arahan Coach Syamsul Rijal

Tim futsal SDN 7 Salotungo berada di bawah arahan Coach Syamsul Rijal, sosok pelatih yang dikenal konsisten dan penuh dedikasi. Dalam proses pembinaan, Coach Syamsul Rijal tidak hanya menekankan aspek teknik permainan futsal, tetapi juga membangun mental bertanding, kedisiplinan, serta kerja sama tim.

“Anak-anak tidak hanya diajarkan cara bermain bola, tetapi juga bagaimana bersikap sportif, saling menghargai, dan bertanggung jawab sebagai sebuah tim,” ujar Coach Syamsul Rijal dalam salah satu sesi latihan.

Futsal sebagai Sarana Pendidikan Karakter

Kepala SDN 7 Salotungo menyampaikan bahwa keberadaan The Seven Team bukan semata-mata untuk mengejar prestasi di lapangan. Lebih dari itu, futsal dijadikan sebagai media pendidikan karakter yang sejalan dengan visi dan misi sekolah.

“Melalui olahraga futsal, peserta didik belajar tentang kebersamaan, kejujuran, disiplin, dan semangat pantang menyerah. Nilai-nilai ini sangat penting dalam membentuk karakter pelajar yang unggul,” ungkap Kepala Sekolah SDN 7 Salotungo.

Inspirasi bagi Peserta Didik Lainnya

Dengan semangat kebersamaan dan pembinaan yang berkelanjutan, Tim Futsal SDN 7 Salotungo “The Seven Team” diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik. Kehadiran tim ini membuktikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran strategis dalam mendukung pendidikan holistik di sekolah dasar.

Ke depan, SDN 7 Salotungo berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan minat dan bakat siswa, baik di bidang olahraga maupun bidang lainnya, demi mencetak generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berprestasi.

(Red) 

Senin, 15 Desember 2025

Satu-Satunya PTP Pemprov Sulsel Paparkan Smart School di PTP Connect 2025 Jakarta



Jakarta, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali menegaskan komitmennya dalam transformasi pendidikan digital nasional. Anshar Syukur, Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) satu-satunya di lingkup Pemprov Sulsel, tampil sebagai pemapar dalam ajang PTP Connect 2025 yang digelar di Fairmont Hotel Jakarta. Senin (15/12/2025). 

PTP Connect merupakan forum nasional bergengsi yang mempertemukan PTP dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk berbagi praktik baik, inovasi, serta memperkuat kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).

Dalam paparannya, Anshar Syukur menyampaikan Program Smart School Sulawesi Selatan, sebuah ide dan inovasi Bapak Gubernur Sulawesi Selatan, Bapak Andi Sudirman Sulaiman yang dirancang untuk mengintegrasikan teknologi digital dengan pembelajaran konvensional guna mewujudkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkarakter.

Sebagai PTP, Anshar menegaskan bahwa forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat posisi PTP dalam kebijakan pendidikan.

“PTP Connect bukan sekadar forum berbagi, tetapi ruang pembuktian bahwa PTP memiliki peran strategis sebagai arsitek pembelajaran dan inovasi kebijakan pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Smart School Sulsel merupakan bentuk tanggung jawab daerah untuk berkontribusi dalam agenda nasional, diantaranya mewujudkan Instruksi Presiden No. 7 Tahun 2025 tentang Digitalisasi Pembelajaran

“Kami membawa praktik nyata dari daerah, agar inovasi tidak berhenti sebagai konsep, tetapi dapat direplikasi dan dikembangkan secara nasional,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal, mengapresiasi partisipasi Sulsel dalam ajang tersebut.

“PTP Connect adalah forum yang sangat bergengsi. Kehadiran Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa inovasi daerah kita memiliki kualitas dan relevansi nasional,” ungkapnya. 

Sasar Pemilih Pemula, KPU Soppeng Gelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di STAI Al Gazali


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Soppeng terus menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas demokrasi melalui penguatan literasi politik masyarakat, khususnya bagi generasi muda.

Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2025 yang menyasar kelompok pemilih pemula di lingkungan perguruan tinggi.

Kegiatan ini sukses digelar di Aula Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Gazali Soppeng, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, pada Senin, 15 Desember 2025.

Mahasiswa dan mahasiswi STAI Al Gazali tampak antusias mengikuti kegiatan yang dinilai strategis dalam membangun kesadaran demokrasi sejak dini.

Acara diawali dengan sambutan dari jajaran pimpinan STAI Al Gazali, yakni Wakil Ketua II dan Wakil Ketua III, dilanjutkan dengan arahan dari Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) STAI Al Gazali, Erwin Harianto.

Dalam sambutannya, Erwin menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada KPU Kabupaten Soppeng atas kepercayaan yang diberikan kepada STAI Al Gazali sebagai mitra pelaksanaan kegiatan.

“Kami menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada KPU Soppeng yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada Kampus STAI Al Gazali untuk menjadi tuan rumah kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih berkelanjutan yang sangat strategis ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan politik merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa, terutama institusi pendidikan.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Mereka harus memahami bahwa hak pilih bukan sekadar hak administratif, tetapi instrumen penting dalam menentukan kualitas kepemimpinan dan arah kebijakan publik di masa depan,” tambahnya, yang disambut tepuk tangan peserta.

Ketua KPU Kabupaten Soppeng, Risal, dalam arahannya menekankan bahwa pendidikan pemilih berkelanjutan merupakan fondasi utama dalam menciptakan demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.

“Esensi sejati dari pendidikan pemilih adalah membentuk pemilih yang cerdas dan berkarakter. Pemilih cerdas adalah mereka yang memilih berdasarkan rekam jejak, visi, dan misi calon, bukan karena ikut-ikutan, tekanan, atau politik uang,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak memandang pemilu sebagai rutinitas lima tahunan semata.

“Menggunakan hak pilih adalah bentuk tanggung jawab sebagai warga negara. Golput berarti menyerahkan masa depan kepada pilihan orang lain. Partisipasi aktif dan kritis adalah wujud nyata nasionalisme,” pungkas Risal.

Kegiatan selanjutnya dipandu oleh Haswinardi, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Soppeng.

Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh pihak kampus serta menekankan pentingnya kegiatan ini bagi pemilih pemula.

“Kegiatan sosialisasi ini sangat fundamental bagi adik-adik sekalian agar memiliki basis pengetahuan yang kuat sebelum memasuki bilik suara,” ujarnya.

Sebagai narasumber utama, A. Mappasessu, Sekretaris KAHMI Soppeng, membawakan materi bertajuk “Suara Hari Ini, Masa Depan Bangsa Hari Esok”.

Materi ini menyoroti peran strategis pemilih pemula dalam menjaga keberlanjutan demokrasi.

Ia memaparkan tujuh poin penting, di antaranya:

Demokrasi tidak lahir seketika, tetapi dirawat dengan kesadaran.

Pemilih pemula adalah penjaga estafet demokrasi.

Suara bukan sekadar kertas, melainkan keputusan sejarah.

Kesadaran harus tumbuh, bukan hanya pengetahuan.

Demokrasi berkelanjutan bergantung pada pemilih muda.

Demokrasi sebagai jembatan menuju masa depan Indonesia.

Demokrasi Indonesia berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

“Memilih bukan sekadar mencoblos di bilik suara. Ini adalah perwujudan kedaulatan moral kita. Pilihan hari ini akan menentukan kualitas pembangunan dan kehidupan generasi mendatang,” tegas Mappasessu.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif dan dinamis. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan kritis seputar integritas pemilu, bahaya politik uang, cara menangkal hoaks, hingga peran konkret mahasiswa dalam mengawal demokrasi.

Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kesadaran dan minat politik di kalangan pemilih pemula STAI Al Gazali.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh seluruh jajaran KPU Kabupaten Soppeng, di antaranya Lanyala Soewarno (Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM), Muh. Hasbi (Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi), serta Sitti Rahmawati (Kasubag Parmas dan SDM), bersama staf KPU lainnya.

Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Soppeng berharap dapat mencetak generasi pemilih muda yang cerdas, berintegritas, dan berkarakter, demi terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat di masa mendatang.

(Red)

Minggu, 14 Desember 2025

Sorak Ceria Iringi Balon Harapan Terbang Tinggi, Guru dan Murid SDN 7 Salotungo Sambut Porseni dengan Sukacita


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana meriah dan penuh keceriaan menyelimuti halaman SD Negeri 7 Salotungo saat seluruh guru, tenaga kependidikan, dan murid bersama-sama melepas balon warna-warni ke udara sebagai tanda dimulainya Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat SD Negeri 7 Salotungo. Senin (15/12/2025). 

Sorak sorai dan tepuk tangan riuh mengiringi balon-balon yang terbang tinggi, menciptakan momen kebersamaan yang membekas.

Pelepasan balon tersebut dilakukan langsung oleh Pengawas Gugus 1 Soppeng, Sudirman, S. Sos., S. Pd, sebagai simbol resmi dimulainya seluruh rangkaian cabang olahraga dan seni. 

Momen tersebut disambut sorak sorai antusias dari seluruh peserta didik serta tenaga pendidik dan kependidikan SD Negeri 7 Salotungo.
Dalam keterangannya, Sudirman menyampaikan bahwa pelepasan balon memiliki makna simbolik yang kuat.

“Pelepasan balon ini menjadi simbol dimulainya Pekan Olahraga dan Seni di SD Negeri 7 Salotungo. Semoga kegiatan ini berjalan ceria, sportif, dan mampu menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat serta menumbuhkan karakter positif,” ungkapnya.

Balon-balon yang terbang tinggi melambangkan harapan dan cita-cita peserta didik, sementara kebersamaan guru dan murid mencerminkan sinergi seluruh warga sekolah dalam mendukung pembinaan karakter melalui olahraga dan seni. 

Keceriaan yang tercipta mempertegas bahwa Porseni bukan sekadar ajang lomba, tetapi juga perayaan kebersamaan dan kegembiraan belajar.

Dengan semangat ceria, sportif, dan penuh kebersamaan, keluarga besar SD Negeri 7 Salotungo menyambut Porseni sebagai momentum penting untuk melahirkan generasi sehat, kreatif, dan berkarakter, sejalan dengan tema “Semangat Tanpa Batas, Ceria dan Sportif, Anak Hebat Indonesia Kuat.”

(Selviana) 

Sabtu, 13 Desember 2025

Api Unggun Padam, Semangat Tetap Menyala di Penutupan Persami SDN 7 Salotungo

Soppeng, Teropongsulawesi.com, Rangkaian kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) dan PMR Gembira Gugus Depan SD Negeri 7 Salotungo resmi ditutup dengan penuh khidmat dan kegembiraan. Minggu (14/12/2025). 

Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya proses pembinaan karakter yang sarat nilai kepramukaan dan kepalangmerahan, namun semangat pengabdian dan persaudaraan tetap menyala di hati para peserta.

Upacara penutupan dipimpin oleh Kakak Muhammad Arsyad, S. Pd selaku pembina upacara. 

Dalam amanatnya, ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta atas semangat, keceriaan, dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.

“Semoga lelah anak-anakku membuahkan hasil. Minimal menjadi pengalaman berharga—belajar hidup bersama teman-teman, menumbuhkan kemandirian, serta berani berpisah dengan orang tua meskipun hanya semalam,” tuturnya penuh makna.

Kegiatan Persami dan PMR Gembira ini tidak hanya melatih keterampilan dasar kepramukaan dan kepalangmerahan, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kerja sama, kepedulian, serta jiwa penolong sejak dini. 

Keceriaan peserta semakin terasa saat penyerahan hadiah, yang menambah semarak suasana penutupan dan meninggalkan kenangan manis bagi seluruh Pramuka dan anggota PMR cilik.

Penutupan kegiatan ini menjadi momentum penting bahwa setiap langkah kecil di bumi perkemahan adalah bekal besar dalam membentuk generasi yang tangguh, peduli, dan berkarakter.

(Red) 

Sabtu, 29 November 2025

Pendidikan Soppeng Diakui Nasional, Bupati Suwardi Terima Penghargaan Dwija Praja Nugraha 2025


Jakarta, Komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memajukan dunia pendidikan kembali mendapatkan pengakuan nasional. Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menerima Penghargaan Dwija Praja Nugraha 2025 dari PB PGRI, sebuah penghargaan tertinggi yang diberikan kepada kepala daerah atas dedikasi dan keberpihakan mereka terhadap guru serta pembangunan sektor pendidikan.


Penganugerahan tersebut digelar pada Sabtu, 29 November 2025, bertempat di Britama Arena Mahaka Square, Jakarta Utara, dan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A.

Pada kesempatan itu, sebanyak 20 gubernur, bupati, dan wali kota dari berbagai daerah di Indonesia turut menerima penghargaan yang sama.


Dalam keterangannya, Bupati Suwardi menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi kepada dirinya, melainkan hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Soppeng.


“Penghargaan ini saya persembahkan untuk seluruh guru di Kabupaten Soppeng. Mereka adalah ujung tombak transformasi pendidikan. Kami di pemerintah daerah hanya berusaha memastikan mereka mendapat dukungan yang layak,” ujarnya.


Suwardi juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen memperkuat kualitas pendidikan melalui beragam program strategis, mulai dari peningkatan kompetensi guru, pemenuhan sarana dan prasarana sekolah, hingga percepatan transformasi digital untuk memastikan akses pembelajaran yang lebih merata dan modern.


Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyiapkan pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan.


 “Kerja sama dan sinergi dengan PGRI, pemerintah pusat, dan seluruh pihak harus terus diperkuat. Tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks, dan hanya dengan kolaborasi kita bisa menjawabnya,” tambahnya.


Bupati Suwardi juga menyampaikan apresiasi kepada PB PGRI yang telah memberikan kepercayaan kepada Soppeng, sekaligus menjadikan penghargaan ini sebagai pendorong untuk terus melahirkan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.


Penganugerahan Dwija Praja Nugraha 2025 ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan Soppeng berada pada jalur yang tepat, ditopang oleh kebijakan pemerintah daerah yang progresif serta dedikasi para tenaga pendidik yang konsisten mendukung peningkatan mutu pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Soppeng.


(Red) 

Senin, 10 November 2025

Dzoel SB: Jika Hari Ini Pendidikan Rusak, Siapa Bertanggung Jawab di Masa Depan?

 


Makassar, Teropongsulawesi.com, Dunia pendidikan di Kota Makassar kembali menjadi sorotan setelah mencuat dugaan praktik pungutan liar (pungli) di SD Inpres Bertingkat Bara-Baraya II.

Oknum kepala sekolah berinisial SS diduga melakukan pungli terhadap para guru, terutama terkait pencairan dana sertifikasi.

Informasi dugaan pungli tersebut telah lama beredar di kalangan tenaga pendidik. Namun, hingga kini aparat penegak hukum (APH) dinilai belum mengambil langkah tegas.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan di kalangan guru yang merasa diperas oleh oknum pimpinan sekolah.

Seorang guru yang menjadi korban pungli dan enggan disebutkan namanya mengaku siap bersaksi jika kasus ini dibuka kembali.

“Kami siap diperiksa dan memberikan keterangan. Kami hanya ingin keadilan ditegakkan. Sudah terlalu lama kami diam,” ujarnya dengan nada tegas.

“Kepala sekolah harus diberi sanksi tegas. Dunia pendidikan jangan dijadikan ladang pemerasan.”

DPRD Makassar Bergerak

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar Ari Ashari Ilham menegaskan pihaknya akan segera memanggil Dinas Pendidikan serta kepala sekolah terkait untuk dimintai klarifikasi resmi.

“Kami tidak akan diam. Dalam waktu dekat, Dinas Pendidikan dan kepala sekolah yang bersangkutan akan kami panggil. Masalah seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut,” kata Ari Ashari kepada wartawan.

Langkah tegas DPRD ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel.

Melalui Humasnya, Dzoel SB, PJI menilai langkah DPRD Makassar menunjukkan keberpihakan nyata terhadap keadilan dan perlindungan bagi tenaga pendidik.

“Kami menyambut baik sikap DPRD. Ini bukti nyata bahwa masih ada wakil rakyat yang berani mendengar suara bawah,” ujar Dzoel SB.

Kritik Tajam terhadap Birokrasi Pendidikan

Dzoel SB juga menyoroti rusaknya tata kelola birokrasi pendidikan di Kota Makassar yang dinilainya sudah “amburadul dan kehilangan arah moral”.

Ia menegaskan bahwa kerusakan sistem pendidikan hari ini adalah ancaman bagi masa depan bangsa.

“Kalau birokrasi pendidikan hari ini amburadul, bagaimana masa depan bangsa? Jika sekolah, tempat mencetak generasi penerus, justru dijadikan ladang pungli, kita sedang menggali kuburan peradaban sendiri,” tegasnya.

Menurutnya, kasus di SD Inpres Bertingkat Bara-Baraya II hanyalah puncak gunung es dari berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.

Ia menegaskan bahwa praktik serupa bisa saja terjadi di banyak sekolah lain jika tidak segera diusut tuntas.

Pungli Sama dengan Korupsi
Secara hukum, pungutan liar dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999, pelaku yang memaksa seseorang memberikan sesuatu untuk keuntungan pribadi dapat dipidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama dua puluh tahun serta denda hingga Rp1 miliar.

Selain itu, Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli dan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah menegaskan bahwa setiap bentuk pungutan di sekolah harus bersifat sukarela, transparan, dan tidak mengikat.

Ujian Moral bagi Dunia Pendidikan

Kasus ini menjadi ujian moral bagi Dinas Pendidikan Kota Makassar serta aparat penegak hukum. Masyarakat kini menanti langkah konkret — bukan sekadar janji.

“Inilah momentum bersih-bersih dunia pendidikan. Jangan biarkan sekolah menjadi ruang gelap bagi korupsi kecil yang membusuk pelan-pelan,” ujar Dzoel SB menutup pernyataannya.

Jika tidak segera ditindak, kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan dan hukum akan tergerus. Pada akhirnya, yang akan menjadi korban adalah generasi muda yang tumbuh dalam sistem yang menormalisasi ketidakjujuran.

