Nasional -->

Rabu, 09 September 2026

Jelang Grand Final OSN, Bupati Suwardi Ajak Andi Jo Bicara Ekonomi dari Kehidupan Sehari-hari


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Tak banyak seremoni dalam pertemuan Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng dengan Andi Jo Karim Mappatunru, siswa SMAN 1 Soppeng yang akan berlaga di Grand Final Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026.

Bertempat di ruang kerja Bupati Soppeng, Rabu (9/9/2026), pertemuan itu justru diisi percakapan santai seputar ilmu Ekonomi, bidang yang akan diikuti Andi Jo pada kompetisi tingkat nasional tersebut.

Andi Jo datang bersama Kepala UPT SMAN 1 Soppeng, guru pendamping dan orang tuanya.

Di awal pertemuan, Suwardi memberikan semangat kepada siswa tersebut.

“Jo, semangat terus. Tidak mudah mencapai Grand Final OSN. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Soppeng dan Sulsel,” kata Suwardi.

Percakapan kemudian masuk pada persoalan ekonomi yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Suwardi mengambil contoh petani dan pelaku UMKM. Keduanya sering membutuhkan tambahan modal melalui pembiayaan perbankan untuk menjalankan maupun mengembangkan usaha.

Dari contoh tersebut, Suwardi mengajak Andi Jo melihat bagaimana sebuah keputusan ekonomi harus dibuat berdasarkan perhitungan.

Petani, misalnya, harus memperhitungkan modal, biaya produksi, hasil panen dan kemampuan membayar pinjaman. Begitu pula pelaku UMKM harus menghitung kebutuhan modal, biaya usaha, potensi keuntungan serta risiko yang mungkin muncul.

Pembicaraan kemudian berkembang pada ekonomi mikro, ekonomi makro dan finansial.

Inflasi, suku bunga, harga barang hingga daya beli masyarakat menjadi bagian dari diskusi.

Tidak ada agenda khusus dalam percakapan tersebut. Semuanya berlangsung secara spontan. Namun, diskusi itu menjadi tambahan wawasan bagi Andi Jo sebelum menghadapi persaingan di tingkat nasional.

Bagi Suwardi, kemampuan memahami ilmu juga harus dibarengi dengan kemampuan melihat persoalan nyata di tengah masyarakat.

Selain berdiskusi, Bupati juga menyampaikan pesan kepada para pelajar di Kabupaten Soppeng agar tidak takut mengejar prestasi.

Menurutnya, proses mengejar prestasi akan membentuk pengalaman, kemampuan dan kepercayaan diri siswa.

“Juara bukan tujuan utama. Prestasi adalah modal utama,” ujar Suwardi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Kepala UPT SMAN 1 Soppeng, guru dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi para siswa hingga mampu bersaing di tingkat nasional.

Suwardi menilai keberhasilan Andi Jo merupakan hasil dari proses panjang. Ada ketekunan siswa, pembinaan guru, dukungan sekolah serta peran keluarga yang turut mengantarkannya sampai ke Grand Final.

Andi Jo merupakan siswa kelas XI.10 SMAN 1 Soppeng. Ia telah melewati rangkaian seleksi OSN 2026 hingga berhasil menembus semifinal nasional dan kemudian memastikan diri lolos ke babak final.

Ia menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Selatan pada bidang Ekonomi yang berhasil mencapai Grand Final OSN 2026.

Babak final akan berlangsung secara luring pada 14–20 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur.

Sebanyak 60 peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia akan berkompetisi pada bidang Ekonomi.

Dari ruang kerja Bupati Soppeng, Andi Jo kemudian bersiap melanjutkan perjuangannya.

Bukan hanya membawa nama pribadi, ia akan membawa nama SMAN 1 Soppeng, Kabupaten Soppeng dan Sulawesi Selatan ke panggung nasional.

(RAT)

Senin, 31 Agustus 2026

Hari Terakhir Kontrak, Bupati Soppeng Semprot Waskita: “Rp276 Miliar, Jangan Asal Jadi!”


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana peninjauan proyek Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 46 Kabupaten Soppeng memanas. Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng melontarkan sejumlah teguran keras setelah menemukan banyak bagian proyek senilai sekitar Rp276 miliar yang dinilai belum beres.

Peninjauan dilakukan Suwardi pada Senin sore (31/8/2026), tepat di hari terakhir masa kontrak proyek.

Bupati tidak hanya melihat kondisi bangunan dari kejauhan. Ia berjalan kaki menyusuri kawasan SRT, masuk dari satu gedung ke gedung lainnya, lalu memeriksa fasilitas yang akan digunakan para siswa.

Namun, sejumlah temuan membuat Suwardi kecewa.

Taman belum siap. Taman bermain belum tersedia. Air dipertanyakan. Drainase disorot. Loster dinilai kasar. Tangga dikritik. Bahkan aspek keselamatan siswa ikut menjadi perhatian.

Kondisi tersebut dipersoalkan karena proyek telah memasuki batas akhir kontrak hari ini.

“Kalau pekerjaan sudah selesai berarti tidak ada lagi kegiatan, namun kenyataannya masih banyak,” tegas Suwardi.

Salah satu bagian yang paling keras disorot adalah kualitas pengerjaan bangunan.

Suwardi menilai pemasangan loster di sejumlah titik dikerjakan secara kasar. Pengerjaan tangga juga dinilai tidak lurus dan kurang rapi.

Kritikan itu disampaikan langsung di lokasi saat pihak pelaksana berada di kawasan proyek.

“Kalau tukang, ya tukang jangan seperti pekerjaan Buruh yang kayak tukang kelas tiga,” ujar Suwardi.

Bagi Bupati, proyek dengan nilai ratusan miliar tidak boleh dikerjakan sekadar mengejar progres fisik.

Rp276 miliar bukan angka kecil. Karena itu, hasil akhirnya harus mencerminkan nilai proyek tersebut.

Persoalan menjadi semakin serius karena 31 Agustus 2026 merupakan batas akhir kontrak.

Sementara sejumlah pekerjaan masih terlihat belum sepenuhnya selesai.

Suwardi menegaskan, setelah kontrak berakhir tidak boleh ada lagi alasan untuk membiarkan pekerjaan tertinggal.

Ia juga mengingatkan agar keterlambatan tidak kembali terulang.

“Molor lagi tidak bisa hanya sepuluh hari,” ujarnya.

Suwardi mempertanyakan taman yang belum menunjukkan kondisi sebagaimana yang diharapkan.

Menurutnya, tanaman seharusnya sudah ditanam dan mulai tumbuh ketika proyek memasuki tahap akhir.

Taman bermain juga dinilai seharusnya sudah tersedia.

Bupati ingin seluruh fasilitas pendukung siap bersamaan dengan bangunan utama, bukan dikerjakan belakangan setelah siswa masuk.

Untuk asrama siswa SD, sebagian fasilitas disebut telah selesai. Namun, bagian asrama siswa SMP dan SMA masih terlihat dalam pengerjaan.

Ketersediaan air juga menjadi perhatian.

Suwardi menegaskan siswa tidak akan diperbolehkan menempati asrama jika kebutuhan dasar belum terpenuhi.

“Dua hari setelah pekerjaan selesai, baru siswa-siswi bisa masuk asrama,” tegasnya.

Artinya, selesai kontrak bukan berarti otomatis siswa bisa masuk.

Bupati juga menemukan keberadaan mesin pemotong rumput dan peralatan pemotong lainnya serta kabel listrik yang dinilai harus ditata agar tidak membahayakan siswa.

Menurutnya, kawasan sekolah harus benar-benar aman sebelum digunakan.

Fasilitas pendidikan tidak boleh menyisakan potensi bahaya bagi anak-anak yang nantinya beraktivitas di dalamnya.

Drainase juga diperiksa. Suwardi meminta saluran air dikerjakan dengan serius agar mampu menghadapi musim hujan.

Sanitasi juga mendapat perhatian. Bupati menyoroti fasilitas toilet, termasuk kloset duduk merek Toto yang disebut sebagai pilihan dengan harga paling murah.

“Jangan asal saja, laksanakan secepatnya,” tegasnya.

Suwardi memastikan dirinya tidak berhenti pada peninjauan tersebut.

Ia akan kembali mengecek progres perbaikan terhadap seluruh catatan yang telah disampaikannya.

“Kualitas harus diperhatikan,” tegas Bupati.

Setelah peninjauan, Suwardi melaksanakan salat Magrib berjamaah di Masjid Sekolah Rakyat. Ia kemudian menyaksikan siswa-siswi makan malam bersama.

Sejumlah siswa menghampirinya untuk bersalaman dan mencium tangannya.

Peninjauan turut dihadiri Kepala Dinas Sosial, pihak Waskita Purnawan, Staf Ahli Sainul, Kepala Sekolah SRT Arni, S.Pd., M.Pd., serta Ketua LSM SIDIK Mahmud.

Proyek Rp276 miliar ini kini tidak hanya dituntut selesai. Ia dituntut layak, aman, rapi, dan benar-benar siap digunakan siswa.

Dan pesan Bupati Soppeng jelas: jangan sampai proyek bernilai ratusan miliar berakhir dengan pekerjaan yang asal jadi.

(Red)

Selasa, 25 Agustus 2026

PJI Sulsel Apresiasi Polda Jabar Bongkar Passobis Sidrap, Koordinasi dengan Polda Sulsel Dipertanyakan


Makassar, Teropongsulawesi.com, Pengungkapan sindikat penipuan daring atau passobis asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Sulawesi Selatan oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat mendapat apresiasi dari Humas Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulawesi Selatan, Dzoel SB.

Meski demikian, keberhasilan tersebut turut memunculkan sorotan mengenai koordinasi penanganan kejahatan siber lintas wilayah. Sebab, jaringan yang beroperasi dari Sidrap itu justru dibongkar langsung oleh aparat Polda Jawa Barat.

Dzoel SB mempertanyakan sejauh mana koordinasi Polda Jabar dengan Polda Sulsel maupun Polres Sidrap sebelum dilakukan penindakan.

“PJI Sulsel mengapresiasi langkah tegas Polda Jawa Barat. Namun, ketika aktivitas para terduga pelaku berada di Sidrap, publik tentu ingin mengetahui bagaimana koordinasi dengan Polda Sulsel dan Polres Sidrap,” ujar Dzoel SB. Selasa (25/8/2026). 

Menurutnya, persoalan tersebut penting dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

“Ini bukan untuk mendiskreditkan institusi kepolisian di Sulsel. Justru transparansi diperlukan agar masyarakat memahami bagaimana mekanisme koordinasi dalam mengungkap kejahatan siber yang melibatkan wilayah hukum berbeda,” katanya.

20 Orang Diamankan, 12 Jadi Tersangka

Dalam operasi tersebut, aparat Polda Jabar mengamankan sekitar 20 orang di lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas sindikat. Setelah pemeriksaan dan pencocokan dengan alat bukti, 12 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Ke-12 tersangka masing-masing berinisial UR, BS, NYL, NR, FN, DN, HB, NK, ARB, MD, MA, dan MDH.

Mereka diduga menjalankan peran berbeda, mulai dari penyedia akun, pembuat unggahan kendaraan fiktif hingga operator yang berkomunikasi dengan calon korban.

Kasus tersebut terungkap setelah Polda Jabar menerima dua laporan polisi dari korban berinisial FFK dan NM. Penelusuran siber kemudian mengarahkan penyidik ke Kabupaten Sidrap dan dilakukan penindakan pada 12 Agustus 2026.

Modus Jual Mobil Murah, Ngaku Anggota TNI

Sindikat tersebut diduga menggunakan Facebook untuk menawarkan mobil dengan harga jauh di bawah pasaran.

Calon korban kemudian diarahkan berkomunikasi melalui pesan pribadi hingga WhatsApp. Untuk meningkatkan kepercayaan, salah satu pelaku diduga mengaku sebagai anggota TNI dan menggunakan foto maupun pakaian dinas.

Pelaku bahkan melakukan video call dengan mengenakan seragam TNI. Polisi juga menemukan benda yang tampak seperti senjata api dalam materi yang digunakan pelaku, namun benda tersebut ternyata merupakan senjata mainan.

Setelah korban percaya, pelaku mengirimkan video yang seolah-olah memperlihatkan kendaraan sedang dikemas untuk dikirim melalui jasa kargo.

Padahal, video tersebut diduga dibuat di sebuah rumah dan bukan di fasilitas pengiriman kendaraan.

Korban kemudian diarahkan mentransfer uang ke rekening tertentu.

Dari dua laporan yang ditangani, FFK mengalami kerugian Rp19.941.774, sedangkan NM mengalami kerugian Rp20.354.459. Total kerugian kedua korban mencapai lebih dari Rp40 juta.

PJI Minta Kejahatan Siber Ditangani Terpadu

Dzoel menilai kasus tersebut menjadi pengingat bahwa kejahatan siber tidak lagi mengenal batas wilayah. Pelaku dapat beroperasi dari satu daerah, sementara korban berada di provinsi lain.

Karena itu, menurutnya, koordinasi antara kepolisian daerah menjadi bagian penting dalam memutus jaringan penipuan daring.

“Jangan sampai kejahatan siber berkembang karena adanya celah koordinasi. Aparat harus bergerak bersama, saling berbagi informasi dan memastikan setiap jaringan yang terungkap dapat ditelusuri hingga ke akar-akarnya,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak mudah tergiur penawaran kendaraan dengan harga tidak masuk akal di media sosial.

“Kalau harga terlalu murah, masyarakat harus waspada. Jangan hanya percaya karena seseorang memakai seragam atau mengaku sebagai aparat. Identitas harus diverifikasi dan transaksi dilakukan dengan mekanisme yang aman,” pungkas Dzoel.

(AP)

Senin, 24 Agustus 2026

Bupati Soppeng Suwardi Haseng Hadiri MTQ KORPRI Nasional, Ribuan ASN Padati Makassar


Makassar, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng hadir di tengah semarak pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 di Lapangan Karebosi, Makassar, Senin (24/8/2026) malam.

Kehadiran Bupati Soppeng dalam agenda nasional tersebut menegaskan posisi pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan keagamaan sekaligus pembinaan karakter aparatur sipil negara (ASN).

MTQ KORPRI Nasional 2026 dibuka Menteri Agama RI Prof. KH Nasaruddin Umar. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh selaku Ketua Dewan Pengurus KORPRI turut hadir dalam acara tersebut.

Mengusung tema “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh”, MTQ kali ini bukan sekadar seremoni. Ribuan ASN dari berbagai daerah dan kementerian berkumpul di Sulawesi Selatan untuk mengikuti kompetisi sekaligus memperkuat silaturahmi.

Rekor Peserta, 117 Kafilah Turun Bertanding

MTQ VIII KORPRI Nasional mencatat jumlah peserta terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraannya.

Sebanyak 1.173 peserta yang tergabung dalam 117 kafilah hadir mewakili 38 provinsi serta 77 kementerian dan lembaga. Mereka didampingi 465 official.

Sebelum pembukaan, seluruh kafilah mengikuti defile pada Senin siang. Pemandangan ribuan peserta dari berbagai daerah tersebut menjadi salah satu daya tarik penyelenggaraan MTQ di Sulawesi Selatan.

Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dipercaya sebagai tuan rumah bersama. Perlombaan dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 29 Agustus 2026.

Hadiah Tembus Rp2 Miliar

Persaingan para peserta juga semakin menarik dengan hadiah yang disiapkan panitia. Total penghargaan mencapai lebih dari Rp2 miliar.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bahkan memberikan bonus tambahan. Juara umum mendapat paket umrah, peringkat kedua umum memperoleh satu unit sepeda motor listrik, sementara 10 unit sepeda disiapkan sebagai hadiah tambahan.

Beberapa sepeda bahkan langsung diberikan kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan spontan saat acara pembukaan.

Namun, di balik kemeriahan tersebut, pesan utama MTQ tetap berada pada pembentukan karakter ASN. Tema “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh” menempatkan nilai agama bukan hanya sebagai simbol seremoni, tetapi sebagai landasan moral dalam menjalankan amanah pelayanan publik.

Kehadiran Bupati Soppeng Suwardi Haseng di pembukaan MTQ menjadi bagian dari momentum tersebut. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya hadir ketika kegiatan berlangsung, tetapi juga membawa semangat dan nilai-nilai Al-Quran ke dalam tata kelola pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 selanjutnya memasuki fase perlombaan hingga 29 Agustus. Makassar dan Pangkep menjadi saksi berkumpulnya ribuan ASN dalam satu panggung nasional yang menggabungkan kompetisi, spiritualitas, dan pengabdian.

(Taggi)

Candra Muhctar: Maulid Nabi Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Momentum Meneladani Rasulullah


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Soppeng, Mohamad Candra Muhctar, S.Pd., M.Pd., mengajak masyarakat memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Candra yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Soppeng dan Ketua Fraksi Demokrat menegaskan, keteladanan Nabi Muhammad SAW tetap relevan dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam membangun karakter generasi yang beriman, berilmu dan bermanfaat.

Menurut Candra, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi dan memperbaiki diri dengan menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan.

“Meneladani akhlak Rasulullah SAW untuk membangun pribadi yang beriman, berilmu, dan berdaya guna bagi agama, bangsa, dan negara,” pesan Candra. Selasa (25/8/2026).

Ia berharap nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah, seperti kejujuran, amanah, kepedulian dan kasih sayang, dapat semakin kuat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Candra juga menyampaikan harapan agar momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H membawa suasana yang penuh kedamaian dan keberkahan bagi masyarakat.

“Semoga cahaya Maulid membawa kedamaian, keberkahan, dan kebaikan bagi kita semua,” ujarnya.

Bagi Candra, Rasulullah SAW merupakan sosok yang membawa petunjuk dan cahaya bagi umat manusia. Karena itu, kecintaan kepada Nabi semestinya diwujudkan dengan mengikuti ajaran dan akhlaknya, bukan hanya melalui peringatan tahunan.

“Rasulullah lahir membawa petunjuk dan cahaya. Semoga kita termasuk umat yang setia mengikuti jalan Nabi Muhammad SAW,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi bagian dari komitmen Candra untuk terus membawa nilai-nilai keagamaan dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Soppeng.

Candra sebelumnya juga dikenal aktif menyuarakan kepentingan masyarakat melalui perannya sebagai legislator dan Ketua DPC Partai Demokrat Soppeng.

Harapan Rakyat, Perjuangan Demokrat.

(Taggi) 

Rabu, 29 Juli 2026

Bupati Soppeng Suwardi Haseng Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Bersih Bersama KPK


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel melalui sinergi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.

Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Program Pemberantasan dan Pencegahan Korupsi yang digelar KPK bersama Pemerintah Kabupaten Soppeng di Ruang Pola Kantor Bupati Soppeng, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Satuan Tugas Wilayah 4.2 Deputi Koordinasi dan Supervisi KPK RI, Tri Budi Rachmanto beserta jajaran, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, para kepala perangkat daerah, serta pihak terkait yang menangani delapan area perubahan dalam program pencegahan korupsi.

Dalam sambutannya, Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan KPK kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng. Menurutnya, kehadiran KPK menjadi motivasi bagi seluruh jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Rapat koordinasi ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun pemerintahan yang berintegritas melalui sistem yang semakin baik dan pengawasan yang lebih efektif," ujar Suwardi.

Ia mengungkapkan, komitmen tersebut telah membuahkan hasil dengan diraihnya peringkat pertama Survei Penilaian Integritas (SPI) Tahun 2025 di Provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten Soppeng mencatat indeks integritas sebesar 80,48, yang mencerminkan semakin kuatnya budaya pelayanan publik berbasis integritas.

Meski demikian, Suwardi menegaskan bahwa capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Pemerintah daerah tetap akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah indikator yang masih memiliki tingkat risiko, khususnya dalam aspek integritas pelaksanaan tugas dan pengelolaan anggaran.

"Hasil survei menjadi bahan evaluasi bagi kami. Seluruh rekomendasi dari KPK akan kami tindak lanjuti agar sistem pemerintahan semakin kuat dan potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Wilayah 4.2 Kedeputian Koordinasi dan Supervisi KPK RI, Tri Budi Rachmanto, mengingatkan pemerintah daerah agar memberikan perhatian serius terhadap sektor pengadaan barang dan jasa, pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD, serta hibah dan bantuan sosial yang masih memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap praktik korupsi.

Tri Budi juga mendorong Pemerintah Kabupaten Soppeng untuk terus meningkatkan capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) dan menjadikan hasil Survei Penilaian Integritas sebagai dasar perbaikan tata kelola pemerintahan secara berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Soppeng menegaskan kesiapannya memperkuat kolaborasi dengan KPK dalam membangun pemerintahan yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas kepada masyarakat.

Bila diinginkan, saya juga dapat Buatkan versi yang lebih bergaya berita politik/pemerintahan dengan fokus pada kepemimpinan Bupati Suwardi Haseng dalam memperkuat agenda antikorupsi di Kabupaten Soppeng.

(Silviana)

Kamis, 23 Juli 2026

Siswa SRD 64 Soppeng Raih Juara II Lomba Cerita Pendek Tingkat Nasional, Bupati: Bukti Potensi Anak Daerah


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Soppeng. Siswa Sekolah Rakyat Daerah (SRD) 64 Soppeng, A. Suci Nurhikmah, berhasil meraih Juara II Lomba Cerita Pendek Kategori SRD Kelas 4–6 pada Festival Literasi Sekolah Rakyat (FLSR) Tahun 2026 Tingkat Nasional.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi SRD 64 Soppeng sekaligus menunjukkan bahwa peserta didik Sekolah Rakyat mampu bersaing di tingkat nasional melalui kemampuan literasi.

Pemerhati pendidikan Kabupaten Soppeng, Samsu Rinal, memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi yang diraih A. Suci Nurhikmah menjadi bukti bahwa Sekolah Rakyat memiliki potensi besar dalam mencetak siswa berprestasi apabila mendapatkan pembinaan yang tepat.

"Prestasi ini membuktikan bahwa Sekolah Rakyat juga bisa. Anak-anak dari Sekolah Rakyat mampu bersaing di tingkat nasional apabila diberi kesempatan, pendampingan, dan motivasi yang tepat," ujar Samsu Rinal, Jumat (24/7/2026).

Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, khususnya di bidang literasi, sekaligus memotivasi para tenaga pendidik agar terus membimbing peserta didik mencapai prestasi yang lebih tinggi.

Menurutnya, keberhasilan ini juga menjadi bukti bahwa program Sekolah Rakyat mampu melahirkan generasi yang kreatif, berkarakter, dan memiliki daya saing di tingkat nasional.

Sementara itu, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi yang diraih A. Suci Nurhikmah. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras siswa, guru, serta seluruh pihak yang telah memberikan pembinaan dan dukungan.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Soppeng, saya mengucapkan selamat kepada A. Suci Nurhikmah atas prestasi yang telah mengharumkan nama Kabupaten Soppeng di tingkat nasional. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus belajar, berkarya, dan berprestasi," ujar Suwardi Haseng.

Bupati juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, termasuk melalui penguatan budaya literasi dan pembinaan talenta peserta didik agar mampu bersaing di berbagai ajang, baik tingkat regional maupun nasional.

Prestasi yang diraih A. Suci Nurhikmah diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak prestasi dari siswa-siswi Kabupaten Soppeng, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan Sekolah Rakyat sebagai salah satu wadah mencetak generasi unggul Indonesia.

(Red)

Senin, 13 Juli 2026

Bupati Soppeng Suwardi Haseng Perintahkan Proyek Sekolah Rakyat Dikebut 24 Jam, Target Beroperasi 31 Juli


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, SE mengambil langkah tegas untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 64. Saat meninjau langsung lokasi proyek, Senin (13/7/2026), Suwardi memerintahkan pelaksana menerapkan sistem kerja dua shift selama 24 jam agar seluruh fasilitas utama rampung sesuai target.

Instruksi tersebut disampaikan saat inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Kementerian Sosial Republik Indonesia. Bupati didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Andi Haeruddin, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Soppeng Taufiq Ramli, SSTP., MM, serta Kepala Sekolah SRT 64 Soppeng Arni Erjillah, S.Pd., Gr.

Di hadapan pelaksana proyek, Suwardi menegaskan tidak ada lagi ruang untuk keterlambatan. Seluruh pekerjaan harus dipercepat agar operasional Sekolah Rakyat dapat dimulai sesuai jadwal nasional.

"Progres pembangunan harus dikebut. Saya ingin pekerjaan berjalan selama 24 jam agar target yang telah ditetapkan bisa tercapai," tegas Suwardi.

Menurutnya, sistem kerja dua shift menjadi solusi untuk memaksimalkan waktu yang tersedia tanpa mengurangi kualitas hasil pekerjaan.

Tak hanya memberi instruksi, Suwardi juga memastikan akan turun langsung mengawasi progres pembangunan. Ia menjadwalkan peninjauan ke lokasi setiap dua hari sekali guna memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target.

Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

Pemkab Soppeng menargetkan seluruh fasilitas utama sudah siap digunakan pada 31 Juli 2026, bertepatan dengan dimulainya operasional Sekolah Rakyat secara serentak di 62 kabupaten dan kota di Indonesia.

Fasilitas prioritas yang harus diselesaikan meliputi dua asrama siswa, dua asrama guru, ruang kelas, masjid, gedung serbaguna, kantin, dan dapur. Sementara fasilitas lainnya tetap dapat dikerjakan setelah proses belajar mengajar dimulai dengan tetap mengutamakan standar keselamatan.

Suwardi menegaskan percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan aspek keamanan. Seluruh area yang akan digunakan siswa wajib dipastikan aman, nyaman, dan layak meski pekerjaan konstruksi di bagian lain masih berlangsung.

Belum rampungnya sejumlah fasilitas utama juga membuat jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang semula direncanakan pada 14 Juli 2026 harus ditunda. Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kementerian Sosial kini menetapkan MPLS digelar pada 31 Juli 2026, bersamaan dengan kesiapan fasilitas utama sekolah.

Sebanyak 370 peserta didik akan mengikuti MPLS, terdiri atas 270 siswa baru dan 100 siswa existing sebagai angkatan pertama Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Soppeng.

Selain pengenalan lingkungan sekolah, MPLS akan diisi dengan berbagai kegiatan persiapan fisik dan psikologis, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), DNA Talent, tes psikologi, hingga penampilan siswa existing sebagai bentuk penyambutan bagi peserta didik baru.

Dengan pengawasan langsung dari Bupati dan dukungan penuh Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis pembangunan fasilitas prioritas dapat diselesaikan tepat waktu sehingga Sekolah Rakyat siap beroperasi pada akhir Juli mendatang.

(Silviana)

Minggu, 12 Juli 2026

Bupati Soppeng Hadiri Penutupan HUT Dekranas ke-46, Wastra "Lagosi Caddi Kalong" Tampil di Panggung Nasional


Makassar, Teropongsulawesi.com,– Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menghadiri penutupan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang berlangsung di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sabtu (11/7/2026).

Bupati hadir didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Soppeng, Hj. Suarni Suwardi, bersama jajaran pengurus Dekranasda Kabupaten Soppeng.

Penutupan HUT Dekranas dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan nasional yang diikuti para perajin, pelaku UMKM, serta pengurus Dekranas dari berbagai daerah di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, wastra khas Soppeng bermotif "Lagosi Caddi Kalong" menjadi perhatian. Selendang hasil karya perajin Kabupaten Soppeng dikenakan Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Tito Karnavian, sebagai pelengkap busana pada acara penutupan HUT Dekranas ke-46 dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54.

Dalam sambutannya, Tito Karnavian mengatakan penyelenggaraan HUT Dekranas tidak hanya berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi daerah, tetapi juga menjadi ajang untuk mempromosikan kerajinan Indonesia agar semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar dunia.

Selama mengikuti rangkaian kegiatan, Dekranasda Kabupaten Soppeng menampilkan berbagai produk unggulan, di antaranya Wastra Kalong Sutra Cantika Sabbena, fashion karya Mijel, fashion etnik Dituta, serta craft Otti Dituta.

Dekranasda Soppeng juga turut ambil bagian dalam fashion show dengan menampilkan wastra bermotif Kalong yang dipadukan dengan motif Lagosi. Karya tersebut dibuat oleh Hj. Nurlela, anggota Dekranasda Kabupaten Soppeng sekaligus pemilik Cantika Sabbena Soppeng, didesain oleh Desainer Mijel Soppeng, dan diperagakan oleh Riska Nasrika.

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengatakan, keikutsertaan Soppeng dalam HUT Dekranas diharapkan menjadi motivasi bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk.

"Kami ingin wastra dan kerajinan khas Soppeng terus berkembang, memberi nilai tambah bagi para perajin dan UMKM, serta mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. Pemerintah Kabupaten Soppeng akan terus memperkuat pembinaan, inovasi, dan promosi agar produk-produk unggulan daerah semakin dikenal dan memiliki daya saing," ujarnya.

Menurut Suwardi, dikenakannya selendang wastra motif "Lagosi Caddi Kalong" oleh Tri Tito Karnavian merupakan kebanggaan bagi masyarakat Soppeng dan menjadi bukti bahwa produk kerajinan daerah memiliki kualitas yang mampu tampil dan mendapat apresiasi di tingkat nasional.

(Silviana)

Selasa, 30 Juni 2026

Bupati Soppeng Suwardi Haseng Sambut 11 Mahasiswa Asing Peserta Program Unhas, Bakal Belajar di Desa-Desa

 


Soppeng, Teropongsulawesi.com,– Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menerima kunjungan 11 mahasiswa asing peserta Nusantara International Summer Course on Public Health (NISC-PH) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas). Penyambutan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Selasa (30/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian kegiatan lapangan program internasional tersebut.

Kehadiran mahasiswa dari berbagai negara itu menjadi bagian dari agenda pembelajaran berbasis masyarakat yang akan dilaksanakan di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Soppeng selama tiga hari, mulai 30 Juni hingga 2 Juli 2026.

Program ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai praktik kesehatan masyarakat, pemberdayaan masyarakat, serta penerapan berbagai program kesehatan di tingkat desa.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang kembali memilih Kabupaten Soppeng sebagai salah satu lokasi kegiatan akademik bertaraf internasional.

Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan kerja sama internasional.

Ia mengatakan, pemerintah daerah menyambut baik kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai negara karena mampu menjadi media pertukaran ilmu pengetahuan, pengalaman, serta budaya.

Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan tersebut juga membuka peluang bagi masyarakat untuk berbagi praktik-praktik baik yang telah diterapkan dalam pembangunan kesehatan.

"Selamat datang di Kabupaten Soppeng. Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus mengenal budaya, kehidupan sosial, dan potensi daerah yang kami miliki," ujar Suwardi Haseng.

Bupati juga mengajak para peserta untuk menikmati keramahan masyarakat Soppeng selama mengikuti kegiatan lapangan. Menurutnya, interaksi langsung dengan masyarakat akan memberikan pengalaman berharga yang tidak diperoleh hanya melalui pembelajaran di ruang kelas.

Program NISC-PH 2026 sendiri merupakan agenda internasional tahunan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang mengusung konsep hybrid course and excursion. Sebelum memasuki kegiatan lapangan, seluruh peserta telah mengikuti proses pembelajaran daring pada 15 hingga 27 Juni 2026.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan di sejumlah daerah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Soppeng pada 29 Juni hingga 10 Juli 2026.

Selama berada di Kabupaten Soppeng, para mahasiswa akan melakukan berbagai aktivitas akademik yang berfokus pada pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Mereka akan melakukan observasi terhadap kondisi kesehatan masyarakat, mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan di tingkat desa, mempelajari program pemberdayaan masyarakat, serta melakukan kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, peserta juga akan berdialog langsung dengan aparat pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader kesehatan, dan masyarakat untuk memahami bagaimana kebijakan kesehatan diterapkan hingga tingkat komunitas.

Kegiatan tersebut dipadukan dengan program community outreach dan pertukaran budaya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa internasional diharapkan dapat memahami nilai-nilai sosial, budaya lokal, serta kearifan masyarakat Soppeng yang selama ini menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung pembangunan kesehatan berbasis masyarakat.

Sebanyak 11 mahasiswa asing yang mengikuti kegiatan di Kabupaten Soppeng berasal dari Mahidol University dan Soonchunhyang University. Mereka bergabung bersama mahasiswa asing lainnya serta mahasiswa kelas internasional Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Rombongan didampingi sejumlah dosen FKM Unhas, yakni Prof. Anwar, Dr. Owildan Wisudawan, Dr. Hasnawati Amqam, Dr. Syamsuar, Basir, Nasrah, dan Dr. Rahayu Nurul Reski. Para dosen bertugas membimbing mahasiswa selama pelaksanaan pembelajaran lapangan, mulai dari proses observasi, pengumpulan data, hingga penyusunan refleksi hasil pembelajaran.

Dalam pelaksanaan kegiatan, para peserta dibagi ke lima lokasi, yaitu Desa Ganra, Desa Kaca, Desa Manorang Salo, Kelurahan Lalabata Riaja, dan Desa Pesse. Di masing-masing wilayah tersebut mereka akan mempelajari kondisi kesehatan masyarakat, mengamati program pemberdayaan yang telah dijalankan pemerintah desa, serta berdiskusi bersama masyarakat mengenai berbagai tantangan dan solusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan.

Hasil pengamatan yang diperoleh selama kegiatan nantinya akan menjadi bahan refleksi sekaligus pembelajaran mengenai penerapan konsep kesehatan masyarakat di lapangan dengan mempertimbangkan aspek sosial, budaya, dan kondisi lokal masing-masing wilayah.

Pemerintah Kabupaten Soppeng berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat akademik bagi para peserta, tetapi juga mempererat hubungan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa internasional diharapkan semakin memperkenalkan Kabupaten Soppeng kepada dunia sebagai daerah yang terbuka terhadap kolaborasi global serta memiliki komitmen dalam mendukung pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

Melalui penyelenggaraan NISC-PH 2026, sinergi antara Universitas Hasanuddin, Pemerintah Kabupaten Soppeng, dan masyarakat diharapkan terus berkembang sehingga mampu melahirkan berbagai kerja sama yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperluas jejaring internasional di masa mendatang.

(Silviana)

Jumat, 26 Juni 2026

ITB dan Australia Perkuat Kolaborasi Pengembangan Agrivoltaics untuk Pedesaan dan Pulau Terpencil di Indonesia Timur

Bandung, Teropongsulawesi.com, Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama sejumlah perguruan tinggi dan lembaga riset dari Indonesia serta Australia memperkuat kolaborasi pengembangan agrivoltaics sebagai solusi transisi energi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di pedesaan serta pulau-pulau terpencil di Indonesia Timur.

Kolaborasi tersebut ditandai melalui kegiatan Kick-off Meeting dan Simposium Bilateral "Agrivoltaics and Energy Challenge in Rural and Remote Islands in Eastern Indonesia" yang digelar di Gedung Rekayasa Molekuler dan Material Fungsional (Labtek XV) ITB, Bandung, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja sama KONEKSI LPDP Indonesia–Australia.

Ketua tim sekaligus peneliti utama program, Dr. Acep Purqon, dosen Kelompok Keahlian Fisika Bumi dan Sistem Kompleks FMIPA ITB, mengatakan transisi energi membuka peluang besar bagi pengembangan riset multidisiplin yang melibatkan berbagai bidang keilmuan.

"Transisi energi menghadirkan begitu banyak peluang bagi riset, teknologi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Ini menjadi ruang kolaborasi multidisiplin yang mempertemukan bidang pertanian, kehutanan, teknik, bisnis, hingga manajemen untuk bersama-sama menjawab tantangan krisis energi melalui konsep bridging transisi energi," ujar Acep.

Program ini melibatkan peneliti dari Murdoch University dan Griffith University, Australia, serta sejumlah institusi di Indonesia, yakni ITB, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Padjadjaran, Universitas Cenderawasih, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Politeknik Negeri Fakfak, IAIN Sorong, dan Purnomo Yusgiantoro Center.

Simposium juga menghadirkan akademisi dari kedua negara yang membahas berbagai aspek pengembangan agrivoltaics, mulai dari teknologi, pemberdayaan masyarakat, hingga strategi implementasi di wilayah terpencil.

Sementara Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA ITB, Dr. Dwi Irwanto, menyampaikan bahwa ITB terus mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam menghadapi tantangan krisis energi nasional.

"ITB mendorong berbagai pendekatan untuk menghasilkan solusi krisis energi, termasuk pengembangan agrivoltaics agar diperoleh formulasi yang optimal sesuai karakteristik wilayah-wilayah unik di Indonesia," katanya.

Selain itu, Deputi Investasi dan Pendanaan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), M. Irfan Saleh, memaparkan peluang investasi sekaligus tantangan penerapan agrivoltaics di pulau-pulau terpencil Indonesia Timur, termasuk pentingnya dukungan regulasi untuk membuka ruang kegiatan ekonomi baru berbasis energi terbarukan.

Menurut Acep, keberhasilan implementasi agrivoltaics tidak hanya bergantung pada aspek teknologi, tetapi juga sinergi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix.

"Kerja sama pentahelix menjadi kunci keberhasilan transisi energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru," ujarnya.

Program ini juga menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam transisi energi. Pendekatan yang dikembangkan mengintegrasikan inovasi ilmiah dengan pengetahuan lokal serta mendorong partisipasi perempuan, generasi muda, dan kelompok yang selama ini kurang terwakili dalam sektor pertanian, perikanan, dan energi terbarukan.

Perwakilan Program KONEKSI LPDP Indonesia–Australia, Parana Ari Santi, menyambut baik pelaksanaan kolaborasi tersebut. Ia menilai komunikasi dan koordinasi yang kuat antara peneliti Indonesia dan Australia menjadi faktor penting dalam menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ini ditutup oleh Erlin Puspaputri yang mewakili Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Pengembangan agrivoltaics dinilai sejalan dengan arah kebijakan energi nasional. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sekitar 69,5 gigawatt (GW), dengan sekitar 61 persen atau lebih dari 42 GW berasal dari energi baru terbarukan (EBT) dan sistem penyimpanan energi.

Porsi EBT dalam bauran kelistrikan nasional diproyeksikan meningkat dari sekitar 15–16 persen pada 2025 menjadi sekitar 21 persen pada 2030, dan mencapai sekitar 34 persen pada 2034. Target tersebut menjadi bagian dari upaya mencapai komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) 2030 dan Net Zero Emission (NZE) 2060.

Dalam konteks tersebut, agrivoltaics dipandang sebagai model pembangunan yang mengintegrasikan produksi energi surya dengan aktivitas pertanian sehingga desa tidak lagi hanya menjadi lokasi terdampak pembangunan energi, tetapi bertransformasi menjadi mitra strategis dalam penyediaan energi bersih sekaligus penggerak ekonomi lokal.

(Red) 

Senin, 15 Juni 2026

Pembangunan Sekolah Rakyat Soppeng Dikebut, Wabup Apresiasi Kinerja PT Waskita Karya


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, bersama Kepala Sekolah Rakyat (SR) 64 Soppeng, Erni Erjilla, meninjau langsung lokasi pembangunan SR 64 Soppeng, Senin (15/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan sekaligus mematangkan persiapan pemindahan peserta didik ke gedung permanen yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang.

Dalam kunjungan itu, rombongan menerima pemaparan dari pihak pelaksana proyek terkait perkembangan pekerjaan konstruksi yang saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Capaian tersebut dinilai cukup menggembirakan mengingat target operasional sekolah yang semakin dekat.

Wakil Bupati Selle KS Dalle mengatakan perkembangan pembangunan menunjukkan kemajuan yang signifikan dibandingkan saat kunjungan sebelumnya. Ia mengapresiasi upaya percepatan yang dilakukan kontraktor sehingga proyek dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

“Saya melihat langsung percepatan yang luar biasa. Setiap kali berkunjung ke lokasi ini, selalu ada perkembangan yang signifikan. Kami berharap pekerjaan dapat terus dipacu sehingga selesai tepat waktu,” ujarnya.

Menurutnya, kunjungan tersebut tidak hanya difokuskan pada pemantauan progres pembangunan fisik, tetapi juga memastikan kesiapan berbagai aspek pendukung sebelum sekolah mulai digunakan.

Selle menjelaskan bahwa Kementerian Sosial merencanakan pemindahan peserta didik Sekolah Rakyat secara serentak dari sekolah sementara ke gedung permanen pada 11 Juli 2026. Karena itu, seluruh pihak terkait diharapkan dapat menjaga ritme kerja agar target nasional tersebut dapat tercapai.

“Kami hadir bersama Kepala SR 64 untuk melihat langsung kesiapan bangunan sekaligus mengingatkan bahwa waktu pemindahan siswa semakin dekat. Semua persiapan harus dimatangkan sejak sekarang,” katanya.

Selain meninjau pembangunan gedung, Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama pihak pelaksana juga membahas kesiapan fasilitas pendukung yang akan menunjang aktivitas belajar mengajar. Berbagai kebutuhan seperti perabot ruang kelas, perlengkapan asrama, hingga sarana penunjang lainnya menjadi perhatian agar tersedia tepat waktu.

Selle menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari rampungnya konstruksi bangunan, tetapi juga dari kesiapan seluruh sarana dan prasarana yang akan digunakan oleh peserta didik maupun tenaga pendidik.

Sementara itu, pihak pelaksana proyek menyampaikan apresiasi atas dukungan dan perhatian yang terus diberikan pemerintah daerah. Menurut mereka, kunjungan pimpinan daerah menjadi motivasi tambahan bagi para pekerja untuk menyelesaikan sisa pekerjaan sesuai jadwal.

Dengan progres pembangunan yang telah mencapai sekitar 80 persen, Pemerintah Kabupaten Soppeng optimistis SR 64 Soppeng dapat mulai ditempati sesuai jadwal yang ditetapkan. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Soppeng.

(Silviana)

Sabtu, 13 Juni 2026

LMP Soppeng Siap Kawal Program Swasembada Pangan Usai Rapimnas 2026


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Soppeng, Sahar, menghadiri Rapimnas Laskar Merah Putih 2026 yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti pengurus pusat, pengurus daerah, serta kader LMP dari berbagai wilayah di Indonesia.

Rapimnas mengusung tema “Laskar Merah Putih Bersama Pemerintah Rawat NKRI Membangun Negeri” dan menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penguatan komitmen dalam mendukung program-program strategis pemerintah.

Salah satu agenda penting dalam Rapimnas adalah arahan dari Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian RI dan Dewan Pembina Laskar Merah Putih. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program swasembada pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian bangsa.

Menanggapi hal tersebut, Sahar menyatakan kesiapan LMP Soppeng untuk mengawal program swasembada pangan hingga ke tingkat daerah. Menurutnya, Kabupaten Soppeng memiliki potensi pertanian yang besar sehingga perlu didukung melalui sinergi antara pemerintah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami siap menjalankan arahan Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mengawal program swasembada pangan. Ini merupakan bentuk kontribusi nyata kami dalam mendukung pembangunan nasional dan memperkuat ketahanan pangan,” ujar Sahar.

Ia menambahkan, LMP Soppeng akan terus membangun koordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak terkait guna mendukung peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani.

Menurut Sahar, Rapimnas 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan peran Laskar Merah Putih dalam mendukung pembangunan nasional dan menjaga keutuhan NKRI.

(Red)

Rabu, 10 Juni 2026

Wabup Selle Hadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026, Ekonomi Soppeng Melaju 9,39 Persen


Makassar, Teropongsulawesi.com,– Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, menghadiri pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, dan menandai Sulawesi Selatan sebagai provinsi pertama di Indonesia yang melaksanakan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 tingkat provinsi.

Dalam sambutannya, Amalia menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan instrumen strategis untuk memotret aktivitas ekonomi nasional secara menyeluruh. Melalui sensus ini, pemerintah dapat memperoleh gambaran terkini mengenai perkembangan dunia usaha, transformasi digital, serta dinamika ekonomi yang terjadi di berbagai daerah.

Pencanangan tersebut dihadiri oleh Andi Sudirman Sulaiman, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, serta sejumlah perwakilan pemerintah daerah. Kegiatan ini menjadi momentum awal memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendukung suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sensus tersebut. Menurutnya, data yang dihasilkan akan menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Sensus Ekonomi 2026 hadir untuk memotret aktivitas ekonomi secara menyeluruh sehingga menjadi dasar yang kuat dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus yang dijadwalkan berlangsung melalui pendataan lapangan secara door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Sementara itu, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, ketersediaan data ekonomi yang akurat dan berkualitas merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.

“Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah strategis untuk menghadirkan data ekonomi yang akurat, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data yang dihasilkan akan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan, penguatan sektor usaha, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Soppeng siap mendukung dan berpartisipasi aktif demi suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026,” kata Selle.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPS RI memaparkan capaian perekonomian Sulawesi Selatan Triwulan I Tahun 2026. Kabupaten Soppeng mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 9,39 persen secara tahunan (year-on-year), menempatkannya pada posisi kelima tertinggi di Sulawesi Selatan.

Angka tersebut melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang mencapai 6,88 persen maupun pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen. Capaian ini menunjukkan tren positif pembangunan ekonomi di Kabupaten Soppeng serta efektivitas berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.

Kehadiran Wakil Bupati Soppeng dalam kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung penyediaan data statistik yang akurat sebagai dasar perencanaan pembangunan yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(Silviana)

Rabu, 27 Mei 2026

Hari Raya Idul Adha 1447 H, Soppeng Terima Bantuan Sapi Qurban Presiden RI


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng melaksanakan penyerahan bantuan kemasyarakatan sapi qurban dari Presiden Republik Indonesia dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, yang berlangsung di RPH Cangadi, Pelle Pellengnge, Kelurahan Appanang, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, Rabu (27/5/2026).

Bantuan sapi qurban Presiden RI tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng kepada pengurus Masjid Besar Miftahunnajah, Dr. H. Armas, M.Pt., untuk selanjutnya dipotong dan didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima di sekitar wilayah masjid.

Sapi qurban bantuan Presiden Republik Indonesia diketahui merupakan jenis limosin dengan bobot mencapai 924 kilogram dan dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Cangadi.

Dalam keterangannya, Bupati Soppeng menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto kepada masyarakat Kabupaten Soppeng melalui bantuan kemasyarakatan sapi qurban tersebut.

Menurutnya, bantuan itu menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah pusat kepada masyarakat daerah, khususnya dalam menyambut momentum Hari Raya Idul Adha yang sarat dengan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kebersamaan.

“Semoga bantuan qurban ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta semakin mempererat semangat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujar Bupati Soppeng.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai Hari Raya Idul Adha sebagai momentum meningkatkan keikhlasan, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, para Kepala SKPD Kabupaten Soppeng, Camat Liliriaja, serta pengurus Masjid Besar Miftahunnajah.

(Silviana) 

Senin, 25 Mei 2026

Pemkab Soppeng Kembali Raih WTP 2025, Bupati Suwardi Sebut Hasil Kerja Bersama

Soppeng, Teropongsulawesi.com, Soppeng kembali mencuri perhatian di tingkat Sulawesi Selatan. Pemerintah Kabupaten Soppeng sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Tak tanggung-tanggung, Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah pertama di Sulsel yang menerima opini WTP tahun ini bersama Makassar.

Penyerahan opini bergengsi tersebut berlangsung di Kantor BPK RI Perwakilan Sulawesi Selatan, Jalan AP Pettarani, Senin (25/5/2026), dan diterima langsung oleh Suwardi Haseng bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Suwardi Haseng tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas capaian tersebut. Menurutnya, opini WTP bukan sekadar penghargaan biasa, melainkan bukti nyata bahwa pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Soppeng berjalan dengan baik dan transparan.

“Ini hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah. Disiplin, integritas, dan komitmen menjadi kunci utama,” ujar Suwardi.

Bupati Soppeng itu juga mengingatkan seluruh OPD agar tidak cepat berpuas diri. Ia meminta seluruh jajaran tetap menjaga profesionalisme dan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Sulsel, Winner Franky Halomoan Manalu, menjelaskan bahwa opini WTP diberikan melalui proses pemeriksaan ketat terhadap laporan keuangan pemerintah daerah.

Menurutnya, ada empat indikator penting yang menjadi penilaian utama BPK, mulai dari kesesuaian Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), efektivitas pengendalian internal, kepatuhan terhadap aturan, hingga kecukupan pengungkapan laporan keuangan.

Keberhasilan mempertahankan opini WTP ini semakin memperkuat citra Kabupaten Soppeng sebagai salah satu daerah dengan tata kelola keuangan terbaik di Sulawesi Selatan.

Kini masyarakat berharap capaian tersebut bisa sejalan dengan peningkatan pembangunan dan pelayanan publik yang semakin dirasakan langsung oleh warga.

(Silviana)

Kamis, 21 Mei 2026

Corak Lejja Resmi Diluncurkan di Soppeng, Wastra Baru Ini Disebut Siap Tembus Pasar Nasional


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Peluncuran Corak Lejja dalam ajang “Soppeng Berwastra 2026: Kemilau Sutra” di Taman Kalong, Rabu (21/5/2026), langsung menyita perhatian publik. Wastra baru khas Kabupaten Soppeng ini digadang-gadang bukan hanya menjadi identitas budaya daerah, tetapi juga berpotensi menembus pasar fesyen nasional hingga industri kreatif Indonesia.

Kegiatan tersebut digelar oleh IKALONG dan menghadirkan finalis Duta Budaya Soppeng 2026 dalam ajang fashion competition yang menampilkan karya busana berbahan Corak Lejja. Motif ini terinspirasi dari kekayaan alam, lanskap, serta nilai budaya yang melekat pada kawasan wisata Lejja.

Sejak awal diperkenalkan, Corak Lejja langsung menjadi sorotan karena dinilai memiliki karakter visual yang kuat dan berbeda dari wastra daerah lainnya di Sulawesi Selatan. Desainnya yang menggabungkan unsur alam dan filosofi lokal disebut-sebut mampu bersaing di pasar fesyen yang lebih luas.

Tidak hanya sekadar peragaan busana, peluncuran ini juga menjadi momentum penting lahirnya kerja sama strategis antara PT Perseroda Lamataesso Mattappa dengan IKALONG. Keduanya menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengembangan desain, produksi, hingga penguatan hak atas Corak Lejja sebagai identitas wastra daerah.

Plt Direktur PT Perseroda Lamataesso Mattappa, Musdar Asman, menegaskan bahwa Lejja tidak hanya menyimpan potensi wisata alam, tetapi juga kekuatan budaya yang dapat diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi.

“Corak Lejja ini bukan hanya simbol, tetapi representasi identitas. Kami ingin menjadikannya produk kreatif yang bisa dikenal lebih luas, bahkan hingga tingkat nasional,” ujarnya.

Pernyataan tersebut memperkuat optimisme bahwa wastra ini dapat menjadi ikon baru Soppeng yang tidak hanya berorientasi lokal, tetapi juga memiliki daya saing di industri kreatif nasional.

Sementara itu, sambutan Bupati Soppeng yang dibacakan oleh Asisten III Setda Soppeng, Andi Ibrahim Harta, menekankan bahwa pelestarian budaya harus menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Ia menyebut generasi muda memiliki peran vital dalam menjaga keberlanjutan nilai budaya daerah di tengah arus modernisasi.

“Generasi muda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga budaya daerah. Jangan sampai kita kehilangan identitas di tengah perkembangan zaman,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.

Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng sekaligus Ketua Dekranasda, Hj. Suwarni Suwardi, secara resmi membuka kegiatan Soppeng Berwastra 2026. Ia mengapresiasi langkah IKALONG yang dinilai konsisten menghadirkan inovasi berbasis budaya lokal melalui kegiatan kreatif yang melibatkan generasi muda.

Menurutnya, peluncuran Corak Lejja menunjukkan bahwa budaya daerah tidak hanya bisa dilestarikan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk modern yang memiliki nilai jual tinggi tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Acara ini turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi wanita, serta sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas BKKBN, serta unsur Bhayangkari dan Persit Kartika Chandra Kirana.

Dengan peluncuran ini, Corak Lejja diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Soppeng, tetapi juga mampu menembus panggung nasional sebagai wastra baru Indonesia yang lahir dari kearifan lokal, sekaligus memperkuat posisi Lejja sebagai ikon wisata dan budaya yang berdaya saing tinggi.

(Silviana)

Selasa, 19 Mei 2026

Absennya Bupati Soppeng Bukan Masalah karena sudah berkomunikasi sebelum acara. Supriansa Tekankan Persatuan kader Golkar


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pelaksanaan Kegiatan Konsolidasi DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan II yang dipusatkan di Soppeng pada Sabtu, 16 Mei 2026, menuai apresiasi dari berbagai kalangan. Agenda tersebut dinilai berlangsung sukses, meriah, dan penuh semangat kekeluargaan antar kader Partai Golkar.

Kegiatan yang dihadiri perwakilan Ketua DPD II dari sembilan kabupaten/kota itu bahkan disebut memiliki atmosfer layaknya Musyawarah Daerah (Musda). Penilaian tersebut disampaikan langsung oleh H. Muhiddin M. Said saat memberikan sambutan dalam kegiatan konsolidasi tersebut.

Namun di balik suksesnya acara, muncul polemik terkait ketidakhadiran H. Suwardi Haseng. Sejumlah pihak menyayangkan absennya kader Partai Golkar tersebut dalam agenda penting partai.

Menanggapi hal itu, politisi senior Golkar, Supriansa, menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan.

“Pak Muhiddin sudah menjelaskan bahwa Pak Bupati Soppeng meminta izin karena ada kegiatan dinas di Jakarta,” ujar Supriansa, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, komunikasi terkait ketidakhadiran Bupati Soppeng juga telah dilakukan sebelum kegiatan berlangsung.

“Malam sebelumnya juga Pak Bupati Soppeng menelepon kepada saya dan menyampaikan kemungkinan tidak sempat hadir pada kegiatan konsolidasi, dan hal itu sudah saya sampaikan kepada Plt Ketua Golkar Sulsel,” ujarnya.

Mantan Anggota DPR RI Komisi III periode 2019–2024 itu menilai, substansi utama dari kegiatan tersebut adalah keberhasilan Golkar Sulsel dalam memperkuat soliditas dan kebersamaan kader.

“Kita ini harus melihat substansi kegiatan. Konsolidasi berjalan sukses, kader hadir, semangat kebersamaan juga terlihat sangat kuat. Jadi jangan lagi persoalan ini diperbesar,” tegasnya.

Supriansa juga mengingatkan seluruh kader agar tidak membangun asumsi yang dapat memicu kesalahpahaman di internal partai. Ia berharap seluruh elemen Golkar tetap menjaga kekompakan dan fokus menghadapi agenda politik ke depan.

“Ini untuk kepentingan Golkar. Jangan sampai hal-hal kecil justru memunculkan tafsir yang tidak perlu. Kita harus tetap solid,” tambahnya.

Kegiatan Konsolidasi DPD I Golkar Sulsel II di Soppeng sendiri menjadi perhatian publik karena dianggap sebagai salah satu agenda strategis partai setelah sebelumnya dilaksanakan di Takalar dan Pinrang.

Atmosfer kegiatan yang penuh semangat dan kebersamaan dinilai menunjukkan bahwa Golkar Sulsel tengah berada dalam momentum konsolidasi yang kuat menjelang agenda politik mendatang.

“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana Golkar tetap besar, solid, dan terus hadir untuk masyarakat,” tutup Supriansa.

(Sil)

Minggu, 17 Mei 2026

Masuk Program Nasional, Kopdes Maccile Didorong Jadi Model Ekonomi Desa Berkelanjutan


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Desa Maccile, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan, resmi menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam agenda launching nasional Program Koperasi Desa Merah Putih. Kehadiran desa ini dalam program strategis nasional tersebut menjadi perhatian publik sekaligus menandai langkah besar dalam penguatan ekonomi berbasis desa di Indonesia.

Desa Maccile kini diproyeksikan menjadi salah satu model implementasi koperasi desa modern yang terintegrasi dengan sistem distribusi kebutuhan pokok, penguatan UMKM, serta pengembangan sektor ekonomi lokal lainnya.

Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan kebijakan nasional yang digagas pemerintah pusat sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi berbasis desa yang lebih modern, profesional, dan memanfaatkan teknologi digital. Program ini dirancang untuk memangkas rantai distribusi barang kebutuhan pokok yang selama ini panjang, sehingga harga di tingkat masyarakat dapat lebih stabil dan terjangkau.

Dalam peluncuran program tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa koperasi desa harus menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi harus dimulai dari desa sebagai pusat pertumbuhan baru.

Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, menyampaikan bahwa kehadiran Kopdes Merah Putih Maccile bukan hanya sekadar program formalitas, melainkan harus menjadi lembaga ekonomi yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Ia menargetkan koperasi tersebut sudah dapat beroperasi dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat pada bulan Agustus mendatang. Menurutnya, koperasi desa harus dikelola dengan prinsip profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas yang tinggi agar mampu menjaga kepercayaan masyarakat.

Wabup juga menekankan bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga harus berperan sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat serta wadah pengembangan usaha kecil di tingkat desa. Dengan demikian, koperasi diharapkan mampu menjadi penggerak utama ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Sebagai langkah awal operasional, telah ditetapkan struktur kepengurusan Koperasi Desa Merah Putih Maccile sebagai berikut:

Pengurus:

Ketua: Irwan Ardiansa
Wakil Ketua Bidang Usaha: Muh. Syahrul
Wakil Ketua Bidang Keanggotaan: Andi Ilham
Sekretaris: Fatma Rahma
Bendahara: Saidatul Rohma

Pengawas:

Ketua: Suherman
Anggota: Sudirman
Anggota: Andi Besse Ekasari

Struktur ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi koperasi agar berjalan sesuai prinsip good governance serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat desa secara langsung.

Pemerintah menilai bahwa koperasi desa memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan ekonomi, khususnya di wilayah pedesaan.

Dengan sistem yang lebih terintegrasi, koperasi diharapkan mampu menciptakan efisiensi distribusi barang kebutuhan pokok, meningkatkan pendapatan petani, nelayan, serta pelaku UMKM, sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor produksi dan distribusi.

Selain itu, keberadaan koperasi desa juga dipandang dapat memperkuat ekonomi berbasis komunitas, di mana masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelaku aktif dalam sistem ekonomi lokal.

Meski memiliki potensi besar, implementasi Program Koperasi Desa Merah Putih juga menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah kesiapan sumber daya manusia, kemampuan manajerial pengurus koperasi, serta pengawasan yang ketat agar koperasi tetap berjalan sesuai aturan dan tidak menyimpang dari tujuan awal.

Pemerintah daerah diharapkan dapat terus melakukan pendampingan secara berkelanjutan, baik dalam aspek pelatihan manajemen koperasi, digitalisasi sistem, maupun penguatan kelembagaan agar program ini tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak ekonomi jangka panjang.

Masyarakat Desa Maccile menyambut baik kehadiran program ini dan berharap dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan kesejahteraan mereka. Harapan terbesar tertuju pada stabilitas harga kebutuhan pokok, meningkatnya peluang usaha, serta terbukanya lapangan kerja baru di tingkat desa.

Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat, Kopdes Merah Putih Maccile diharapkan mampu menjadi model percontohan nasional dalam pengembangan ekonomi desa berbasis koperasi yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Keberhasilan program ini akan menjadi salah satu indikator penting dalam upaya pemerintah memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat desa, sekaligus mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Indonesia.

(Red)

Sabtu, 07 Maret 2026

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid Dampingi Bupati Suwardi Haseng dalam Safari Ramadhan di Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Partai Golkar, Nurdin Halid, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan daerah dan kepedulian sosial dengan menggelar Safari Ramadhan dan silaturahmi bersama masyarakat Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng.

Kegiatan ini berlangsung di kediaman pribadi Bupati Soppeng, H.Suwardi Haseng, di Cabbenge, Minggu (8/3/2026).

Acara yang dihadiri sekitar 500 warga ini menjadi momen penting bagi warga Lilirilau untuk bertemu langsung dengan tokoh nasional sekaligus kader Partai Golkar.

Selain silaturahmi, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pembagian paket sembako Ramadhan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menyampaikan apresiasi atas kedatangan Nurdin Halid.

Menurut Suwardi, NH adalah sosok yang konsisten dan memiliki komitmen tinggi dalam membina kader serta memperhatikan masyarakat.

“Salah satu buktinya adalah hari ini beliau datang bersilaturahmi dengan masyarakat Lilirilau,” ujar Suwardi Haseng di hadapan warga yang antusias.

Suwardi juga mengungkapkan bahwa Nurdin Halid merupakan salah satu tokoh yang mendorongnya maju dalam kontestasi Pilkada Soppeng 2024.

Dukungan ini, menurut Suwardi, menjadi kunci kesuksesannya hingga kini.

“Pak NH adalah salah satu orang yang mendorong saya menjadi calon kepala daerah, mengurus partai, dan membantu sampai berhasil,”terang Suwardi yang disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

Nurdin Halid dalam sambutannya juga berbagi cerita mengenai proses awal dukungan terhadap Suwardi Haseng sebelum Pilkada Soppeng 2024.

Ia menjelaskan bahwa pembicaraan internal keluarga dilakukan satu hingga dua tahun sebelum pilkada untuk menentukan kesiapan Suwardi maju sebagai calon kepala daerah.

“Setelah melalui pembicaraan, diputuskan beliau maju dan kita dukung tidak setengah-setengah,” kata Nurdin Halid, menekankan pentingnya komitmen penuh dalam mendukung kader Partai Golkar.

Selain itu, Nurdin Halid menyampaikan bahwa Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah yang paling sering dikunjunginya dalam berbagai agenda tahun ini. “Itu karena saya bersaudara dengan bupatinya,” ujar Nurdin disambut tawa dan tepuk tangan warga.

Dalam kesempatan yang sama, Nurdin Halid menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan fungsi dan peran sebagai anggota DPR RI dalam mendukung pembangunan daerah.

Ia bahkan meminta Bupati Soppeng mengumpulkan seluruh pimpinan perangkat daerah untuk memaparkan rencana pembangunan, agar peluang penganggaran bisa dioptimalkan.

“Supaya kami bisa melihat peluang penganggaran melalui tugas kami di DPR RI,” ujarnya.

Acara silaturahmi ditutup dengan penyerahan sembako Ramadhan kepada warga sebagai bentuk kepedulian sosial.

Selain itu, penyerahan Buku Koperasi Merah Putih dari anggota DPR RI Komisi VI dari dapil Sulawesi Selatan II.

Kegiatan ini menegaskan bahwa perhatian terhadap masyarakat tetap menjadi prioritas bagi Nurdin Halid dan Bupati Suwardi Haseng, sekaligus memperkuat hubungan antara kader partai dengan konstituen.

Dengan agenda seperti ini, diharapkan hubungan antara DPR RI, pemerintah daerah, dan masyarakat Soppeng semakin erat, mendukung terciptanya pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

(Silviana) 

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved