All Posts - TEROPONG SULAWESI -->

Minggu, 06 September 2026

Andi Ibrahim: Jangan Hanya Kenang Rasulullah, Wujudkan Teladannya Lewat Karya


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Soppeng diarahkan tidak berhenti pada tradisi tahunan. Keteladanan Rasulullah SAW didorong untuk diterjemahkan dalam karya, inovasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Soppeng, Andi Ibrahim Harta Sanjaya, S.H., M.Si., saat mewakili Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Soppeng, Minggu (6/9/2026).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Andi Ibrahim menegaskan bahwa meneladani Rasulullah SAW di tengah perkembangan zaman membutuhkan penerjemahan nilai-nilai agama ke dalam tindakan nyata.

“Meneladani akhlak beliau di era modern ini tidak hanya terbatas pada aspek ibadah ritual semata, melainkan bagaimana kita mampu mengejawantahkan nilai-nilai Islam menjadi karya nyata yang kreatif dan inovatif untuk menjawab tantangan zaman demi kemaslahatan ummat,” ujarnya.

Ia menilai masyarakat saat ini dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan. Namun, kreativitas dan inovasi tidak boleh kehilangan pijakan moral.

Karena itu, sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah yang melekat pada diri Rasulullah SAW disebut harus menjadi nilai dasar dalam menjalankan pekerjaan maupun pengabdian.

Andi Ibrahim juga mengingatkan prinsip khairunnas anfahum linnas. Menurutnya, ukuran kebaikan seseorang tidak hanya dilihat dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain.

“Semangat untuk menjadi pribadi yang bermanfaat harus menjadi bagian dari keteladanan Rasulullah yang kita implementasikan dalam kehidupan,” katanya.

Peringatan Maulid Kemenag Soppeng tahun ini mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Melalui Karya Kreatif, Inovatif, dan Bermanfaat bagi Masyarakat.”

Tema tersebut diperkuat dengan sejumlah kegiatan, di antaranya launching miniatur Kantor Kemenag Soppeng, Lomba Hias Telur serta penyerahan bantuan dana dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Soppeng kepada para mustahik.

Andi Ibrahim memberikan apresiasi kepada jajaran Kemenag Soppeng yang dinilai telah menghadirkan konsep peringatan Maulid yang tidak hanya sarat dengan pesan keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek kreativitas dan kepedulian sosial.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Soppeng, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada Kepala Kantor Kemenag Soppeng beserta seluruh jajarannya atas terselenggaranya acara ini,” ujarnya.

Hal menarik lainnya, kegiatan tersebut turut melibatkan unsur lintas agama di Kabupaten Soppeng.

Kepala Kemenag Soppeng, H. Afdal, mengatakan pelibatan berbagai unsur keagamaan menjadi bagian dari upaya memperkuat keharmonisan dan toleransi di tengah masyarakat.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hari ini terasa sangat istimewa karena kita melibatkan unsur lintas agama yang ada di Kabupaten Soppeng,” tegas H. Afdal.

Hikmah Maulid kemudian disampaikan Ketua IKA DDI, Dr. KH. Arham Basid, Lc., M.A.

Peringatan tersebut akhirnya membawa pesan yang cukup jelas: mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan mengenang kelahirannya, tetapi dengan menghadirkan akhlaknya dalam kehidupan dan menjadikan keteladanannya sebagai energi untuk melahirkan karya yang bermanfaat.

(Taggi)

Sabtu, 05 September 2026

Tiga Nama Pilihan IAS Mulai Terbaca, Nurmal Idrus: Ini Kombinasi yang Saling Menguatkan


Makassar, Teropongsulawesi.com, Arah kepengurusan baru DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai menunjukkan bentuk. Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS) disebut telah mengerucutkan pilihan pada tiga figur untuk mengisi posisi strategis dalam struktur KSB.

Mereka adalah Supriansa untuk Ketua Harian, Rahman Pina sebagai Sekretaris, dan Amirullah Nur Saenong sebagai Bendahara.

Komposisi ini mendapat penilaian positif dari Direktur Nurani Strategic, Dr. Nurmal Idrus. Ia melihat ketiga figur tersebut memiliki modal yang berbeda sehingga berpotensi menjadi satu kesatuan yang kuat dalam menopang kepemimpinan IAS.

“Saya kira itu komposisi terbaik. Ketiganya memiliki karakter dan kapasitas yang saling melengkapi,” ujar Nurmal. Minggu (6/9/2026). 

Menurut dia, pilihan Supriansa sebagai Ketua Harian memiliki arti penting bagi konsolidasi internal Golkar Sulsel. Posisi tersebut membutuhkan figur yang mampu bergerak aktif dan menjembatani kepentingan berbagai kelompok di internal partai.

“Supriansa bisa memback up IAS dalam membingkai kepengurusan Golkar Sulsel yang masih terserak,” katanya.

Nurmal menilai Ketua Harian harus memiliki kemampuan politik yang cukup untuk menjaga roda organisasi tetap berjalan ketika Ketua DPD I berada dalam agenda politik yang lebih luas.

“Ketua harian bukan sekadar posisi administratif, tetapi harus mampu menjadi penggerak organisasi,” jelasnya.

Nama Rahman Pina dinilai memiliki karakter berbeda. Pengalaman dalam organisasi politik dan pengalaman sebagai pimpinan DPRD menjadi modal yang dianggap relevan untuk posisi Sekretaris.

Bagi Nurmal, sekretaris merupakan posisi yang sangat menentukan karena berada di antara keputusan politik dan implementasi organisasi.

“Rahman Pina punya pengalaman sebagai sekretaris dan juga pengalaman sebagai pimpinan DPRD,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman tersebut dibutuhkan agar keputusan-keputusan politik IAS tidak berhenti pada level wacana, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program dan kerja organisasi.

“Sekretaris harus mampu menerjemahkan keputusan politik ketua menjadi kerja organisasi yang konkret,” katanya.

Sementara itu, Amirullah Nur Saenong dipandang memiliki peran penting jika ditempatkan sebagai Bendahara.

Nurmal mengatakan, soliditas partai tidak hanya membutuhkan kekuatan politik dan konsolidasi organisasi, tetapi juga tata kelola keuangan yang baik.

“Amirullah Nur akan menjadi salah satu penopang finansial kepengurusan yang solid,” katanya.

Ia menekankan bahwa struktur partai sebesar Golkar Sulsel membutuhkan pengelolaan keuangan yang sehat, transparan, dan mampu mendukung berbagai agenda organisasi.

Menurut Nurmal, jika tiga nama tersebut benar-benar ditetapkan, IAS telah memiliki fondasi awal yang cukup kuat untuk menjalankan kepengurusan baru.

Namun, ia mengingatkan agar komposisi tersebut tidak berhenti sebagai pembagian posisi. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana IAS menyusun struktur di bawahnya sehingga seluruh kekuatan internal Golkar tetap mendapatkan ruang.

“Kalau tiga nama ini benar-benar masuk dalam posisi KSB, IAS sudah memiliki mesin awal yang cukup kuat,” ujarnya.

Nurmal menilai pekerjaan terbesar IAS setelah Musda adalah membangun kembali kohesi internal.

“Golkar Sulsel tidak kekurangan orang hebat. Tantangannya adalah bagaimana orang-orang hebat itu bisa ditempatkan dalam satu orkestrasi yang sama,” tegasnya.

Karena itu, ia menilai Ketua, Ketua Harian, Sekretaris dan Bendahara harus menjadi pusat koordinasi yang mampu merangkul berbagai kelompok.

“Ketua, ketua harian, sekretaris dan bendahara harus menjadi simpul yang mampu mengikat seluruh kelompok,” pungkasnya.

Dengan mencuatnya tiga nama tersebut, pertarungan berikutnya bukan lagi sekadar soal siapa yang duduk di KSB. Perhatian kini tertuju pada bagaimana IAS menyusun struktur lengkap Golkar Sulsel dan membuktikan kemampuannya meramu berbagai kekuatan menjadi satu mesin politik yang solid.

(Taggi)

Bupati Soppeng: Keteladanan Rasulullah Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat persatuan, kepedulian sosial dan semangat gotong royong.

Hal itu disampaikan Suwardi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Babuttaubah, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau, Sabtu (5/9/2026).

Suwardi mengatakan, kehidupan Rasulullah SAW memiliki banyak keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam membangun hubungan sosial yang harmonis.