(Tim/AP)

Rabu, 05 November 2025

SD Negeri 7 Salotungo Gaungkan Semangat Inovasi, Rustan Hamid Sebarkan Ilmu Deep Learning dan AI untuk Guru


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Langkah nyata menuju transformasi pendidikan berbasis teknologi terus bergulir di SD Negeri 7 Salotungo. Kali ini, semangat itu hadir melalui kegiatan pengimbasan materi Deep Learning, Coding, dan Kecerdasan Artifisial (AI) yang dipelopori oleh Rustan Hamid, S.Pd, seorang guru yang dikenal aktif mengembangkan inovasi pembelajaran di sekolahnya. Rabu (5/11/2025).

Kegiatan pengimbasan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan intensif yang sebelumnya diikuti oleh Rustan. Namun yang membuat kegiatan ini istimewa, Rustan tidak serta-merta langsung mengajarkan teori yang didapat. Ia terlebih dahulu menguji dan menerapkan hasil pelatihan tersebut langsung di kelasnya selama dua hari penuh, memastikan bahwa setiap konsep yang ia sampaikan kepada rekan sejawat benar-benar relevan dan terbukti efektif.

“Pengimbasan yang kami lakukan tentu masih jauh dari sempurna. Namun kami berusaha semaksimal mungkin agar apa yang kami bagikan mudah dipahami dan bisa diterapkan oleh rekan-rekan guru dalam pembelajaran di kelas masing-masing,” ungkap Rustan saat diwawancarai usai kegiatan.

Menurutnya, penerapan langsung di kelas menjadi langkah penting agar inovasi tidak berhenti di tataran teori. Dengan melakukan praktik terlebih dahulu, guru bisa melihat bagaimana murid merespons metode baru, menyesuaikan strategi pengajaran, dan memastikan hasilnya dapat diukur secara nyata.

Pembelajaran Mendalam dan AI: Menuju Pendidikan Abad 21

Fokus utama kegiatan pengimbasan ini adalah desain dan implementasi pembelajaran mendalam (deep learning).

Melalui pendekatan ini, guru diajak untuk tidak hanya mengejar penguasaan materi semata, tetapi juga mendorong murid agar mampu berpikir kritis, kreatif, dan analitis — keterampilan yang sangat dibutuhkan di era digital dan kecerdasan buatan.

Dalam sesi berbagi tersebut, Rustan menekankan pentingnya membangun pemahaman konseptual dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills). Para guru juga diajak mengenal dasar-dasar coding sederhana serta prinsip-prinsip AI yang bisa diterapkan secara kontekstual di kelas dasar.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami. Materinya padat, tetapi juga praktis. Kami bisa langsung mencoba di kelas, dan hasilnya terasa lebih nyata,” ujar Anang, S.Pd, salah satu guru peserta pengimbasan, dengan penuh semangat.

Budaya Belajar dan Berbagi di Kalangan Guru

Rustan menambahkan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan arahan Kepala Sekolah SDN 7 Salotungo, yang menekankan bahwa setiap guru yang memperoleh pelatihan harus terlebih dahulu mempraktikkan ilmu yang didapat sebelum mengimbaskan kepada rekan lainnya.

“Kami diminta untuk berbuat dulu, baru berbicara. Artinya, praktik harus mendahului teori. Ini membuat pengimbasan menjadi lebih autentik dan kontekstual,” jelas Rustan.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun budaya belajar dan berbagi di kalangan pendidik. Guru tidak lagi hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga pelaku perubahan yang aktif menciptakan dan menyebarkan inovasi.

Menatap Masa Depan Pendidikan yang Lebih Bermakna

Melalui kegiatan seperti ini, SD Negeri 7 Salotungo semakin menunjukkan komitmennya dalam mendukung program transformasi pendidikan yang menekankan literasi digital, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi cerdas di ruang belajar.

Guru-guru tidak hanya mendapatkan wawasan baru tentang AI dan pembelajaran mendalam, tetapi juga dorongan untuk terus berinovasi dan berkolaborasi.

Hasilnya diharapkan bukan hanya peningkatan kompetensi guru, tetapi juga munculnya generasi murid yang lebih adaptif, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dengan semangat “belajar sambil berbagi”, kegiatan pengimbasan di SDN 7 Salotungo menjadi bukti nyata bahwa perubahan besar dalam dunia pendidikan dimulai dari langkah kecil para pendidik yang berani mencoba, berinovasi, dan menularkan semangatnya kepada sesama.

(Red)

SDN 3 Lemba Perluas Pembelajaran Kontekstual, Siswa Kunjungi Kantor Kelurahan Lemba


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam semangat memperkuat budaya belajar berbasis pengalaman nyata, SD Negeri 3 Lemba kembali menggelar kegiatan edukatif di luar kelas melalui kunjungan belajar ke Kantor Kelurahan Lemba. Kegiatan ini bukan sekadar rekreasi edukatif, tetapi bagian dari strategi pembelajaran kontekstual yang dirancang untuk menumbuhkan pemahaman siswa terhadap dunia nyata, khususnya dalam bidang pemerintahan dan pelayanan publik.

Kunjungan ini menjadi salah satu implementasi nyata dari program inovatif sekolah yang dikenal dengan akronim Julik (Jurnalis Cilik), Sulap (Studi Lapang), Satu Hati (Sabtu Berani Tampil Ungkap Aspirasi dan Inspirasi), serta Makkiade' (Mari Kita Kiatkan berADab). Melalui program-program tersebut, SDN 3 Lemba mendorong siswa agar lebih aktif, komunikatif, dan berkarakter dalam proses belajar.

Selama kegiatan, para peserta didik tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga melakukan wawancara langsung, diskusi interaktif, dan observasi lapangan. Mereka mempelajari struktur organisasi pemerintahan kelurahan, alur pelayanan masyarakat, hingga nilai-nilai tanggung jawab dan etika dalam bekerja di lembaga publik.

Rombongan siswa dan guru pendamping disambut hangat oleh Lurah Lemba, Sofyan Massaire, SE, bersama staf kelurahan. Dalam sambutannya, Sofyan menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif sekolah yang dinilainya sangat relevan dalam membangun karakter generasi muda.

“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Selain memperkenalkan anak-anak pada dunia pemerintahan, kunjungan ini juga bagian dari pelayanan kami sebagai lembaga publik. Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang perlu kita bina sejak dini,” ujar Sofyan Massaire, SE.

Para siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar tugas lurah, fungsi perangkat kelurahan, hingga prosedur pelayanan administratif kepada masyarakat. Mereka juga diajak berkeliling melihat berbagai ruang kerja seperti bagian pelayanan umum, tata usaha, dan arsip, untuk memahami langsung bagaimana sistem pemerintahan di tingkat kelurahan berjalan.

Kepala SDN 3 Lemba menyatakan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung merupakan bentuk adaptasi terhadap kebutuhan peserta didik di era modern.

“Anak-anak zaman sekarang belajar lebih efektif melalui pengalaman nyata. Dengan turun langsung ke lapangan, mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaitkan pengetahuan dengan realitas,” ungkapnya.

Sementara itu, guru pendamping Andi Rahmayuddin, S.Pd, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penerapan metode pembelajaran mendalam (deep learning) yang menekankan pemahaman, refleksi, dan penerapan langsung di konteks sosial masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, siswa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan. Mereka melihat, bertanya, mencatat, dan berinteraksi langsung. Dari situ muncul rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis,” jelasnya.

Selain memperkaya wawasan tentang tata kelola pemerintahan, kunjungan ini juga menjadi sarana penting dalam membangun etika sosial, kepemimpinan, dan komunikasi publik. Anak-anak dilatih untuk berbicara dengan sopan, menghargai waktu, serta menghormati orang lain dalam interaksi sosial.

Kegiatan ini mendapat apresiasi luas dari para orang tua dan masyarakat sekitar. Banyak yang menilai bahwa SDN 3 Lemba berhasil menghadirkan model pembelajaran yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepekaan sosial siswa.

Dengan kegiatan seperti ini, SDN 3 Lemba menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang terus berinovasi dan berorientasi pada pembelajaran bermakna. Sekolah ini tidak hanya mencetak generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga beradab, komunikatif, dan siap menjadi agen perubahan di masa depan.

(Red)


Selasa, 28 Oktober 2025

Lewat Program Ase Budu, SDN 3 Lemba Tanamkan Nilai Empati dan Gotong Royong Sejak Dini


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, SD Negeri 3 Lemba kembali melaksanakan Program Ase Budu (Aksi Sejuta Butir Beras untuk Dhuafa) yang kali ini menyasar Panti Asuhan Yatim Piatu Pondok Pesantren Yasrib serta kaum dhuafa di wilayah Kelurahan Lemba. Selasa (28/10/2025). 

Kegiatan sosial ini diwujudkan dengan penyaluran donasi berupa uang tunai kepada panti asuhan, serta pemberian sembako kepada warga dhuafa lanjut usia yang sering sakit-sakitan dan hidup bersama cucunya. Tak hanya itu, salah satu peserta didik SDN 3 Lemba juga turut menerima manfaat dari program mulia ini.

Kedatangan rombongan SDN 3 Lemba mendapat sambutan hangat dari Kepala Pondok Pesantren Yasrib, Bapak KM. Husaeni, S.Pd.I, yang turut memberikan nasihat dan motivasi kepada para peserta didik. Dalam kesempatan tersebut, anak-anak diberi ruang untuk mengajukan pertanyaan serta mendengarkan pesan moral tentang pentingnya berbagi dan menyantuni anak yatim.

Menariknya, kegiatan ini juga menghadirkan inovasi sekolah melalui program “Julik” (Jurnalis Cilik), di mana peserta didik sendiri yang memandu proses dokumentasi dan peliputan kegiatan sosial dan religius tersebut.

Turut hadir dan memberikan dukungan penuh dan sebagai mitra kolaborasi dalam kegiatan ini Lurah Lemba, Bapak Sofyan Massaire, SE., Bhabinkamtibmas Aiptu Budiaman, serta Babinsa Sertu Jupri, yang senantiasa mendampingi setiap langkah sosial SDN 3 Lemba sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi antara sekolah dan masyarakat.

Kepala SDN 3 Lemba, Falmunadi, S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Program Ase Budu merupakan bukti nyata penanaman nilai kepedulian sosial sejak dini.

“Di momentum Hari Sumpah Pemuda ini, kami ingin menegaskan komitmen SDN 3 Lemba untuk terus menumbuhkan karakter Anak Indonesia Hebat anak yang peduli, berjiwa pemimpin, dan siap membangun bangsa dengan hati yang tulus,” ujar Falmunadi.

Sementara itu, Andi Rahmayuddin, selaku pembina dan pendamping kegiatan, berharap pembelajaran kontekstual seperti ini dapat menjadi pengalaman bermakna bagi peserta didik.

“Kami ingin anak-anak belajar langsung dari kehidupan nyata. Semoga kegiatan ini menjadi amal jariyah, menumbuhkan rasa empati, serta menjadi berkah bagi perjalanan pendidikan mereka ke depan,” tuturnya.

Melalui Program Ase Budu, SDN 3 Lemba terus menunjukkan konsistensinya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, peduli, dan berjiwa sosial tinggi sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda untuk bersatu, peduli, dan berkontribusi membangun negeri khususnya di Bumi La Temmamala.

Kamis, 23 Oktober 2025

Semangat Literasi SDN 1 Lamappoloware Berbuah Prestasi di Ajang Membaca Estafet Sulsel 2025


Makassar, Teropongsulawesi.com, Tim dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Lamappoloware, Kabupaten Soppeng, menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Lomba Membaca Estafet Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dengan berhasil meraih Juara 3.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan di halaman Gedung Layanan Perpustakaan Umum Provinsi, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, pada Selasa (21/10/2025).

Tim SDN 1 Lamappoloware yang menjadi perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DPK) Kabupaten Soppeng terdiri atas empat siswa: Sitti Ariqah Zahra Ghinayah, Iklima Assyfatun Haifa, Afifa Althafu Nisa, dan Khalil Ahnaf Zhadiq.

Dalam perlombaan tersebut, keempat siswa tampil kompak dan ekspresif, menunjukkan kemampuan membaca yang baik, penguasaan intonasi, serta kerja sama tim yang solid.

Penampilan mereka berhasil menarik perhatian dewan juri dan mengantarkan tim ini menempati posisi ketiga pada tingkat provinsi.

Selama proses lomba, tim didampingi oleh Kepala Sekolah SDN 1 Lamappoloware, Yuliawati, S.Pd, dan guru pembina, Andi Marwaningsi, S.Pd, yang aktif memberikan bimbingan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan lomba.

Kepala Sekolah Yuliawati, S.Pd, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Anak-anak berlatih dengan tekun dan bersemangat tinggi.

"Hasil ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan kebersamaan bisa menghasilkan prestasi yang membanggakan,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).

Sementara itu, guru pembina Andi Marwaningsi, S.Pd, menilai lomba membaca estafet sebagai kegiatan positif yang dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa sejak dini.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan minat baca dan melatih kepercayaan diri anak-anak dalam tampil di depan umum. Kami berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara rutin,” jelasnya.

Lomba membaca estafet sendiri merupakan ajang yang dirancang untuk mengasah kemampuan literasi, kefasihan membaca, dan kerja sama antarsiswa.

Dalam lomba ini, peserta membaca teks secara bergantian sesuai urutan tim, sehingga kekompakan dan ketepatan waktu menjadi kunci keberhasilan.

Keberhasilan SDN 1 Lamappoloware ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, baik dari lingkungan sekolah maupun masyarakat Kabupaten Soppeng.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi sekolah lain untuk terus mengembangkan potensi siswa, khususnya dalam bidang literasi dan bahasa Indonesia.

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen SDN 1 Lamappoloware dalam membina karakter dan meningkatkan kualitas pendidikan mampu melahirkan generasi muda yang unggul, kreatif, serta berprestasi di tingkat provinsi.

(Red)

Selasa, 07 Oktober 2025

Mengubah Tantangan Menjadi Peluang, Studi Dika Safitri tentang Media Sosial dan Pendidikan Karakter di SDN 3 Lemba

Soppeng,, Dika Safitri, mahasiswi Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) Program Studi Administrasi Pendidikan dengan kekhususan Manajemen Pendidikan, tengah melakukan penelitian lapangan mengenai pemanfaatan media sosial sebagai sarana penanaman nilai karakter di lingkungan sekolah dasar. 

Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 3 Lemba, Kabupaten Soppeng, yang dikenal sebagai salah satu sekolah dengan program unggulan dalam pendidikan karakter berbasis digital.

Dalam kegiatan penelitiannya, Dika tidak bekerja sendiri. Ia ditemani oleh adik sepupunya, Mardin, mahasiswa strata satu UNM yang turut membantu dalam proses observasi, wawancara, serta dokumentasi kegiatan di sekolah tersebut. 

Kehadiran keduanya menjadi pemandangan akrab di lingkungan SD Negeri 3 Lemba, terutama saat melakukan interaksi langsung dengan para guru dan siswa.

Menurut Dika, gagasan penelitian ini lahir dari keprihatinannya terhadap fenomena menurunnya etika dan moral sebagian tenaga pendidik di era digital. 

Ia menilai, media sosial yang selama ini sering dikaitkan dengan hal negatif justru dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran nilai-nilai karakter yang positif.

“Dasar penelitian saya berawal dari keprihatinan melihat dunia pendidikan saat ini. Ada sebagian oknum pendidik yang mulai keluar dari nilai-nilai etika dan moral. 

"Saat menemukan konten edukatif milik Pak Andi Rahman Sulo, saya merasa sangat terinspirasi. Nilai-nilai karakter yang disampaikan melalui media sosial itu sangat kuat dan layak disebarluaskan ke sekolah-sekolah lain,” ujar Dika saat ditemui di lokasi penelitian, Selasa (8/10).

SD Negeri 3 Lemba sendiri telah dikenal sebagai salah satu sekolah yang aktif memanfaatkan media sosial untuk kegiatan edukatif. 

Melalui akun resmi sekolah dan inisiatif para guru, berbagai kegiatan positif, seperti kampanye kebersihan, kegiatan keagamaan, dan pembelajaran berbasis karakter, rutin dibagikan ke publik.

Koordinator Humas SD Negeri 3 Lemba, Andi Rahmayuddin, mengungkapkan bahwa pihak sekolah berkomitmen untuk menjadikan platform digital sebagai jembatan edukasi dan inspirasi bagi masyarakat luas.

“Kami punya tujuan mulia, yaitu memasyarakatkan bahwa pendidikan karakter sangat penting di era digital saat ini. 

"Melalui platform digital, kami ingin menunjukkan bahwa sekolah dasar juga bisa menjadi pelopor dalam menyebarkan nilai-nilai positif dan inspiratif,” tuturnya.

Kepala SD Negeri 3 Lemba, Falmunadi, S.Pd, menyambut positif kehadiran Dika sebagai peneliti. 

Ia menilai, kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah dapat memberikan manfaat akademik maupun praktis dalam pengembangan pendidikan karakter di sekolah dasar.

“Kami memberi ruang bagi siapa pun yang ingin meneliti dan berkontribusi di sekolah ini. 

"Kehadiran mahasiswa Pascasarjana seperti Dika kami harapkan dapat memperkaya wawasan akademik dan membantu menyebarluaskan inovasi pendidikan karakter yang telah kami jalankan,” kata Falmunadi.

Melalui penelitiannya, Dika berharap hasil kajiannya dapat menjadi referensi bagi para pendidik dan lembaga pendidikan dasar lainnya untuk memanfaatkan media sosial secara bijak dan kreatif. 

Ia menekankan bahwa pendidikan karakter bukan hanya teori, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku nyata, termasuk di ruang digital.

“Media sosial adalah bagian dari kehidupan siswa dan guru masa kini. Karena itu, alih-alih dijauhi, media sosial sebaiknya diarahkan menjadi sarana pembentukan karakter yang baik dan inspiratif,” tambahnya.

Penelitian yang dilakukan Dika Safitri menjadi contoh sinergi antara dunia akademik dan praktik pendidikan di lapangan. 

Upaya ini tidak hanya memperkaya khasanah keilmuan di bidang manajemen pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam membangun generasi muda yang berkarakter kuat, beretika, dan mampu beradaptasi di era digital.


(Red) 

Optimalkan Literasi, Pelatihan Membaca Nyaring untuk Guru SD dan Penggiat Literasi Digelar DPK Soppeng

 


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Soppeng menggelar pelatihan membaca nyaring bagi guru SD, penggiat literasi, dan pustakawan di Aula Dinas Perpustakaan Kabupaten Soppeng pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Kegiatan bertema "Menciptakan Pembelajaran yang Menyenangkan Melalui Membaca Nyaring" ini bertujuan meningkatkan kompetensi teknik membaca nyaring serta strategi pemilihan bahan bacaan sesuai usia dan tingkat literasi.

Kegiatan yang menjadi langkah implementasi amanat Undang‑Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan tersebut menghadirkan narasumber dari provinsi dan aparatur daerah.

Pelatihan dipandu oleh Rusman dari Kantor BKPSDM Kabupaten Soppeng, dengan materi utama disampaikan oleh Nisfu, S.Sos., M.AP dan Marhaya, S.Ag., M.Pd.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Ahmad menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memberi keterampilan praktis membaca nyaring, teknik interaksi efektif dengan audiens anak, serta metode pemilihan bacaan yang menarik dan sesuai usia.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng, Abdullah, menekankan pentingnya literasi sebagai pondasi kemajuan bangsa.

"Literasi bukan sekedar kemampuan membaca dan menulis tetapi menjadi pondasi utama dalam membangun pemikiran kritis, kreatif dan kolaboratif," ujar Abdullah.

Ia menambahkan bahwa membaca merupakan jendela untuk memahami ilmu pengetahuan dan mengembangkan imajinasi.

Abdullah berharap peserta mampu menerapkan teknik membaca nyaring yang efektif dan menyenangkan di sekolah masing‑masing serta mendorong sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat untuk meningkatkan budaya baca di tingkat lokal.

Pelatihan juga memberikan sesi praktik dan simulasi interaksi membaca nyaring di depan anak-anak, meliputi penguasaan intonasi, ekspresi emosi, serta cara merangsang imajinasi pendengar.

Dengan pendekatan praktis ini, panitia berharap para guru dan pustakawan dapat langsung menerapkan teknik yang dipelajari dan menjadi penggerak literasi komunitasnya.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng bertugas meningkatkan akses dan kualitas layanan perpustakaan serta mengembangkan kegiatan literasi masyarakat di Kabupaten Soppeng.

Melalui program pelatihan, kegiatan komunitas, dan kerja sama dengan instansi terkait, DPK berkomitmen mendorong peningkatan minat baca dan kompetensi literasi anak-anak serta masyarakat luas.

(Red)

Senin, 29 September 2025

Resmikan Sekolah Rakyat, Wakil Bupati Soppeng Serahkan Perlengkapan Sekolah ke Peserta Didik


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Pemeriksaan Kesehatan Sekolah Rakyat Terintegrasi jenjang SD dan SMP Tahun Pelajaran 2025/2026, bertempat di Sekolah Rakyat Kabupaten Soppeng, Jl. Kayangan, Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Senin (29/9/2025).

Acara diawali dengan penyerahan peralatan sekolah secara simbolis oleh Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, didampingi perwakilan Kementerian Sosial RI Ibu Lisa Angreini, S.Sos.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini dan menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan salah satu wujud nyata kepedulian pemerintah dalam memberikan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Alhamdulillah, Soppeng menjadi salah satu daerah yang terpilih untuk melaksanakan program Sekolah Rakyat. Hanya 100 siswa yang terpilih dari total sekitar 34 ribu siswa di Soppeng. Mereka adalah generasi pilihan yang dipersiapkan untuk menjadi calon pemimpin di masa depan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya sekadar memberikan akses pendidikan, tetapi juga menjamin kualitas dengan fasilitas, tenaga pendidik, dan sarana prasarana setara dengan sekolah unggulan.

“Anak-anakku, kalian adalah bagian dari generasi emas 2045. Pemerintah menyiapkan Sekolah Rakyat ini sebagai jembatan emas agar kalian bisa meraih masa depan yang lebih baik dan keluar dari lingkaran kemiskinan melalui pendidikan,” tambahnya.

Wakil Bupati juga menegaskan bahwa hadirnya Sekolah Rakyat di Kabupaten Soppeng tidak lepas dari peran dan kerja keras Bupati Soppeng yang terus memperjuangkan agar program ini dapat diwujudkan di daerah. “Ini semua berkat komitmen dan kerja keras Bapak Bupati yang tidak henti-hentinya memperjuangkan hak pendidikan bagi anak-anak kita. Kita patut memberikan apresiasi atas dedikasi beliau,” ucapnya.

Mewakili Menteri Sosial RI, Lisa Angreini, S.Sos menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Daerah dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini.

“MPLS bukan sekadar seremonial, tetapi gerbang pertama bagi anak-anak kita menuju dunia baru yang penuh ilmu, persahabatan, dan pembentukan karakter. Di Sekolah Rakyat inilah anak-anak akan belajar tidak hanya membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga nilai-nilai kehidupan seperti empati, gotong royong, dan saling menghargai,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh orang tua untuk mendukung dan mengawal pendidikan anak-anaknya agar mampu bertahan dan berkembang di Sekolah Rakyat.

Acara dilanjutkan dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Soppeng sebagai tanda diresmikannya keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Soppeng sekaligus pembukaan resmi kegiatan MPLS Tahun Pelajaran 2025/2026.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati bersama perwakilan Kementerian Sosial juga melakukan peninjauan sarana dan prasarana sekolah, meliputi ruang kelas, dapur, serta asrama putra dan putri.

Selain itu, kegiatan ini turut dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh siswa sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam memastikan kondisi kesehatan peserta didik sejak awal memasuki masa pendidikan.

Dengan adanya program Sekolah Rakyat, Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama pemerintah pusat berharap dapat mewujudkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap memimpin bangsa di masa depan.

Acara ini turut dihadiri Anggota Forkopimda, Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng, Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng, Pj. Sekda Soppeng, Staf Ahli, Asisten Setda, Kepala SKPD, para Camat, Kepala Sekolah, serta para guru Sekolah Rakyat.

(**) 

Rabu, 24 September 2025

Peserta Didik SDN 3 Lemba Salurkan Bantuan Kepada Kaum Dhuafa


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Peserta didik SDN 3 Lemba menyalurkan bantuan beras melalui Program Ase Budu (Aksi Sejuta Butir Beras untuk Dhuafa) kepada masyarakat kurang mampu di Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Selasa (24/9/2025).

Penyaluran bantuan tersebut didampingi Lurah Lemba Sofyan Massaire, SE, bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.

Kegiatan berlangsung lancar dan penuh kebersamaan antara pihak sekolah, pemerintah kelurahan, aparat keamanan, serta warga.

Lurah Lemba Sofyan Massaire, SE, mengapresiasi langkah SDN 3 Lemba yang melibatkan langsung peserta didik dalam kegiatan sosial ini.

Menurutnya, program tersebut bukan hanya sekadar berbagi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi anak-anak.

“Kegiatan ini sangat relevan dengan pembelajaran karakter. Mereka belajar berbagi sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial sejak dini,” ujarnya.

Kepala SDN 3 Lemba, Falmunadi, S.Pd, menjelaskan bahwa Program Ase Budu lahir dari keprihatinan sekaligus kesadaran pentingnya menanamkan nilai empati pada peserta didik.

Ia berharap kegiatan itu dapat menumbuhkan kesadaran berbagi kepada sesama.

Warga penerima bantuan menyambut baik program tersebut dan menyampaikan rasa syukur atas kepedulian yang ditunjukkan. Suasana penyaluran berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

(Red)

Selasa, 23 September 2025

Siswa SDIT Al Fikri Antusias Ikuti Outing Class Pertanian di UPT Pelatihan Kementan


Makassar, Teropongsulawesi.com, Sebanyak 105 siswa SDIT Al Fikri Makassar mengikuti kegiatan outing class di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku, Selasa (23/9/2025).

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan praktik bercocok tanam hidroponik serta pengelolaan ternak ayam pedaging dan petelur. Suasana belajar berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, karena siswa diberi kesempatan untuk mencoba langsung.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pertanian untuk mendukung keberlanjutan pangan nasional.
“Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya agar sektor pertanian tetap produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti. Menurutnya, regenerasi petani perlu terus digalakkan agar produksi pangan tetap terjaga.
“Segala tantangan petani muda harus dicarikan solusi dan difasilitasi agar tetap bersemangat berproses di bidang pertanian,” jelasnya.

Kepala SDIT Al Fikri, Ismu Haryati, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan BBPP Batangkaluku. Ia menilai kegiatan ini selaras dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Anak-anak sangat antusias karena bisa praktik langsung. Kami berharap mereka terinspirasi dan mencoba menerapkan ilmu yang didapat di sekolah,” katanya.

Kegiatan outing class ini menjadi bentuk sinergi positif antara dunia pendidikan dengan BBPP Batangkaluku, sekaligus upaya menanamkan minat pertanian sejak dini kepada generasi penerus bangsa.

(Red)

Jumat, 29 Agustus 2025

Aqillah Almeera Ramdhani, Bocah Soppeng yang Bersinar di Lomba Puisi Kemerdekaan

 


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dengan suara lantang dan penuh penghayatan, Aqillah Almeera Ramdhani, siswi kelas IV.A SD Negeri 7 Salotungo, berhasil meraih Juara II dalam Lomba Puisi bertema “Bercerita dari Villa Yuliana, Jejak Kemerdekaan” yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX Kementerian Kebudayaan. 

Kompetisi ini berlangsung di Villa Yuliana, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, pada Jumat (29/8/2025) dan diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai sekolah.

Aqillah tampil sederhana namun memukau. Dengan penghayatan mendalam, ia berhasil menyentuh hati juri dan para penonton.

Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan latihan intensif bersama guru pembimbing Sidratul Muntaha, S.Pd dan Atri, S.Pd, serta dukungan penuh dari guru kelasnya, Hasnawati, S.Pd.

“Prestasi Aqillah adalah buah dari kerja keras, doa orang tua, dan dukungan sekolah. Yang terpenting bukan hanya piala, tetapi pengalaman berharga yang akan menjadi bagian perjalanan hidupnya,” ujar salah satu guru pembimbing.

Orang tua Aqillah, Ardiyaman dan Evi Serianty Zaynuddin, juga menyampaikan rasa syukur serta terima kasih kepada pihak sekolah dan penyelenggara lomba.

Mereka berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi Aqillah dan anak-anak Soppeng lainnya untuk terus berkarya dan mencintai budaya bangsa.

Keberhasilan Aqillah menjadi bukti nyata bahwa semangat literasi dan kecintaan terhadap kebudayaan dapat tumbuh sejak usia dini.

Dari panggung sederhana di Villa Yuliana, Aqillah membuktikan bahwa keberanian dan kerja keras mampu melahirkan prestasi yang menginspirasi.

SD Negeri 7 Salotungo berkomitmen mengembangkan potensi siswa melalui pendidikan berkualitas dan pembinaan karakter.

Sekolah ini juga aktif mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari pendidikan holistik.

(Selviana)

Kamis, 28 Agustus 2025

Gita La Temmamala SMPN 2 Watansoppeng Meriahkan Penutupan Perkemahan Kwarran Lalabata


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Penutupan Perkemahan Kwarran Lalabata di Kawasan Wisata Alam (KWA) Ompo berlangsung meriah dengan penampilan spesial Drumband Gita La Temmamala dari SMP Negeri 2 Watansoppeng yang berlangsung di Kawasan Wisata Alam Ompo, Kamis (28/8/2025).

Diundang sebagai pengisi acara puncak, kelompok drumband ini sukses memukau peserta perkemahan dan tamu undangan.

Dengan formasi barisan rapi, harmoni alat tiup dan perkusi yang enerjik, serta disiplin tinggi, Gita La Temmamala tampil prima di bawah arahan Kepala Sekolah, Suleha, S.Pd.

“Kami bangga anak-anak tampil percaya diri. Ini jadi pengalaman berharga untuk melatih keberanian dan kecintaan terhadap seni,” ungkap Suleha.

Kehadiran drumband ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan komitmen SMP Negeri 2 Watansoppeng dalam mendukung pengembangan bakat siswa di bidang seni dan non-akademik.

Penampilan mereka menjadi bukti semangat generasi muda dalam mengisi kegiatan kepramukaan di Kabupaten Soppeng.

(Red/*)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved