Pendidikan -->

Kamis, 23 Juli 2026

Siswa SRD 64 Soppeng Raih Juara II Lomba Cerita Pendek Tingkat Nasional, Bupati: Bukti Potensi Anak Daerah


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Soppeng. Siswa Sekolah Rakyat Daerah (SRD) 64 Soppeng, A. Suci Nurhikmah, berhasil meraih Juara II Lomba Cerita Pendek Kategori SRD Kelas 4–6 pada Festival Literasi Sekolah Rakyat (FLSR) Tahun 2026 Tingkat Nasional.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi SRD 64 Soppeng sekaligus menunjukkan bahwa peserta didik Sekolah Rakyat mampu bersaing di tingkat nasional melalui kemampuan literasi.

Pemerhati pendidikan Kabupaten Soppeng, Samsu Rinal, memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih A. Suci Nurhikmah menjadi bukti bahwa Sekolah Rakyat memiliki potensi besar dalam mencetak siswa berprestasi apabila mendapatkan pembinaan yang tepat.

"Prestasi ini membuktikan bahwa Sekolah Rakyat juga bisa. Anak-anak dari Sekolah Rakyat mampu bersaing di tingkat nasional apabila diberi kesempatan, pendampingan, dan motivasi yang tepat," ujar Samsu Rinal, Jumat (24/7/2026).

Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, khususnya di bidang literasi, sekaligus memotivasi para tenaga pendidik agar terus membimbing peserta didik mencapai prestasi yang lebih tinggi.

Menurutnya, keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa program Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi yang kreatif, berkarakter, dan memiliki daya saing di tingkat nasional.

Sementara itu, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih A. Suci Nurhikmah. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras siswa, guru, serta seluruh pihak yang telah memberikan pembinaan dan dukungan.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Soppeng, saya mengucapkan selamat kepada A. Suci Nurhikmah atas prestasi yang telah mengharumkan nama Kabupaten Soppeng di tingkat nasional. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus belajar, berkarya, dan berprestasi," ujar Suwardi Haseng.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, termasuk melalui penguatan budaya literasi dan pembinaan talenta peserta didik agar mampu bersaing di berbagai ajang, baik tingkat regional maupun nasional.

Prestasi yang diraih A. Suci Nurhikmah diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak prestasi dari siswa-siswi Kabupaten Soppeng, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan Sekolah Rakyat sebagai salah satu wadah mencetak generasi unggul Indonesia.

(Red)

Selasa, 21 Juli 2026

Baskom Bekas Jadi "Mesin" Pakan Ikan, Inovasi Mahasiswa KKN Unhas Tarik Perhatian Warga Desa Pitue


Pangkep, Teropongsulawesi.com,– Di saat harga pakan ikan terus melonjak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan solusi sederhana yang bisa diterapkan oleh setiap rumah tangga. Melalui budidaya tanaman air Lemna menggunakan baskom bekas, warga diajak memproduksi pakan alami ikan sendiri dengan biaya murah dan teknologi yang mudah diterapkan. Program ini merupakan bagian dari KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin yang mengusung berbagai inovasi pemberdayaan masyarakat di sejumlah desa.

Inovasi tersebut diperkenalkan Tim KKN Unhas Gelombang 116 dalam kegiatan sosialisasi budidaya Lemna di Dasa Wisma Desa Pitue, Kecamatan Ma'rang, Kabupaten Pangkep, Selasa (21/7/2026). Sebanyak 15 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK dan anggota Dasa Wisma mengikuti pelatihan yang dikemas secara praktis, mulai dari penyampaian materi hingga demonstrasi langsung.

Program ini berangkat dari persoalan yang selama ini dihadapi para pembudidaya ikan tambak, yakni tingginya biaya pakan. Harga pakan komersial kini hampir mencapai Rp300 ribu per karung isi 30 kilogram, sehingga biaya produksi semakin membebani petani.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN menawarkan Lemna sebagai alternatif pakan alami yang mudah dibudidayakan di pekarangan rumah. Cukup menggunakan baskom bekas, air, pupuk organik, dan bibit Lemna, masyarakat sudah dapat menghasilkan pakan tambahan yang bernilai gizi tinggi.

"Lemna dipilih karena mudah dibudidayakan dan dapat membantu mengurangi biaya pembelian pakan ikan. Media tanamnya juga sangat sederhana sehingga siapa saja bisa mencobanya di rumah," ujar pemateri kegiatan, Andi Alifia Rifani Ukkas, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin.

Tak hanya menjelaskan teori, tim KKN juga mempraktikkan secara langsung cara menyiapkan media tanam, menebarkan bibit, hingga teknik perawatan agar Lemna tumbuh optimal. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan, bahkan beberapa di antaranya langsung berdiskusi mengenai peluang mengembangkannya di rumah masing-masing.

Dalam sesi tanya jawab, peserta juga memperoleh penjelasan mengenai waktu panen. Lemna dapat dipanen dalam waktu sekitar tiga hingga tujuh hari, tergantung kondisi lingkungan budidaya. Tanaman tersebut dapat diberikan langsung kepada ikan dalam keadaan segar maupun dikeringkan untuk kemudian dicampurkan ke dalam pakan komersial.

Ketua BPD Desa Pitue, H. Bachtiar, mengapresiasi inovasi yang dibawa mahasiswa KKN Unhas. Menurutnya, budidaya Lemna merupakan solusi yang realistis karena memanfaatkan peralatan sederhana yang dimiliki hampir setiap rumah tangga.

"Kami akan mencoba membudidayakan Lemna terlebih dahulu di Dasa Wisma. Jika hasilnya baik, bibitnya akan kami bagikan kepada masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas," katanya.

Melalui program tersebut, Tim KKN Universitas Hasanuddin berharap masyarakat tidak hanya mampu mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial, tetapi juga memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pakan alami yang murah, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Dengan inovasi sederhana ini, baskom bekas pun dapat berubah fungsi menjadi "pabrik" pakan ikan skala rumah tangga yang memberi nilai ekonomi bagi masyarakat.

(Red)

Senin, 13 Juli 2026

Bupati Soppeng Suwardi Haseng Perintahkan Proyek Sekolah Rakyat Dikebut 24 Jam, Target Beroperasi 31 Juli


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE mengambil langkah tegas untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 64. Saat meninjau langsung lokasi proyek, Senin (13/7/2026), Suwardi memerintahkan pelaksana menerapkan sistem kerja dua shift selama 24 jam agar seluruh fasilitas utama rampung sesuai target.

Instruksi tersebut disampaikan saat inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Kementerian Sosial Republik Indonesia. Bupati didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng Taufiq Ramli, SSTP., MM, serta Kepala Sekolah SRT 64 Soppeng Arni Erjillah, S.Pd., Gr.

Di hadapan pelaksana proyek, Suwardi menegaskan tidak ada lagi ruang untuk keterlambatan. Seluruh pekerjaan harus dipercepat agar operasional Sekolah Rakyat dapat dimulai sesuai jadwal nasional.

"Progres pembangunan harus dikebut. Saya ingin pekerjaan berjalan selama 24 jam agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai," tegas Suwardi.

Menurutnya, sistem kerja dua shift menjadi solusi untuk memaksimalkan waktu yang tersedia tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan.

Tak hanya memberi instruksi, Suwardi juga memastikan akan turun langsung mengawasi progres pembangunan. Ia menjadwalkan peninjauan ke lokasi setiap dua hari sekali guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target.

Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

Pemkab Soppeng menargetkan seluruh fasilitas utama sudah siap digunakan pada 31 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya operasional Sekolah Rakyat secara serentak di 62 kabupaten dan kota di Indonesia.

Fasilitas prioritas yang harus diselesaikan meliputi dua asrama siswa, dua asrama guru, ruang kelas, masjid, gedung serbaguna, kantin, dan dapur. Sementara fasilitas lainnya tetap dapat dikerjakan setelah proses belajar mengajar dimulai dengan tetap mengutamakan standar keselamatan.

Suwardi menegaskan percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan aspek keamanan. Seluruh area yang akan digunakan siswa wajib dipastikan aman, nyaman, dan layak meski pekerjaan konstruksi di bagian lain masih berlangsung.

Belum rampungnya sejumlah fasilitas utama juga membuat jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang semula direncanakan pada 14 Juli 2026 harus ditunda. Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kementerian Sosial kini menetapkan MPLS digelar pada 31 Juli 2026, bersamaan dengan kesiapan fasilitas utama sekolah.

Sebanyak 370 peserta didik akan mengikuti MPLS, terdiri atas 270 siswa baru dan 100 siswa existing sebagai angkatan pertama Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Soppeng.

Selain pengenalan lingkungan sekolah, MPLS akan diisi dengan berbagai kegiatan persiapan fisik dan psikologis, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), DNA Talent, tes psikologi, hingga penampilan siswa existing sebagai bentuk penyambutan bagi peserta didik baru.

Dengan pengawasan langsung dari Bupati dan dukungan penuh Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis pembangunan fasilitas prioritas dapat diselesaikan tepat waktu sehingga Sekolah Rakyat siap beroperasi pada akhir Juli mendatang.

(Silviana)

Kamis, 02 Juli 2026

Bupati Soppeng Ikut Defile Bersama Ribuan Guru, Kontingen Soppeng Curi Perhatian di PORSENIJAR PGRI Sulsel


Sidrap, Teropongsulawesi.com,– Kontingen Kabupaten Soppeng mencuri perhatian pada pembukaan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (PORSENIJAR) PGRI Sulawesi Selatan VII Tahun 2026 di Stadion Ganggawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (2/7/2026). Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah kehadiran Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, yang ikut berjalan bersama ribuan guru dalam defile kontingen.

Berbeda dari kebiasaan pejabat yang berada di barisan terdepan, Bupati Suwardi memilih berbaur di tengah rombongan guru. Kehadirannya beberapa kali menarik perhatian peserta dari daerah lain maupun penonton yang memadati Stadion Ganggawa.

Kabupaten Soppeng mengikutsertakan 2.513 peserta defile, menjadikannya salah satu kontingen terbesar pada pembukaan PORSENIJAR tahun ini. Barisan panjang para guru tampil kompak dan penuh semangat membawa nama Kabupaten Soppeng di hadapan ribuan peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Identitas khas Soppeng juga langsung terlihat saat kontingen memasuki arena. Di barisan depan, sejumlah peserta mengenakan kostum kalong dan kakatua putih, dua satwa yang menjadi ikon daerah. Kalong sendiri telah lama melekat sebagai simbol Kabupaten Soppeng sehingga daerah ini dikenal luas sebagai Kota Kalong.

Di sepanjang defile, Bupati Suwardi beberapa kali terlihat menyapa para guru yang berjalan bersamanya. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengabadikan momen bersama sebagai kenang-kenangan pembukaan PORSENIJAR.

Keikutsertaan bupati dalam barisan defile menjadi simbol kedekatan Pemerintah Kabupaten Soppeng dengan dunia pendidikan. Kehadirannya juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para guru yang membawa nama daerah, baik sebagai peserta defile maupun atlet yang akan berlaga pada berbagai cabang pertandingan.

Secara keseluruhan, Kabupaten Soppeng mengirimkan 2.673 orang pada PORSENIJAR PGRI Sulawesi Selatan VII Tahun 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 126 atlet, 10 official, 34 panitia, dan 2.513 peserta defile.

Pada ajang tersebut, kontingen Soppeng mengikuti seluruh cabang olahraga, seni, dan pembelajaran dengan target mempertahankan prestasi sebagai Juara II Umum, sebagaimana yang diraih pada penyelenggaraan sebelumnya.

Bila diinginkan, saya juga dapat membuat versi yang lebih bergaya media online dengan lead yang lebih kuat dan judul yang lebih menarik untuk meningkatkan daya tarik pembaca.

(Silviana)

Selasa, 30 Juni 2026

Bupati Soppeng Suwardi Haseng Sambut 11 Mahasiswa Asing Peserta Program Unhas, Bakal Belajar di Desa-Desa

 


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menerima kunjungan 11 mahasiswa asing peserta Nusantara International Summer Course on Public Health (NISC-PH) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas). Penyambutan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Selasa (30/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan lapangan program internasional tersebut.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara itu menjadi bagian dari agenda pembelajaran berbasis masyarakat yang akan dilaksanakan di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Soppeng selama tiga hari, mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2026.

Program ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai praktik kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, serta penerapan berbagai program kesehatan di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang kembali memilih Kabupaten Soppeng sebagai salah satu lokasi kegiatan akademik bertaraf internasional.

Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan kerja sama internasional.

Ia mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai negara karena mampu menjadi media pertukaran ilmu pengetahuan, pengalaman, serta budaya.

Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berbagi praktik-praktik baik yang telah diterapkan dalam pembangunan kesehatan.

"Selamat datang di Kabupaten Soppeng. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus mengenal budaya, kehidupan sosial, dan potensi daerah yang kami miliki," ujar Suwardi Haseng.

Bupati juga mengajak para peserta untuk menikmati keramahan masyarakat Soppeng selama mengikuti kegiatan lapangan. Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat akan memberikan pengalaman berharga yang tidak diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.

Program NISC-PH 2026 sendiri merupakan agenda internasional tahunan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang mengusung konsep hybrid course and excursion. Sebelum memasuki kegiatan lapangan, seluruh peserta telah mengikuti proses pembelajaran daring pada 15 hingga 27 Juni 2026.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan di sejumlah daerah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Soppeng pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026.

Selama berada di Kabupaten Soppeng, para mahasiswa akan melakukan berbagai aktivitas akademik yang berfokus pada pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Mereka akan melakukan observasi terhadap kondisi kesehatan masyarakat, mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan di tingkat desa, mempelajari program pemberdayaan masyarakat, serta melakukan kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, peserta juga akan berdialog langsung dengan aparat pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, dan masyarakat untuk memahami bagaimana kebijakan kesehatan diterapkan hingga tingkat komunitas.

Kegiatan tersebut dipadukan dengan program community outreach dan pertukaran budaya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa internasional diharapkan dapat memahami nilai-nilai sosial, budaya lokal, serta kearifan masyarakat Soppeng yang selama ini menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung pembangunan kesehatan berbasis masyarakat.

Sebanyak 11 mahasiswa asing yang mengikuti kegiatan di Kabupaten Soppeng berasal dari Mahidol University dan Soonchunhyang University. Mereka bergabung bersama mahasiswa asing lainnya serta mahasiswa kelas internasional Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Rombongan didampingi sejumlah dosen FKM Unhas, yakni Prof. Anwar, Dr. Owildan Wisudawan, Dr. Hasnawati Amqam, Dr. Syamsuar, Basir, Nasrah, dan Dr. Rahayu Nurul Reski. Para dosen bertugas membimbing mahasiswa selama pelaksanaan pembelajaran lapangan, mulai dari proses observasi, pengumpulan data, hingga penyusunan refleksi hasil pembelajaran.

Dalam pelaksanaan kegiatan, para peserta dibagi ke lima lokasi, yaitu Desa Ganra, Desa Kaca, Desa Manorang Salo, Kelurahan Lalabata Riaja, dan Desa Pesse. Di masing-masing wilayah tersebut mereka akan mempelajari kondisi kesehatan masyarakat, mengamati program pemberdayaan yang telah dijalankan pemerintah desa, serta berdiskusi bersama masyarakat mengenai berbagai tantangan dan solusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan.

Hasil pengamatan yang diperoleh selama kegiatan nantinya akan menjadi bahan refleksi sekaligus pembelajaran mengenai penerapan konsep kesehatan masyarakat di lapangan dengan mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan kondisi lokal masing-masing wilayah.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat akademik bagi para peserta, tetapi juga mempererat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa internasional diharapkan semakin memperkenalkan Kabupaten Soppeng kepada dunia sebagai daerah yang terbuka terhadap kolaborasi global serta memiliki komitmen dalam mendukung pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

Melalui penyelenggaraan NISC-PH 2026, sinergi antara Universitas Hasanuddin, Pemerintah Kabupaten Soppeng, dan masyarakat diharapkan terus berkembang sehingga mampu melahirkan berbagai kerja sama yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperluas jejaring internasional di masa mendatang.

(Silviana)

Rabu, 24 Juni 2026

Momen Tak Terlupakan, TK Putra III Malaka Soppeng Gelar Pelepasan dan Pentas Seni Meriah


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai acara Pentas Seni dan Pelepasan Siswa TK Putra III Malaka Soppeng yang digelar pada Selasa (24/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Malaka Raya No. 24, Kelurahan Lapajung, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng tersebut menjadi momentum istimewa bagi para siswa, guru, dan orang tua yang bersama-sama merayakan keberhasilan anak-anak menyelesaikan pendidikan usia dini.

Sebanyak 40 siswa resmi dilepas pada acara tersebut setelah menyelesaikan masa belajar mereka di TK Putra III Malaka. Mereka kini siap melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD) dengan bekal pengetahuan, karakter, dan keterampilan yang telah dibangun selama menempuh pendidikan di taman kanak-kanak.

Acara dihadiri oleh Ketua Unit Usaha, Hj. A. Tita ST Fachira Ramli, Ketua Komite Sekolah Ramlan, SE, Kepala TK Putra III Malaka A. Wikrawardani, S.Pd., para guru, staf sekolah, serta seluruh orang tua murid yang hadir memberikan dukungan dan semangat kepada putra-putri mereka.

Kepala TK Putra III Malaka, A. Wikrawardani, S.Pd., dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas capaian para siswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah menjalin kerja sama dan memberikan kepercayaan kepada sekolah dalam mendidik anak-anak mereka.

“Pelepasan 40 siswa tahun ini menjadi kebanggaan bagi kami. Keberhasilan anak-anak tidak lepas dari dukungan dan sinergi yang baik antara sekolah dan orang tua. Kami berharap seluruh siswa yang dilepas hari ini dapat terus berkembang, menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, berakhlak baik, serta mampu meraih prestasi di jenjang pendidikan berikutnya,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan kepribadian anak. Oleh karena itu, berbagai program pembelajaran yang diterapkan di TK Putra III Malaka tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pengembangan moral, sosial, dan kreativitas siswa.

Sementara itu, Ketua Unit Usaha, Hj. A. Tita ST Fachira Ramli, menegaskan bahwa masa kanak-kanak merupakan periode emas atau golden age yang sangat menentukan perkembangan seseorang di masa depan.

Ia berharap para orang tua terus memberikan perhatian, pendampingan, dan motivasi kepada anak-anak mereka agar semangat belajar tetap terjaga saat memasuki lingkungan sekolah dasar.

“Pendidikan yang diberikan sejak usia dini akan menjadi pondasi utama dalam membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, peran keluarga dan sekolah harus terus berjalan beriringan,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Komite Sekolah, Ramlan, SE. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga mereka untuk membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.

Menurutnya, keberhasilan para siswa saat ini merupakan hasil kerja keras bersama antara guru, sekolah, dan orang tua yang selama ini terus mendukung proses pendidikan anak.

Tidak hanya menjadi ajang pelepasan siswa, kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni yang berhasil memukau para tamu undangan. Anak-anak tampil percaya diri di atas panggung menunjukkan bakat dan kreativitas yang mereka miliki.

Beragam pertunjukan ditampilkan, mulai dari tarian tradisional, tarian modern, pembacaan puisi perpisahan, hingga hafalan surah-surah pendek dan doa sehari-hari. Penampilan para siswa berkali-kali mengundang tepuk tangan meriah dari para orang tua dan tamu undangan yang hadir.

Momen yang paling mengharukan terjadi saat para siswa membawakan puisi perpisahan untuk guru dan orang tua mereka. Tidak sedikit orang tua yang tampak terharu menyaksikan anak-anak yang sebelumnya masih pemalu kini mampu tampil percaya diri di hadapan banyak orang.

Puncak acara ditandai dengan prosesi pengalungan medali kelulusan kepada 40 siswa secara bergantian sebagai simbol keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan di TK Putra III Malaka. Satu per satu siswa maju ke depan panggung untuk menerima medali dan penghargaan yang diserahkan oleh pihak sekolah.

Setelah prosesi pelepasan selesai, seluruh peserta kegiatan melaksanakan sesi foto bersama yang melibatkan jajaran sekolah, pengurus yayasan, komite, guru, siswa, dan orang tua murid. Momen tersebut menjadi kenangan berharga yang akan selalu dikenang oleh seluruh keluarga besar TK Putra III Malaka.

Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, para siswa resmi menutup perjalanan mereka di bangku taman kanak-kanak dan bersiap memasuki dunia pendidikan yang lebih tinggi. Suasana haru dan bahagia pun menyelimuti akhir acara, menandai awal langkah baru bagi generasi penerus bangsa yang diharapkan kelak mampu meraih cita-cita dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

(Red)

Senin, 15 Juni 2026

Pembangunan Sekolah Rakyat Soppeng Dikebut, Wabup Apresiasi Kinerja PT Waskita Karya


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, bersama Kepala Sekolah Rakyat (SR) 64 Soppeng, Erni Erjilla, meninjau langsung lokasi pembangunan SR 64 Soppeng, Senin (15/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan sekaligus mematangkan persiapan pemindahan peserta didik ke gedung permanen yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang.

Dalam kunjungan itu, rombongan menerima pemaparan dari pihak pelaksana proyek terkait perkembangan pekerjaan konstruksi yang saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Capaian tersebut dinilai cukup menggembirakan mengingat target operasional sekolah yang semakin dekat.

Wakil Bupati Selle KS Dalle mengatakan perkembangan pembangunan menunjukkan kemajuan yang signifikan dibandingkan saat kunjungan sebelumnya. Ia mengapresiasi upaya percepatan yang dilakukan kontraktor sehingga proyek dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

“Saya melihat langsung percepatan yang luar biasa. Setiap kali berkunjung ke lokasi ini, selalu ada perkembangan yang signifikan. Kami berharap pekerjaan dapat terus dipacu sehingga selesai tepat waktu,” ujarnya.

Menurutnya, kunjungan tersebut tidak hanya difokuskan pada pemantauan progres pembangunan fisik, tetapi juga memastikan kesiapan berbagai aspek pendukung sebelum sekolah mulai digunakan.

Selle menjelaskan bahwa Kementerian Sosial merencanakan pemindahan peserta didik Sekolah Rakyat secara serentak dari sekolah sementara ke gedung permanen pada 11 Juli 2026. Karena itu, seluruh pihak terkait diharapkan dapat menjaga ritme kerja agar target nasional tersebut dapat tercapai.

“Kami hadir bersama Kepala SR 64 untuk melihat langsung kesiapan bangunan sekaligus mengingatkan bahwa waktu pemindahan siswa semakin dekat. Semua persiapan harus dimatangkan sejak sekarang,” katanya.

Selain meninjau pembangunan gedung, Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama pihak pelaksana juga membahas kesiapan fasilitas pendukung yang akan menunjang aktivitas belajar mengajar. Berbagai kebutuhan seperti perabot ruang kelas, perlengkapan asrama, hingga sarana penunjang lainnya menjadi perhatian agar tersedia tepat waktu.

Selle menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari rampungnya konstruksi bangunan, tetapi juga dari kesiapan seluruh sarana dan prasarana yang akan digunakan oleh peserta didik maupun tenaga pendidik.

Sementara itu, pihak pelaksana proyek menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian yang terus diberikan pemerintah daerah. Menurut mereka, kunjungan pimpinan daerah menjadi motivasi tambahan bagi para pekerja untuk menyelesaikan sisa pekerjaan sesuai jadwal.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai sekitar 80 persen, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis SR 64 Soppeng dapat mulai ditempati sesuai jadwal yang ditetapkan. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Soppeng.

(Silviana)

Sabtu, 06 Juni 2026

Temui Bupati Soppeng, IPPK Tegaskan Siap Terus Mengabdi untuk Pendidikan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Kabupaten Soppeng menggelar silaturahmi dengan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, di Rumah Jabatan Bupati, Sabtu (6/6).

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan dan komunikasi, tetapi juga momentum bagi IPPK untuk memperkenalkan eksistensinya sebagai organisasi resmi yang mewadahi para purnakaryawan di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Kabupaten Soppeng.

Ketua IPPK Soppeng, H.Andi Asis, mengatakan bahwa kunjungan ini bertujuan membangun sinergi yang berkelanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Soppeng sekaligus meminta arahan terkait program dan langkah strategis organisasi ke depan.

“Kami ingin IPPK tetap aktif, produktif, dan memberi manfaat meskipun para anggotanya telah memasuki masa purnabakti. Silaturahmi ini menjadi ruang bagi kami untuk bertukar gagasan serta memperoleh masukan demi kemajuan pendidikan di Soppeng,” ujar Asis.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menyambut hangat kehadiran para pengurus dan anggota IPPK. Ia menyampaikan apresiasi serta penghargaan atas dedikasi panjang para guru dan tenaga kependidikan yang telah memberikan kontribusi besar dalam membangun dunia pendidikan di daerah berjuluk Bumi Latemmamala.

“Pengabdian Bapak dan Ibu guru serta tenaga kependidikan merupakan fondasi penting bagi kemajuan pendidikan kita. Semoga silaturahmi ini membawa keberkahan dan semakin memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah,” kata Suwardi Haseng.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menitipkan pesan agar semangat pengabdian terhadap dunia pendidikan tetap terjaga meski telah memasuki masa pensiun. Menurutnya, pengalaman, wawasan, dan pemikiran para purnakaryawan pendidikan masih sangat dibutuhkan sebagai sumber inspirasi dan masukan bagi generasi penerus.

Sebagai informasi, IPPK merupakan organisasi yang menghimpun para pensiunan tenaga pendidik dan kependidikan, mulai dari guru, dosen, hingga karyawan struktural Kemendikbud. Organisasi ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, serta menyalurkan gagasan yang konstruktif guna mendukung peningkatan mutu pendidikan di daerah maupun tingkat nasional.

Jumat, 29 Mei 2026

Guru ASN Jarak Jauh di Soppeng Protes Aplikasi Setara: “Kami Bukan Robot!” Jam Pulang Jumat Jadi Sorotan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Polemik pengaturan jam kerja ASN melalui aplikasi “Setara” makin panas dan memicu gelombang protes dari kalangan guru. Kali ini, para guru ASN yang bertugas jauh dari tempat tinggalnya angkat bicara dan meminta pemerintah daerah segera mengembalikan jam pulang hari Jumat ke pukul 11.00 WITA.

Keluhan itu bukan tanpa alasan. Para guru mengaku kebijakan terbaru yang mengatur jam pulang hingga pukul 11.45 WITA membuat mereka kesulitan mengejar waktu salat Jumat, makan siang, hingga perjalanan pulang yang cukup jauh.

“Kami ini bukan tinggal dekat sekolah. Ada yang harus menempuh perjalanan jauh setiap hari. Pulang pukul 11.45 itu sangat mepet untuk salat Jumat,” ungkap salah satu guru ASN dengan nada kecewa.

Curhatan para guru langsung ramai diperbincangkan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Banyak yang menilai aturan dalam aplikasi Setara terlalu kaku dan tidak mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan.

Ketua LSM LIDIK, Gasali Makkaraka, ikut menyoroti persoalan tersebut. Ia menilai pemerintah daerah harus lebih bijak dan tidak hanya terpaku pada sistem administrasi digital semata.

“Guru-guru ini setiap hari berjuang menempuh perjalanan jauh demi mengabdi. Jangan sampai aplikasi terlihat lebih penting daripada aspek kemanusiaan dan kewajiban ibadah,” tegas Gasali. Jum'at (29/5/2026).

Menurutnya, aturan jam kerja hari Jumat semestinya memiliki perlakuan khusus karena berkaitan langsung dengan ibadah umat Islam. Ia juga mengingatkan bahwa disiplin ASN tidak boleh diterapkan secara membabi buta tanpa mempertimbangkan kondisi lapangan.

“ASN memang harus disiplin. Tapi pemerintah juga wajib menghadirkan kebijakan yang adil, manusiawi, dan rasional,” tambahnya.

Isu ini langsung memancing komentar publik di media sosial. Banyak netizen mendukung aspirasi para guru dan meminta pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap sistem aplikasi Setara.

“Digitalisasi itu bagus, tapi jangan sampai pegawai cuma dianggap angka dan menit kehadiran,” tulis salah satu komentar warga yang viral di media sosial.

Tak sedikit pula yang menilai aturan tersebut bisa berdampak pada kenyamanan kerja dan kualitas pelayanan pendidikan jika terus dipaksakan tanpa solusi.

Kini sorotan publik tertuju pada langkah pemerintah daerah dalam merespons tuntutan para guru ASN tersebut. Akankah jam pulang Jumat kembali ke pukul 11.00 WITA? Atau aturan aplikasi Setara tetap dipertahankan?

Yang jelas, polemik ini sudah telanjur menjadi perhatian luas dan terus memancing perdebatan di tengah masyarakat.

(**)

Senin, 25 Mei 2026

AR Learning Center Gelar Pelatihan Jurnalistik dan Kepenulisan Online, Peserta dari Berbagai Daerah Antusias Ikut Belajar


Makassar, Teropongsulawesi.com, Minat masyarakat terhadap dunia jurnalistik dan kepenulisan terus mengalami peningkatan di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Kelas Pelatihan Jurnalistik dan Kepenulisan yang diselenggarakan oleh AR Learning Center secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Senin (25/5/2026). 

Kegiatan yang berlangsung penuh semangat dan interaktif itu menghadirkan Andre Hariyanto sebagai pemateri utama. Ia merupakan Pemimpin Redaksi SuaraUtama.id sekaligus Kepala Bidang Pendidikan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia.

Pelatihan ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pelajar, pegiat media sosial, aktivis organisasi, penulis pemula, hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan dalam bidang jurnalistik, media digital, dan dunia kepenulisan.

Sejak awal kegiatan dimulai, suasana pelatihan berlangsung aktif dan komunikatif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi materi yang disampaikan. Tidak sedikit peserta yang mengajukan pertanyaan, berdiskusi, hingga berbagi pengalaman mengenai dunia menulis dan media digital.

Dalam pemaparannya, Andre Hariyanto menegaskan bahwa kemampuan menulis merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki masyarakat di era informasi saat ini. 

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat setiap orang dapat menjadi penyampai informasi kepada publik sehingga kemampuan literasi digital menjadi sangat dibutuhkan.

“Di era digital seperti sekarang, masyarakat tidak cukup hanya menjadi pembaca informasi. Semua orang harus mampu memahami bagaimana menyampaikan informasi yang baik, benar, dan bertanggung jawab. Menulis bukan sekadar merangkai kata, tetapi bagaimana menghadirkan informasi yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya saat membuka pelatihan.

Ia juga menjelaskan bahwa dunia jurnalistik memiliki peran besar dalam menciptakan ruang informasi yang sehat dan edukatif di tengah maraknya arus informasi di media sosial. Karena itu, pemahaman mengenai dasar-dasar jurnalistik dan etika penulisan menjadi hal penting bagi siapa saja yang ingin terjun di dunia media maupun kepenulisan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan berbagai materi dasar dan lanjutan mengenai jurnalistik dan teknik menulis. Materi tersebut meliputi pengenalan jurnalistik, teknik menulis berita, struktur penulisan 5W+1H, menentukan angle berita, teknik wawancara sederhana, hingga cara membuat judul berita yang menarik dan ramah mesin pencarian digital atau SEO.

Selain materi jurnalistik, peserta juga dibekali pemahaman mengenai kepenulisan kreatif. Dalam sesi tersebut, peserta belajar bagaimana membangun karakter tulisan, membuat artikel opini, feature, serta teknik menyusun tulisan yang menarik, mudah dipahami, dan memiliki nilai edukasi.

Andre Hariyanto mengatakan bahwa kemampuan menulis yang baik dapat menjadi sarana untuk menyampaikan ide, membangun edukasi publik, bahkan menjadi alat perubahan sosial di tengah masyarakat.

“Melalui tulisan, seseorang bisa memberikan inspirasi, menyampaikan gagasan, hingga menjadi bagian dari perubahan sosial. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk meningkatkan budaya literasi dan kemampuan menulis sejak dini,” katanya.

Kegiatan pelatihan ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk praktik menulis berita secara langsung. Peserta diminta membuat berita berdasarkan tema tertentu, kemudian hasil tulisan mereka dievaluasi bersama agar peserta memahami kesalahan dan teknik penulisan yang benar sesuai kaidah jurnalistik.

Sesi praktik tersebut menjadi salah satu bagian yang paling diminati peserta karena mereka dapat langsung menerapkan materi yang telah dipelajari selama pelatihan berlangsung.

Beberapa peserta mengaku senang dan terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Mereka menilai pelatihan online seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan akses belajar jurnalistik kepada masyarakat luas tanpa harus datang langsung ke lokasi kegiatan.

Salah satu peserta, Fajar Ahmad Wahyuddin, mengungkapkan bahwa materi yang diberikan sangat mudah dipahami meskipun disampaikan secara daring.

“Pelatihannya sangat bagus dan mudah dipahami. Materi yang diberikan lengkap mulai dari dasar jurnalistik sampai praktik menulis berita. Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat yang ingin belajar menulis dan memahami dunia media,” ujarnya dalam sesi diskusi.

Dalam kesempatan itu, Andre Hariyanto juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan etika dalam dunia jurnalistik. Ia menekankan bahwa seorang jurnalis maupun penulis harus mampu menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan tidak menyesatkan masyarakat.

Menurutnya, maraknya penyebaran berita hoaks dan informasi yang belum terverifikasi di media sosial menjadi tantangan besar di era digital saat ini. Oleh sebab itu, masyarakat harus memiliki kemampuan literasi yang baik agar tidak mudah terpengaruh informasi palsu.

“Jurnalisme bukan hanya soal membuat berita cepat viral, tetapi bagaimana menghadirkan informasi yang benar, mencerdaskan, dan memberi manfaat bagi publik. Etika, fakta, dan tanggung jawab moral harus menjadi dasar utama dalam setiap tulisan,” tegasnya.

Pelatihan jurnalistik dan kepenulisan yang digelar AR Learning Center ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang literasi digital dan komunikasi publik.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan akan lahir generasi penulis dan jurnalis muda yang kreatif, profesional, serta mampu memberikan kontribusi positif dalam menciptakan ruang informasi yang sehat di tengah masyarakat digital.

Meski dilaksanakan secara virtual, kegiatan berlangsung lancar dan penuh kehangatan hingga akhir acara. Interaksi antar peserta dan pemateri tetap terasa dekat melalui diskusi aktif selama pelatihan berlangsung.

AR Learning Center berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah edukasi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan menulis, literasi digital, dan pemahaman jurnalistik di Indonesia.

Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami dunia jurnalistik dan kepenulisan, diharapkan ruang informasi digital di Indonesia dapat berkembang menjadi lebih sehat, edukatif, profesional, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

(Fajar)

Minggu, 03 Mei 2026

Sekda Soppeng Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tekankan Kolaborasi Pendidikan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Soppeng, H. Andi Muhammad Surachman, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang berlangsung khidmat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Soppeng, Senin (4/5/2026).

Upacara yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tersebut dihadiri unsur Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan BUMN dan BUMD, Dewan Pendidikan, PGRI, serta insan pendidikan dari jenjang TK hingga SMA.

Dalam rangkaian kegiatan, Sekda Soppeng menyerahkan penghargaan kepada sejumlah sekolah dan pelajar berprestasi yang telah mengharumkan daerah di tingkat provinsi hingga nasional. Penyerahan dilakukan bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Andi Sumangerukka serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andi Aryadin.

Sejumlah prestasi yang diapresiasi antara lain juara nasional lomba dokumentasi revitalisasi sekolah, festival etnik model, penghargaan Adiwiyata tingkat provinsi, hingga kompetisi cerdas cermat tingkat nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Amanat tersebut menekankan pentingnya transformasi pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) guna mendorong peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Selain itu, ditegaskan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Peringatan Hardiknas 2026 di Kabupaten Soppeng menjadi bagian dari refleksi bersama untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia unggul di tingkat nasional.

(Silviana)

Senin, 06 April 2026

KKG Lalabata Gugus 1 Bahas Ketimpangan Distribusi Guru dan Tantangan Digitalisasi Pendidikan

 


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 1 Kecamatan Lalabata menggelar pertemuan strategis di SD Negeri 13 Palakka, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi lintas pemangku kepentingan pendidikan untuk membahas berbagai isu krusial, mulai dari distribusi tenaga pendidik hingga efektivitas implementasi digitalisasi di sekolah.

Pertemuan tersebut diikuti oleh para guru dari 14 Sekolah Dasar dan 5 Taman Kanak-kanak di wilayah Kabupaten Soppeng. Hadir pula sejumlah tokoh penting di bidang pendidikan, di antaranya Ketua Gugus 1 Abdul Azis, S.Pd.I, Pengawas Satuan Pendidikan Sudirman, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Dewan Pendidikan H.M. Zulkarnain, serta Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Dr. Nurmal Idrus.

Dalam arahannya, Dr. Nurmal Idrus menyoroti persoalan klasik yang masih dihadapi dunia pendidikan di daerah, yakni ketimpangan distribusi tenaga pendidik.

Menurutnya, secara kuantitas, jumlah guru di Kabupaten Soppeng sebenarnya mencukupi, bahkan cenderung berlebih. Namun, distribusi yang tidak merata menyebabkan sebagian sekolah mengalami kelebihan guru, sementara sekolah lainnya justru kekurangan tenaga pengajar.

“Secara keseluruhan, jumlah guru kita tidak kurang. Namun ada sekolah yang kelebihan, dan di sisi lain ada yang kekurangan. Ini menandakan perlunya pemetaan ulang serta kebijakan redistribusi yang lebih tepat sasaran,” ujar Nurmal.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada kualitas pembelajaran yang diterima siswa.

Sekolah yang kekurangan guru berpotensi mengalami ketimpangan layanan pendidikan, sementara sekolah yang kelebihan tenaga pendidik tidak dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada.

Selain distribusi guru, isu digitalisasi pendidikan juga menjadi perhatian utama dalam forum tersebut. Seiring dengan perkembangan teknologi, penggunaan platform digital di sekolah-sekolah memang mengalami peningkatan. Namun, pemanfaatannya dinilai masih belum optimal.

Sebagian besar guru masih menggunakan teknologi digital untuk kepentingan administratif, seperti penginputan data, pembuatan laporan, dan absensi. Sementara itu, penggunaan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran interaktif di kelas masih terbatas.

“Digitalisasi sudah berjalan, tetapi belum sepenuhnya mendukung pembelajaran. Guru masih banyak tersita oleh urusan administrasi digital, sehingga inovasi dalam proses belajar mengajar belum maksimal,” jelasnya.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan, terutama dalam mendorong transformasi digital yang tidak hanya berfokus pada efisiensi administrasi, tetapi juga peningkatan kualitas pembelajaran.

Para guru diharapkan dapat lebih diberdayakan dalam memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu pengajaran yang kreatif dan efektif.

Forum KKG ini diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi untuk menyelaraskan persepsi serta merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di Gugus 1 Kecamatan Lalabata.

Melalui diskusi yang melibatkan berbagai pihak, diharapkan muncul solusi konkret yang dapat segera diimplementasikan di lapangan.

Meskipun demikian, sejumlah isu yang mengemuka dalam pertemuan ini masih memerlukan pembahasan lanjutan dan kajian yang lebih mendalam.

Hasil diskusi diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih adaptif, merata, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran di masa mendatang.

(Silviana)

Kamis, 02 April 2026

Guru Menumpuk di Satu Titik, Bupati Soppeng Minta Penataan Segera


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Rembuk Pendidikan Kabupaten Soppeng memasuki hari kedua dengan fokus utama pada persoalan pemetaan serta distribusi tenaga pendidik, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng ini menjadi forum strategis untuk membahas berbagai tantangan pendidikan di daerah, khususnya terkait pemerataan guru.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan bersama Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, dan dihadiri langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng.

Hadir pula para kepala sekolah tingkat sekolah menengah pertama (SMP) se-Kabupaten Soppeng serta kepala sekolah dasar (SD) dari sejumlah kecamatan, di antaranya Liliriaja, Donri-Donri, Citta, dan Lalabata.

Pada hari kedua pelaksanaan, diskusi semakin mengerucut pada persoalan distribusi guru yang dinilai belum merata. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Soppeng, Dr. Nur Alim, dalam pemaparannya menegaskan bahwa salah satu persoalan krusial pendidikan di daerah saat ini adalah ketidakseimbangan jumlah guru antar satuan pendidikan.

Menurutnya, masih terdapat sekolah yang mengalami kelebihan tenaga pengajar, sementara di sisi lain tidak sedikit sekolah yang justru kekurangan guru.

Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap efektivitas proses belajar mengajar di kelas.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Dr. Nurmal Idrus, mengungkapkan data terbaru yang menunjukkan adanya kelebihan sekitar 130 guru di Kabupaten Soppeng. Namun ironisnya, di beberapa wilayah tertentu masih terjadi kekurangan tenaga pendidik.

“Ketimpangan ini tentu menjadi masalah serius. Di satu sisi ada sekolah yang kelebihan guru, sementara di sisi lain ada sekolah yang kekurangan. Ini berdampak pada kualitas layanan pendidikan yang diterima siswa,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketidakseimbangan tersebut tidak hanya berdampak pada siswa, tetapi juga pada guru itu sendiri, terutama dalam hal beban kerja dan pemenuhan jam mengajar.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, dalam arahannya menegaskan bahwa persoalan distribusi guru tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah daerah, kata dia, akan mengambil langkah konkret melalui pemetaan kebutuhan guru secara berkala.

“Penumpukan guru di satu tempat sementara di tempat lain kekurangan harus segera diatasi. Jika terjadi kelebihan, maka ada guru yang tidak memenuhi jam mengajar, sehingga berpotensi tidak mendapatkan sertifikasi. Ini tentu berdampak pada kesejahteraan dan pendapatan guru itu sendiri,” tegasnya.

Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan para tenaga pendidik dalam mencari solusi terbaik terhadap persoalan tersebut. Ia memastikan bahwa hasil dari rembuk pendidikan ini akan menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan ke depan.

Selain itu, Bupati Suwardi menilai bahwa kegiatan rembuk pendidikan memiliki peran penting sebagai wadah komunikasi antara pemerintah dan para guru di lapangan. Melalui forum ini, berbagai persoalan yang dihadapi dapat disampaikan secara langsung dan terbuka.

“Rembuk seperti ini sangat bermanfaat karena mampu mengurangi kesenjangan informasi antara pemerintah daerah dan para guru. Dengan komunikasi yang baik, kita bisa merumuskan solusi yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.

Di akhir kegiatan, seluruh hasil diskusi dan masukan dari peserta rembuk pendidikan akan dirangkum menjadi rekomendasi resmi oleh Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng. Rekomendasi tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada pihak terkait sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang lebih efektif dan merata di masa mendatang.

Dengan adanya langkah konkret dan komitmen dari pemerintah daerah, diharapkan persoalan distribusi guru di Kabupaten Soppeng dapat segera teratasi, sehingga kualitas pendidikan di daerah tersebut semakin meningkat secara merata.

(Silviana Eliza)

Selasa, 31 Maret 2026

Distribusi Tenaga Pendidik Belum Merata, KKG Lalabata Bahas Solusi


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Isu pemerataan tenaga pendidik kembali menjadi perhatian utama dalam kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 3 Kecamatan Lalabata yang dilaksanakan di SD Negeri 25 Madello, Selasa (31/3/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah peningkatan kompetensi guru, tetapi juga menjadi ruang refleksi terhadap kondisi nyata dunia pendidikan, khususnya terkait distribusi tenaga pendidik yang hingga kini masih belum merata.

Sekitar 100 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas 18 kepala sekolah dari seluruh satuan pendidikan di Gugus 3, delapan guru perwakilan dari masing-masing sekolah, serta pengawas gugus. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam membahas persoalan strategis pendidikan.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Nurmal Idrus, dalam arahannya menegaskan bahwa ketimpangan distribusi guru masih menjadi tantangan serius yang perlu segera ditangani.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat sekolah yang mengalami kelebihan tenaga pendidik, sementara sekolah lainnya justru kekurangan guru, bahkan pada mata pelajaran tertentu belum memiliki tenaga pengajar yang memadai.

“Masih ada sekolah yang kelebihan guru, sementara di tempat lain kekurangan. Kondisi ini berdampak langsung pada beban kerja guru dan kualitas hasil belajar siswa,” ujarnya.

Menurut Nurmal, ketidakseimbangan tersebut menyebabkan sebagian guru harus mengajar melebihi beban ideal, sementara di sisi lain ada guru yang belum dapat menjalankan tugas secara optimal. Hal ini dinilai memengaruhi efektivitas proses pembelajaran secara keseluruhan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penataan sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan tidak cukup hanya dilihat dari jumlah tenaga pendidik yang tersedia. Penempatan guru, kata dia, harus disesuaikan dengan kebutuhan riil setiap sekolah.

Beberapa faktor yang perlu menjadi pertimbangan antara lain jumlah rombongan belajar (rombel), rasio guru dan siswa, serta kondisi geografis dan aksesibilitas wilayah sekolah. Sekolah yang berada di daerah terpencil, menurutnya, harus mendapatkan perhatian khusus.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kesesuaian antara bidang ajar dengan latar belakang pendidikan guru. Linearitas dinilai penting agar kualitas pembelajaran dapat lebih terjamin.

“Pemerataan guru bukan hanya soal jumlah, tetapi bagaimana setiap kelas diisi oleh tenaga pendidik yang tepat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurmal juga menyinggung pentingnya memperhatikan distribusi guru berdasarkan status kepegawaian, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN, serta kebutuhan spesifik masing-masing sekolah terhadap mata pelajaran tertentu.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Andi Muhammad Zulkarnain, yang mendampingi jalannya forum hingga selesai.

Forum KKG Gugus 3 Lalabata ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menyamakan persepsi antara kepala sekolah dan guru terkait pentingnya penataan SDM pendidikan yang lebih adil dan proporsional.

Selain itu, hasil diskusi yang berkembang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pendidikan ke depan.

Dengan distribusi tenaga pendidik yang lebih merata, diharapkan kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng dapat meningkat secara menyeluruh, sehingga setiap siswa mendapatkan layanan pendidikan yang optimal tanpa terkecuali.

(Silviana)

Minggu, 22 Maret 2026

Reuni Akbar IKA SMPN 3 Palopo 2026, Dari Nostalgia Menuju Transformasi Digital Alumni


Palopo, Teropongsulawesi.com, Gedung Saodenrae menjadi saksi pertemuan lintas generasi yang bukan sekadar temu kangen, tetapi juga menandai babak baru perjalanan organisasi alumni. Minggu (22/3/2026).

Ratusan alumni dari berbagai angkatan memadati ruangan dalam gelaran Reuni Akbar Ikatan Alumni (IKA) SMPN 3 Kota Palopo, menghadirkan suasana haru, hangat, dan penuh makna.

Namun, reuni kali ini terasa berbeda. Di tengah canda, pelukan, dan kilas balik kenangan masa sekolah, terselip semangat besar untuk membawa organisasi alumni melangkah lebih jauh ke masa depan.

Dalam forum yang berlangsung dinamis dan penuh partisipasi, nama Andi Taufiq Aris (ATA) kembali mengemuka sebagai figur sentral.

Melalui kesepakatan mayoritas peserta, ia kembali dipercaya untuk memimpin IKA SMPN 3 Palopo.

Keputusan ini bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan refleksi dari kepercayaan kolektif alumni terhadap kepemimpinan yang telah terbukti menjaga soliditas dan semangat kebersamaan lintas generasi.

ATA dinilai mampu menjadi jembatan antara masa lalu yang penuh kenangan dan masa depan yang menuntut inovasi.

Dalam sambutannya, ATA menegaskan bahwa organisasi alumni tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Ia menggarisbawahi pentingnya transformasi digital sebagai kunci utama agar IKA tetap relevan di era modern.

“Organisasi alumni hari ini harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Kita tidak bisa hanya mengandalkan pertemuan fisik, tetapi juga harus hadir secara digital,” ujarnya.

Ke depan, IKA SMPN 3 Palopo diharapkan tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga berkembang menjadi Platform jejaring profesional alumni,
Ruang kolaborasi lintas generasi, Ekosistem berbagi peluang dan kontribusi sosial

Salah satu gagasan paling menonjol adalah dorongan kuat terhadap regenerasi kepemimpinan.

ATA secara terbuka mengajak generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam organisasi.

Ia bahkan mendorong agar posisi Ketua Harian ke depan diisi oleh alumni dari angkatan muda, khususnya tahun 2000 ke bawah.

Menurutnya, generasi muda memiliki keunggulan yang sangat dibutuhkan yang Lebih adaptif terhadap teknologi,
Kreatif dalam mengemas kegiatan dan Cepat merespons perubahan tren.

“Untuk membesarkan organisasi ini, kita butuh energi baru. Generasi muda adalah kunci untuk membawa IKA ke level berikutnya,” tegasnya.

Tidak hanya soal struktur organisasi, ATA juga menyoroti pentingnya perubahan dalam pola pelaksanaan kegiatan, termasuk reuni itu sendiri.

Ia mendorong agar kepanitiaan kegiatan ke depan lebih banyak melibatkan generasi muda, ssehingg Konsep acara menjadi lebih segar, Partisipasi alumni meningkat, Kegiatan lebih sesuai dengan perkembangan zaman.

“Reuni tidak boleh stagnan. Harus terus berkembang agar tetap menarik dan bermakna,” tambahnya.

Di balik semua gagasan modernisasi, satu nilai tetap menjadi fondasi utama : kebersamaan tanpa sekat.

ATA mengajak seluruh alumni untuk meninggalkan batasan-batasan yang selama ini mungkin masih terasa, baik antar angkatan maupun latar belakang.

“Reuni ini bukan tentang siapa kita sekarang, tetapi tentang siapa kita dulu dan bagaimana kita tetap terhubung,” ujarnya penuh makna.

Sepanjang acara, suasana kehangatan terasa begitu kuat. Tawa, cerita lama, dan momen kebersamaan mengalir tanpa henti. Banyak alumni yang memanfaatkan kesempatan ini untuk Mempererat kembali hubungan lama, Membangun koneksi baru dan Mengabadikan momen berharga.

Reuni ini pun menjadi simbol bahwa ikatan yang terjalin di bangku sekolah tidak pernah benar-benar hilang, hanya menunggu waktu untuk kembali dipererat.

Dengan semangat baru yang diusung, IKA SMPN 3 Palopo kini mengarah pada peran yang lebih luas. Tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai Motor penggerak kolaborasi alumni, Kontributor bagi masyarakat dan sebagai Mitra dalam pembangunan daerah.

Reuni Akbar 2026 bukanlah akhir dari sebuah pertemuan, melainkan awal dari perjalanan baru menuju organisasi alumni yang lebih solid, inklusif, dan relevan di era digital.

(Red)

Senin, 09 Maret 2026

Bukber Intelektual di Pasar Ramadan: Siswa English Course Sanggar Masumange SDN 7 Salotungo Rayakan Ramadan dengan Spirit Learning


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Ramadan tidak selalu harus dibaca hanya sebagai ritual puasa dan berbuka. Dalam ruang yang lebih luas, Ramadan juga dapat menjadi laboratorium pembelajaran kehidupan—tempat nilai spiritual, kebersamaan, dan intelektualitas bertemu dalam satu momentum yang sederhana.

Inilah yang tergambar dalam kegiatan Buka Puasa Bersama (Bukber) yang digelar oleh para siswa Kursus Bahasa Inggris Sanggar Masumange SDN 7 Salotungo di kawasan Pasar Ramadan. Di tengah keramaian pedagang, aroma makanan berbuka, dan hiruk-pikuk masyarakat, para siswa justru menghadirkan suasana belajar yang berbeda: learning in real social context.

Kegiatan ini didampingi langsung oleh mentor mereka, Miss Kiky, yang memandang bahwa pembelajaran bahasa seharusnya tidak selalu terkurung di ruang kelas.

Menurutnya, kemampuan bahasa akan tumbuh lebih hidup ketika siswa berinteraksi langsung dengan realitas sosial.

“Language grows through experience. When students speak, observe, and interact in real situations, their confidence naturally develops,” ujarnya.

Bukber tersebut dihadiri oleh sejumlah siswa yang selama ini aktif mengikuti kursus bahasa Inggris di Sanggar Masumange, yakni:

A. Rania Mallarangeng

Aisyah Kayla Bilqis

Wereati Tuppuricinna

Nur Fadillah

Attiya Amira Azzahrah

Jihan Talita Ulfa

Arinda Nur Maulidya

Menariknya, selama kegiatan berlangsung para siswa tidak hanya berbincang santai, tetapi juga mencoba mempraktikkan percakapan bahasa Inggris sederhana sambil mengamati berbagai aktivitas di Pasar Ramadan. Mereka belajar menyebut nama makanan, mengekspresikan perasaan, hingga berbagi cerita dalam bahasa yang sedang mereka pelajari.

Pendekatan seperti ini dalam dunia pendidikan modern sering disebut sebagai contextual learning, yakni pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata.

Bagi para siswa SDN 7 Salotungo, pengalaman kecil ini memiliki makna besar. Mereka belajar bahwa bahasa bukan sekadar mata pelajaran, tetapi alat untuk memahami dunia.

Salah seorang peserta, A. Rania Mallarangeng, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan tersebut.

“Belajar bahasa Inggris di luar kelas terasa lebih menyenangkan. Kita bisa langsung mencoba berbicara dan saling membantu,” ujarnya.

Kegiatan sederhana ini sekaligus menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak selalu memerlukan panggung besar. Kadang-kadang, ruang belajar terbaik justru hadir di tengah kehidupan sehari-hari.

Melalui Sanggar Masumange, para siswa SDN 7 Salotungo sedang diperkenalkan pada cara belajar yang lebih luas: belajar berpikir, belajar berkomunikasi, dan belajar membangun kepercayaan diri sejak usia dini.

Di tengah suasana Ramadan yang penuh keberkahan, kegiatan bukber ini menjadi simbol kecil bahwa ilmu, persahabatan, dan spiritualitas dapat tumbuh bersama.

Dan dari pertemuan sederhana di Pasar Ramadan itu, satu pesan pendidikan kembali ditegaskan:

Great learning often begins from simple moments shared together.

(Red) 

Kamis, 12 Februari 2026

SDN 7 Salotungo Bersholawat, Pengawas Gugus 1: Perkuat Karakter dan Ketenangan Jiwa Peserta Didik


Soppeng, Teropongsulawesi.com,nSD Negeri 7 Salotungo kembali menghadirkan nuansa religius di lingkungan pendidikan melalui kegiatan Bersholawat Bersama yang dilaksanakan pada Kamis (12/2/2026) pukul 07.30 WITA di halaman sekolah. 

Kegiatan ini digelar dalam rangka menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ serta menghadirkan ketenangan jiwa bagi seluruh warga sekolah.

Peserta didik Muslim dan Muslimah tampak mengenakan busana muslim, sementara peserta didik non-Muslim hadir dengan pakaian rapi dan sopan sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan. Seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan kompak mengenakan busana muslim warna putih.

Sholawat yang dilantunkan adalah “Shalat Ya Rasulullah, Salamun ‘Alaikum” karya KH. Zaini Abdul Gani Al Banjari (Abah Guru Sekumpul/Guru Ijai). 

Lantunan sholawat dipandu langsung oleh Kepala SDN 7 Salotungo, menghadirkan suasana khidmat dan penuh keteduhan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Pendamping Satuan Pendidikan Gugus 1 Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng, Drs. Sudirman, S. Sis, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng H. AM. Zulkarnain, serta Korwil UPTD Kecamatan Lalabata Drs. Jamal, M. Si.

Dalam sambutannya, Drs. Sudirman, S. Sis menyampaikan apresiasi atas konsistensi SDN 7 Salotungo dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dan spiritual ke dalam budaya sekolah.

“Sekolah yang hebat bukan hanya melahirkan anak-anak cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa yang tenang, berakhlak mulia, dan cinta kepada Rasulullah ﷺ. Kegiatan seperti ini adalah pondasi penting dalam membentuk generasi yang kuat secara moral dan spiritual,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai religius di sekolah menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis, humanis, dan berkarakter.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pendidikan H. AM. Zulkarnain menyampaikan bahwa sholawat adalah energi positif yang mampu menumbuhkan persaudaraan dan mempererat kebersamaan di lingkungan sekolah. 

Korwil UPTD Kecamatan Lalabata, Drs. Jamal, M. Si, turut memberikan dukungan dan berharap kegiatan serupa terus menjadi budaya yang mengakar.

Kegiatan diiniaiasi oleh Guru Pendidikan Agama Islam, Muh. Alwi Basri, S. Pd, Nur Hidayah, S. Pd I, dan Saudit Rizaldi, S. Pd I. Doa bersama menutup rangkaian acara dengan harapan agar lantunan sholawat menjadi wasilah turunnya rahmat, menyejukkan hati, serta menguatkan akhlak seluruh warga sekolah.

Melalui kegiatan Bersholawat ini, SDN 7 Salotungo kembali meneguhkan komitmennya sebagai satuan pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan spiritual demi terwujudnya generasi yang unggul dan berakhlakul karimah. (**) 

Jumat, 30 Januari 2026

UKM Seni Budaya eSA UIN Alauddin Makassar Tetapkan Kepengurusan Periode 2026


Makassar Teropongsulawesi.com, Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya eSA Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar resmi dikukuhkan untuk periode kepengurusan 2026.

Pengukuhan tersebut berlangsung pada Kamis (29/1/2026) dan dihadiri oleh berbagai elemen lembaga kemahasiswaan serta komunitas seni di Kota Makassar.

Kegiatan pengukuhan dilaksanakan di tengah kondisi keterbatasan ruang berekspresi yang masih dirasakan mahasiswa, khususnya pelaku seni di lingkungan kampus UIN Alauddin Makassar.

Meski demikian, acara berlangsung khidmat dan menjadi momentum konsolidasi bagi pengurus baru UKM Seni Budaya eSA.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan lembaga kemahasiswaan se-UIN Alauddin Makassar serta Pekerja Seni Kampus (PSK) se-Kota Makassar.

Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan kuatnya jejaring solidaritas antar organisasi mahasiswa dan komunitas seni dalam memperjuangkan ruang kreativitas di lingkungan perguruan tinggi.

Ketua UKM Seni Budaya eSA terpilih, Muhammad Idil Fitrah, dalam sambutannya menyampaikan komitmennya untuk menjadikan eSA sebagai ruang berkarya yang aktif, produktif, dan berkelanjutan bagi mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa seni tidak hanya berkaitan dengan hasil pertunjukan, tetapi juga merupakan proses panjang yang membutuhkan ruang, waktu, dan dukungan yang memadai.

“UKM Seni Budaya eSA harus tetap menjadi ruang berproses bagi anggotanya. Seni tidak lahir secara instan, melainkan membutuhkan kontinuitas, kebebasan berekspresi, serta ruang yang memadai,” ujar Idil.

Idil juga menyoroti minimnya perhatian birokrasi kampus terhadap pengembangan kreativitas mahasiswa, khususnya di bidang seni.

Menurutnya, keterbatasan fasilitas kesenian serta kebijakan pembatasan jam malam berdampak langsung terhadap aktivitas latihan dan proses berkesenian mahasiswa.

Ia menilai, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi keberlangsungan aktivitas seni di lingkungan kampus.

Kendatii demikian, pengurus baru eSA berkomitmen untuk tetap aktif berkarya dan menjadikan keterbatasan tersebut sebagai pemicu untuk memperkuat solidaritas dan kerja kolektif.

Lebih lanjut, Idil menegaskan bahwa pengukuhan pengurus baru UKM Seni Budaya eSA harus dimaknai sebagai awal konsolidasi gerakan kebudayaan di lingkungan kampus.

Ia menyampaikan bahwa eSA tidak hanya berperan sebagai wadah seni, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap kebijakan kampus.

“Pengurus UKM Seni Budaya eSA tidak hanya berkomitmen untuk berkarya, tetapi juga mengajak seluruh lembaga mahasiswa di UIN Alauddin Makassar untuk berkolaborasi dan bersatu memperjuangkan ruang berekspresi serta fasilitas kesenian yang layak,” tegasnya.

Menurut Idil, perjuangan menghadirkan ruang dan fasilitas kesenian tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu UKM saja, namun diperlukan kekuatan kolektif dari seluruh lembaga kemahasiswaan agar aspirasi tersebut dapat tersampaikan secara efektif kepada pihak birokrasi kampus, jelasnya.

Ia berharap, pihak kampus dapat membuka ruang dialog yang serius dan berpihak pada pengembangan minat dan bakat mahasiswa.

Menurutnya, kampus idealnya tidak hanya menjadi pusat aktivitas akademik, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kebudayaan, kreativitas, dan daya kritis mahasiswa.

“Tanpa ruang dan fasilitas yang memadai, kreativitas mahasiswa hanya akan menjadi wacana,” tambahnya.

Melalui momentum pengukuhan ini, UKM Seni Budaya eSA menegaskan posisinya sebagai wadah seni sekaligus bagian dari gerakan mahasiswa yang kritis dan progresif.

Dengan kolaborasi lintas lembaga, eSA berharap perjuangan menghadirkan ruang berekspresi dan fasilitas kesenian yang layak dapat menjadi agenda bersama demi kemajuan UIN Alauddin Makassar.

(Red)

Sabtu, 10 Januari 2026

Guru Bersinergi, KKG Gugus 3 Soppeng Siapkan Pembelajaran


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng terus menunjukkan progres positif. Sebanyak 14 sekolah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 3 Kabupaten Soppeng bersinergi melalui Workshop Pembelajaran Mendalam (Deep Learning/PM) yang digelar pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Kegiatan strategis ini dilangsungkan di Aula Pusat Kegiatan Guru (PKG), Lantai 2 Masjid Al Amin, SDN 166 Laburawung, dan diikuti oleh kepala sekolah serta guru dengan antusias tinggi.

Workshop ini menjadi wadah kolaboratif untuk mematangkan strategi pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman konsep, berpikir kritis, dan pembelajaran bermakna bagi peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, SDN 21 Mattabulu dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan, di bawah kepemimpinan Muhammad Arzak, S.Pd. Workshop ini turut dihadiri sejumlah tokoh pendidikan penting di lingkup Gugus 3, antara lain:

Hasanuddin, S.Pd., M.Pd. – Pendamping Gugus 3 Kabupaten Soppeng

H. Zainuddin, S.Pd. – Ketua Gugus 3 Kabupaten Soppeng

Andi Rahmayuddin, S.Pd. – Ketua KKG Gugus 3 Kabupaten Soppeng

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan kuatnya komitmen bersama dalam mendukung transformasi pembelajaran di tingkat sekolah dasar.

Workshop Pembelajaran Mendalam (PM) ini dirancang untuk membekali guru dengan pendekatan pengajaran yang tidak lagi berfokus pada ketuntasan materi semata, melainkan pada pendalaman konsep, penguatan nalar, serta kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS).

Melalui sesi pemaparan materi, diskusi interaktif, dan kerja kelompok, para guru diajak memahami bagaimana merancang pembelajaran yang kontekstual, relevan dengan kehidupan nyata, serta mampu membangun karakter dan kompetensi abad ke-21 pada siswa.

Pendamping Gugus 3 Kabupaten Soppeng, Hasanuddin, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap semangat kolaboratif para guru Gugus 3.

Ia menegaskan bahwa Pembelajaran Mendalam merupakan kunci dalam mencetak generasi yang adaptif dan kritis.

“Pembelajaran Mendalam adalah fondasi penting untuk melahirkan peserta didik yang mampu berpikir tingkat tinggi. Saya sangat mengapresiasi kekompakan guru-guru di Gugus 3 ini.

"Dengan PM, guru tidak lagi sekadar mengajar untuk ujian, tetapi mengajar untuk kehidupan. Saya optimis, setelah workshop ini, kualitas interaksi belajar di kelas akan semakin hidup dan bermakna,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KKG Gugus 3, Andi Rahmayuddin, S.Pd., berharap agar seluruh peserta dapat segera mengimplementasikan hasil workshop di sekolah masing-masing.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi guru dalam menerapkan strategi Pembelajaran Mendalam di ruang kelas.

Workshop ditutup dengan diskusi kelompok antar guru yang membedah modul-modul pembelajaran inovatif serta merancang contoh penerapan PM sesuai konteks sekolah masing-masing.

Melalui workshop ini, KKG Gugus 3 Kabupaten Soppeng menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan berkolaborasi demi peningkatan mutu pendidikan.

Sinergi antar sekolah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada masa depan siswa.

(Red) 

Kamis, 08 Januari 2026

K3S Gugus 3 Soppeng Perkuat Koordinasi Jelang Pelaksanaan TKA SD


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam rangka menyambut pelaksanaan Tes Kemampuan Akhir (TKA) siswa kelas VI Sekolah Dasar, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Gugus 3 Kabupaten Soppeng menggelar rapat pemantapan pada Kamis, 8 Januari 2025.

Kegiatan ini berlangsung di Dapur Fildzah Cenrana, dengan SD Negeri 21 Mattabulu bertindak sebagai tuan rumah kegiatan.

Rapat strategis tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 14 sekolah dasar yang tergabung dalam wilayah Gugus 3 Kabupaten Soppeng.

Kehadiran para kepala sekolah dan pemangku kepentingan pendidikan ini menunjukkan komitmen bersama dalam menyukseskan pelaksanaan TKA sebagai salah satu indikator pencapaian standar kelulusan siswa sekolah dasar.

Pertemuan K3S Gugus 3 ini dipandu langsung oleh sejumlah tokoh penting di bidang pendidikan Kabupaten Soppeng, di antaranya:

Muhammad Arzak, S.Pd., Kepala SDN 21 Mattabulu selaku tuan rumah

Drs. Jamal, M.Si., Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Lalabata

Hasanuddin, S.Pd., M.Pd., Pengawas Pendamping

Andi Muh. Zulkarnain, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng

Kehadiran unsur kepala sekolah, pengawas, dan dewan pendidikan ini memperkuat sinergi lintas sektor demi peningkatan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Soppeng.

Agenda utama rapat K3S Gugus 3 kali ini adalah koordinasi teknis pelaksanaan Tes Kemampuan Akhir (TKA) bagi siswa kelas VI.

Mengingat TKA memiliki peran penting dalam mengukur capaian kompetensi peserta didik di akhir jenjang sekolah dasar, para peserta rapat melakukan sinkronisasi materi, jadwal, serta mekanisme pelaksanaan tes.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan TKA dapat berjalan secara objektif, terstandar, dan adil di seluruh sekolah yang tergabung dalam Gugus 3 Kabupaten Soppeng.

Dalam arahannya, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Andi Muh. Zulkarnain, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan TKA tidak terlepas dari kerja sama yang solid antara pihak sekolah, pengawas, dan pemangku kebijakan pendidikan.

“Sinergi yang kuat antara sekolah, pengawas, dan dewan pendidikan sangat diperlukan agar kualitas pendidikan di Kabupaten Soppeng tetap terjaga dan terus meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Arzak, S.Pd., selaku Kepala SDN 21 Mattabulu, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah kegiatan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh rekan-rekan kepala sekolah Gugus 3. Semoga melalui pertemuan di Dapur Fildzah ini, persiapan TKA semakin matang dan mampu menghasilkan capaian terbaik bagi anak didik kita,” ungkapnya.

Kegiatan rapat berlangsung dalam suasana hangat, komunikatif, dan penuh kebersamaan.

Acara ditutup dengan sesi diskusi terbuka yang membahas berbagai kendala dan solusi dalam proses pembelajaran, khususnya menjelang akhir tahun ajaran.

Melalui rapat pemantapan ini, K3S Gugus 3 Kabupaten Soppeng berharap pelaksanaan Tes Kemampuan Akhir tahun 2025 dapat berjalan lancar dan memberikan gambaran objektif terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar di wilayah tersebut.

(Red) 

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved