Sulawesi Selatan, Teropongsulawesi.com, Transparansi pendataan atlet cabang olahraga biliar di Sulawesi Selatan kini dipertanyakan. Sejumlah insan biliar dari berbagai kabupaten/kota mendesak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel turun tangan menyikapi dugaan penyimpangan data atlet yang disebut tidak sesuai dengan Pedoman Umum (Pedum) KONI Sulsel.
Dugaan tersebut bukan tanpa alasan. Sejumlah perwakilan atlet dan pelatih daerah mengaku menemukan indikasi ketidaksesuaian antara data awal atlet dengan data akhir yang tercantum dalam daftar Entry By Name.
Selain perbedaan data, proses perubahan informasi atlet juga dipertanyakan lantaran dinilai tidak disertai penjelasan administrasi dan dokumentasi perubahan yang transparan.
Situasi ini memunculkan dugaan adanya perubahan data yang berpotensi menguntungkan atlet tertentu, meskipun persyaratan keikutsertaannya masih dipersoalkan oleh sejumlah pihak berdasarkan Pedum KONI Sulsel.
Resky Putra Pratama, S.H., yang akrab disapa NONO, selaku Wakil Ketua III POBSI Kabupaten Soppeng, menyampaikan bahwa persoalan tersebut harus segera mendapatkan perhatian serius dari KONI Sulsel.
Ia menilai, jangan sampai proses panjang pembinaan atlet di kabupaten/kota menjadi tidak berarti apabila mekanisme pendataan dan verifikasi tidak dijalankan secara konsisten.
"Kami mempertanyakan dasar perubahan data tersebut. Jika memang ada perubahan, harus jelas siapa yang melakukan, apa dasar administrasinya, dan apakah sudah sesuai dengan Pedoman Umum KONI Sulsel. Jangan sampai ada perbedaan perlakuan terhadap atlet dari daerah," ujar NONO, Sabtu (31/10/2026).
Menurut NONO, dalam dunia olahraga, sportivitas tidak hanya ditentukan saat atlet bertanding di arena, tetapi juga harus tercermin sejak tahapan administrasi dan proses penentuan atlet yang berhak mengikuti kompetisi.
Ia mengingatkan bahwa setiap daerah memiliki tanggung jawab besar dalam membina atlet. Karena itu, seluruh proses harus berjalan berdasarkan regulasi yang sama tanpa pengecualian.
"Ini bukan persoalan iri atau tidak senang terhadap atlet daerah lain. Kami justru ingin semua atlet memiliki kesempatan yang sama. Jangan sampai atlet yang sudah memenuhi persyaratan justru merasa dirugikan karena adanya dugaan proses yang tidak transparan," tegasnya.
Ia juga meminta agar dugaan tersebut tidak dianggap sebagai persoalan internal organisasi semata. Sebab, apabila terbukti terdapat manipulasi data yang disengaja, dampaknya dapat menyentuh integritas kompetisi dan kepercayaan antardaerah.
Untuk menghindari polemik berkepanjangan, sejumlah insan biliar kabupaten/kota menyampaikan tiga tuntutan kepada KONI Sulsel dan POBSI Sulsel.
Pertama, meminta Ketua Umum KONI Sulsel segera membentuk tim investigasi independen guna memeriksa dugaan penyimpangan data atlet biliar.
Kedua, meminta POBSI Sulsel membuka seluruh dokumen pendataan atlet, mulai dari data awal hingga data final Entry By Name, agar dapat diketahui secara jelas dasar setiap perubahan.
Ketiga, mendesak dilakukannya audit terhadap proses pendataan dan verifikasi ulang dokumen atlet yang dipersoalkan dengan berpedoman pada ketentuan KONI Sulsel.
Bagi NONO, keterbukaan merupakan langkah penting untuk menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di kalangan pembina dan insan biliar daerah.
"Kami tidak ingin persoalan ini menjadi bola liar. Kami juga tidak menuduh individu tertentu. Namun, dugaan yang muncul harus diperiksa secara objektif. Kalau memang tidak ada penyimpangan, buktikan melalui keterbukaan data dan proses verifikasi," ungkapnya.
Ia berharap KONI Sulsel mengambil peran dalam memastikan seluruh cabang olahraga menjalankan aturan organisasi secara konsisten.
"Kami ingin biliar Sulawesi Selatan berkembang dengan sistem yang sehat. Jangan sampai kepercayaan para pembina daerah hilang hanya karena persoalan data yang tidak mendapatkan penjelasan. Bagi kami, keadilan atlet dan tegaknya aturan jauh lebih penting," pungkas NONO.
Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pengurus POBSI Sulsel dan Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel masih dilakukan untuk mendapatkan penjelasan resmi terkait dugaan tersebut.
Klarifikasi dari pihak terkait diharapkan dapat menjawab persoalan yang berkembang sekaligus memberikan kepastian mengenai proses pendataan dan verifikasi atlet biliar di Sulawesi Selatan.
(Red)










FOLLOW THE TEROPONG SULAWESI AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow TEROPONG SULAWESI on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram