-->

Kamis, 17 Oktober 2019

Bawaslu Kabupaten Soppeng Gelar Kegiatan Pengawasan Pemilu Partisipatif, Ini Tujuannya


Teropongsulawesi.com, Soppeng (Sulsel) - Bawaslu Kabupaten Soppeng melaksanakan kegiatan sehubungan dengan berakhirnya Tahapan Pemilihan Umum Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota serta Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 dan kini akan memasuki Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020 mendatang. 

Pengawasan Pemilu Partisipatif ini dengan tema Evaluasi Pengawasan Pemilu 2019 di Hotel ADA Kabupaten Soppeng, Jumat 18/10/2019 .

Bersama Rakyat Awasi Pemilu Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemuda,  itulah motto pada acara ini.


Dalam kegiatan tersebut  Bupati Soppeng yang di Wakili oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Soppeng Drs Arif Dimas,M.Si dalam sambutannya mengungkapkan bahwa, Pertemuan yang dilakukan ini merupakan kewajiban konstitusi dalam pengawasan pemilu harus menyampaikan laporan atau pengawasan pemilu yang dilakukan pada anggota DPR, DPD, DPRD  yang merupakan tujuan dari evaluasi dan pengawasan.

Foto : Drs. Arif Dimas, M. Si 

Proses pemungutan suara kita jaga dan menjadi tanggungjawab kita bersama, ungkap Arif Dimas. 

Sementara itu dalam Sambutan Pimpinan  Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan , Amrayadi,SH mengatakan bahwa bagaimana proses pelaksanaan pemilu bisa berjalan dengan baik sekaligus menginformasikan dan mengedukasi masyarakat agar masyarakat paham tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara. 

Memberikan informasi-informasi yang menyejukkan dan menenangkan sehingga masyarakat kemudian optimis proses pemilu berjalan dengan baik. 

Terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semuanya yang telah memberikan kontribusi nyata untuk proses demokrasi pemilihan umum 2019 bisa berjalan dengan baik untuk melakukan evaluasi itu penting.

Foto : Hawaya, S. Pd (Bendahara IWO Soppeng) , Fas Rahmat Kami, S. IP (Ketua PWI Soppeng)  dan Tri Wulan Jaya (Wartawan dari Organisasi  IJS). 

Di acara yang sama Syaiful Jihad, M.Ag dari Bawaslu Provinsi Sulsel bidang hubungan antar lembaga mengungkapkan bahwa, teman-teman sebagai pihak penyelenggara mesti didorong dan dikontrol.

Kita sama-sama lebih baik dengan belajar dari proses pemilu di 2019.

Partisipasi sekalian dari media online, dari TNI Polri perang besar yang telah menciptakan kedamaian dan ketenangan di Soppeng. 

Pemilu kemarin mari kita lanjutkan, mari kita tingkatkan ke arah yang lebih baik dan lebih maksimal sehingga proses pelaksanaan tahapan demokratisasi yang akan kita kembangkan menjadi penting.

Generasi-generasi yang diharapkan ke depan bisa kembali ke komunitas masyarakat masyarakat lebih baik lagi menciptakan kesejukan. 

Tantangan yang sangat berat pemilu-pemilu sebelumnya mungkin sudah diantisipasi dengan bai.

Hal-hal yang merusak proses demokrasi yang terkait dengan politik uang , sebaiknya masyarakat diberikan pemahaman, pungkas Syaiful Jihad. 

Adapun yang hadir yaitu  Pimpinan Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Asisten I Sekertariat Daerah Kabupaten Soppeng, Kejari, Ketua Bawaslu, Dandim, Kapolres, Ketua Pers ,Tokoh agama, Kapolsek, Danramil, Pimpinan Parpol, Camat, Ketua KPU, Dukcapil, Kesbangpol, Perhubungan, Sat Pol PP dan PK Kabupaten Soppeng. (W@Wa). 

Selasa, 01 Oktober 2019

Abd Rauf Malaganni, Nilai-Nilai Pancasila Membuat Masyarakat Senakin Matang Dalam Berpolitik


Teropongsulawesi. Com, Humas, Gowa - Pancasila adalah sumber nilai jati diri bangsa sekaligus fondasi negara. Sebagai falsafah negara, Pancasila menjadi acuan dalam mewujudkan Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera. 

Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Gowa Abd. Rauf Malaganni saat memimpin upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Gowa, Selasa, (1/10). 

Hal ini pula sesuai dengan tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini yakni "Pancasila Sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia".

"Indonesia mempersatukan kita sebagai bangsa dan negara secara utuh, Pancasila memperkuat sendi-sendi kehidupan sosial, ekonomi, budaya, politik masyarakat kita,"  ungkapnya. 

Lanjutnya, nilai-nilai Pancasila telah membuat masyarakat semakin matang dalam kehidupan politik sebagaimana telah ditampilkan dalam pesta pemilu beberapa waktu lalu. sehingga ini tentunya menepis bahwa kehadiran Pancasila kurang memperoleh perhatian bersama sejak Reformasi 1998.

"Untuk membangun bangsa dan negara yang kita cintai ini, dibutuhkan kerja keras bersama berlandaskan Pancasila. Kita semua tentu ingin membangun bangsa yang berperadaban unggul, salah satu cirinya adalah bangsa yang mampu menunjukkan karakter dan jati dirinya tanpa harus kehilangan kesempatan dan kemampuan berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain," ujarnya. 

Sekaligus, mampu mengaktualisasikan makna yang dikandungnya sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, Pancasila menjadi sistem nilai yang hidup. Untuk itu, kita harus terus menerus menumbuhkembangkan nilai-nilai Pancasila kepada semua generasi, utamanya para generasi penerus bangsa Indonesia. 

"Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang kita peringati setiap tahunnya haruslah kita jadikan sebagai upaya melestarikan, mengamalkan, mengembangkan dan mempromosikan Pancasila sebagai sumber nilai yang telah teruji dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," terangnya. 

Wabup Gowa menegaskan, peringati Pancasila tahun ini harus menjadi landasan kita dalam menangkal paham-paham yang melanggar, tidak menghormati maupun tidak menghargai kehadiran Kebinekaan. Salah satunya, paham radikalisme yang mana paham ini memngajarkan kita untuk selalu merasa paling benar sendiri dan mengabaikan hak-hak dasar orang lain. 

Sudah tentu radikalisme dan faham sejenisnya inilah yang bertentangan dengan Pancasila. 

"Kita harus bersyukur dan terus memperkuat Pancasila yang telah menunjukkan dan memungkinkan kita hidup berdampingan secara damai, harmonis, dan penuh toleransi dengan siapa saja yang berbeda latar belakang agama, suku, ras, dan adat istiadat dalam bingkai NKRI," tegasnya. 

Sementara, Sekretaris Kabupaten Gowa H. Muchlis mengatakan, momentum Hari Kesaktian Pancasila ini memang harus menjadi moment untuk semakin merekatkan bangsa ini. Apalagi, dengan melihat gejolak yang saat ini dihadapi bangsa ini. 

Misalnya, tuntutan mahasiswa dan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah melalui aturan DPR RI. Olehnya, hal yang di kedepankan dalam Pancasila harus direnungkan baik-baik oleh seluruh komponen bangsa. (CH). 

Sabtu, 24 April 2021

Menkopolhukam Mahfud MD Sebut Penangkapan Terduga Teroris Paling Banyak di Sulsel


Menkopolhukam Mahfud MD saat di Makassar (Foto Istimewa)

Makassar, Teropongsulawesi.com,  - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebut, penangkapan terduga teroris terbanyak berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan.

"Informasi yang kita terima sampai hari ini ada 83 orang sudah ditangkap, dan 33 orang jumlah terbesar di Sulsel daerah Makassar. Sehingga menjadi catatan disini paling banyak," sebut Mahfud usai bertemu Keuskupan Agung Gereja Katedral, Makassar, Jumat .

Namun demikian, lanjut mantan Menteri Pertahanan itu, penangkapan teroris di daerah lain juga dilakukan aparat keamanan seperti di Yogyakarta, Semarang hingga Jakarta.

Problemnya itu, lanjutnya, ketika ada tindakan penangkapan tindakan hukum, pemerintah harus ikut aturan hukum sehingga harus hati-hati tidak sembarang tangkap orang.

"Sementara teroris itu tidak ada aturan, dia mau membunuh, mau ngebom, bom aja. Sehingga jangan dipikirkan pemerintah itu lambat," kata Mahfud.

Tetapi dalam penanganan terorisme, kata mantan anggota DPR RI ini tidak lambat, sebab sudah ada 83 orang terduga yang tertangkap.

Artinya, ini cepat. Tapi harus hati-hati, harus ada bukti kalau mau tangkap orang, berbeda dengan teroris tidak ada aturan.

"Buktinya, bahwa teroris itu tidak mewakili agama tertentu, kalau terorisnya kukuh memperjuangkan Islam ini yang korbannya juga orang Islam ada lima muslim. Jadi, itu tidak mewakili agama tertentu, itu kejahatan yang luar biasa saja," papar dia.

Kedatangan Menkopolhukam ke Gereja Katedral Makassar didampingi Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, serta jajaran pimpinan Polda Sulsel dan Kodam XIV Hasanuddin dengan pengawalan ekstra ketat.

"Kita harus lawan sama-sama, semua harus lawan teroris ini dan negara sudah berbagai tugas tadi dengan tokoh agama. Negara tegakkan hukum menangkap pelakunya. Dan, tokoh agama, gereja, masjid, pura, klenteng dan lainnya menjamin kesadaran umat agar hidup damai dan rukun, itu aja," tambahnya.

Uskup Agung Makassar Johannes Liku Ada pada kesempatan itu usai pertemuan di gereja setempat mengemukakan umat Katolik Keuskupan agung Makassar mengucapkan terima kasih Menkopolhukam menyempatkan hadir disini.

Pihaknya berharap, peristiwa bom bunuh diri di depan pagar Gereja Katedral pada 28 Maret 2021, tidak terjadi lagi dan mempercayai pemerintah serius dalam hal pemberantasan terorisme.

"Khususnya kami para pelayan pemimpin agama mempunyai tugas untuk memberi kesadaran kepada masing-masing menyangkut hal yang sebetulnya tidak ada kaitannya dengan agama, dan tidak ada agama yang membenarkannya aksi terorisme," tambahnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Zulpan menyebut, Densus 88 Anti Teror dibantu tim Polda Sulsel kembali menangkap tiga terduga teroris. Namun ia enggan merinci di mana lokasi penangkapannya.

Sehingga dari pengembangan kasus sejauh ini, tercatat total terduga teroris yang ditangkap di sejumlah daerah di Sulsel sebanyak 36 orang atau bertambah tiga orang dari jumlah yang lalu sebanyak 33 orang setelah aksi bom bunuh diri di gereja setempat, Minggu 28 Maret 2021. (Red)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved