Daerah -->

Rabu, 01 Juli 2026

Bupati Soppeng: Turnamen Desa Jadi Tempat Lahirnya Bibit Atlet Sepak Bola Berprestasi


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menegaskan bahwa turnamen sepak bola di tingkat desa memiliki peran penting dalam mencetak bibit-bibit atlet yang berpotensi mengharumkan nama daerah di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri penutupan Turnamen Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V Tahun 2026 di Lapangan Andi Palloge, Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Rabu (1/7/2026).

Menurut Suwardi Haseng, kompetisi sepak bola bukan hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda melalui penanaman nilai sportivitas, disiplin, dan kebersamaan.

"Turnamen seperti ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah membangun sportivitas, memperkuat silaturahmi, dan melahirkan atlet-atlet potensial," kata Suwardi.

Ia optimistis penyelenggaraan turnamen secara berkesinambungan akan membuka peluang lahirnya pemain-pemain muda berbakat yang mampu bersaing hingga tingkat provinsi maupun nasional.

Selain itu, Bupati menilai suksesnya penyelenggaraan Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, panitia, dan masyarakat dalam menghadirkan kegiatan olahraga yang aman, tertib, dan berkualitas.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban agar kegiatan olahraga maupun aktivitas sosial kemasyarakatan dapat terus berkembang di Kabupaten Soppeng.

Pada kesempatan tersebut, Suwardi Haseng juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Soppeng beserta jajaran, Pemerintah Kecamatan Ganra, Pemerintah Desa Ganra, serta seluruh panitia yang telah menyukseskan Turnamen Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dengan tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat."

Pada partai final kategori umum, Ganra FC sukses keluar sebagai juara setelah mengalahkan Mantap FC. Sementara Monas FC dan Buttue Jaya FC asal Kabupaten Barru berbagi posisi juara ketiga. Di kategori usia madya, Ganra All Star tampil sebagai juara, sedangkan Wajo All Star menjadi runner-up.

Penutupan turnamen dilakukan secara resmi oleh Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., disaksikan Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto, Wakapolres Soppeng Kompol Sudarmin, S.Sos., unsur Forkopimcam Ganra, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati Lapangan Andi Palloge.

Bupati berharap turnamen sepak bola di tingkat desa terus digelar secara rutin sebagai bagian dari upaya pembinaan atlet, sekaligus memperkuat budaya olahraga, persatuan, dan kebersamaan masyarakat di Kabupaten Soppeng.

(Silviana)

Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-80, Bupati dan Wabup Soppeng Tegaskan Dukungan untuk Polri


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, S.E., bersama Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng untuk terus mendukung dan memperkuat sinergi dengan Polri. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran keduanya dalam Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang diselenggarakan Polres Soppeng di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng, Rabu (1/7/2026).

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati menjadi simbol eratnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebagai fondasi penting bagi kelancaran pembangunan, pelayanan publik, serta aktivitas masyarakat di Kabupaten Soppeng.

Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 merupakan puncak rangkaian peringatan yang sebelumnya diawali dengan upacara dan parade di Lapangan Kantor Bupati Soppeng. Kegiatan tersebut diikuti jajaran Polres Soppeng, Pemerintah Kabupaten Soppeng, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Acara berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dengan dihadiri Ketua DPRD Soppeng, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, purnawirawan Polri, Bhayangkari Cabang Soppeng, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kapolres Soppeng AKBP Aditya Praditya, S.I.K., M.I.K., mengajak seluruh personel Polri menjadikan Hari Bhayangkara ke-80 sebagai momentum untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengatakan, situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Soppeng merupakan hasil sinergi antara Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Soppeng, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat.

"Keamanan yang kita rasakan hari ini bukanlah hasil kerja satu institusi semata, melainkan buah dari sinergi dan kolaborasi semua pihak yang terus terjalin dengan baik," ujar Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, dan masyarakat atas dukungan yang terus diberikan kepada Polri. Menurutnya, Polres Soppeng akan terus mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan humanis dalam memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat sesuai semangat Polri Presisi.

Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Pemerintah Kabupaten Soppeng kembali menegaskan dukungannya terhadap berbagai upaya Polri dalam menjaga stabilitas keamanan daerah. Sinergi yang terus terjalin diharapkan mampu menciptakan kondisi yang aman, damai, dan kondusif sehingga pembangunan daerah dapat berjalan secara berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan syukuran dan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban sebagai wujud kebersamaan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat.

(Silviana)

Selasa, 30 Juni 2026

Terbongkar! Mantan Mantri Bank Plat Merah di Soppeng Diduga Gelapkan Angsuran Nasabah, Kerugian Negara Rp303 Juta


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Seorang mantan mantri pada salah satu bank milik negara di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, berinisial E, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Soppeng.

Tersangka diduga menyelewengkan uang pembayaran angsuran kredit milik sejumlah nasabah yang seharusnya disetorkan ke rekening kas bank. Akibat perbuatannya, negara diduga mengalami kerugian sebesar Rp303.370.876.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Soppeng, Nazamuddin, S.H., M.H., mengatakan, penetapan tersangka dilakukan pada Selasa (30/6/2026). Setelah menjalani pemeriksaan, tersangka langsung ditahan sekitar pukul 15.30 WITA di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Watansoppeng untuk kepentingan penyidikan.

Berdasarkan hasil penyidikan, saat masih menjabat sebagai mantri bank, tersangka diduga menerima secara langsung pembayaran cicilan, angsuran hingga pelunasan kredit dari sejumlah nasabah. Namun, dana tersebut diduga tidak pernah disetorkan ke rekening kas bank sebagaimana prosedur yang berlaku.

Untuk meyakinkan para nasabah, tersangka diduga memberikan bukti transaksi yang tampak sah, baik berupa slip setoran manual maupun bukti transaksi melalui aplikasi Brispot. Dengan modus tersebut, nasabah tetap mengira pembayaran mereka telah masuk ke sistem perbankan.

Namun, hasil penyidikan mengungkap dana yang diterima dari nasabah diduga justru digunakan untuk kepentingan pribadi sehingga tidak tercatat sebagai penerimaan resmi bank.

Hasil audit dan proses penyidikan mencatat dugaan kerugian keuangan negara mencapai Rp303.370.876.

Untuk kepentingan penyidikan, Kejari Soppeng menahan tersangka selama 20 hari, terhitung sejak 30 Juni hingga 19 Juli 2026.

Atas dugaan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 603 KUHP juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, subsider Pasal 604 KUHP juncto Pasal 18 undang-undang yang sama.

Kejari Soppeng menegaskan penyidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap seluruh fakta hukum, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain apabila ditemukan bukti yang cukup.

Sementara itu, pihak kejaksaan mengimbau masyarakat yang merasa memiliki informasi terkait perkara tersebut agar dapat menyampaikannya kepada penyidik guna mendukung proses penegakan hukum.

(Tim)

Kepala BPN dan Bupati Soppeng Perkuat Kolaborasi, Fokus Percepatan PTSL dan Reforma Agraria


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Komitmen memperkuat kerja sama di bidang pertanahan menjadi fokus utama dalam audiensi antara Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., dan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Soppeng yang baru, Agustini Pujiastuti, S.H., M.M., di ruang kerja Bupati, Selasa (30/6/2026).

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat sinergi dalam mendukung percepatan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), penyediaan lahan bagi Program Strategis Nasional (PSN), serta optimalisasi pelaksanaan Reforma Agraria melalui Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).

Audiensi ini juga menjadi momentum perkenalan Agustini Pujiastuti setelah resmi menjabat sebagai Kepala Kantor BPN Kabupaten Soppeng. Ia hadir didampingi mantan Kepala Kantor BPN Kabupaten Soppeng, Amir, S.ST., M.H., bersama jajaran pejabat BPN.

Bupati Soppeng menyambut langsung rombongan tersebut dengan didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), Kepala Dinas Sosial, Kepala Bagian Hukum, Camat Marioriawa, serta Sekretaris Desa Laringgi.

Dalam suasana penuh keakraban, kedua pihak bertukar pandangan mengenai berbagai program strategis pertanahan yang membutuhkan dukungan dan koordinasi lintas instansi agar pelaksanaannya semakin efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan Kantor BPN Kabupaten Soppeng diharapkan mampu mempercepat pelayanan pertanahan, meningkatkan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

(Silviana)

Senin, 29 Juni 2026

Polres Soppeng Tuntaskan Penyidikan Kasus BBM Subsidi, Kanit Tipidter: Tahap II Sudah Rampung


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Soppeng melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) menuntaskan penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Proses penanganan perkara kini memasuki tahap penuntutan setelah penyidik melaksanakan pelimpahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) ke Kejaksaan Negeri Soppeng.

Kanit Tipidter Polres Soppeng, Ipda Alfian, mengatakan pelimpahan dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap oleh jaksa peneliti.

"Ketiga tersangka telah kami limpahkan pada Tahap II ke Kejaksaan Negeri Soppeng bersama barang bukti berupa 1.379 liter BBM jenis Pertalite, 272 liter BBM jenis Solar, serta lima unit mobil roda empat yang digunakan untuk melangsir BBM bersubsidi," ujar Ipda Alfian kepada wartawan, Senin (29/6/2026).

Tiga tersangka yang diserahkan masing-masing berinisial MZ, ST, dan EF, yang diketahui merupakan warga Kabupaten Soppeng.

Selain para tersangka, penyidik juga menyerahkan barang bukti berupa 1.379 liter Pertalite, 272 liter Solar, serta lima unit mobil roda empat yang diduga digunakan sebagai sarana penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM bersubsidi.

Menurut Ipda Alfian, pelaksanaan Tahap II menandai berakhirnya proses penyidikan oleh Polres Soppeng. Selanjutnya, penanganan perkara menjadi kewenangan Kejaksaan Negeri Soppeng untuk proses penuntutan hingga persidangan.

Dalam perkara tersebut, para tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.

Ancaman hukuman bagi pelaku penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi yakni pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.

Ipda Alfian menegaskan, Polres Soppeng akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi guna memastikan distribusi BBM yang disubsidi pemerintah benar-benar tepat sasaran.

"Penegakan hukum ini diharapkan menjadi efek jera sekaligus peringatan bagi pihak lain agar tidak melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi yang dapat merugikan negara dan masyarakat," tutupnya.

(SLV)

Pendapatan Daerah Capai 103,61 Persen, Bupati Soppeng Serahkan Ranperda APBD 2025


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Pendapatan Daerah Kabupaten Soppeng pada Tahun Anggaran 2025 berhasil melampaui target dengan realisasi mencapai Rp1,190 triliun atau 103,61 persen. Capaian tersebut disampaikan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., saat menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Soppeng dalam Rapat Paripurna Tingkat I, Senin (29/6/2026).

Selain pendapatan yang melampaui target, realisasi belanja daerah juga mencapai Rp1,097 triliun atau 96,10 persen dari anggaran yang telah ditetapkan.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa pembahasan Ranperda merupakan tahapan penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan. Karena itu, ia berharap seluruh perangkat daerah aktif mengikuti proses pembahasan bersama DPRD agar Ranperda dapat diselesaikan tepat waktu.

"Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 membutuhkan proses pembahasan antara legislatif dan eksekutif. Saya berharap seluruh kepala perangkat daerah beserta jajarannya proaktif mengikuti pembahasan Ranperda ini agar prosesnya berjalan lancar hingga memperoleh persetujuan bersama DPRD," ujar Suwardi Haseng.

Rapat paripurna dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Soppeng, H. Nasfiding, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng, Ketua Pengadilan Agama Watansoppeng, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, para kepala perangkat daerah, pimpinan BUMD, tenaga ahli DPRD, insan pers, dan tamu undangan lainnya.

Bupati menjelaskan, penyampaian Ranperda tersebut merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Dokumen itu disampaikan kepada DPRD dengan melampirkan laporan keuangan pemerintah daerah yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ikhtisar laporan kinerja, serta laporan keuangan BUMD sebagai bahan pembahasan.

Pada kesempatan itu, Suwardi Haseng juga mengungkapkan bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025 kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI. Prestasi tersebut menjadi opini WTP ke-12 yang berhasil dipertahankan Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP merupakan hasil sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, serta pembentukan regulasi.

Sementara itu, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 tercatat sebesar Rp86,268 miliar. Sebagian besar SiLPA tersebut merupakan dana yang bersifat terikat untuk membiayai kembali kegiatan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana BOS, BLUD, sertifikasi guru, serta penyelesaian kewajiban yang belum terselesaikan pada tahun anggaran sebelumnya.

Bupati berharap pembahasan Ranperda dapat berlangsung secara konstruktif melalui sinergi yang telah terjalin antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Soppeng sehingga dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dapat disahkan tepat waktu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

(Silviana)

Minggu, 28 Juni 2026

149 Atlet PGRI Soppeng Dilepas Menuju Porsenijar Sulsel 2026, Bupati Targetkan Juara Umum


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Sebanyak 149 atlet Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Soppeng resmi dilepas untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (Porsenijar) PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) pada 2–6 Juli 2026.

Pelepasan kontingen berlangsung di Baruga Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Senin (29/6/2026), dan dipimpin langsung oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng. Dalam kesempatan itu, Bupati memberikan motivasi sekaligus menegaskan target besar bagi kontingen, yakni meraih gelar juara umum.

Turut hadir Ketua PGRI Kabupaten Soppeng Naharuddin, anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng Drs. Sulo, Ketua Kontingen Nur Alim, jajaran pengurus PGRI, para official, serta seluruh atlet yang akan berlaga pada sembilan cabang olahraga dan seni. Kontingen Soppeng juga akan mengikuti ekshibisi domino yang menjadi bagian dari rangkaian Porsenijar tahun ini.

Dalam sambutannya, Suwardi Haseng mengingatkan bahwa setiap atlet membawa nama baik Kabupaten Soppeng. Karena itu, ia meminta seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas, menjaga etika, dan menunjukkan karakter sebagai pendidik, baik di dalam maupun di luar arena pertandingan.

"Saudara-saudara bukan hanya membawa nama pribadi atau sekolah, tetapi membawa nama Kabupaten Soppeng. Tampilkan kemampuan terbaik, junjung sportivitas, dan jadilah teladan bagi semua peserta," ujarnya.

Menurut Suwardi, Porsenijar bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan keluarga besar PGRI se-Sulawesi Selatan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Para atlet diminta mengatur waktu istirahat agar tetap tampil prima saat bertanding.

Suasana pelepasan semakin hangat ketika Bupati menyelipkan candaan terkait pertandingan Piala Dunia yang tengah menjadi perhatian masyarakat.

"Jangan begadang dulu karena Piala Dunia. Simpan dulu hobinya. Yang paling penting sekarang adalah menjaga stamina agar saat bertanding bisa tampil maksimal," katanya yang disambut gelak tawa para peserta.

Selain menjaga kebugaran, Suwardi menekankan pentingnya komunikasi dan kekompakan seluruh anggota kontingen. Ia meminta para official dan ketua kontingen memastikan seluruh atlet mendapatkan pendampingan yang optimal selama berada di Sidrap. Menurutnya, koordinasi juga dapat diperkuat melalui dukungan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) apabila diperlukan.

Bupati mengungkapkan rencananya menghadiri malam pembukaan Porsenijar di Sidrap. Selain memenuhi undangan panitia, kehadirannya juga menjadi ajang bersilaturahmi dengan Bupati Sidrap yang telah lama dikenalnya sejak sama-sama menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Suwardi optimistis semangat para atlet akan semakin meningkat dengan dukungan sekitar 2.500 masyarakat Soppeng yang dijadwalkan hadir memberikan semangat secara langsung. Ia juga mengajak warga Soppeng yang bermukim di Sidrap untuk turut memenuhi arena pertandingan.

"Dukungan masyarakat adalah kekuatan tambahan bagi atlet. Saya berharap seluruh warga Soppeng yang berada di Sidrap ikut hadir memberikan semangat sehingga para atlet semakin percaya diri," katanya.

Secara khusus, Suwardi juga berpesan kepada Ketua Kontingen, Nur Alim, agar terus menjaga kekompakan dan motivasi seluruh anggota tim hingga seluruh pertandingan berakhir.

Sementara itu, Ketua Kontingen Nur Alim menyatakan seluruh atlet telah siap menghadapi Porsenijar setelah menjalani persiapan secara maksimal. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng atas dukungan penuh yang diberikan sejak tahap persiapan hingga keberangkatan menuju Sidrap.

Porsenijar PGRI Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan merupakan agenda rutin yang mempertemukan para guru dari berbagai kabupaten dan kota dalam kompetisi olahraga dan seni. Selain menjadi ajang meraih prestasi, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, dan memperkuat solidaritas antarpendidik.

Dengan persiapan yang matang, dukungan pemerintah daerah, serta antusiasme ribuan masyarakat, Kontingen PGRI Kabupaten Soppeng optimistis mampu tampil maksimal dan mewujudkan target membawa pulang gelar juara umum Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026.

(Silviana)

Peduli Sesama, Imam Masjid Nurul Iman Enrekeng dan Penyuluh Agama Islam Ganra Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Maniangpatu



Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh tokoh agama di Kabupaten Soppeng. Pasca musibah kebakaran yang menghanguskan empat unit rumah milik warga di Dusun Maniangpatu, Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, bantuan terus berdatangan dari berbagai kalangan.

Pada minggu  (28/6/2026), Imam Masjid Nurul Iman Enrekeng, Fitroh, S.Pd.I, bersama Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ganra, Hj. Masniah, turun langsung menemui para korban untuk menyerahkan bantuan berupa kebutuhan pokok.

Bantuan yang diberikan di antaranya Beras, mie instan, minyak goreng, gula pasir, serta sejumlah bahan makanan lainnya yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari para korban selama masa pemulihan pasca kebakaran.

Penyaluran bantuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan rasa empati. Kehadiran keduanya disambut hangat oleh para korban dan warga sekitar yang masih merasakan duka akibat musibah tersebut.

Imam Masjid Nurul Iman Enrekeng, Fitroh, S.Pd.I, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap sesama, terutama bagi masyarakat yang sedang mengalami cobaan.

"Musibah kebakaran ini merupakan ujian yang tidak diinginkan oleh siapa pun. Sebagai saudara sesama muslim dan sesama warga, sudah menjadi kewajiban kita untuk saling membantu dan meringankan beban mereka. Bantuan ini mungkin tidak seberapa nilainya, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat dan menjadi penyemangat bagi keluarga yang terdampak," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial.

"Jangan biarkan saudara-saudara kita berjuang sendiri. Mari kita sisihkan sebagian rezeki yang Allah titipkan kepada kita untuk membantu mereka yang sedang membutuhkan. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal ibadah dan mendapat balasan pahala dari Allah SWT," tambahnya.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ganra, Hj. Masniah, mengatakan bahwa selain bantuan materi, dukungan moral juga sangat dibutuhkan oleh para korban agar tetap kuat menjalani masa-masa sulit.

"Kami hadir bukan hanya membawa sembako, tetapi juga ingin memberikan semangat dan doa kepada para korban agar tetap sabar dan ikhlas menghadapi ujian ini. Setiap musibah pasti ada hikmahnya, dan kami berharap Allah SWT memberikan kemudahan serta mengganti segala kerugian dengan rezeki yang lebih baik," katanya.

Menurutnya, kepedulian sosial merupakan salah satu nilai yang harus terus dipupuk dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia berharap semakin banyak pihak, baik pemerintah, lembaga sosial, organisasi kemasyarakatan maupun masyarakat umum, yang ikut berpartisipasi membantu para korban sehingga kebutuhan mereka selama masa pemulihan dapat segera terpenuhi.

"Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan kebersamaan dan gotong royong, insya Allah beban yang dirasakan para korban akan menjadi lebih ringan," harapnya.

Musibah kebakaran yang terjadi di Dusun Maniangpatu menghanguskan empat rumah warga dan menyebabkan para korban kehilangan tempat tinggal beserta sebagian besar harta benda mereka. Hingga saat ini, berbagai bantuan terus berdatangan sebagai bentuk solidaritas dari masyarakat dan berbagai pihak.

Aksi yang dilakukan Imam Masjid Nurul Iman Enrekeng bersama Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ganra menjadi bukti bahwa nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan masih terus terjaga di tengah masyarakat. Diharapkan, bantuan yang terus mengalir dapat membantu para korban bangkit kembali dan menjalani kehidupan seperti sediakala.

(Silviana) 

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved