Rabu, 20 Maret 2024
Teropongsulawesi.com
Massappa' Barakka, Sat Reskrim Polres Soppeng Berbagi Takjil
Selasa, 19 Maret 2024
Teropongsulawesi.com
Dugaan Pencemaran Nama Baik IS Berlanjut, Salah Satu Warga Gattareng Akan Berhadapan APH
Teropongsulawesi.com
Marak BaLi, Kanit Laka Satlantas Polres Soppeng Gencar Patroli Malam
Senin, 18 Maret 2024
Teropongsulawesi.com
Kasus Pencemaran Nama Baik Berlanjut, Ismail: Buat Efek Jera
Teropongsulawesi.com
Cegah BaLi, Polres Soppeng Gelar Patroli Ke Tempat Balap Liar
Minggu, 17 Maret 2024
Teropongsulawesi.com
Ketua Bhayangkari Cabang Soppeng Pimpin Pengurus Bhayangkari Berbagi Takjil di Pusat Kota
Sabtu, 16 Maret 2024
Teropongsulawesi.com
Berbagi Berkah, Kapolres Soppeng Bersama Ibu Ketua Bhayangkari Berbagi Takjil ke Pengguna Jalan
Jumat, 15 Maret 2024
Teropongsulawesi.com
Tebar Kebaikan, Personil Sat Lantas Polres Soppeng Bagi Takjil ke Pengguna Jalan
Kamis, 14 Maret 2024
Teropongsulawesi.com
Kolaborasi Program Kementan, Petani dan Penyuluh Dilatih Tingkatkan Kompetensi
Gowa, Teropongsulawesi.com, Sebagai bentuk mewujudkan ketersediaan pangan secara terus menerus, Kementerian Pertanian menginisiasi peningkatan sumber daya manusia (SDM) pertanian menjadi titik ungkit peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.
Salah satu pilar yang mampu menyokong karena adanya Program Readsi yang mampu menjadi salah satu program pemberdayaan yang telah dilaksanakan cukup lama dan berbagai kegiatan sudah banyak dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan keluarga tani miskin di wilayah lokasi program READSI. Selain itu, dilakukan upaya memberdayakan rumah tangga petani di pedesaan, baik secara individu maupun kelompok, dengan keterampilan, membangun rasa percaya diri dan pemanfaatan sumberdaya untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian dan non-pertanian serta meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan.
Pelatihan yang bertujuan meningkatkan kompetensi Penyuluh Pertanian di wilayah program READSI agar semakin mumpuni mendampingi petani binaannya, untuk mengingkatkan produktivitas dan produksi pertanian, diprioritaskan agar para penyuluh pertanian dapat mendorong menyiapkan petani dalam meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan mengatakan, saat ini dunia tengah menghadapi ancaman krisis pangan, sehingga upaya peningkatan produksi pangan tidak bisa dilakukan melalui langkah-langkah biasa.
"Pembenahan besar-besaran untuk meningkatkan produksi pangan strategis utamanya padi. Di antaranya dengan penggunaan teknologi, pendampingan petani melalui penyuluh pertanian," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan pertanian ini sangat berperan penting dengan berbagai aspek yang di antaranya terdiri dari penyuluh pertanian dan petani siap mendukung pembangunan pertanian.
"Petani harus berdaya dan hebat dengan adanya READSI ini. Bagaimana memberdayakan petani sehingga mampu mengunakan inovasi dan memelihara serta infrastruktur sehingga produktivitas meningkat dan sarana prasarana smakin lama umurnya. Karenanya, pemberdayaan harus bisa berjalan dengan baik," tuturnya.
Petani sebagai produsen pangan, diharapkan menjadi pihak pertama yang memiliki ketahanan pangan yang baik. Salah satu upaya memastikan hal tersebut, maka diperlukannya penyelenggaraan Pelatihan Food Budgeting bagi para petani di wilayah sasaran READSI.
Sehubungan dengan hal tersebut, Program Readsi bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku sebagai salah satu UPT Pusat Pelatihan - Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan Pelatihan Food Budgeting Bagi Penyuluh Pertanian dan Fasilitator Desa Program READSI.
Perlu diketahui Pelatihan Food Budgeting Bagi Penyuluh Pertanian dan Fasilitator Desa Program READSI di laksanakan di 5 titik lokasi program READSI yaitu BBPP Batangkaluku, BBPP Kupang, UPT Diklat Pertanian Dinas TPH Sulawesi Tengah, UPTD Balai Pengembangan SDM Sulawesi tenggara, UPT Diklat Pertanian Dinas TPH Gorontalo.
Rabu, 13 Maret 2024
Teropongsulawesi.com
Ramadhan Karim, Personil Sat Intelkam & Sie Propam Polres Soppeng Bagi-bagi Takjil
Teropongsulawesi.com
Bulan Penuh Berkah, Kapolres Soppeng Bagikan Perlengkapan Umroh, bagi Warga Penerima Umroh Gratis
Minggu, 10 Maret 2024
Teropongsulawesi.com
Jelang Bulan Suci Ramadhan, Kapolres Soppeng Mengucapkan Selamat Menyambut Bulan Yang Penuh Berkah ini
Sabtu, 09 Maret 2024
Teropongsulawesi.com
Membentuk Karakter & Mental Siswa, SDN 7 Salotungo Gelar Wisata Religi di Ponpes Yasrib Lapajung
Kamis, 07 Maret 2024
Teropongsulawesi.com
Skandal Kebobrokan Hasil Lomba FLS2N dan O2SN Terungkap: Intrik Kepentingan dan Rasa Iri Mengganggu Integritas
Teropongsulawesi.com
Uji Kekuatan Fisik Personil, Polres Soppeng Gelar Tes Kesampataan
Rabu, 06 Maret 2024
Teropongsulawesi.com
Program Pembiasaan "Relegi atau Keagamaan" di SDN 7 Salotungo
Teropongsulawesi.com
Kapolres Soppeng Mengapresiasi Pemkab Soppeng atas Raihan Penghargaan Piala Adipura
Selasa, 05 Maret 2024
Teropongsulawesi.com
Program Giat Safari Subuh, ini Himbauan Kapolres Soppeng
Senin, 04 Maret 2024
Teropongsulawesi.com
54 Penyuluh Ikuti Pelatihan Penyegaran, Mentan : Faktor Kunci Keberhasilan Pembangunan Pertanian Adalah Penyuluh
Gowa, Batangkaluku, Teropongsulawesi.com- Penutupan pelatihan penyegaran bagi penyuluh pendamping READSI angkatan I dan II dilaksanakan di Aula Syekh Yusuf BBPP Batangkaluku, Senin (4/3/2024). Pelatihan yang diselenggarakan oleh READSI tersebut digelar selama 7 (Tujuh) hari dan diikuti oleh 54 orang penyuluh yang berasal dari kabupaten Luwu, Luwu Timur, dan Luwu Utara.
Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian dalam rangka mendampingi petani binaannya. Sehingga diharapkan petani mampu menyediakan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraannya.
Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa penyuluh pertanian adalah garda terdepan pembangunan pertanian.
“Penyuluh pertanian itu pelayan bagi petani Indonesia. Penyuluh juga sebagai pahlawan pangan dan garda terdepan menuju Swasembada Pangan. Penyuluh jangan mudah mengeluh, harus merubah mindset serta keluar dari zona nyaman untuk meraih kesuksesan,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, Kementan melalui program READSI terus melakukan peningkatkan kapasitas para petani, pendamping desa, penyuluh di seluruh pelosok tanah air.
"Penyuluh pertanian adalah salah faktor kunci keberhasilan pembangunan pertanian dalam memberikan kontribusi pembangunan pertanian," tegasnya.
ementara itu, Kepala Balai Besar Pertanian Batangkaluku yang diwakili Ketua Kelompok Program dan Evaluasi BBPP Batangkaluku, Sugeng Mulyono menyebut bahwa Program READSI telah dievaluasi oleh pusat. "Setelah dievaluasi ternyata memang ada kontribusi di daerah dalam hal peningkatan produksi pertanian," terangnya saat memberikan sambutan.
Sugeng menambahkan bahwa Menteri Pertanian menyukai orang-orang lapangan seperti penyuluh pertanian, menurutnya, Mentan Amran tidak menyukai banyak teori melainkan eksekusi di lapangan.
Masih menurut Sugeng, seluruh peserta dinyatakan lulus dan berharap agar setelah memperoleh penyegaran pelatihan, penyuluh segera berkontribusi dan mendampingi para petani sesuai dengan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang diajukan.
Selama pelatihan, peserta telah mendapatkan materi tentang persiapan panen yaitu Strategi Pertanian Cerdas Iklim Menghadapi El Nino, Pemupukan dan Nutrisi Tanaman dan Pengendalian Hama Penyakit Terpadu. Selain itu peserta juga melakukan praktek lapang dengan tema Pengendalian Hama Penyakit Terpadu, Strategi Pertanian Cerdas Iklim Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan.
























FOLLOW THE TEROPONG SULAWESI AT TWITTER TO GET THE LATEST INFORMATION OR UPDATE
Follow TEROPONG SULAWESI on Instagram to get the latest information or updates
Follow our Instagram