All Posts - TEROPONG SULAWESI -->

Rabu, 18 Februari 2026

Walikota Makassar Munafri Arifuddin Salat Tarawih di Masjid 45, Beri Bingkisan untuk Marbot


Makassar, Teropongsulawesi.com, Mengawali bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melaksanakan salat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan salat Tarawih perdana di Masjid 45, Rabu malam (18/02/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Makassar tersebut disambut antusias oleh jamaah yang memadati masjid yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo. Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan begitu terasa sejak awal pelaksanaan ibadah hingga rangkaian kegiatan berakhir.

Tidak hanya mengikuti salat berjamaah, Munafri juga menyerahkan bingkisan kepada marbot masjid sebagai bentuk perhatian dan apresiasi Pemerintah Kota Makassar terhadap para pengurus rumah ibadah yang selama ini berperan penting dalam menjaga kebersihan, kenyamanan, dan operasional masjid.

Dalam sambutannya, Munafri Arifuddin mengajak seluruh umat Muslim untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak ibadah, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, dan menjaga persatuan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kebersamaan dan terus berpartisipasi aktif dalam pembangunan kota. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan warga menjadi kunci dalam mewujudkan Makassar yang semakin maju dan harmonis.

Salat Tarawih perdana tersebut dipimpin oleh imam masjid, Syekh Abdul Aziz Al Aregi. Bacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan dengan tartil menambah suasana syahdu pada malam pertama Ramadan. Jamaah tampak khusyuk mengikuti setiap rangkaian ibadah hingga selesai.

Kegiatan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya agenda Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar. Berdasarkan jadwal yang telah disusun, Wali Kota akan mengunjungi sejumlah masjid di berbagai kecamatan selama bulan suci guna mempererat silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Momentum Tarawih perdana ini juga menjadi simbol komitmen pemerintah kota dalam mendukung kegiatan keagamaan serta memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah kehidupan perkotaan yang dinamis.

Dengan semangat Ramadan 1447 Hijriah, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Makassar yang religius, inklusif, dan berdaya saing.

(Red)

Pamturlalin Ramadhan 2026 di Soppeng, Satlantas Gelar Pengamanan Lalu Lintas Sholat Tarawih


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcar Lantas) selama bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Satuan Lalu Lintas Polres Soppeng melaksanakan kegiatan Pengamanan dan Pengaturan Lalu Lintas (Pamturlalin) pada pelaksanaan Sholat Tarawih, Rabu (18/2/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 19.30 WITA tersebut difokuskan di sejumlah masjid yang menjadi pusat aktivitas ibadah masyarakat di wilayah Kabupaten Soppeng.

Adapun lokasi pengamanan meliputi Masjid Agung Darussalam Soppeng, Masjid Raya Lama Soppeng, Masjid Lapajung, Masjid Nurul Amanah Balubu, Masjid Taqwa Kalenrunnge, Masjid Nurul Qalam Parbet, Masjid Salotungo, serta Masjid Nurul Huda Lolloe.

Personel Satlantas tampak disiagakan di titik-titik strategis sekitar area masjid guna mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan, membantu jamaah yang hendak menyeberang jalan, serta mencegah terjadinya kemacetan maupun gangguan keamanan lalu lintas lainnya.

Kehadiran aparat kepolisian tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan ibadah.

Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, S.I.K., M.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di momentum bulan suci Ramadhan yang identik dengan meningkatnya aktivitas keagamaan.

“Pengamanan Sholat Tarawih ini adalah bentuk nyata pelayanan kami kepada masyarakat. Kami ingin memastikan seluruh jamaah dapat beribadah dengan khusyuk, tanpa terganggu oleh persoalan lalu lintas maupun potensi gangguan keamanan lainnya,” ujar Kapolres.

Menurutnya, intensitas kegiatan masyarakat pada malam hari selama Ramadhan mengalami peningkatan signifikan, sehingga kehadiran personel di lapangan menjadi langkah preventif yang penting untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Soppeng, AKP H. Alwi, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa pola pengamanan dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.

“Kami melakukan pengaturan arus kendaraan di sekitar masjid, membantu penyeberangan jamaah, serta memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar tetap tertib dan mematuhi aturan. Namun demikian, kami tetap tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kemacetan atau membahayakan keselamatan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan Pamturlalin ini akan terus dilaksanakan secara rutin selama bulan Ramadhan sebagai upaya preventif dalam menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan tertib di wilayah hukum Polres Soppeng.

Secara umum, pelaksanaan pengamanan dan pengaturan lalu lintas Sholat Tarawih pada malam tersebut berlangsung dalam keadaan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Arus kendaraan terpantau terkendali, sementara jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan rasa nyaman.

Melalui kegiatan ini, Polres Soppeng berharap sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat dapat terus terjalin, sehingga suasana Ramadhan yang penuh kedamaian dapat dirasakan oleh seluruh warga.

(Red)

Muchlis Misbah Dukung Penataan PKL, DPRD Tekankan Solusi Humanis bagi Pedagang


Makassar, Teropongsulawesi.com, Upaya Pemerintah Kota Makassar dalam menata kawasan kota melalui penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang beraktivitas di atas fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) terus mendapat perhatian publik.

Kebijakan ini dinilai sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan tata ruang kota yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.

Anggota DPRD Kota Makassar, H. Muchlis Misbah, menyampaikan dukungannya terhadap langkah penataan tersebut.

Menurutnya, pengembalian fungsi fasilitas umum merupakan langkah strategis yang tidak bisa ditunda demi menjaga keteraturan dan estetika kota.

“Penataan kota adalah kebutuhan bersama. Fasilitas umum harus difungsikan sebagaimana mestinya agar masyarakat bisa menggunakannya dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Namun demikian, Muchlis menegaskan bahwa kebijakan penertiban tidak boleh dilakukan secara sepihak tanpa mempertimbangkan aspek sosial dan ekonomi para pedagang kecil.

Ia menilai PKL merupakan bagian dari roda perekonomian rakyat yang juga harus dilindungi.

“Penertiban memang penting, tetapi pemerintah juga harus memastikan pedagang kecil tidak kehilangan mata pencaharian. Mereka menggantungkan hidup dari aktivitas berjualan setiap hari,” tambahnya.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar yang disebut telah menyiapkan alternatif lokasi relokasi serta skema penataan yang lebih terstruktur bagi pedagang terdampak.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan terhadap pelaku usaha mikro dan kecil agar tetap dapat menjalankan usaha secara legal dan tertib.

Menurutnya, relokasi yang disiapkan harus mempertimbangkan aspek strategis lokasi, aksesibilitas, serta potensi pasar agar pedagang tidak mengalami penurunan pendapatan secara signifikan.

Ia juga mendorong agar proses komunikasi dengan para pedagang dilakukan secara persuasif dan transparan.

“Relokasi bukan sekadar memindahkan. Pemerintah harus memastikan tempat baru benar-benar layak, strategis, dan memberikan peluang usaha yang tetap hidup,” tegasnya.

Penataan kawasan fasum dan fasos selama ini menjadi salah satu isu yang cukup krusial di Makassar. Aktivitas perdagangan di trotoar dan ruang publik kerap menimbulkan persoalan kemacetan, kebersihan, serta ketidaknyamanan bagi pejalan kaki. Oleh karena itu, kebijakan penataan dianggap sebagai langkah penyeimbang antara kepentingan umum dan kebutuhan ekonomi masyarakat.

DPRD Kota Makassar, lanjut Muchlis, akan terus melakukan pengawasan terhadap implementasi kebijakan ini agar berjalan sesuai dengan prinsip keadilan sosial. Ia berharap penataan dilakukan secara bertahap, terukur, dan mengedepankan dialog.

“Yang kita inginkan adalah kota yang tertata tanpa mengorbankan masyarakat kecil. Penataan harus humanis dan berkeadilan,” ungkapnya.

Dengan adanya dukungan legislatif serta komitmen pemerintah dalam menyiapkan solusi relokasi, diharapkan proses penertiban dapat berjalan kondusif. Kota Makassar pun diharapkan mampu mewujudkan tata kelola ruang publik yang lebih baik, sekaligus tetap menjadi ruang ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, DPRD, dan para pelaku usaha kecil dinilai menjadi kunci keberhasilan program penataan ini. Pendekatan kolaboratif diyakini akan memperkuat fondasi Makassar sebagai kota yang modern, tertib, dan tetap berpihak pada ekonomi kerakyatan.

(Red)

Hadiri Imlek Bersama Warga Tionghoa, Munafri: Harmoni dan Toleransi Jadi Kekuatan Makassar

Makassar, Kabartujuhsatu.news, Semangat kebersamaan dan toleransi kembali terasa hangat dalam perayaan Imlek Bersama Seluruh Warga Tionghoa Makassar yang digelar di Balai M Jusuf Manunggal, Rabu (18/2/2026).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir langsung dalam perayaan tersebut sebagai bentuk dukungan dan komitmen Pemerintah Kota Makassar terhadap keberagaman yang telah lama menjadi identitas Kota Daeng.

Munafri yang akrab disapa Appi datang bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa. Turut mendampingi, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, serta sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi Tionghoa di Makassar.

Kehadiran jajaran pemerintah kota itu menjadi simbol eratnya hubungan antara pemerintah dan masyarakat lintas etnis.

Perayaan Imlek bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Bagi masyarakat Tionghoa, Tahun Baru Imlek merupakan momentum penuh makna sebagai wujud rasa syukur atas pergantian tahun sekaligus penghormatan kepada leluhur.

Nuansa merah dan emas yang mendominasi ruangan melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, serta harapan baru. Lampion-lampion yang menghiasi lokasi acara semakin menambah kehangatan suasana.

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh warga Tionghoa di Makassar.

Ia berharap perayaan tahun ini membawa berkah, kesehatan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan Selamat Imlek kepada seluruh saudara-saudara Tionghoa. Semoga tahun ini membawa keberkahan dan kebaikan untuk kita semua,” ujar Appi di hadapan para tamu undangan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kebersamaan yang telah terbangun di Makassar selama ini merupakan modal utama dalam membangun kota.

Menurutnya, perbedaan latar belakang suku, agama, dan budaya bukanlah penghalang, melainkan kekayaan sosial yang memperkuat fondasi persatuan.

Appi menyampaikan bahwa Makassar adalah rumah bersama bagi seluruh warganya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga harmoni dan memperkuat toleransi demi kemajuan daerah.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita terus merawat kebersamaan ini. Makassar milik kita bersama, dan persaudaraan yang sudah terjalin tidak boleh lekang oleh waktu,” tegasnya.

Kegiatan Imlek Bersama tersebut menjadi cerminan nyata harmonisasi sosial di Kota Makassar. Selama ini, kota yang dikenal sebagai pusat perdagangan dan budaya di Indonesia Timur tersebut memang memiliki masyarakat yang majemuk dan hidup berdampingan secara damai.

Di akhir sambutannya, Munafri kembali menyampaikan ucapan “Gong Xi Fa Cai” yang secara umum dimaknai sebagai doa agar memperoleh kemakmuran dan keberuntungan.

Ia berharap semangat Tahun Kuda Api dapat menjadi energi baru dalam mempererat persatuan sekaligus mendorong pembangunan Kota Makassar ke arah yang lebih baik.

Perayaan Imlek tahun ini bukan hanya menjadi momen budaya, tetapi juga panggung refleksi bahwa nilai-nilai toleransi dan persaudaraan tetap kokoh di tengah keberagaman.

Dengan semangat tersebut, Pemerintah Kota Makassar optimistis mampu menjaga stabilitas sosial sekaligus mempercepat pembangunan demi kesejahteraan seluruh masyarakat.

(Red)

Selasa, 17 Februari 2026

Ini Pesan Lurah Botto Sambut Ramadhan 1447 H Tahun 2026


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Pemerintah Kelurahan Botto, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, menyampaikan ucapan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1447 Hijriah/2026 Masehi kepada seluruh umat Muslim, khususnya masyarakat Kelurahan Botto, dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan.

Ucapan tersebut disampaikan langsung oleh Lurah Botto, H. Munadir Nurdin, S.Sos, pada Rabu (18/2/2026).

Dalam keterangannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Ia menekankan bahwa bulan suci ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan memperbanyak ibadah dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Ramadhan adalah bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Ini saat yang tepat untuk introspeksi diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta memperkuat kebersamaan antarwarga,” ujarnya.

Selain mengajak masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, H. Munadir Nurdin juga mengimbau agar warga memakmurkan masjid dengan melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah.

Ia berharap malam-malam Ramadhan diisi dengan kegiatan yang bernilai positif seperti tadarus Al-Qur’an, kajian keagamaan, dan aktivitas sosial yang bermanfaat.

Lebih lanjut, Pemerintah Kelurahan Botto turut mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan selama bulan suci berlangsung.

Ia menyampaikan bahwa suasana Ramadhan yang aman dan kondusif akan sangat mendukung kekhusyukan dalam beribadah.

Warga diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya saat meninggalkan rumah untuk melaksanakan shalat tarawih maupun kegiatan ibadah lainnya. Pemeriksaan kompor, setrika, serta peralatan listrik sebelum berangkat ke masjid dinilai penting guna mencegah risiko kebakaran atau kejadian yang tidak diinginkan.

“Kita ingin menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Karena itu, pastikan rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan kelompok masyarakat atau relawan yang memiliki tradisi membangunkan sahur agar tetap menjaga etika dan ketertiban.

Menurutnya, semangat membangunkan sahur harus tetap dibarengi dengan sikap saling menghormati agar tidak menimbulkan gangguan bagi warga lainnya.

Pemerintah Kelurahan Botto berharap Ramadhan tahun ini dapat menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat semangat gotong royong antarwarga. Suasana yang damai, rukun, dan penuh kebersamaan dinilai menjadi kunci terciptanya lingkungan yang harmonis selama bulan suci.

Menutup pernyataannya, H. Munadir Nurdin menyampaikan doa dan harapan agar seluruh amal ibadah masyarakat diterima oleh Allah SWT serta menjadikan Ramadhan sebagai langkah awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

“Marhaban Ya Ramadhan. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita dan melimpahkan keberkahan kepada seluruh masyarakat Kelurahan Botto,” tutupnya.

(Red)

Senin, 16 Februari 2026

Peresmian Mushallah Al Amin, Langkah Strategis Soppeng Jadi Pusat Pembinaan Umat


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, SE secara resmi meresmikan Mushallah Al Amin yang terletak di Sumpang Saloe, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, pada Senin (16/02/2026).

Peresmian mushallah tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan.

Acara diawali dengan pengguntingan pita oleh Bupati Soppeng sebagai tanda resmi dimulainya pemanfaatan rumah ibadah tersebut.

Kegiatan itu turut disaksikan oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia pembangunan, serta warga setempat yang hadir dengan penuh antusias.

Dalam sambutannya, Bupati Soppeng menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan Mushallah Al Amin.

Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat dan panitia pembangunan yang telah bekerja keras, bergotong royong, serta menunjukkan semangat kebersamaan hingga mushallah tersebut dapat berdiri dengan baik dan nyaman digunakan untuk beribadah.

Menurutnya, pembangunan rumah ibadah bukan sekadar menghadirkan fasilitas fisik, melainkan juga sebagai simbol kekuatan spiritual dan kebersamaan masyarakat.

“Mushallah ini harus menjadi pusat peradaban. Tempat membangun akhlak, memperkuat persatuan, serta melahirkan generasi yang beriman dan berakhlakul karimah,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Ia berharap Mushallah Al Amin tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat pelaksanaan salat lima waktu, tetapi juga menjadi pusat pembinaan umat, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta wadah berbagai kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di lingkungan Sumpang Saloe dan sekitarnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam mendukung pembangunan sarana dan prasarana keagamaan. Menurutnya, dukungan terhadap fasilitas keagamaan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat.

"Pemerintah daerah, kata dia, akan terus bersinergi dengan masyarakat dalam membangun lingkungan yang religius, harmonis, dan penuh semangat gotong royong".

Dengan diresmikannya Mushallah Al Amin Sumpang Saloe, diharapkan keberadaannya dapat semakin memakmurkan syiar Islam serta mempererat kebersamaan antarwarga di Kabupaten Soppeng.

Acara peresmian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas rampungnya pembangunan mushallah tersebut, sekaligus harapan agar rumah ibadah itu senantiasa membawa keberkahan bagi masyarakat sekitar.

Sumber: Humas Pemda

Minggu, 15 Februari 2026

Wujud Empati, Bupati Soppeng Hadiri Pemakaman Korban Penembakan di Papua Tengah


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Suasana duka menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jera’E Sumber Jati, Cabbenge, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sabtu (14/2/2026).

Ratusan pelayat memadati area pemakaman untuk mengantarkan kepergian almarhum Ahmad Gunawan bin Abd. Samad, warga Soppeng yang meninggal dunia akibat insiden penembakan oleh orang tak dikenal di Desa Puncak Jaya, Papua Tengah, pada Kamis (12/2/2026) lalu.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan penuh haru. Tangis keluarga pecah saat jenazah diturunkan ke liang lahat. Doa-doa dipanjatkan mengiringi kepergian almarhum untuk selama-lamanya.

Turut hadir dalam prosesi tersebut Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, sebagai bentuk empati dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Soppeng terhadap keluarga korban.

Kehadiran orang nomor satu di Bumi Latemmamala itu diharapkan mampu memberikan penguatan moril bagi keluarga yang tengah berduka mendalam.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Soppeng, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.

"Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujar Suwardi Haseng dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah turut merasakan kesedihan atas musibah yang menimpa salah satu warganya di tanah rantau.

Menurutnya, peristiwa tersebut bukan hanya duka bagi keluarga korban, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kabupaten Soppeng.

Sejak pagi hari, pelayat mulai berdatangan ke lokasi pemakaman. Keluarga besar, kerabat, sahabat, serta masyarakat umum hadir untuk memberikan penghormatan terakhir.

Sejumlah warga tampak menundukkan kepala, sebagian lainnya tak kuasa menahan air mata.

Prosesi pemakaman berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat setempat. Suasana hening menyelimuti area TPU Jera’E saat doa bersama dipanjatkan sebelum jenazah ditimbun tanah.

Kabar meninggalnya Ahmad Gunawan akibat tindak kekerasan di Papua Tengah sebelumnya sempat mengguncang masyarakat Soppeng.

Ucapan belasungkawa mengalir melalui berbagai saluran komunikasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena melibatkan warga daerah yang menjadi korban kekerasan di luar wilayah asalnya.

Masyarakat berharap agar aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan menghadirkan keadilan bagi korban serta keluarganya.

Pemerintah Kabupaten Soppeng juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan berat ini.

Duka yang menyelimuti Soppeng hari ini menjadi pengingat bahwa musibah dapat menimpa siapa saja, kapan saja. Namun, kebersamaan dan solidaritas masyarakat menjadi penguat di tengah kesedihan yang mendalam.

(Silviana)

Bupati Soppeng Hadiri Langsung Turnamen Domino Terbesar di Sulsel Tahun 2026


Soppeng, Teropongsulawesi.com, Open Tournament Domino Bupati Cup II Soppeng 2026 kembali mencatat sejarah sebagai salah satu turnamen domino terbesar di Sulawesi Selatan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 14–15 Februari 2026, tersebut dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Lade, Desa Laringgi, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, dan berhasil menyedot perhatian ribuan peserta dari berbagai daerah.

Sejak pagi hari, lokasi kegiatan telah dipadati peserta dan penonton. Panitia menyiapkan sedikitnya 10 tenda terowongan berukuran besar untuk menaungi ratusan meja pertandingan yang digunakan para peserta. Ribuan pasangan pemain domino tampak serius menyusun strategi, menciptakan suasana kompetitif yang tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, hadir secara langsung menyaksikan jalannya pertandingan. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Soppeng tersebut menjadi bukti dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga domino yang kini semakin diminati masyarakat dan dikenal sebagai olahraga intelektual.

Sebelum pembukaan resmi dimulai, Bupati Soppeng terlihat berbincang santai sambil bermain domino bersama Ketua PORDI Soppeng, Andi Syamsul Rijal, serta Anggota DPRD Kabupaten Soppeng, H. Nasfidin. Momen tersebut menunjukkan kedekatan antara pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan masyarakat dalam mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati H. Suwardi Haseng menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkontribusi menyukseskan turnamen tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan antar peserta dari berbagai daerah.

“Saya berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas, menunjukkan strategi dan kecerdasan dalam bermain domino secara profesional, serta menjaga suasana tetap kondusif,” ujarnya.

Turnamen ini merupakan hasil kolaborasi antara PORDI Soppeng dan PORDI Sulawesi Selatan dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Soppeng. Dukungan juga datang dari unsur legislatif daerah, termasuk Wakil Ketua DPRD Soppeng yang turut berperan dalam aspek sponsorship serta dukungan teknis pelaksanaan kegiatan.

Turnamen ini terbuka untuk peserta lokal maupun luar daerah. Sejumlah pemain dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan bahkan luar provinsi turut ambil bagian, menjadikan kompetisi ini sebagai ajang adu strategi lintas wilayah.

Dari sisi hadiah, panitia menyiapkan total prize pool sebesar Rp250 juta. Jumlah tersebut menjadikan Bupati Cup II Soppeng 2026 sebagai salah satu kompetisi domino dengan nilai hadiah terbesar di Sulawesi Selatan tahun ini. Rinciannya, Juara I sebesar Rp100 juta, Juara II Rp50 juta, Juara III Rp25 juta, Juara IV Rp15 juta, serta hadiah berjenjang hingga peringkat 64.

Dengan biaya pendaftaran Rp250 ribu per pasangan, turnamen ini dinilai cukup terjangkau dibandingkan total hadiah yang diperebutkan. Tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa olahraga domino terus berkembang dan memiliki basis penggemar yang kuat di Sulawesi Selatan.

Selain sebagai ajang olahraga intelektual, kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Selama pelaksanaan turnamen, sektor UMKM, kuliner, dan jasa di sekitar lokasi mengalami peningkatan aktivitas yang signifikan.

Pemerintah Kabupaten Soppeng menilai kegiatan ini sebagai contoh sinergi positif antara olahraga, hiburan rakyat, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Open Tournament Domino Bupati Cup II Soppeng 2026 pun diyakini menjadi event berkelas yang memperkuat posisi Kabupaten Soppeng sebagai salah satu pusat olahraga domino di Sulawesi Selatan.

Dengan dukungan penuh pemerintah daerah, organisasi domino, serta antusiasme tinggi dari para peserta, turnamen ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang semakin besar, profesional, dan membanggakan di masa mendatang.

(Silviana)

Kamis, 12 Februari 2026

Wakili Pemkab, Plt Kadis TPHPKP Terima Penghargaan dari BRI Cabang Soppeng



Soppeng, Teropongsulawesi.com, Komitmen dalam mendukung program pertanian berbasis digital kembali membuahkan hasil bagi Pemerintah Kabupaten Soppeng.

Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHPKP), Pemkab Soppeng menerima penghargaan sebagai implementasi Kartu Tani terbaik kedua dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Watansoppeng.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan Cabang BRI Watansoppeng, Rahmatulloh Habibi, dalam sebuah seremoni sederhana yang berlangsung di Kantor Cabang BRI Watansoppeng, Jumat (13/2/2026).

Dalam sambutannya, Rahmatulloh Habibi menyampaikan bahwa program Reward Kartu Tani merupakan bentuk apresiasi BRI kepada para stakeholder yang telah berperan aktif dalam menyukseskan implementasi Kartu Tani di daerah masing-masing.

Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan volume transaksi Kartu Tani, tetapi juga memperkuat sinergi antara pihak perbankan, pemerintah daerah, serta para petani sebagai penerima manfaat.

“Melalui program Reward Kartu Tani, BRI ingin memberikan apresiasi atas kolaborasi dan dukungan seluruh pihak. Selain itu, ini juga menjadi upaya untuk terus mendorong optimalisasi transaksi Kartu Tani agar manfaatnya semakin dirasakan petani,” ujarnya.

Habibi juga menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan DTPHPKP Kabupaten Soppeng, khususnya dalam mendukung penyaluran pupuk bersubsidi melalui mekanisme Kartu Tani BRI.

Ia menilai, koordinasi dan kolaborasi yang baik antara BRI Kanca Watansoppeng dan jajaran DTPHPKP menjadi salah satu faktor utama keberhasilan Kabupaten Soppeng dalam meraih penghargaan tersebut.

“Sinergi yang solid ini menjadi kunci keberhasilan. Penyaluran pupuk bersubsidi melalui Kartu Tani dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan tepat sasaran,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas DTPHPKP Kabupaten Soppeng, Ariyadin Arif, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas penghargaan yang diberikan oleh BRI.

Ia menegaskan bahwa implementasi Kartu Tani merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan dan kepastian bagi para petani.

“Dengan adanya Kartu Tani, pemerintah memberikan jaminan kepada petani untuk memperoleh pupuk bersubsidi sesuai ketentuan. Program ini memastikan subsidi pemerintah benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh yang berhak,” jelas Ariyadin.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut, mulai dari jajaran dinas, penyuluh pertanian, hingga pihak perbankan yang terus melakukan pendampingan dan koordinasi.

Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi dalam pelayanan kepada masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Soppeng.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan kualitas kerja demi kemajuan sektor pertanian di Soppeng,” pungkasnya.

Dengan capaian ini, diharapkan implementasi Kartu Tani di Kabupaten Soppeng dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan petani serta ketahanan pangan daerah.

(Red) 

SDN 7 Salotungo Bersholawat, Pengawas Gugus 1: Perkuat Karakter dan Ketenangan Jiwa Peserta Didik


Soppeng, Teropongsulawesi.com,nSD Negeri 7 Salotungo kembali menghadirkan nuansa religius di lingkungan pendidikan melalui kegiatan Bersholawat Bersama yang dilaksanakan pada Kamis (12/2/2026) pukul 07.30 WITA di halaman sekolah. 

Kegiatan ini digelar dalam rangka menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah ï·º serta menghadirkan ketenangan jiwa bagi seluruh warga sekolah.

Peserta didik Muslim dan Muslimah tampak mengenakan busana muslim, sementara peserta didik non-Muslim hadir dengan pakaian rapi dan sopan sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan. Seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan kompak mengenakan busana muslim warna putih.

Sholawat yang dilantunkan adalah “Shalat Ya Rasulullah, Salamun ‘Alaikum” karya KH. Zaini Abdul Gani Al Banjari (Abah Guru Sekumpul/Guru Ijai). 

Lantunan sholawat dipandu langsung oleh Kepala SDN 7 Salotungo, menghadirkan suasana khidmat dan penuh keteduhan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Pendamping Satuan Pendidikan Gugus 1 Kecamatan Lalabata Kabupaten Soppeng, Drs. Sudirman, S. Sis, Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng H. AM. Zulkarnain, serta Korwil UPTD Kecamatan Lalabata Drs. Jamal, M. Si.

Dalam sambutannya, Drs. Sudirman, S. Sis menyampaikan apresiasi atas konsistensi SDN 7 Salotungo dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dan spiritual ke dalam budaya sekolah.

“Sekolah yang hebat bukan hanya melahirkan anak-anak cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa yang tenang, berakhlak mulia, dan cinta kepada Rasulullah ï·º. Kegiatan seperti ini adalah pondasi penting dalam membentuk generasi yang kuat secara moral dan spiritual,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai religius di sekolah menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis, humanis, dan berkarakter.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pendidikan H. AM. Zulkarnain menyampaikan bahwa sholawat adalah energi positif yang mampu menumbuhkan persaudaraan dan mempererat kebersamaan di lingkungan sekolah. 

Korwil UPTD Kecamatan Lalabata, Drs. Jamal, M. Si, turut memberikan dukungan dan berharap kegiatan serupa terus menjadi budaya yang mengakar.

Kegiatan diiniaiasi oleh Guru Pendidikan Agama Islam, Muh. Alwi Basri, S. Pd, Nur Hidayah, S. Pd I, dan Saudit Rizaldi, S. Pd I. Doa bersama menutup rangkaian acara dengan harapan agar lantunan sholawat menjadi wasilah turunnya rahmat, menyejukkan hati, serta menguatkan akhlak seluruh warga sekolah.

Melalui kegiatan Bersholawat ini, SDN 7 Salotungo kembali meneguhkan komitmennya sebagai satuan pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual dan spiritual demi terwujudnya generasi yang unggul dan berakhlakul karimah. (**) 
© Copyright 2019 TEROPONG SULAWESI | All Right Reserved