“Peringatan Maulid dapat menjadi ruang untuk kembali merenungkan, menghayati dan meneladani berbagai aspek kehidupan Rasulullah SAW yang dikenal sebagai teladan dalam membangun peradaban manusia berakhlak mulia,” ujar Suwardi.

Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan. Menurutnya, Rasulullah SAW telah memberikan contoh melalui Piagam Madinah dalam membangun kehidupan masyarakat yang saling menghormati.

“Selaku masyarakat Soppeng, kita harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai Piagam Madinah dalam hidup berbangsa, bernegara dan bermasyarakat,” katanya.

Suwardi juga mengajak masyarakat memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah. Nilai persaudaraan tersebut, kata dia, harus diwujudkan melalui empati, kepedulian dan kesediaan membantu sesama.

Bupati menilai semangat kebersamaan juga menjadi bagian penting dalam pembangunan Kabupaten Soppeng. Pemerintah tidak dapat menjalankan seluruh agenda pembangunan tanpa keterlibatan masyarakat.

“Pembangunan yang hakiki membutuhkan sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, Suwardi mengajak masyarakat mempertahankan semangat Yassisoppengi sebagai nilai kebersamaan masyarakat Soppeng.

Ia berharap budaya gotong royong dan kepedulian sosial terus diperkuat sehingga menjadi energi bersama dalam mewujudkan Soppeng yang maju, berdaya saing dan penuh berkah.

Dalam kesempatan tersebut, Suwardi juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan panitia Masjid Babuttaubah atas pelaksanaan kegiatan Maulid yang menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus wadah mempererat silaturahmi.

Peringatan Maulid turut dihadiri Camat dan unsur Forkopimca Lilirilau, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, majelis taklim Kelurahan Pajalesang, pengurus Masjid Babuttaubah, panitia pelaksana serta jamaah.

(Taggi)

Mustahik Didorong Mandiri, Bupati Soppeng Suwardi Haseng: Kelak Jadi Muzakki


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, mendorong penerima manfaat Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) untuk tidak melihat bantuan hanya dari besar kecilnya nominal. Bantuan tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperbaiki kondisi ekonomi hingga penerima manfaat kelak mampu menjadi muzakki.

Pesan itu disampaikan Suwardi saat menghadiri penyaluran ZIS Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Soppeng di Cabenge, Kecamatan Lilirilau, Sabtu (5/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 345 mustahik dari Kecamatan Lilirilau, Liliriaja dan Citta menerima bantuan dengan total nilai mencapai Rp131 juta.

Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng KM Satturi, S.Pdi., M.Pdi., bersama jajaran pengurus turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula unsur Forkopimda, perwakilan Kemenag, Dandim 1423 Soppeng, para Kepala KUA, camat, kepala desa dan lurah, serta para muzakki dan mustahik.

Ketua BAZNAS Soppeng KM Satturi mengatakan, penyaluran ZIS tahun ini memiliki pola yang lebih beragam. Selain bantuan bagi fakir miskin dan siswa kurang mampu, BAZNAS mulai memberikan bantuan modal kepada pelaku UMKM.

“Baru tahun ini dana ZIS disalurkan untuk UMKM,” ujar Satturi.

Bantuan yang diberikan antara lain sekitar Rp300 ribu bagi fakir miskin, Rp250 ribu bagi siswa/santri kurang mampu yang juga mendapatkan tas sekolah, serta Rp1,5 juta untuk masing-masing pelaku UMKM.

Menurut Satturi, penyaluran tersebut merupakan bentuk amanah BAZNAS dalam mengelola dana yang dihimpun dari para muzakki untuk kemudian diberikan kepada masyarakat yang berhak.

Suwardi Haseng menilai zakat memiliki peran yang lebih besar daripada sekadar bantuan sosial.

Menurutnya, zakat merupakan instrumen sosial-ekonomi yang dapat membantu menciptakan keadilan sekaligus memperkuat pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengapresiasi BAZNAS Soppeng yang terus berupaya mengelola dana umat secara amanah, transparan dan tepat sasaran.

“Zakat bukan sekadar kewajiban agama yang bersifat personal, tetapi merupakan instrumen sosial-ekonomi yang sangat kuat untuk menciptakan keadilan dan pemerataan,” kata Suwardi.

Bupati juga meminta para penerima bantuan menggunakan dana tersebut sesuai kebutuhan. Bagi keluarga kurang mampu, bantuan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Sementara bagi pelaku usaha, dana tersebut diharapkan menjadi tambahan modal untuk mengembangkan usahanya.

“Jangan melihat bantuan ini hanya dari nominalnya. Ini merupakan bentuk kasih sayang Allah melalui sesama umat Muslim,” pesannya.

Suwardi berharap bantuan ZIS tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif, tetapi mampu menjadi bagian dari proses perubahan ekonomi masyarakat.

Terlebih dengan mulai disalurkannya bantuan modal UMKM, ia berharap penerima manfaat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun usaha yang produktif.

Menurutnya, ukuran keberhasilan penyaluran ZIS bukan hanya berapa banyak bantuan yang disalurkan, tetapi juga sejauh mana bantuan tersebut mampu mengubah kehidupan penerima.

“Gunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga maupun sebagai penunjang usaha produktif,” ujarnya.

Ia pun berharap penerima bantuan hari ini suatu saat dapat berdiri sendiri secara ekonomi dan bahkan mampu mengeluarkan zakat untuk membantu masyarakat lainnya.

“Semoga berkah dari zakat ini dapat mengubah keadaan, sehingga para penerima hari ini kelak dapat menjadi muzakki yang mandiri secara ekonomi,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Suwardi juga menyoroti potensi penghimpunan zakat di Kabupaten Soppeng yang dinilainya masih sangat besar.

Ia menyebut penerimaan zakat Soppeng saat ini berada di kisaran Rp2 miliar, sementara Kabupaten Barru disebut telah mencapai sekitar Rp24 miliar.

Padahal, menurut Suwardi, Soppeng memiliki wilayah dan jumlah masyarakat yang cukup besar serta banyak pelaku usaha yang berpotensi menjadi muzakki.

Karena itu, ia mengajak ASN dan masyarakat yang telah memenuhi nisab untuk menyalurkan ZIS melalui BAZNAS.

Suwardi juga meminta zakat yang disalurkan langsung kepada keluarga atau masyarakat yang berhak tetap dilaporkan dan dicatat oleh BAZNAS.

Menurutnya, pendataan yang baik akan memberikan gambaran lebih utuh mengenai potensi zakat masyarakat Soppeng.

Bupati menekankan pentingnya pengelolaan ZIS yang transparan dan akuntabel. Kepercayaan masyarakat, kata dia, harus terus dijaga agar penghimpunan zakat dapat meningkat.

Jika dana yang terkumpul semakin besar, Suwardi berharap nilai bantuan kepada masyarakat juga dapat ditingkatkan.

Ia bahkan membayangkan bantuan bagi fakir miskin dan siswa/santri kurang mampu dapat meningkat hingga Rp1 juta per penerima apabila penghimpunan ZIS semakin optimal.

Di sisi lain, Suwardi menyampaikan bahwa masa kepengurusan BAZNAS Kabupaten Soppeng akan berakhir pada September. Pemerintah daerah selanjutnya akan membentuk panitia rekrutmen pengurus dan membuka proses pendaftaran secara transparan dan terbuka.

Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan kepengurusan yang semakin berkualitas sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Penyaluran ZIS kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada 25 penerima manfaat.

(Taggi)

Jumat, 04 September 2026

RSUP Wahidin Cek Kesiapan RSUD La Temmamala, Layanan Kanker, Jantung hingga Stroke Diperkuat


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Penguatan layanan kesehatan di Kabupaten Soppeng memasuki tahap penting. Tim RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo melakukan visitasi dan advokasi ke RSUD La Temmamala Soppeng untuk melihat langsung kesiapan rumah sakit dalam penguatan jejaring pelayanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).

Kegiatan berlangsung Jumat (4/9/2026), sehari setelah RSUD La Temmamala mendapat tambahan fasilitas kesehatan berupa CT Scan yang diresmikan Bupati Soppeng, Kamis (3/9/2026). Fasilitas CT Scan tersebut menjadi salah satu penguatan layanan diagnostik di rumah sakit daerah.

Ketua Tim Visitasi, dr. Abdul Muis, Sp.S(K), mengatakan kehadiran tim RSUP Wahidin merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi rumah sakit jejaring dalam memberikan pelayanan pada sejumlah penyakit prioritas.

“Visitasi ini dalam rangka mendukung penguatan RS Jejaring pelayanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi dan KIA,” ujarnya.

Direktur RSUD La Temmamala, dr. Hj. Sitti Mudirusniah, M.Kes., Sp.KJ, menyambut baik proses pendampingan tersebut.

Menurutnya, visitasi dari RSUP Wahidin menjadi kesempatan bagi RSUD La Temmamala untuk mendapatkan masukan langsung terkait pengembangan pelayanan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Visitasi atas kesediaannya datang di RSUD La Temmamala untuk penguatan RS Jejaring. Kami berharap melalui visitasi ini dapat memperoleh masukan, arahan dan saran terkait pengembangan pelayanan di RS,” katanya.

Ia juga menyinggung dukungan pemerintah terhadap peningkatan fasilitas RSUD La Temmamala, termasuk bantuan CT Scan yang diterima pada 2026 dan kini telah difungsikan.

Kehadiran CT Scan menjadi tambahan penting bagi layanan diagnostik rumah sakit. Pemerintah Kabupaten Soppeng sebelumnya menyebut perangkat tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan agar masyarakat mendapat akses pemeriksaan yang lebih cepat dan tidak selalu harus dirujuk ke luar daerah.

Setelah pembukaan dan pemaparan, Tim Visitasi RSUP Wahidin langsung melakukan penelusuran ke berbagai unit pelayanan.

Tim mendatangi IGD Umum, IGD PONEK, Poliklinik, ruang rawat inap hingga kamar bersalin.

Penelusuran kemudian berlanjut ke sejumlah fasilitas penunjang dan layanan khusus, mulai dari Radiologi, Laboratorium Patologi Klinik, Laboratorium Patologi Anatomi, Cathlab Jantung, Rehabilitasi Medik Neurologi hingga Kamar Operasi.

Tidak hanya itu, Ruang Hemodialisa, ICU, CVCU dan NICU juga menjadi bagian dari unit yang ditinjau.

Penelusuran lapangan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan sarana dan prasarana, sumber daya manusia serta pelaksanaan pelayanan yang berkaitan dengan pengampuan KJSU-KIA.

Dengan metode tersebut, kondisi pelayanan di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan rekomendasi penguatan rumah sakit.


Usai seluruh unit ditelusuri, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Exit Conference.

Pada sesi tersebut, Tim Visitasi menyampaikan hasil penelusuran kepada jajaran RSUD La Temmamala. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan diskusi serta penyusunan rencana tindak lanjut.

Momentum ini menjadi penting bagi RSUD La Temmamala untuk memperkuat kapasitas layanan sekaligus meningkatkan kesiapan sebagai bagian dari jejaring pelayanan kesehatan.

Dengan penguatan jejaring bersama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dan dukungan fasilitas yang semakin lengkap, RSUD La Temmamala diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat dan komprehensif bagi masyarakat Soppeng.

Terutama untuk penanganan kasus kanker, jantung, stroke, uronefrologi serta kesehatan ibu dan anak yang membutuhkan pelayanan terintegrasi dan sistem rujukan yang kuat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Tim Visitasi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Direktur RSUD La Temmamala beserta jajaran manajemen, Ketua Komite Medik, dokter spesialis, dokter umum serta kepala ruangan yang terlibat dalam pelayanan.

Sumber: Humas RSUD La Temmamala

MTsN Soppeng Tundukkan Persaingan di Cadika, Juara Umum I Penggalang Kemah Pramuka Madrasah Sulsel


Gowa, Teropongsulawesi.com, Prestasi membanggakan kembali datang dari Kabupaten Soppeng. Kontingen MTs Negeri Soppeng sukses menempati posisi teratas dan meraih Juara Umum I Tingkat Penggalang pada Kemah Pramuka Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan 2026 di Bumi Perkemahan Cadika, Gowa.

Bukan tanpa alasan kontingen MTsN Soppeng mampu berdiri di podium tertinggi. Sejumlah kategori berhasil ditaklukkan dengan hasil gemilang.

Pada lomba Tapak Perkemahan Putra, MTsN Soppeng keluar sebagai Juara I. Hasil serupa kembali diraih pada Tapak Perkemahan Putri, yang juga berhasil diamankan sebagai Juara I.

Sementara pada kategori Yel-Yel Tingkat Penggalang, kontingen MTsN Soppeng berhasil meraih Juara II.

Rangkaian hasil tersebut menjadi modal penting bagi MTsN Soppeng untuk mengunci gelar Juara Umum I Penggalang dalam ajang yang mempertemukan kontingen pramuka madrasah dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Kekuatan MTsN Soppeng terlihat dari kedisiplinan peserta dalam mengelola tapak perkemahan. Kerapian, kebersihan, ketertiban, serta kekompakan menjadi bagian yang diperhitungkan dalam perlombaan.

Semangat yang sama juga terlihat ketika para siswa tampil dalam lomba yel-yel. Energi, kreativitas dan kekompakan berhasil ditampilkan hingga membawa mereka meraih posisi kedua.

Capaian tersebut sekaligus menjadi buah dari persiapan yang dilakukan secara serius. Latihan intensif, pendampingan pembina, kekompakan peserta dan dukungan keluarga besar madrasah menjadi bagian dari perjalanan kontingen hingga berhasil membawa pulang gelar juara umum.

Kepala MTsN Soppeng, Siliwarni Karim, menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh siswa, pembina dan pendamping.

“Alhamdulillah, ini adalah buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan kekompakan seluruh siswa, pembina, serta pendamping. Prestasi ini bukan hanya membanggakan MTsN Soppeng, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Soppeng di tingkat Sulawesi Selatan,” ujar Siliwarni Karim, Sabtu (5/9/2026).

Ia berharap prestasi tersebut tidak berhenti sebagai sebuah kemenangan, tetapi menjadi penyemangat bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani bersaing di berbagai ajang.

Bagi MTsN Soppeng, pengalaman di Cadika Gowa juga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga menanamkan disiplin, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan dan kerja sama.

Dengan raihan Juara I Tapak Perkemahan Putra, Juara I Tapak Perkemahan Putri dan Juara II Yel-Yel, MTsN Soppeng akhirnya pulang membawa predikat Juara Umum I Penggalang.

Sebuah pembuktian bahwa slogan “Datang untuk berproses, pulang membawa prestasi” benar-benar diwujudkan di medan perkemahan.

(Taggi)

Tampil Menonjol di Tengah 148 Peserta, Kepala SDN 202 Walennae Soppeng Raih Predikat Terbaik


Makassar, Teropongsulawesi.com,– Persaingan ketat dalam Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) tingkat Sulawesi Selatan berakhir manis bagi Kabupaten Soppeng.

Rahmaningsi, S.Pd., Kepala SD Negeri 202 Walennae, berhasil meraih predikat peserta terbaik dalam pelatihan yang diikuti 148 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Predikat tersebut diraih setelah Rahmaningsi mengikuti seluruh rangkaian pelatihan selama 10 hari yang berlangsung di Makassar sejak 24 Agustus 2026 hingga ditutup pada Jumat (4/9/2026).

Capaian itu sekaligus membawa nama Soppeng menonjol di antara peserta yang datang dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Pelatihan BCKS diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Provinsi Sulawesi Selatan.

Program tersebut diikuti guru-guru yang sebelumnya telah melewati proses seleksi dan dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai peserta pengembangan calon kepala sekolah.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan teori. Materi kepemimpinan dan pengelolaan satuan pendidikan juga dipadukan dengan praktik lapangan melalui kegiatan shadowing.

Peserta mengunjungi sejumlah sekolah sasaran untuk mengamati secara langsung praktik kepemimpinan kepala sekolah, pengelolaan sekolah, serta berbagai persoalan yang dihadapi dalam menjalankan satuan pendidikan.

Dalam rangkaian pelatihan tersebut, Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) Kemendikdasmen, Dr. Iwan Junaedi, turut memberikan penguatan terkait kebijakan pendidikan.

Bukan Sekadar Predikat

Predikat peserta terbaik yang diraih Rahmaningsi menjadi capaian penting bagi Kabupaten Soppeng.

Pasalnya, penghargaan tersebut diraih di tengah proses pelatihan yang melibatkan 148 peserta se-Sulsel dengan latar belakang dan pengalaman pendidikan dari berbagai daerah.

Rahmaningsi saat ini menjabat Kepala SD Negeri 202 Walennae Kabupaten Soppeng. Ia juga dikenal sebagai salah satu inovator daerah yang aktif dalam pengembangan pendidikan.

Prestasi tersebut menjadi tambahan rekam jejak Rahmaningsi dalam kapasitasnya sebagai pendidik sekaligus pemimpin satuan pendidikan.

Bagi Kabupaten Soppeng, capaian itu menjadi kabar positif di tengah upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan sekolah.

Pelatihan BCKS sendiri menjadi bagian dari proses penyiapan calon kepala sekolah dalam sistem penugasan kepala sekolah yang diterapkan Kemendikdasmen.

Melalui proses tersebut, calon kepala sekolah dipersiapkan agar memiliki kompetensi, kapasitas kepemimpinan, serta kesiapan dalam mengelola satuan pendidikan.

Dari 148 peserta yang mengikuti pelatihan, Rahmaningsi berhasil keluar sebagai salah satu yang terbaik dan membawa nama Soppeng ke panggung prestasi pendidikan tingkat Sulawesi Selatan.

(Taggi)

Usai Salat Jumat, Ratusan Jamaah Rantepao Dapat Paket Makan Siang dari Kapolres


Toraja Utara, Teropongsulawesi.com, Ada pemandangan berbeda di depan Masjid Besar Rantepao, Jalan Kostan, Kelurahan Malango’, Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Jumat (4/9/2026) siang.

Usai melaksanakan salat Jumat, ratusan jamaah tidak langsung beranjak pulang. Mereka mendapat paket makan siang yang dibagikan langsung jajaran Polres Toraja Utara bersama Bhayangkari Cabang Toraja Utara.

Aksi tersebut dikemas dalam program Jumat Berkah dengan mengusung tema Bhayangkari Peduli. Kapolres Toraja Utara AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat, S.H., S.IK., M.IK., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Toraja Utara, Ny. Rina Yoseph Sudrajat, turun langsung membagikan nasi kotak kepada masyarakat.

Bukan sekadar berbagi makanan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri membangun kedekatan dengan masyarakat melalui aksi sosial yang sederhana namun menyentuh langsung.

Kapolres mengatakan, kepedulian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana yang manfaatnya bisa langsung dirasakan.

“Paket makan siang yang telah kami bagikan diharapkan dapat memberikan manfaat kecil namun nyata kepada masyarakat. Kami ingin terus menumbuhkan semangat berbagi, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan kebahagiaan melalui hal-hal sederhana yang bermanfaat,” kata Yoseph.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Toraja Utara bersama Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Toraja Utara, para Pejabat Utama Polres Toraja Utara dan jajaran Pengurus Bhayangkari.

Antusiasme masyarakat terlihat saat pembagian paket berlangsung. Senyum dan sapaan hangat mewarnai kegiatan yang berlangsung setelah ibadah Jumat tersebut.

Bagi Polres Toraja Utara, kegiatan seperti ini menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya ketika terjadi persoalan keamanan, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan sentuhan kepedulian.

Melalui program Bhayangkari Peduli, Polres Toraja Utara dan Bhayangkari berkomitmen melanjutkan kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui program Bhayangkari Peduli ini, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat,” tutup Kapolres.

Jumat Berkah kali ini pun meninggalkan pesan sederhana: kepedulian tak selalu harus besar, tetapi harus nyata dan dirasakan.

(Humas Polres Toraja Utara Polda Sulsel)

Kamis, 03 September 2026

Bupati Soppeng Serukan Teladan Nabi, Pemerintah dan Aparat Diminta Jaga Kedamaian Bumi Latemmamala


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengingatkan pentingnya keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam membangun pemerintahan yang berintegritas dan menjaga kedamaian masyarakat.

Pesan itu disampaikan Suwardi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Polres Soppeng. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle, Kapolres Soppeng AKBP Budi Haryanto, serta jajaran Forkopimda.

Menurut Suwardi, Maulid Nabi bukan hanya momentum mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga kesempatan untuk menggali kembali nilai-nilai keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan pemerintahan.

“Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam segala aspek kehidupan,” tegasnya.

Suwardi kemudian menyoroti empat sifat utama Rasulullah SAW yang dinilainya sangat relevan dengan tugas pemerintah dan aparat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Keempat sifat tersebut adalah siddiq atau jujur, amanah atau dapat dipercaya, tabligh atau komunikatif, serta fathanah atau cerdas.

Bagi Suwardi, nilai-nilai tersebut harus menjadi bagian dari karakter dalam menjalankan tugas. Kejujuran, amanah, komunikasi yang baik, serta kecerdasan dalam mengambil keputusan dinilai menjadi fondasi penting untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

Ia juga menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat seharusnya tidak semata-mata dipandang sebagai tugas kedinasan.

“Ketika seluruh masyarakat, pemerintah dan aparat mampu mengintegrasikan ketakwaan dan akhlak mulia ini ke dalam sanubari, maka tugas menjaga keamanan bukan lagi sekadar profesi, melainkan ladang ibadah yang bernilai pahala jariah,” ujarnya.

Di tengah dinamika kehidupan masyarakat, Suwardi mengajak seluruh elemen daerah memperkuat persaudaraan dan menghindari berbagai hal yang dapat memicu perpecahan.

Ia mendorong sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, serta masyarakat agar tercipta suasana yang aman, damai, dan harmonis di Kabupaten Soppeng.

“Mari kita teladani keluhuran budi pekerti Nabi Besar Muhammad SAW dalam memelihara kedamaian di bumi Latemmamala yang kita cintai ini,” pungkasnya.

(Taggi)

Suara Brong Tak Lagi Bebas! 31 Motor Terjaring Patroli Malam Satlantas Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suara knalpot brong yang selama ini mengusik ketenangan warga kini kembali menjadi sasaran aparat kepolisian. Satlantas Polres Soppeng turun langsung melakukan penyisiran pada malam hari.

Hasilnya cukup mengejutkan. Sebanyak 31 sepeda motor ditertibkan dalam patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang digelar Kamis (3/9/2026) malam.

Patroli mulai bergerak sekitar pukul 21.00 Wita. Sejumlah ruas jalan di wilayah hukum Polres Soppeng, terutama kawasan seputaran Kota Watansoppeng, menjadi sasaran pemeriksaan.

Kegiatan dipimpin Kanit Turjawali Satlantas Polres Soppeng, IPDA Fahril Nurdin, S.H., bersama personel Satlantas.

Kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis langsung menjadi perhatian petugas. Satu per satu sepeda motor diperiksa hingga akhirnya 31 kendaraan terjaring dalam kegiatan tersebut.

Penertiban ini dilakukan menyusul masih adanya penggunaan knalpot dengan suara bising yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat, terlebih ketika digunakan pada malam hari.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto menegaskan bahwa penertiban tidak hanya berorientasi pada penindakan.

“Penertiban knalpot yang tidak sesuai spesifikasi bukan semata-mata persoalan penindakan, tetapi merupakan bagian dari upaya kita menjaga ketertiban, keselamatan dan kenyamanan bersama. Suara kendaraan yang terlalu bising juga dapat mengganggu masyarakat,” tegasnya.

Menurut Kapolres, kendaraan bermotor harus memenuhi standar teknis yang telah ditentukan. Modifikasi kendaraan tidak seharusnya justru menimbulkan gangguan bagi pengguna jalan maupun masyarakat.

Ia pun mengingatkan pengendara sepeda motor agar tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara sepeda motor, agar tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi. Mari kita sama-sama menjaga Soppeng tetap aman, tertib dan nyaman, serta menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam berkendara,” ujarnya.

Polres Soppeng memastikan patroli dan penertiban akan terus digencarkan secara terukur. Bukan hanya untuk menekan pelanggaran lalu lintas, tetapi juga menjaga situasi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

31 motor sudah terjaring dalam satu malam. Bagi pengguna knalpot brong, patroli malam Satlantas Polres Soppeng menjadi sinyal bahwa jalan raya bukan tempat untuk bebas mengabaikan aturan.

(Taggi)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved