All Posts - TEROPONG SULAWESI -->

Senin, 07 September 2026

Dua Kasus Korupsi Disorot MUAK, Kajari Lutim Pastikan Ada Tersangka


Luwu Timur, Teropongsulawesi.com, Penanganan dua perkara dugaan korupsi di Kabupaten Luwu Timur kembali menjadi perhatian publik. Aliansi MUAK (Masyarakat Luwu Timur Anti Korupsi) mendesak Kejaksaan Negeri Luwu Timur segera memberikan kepastian hukum dalam kasus Seragam Sekolah Gratis dan Ambulans Garda Sehat.

Desakan tersebut disampaikan saat MUAK menggelar aksi di Kantor Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Senin (7/9/2026).

Aksi berlangsung bertepatan dengan momentum Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81. Massa membawa sejumlah atribut aksi, mulai dari mobil komando, bendera, spanduk hingga baliho berbentuk kue ulang tahun yang menggambarkan dua perkara yang menjadi sorotan mereka.

Namun, bukan sekadar aksi massa, pertemuan tersebut berlanjut dalam audiensi bersama Kepala Kejaksaan Negeri Luwu Timur, Berty Oktavianus, SH.

Dalam forum itu, Ketua Aliansi MUAK, Iskar LHI, secara langsung meminta penjelasan mengenai perkembangan penyidikan, terutama proses pemeriksaan dan perhitungan kerugian negara.

Pertanyaan tersebut disampaikan karena kedua perkara telah menjalani proses penyidikan selama beberapa bulan, tetapi hingga kini belum ada tersangka yang diumumkan kepada publik.

Menjawab hal itu, Kajari Luwu Timur mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BPK RI dan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan melalui Kasi Pidsus.

Menurut Berty, proses penanganan perkara harus memenuhi seluruh ketentuan hukum, termasuk berkaitan dengan perhitungan kerugian negara.

“Dua kasus ini sudah kami koordinasikan dengan BPK RI dan BPKP Provinsi Sulsel oleh Kasi Pidsus. Untuk penetapan tersangka, sesuai KUHAP baru kami harus memenuhi semua, termasuk perhitungan kerugian negara,” ujar Berty.

Pertanyaan berikutnya yang disampaikan MUAK adalah kapan proses tersebut akan masuk pada tahapan ekspose.

Kajari memberikan jawaban yang cukup jelas.

“Sudah ada jadwal dan akan dilaksanakan ekspose,” tegas Berty.

Pernyataan itu menjadi salah satu poin penting dalam audiensi karena selama ini masyarakat menunggu kepastian mengenai arah akhir penyidikan kedua perkara tersebut.

Bahkan, Kajari tidak hanya berbicara mengenai jadwal ekspose.

Ia juga menyampaikan adanya temuan dalam kedua perkara tersebut.

“Dua kasus ini dipastikan ada temuan kerugian negara dan dipastikan ada tersangka,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut langsung disambut massa MUAK.

“Siap! Kami selalu mendukung!” seru massa.

Bagi MUAK, dukungan terhadap Kejaksaan tetap harus berjalan beriringan dengan fungsi kontrol masyarakat.

MUAK menilai proses hukum terhadap perkara yang berkaitan dengan penggunaan anggaran publik harus dikawal hingga tuntas dan tidak berhenti pada tahap penyidikan.

Dengan adanya pernyataan Kajari bahwa jadwal ekspose telah tersedia, perhatian MUAK kini diarahkan pada pelaksanaan ekspose tersebut.

MUAK meminta hasil ekspose nantinya segera ditindaklanjuti berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

Terlebih, Kajari telah menyatakan secara terbuka bahwa kedua perkara tersebut memiliki temuan kerugian negara dan akan terdapat tersangka.

Artinya, publik kini tidak lagi sekadar menunggu perkembangan penyidikan, tetapi menanti realisasi dari pernyataan tersebut.

Ekspose disebut sudah terjadwal.

Temuan kerugian negara disebut telah ada.

Tersangka juga dipastikan akan ada.

Kini tinggal menunggu satu hal: kapan ekspose benar-benar digelar dan siapa yang akan mempertanggungjawabkan perkara tersebut di hadapan hukum?

MUAK memastikan tetap melakukan pengawalan terhadap perkembangan dua perkara itu sebagai bagian dari kontrol sosial masyarakat.

Audiensi kemudian diakhiri dengan foto bersama antara Kajari Luwu Timur dan perwakilan Aliansi MUAK.

Pertemuan tersebut menjadi penanda bahwa perbedaan posisi antara aparat penegak hukum dan kelompok masyarakat sipil tetap dapat dipertemukan melalui ruang dialog terbuka.

Namun setelah audiensi berakhir, publik kini menunggu aksi nyata dari janji yang telah disampaikan.

(Tim)

Minggu, 06 September 2026

Tak Ditopang Anggaran Besar, SDN 210 Sanrangeng Justru Tembus 6 Besar Taman Literasi Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Keterbatasan anggaran ternyata bukan tembok bagi SD Negeri 210 Sanrangeng, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, untuk berinovasi.

Di tengah keterbatasan fasilitas, sekolah tersebut justru mampu menyulap ruang sederhana menjadi sarana pembelajaran kreatif melalui Taman Literasi dan Numerasi. Hasilnya, SDN 210 Sanrangeng berhasil menembus enam besar penilaian Taman Literasi dan Numerasi tingkat Kabupaten Soppeng.

Capaian itu menjadi menarik karena taman tersebut tidak lahir dari dukungan anggaran besar. Sebaliknya, kreativitas dan semangat gotong royong menjadi modal utama.

Guru, tenaga kependidikan serta orang tua/wali murid bahu-membahu menyumbangkan tenaga, pikiran dan kemampuan masing-masing untuk menghadirkan ruang belajar yang lebih menarik bagi peserta didik.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemanfaatan lorong di antara bangunan kelas. Ruang yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai jalur penghubung itu disulap menjadi Lorong Literasi dan Numerasi.

Berbagai media pembelajaran ditempatkan di sana. Peserta didik tidak hanya diajak membaca, tetapi juga belajar mengenal abjad dan Aksara Lontara, bermain numerasi, melakukan aktivitas pengukuran hingga memainkan permainan tradisional Kadendeng yang dikolaborasikan dengan pembelajaran PJOK.

Koordinator Taman Literasi dan Numerasi SDN 210 Sanrangeng, Aswan, mengatakan, inovasi tersebut berangkat dari kesadaran bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan kreativitas sekolah.

“Kami tidak memiliki anggaran yang besar untuk membangun taman ini. Tetapi kami memiliki kebersamaan. Guru, tenaga kependidikan, dan orang tua saling membantu sesuai kemampuan masing-masing. Dari keterbatasan itulah kami mencoba berkreasi dan memanfaatkan apa yang kami miliki,” ujar Aswan, Senin (7/9/2026).

Menurut Aswan, taman tersebut sejak awal tidak dirancang sekadar untuk mempercantik lingkungan sekolah ataupun mengejar penilaian.

Fasilitas yang ada diarahkan agar benar-benar digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.

“Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar tidak harus selalu di dalam kelas. Membaca, berhitung, bermain, berdiskusi, dan berkarya bisa dilakukan melalui lingkungan sekolah,” katanya.

Kepala SDN 210 Sanrangeng, Hj. Muliyati, mengapresiasi keterlibatan seluruh warga sekolah dan orang tua dalam mewujudkan taman literasi dan numerasi tersebut.

Menurutnya, capaian yang diraih sekolah tidak terlepas dari kerja bersama.

“Ini adalah hasil kerja bersama. Saya sangat mengapresiasi guru, tenaga kependidikan dan orang tua yang dengan sukarela memberikan waktu, tenaga, dan dukungannya. Dengan keterbatasan yang ada, kita tetap bisa menghadirkan sesuatu yang bermanfaat bagi anak-anak,” ungkap Hj. Muliyati.

Kerja keras tersebut kemudian mendapat pengakuan melalui masuknya SDN 210 Sanrangeng dalam enam besar penilaian Taman Literasi dan Numerasi tingkat Kabupaten Soppeng.

Tim penilai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng juga turun langsung ke sekolah untuk melihat kondisi taman sekaligus pemanfaatannya dalam mendukung proses pembelajaran.

Bagi SDN 210 Sanrangeng, masuk enam besar bukan sekadar persoalan mengejar predikat.

Capaian itu menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran tidak otomatis berarti keterbatasan inovasi.

Lorong sekolah yang sebelumnya hanya menjadi akses antarkelas kini berubah menjadi ruang belajar. Permainan tradisional dikembangkan menjadi media pembelajaran. Lingkungan sekolah dimanfaatkan sebagai ruang eksplorasi bagi peserta didik.

Dari ruang sederhana itu, SDN 210 Sanrangeng menunjukkan bahwa kualitas inovasi pendidikan tidak selalu berbanding lurus dengan besarnya anggaran.

Ketika sumber daya terbatas, kreativitas dituntut berbicara lebih keras.

Dan di SDN 210 Sanrangeng, keterbatasan justru menjadi alasan untuk mencari cara, bukan alasan untuk berhenti.

(Red)

Suwardi Haseng Bantah Isu Pindah Partai: Saya Kader Tulen Golkar!


Makassar, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng tak memberi ruang bagi isu yang menyebut dirinya akan meninggalkan Partai Golkar dan bergabung dengan Partai Gerindra.

Di hadapan awak media, Suwardi menegaskan dirinya tetap bersama partai berlambang pohon beringin. Bahkan, ia menyebut dirinya sebagai kader tulen Golkar.

“Tidak, saya ini kader tulen Golkar,” tegas Suwardi saat di sela-sela pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XIX SOKSI Sulawesi Selatan di Swiss-Belhotel Makassar, Minggu (6/9/2026).

Bukan hanya membantah, Suwardi juga mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan kuatnya ikatan politiknya dengan Golkar.

“Enggak, enggak. Urat nadiku ini Golkar. Saya jadi bupati karena Golkar,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bantahan langsung terhadap rumor yang mengaitkan dirinya dengan Gerindra.

Menariknya, setelah menegaskan loyalitasnya, Suwardi justru membuka peluang untuk mendapatkan posisi penting di tubuh Golkar Soppeng.

Saat ditanya apakah dirinya siap jika dipercaya memimpin Partai Golkar di Kabupaten Soppeng, Suwardi menjawab lugas.

“Insya Allah, kalau diberi amanah, siap. Golkar kan selalu sama-sama dengan pemerintah. Saya sekarang sudah jadi bupati, masa sih bukan saya yang ditunjuk?” katanya.

Pernyataan itu membuat arah isu politik Suwardi berubah. Bukan lagi soal kepindahan partai, tetapi justru mengenai kemungkinan dirinya mengambil peran lebih besar di internal Golkar Soppeng.

Suwardi memiliki kedekatan kuat dengan lingkungan Partai Golkar. Ia tercatat sebagai pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan dan Dewan Pembina Depicab SOKSI Soppeng.

Kehadirannya dalam Rakerda XIX SOKSI Sulsel juga memperlihatkan kedekatannya dengan organisasi kekaryaan yang memiliki sejarah panjang dengan Golkar.

Rakerda yang berlangsung 6–7 September 2026 tersebut mengusung tema “Konsolidasi Kekaryaan SOKSI Sulsel Mengawal Transformasi Ekonomi dan Demokrasi Inklusif.”

Sejumlah tokoh politik Sulsel hadir dalam agenda tersebut, termasuk Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin, Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhammad Misbakhun, Ketua Depidar XIX SOKSI Sulsel Andi Patarai Amir, serta Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi.

Dengan pernyataan “kader tulen Golkar” dan “urat nadiku ini Golkar”, Suwardi seolah ingin mengakhiri seluruh spekulasi mengenai arah politiknya.

Namun, satu pernyataan lainnya kini justru menjadi perhatian: “Saya sekarang sudah jadi bupati, masa sih bukan saya yang ditunjuk?”

Kalimat tersebut bisa menjadi sinyal bahwa Suwardi bukan hanya ingin bertahan sebagai kader Golkar, tetapi juga siap mengambil posisi lebih strategis apabila partai memberikan amanah.

(Taggi)

Bupati Soppeng Suwardi Haseng Tampil di Rakerda SOKSI Sulsel, Pesan Konsolidasi Mengemuka


Makassar, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menghadiri pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XIX Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Sulawesi Selatan di Swiss-Belhotel Makassar, Minggu (6/9/2026).

Kehadiran Suwardi di forum tersebut mempertegas keterlibatannya dalam jaringan organisasi yang memiliki hubungan historis dengan Partai Golkar.

Suwardi hadir dalam kapasitasnya sebagai pengurus DPD Partai Golkar Sulsel sekaligus Dewan Pembina Depicab SOKSI Kabupaten Soppeng.

Momentum Rakerda menjadi semakin strategis karena forum tersebut mempertemukan jajaran pimpinan SOKSI dengan sejumlah tokoh Partai Golkar Sulsel.

Hadir dalam pembukaan Rakerda Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin, Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhammad Misbakhun, Ketua DPD Depidar XIX SOKSI Sulsel Andi Patarai Amir, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, anggota DPRD Sulsel Fraksi Golkar serta sejumlah pengurus SOKSI dan Golkar Sulsel.

Rakerda XIX SOKSI Sulsel mengusung tema “Konsolidasi Kekaryaan SOKSI Sulsel Mengawal Transformasi Ekonomi dan Demokrasi Inklusif.” Agenda tersebut berlangsung selama dua hari, 6–7 September 2026.

Dalam forum itu, Andi Patarai Amir menegaskan bahwa SOKSI harus meningkatkan kontribusinya terhadap Partai Golkar. SOKSI, kata dia, tidak cukup hanya menjadi organisasi yang mendapat dukungan dari Golkar, tetapi harus ikut mengambil peran dalam membesarkan partai.

Ilham Arief Sirajuddin kemudian mengingatkan kembali posisi SOKSI dalam sejarah Golkar. Menurutnya, SOKSI merupakan salah satu kekuatan yang ikut merintis dan membesarkan Golkar sebelum berkembang menjadi partai politik.

Sementara itu, Mukhammad Misbakhun menekankan pentingnya konsolidasi organisasi, penguatan struktur dan kaderisasi. Ia juga mendorong SOKSI agar kembali memperkuat kiprah di tengah masyarakat.

Kehadiran Suwardi Haseng dalam forum tersebut pun memiliki arti tersendiri. Sebagai Bupati Soppeng sekaligus pengurus Golkar Sulsel dan Dewan Pembina SOKSI Soppeng, Suwardi berada pada persinggungan antara pemerintahan daerah, partai politik dan organisasi pendiri Golkar.

Rakerda XIX SOKSI Sulsel selanjutnya menjadi ruang untuk mengevaluasi organisasi, menyusun program kerja serta memperkuat kaderisasi dan konsolidasi di seluruh daerah.

Forum tersebut dijadwalkan berlangsung hingga Senin (7/9/2026).

(Taggi)

Warga Diduga ODGJ di Panincong Diamankan Humanis, PSC Soppeng Turun Tangan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Respons cepat ditunjukkan aparat dan pemerintah setempat saat menangani seorang warga yang diduga mengalami gangguan jiwa di Dusun Labuleng, Desa Panincong, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng.

Peristiwa tersebut berlangsung pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 15.30 Wita. Bhabinkamtibmas Desa Panincong dan Desa Patampanua, Brigpol Darwis, bersama Babinsa serta pemerintah setempat turun langsung menangani kondisi warga bernama Bahtiar.

Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keamanan dan pendekatan persuasif. Setelah situasi berhasil dikendalikan, Bahtiar kemudian dijemput oleh PSC Soppeng untuk memperoleh penanganan lebih lanjut melalui layanan khusus kejiwaan.

Kolaborasi tersebut dilakukan agar warga yang membutuhkan perhatian khusus tidak ditangani secara sembarangan, sekaligus mencegah potensi gangguan terhadap keselamatan dirinya maupun lingkungan sekitar.

Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan, kepolisian harus hadir tidak hanya ketika terjadi persoalan keamanan, tetapi juga dalam situasi sosial yang membutuhkan respons cepat dan pendekatan kemanusiaan.

“Kami mengedepankan pendekatan yang humanis dan mengutamakan keselamatan semua pihak. Warga yang membutuhkan penanganan khusus harus kita perlakukan dengan baik dan tidak boleh mendapatkan perlakuan yang dapat memperburuk kondisinya,” kata Hari Budiyanto.

Ia menegaskan, persoalan kesehatan jiwa membutuhkan penanganan bersama. Karena itu, koordinasi antara kepolisian, TNI, pemerintah setempat dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan warga mendapatkan pertolongan yang sesuai.

“Kami mengapresiasi sinergi Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah setempat serta tenaga layanan kesehatan. Kolaborasi seperti ini penting agar setiap warga mendapatkan perhatian dan penanganan sesuai kebutuhannya,” ujarnya.

Kapolres juga meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri ketika menghadapi warga yang diduga membutuhkan penanganan khusus.

Warga diimbau segera melaporkan atau berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, pemerintah setempat maupun layanan kesehatan agar penanganan dapat dilakukan secara aman, tepat dan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan.

(Taggi)

Andi Ibrahim: Jangan Hanya Kenang Rasulullah, Wujudkan Teladannya Lewat Karya


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Soppeng diarahkan tidak berhenti pada tradisi tahunan. Keteladanan Rasulullah SAW didorong untuk diterjemahkan dalam karya, inovasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Soppeng, Andi Ibrahim Harta Sanjaya, S.H., M.Si., saat mewakili Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Soppeng, Minggu (6/9/2026).

Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Andi Ibrahim menegaskan bahwa meneladani Rasulullah SAW di tengah perkembangan zaman membutuhkan penerjemahan nilai-nilai agama ke dalam tindakan nyata.

“Meneladani akhlak beliau di era modern ini tidak hanya terbatas pada aspek ibadah ritual semata, melainkan bagaimana kita mampu mengejawantahkan nilai-nilai Islam menjadi karya nyata yang kreatif dan inovatif untuk menjawab tantangan zaman demi kemaslahatan ummat,” ujarnya.

Ia menilai masyarakat saat ini dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan. Namun, kreativitas dan inovasi tidak boleh kehilangan pijakan moral.

Karena itu, sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah yang melekat pada diri Rasulullah SAW disebut harus menjadi nilai dasar dalam menjalankan pekerjaan maupun pengabdian.

Andi Ibrahim juga mengingatkan prinsip khairunnas anfahum linnas. Menurutnya, ukuran kebaikan seseorang tidak hanya dilihat dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada orang lain.

“Semangat untuk menjadi pribadi yang bermanfaat harus menjadi bagian dari keteladanan Rasulullah yang kita implementasikan dalam kehidupan,” katanya.

Peringatan Maulid Kemenag Soppeng tahun ini mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Melalui Karya Kreatif, Inovatif, dan Bermanfaat bagi Masyarakat.”

Tema tersebut diperkuat dengan sejumlah kegiatan, di antaranya launching miniatur Kantor Kemenag Soppeng, Lomba Hias Telur serta penyerahan bantuan dana dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Soppeng kepada para mustahik.

Andi Ibrahim memberikan apresiasi kepada jajaran Kemenag Soppeng yang dinilai telah menghadirkan konsep peringatan Maulid yang tidak hanya sarat dengan pesan keagamaan, tetapi juga menyentuh aspek kreativitas dan kepedulian sosial.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Soppeng, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada Kepala Kantor Kemenag Soppeng beserta seluruh jajarannya atas terselenggaranya acara ini,” ujarnya.

Hal menarik lainnya, kegiatan tersebut turut melibatkan unsur lintas agama di Kabupaten Soppeng.

Kepala Kemenag Soppeng, H. Afdal, mengatakan pelibatan berbagai unsur keagamaan menjadi bagian dari upaya memperkuat keharmonisan dan toleransi di tengah masyarakat.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hari ini terasa sangat istimewa karena kita melibatkan unsur lintas agama yang ada di Kabupaten Soppeng,” tegas H. Afdal.

Hikmah Maulid kemudian disampaikan Ketua IKA DDI, Dr. KH. Arham Basid, Lc., M.A.

Peringatan tersebut akhirnya membawa pesan yang cukup jelas: mencintai Rasulullah SAW bukan hanya dengan mengenang kelahirannya, tetapi dengan menghadirkan akhlaknya dalam kehidupan dan menjadikan keteladanannya sebagai energi untuk melahirkan karya yang bermanfaat.

(Taggi)

Sabtu, 05 September 2026

Tiga Nama Pilihan IAS Mulai Terbaca, Nurmal Idrus: Ini Kombinasi yang Saling Menguatkan


Makassar, Teropongsulawesi.com, Arah kepengurusan baru DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai menunjukkan bentuk. Ketua DPD I Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS) disebut telah mengerucutkan pilihan pada tiga figur untuk mengisi posisi strategis dalam struktur KSB.

Mereka adalah Supriansa untuk Ketua Harian, Rahman Pina sebagai Sekretaris, dan Amirullah Nur Saenong sebagai Bendahara.

Komposisi ini mendapat penilaian positif dari Direktur Nurani Strategic, Dr. Nurmal Idrus. Ia melihat ketiga figur tersebut memiliki modal yang berbeda sehingga berpotensi menjadi satu kesatuan yang kuat dalam menopang kepemimpinan IAS.

“Saya kira itu komposisi terbaik. Ketiganya memiliki karakter dan kapasitas yang saling melengkapi,” ujar Nurmal. Minggu (6/9/2026). 

Menurut dia, pilihan Supriansa sebagai Ketua Harian memiliki arti penting bagi konsolidasi internal Golkar Sulsel. Posisi tersebut membutuhkan figur yang mampu bergerak aktif dan menjembatani kepentingan berbagai kelompok di internal partai.

“Supriansa bisa memback up IAS dalam membingkai kepengurusan Golkar Sulsel yang masih terserak,” katanya.

Nurmal menilai Ketua Harian harus memiliki kemampuan politik yang cukup untuk menjaga roda organisasi tetap berjalan ketika Ketua DPD I berada dalam agenda politik yang lebih luas.

“Ketua harian bukan sekadar posisi administratif, tetapi harus mampu menjadi penggerak organisasi,” jelasnya.

Nama Rahman Pina dinilai memiliki karakter berbeda. Pengalaman dalam organisasi politik dan pengalaman sebagai pimpinan DPRD menjadi modal yang dianggap relevan untuk posisi Sekretaris.

Bagi Nurmal, sekretaris merupakan posisi yang sangat menentukan karena berada di antara keputusan politik dan implementasi organisasi.

“Rahman Pina punya pengalaman sebagai sekretaris dan juga pengalaman sebagai pimpinan DPRD,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman tersebut dibutuhkan agar keputusan-keputusan politik IAS tidak berhenti pada level wacana, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program dan kerja organisasi.

“Sekretaris harus mampu menerjemahkan keputusan politik ketua menjadi kerja organisasi yang konkret,” katanya.

Sementara itu, Amirullah Nur Saenong dipandang memiliki peran penting jika ditempatkan sebagai Bendahara.

Nurmal mengatakan, soliditas partai tidak hanya membutuhkan kekuatan politik dan konsolidasi organisasi, tetapi juga tata kelola keuangan yang baik.

“Amirullah Nur akan menjadi salah satu penopang finansial kepengurusan yang solid,” katanya.

Ia menekankan bahwa struktur partai sebesar Golkar Sulsel membutuhkan pengelolaan keuangan yang sehat, transparan, dan mampu mendukung berbagai agenda organisasi.

Menurut Nurmal, jika tiga nama tersebut benar-benar ditetapkan, IAS telah memiliki fondasi awal yang cukup kuat untuk menjalankan kepengurusan baru.

Namun, ia mengingatkan agar komposisi tersebut tidak berhenti sebagai pembagian posisi. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana IAS menyusun struktur di bawahnya sehingga seluruh kekuatan internal Golkar tetap mendapatkan ruang.

“Kalau tiga nama ini benar-benar masuk dalam posisi KSB, IAS sudah memiliki mesin awal yang cukup kuat,” ujarnya.

Nurmal menilai pekerjaan terbesar IAS setelah Musda adalah membangun kembali kohesi internal.

“Golkar Sulsel tidak kekurangan orang hebat. Tantangannya adalah bagaimana orang-orang hebat itu bisa ditempatkan dalam satu orkestrasi yang sama,” tegasnya.

Karena itu, ia menilai Ketua, Ketua Harian, Sekretaris dan Bendahara harus menjadi pusat koordinasi yang mampu merangkul berbagai kelompok.

“Ketua, ketua harian, sekretaris dan bendahara harus menjadi simpul yang mampu mengikat seluruh kelompok,” pungkasnya.

Dengan mencuatnya tiga nama tersebut, pertarungan berikutnya bukan lagi sekadar soal siapa yang duduk di KSB. Perhatian kini tertuju pada bagaimana IAS menyusun struktur lengkap Golkar Sulsel dan membuktikan kemampuannya meramu berbagai kekuatan menjadi satu mesin politik yang solid.

(Taggi)

Bupati Soppeng: Keteladanan Rasulullah Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat persatuan, kepedulian sosial dan semangat gotong royong.

Hal itu disampaikan Suwardi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Babuttaubah, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau, Sabtu (5/9/2026).

Suwardi mengatakan, kehidupan Rasulullah SAW memiliki banyak keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam membangun hubungan sosial yang harmonis.

“Peringatan Maulid dapat menjadi ruang untuk kembali merenungkan, menghayati dan meneladani berbagai aspek kehidupan Rasulullah SAW yang dikenal sebagai teladan dalam membangun peradaban manusia berakhlak mulia,” ujar Suwardi.

Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan. Menurutnya, Rasulullah SAW telah memberikan contoh melalui Piagam Madinah dalam membangun kehidupan masyarakat yang saling menghormati.

“Selaku masyarakat Soppeng, kita harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai Piagam Madinah dalam hidup berbangsa, bernegara dan bermasyarakat,” katanya.

Suwardi juga mengajak masyarakat memperkuat Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah. Nilai persaudaraan tersebut, kata dia, harus diwujudkan melalui empati, kepedulian dan kesediaan membantu sesama.

Bupati menilai semangat kebersamaan juga menjadi bagian penting dalam pembangunan Kabupaten Soppeng. Pemerintah tidak dapat menjalankan seluruh agenda pembangunan tanpa keterlibatan masyarakat.

“Pembangunan yang hakiki membutuhkan sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, Suwardi mengajak masyarakat mempertahankan semangat Yassisoppengi sebagai nilai kebersamaan masyarakat Soppeng.

Ia berharap budaya gotong royong dan kepedulian sosial terus diperkuat sehingga menjadi energi bersama dalam mewujudkan Soppeng yang maju, berdaya saing dan penuh berkah.

Dalam kesempatan tersebut, Suwardi juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus dan panitia Masjid Babuttaubah atas pelaksanaan kegiatan Maulid yang menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus wadah mempererat silaturahmi.

Peringatan Maulid turut dihadiri Camat dan unsur Forkopimca Lilirilau, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, majelis taklim Kelurahan Pajalesang, pengurus Masjid Babuttaubah, panitia pelaksana serta jamaah.

(Taggi)

Mustahik Didorong Mandiri, Bupati Soppeng Suwardi Haseng: Kelak Jadi Muzakki


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, mendorong penerima manfaat Zakat, Infaq dan Sedekah (ZIS) untuk tidak melihat bantuan hanya dari besar kecilnya nominal. Bantuan tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperbaiki kondisi ekonomi hingga penerima manfaat kelak mampu menjadi muzakki.

Pesan itu disampaikan Suwardi saat menghadiri penyaluran ZIS Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Soppeng di Cabenge, Kecamatan Lilirilau, Sabtu (5/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 345 mustahik dari Kecamatan Lilirilau, Liliriaja dan Citta menerima bantuan dengan total nilai mencapai Rp131 juta.

Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng KM Satturi, S.Pdi., M.Pdi., bersama jajaran pengurus turut hadir dalam kegiatan tersebut. Hadir pula unsur Forkopimda, perwakilan Kemenag, Dandim 1423 Soppeng, para Kepala KUA, camat, kepala desa dan lurah, serta para muzakki dan mustahik.

Ketua BAZNAS Soppeng KM Satturi mengatakan, penyaluran ZIS tahun ini memiliki pola yang lebih beragam. Selain bantuan bagi fakir miskin dan siswa kurang mampu, BAZNAS mulai memberikan bantuan modal kepada pelaku UMKM.

“Baru tahun ini dana ZIS disalurkan untuk UMKM,” ujar Satturi.

Bantuan yang diberikan antara lain sekitar Rp300 ribu bagi fakir miskin, Rp250 ribu bagi siswa/santri kurang mampu yang juga mendapatkan tas sekolah, serta Rp1,5 juta untuk masing-masing pelaku UMKM.

Menurut Satturi, penyaluran tersebut merupakan bentuk amanah BAZNAS dalam mengelola dana yang dihimpun dari para muzakki untuk kemudian diberikan kepada masyarakat yang berhak.

Suwardi Haseng menilai zakat memiliki peran yang lebih besar daripada sekadar bantuan sosial.

Menurutnya, zakat merupakan instrumen sosial-ekonomi yang dapat membantu menciptakan keadilan sekaligus memperkuat pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengapresiasi BAZNAS Soppeng yang terus berupaya mengelola dana umat secara amanah, transparan dan tepat sasaran.

“Zakat bukan sekadar kewajiban agama yang bersifat personal, tetapi merupakan instrumen sosial-ekonomi yang sangat kuat untuk menciptakan keadilan dan pemerataan,” kata Suwardi.

Bupati juga meminta para penerima bantuan menggunakan dana tersebut sesuai kebutuhan. Bagi keluarga kurang mampu, bantuan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Sementara bagi pelaku usaha, dana tersebut diharapkan menjadi tambahan modal untuk mengembangkan usahanya.

“Jangan melihat bantuan ini hanya dari nominalnya. Ini merupakan bentuk kasih sayang Allah melalui sesama umat Muslim,” pesannya.

Suwardi berharap bantuan ZIS tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif, tetapi mampu menjadi bagian dari proses perubahan ekonomi masyarakat.

Terlebih dengan mulai disalurkannya bantuan modal UMKM, ia berharap penerima manfaat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun usaha yang produktif.

Menurutnya, ukuran keberhasilan penyaluran ZIS bukan hanya berapa banyak bantuan yang disalurkan, tetapi juga sejauh mana bantuan tersebut mampu mengubah kehidupan penerima.

“Gunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan keluarga maupun sebagai penunjang usaha produktif,” ujarnya.

Ia pun berharap penerima bantuan hari ini suatu saat dapat berdiri sendiri secara ekonomi dan bahkan mampu mengeluarkan zakat untuk membantu masyarakat lainnya.

“Semoga berkah dari zakat ini dapat mengubah keadaan, sehingga para penerima hari ini kelak dapat menjadi muzakki yang mandiri secara ekonomi,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, Suwardi juga menyoroti potensi penghimpunan zakat di Kabupaten Soppeng yang dinilainya masih sangat besar.

Ia menyebut penerimaan zakat Soppeng saat ini berada di kisaran Rp2 miliar, sementara Kabupaten Barru disebut telah mencapai sekitar Rp24 miliar.

Padahal, menurut Suwardi, Soppeng memiliki wilayah dan jumlah masyarakat yang cukup besar serta banyak pelaku usaha yang berpotensi menjadi muzakki.

Karena itu, ia mengajak ASN dan masyarakat yang telah memenuhi nisab untuk menyalurkan ZIS melalui BAZNAS.

Suwardi juga meminta zakat yang disalurkan langsung kepada keluarga atau masyarakat yang berhak tetap dilaporkan dan dicatat oleh BAZNAS.

Menurutnya, pendataan yang baik akan memberikan gambaran lebih utuh mengenai potensi zakat masyarakat Soppeng.

Bupati menekankan pentingnya pengelolaan ZIS yang transparan dan akuntabel. Kepercayaan masyarakat, kata dia, harus terus dijaga agar penghimpunan zakat dapat meningkat.

Jika dana yang terkumpul semakin besar, Suwardi berharap nilai bantuan kepada masyarakat juga dapat ditingkatkan.

Ia bahkan membayangkan bantuan bagi fakir miskin dan siswa/santri kurang mampu dapat meningkat hingga Rp1 juta per penerima apabila penghimpunan ZIS semakin optimal.

Di sisi lain, Suwardi menyampaikan bahwa masa kepengurusan BAZNAS Kabupaten Soppeng akan berakhir pada September. Pemerintah daerah selanjutnya akan membentuk panitia rekrutmen pengurus dan membuka proses pendaftaran secara transparan dan terbuka.

Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan kepengurusan yang semakin berkualitas sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Penyaluran ZIS kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada 25 penerima manfaat.

(Taggi)

Jumat, 04 September 2026

RSUP Wahidin Cek Kesiapan RSUD La Temmamala, Layanan Kanker, Jantung hingga Stroke Diperkuat


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Penguatan layanan kesehatan di Kabupaten Soppeng memasuki tahap penting. Tim RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo melakukan visitasi dan advokasi ke RSUD La Temmamala Soppeng untuk melihat langsung kesiapan rumah sakit dalam penguatan jejaring pelayanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA).

Kegiatan berlangsung Jumat (4/9/2026), sehari setelah RSUD La Temmamala mendapat tambahan fasilitas kesehatan berupa CT Scan yang diresmikan Bupati Soppeng, Kamis (3/9/2026). Fasilitas CT Scan tersebut menjadi salah satu penguatan layanan diagnostik di rumah sakit daerah.

Ketua Tim Visitasi, dr. Abdul Muis, Sp.S(K), mengatakan kehadiran tim RSUP Wahidin merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi rumah sakit jejaring dalam memberikan pelayanan pada sejumlah penyakit prioritas.

“Visitasi ini dalam rangka mendukung penguatan RS Jejaring pelayanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi dan KIA,” ujarnya.

Direktur RSUD La Temmamala, dr. Hj. Sitti Mudirusniah, M.Kes., Sp.KJ, menyambut baik proses pendampingan tersebut.

Menurutnya, visitasi dari RSUP Wahidin menjadi kesempatan bagi RSUD La Temmamala untuk mendapatkan masukan langsung terkait pengembangan pelayanan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Visitasi atas kesediaannya datang di RSUD La Temmamala untuk penguatan RS Jejaring. Kami berharap melalui visitasi ini dapat memperoleh masukan, arahan dan saran terkait pengembangan pelayanan di RS,” katanya.

Ia juga menyinggung dukungan pemerintah terhadap peningkatan fasilitas RSUD La Temmamala, termasuk bantuan CT Scan yang diterima pada 2026 dan kini telah difungsikan.

Kehadiran CT Scan menjadi tambahan penting bagi layanan diagnostik rumah sakit. Pemerintah Kabupaten Soppeng sebelumnya menyebut perangkat tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan agar masyarakat mendapat akses pemeriksaan yang lebih cepat dan tidak selalu harus dirujuk ke luar daerah.

Setelah pembukaan dan pemaparan, Tim Visitasi RSUP Wahidin langsung melakukan penelusuran ke berbagai unit pelayanan.

Tim mendatangi IGD Umum, IGD PONEK, Poliklinik, ruang rawat inap hingga kamar bersalin.

Penelusuran kemudian berlanjut ke sejumlah fasilitas penunjang dan layanan khusus, mulai dari Radiologi, Laboratorium Patologi Klinik, Laboratorium Patologi Anatomi, Cathlab Jantung, Rehabilitasi Medik Neurologi hingga Kamar Operasi.

Tidak hanya itu, Ruang Hemodialisa, ICU, CVCU dan NICU juga menjadi bagian dari unit yang ditinjau.

Penelusuran lapangan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan sarana dan prasarana, sumber daya manusia serta pelaksanaan pelayanan yang berkaitan dengan pengampuan KJSU-KIA.

Dengan metode tersebut, kondisi pelayanan di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan rekomendasi penguatan rumah sakit.


Usai seluruh unit ditelusuri, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Exit Conference.

Pada sesi tersebut, Tim Visitasi menyampaikan hasil penelusuran kepada jajaran RSUD La Temmamala. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan diskusi serta penyusunan rencana tindak lanjut.

Momentum ini menjadi penting bagi RSUD La Temmamala untuk memperkuat kapasitas layanan sekaligus meningkatkan kesiapan sebagai bagian dari jejaring pelayanan kesehatan.

Dengan penguatan jejaring bersama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dan dukungan fasilitas yang semakin lengkap, RSUD La Temmamala diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, tepat dan komprehensif bagi masyarakat Soppeng.

Terutama untuk penanganan kasus kanker, jantung, stroke, uronefrologi serta kesehatan ibu dan anak yang membutuhkan pelayanan terintegrasi dan sistem rujukan yang kuat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Tim Visitasi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Direktur RSUD La Temmamala beserta jajaran manajemen, Ketua Komite Medik, dokter spesialis, dokter umum serta kepala ruangan yang terlibat dalam pelayanan.

Sumber: Humas RSUD La Temmamala

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved