Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., menegaskan bahwa turnamen sepak bola di tingkat desa memiliki peran penting dalam mencetak bibit-bibit atlet yang berpotensi mengharumkan nama daerah di masa depan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri penutupan Turnamen Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V Tahun 2026 di Lapangan Andi Palloge, Desa Ganra, Kecamatan Ganra, Rabu (1/7/2026).
Menurut Suwardi Haseng, kompetisi sepak bola bukan hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda melalui penanaman nilai sportivitas, disiplin, dan kebersamaan.
"Turnamen seperti ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah membangun sportivitas, memperkuat silaturahmi, dan melahirkan atlet-atlet potensial," kata Suwardi.
Ia optimistis penyelenggaraan turnamen secara berkesinambungan akan membuka peluang lahirnya pemain-pemain muda berbakat yang mampu bersaing hingga tingkat provinsi maupun nasional.
Selain itu, Bupati menilai suksesnya penyelenggaraan Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, panitia, dan masyarakat dalam menghadirkan kegiatan olahraga yang aman, tertib, dan berkualitas.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban agar kegiatan olahraga maupun aktivitas sosial kemasyarakatan dapat terus berkembang di Kabupaten Soppeng.
Pada kesempatan tersebut, Suwardi Haseng juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Soppeng beserta jajaran, Pemerintah Kecamatan Ganra, Pemerintah Desa Ganra, serta seluruh panitia yang telah menyukseskan Turnamen Bhayangkara Cup IV dan Ganra Cup V dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dengan tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat."
Pada partai final kategori umum, Ganra FC sukses keluar sebagai juara setelah mengalahkan Mantap FC. Sementara Monas FC dan Buttue Jaya FC asal Kabupaten Barru berbagi posisi juara ketiga. Di kategori usia madya, Ganra All Star tampil sebagai juara, sedangkan Wajo All Star menjadi runner-up.
Penutupan turnamen dilakukan secara resmi oleh Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., disaksikan Dandim 1423/Soppeng Letkol Inf. Eko Yulianto, Wakapolres Soppeng Kompol Sudarmin, S.Sos., unsur Forkopimcam Ganra, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati Lapangan Andi Palloge.
Bupati berharap turnamen sepak bola di tingkat desa terus digelar secara rutin sebagai bagian dari upaya pembinaan atlet, sekaligus memperkuat budaya olahraga, persatuan, dan kebersamaan masyarakat di Kabupaten Soppeng.
(Silviana)












FOLLOW THE TEROPONG SULAWESI AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow TEROPONG SULAWESI on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram