Soppeng, Teropongsulawesi.com, Ramadan tidak selalu harus dibaca hanya sebagai ritual puasa dan berbuka. Dalam ruang yang lebih luas, Ramadan juga dapat menjadi laboratorium pembelajaran kehidupan—tempat nilai spiritual, kebersamaan, dan intelektualitas bertemu dalam satu momentum yang sederhana.
Inilah yang tergambar dalam kegiatan Buka Puasa Bersama (Bukber) yang digelar oleh para siswa Kursus Bahasa Inggris Sanggar Masumange SDN 7 Salotungo di kawasan Pasar Ramadan. Di tengah keramaian pedagang, aroma makanan berbuka, dan hiruk-pikuk masyarakat, para siswa justru menghadirkan suasana belajar yang berbeda: learning in real social context.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh mentor mereka, Miss Kiky, yang memandang bahwa pembelajaran bahasa seharusnya tidak selalu terkurung di ruang kelas.
Menurutnya, kemampuan bahasa akan tumbuh lebih hidup ketika siswa berinteraksi langsung dengan realitas sosial.
“Language grows through experience. When students speak, observe, and interact in real situations, their confidence naturally develops,” ujarnya.
Bukber tersebut dihadiri oleh sejumlah siswa yang selama ini aktif mengikuti kursus bahasa Inggris di Sanggar Masumange, yakni:
A. Rania Mallarangeng
Aisyah Kayla Bilqis
Wereati Tuppuricinna
Nur Fadillah
Attiya Amira Azzahrah
Jihan Talita Ulfa
Arinda Nur Maulidya
Menariknya, selama kegiatan berlangsung para siswa tidak hanya berbincang santai, tetapi juga mencoba mempraktikkan percakapan bahasa Inggris sederhana sambil mengamati berbagai aktivitas di Pasar Ramadan. Mereka belajar menyebut nama makanan, mengekspresikan perasaan, hingga berbagi cerita dalam bahasa yang sedang mereka pelajari.
Pendekatan seperti ini dalam dunia pendidikan modern sering disebut sebagai contextual learning, yakni pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata.
Bagi para siswa SDN 7 Salotungo, pengalaman kecil ini memiliki makna besar. Mereka belajar bahwa bahasa bukan sekadar mata pelajaran, tetapi alat untuk memahami dunia.
Salah seorang peserta, A. Rania Mallarangeng, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan tersebut.
“Belajar bahasa Inggris di luar kelas terasa lebih menyenangkan. Kita bisa langsung mencoba berbicara dan saling membantu,” ujarnya.
Kegiatan sederhana ini sekaligus menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak selalu memerlukan panggung besar. Kadang-kadang, ruang belajar terbaik justru hadir di tengah kehidupan sehari-hari.
Melalui Sanggar Masumange, para siswa SDN 7 Salotungo sedang diperkenalkan pada cara belajar yang lebih luas: belajar berpikir, belajar berkomunikasi, dan belajar membangun kepercayaan diri sejak usia dini.
Di tengah suasana Ramadan yang penuh keberkahan, kegiatan bukber ini menjadi simbol kecil bahwa ilmu, persahabatan, dan spiritualitas dapat tumbuh bersama.
Dan dari pertemuan sederhana di Pasar Ramadan itu, satu pesan pendidikan kembali ditegaskan:
Great learning often begins from simple moments shared together.
(Red)


FOLLOW THE TEROPONG SULAWESI AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow TEROPONG SULAWESI on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram