-->

Sabtu, 17 April 2021

Usung Tema Keagamaan, Ketua NU Soppeng Jadi Pembicara Sosialisasi Nilai Kebangsaan

Usung Tema Keagamaan, Ketua NU Soppeng Jadi Pembicara Sosialisasi Nilai Kebangsaan


Ketua Tandfiziyah NU Soppeng, Ahmad Wardiman (Foto Istimewa)

Soppeng (Sulsel), Teropongsulawesi.com, - Anggota DPRD Sulsel, Andi Nurhidayati Zainuddin menggelar Kegiatan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan di Gedung Serbaguna BTN Lalabata Indah, Jl Kemakmuran Watansoppeng, Sabtu (17/4/2021). 

Sosialisasi yang mengangkat tema Keagamaan dan dihadiri ratusan peserta menghadirkan Ketua Tahfidziyah Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Soppeng, Ahmad Wardiman dan Ridwan Majid (PNS) sebagai Pemateri. 

"Sosialisasi ini sangat penting untuk menguatkan pemahaman dan kecintaan kita terhadap Bangsa ini. Kita berharap dengan pemahaman kebangsaan yang kuat kita akan turut andil dalam pembangunan bangsa," ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD Sulsel ini. 

Andi Nurhidayati Legislator PPP Sulsel (Foto Istimewa)

Andi Etti sapaannya, mengungkapkan, dalam sosialisasi ini DPRD Sulsel sengaja mengangkat tema keagamaan, selain karena momentum bulan Ramadhan, kita juga berharap masyarakat tidak lagi mempertentangkan persoalan ke-Islam-an dan kebangsaan. 

"Akhir-akhir ini, solidaritas kebangsaan kita diuji, aksi teror di Makassar beberapa waktu lalu adalah bukti nyata ada pemahaman segelintir orang yang keliru, mempertentangkan Islam dan Kebangsaan, hingga aksi teror mengatasnamakan agama mereka lakukan, padahal itu adalah ajaran yang menyimpang," ujar Sekretaris Fraksi PPP DPRD Sulsel ini. 

Ketua Tandfiziyah NU Soppeng, Ahmad Wardiman menegaskan, bahwa tidak ada satupun ajaran Islam yang dapat membenarkan aksi teroris, bahkan katanya dalam Islam kemajemukan adalah sebuah keniscayaan. 

"Dalam al-Qur'an jelas Allah mengatakan bahwa telah menciptakan manusia dari laki-laki dan perempuan, dan menjadikannya bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling kenal mengenal. Dalam artian untuk saling menebar kebaikan," jelasnya. 

"Perbedaan suku, budaya dan agama adalah sebuah keniscayaan, dan perbedaan bukan alasan untuk saling membenci apalagi membunuh," tegas Kepala KUA Kecamatan Ganra ini. (Red/Ismail). 

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved