Pemerintahan -->

Sabtu, 14 Maret 2026

Hangatkan Silaturahmi Ramadan Bupati Soppeng Buka Puasa Bersama di Depan Pasar Tanjong Desa Marioriaja


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana Ramadan penuh kebersamaan terlihat saat Bupati Soppeng Suwardi Haseng menghadiri undangan buka puasa bersama yang digelar di depan Pasar Tanjong Desa Mario Riaja, Kabupaten Soppeng Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat

Acara buka puasa bersama tersebut diselenggarakan oleh Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas Tanjong Hj.Musdalifah di kediamannya yang juga menjadi lokasi praktik umum milik dr.Ratna Budiaty Paisal Masyarakat setempat tampak antusias menyambut kehadiran Bupati dalam kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut

Dalam kegiatan itu Bupati Suwardi Haseng tampak didampingi tim kendali SUKSES SETARA pada Pilkada lalu yakni Nurmal Idrus dan A. Akbar

Bupati Suwardi Haseng menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat kebersamaan serta mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat

“Bulan suci Ramadan menjadi kesempatan bagi kita semua untuk memperkuat silaturahmi meningkatkan kepedulian sosial serta menjaga kebersamaan dalam membangun daerah,” ujarnya.

Sementara itu Hj. Musdalifah menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara tenaga kesehatan dan masyarakat sekaligus mengajak warga untuk tetap menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah puasa

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan hingga waktu berbuka puasa tiba Warga yang hadir juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bersilaturahmi dan berdialog santai dengan Bupati Soppeng. 

(AA) 

Kamis, 12 Maret 2026

Dorong Kesadaran Pentingnya Kesehatan, Bupati Soppeng Pantau Layanan CKG di Pasar Ramadhan SUKSES 2026


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, meninjau langsung layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disediakan bagi masyarakat di area Pasar Ramadhan SUKSES 2026 yang berlangsung di Lapangan Gasis Watansoppeng, Kamis (12/3/2026) malam.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Soppeng, Muhammad Evinuddin. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Soppeng itu sekaligus untuk memastikan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat berjalan dengan baik selama kegiatan Pasar Ramadhan berlangsung.

Selain melakukan pemantauan, Bupati Suwardi juga turut memanfaatkan layanan tersebut dengan menjalani pemeriksaan kesehatan di posko yang disediakan oleh petugas medis di lokasi pasar.

Ia terlihat mengikuti beberapa tahapan pemeriksaan dasar yang disiapkan oleh tenaga kesehatan, seperti pengecekan tekanan darah serta konsultasi kesehatan singkat.

Program Cek Kesehatan Gratis ini merupakan salah satu layanan tambahan yang dihadirkan untuk masyarakat yang datang mengunjungi Pasar Ramadhan SUKSES 2026 di Soppeng, Sulawesi Selatan.

Posko layanan kesehatan tersebut beroperasi setiap hari selama kegiatan pasar berlangsung, mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WITA.

Pada hari pertama pelaksanaannya, tercatat sekitar 50 warga telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Soppeng, Muhammad Evinuddin, menjelaskan bahwa layanan CKG bertujuan memberikan akses pemeriksaan kesehatan dasar kepada masyarakat secara mudah dan tanpa biaya.

“Layanan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis, seperti pengecekan tekanan darah, gula darah, serta konsultasi kesehatan dengan tenaga medis,” ujarnya.

Menurut Evinuddin, kehadiran posko kesehatan di tengah keramaian Pasar Ramadhan menjadi salah satu strategi untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Dengan memanfaatkan momentum tingginya kunjungan warga ke pasar ramadhan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk memeriksa kondisi kesehatannya.

“Harapannya masyarakat yang datang ke Pasar Ramadhan tidak hanya berbelanja atau menikmati suasana ramadhan, tetapi juga bisa memanfaatkan kesempatan untuk memeriksa kesehatannya,” jelasnya.

Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, terutama selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Pelaksanaan layanan CKG di Pasar Ramadhan SUKSES 2026 melibatkan tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas di wilayah Kabupaten Soppeng.

Para tenaga medis tersebut bertugas secara bergiliran setiap hari untuk memberikan pelayanan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat yang datang.

Dengan adanya layanan kesehatan gratis ini, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memantau kondisi kesehatannya secara rutin, sekaligus menjadikan Pasar Ramadhan tidak hanya sebagai pusat aktivitas ekonomi dan kuliner, tetapi juga sebagai sarana edukasi kesehatan bagi masyarakat.

(Silviana)

Rabu, 11 Maret 2026

Pemkab Soppeng Gelar Musrenbang RKPD 2027, Prioritaskan Pertanian dan Peningkatan Ekonomi Daerah


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Soppeng Suwardi Haseng dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dari Ruang Soppeng Command Center (SCC) Lamataesso, Selasa (10/3/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa penyusunan RKPD merupakan bagian penting dari proses perencanaan pembangunan daerah yang dilaksanakan setiap tahun.

Dokumen tersebut menjadi pedoman utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan serta program prioritas pemerintah daerah.

Menurutnya, penyusunan RKPD harus selaras dengan dokumen perencanaan jangka menengah dan jangka panjang daerah yang telah ditetapkan melalui peraturan daerah.

“Penyusunan RKPD merupakan bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang setiap tahun kita laksanakan dengan berpedoman pada RPJMD serta RPJPD yang telah ditetapkan,” ujar Suwardi.

Ia menjelaskan bahwa RKPD Kabupaten Soppeng Tahun 2027 merupakan pelaksanaan tahun ketiga dari RPJMD Kabupaten Soppeng 2025–2029. Oleh karena itu, momentum ini menjadi sangat strategis untuk memastikan bahwa seluruh program pembangunan berjalan sesuai dengan arah kebijakan yang telah direncanakan.

“Musrenbang yang kita laksanakan saat ini menjadi tahapan penting dalam proses penyempurnaan rancangan RKPD dan rencana kerja perangkat daerah tahun 2027 sebelum memasuki tahap penganggaran,” jelasnya.

Bupati Suwardi juga memaparkan bahwa setelah tahapan Musrenbang selesai dilaksanakan, proses selanjutnya adalah penyusunan dokumen penganggaran daerah.

Tahapan tersebut meliputi penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), dilanjutkan dengan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS), hingga penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).

Seluruh tahapan tersebut, kata dia, harus dilaksanakan secara sistematis dan terkoordinasi agar program pembangunan yang direncanakan dapat direalisasikan secara optimal.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyepakati berbagai agenda pembangunan daerah yang akan dituangkan dalam dokumen RKPD.

Selain menjadi ruang koordinasi antar pemerintah dan pemangku kepentingan, forum Musrenbang juga menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan.

“Melalui Musrenbang ini kita menyepakati agenda pembangunan strategis daerah. Forum ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam proses perencanaan pembangunan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Suwardi Haseng juga memaparkan sejumlah prioritas pembangunan daerah yang akan terus diperkuat pada tahun mendatang.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah adalah sektor pertanian, yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian Kabupaten Soppeng.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan pertanian tanaman pangan melalui sistem pertanian terpadu guna meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

“Pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Oleh karena itu, pengembangan sistem pertanian terpadu akan terus kita dorong,” ungkapnya.

Selain sektor pertanian, pemerintah daerah juga akan memperkuat dukungan terhadap sektor peternakan dan perikanan melalui peningkatan sarana dan prasarana pendukung.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produksi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Soppeng juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan yang selaras dan berkelanjutan.

Ia mengakui bahwa keterbatasan kemampuan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat tidak semua program pembangunan dapat dibiayai secara mandiri oleh pemerintah daerah.

Karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan, baik dari pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dunia usaha, maupun partisipasi aktif masyarakat.

“Keterbatasan pembiayaan APBD membuat tidak semua program dapat kita biayai. Karena itu diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pusat,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Soppeng juga membuka peluang kerja sama untuk memperoleh dukungan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun APBD Provinsi Sulawesi Selatan.

Menutup sambutannya, Suwardi Haseng menyampaikan harapannya agar forum Musrenbang dapat menghasilkan keputusan yang benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Ia optimistis bahwa melalui kolaborasi berbagai pihak, pembangunan daerah di Kabupaten Soppeng dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Saya yakin melalui forum Musrenbang ini kita dapat menghasilkan keputusan yang benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat serta mampu mendorong terwujudnya Soppeng yang sehat, maju, dan berdaya saing berbasis agropolitan,” pungkasnya.

Kegiatan Musrenbang RKPD Kabupaten Soppeng Tahun 2027 turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan masyarakat.

Di antaranya Wakil Bupati Soppeng, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan daerah pemilihan Soppeng–Wajo, Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Soppeng, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta para kepala perangkat daerah.

Selain itu, hadir pula Camat, kepala Desa dan Lurah, pimpinan perguruan tinggi, organisasi masyarakat, organisasi profesi, LSM, unsur pers, Forum Anak Kabupaten Soppeng, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.

(Silviana)

Selasa, 10 Maret 2026

Kejari Soppeng Hadirkan Program AMAN, Bupati Suwardi Haseng Apresiasi Upaya Perlindungan Anak


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng secara resmi membuka Talk Show Program Adhyaksa Mappoji Anak (AMAN) yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Soppeng pada Selasa malam (10/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Soppeng sebagai Kabupaten Layak Anak.

Acara yang dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari kepala sekolah TK dan PAUD se-Kabupaten Soppeng, kepala sekolah dasar dari Kecamatan Lalabata dan Liliriaja, hingga unsur pemerintah daerah, berlangsung dengan suasana edukatif dan interaktif.

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Soppeng atas inisiatif menghadirkan Program AMAN.

Menurutnya, program tersebut merupakan langkah nyata dalam memperkuat perlindungan terhadap anak sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya identitas resmi bagi anak.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga penegak hukum memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak.

“Program yang diinisiasi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan sangat membantu pemerintah daerah dalam mewujudkan perlindungan anak. Kami tentu sangat berterima kasih atas dukungan ini,” ujar Suwardi Haseng.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng menjelaskan bahwa lahirnya Program Adhyaksa Mappoji Anak (AMAN) tidak terlepas dari komitmen Kejaksaan untuk mendukung visi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak di Soppeng.

Ia mengungkapkan bahwa sejak awal bertugas di Kabupaten Soppeng, pihaknya langsung memberikan perhatian terhadap berbagai program pemerintah daerah yang berkaitan dengan perlindungan anak.

Hal tersebut kemudian mendorong Kejaksaan Negeri Soppeng untuk menghadirkan Program AMAN sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Kami melihat bahwa salah satu fokus pembangunan daerah adalah mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Karena itu, program AMAN ini kami dorong sebagai bentuk kontribusi kejaksaan kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, peran kejaksaan saat ini tidak hanya terbatas pada fungsi penegakan hukum, tetapi juga mencakup edukasi hukum serta pendampingan bagi masyarakat, termasuk anak-anak.

Dalam talk show tersebut, Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari Soppeng memaparkan mengenai batasan umur anak serta pentingnya kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA).

Ia menjelaskan bahwa KIA merupakan identitas resmi bagi anak yang memiliki berbagai fungsi penting, mulai dari keperluan administrasi hingga perlindungan hukum.

Selain itu, Kejaksaan Negeri Soppeng juga telah melaksanakan sosialisasi Program AMAN di dua pesantren di Kabupaten Soppeng. Dari kegiatan tersebut, sekitar 50 anak berhasil memperoleh Kartu Identitas Anak.

“KIA ini penting sebagai identitas resmi anak yang dapat digunakan dalam berbagai keperluan administrasi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Kejaksaan Negeri Soppeng juga membuka layanan konsultasi bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum terkait persoalan perdata maupun tata usaha negara.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Soppeng menjelaskan berbagai manfaat dari Kartu Identitas Anak.

Ia menegaskan bahwa KIA tidak hanya berfungsi sebagai identitas resmi anak, tetapi juga memberikan perlindungan hukum serta mempermudah berbagai urusan administrasi kependudukan.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir terkait biaya karena pengurusan KIA tidak dipungut biaya alias gratis.

“Pengurusan KIA ini tidak ada biaya sama sekali. Semua gratis. Ke depan beberapa layanan administrasi kependudukan juga akan dilakukan secara online sehingga masyarakat bisa mengurusnya dari rumah atau dari daerah yang jauh dari kantor Dukcapil,” ujarnya.

Selain membahas perlindungan anak, talk show tersebut juga menghadirkan pemaparan dari Kepala Seksi Intelijen Kejari Soppeng terkait peran kejaksaan dalam memberikan pendampingan hukum kepada masyarakat, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Ia menjelaskan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan pemahaman mengenai aspek hukum dalam menjalankan usaha.

Kondisi tersebut kerap menimbulkan berbagai persoalan hukum di kemudian hari, sehingga diperlukan edukasi dan pendampingan hukum agar para pelaku usaha dapat menjalankan usahanya dengan aman dan sesuai aturan.

“Pada kenyataannya pemahaman hukum pelaku UMKM masih terbatas. Sektor UMKM juga sering menghadapi persoalan hukum. Karena itu kejaksaan hadir untuk memberikan pendampingan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, dilakukan pula penyerahan Kartu Identitas Anak secara simbolis kepada 10 anak.

Selain menerima KIA, para anak juga mendapatkan voucher belanja serta voucher liburan ke Taman Wisata Alam Lejja sebagai bentuk apresiasi sekaligus dukungan terhadap program perlindungan anak.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Soppeng, Wakil Bupati Soppeng, Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Direktur Perseroda, serta Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Soppeng.

Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan anak serta kepemilikan identitas resmi bagi anak semakin meningkat.

Dengan demikian, upaya mewujudkan Kabupaten Soppeng sebagai Kabupaten Layak Anak dapat terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah, lembaga penegak hukum, serta masyarakat.

(Silviana)

Inovasi Layanan Publik, Pos CERIA Hadirkan Pembuatan KIA di Pasar Ramadhan Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Upaya memperkuat pemenuhan hak identitas bagi anak terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Soppeng melalui berbagai inovasi pelayanan publik. Salah satunya dengan menghadirkan pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) di kawasan Pasar Ramadhan SUKSES 2026.

Bupati Soppeng Suwardi Haseng bersama Wakil Bupati Selle KS Dalle dan Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng Sulta D. Sitohang meninjau langsung persiapan Pos CERIA pelayanan KIA di kawasan Pasar Ramadhan SUKSES 2026 pada Selasa sore (10/3/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan administrasi kependudukan bagi masyarakat yang akan berlangsung selama kegiatan Pasar Ramadhan yang menjadi pusat aktivitas warga selama bulan suci.

Pos pelayanan ini merupakan inisiatif Kejaksaan Negeri Soppeng yang bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Soppeng. Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat dapat mengurus pendaftaran serta pembuatan KIA secara langsung di lokasi kegiatan.

Pelayanan pendaftaran dan pembuatan KIA dijadwalkan berlangsung mulai 10 hingga 15 Maret 2026 di area Pasar Ramadhan SUKSES 2026 yang setiap hari dipadati pengunjung.

Saat peninjauan berlangsung, sejumlah orang tua terlihat datang bersama anak-anak mereka untuk melakukan pendaftaran. Antrean masyarakat tampak di Pos CERIA yang melayani registrasi identitas anak secara langsung di lokasi pasar.

Kepala Kejaksaan Negeri Soppeng, Sulta D. Sitohang, menjelaskan bahwa kehadiran Pos CERIA di Pasar Ramadhan merupakan bagian dari program Adhyaksa Mappoji Anak (AMAN) yang bertujuan mendorong kepemilikan identitas resmi bagi anak sejak usia dini.

Menurutnya, pemilihan lokasi di kawasan pasar Ramadhan dilakukan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memanfaatkan momentum meningkatnya aktivitas warga selama bulan suci Ramadan.

“Pos CERIA di Pasar Ramadhan ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Orang tua bisa membawa anaknya ke pasar Ramadhan untuk menikmati kuliner dan takjil, sekaligus mengurus Kartu Identitas Anak,” ujar Sulta.

Ia menambahkan bahwa melalui layanan ini masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke kantor Dukcapil karena proses pendaftaran dapat dilakukan secara langsung di lokasi kegiatan.

Sementara itu, Bupati Soppeng Suwardi Haseng memberikan apresiasi atas inisiatif Kejaksaan Negeri Soppeng yang menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan di ruang publik.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan inovasi pelayanan yang mampu mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya identitas resmi bagi anak.

“Ini merupakan inisiatif yang sangat baik dari Kajari Soppeng. Pelayanan seperti ini memudahkan masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan anak karena setiap anak memiliki identitas resmi,” kata Suwardi.

Ia juga menilai program tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak, di mana setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan serta identitas yang jelas.

Kepemilikan Kartu Identitas Anak tidak hanya berkaitan dengan administrasi kependudukan. Dokumen ini juga memiliki peran penting dalam aspek perlindungan dan keselamatan anak.

Dalam berbagai situasi di tempat keramaian seperti pasar, pusat perbelanjaan, maupun lokasi kegiatan masyarakat lainnya, anak terkadang dapat terpisah dari orang tuanya. Tanpa identitas yang jelas, petugas sering mengalami kesulitan untuk mengetahui nama maupun alamat anak tersebut.

Dengan adanya KIA, identitas anak dapat segera diketahui sehingga proses mempertemukan kembali anak dengan orang tua atau keluarganya dapat berlangsung lebih cepat.

Selain itu, KIA juga membantu aparat penegak hukum dalam memastikan identitas serta usia anak dalam berbagai situasi yang melibatkan anak. Hal ini penting agar penanganan yang dilakukan tetap mengacu pada ketentuan perlindungan anak sesuai peraturan yang berlaku.

Melalui pelayanan Pos CERIA di Pasar Ramadhan SUKSES 2026, Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kejaksaan Negeri Soppeng berharap semakin banyak anak di daerah tersebut memiliki identitas resmi.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kepemilikan KIA, tetapi juga memperkuat perlindungan terhadap hak, identitas, serta keselamatan anak di Kabupaten Soppeng.

(Silviana)

Sabtu, 07 Maret 2026

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid Dampingi Bupati Suwardi Haseng dalam Safari Ramadhan di Soppeng


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Partai Golkar, Nurdin Halid, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan daerah dan kepedulian sosial dengan menggelar Safari Ramadhan dan silaturahmi bersama masyarakat Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng.

Kegiatan ini berlangsung di kediaman pribadi Bupati Soppeng, H.Suwardi Haseng, di Cabbenge, Minggu (8/3/2026).

Acara yang dihadiri sekitar 500 warga ini menjadi momen penting bagi warga Lilirilau untuk bertemu langsung dengan tokoh nasional sekaligus kader Partai Golkar.

Selain silaturahmi, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pembagian paket sembako Ramadhan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menyampaikan apresiasi atas kedatangan Nurdin Halid.

Menurut Suwardi, NH adalah sosok yang konsisten dan memiliki komitmen tinggi dalam membina kader serta memperhatikan masyarakat.

“Salah satu buktinya adalah hari ini beliau datang bersilaturahmi dengan masyarakat Lilirilau,” ujar Suwardi Haseng di hadapan warga yang antusias.

Suwardi juga mengungkapkan bahwa Nurdin Halid merupakan salah satu tokoh yang mendorongnya maju dalam kontestasi Pilkada Soppeng 2024.

Dukungan ini, menurut Suwardi, menjadi kunci kesuksesannya hingga kini.

“Pak NH adalah salah satu orang yang mendorong saya menjadi calon kepala daerah, mengurus partai, dan membantu sampai berhasil,”terang Suwardi yang disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

Nurdin Halid dalam sambutannya juga berbagi cerita mengenai proses awal dukungan terhadap Suwardi Haseng sebelum Pilkada Soppeng 2024.

Ia menjelaskan bahwa pembicaraan internal keluarga dilakukan satu hingga dua tahun sebelum pilkada untuk menentukan kesiapan Suwardi maju sebagai calon kepala daerah.

“Setelah melalui pembicaraan, diputuskan beliau maju dan kita dukung tidak setengah-setengah,” kata Nurdin Halid, menekankan pentingnya komitmen penuh dalam mendukung kader Partai Golkar.

Selain itu, Nurdin Halid menyampaikan bahwa Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah yang paling sering dikunjunginya dalam berbagai agenda tahun ini. “Itu karena saya bersaudara dengan bupatinya,” ujar Nurdin disambut tawa dan tepuk tangan warga.

Dalam kesempatan yang sama, Nurdin Halid menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan fungsi dan peran sebagai anggota DPR RI dalam mendukung pembangunan daerah.

Ia bahkan meminta Bupati Soppeng mengumpulkan seluruh pimpinan perangkat daerah untuk memaparkan rencana pembangunan, agar peluang penganggaran bisa dioptimalkan.

“Supaya kami bisa melihat peluang penganggaran melalui tugas kami di DPR RI,” ujarnya.

Acara silaturahmi ditutup dengan penyerahan sembako Ramadhan kepada warga sebagai bentuk kepedulian sosial.

Selain itu, penyerahan Buku Koperasi Merah Putih dari anggota DPR RI Komisi VI dari dapil Sulawesi Selatan II.

Kegiatan ini menegaskan bahwa perhatian terhadap masyarakat tetap menjadi prioritas bagi Nurdin Halid dan Bupati Suwardi Haseng, sekaligus memperkuat hubungan antara kader partai dengan konstituen.

Dengan agenda seperti ini, diharapkan hubungan antara DPR RI, pemerintah daerah, dan masyarakat Soppeng semakin erat, mendukung terciptanya pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

(Silviana) 

Jumat, 27 Februari 2026

Pemkot Makassar Matangkan Transisi Pengelolaan Pasar Butung, Gandeng APH Berjalan Tertib


Makassar, Teropongsulawesi.com- Upaya penyelesaian polemik pengelolaan Pasar Butung terus dimatangkan Pemerintah Kota Makassar. Sebelum dikelola oleh Perumda pasar, maka duduk bersama  pihak penegak hukum. 

Tak sekadar wacana, langkah konkret kini ditempuh dengan membangun sinergi lintas sektor guna memastikan proses transisi berjalan tertib, aman, dan sesuai koridor hukum.

Bertempat di Balai Kota Makassar, Jumat (27/2/2026), Pemkot Makassar menggelar rapat koordinasi bersama jajaran kepolisian untuk membahas langkah strategis pengelolaan Pasar Butung di Kecamatan Wajo agar dapat dikelola secara resmi oleh Perumda Pasar Makassar Raya.

Rapat tersebut dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan dihadiri Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Rise Sandiyantanti. 

Turut hadir pula Kabag Hukum Pemkot Makassar, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Inspektorat, serta jajaran direksi Perumda Pasar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pertemuan ini, untuk menyatukan persepsi terkait proses pelaksanaan pengelolaan Pasar Butung.

"Pertemuan ini untuk menyatukan persepsi terhadap bagaimana proses pelaksanaan yang menyangkut pengelolaan di Pasar Butung," jelasnya.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam merumuskan langkah hukum, administrasi, serta pengamanan di lapangan guna menghindari potensi gesekan. 

Pemkot Makassar menegaskan komitmennya menghadirkan tata kelola pasar yang profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan pedagang maupun masyarakat luas.

Melalui koordinasi intensif ini, diharapkan polemik yang selama ini bergulir dapat segera menemukan titik terang. 

Sekaligus memastikan Pasar Butung dikelola secara sah di bawah kewenangan pemerintah daerah demi kepastian hukum dan stabilitas aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

Menurut Appi, pembahasan ini bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, komunikasi dan pertemuan telah beberapa kali digelar. 

Termasuk koordinasi langsung dengan Kapolres Pelabuhan Makassar guna memastikan kejelasan alur dan langkah yang akan ditempuh pemerintah.

"Beberapa kali sudah kita lakukan pertemuan, dan kami juga meminta pihak Kapolres Pelabuhan untuk bersama-sama memastikan seperti apa alur yang akan kita jalankan," ujarnya.

Munafri menjelaskan, hasil rapat koordinasi ini, diharapkan menjadi landasan bersama dalam menangani polemik yang ada. 

Sehingga, setiap langkah yang diambil memiliki dasar yang kuat dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

"Ini akan menjadi hasil meeting yang bisa menjadi landasan kita untuk menangani kasus ini seperti apa, jadi duduk bersama," tuturnya. 

"Sehingga tidak ada kesalahan administrasi, tidak ada salah kaprah di dalamnya, dan tidak ada perbuatan yang bisa merugikan salah satu pihak," lanjutnya.

Ia menekankan, pendekatan yang dilakukan Pemerintah Kota bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan memahami kondisi eksisting dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Karena itu, dialog terbuka dan mediasi dinilai menjadi kunci penyelesaian.

Menurutnya, perbedaan sudut pandang yang ada harus dimediasi dengan baik agar pemerintah dapat mengambil posisi secara tepat dan bertanggung jawab.

Persoalan ini punya sisi perbedaan sudut pandang yang memang harus dimediasi dengan baik, sehingga Pemerintah Kota mampu memposisikan diri pada kondisi ini. 

"Ketika kondisi tertentu di dalamnya, kami juga harus mampu mempertanggungjawabkannya sebagai aset yang dimiliki oleh Pemerintah Kota," jelasnya.

Munafri juga menyampaikan harapannya agar Polres Pelabuhan Makassar dapat memfasilitasi pertemuan lanjutan dengan menghadirkan pihak koperasi yang terlibat, sehingga seluruh pihak dapat duduk bersama dalam satu forum resmi.

"Mungkin dari Polres Pelabuhan bisa menjadi fasilitator untuk menghadirkan juga dari pihak pengelola sebelumnya, pihak Koperasi supaya semua bisa terbuka," imbuh Appi.

"Saya berharap bisa mengatur waktu kapan kita sepakat duduk sama-sama lagi untuk memastikan alur diskusinya," tambah Appi, menutup rapat koordinasi.  (*)

Rabu, 25 Februari 2026

Bersama Forkopimda, Bupati Soppeng Suwardi Haseng Terima Kunjungan Tim Wasev Pusterad TNI AD


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, S.E., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Soppeng, menyambut kedatangan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), yang dipimpin Brigjen TNI Mukhlis, S.AP., M.M., Rabu (25/2/2026).

Kegiatan penyambutan berlangsung di 888 Riverside Resort dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda serta kepala dinas terkait lingkup Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pengawasan dan evaluasi pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 di wilayah Kabupaten Soppeng.

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan kerja Tim Wasev Pusterad ke Kabupaten Soppeng.

Ia mengapresiasi pelaksanaan program TMMD yang dinilai memberikan kontribusi nyata dalam percepatan pembangunan desa.

“TMMD merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan.

"Pemerintah Kabupaten Soppeng mendukung penuh kegiatan TMMD sebagai wujud kolaborasi efektif dalam meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.

Program TMMD Ke-127 di Kabupaten Soppeng sendiri difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang bertujuan mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa kehadiran Tim Wasev Pusterad menjadi motivasi tersendiri bagi pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program TMMD.

Menurutnya, proses pengawasan dan evaluasi sangat penting untuk memastikan seluruh program berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan TMMD.

"Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dan memberikan dukungan sesuai kewenangan guna menyukseskan program tersebut,” ungkapnya.

Kunjungan kerja Tim Wasev Pusterad Mabesad ini diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kabupaten Soppeng.

Melalui program TMMD, kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai fondasi ketahanan wilayah.

Pemerintah Kabupaten Soppeng menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program strategis nasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui optimalisasi pelaksanaan TMMD di berbagai wilayah Desa.

(Red)

Selasa, 24 Februari 2026

Appi Usulkan Penegasan Batas Administratif Makassar–Gowa ke Kemendagri


Makassar, Teropongsulawesi.com, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengikuti kegiatan Reboan Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah antar Kepala Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri, Rabu (25/2/2026).

Rapat koordinasi yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut dipimpin langsung oleh Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Dr. Cheka Virgowansyah, dan diikuti sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam forum strategis tersebut, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi menyampaikan sejumlah pokok pikiran dan usulan terkait dinamika pemerintahan dan kebutuhan riil masyarakat di Kota Makassar. 

Munafri menegaskan bahwa hubungan baik antara Pemerintah Kota Makassar dan Ditjen Otda Kemendagri selama ini berjalan dengan sangat baik.

"Kami menjaga hubungan baik dengan Dirjen Otda berjalan dengan sangat baik. Dan kami harap ini bisa dilanjutkan terus supaya pola koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat itu bisa berjalan lebih maksimal lagi," kata Munafri, mengawali pembicaraan.

Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa Appi memaparkan persoalan batas wilayah antara Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Ia menyebut, tahun ini Pemkot Makassar mulai menyelesaikan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). 

Namun, masih terdapat wilayah yang beririsan dengan Kabupaten Gowa dan belum tuntas secara administrasi batas wilayahnya.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat, khususnya warga yang bermukim di kawasan perbatasan.

"Sementara ada wilayah yang masih beririsan dengan Pemerintah Kabupaten Gowa yang belum selesai batas wilayahnya," tuturnya. 

"Kami berharap ini bisa ditengahi untuk menentukan batas wilayah termasuk batas administrasi yang ada," sambung politisi Golkar itu. 

Ia menambahkan, di kawasan perbatasan terdapat sejumlah perumahan yang secara geografis berada di area irisan, sehingga warganya kerap kebingungan dalam mengurus administrasi maupun menjalankan aktivitas ekonomi, apakah harus ke Kabupaten Gowa atau ke Kota Makassar.

"Nah, persoalannya nanti ketika pengurusan administrasi ini ada yang berbeda, ini yang akan memberatkan masyarakat di sekitar wilayah tersebut," terang Appi.

Adapun usulan lain yang diangkat yakni selain tapal batas wilayah antara Kota Makassar, dan Kabupaten Gowa, khususnya terkait kondisi administrasi kependudukan warga Makassar yang berdomisili di wilayah perbatasan dan secara geografis melintasi Kabupaten Gowa.

Selain itu, Appi juga mengusulkan rencana pembentukan kecamatan baru di Kota Makassar, sebagai respons atas pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup signifikan. 

Dimana, wacana perubahan atau penambahan daerah pemilihan (dapil) yang disesuaikan dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT), guna memastikan representasi politik yang lebih proporsional.

Meski demikian, seluruh poin yang disampaikan tersebut masih sebatas usulan dan akan melalui pembahasan lebih lanjut sesuai mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (*)

Pasar Ramadan Sukses 2026 Resmi Dibuka, Peluang Baru bagi UMKM Soppeng

Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pasar Ramadan Sukses 2026 resmi dibuka oleh Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, Selasa (24/2/2026), di Lapangan Gasis, Watansoppeng.

Kegiatan tahunan ini hadir sebagai sarana bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan berbuka puasa sekaligus memperkuat silaturahmi, mempererat kebersamaan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Suwardi menegaskan bahwa penyelenggaraan Pasar Ramadan Sukses merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk memastikan tradisi pasar Ramadan tetap berjalan dengan tertib, efisien, dan profesional.

“Kegiatan ini adalah langkah nyata dalam mendorong UMKM lokal agar semakin mandiri dan berdaya saing. Pemerintah Kabupaten Soppeng berkomitmen menjadikan UMKM sebagai pilar utama penguatan ekonomi daerah,” ujarnya.

Selain menyediakan berbagai produk makanan dan minuman untuk berbuka, Pasar Ramadan Sukses 2026 menghadirkan inovasi berupa penyewaan tenda berukuran 3x3 meter.

Fasilitas ini ditujukan bagi pedagang UMKM agar dapat memaksimalkan penjualan dan menata lapak dengan lebih profesional.

Menurut Bupati Suwardi, langkah ini diharapkan memberi peluang tambahan bagi pelaku usaha kecil dan menengah, sekaligus menciptakan suasana pasar yang tertata rapi dan nyaman bagi pengunjung.

“Kami ingin setiap pelaku UMKM merasakan manfaat nyata dari kegiatan ini, bukan sekadar mendapatkan ruang jualan, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha,” tambahnya.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal, menjaga keamanan dan ketertiban, serta memanfaatkan momentum Ramadan sebagai sarana meningkatkan kualitas ibadah dan kebersamaan.

“Pasar Ramadan bukan hanya soal transaksi ekonomi, tetapi juga tentang mempererat ikatan sosial dan tradisi lokal yang telah berlangsung turun-temurun,” kata Suwardi.

Acara pembukaan Pasar Ramadan Sukses 2026 dihadiri oleh unsur Forkopimda, Pj. Sekda Kabupaten Soppeng, Staf Ahli dan Asisten Setda, Kepala SKPD, para Camat, pimpinan organisasi masyarakat dan pemuda, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kehadiran berbagai pihak menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan yang menjadi ikon tahunan Kabupaten Soppeng ini.

Dengan penyelenggaraan yang profesional dan berkelanjutan, Pasar Ramadan Sukses 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi pengembangan ekonomi lokal, peningkatan kualitas ibadah selama Ramadan, serta penguatan tradisi pasar yang mendukung kesejahteraan masyarakat luas.

(Silviana) 

Senin, 23 Februari 2026

Literasi Jadi Kunci, Takalar Raih 4 Besar IPLM Sulsel di Tahun Pertama Pemerintahan


Takalar, Teropongsulawesi.com, Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Takalar Daeng Manye dan Wakil Bupati Takalar H. Hengky Yasin, Kabupaten Takalar menorehkan capaian signifikan dalam pembangunan sumber daya manusia. Senin (23/2/2026).

Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Takalar melonjak drastis hingga menempati peringkat 4 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan posisi 33 besar secara nasional.

Lonjakan ini menjadi lompatan besar dibandingkan tahun sebelumnya, di mana Takalar masih berada di peringkat 20 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Capaian tersebut memperlihatkan arah pembangunan daerah yang fokus pada peningkatan kualitas literasi dan penguatan kapasitas masyarakat mulai menunjukkan hasil nyata.

Berdasarkan Surat Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nomor B.844/4/APB.00.02/II.2026 tertanggal 20 Februari 2026 yang diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, nilai IPLM Kabupaten Takalar tahun 2025 tercatat sebesar 26,38.

IPLM merupakan indikator strategis yang mengukur keberhasilan pembangunan literasi masyarakat melalui berbagai dimensi, seperti ketersediaan koleksi perpustakaan, tenaga perpustakaan, tingkat kunjungan, hingga keterlibatan masyarakat dalam aktivitas literasi.

Kenaikan peringkat ini sekaligus menempatkan Takalar sebagai salah satu daerah dengan performa literasi terbaik di Sulawesi Selatan.

Bupati Takalar Daeng Manye menegaskan bahwa pencapaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan refleksi dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada kualitas manusianya.

“Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada fisik dan infrastruktur semata, tetapi bagaimana kita membangun sumber daya manusianya terlebih dahulu.

"Kemajuan suatu daerah dapat dilihat dari masyarakatnya yang sehat, berpendidikan, dan berdaya saing.

"Dengan literasi, kita dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan kualitas hidup, serta membuka akses informasi yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga menyebut capaian ini sebagai berkah di Bulan Suci Ramadan sekaligus motivasi untuk terus memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Takalar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar, Syainal Mannan, menjelaskan bahwa peningkatan IPLM tidak lepas dari kerja kolaboratif seluruh pemangku kepentingan.

Mulai dari pemerintah daerah, tenaga perpustakaan, satuan pendidikan, komunitas literasi, hingga partisipasi aktif masyarakat, seluruhnya berperan dalam membangun budaya baca dan literasi yang lebih kuat.

Program penguatan perpustakaan Desa, peningkatan kualitas layanan perpustakaan daerah, serta dorongan literasi digital menjadi beberapa strategi yang dijalankan selama satu tahun terakhir.

Dengan capaian peringkat 4 di tingkat provinsi dan 33 besar nasional, Kabupaten Takalar kini semakin mempertegas posisinya sebagai daerah yang serius dalam pembangunan berbasis kualitas manusia.

Pemerintah daerah optimistis peningkatan literasi akan berdampak luas terhadap peningkatan kualitas pendidikan, daya saing ekonomi, serta kemampuan adaptasi masyarakat terhadap perkembangan teknologi dan informasi.

Momentum satu tahun kepemimpinan ini menjadi tonggak penting bagi Kabupaten Takalar dalam menapaki visi sebagai daerah yang unggul, berdaya saing, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Ke depan, penguatan literasi masyarakat disebut akan terus menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah, sebagai fondasi utama menuju Takalar yang lebih maju dan berkelanjutan.

(Red/humas) 

Sinergi Pemkab dan Kejari Soppeng, Pengamanan Aset dan Pengelolaan Desa Diperketat

 


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kejaksaan Negeri Soppeng resmi memperkuat sinergi dalam pengamanan dan pengelolaan aset daerah melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), sebagai langkah strategis dalam mencegah penyalahgunaan aset serta mengoptimalkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Soppeng H Suwardi Haseng, SE menegaskan bahwa seluruh aset milik pemerintah daerah harus dikelola sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ia menyoroti masih adanya potensi aset daerah yang dikuasai pihak ketiga tanpa dasar hukum yang jelas.

“Tidak boleh ada aset daerah yang dikuasai pihak ketiga tanpa dasar hukum yang jelas. Jika masih ada, kami minta segera dikembalikan. Ini demi kepentingan masyarakat dan optimalisasi pelayanan publik,” tegasnya.

Menurutnya, pengamanan aset daerah bukan hanya soal administrasi, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral dan hukum dalam menjaga kekayaan negara agar benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas.

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat pengawasan, pendampingan hukum, serta pencegahan potensi tindak pidana korupsi, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan aset desa.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Soppeng Sulta D Sitohang, SH, MH menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan hukum kepada pemerintah daerah, termasuk pemerintah desa, guna memastikan setiap kebijakan dan program berjalan sesuai regulasi.

Ia menegaskan bahwa sinergi ini bertujuan membangun sistem tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan.

Usai penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan plakat dari Kajari Soppeng kepada Bupati Soppeng dan sebaliknya.

Prosesi tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat kerja sama kelembagaan antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

Momen ini sekaligus menandai dimulainya fase baru kolaborasi strategis dalam pengamanan aset, pendampingan hukum, serta penguatan sistem pengawasan internal pemerintah daerah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi terkait manajemen pengelolaan desa, pencegahan tindak pidana korupsi, serta diskusi interaktif bersama peserta yang terdiri dari perangkat desa dan unsur pemerintah daerah.

Dalam sesi tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya administrasi yang tertib, pengelolaan anggaran yang transparan, serta langkah-langkah preventif untuk menghindari potensi pelanggaran hukum.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola anggaran dan aset secara profesional serta meminimalisir risiko hukum di kemudian hari.

Dengan adanya kerja sama ini, Pemerintah Kabupaten Soppeng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

(Red)

Minggu, 22 Februari 2026

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Soppeng Tetap Tumbuh dan Berkembang


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE bersama Wakil Bupati Ir. Selle KS Dalle, roda pemerintahan Kabupaten Soppeng terus bergerak menapaki jalur pembangunan yang berkesinambungan.

Refleksi perjalanan setahun tersebut digelar dalam suatu acara sederhana namun khidmat yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Rumah Jabatan Bupati, Minggu (22/2/2025).

Acara diawali dengan pemutaran tayangan dokumenter yang menggambarkan dinamika penyelenggaraan pemerintahan selama setahun terakhir.

Berbagai program prioritas, hasil pembangunan, serta kendala yang dihadapi dipaparkan secara terbuka di hadapan para undangan.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengemban amanah rakyat.

Menurutnya, refleksi satu tahun bukanlah sekadar peringatan seremonial, melainkan saat yang tepat untuk melakukan introspeksi terhadap janji dan komitmen yang telah diikrarkan.

“Refleksi ini menjadi cermin bagi kita semua untuk melihat sejauh mana pengabdian telah diwujudkan,” ujar Bupati.

Di awal masa pemerintahan, Kabupaten Soppeng dihadapkan pada tantangan berat berupa pengurangan anggaran daerah sebagai dampak kebijakan efisiensi pemerintah pusat. Pada Tahun Anggaran 2025, APBD Soppeng berkurang sekitar Rp70,6 miliar dan diproyeksikan kembali mengalami pengurangan pada tahun berikutnya.

Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Soppeng tetap berupaya menjaga stabilitas pembangunan melalui langkah-langkah efisiensi dan inovasi, tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat.

Secara umum, kondisi perekonomian daerah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi hingga September 2025 tercatat 4,73 persen. Indeks Pembangunan Manusia mencapai angka 73,63, sementara angka kemiskinan berada pada kisaran 6,65 persen. Laju inflasi pun terkendali pada angka 2,42 persen.

Di bidang pendidikan, pemerintah daerah mengalokasikan lebih dari sepertiga APBD Tahun 2025. Bantuan seragam dan sepatu gratis bagi ribuan siswa baru, pengadaan perangkat pembelajaran modern, serta rehabilitasi dan revitalisasi sekolah menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan.

Pada sektor kesehatan, pembenahan dilakukan di RSUD Latemmamala, termasuk peningkatan sarana dan pelayanan. Defisit anggaran rumah sakit berhasil ditekan secara signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat terus mendapat perhatian. Pembangunan prasarana pertanian, bantuan alat dan mesin, serta penyediaan benih unggul mendorong peningkatan produksi padi dan jagung secara nyata.

Di bidang infrastruktur, sejumlah ruas jalan dan jembatan telah diperbaiki guna memperlancar arus distribusi dan mobilitas masyarakat.

Sementara itu, dalam aspek tata kelola pemerintahan, Kabupaten Soppeng mencatatkan peningkatan kinerja yang tercermin dari hasil Survei Penilaian Integritas serta meningkatnya Indeks Kepuasan Masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan semangat gotong royong demi mewujudkan cita-cita bersama menuju Soppeng yang sehat, maju, dan berdaya saing.

Acara tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, jajaran ASN, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

(Red)

Kamis, 19 Februari 2026

SPAM Hadir di Soppeng, Langkah Besar Bupati Suwardi Atasi Krisis Air

Illustrasi foto Google. 

Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng memimpin langsung rapat expose pemaparan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan skema Build Operate Transfer (BOT) di Ruang Rapat Pimpinan Kabupaten Soppeng, Rabu (18/2/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri jajaran Direksi PDAM Soppeng, Wakil Bupati Soppeng Ir Selle Ks Dalle, Sekretaris Daerah Andi Muhammad Surahman, para kepala dinas terkait, serta pihak investor.

Langkah strategis ini menjadi tonggak baru dalam upaya Pemerintah Kabupaten Soppeng meningkatkan infrastruktur dasar, khususnya pembenahan sistem manajemen air bersih secara menyeluruh guna mewujudkan visi pembangunan “Soppeng Setara”.

Dalam pemaparannya, Bupati Suwardi Haseng menegaskan bahwa proyek SPAM dengan skema BOT merupakan solusi jangka panjang untuk mengakhiri persoalan klasik ketersediaan air bersih, terutama di wilayah Kota Watansoppeng dan sekitarnya.

Menurutnya, persoalan distribusi air bersih yang selama ini dikeluhkan masyarakat membutuhkan langkah terobosan yang terukur dan berkelanjutan.

“Insya Allah, masalah air PDAM sudah bisa teratasi, khususnya di Kota Watansoppeng. Ini bukan pinjaman, tapi bentuk kerja sama investasi dengan rencana durasi 30 tahun,” ujar Suwardi Haseng kepada media, Jumat (20/2/2026).

Ia menekankan bahwa proyek tersebut tidak akan menjadi beban utang daerah karena menggunakan skema investasi murni melalui kerja sama strategis dengan pihak swasta.

Bupati Suwardi Haseng menjelaskan, melalui skema Build Operate Transfer (BOT), investor akan membangun dan mengelola infrastruktur dalam jangka waktu 30 tahun sebelum seluruh aset diserahkan kembali kepada pemerintah daerah.

Model pembiayaan ini dinilai sebagai langkah cerdas dalam pengelolaan fiskal daerah karena tidak menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Sesuai regulasi, pada akhir masa kerja sama, seluruh aset akan sepenuhnya menjadi milik daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, komitmen pemerintah daerah adalah memastikan masyarakat mendapatkan hak dasar berupa akses air bersih yang layak, aman, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Soppeng, Hasanuddin, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa peningkatan SPAM akan difokuskan pada dua pilar utama.

Pertama, penggantian jaringan pipa lama yang selama ini kerap mengalami kebocoran maupun penyumbatan, sehingga menyebabkan tekanan air tidak stabil hingga ke rumah warga.

“Kami akan mengganti jaringan pipa lama guna memastikan distribusi air lebih lancar dan tekanan tetap stabil,” jelas Hasanuddin.

Kedua, penyediaan sumber air baru guna mengantisipasi potensi kekeringan. Dalam proyek ini direncanakan pengeboran 50 titik sumur bor skala besar yang tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Soppeng.

Menurut Hasanuddin, langkah ini merupakan kebutuhan mendesak mengingat pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan air bersih setiap tahun.

Hasanuddin menegaskan bahwa proyek peningkatan SPAM PDAM Soppeng mengedepankan tiga prinsip utama, yakni:

Zero APBD (tanpa membebani keuangan daerah),

Penerapan teknologi modern dan transparan,

Peningkatan cakupan pelayanan air bersih secara berkelanjutan bagi seluruh warga.

Ia menyambut baik langkah Bupati Soppeng yang dinilai berani dan visioner dalam menyelesaikan persoalan prioritas daerah.

“Perombakan total SPAM PDAM Soppeng ini memang sudah menjadi kebutuhan mendesak. Dengan skema kerja sama strategis ini, kami optimistis pelayanan air bersih akan jauh lebih baik,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Soppeng menargetkan peningkatan kualitas layanan air bersih tidak lagi sekadar wacana, melainkan segera terealisasi secara konkret dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan hadirnya investor melalui skema BOT 30 tahun, pembangunan infrastruktur air bersih diharapkan berjalan masif tanpa membebani APBD, sekaligus menjamin keberlanjutan pelayanan publik.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperkuat infrastruktur dasar dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju visi pembangunan “Soppeng Setara”.

(Red)

Safari Ramadan Berlanjut, Munafri Ajak Ulama dan Jemaah Perkuat Kolaborasi Bangun Makassar

Makassar, Teropongsulawesi.com,— Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melanjutkan rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar dengan melaksanakan Salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Al Markaz Al Islami, Kamis (19/2/2026) malam.

Kegiatan ini menjadi malam kedua Safari Ramadan Pemkot Makassar yang direncanakan berlangsung selama 30 hari penuh, menyasar hampir seluruh kecamatan di Kota Makassar. 

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi sejumlah Kepala SKPD lingkup Pemerintah Kota Makassar.

Dalam sambutannya di hadapan jemaah, Munafri menyampaikan bahwa malam tersebut terasa sangat spesial. Pasalnya, keesokan harinya (tanggal 20) Februari, bertepatan dengan genap satu tahun kepemimpinan dirinya bersama Wakil Wali Kota memimpin Kota Makassar.

"Malam ini sangat spesial bagi kami, karena besok menjadi satu tahun proses pemerintahan kami memimpin Kota Makassar," kata Munafri. 

"Karena itu, kami hadir di tengah-tengah seluruh jemaah untuk memohon doa terbaik agar kami bersama Wakil Wali Kota dan seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kemampuan dalam menjalankan roda pemerintahan," sambung Appi.

Lebih lanjut, Munafri menegaskan, tujuan utama dari kepemimpinan yang dijalankan adalah menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan di Kota Makassar. 


" Kami sangat memahami bahwa satu tahun ini mungkin belum banyak yang bisa kami lakukan. Namun kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," jelasnya.

Ia juga menekankan komitmen pemerintahannya dalam membangun sistem pemerintahan yang bersih dan transparan. 

Menurutnya, Pemkot Makassar terus berupaya menutup celah bagi oknum aparatur yang mencoba menyalahgunakan kewenangan.

Ke depan, Munafri berharap kolaborasi lintas sektor dapat terus diperkuat demi mendorong percepatan pembangunan Kota Makassar. 

Dia menilai doa dan dukungan masyarakat, termasuk para ulama dan jemaah, menjadi energi moral bagi pemerintah dalam menjalankan amanah.

"Doa-doa dari jemaah, doa dari masyarakat dan ulama menjadi hal yang sangat penting bagi kami dalam menjalankan roda pemerintahan yang baik," imbuh Appi. 

"Kami akan terus melakukan perbaikan, meningkatkan hal-hal yang masih kurang, dan memastikan yang sudah baik bisa berjalan lebih baik lagi," tambahnya.

Safari Ramadan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara langsung di tengah momentum bulan suci Ramadan.

Pada kesempatan tersebut, Munafri juga menyampaikan bahwa selama bulan Ramadan, Pemerintah Kota Makassar bersama seluruh SKPD. 

Dan Forkopimda akan terus bersinergi agar kegiatan pemerintahan dan aktivitas kemasyarakatan dapat berjalan dengan baik, tertib, dan penuh kekhusyukan.

"Kami akan terus bersama-sama memastikan bahwa di bulan Ramadan ini semua bisa berjalan dengan baik dan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang," pungkasnya. (*)

Setahun Kepemimpinan Wali Kota Munafri Kepuasan Publik Tembus 80,1 Persen Kinerja Baik


Makassar, Teropongsulawesi.com,— Satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menunjukkan tren positif. 

Hasil survei terbaru mencatat tingkat kepuasan publik mencapai 80,1 persen terhadap kinerja pasangan MULIA sejak dilantik pada 20 Februari 2025.

Lembaga survei Parameter Publik Indonesia (PPI) menyampaikan hasil riset tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Makassar yang dipimpin Munafri Arifuddin. Paparan hasil survei tersebut digelar di Hotel Mercure Makassar, Kamis (19/2/2026).

Direktur Eksekutif PPI, Ras MD, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa secara umum masyarakat memberikan penilaian positif terhadap satu tahun kepemimpinan pasangan MULIA.

"Satu tahun kepemimpinan Bapak Munafri dan Ibu Aliyah, hasilnya 80,1 persen warga puas atas kinerja pasangan MULIA," ujarnya dalam forum Survei Kepuasan Masyarakat tersebut.

Menurut Ras, tingginya tingkat kepuasan publik ini menunjukkan adanya penerimaan yang baik dari masyarakat terhadap berbagai kebijakan dan program yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar sepanjang tahun pertama masa jabatan.

Dalam paparannya, PPI menjelaskan bahwa survei dilakukan menggunakan metode multi-stage random sampling. Jumlah responden yang dilibatkan sebanyak 600 orang yang tersebar di berbagai wilayah Kota Makassar.

Survei ini memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan margin of error sebesar 4,08 persen. Teknik pengambilan data dilakukan melalui wawancara langsung secara tatap muka dengan panduan kuesioner terstruktur.

Metodologi tersebut, menurut PPI, dirancang untuk memastikan hasil survei merepresentasikan pandangan masyarakat Kota Makassar secara proporsional dan objektif.

Indikator Kinerja dan Persepsi Publik Tingginya angka kepuasan publik ini menjadi gambaran bahwa masyarakat menilai kinerja pemerintah kota berjalan sesuai harapan. 

Berbagai aspek yang umumnya menjadi perhatian dalam survei kepuasan publik meliputi pelayanan publik, penataan kota, stabilitas sosial, hingga respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.

"Capaian ini juga memperkuat legitimasi kepemimpinan pasangan MULIA dalam melanjutkan agenda pembangunan Kota Makassar ke depan," tuturnya. 

"Dengan tingkat kepuasan di atas 80 persen lebih, pemerintah kota dinilai berada pada jalur yang tepat dalam menjalankan visi pembangunan," sambung Pilkada ngamat kebijakan publik tersebut.

Hasil survei ini sekaligus menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat program-program prioritas pada tahun kedua masa jabatan. 

Pemerintah Kota Makassar, diharapkan dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas kebijakan yang telah berjalan.

Dengan dukungan dan kepercayaan masyarakat yang tinggi, kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham memiliki ruang yang cukup kuat untuk melakukan akselerasi pembangunan demi mewujudkan Makassar yang lebih maju, inklusif, dan sejahtera.

Lembaga PPI juga merilis hasil riset terbaru terkait tingkat pengetahuan (awareness) dan kepuasan publik terhadap sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Makassar.

Hasilnya menunjukkan mayoritas program mendapat respons positif, meski beberapa di antaranya masih menghadapi tantangan dari sisi sosialisasi.

Misalnya, program seragam sekolah gratis, berdasarkan hasil survei, tingkat awareness masyarakat terhadap program ini berada di angka sekitar 60 persen. Artinya, dari setiap 10 warga Makassar, baru enam orang yang mengetahui adanya program tersebut.

Meski tingkat pengetahuan publik belum merata, respons masyarakat yang mengetahui program ini tergolong sangat positif. 

Sebanyak 89,5 persen responden menyatakan puas terhadap program seragam sekolah gratis. Angka ini diperoleh dari kategori penilaian sangat puas dan cukup puas. 

"Dengan kata lain, hampir 90 persen warga yang mengetahui program ini memberikan apresiasi tinggi atas pelaksanaannya di lapangan," terangnya.

Program berikutnya yang menjadi perhatian adalah iuran sampah gratis. Hasil survei menyebutkan, program ini memiliki tingkat awareness yang jauh lebih tinggi dibanding program lainnya. 

Lebih dari 80 persen masyarakat Makassar mengetahui keberadaan program tersebut, bahkan hampir mendekati 100 persen.

Namun, dari sisi kepuasan, angkanya berada di level 62,2 persen. Meski masih tergolong mayoritas dan menunjukkan respons positif, angka ini dinilai belum ideal. 

"Hasil survei ini menjadi catatan penting bagi pemerintah kota untuk melakukan evaluasi dan perbaikan agar program iuran sampah gratis dapat memberikan dampak yang lebih maksimal serta meningkatkan kepuasan publik di masa mendatang," sebutnya.

Selanjutnya, program sambungan PDM gratis menunjukkan tantangan yang lebih besar dalam hal sosialisasi. 

Tingkat awareness publik terhadap program ini tidak mencapai 40 persen, tepatnya hanya 34,8 persen masyarakat yang mengetahui keberadaannya. 

Kendati demikian, di antara mereka yang mengetahui program tersebut, sebanyak 57,9 persen menyatakan puas. 

"Mayoritas publik tetap memberikan apresiasi, meski ada sejumlah aspek teknis yang dinilai perlu dibenahi oleh pelaksana program," ungkap Ras MD.

Sementara itu, rencana pembangunan stadion baru juga menjadi bagian dari survei. Karena proyek ini belum terlaksana, pendekatan pertanyaan lebih difokuskan pada tingkat pengetahuan dan keyakinan publik terhadap realisasinya.

Sebanyak lebih dari 54 persen responden mengetahui adanya rencana pembangunan stadion baru oleh Pemerintah Kota Makassar. 

Terkait lokasi, 73,1 persen masyarakat mengetahui bahwa stadion tersebut direncanakan dibangun di kawasan Untia, sedangkan 25,1 persen mengaku tidak mengetahui lokasinya.

Yang menarik, sebanyak 59,3 persen publik menyatakan yakin pembangunan stadion baru, program unggulan MULIA tersebut akan terlaksana. 

"Tingkat keyakinan ini dinilai menjadi indikator penting yang mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pemerintah kota dalam merealisasikan proyek tersebut," katanya, menjelaskan.

Sesnagkan, program Makassar Mulia Berjasa mencatat tingkat awareness paling rendah di antara program yang disurvei. Hanya 12,1 persen responden yang mengetahui keberadaan program ini. 

Angka tersebut menjadi catatan serius dalam hal sosialisasi.

Namun demikian, terdapat hal menarik. 

Dari responden yang mengetahui program tersebut, tingkat kepuasan mencapai 100 persen. Artinya seluruh responden yang mengenal program Makassar Mulia Berjasa memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaannya.

Adapun aplikasi Lontara Plus juga menjadi bagian penting dalam survei. Tingkat awareness terhadap aplikasi ini masih berada di angka 22 persen. 

Sebanyak 30 persen responden mengaku kurang tahu, dan 47 persen tidak mengetahui sama sekali. Dari mereka yang mengetahui keberadaan Lontara Plus, sebanyak 30,1 persen mengaku telah mengunduh atau menggunakan aplikasi tersebut. 

"Fitur yang paling sering diakses adalah layanan aduan masyarakat, dengan persentase mencapai 77,5 persen," tuturnya.

Terkait kecepatan respons terhadap aduan, lebih dari 70 persen responden menilai respons yang diberikan tergolong cepat. 

Angka ini dinilai cukup baik, mengingat aplikasi tersebut masih relatif baru namun sudah dinilai efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Sebanyak 90 persen responden juga menyatakan aplikasi Lontara Plus mudah digunakan. Bahkan 92,5 persen menilai aplikasi ini mempermudah akses terhadap layanan pemerintahan. 

Dibandingkan sebelumnya, ketika aduan harus melalui jalur birokrasi yang terbatas, kini masyarakat dapat menyampaikan laporan secara langsung melalui aplikasi dengan akses yang lebih terbuka.

Selain itu, 87,5 persen responden menilai kehadiran Lontara Plus membuat pemerintah lebih transparan. Di angka yang sama, 87,5 persen publik menyatakan puas terhadap program tersebut.

Secara keseluruhan, hasil survei Parameter Publik Indonesia menunjukkan tren positif terhadap program-program prioritas Pemerintah Kota Makassar. 

"Namun, tingkat Awareness (kesadaran) yang belum merata pada sejumlah program menjadi pekerjaan rumah tersendiri agar manfaat kebijakan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," tutup Ras MD. (*)

Rabu, 18 Februari 2026

Dukung Pelaku Usaha, Munafri-Aliyah Hadiri Festival Mulia Ramadan di Brand Kuliner dan UMKM di Kawasan Masjid Terapung Losari


Makassar, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Festival Mulia Ramadan yang dipusatkan di pelataran Masjid Amirul Mukminin, kawasan Pantai Losari, Makassar.

Festival yang berlangsung selama satu bulan penuh sepanjang Ramadan ini melibatkan sedikitnya 18 brand kuliner dan lima perusahaan pendukung, menghadirkan suasana religius yang berpadu dengan geliat ekonomi kerakyatan.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang hadir bersama Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham.

Turut hadir sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemerintah Kota Makassar serta pendiri Masjid Amirul Mukminin, Ilham Arief Sirajuddin.

Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat perputaran ekonomi masyarakat.

Menurutnya, pelibatan UMKM dalam festival ini menjadi bukti bahwa ruang-ruang publik religius juga bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal.

“Dengan hadirnya festival ini, kita memberikan ruang kepada saudara-saudara kita pelaku UMKM untuk bisa berkembang bersama pengurus masjid dan seluruh warga Makassar dalam memeriahkan amaliah Ramadan,” ujarnya.

Ia menilai pemusatan kegiatan di kawasan Masjid Terapung akan membuat aktivitas lebih terarah dan berdampak langsung terhadap tenant yang berpartisipasi.

Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, juga memastikan aspek kebersihan, keamanan, dan ketertiban menjadi prioritas utama selama festival berlangsung.

Munafri mengapresiasi keterlibatan para pelaku usaha kecil yang dinilai membutuhkan sentuhan kebijakan serta pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha.

“Banyak sekali UMKM di Kota Makassar yang membutuhkan dukungan pemerintah agar usahanya bisa naik kelas. Momentum seperti ini harus kita manfaatkan bersama,” jelasnya.

Festival Mulia Ramadan tidak hanya menghadirkan bazar kuliner, tetapi juga berbagai kegiatan keagamaan dan lomba islami seperti lomba dai cilik serta rangkaian kegiatan edukatif bagi anak-anak.

Munafri mengajak masyarakat menjadikan kawasan Masjid Terapung Losari sebagai lokasi ngabuburit yang positif menjelang waktu berbuka puasa.

“Kami berharap warga Makassar yang ingin menunggu waktu berbuka bisa datang ke sini, karena banyak kegiatan yang dilaksanakan setiap hari,” katanya.

Ia juga menyampaikan harapan agar Festival Mulia Ramadan dapat menjadi agenda tahunan yang lebih meriah dan semakin berkualitas di masa mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri turut menyampaikan bahwa dirinya telah menempati rumah jabatan, sehingga kebutuhan sahur pengurus masjid tidak lagi perlu dibebankan kepada panitia penyelenggara.

“Kalau sahurnya pengurus masjid, itu sudah jadi urusan saya, jangan lagi diurus,” ucapnya disambut apresiasi hadirin.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menekankan bahwa Ramadan merupakan momentum memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, festival ini bukan hanya menghadirkan nuansa religius, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang sehat dan inklusif.

“Festival Mulia Ramadan menjadi momentum mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

"Di bulan suci ini, mari kita jadikan Makassar sebagai kota yang penuh berkah, kebersamaan, dan semangat berbagi,” ujarnya.

Aliyah berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahunnya dan menjadi identitas khas Ramadan di Makassar.

Festival Mulia Ramadan di Masjid Terapung Losari diharapkan mampu mempererat silaturahmi antarwarga, menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui UMKM, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual masyarakat selama bulan suci.

Munafri menutup sambutannya dengan ajakan untuk menjaga kekompakan seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah dalam menghadapi berbagai dinamika ke depan.

“Hanya dengan kekompakan, persoalan-persoalan yang datang di tengah Pemerintah Kota Makassar bisa kita hadapi bersama,” pungkasnya.

(Red)

Walikota Makassar Munafri Arifuddin Salat Tarawih di Masjid 45, Beri Bingkisan untuk Marbot


Makassar, Teropongsulawesi.com, Mengawali bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melaksanakan salat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan salat Tarawih perdana di Masjid 45, Rabu malam (18/02/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Makassar tersebut disambut antusias oleh jamaah yang memadati masjid yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo. Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan begitu terasa sejak awal pelaksanaan ibadah hingga rangkaian kegiatan berakhir.

Tidak hanya mengikuti salat berjamaah, Munafri juga menyerahkan bingkisan kepada marbot masjid sebagai bentuk perhatian dan apresiasi Pemerintah Kota Makassar terhadap para pengurus rumah ibadah yang selama ini berperan penting dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan operasional masjid.

Dalam sambutannya, Munafri Arifuddin mengajak seluruh umat Muslim untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak ibadah, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, dan menjaga persatuan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersamaan dan terus berpartisipasi aktif dalam pembangunan kota. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi kunci dalam mewujudkan Makassar yang semakin maju dan harmonis.

Salat Tarawih perdana tersebut dipimpin oleh imam masjid, Syekh Abdul Aziz Al Aregi. Bacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan dengan tartil menambah suasana syahdu pada malam pertama Ramadan. Jamaah tampak khusyuk mengikuti setiap rangkaian ibadah hingga selesai.

Kegiatan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya agenda Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar. Berdasarkan jadwal yang telah disusun, Wali Kota akan mengunjungi sejumlah masjid di berbagai kecamatan selama bulan suci guna mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Momentum Tarawih perdana ini juga menjadi simbol komitmen pemerintah kota dalam mendukung kegiatan keagamaan serta memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah kehidupan perkotaan yang dinamis.

Dengan semangat Ramadan 1447 Hijriah, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Makassar yang religius, inklusif, dan berdaya saing.

(Red)

Hadiri Imlek Bersama Warga Tionghoa, Munafri: Harmoni dan Toleransi Jadi Kekuatan Makassar

Makassar, Kabartujuhsatu.news, Semangat kebersamaan dan toleransi kembali terasa hangat dalam perayaan Imlek Bersama Seluruh Warga Tionghoa Makassar yang digelar di Balai M Jusuf Manunggal, Rabu (18/2/2026).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung dalam perayaan tersebut sebagai bentuk dukungan dan komitmen Pemerintah Kota Makassar terhadap keberagaman yang telah lama menjadi identitas Kota Daeng.

Munafri yang akrab disapa Appi datang bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa. Turut mendampingi, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, serta sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi Tionghoa di Makassar.

Kehadiran jajaran pemerintah kota itu menjadi simbol eratnya hubungan antara pemerintah dan masyarakat lintas etnis.

Perayaan Imlek bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Bagi masyarakat Tionghoa, Tahun Baru Imlek merupakan momentum penuh makna sebagai wujud rasa syukur atas pergantian tahun sekaligus penghormatan kepada leluhur.

Nuansa merah dan emas yang mendominasi ruangan melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, serta harapan baru. Lampion-lampion yang menghiasi lokasi acara semakin menambah kehangatan suasana.

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh warga Tionghoa di Makassar.

Ia berharap perayaan tahun ini membawa berkah, kesehatan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan Selamat Imlek kepada seluruh saudara-saudara Tionghoa. Semoga tahun ini membawa keberkahan dan kebaikan untuk kita semua,” ujar Appi di hadapan para tamu undangan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kebersamaan yang telah terbangun di Makassar selama ini merupakan modal utama dalam membangun kota.

Menurutnya, perbedaan latar belakang suku, agama, dan budaya bukanlah penghalang, melainkan kekayaan sosial yang memperkuat fondasi persatuan.

Appi menyampaikan bahwa Makassar adalah rumah bersama bagi seluruh warganya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga harmoni dan memperkuat toleransi demi kemajuan daerah.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita terus merawat kebersamaan ini. Makassar milik kita bersama, dan persaudaraan yang sudah terjalin tidak boleh lekang oleh waktu,” tegasnya.

Kegiatan Imlek Bersama tersebut menjadi cerminan nyata harmonisasi sosial di Kota Makassar. Selama ini, kota yang dikenal sebagai pusat perdagangan dan budaya di Indonesia Timur tersebut memang memiliki masyarakat yang majemuk dan hidup berdampingan secara damai.

Di akhir sambutannya, Munafri kembali menyampaikan ucapan “Gong Xi Fa Cai” yang secara umum dimaknai sebagai doa agar memperoleh kemakmuran dan keberuntungan.

Ia berharap semangat Tahun Kuda Api dapat menjadi energi baru dalam mempererat persatuan sekaligus mendorong pembangunan Kota Makassar ke arah yang lebih baik.

Perayaan Imlek tahun ini bukan hanya menjadi momen budaya, tetapi juga panggung refleksi bahwa nilai-nilai toleransi dan persaudaraan tetap kokoh di tengah keberagaman.

Dengan semangat tersebut, Pemerintah Kota Makassar optimistis mampu menjaga stabilitas sosial sekaligus mempercepat pembangunan demi kesejahteraan seluruh masyarakat.

(Red)

Selasa, 17 Februari 2026

Ini Pesan Lurah Botto Sambut Ramadhan 1447 H Tahun 2026


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, menyampaikan ucapan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Kelurahan Botto, dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan.

Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Lurah Botto, H. Munadir Nurdin, S.Sos, pada Rabu (18/2/2026).

Dalam keterangannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ia menekankan bahwa bulan suci ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan memperbanyak ibadah dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Ini saat yang tepat untuk introspeksi diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat kebersamaan antarwarga,” ujarnya.

Selain mengajak masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, H. Munadir Nurdin juga mengimbau agar warga memakmurkan masjid dengan melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah.

Ia berharap malam-malam Ramadhan diisi dengan kegiatan yang bernilai positif seperti tadarus Al-Qur’an, kajian keagamaan, dan aktivitas sosial yang bermanfaat.

Lebih lanjut, Pemerintah Kelurahan Botto turut mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan selama bulan suci berlangsung.

Ia menyampaikan bahwa suasana Ramadhan yang aman dan kondusif akan sangat mendukung kekhusyukan dalam beribadah.

Warga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya saat meninggalkan rumah untuk melaksanakan shalat tarawih maupun kegiatan ibadah lainnya. Pemeriksaan kompor, setrika, serta peralatan listrik sebelum berangkat ke masjid dinilai penting guna mencegah risiko kebakaran atau kejadian yang tidak diinginkan.

“Kita ingin menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Karena itu, pastikan rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan kelompok masyarakat atau relawan yang memiliki tradisi membangunkan sahur agar tetap menjaga etika dan ketertiban.

Menurutnya, semangat membangunkan sahur harus tetap dibarengi dengan sikap saling menghormati agar tidak menimbulkan gangguan bagi warga lainnya.

Pemerintah Kelurahan Botto berharap Ramadhan tahun ini dapat menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat semangat gotong royong antarwarga. Suasana yang damai, rukun, dan penuh kebersamaan dinilai menjadi kunci terciptanya lingkungan yang harmonis selama bulan suci.

Menutup pernyataannya, H. Munadir Nurdin menyampaikan doa dan harapan agar seluruh amal ibadah masyarakat diterima oleh Allah SWT serta menjadikan Ramadhan sebagai langkah awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Marhaban Ya Ramadhan. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita dan melimpahkan keberkahan kepada seluruh masyarakat Kelurahan Botto,” tutupnya.

(Red)

© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved